PROFIL DINAS KESEHATAN
|
|
|
- Ade Irawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PROFIL DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
2 KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbil alamiin. Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena perkenan-nya maka Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 dapat diselesaikan. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menyampaikan kepada publik terkait pemantauan dan evaluasi terhadap pencapaian hasil pembangunan kesehatan, termasuk kinerja dari penyelenggaraan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan, sesuai amanat Undangundang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 ini diupayakan dapat menyajikan data terpilah menurut jenis kelamin namun karena keterbatasan teknis belum semua data dapat disajikan terpilah. Data yang disajikan dalam Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-ntb dan instansi lain yaitu Badan Pusat Statistik provinsi dan kabupaten/kota dan BKKBN kabupaten/kota. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna. Untuk itu masukan, saran dan koreksi dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaan penyusunan profil di tahun mendatang. Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Mataram, Juli 2013 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Pembina Utama Muda, IV/c NIP Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 i
3 DAFTAR ISI halaman KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii DAFTAR TABEL iii DAFTAR GAMBAR iv DAFTAR LAMPIRAN v BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Sistematika penyajian 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3 A. Keadaan Geografis 3 B. Kependudukan 4 C. Ekonomi 7 D. Pendiidkan 7 E. Kesejahteraan Sosial 9 BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN 11 A. Angka Harapan Hidup (AHH) 11 B. Angka Kematian 12 C. Angka Kesakitan (Morbiditas) 16 D. Status Gizi Masyarakat 33 BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN 36 A. Pelayanan Kesehatan Dasar 36 B. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 56 C. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 58 D. Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar 59 E. Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit 64 F. Pelayanan Kefarmasian 66 BAB V Situasi Sumber Daya kesehatan 67 A. Sarana Kesehatan 67 B. Tenaga Kesehatan 72 C. Pembiayaan Kesehatan 74 BAB VI KESIMPULAN 76 DAFTAR PUSTAKA Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 ii
4 Lampiran Standar Pelayanan Minimal (SPM) Lampiran Tabel 1 79 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 iii
5 DAFTAR TABEL Nomor Nama Tabel Halaman Tabel II.1 Banyaknya Kecamatan dan Desa/Kelurahan menurut Kabuppaten/Kota Tahun Tabel II.2 Penduduk Provinsi NTB menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk per Kabupaten/Kota Tahun Tabel II.3 Struktur Ekonomi Provinsi NTB Tahun Tabel III.1 Prevalensi Status Gizi Balita di Provinsi NTB Tahun Tabel IV.1 Penemuan Kasus Gizi Buruk pada Balita di Provinsi NTB Tahun Tabel V.1 Rumah Sakit di Provinsi NTB Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 iv
6 DAFTAR GAMBAR Nomor Nama Gambar Halaman Gambar II.1 Peta Provinsi Nusa Tenggara Barat 3 Gambar II.2 Piramida Penduduk NTB Tahun Gambar II.3 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas yang melek Huruf di Provinsi NTB dan Nasional Tahun Gambar II.4 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan di Provinsi NTB Tahun Gambar II.5 Persentase Penduduk Miskin di Provinsi NTB dan Indonesia Tahun Gambar III.1 Angka Harapan Hidup (AHH) di Provinsi NTB dan Nasional Tahun Gambar III.2 Jumlah Kematian Ibu di Provinsi NTB Tahun Gambar III.3 AKB di Provinsi NTB dan Indonesia Tahun Gambar III.4 Kasus Kematian Bayi di Provinsi NTB Tahun Gambar III.5 Penyakit Terbanyak di Puskesmas di Provinsi NTB Tahun Gambar III.6 Tren Penemuan Kasus (CDR) TB Paru di Provinsi NTB Tahun Gambar III.7 Tren Keberhasilan Pengobatan (Succes Rate) TB Paru di Provinsi NTB Tahun Gambar III.8 Perkiraan Kasus dan Tren Penemuan dan Penanganan Pneumonia di Provinsi NTB Tahun Gambar III.9 Penemuan Kasus Baru HIV-AIDS dan Kematian AIDS di Provinsi NTB Tahun Gambar III.10 Trend Kasus Baru IMS di Provinsi NTB Tahun Gambar III.11 Penemuan Kasus Baru Kusta di Provinsi NTB Tahun Gambar III.12 Prevalensi Rate Kusta di Provinsi NTB Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 v
7 Gambar III.13 Cakupan Penderita Kusta Selesai Berobat (RFT) di Provinsi NTB Tahun Gambar III.14 Cakupan Penderita Diare ditangani di Provinsi NTB Tahun Gambar III.15 Trend Kasus dan Kematian Tetanus Neonatorum di Provinsi NTB Tahun Gambar III.16 Trend Kasus Campak di Provinsi NTB Tahun Gambar III.17 Trend Kasus Polio di Provinsi NTB Tahun Gambar III.18 Trend Kasus dan AFP Non Polio Rate di Provinsi NTB Tahun Gambar III.19 Penemuan Kasus Hepatitis B di Provinsi NTB Tahun Gambar III.20 Kasus DBD dan Insidence DBD di Provinsi NTB Tahun Gambar III.21 Angka Kesakitan Malaria di Provinsi NTB Tahun Gambar III.22 Status Gizi Balita berdasarkan BB/U di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.1 Cakupan Pelayanan K1 dan K4 di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.2 Cakupan Imunisasi TT 1 dan TT 2 Ibu Hamil di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.3 Cakupan Pemberian Tablet Fe-1 dan Fe-3 untuk Ibu Hamil di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.4 Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.5 Capaian Pelayanan Ibu Nifas dan Ibu Nifas mendapatkan Vitamin A di Provinsi NTB Ttahun Gambar IV.6 Cakupan Kunjungan Bayi di Provinsi NTBTahun Gambar IV.7 Cakupan UCI Desa/Kelurahan di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.8 Cakupan Imunisasi pada Bayi di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.9 Cakupan ASI Ekslusif pada Bayi di Provinsi NTB Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 vi
8 Gambar IV.10 Cakupan Bayi (6-11 bulan) mendapat Vitamin A UI di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.11 Cakupan Anak Balita (12-59) Mendapat Pelayanan Kesehatan di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.12 Cakupan Penimbangan Balita di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.13 Cakupan Vitamin A pada Balita di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.14 Cakupan Pemakaian Kontrasepsi oleh Peserta KB Baru di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.15 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD/Setingkat di provinsi NTB Tahun Gambar IV.16 Cakupan SD/MI untuk Kegiatan Sakit Gigi Masal di provinsi NTB Tahun Gambar IV.17 Cakupan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di provinsi NTB Tahun Gambar IV.18 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.19 Kejadian Luar Biasa di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.20 Cakupan Rumah Tangga Ber-perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.21 Cakupan Rumah Sehat di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.22 Cakupan jamban Keluarga di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.23 Cakupan Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.24 Sarana Air Bersih di Provinsi NTB Tahun Gambar IV.25 Sumber Air Minum yang Digunakan Keluarga di Provinsi NTB Tahun Gambar IV Jenis Obat dengan Tingkat Kecakupan Tertinggi di Provinsi NTB Tahun Gambar V.1 Jumlah Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan di Provinsi NTB Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 vii
9 Gambar V.2 Persentase Posyandu menurut Strata dan Posyandu Aktif di Provinsi NTB Tahun Gambar V.3 Jumlah Posyandu dan Desa/Kelurahan di Provinsi NTB Tahun Gambar V.4 Jumlah Poskesdes dan Desa/Kelurahan di Kabupaten/Kota se- Provinsi NTB Tahun Gambar V.5 Desa/Kelurahan, Desa Siaga dan Desa Siaga Aktif di Provinsi NTB Tahun Gambar V.6 Jenis Tenaga Kesehatan di Provinsi NTB Tahun Gambar V.7 Pembiayaan Kesehatan di Provinsi NTB Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 viii
10 DAFTAR LAMPIRAN Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Luas Wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah Tangga dan Kepadatan Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur, Rasio Beban Tanggungan, Rasio Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas yang Melek Huruf menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Penduduk Laki-laki dan Perempuan Berusia 10 tahun ke atas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kelahiran Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kematian Bayi dan Balita Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 8 Jumlah Kematian Ibu menurut Kelompok Umur dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara barat Tahun 2012 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Jumlah Kasus AFP (Non Polio) dan AFP Rate (Non Polio) menurut Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kasus Baru TB Paru dan Kematian Akibat TB paru Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2012 Jumlah Kasus dan Angka Penemuan Kasus TB Paru BTA+ menurut Jenis kelamin dan Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kasus dan Kesembuhan TB Paru BTA+ Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten /Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Penemuan Kasus Pneumonia Balita Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 14 Jumlah Kasus HIV-AIDS, Seksual Lainnya menurut Jenis Kelamin Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 ix
11 Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 15 dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Donor Darah di Skrining terhadap HIV-AIDS menurut Jenis Kelamin di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 16 Kasus Diare yang Ditangani menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 17 Jumlah Kasus Baru Kusta menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2012 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun dan Cacat Tingkat 2 menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kasus Dan Angka Prevalensi Penyakit Kusta Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 21 Tabel 22 Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kasus Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 23 Tabel 24 Jumlah Kasus DBD Menurut Jenis Kelamin Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Kesakitan Dan Kematian Akibat Malaria Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 25 Penderita Filariasis Ditangani Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 26 Tabel 27 Bayi Berat Badan Lahir Rendah Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Status Gizi Balita Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 28 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil, Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan, dan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas Menurut 112 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 x
12 Nomor Nama Tabel Halaman Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 29 Persentase Cakupan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Menurut Kabupaten/ Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 30 Jumlah Ibu Hamil Yang Mendapatkan Tablet Fe1 Dan Fe3 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 31 Jumlah Dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Risiko Tinggi/Komplikasi Ditangani Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 32 Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi, Anak Balita, dan Ibu Nifas Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 33 Tabel 34 Tabel 35 Tabel 36 Proporsi Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Proporsi Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Jumlah Peserta KB Baru dan KB Aktif Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Cakupan Kunjungan Neonatus Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 37 Cakupan Kunjungan Bayi Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 38 Cakupan Desa/Kelurahan UCI Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 39 Tabel 40 Cakupan Imunisasi DPT, HB, dan Campak Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Imunisasi BCG dan Polio Pada Bayi Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 41 Jumlah Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Menurut Jenis Kelamin dan 125 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xi
13 Nomor Nama Tabel Halaman Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Tabel 42 Pemberian Makanan Pendamping ASI Anak Usia 6-23 Bulan Keluarga Miskin Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 43 Cakupan Pelayanan Anak Balita Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 44 Jumlah Balita Ditimbang Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 45 Tabel 46 Tabel 47 Cakupan Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Sd & Setingkat Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa Sd Dan Setingkat Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 48 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 49 Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat (Gadar ) Level I di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 50 Tabel 51 Tabel 52 Jumlah Penderita dan Kematian pada KLB Menurut Jenis KLB di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Desa/Kelurahan Terkena KLB Yang Ditangani < 24 Jam Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 53 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xii
14 Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 54 Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 55 Tabel 56 Tabel 57 Tabel 58 Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar Menurut Jenis Jaminan, Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Pelayanan Rawat Jalan Masyarakat Miskin (dan Hampir Miskin) Menurut Strata Sarana Kesehatan, Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Cakupan Pelayanan Rawat Inap Masyarakat Miskin (dan Hampir Miskin) Menurut Strata Sarana Kesehatan, Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Kunjungan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 59 Tabel 60 Angka Kematian Pasien di Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 61 Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 62 Persentase Rumah Sehat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 63 Persentase Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 64 Persentase Keluarga Menurut Jenis Sarana Air Bersih yang Digunakan di Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 65 Persentase Keluarga Menurut Sumber Air Minum yang Digunakan di Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xiii
15 Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 66 Persentase Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 67 Tabel 68 Tabel 69 Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) Sehat Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Institusi Dibina Kesehatan Lingkungannya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Persentase Institusi Dibina Kesehatan Lingkungannya Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 70 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Menurut Kepemilikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 71 Sarana Pelayanan Kesehatan dengan Kemampuan Labkes dan Memiliki 4 Spesialis Dasar di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 72 Tabel 73 Tabel 74 Tabel 75 Jumlah Posyandu Menurut Strata Dan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Jumlah Tenaga Medis di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Jumlah Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 76 Jumlah Tenaga Kefarmasian Dan Gizi di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Tabel 77 Tabel 78 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Jumlah Tenaga Teknisi Medis Dan Fisioterapis Di Sarana Kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xiv
16 Nomor Nama Tabel Halaman Tabel 79 Anggaran Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun 2012 xv
17 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk mencapai komitmen internasional, yang dituangkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) dengan tujuan yang terkait langsung dengan bidang kesehatan yaitu menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV-AIDS, TB dan malaria serta penyakit lainnya dan yang tidak terkait langsung yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan serta mendorong diarahkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Untuk mendukung keberhasilan pembangunan tersebut dibutuhkan adanya ketersediaan data dan informasi yang akurat bagi proses pengambilan keputusan dan perencanaan program. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang evidence based diarahkan untuk penyediaan data dan informasi yang akurat, lengkap, dan tepat waktu. Profil kesehatan merupakan salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan yang penyusunan dan penyajiannya dibuat sesederhana mungkin tetapi informatif tentang situasi dan hasil pembangunan kesehatan selama satu tahun yang memuat data derajat kesehatan, sumber daya kesehatan dan capaian indikator hasil pembangunan kesehatan untuk dipakai sebagai alat tolok ukur kemajuan pembangunan kesehatan sekaligus juga sebagai bahan evaluasi program-program kesehatan selama kurun waktu tahun B. SISTEMATIKA PENYAJIAN Sistematika penyajian Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN : Berisi penjelasan tentang maksud, tujuan dan sistematika penyajiannya. BAB II : GAMBARAN UMUM Menyajikan tentang gambaran umum Provinsi Nusa Tenggara Barat meliputi Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
18 BAB III BAB IV BAB V BAB VI Lampiran letak geografis, kependudukan, ekonomi dan pendidikan yang erat kaitannya dengan kesehatan. : SITUASI DERAJAT KESEHATAN Berisi uraian tentang indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan dan angka status gizi masyarakat. : SITUASI UPAYA KESEHATAN Menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan, pelayanan kesehatan dalam situasi bencana serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh kabupaten/kota. : SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN Menguraikan tentang tenaga kesehatan, sarana kesehatan, pembiayaan kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya. : PENUTUP Berisi sajian garis besar hasil-hasil cakupan program/kegiatan berdasarkan indikator-indikator bidang kesehatan untuk dapat ditelaah lebih jauh dan untuk bahan perencanaan pembangunan kesehatan serta pengambilan keputusan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. : Berisi 79 tabel data/angka pencapaian kabupaten/kota, sebagian diantaranya merupakan Indikator Pencapaian Kinerja Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
19 BAB II GAMBARAN UMUM A. Keadaan Geografis Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 yang mengatur tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Bali, NTB dan NTT. Secara geografis NTB terletak antara Lintang Selatan dan Bujur Timur. Di sebelah utara berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Laut Flores, di sebelah timur terhadang Selat Sape, di sebelah selatan terbentang Samudera Hindia dan di sebelah barat berhadapan dengan Selat Lombok. NTB merupakan provinsi kepulauan dengan dua pulau utama: Lombok dan Sumbawa. Terdapat pula sekurangnya 332 pulaupulau kecil dengan panjang garis pantai yang terbentang seluas kilometer. Gambar II.1 Peta Provinsi Nusa Tenggara Barat Luas daratan NTB terbentang sepanjang lebih dari 20 ribu kilometer persegi. Luas daratan Pulau Lombok hampir mencapai 5 ribu kilometer persegi. Ini sekitar 23,51 persen Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
20 dari luas total daratan NTB. Daratan Pulau Sumbawa terbentang hingga 15 ribu kilometer persegi atau hampir mencapai 77 persen dari luas total daratan NTB. Di NTB terdapat delapan kabupaten dan dua kota, dengan 116 kecamatan dan desa dan kelurahan. Tabel II.1 Banyaknya Kecamatan dan Desa/Kelurahan menurut Kabupaten/Kota Tahun 2012 No Kabupaten/Kota Luas Wilayah (km 2 ) *) Kecamatan *) Desa/Kelurahan **) 1 Lombok Barat 1, Lombok Tengah 1, Lombok Timur 1, Sumbawa 6, Dompu 2, Bima 4, Sumbawa Barat 1, Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima Jumlah 20, ,112 Sumber: *) Statistik Daerah Provinsi NTB Tahun 2012, BPS Provinsi NTB **) Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Curah hujan tertinggi sebesar 158,1-130,3 milimeter terjadi pada bulan September- Mei yang mencakup 50 persen luas wilayah Lombok Selatan, Sumbawa Besar, Dompu dan Bima. Sementara pada musim kemarau, curah hujan tertinggi sebesar 15,9 milimeter pada bulan Agustus yang mencakup 50 persen wilayah Lombok Selatan dan Dompu serta hampir seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat dan Kabupaten Bima. Kondisi ini perlu mendapat perhatian terutama terkait munculnya penyakit yang biasa muncul di musim hujan dan musim kemarau. B. Kependudukan Penduduk merupakan subyek dan sekaligus obyek dari pembangunan kesehatan. Berdasarkan Sensus Penduduk 2010 jumlah penduduk NTB mencapai jiwa. Kemudian tahun 2012 sesuai hasil proyeksi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota (berdasarkan jumlah penduduk tahun sebelumnya) dan BPS kabupaten/kota, jumlah penduduk NTB diperkirakan mencapai jiwa atau bertambah sebanyak 136 ribu penduduk. Penduduk Provinsi NTB NTB di setiap kabupaten/kota tercantum pada tabel II.2 berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
21 NO Tabel II.2 Penduduk Provinsi NTB menurut Jenis Kelamin dan Kepadatan Penduduk per Kabupaten/Kota Tahun 2012 Kabupaten/kota Jumlah Penduduk Laki-laki Penduduk Perempuan Rasio Jenis Kelamin Kepadatan Penduduk per km 2 1 Lombok Barat 624, , , Lombok Tengah 877, , , Lombok Timur 1,141, , , Sumbawa 427, , , Dompu 223, , , Bima 443, , , Sumbawa Barat 116,112 58,900 57, Lombok Utara 205, , , Kota Mataram 426, , , Kota Bima 150,954 74,032 76, JUMLAH PROVINSI 4,636,317 2,248,451 2,387, Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Tabel II.2 menunjukkan bahwa persebaran penduduk di NTB tampak tidak merata, baik antar pulau maupun kabupaten/kota. Penduduk NTB lebih banyak bertempat tinggal di Pulau Lombok daripada Pulau Sumbawa. Penduduk terbanyak ada di Kabupaten Lombok Timur yaitu jiwa dan yang terendah ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Tabel II.2 juga memperlihatkan perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan. Data tahun 2012 memperlihatkan bahwa di Provinsi NTB jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk laki-laki. Hal ini dapat ditunjukkan oleh sex ratio yang nilainya lebih kecil dari 100. Untuk setiap 100 penduduk perempuan berbanding 94 penduduk laki-laki. Kabupaten Lombok Timur mempunyai rasio jenis kelamin paling rendah yaitu sebesar 87,03. Artinya terdapat 100 perempuan yang terbandingkan dengan 87 laki-laki. Sementara itu, Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Sumbawa Barat mempunyai rasio jenis kelamin di atas 100. Luas wilayah NTB sekitar kilometer persegi, maka kepadatan penduduk di setiap kilometer perseginya rata-rata sebanyak 230 jiwa pada tahun Kepadatan penduduk di kota umumnya lebih tinggi daripada di kabupaten. Kota Mataram merupakan kota terpadat di NTB yaitu dengan kepadatan sebesar orang per km 2, diikuti oleh Kota Bima dengan kepadatan 727 orang per km 2. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
22 Struktur penduduk NTB didominasi oleh penduduk usia muda. Piramida penduduk NTB berbentuk limas, semakin ke atas tampak semakin mengecil. Piramida penduduk NTB tahun 2012 terlihat pada gambar II.2 berikut. Gambar II.2 Piramida Penduduk NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Gambar II.2 memperlihatkan bahwa penduduk laki-laki dan perempuan terbanyak pada kelompok usia muda (0 14 tahun). Dengan karakteristik penduduk muda, pemerintah NTB perlu memikirkan pembangunan kualitas manusianya. Tidak terhindarkan bahwa pemerintah NTB menghadapi beban besar dalam investasi sosial. Investasi sosial adalah kegiatan antara lain pengembangan sumber daya manusia dan untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar bagi anak-anak di bawah 15 tahun. Berkurangnya penduduk pada usia kelompok umur 0 14 tahun disebabkan faktor meninggal atau migrasi keluar NTB. Pada kelompok umur tahun penduduk laki-laki dan perempuan di NTB bertambah. Hal ini disebabkan terjadinya migrasi masuk terutama penduduk luar NTB yang bekerja/sekolah di NTB. Rasio beban tanggungan (dependency ratio) tahun 2012 tidak berbeda dengan rasio beban tanggungan penduduk NTB tahun Pada tahun 2012, rasio beban tanggungan sebanyak 55 orang per 100 orang. Untuk setiap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) menanggung penduduk bukan usia produktif (0-14 tahun dan 65+). Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
23 C. Ekonomi Provinsi NTB telah menetapkan indikator kinerja pembangunan tahun 2012, untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen, dan realisasi sebesar -1,12 persen (dengan tambang) atau 5,72 persen (tanpa tambang). Struktur ekonomi Provinsi NTB tahun 2012 yang tertuang dalam PDRB terlihat pada tabel II.3 berikut: Tabel II.3 Struktur Ekonomi Provinsi NTB Tahun 2012 No Sektor/Lapangan Usaha Dengan Tambang Tanpa Tambang 1. Pertanian 25,65 30,68 2. Pertambangan dan penggalian 18,59 2,62 3. Industri pengolahan 3,90 4,67 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0,51 0,61 5. Bangunan 8,28 9,90 6. Perdagangan, hotel dan restoran 16,75 20,04 7. Pengangkutan dan komunikasi 7,67 9,18 8. Keuangan, persewaan dan jasa 5,83 6,97 perusahaan 9. Jasa-jasa 12,82 15,34 Jumlah 100,00 100,00 Sumber: Bappeda Provinsi NTB Tahun 2012 Tabel II.3 memperlihatkan bahwa sektor yang berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi tanpa pertambangan adalah pertanian 30,68 persen, perdagangan 20,04 persen, bangunan 9,90 persen dan pengangkutan 9,18 persen. Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB sangat didukung dengan upaya yang terus menerus dari masyarakat Provinsi NTB. Di bidang kesehatan, seluruh aparat pemberi pelayanan kesehatan perlu memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sektor-sektor tersebut. D. Pendidikan Kemampuan baca tulis penduduk merupakan ukuran dasar untuk menilai tingkat keberhasilan pembangunan pendidikan. Semakin tinggi tingkat melek huruf penduduk, maka semakin berhasil pembangunan pendidikan di suatu wilayah. Dari hasil Susenas 2011 diketahui bahwa angka melek huruf penduduk usia 10 tahun ke atas di Provinsi NTB mencapai 85,44 persen. Jika dirinci menurut jenis kelamin terlihat diparitas yang cukup besar. Kemampuan baca tulis perempuan usia 10 tahun ke atas di Provinsi NTB lebih Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
24 rendah yaitu mencapai 81 persen berbading 90 persen untuk laki-laki. Dengan kata lain, perempuan yang buta huruf lebih banyak dibandingkan laki-laki, yaitu 19 persen berbanding 10 persen. Gambar II.3 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas yang Melek Huruf di Provinsi NTB dan Nasional Tahun Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, BPS Gambar II.3 memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan persentase penduduk berumur 10 tahun keatas yang melek huruf sejak tahun Namun, penduduk yang buta huruf di Provinsi NTB masih lebih tinggi daripada rata-rata nasional. Indikator pendidikan yang lain adalah tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh penduduk. Indikator ini dapat menjadi salah satu indikator dari tingkat kemampuan sumber daya manusia. Berikut disajikan tabel persentase jumlah penduduk usia 10 tahun ke atas menurut pendidikan terakhir yang ditamatkan di Provinsi NTB tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
25 Gambar II.4 Persentase Penduduk Berumur 10 Tahun keatas menurut Pendidikan Terakhir yang Ditamatkan di Provinsi NTB Tahun Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat, BPS Gambar II. 4 memperlihatkan bahwa penduduk 10 tahun ke atas yang tamat SMP keatas di Provinsi NTB tahun 2011 mencapai sekitar 37,62 persen, dengan komposisi lakilaki sebesar 41,34 persen dan perempuan sebesar 34,34 persen. Dibandingkan dengan tahun 2010 telah terjadi peningkatan pendidikan masyarakat. Tingkat pendidikan berkaitan dengan kemampuan menyerap dan menerima informasi termasuk informasi kesehatan kesehatan serta kemampuan dalam berperan serta dalam pembangunan kesehatan. Masyarakat yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, pada umumnya mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih luas sehingga lebih mudah menyerap dan menerima informasi, serta dapat ikut berperan serta aktif dalam mengatasi masalah kesehatan dirinya dan keluarganya. E. Kesejahteraan Sosial Provinsi NTB termasuk salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah penduduk miskin yang banyak. Penduduk miskin di Provinsi NTB menurun tapi cenderung mendatar sejak enam tahun terakhir. Pada tahun 2008 angka kemiskinan penduduk NTB orang atau 23,81 persen, terakhir melambat periode menurun menjadi Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
26 atau 19,73 persen. Penurunan penduduk miskin di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Gambar II.5 Persentase Penduduk Miskin di Provinsi NTB dan Indonesia Tahun Sumber: BPS Provinsi NTB Gambar II.5 memperlihatkan jumlah penduduk miskin di Provinsi NTB secara prosentase mengalami penurunan selama periode Maret 2012 September Kalau semula penduduk miskin pada Maret 2012 sebesar 852,64 ribu orang atau 18,63 persen dari jumlah seluruh penduduk NTB berkurang 24,3 ribu orang atau 2,85 persen menjadi mencapai 828,33 ribu atau 18,02 persen. Pada periode Maret September 2012, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan menunjukkan kecenderungan turun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin berkurang. Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada September 2012, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 73,79 persen untuk perkotaan dan 79,12 persen untuk daerah pedesaan. Kondisi kemiskinan penduduk ini perlu mendapat perhatian karena berdampak pada status gizi dan kesehatan masyarakat. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
27 BAB III SITUASI DERAJAT KESEHATAN Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat antara lain dari angka kematian, angka kesakitan dan status gizi. Pada bagian ini, derajat kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat digambarkan melalui Angka Harapan Hidup (AHH), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka kematian Ibu (AKI), angka morbiditas beberapa penyakit dan status gizi. A. Angka Harapan Hidup (AHH) Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk. Meningkatnya akses terhadap pelayanan kesehatan; meningkatnya daya beli masyarakat akan meningkatkan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan gizi; mampu mempunyai pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, yang pada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang usia harapan hidupnya. Angka Harapan Hidup (AHH) diperoleh melalui survey yang dilakukan Badan Pusat Statistik. Angka Harapan Hidup yang terhitung untuk Provinsi NTB tahun 1996 adalah 58,9 tahun, artinya bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 1996 (periode ) akan dapat hidup sampai 58 atau 59 tahun. Bayi-bayi yang dilahirkan menjelang tahun 2006 mempunyai usia harapan hidup lebih panjang yaitu 60,90 tahun, dan bayi yang dilahirkan tahun 2011 usia harapan hidupnya mencapai 62,41 tahun. Peningkatan Angka Harapan Hidup tersebut sebagaimana terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
28 Gambar III.1 Angka Harapan Hidup (AHH) di Provinsi NTB dan Nasional Tahun Sumber: BPS Provinsi NTB Gambar III.1 memperlihatkan peningkatan AHH di Provinsi NTB selama lima belas tahun terakhir dari tahun 1996 sampai 2011 Peningkatan AHH menunjukkan adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Provinsi NTB, namun AHH Provinsi NTB masih dibawah AHH nasional. B. Angka Kematian Angka kematian di suatu wilayah dari waktu ke waktu dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan program pembangunan kesehatan dan perkembangan derajat kesehatan masyarakat. Angka kematian di komunitas pada umumnya diperoleh melalui data survey sedangkan data kematian yang ada di fasilitas kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Angka kematian yang akan disajikan berikut ini adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). B.1 Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Penurunan AKI juga merupakan salah satu target MDGs yaitu Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
29 tujuan ke 5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dengan mengurangi sampai ¾ resiko jumlah kematian ibu. Kematian ibu yang dimaksud adalah kematian seorang ibu yang disebabkan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan. Selama tahun 2012 berdasarkan laporan dari kabupaten/kota di Provinsi NTB terjadi 100 kasus kematian ibu. Trend jumlah kematian ibu tahun terlihat pada tabel gambar berikut. Gambar III.2 Jumlah Kematian Ibu di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Gambar III.2 memperlihatkan bahwa kasus kematian tahun 2012 menurun dibandingkan tahun Dengan penurunan kasus kematian tersebut diharapkan target RPJMD tahun 2013 yaitu penurunan angka kematian menjadi sebesar 260 dan target MDGs sebesar 240 dapat tercapai. Upaya percepatan penurunan kasus kematian ibu terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB dengan adanya Gerakan AKINO (Angka Kematian Ibu Nol). Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
30 Kematian ibu tahun 2012 terbanyak terjadi di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 25 kasus. Kabupaten Lombok Utara ditetapkan sebagai Kabupaten AKINO karena selama tahun 2012 tidak ada kasus kematian ibu. Detail jumlah kematian ibu di kabupaten/kota tertera dalam lampiran. Kejadian kematian ibu paling banyak pada waktu ibu bersalin sebanyak 43%, kematian pada waktu nifas sebanyak 38% dan pada saat hamil 19%. Berdasarkan kelompok umur, kejadian kematian ibu pada usia tahun sebanyak 58%, usia 35 tahun sebanyak 16% dan usia <20 tahun sebanyak 5%. B.2 Angka Kematian Balita (AKABA) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Balita adalah jumlah anak yang meninggal sebelum usia 5 tahun. AKABA dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak termasuk status gizi, sanitasi dan angka kesakitan lainnya. Laporan rutin (pencatatan) petugas kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 diketahui sebanyak kasus kematian balita (terdiri dari kasus kematian bayi dan 82 kasus kematian anak balita) dari kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) dapat menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat karena bayi adalah kelompok usia yang paling rentan terkena dampak dari perubahan lingkungan maupun sosial ekonomi. Indikator AKB terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial-ekonomi dan kesehatannya. AKB Provinsi NTB telah mengalami penurunan dalam kurun waktu , namun masih diatas angka nasional. Menurut data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) di Provinsi NTB pada tahun 2007 sebesar 72/1000 kelahiran hidup mengalami penurunan menjadi sebesar 57/1000 kelahiran hidup sesuai data SDKI Perbandingan data AKB Provinsi NTB dengan data AKB Indonesia tahun terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
31 Gambar III.3 AKB di Provinsi NTB dan Indonesia Tahun Sumber : BPS Provinsi NTB Tahun 2012 Gambar III.3 memperlihatkan bahwa AKB Provinsi NTB cukup tinggi dan diperlukan upaya yang sangat keras menurunkan AKB untuk mencapai target. Menurunkan AKB berpengaruh terhadap terjadinya peningkatan Umur harapan Hidup (UHH) suatu Negara. Berdasarkan perhitungan target yang ingin dicapai maka Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan target AKB yang tertuang dalam RPJMD Provinsi NTB tahun turun menjadi 42/1000 kelahiran hidup. Disamping itu pemerintah pusat juga telah menetapkan target yang ingin dicapai sesuai MDGs ke-4 pada tahun 2015 yaitu AKB turun menjadi 23/1000 kelahiran hidup. Laporan rutin (pencatatan) petugas kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 terjadi kematian bayi dari kelahiran hidup. Kasus kematian bayi yang dilaporkan di setiap kabupaten/kota di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
32 Gambar III.4 Kasus Kematian Bayi di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.4 memperlihatkan bahwa jumlah kasus kematian bayi tahun 2012 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya kematian bayi antara lain dikarenakan masih adanya persalinan oleh dukun sebesar 9,65% dan masih adanya ibu hamil resti atau komplikasi yang belum ditangani sebanyak 9,09%. C. Angka Kesakitan (Morbiditas) Angka kesakitan pada penduduk berasal dari community based data yang diperoleh melalui pengamatan terutama yang diperoleh dari fasilitas pelayanan kesehatan melalui pencatatan dan pelaporan rutin dan insidentil. Kasus penyakit yang paling banyak diderita masyarakat di Provinsi NTB berdasarkan Laporan Bulanan (LB1) Kesakitan di Puskesmas dan jaringannya terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
33 Gambar III.5 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Laporan Kesakitan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Gambar III.5 memperlihatkan bahwa penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat yang berkunjung ke puskesmas adalah infeksi akut lain pada saluran pernafasan bagian atas. Kondisi ini erat kaitannya dengan kesehatan lingkungan masyarakat. Provinsi NTB juga dihadapkan juga pada masalah beban ganda. Di satu sisi kasus penyakit infeksi masih tinggi, namun disisi lain penyakit degeneratif juga meningkat. Selain itu perilaku masyarakat yang tidak sehat masih menjadi faktor utama disamping lingkungan dan pelayanan kesehatan. Berikut ini akan uraikan kondisi program pemberantasan dan pengendalian penyakit di Provinsi NTB tahun C.1. Penyakit Menular Langsung C.1.1 Tuberkulosis Paru (TB Paru) Pada tahun 2012, jumlah penderita penyakit TB Paru ini mencapai orang terdiri dari kasus lama dan kasus baru (3.816 orang dengan BTA +). Insiden TB paru cukup tinggi yaitu 93,6 per penduduk dan prevalensi TB Paru sebesar 152 per penduduk. Angka kematian yang ditimbulkan akibat TB paru cukup tinggi yaitu Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
34 sebesar 3,32 per penduduk. Distribusi jumlah penderita di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 10. Dibandingkan tahun 2011, maka pada tahun 2012 ini terjadi lonjakan kasus. Pada tahun 2011, jumlah penderita TB Paru tercatat sebanyak orang yang terdiri dari kasus lama dan kasus baru. Dengan demikian pada tahun 2012 terjadi peningkatan kasus lebih dari 900 kasus TB Paru. Peningkatan kasus yang cukup tajam ini juga belum diketahui apakah terjadi karena faktor penularan atau memang keberadaan penderita ini yang sebelumnya tidak diketahui. Angka penemuan kasus (CDR= Case Detection Rate) tahun 2012 sebesar 41,02 %. Hasil lengkap setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 11. Tren cakupan penemuan kasus TB paru tahun dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar III.6 Tren Penemuan Kasus (CDR) TB Paru di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.6 memperlihatkan cakupan CDR di Provinsi NTB tahun masih di bawah target nasional. CDR TB Paru di Provinsi NTB tahun 2012 meningkat dibandingkan tahun Dengan kondisi seperti itu berarti masih 58,98 persen dari perkiraan kasus baru yang belum ditemukan. Evaluasi pengobatan pasien TB Paru tahun 2012 diperoleh hasil keberhasilan pengobatan (SR = Success Rate) sebesar 98,03 persen. Data keberhasilan pengobatan di Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
35 setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 12. Tren keberhasilan pengobatan (SR) di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Gambar III.7 Tren Keberhasilan Pengobatan (Succes Rate) TB Paru di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.7 memperlihatkan bahwa SR pengobatan TB Paru tahun 2012 cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya walaupun jumlah pasien dengan pengobatan lengkap tahun 2012 menurun dibandingkan tahun C.1.2 Pneumonia Balita Bayi dan balita merupakan populasi yang paling rentan terkena Pneumonia. Kondisi tersebut umumnya terjadi pada balita dengan gizi kurang dan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Upaya pemberantasan penyakit Pneumonia difokuskan pada upaya penemuan dini dan tatalaksana kasus yang cepat dan tepat pada penderita. Perkiraan penderita Pneumonia balita pada tahun 2012 sebanyak balita. Penderita ditemukan dan ditangani sebanyak kasus (53,12%). Hasil lengkap per kabupaten/kota dapat dilihat pada tabel 13. Berikut ditampilkan perkiraan kasus Pneumonia balita dan penderita yang ditemukan dan ditangani di Provinsi NTB tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
36 Gambar III.8 Perkiraan Kasus dan Tren Penemuan dan Penanganan Pneumonia di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.8 menunjukkan bahwa tren penderita (balita) ditemukan dan ditangani tahun menurun. Walaupun persentase penderita yang ditemukan dan ditangani pada tahun 2012 meningkat dibandingkan tahun 2011 yang hanya sebesar 51,55 persen, namun peningkatannya tidak signifikan. C.1.3 HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual HIV-AIDS sebagai salah satu penyakit menular menjadi perhatian serius di Provinsi NTB. Sebagai dalah satu daerah tujuan wisata, maka Provinsi NTB berpotensi sebagai tempat terjadinya penularan HIV-AIDS. Demikian juga sebagai salah satu daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri, kemungkinan terjadinya penularan HIV-AIDS cukup besar. Kasus HIV-AIDS ditemukan di seluruh kabupaten/kota se-provinsi NTB. Jumlah kasus di setiap kabupaten/kota terlihat pada lampiran tabel 14. Laporan VCT rumah sakit/puskesmas dan laporan rutin AIDS kabupaten/kota menunjukkan bahwa pada tahun 2012 ditemukan 93 kasus baru HIV dan 117 kasus baru AIDS. Jumlah kematian karena AIDS di Provinsi NTB sebanyak 43 kasus. Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun Hal ini perlu mendapatkan perhatian yang serius Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
37 mengingat kasus HIV-AIDS di masyarakat merupakan fenomena gunung es, karena kasus yang dilaporkan hanya kasus yang ditemukan oleh petugas kesehatan saja Perkembangan penemuan kasus baru HIV-AIDS terlihat pada gambar berikut. Gambar III.9 Penemuan Kasus Baru HIV-AIDS dan Kematian AIDS di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar III.9 memperlihatkan bahwa kasus baru HIV positif tahun cenderung menurun. Kasus baru AIDS yang ditemukan tahun 2011 turun dibandingkan kasus baru AIDS yang ditemukan tahun 2010, namun penderita HIV positif tersebut memasuki fase AIDS sehingga jumlah kasus baru AIDS di tahun 2012 mengalami peningkatan. Kegiatan pengendalian HIV-AIDS dilakukan juga melalui pengamatan terhadap hasil skrining/penapisan darah saat donor darah. Pada tahun 2012 dari pendonor yang sampel darahnya diperiksa, ditemukan 2 sampel darah yang positif HIV. Penyakit lain yang menjadi perhatian di provinsi NTB sebagai daerah wisata adalah penyakit infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Pada tahun 2012 jumlah kasus IMS sebanyak 862 orang. Penyebaran kasus IMS di kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 14. Kasus yang dilaporkan adalah jumlah penderita yang berobat ke sarana puskesmas dan jaringannya, sehingga jumlah penderita sebenarnya di populasi belum terdeteksi. Trend kasus baru IMS di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
38 Gambar III.10 Trend Kasus Baru IMS di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.10 memperlihatkan bahwa dari tahun ke tahun penderita IMS cenderung semakin meningkat. C.1.4 Kusta WHO menetapkan Indonesia berada di urutan ketiga dunia setelah India dan Brazil dengan penderita kusta terbanyak. Provinsi NTB sebagai salah satu provinsi yang memiliki prevalensi tinggi terhadap penyakit kusta. Hal ini sangat memprihatinkan. Di era globalisasi, dimana kesehatan semakin membaik dan teknologi makin maju, namun ternyata penyakit kusta belum dapat diatasi. Kusta adalah penyakit yang tidak membahayakan dan tidak mematikan, namun kusta ini menimbulkan kecacatan jika tidak diketahui sejak dini. Apabila sejak awal sudah terdeteksi terdapat bakteri penyebab kusta, penyakit ini tidak akan menimbulkan kecacatan. Penyakit kusta adalah penyakit menular yang sulit menular karena tiap individu memiliki kekebalan normasl terhadap bakteri tersebut. Jumlah penderita kusta di Provinsi NTB masih cukup tinggi dan terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2012 dilaporkan terdapat penderita kusta sebanyak 408 kasus (tipe Pausi Basiler sebanyak 244 kasus, tipe Multi Basiler sebanyak 164 kasus), dengan Angka Penemuan Kasus Baru Kusta (NCDR) sebesar 8,80 per penduduk. Kasus terbanyak terdapat di Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
39 dan Kabupaten Dompu. Data lengkap di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 17. Penemuan kasus baru kusta di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Gambar III.11 Penemuan Kasus Baru Kusta di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.11 memperlihatkan bahwa pada tahun 2012 terjadi peningkatan kasus jika dibandingkan tahun 2011 dengan 390 kasus. Peningkatan terjadi pada penderita kusta tipe PB, dari 220 kasus di tahun 2011 menjadi 244 pada tahun Tingkat penularan penyakit di kusta di masyarakat digunakan indikator proporsi anak (0-14 tahun) di antara penderita baru. Pada tahun 2012 proporsi anak di antara penderita baru sebesar 6,62 persen. Keberhasilan dalam mendeteksi kasus baru dapat diukur dari tinggi rendahnya proporsi cacat tingkat 2. Jumlah kecacatan tingkat 2 di antara penderita baru tahun 2012 sebanyak 20 orang atau 4,90 persen. Prevalensi rate penyakit kusta di Provinsi NTB tahun 2012 mengalami penurunan menjadi 0,80 per penduduk. Data prevalensi rate di setiap kabupaten/kota dapat dilihat di lampiran tabel 19. Tren prevalensi rate kusta di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
40 Gambar III.12 Prevalensi Rate Kusta di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.12 memperlihatkan Prevalensi Rate (PR) Kusta di Provinsi NTB masih cukup tinggi. Walaupun demikian, cakupannya masih cukup baik yaitu masih di bawah batas toleransi (1 per penduduk). Indikator lainnya terkait pengendalian dan penanggulangan penyakit kusta adalah angka penderita kusta tipe PB dan MB selesai berobat (Release From Treatmen/RFT). Jumlah penderita kusta PB baru tahun 2011 yang selesai berobat sampai dengan tahun 2012 sebesar 49,21 persen. Jumlah penderita kusta MB baru tahun 2011 yang selesai berobat sampai 2012 sebesar 78,69 persen. Angka penderita kusta selesai berobat terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
41 Gambar III.13 Cakupan Penderita Kusta Selesai Berobat (RFT) di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.13 memperlihatkan cakupan selama 4 tahun terakhir, penderita Kusta tipe PB dan MB selesai diobati sejak tahun cenderung naik menurun dan tidak mencapai target nasional. C.1.5 Diare Penyakit diare merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan dan masih sebagai masalah besar di Provinsi NTB dikarenakan masih buruknya kondisi sanitasi dasar, lingkungan fisik maupun rendahnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Penyakit diare sebagai penyakit berbahaya karena dapat menyebabkan kematian dan menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
42 Gambar III.14 Cakupan Penderita Diare ditangani di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.14 memperlihatkan bahwa cakupan penanganan diare di Provinsi NTB tahun 2012 menurun dibandingkan cakupan tahun Cakupan penanganan diare di kabupaten/ kota di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada lampiran tabel 16. C.2. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) C.2.1 Tetanus Neonatorum (TN) Tetanus neonatorum merupakan penyakit tetanus yang terjadi pada bayi berusia di bawah 28 hari. Penyakit ini merupakan penyakit yang berbahaya dan memiliki tingkat morbiditas yang tinggi. Untuk mencegah tetanus neonatorum diberikan imunisasi TT pada semua wanita subur atau wanita hamil trimester III, selain memberikan penyuluhan, bimbingan dan pendampingan pada dukun beranak dalam perawatan tali pusat. Pada tahun 2012 terdapat 1 kasus kematian karena Tetanus Neonatorum di Kabupaten Lombok Timur. Beberapa kabupaten yang selalu ada atau pernah ada kasusnya selama kurun waktu tahun adalah Kabupaten Lombok Timur (tahun 2009=1 kasus; tahun 2011=1 kasus ; tahun 2012), Kabupaten Lombok Tengah (tahun 2008=1 kasus; tahun 2009=1 kasus ; tahun 2011=2 kasus), Kabupaten Dompu (tahun 2011=1 kasus) dan Kota Mataram (tahun 2007=1 kasus ; tahun 2008=1 kasus). Penemuan kasus dan kematian Tetanus neonatorum selama kurun waktu dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
43 Gambar III.15 Trend Kasus dan Kematian Tetanus Neonatorum di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.15 memperlihatkan adanya kenaikan kasus dari tahun 2010 ke tahun Jika upaya pencegahan tidak berjalan optimal maka diprediksikan akan terjadi peningkatan kasus Tetanus Neonatorum. C.2.2 Campak Campak atau nama lainnya Measles atau Rubeola merupakan penyakit virus dan akut yang sangat menular dan mendatangkan komplikasi serius. Umumnya menyerang anak-anak, anak remaja atau dewasa muda yang tidak terlindungi dengan imunisasi. Pencegahan campak dilakukan dengan pemberian imunisasi aktif pada bayi berumur 9 bulan atau lebih. Pada tahun 2012 ditemukan sebanyak 166 kasus dan tidak ada kasus kematian akaibat campak, menurun dibandingkan dengan kasus pada tahun 2011 dengan 609 kasus. Kasus terbanyak terdapat di Kabupaten Bima, Kota mataram dan Kabupaten Dompu. Penyebaran kasus campak di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 22. Kasus campak di Provinsi NTB termasuk tinggi. Tren kasus campak di Provinsi NTB tahun dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
44 Gambar III.16 Trend Kasus Campak di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.16 memperlihatkan bahwa kasus campak tertinggi pada tahun Kasus mulai menurun setalah tahun 2007 dilakukan Kampanye Campak. Kasus menurun sampai dengan tahun 2009, namun meningkat kembali sejak tahun 2010 dan C.3.2 Polio Penyakit polio atau poliomyelitis adalah penyakit paralisis atau kelumpuhan yang disebabkan oleh virus. Virus polio sangat menular dan tak bisa disembuhkan. Kasus terbanyak, penyakit polio menyerang anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa bisa bebas dari penyakit polio. Pencegahan penyakit polio dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi polio pada saat bayi atau anak-anak. Pada tahun 2012 di Provinsi NTB NTB tidak terdapat kasus polio. Tren kasus polio di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
45 Gambar III.17 Trend Kasus Polio di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.17 memperlihatkan bahwa sejak tahun 2008 sampai 2012 terjadi penurunan kasus. Diharapkan kasus polio tidak terjadi di tahun selanjutnya dan cakupan imunisasi>95% sehingga Eradikasi Polio di Provinsi NTB. C.3.3 AFP Non Polio Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah semua anak yg berusia kurang dari 15 tahun dengan kelumpuhan yg sifatnya flaccid (layuh), terjadi secara akut (mendadak) dan bukan disebabkan oleh ruda paksa. Untuk anak <15 tahun, dapat dilaporkan sebagai kasus AFP jika terdapat gejala klinis yang pasti misalnya penyakit polio. Penyakit polio harus dibuktikan atau sudah tidak ada dengan penemuan kasus AFP. Pada tahun 2012 di Provinsi NTB ditemukan 49 kasus AFP non Polio dengan kasus terbanyak dari Kabupaten Lombok Tengah. Data terinci di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran tabel 9. Tren penemuan kasus AFP non polio di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
46 Gambar III.18 Trend Kasus dan AFP Non Polio Rate di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.18 memperlihatkan bahwa kasus AFP non Polio cenderung meningkat sejak tahun Kasus AFP non Polio di tahun 2009 sebanyak 24 kasus dan meningkat dua kali lipat pada tahun 2012 menjadi 49 kasus. C.3.4 Hepatitis B Sejak tahun Departemen Kesehatan telah melaksanakan pilot project vaksinasi Hepatitis B di Pulau Lombok, Provinsi NTB, di mana kekerapan HBsAg-emia tertinggi di Indonesia dan kebijaksanaan ini diteruskan ke 27 provinsi lainnya. Bila program vaksinasi berhasil, diharapkan pada tahun 2015 (satu generasi kemudian) Hepatitis B bisa diberantas dan bukan merupakan persoalan kesehatan masyarakat lagi. Prioritas program vaksinasi hepatitis B adalah bayi serta anak-anak, karena jika bayi terkena infeksi misalnya sewaktu persalinan karena ibunya menderita hepatitis B maka lebih dari 90% akan menjadi hepatitis kronik. Apabila yang terkena anak-anak yang lebih besar maka keadaan kronisitas menurun hanya menjadi 20-30% saja. Sedang jika orang dewasa yang terkena maka keadaan kronik hanya terjadi pada 4-50% saja. Pada tahun 2012 penyakit Hepatitis B ternyata masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Provinsi NTB terutama di Kabupaten Lombok Timur, dimana ditemukan kasus Hepatitis B. Di Kabupaten Lombok Timur selama tiga tahun terakhir Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
47 ditemukan kasus hepatitis B, yaitu sejak tahun 2010 sebanyak 27 kasus, tahun 2011 sebanyak 8 kasus dan tahun 2012 sebanyak 7 kasus. Penemuan kasus hepatitis B di Provinsi NTB dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar III.19 Penemuan Kasus Hepatitis B di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.19 memperlihatkan adanya peningkatan penemuan kasus Hepatitis B pada tahun 2010, walaupun pada tahun 2012 kasus yang ditemukan lebih rendah. C.2 Penyakit Menular Bersumber Binatang (PB2) C.2.1 Deman Berdarah Dengue (DBD) Penyakit DBD sebagai salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Provinsi NTB karena penyebarannya yang cepat, berpotensi kematian dan semua kabupaten/kota sudah pernah terjangkit DBD. Pada tahun 2012 jumlah kasus yang dilaporkan sebanyak 827 kasus, terbanyak di Kota Mataram sebanyak 458 kasus. Jumlah kasus terendah dijumpai di Kabupaten Sumbawa dan Kota Bima yaitu masing-masing sebanyak 5 kasus. Data terinci mengenai kasus DBD yang dilaporkan di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 23). Kasus DBD dan Insidence DBD di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
48 Gambar III.20 Kasus DBD dan Insidence DBD di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.20 memperlihatkan Insidence Rate tahun 2012 mencapai per penduduk dengan kasus meninggal sebanyak 3 orang atau CFR sebesar 0,36 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan tahun 2011 (=13,9 per penduduk), namun masih sesuai target nasional yaitu <20/ penduduk. C.2.2 Malaria Penderita positif malaria di Provinsi NTB tahun 2012 yang ditemukan tanpa pemeriksaan sediaan darah sebanyak terbanyak di Kabupaten Lombok Timur, sedangkan penderita malaria yang ditemukan dari hasil pemeriksaan sediaan darah sebanyak orang dengan kasus terbanyak di Kabupaten Lombok Utara. Jumlah kasus di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 24). Angka kesakitan malaria (Annual Parasite Insidence/API) merupakan indikator untuk memantau perkembangan penyakit malaria. Perkembangan insiden malaria sejak tahun 2006 dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
49 Gambar III.21 Angka Kesakitan Malaria di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar III.21 memperlihatkan angka kesakitan pada tahun 2012 meningkat menjadi 2,97 per penduduk daripada tahun 2010 (2,1 per penduduk) dan 2011 (1,03 per penduduk). D. Status Gizi Masyarakat Status gizi masyarakat biasanya digambarkan oleh masalah gizi yang dialami oleh golongan penduduk yang rawan gizi terutama balita. Status gizi balita juga dapat menjadi salah satu indikator untuk mengetahui kesejahteraan masyarakat, disamping juga menunjukkan kualitas fisik penduduk. Status gizi sebagai hasil interaksi asupan makanan dan kebutuhan tubuh. Jika keseimbangan ini terganggu, maka ada gangguan pada pertumbuhan tubuh. Gangguan ini tercermin dengan mudah dari perubahan pada berat badan (BB) atau tinggi badan (TB). Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) KADARZI tahun 2012 dengan menggunakan indeks berat badan menurut umur (BB/U), berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan tinggi badan menurut umur (TB/U), diketahui status gizi balita di Provinsi NTB tahun 2012 sebagai berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
50 Tabel III.1 Prevalensi Status Gizi Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 Indeks Klasifikasi Status Gizi Persentase (%) BB/U PB/U atau TB/U BB/PB atau BB/TB Gizi lebih 0,79 Gizi Baik 81,58 Gizi Kurang 14,11 Gizi Buruk 3,52 Normal 60,46 Pendek (Stunted) 22,72 Sangat Pendek (Severely Stunted) 16,82 Gemuk 8,56 Normal 81,97 Kurus (Wasted) 6,49 Sangat Kurus (Severely Wasted) 2,98 Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi Provinsi NTB tahun 2012 Status gizi balita berdasarkan berat badan dan umur hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) di kabupaten/kota se-nusa Tenggara Barat tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar III.22 Status Gizi Balita berdasarkan BB/U di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Laporan Pemantauan Status Gizi Provinsi NTB 2012 Gambar III.22 memperlihatkan prevalensi gizi buruk di Provinsi NTB tahun 2012 sebesar 3,53%. Kondisi ini lebih baik jika dibandingkan dengan prevalensi gizi buruk tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
51 2011 sebesar 4,57%. Presentase gizi buruk terbesar ada di Kabupaten Bima dan Kota Bima. Namun prevalensi gizi kurang di Provinsi NTB tahun 2012 tidak jauh berbeda dengan prevalensi gizi kurang tahun Tahun 2012 prevalensi gizi kurang sebanyak 14,11% dan tahun 2011 sebanyak 14,87%. Balita gizi kurang terbanyak di Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan klasifikasi WHO tentang masalah gizi sebagai masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk dalam klasifikasi kurang yaitu sebesar 17,63% (Berat Kurang/Underweight). 6 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat masuk dalam klasifikasi kurang dalam masalah kesehatan masyarakat yaitu Mataram, Lombok barat, Lombok tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat dan Sumbawa. Sedangkan 4 kabupaten/kota masuk dalam klasifikasi buruk dalam masalah kesehatan masyarakat yaitu Lombok Utara, Dompu, Bima dan Kota Bima. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
52 BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN Tujuan pembangunan kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut dilaksanakan melalui program pembangunan kesehatan yang diupayakan dalam pokok-pokok program. A. Pelayanan Kesehatan Dasar A.1 Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Upaya-upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan hingga kelahiran, masa nifas dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya antara lain melalui peningkatan pelayanan antenatal sesuai standar bagi seluruh ibu hamil di semua fasilitas kesehatan dan peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan kompeten yang diarahkan ke fasilitas kesehatan. A.1.1 Pelayanan Sebelum Melahirkan (Ante Natal Care/ANC) Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan professional. Pelayanan antenatal ibu hamil dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Untuk melihat akses dan kualitas pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dapat digambarkan melalui cakupan K1 dan K4. Cakupan pelayanan K1 dan K4 di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar tersebut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
53 Gambar IV. 1 Cakupan Pelayanan K1 dan K4 di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar IV.1 memperlihatkan cakupan pelayanan K1 ibu hamil tahun 2012 tidak mengalami peningkatan dari tahun 2011 namun sudah diatas target nasional. Cakupan K4 tahun 2012 meningkat dari tahun sebelumnya yaitu mencapai 92,13 persen namun masih di bawah target. Cakupan pelayanan K1 dan K4 ibu hamil menurut kabupaten/kota pada tahun 2012 dapat dilihat pada lampiran (tabel 28). Cakupan K1 di Mataram tidak mencapai target yaitu 93,86 persen. Cakupan K4 di Provinsi NTB pada tahun belum mencapai target kecuali Kabupaten Sumbawa Barat. Ibu hamil mendapatkan pelayanan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada kunjungan K1 sampai K4. Cakupan imunisasi TT tahun 2012 terlihat pada gambar berikut ini. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
54 Gambar IV. 2 Cakupan Imunisasi TT 1 dan TT 2 Ibu Hamil di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar IV.2 memperlihatkan bahwa cakupan imunisasi TT-1 dan TT-2 di Provinsi NTB tahun 2012 belum mencapai target. Cakupan TT-1 rata-rata di Provinsi NTB sebanyak 83,62 persen (target 95%), Kabupaten Lombok Timur cakupan TT-1 mencapai 102,4 persen. Cakupan TT-2 rata-rata di Provinsi NTB sebanyak 88,16 persen (target 90%). Kabupaten Lombok Timur dan Kota Mataram cakupan TT-2 nya sudah diatas target. ANC juga mendeteksi resiko terjadinya komplikasi kehamilan diantaranya abortus, hiperemesis gravidarum, perdarahan per vaginam, hipertensi dalam kehamilan, kehamilan lewat waktu dan ketuban pecah dini. Ibu hamil resti atau dengan komplikasi yang ditangani di Provinsi NTB tahun 2012 sebanyak orang atau 90,91 persen. Cakupan ini sudah mencapai target SPM tahun 2015 (target 80 persen). Cakupan tahun 2012 meningkat dibandingkan cakupan tahun Data cakupan ibu hamil resiko tinggi/komplikasi yang ditangani di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 31). Salah satu kesakitan pada ibu hamil adalah anemia yang dapat menyebabkan kematian ibu karena perdarahan pada saat persalinan. Anemia karena defisiensi zat besi sebagai penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
55 Ibu hamil saat ANC diberikan tablet Fe 90 tablet untuk pencegahan dan pengobatan anemia gizi besi. Cakupan pemberian tablet Fe-1 dan Fe-3 untuk ibu hamil di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 3 Cakupan Pemberian Tablet Fe-1 dan Fe-3 untuk Ibu hamil di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar IV.3 memperlihatkan bahwa pada tahun 2012 di Provinsi NTB, cakupan pemberian tablet Fe-1 sebanyak 97,05 persen dan tablet Fe-3 sebanyak 90,05 persen. Artinya belum semua ibu hamil mendapatkan tablet Fe sebanyak 90 tablet. A.1.2 Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes) Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2012 hanya 90,35 persen, berarti sekitar 9,65 persen persalinan ditolong oleh tenaga non kesehatan (dukun beranak). Data terinci di setiap kabupaten/kota terlihat pada lampiran (tabel 28). Komplikasi dan kematian ibu serta bayi baru lahir sebagian besar terjadi di masa persalinan. Disebabkan karena pertolongan persalinan yang tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang professional (memiliki kompetensi kebidanan). Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Provinsi NTB tahun dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
56 Gambar IV. 4 Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar IV.2 memperlihatkan cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan meningkat sejak tahun namun masih di bawah target nasional. Pada tahun 2012, jika cakupan pelayanan K4 pada dibandingkan dengan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, maka cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan lebih rendah daripada cakupan pelayanan K4 ibu hamil sebanyak 1,78 persen atau sekitar ibu hamil yang sudah mendapatkan pelayanan K4 saat bersalin tidak ditolong oleh tenaga kesehatan. A.1.3 Pelayanan Nifas Peningkatan kesehatan ibu pasca persalinan antara lain melalui peningkatan pelayanan kesehatan bagi ibu nifas diberikan minimal tiga kali mulai enam jam sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan untuk mendeteksi dini komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu nifas dan pemberian kapsul vitamin A IU. Capaian pelayanan ibu nifas dan ibu nifas mendapatkan vitamin A terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
57 Gambar IV. 5 Capaian Pelayanan Ibu Nifas dan Ibu Nifas mendapatkan Vitamin A di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.2 memperlihatkan bahwa pada tahun 2012, terdapat kabupaten/kota yang cakupan ibu nifas yang mendapatkan vitamin A lebih besar daripada ibu nifas yang mendapatkan pelayanan kesehatan yaitu Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Dompu, Bima dan Sumbawa Barat. A.1.4 Pelayanan Kesehatan Neonatus Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0-28 hari. Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tinggi angka kesakitan dan angka kematian neonatus. Pelayanan kesehatan neonatus adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten kepada neonatus sedikitnya 3 kali, selama periode 0 sampai dengan 28 hari setelah lahir, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui kunjungan rumah. Pelaksanaan pelayanan kesehatan neonatus: (1) Kunjungan Neonatal ke-1 (KN 1) dilakukan pada kurun waktu 6 48 jam setelah lahir; (2) Kunjungan Neonatal ke-2 (KN 2) dilakukan pada kurun waktu hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah lahir; (3) Kunjungan Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
58 Neonatal ke-3 (KN 3) dilakukan pada kurun waktu hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah lahir. Kunjungan neonatal bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan/masalah kesehatan pada neonatus. Cakupan kunjungan neonatus (KN1) pada tahun 2012 mencapai 96,81 persen, dan kunjungan neonatus lengkap (KN3) mencapai 93,53 persen. Cakupan KN dirinci menurut kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 36). Banyak masalah pada bayi baru lahir yang berhubungan dengan gangguan atau kegagalan penyesuaian biokimia dan faali yang disebabkan oleh prematuritas, kelainan anatomik, dan lingkungan yang kurang baik dalam kandungan, pada persalinan maupun sesudah lahir. Yang termasuk neonatus resiko tinggi antara lain yaitu BBLR, asfiksia neonatorum, ikterus, perdarahan tali pusat, kejang, hypotermi, hypertermi dan tetatus neonatorum. Risiko terbesar kematian neonatus terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, minggu pertama dan bulan pertama kehidupannya. Pada tahun 2012 capaian neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi yang ditangani di Provinsi NTB hanya mencapai sekitar 59,9 persen, berarti sekitar 40 persen neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi tidak tertangani. Capaian neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 31). A.1.5 Pelayanan Kesehatan Bayi Pelayanan kesehatan bayi adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada bayi sedikitnya 4 kali, selama periode 29 hari sampai dengan 11 bulan setelah lahir. Pelaksanaan pelayanan kesehatan bayi: (1) kunjungan bayi satu kali pada umur 29 hari 2 bulan; (2) Kunjungan bayi satu kali pada umur 3 5 bulan; (3) Kunjungan bayi satu kali pada umur 6 8 bulan; (4) Kunjungan bayi satu kali pada umur 9 11 bulan. Kunjungan bayi bertujuan untuk meningkatkan akses bayi terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan pada bayi sehingga cepat mendapat pertolongan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit melalui Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
59 pemantauan pertumbuhan, imunisasi, serta peningkatan kualitas hidup bayi dengan stimulasi tumbuh kembang. Cakupan kunjungan bayi (minimal 4 kali) rata-rata di Provinsi NTB tahun 2012 yaitu 96,79 persen. Cakupan kunjungan bayi di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 37). Perkembangan kunjungan bayi di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 6 Cakupan Kunjungan Bayi di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar IV.6 memperlihatkan bahwa cakupan kunjungan bayi di Provinsi NTB tahun cenderung meningkat, namun cakupan kunjungan bayi tahun 2012 menurun dibandingkan cakupan tahun Pelayanan kesehatan kepada bayi meliputi : Pemberian imunisasi dasar lengkap (BCG, Polio 1,2,3,4, DPT/HB 1,2,3, Campak) sebelum bayi berusia 1 tahun, Stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang bayi (SDIDTK), Pemberian vitamin A IU (6-11 bulan), konseling ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, tanda tanda sakit dan perawatan kesehatan bayi di rumah menggunakan Buku KIA serta penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan. Kementerian Kesehatan menetapkan imunisasi sebagai upaya nyata pemerintah untuk mencapai Millennium Development Goals (MDGs), khususnya untuk menurunkan Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
60 angka kematian anak. Imunisasi dasar sangat penting diberikan sewaktu bayi (usia 0 11 bulan) untuk memberikan kekebalan dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Tanpa imunisasi anak-anak mudah terserang berbagai penyakit, kecacatan dan kematian. Indikator keberhasilan pelaksanaan imunisasi diukur dengan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) desa/ kelurahan, yaitu minimal 80% bayi didesa/ kelurahan telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Indikator keberhasilan GAIN UCI mengacu pada RPJMN Tahun dengan target tahun 2012 mencapai UCI 90% dan 85% bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap yaitu BCG, Hepatitis B, DPT-HB, Polio dan campak. berikut. Pencapaian UCI desa/kelurahan di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar Gambar IV. 7 Cakupan UCI Desa/Kelurahan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.7 memperlihatkan bahwa pencapaian UCI desa/kelurahan rata-rata di Provinsi NTB tahun 2012 sebanyak 91,91 persen. Kabupaten/Kota yang belum mencapai UCI 90% adalah Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Mataram dan Kota Bima. Hal ini disebabkan antara lain karena kurang perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah terhadap program imunisasi, kurangnya dana operasional untuk imunisasi baik rutin maupun tambahan, dan tidak tersedianya Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
61 fasilitas dan infrastruktur yang adekuate. Selain itu juga kurangnya koordinasi lintas sektor termasuk pelayanan kesehatan swasta, kurang sumber daya yang memadai serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program dan manfaat imunisasi. Cakupan pemberian imunisasi BCG, DPT1-HB1, DPT3-HB3, Polio 3 dan campak untuk bayi di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 8 Cakupan Imunisasi pada Bayi di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.8 memperlihatkan cakupan imunisasi BCG pada bayi rata-rata di Provinsi NTB sebanyak 98,65 persen. Cakupan imunisasi BCG di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Bima belum mencapai target 85 persen. Cakupan imunisasi DPT 1+HB 1, DPT 3+HB 3, Polio 3 dan Campak rata-rata di Provinsi NTB sudah diatas 100%. Cakupan imunisasi dasar pada bayi di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa dan Bima sudah di atas 100%. Kampanye peningkatan ASI ekslusif kepada masyarakat terutama kepada ibu mulai sejak hamil sampai melahirkan. Konseling ASI ekslusif dilakukan bertujuan peningkatan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Cakupan pemberian ASI ekslusif di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar di bawah ini. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
62 Gambar IV. 9 Cakupan ASI Ekslusif pada Bayi di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.9 memperlihatkan bahwa cakupan pemberian ASI Ekslusif pada bayi rata-rata di Provinsi NTB hanya mencapai 57,63 persen. Cakupan pemberian ASI ekslusif di Kabupaten Lombok Tengah sudah mencapai target yaitu 85,13 persen. Bayi umur 6-11 bulan mendapatkan kapsul vitamin A IU. Pemberian kapsul vitamin A pada usia ini dikaitkan dengan kelangsungan hidup anak, kesehatan dan pertumbuhan anak serta menunjang penurunan angka kesakitan dan angka kematian anak. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
63 Gambar IV. 10 Cakupan Bayi (6-11 bulan) mendapat Vitamin A UI di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.10 memperlihatkan bahwa cakupan bayi (6-11 bulan) rata-rata di Provinsi NTB tahun 2012 yang mendapat kapsul vitamin A UI belum mencapai target, hanya mencapai 88,77 persen. Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa Barat cakupan bayi mendapat vitamin A UI sudah di atas target. A.1.5 Pelayanan Kesehatan Balita Pelayanan kesehatan anak balita meliputi pelayanan pada anak balita sakit dan sehat. Pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai standar antara lain pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun yang tercatat dalam buku KIA dan pemberian Vitamin A dosis tinggi ( UI). Cakupan anak balita (12-59 bulan) yang mendapat pelayanan kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut ini. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
64 Gambar IV. 11 Cakupan Anak Balita (12-59 tahun) Mendapat Pelayanan Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.11 memperlihatkan bahwa rata-rata cakupan balita (12-59 bulan) yang mendapat pelayanan kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 hanya mencapai 74,04 persen. Kabupaten Dompu saja yang semua balitanya (12-59 bulan) telah mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun. Pemantauan pertumbuhan adalah pengukuran berat badan anak balita setiap bulan yang tercatat pada Buku KIA/KMS. Hasil pemantauan pertumbuhan di Provinsi NTB tahun 2012, balita yang ditimbang hanya sebanyak 68,01 persen, balita yang naik berat badannya sebanyak 62,20 persen dan balita di bawah garis merah (BGM) sebanyak 2,45 persen. Data cakupan penimbangan balita di setiap kabupaten/kota terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
65 Gambar IV. 12 Cakupan Penimbangan Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Pemberian Vitamin A dosis tinggi ( UI) pada balita rata-rata di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 13 Cakupan Vitamin A pada Balita di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.13 memperlihatkan cakupan vitamin A untuk balita hanya mencapai 83,23 persen. 9 kabupaten/kota belum mencapai 100 persen, hanya Kota Bima yang sudah mencapai 100 persen. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
66 A.2 Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Dalam upaya percepatan penurunan kematian ibu dan kematian bayi perlu pemecahan masalah sejak dari hulu, salah satunya melalui program Keluarga Berencana (KB). Pasangan Usia Subur (PUS) Provinsi NTB tahun 2012 (tanpa Kota Mataram) sebanyak Peserta KB baru pada tahun 2012 (tanpa Kota Mataram) sebanyak atau 24,06 persen dan peserta KB aktif sebanyak atau 71,40 persen. Peserta KB baru tersebut menggunakan kontrasepsi MKJP (IUD, MOP, MOW dan implant) sebanyak 27,43 persen dan non MKJP (suntik, pil, kondom) sebanyak 72,57 persen. Gambar IV. 14 Cakupan Pemakaian Kontrasepsi oleh Peserta KB Baru di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.14 memperlihatkan bahwa hampir separuh peserta KB baru menggunakan KB suntik, karena penggunaan KB suntik tidak memerlukan banyak tahap yang sulit, termasuk metode kontrasepsi yang terhitung murah untuk masyarakat dan akses untuk memperoleh layanan KB suntik relatif lebih mudah. Partispasi pria sebagai peserta KB aktif masih rendah jika dilihat dari penggunaan kontrasepsi kondom 7,67% dan MOP hanya 0,43 persen. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
67 A.3 Perbaikan Gizi Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun 2012 di Provinsi Nusa Tenggara Barat diarahkan untuk mendukung percepatan pencapaian target RPJMD yaitu penurunan prevalensi gizi buruk, melalui kegiatan pendidikan gizi masyarakat, penanggulangan kurang gizi baik gizi makro maupun gizi mikro, surveilans gizi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Surveilan gizi melalui laporan rutin penemuan kasus gizi buruk yang sudah dikonfirmasi ke BB/PB atau BB/TB, perkembangannya dari tahun adalah sebagai berikut. Tabel IV. 1 Penemuan Kasus Gizi Buruk pada Balita di Provinsi NTB Tahun Jumlah kumulatif yang ditemukan (case finding) Jumlah kumulatif kasus yang ditangani (case holding) Jumlah kumulatif kasus membaik Jumlah sisa kasus (masih ditangani) Jumlah kasus yang meninggal Jumlah kasus klinis Marasmus Jumah kasus klinis Kwasiorkhor Jumlah Kasus klinis Marasmus Kwasiorkhor Jumlah kasus non Klinis Sumber: Laporan Tahunan Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi NTB 2012 Tabel IV.1 memperlihatkan bahwa kasus gizi buruk yang ditemukan di Provinsi NTB selama 5 tahun terakhir masih banyak. Jika diprediksikan berdasarkan hasil PSG tahun 2012, prevalensi gizi buruk sebanyak 3,52 persen dari jumlah balita di Provinsi NTB (sekitar 500 ribu) atau sekitar 19 ribu balita gizi buruk, maka penemuan kasus gizi buruk yang terlaporkan masih sangat rendah, berarti masih banyak kasus gizi buruk yang tidak terpantau oleh petugas. Kematian kasus gizi buruk (CFR) di Provinsi NTB selama 5 tahun terakhir cukup tinggi dan berfluktuatif. Tahun 2009 sebanyak 4,75 persen, tahun 2010 sebanyak 4,66 persen, tahun 2011 sebanyak 2,93 persen dan 4,43 persen pada tahun Namun persentase CFR ini masih dibawah target nasional CFR sebesar 5 %. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
68 A.3 Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) Salah satu upaya yang strategis untuk meningkatkan kualitas manusia di Provinsi NTB adalah upaya pendidikan dan kesehatan, dan upaya ini paling tepat dilakukan melalui institusi pendidikan. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar harus menjadi Health Promoting School artinya sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya. Kesemuanya akan tercapai bila sekolah dan lingkungannya dibina dan dikembangkan antara lain melalui Upaya Kesehatan Sekolah (UKS). UKS dilakukan lewat Trias program UKS meliputi aspek pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan sekolah lingkungan sehat. Aspek pelayanan kesehatan pada UKS adalah pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat dan melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 SD/MI. Gambar IV. 15 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD/Setingkat di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.15 memperlihatkan cakupan penjaringan kesehatan siswa kelas 1 SD/setingkat di Provinsi NTB (tanpa Kabupaten Lombok Utara) rata-rata mencapai 89,03 persen, berarti terdapat siswa kelas 1 SD/setingkat yang tidak dilakukan penjaringan kesehatan. Siswa kelas 1 SD/setingkat di Kota Bima semuanya mendapatkan pelayanan penjaringan kesehatan sedangkan cakupan terendah adalah Kabupaten Dompu. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
69 Pelayanan kesehatan untuk anak sekolah juga termasuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan kesehatan gigi perlu ditanamkan sejak dini, termasuk saat anak mengenyam pendidikan dasar. Anak usia sekolah memiliki kontribusi yang cukup tinggi pada kunjungan di poli gigi dengan kasus kerusakan gigi yang mengakibatkan gigi tersebut harus dicabut. Pendidikan kesehatan gigi dan mulut bertujuan memutuskan mata rantai kasus kerusakan gigi dan menurunkan angka kesakitan gigi. Walaupun kegiatan pelayanan kesehatan gigi di sekolah dalam program UKGS telah berjalan cukup lama namun dampak program UKGS terhadap status kesehatan gigi murid sekolah dasar belum memuaskan. Selain pemeriksaan gigi siswa (kuratif), program UKGS juga yang berorientasi pada kegiatan preventif dan promotif yang bersifat masal dan individual seperti demonstrasi sikat gigi bersama. Kegiatan demonstrasi sikat gigi bersama yang dilakukan oleh siswa SD/setingkat pada tahun 2012 di Provinsi NTB hanya dilaporkan oleh 5 kabupaten/kota, seperti terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 16 Cakupan SD/MI untuk Kegiatan Sikat Gigi Masal di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.16 memperlihatkan bahwa cakupan SD/MI yang melaksanakan demonstrasi sikat gigi masal masih rendah. Data terinci di setiap kabupaten/kota terlihat pada lampiran (tabel 53). Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
70 A.4 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seutuhnya termasuk didalamnya adalah pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Kunjungan pasien gigi dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pencabutan gigi masih menjadi kasus yang paling sering dilakukan di Puskesmas, padahal pencabutan gigi tetap adalah tindakan kuratif dan rehabilitative karena sudah tidak ada alternatif lainnya. hal ini disebabkan karena perawatan gigi sejak dini tidak dilakukan dengan baik. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Provinsi NTB terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 17 Cakupan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar IV.17 memperlihatkan pelayanan kesehatan gigi pada tahun 2012 menurun dibandingkan tahun Walaupun demikian, jumlah tumpatan pada tahun 2012 mengalami peningkatan dari jumlah tumpatan tahun dan Hal ini menunjukkan bahwa motivasi masyarakat untuk mempertahankan gigi geliginya cukup baik. Jumlah pencabutan gigi tetap mengalami penurunan dibandingkan jumlah pencabutan gigi tetap tahun Hal ini pertanda baik dan diharapkan di tahun mendatang jumlah pencabutan gigi tetap trendnya semakin menurun dan tren penumpatan gigi tetap semakin meningkat. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
71 Rasio tumpatan dan pencabutan mengalami kenaikan dari 0,50 di tahun 2011 menjadi 0,63 di tahun Ada beberapa kabupaten/kota yang pencabutan giginya lebih banyak dibandingkan tumpatan (rasio rendah). Artinya masyarakat di kabupaten tersebut masih kurang memperhatikan kesehatan gigi dan mulut dan masih rendahnya promosi kesehatan gigi dan mulut. Rasio tumpatan gigi dan pencabutan gigi di setiap kabupaten/kota dapat dilihat dalam lampiran (tabel 52). A.5 Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut Meningkatnya usia harapan hidup membuat jumlah penduduk kelompok usia lanjut semakin besar. Namun perbaikan pada pelayanan kesehatan usia lanjut belum menjadi perhatian. Cakupan usia lanjut yang mendapatkan pelayanan kesehatan usia lanjut di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Gambar IV. 18 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar IV.18 memperlihatkan bahwa usia lanjut lanjut yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada tahun 2012 hanya seperlima dari jumlah usia lanjut yang ada. Hal ini menggambarkan bahwa kabupaten/kota di Provinsi NTB belum memperhatikan pelayanan kesehatan untuk kelompok usia lanjut yang merupakan kelompok usia beresiko. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
72 A.6 Penanganan Kejadian Luar Biasa Kejadian luar biasa (KLB) dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. KLB yang terjadi di Provinsi NTB tahun terlihat pada gambar berikut. Gambar IV.19 Kejadian Luar Biasa di Provinsi NTB Tahun Tahun 2011 Tahun DHF Keracunan makanan Chikungunya AFP Flu Burung AFP Campak Tetanus Neonatorum DBD Keracunan Makanan Filariasis Flu Burung KIPPI Tetanus Neonatorum Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Gambar IV.20 memperlihatkan bahwa kasus keracunan makanan, AFP dan Tetanus Neonatorum terjadi selama 2 tahun berturut-turut. Kejadian keracunan makanan tahun 2012 meningkat dibandingkan tahun Data terinci terkait KLB di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada lampiran (tabel 50). Pada tahun 2012 sebanyak 76 desa tempat terjadinya KLB dan yang ditangani < 24 jam sebanyak 75 desa (98,68 %). B. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat yaitu hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan juga harus dipandang sebagai suatu investasi dalam kaitannya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
73 B.1 Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Prabayar Peran serta masyarakat adalah syarat mutlak bagi keberhasilan, kelangsungan dan kemandirian pembangunan di bidang kesehatan yang diwujudkan antara lain sebagai penyelenggara berbagai upaya pelayanan kesehatan dan dalam membiayai pemeliharaan kesehatan. Peran serta dalam pembiayaan pemeliharaan kesehatan terlaksana antara lain dalam bentuk pengeluaran biaya langsung untuk kesehatan, dana sehat, asuransi sosial di bidang kesehatan dan pelbagai bentuk pembiayaan kesehatan prabayar. Perkembangan peserta jaminan kesehatan di Provinsi NTB cukup positif. Kepesertaan jaminan kesehatan tahun 2012 sebanyak 54,9 persen dari total penduduk yang terdiri dari 6,4 persen peserta PT. Askes; 0,2 persen peserta PT. Jamsostek; 42,6 persen dicakup oleh Jamkesmas/Jamkesda dan sebanyak 5, 8 persen dicakup oleh jaminan kesehatan lainnya. Data terinci di setiap kabupaten/kota dapat dilihat di lampiran (tabel 55). Kondisi tahun 2012 meningkat sebanyak 2 persen dibandingkan dengan cakupan tahun 2011 (52,9%). B.2 Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Masyarakat miskin (dan hampir miskin) yang mendapat pelayanan kesehatan dasar rawat jalan di sarana kesehatan strata 1 sebanyak 41,74 persen dan mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan di sarana kesehatan strata 2 dan strata 3 sebanyak 4,26 persen. Data terinci di setiap kabupaten/kota dapat dilihat di lampiran (tabel 56). Masyarakat miskin (dan hampir miskin) yang mendapat pelayanan kesehatan rawat inap di sarana kesehatan strata 1 sebanyak 9,93 persen dan mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan di sarana kesehatan strata 2 dan strata 3 sebanyak 1,33 persen. Data terinci di setiap kabupaten/kota dapat dilihat di lampiran (tabel 57). B.3 Kunjungan di Sarana Pelayanan Kesehatan Cakupan rawat jalan selama tahun 2012 di Provinsi NTB sebesar 74,1 persen, menurun 9.4 persen dibanding tahun 2011 sebesar 83,5 persen, artinya kunjungan rawat jalan di pelayanan kesehatan juga menurun. Ada kemungkinan penyebab turunnya cakupan rawat jalan yaitu rendahnya angka kesakitan masyarakat atau rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas oleh penduduk. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
74 Cakupan rawat inap selama tahun 2012 sebesar 6,7 persen, meningkat 1,1 persen dibanding tahun 2011 sebesar 5,6 persen. Meningkatnya cakupan dimungkinkan karena tingginya angka kesakitan yang lebih serius penanganannya sehingga memerlukan perawatan lebih lanjut serta tingginya pemanfaatan pelayanan rawat inap di puskesmas oleh penduduk. Jumlah total kunjungan penduduk ke Puskesmas baik rawat jalan dan rawat inap tahun 2011 sebesar (73,26%), tahun 2012 menurun menjadi sebesar (70,4%), Angka ini lebih besar bila dibandingkan dengan Indikator Indonesia Sehat 2010 yaitu 15 % penduduk. C. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang yang mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Rumah tangga merupakan unit terkecil dalam lingkungan, sehingga perilaku hidup yang bersih dan sehat selayaknya harus diterapkan dan ditanamkan kepada kepada seluruh anggata keluarga. Pada akhirnya keluarga yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat pula. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat. Hasil pemantauan rumah tangga pada tahun 2012, sebanyak rumah dipantau (5,53% dari total rumah tangga yang ada). Rumah tangga yang termasuk Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat sebanyak rumah atau sekitar 31,83 persen. Cakupan Rumah Tangga Ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di setiap kabupaten/kota terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
75 Gambar IV.20 Cakupan Rumah Tangga Ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.21 memperlihatkan bahwa cakupan rumah tangga yang ber-phbs di kabupaten/kota masih rendah terutama di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Bima yang capaiannya sekitar 20% daru rumah tangga yang dipantau. D. Pembinaan Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar Derajat kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan disamping faktor perilaku dan pelayanan kesehatan. Upaya penyehatan lingkungan dilakukan untuk mewujudkan mutu lingkungan yang lebih sehat, antara lain melalui pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan air bersih dan sanitasi di sarana pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan, pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan dan pengembangan wilayah sehat. Bentuk pelaksanaan upaya penyehatan lingkungan di masyarakat dapat dilihat dari indikator antara lain cakupan rumah sehat dan cakupan jamban keluarga D.1 Rumah Sehat dan Jamban Keluarga Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu memiliki jamban sehat, tempat pembuangan sampah, sarana air bersih, sarana Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
76 pembuangan air limbah, ventilasi baik, kepadatan hunian rumah sesuai dan lantai rumah tidak dari tanah. Hasil pengawasan kualitas lingkungan di Provinsi NTB pada tahun 2012, dari rumah yang ada, diperiksa sebanyak rumah (atau 92,57 % dari rumah yang ada). Rumah yang termasuk kategori Rumah Sehat sebanyak rumah (62,02% dari rumah yang diperiksa). Kondisi ini meningkat dibandingkan capaian tahun Cakupan Rumah Sehat di kabupaten/kota tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar IV.21 Cakupan Rumah Sehat di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.22 memperlihatkan bahwa rumah sehat paling banyak dijumpai di Kota Bima, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Cakupan Rumah Sehat di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 62). Rumah yang sehat harus juga memiliki jamban keluarga yang memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan sanitasi tahun 2012, sebanyak keluarga diperiksa (atau 96,33% dari keluarga yang ada), sebanyak memiliki jamban (63,49 % dari keluarga yang diperiksa). Namun yang memiliki jamban sehata hanya sebanyak keluarga (atau 81,88 % dari keluarga yang memiliki jamban). Kondisi ini meningkat dibandingkan tahun 2011 yang capaiannya sebanyak 72,47% keluarga yang memiliki Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
77 jamban keluarga. Data kepemilikan jamban sehat di kabupaten/kota dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar IV.22 Cakupan Jamban Keluarga di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.23 memperlihatkan bahwa keluarga di Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara semua (100%) keluarga yang diperilksa memiliki jamban keluarga yang sehat. D.2 Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes Rumah yang sehat tidak cukup hanya sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan. Oleh karena itu rumah juga harus berfungsi mencegah terjadinya penyakit, aman dan nyaman bagi penghuninya. Penyakit yang dapat ditularkan dari daerah rumah adalah penyakit Demam Berdarah Dengue. Oleh karena itu dilakukan pemantauan rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes. Cakupan rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
78 Gambar IV.23 Cakupan Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.24 memperlihatkan bahwa cakupan rumah/bangunan yang bebas jentik nyamuk Aedes di beberapa kabupaten/kota masih rendah terutama di Kabupaten Dompu dan Sumbawa. Cakupan rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes yang tinggi terdapat di Kota Mataram, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat. Hal ini berkaitan dengan gencarnya penyuluhan tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). D.3 Sarana Air Bersih Sarana air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang diperoleh dari berbagai sumber tergantung pada kondisi daerah setempat. Kondisi sumber air pada setiap daerah berbeda-beda tergantung pada keadaan alam dan kegiatan manusia yang terdapat pada daerah tersebut. Beberapa kendala yang menyebabkan masih tingginya jumlah orang yang belum terlayani fasilitas air bersih dan sanitasi dasar adalah sebaran penduduk yang tidak merata, beragamnya wilayah dan geografis, menurunnya kualitas dan kuantitas sumber air baku serta keterbatasan sumber pendanaan. Hasil pemantauan di Provinsi NTB tahun 2012, sarana air bersih yang digunakan oleh masyarakat dapat dilihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
79 Gambar IV.24 Sarana Air Bersih di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.25 memperlihatkan bahwa separuh masyarakat di Provinsi NTB menggunakan sumur gali untuk mendapatkan air bersih. Data terperinci tentang sarana air bersih yang digunakan di kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 64). D.3 Sumber Air Minum Keluarga Air minum yang layak yang dapat diakses oleh masyarakat masih sangat minim. Masalah kemiskinan sebagai salah satu penyebab rendahnya kemampuan penduduk mengakses air minum yang layak. Selain itu masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan, rendahnya kualitas bangunan septic tank dan masih buruknya sistem pembuangan limbah juga mempengaruhi ketersedian sumber air minum. Sumber air minum yang digunakan di keluarga di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
80 Gambar IV.25 Sumber Air Minum yang Digunakan Keluarga di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar IV.26 memperlihatkan bahwa keluarga di Provinsi NTB terbanyak menggunakan sumber terlindung yaitu sekitar 44,7% dan leding meteran sekitar 20%. E. Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Rumah sakit adalah suatu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan rawat inap dan rawat jalan yang memberikan pelayanan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang terdiri dari observasi, diagnostik, terapeutik dan rehabilitatif untuk orang-orang yang menderita sakit, cidera dan melahirkan. Indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan fasilitas perawatan, peningkatan mutu dan sarana rumah sakit antara lain sebagai berikut: E.1 Angka Kematian Umum Penderita yang Dirawat di Rumah Sakit Angka kematian umum penderita yang dirawat di rumah sakit (Gross Death Rate/GDR) pada 9 rumah sakit yang melapor dari 21 rumah sakit yang ada, rata-rata sebesar 15,48 per pasien keluar, sedangkan angka yang dapat ditolerir maksimum 45 per pasien keluar. Terdapat satu rumah sakit yakni Rumah Sakit Umum Praya dengan GDR melebihi nilai GDR yang dapat ditolerir yaitu sebesar 46,37 per pasien keluar. Namun secara keseluruhan angka GDR di NTB masih under reported Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
81 karena belum semua rumah sakit yang ada melaporkan capaian kinerjanya. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran (table 59). E.2 Angka Kematian Penderita yang Dirawat < 48 jam Pada tahun 2012 rata-rata angka kematian penderita yang dirawat < 48 jam (Net Death Rate/NDR) dari separuh rumah sakit yang ada di Provinsi NTB sebesar 8,29 atau sekitar 8-9 penderita dari penderita yang keluar. Namun angka tersebut juga masih under reported karena belum semua rumah sakit yang ada di Provindi NTB melaporkan capaian kinerjanya. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran (table 59). E.3 Pemakaian Tempat Tidur Rata-rata pemakaian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) pada tahun 2012 sangat rendah yaitu 46,29 % (BOR Ideal= 60%-80%). Angka tersebut tidak dapat menggambarkan keadaan keseluruhan karena masih ada rumah sakit yang belum melaporkan capaian BOR. Di 9 rumah sakit yang melapor dari 21 rumah sakit yang ada, sebanyak 6 rumah sakit mempunyai tingkat pemanfaatan cukup ideal yaitu RSU Patuh Patut Patju, RSU Praya, RSU dr. R. Soedjono Selong, RSUD Sumbawa, RSUD Bima, RSUD Sumbawa Barat dan RSUD Tanjung. Sedangkan di RSUD Kota Mataram dan RSUD Kab, Dompu tingkat pemanfaatannya masih kurang (<60%). selengkapnya dapat dilihat pada lampiran (table 60). E.4 Lama Rawat Pasien Rata-rata lama rawat seorang pasien (Length of Stay/LOS) di 9 rumah sakit yang melapor pada tahun 2012 adalah 3,88 hari, mengalami kenaikan bila dibandingkan nilai LOS tahun 2011 sebesar 2,54. Namun angka tersebut masih berada di bawah nilai LOS ideal yaitu antara 6-9 hari. Angka LOS di setiap rumah sakit dapat dilihat pada lampiran (tabel 60). E.5 Tempat Tidur Tidak Ditempati Angka Tempat Tidur Tidak tempati (Turn of Interval/TOI) menunjukkan efisiensi penggunaan tempat tidur, dimana angka ideal untuk TOI adalah 1-3 hari. Pada tahun 2012 rata-rata TOI di 9 rumah sakit yang melapor adalah 8,77. Kondisi ini lebih buruk Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
82 dibandingkan rata-rata TOI tahun 2011 sebesar 3,44. Angka LOS di setiap rumah sakit dapat dilihat pada lampiran (tabel 60). F. Pelayanan Kefarmasian Kecukupan obat dan ketersediaan obat merupakan salah satu komponen penting dari sarana pelayanan kesehatan yang bermutu. Pada tahun 2012 dari 144 jenis obat yang dilaporkan, pemakaian terbanyak adalah Ringer laktat Infus (500 ml/botol) dengan pemakaian rata-rata per bulan botol. Persentase tingkat kecukupan obat di kabupaten/kota yang paling tinggi adalah Natrium Bikarbonat tablet 500 mg (279) dan paling rendah adalah Polio 20 dosis (0) artinya tidak tersedia Polio 20 dosis. Berikut adalah gambar 15 jenis obat dengan persentase tingkat kecukupan tertinggi di Provinsi NTB Tahun Gambar IV Jenis Obat dengan Tingkat Kecukupan Tertinggi di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
83 BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara bermakna walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan hambatan. Pembangunan kesehatan masyarakat sangat memerlukan umber daya kesehatan yang merupakan semua perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan sebagai pendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. A. Sarana Kesehatan Sarana pelayanan kesehatan terdiri dari RS Umum, RS Jiwa, RS Bersalin, RS Khusus lainnya, Puskesmas Perawatan, Puskesmas Non Perawatan, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Rumah Bersalin, Balai pengobatan/klinik, Praktek Dokter Bersama, Praktek Dokter Perorangan dan Praktek Pengobatan Tradisional. Jumlah sarana pelayanan kesehatan tahun 2012 sebanyak unit yang terdiri dari 0,05% milik provinsi, 84,35 milik pemerintah kabupaten/kota, 0,04% milik TNI/Polri dan 15,57 milik swasta. A.1 Rumah Sakit Umum Rumah Sakit Umum (RSU) di Provinsi NTB sebanyak 21 unit yang terdiri dari 2 RSU milik pemerintah Provinsi NTB, 9 RSUD kabupaten/kota, 1 RS Angkatan Darat, 1 RS Bhayangkara dan 8 RS swasta. Pada tahun 2011 jumlah Rumah Sakit Umum sebanyak 16 unit, dan bertambah sebanyak 5 unit pada tahun 2012 yaitu RSU Kab. Lombok Utara, RSU Kab. Sumbawa Barat, RSUDP di Sumbawa, PKU Muhamadiyah, dan RS Harapan Keluarga. Distribusi rumah sakit di kabupaten/ kota terlihat pada tabel berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
84 Tabel V.1 Rumah Sakit di Provinsi NTB Tahun 2012 Kabupaten/Kota RSUD RS TNI/Polri RS Jiwa RS Swasta Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Mataram Kota Bima Provinsi Jumlah Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 A.2 Puskesmas Puskesmas di Provinsi NTB tahun 2012 berjumlah 157 buah yang terdiri dari 109 puskesmas non perawatan dan 48 puskesmas perawatan. Tidak ada penambahan puskesmas baru. Rasio puskesmas terhadap penduduk relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, rasio puskesmas 3,39 terhadap penduduk sedangkan pada tahun 2011, rasio puskesmas 3,38. Distribusi puskesmas di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada tabel berikut. Gambar V.1 Jumlah Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
85 A.3 Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat, berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada termasuk yang ada di masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Poskesdes (Pos Kesehatan Desa), Desa Siaga. A.3.1 Posyandu Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal di masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya, Posyandu dikelompokkan ke dalam 4 strata posyandu yaitu Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri. Data posyandu menurut strata di setiap kabupaten/kota dapat dilihat pada lampiran (tabel 72). Posyandu di Provinsi NTB menurut strata tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Gambar V.2 Persentase Posyandu menurut Strata dan Posyandu Aktif di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Pada tahun 2012, jumlah posyandu sebanyak buah. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2011 sebanyak buah. Jika dibandingkan dengan jumlah desa dan kelurahan, maka rasio posyandu terhadap desa/ kelurahan adalah 5,8 artinya Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
86 setiap desa mempunyai sekitar 5-6 posyandu. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan rasio posyandu tahun 2012 yaitu 5,63 atau rata-rata pada tiap desa/kelurahan terdapat 5-6 posyandu. Perkembangan jumlah posyandu dan desa/kelurahan di Provinsi NTB terlihat pada gambar berikut. Gambar V.3 Jumlah Posyandu dan Desa/Kelurahan di Provinsi NTB Tahun Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun Rasio posyandu terhadap 100 balita pada tahun 2012 adalah 1,30 artinya, berarti terdapat posyandu yang mempunyai sasaran lebih dari 100 balita. A.3.2 Pos Kesehatan Desa Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah UKBM yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/ menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Poskesdes dapat dikatakan sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelayanannya meliputi upaya promotif, preventif, dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela Iainnya. Poskesdes di harapkan sebagai pusat pengembangan dan kordinator berbagai UKBM yang dibutuhkan masyarakat desa, misalnya Posyandu dan warung obat desa (WOD). Pada tahun 2012 di Provinsi NTB terdapat 733 buah poskesdes. Jumlah poskesdes di setiap kabupaten/kota tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
87 Gambar V.4 Jumlah Poskesdes dan Desa/Kelurahan di kabupaten/kota se- Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Gambar V.4 memperlihatkan bahwa tidak semua desa mempunyai poskesdes, terutama di Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur. A.3.3 Desa Siaga Desa Siaga adalah desa/kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Pada tahun 2012 di Provinsi NTB telah terbentuk 993 Desa Siaga dari desa/kelurahan yang ada. Namun Desa Siaga yang aktif hanya sebanyak 978 desa/keluarahan. Desa Siaga aktif adalah desa yang mempunyai Poskesdes atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilance berbasis masyarakat yang meliputi gizi, penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Distribusi Desa Siaga dan Desa Siaga Aktif di Provinsi NTB tahun 2012 terlihat pada gambar berikut. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
88 Gambar V.5 Desa/Kelurahan, Desa Siaga dan Desa Siaga Aktif di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 B. Tenaga Kesehatan Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan, memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang memerlukan kewenangan dalam menjalankan pelayanan kesehatan. Pemerintah mengatur perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, pembinaan, dan pengawasan mutu tenaga kesehatan dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan dapat dikelompokkan sesuai dengan keahlian dan kualifikasi yang dimiliki, antara lain meliputi tenaga medis, tenaga kefarmasian, tenaga keperawatan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga sanitarian, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga keteknisian medis, dan tenaga kesehatan lainnya. Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi NTB pada tahun 2012 sebanyak orang dengan perincian sebagai berikut: Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
89 Tabel V.6 Jenis Tenaga Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Tabel V.2 memperlihatkan bahwa proporsi terbanyak adalah tenaga perawat sebanyak 40 persen dan bidan hampir dari seperempat tenaga kesehatan yang ada di Provinsi NTB. Tenaga fisioterapis sangat minim yaitu sebanyak 0,36 persen dari keseluruhan tenaga kesehatan yang ada di Provinsi NTB. Data terinci tentang tenaga kesehatan dapat dilihat pada lampiran (tabel 74 78). Tenaga dokter spesialis yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak 83 orang sehingga rasio dokter spesialis per penduduk di Provinsi NTB tahun 2012 sebesar 1,8. Rasio dokter spesialis ini berada di bawah standar WHO sebesar 6 per penduduk. Tenaga dokter umum yang ada di Provinsi NTB sebanyak 376 orang, yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak 355 orang, sehingga rasio dokter umum per penduduk adalah 7,66. Rasio dokter umum tahun 2012 lebih rendah daripada kondisi tahun 2011, rasio dokter umum tahun 2011 adalah 11,02 per penduduk. Rasio dokter umum di Provinsi NTB di bawah target nasional 40 per penduduk. Tenaga dokter gigi yang ada di Provinsi NTB sebanyak 108 orang, yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak 103 orang sehingga rasio dokter gigi adalah 2,2 per Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
90 penduduk. Rasio dokter gigi di Provinsi NTB masih dibawah target nasional 11 per penduduk. Tenaga perawat di Provinsi NTB sebanyak orang, yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak orang sehingga rasio tenaga perawat adalah 61,4 per penduduk. Tenaga bidan di Provinsi NTB sebanyak orang, yang bekerja di sarana kesehatan sebanyak orang sehingga rasio tenaga bidan adalah 37,3 per penduduk. C. Pembiayaan Kesehatan Pembiayaan pembangunan kesehatan se-provinsi NTB tahun 2012 diperoleh dari berbagai sumber yaitu APBD kabupaten/kota se-ntb, APBD Provinsi NTB, APBN (Dana Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan (TP) termasuk TP Rumah Sakit dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Jamkesmas dan Jampersal), Pinjaman/ Hibah Luar Negeri (PHLN), sumber pemerintah lainnya,swasta dan masyarakat. Pembiayaan kesehatan se-provinsi NTB tahun 2012 dapat dilihat pada gambar berikut. Tabel V.7 Pembiayaan Kesehatan di Provinsi NTB Tahun 2012 Sumber: Profil Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten/kota Tahun 2012 Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
91 Pada tahun 2012 anggaran kesehatan se-provinsi NTB tercatat sebanyak Rp atau Rp. 846,3 perkapita/tahun. Jika dibandingkan dengan penyataan WHO bahwa anggaran kesehatan yang ideal untuk menjamin terselenggaranya program/pelayanan kesehatan esensial adalah sebesar US$ 34/kapita atau sekitar Rp /kapita, berarti anggaran kesehatan di kabupaten/kota masih jauh dibawah patokan tentang kecukupan anggaran kesehatan di kabupaten/kota. Anggaran kesehatan berasal dari APBD kabupaten/kota sebanyak Rp (84,2 % dari total anggaran kesehatan se-provinsi NTB. Undang-undang nomor 36 tahun 2009 mengamanatkan bahwa anggaran untuk bidang kesehatan adalah 10% dari anggaran daerah di luar gaji. Jika Belanja Langsung dari APBD kabupaten/kota berjumlah Rp ,- dan total APBD kabupaten/kota se- Provinsi NTB tahun 2012 adalah Rp ,- berarti anggaran untuk bidang kesehatan di luar gaji sekitar 2,79 persen saja. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
92 BAB VI KESIMPULAN Hasil pembangunan kesehatan di Provinsi NTB tahun 2012 memperlihatkan beberapa keberhasilan. Antara lain kasus kematian bayi telah mengalami penurunan dalam kurun waktu , namun masih diatas angka nasional. Kasus kematian ibu tahun 2012 menurun dibandingkan tahun Dengan penurunan kasus kematian tersebut diharapkan target RPJMD tahun 2013 yaitu penurunan angka kematian menjadi sebesar 260 dan target MDGs sebesar 240 dapat tercapai. Menurunnya AKB berpengaruh terhadap terjadinya peningkatan umur harapan hidup. Peningkatan Angka Harapan Hidup di Provinsi NTB yang berarti adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Provinsi NTB walaupun saat ini AHH Provinsi NTB masih dibawah AHH nasional. Selain keberhasilan tersebut, masih terdapat beberapa kekurangan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang dapat dilihat dari belum tercapainya cakupan beberapa program dan kegiatan sesuai target yang diharapkan dan masih tingginya angka kesakitan beberapa penyakit. Berdasarkan hasil kinerja tersebut perlu ditelaah lebih lanjut terkait keberhasilan dan kekurangan pelaksanaan pembangunan kesehatan sebagai bahan perencanaan pembangunan kesehatan dan pengambilan keputusan di Provinsi NTB. Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
93 DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Survei Sosial Ekonomi Nasional Nusa Tenggara Barat Tahun 2011, Mataram, Tahun Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-provinsi NTB, Profil Kesehatan Kabupaten/Kota, tahun 2012 Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laporan Pemantauan Status Gizi Provinsi Nusa Tenggara Barat 2012, Mataram, tahun Profil Kesehatan Provinsi NTB Tahun
94 RESUME PROFIL KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 20, Km2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 1,425 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 2,248,451 2,387,866 4,636,317 Jiwa Tabel 2 4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 3.60 Jiwa Tabel 1 5 Kepadatan Penduduk /Km Jiwa/Km2 Tabel 1 6 Rasio Beban Tanggungan 55.0 Tabel 2 7 Rasio Jenis Kelamin 94.2 Tabel 2 8 Penduduk 10 tahun ke atas melek huruf 90,13 81,31 85,44 % Tabel 4 9 Penduduk 10 tahun ke atas dengan pendidikan tertinggi SMP % Tabel 5 B. DERAJAT KESEHATAN B.1 Angka Kematian 10 Jumlah Lahir Hidup 24,138 24, ,331 Bayi Tabel 6 11 Angka Lahir Mati (dilaporkan) Tabel 6 12 Jumlah Bayi Mati ,432 Bayi Tabel 7 13 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) per KH Tabel 7 14 Jumlah Balita Mati ,502 Balita Tabel 7 15 Angka Kematian Balita (dilaporkan) per KH Tabel 7 16 Jumlah Kematian Ibu 100 Ibu Tabel 8 17 Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 96.6 per KH Tabel 8 B.2 Angka Kesakitan 18 AFP Rate (non polio) < 15 th 3.42 per pend <15thn Tabel 9 19 Angka Insidens TB Paru per penduduk Tabel Angka Prevalensi TB Paru per penduduk Tabel Angka kematian akibat TB Paru per penduduk Tabel 10 78
95 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 22 Angka Penemuan Kasus TB Paru (CDR) % Tabel Success Rate TB Paru % Tabel Pneumonia Balita ditemukan dan ditangani % Tabel Jumlah Kasus Baru HIV Kasus Tabel Jumlah Kasus Baru AIDS Kasus Tabel Jumlah Infeksi Menular Seksual Lainnya Kasus Tabel Jumlah Kematian karena AIDS Jiwa Tabel Donor darah diskrining positif HIV % Tabel Persentase Diare ditemukan dan ditangani % Tabel Jumlah Kasus Baru Kusta (Pausi Basiler) Kasus Tabel Jumlah Kasus Baru Kusta (Multi Basiler) Kasus Tabel Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) per penduduk Tabel Persentase Kasus Baru Kusta 0-14 Tahun % Tabel Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta % Tabel Angka Prevalensi Kusta per Penduduk Tabel Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) % Tabel Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) % Tabel Jumlah Kasus Difteri Kasus Tabel Case Fatality Rate Difteri 0 % Tabel Jumlah Kasus Pertusis Kasus Tabel Jumlah Kasus Tetanus (non neonatorum) Kasus Tabel Case Fatality Rate Tetanus (non neonatorum) 0 % Tabel Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum Kasus Tabel Case Fatality Rate Tetanus Neonatorum 100 % Tabel Jumlah Kasus Campak Kasus Tabel Case Fatality Rate Campak 0 % Tabel Jumlah Kasus Polio Kasus Tabel Jumlah Kasus Hepatitis B Kasus Tabel Incidence Rate DBD per penduduk Tabel Case Fatality Rate DBD % Tabel Angka Kesakitan Malaria (Annual Parasit Incidence per penduduk Tabel 24 79
96 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 53 Case Fatality Rate Malaria % Tabel Angka Kesakitan Filariasis per penduduk Tabel 25 B.3 Status Gizi 55 Bayi baru lahir ditimbang % Tabel Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) % Tabel Balita Gizi Baik ,58 % Tabel Balita Gizi Kurang ,11 % Tabel Balita Gizi Buruk - - 3,52 % Tabel 27 C. UPAYA KESEHATAN C.1 Pelayanan Kesehatan 60 Kunjungan Ibu Hamil (K1) % Tabel Kunjungan Ibu Hamil (K4) % Tabel Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan % Tabel Pelayanan Ibu Nifas % Tabel Ibu hamil dengan imunisasi TT % Tabel Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe % Tabel Bumil Risti/Komplikasi ditangani % Tabel Neonatal Risti/Komplikasi ditangani % Tabel Bayi Mendapat Vitamin A % Tabel Anak Balita Mendapat Vitamin A % Tabel Ibu Nifas Mendapat Vitamin A % Tabel Peserta KB Baru % Tabel Peserta KB Aktif % Tabel Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) % Tabel Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) % Tabel Kunjungan Bayi (minimal 4 kali) % Tabel Desa/Kelurahan UCI % Tabel Cakupan Imunisasi Campak Bayi % Tabel Drop-Out Imunisasi DPT1-Campak (1.53) % Tabel Bayi yang diberi ASI Eksklusif % Tabel 41 80
97 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 80 Pemberian MP-ASI pada anak 6-23 bulan dari Gak % Tabel Cakupan Pelayanan Anak Balita (minimal 8 kali) % Tabel Balita ditimbang % Tabel Balita berat badan naik % Tabel Balita berat badan di bawah garis merah (BGM) % Tabel Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan % Tabel Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan % Tabel 46 Setingkat 87 Cakupan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan % Tabel 47 Setingkat 88 Pelayanan Kesehatan Usila (60 tahun +) % Tabel Sarkes dgn kemampuan yan. gadar level % Tabel Desa/Kel. terkena KLB ditangani < 24 jam % Tabel Rasio Tumpatan/Pencabutan Gigi Tetap Tabel SD/MI yang melakukan sikat gigi massal sekolah Tabel SD/MI yang mendapat pelayanan gigi sekolah Tabel Murid SD/MI Diperiksa (UKGS) % Tabel Murid SD/MI Mendapat Perawatan (UKGS) % Tabel Siswa SD dan setingkat mendapat perawatan gigi dan mulut % Tabel 53 C.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan 97 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kes. Pra Bayar % Tabel Penduduk Miskin (dan hampir miskin) dicakup Askeskin/Jamkesmas #DIV/0! #DIV/0! % Tabel % Pasien Maskin (dan hampir miskin) Mendapat Pelayanan Rawat Jalan di Sarana Kes. Strata 1 Tabel Pasien Maskin (dan hampir miskin) Mendapat % Pelayanan Rawat Jalan di Sarana Kes. Strata 2&3 Tabel 56 81
98 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 101 Pasien Maskin (dan hampir miskin) Mendapat % Pelayanan Rawat Inap di Sarana Kes. Strata 1 Tabel % Pasien Maskin (dan hampir miskin) Mendapat Pelayanan Rawat Inap di Sarana Kes. Strata 2&3 Tabel Cakupan Kunjungan Rawat Jalan % Tabel Cakupan Kunjungan Rawat Inap % Tabel Gross Death Rate (GDR) di RS per pasien keluar Tabel Nett Death Rate (NDR) di RS per pasien keluar Tabel Bed Occupation Rate (BOR) di RS % Tabel Length of Stay (LOS) di RS 3.88 Hari Tabel Turn of Interval (TOI) di RS 8.77 Hari Tabel 60 C.3 Perilaku Hidup Masyarakat 110 Rumah Tangga ber-phbs % Tabel 61 C.4 Keadaan Lingkungan 111 Rumah Sehat % Tabel Rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes % Tabel Keluarga dengan sumber air minum terlindung % Tabel Keluarga memiliki Jamban Sehat % Tabel Keluarga memiliki Tempat Sampah Sehat % Tabel Keluarga memiliki Pengelolaan Air Limbah Sehat % Tabel TUPM Sehat % Tabel Institusi dibina kesehatan lingkungannya % Tabel 68 D. SUMBERDAYA KESEHATAN D.1 Sarana Kesehatan 119 Jumlah Rumah Sakit Umum 21 Tabel Jumlah Rumah Sakit Khusus 1 Tabel Jumlah Puskesmas Perawatan 109 Tabel Jumlah Puskesmas non-perawatan 48 Tabel 70 82
99 NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran 123 Jumlah Apotek 243 Tabel Sarkes yang memiliki laboratorium kesehatan 100 % Tabel Sarkes yang memiliki 4 spesialis dasar % Tabel Jumlah Posyandu 6429 Posyandu Tabel Posyandu Aktif % Tabel Rasio posyandu per 100 balita 1.30 per 100 balita Tabel Jumlah Desa Siaga 993 Desa Tabel Desa Siaga Aktif % Tabel Jumlah Poskesdes 725 Poskesdes Tabel 73 D.2 Tenaga Kesehatan 132 Jumlah Dokter Spesialis Orang Tabel Rasio Dokter Spesialis per penduduk Tabel Jumlah Dokter Umum Orang Tabel Rasio Dokter Umum per penduduk Tabel Jumlah Dokter Gigi Orang Tabel Jumlah Bidan 1,777 1,777 Orang Tabel Rasio Bidan per penduduk Tabel Jumlah Perawat 1,222 1,711 2,933 Orang Tabel Jumlah Tenaga Kefarmasian Orang Tabel Jumlah Tenaga Gizi Orang Tabel Jumlah Tenaga Kesmas Orang Tabel Jumlah Tenaga Sanitasi Orang Tabel Jumlah Tenaga Teknisi Medis Orang Tabel Jumlah Fisioterapis Orang Tabel 78 D.3 Pembiayaan Kesehatan 146 Total Anggaran Kesehatan 3,923,986,014,815 Rp Tabel APBD Kesehatan thd APBD Kab/Kota % Tabel Anggaran Kesehatan Perkapita 846, Rp Tabel 79 83
100 TABEL 1 LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 LUAS JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN NO KABUPATEN/KOTA WILAYAH *) JUMLAH PENDUDUK RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK DESA ELURAHA DESA+KEL (km2) TANGGA *) TANGGA per km Lombok Barat 1, , , Lombok Tengah 1, , , Lombok Timur 1, ,141, , Sumbawa 6, , , Dompu 2, ,418 53, Bima 4, , , Sumbawa Barat 1, ,112 29, Lombok Utara ,836 65, Kota Mataram , , , Kota Bima ,954 36, JUMLAH PROVINSI 20, ,112 4,636,317 1,288, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
101 TABEL 2 JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KELOMPOK UMUR, RASIO BEBAN TANGGUNGAN, RASIO JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK RASIO RASIO JUMLAH NO KABUPATEN/KOTA BEBAN JENIS PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN TANG KELAMIN >=65 JUMLAH >=65 JUMLAH GUNGAN Lombok Barat 624,112 32,922 64, ,486 44,774 12, ,376 30,789 61, ,416 45,924 14, , Lombok Tengah 877,406 47,639 89, ,901 70,110 19, ,217 45,575 85, ,162 76,202 22, , Lombok Timur 1,141,094 63, , ,756 88,197 24, ,994 61, , , ,572 29, , Sumbawa 427,681 22,222 43, ,491 36,247 9, ,678 22,213 41,942 99,213 35,677 10, , Dompu 223,418 13,665 27,671 52,155 15,504 4, ,209 12,720 25,295 52,850 15,188 4, , Bima 443,663 24,690 53,110 98,379 33,503 11, ,981 23,287 50, ,687 34,983 12, , Sumbawa Barat 116,112 7,462 11,820 28,742 8,460 2,416 58,900 7,055 11,015 27,743 8,518 2,881 57, Lombok Utara 205,836 11,033 21,744 49,215 15,188 4, ,510 10,634 21,146 53,086 14,901 4, , Kota Mataram 426,040 20,888 37, ,664 31,352 7, ,554 19,732 35, ,453 32,109 9, , Kota Bima 150,954 7,879 14,394 37,955 10,674 3,130 74,032 7,396 13,905 40,551 11,360 3,710 76, JUMLAH PROVINSI 4,636, , ,569 1,061, ,009 98,763 2,248, , ,614 1,199, , ,301 2,387, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
102 TABEL 3 JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KELOMPOK UMUR (TAHUN) JUMLAH PENDUDUK LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,094 75, , ,059 63, , ,544 44,893 86, ,180 32,750 61, ,039 36,658 64,697 JUMLAH 2,248,451 2,387,866 4,636,317 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
103 TABEL 4 PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK USIA 10 KE ATAS LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN NO KABUPATEN/KOTA MELEK MELEK MELEK JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % HURUF HURUF HURUF Lombok Barat 391, , , , , ,099 80,44 2 Lombok Tengah 511, , , , , ,218 78,55 3 Lombok Timur 644, , , , ,136, ,593 85,36 4 Sumbawa 278, , , , , ,789 91,98 5 Dompu 137, , ,452 72, , ,527 89,58 6 Bima 268, , , , , ,356 88,18 7 Sumbawa Barat 73,795 70, ,111 39, , ,725 92,25 8 Lombok Utara 128, , ,050 63, , ,561 81,69 9 Kota Mataram 284, , , , , ,765 92,84 10 Kota Bima 96,970 92, ,613 57, , ,633 94,08 JUMLAH PROVINSI 2,815,630 2,538,427 90,13 1,916,656 1,559,837 81,31 4,732,286 4,098,264 85,44 Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional Nusa Tenggara Barat, BPS tahun
104 TABEL 5 PERSENTASE PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA TIDAK/ BELUM PERNAH SEKOLAH TIDAK/ BELUM TAMAT SD/MI SD/MI SMP/ MTs LAKI-LAKI SMA/ SMK/ MA AK/ DIPLOMA UNIVERSIT AS JUMLAH TIDAK/ BELUM PERNAH SEKOLAH TIDAK/ BELUM TAMAT SD/MI SD/MI PEREMPUAN Lombok Barat 13,49 25,13 24, ,25 22,75 23, Lombok Tengah 14,51 24,42 25, ,41 22,03 25, Lombok Timur 8,12 25,97 29, ,59 21,27 30, Sumbawa 4,40 20,88 30, ,85 22,23 31, Dompu 4,80 23,91 22, ,87 26,97 19, Bima 4,00 28,08 25, ,52 27,83 23, Sumbawa Barat 3,55 21,04 27, ,79 23,12 28, Lombok Utara 14,28 25,56 25, ,11 23,95 29, Kota Mataram 5,78 12,50 22, ,62 15,48 21, Kota Bima 3,23 17,80 19, ,39 17,06 17, SMP/ MTs SMA/ SMK/ MA AK/ DIPLO MA UNIVERSIT AS JUMLAH JUMLAH PROVINSI 8,84 23,50 26, ,34 22,07 26, Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional Nusa Tenggara Barat, BPS tahun
105 89 TABEL 5 PERSENTASE PENDUDUK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KE ATAS MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA TIDAK/ BELUM PERNAH SEKOLAH TIDAK/ BELUM TAMAT SD/MI LAKI-LAKI + PEREMPUAN SD/MI SMP/ MTs SMA/ SMK/ MA AK/ DIPLO MA UNIVERSITAS JUMLAH Lombok Barat ,00 16,31 12, Lombok Tengah ,61 15,67 12, Lombok Timur ,20 17,24 12, Sumbawa ,81 19,29 16, Dompu ,09 17,32 19, Bima ,61 16,73 19, Sumbawa Barat ,98 16,29 22, Lombok Utara ,43 14,72 11, Kota Mataram ,19 16,25 26, Kota Bima ,20 17,48 32, JUMLAH PROVINSI , Sumber : Survei Sosial Ekonomi Nasional Nusa Tenggara Barat, BPS tahun 2011
106 TABEL 6 JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH KELAHIRAN JUMLAH NO KABUPATEN/KOTA LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN PUSKESMAS HIDUP + HIDUP + HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP MATI MATI MATI Lombok Barat 16 13, ,204 2 Lombok Tengah , ,809 3 Lombok Timur 29 13, ,444 12, ,594 25, ,038 4 Sumbawa , ,177 5 Dompu 9 2, ,204 2, ,692 4, ,896 6 Bima 20 4, ,547 5, ,557 10, ,104 7 Sumbawa Barat 9 1, ,445 1, ,403 2, ,848 8 Lombok Utara 8 2, ,743 2, ,209 4, ,952 9 Kota Mataram 11 9, , Kota Bima 5 3, ,031 JUMLAH PROVINSI , ,510 24, , , ,105 ANGKA LAHIR MATI (DILAPORKAN) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan : Angka Lahir Mati (dilaporkan) tersebut di atas belum menggambarkan Angka Lahir Mati yang sebenarnya di populasi 90
107 TABEL 7 JUMLAH KEMATIAN BAYI DAN BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH KEMATIAN NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS LAKI - LAKI PEREMPUAN LAKI - LAKI + PEREMPUAN BAYI ANAK ANAK ANAK BALITA BAYI BALITA BAYI BALITA BALITA BALITA BALITA Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH PROVINSI , ,502 ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan : Angka kematian tersebut di atas (dilaporkan) belum menggambarkan AKB/AKABA yang sebenarnya di populasi 91
108 TABEL 8 JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KELOMPOK UMUR DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH KEMATIAN IBU JUMLAH LAHIR NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS KEMATIAN IBU HAMIL KEMATIAN IBU BERSALIN KEMATIAN IBU NIFAS JUMLAH KEMATIAN IBU HIDUP < 20 Thn Thn 35 Thn JUMLAH < 20 Thn Thn 35 Thn JUMLAH < 20 Thn Thn 35 Thn JUMLAH < 20 Thn Thn 35 Thn JUMLAH Lombok Barat 16 13, Lombok Tengah 25 19, Lombok Timur 29 25, Sumbawa 25 10, Dompu 9 4, Bima 20 10, Sumbawa Barat 9 2, Lombok Utara 8 4, Kota Mataram 11 9, Kota Bima 5 3, JUMLAH PROVINSI , ANGKA KEMATIAN IBU (DILAPORKAN) 96.6 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan: - Jumlah kematian ibu = jumlah kematian ibu hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas - Angka Kematian Ibu (dilaporkan) tersebut di atas belum bisa menggambarkan AKI yang sebenarnya di populasi 92
109 TABEL 9 JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) DAN AFP RATE (NON POLIO) MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK <15 TAHUN JUMLAH KASUS AFP (NON POLIO) AFP RATE (NON POLIO) Lombok Barat , Lombok Tengah , Lombok Timur , Sumbawa , Dompu 9 79, Bima , Sumbawa Barat 9 37, Lombok Utara 8 64, Kota Mataram , Kota Bima 5 43, JUMLAH PROVINSI 157 1,433, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di di RS 93
110 TABEL 10 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS BARU TB PARU DAN KEMATIAN AKIBAT TB PARU MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK KASUS BARU L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P Lombok Barat , , , , Lombok Tengah , , , , Lombok Timur , ,100 1,141, , ,094 1,315 1,030 2, Sumbawa , , , Dompu 9 113, , , Bima , , , Sumbawa Barat 9 58,900 57, , Lombok Utara 8 101, , , Kota Mataram , , , #DIV/0! #DIV/0! Kota Bima 5 74,032 76, , JUMLAH (KAB/KOTA) 157 2,248,451 2,387,866 4,636,317 2,103 1,531 4,339 1,469 1,028 2,511 3,572 2,559 7, ANGKA INSIDENS PER PENDUDUK KEMATIAN PER PENDUDUK Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS Catatan : Jumlah kolom 6 = jumlah kolom 7 pada Tabel 1, yaitu sebesar: JUMLAH KASUS TB PARU KASUS LAMA KASUS BARU + KASUS LAMA PREVALENSI (PER PENDUDUK) JUMLAH KEMATIAN AKIBAT TB PARU *) 94
111 TABEL 11 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PENEMUAN KASUS TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PERKIRAAN KASUS BARU *) TB PARU KLINIS BTA (+) ANGKA PENEMUAN KASUS (CDR) L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P Lombok Barat , , Lombok Tengah ,843 3,630 2,356 5, Lombok Timur 29 1,242 1,104 2,346 5,555 4,919 10, Sumbawa Dompu , , Bima , ,5 7 Sumbawa Barat ,234 1,130 2, Lombok Utara #DIV/0! #DIV/0! Kota Mataram , #DIV/0! #DIV/0! Kota Bima , JUMLAH (KAB/KOTA) 157 3,279 3,230 9,302 12,165 9,651 33,972 1,811 1,300 3, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 95
112 TABEL 12 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS DAN KESEMBUHAN TB PARU BTA+ MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 BTA (+) DIOBATI L P L + P L KESEMBUHAN P PENGOBATAN LENGKAP P JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,703 1,163 3, , L + P TB PARU L L + P ANGKA KESUKSESAN (SUCCESS RATE/SR) Sumber : Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 96
113 TABEL 13 PENEMUAN KASUS PNEUMONIA BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PNEUMONIA PADA BALITA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BALITA JUMLAH PERKIRAAN PENDERITA DITEMUKAN DAN DITANGANI PENDERITA L P L + P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 32,922 30,789 63,711 3,619 3,777 7,396 3, , , Lombok Tengah 25 47,639 45,575 93,214 4,520 5,031 9,551 2, , , Lombok Timur 29 63,966 61, ,046 6,292 7,230 13,522 5, Sumbawa 25 22,222 22,213 44,435 2,545 2,534 5, , Dompu 9 13,665 12,720 26,385 1,342 1,306 2, Bima 20 24,690 23,287 47,977 2,469 2,329 4,798 1, Sumbawa Barat 9 7,462 7,055 14, , Lombok Utara 8 11,033 10,634 21,667 1,202 1,237 2, , Kota Mataram 11 20,888 19,732 40,620 2,089 1,973 4,062 2, , , Kota Bima 5 7,879 7,396 15, , JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,847 25,562 26,835 52,397 10, , , Sumber : Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun Keterangan: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 97
114 TABEL 14 NO KABUPATEN/KOTA JUMLAH KASUS BARU HIV, AIDS, DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL LAINNYA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PUSKESMAS H I V JUMLAH KASUS BARU INFEKSI MENULAR SEKSUAL LAINNYA JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) A I D S Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
115 TABEL 15 PERSENTASE DONOR DARAH DISKRINING TERHADAP HIV-AIDS MENURUT JENIS KELAMIN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 DONOR DARAH NO UNIT TRANSFUSI DARAH SAMPEL DARAH DIPERIKSA POSITIF HIV JUMLAH PENDONOR L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % UTDC PMI Lombok Barat , , RSU Praya 0 0 3,565 0 ##### 0 ##### 3, #DIV/0! 0 #DIV/0! UTDC PMI Selong 5, ,980 5, , UDD PMI SUMBAWA/RSUD 2, ,423 2, , JUMLAH 8,203 1,200 30,315 8, , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
116 TABEL 16 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS KASUS DIARE YANG DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK JUMLAH PERKIRAAAN KASUS L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat , , ,112 12,551 13,100 25,651 16, , , Lombok Tengah , , ,406 17,564 19,551 37,115 14, , , Lombok Timur , ,100 1,141,094 22,461 25,807 48,268 23, , , Sumbawa , , ,681 9,208 8,883 18,091 8, , , Dompu 9 113, , ,418 4,789 4,662 9,451 3, , , Bima , , ,663 9,281 9,353 18,634 9, , , Sumbawa Barat 9 58,900 57, ,112 2,491 2,420 4,911 2, , , Lombok Utara 8 101, , ,836 4,147 4,274 8,421 3, , , Kota Mataram , , ,040 8,843 9,050 17,894 8, , , Kota Bima 5 74,032 76, ,954 3,132 3,254 6,386 2, , , JUMLAH (KAB/KOTA) 157 2,248,451 2,387,866 4,636,317 94, , ,822 94, , , L DIARE DIARE DITANGANI P L + P Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 100
117 TABEL 17 JUMLAH KASUS BARU KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KASUS BARU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS Pausi Basiler (PB)/ Kusta kering Multi Basiler (MB)/ Kusta Basah 0-14 TAHUN 15 TAHUN JUMLAH 0-14 TAHUN 15 TAHUN JUMLAH PB + MB L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA PENEMUAN KASUS BARU (NCDR/NEW CASE DETECTION RATE) PER PENDUDUK Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
118 TABEL 18 KASUS BARU KUSTA 0-14 TAHUN DAN CACAT TINGKAT 2 MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KASUS BARU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENDERITA KUSTA PENDERITA KUSTA 0-14 TAHUN CACAT TINGKAT 2 L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
119 TABEL 19 JUMLAH KASUS DAN ANGKA PREVALENSI PENYAKIT KUSTA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KASUS TERCATAT NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PB MB JUMLAH L P JML L P JML L P JML Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA PREVALENSI PER PENDUDUK Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
120 TABEL 20 KUSTA (PB) KUSTA (MB) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENDERITA PB RFT PB PENDERITA MB RFT MB 2011 L P JUMLAH 2010 L P JUMLAH L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan : Penderita PB tahun X - 1, Penderita MB tahun X - 2 X = tahun data. PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN
121 TABEL 21 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 DIFTERI PERTUSIS JUMLAH KASUS PD3I TETANUS (NON NEONATORUM) TETANUS NEONATORUM JUMLAH KASUS MENING- JUMLAH KASUS MENING- JUMLAH KASUS MENING- L P L+P GAL L P L+P L P L+P GAL L P L+P GAL Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) CASE FATALITY RATE (%) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
122 TABEL 22 JUMLAH KASUS PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I) MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS CAMPAK POLIO HEPATITIS B JUMLAH KASUS MENINGGAL L P L+P L P L+P L P L+P Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) CASE FATALITY RATE (%) 0.00 JUMLAH KASUS PD3I Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
123 TABEL 23 JUMLAH KASUS DBD MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 L P L+P L P L+P L P L+P Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) INSIDENCE RATE PER PENDUDUK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH KASUS MENINGGAL CFR (%) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Ket: Jumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk kasus yang ditemukan di RS 107
124 TABEL 24 KESAKITAN DAN KEMATIAN AKIBAT MALARIA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MALARIA PENDERITA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS TANPA PEMERIKSAAN DENGAN PEMERIKSAAN MENINGGAL CFR SEDIAAN DARAH SEDIAAN DARAH L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P Lombok Barat , Lombok Tengah 25 3,397 4,152 7, Lombok Timur , Sumbawa ,080 2,609 2,779 5, Dompu 9 4,154 2,605 6, Bima , Sumbawa Barat 9 4,044 2,824 6, Lombok Utara ,901 2,941 5, Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) ,185 10,071 46,663 7,127 6,638 13, ANGKA KESAKITAN (API) PER PENDUDUK Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
125 TABEL 25 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENDERITA FILARIASIS DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KASUS BARU DITEMUKAN PENDERITA FILARIASIS JUMLAH SELURUH KASUS *) L P L+P L P L+P Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) ANGKA KESAKITAN PER PENDUDUK (KAB/KOTA) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Ket : Jumlah Kasus Baru Nihil. *) Kasus Kumulatif 109
126 TABEL 26 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH LAHIR HIDUP L BAYI BARU LAHIR DITIMBANG P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 13,097 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 13, #DIV/0! 318 #DIV/0! Lombok Tengah 25 19,677 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 18, #DIV/0! 392 #DIV/0! Lombok Timur 29 13,293 12,494 25,787 13, , , Sumbawa 25 10,112 3, , , Dompu 9 2,189 2,680 4,869 2, , , Bima 20 4,519 5,545 10,064 4, , , Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 1, , , Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2, , , Kota Mataram 11 9, , #DIV/0! 116 #DIV/0! Kota Bima 5 3,020 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 3, #DIV/0! 0 #DIV/0! JUMLAH (KAB/KOTA) ,138 24, ,331 27, , , , , , L + P L BBLR P L + P Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
127 TABEL 27 STATUS GIZI BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA KECAMATAN BALITA DITIMBANG GIZI LEBIH GIZI BAIK GIZI KURANG GIZI BURUK L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 3,222 1, , Lombok Tengah 25 3,587 1, , Lombok Timur 29 6,144 5, , Sumbawa 25 6,992 5, , Dompu 9 2,096 3, , Bima 20 5,242 4, , Sumbawa Barat 9 1,450 1, , Lombok Utara 8 1, , Kota Mataram 11 1,788 1, , Kota Bima 5 1, , JUMLAH (KAB/KOTA) ,385 26, ,253 81, ,702 14,11 1,169 3,52 BALITA Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi, Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun
128 TABEL 28 NO CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL, PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN, DAN PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS IBU HAMIL IBU BERSALIN JUMLAH K1 % K4 % JUMLAH DITOLONG NAKES % JUMLAH IBU NIFAS MENDAPAT YANKES Lombok Barat 16 16,271 15, , ,531 13, ,531 12, Lombok Tengah 25 21,012 20, , ,055 18, ,055 19, Lombok Timur 29 28,825 29, , ,517 25, ,517 24, Sumbawa 25 11,149 10, , ,647 9, ,647 10, Dompu 9 5,825 5, , ,295 4, ,295 4, Bima 20 11,690 11, , ,159 10, ,064 8, Sumbawa Barat 9 3,028 3, , ,889 2, ,889 2, Lombok Utara 8 5,368 5, , ,123 4, ,586 4, Kota Mataram 11 10,918 10, , ,421 9, ,421 8, Kota Bima 5 3,713 3, , ,545 3, ,545 3, JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , ,550 99, % Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
129 TABEL 29 PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI TT PADA IBU HAMIL MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 IMUNISASI TETANUS TOKSOID PADA IBU HAMIL JUMLAH IBU NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS TT-1 TT-2 TT-3 TT-4 TT-5 TT2+ HAMIL JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 16,271 15, , , Lombok Tengah 25 21,012 6, , , , , , Lombok Timur 29 28,825 29, , , Sumbawa 25 11,149 9, , , Dompu 9 5,825 5, , , Bima 20 11,690 11, , , Sumbawa Barat 9 3,028 2, , , Lombok Utara 8 5,368 4, , , Kota Mataram 11 10,918 10, , , , Kota Bima 5 3,713 3, , , JUMLAH (KAB/KOTA) ,799 98, , , , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
130 TABEL 30 JUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN TABLET FE1 DAN FE3 MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 FE1 (30 TABLET) FE3 (90 TABLET) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 16,271 15, , Lombok Tengah 25 21,012 21, , Lombok Timur 29 28,825 29, , Sumbawa 25 11,149 10, , Dompu 9 5,825 5, , Bima 20 11,690 10, , Sumbawa Barat 9 3,028 3, , Lombok Utara 8 5,368 5, , Kota Mataram 11 10,918 10, , Kota Bima 5 3,713 3, , JUMLAH (KAB/KOTA) , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
131 TABEL 31 JUMLAH DAN PERSENTASE IBU HAMIL DAN NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS JUMLAH IBU HAMIL BUMIL RISTI/ KOMPLIKASI BUMIL RISTI/ KOMPLIKASI DITANGANI JUMLAH LAHIR HIDUP PERKIRAAN NEONATAL RISTI/KOMPLIKASI NEONATAL RISTI/KOMPLIKASI DITANGANI Σ % L P L + P L P L + P Σ % Σ % Σ % Lombok Barat 16 16,271 3,254 3, ,097 2,219 1, Lombok Tengah 25 21,012 4,202 3, ,677 2,952 1, Lombok Timur 29 28,825 5,765 5, ,293 12,494 25,787 1,994 1,874 3,868 1, , , Sumbawa 25 11,149 2,230 1, ,112 1,379 1, Dompu 9 5,825 1,165 1, ,189 2,680 4, Bima 20 11,690 2,338 2, ,10 4,520 5,545 10, Sumbawa Barat 9 3, ,432 1,395 2, Lombok Utara 8 5,368 1, ,705 2,173 4, Kota Mataram 11 10,918 2,184 1, ,000 1, Kota Bima 5 3, , JUMLAH (KAB/KOTA) ,799 23,560 21, ,139 24, ,564 3,506 3,553 14,841 1, , , L P L + P Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
132 TABEL 32 CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A PADA BAYI, ANAK BALITA, DAN IBU NIFAS MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 BAYI ANAK BALITA (1-4 TAHUN) IBU NIFAS NO KABUPATEN/ BAYI 6-11 BULAN MENDAPAT VIT A MENDAPAT VIT A 2X MENDAPAT PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH KOTA L P L + P L P L + P JUMLAH VIT A L P L+P Σ % Σ % Σ % L P L+P Σ % Σ % Σ % Σ % Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 14, ,952 30,212 59,164 43, ,531 13, Lombok Tengah 25 9,039 10,062 19,101 22, ,157 40,247 76,404 64, ,055 19, Lombok Timur 29 7,515 7,060 14,575 7, , , ,061 44,213 91,274 44, , , ,517 26, Sumbawa 25 10,136 5, ,904 34, ,647 8, Dompu 9 2,683 2,612 5,295 1, , , ,732 10,448 21,180 7, , , ,295 4, Bima 20 5,514 5, ,742 34, ,064 9, Sumbawa Barat 9 1,395 1,357 2,752 1, , , ,584 5,424 11,008 4, , , ,889 2, Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 1, , , ,025 12,366 24,391 7, , , ,586 4, Kota Mataram 11 5,741 3, ,701 23, ,421 8, Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 1, , , ,160 5,799 11,958 6, , , ,545 2, JUMLAH (KAB/KOTA) ,505 32,722 86,618 13, , , , , ,727 69, , , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Ket. Data Bayi 6-11 bln data riil Kabupaten/Kota 116
133 TABEL 33 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS MKJP PESERTA KB AKTIF IUD % MOP % MOW % IM PLANT % JUMLAH % SUNTIK % PIL % KON DOM % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % Lombok Barat 16 9, , , , , , , , , Lombok Tengah 25 14, , , , , , , , , , Lombok Timur 29 22, , , , , , , , , , Sumbawa 25 9, , , , , , , , , Dompu 9 5, , , , , , , , , Bima 20 13, , , , , , , , , Sumbawa Barat 9 3, , , , , , , , Lombok Utara , , , , , , Kota Mataram 11 PROPORSI PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSI DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MKJP + % MKJP NON MKJP + NON MKJP 10 Kota Bima 5 4, , , , , , , , JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , , , , , , NON MKJP Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. 117
134 TABEL 34 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS MKJP PESERTA KB BARU IUD % MOP % MOW % IMPLANT % JUMLAH % SUNTIK % PIL % KONDOM % OBAT VAGINA % LAIN NYA % JUMLAH % Lombok Barat 16 1, , , , , , , Lombok Tengah 25 2, , , , , , , , Lombok Timur 29 3, , , , , , , , Sumbawa 25 4, , , , , , , , Dompu 9 1, , , , , , , , Bima 20 7 Sumbawa Barat , , , Lombok Utara , , , , Kota Mataram 11 PROPORSI PESERTA KB BARU MENURUT JENIS KONTRASEPSI DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN Kota Bima 5 2, , , , , , , JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , , , , , NON MKJP MKJP + NON MKJP % MKJP + NON MKJP Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Keterangan: MKJP = Metode Kontrasepsi Jangka Panjang 118
135 TABEL 35 PESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIF NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH PUS JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat ,839 22, , Lombok Tengah ,813 40, , Lombok Timur ,962 56, , Sumbawa 25 89,229 28, , Dompu 9 50,157 19, , Bima 20 95,492 23, , Sumbawa Barat 9 20,900 3, , Lombok Utara 8 33,983 6, , Kota Mataram 11 JUMLAH PESERTA KB BARU DAN KB AKTIF MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN Kota Bima 5 22,248 7, , JUMLAH (KAB/KOTA) , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
136 TABEL 36 CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 KUNJUNGAN NEONATUS 1 KALI (KN1) KUNJUNGAN NEONATUS 3 KALI (KN LENGKAP) KABUPATEN/ JUMLAH BAYI LAHIR HIDUP NO PUSKESMAS KOTA L P L + P L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 13,097 13, , Lombok Tengah 25 19,677 19, , Lombok Timur 29 13,293 12,494 25,787 13, , , , , , Sumbawa 25 10,112 4, , , , , Dompu 9 2,189 2,680 4,869 2, , , , , , Bima 20 4,584 5,673 10,257 4, , , , , , Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 1, , , , Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2, , , , , , Kota Mataram 11 9,925 8, , Kota Bima 5 3,020 3, , JUMLAH (KAB/KOTA) ,203 24, ,449 28, , , , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
137 TABEL 37 CAKUPAN KUNJUNGAN BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI KUNJUNGAN BAYI (MINIMAL 4 KALI) L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 12, Lombok Tengah 25 9,039 10,062 19,101 20, Lombok Timur 29 13,542 12,662 26,204 12, , , Sumbawa 25 10,136 4,425 4,651 9, Dompu 9 2,683 2,612 5,295 2, , , Bima 20 4,773 5,854 10,627 5, , , Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 2, Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2, , , Kota Mataram 11 9,925 9, Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 3, JUMLAH (KAB/KOTA) ,343 44, ,619 27, , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
138 TABEL 38 CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCI MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH DESA/KEL DESA/KEL UCI % DESA/KEL UCI Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,112 1, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
139 TABEL 39 CAKUPAN IMUNISASI DPT, HB, DAN CAMPAK PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 BAYI DIIMUNISASI DO RATE (%) NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI DPT1+HB1 DPT3+HB3 CAMPAK L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 7, , , , , , , , , Lombok Tengah 25 9,039 10,062 19,101 20, , , Lombok Timur 29 13,542 12,662 26,204 29, , , Sumbawa 25 10,136 10, , , Dompu 9 2,683 2,612 5,295 2, , , , , , , , , Bima 20 10,627 10, , , Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 2, , , Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2, , , , , , , , , Kota Mataram 11 9,925 9, , , Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 3, , , JUMLAH (KAB/KOTA) ,570 38, ,619 12, , , , , , , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
140 TABEL 40 CAKUPAN IMUNISASI BCG DAN POLIO PADA BAYI MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI BCG BAYI DIIMUNISASI L P L + P L POLIO3 L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 7, , , , , , P L + P 2 Lombok Tengah 25 9,039 10,062 19,101 19, , Lombok Timur 29 13,542 12,662 26,204 27, , Sumbawa 25 10,136 10, , Dompu 9 2,683 2,612 5,295 2, , , , , , Bima 20 10,627 10, , Sumbawa Barat 9 1,432 1,395 2,827 2, , Lombok Utara 8 2,705 2,173 4,878 2, , , , , , Kota Mataram 11 9,925 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 8, #DIV/0! 0 #DIV/0! 9, Kota Bima 5 1,930 1,905 3, , , JUMLAH (KAB/KOTA) ,570 38, ,619 12, , , , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
141 TABEL 41 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BAYI JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 7,238 7,553 14,791 4, , , Lombok Tengah 25 7,630 #DIV/0! - #DIV/0! 6, Lombok Timur 29 8,929 8,403 17,332 6, , , Sumbawa 25 10, , Dompu 9 2,683 2,612 5,295 1, , , Bima 20 JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN ,988 5,275 7 Sumbawa Barat 9 1,104 1,472 2, , Lombok Utara 8 2,705 2,173 4, , Kota Mataram 11 4,965 - #DIV/0! - #DIV/0! 1, Kota Bima 5 1,930 1,905 3,835 1, , , JUMLAH (KAB/KOTA) ,589 24,118 82,426 14, , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan: - AE Bayi yang lulus AE 6 bulan. 125
142 TABEL 42 PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI ANAK USIA 6-23 BULAN KELUARGA MISKIN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 ANAK 6-23 BULAN NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS DARI KELUARGA MISKIN MENDAPAT MP-ASI % L P L+P L P L+P L P L+P Lombok Barat 16 12, Lombok Tengah 25 6, Lombok Timur Sumbawa 25 4, Dompu 9 2,531 3,094 5, Bima Sumbawa Barat Lombok Utara 8 2,109 2,026 4, , Kota Mataram 11 4, Kota Bima , JUMLAH (KAB/KOTA) ,981 4, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun Keterangan : Jenis MP ASI pabrikan 126
143 TABEL 43 NO KABUPATEN/ KOTA CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PUSKESMAS JUMLAH ANAK BALITA (12-59 BULAN) MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN (MINIMAL 8 KALI) L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 28,952 30,212 59,164 32, Lombok Tengah 25 45,196 50,309 95,505 71, Lombok Timur 29 54,040 50, ,815 34, , , Sumbawa 25 25,454 25,339 50,793 47, Dompu 9 10,732 10,448 21,180 10, , , Bima 20 19,102 23,376 42,478 16, , , Sumbawa Barat 9 11,008 9, Lombok Utara 8 9,620 9,894 19,514 8, , , Kota Mataram 11 39,700 26, Kota Bima 5 6,160 5,799 11,959 10, JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , , L P L + P Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
144 TABEL 44 JUMLAH BALITA DITIMBANG MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS BALITA YANG ADA L DITIMBANG P L+P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 36,190 37,765 73,955 51, , , BALITA L BB NAIK P L+P L P BGM L+P 2 Lombok Tengah 25 45,196 50,309 95,506 36, , , , , , , Lombok Timur 29 62,923 72, ,220 49, , , , , , , Sumbawa 25 25,354 25,211 50, , , Dompu 9 13,415 13,060 26,475 7, , , , , , Bima 20 53,137 35, , , Sumbawa Barat 9 6,965 6,795 13,760 4, , , , , , Lombok Utara 8 12,025 12,366 24,391 7, , , , , , Kota Mataram 11 25,650 23,976 49,626 12, , , , , , Kota Bima 5 7,879 7,396 15,275 6, , , , , , JUMLAH (KAB/KOTA) , , , , , , , , , , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
145 TABEL 45 CAKUPAN BALITA GIZI BURUK YANG MENDAPAT PERAWATAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH BALITA GIZI BURUK MENDAPAT PERAWATAN L P L P L+P Σ % Σ % Σ % Lombok Barat L + P 2 Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
146 TABEL 46 CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MURID KELAS 1 SD DAN SETINGKAT NO KABUPATEN/ MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS JUMLAH KOTA L P L + P L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 12,773 11, Lombok Tengah 25 11,487 10,688 22,175 10, , , Lombok Timur 29 11,279 11,327 27,227 12, , , Sumbawa 25 6,632 3,278 2,904 6, Dompu 9 3,871 3,752 7,623 3, , , Bima 20 6,199 6,221 12,420 4, , , Sumbawa Barat 9 1,530 1,331 2,861 1, , , Lombok Utara 8 9 Kota Mataram 11 8,059 7, Kota Bima 5 1,274 1,213 2,487 1, , , JUMLAH (KAB/KOTA) ,640 34, ,257 36, , , CAKUPAN PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD & SETINGKAT Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
147 TABEL 47 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN SISWA SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MURID SD DAN SETINGKAT L P L + P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat 16 12,773 11, Lombok Tengah ,507 10, , , Lombok Timur ,284 12, , , Sumbawa 25 17,000 16,245 34,652 6, , , Dompu 9 14,806 14,289 29,095 8, , , Bima 20 33,026 34,283 67,309 4, , , Sumbawa Barat 9 7,958 7,433 15,189 7, Lombok Utara Kota Mataram 11 48,563 4, Kota Bima 5 1,274 1,213 2,487 1, , , JUMLAH (KAB/KOTA) , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun JUMLAH L MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN SESUAI STANDAR P L + P 131
148 TABEL 48 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH L P L+P L % P % L+P % Lombok Barat 16 16,763 17,892 34,655 10, , , Lombok Tengah 25 88,351 97, ,838 4, , , Lombok Timur 29 80,382 78, ,885 5, , , Sumbawa 25 15,248 16,159 31,407 2, , , Dompu 9 13,455 13,549 27,004 4, , , Bima 20 15,833 17,854 33,687 10, , , Sumbawa Barat 9 3,703 4,265 7,968 2, , , Lombok Utara Kota Mataram 11 25,545 1,924 6,190 8, Kota Bima 5 4,307 5,037 9, , , JUMLAH (KAB/KOTA) , , ,333 44, , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun USILA (60TAHUN+) MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN 132
149 TABEL 49 PERSENTASE SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT (GADAR ) LEVEL I PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 MEMPUNYAI KEMAMPUAN YAN. GADAR LEVEL I NO SARANA KESEHATAN JUMLAH SARANA JUMLAH % Rumah Sakit Umum Rumah Sakit Jiwa Rumah Sakit Khusus Lainnya Puskesmas Perawatan Sarana Pelayanan Kesehatan Lainnya JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
150 TABEL 50 NO JENIS KEJADIAN LUAR BIASA YANG TERSERANG JUMLAH KEC JUMLAH DESA L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P Flu Burung ,059 75, , AFP ,757 30,804 58, DBD ,397 76, , Keracunanan makanan , KIPPI , #DIV/0! #DIV/0! Tetanus Neonatorum , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun JUMLAH PENDERITA DAN KEMATIAN PADA KLB MENURUT JENIS KLB PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH PENDUDUK TERANCAM JUMLAH PENDERITA ATTACK RATE (%) JUMLAH KEMATIAN CFR (%) , , ,
151 TABEL 51 DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAM MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH DESA/KELURAHAN TERKENA KLB NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS DESA/ RATA2 KEJADIAN DESA/KELURAHAN KLB DITANGANI KELURAHAN JUMLAH % PER JUMLAH DESA/KELURAHAN <24 JAM Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
152 TABEL 52 NO KABUPATEN/KOTA PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PUSKESMAS TUMPATAN GIGI TETAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT L P L + P L P L + P L P L + P Lombok Barat ,532 1,061 1,181 3, Lombok Tengah 25 1,246 1, Lombok Timur 29 1, Sumbawa ,744 2,341 2,298 4, Dompu , Bima , Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram 11 5,017 2, Kota Bima 5 1,149 3, JUMLAH (KAB/ KOTA) 157 1,637 1,966 12,352 4,396 4,723 19, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun PENCABUTAN GIGI TETAP RASIO TUMPATAN/ PENCABUTAN 136
153 TABEL 53 PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SD DAN SETINGKAT MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH JUMLAH NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH MURID SD/MI MURID SD/MI DIPERIKSA PERLU PERAWATAN MENDAPAT PERAWATAN JUMLAH SD/MI SD/MI % % SD/MI DGN MENDAPAT L P L + P L % P % L + P % L P L + P L % P % L + P % SIKAT YAN. GIGI Lombok Barat ,773 11, Lombok Tengah ,507 10,014 9,790 19, ,461 5, Lombok Timur ,284 5, Sumbawa ,988 2,662 5,650 2, , , , ,912 5 Dompu ,806 14,289 29,095 1, , , , Bima 20 7 Sumbawa Barat ,958 7,433 15,391 1, , , ,521 1, Lombok Utara 8 9 Kota Mataram ,563 7, ,611 5, Kota Bima ,574 8,702 18,276 1, , , , , JUMLAH (KAB/ KOTA) 157 3, , ,539 57, ,665 14, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun UKGS (PROMOTIF DAN PREVENTIF) 137
154 TABEL 54 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS PENYULUHAN KESEHATAN JUMLAH SELURUH KEGIATAN PENYULUHAN KELOMPOK JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN MASSA Lombok Barat 16 2, Lombok Tengah 25 3, Lombok Timur 29 3,601 2,243 4 Sumbawa 25 2, Dompu 9 22,694 1,420 6 Bima 20 2, Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima 5 1, SUB JUMLAH I ,228 4,972 1 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Rumah Sakit - - JUMLAH (KAB/KOTA) 40,300 5,358 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun JUMLAH KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN
155 TABEL 55 CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PRA BAYAR MENURUT JENIS JAMINAN, JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS JUMLAH PENDUDUK JUMLAH PESERTA JAMINAN KESEHATAN PRA BAYAR L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P Lombok Barat , , ,113 25,702 2, ,972 61,267 1,637 4, , Lombok Tengah , , ,406 36, ,932 25, , Lombok Timur , ,100 1,141,094 49, , , ,650 33,208 38,178 71, , , , Sumbawa , , ,681 49, ,437 15,949 36,394 3,935 4,068 9,502 22,248 25,041 95, Dompu 9 113, , ,418 10,975 10,950 21,925 60,058 58, ,669 2,477 2,523 5,000 39,855 38, , Bima , , ,663 19, , , Sumbawa Barat 9 58,900 57, ,112 13, ,777 65, , Lombok Utara 8 101, , , ,488 59, ,995 8,594 8,799 17,393 71,082 68, , Kota Mataram , , ,040 61,102 5, ,917 13, , Kota Bima 5 74,032 76, ,954 8,862 9,176 18,038 19,542 21,576 41, ,404 30,752 59, JUMLAH (KAB/KOTA) 157 2,248,451 2,387,866 4,636,317 19,837 20, ,425 8, , ,273 1,973,238 48,214 53, , , ,964 2,545, PERSENTASE (KAB/KOTA) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun ASKES JAMSOSTEK ASKESKIN/JAMKESMAS LAINNYA JUMLAH % 139
156 TABEL 56 NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS CAKUPAN PELAYANAN RAWAT JALAN MASYARAKAT MISKIN (DAN HAMPIR MISKIN) MENURUT STRATA SARANA KESEHATAN, JENIS KELAMIN, DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH YANG ADA Jamkesmas Pusat Jamkesmas NTB Jumlah Jamkesmas L P L + P L DAN STRATA P 3) L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat , , , , Lombok Tengah , , , , Lombok Timur , , , , , , , , , , , , Sumbawa , , , , Dompu 9 60,058 58, ,669 60, , , , , , , , , Bima , , , , Sumbawa Barat 9 36,777 36, , Lombok Utara 8 71,082 68, ,388 71, , , , , , Kota Mataram , , , , Kota Bima 5 19,542 21,576 41,118 19, , , , , , JUMLAH (KAB/KOTA) 157 2,255, ,910 ##### 460,301 #DIV/0! 2,255, , ,531 1,190, ,223 3,275 27, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun DICAKUP ASKESKIN/JAMKESMAS MASYARAKAT MISKIN (DAN HAMPIR MISKIN) MENDAPAT YANKES RAWAT JALAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR (PASIEN MASKIN DI SARKES STRATA 1) PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN (PASIEN MASKIN DI SARKES STRATA 2 140
157 TABEL 57 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS CAKUPAN PELAYANAN RAWAT INAP MASYARAKAT MISKIN (DAN HAMPIR MISKIN) MENURUT STRATA SARANA KESEHATAN, JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH YANG ADA MASYARAKAT MISKIN DAN HAMPIR MISKIN PELAYANAN KESEHATAN DASAR (PASIEN MASKIN DI SARKES STRATA 1) MENDAPAT YANKES RAWAT INAP PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN (PASIEN MASKIN DI SARKES STRATA 2 DAN STRATA 3) L P L + P L P L + P L P L+P JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat ,972 2, , Lombok Tengah , , , Lombok Timur , , ,036 7, , , , Sumbawa ,235 12, Dompu 9 60,058 58, , , Bima ,814 16, , Sumbawa Barat 9 36, Lombok Utara 8 71,082 68, ,388 2, Kota Mataram ,917 2, Kota Bima 5 19,542 21,576 41, JUMLAH (KAB/KOTA) , ,301 2,255,858 8, , , ### 30, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
158 TABEL 58 NO JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN, RAWAT INAP, DAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA DI SARANA PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 SARANA PELAYANAN KESEHATAN JUMLAH KUNJUNGAN KUNJUNGAN GANGGUAN JIWA L P L+P L P L+P L P L+P I Puskesmas.. 1 Kab. Lombok Barat 143, , ,656 1,888 2,806 4, Kab. Lombok Tengah 176, , ,320 7,751 10,337 18, Kab. Lombok Timur 371, , ,291 10,712 19,361 30, ,857 4 Kab. Sumbawa , , ,161 5 Kab. Dompu 59,492 56, ,965 1,202 1,211 2, Kab. Bima 205,274 16, ,004 7 Kab. Sumbawa Barat 46,884 68, ,499 1,136 1,161 2, Kab. Lombok Utara , , Kota Mataram 183, , , ,146 1, , Kota Bima , , SUB JUMLAH I 982,059 1,471,805 3,174,626 23,524 36,022 89,565 1,806 1,114 9,208 II Rumah Sakit 1 RSU Provinsi NTB 2 RSUD Kota Mataram RSU Patut Patuh Patju 38,949 7, RSU Praya 47,188 93,979 12, , RSU Dr Soedjono Selong 73,940 20, RSU Sumbawa 38,934 13, RSU Dompu 9,142 9,730 18,872 3,705 4,906 8, RSU Bima RSJ Mataram RSAD Rem Wirabhakti RS Bhayangkara RS Siti Hajar RSK Santo Antonius RS Yatofa RS Risa Sentra Medika RS Bio Medika RS Sumbawa Barat , , RSUD Tanjung , , SUB JUMLAH II 9,142 9, ,525 97,684 17, , III Sarana Yankes lainnya (sebutkan) 1 Sarkes Lainnya Lombok Tengah 0 56,387 1,768 58, Sarkes Lainnya sumbawa SUB JUMLAH III ,387 1,768 58, JUMLAH (KAB/KOTA) 991,201 1,481,535 3,435, ,595 55, ,350 1,820 1,131 9,239 JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 2,248,451 2,387,866 4,636,317 2,248,451 2,387,866 4,636,317 CAKUPAN KUNJUNGAN (%) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH 142
159 TABEL 59 ANGKA KEMATIAN PASIEN DI RUMAH SAKIT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO NAMA RUMAH SAKITa JENIS RSb L P L + P L P L + P LJAM DIRAWAT P L + P L P L + P L P L + P RSU Provinsi NTB Umum 2 RSUD Kota Mataram Umum , , RSU Patut Patuh Patju Umum RSU Praya Umum , RSU Dr Soedjono Selong Umum , RSUD SUMBAWA RS UMUM , RSU Kab. Dompu RS UMUM 118 3,705 4,906 8, RSUD Kab.Bima Umum , RSUD Sumbawa Barat Umum 25 2, RSUD Tanjung Umum , RSJ Mataram Jiwa 12 RSAD Rem Wirabhakti Tentara 13 RS Bhayangkara Polisi 14 RS Siti Hajar Swasta 15 RSK Santo Antonius Swasta 16 RS Yatofa Swasta 17 RS Risa Sentra Medika Swasta 18 RS Bio Medika Swasta JUMLAH JUMLAH TEMPAT TIDUR PASIEN KELUAR (HIDUP + MATI) PASIEN KELUAR MATI PASIEN KELUAR MATI 48 1,114 7,182 7, , , , GDR NDR Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta b Jenis rumah sakit RS umum atau RS khusus, untuk RS khusus sebutkan jenis kekhususannya (RS Jiwa, RS TB Paru, RS Kusta, dll) 143
160 TABEL 60 NO NAMA RUMAH SAKITa JENIS RSb PASIEN KELUAR (HIDUP + PASIEN KELUAR MATI PASIEN KELUAR MATI 48 JAM RSU Provinsi NTB Umum 2 RSUD Kota Mataram Umum 132 6, , RSU Patut Patuh Patju Umum 120 5, , RSU Praya Umum , , RSU Dr Soedjono Selong Umum , , RSUD SUMBAWA Umum , , RSU Kab. Dompu Umum 118 8, , RSUD Kab.Bima Umum , , RSJ Mataram Jiwa 10 RSAD Rem Wirabhakti Tentara 11 RS Bhayangkara Polisi 12 RS Siti Hajar Swasta 13 RSK Santo Antonius Swasta 14 RS Yatofa Swasta 15 RS Risa Sentra Medika Swasta 16 RS Bio Medika Swasta 17 RSUD Sumbawa Barat Umum 25 2, , RSUD Tanjung Umum 30 2, , Provinsi NTB INDIKATOR KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH TEMPAT TIDUR JUMLAH PASIEN JUMLAH HARI PERAWATAN 1,114 86,783 2,952 1, , Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 Keterangan: a termasuk rumah sakit swasta b Jenis rumah sakit RS umum atau RS khusus, untuk RS khusus sebutkan jenis kekhususannya (RS Jiwa, RS TB Paru, RS Kusta, dll) BOR LOS TOI 144
161 TABEL 61 PERSENTASE RUMAH TANGGA BERPERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 RUMAH TANGGA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH DIPANTAU % DIPANTAU BER PHBS * % Lombok Barat ,694 3, , Lombok Tengah , Lombok Timur ,885 26, , Sumbawa ,619 6, , Dompu 9 56,384 14, , Bima ,296 5, , Sumbawa Barat 9 29,568 11, , Lombok Utara 8 65, Kota Mataram 11 2,100 2, Kota Bima 5 35, JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,281,061 70, , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
162 TABEL 62 RUMAH NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS JUMLAH YANG JUMLAH YANG JUMLAH YANG % RUMAH % DIPERIKSA ADA DIPERIKSA SEHAT SEHAT Lombok Barat , , , Lombok Tengah , , , Lombok Timur , , , Sumbawa 25 98,791 98, , Dompu 9 49,880 39, , Bima , , , Sumbawa Barat 9 29,568 29, , Lombok Utara 8 58,189 36, , Kota Mataram 11 74,140 74, , Kota Bima 5 29,946 25, , JUMLAH (KAB/KOTA) 157 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN ,214,542 1,124, ,
163 TABEL 63 PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDES MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH RUMAH/ RUMAH/BANGUNAN DIPERIKSA RUMAH/BANGUNAN BEBAS JENTIK NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS BANGUNAN YANG ADA JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat ,519 4, , Lombok Tengah ,419 3, , Lombok Timur ,522 80, , Sumbawa 25 98,791 98, , Dompu 9 31,569 14, , Bima 20 2,771 2, , Sumbawa Barat 9 29,568 21, , Lombok Utara 8 65, Kota Mataram 11 74,140 13, , Kota Bima 5 35,930 4, , JUMLAH ( KAB/KOTA) 157 1,099, , , Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
164 TABEL 64 PERSENTASE KELUARGA MENURUT JENIS SARANA AIR BERSIH YANG DIGUNAKAN DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH JENIS SARANA AIR BERSIH NO JUMLAH KELUARGA % KABUPATEN/ PUSKESMAS KELUARGA DIPERIKSA KELUARGA KOTA YANG ADA SUMBER DIPERIKSA KEMASAN LEDENG SPT SGL MATA AIR PAH LAINNYA JUMLAH AIR JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % BERSIHNYA Lombok Barat , , , , , , , Lombok Tengah , , , , , Lombok Timur , , , , , , , Sumbawa , , , , , , Dompu 9 59,931 49, , , , , , , , Bima , , , , , , , Sumbawa Barat 9 41,680 37, , , , , Lombok Utara 8 65,166 39, , , , , Kota Mataram 11 81,382 81, , , , Kota Bima 5 35,930 35, , , , , , JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,395,993 1,284, , , , , , , , , Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
165 TABEL 65 1 Lombok Barat , , , , , , Lombok Tengah ,438 28, , , , , , Lombok Timur , , , , , , Sumbawa , Dompu #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! - #DIV/0! 6 Bima , , , , , , , , , Sumbawa Barat 9 37, , , , , , Lombok Utara 8 39, , , , , Kota Mataram 11 81, , , Kota Bima 5 35, , , , , , , JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1,234,994 29, , , , , , , , , , , Sumber : Profil Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 PERSENTASE KELUARGA MENURUT SUMBER AIR MINUM YANG DIGUNAKAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH SUMBER AIR MINUM KELUARGA KELUARGA NO KABUPATEN/KOTA PUSKESMAS KELUARGA DENGAN SUMBER DIPERIKSA LEDING SUMUR MATA AIR SUMUR TAK MATA AIR TAK LEDING METERAN POMPA AIR HUJAN LAIN-LAIN AIR MINUM ECERAN TERLINDUNG TERLINDUNG TERLINDUNG TERLINDUNG SUMBER AIR TERLINDUNG MINUMNYA JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLA % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % H
166 TABEL 66 PERSENTASE KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS JUMLAH KELUARGA KELUARGA DIPERIKSA JAMBAN KELUARGA MEMILIKI SEHAT KELUARGA DIPERIKSA TEMPAT SAMPAH JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Barat , , , , , , , , , , Lombok Tengah , , , , , , , , , , Lombok Timur , , , , , , , , , , Sumbawa , , , , , , , Dompu 9 59,931 55, , , , , , , , , Bima , , , , , , , , , , Sumbawa Barat 9 41,680 26, , , , , , , , , Lombok Utara 8 65,166 61, , , , , , , , , Kota Mataram 11 81,382 81, , , , , , , Kota Bima 5 35,930 35, , , , , , , , , JUMLAH 157 1,395,993 1,344, , , ,035, , , ,210, , , KELUARGA MEMILIKI SEHAT KELUARGA DIPERIKSA PENGELOLAAN AIR LIMBAH KELUARGA MEMILIKI SEHAT Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
167 JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT JUMLAH YG ADA JUMLAH DIPERIKSA JUMLAH SEHAT % SEHAT TABEL 67 PERSENTASE TEMPAT UMUM DAN PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 HOTEL RESTORAN/R-MAKAN PASAR TUPM LAINNYA JUMLAH TUPM NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS Lombok Barat Lombok Tengah Lombok Timur , Sumbawa Dompu , , Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram , , Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) ,729 1,300 1, ,387 3,658 2, ,599 5,368 4, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
168 JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA JUMLAH DIBINA TABEL 68 PERSENTASE INSTITUSI DIBINA KESEHATAN LINGKUNGANNYA MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 SARANA PELAYANAN KESEHATAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM SARANA PENDIDIKAN SARANA IBADAH PERKANTORAN SARANA LAIN JUMLAH NO KABUPATEN/ KOTA PUSKESMAS % % % % % % % Lombok Barat 16 2 Lombok Tengah 25 3 Lombok Timur 29 4 Sumbawa 25 5 Dompu 9 6 Bima 20 7 Sumbawa Barat 9 8 Lombok Utara 8 9 Kota Mataram Kota Bima 5 JUMLAH (KAB/KOTA) ,333 1, ,289 1, , ,498 2, ,267 1, ,633 1, ,715 3, ,526 1, ,896 1, ,784 1, , , ,155 4, ,612 5, ,381 1, ,153 1, ,423 ###### Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
169 STOCK OBAT (Per Nov 2012) PEMAKAIAN RATA-RATA/ BULAN TINGKAT KECUKUPAN (BULAN) PERSENTASE TINGKAT KECUKUPAN TABEL 69 KETERSEDIAAN OBAT MENURUT JENIS OBAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO NAMA OBAT SATUAN Alopurinol tablet 100 mg 100 tablet/strip/blister, kotak 5, Aminofilin tablet 200 mg 100 tablet / botol 10, Aminofilin injeksi 24 mg/ml 30 ampul / kotak 1, Amitripilin tablet salut 25 mg (HCL) 100 tablet/strip/blister, kotak 2, Amoksisilin kapsul 250 mg 120 kapsul/strip/blister, kotak 10, Amoksisilin kaplet 500 mg 100 kaplet/strip, kotak 213,328 9, Amoksisilin sirup kering 125 mg/ 5 mg Botol 60 ml 433,642 20, Metampiron tablet 500 mg 1000 tablet / botol 1, Metampiron injeksi 250 mg 30 ampul / kotak Antasida DOEN I tablet kunyah, kombinasi :Aluminium Hidroksida 200 mg + btl 1000 tablet 43,051 1, Magnesium Anti Bakteri DOEN Hidroksida saleb 200 kombinasi mg : Basitrasin 500 IU/g + polimiksin IU/g 25 5 g / kotak 4, Antihemoroid DOEN kombinasi : Bismut Subgalat 150 mg + Heksaklorofen 250 mg 10 supp / kotak 2, Antifungi DOEN Kombinasi : Asam Benzoat 6% + Asam Salisilat 3% g / kotak 1, Antimigren : Ergotamin tartrat 1 mg + Kofein 50 mg 100 tablet / botol 1, Antiparkinson DOEN tablet kombinasi : Karbidopa 25 mg + Levodopa 250 mg ktk 10 x 10 tablet - 16 Aqua Pro Injeksi Steril, bebas pirogen 10 ml / kotak 4, Asam Askorbat (vitamin C) tablet 50 mg 1000 tablet / botol 7, Asam Asetisalisilat tablet 100 mg (Asetosal) ktk 10 x 10 tablet Asam Asetisalisilat tablet 500 mg (Asetosal) ktk 10 x 10 tablet Atropin sulfat tablet 0,5 mg 500 tablet / botol 1, , Atropin tetes mata 0,5% 24 5 ml / kotak 5-22 Atropin injeksi l.m/lv/s.k. 0,25 mg/ml - 1 ml (sulfat) 30 ampul / kotak 1, Betametason krim 0,1 % 25 5 g / kotak 6, Deksametason Injeksi I.v. 5 mg/ml 100 ampul /kotak 2, Deksametason tablet 0,5 mg 1000 tablet / botol 41,408 1, Dekstran 70-larutan infus 6% steril Botol 500 ml Dekstrometorfan sirup 10 mg/5 ml (HBr) Botol 60 ml 99,201 3, Dekstrometorfan tablet 15 mg (HBr) 1000 tablet / botol 9, Diazepam Injeksi 5mg/ml 30 ampul / kotak 1, Diazepam tablet 2 mg 1000 tablet / botol 1, Diazepam tablet 5 mg 250 tablet / botol Difenhidramin Injeksi I.M. 10 mg/ml (HCL) 30 ampul / kotak 6,
170 STOCK OBAT (Per Nov 2012) PEMAKAIAN RATA-RATA/ BULAN TINGKAT KECUKUPAN (BULAN) PERSENTASE TINGKAT KECUKUPAN NO NAMA OBAT SATUAN Diagoksin tablet 0,25 mg 100 tablet / kotak 10, , Efedrin tablet 25 mg (HCL) 1000 tablet / botol 1, Ekstrks belladona tablet 10 mg 1000 tablet / botol Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai HCL) 30 ampul /kotak 2, Etakridin larutan 0,1% Botol 300 ml 15, Fenitoin Natriun Injeksi 50 mg/ml 2 ml - 39 Fenobarbital Injeksi I.m/I.v 50 mg/ml 30 ampul / kotak 1, Fenobarbital tablet 30 mg 1000 tablet / botol Fenoksimetil Penisilin tablet 250 mg 100 tablet / kotak Fenoksimetil Penisilin tablet 500 mg 100 tablet / kotak 1, Fenol Gliserol tetes telinga 10% 24 5 ml / kotak 1, Fitomenadion (Vit. K1) injeksi 10 mg/ml 30 ampul / kotak 18, , Fitomenadion (Vit. K1) tablet salut gula 10 mg 100 tablet / botol 3, Furosemid tablet 40 mg ktk 20 x 10 tablet 4, Gameksan lotion 1 % Botol 30 ml - 48 Garam Oralit I serbuk Kombinasi : Natrium 0,70 g,kalium klorida 0,30 g, Tribatrium 1, kantong/kotak tahan lembab 24,163 Sitrt dihidrat 0,58 g 49 Gentian Violet Larutan 1 % Botol 10 ml 25,090 1, Glibenklamida tablet 5 mg 100 tablet / kotak 11, Gliseril Gualakolat tablet 100 mg 1000 tablet / botol 17, Gliserin btl 100 ml Glukosa larutan infus 5% btl 500 ml 258,572 10, Glukosa larutan infus 10% btl 500 ml 8, Glukosa larutan infus 40% steril (produk lokal) ml, kotak 2, Griseofulvin tablet 125 mg, micronized ktk 10 x 10 tablet 5, Haloperidol tablet 0,5 mg ktk 10 x 10 tablet Haloperidol tablet 1,5 mg ktk 10 x 10 tablet 2, Haloperidol tablet 5 mg ktk 10 x 10 tablet 2, Hidroklorotiazida tablet 25 mg 1000 tablet / botol 1, Hidrkortison krim 2,5% 24 5 g / kotak 6, Ibuprofen tablet 200 mg 100 tablet / botol 11, Ibuprofen tablet 400 mg ktk 10 x 10 tablet 35,479 1, Isosorbid Dinitrat Tablet Sublingual 5 mg ktk 10 x 10 tablet 2, Kalsium Laktat (Kalk) tablet 500 mg 1000 tablet / botol 3, Kaptopril tablet 12,5 mg ktk 10 x 10 tablet 5, Kaptopril tablet 25 mg ktk 10 x 10 tablet 24,111 1, Karbamazepim tablet 200 mg ktk 10 x 10 tablet 2, Ketamin Injeksi 10 mg/ml ml, kotak - 70 Klofazimin kapsul 100 mg microzine 100 kapsul / botol - 71 Kloramfenikol kapsul 250 mg 250 kapsul / botol 8, Kloramfenikol tetes telinga 3 % 24 5 ml / kotak 6, Kloraniramina mealeat (CTM) tablet 4 mg 1000 tablet / botol 15, Klorpromazin injeksi i.m 5 mg/ml-2ml (HCL) 30 ampul / kotak - 75 Klorpromazin injeksi i.m 25 mg/ml (HCL) 30 ampul / kotak
171 STOCK OBAT (Per Nov 2012) PEMAKAIAN RATA-RATA/ BULAN TINGKAT KECUKUPAN (BULAN) PERSENTASE TINGKAT KECUKUPAN NO NAMA OBAT SATUAN Klorpromazin tablet salut 25 mg (HCL) 1000 tablet / botol Klorpromazin HCl tablet salut 100 mg (HCL) 1000 tablet / botol Anti Malaria DOEN Kombinasi Pirimetamin 25 mg + Sulfadoxin 500 mg 100 tablet / kotak 1, Kotrimosazol Suspensi Kombinasi :Sulfametoksazol 200 mg + Trimetoprim 40 mg/ 5 18, botol 60 ml 351,965 ml 80 Kotrimosazol DOEN I (dewasa) Kombinasi : Sulfametoksazol 400 mg, Trimetoprim 80 1, ktk 10 x 10 tablet 46,205 mg 81 Kotrimosazol DOEN II (pediatrik) Kombinasi : Sulfametoksazol 100 mg, Trimetoprim ktk 10 x 10 tablet 3, mg 82 Kuinin (kina) tablet 200 mg ktk 60 tablet 2, Kuinin Dihidrokklorida injeksi 25%-2 ml 30 ampul / kotak Lidokain injeksi 2% (HCL) + Epinefrin 1 : ml 30 vial / kotak 9, Magnesium Sulfat inj (IV) 20%-25 ml 10 vial / kotak 1, Magnesium Sulfat inj (IV) 40%-25 ml 10 vial / kotak 1, Magnesium Sulfat serbuk 30 gram gr / kotak 88 Mebendazol sirup 100 mg / 5 ml Botol 30 ml Mebendazol tablet 100 mg ktk 5 x 6 tablet Metilergometrin Maleat (Metilergometrin) tablet salut 0,125 mg ktk 10 x 10 tablet 4, Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg -1 ml 30 ampul / kotak 2, Metronidazol tablet 250 mg 100 tablet / kotak 5, Natrium Bikarbonat tablet 500 mg 1000 tablet / botol , Natrium Fluoresein tetes mata 2 % 24 5 ml / kotak 95 Natrium Klorida larutan infus 0,9 % Botol / plastik 500 ml 65,481 3, Natrium Thiosulfat injeksi I.v. 25 % ktk ml Nistatin tablet salut IU/g ktk 10 x 10 tablet salut Nistatin Vaginal tablet salut IU/g ktk 10 x 10 tablet Vaginal Obat Batuk hitam ( O.B.H.) Botol 100 ml 159,450 6, Oksitetrasiklin HCL salep mata 1 % 25 3,5 g / kotak 7, Oksitetrasiklin injeksi I.m. 50 mg/ml-10 ml 10 vial / kotak 1, Oksitosin injeksi 10 UI/ml-1 ml 30 ampul / kotak 7, Paracetamol sirup 120 mg / 5 ml Botol 60 ml 487,476 25, Paracetamol tablet 100 mg 100 tablet / botol 12, Paracetamol tablet 500 mg 1000 tablet / botol 84,922 3, Pilokarpin tetes mata 2 % (HCL/Nitrat) 5 ml Pirantel tab. Score (base) 125 mg ktk 30 x 2 score 3, Piridoksin (Vitamin B6) tablet 10 mg (HCL) 1000 tablet / botol 6, Povidon Iodida larutan 10 % Botol 30 ml 20, Povidon Iodida larutan 10 % Botol 300 ml 13, Prednison tablet 5 mg 1000 tablet / botol 3, Primakuin tablet 15 mg 1000 tablet / botol Propillitiourasil tablet 100 mg 100 tablet / botol 1, Propanol tablet 40 mg (HCL) 100 tablet / botol Reserpin tablet 0,10 mg 250 tablet / botol Reserpin tablet 0,25 mg 1000 tablet /botol Ringer Laktat larutan infus btl 500 ml 708,929 35,
172 STOCK OBAT (Per Nov 2012) PEMAKAIAN RATA-RATA/ BULAN TINGKAT KECUKUPAN (BULAN) PERSENTASE TINGKAT KECUKUPAN NO NAMA OBAT SATUAN Salep 2-4, kombinasi: Asam Salisilat 2% + Belerang endap 4% g / kotak 2, Salisil bedak 2% 50 gram / kotak 107,454 4, Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 5 ml (ABU I) 10 vial / kotak Serum Anti Bisa Ular Polivalen injeksi 50 ml (ABU II) 1 vial / kotak 122 Serum Anti Difteri Injeksi IU/vial (A.D.S.) 10 vial / kotak 123 Serum Anti Tetanus Injeksi IU/ampul (A.T.S.) 10 ampul / kotak Serum Anti Tetanus Injeksi IU/vial (A.T.S.) 10 vial / kotak Sianokobalamin (Vitamin B12) injeksi 500 mcg 100 ampul / kotak 2, Sulfasetamida Natrium tetes mata 15 % ktk 24 5 ml Tetrakain HCL tetes mata 0,5% ktk 24 5 ml Tetrasiklin kapsul 250 mg 1000 kapsul / botol 2, Tetrasiklin kapsul 500 mg ktk 10 x 10 kapsul 5, Tiamin (vitamin B1) injeksi 100 mg/ml ktk 30 1 ml 5, Tiamin (vitamin B1) tablet 50 mg (HCL/Nitrat) 1000 tablet / botol 8, Tiopental Natrium serbuk injeksi 1000 mg/amp 10 ml 133 Triheksifenidil tablet 2 mg ktk 10 x 10 tablet 3, Vaksin Rabies Vero 1 kuur / set Vitamin B Kompleks tablet 1000 tablet / botol 12, VAKSIN 136 BCG 11, T T 24,011 1, D T 4, CAMPAK 10 Dosis 13, POLIO 10 Dosis 24,470 1, DTP-HB 29,647 2, HEPATITIS B 0,5 ml ADS 25,055 1, POLIO 20 Dosis CAMPAK 20 Dosis Sumber : Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun
173 TABEL 70 JUMLAH SARANA PELAYANAN KESEHATAN MENURUT KEPEMILIKAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 PEMILIKAN/PENGELOLA NO FASILITAS KESEHATAN PEM.KAB/ KEMENKES PEM.PROV KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH RUMAH SAKIT UMUM RUMAH SAKIT JIWA RUMAH SAKIT BERSALIN RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA PUSKESMAS PERAWATAN PUSKESMAS NON PERAWATAN PUSKESMAS KELILING PUSKESMAS PEMBANTU RUMAH BERSALIN BALAI PENGOBATAN/KLINIK PRAKTIK DOKTER BERSAMA PRAKTIK DOKTER PERORANGAN PRAKTK PENGOBATAN TRADISIONAL POSKESDES POSYANDU APOTEK TOKO OBAT GFK INDUSTRI OBAT TRADISIONAL INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL LAB KLINIK Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
174 TABEL 71 SARANA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN LABKES DAN MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO SARANA KESEHATAN JUMLAH LABORATORIUM KESEHATAN 4 (EMPAT) SPESIALIS DASAR JUMLAH % JUMLAH % RUMAH SAKIT UMUM RUMAH SAKIT JIWA RUMAH SAKIT KHUSUS PUSKESMAS JUMLAH (KAB/KOTA) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
175 TABEL 72 POSYANDU POSYANDU NO ABUPATEUSKESMA PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH AKTIF JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % Lombok Lombok , Lombok , Sumbaw Dompu Bima Sumbaw Lombok Kota Mat Kota Bim JUMLAH (KAB/KOT 157 1, , , , , RASIO POSYANDU PER Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun JUMLAH POSYANDU MENURUT STRATA DAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN
176 TABEL 73 UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT (UKBM) MENURUT KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 JUMLAH NO KECAMATAN PUSKESMAS DESA SIAGA DESA SIAGA AKTIF DESA/ KELURAHAN JUMLAH % JUMLAH % POSKESDES POSYANDU Lombok Barat Lombok Tengah ,506 3 Lombok Timur ,557 4 Sumbawa Dompu Bima Sumbawa Barat Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima JUMLAH (KAB/KOTA) 157 1, ,429 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
177 TABEL 74 JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO UNIT KERJA DR SPESIALIS a DOKTER UMUM JUMLAH DOKTER GIGI b L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin 1 RSU Provinsi NTB RSUD Kota Mataram RSU Patut Patuh Patju RSUD Tanjung RSU Praya RSU Dr Soedjono Selong RSU Sumbawa RSU Dompu RSU Bima RSJ Mataram RSAD Rem Wirabhakti RS Bhayangkara RS Siti Hajar RSK Santo Antonius Ampenan RS Yatofa RS Risa Sentra Medika RS Bio Medika RSUD Provinsi NTB di Sumbawa RS PKU Muhamadiyah Kota Bima RB Permata Hati RB Exconero RB Ibu RB Tresna RB Akasia RS Sumbawa Barat SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) III SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram Balai Kes Masy Pulau Lombok Balai Kes Mas Pulau Sumbawa RSUD Provinsi NTB Di Sumbawa Kabupaten Lombok Barat SUB JUMLAH III (SARANA PELAYANAN KES LAIN) RASIO TERHADAP PDDK IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 1 Poltekkes Mataram Akper Provinsi NTB (Selong) SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima PROVINSI SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun Keterangan : a termasuk S3 b termasuk Dokter Gigi Spesialis 161
178 TABEL 75 BIDAN PERAWAT NO UNIT KERJA JUMLAH SARJANA KEPERAWATAN (a) PERAWAT (b) JUMLAH BIDAN DIII D IV-S2 BIDAN L P L+P L P L+P L P L+P I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) , ,062 1, ,183 2,064 II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin 1 RSU Provinsi NTB RSUD Kota Mataram RSU Patut Patuh Patju RSUD Tanjung RSU Praya RSU Dr Soedjono Selong RSU Sumbawa RSU Dompu RSU Bima RSJ Mataram RSAD Rem Wirabhakti RS Bhayangkara RS Siti Hajar RSK Santo Antonius RS Yatofa RS Risa Sentra Medika RS Bio Medika RSUD Provinsi NTB di Sumbawa RS PKU Muhamadiyah Kota Bima RB Permata Hati RB Ecxonero RB Ibu RB Tresna RB Akasia RSUD Sumbawa Barat SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) III SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram Balai Lab Kes Masy Pulau Lombok Balai Lab Kes Mas Pulau Sumbawa Kabupaten Lombok Barat SUB JUMLAH III (SARANA PELAYANAN KES LAIN) RASIO TERHADAP PDDK IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN Poltekkes Mataram Akper Provinsi NTB (Selong) SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima PROVINSI SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) , ,500 2,477 1,222 1,711 2,933 Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun Keterangan : (a) termasuk S2 dan S3 (b) termasuk SLTA, D-I, dan D-III 162
179 TABEL 76 TENAGA KEFARMASIAN TENAGA GIZI APOTEKER DAN SARJANA D-III FARMASI DAN NO UNIT KERJA JUMLAH FARMASI (a) D-IV/SARJANA GIZI a DI DAN D-III GIZI JUMLAH ASS APOTEKER L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P L P L+P L P L+P I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN DAN GIZI DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN RSU Provinsi NTB RSUD Kota Mataram RSU Patut Patuh Patju RSUD Tanjung RSU Praya RSU Dr Soedjono Selong RSU Sumbawa RSU Dompu RSU Bima RSJ Mataram RSAD Rem Wirabhakti RS Bhayangkara RS Siti Hajar RSK Santo Antonius RS Yatofa RS Risa Sentra Medika RS Bio Medika RSUD Provinsi Pulau Sumbawa RS PKU Muhamadiyah Kota Bima RB Permata Hati RB Ecxonero RB Ibu
180 TENAGA KEFARMASIAN TENAGA GIZI APOTEKER DAN SARJANA D-III FARMASI DAN NO UNIT KERJA JUMLAH FARMASI (a) D-IV/SARJANA GIZI a DI DAN D-III GIZI JUMLAH ASS APOTEKER L P L + P L P L + P L P L + P L P L+P L P L+P L P L+P RB Tresna RB Akasia RSUD Sumbawa Barat SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) III SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram Balai Lab Kes Masy Pulau Lombok Balai Lab Kes Masy Pulau Sumbawa RSUD Provinsi NTB Di Sumbawa Kabupaten Lombok Barat Kota Mataram SUB JUMLAH III (SARANA PELAYANAN KES LAIN) RASIO TERHADAP PDDK IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT Poltekkes Mataram Akper Provinsi NTB (Selong) SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima PROVINSI SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI) JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun Keterangan : (a) termasuk S2 dan S3 164
181 TABEL 77 TENAGA KESMAS NO UNIT KERJA SARJANA KESMAS (a) D-III KESMAS (b) JUMLAH TENAGA SANITASI L P L+P L P L+P L P L+P L P L+P I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin RSU Provinsi NTB RSUD Kota Mataram RSU Patut Patuh Patju RSUD Tanjung RSU Praya RSU Dr Soedjono Selong RSU Sumbawa RSU Dompu RSU Bima RSJ Mataram RSAD Rem Wirabhakti RS Bhayangkara RS Siti Hajar RSK Santo Antonius RS Yatofa RS Risa Sentra Medika RS Bio Medika RSUD Provinsi Pulau Sumbawa RS PKU Muhamadiyah Kota Bima RB Permata Hati RB Ecxonero RB Ibu RB Tresna RB Akasia RSUD Sumbawa Barat SUB JUMLAH I (RUMAH SAKIT) III. SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram Balai Lab Kes Masy Pulau Lombok Balai Lab Kes Mas Pulau Sumbawa RSUD Provinsi NTB Di Sumbawa Kabupaten Lombok Barat SUB JUMLAH III (SARANA PELAYANAN KES LAIN RASIO TERHADAP PDDK IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT Poltekkes Mataram Akper Provinsi NTB (Selong) SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima PROVINSI SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI) JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun Keterangan: (a) termasuk S2 dan S3 JUMLAH TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT DAN SANITASI DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 (b) termasuk D-I 164
182 TABEL 78 JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DAN FISIOTERAPIS DI SARANA KESEHATAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO UNIT KERJA TENAGA TEKNISI MEDIS ANALIS LAB. TEM & P.RONTG P.ANESTESI JUMLAH FISIOTERAPIS L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P I Puskesmas 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) II RS Pemerintah, RS Swasta, RS Bersalin 1 RSU Provinsi NTB RSUD Kota Mataram RSU Patut Patuh Patju RSUD Tanjung RSU Praya RSU Dr Soedjono Selong RSU Sumbawa RSU Dompu RSU Bima RSJ Mataram RSAD Rem Wirabhakti RS Bhayangkara RS Siti Hajar RSK Santo Antonius RS Yatofa RS Risa Sentra Medika RS Bio Medika RSUD Provinsi Pulau Sumbawa RS PKU Muhamadiyah Kota Bima RB Permata Hati RB Ecxonero RB Ibu RB Tresna RB Akasia RSUD Sumbawa Barat SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT)
183 NO UNIT KERJA TENAGA TEKNISI MEDIS ANALIS LAB. TEM & P.RONTG P.ANESTESI JUMLAH FISIOTERAPIS L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P III SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN 1 Balai Kesehatan Mata Mataram Balai Pelatihan Tenaga Kes Mataram Balai Lab Kes Masy Pulau Lombok Balai Lab Kes Masy Pulau Sumbawa RSUD Provinsi NTB Di Sumbawa Kabupaten Lombok Barat SUB JML III (SARANA PELAYANAN KES LAIN) RASIO TERHADAP PDDK IV INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 1 Poltekkes Mataram Akper Provinsi NTB (Selong) SUB JUMLAH IV (INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT) V DINAS KESEHATAN PROVINSI & KAB/KOTA 1 Kab. Lombok Barat Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Sumbawa Kab. Dompu Kab. Bima Kab. Sumbawa Barat Kab. Lombok Utara Kota Mataram Kota Bima PROVINSI SUB JUMLAH V (DINAS KESEHATAN KAB/KOTA + PROVINSI) JUMLAH (Nusa Tenggara Barat) Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun 2012 dan Seksi PSDK Dinas Kesehatan Provinsi NTB Tahun
184 TABEL 79 ANGGARAN KESEHATAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012 NO SUMBER BIAYA Rupiah % ANGGARAN KESEHATAN BERSUMBER: 1 APBD KAB/KOTA 3,300,909,452, a. Belanja Langsung 236,118,376, b. Belanja Tidak Langsung 3,064,791,076, APBD PROVINSI 34,147,186, APBN : Dekonsentrasi 2,700,728, TP RS 8,500,000, TP BOK 34,717,700, Jamkesmas/Jampersal 45,780,656, PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) GF ATM 1,659,824, GFHSS 384,633, NLR 19,275, STBM 1,200,640, SUMBER PEMERINTAH LAIN PT.ASKES 4,624,308, Forum Koalisi sehat DLL 39,241,609, DBHCHT 450,000,000, operasional posyandu 100,000, TOTAL ANGGARAN KESEHATAN 3,923,986,014, TOTAL APBD KAB/KOTA 8,457,400,390,710 % APBD KESEHATAN THD APBD KAB/KOTA ANGGARAN KESEHATAN PERKAPITA 846, Sumber : Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Tahun
185 No Jenis Pelayanan Dasar Capaian Indikator SPM di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2012 Standar Pelayanan Minimal Indikator Target Batas Waktu Pencapaian (Tahun) Capaian Tahun I Pelayanan 1. Cakupan kunjungan ibu hamil K4 95% ,13% Kesehatan Dasar 2. Cakupan Ibu hamil dengan 80% ,91% komplikasi yang ditangani 3. Cakupan pertolongan persalinan 90% ,35% oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 4. Cakupan pelayanan ibu nifas 90% ,38% 5. Cakupan neonatal dengan 80% ,85% komplikasi yang ditangani 6. Cakupan kunjungan bayi 90% ,79% 7. Cakupan desa/kelurahan 100% ,91% Universal Child Immunization (UCI) 8. Cakupan pelayanan anak balita 90% ,07% 9. Cakupan pemberian makanan 100% ,77% pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin 10. Cakupan balita gizi buruk 100% % mendapat perawatan 11. Cakupan penjaringan kesehatan 100% ,03% siswa SD dan setingkat 12. Cakupan peserta KB aktif 70% ,40% 13. Cakupan penemuan dan II Pelayanan Kesehatan Rujukan penanganan penderita penyakit Penemuan dan penanganan penderita penyakit - Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per penduduk <15 tahun Penemuan dan penanganan penderita penyakit Penemuan pasien baru TB (BTA Positif) Penemuan dan penanganan penderita penyakit - Penemuan penderita pnemonia pada Balita Penemuan dan Penanganan penderita penyakit - Penemuan penderita diare Penemuan dan penanganan penderita penyakit- Penderita DBD yang ditangani 14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 15. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 16. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di kab/kota 2/ ,42 60% ,02% 95% ,12% 95% ,81% 100% % 100% ,74% 100% ,26% 100% ,61%
186 No Jenis Pelayanan Dasar Standar Pelayanan Minimal Indikator Target Batas Waktu Pencapaian (Tahun) Capaian Tahun III Penyelidikan 17. Cakupan desa/kelurahan 100% ,68% epidemiologi dan penanggulangan KLB mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam IV Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 18. Cakupan Desa Siaga Aktif 80% ,59%
187 Dinas Kesehatan Prov. NTB Jl. Amir Hamzah No. 103, Mataram Telp. (0370) , Fax : (0370)
KATA SAMBUTAN DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3
DAFTAR ISI hal. KATA SAMBUTAN DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN i ii iv v x BAB I PENDAHULUAN 1 BAB II GAMBARAN UMUM 3 A. KEADAAN PENDUDUK 3 B. KEADAAN EKONOMI 8 C. INDEKS PEMBANGUNAN
Profil Kesehatan Provinsi NTB
Profil Kesehatan Provinsi NTB January 1 2013 [Profil kesehatan merupakan salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan yang penyusunan dan penyajiannya dibuat sesederhana mungkin tetapi informatif
Seluruh isi dalam buku ini dapat dikutip tanpa izin, dengan menyebut sumber.
Pelindung/ Penasehat : Dr. dr. H. Rachmat Latief, SpPD., M.Kes., FINASIM drg.hj. Susilih Ekowati, M.Si Pengarah : Hj. Asmah, SKM., M.Kes Penyusun : Mohamad Nur, SKM Syahrir, S.Kom Agusyanti, SKM Nurmiyati
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 1118KM2 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 367 3 JUMLAH PENDUDUK 1 576,544 561,855 1,138,399 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 469,818 464,301 934,119.0 5 PENDUDUK 10 TAHUN
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 1.753,27 KM 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 309 3 JUMLAH PENDUDUK 1 2,244,772 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 203 KABUPATEN CIREBON NO INDIKATOR TABEL A. GAMBARAN UMUM LUAS WILAYAH 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 3 JUMLAH PENDUDUK 4 PENDUDUK 0 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 0
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM - 1 LUAS WILAYAH 1 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 381/ 5 3 JUMLAH PENDUDUK 1 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI SMP+ 6 JUMLAH
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 972 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 192 3 JUMLAH PENDUDUK 1 852,799 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 682,447 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 343 3 JUMLAH PENDUDUK 1 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI SMP+ 6 JUMLAH BAYI
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM LUAS WILAYAH 8,5 Ha 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 68 3 JUMLAH PENDUDUK 50,884 493,947,004,83 4 PENDUDUK 0 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 407,97 382,66 790,533 5 PENDUDUK 0 TAHUN KE ATAS DENGAN
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 299,019 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 417 desa/17 kel 3 JUMLAH PENDUDUK 1 5,077,210 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 17,650 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 20,994 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 DESA=309 KEL=8-3 JUMLAH PENDUDUK 1 869,767 819,995 1,689,232 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 673,079 551,261 1,224,340 5 PENDUDUK
PROFIL KESEHATAN PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG TABEL 1 LUAS WILAYAH, DESA/KELURAHAN, PENDUDUK, RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN NO KABUPATEN/KOTA LUAS RATA-RATA KEPADATAN WILAYAH
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 belum mendapat data dari BPS 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 Kabupaten 3 JUMLAH PENDUDUK 1 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN
RESUME PROFIL KESEHATAN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2012
RESUME PROFIL KESEHATAN NO A. GAMBARAN UMUM L P L + P Satuan 1 Luas Wilayah 37.116,5 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 5.918 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 22.666.168 21.882.263 44.548.431 Jiwa
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 203 K0TA TASIKMALAYA NO INDIKATOR TABEL A. GAMBARAN UMUM LUAS WILAYAH 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 3 JUMLAH PENDUDUK 4 PENDUDUK 0 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 0
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 305,519 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 442 3 JUMLAH PENDUDUK 1 1,277,610 1,247,873 2,525,483 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN
Kata Sambutan KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN
Kata Sambutan KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rakhmatnya sehingga buku Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR GRAFIK... I II VII VIII X BAB I PENDAHULUAN BAB II GAMBARAN UMUM KOTA BANDUNG A. GEOGRAFI... 4 B. KEPENDUDUKAN / DEMOGRAFI...
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas ijin dan. kehendak-nya sehingga Laporan Tahunan dan Profil Kesehatan Puskesmas
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas ijin dan kehendak-nya sehingga Laporan Tahunan dan Profil Kesehatan Puskesmas Kecamatan Matraman Tahun 2017 selesai disusun. Laporan Tahunan dan Profil
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 1762,4 km2 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 desa 270+ kel 10 = 280 3 JUMLAH PENDUDUK 1 341700 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 2388161 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 167 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 151 3 JUMLAH PENDUDUK 1 1260565 1223412 2483977 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 1083136 1048577 2131713 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE
RESUME HASIL DESK PROFIL KESEHATAN 2013
A. GAMBARAN UMUM 1 LUAS WILAYAH 1 4037,6 ha 2 JUMLAH DESA/KELURAHAN 1 15 3 JUMLAH PENDUDUK 1 558178 4 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MELEK HURUF 4 327536 5 PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS DENGAN PENDIDIKAN TERTINGGI
KATA PENGANTAR. Mataram, Agustus 2016 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat
KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbil alamiin. Segala puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas semua limpahan berkah dan perkenan- Nya sehingga Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun
PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 24 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan
KATA PENGANTAR Masyarakat Kolaka yang Sehat, Kuat. Mandiri dan Berkeadilan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2016 Hal. i
KATA PENGANTAR Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Taufik dan Hidayah - NYA, sehingga buku Profil Kesehatan Tahun dapat disusun. Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka Tahun merupakan gambaran pencapaian
PROFIL KESEHATAN PROVINSI BENGKULU TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN TABEL 1 LUAS WILAYAH, DESA/KELURAHAN, PENDUDUK, RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA LUAS RATA-RATA KEPADATAN KABUPATEN/KOTA WILAYAH RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK DESA
KATA PENGANTAR dr. Hj. Rosmawati
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kami dapat menyelesaikan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka ini dengan baik. Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka merupakan salah
KATA PENGANTAR. Mataram, September 2017 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat
KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbil alamiin. Segala puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas semua limpahan berkah dan perkenan-nya sehingga Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN... A. Latar Belakang. B. Sistematika
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SITUBONDO
BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SITUBONDO, Menimbang
KATA PENGANTAR. Gorontalo, Agustus 2011 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI GORONTALO
KATA PENGANTAR Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah SWT atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-nya sehingga Buku Profil Kesehatan Provinsi
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 37,117 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 5891 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 Semarang Telp. 024-3511351 (Pswt.313) Fax. 024-3517463 Website : www.dinkesjatengprov.go.id
KATA PENGANTAR. Tulungagung, Juni 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
i KATA PENGANTAR Dalam rangka penyediaan data atau informasi kesehatan, kualitas serta pemanfaatan guna mendukung sistem manajemen di Dinas Kesehatan, maka penyajian informasi kesehatan yang akurat, tepat
Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2016 i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu memberi rahmat dan hidayah Nya sehingga dapat tersusunnya Profil Kesehatan Dinas Kesehatan
DAFTAR ISI. Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari... Daftar isi... Daftar tabel... Daftar Grafik... Daftar Bagan... Daftar Lampiran...
DAFTAR ISI Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari... Daftar isi... Daftar tabel... Daftar Grafik... Daftar Bagan... Daftar Lampiran... i ii iii iv v vi Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 Semarang Telp. 024-3511351 (Pswt.313) Fax. 024-3517463 Website : www.dinkesjatengprov.go.id
Tim Penyusun Pengarah : dr. Hj. Rosmawati. Ketua : Sitti Hafsah Yusuf, SKM, M.Kes. Sekretaris : Santosa, SKM
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kami dapat menyelesaikan Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka 2014 ini dengan baik. Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka merupakan
KATA PENGANTAR. Profil Kesehatan Kota Pekalongan Tahun 2013
kk KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT atas rahmat, hidayah dan inayah-nya sehingga Buku Profil Kesehatan Kota Pekalongan Tahun 2013 ini dapat terselesaikan dengan baik. Buku
KATA PENGANTAR. Dalam rangka penyediaan data atau informasi kesehatan, kualitas
KATA PENGANTAR Dalam rangka penyediaan data atau informasi kesehatan, kualitas serta pemanfaatan guna mendukung system manajemen di Dinas Kesehatan, maka penyajian informasi kesehatan yang akurat, tepat
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN KABUPATEN / KOTA
GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 27 TAHUN 2004 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN KABUPATEN / KOTA Dl JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR Menimbang : a. bahwa sesuai
RESUME PROFIL KESEHATAN KOTA PADANG TAHUN 2011
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 695 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 104 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 421.900 424.831
RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN/KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2011
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 181 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 68 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 80.041 90.463
TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG TAHUN 2013
TABEL PROFIL KESEHATAN KOTA PANGKAL PINANG RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 118.41 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 42
KATA PENGANTAR. PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN ii -
KATA PENGANTAR Dalam rangka penyediaan data atau informasi kesehatan, kualitas serta pemanfaatan guna mendukung sistem manajemen di Dinas Kesehatan, maka penyajian informasi kesehatan yang akurat, tepat
BAB II PERENCANAAN KINERJA
1 BAB II PERENCANAAN KINERJA Dalam mencapai suatu tujuan organisasi diperlukan visi dan misi yang jelas serta strategi yang tepat. Agar lebih terarah dan fokus dalam melaksanakan rencana strategi diperlukan
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2012
-1- BAB I PENDAHULUAN Penyelenggaraan upaya kesehatan yang bermutu dan mengikuti perkembangan IPTEK, harus lebih mengutamakan pendekatan promosi, pemeliharaan, peningkatan kesehatan, dan pencegahan penyakit.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
KATA PENGANTAR. Semoga Peta Kesehatan Indonesia Tahun 2012 ini bermanfaat. Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Informasi
KATA PENGANTAR Peta Kesehatan Indonesia Tahun 2012 ini disusun untuk menyediakan beberapa data/informasi kesehatan secara garis besar pencapaian program-program kesehatan di Indonesia. Pada edisi ini selain
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG DINAS KESEHATAN DALAM PENCAPAIAN RPJMD KABUPATEN MALANG 2010-1015 Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan inayah-nya atas tersusunnya Profil
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pembangunan Kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi
RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2013
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 1.281 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 460 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 586.021
PROFIL KESEHATAN PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2012 Penanggung jawab : Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Pelaksana : Kepala UPT Surveilans, Data dan Informasi Tim Penyusun : - Seksi Data
BUKU SAKU DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR TAHUN 2014 GAMBARAN UMUM
BUKU SAKU DINAS KESEHATAN KOTA MAKASSAR TAHUN 214 GAMBARAN UMUM Kota Makassar sebagai ibukota Propinsi Sulawesi Selatan dan merupakan pintu gerbang dan pusat perdagangan Kawasan Timur Indonesia. Secara
BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA
1 BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar secara umum sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang terukur berdasar Rencana Strategis yang mengacu
JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA SE PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 JUMLAH KELAHIRAN
TABEL 4 JUMLAH KELAHIRAN MENURUT JENIS KELAMIN DAN KABUPATEN/KOTA SE JUMLAH KELAHIRAN KABUPATEN KOTA LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI HIDUP MATI
1. Pendahuluan. 1.1 Latar belakang
1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang Derajat kesehatan yang tinggi merupakan salah satu perwujudan dari kesejahteraan umum masyarakat Indonesia. Oleh karena itu salah satu agenda pemerintah dalam rangka pembangunan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 738 TAHUN : 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN SERANG Menimbang : DENGAN
Malang, April 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MALANG. dr. ABDURRACHMAN, M.Kes. Pembina Tk I NIP
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan inayah-nya atas tersusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Malang Tahun 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Malang merupakan salah satu
KATA PENGANTAR. Jakarta, September 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI DKI JAKARTA. dr. R. KOESMEDI PRIHARTO, Sp.OT,M.Kes NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu memberi rahmat dan hidayah Nya sehingga dapat tersusunnya Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015. Profil
RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2012
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan No. Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 1.281 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 460 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 581.947
Malang, 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA MALANG, Dr. dr. Asih Tri Rachmi Nuswantari, MM Pembina Utama Muda NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas karunia-nya Dinas Kesehatan Kota Malang dapat menyelesaikan penyusunan Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2013. Profil Kesehatan ini disusun untuk
Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan kesehatan yang baik membutuhkan data/infor
DATA/INFORMASI KESEHATAN KABUPATEN LAMONGAN Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan RI 2012 Kata Pengantar Keberhasilan pembangunan kesehatan tentu saja membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan
Malang, 2013 KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA MALANG, Dr. SUPRANOTO, M.Kes. Pembina Tingkat I NIP
KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas karunia-nya Dinas Kesehatan Kota Malang dapat menyelesaikan penyusunan Profil Kesehatan Kota Malang Tahun 2012. Profil Kesehatan ini disusun untuk
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN ii -
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG - ii - DAFTAR ISI Judul Halaman Halaman Judul... i Kata Pengantar... ii Daftar Isi... iii Daftar Gambar... iv Daftar Tabel... v BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II GAMBARAN
PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016
PERJANJIAN KINERJA DINAS KESEHATAN TAHUN 2016 Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN ACEH UTARA TAHUN ANGKA/NILAI L P L + P Satuan A. GAMBARAN UMUM 2
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI L P L + P Satuan A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 2 3.297 Km 2 Jumlah Desa/Kelurahan 852 Desa/Kel 3 Jumlah Penduduk 262.351 267.400 529.751 Jiwa 4 Rata-rata
KATA PENGANTAR. Tulungagung, Juni 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
KATA PENGANTAR Dalam rangka penyediaan data atau informasi kesehatan, kualitas serta pemanfaatan guna mendukung sistem manajemen di Dinas Kesehatan, maka penyajian informasi kesehatan yang akurat, tepat
KATA PENGANTAR. Plt. KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BONDOWOSO. dr.h.mohammad IMRON,M.MKes. NIP
KATA PENGANTAR Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso telah dapat menyusun Profil Kesehatan Kabupaten Bondowoso Tahun 2012, yang berisi apa yang telah dikerjakan oleh Dinas
KATA PENGANTAR. semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kemurahan dari Alloh yang Maha Kuasa bahwasannya buku Profil Kesehatan Kabupaten Rembang tahun 2012 telah dapat diterbitkan. Buku Profil Kesehatan Kabupaten
UPT SURVEILANS, DATA DAN INFORMASI DINAS KESEHATAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH
PROFIL KESEHATAN PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2010 PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH DINAS KESEHATAN UPT SURVEILANS, DATA DAN INFORMASI Jalan Undata No. 3 Palu - Telp.+62-451-421070-457796 http://dinkes.sulteng.go.id
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2013 PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2013 Profil Kesehatan
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada tim penyusun, yang sudah bekerja. Jakarta, 2010 Kepala Pusat Data dan Informasi. dr.
KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan pelayanan data dan informasi baik untuk jajaran manajemen kesehatan maupun untuk masyarakat umum perlu disediakan suatu paket data/informasi kesehatan yang ringkas
KATA PENGANTAR. Kolaka, Maret 2012 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, dr. Hj. Rosmawati NIP Pembina Tk. I Gol.
KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan nayah-nya atas tersusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka Tahun. Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka merupakan salah
KATA PENGANTAR. Mataram, Juli 2011. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas karunia dan limpahan rahmatnya Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2010 ini dapat
DAFTAR TABEL. Judul Tabel
DAFTAR TABEL Tabel Judul Tabel Tabel 1 : Tabel 2 : Luas wilayah, jumlah desa/kelurahan, jumlah penduduk, jumlah rumah tangga dan kepadatan penduduk menurut kecamatan Kota Depok tahun 2007 Jumlah penduduk
DINAS KESEHATAN BUKU SAKU DINAS KESEHATAN P R O V I N S I K A L I M A N T A N T I M U R
DINAS KESEHATAN BUKU SAKU DINAS KESEHATAN 2012-2016 P R O V I N S I K A L I M A N T A N T I M U R KATA PENGANTAR KEPALA DINAS KESEHATAN Assalamu alaikum Wr.Wb. Segala Puji Syukur kita panjatkan Kehadirat
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG BAB I PENDAHULUAN Penyelenggaraan upaya kesehatan yang bermutu dan mengikuti perkembangan IPTEK, harus lebih mengutamakan pendekatan promosi, pemeliharaan, peningkatan
PENANGGUNG JAWAB : dr. DEVIE C. BITJOLI, M.Si
PENANGGUNG JAWAB : dr. DEVIE C. BITJOLI, M.Si PENYUSUN : ROSMERI PALEBA, S.Si., Apt SAID KUDO, SKM., MPH YONGKI ANU, SST DEBBY JUALITA LEAUA JAMES MAKANONENG PENGUMPUL DATA : JOHANA AIPIPIDELI, SKM Hj.
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN MAJENE
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN MAJENE DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAJENE PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta ala, karena atas berkat dan rahmatnya sehingga buku "Profil Kesehatan
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
UNIT KERJA : DINAS KESEHATAN A. Tugas Pokok : Melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
dr. ZULMAN ZURI AMRAN Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu
dr. ZULMAN ZURI AMRAN Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu TIM PENYUSUN Penasehat (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu) Pengarah (Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan) Penanggung Jawab (Kepala
PROFIL KESEHATAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2012 PEMERINTAH KOTA PALEMBANG
PEMERINTAH KOTA PALEMBANG PROFIL KESEHATAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2012 DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG JL. MERDEKA NO. 72 PALEMBANG www.dinkes.palembang.go.id DAFTAR ISI HALAMAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN MADIUN TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, serta atas berkat dan rahmat-nya, buku Profil Kesehatan Kabupaten Madiun Tahun 2012 dapat diterbitkan. Profil Kesehatan
Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara
= Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara 2016 DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbil alamiin. Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa
KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP
KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2012
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2012 Profil Kesehatan Tahun 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-nya Buku Profil Kesehatan Kabupaten
Ruteng, April Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. dr. Yulianus Weng, M.Kes Pembina Tkt. I NIP
Date Kata Pengantar Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat dan rahmatnya, sehingga Buku Profil Kesehatan Kabupaten Manggarai Tahun 2011 dapat diselesaikan. Profil
PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR [ ] PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013
2014 PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR [ ] 20 13 PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 i PROFIL KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 Buku ini diterbitkan oleh DINAS KESEHATAN PROVINSI
Juknis Operasional SPM
DIREKTORAT JENDERAL OTONOMI DAERAH KEMENTERIAN DALAM NEGERI Juknis Operasional SPM 1. KESEHATAN KABUPATEN/KOTA PROVINSI KABUPATEN : Jawa Timur : Tulungagung KEMENTERIAN KESEHATAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL
BAB I PENDAHULUAN PROFIL KESEHATAN KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN
BAB I PENDAHULUAN Penyelenggaraan upaya kesehatan yang bermutu dan mengikuti perkembangan IPTEK, harus lebih mengutamakan pendekatan promosi, pemeliharaan, peningkatan kesehatan, dan pencegahan penyakit.
SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN
SISTEM INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN Nama SKPD : DINAS KESEHATAN Jenis Data :Pemerintahan Tahun : 2015 KESEHATAN Nama Nilai Satuan Ketersediaan Sumber Data 1 2 3 4 5 A. Sarana Kesehatan
RESUME PROFIL KESEHATAN KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2015
RESUME PROFIL KESEHATAN NO INDIKATOR ANGKA/NILAI No. L P L + P Satuan Lampiran A. GAMBARAN UMUM 1 Luas Wilayah 315 Km 2 Tabel 1 2 Jumlah Desa/Kelurahan 59 Desa/Kel Tabel 1 3 Jumlah Penduduk 86,900 88,800
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2015
PROFIL KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN Jalan Ahmad Yani No. 100 Selong Telp. (0376) 2921033, Fax. (0376) 2922926, Kode Pos 83612 Email: [email protected]
3.2 Pencapaian Millenium Development Goals Berdasarkan Data Sektor Tingkat Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun
3.2 Pencapaian Millenium Development Goals Berdasarkan Data Sektor Tingkat di Mandar 2007-2009 Indikator 2 3 4 5 6 7 8 9 0 2 3 4 5 6 7 8 9 20 Tujuan Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan Menurunkan Proporsi
RPJMD Kab. Temanggung Tahun I X 47
2 KESEHATAN AWAL TARGET SASARAN MISI 212 213 214 215 216 217 218 218 Kunjungan Ibu Hamil K4 % 92,24 95 95 95 95 95 95 95 Dinas Kesehatan Jumlah Ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai
TREND PEMBANGUNAN KESEHATAN
TREND JAWA TIMUR TREND PEMBANGUNAN KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2000 2011 Jl. A. Yani 118 Surabaya HTTP://dinkes.jatimprov.go.id Email : [email protected] DINAS Tahun KESEHATAN 2012 PROVINSI
Target Tahun. Kondisi Awal Kondisi Awal. 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 0,12 Program pengadaan, peningkatan dan penduduk (tiap 1000 penduduk
PEMERINTAH KOTA MALANG MATRIK RENCANA STRATEGIS DINAS KESEHATAN KOTA MALANG (PENYEMPURNAAN) TAHUN 2013-2018 Lampiran : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA M Nomor : 188.47/ 92 / 35.73.306/ 2015 Tanggal
