MATRIKS Nuryanto, ST., MT.

dokumen-dokumen yang mirip
ALJABAR LINIER DAN MATRIKS

MATRIKS. a A mxn = 21 a 22 a 2n a m1 a m2 a mn a ij disebut elemen dari A yang terletak pada baris i dan kolom j.

BAB I PENDAHULUAN. 3) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan invers matriks. 4) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan determinan matriks

MATRIK dan RUANG VEKTOR

Tujuan. Mhs dapat mendemonstrasikan operasi matriks: penjumlahan, perkalian, dsb. serta menentukan matriks inverse

Vektor. Vektor. 1. Pengertian Vektor

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )

MATRIKS. Notasi yang digunakan NOTASI MATRIKS

BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS

DIKTAT MATEMATIKA II

Part III DETERMINAN. Oleh: Yeni Susanti

6- Operasi Matriks. MEKANIKA REKAYASA III MK Unnar-Dody Brahmantyo 1

METODE MATRIKS (MATRIKS) Mekanika Rekayasa IV. Norma Puspita, ST. MT. a 11 a 12 a 13 a 1n a 21 a 22 a 23 a 2n

BAB 2 LANDASAN TEORI

8 MATRIKS DAN DETERMINAN

BAB I MATRIKS DEFINISI : NOTASI MATRIKS :

BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: =

Matriks Jawab:

2. MATRIKS. 1. Pengertian Matriks. 2. Operasi-operasi pada Matriks

Contoh. C. Determinan dan Invers Matriks. C. 1. Determinan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MATRIKS. 2. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang hanya mempunyai satu kolom. 2 3 Contoh: A 4 x 1 =

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 7

Banyaknya baris dan kolom suatu matriks menentukan ukuran dari matriks tersebut, disebut ordo matriks

Determinan. Untuk menghitung determinan ordo n terlebih dahulu diberikan cara menghitung determinan ordo 2

BAB 2. DETERMINAN MATRIKS

DETERMINAN. Determinan matriks hanya didefinisikan pada matriks bujursangkar (matriks kuadrat). Notasi determinan matriks A: Jika diketahui matriks A:

MATRIKS. Matematika. FTP UB Mas ud Effendi. Matematika

a11 a12 x1 b1 Kumpulan Materi Kuliah #1 s/d #03 Tahun Ajaran 2016/2016: Oleh: Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.

MATEMATIKA INFORMATIKA 2 TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS GUNADARMA FENI ANDRIANI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

MATRIKS. Matriks adalah himpunan skalar (bilangan riil/kompleks) yang disusun secara empat persegi panjang (menurut baris dan kolom)

Operasi Pada Matriks a. Penjumlahan pada Matriks ( berlaku untuk matriks matriks yang berukuran sama ). Jika A = a ij. maka matriks A = ( a ij)

MATRIKS. Slide : Tri Harsono PENS - ITS. 1 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) - ITS

BAB 2 LANDASAN TEORI

ALJABAR LINIER MAYDA WARUNI K, ST, MT ALJABAR LINIER (I)

Sebelum pembahasan tentang invers matriks lebih lanjut, kita bahas dahulu beberapa pengertian-pengertian berikut ini.

TUGAS MANDIRI MATRIKS. Mata Kuliah : Matematika ekonomi

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

a11 a12 x1 b1 Lanjutan Mencari Matriks Balikan dengan OBE

Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari objek yang diatur berdasarkan baris (row) dan kolom (column). Objek-objek dalam susunan tersebut

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

Matriks - Definisi. Sebuah matriks yang memiliki m baris dan n kolom disebut matriks m n. Sebagai contoh: Adalah sebuah matriks 2 3.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ALJABAR LINIER JURUSAN : TEKNIK KOMPUTER JUMLAH SKS : Definisi, Notasi, dan Operasi Vektor 2.

MATRIKS. 3. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai baris dan kolom yang sama.

5. PERSAMAAN LINIER. 1. Berikut adalah contoh SPL yang terdiri dari 4 persamaan linier dan 3 variabel.

Pertemuan 2 Matriks, part 2

Pertemuan 4 Aljabar Linear & Matriks

Matriks. Baris ke 2 Baris ke 3

MATRIKS. kolom, sehingga dapat dikatakan matriks berordo 3 1 Penamaan suatu matriks biasa menggunakan huruf kapital

MATRIKS Matematika Industri I

MATRIKS Matematika Industri I

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 1 dan 2

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

Perluasan Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks

MATEMATIKA. Sesi MATRIKS CONTOH SOAL A. MATRIKS SATUAN (MATRIKS IDENTITAS)

1.1. Definisi, Notasi, dan Operasi Vektor 1.2. Susunan Koordinat Ruang R n 1.3. Vektor di dalam R n 1.4. Persamaan garis lurus dan bidang rata

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN

Modul Praktikum. Aljabar Linier. Disusun oleh: Machudor Yusman IR., M.Kom. Ucapan Terimakasih:

02-Pemecahan Persamaan Linier (1)

Definisi : det(a) Permutasi himpunan integer {1, 2, 3,, n}:

Matematika Teknik I: Matriks, Inverse, dan Determinan. Oleh: Dadang Amir Hamzah STT DR. KHEZ MUTTAQIEN 2015

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Pertemuan 8 Aljabar Linear & Matriks

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ALJABAR LINIER KODE / SKS : IT / 2 SKS

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66

Matematika Teknik INVERS MATRIKS

BAB 2 LANDASAN TEORI

03-Pemecahan Persamaan Linier (2)

Matematika Teknik DETERMINAN

BAB 3 : INVERS MATRIKS

BAB II LANDASAN TEORI

MATRIKS DAN OPERASINYA. Nurdinintya Athari (NDT)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas

Analisa Numerik. Matriks dan Komputasi

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS (WAJIB)

Pengolahan Dasar Matriks Bagus Sartono

1.1 MATRIKS DAN JENISNYA Matriks merupakan kumpulan bilangan yang berbentuk segi empat yang tersusun dalam baris dan kolom.

Pelabelan matriks menggunakan huruf kapital. kolom ke-n. kolom ke-3

Part II SPL Homogen Matriks

M AT E M AT I K A E K O N O M I MATRIKS DAN SPL I N S TITUT P ERTA N I A N BOGOR

3 Langkah Determinan Matriks 3x3 Metode OBE

Matriks. Modul 1 PENDAHULUAN

Bab 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang dibicarakan yang akan digunakan pada bab selanjutnya. Bentuk umum dari matriks bujur sangkar adalah sebagai berikut:

Invers Tergeneralisasi Matriks atas Z p

Kriteria Unjuk Kerja. Besaran vektor. Vektor satuan Menggambar Vektor

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENENTUKAN NILPOTENT ORDE 4 PADA MATRIKS SINGULAR MENGGUNAKAN TEOREMA CAYLEY HAMILTON TUGAS AKHIR

Matriks. Matriks B A B. A. Pengertian Matriks. B. Operasi Hitung pada Matriks. C. Determinan dan Invers

Bab 7 Sistem Pesamaan Linier. Oleh : Devie Rosa Anamisa

MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Keterkendalian (Controlability)

DIKTAT PERKULIAHAN. EDISI 1 Aljabar Linear dan Matriks

MODUL E LEARNING SEKSI -1 MATA KULIAH : ALJABAR LINIER KODE MATA KULIAH : ESA 151 : 5099 : DRA ENDANG SUMARTINAH,MA

II. TINJAUAN PUSTAKA. nyata (fenomena-fenomena alam) ke dalam bagian-bagian matematika yang. disebut dunia matematika (mathematical world).

SILABUS. Mengenal matriks persegi. Melakukan operasi aljabar atas dua matriks. Mengenal invers matriks persegi.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 1

Metode Analisis Relasi Pemasukan dan Pengeluaran dalam Bisnis dan Ekonomi dengan Matriks Teknologi

Transkripsi:

MateMatika ekonomi MATRIKS

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan dapat : 1. Pengertian matriks 2. Operasi matriks 3. Jenis matriks 4. Determinan 5. Matriks invers 6. Persamaan linier simultan

Deskripsi Singkat Dalam perkuliahan ini, anda akan mempelajari tentang matriks dan operasi matriks Bagian selanjutan akan membahas tentang jenis matriks dan determinan Bagian akhir perkuliahan akan membahas matriks invers dan persamaan linier simultan

1.Diketahui : A = 1 1-1 B = 1 3 C = 1 2 3-4 2 0 3 0 2 2 0-2 1 3-1 2-1 4 Buktikan : (AB)C = A(BC) tugas 2.Diketahui : a.jika A = 2 4-1 A T =? 3 5 7 6 0 8 b. Jika B = 1 0 B = 0 1 2 (AB) T =? 2 1 1 1 3 3.Hitung adjoint matriks dari : a.2 4-1 b. 1 2 3 c. 1 0 2 d. 5 0 0 2 3 5 7 0 1 2 2 1 0 1 1 0 2 6 0 8 0 1 1 3 2 1 0 0 2 1 1 0 0 1

Matriks A ditulis sebagai berikut : A = a 11 a 12 a 13 contoh A = 1 3 5 a 21 b 22 a 23 0 3 7 a 31 a 32 a 33 6 4 8 matriks Artinya a 23 menunjukkan unsur matriks A yang terletak pada baris ke 2 dan kolom ke 3. Arti a ij menunjukkan nilai/angka dari suatu matriks A, misalnya yang terletak pada baris ke i dan kolom ke j. Demikian pula untuk A mxn artinya matriks A berdimensi/berorder mxn. Matriks A nxn dinamakan matriks bujur sangkar, ditulis A n. Contoh : matriks A 3x3 dapat ditulis dengan A 3. Ada 3 macam matriks : 1.Matriks baris, yaitu merupakan vektor baris 2.Matriks kolom, yaitu merupakan vektor kolom 3.Matriks berorder/berdimensi banyak : A mxn

Operasi matriks 1.Sama dengan, apabila dimensi atau order kedua matriks tersebut sama sehingga nilai unsur yang berindeks sama harus sama. a 12 = b 12 ; a 23 = b 23 2.Penjumlahan, dimana matriks A dapat ditambahkan dengan matriks B apabila kedua matriks tersebut mempunyai dimensi yang sama. A = a 11 a 12 B = b 11 b 21 A +B + C = a 11 + b 11 a 12 + b 12 a 12 a 22 b 12 b 22 a 21 + b 21 a 22 + b 22 3.Pengurangan, dimana pengurangan dalam matriks dapat dilakukan dengan syarat kedua matriks tersebut mempunyai dimensi yang sama. A = 4 6 B = 1 3 A B = 4-1 6-3 = 3 3 7 5 0 2 7-0 5 2 7 3 4. Perkalian, apabila kedua matriks tersebut mempunyai kesamaan dalam jumlah kolom matriks yang dikalikan dengan jumlah baris matriks yang digunakan sebagai penggali. A mxn. B nxm = C mxm

Jenis matriks a.identity matriks, yaitu jika nilai diagonal matriks tersebut adalah 1 dan nilai unsur lainnya nol. Null matrix (zero matrix) jika nilai semua unsur bernilai nol. Contoh : I = 1 0 0 N = 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 b.transpose suatu matriks, suatu matriks A ditulis A T atau A ditentukan dengan mengubah tiap baris matriks A menjadi kolom-kolom matriks A T atau sebaliknya tiap kolom matriks A diubah menjadi baris-baris matriks A T. A = (a ij ) A T = (a ij ) Contoh : A = 4 6 A T = 4 7 9 7 5 6 5 8 9 8

c. Matriks setangkup, yaitu transpose sendiri, misalnya matriks diagonal D dan matriks satuan I. D = D I = I keterangan : D = matriks diagonal Contoh : I = matriks satuan I = 1 0 I = 1 0 0 1 0 1 d.matriks satuan atau identitas I, yaitu matriks I adalah matriks bujur sangkar yang semua unsur diagonal utamanya = 1 dan semua unsur lainnya sama dengan nol. Sifat : I mxn. A mxn = A mxn I mxn. A mxn = tidak dapat dioperasikan

e. Sifat invers matriks, yaitu invers A -1 suatu matriks A memenuhi syarat : AA -1 = A -1 A = 1. Matriks A harus bujur sangkar (A -1 ) -1 = A (AB) -1 = B -1 A -1 (A T ) -1 = (A -1 ) T Invers transposenya suatu matriks sama dengan transpose invers faktornya dengan urutan terbalik. f. Matriks diagonal, yaitu matriks bujur sangkar yang setiap elemennya sama dengan nol; kecuali elemen diagonal pokoknya, minimal salah satu elemennya tidak sama dengan nol. Contoh : A = 10 0 B = 0 0 0 0 ½ 0 1 0 0 0 0

g. Skalar, yaitu matriks bujur sangkar yang hanya mempunyai satu baris dan satu kolom saja. 3 = (3) 1x1 = (3) ; 10 = (10) 1x1 = (10) h. Skalar matriks, yaitu matriks bujur sangkar yang nilai setiap elemen diagonal sebesar k (bilangan skalar) dan elemen lainnya sama dengan nol. a ij = k apabila i = j a ij = 0 apabila i j Contoh : S = k.i3 = k 0 0 ; S = 1/3 0 0 k 0 0 1/3 0 0 k i. Matriks invers, yaitu matriks bujur sangkar dimana a ij = a ji Contoh : A = 2 4 ; B = 2 4 6 7 4 3 4 1 2 9 6 2 3 8 7 9 8 4

j. Vektor, yaitu matriks yang hanya terdiri dari satu baris atau satu kolom saja. Contoh : A = (1 4 6) B = 2 5 1 3 k. Matriks singular, yaitu matriks bujur sangkar yang tidak mempunyai invers dan determinannya sama dengan nol. l. Matriks nonsingular, yaitu matriks bujur sangkar yang mempunyai invers dan determinannya tidak sama dengan nol. m. Matriks commute, yaitu bila AB = BA, maka kedua matriks tersebut adalah commute.

determinan Determinan adalah sumbu bilangan (skalar) yang didefenisikan secara unik dalam hubungannya dengan suatu matriks bujur sangkar dan dinamakan determinan matriks, ditulis A n. Matriks bujur sangkar order 2x2 Bentuk umum : Menguraikan determinan derajat tiga dengan cara sarrus Aturan sarrus hanya berlaku khusus untuk determinan berderajat tiga. ( - ) ( - ) ( - ) 3 2 1 3 2 = (3.3.3 + 2.1.1 + 1.2.2) (1.3.1 + 2.1.3 + 3.2.2) 2 3 1 2 3 (33) (21) = 12 1 2 3 1 1 ( + ) ( + ) ( + )

Menguraikan determinan dengan cara menentukan terlebih dahulu determinan matriks minor tiap elemen dan kofaktor Menentukan minor elemen, kalau dari suatu determinan B matriks Bnxn dihapus baris I dan kolom j, maka determinan M orde (n-1) yang sisa dinamakan minor elemen bij pada potongan baris i kolom j. Minor unsur bij yang diberi tanda minus bila (i + j) ganjil, dinamakan kofaktor unsur bij determinan B. b11 b12 b13 B = b12 b22 b23 b13 b23 b33 Minor elemen bij adalah sebagai berikut b11 = M11 = b22 b23 ; b33 = M33 = b11 b12 b32 b33 b21 b22

b 13 = M 13 = b 21 b 22 ; b 22 = M 22 = b 11 b 13 b 31 b 32 b 31 b 33 b 31 = M 31 = b 12 b 13 ; b 12 = M 12 = b 21 b 23 b 22 b 23 b 31 b 33 Demikian pula untuk : M 21 dihapus dari baris 2 dan kolom 1 M 23 dihapus dari baris 2 dan kolom 3 M 32 dihapus dari baris 3 dan kolom 2 Kofaktor = K ij = (-1) i+j M ij Contoh matriks kofaktor K = K 11 K 12 ; K = K 11 K 12 K 13 K 21 K 22 K 21 K 22 K 23 K 31 K 23 K 33

Contoh : K 11 = (-1) 1+1 M 11 = b 22 b 23 = b 22.b 33 b 32.b 23 b 32 b 33 K 12 = (-1) 1+2 M 12 = b 21 b 23 = -b 21.b 33 + b 31.b 23 b 31 b 33 Nilai determinan B dapat diuraikan dalam kofaktor unsur bij suatu baris atau kolom sebagai berikut ; B = B = n bij Kij j 1 n bij Kij j 1 (terhadap sembarang baris i = 1,2 n) atau (terhadap sembarang kolom j = 1,2 n) Contoh : Terhadap baris 1 B = b 11 K 11 + b 12 K 12 + b 13 K 13

B = b 11 (b 22.b 33 b 32.b 23 ) b 12 (b 21.b 33 b 31.b 23 ) + b 13 (b 21.b 32 b 31.b 22 ) Dan seterusnya Terhadap kolom 3 B = b 13 K 13 + b 23 K 23 + b 33 K 33 B = b 13 (b 21.b 32 b 31.b 22 ) b 23 (b 11.b 32 b 31.b 12 ) + b 33 (b 11.b 22 - b 21.b 12 ) Dan seterusnya Contoh : B = 1 2 1 1 2 3 2 1 3 Misal terhadap baris ke 1 maka : B = b 11 K 11 + b 12 K 12 + b 13 K 13 = (1)(-1) 1+1 2 2 + (2)(-1) 1+2 1 3 + (1)(-1) 1+3 1 2 = 6..(1) 1 3 2 3 2 1

Misal terhadap kolom 2, maka B = b 12 K 12 + b 22 K 22 + b 32 K 32 = (2)(-1) 1+2 1 3 + (2)(-1) 2+2 1 1 + (1)(-1) 3+2 1 1 = (2)(3) + 2(1) + 1(-2) = 6 (2) Ternyata (1) = (2) yaitu B = 6 Contoh : A = 1 4, cari Ā 3 2 Jawaban : 2 3 2 3 1 3 A = adjoint A = Transpose dari matriks kofaktornya A = a 11 a 12 K = K 11 K 12 K T = K 11 K 12 a 21 a 22 K 21 K 22 K 21 K 22

A = K T K 11 K 21 K 12 K 22 K 11 = (-1) 1+1 M 11 = 1 2 = 2 K 12 = (-1) 1+2 M 12 = -1 3 = -3 K 21 = (-1) 2+1 M 21 = -1 4 = -4 K 22 = (-1) 2+2 M 22 = 1 1 = 1 Jadi : Ā = K T = 2-4 -3 1

Matriks invers A -1 = Ā invers = adjoint A determinan Contoh : hitung invers matriks 1 2 3 B = 2 1 4 2 1 3 Jawab : B = 1 2 3 1 2 = (1.1.3 + 2.4.2 + 3.2.1) (2.1.3 + 1.4.1 + 3.2.2) 2 1 4 2 1 2 1 3 2 1 K = K 11 K 12 K 13 B = K T K 11 K 21 K 31 K 21 K 22 K 23 K 12 K 22 K 23 K 31 K 32 K 33 K 13 K 23 K 33 K 11 = (-1) 1+1 M 11 = 1 1 4 = -1 1 3

K 12 = (-1) 1+2 M 12 = -1 2 4 = 2 2 3 K 13 = (-1) 1+3 M 13 = 1 2 1 = 0 1 1 K 21 = (-1) 2+1 M 21 = 1 2 3 = -3 1 3 K 22 = (-1) 2+2 M 22 = 1 1 3 = -3 2 3 K 23 = (-1) 2+3 M 23 = 1 1 2 = 3 2 1 K 31 = (-1) 3+1 M 31 = 1 2 3 = 5 1 4 K 32 = (-1) 3+2 M 32 = 1 1 3 = 2 2 4 K 33 = (-1) 3+3 M 33 = 1 1 2 = -3 2 1-1 -3 5 B = 2-3 2 0 3-3 B -1 = B = 1-1 -3 5 B 3 2-3 2 0 3-3 1-1 5 3-3 = 2-1 2 3 3 0 1-1

Persamaan linier simultan Matriks dapat digunakan untuk mencari jawaban persamaan linier simultan. Sistem n persamaan tak homogin dengan n/hasil yang tidak diketahui dapat ditulis sebagai berikut : a 11 x 1 + a 12 x 2 + + a 1n x n = b 1 a 21 x 2 + a 22 x 2 + + a 2n x n = b 2.. an1x2 + an2x2 + + annxn = bn ----- I Mengingat rumus defenisi hasil kali matriks baris dengan matriks kolom dan bahwa suatu matriks dapat juga dianggap terdiri atas sejumlah matriks baris maka sistem persamaan (I) dapat ditulis sebagai berikut : a 11 a 12 a 1n x 1 b 1 a 21 a 22 a 2n x 2 b 2... =. Ax = b a n1 a n2 a nn x n b n

A nxn. X nx1 = b nx1 Matriks pertama adalah matriks bujur sangkar A nxn = A Matriks kedua adalah vektor kolom X nx1 = X Matriks ketiga adalah vektor kolom b nx1 = b Sehingga sistem persamaan dapat ditulis sebagai berikut : Ax = b x = b/a = A -1 b = Ā. b A Cara I : mencari harga-harga x dengan invers A-1 A -1 A = I I X = X Persamaan : Ax = b, kalikan ruas kiri dan kanan dengan A-1, maka A -1 A X = A -1 b A -1 b syarat A 0 Invers A-1 diperoleh dari matriks koefisien A persamaan-persamaan itu

Cara II : mencari harga-harga dengan kaidah Cramer X 1 = Āj ; syarat A 0 A Keterangan : A = determinan matriks A Aj = determinan matriks A yang kolom ke j (=i) telah diganti oleh vektor kolom b Contoh soal : x 1 + 2x 2 3x 3 = 7 6x 1 + 4x 2 + x 3 = 37 5x 1 + 3x 2 + 2x 3 = 31 Jawaban : Cara I dengan invers matriks koefisien 1 2-3 x 1 7 6 4 1 x 2 = 37 5 3 2 x 3 31

A. X = b A = 1(8-3) -2(12-5) -3(18-20) = -3 Matriks kofaktor A K = K 11 K 12 K 13 4 1-6 1 6 4 = 5-7 -2 K 21 K 22 K 23 = 3 2 5 2 5 3-13 17 7 K 31 K 32 K 33 2-3 1-3 - 1 2 14-19 -8 3 2 5 2 5 3 2-3 - 1-3 1 2 4 1 6 1 6 4 Ā = K T = 5-13 14 Ā = A -1 = 1-5 13-14 A 3 7-17 19 2-7 8

X = A -1.b = 1-5 13-14 7 3 7-17 19 37 2-7 8 31 Maka l x 1 = 1-7.5 + 37.13 31.14 4 x 2 3 = 7.7 37.17 + 31.19 = 3 X 3 7.2 37.7 + 31.8 1 Jadi diperoleh harga-harga x sebagai berikut ; x 1 = 4; x 2 = 3 dan x 3 = 1 Cara pemecahan II dengan kaidah Cramer Kolom 1 diganti matriks kolom b A1 = 7 2-3 = 7(8-3) (12(74-31) 3(111-124) = -12 37 4 1 31 3 2 A = -3; jadi x1 = A1 = -12 = 4 A -3

Kolom 2 diganti matriks kolom b A 2 = 1 7-3 = 1(74-31) 7(1-5) 3(186-185) = -9 6 37 1 5 31 2 A = -3; jadi x 1 = A 2 = -9 = 3 A -3 Kolom 3 diganti matriks kolom b A 3 = 1 2 7 = 1(124-111) 2(186-185) + 7(18-20) = -3 6 4 37 5 3 31 A = -3; jadi x 3 = A 3 = -3 = 1 A -3 Ternyata jawaban cara 1 dan cara 2 sama.

Terima kasih, Semoga Bermanfaat