PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2015

dokumen-dokumen yang mirip
KATA SAMBUTAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2014

Kata Sambutan KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas ijin dan. kehendak-nya sehingga Laporan Tahunan dan Profil Kesehatan Puskesmas

Seluruh isi dalam buku ini dapat dikutip tanpa izin, dengan menyebut sumber.

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN ii -

KATA PENGANTAR. Tulungagung, Juni 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016

Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK...

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

KATA PENGANTAR Masyarakat Kolaka yang Sehat, Kuat. Mandiri dan Berkeadilan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2016 Hal. i

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SITUBONDO

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RPJMD Kab. Temanggung Tahun I X 47

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

PROFIL DINAS KESEHATAN

PROFIL KESEHATAN PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG TAHUN 2012

JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA SE PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 JUMLAH KELAHIRAN

KATA PENGANTAR dr. Hj. Rosmawati

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 (PERUBAHAN ANGGARAN) PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2015

Standar Pelayanan Minimal Puskesmas. Indira Probo Handini

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

MISI 5 Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesibilitas Kesehatan Masyarakat SATU AN

Tim Penyusun Pengarah : dr. Hj. Rosmawati. Ketua : Sitti Hafsah Yusuf, SKM, M.Kes. Sekretaris : Santosa, SKM

RESUME PROFIL KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2012

PERNYATAAN PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

Juknis Operasional SPM

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

Target Tahun. Kondisi Awal Kondisi Awal. 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 Program pengadaan, peningkatan dan penduduk (tiap 1000 penduduk

TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas

Mewujudkan Peningkatan Budaya Sehat dan Aksesbilitas Kesehatan Masyarakat.

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG TAHUN 2014

RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013

BAB II PERENCANAAN KINERJA

KATA PENGANTAR. Gorontalo, Agustus 2011 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO

BUKU SAKU DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR TAHUN 2014 GAMBARAN UMUM

RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI BANTEN TAHUN 2015

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2013

RESUME PROFIL KESEHATAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN TAHUN 2016

PROFIL KESEHATAN PROVINSI BENGKULU TAHUN 2012

SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN

RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 0 TAHUN 0

KATA PENGANTAR. Jakarta, September 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI DKI JAKARTA. dr. R. KOESMEDI PRIHARTO, Sp.OT,M.Kes NIP

PENANGGUNG JAWAB : dr. DEVIE C. BITJOLI, M.Si

Profil Kesehatan Provinsi NTB

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN KABUPATEN / KOTA

Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan kesehatan yang baik membutuhkan data/infor

KATA PENGANTAR. Semoga Peta Kesehatan Indonesia Tahun 2012 ini bermanfaat. Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Informasi

REVISI CAPAIAN INDIKATOR KINERJA RPJMD REALISASI TAHUN 2013, 2014 dan 2015 SKPD : DINAS KESEHATAN

KATA PENGANTAR. Profil Kesehatan Kota Pekalongan Tahun 2013

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2015

HASIL ANALISIS APBD PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1

SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Tersusunnya laporan penerapan dan pencapaian SPM Tahun 2015 Bidang Kesehatan Kabupaten Klungkung.

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2015

1. Pendahuluan. 1.1 Latar belakang

RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2016

KATA PENGANTAR. Mataram, September 2017 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

Malang, April 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MALANG. dr. ABDURRACHMAN, M.Kes. Pembina Tk I NIP

TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG TAHUN 2014

KATA PENGANTAR. Tulungagung, Juni 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

PERJANJIAN KINERJA TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH INDIKATOR KINERJA UTAMA TARGET Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TAHUN 2016

KATA PENGANTAR. Mataram, Agustus 2016 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN MAJENE

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2012

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PELALAWAN TAHUN 2014

1 Usia Harapan Hidup (UHH) Tahun 61,2 66,18. 2 Angka Kematian Bayi (AKB) /1.000 KH Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) /100.

IINDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DINAS KESEHATAN KABUPATEN BOALEMO BERDASARKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN

TIM PENYUSUN. Pengarah. dr. Endid Romo Pratiknyo Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Penanggung Jawab. Ketua

PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2012

DAFTAR ISI. Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari... Daftar isi... Daftar tabel... Daftar Grafik... Daftar Bagan... Daftar Lampiran...

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2013

TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG TAHUN 2013

Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

KATA PENGANTAR. semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan

PEMERINTAH KOTA PRABUMULIH DINAS KESEHATAN

Tabel 4.1 INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI TAHUN Formulasi Penghitungan Sumber Data

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2015

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN MADIUN TAHUN 2012

RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2013

RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN/KOTA DEPOK TAHUN 2015

Transkripsi:

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN Jalan Ahmad Yani No. 100 Selong Telp. (0376) 2921033, Fax. (0376) 2922926, Kode Pos 83612 Email: dinkeskablotim@gmail.com

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN Jalan Ahmad Yani No. 100 Selong Telp. (0376) 2921033, Fax. (0376) 2922926, Kode Pos 83612 Email: dinkeskablotim@gmail.com

DAFTAR ISI Halaman COVER... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii DAFTAR GAMBAR... iv DAFTAR TABEL... v DAFTAR GRAFIK... vi DAFTAR LAMPIRAN... viii BAB I. PENDAHULUAN... 1 A. LATAR BELAKANG... 1 B. SISTEMATIKA PENYAJIAN... 2 C. SUMBER DATA... 3 BAB II. GAMBARAN UMUM KABUPATEN LOMBOK TIMUR... 4 A. KONDISI GEOGRAFIS... 4 1. Letak dan Luas Wilayah... 4 2. Topografi Wialayah... 5 3. Iklim dan Curah Hujan... 5 B. KEPENDUDUKAN... 6 1. Jumlah Persebaran Penduduk... 6 2. Kelompok Umur dan Sex Ratio... 7 C. TINGKAT PENDIDIKAN... 7 BAB III. SITUASI DERAJAT KESEHATAN... 9 A. ANGKA KEMATIAN (MORTALITAS)... 10 1. Angka Kematian Bayi (AKB)... 10 2. Angka Kematian Balita (AKABA)... 13 3. Angka Kematian Ibu (AKI)... 14 B. ANGKA KESAKITAN (MORBIDITAS)... 16 1. Penderita TB Paru BTA+... 16 2. Penderita Pneumonia pada Balita... 17 3. Penderita HIV-AIDS... 18 4. Penderita Infeksi Menular Seksual (IMS)... 20 5. Darah Donor Diskrining terhadap HIV-AIDS... 20 6. Penderita Diare... 21 7. Penderita Kusta... 22 8. Penderita Acute Flaccid Paralysis (AFP) Anak Usia <15 Tahun... 22 9. Penderita Penyakit Menular Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)... 23 10. Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)... 25 11. Penderita Malaria... 26 12. Penderita Filariasis... 27 13. Penderita Penyakit Tidak Menular (PTM)... 28 14. Desa/Kelurahan Terkena KLB Ditangani <24 Jam... 29 C. STATUS GIZI... 30 1. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)... 30 2. Status Gizi Balita... 31 BAB IV. SITUASI UPAYA KESEHATAN... 33 A. PELAYANAN KESEHATAN... 34 1. Kunjungan Ibu Hamil (K1 dan K4)... 35 2. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan... 36 3. Pelayanan Ibu Nifas... 37 4. Imunisasi TT Ibu Hamil dan Wanita Usia Subur (WUS)... 38 5. Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe... 38 Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 iii

6. Ibu Hamil dengan Komplikasi yang Ditangani... 39 7. Neonatal dengan Komplikasi yang Ditangani... 39 8. Pelayanan Keluarga Berencana... 40 9. Kunjungan Neonatus... 42 10. Bayi Mendapat Air Susu Ibu (ASI) Ekskluif... 42 11. Pelayanan Kesehatan Bayi... 43 12. Pelayanan Imunisasi Bayi... 44 13. Pelayanan Kesehatan Anak Balita dan Balita... 45 14. Pelayanan Anak Usia Sekolah... 47 15. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut... 48 16. Pelayanan Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap... 48 17. Pelayanan Gawat Darurat di Sarana Pelayanan 49 Kesehatan... B. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN... 49 1. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan... 49 2. Kunjungan Rawat Jalan dan Rawat Inap... 50 C. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT... 51 D. PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN SANITASI DASAR... 52 1. Rumah Sehat... 52 2. Penduduk yang Memiliki Akses Air Minum... 53 3. Penduduk yang Memiliki Akses Sanitasi Dasar... 53 4. Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)... 54 5. Tempat-Tempat Umum Sehat... 54 6. Tempat Pengelolaan Makanan Dibina dan Memenuhi Syarat... 55 7. Ketersediaan Obat (Kefarmasian)... 55 BAB V. SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN... 56 A. SARANA KESEHATAN... 56 B. TENAGA KESEHATAN... 56 C. PEMBIAYAAN KESEHATAN... 57 BAB VI. KESIMPULAN... 59 LAMPIRAN Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 iv

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Peta Wilayah Administrasi Kabupaten Lombok Timur... 4 Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 v

DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 6 Tabel 2. Pencapaian Indikator SPM Bidang Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 9 Tabel 3. Jumlah, Jenis, dan Rasio Tenaga Kesehatan Per 100.000 Penduduk di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 57 Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 vi

DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 1. Perkembangan Angka Melek Huruf Usia >15 Tahun di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2005 2009... 8 Grafik 2. Perkembangan Angka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran Hidup di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 11 Grafik 3. Penyebab Kematian Neonatal di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 12 Grafik 4. Penyebab Kematian Postnatal di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 12 Grafik 5. Perkembangan Angka Kematian Balita per 1.000 Kelahiran Hidup di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 13 Grafik 6. Penyebab Kematian Anak Balita di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 14 Grafik 7. Perkembangan Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 15 Grafik 8. Distribusi Kematian Ibu Berdasarkan Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 15 Grafik 9. Penyebab Kematian Ibu di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 16 Grafik 10. Perkembangan Angka Kesembuhan Penyakit TB Paru BTA+ di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 17 Grafik 11. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penyakit Pneumonia di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 18 Grafik 12. Perkembangan Penemuan Penderita HIV-AIDS di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 19 Grafik 13. Distribusi Penderita HIV-AIDS Berdasarkan Kelompok Umur di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 19 Grafik 14. Distribusi Penemuan Penderita IMS Jenis Syphilis Berdasarkan Kelompok Umur di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 20 Grafik 15. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penyakit Diare di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 21 Grafik 16. Perkembangan Angka Prevalensi Penyakit Kusta di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 22 Grafik 17. Perkembangan AFP Rate Per 100.000 Penduduk Usia <15 Tahun di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 23 Grafik 18. Perkembangan Kasus PD3I di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 24 Grafik 19. Perkembangan Angka Kesakitan DBD per 100.000 Penduduk di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 25 Grafik 20. Perkembangan Angka Kesakitan Malaria per 1.000 Penduduk Beresiko di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 27 Grafik 21. Perkembangan Angka Kesakitan Filariasis per 100.000 Penduduk di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015. 28 Grafik 22. Perkembangan Kasus Bayi BBLR di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 31 Grafik 23. Perkembangan Status Gizi Balita Indikator BB/U di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 32 Grafik 24. Perkembangan Kunjungan Ibu Hamil (K1 dan K4) di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 36 Grafik 25. Perkembangan Cakupan Persalinan oleh Bidan atau Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 37 Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 vii

Grafik 26. Perkembangan Cakupan Pelayanan Ibu Nifas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011-2015... 38 Grafik 27. Perkembangan Cakupan Ibu Hamil dengan Komplikasi Ditangani di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011-2015.. 39 Grafik 28. Perkembangan Cakupan Neonatal dengan Komplikasi Ditangani di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011-2015.. 40 Grafik 29. Cakupan Peseta KB Aktif Menurut Jenis Alat Kontrasepsi di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 41 Grafik 30. Cakupan Peseta KB Baru Menurut Jenis Alat Kontrasepsi di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 41 Grafik 31. Perkembangan Cakupan Kunjungan Neonatus (KN) di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 42 Grafik 32. Perkembangan Cakupan Bayi Mendapat ASI Eksklusif di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 43 Grafik 33. Perkembangan Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 44 Grafik 34. Perkembangan Cakupan Desa UCI di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 45 Grafik 35. Perkembangan Cakupan Pemberian Vitamin A Bagi Anak Balita (12 59 bulan) di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 46 Grafik 36. Perkembangan Cakupan Pelayanan Kesehatan (Penjaringan) Siswa SD dan Setingkat di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 47 Grafik 37. Perkembangan Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 48 Grafik 38. Perkembangan Cakupan Rumah Tangga Ber-PHBS di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 52 Grafik 39. Perkembangan Cakupan Rumah Sehat di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 53 Grafik 40. Perkembangan Cakupan TTU Sehat di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 55 Grafik 41. Sumber Anggaran Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015... 57 Grafik 42. Anggaran Kesehatan Per Kapita Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015... 58 Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 viii

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga, dan Kepadatan Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 3. Penduduk Berumur 10 Tahun ke Atas Yang Melek Huruf dan Ijazah Tertinggi yang Diperoleh Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 4. Jumlah Kelahiran Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 5. Jumlah Kematian Neonatal, Bayi, dan Balita Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 6. Jumlah Kematian Ibu Menurut Kelompok Umur, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 7. Kasus Baru TB BTA+, Seluruh Kasus TB, Kasus pada TB pada Anak, dan Case Notification Rate (CNR) Per 100.000 Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 8. Jumlah Kasus dan Angka Penemuan Kasus TB Paru BTA+ Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 9. Angka Kesembuhan dan Pengobatan Lengkap TB Paru BTA+ Serta Keberhasilan Pengobatan Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 10. Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 11. Jumlah Kasus HIV, AIDS, dan Syphilis Menurut Jenis Kelamin di Lampiran 12. Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 13. Kasus Diare yang Ditangani Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 14. Jumlah Kasus Baru Kusta Menurut Jenis Kelamin, Lampiran 15. Lampiran 16. Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun dan Cacat Tingkat 2 Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Jumlah Kasus dan Angka Prevalensi Penyakit Kusta Menurut Tipe/Jenis, Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 17. Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat (Release From Treatment/Rft) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 18. Jumlah Kasus AFP (Non Polio) Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 19. Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 ix

Lampiran 20. Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 21. Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 22. Kesakitan dan Kematian Akibat Malaria Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 23. Penderita Filariasis Ditangani Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 24. Cakupan Pengukuran Tekanan Darah Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 25. Cakupan Pemeriksaan Obesitas Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 26. Cakupan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Metode IVA dan Kanker Payudara Dengan Pemeriksaan Klinis (CBE) di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 27. Jumlah Penderita dan Kematian Pada KLB Menurut Jenis Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 28. Kejadian Luar Biasa (KLB) di Desa/Kelurahan Yang Ditangani <24 Jam di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 29. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil, Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan, dan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 30. Persentase Cakupan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 31. Persentase Cakupan Imunisasi TT Pada Wanita Usia Subur Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 32. Jumlah Ibu Hamil Yang Mendapatkan Tablet Fe1 dan Fe3 Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 33. Jumlah dan Persentase Penanganan Komplikasi Kebidanan dan Komplikasi Neonatal Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 34. Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 35. Proporsi Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 36. Jumlah Peserta KB Baru dan KB Aktif Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 37. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 x

Lampiran 38. Cakupan Kunjungan Neonatal Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 39. Jumlah Bayi Yang Diberi Asi Eksklusif Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 40. Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 41. Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 42. Cakupan Imunisasi DPT, Hb, Dan Campak Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 43. Cakupan Imunisasi BCG dan Polio Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 44. Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi, Anak Balita, dan Ibu Nifas Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 45. Jumlah Anak 0-23 Bulan Ditimbang Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 46. Cakupan Pelayanan Anak Balita Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 47. Jumlah Balita Ditimbang Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 48. Cakupan Kasus Balita Gizi Buruk Yang Mendapat Perawatan Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 49. Cakupan Pelayanan Kesehatan (Penjaringan) Siswa SD dan Setingkat Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 50. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 51. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak SD dan Setingkat Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 52. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 53. Cakupan Jaminan Kesehatan Menurut Jenis Jaminan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 54. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap, dan Kunjungan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 55. Angka Kematian Pasien di Rumah Sakit di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 56. Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 xi

Lampiran 57. Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Ber-PHBS) Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 58. Persentase Rumah Sehat Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 59. Penduduk Dengan Akses Berkelanjutan Terhadap Air Minum Berkualitas (Layak) Menurut Kec. dan Puskesmas di Kab. Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 60. Persentase Kualitas Air Minum di Penyelenggara Air Minum Yang Memenuhi Syarat Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 61. Penduduk Dengan Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak (Jamban Sehat) Menurut Jenis Jamban, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 62. Desa Yang Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 63. Persentase Tempat-Tempat Umum Memenuhi Syarat Kesehatan Menurut Kecamatan dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 64. Tempat Pengelolaan Makan (TPM) Menurut Status Higiene Sanitasi di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 65. Tempat Pengelolaan Makanan Dibina dan Diuji Petik di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 66. Persentase Ketersediaan Obat dan Vaksin di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 67. Jumlah Sarana Kesehatan Menurut Kepemilikan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 68. Persentase Sarana Kesehatan (Rumah Sakit) Dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat (Gadar) Level I di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 69. Jumlah Posyandu Menurut Strata, Kecamatan, dan Puskesmas di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 70. Jumlah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Menurut Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 71. Jumlah Desa Siaga Menurut Kecamatan di Kabupaten Lombok Lampiran 72. Timur Tahun 2015. Jumlah Tenaga Medis di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 73. Jumlah Tenaga Keperawatan di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 74. Jumlah Tenaga Kefarmasian Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 75. Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 76. Jumlah Tenaga Gizi di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 77. Jumlah Tenaga Teknisi Medis di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 78. Lampiran 79. Jumlah Tenaga Teknisi Medis dan Fisioterapis di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Jumlah Tenaga Kesehatan Lain di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 xii

Lampiran 80. Jumlah Tenaga Non Kesehatan di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Lampiran 81. Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 xiii

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan kesehatan diselenggarakan untuk meningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Tingginya disparitas dan perlunya percepatan peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan menuntut adanya dukungan sumber daya yang cukup, serta arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan yang tepat. Dalam rangka percepatan pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Lombok Timur, sangat diperlukan Sistem Informasi Kesehatan yang baik sebagai salah satu faktor pendukung tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya demi tercapainya visi-misi pembangunan kesehatan. Untuk mengukur keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut diperlukan indikator Indonesia Sehat dan Indikator Kinerja dari Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota sangat penting artinya sebagai sarana penyedia indikatorindikator yang menunjukkan tercapai/tidaknya pembangunan di bidang kesehatan yang terarah dan terukur. Selanjutnya Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota adalah tulang punggung bagi pelaksanaan pembangunan daerah yang berwawasan kesehatan di Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Sistem ini juga diharapkan dapat menyediakan data dan informasi dalam penyusunan rencana pembangunan daerah yang dapat memberikan analisisanalisis yang mendukung penyediaan dana atau anggaran, memberikan data dan informasi sebagai landasan untuk menentukan kebutuhan dan pengembangan sumberdaya. Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten/Kota juga dapat digunakan oleh para penentu kebijakan untuk pengambilan keputusan. Salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan di daerah adalah Profil Kesehatan Kabupaten/Kota. Profil Kesehatan Kabupaten/Kota merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten/Kota untuk menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten/Kota. Profil Kesehatan Kabupaten/Kota ini berisi data/informasi menggambarkan derajat kesehatan, sumber daya kesehatan dan upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan di Kabupaten/Kota. Oleh karena itu Profil Kesehatan Kabupaten/Kota dipakai sebagai alat untuk mengevaluasi Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 1

kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten/Kota dari tahun ke tahun. Di Kabupaten Lombok Timur dibuat Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 yang dapat digunakan sebagai penyedia data dan informasi dalam rangka evaluasi kegiatan tahunan, usulan kegiatan tahun berikutnya, dan pemantauan pelaksanaan Kinerja Standar Pelayanan Minimum Bidang Kesehatan dan pencapaian visi pembangunan kesehatan di Kabupaten Lombok Timur tahun 2013 2018, yaitu mewujudkan Masyarakat Lombok Timur yang Sehat, Produktif dan Berkualitas, dan dalam rangka mewujudkan visi tersebut maka disusunlah misi pembangunan kesehatan Kabupaten Lombok Timur yaitu 1) Menjamin pelayanan kesehatan bagi semua masyarakat terutama masyarakat miskin dan kurang mampu; 2) Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. B. SISTEMATIKA PENYAJIAN Sistematika penyajian Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 terbagi dalam 6 (enam) bab, yakni: BAB I Pendahuluan Bab ini menyajikan latar belakang diterbitkannya Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, sistematika penyajian, dan sumber datanya. BAB II Gambaran Umum Bab ini menyajikan gambaran umum Kabupaten Lombok Timur berupa kondisi geografis, demografi, pendidikan, sosial budaya, kondisi lingkungan dan perilaku, serta informasi umum lainnya. BAB III Situasi Derajat Kesehatan Bab ini berisi uraian tentang indikator keberhasilan pembangunan kesehatan sampai dengan tahun 2015 yang mencakup indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan dan status gizi masyarakat. BAB IV Situasi Upaya Kesehatan Bab ini menguraikan upaya-upaya kesehatan yang telah dilaksanakan di bidang kesehatan selama tahun 2015 yang meliputi cakupan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, pemberantasan penyakit menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan kesehatan dalam situasi bencana. Upaya pelayanan kesehatan yang diuraikan akan mengakomodir indikator Standar Pelayanan Kesehatan (SPM) bidang kesehatan, serta upaya pelayanan kesehatan lainnya. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 2

BAB V Situasi Sumberdaya Kesehatan Bab ini menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan, dan sumber daya kesehatan lainnya. BAB VI Kesimpulan Lampiran C. SUMBER DATA Data Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 bersumber dari data hasil pembangunan kesehatan di Kabupaten Lombok Timur mulai dari tingkat desa (Puskesmas Pembantu, dan Poskesdes), Kecamatan (Puskesmas) sampai Kabupaten (Dinas Kesehatan) dilengkapi dengan data dari instansi terkait bidang kesehatan seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Rumah Sakit (RSUD D r. R. Soedjono, RSI Namira Selong, dan RS Risa Sentra Medika Selong), Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Data tersebut meliputi data demografi dan data cakupan program/kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 3

BAB II GAMBARAN UMUM KABUPATEN LOMBOK TIMUR A. KONDISI GEOGRAFIS 1. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu kabupaten di antara sepuluh kabupaten/kota yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Barat yang berada di sebelah timur Pulau Lombok. Bila ditinjau dari letak geografis terletak antara 116-117 BT, dan 8-9 LS. Sedangkan secara administratif batas Kabupaten Lombok Timur adalah: Sebelah Utara : Laut Jawa Sebelah Selatan : Samudera Indonesia Sebelah Barat : Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Utara Sebelah Timur : Selat Alas. Gambar 1. Peta Wilayah Administrasi Kabupaten Lombok Timur Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 4

Secara administratif Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 20 kecamatan, 254 desa/kelurahan. Dan berdasarkan kondisi perwilayahan, Kabupaten Lombok Timur mempunyai luas 2.679,88 Km² yang terdiri atas daratan seluas 1.605,55 Km² (59,91%) dan pantai/lautan diukur 4 mil dari bibir pantai adalah seluas 1.047,33 Km² (40,09%). Dari 20 Kecamatan yang ada saat ini, Kecamatan yang memiliki wilayah terluas yaitu Kecamatan Sambelia ± 245,22 Km² (15,27% dari luas wilayah Kabupaten Lombok Timur), sedangkan wilayah kecamatan yang tersempit adalah Kecamatan Sukamulia yaitu ± 14,49 Km² (0,90% dari luas wilayah Kabupaten Lombok Timur). 2. Topografi Wilayah Berdasarkan topografi wilayah, Kabupaten Lombok Timur terletak pada ketinggian 0 3.726 meter di atas permukaan laut yang menunjukkan penampakan kemiringan dari utara ke arah selatan dengan distribusi kemiringan sebagai berikut : Kemiringan antara 0 2% mencakup wilayah sekitar 16,04%; Kemiringan antara 2 15% mencakup wilayah sekitar 60,27%; Kemiringan antara 14 40% mencakup wilayah sekitar 15,09%; Kemiringan antara > 40% mencakup wilayah sekitar 8,60%. Dari distribusi dan kemiringan di atas menggambarkan keadaan wilayah dataran tinggi terletak di bagian utara kawasan Gunung Rinjani, kemudian hamparan dataran rendah terletak di bagian tengah hingga ke bagian selatan dengan sedikit wilayah berbukit-bukit di bagian selatan yang berbatasan dengan Samudera Indonesia. Sebagian besar wilayah Lombok Timur dibatasi oleh lautan/daerah pantai yang terbentang mulai dari bagian utara kearah timur hingga ke bagian selatan. Hal ini salah satu bentuk karakteristik potensi sumberdaya alam wilayah yaitu kelautan, selain pertanian, industri pariwisata dan transportasi laut. 3. Iklim dan Curah Hujan Kabupaten Lombok Timur beriklim tropis dengan temperatur berkisar antara 20 33 C. Dampak pemanasan global yang terjadi beberapa kurun waktu terakhir menyebabkan perubahan iklim yang dapat dilihat dari curah hujan yang berfluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. Selama tahun 2012, rata-rata curah hujan per bulan sebesar 135 mm dan rata-rata jumlah hari hujan per bulan adalah 8 hari hujan setiap bulannya. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari yaitu 444 mm dengan rata-rata hari hujan perbulan yaitu 23 hari, sedang curah hujan terendah Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 5

terjadi pada bulan Juli yaitu 4 mm dengan rata-rata hari hujan perbulan yaitu 1 hari. B. KEPENDUDUKAN 1. Jumlah dan Persebaran Penduduk Jumlah penduduk merupakan sasaran dan isu sentral dari pembangunan. Penambahan dan pengurangan penduduk berperan besar dalam menentukan strategi dan kebijakan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, di samping itu dengan diketahuinya persebaran penduduk maka pembangunan akan berjalan tepat sasaran. Jumlah penduduk di Kabupaten Lombok Timur tahun 2015 sebesar 1.164.018 jiwa yang tersebar di 20 kecamatan, dengan luas wilayah daratan sebesar 1.605.55 Km ², sehingga diperoleh kepadatan penduduk di Kabupaten Lombok Timur tahun 2015 sebesar 725 jiwa/km ². Sedangkan total rumah tangga sebanyak 345.141 rumah tangga, sehingga diperoleh rata-rata jiwa per rumah tangga sebanyak 3,37 jiwa/rt. Jumlah dan persebaran penduduk setiap kecamatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Distribusi Penduduk Berdasarkan Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Kecamatan Luas Wilayah (Km²) Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga Rata-Rata Jiwa/Rumah Tangga Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km²) 1. Keruak 40,48 50.861 14.484 3,51 1.256 2. Jerowaru 142,79 56.837 16.764 3,39 398 3. Sakra 24,77 55.628 15.610 3,56 2.246 4. Sakra Barat 33,70 49.519 14.627 3,39 1.469 5. Sakra Timur 35,96 43.181 12.871 3,35 1.201 6. Terara 42,41 67.703 20.798 3,26 1.596 7. Mt. Gading 24,66 43.330 13.567 3,19 1.757 8. Sikur 78,27 70.424 20.883 3,37 900 9. Masbagik 33,18 98.830 29.355 3,37 2.979 10. Pringgasela 134,25 52.652 15.727 3,35 392 11. Sukamulia 14,49 31.844 9.407 3,39 2.198 12. Suralaga 27,02 54.842 16.766 3,27 2.030 13. Selong 31,68 88.237 25.673 3,44 2.785 14. Lb. Haji 49,57 55.759 16.815 3,32 1.125 15. Pringgabaya 136,00 94.698 27.137 3,49 696 16. Suela 115,21 39.264 12.303 3,19 341 17. Aikmel 122,92 97.642 29.051 3,36 794 18. Wanasaba 55,89 61.769 18.615 3,32 1.105 19. Sembalun 217,08 19.735 5.885 3,35 91 20. Sambelia 245,22 31.263 8.805 3,55 127 Jumlah (Kab./Kota) 1.605,55 1.164.018 345.141 3,37 725 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Kepadatan penduduk di Kabupaten Lombok Timur tidak merata, kecamatan terpadat adalah kecamatan Masbagik dengan kepadatan 2.979 Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 6

jiwa/km ², sedangkan terendah adalah Kecamatan Sembalun dengan kepadatan penduduk 91 jiwa/km ². Ketimpangan persebaran penduduk antar wilayah membawa konsekuensi yang meluas dalam penataan pembangunan. Diperlukan kecermatan tinggi dalam pengalokasian dan pendistribusian sumberdaya pembangunan agar dapat tercapai hasil yang optimal serta terwujudnya keadilan dan pemerataan. Tipologi timpangan yang direfresentasikan oleh tingkat kepadatan untuk Kabupaten Lombok Timur dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok kecamatan dengan kategori kepadatan: Tinggi (>2.000 jiwa per Km ² ) meliputi Kecamatan Sakra, Masbagik, Sukamulia, Suralaga, dan Selong; Sedang (1.000 2.000 jiwa per Km ² ) meliputi Kecamatan Keruak, Sakra Barat, Sakra Timur, Terara, Montong Gading, Labuhan Haji, dan Wanasaba; Rendah (<1.000 jiwa per Km ² ) meliputi Kecamatan Jerowaru, Sikur, Pringgasela, Pringgabaya, Suela, Aikmel, Sembalun, dan Sambelia. 2. Kelompok Umur dan Sex Ratio Proporsi penduduk di wilayah Kabupaten Lombok Timur tahun 2015 dilihat dari golongan umur menunjukkan bahwa penduduk kelompok usia 0-4 tahun merupakan proporsi terbesar yaitu sebesar 124.437 jiwa (10,69%), kemudian 5-9 tahun sebesar 121.878 jiwa (10,47%), 10-14 tahun sebesar 111.050 jiwa (9,54%), dan terkecil adalah kelompok umur 70 74 tahun yaitu sebesar 16.615 jiwa (1,43%). Selain berdasarkan kelompok umur diketahui rasio jenis kelamin penduduk laki-laki dan perempuan yaitu sebesar 87,14 (Laki-laki sebesar 542.012 jiwa, dan perempuan sebesar 622.006 jiwa). Sedangkan rasio beban tanggungan (Dependency Ratio) yaitu sebesar 55,49 yang merupakan perbandingan antara banyaknya orang yang belum produktif (usia <15 tahun) dan tidak produktif lagi (usia >65 tahun) dengan banyaknya orang yang termasuk usia produktif (15-64 tahun). Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2 lampiran profil ini. C. TINGKAT PENDIDIKAN Tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator penting dalam penentuan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi bagi suatu daerah. Ada dua indikator pendidikan penduduk yang termasuk indikator IPM yaitu Angka Melek Huruf dan Angka Rata-rata Lama Sekolah Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 7

Penduduk Usia >15 tahun. Adapun perkembangan angka melek huruf penduduk usia >15 tahun dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 1. Perkembangan Angka Melek Huruf Penduduk Usia >15 Tahun di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2005 2009 84,00 82,00 83,47 Persentae 80,00 78,00 76,00 76,84 79,20 81,30 80,40 74,00 72,00 2005 2006 2007 2008 2009 Tahun Sumber: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tahun 2005-2009 Grafik 1 di atas menunjukkan bahwa angka melek huruf penduduk usia >15 tahun di Kabupaten Lombok Timur, yakni pada tahun 2005-2007 mengalami trend meningkat, namun p ada tahun 2008-2009 mengalami kecendrungan menurun. Sedangkan tahun 2010 2015, datanya tidak tersedia dari instansi sumber data. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 8

BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Situasi derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur tahun 2015 diketahui berdasarkan hasil pelaksanaan program/kegiatan pembangunan kesehatan dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Lombok Timur yang sehat, produktif dan berkualitas tahun 2015 yang dapat dilihat melalui derajat kesehatan masyarakat yang meliputi: perilaku masyarakat, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, dan ketersediaan sumberdaya kesehatan. Gambaran yang digunakan untuk melihat derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2015 adalah Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan dan Indikator Kabupaten Sehat. Adapun pencapaian indikator SPM tahun 2015 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Pencapaian Indikator SPM Bidang Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Indikator Satu Tahun 2015 an Target Realisasi % 1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 % 96 98,55 102,66 2. Cakupan Ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani % 92 117,51 127,73 3. Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang % 95 96,57 101,65 memiliki kompetensi kebidanan 4. Cakupan pelayanan Ibu Nifas % 95 94,48 99,45 5. Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani % 92 92,86 100,93 6. Cakupan kunjungan bayi % 95 95,62 100,65 7. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) % 100 99,21 99,21 8. Cakupan pelayanan anak balita % 85 81,60 96,00 9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga % 100 0,00 0,00 miskin 10. Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan % 100 100,00 100,00 11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat % 95 96,01 101,06 12. Cakupan peserta KB Aktif % 72 103,17 143,29 13. Cakupan Penemuan dan penanganan penderita penyakit a. Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per Per 100.000 penduduk < 15 tahun 100.000 8 1,96 98,00 b. Penemuan Penderita Pneumonia Balita % 65 97,80 150,46 c. Penemuan Pasien Baru TB BTA Positif % 50 41,15 82,30 d. Penderita DBD yang Ditangani % 100 100,00 100,00 e. Penemuan Penderita Diare % 90 101,61 112,90 14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin % 100 40,30 40,30 Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 9

Indikator Satu an Target Realisasi % 15. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin. % 2 3,66 183,00 16. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus diberikan sarana kesehatan (RS) % 100 100,00 100,00 di Kab/Kota 17. Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi % 100 100,00 100,00 <24 jam 18. Cakupan Desa Siaga Aktif % 70 90,55 129,36 Sumber: Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa dari 22 indikator SPM bidang kesehatan terdapat 15 indikator yang memenuhi target SPM tahun 2015. Sedangkan indikator yang tidak memenuhi target SPM tahun 2015 sebesar 7 indikator, yakni: cakupan pelayanan Ibu Nifas, cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI), cakupan pelayanan anak balita, cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin, cakupan penemuan dan penanganan Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100.000 penduduk < 15 tahun, cakupan penemuan Pasien Baru TB BTA Positif, dan cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin. Sedangkan gambaran Indikator Kabupaten Sehat yang juga mendukung pencapaian indikator SPM, yakni: Angka Kematian (Mortalitas), Angka Kesakitan (Morbiditas) dan Status Gizi Masyarakat; berikut ini penjelasannya. A. ANGKA KEMATIAN (MORTALITAS) 1. Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi ( AKB) adalah banyaknya bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 (satu) tahun per 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan tempat tinggal anak-anak termasuk pemeliharaan kesehatannya. Angka Kematian Bayi cenderung lebih menggambarkan kesehatan reproduksi dan juga relevan digunakan untuk memonitor pencapaian target program karena mewakili komponen penting pada kematian balita. Data kematian yang terdapat pada suatu komunitas dapat diperoleh melalui survei, karena sebagian besar kematian terjadi di rumah, sedangkan data kematian di fasilitas pelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Angka Kematian Bayi (A KB) di Indonesia berasal dari berbagai sumber, yaitu Sensus Penduduk, Surkesnas/Susenas dan Survei Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 10

Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). Berdasarkan Laporan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (P WS- KIA) di Kabupaten Lombok Timur tahun 2015, jumlah kasus kematian bayi sebesar 482 kasus dengan AKB 18 per 1.000 KH. Kasus kematian bayi tersebut terdiri kematian neonatal sebesar 389 kasus (AKB 15 per 1.0000 KH) dan kematian postnatal sebesar 93 kasus (AKB 3 per 1.000 KH). Adapun perkembangan AKB lima tahun terakhir dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 2. Perkembangan Angka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran Hidup di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015 30 25 20 15 10 5 0 22 2011 24 23 18 18 2012 2013 2014 2015 Tahun Sumber: Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011-2015 Grafik 2 di atas menunjukkan bahwa tahun 2011 2012 AKB mengalami trend meningkat, tahun 2013-2014 AKB mengalami trend menurun, dan tahun 2015 AKB tidak meningkat atau tidak menurun. Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB, namun tidak mudah untuk menentukan faktor yang paling dominan dan faktor yang kurang dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga kesehatan yang terampil, serta kesediaan masyarakat untukuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi AKB. Adapun penyebab kasus kematian neonatal ( bayi 0 28 hari) tahun 2015 dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 11

Grafik 3. Penyebab Kematian Neonatal di Kabupaten Tahun 2015 Lombok Timur Lain - lain 113 Ikterus 7 Kel. Kongenital 25 Asfiksia 61 BBLR 183 0 50 100 150 200 Sumber: Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015 Lombok Timur Grafik 3 di atas menunjukkan bahwa kasus kematian neonatal paling besar disebabkan oleh BBLR 183 kasus (47,04%), kemudian Asfiksia 61 kasus (15,68%), kelainan kongenital 25 kasus (6,43%), Ikterus 7 kasus (1,80%), dan penyebab lain-lain sebesar 113 kasus (29,05%). Penyebab lainlain tersebut, yakni gagal nafas ( Respiratory Distress Syndrom), aspirasi, iskenio cerebri, kelainan saluran cerna, Suddent Infant Death Syndrom, perdarahan tali pusat, dan kelainan pembekuan darah. Sedangkan penyebab kasus kematian Postnatal (bayi 29 hari s.d. 11 bulan) di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2015 dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 4. Penyebab Kematian Postnatal di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Lain-Lain Malaria Kel. Syaraf Kel. Saluran Cerna Diare Pneumonia 1 2 2 6 37 45 0 10 20 30 40 50 Sumber: Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2015 Lombok Timur Grafik 4 di atas menunjukkan bahwa kasus kematian postnatal paling tinggi disebabkan oleh Pneumonia sebesar 45 kasus (48,39%), Diare 6 kasus (6,45%), Kelainan Syaraf 2 kasus (2,15%), Kelainan Saluran Cerna 2 kasus (2,15%), Malaria 1 kasus (1,08%), dan lain-lainn sebesar 37 kasus Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 12

(39,78%). Penyebab lain-lain tersebut, yakni Ikterus, febris, infeksi, gizi buruk, TB milier, dan KIPI. 2. Angka Kematian Balita (AKABA) Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun yang dinyatakan sebagai angka per 1.000 kelahiran hidup. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan Balita seperti gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan. Indikator ini menggambarkan tingkat kesejahteraan sosial dalam arti besar dan tingkat kemiskinan penduduk, sehingga sering dipakai untuk mengidentifikasi kesulitan ekonomi penduduk. Adapun nilai normatif AKABA yakni >140 tergolong sangat tinggi, antara 71-140 tergolong sedang, dan <71 tergolong rendah. Pada tahun 2015 jumlah kasus kematian anak balita (1-5 tahun) yang ditemukan sebesar 35 kasus sehingga bila ditambahkan dengan kasus kematian neonatal al (0 28 hari) sebanyak 389, dan kasus kematian bayi (29 hari 11 bulan) sebanyak 93, maka jumlah kasus kematian Balita (0-5 tahun) menjadi 517 kasus. Sete l ah dihitung angka kematian Balita (0-5 tahun) adalah sebesar 19 per 1.000 KH. Adapun perkembangan AKABA lima tahun terakhir dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 5. Perkembangan Angka Kematian Balita per 1.000 Kelahiran Hidup di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015 30 25 20 15 10 5 0 24 2011 26 25 20 19 2012 2013 2014 2015 Tahun Sumber: Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015 Grafik 5 di atas menunjukkan bahwa tahun 2011 2012 perkembangan AKABA mengalami trend meningkat, tahun 2013 2015 mengalami trend menurun. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 13

Sedangkan penyebab kematian anak balita (1 5 tahun) tahun 2015 dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 6. Penyebab Kematian Anak Balita di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Lain-lain 17 Gizi Buruk 1 Diare 4 Pneumonia 13 0 5 10 15 20 Sumber: Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Grafik 6 di atas menunjukkan bahwa kasus kematian anak balita paling besar disebabkan oleh pneumonia 13 kasus (37,14%), kemudian diare 4 kasus (11,43%), gizi buruk 1 kasus (2,86%), dan lain-lain sebesar 17 kasus (48,57%). Penyebab lain-lain tersebut, yakni shock anapilaktik, epilepsi, kecelakaan, cronic kidney disease, cardiac arrest, dan kanker. 3. Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) per 100.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu ibu melahirkan dan masa nifas. Untuk mengantisipasi masalah ini maka diperlukan terobosan-terobosan dengan mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran bidan. Harapan kita agar bidan di desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upaya penurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). Angka Kematian Ibu (AKI) diperoleh melalui berbagai survey yang dilakukan secara khusus seperti survey rumah sakit dan beberapa survey di masyarakat dengan cakupan wilayah yang terbatas. Dengan dilaksanakannya Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dan Survey Demografi & Kesehatan Indonesia (SDKI), maka cakupan wilayah penelitian AKI menjadi lebih luas dibanding survey-survey sebelumnya. Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 14

Berdasarkan Laporan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (P WS- KIA) di Kabupaten Lombok Timur tahun 2015, jumlah kasus kematian ibu sebesar 28 kasus dengan AKI 105 per 100.000 KH. Adapun perkembangan AKI lima tahun terakhir dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 7. Perkembangan Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011-2015 180 150 120 90 60 30 0 147 2011 137 141 97 105 2012 2013 2014 2015 Tahun Sumber: Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Tahun 2011-2015 Lombok Timur Grafik 7 di atas menunjukkan bahwa AKI dari tahun 2011 2015 mengalami fluktuasi, yakni tahun 2011 sebesar 147 (per 100.000 KH), tahun 2012 sebesar 97, tahun 2013 sebesar 137, tahun 2014 sebesar 141, dan 2015 sebesar 105. Penyebaran kasus kematian ibu berdasarkan kecamatan dapat dilhat pada grafik di bawah ini. Grafik 8. Distribusi Kematian Ibu Berdasarkan Kecamatan di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Wanasaba Aikmel Pringgabaya Lab. Haji Selong Suralaga Pringgasela Masbagik Sikur Mt. Gading Sakra Timur Sakra Barat Jerowaru 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 4 5 0 1 2 3 4 5 6 Sumber: Bidang Lombok Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Timur Tahun 2015 Kabupaten Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 15

Grafik 8 di atas menunjukkan bahwa kecamatan yang mengalami kasus kematian ibu paling tinggi adalah kecamatan Masbagik sebesar 5 kasus; dan yang paling rendah adalah kecamatan Wanasaba, Aikmel, Sikur dan Sakra Timur masing-masing sebesar 1 kasus. Sedangkan kecamatan yang tidak mengalami kasus kematian ibu (Kecamatan AKINO) adalah kecamatan Keruak, Sakra, Terara, Sukamulia, Suela, Sembalun, dan Sambelia. Penyebab kasus kematian ibu dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 9. Penyebab ebab Tahun 2015 Kematian Ibu di Kabupaten Lombok Timur Lain-lain Emboli PEB Infeksi HPP 1 1 4 7 15 0 2 4 6 8 10 12 14 16 Sumber: Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 Grafik 9 di atas menunjukkan bahwa kasus kematian ibu paling besar disebabkan oleh Pendarahan (HPP) sebesar 7 kasus (25%), Pre Eklamasi Berat (PEB) 4 kasus (14,29%), Emboli 1 kasus (3,57%) dan Infeksi 1 kasus (3,57%), dan penyebab lain-lain 15 kasus (53,57%). Penyebab lain-lain tersebut, yakni jantung, asma, Ca Mamae, HIV/AIDS, hepatitis, epilepsi, efusi pleura, dan hematomesis. B. ANGKA KESAKITAN (MORBIDITAS) 1. Penderita TB Paru BTA+ Angka kesembuhanembuhan pendeita TB Paru BTA+ (Cure Rate) merupakan salah satu indikator keberhasilan tatalaksana penderita TB Paru BTA+. Angka kesembuhan TB Paru BTA+ adalah jumlah penderita TB Paru BTA+ yang sembuh pada suatu wilayah tertentu dan dalam kurun waktu tertentu dibandingkandingkan dengan jumlah penderita TB Paru BTA+ yang diobati pada suatu wilayah dan pada kurun waktu yang sama. Dapat disembuhkan artinya penderita TB Paru yang setelah menerima pengobatan Anti TB Paru dinyatakan sembuh (h asil pemeriksaan dahaknya menunjukkan 2 kali negatif). Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 16

Di Kabupatenaten Lombok Timur pada tahun 2015 terdapat 1.006 kasus baru TB Paru BTA+ (CNR=86,42 per 100.000 penduduk). Sedangkan jumlah seluruh kasus TB Paru BTA+ yang ada adalah 1.257 kasus (CNR=107,99 per 100.000 penduduk), juga ditemukan sebesar 38 kasus (3,02%) TB terjadi pada anak usia 0 14 tahun. Dan dari 11.714 kasus klinis TB Paru yang ditemukan sebesar 1.006 orang (8,59%) dinyatakan positif dan dari sejumlah kasus yang positif tersebut sebesar 1.058 yang diobati dan 1.024 orang (96,79%) dinyatakan sembuh. Sedangkan n penemuan pasien baru TB BTA positif pada tahun 2015 sebesar 41,15%. Target SPM indikator penemuan pasien baru TB BTA positif pada tahun 2015 sebesar 50%. Jadi cakupan penemuan pasien baru TB BTA positif belum mencapai target. Adapun perkembangan angka kesembuhan penyakit TB Paru BTA+ lima tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut ini. Grafik 10. Perkembangan Angka Kesembuhan Penyakit TB Paru BTA+ di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015 Persentase 100,00 75,00 50,00 25,00 78,40 78,50 82,05 92,73 96,79-2011 2012 2013 2014 2015 Tahun Sumber: Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011-2015 Grafik 10 di atas menunjukkan bahwa tahun 2011 2015 angka kesembuhan TB Paru BTA+ mengalami trend meningkat. Sedangkan jumlah kematian akibat TB paru pada tahun 2015 sebesar 16 kasus yang terdiri dari 8 laki-laki dan 8 perempuan, sehingga diperoleh angka kematian selama pengobatan yaitu 1 per 100.000 penduduk. 2. Penderita Pneumonia pada Balita Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paruparu (alveoli) yang ditandai dengan batuk disertai napas cepat dan atau napas sesak. Sedangkan cakupan Balita dengan pneumonia yang ditangani adalah cakupan penemuan dan tatalaksana penderita Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 17

pneumonia pada Balita yang mendapat antibiotik sesuai standar atau pneumonia berat dirujuk ke RS di satu wilayah pada kurun waktu tertentu. Di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2015 penemuan dan penanganan penyakit pneumonia pada balita sebesar 8.160 balita (97,80%). Sedangkan target Standar Pelayanan Minimal (SPM) indikator penemuan dan penanganan penyakit pneumonia pada balita sebesar 65%. Jadi cakupan penemuan dan penanganan penyakit pneumonia pada balita telah mencapai target. Adapun cakupan penemuann dan penanganan penyakit pneumonia pada balita lima tahun terakhir dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 11. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penyakit Pneumonia pada Balita di Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 2015 Persentase 100,00 80,00 60,00 40,00 20,00-97,80 63,27 60,86 47,21 45,19 2011 2012 2013 2014 2015 Tahun Sumber: Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011-2015 Grafik 11 di atas menunjukkan bahwa cakupan penemuan dan penanganan penyakit pneumonia pada balita tahun 2011 2013 mengalami trend menurunan, dan tahun 2014 2015 mengalami trend meningkat. 3. Penderita HIV-AIDS HIV-AIDS merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain. Sebelum memasuki fase AIDS, penderita terlebih dahulu dinyatakan sebagai HIV positif. Jumlah HIV positif yang ada di masyarakat dapat diketahui melalui 3 metode, yaitu pada layanan Voluntary, Counseling, and Testing (VCT), sero survey, dan Survey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP). Profil Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015 18