Modul Faktor Dari Modul Supplemented

dokumen-dokumen yang mirip
PROSIDING ISBN : Dzikrullah Akbar 1), Sri Wahyuni 2)

Beberapa Sifat Modul Tersuplemen lemah (Weakly Supplemented Module)

Syarat Perlu Suatu Modul Merupakan Modul Distributif Lemah dan Ring Endomorfisma dari Modul Distributif Lemah

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

SUBMODUL PRIMA, SEMIPRIMA, DAN PRIMER DI MODUL DAN MODUL FRAKSI

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pengkajian pertama, diulas tentang definisi grup yang merupakan bentuk dasar

NEUTROSOFIK MODUL DAN SIFAT-SIFATNYA. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275

Beberapa Sifat Ideal Bersih-N

RING ABELIAN DAN MODUL ABELIAN. Oleh: Andri Novianto (1) Elah Nurlaelah (2) Ririn Sispiyati (2) ABSTRAK

II. TINJAUAN PUSTAKA. Diberikan himpunan dan operasi biner disebut grup yang dinotasikan. (i), untuk setiap ( bersifat assosiatif);

Teorema Jacobson Density

BAB I PENDAHULUAN. Ada beberapa materi yang terdapat pada aljabar abstrak, salah satu materi

KAJIAN KEINJEKTIFAN MODUL (MODUL INJEKTIF, MODUL INJEKTIF LEMAH, MODUL MININJEKTIF)

RING STABIL BERHINGGA

II. TINJAUAN PUSTAKA. modul yang akan digunakan dalam pembahasan hasil penelitian.

TEORI RING LANJUT (MODUL PRIMA)

Karakteristik Koproduk Grup Hingga

HASIL KALI TENSOR: KONSTRUKSI, EKSISTENSI DAN KAITANNYA DENGAN BARISAN EKSAK

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan mengenai konsep teori grup, teorema lagrange dan

Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian

Syarat Perlu Dan Cukup Subaljabar Merupakan Ideal di Dalam Aljabar BCI

ISOMORFISMA JUMLAH LANGSUNG DAN DARAP LANGSUNG DUA MODUL. (Skripsi) Oleh ALI ABDUL JABAR

Kajian Sifat Sifat Graf Pembagi-Nol dari Ring Komutatif dengan Elemen Satuan

Restia Sarasworo Citra 1, Suryoto 2. Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Modul Perkalian. Oleh Samsul Arifin Jurusan Matematika FMIPA UGM Sekip Utara Yogyakarta 55281

GELANGGANG ARTIN. Kata Kunci: Artin ring, prim ideal, maximal ideal, nilradikal.

MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN

KARAKTERISTIK KOPRODUK GRUP HINGGA

SIFAT-SIFAT LANJUT NEUTROSOFIK MODUL. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275

KAJIAN SIFAT SIFAT GRAF PEMBAGI-NOL DARI RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN

BAB I PENDAHULUAN. R S = { r s. untuk S subset multiplikatif dari R yang tidak memuat pembagi nol dan didefinisikan

RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF

MODUL BERSUPLEMEN UTAMA SEBAGAI GENERALISASI DARI MODUL BERSUPLEMEN

DARI RADIKAL RING KE RADIKAL MODUL (FROM RADICAL OF RINGS TO RADICAL OF MODULES)

Jurnal Matematika Murni dan Terapan Vol. 4 No. 2 Desember 2010: IDEAL MAKSIMAL DAN IDEAL PRIMA NEAR-RING

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

Seminar Nasional Aljabar, Pengajaran Dan Terapannya

Skew- Semifield dan Beberapa Sifatnya

BAB III. Standard Kompetensi. 3. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian homomorfisma ring dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

A 10 Diagonalisasi Matriks Atas Ring Komutatif

Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif

FUNGTOR HOM DAN FUNGTOR TENSOR PADA HOMOMORFISMA MODUL. Abstrak

Setiap Modul merupakan Submodul dari Suatu Modul Bersih

BAB I PENDAHULUAN. Struktur aljabar merupakan suatu himpunan tidak kosong yang dilengkapi

DERET KOMPOSISI DARI SUATU MODUL

SYARAT PERLU DAN CUKUP SUBMODUL TERKOMPLEMEN. Sri Wahyuni Jurusan Matematika FMIPA UGM. Abstrak

IDEAL DIFERENSIAL DAN HOMOMORFISMA DIFERENSIAL. Na imah Hijriati, Saman Abdurrahman, Thresye

DIAGONALISASI MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN INTISARI

BEBERAPA SIFAT DIMENSI KRULL DARI MODUL. Amir Kamal Amir 1)

Jurnal Matematika Murni dan Terapan Vol. 5 No.1 Juni 2011: TES FORMAL MODUL PROJEKTIF DAN MODUL BEBAS ATAS RING OPERATOR DIFERENSIAL

RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA FUZZY RING AND ITS PROPERTIES

Saman Abdurrahman Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 36 Banjarbaru

Karakterisasi Modul Torsi dan Modul Bebas Torsi Menggunakan Preradikal

GRAF TORSI ATAS MODUL

A4 : Subsemigrup Fuzzy Karyati, Sri Wahyuni, Budi Surodjo, Setiadji

UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta

HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP

HUBUNGAN DERIVASI PRIME NEAR-RING DENGAN SIFAT KOMUTATIF RING

Teorema-Teorema Utama Isomorphisma pada Near-Ring

R-SUBGRUP NORMAL FUZZY NEAR-RING

RUANG FAKTOR. Oleh : Muhammad Kukuh

Volume 9 Nomor 1 Maret 2015

Isomorfisma dari Gelanggang Polinom Miring Kompleks ke Gelanggang Quaternion Riil

IDEAL FUZZY NEAR-RING. Saman Abdurrahman, Na imah Hijriati, Thresye

FUNGTOR KONTRAVARIAN DAN KATEGORI ABELIAN

GRUP MONOTETIK TOPOLOGI DISKRIT BERHINGGA PADA DUALITAS PONTRYAGIN

1. GRUP. Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan

TEORI HEMIRING ABSTRAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan teori grup dan teori ring yang akan digunakan dalam

PERAN TEOREMA COHEN DALAM TEOREMA BASIS HILBERT PADA RING DERET PANGKAT

UNIVERSITAS GADJAH MADA. Bahan Ajar:

MODUL HASIL BAGI DARI SUATU MODUL DEDEKIND

I. PENDAHULUAN. Aljabar dapat didefinisikan sebagai manipulasi dari simbol-simbol. Secara historis

Saman Abdurrahman. Universitas Lambung Mangkurat,

PROSIDING SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA. Yogyakarta, 14 November Penyelenggara : FMIPA UNY

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Struktur aljabar merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika

HUBUNGAN MODUL TERBANGKIT MODUL-R DAN TERBANGKIT MODUL-R [ S

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

K-ALJABAR. Iswati dan Suryoto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Semarang 50275

PENGENALAN KONSEP-KONSEP DALAM RING MELALUI PENGAMATAN Disampaikan dalam Lecture Series on Algebra Universitas Andalas Padang, 29 September 2017

TEORI GRUP SUMANANG MUHTAR GOZALI KBK ALJABAR & ANALISIS

SEMI-HOMOMORFISMA BCK-ALJABAR. Deffyana Prastya A. 1 dan Suryoto 2. Program Studi Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. Soedarto, SH, Semarang, 50275

MODUL FAKTOR DARI MODUL ENDOMORFISMA PADA HIMPUNAN BILANGAN BULAT ATAS GAUSSIAN INTEGER

ALJABAR-C* KOMUTATIF Commutative C*-algebra

SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX

DIMENSI PARTISI SUBGRAF TERINDUKSI PADA GRAF TOTAL ATAS RING KOMUTATIF

BAB II KERANGKA TEORITIS. komposisi biner atau lebih dan bersifat tertutup. A = {x / x bilangan asli} dengan operasi +

Produk Cartesius Semipgrup Smarandache

Keberlakuan Teorema pada Beberapa Struktur Aljabar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS

Diagonalisasi Matriks Segitiga Atas Ring komutatif Dengan Elemen Satuan

Transkripsi:

Modul Faktor Dari Modul Supplemented A 16 Puguh Wahyu Prasetyo S2 Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta Email : puguhwp@gmail.com Ari Suparwanto Jurusan Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta Email : ari_suparwanto@ugm.ac.id ABSTRAK Diberikan suatu modul atas ring asosiatif dengan elemen kesatuan. Dalam Wisbauer dikatakan small di (dinotasikan dengan ) apabila untuk setiap submodul sejati dari maka. Selanjutnya apabila setiap submodul sejati dari small di, maka disebut sebagai modul hollow. Disisi lain apabila diberikan,. Submodul disebut supplement dari apabila merupakan submodul yang memenuhi dan Kemudian dalam Idelhadj dan Tribak, modul disebut modul supplemented jika setiap submodul sejati dari mempunyai supplement yang merupakan direct summand dari. Dalam artikel ini akan diberikan contoh dimana modul faktor dari modul supplemented secara umum belum tentu merupakan modul supplemented. Kata Kunci : supplemented module, supplemented module. I. Pendahuluan Pada paper ini semua ring merupakan ring asosiatif dengan elemen kesatuan dan semua modul merupakan modul kiri. Misalkan merupakan modul atas ring. Kemudian,. Submodul disebut supplement dari submodul jika merupakan submodul yang memenuhi dan. Apabila setiap modul mempunyai supplement di maka disebut dengan modul supplemented. Sedangkan apabila setiap submodul dari mempunyai supplement yang merupakan direct summand dari, maka disebut modul supplemented. Dalam artikel ini akan dibahas materi-materi terkait dengan jawaban dari pertanyaan apakah setiap modul faktor dari modul supplemented juga merupakan modul supplemented. Untuk menjawab pertanyaan tersebut akan dibentuk contoh modul supplemented yang modul faktor dari modul tersebut bukan modul supplemented. II. Pembahasan 2.1. Modul Definisi 2.1.1 Makalah dipresentasikan dalam dengan tema Matematika dan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran pada tanggal 3 Desember 2011 di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY

Misalkan R suatu ring dengan identitas dan M suatu grup abelian dengan operasi penjumlahan. M dikatakan sebagai modul kiri atas R jika dan hanya jika pemetaan : x memenuhi 1.. 2.. 3.. 4. 1. Contoh 2.1.2 Z merupakan modul atas dirinya sendiri. Teorema 2.1.3 Diketahui M suatu modul atas ring R. Jika, merupakan submodul M, maka submodul M. Bukti Ambil sebarang,, artinya, dan,. Perhatikan,, karena merupakan submodul M akibatnya. Perhatikan,, karena merupakan submodul M akibatnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa. Ambil sebarang, dan sebarang. Perhatikan artinya dan. Karena, merupakan submodul M maka dan, akibatnya. Dari penjabaran diatas maka dapat disimpulkan bahwa Jika, merupakan submodul M, maka submodul M. Pada penjelasan diatas jelas bahwa irisan dari suatu submodul juga merupakan submodul. Berikut akan dijelaskan tentang jumlahan dari suatu submodul juga merupakan submodul. Teorema 2.1.4 Diketahui M suatu modul atas ring R. Jika, merupakan submodul M, maka submodul M. Bukti Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 149

Ambil sebarang,, artinya dan. Perhatikan, hal ini berarti dapat direpresentasikan sebagai dengan dan. Perhatikan, hal ini berarti dapat direpresentasikan sebagai dengan dan. Sehingga diperoleh : Perhatikan submodul M,, maka. Perhatikan submodul M,, maka. Dengan demikian akibatnya. Ambil sebarang dan ambil sebarang. Perhatikan, hal ini berarti dapat direpresentasikan sebagai dengan dan, akibatnya Perhatikan submodul M, maka. Perhatikan submodul M, maka. Dengan demikian, jadi dapat disimpulkan bahwa Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa submodul M. Dari sebarang submodul dari suatu modul M atas R, dapat didefinisikan dua sifat dari submodul tersebut, yaitu submodul maksimal dan submodul minimal, berikut definisinya. Definisi 2.1.5 Diberikan M suatu modul atas ring R, suatu submodul S dikatakan submodul maksimal jika dan hanya jika (dibaca submodul M ). Definisi 2.1.6 Diberikan M suatu modul atas ring R, suatu submodul S dikatakan submodul minimal jika dan hanya jika (dibaca submodul M ). Apabila diperhatikan M suatu modul atas ring R, maka M dapat dipandang sebagai grup abelian atas operasi penjumlahan. Sedangkan pada struktur grup dikenal adanya subgrup normal. Sehingga dapat dibentuk grup faktor dan hal ini mendasari Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 150

munculnya modul faktor, karena grup faktor merupakan grup abelian. Berikut akan dibahas tentang modul faktor. Teorema 2.1.7 Diketahui M suatu modul atas R, jika S submodul M maka dapat dibentuk yang merupakan modul atas R. Bukti Didefinisikan operasi penjumlahan dan perkalian sebagai berikut.,,,, Dengan operasi penjumlahan dan perkalian diatas akan ditunjukkan bahwa merupakan modul atas R. 1. Ambil sebarang, dan sebarang, maka berlaku : 2. Ambil sebarang dan sebarang,, maka berlaku : 3. Ambil sebarang, dan sebarang, maka berlaku : 4. Ambil sebarang, maka 1. 1.. Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa merupakan modul atas R. Definisi 2.1.8 Diberikan M merupakan modul atas ring R., merupakan dirrect summand dari M yang dinotasikan dengan jika dan hanya jika dan 0. 2.2 Modul Supplemented Definisi 2.2.1 Apabila diberikan sebarang modul atas ring R. Dan. Submodul disebut small di. Jika untuk sebarang dengan sifat, maka dan dinotasikan dengan. Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 151

Contoh 2.2.2 Diberikan grup abelian, dengan + merupakan operasi penjumlahan modulo 6. Apabila diperhatikan merupakan modul atas ring bilangan bulat Z. Dari modul dapat diperoleh submodul-submodul dari adalah {{0}, {0, 2, 4}}. Dari definisi 3.1 dinyatakan bahwa Submodul. Jika untuk sebarang dengan sifat, maka atau dengan kata lain jika untuk setiap sehingga maka. Submodul {0}. Sebab {0, 2, 4} maka {0} + {0, 2, 4}. Hal ini berlaku juga untuk 0,2,4. Dari penjabaran diatas dijelaskan bahwa {0} dan {0, 2, 4} small di. di Akan tetapi tidak semua submodul dari suatu modul small di modul tersebut. Berikut akan dijelaskan definisi hollow. Definisi 2.2.3 Sebarang modul M dikatakan hollow jika dan hanya jika. Contoh 2.2.4 Diberikan 0, 1, 2, 3 dengan operasi penjumlahan merupakan modul atas Z. Dan submodul-submodul dari adalah {0} dan {0, 2}. Diperhatikan {0} dan {0, 2} small di. Karena semua submodul dari small di, maka dapat dikatakan modul hollow. Setelah dibahas tentang small dan hollow, berikut akan dijelaskan tentang suatu supplement dari suatu submodul. Definisi 2.2.5 Diberikan sebarang modul dan,. Submodul disebut supplement dari dalam apabila merupakan submodul minimal yang memenuhi. Dengan kata lain submodul disebut supplement dari jika dan hanya jika dan. Selanjutnya apabila setiap submodul dari mempunyai supplement maka modul disebut modul supplemented sedangkan submodul disebut supplement submodule. Pada definisi 3.3 dideskripsikan definisi supplement suatu submodul, selanjutnya akan dijelaskan pada suatu kasus ketika setiap submodul mempunyai supplement. Definisi 2.2.6. Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 152

Diberikan sebarang modul, apabila untuk setiap terdapat yang merupakan supplement dari di maka M disebut modul supplemented. Kemudian apabila dan merupakan direct summand dari, maka disebut dengan supplemented module (modul supplemented). Proposisi 2.2.7 Diberikan sebarang modul, pernyataan-pernyataan berikut ekuivalen : i. modul supplemented ii. Untuk setiap, terdapat direct summand dari sedemikian hingga berlaku dan. Bukti i ii Diketahui modul supplemented. Perhatikan definisi modul supplemented yaitu untuk setiap submodul dari mempunyai supplement di yang merupakan direct summand dari. Kemudian dari definisi ini dapat diambil sebarang, terdapat sedemikian hingga merupakan supplement dari. Selanjutnya perhatikan merupakan supplement dari atau hal ini berarti dan. Jadi terbukti bahwa untuk setiap, terdapat direct summand dari sedemikian hingga berlaku dan. ii i Diketahui suatu modul dengan sifat untuk setiap, terdapat direct summand dari sedemikian hingga berlaku dan. Apabila diperhatikan maka dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa merupakan supplement dari yang merupakan direct summand dari. Hal ini berarti untuk setiap submodul, terdapat supplement dari yang merupakan direct summand dari, maka dapat disimpulkan bahwa merupakan modul supplemented. Dari pembuktian proposisi 3.1.5 dapat disimpulkan bahwa modul supplemented jika dan hanya jika untuk setiap, terdapat direct summand dari sedemikian hingga berlaku dan. Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 153

2.3 Dual Goldie Dimension Dual Goldie Dimension dari suatu modul atas ring dinotasikan dengan corank ). Definisi 2.3.1 Kalathoor Varadarajan mendefinisikan corank ) sebagai berikut ini : (i). Jika 0, maka corank 0 (ii). Jika 0 dan k sebuah bilangan bulat yang lebih besar atau sama dengan satu. Jika terdapat suatu epimorfisma :, dengan 0, maka corank. Jika corank dan corank 1 maka corank. Jika corank untuk setiap 1, maka corank. Sehingga dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa corank, maka terdapat suatu epimorfisma :, dengan hollow dan ker small di. Contoh 2.3.2 corank 1 Dari definisi Dual Goldie Dimension diatas berikut akan diberikan contoh suatu modul supplemented yang modul faktornya bukan modul supplemented dengan proses pembuktiannya menggunakan Dual Goldie Dimension. Lemma 2.3.3 Diberikan R sebuah ring lokal komutatif (commutative local ring) yang bukan merupakan ring valuasi (valuation ring). Misalkan suatu modul bebas dengan generator, dan. Misalkan sebuah submodul yang dibangun oleh dan misalkan untuk suatu modul, maka i.. ii. Corank ( 3 Bukti i. Diberikan R sebuah ring lokal komutatif (commutative local ring) yang bukan merupakan ring valuasi (valuation ring). Misalkan, yang salah satunya tidak membagi yang lain. Diasumsikan 0 dan 0 dengan merupakan ideal maksimal dari. Misalkan suatu modul bebas dengan generator, dan. Misalkan sebuah submodul yang dibangun Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 154

oleh dan misalkan. Perhatikan suatu modul bebas dengan generator, dan atau dengan kata lain, 1,2,3 dengan 0 untuk, 1,2,3 dan. Dengan demikian diperoleh dan, sehingga Perhatikan Perhatikan hal ini berarti dapat direpresentasikan ii. sebagai dengan 1,2,3., sehingga diperoleh Katakan,, dan. Karena merupakan ideal yang dibangun oleh, hal ini berarti 0 dengan demikian diperoleh, karena 0 untuk 1,2 maka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa. Perhatikan pada pembuktian lemma 3.2.6 (i) telah dibuktikan bahwa. Akan dibuktikan bahwa Corank ( 3. Dibentuk pemetaan :,, 1,2,3 Yang didefinisikan oleh :,,,. Dengan, untuk suatu, 1,2,3. Akan ditunjukkan bahwa pemetaan suatu homomorfisma. Diambil sebarang, dan dengan,, dan,, untuk suatu,, 1,2,3. Sedemikian hingga berlaku Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 155

,,,,,,,,,, Jadi dapat disimpulkan bahwa pemetaan suatu homomorfisma. Kemudian untuk menunjukkan bahwa pemetaan suatu epimorfisma, harus ditunjukkan bahwa pemetaan bersifat surjektif. Pembuktiannya sebagai berikut. Diambil sebarang dengan,,. Maka dapat dibentuk, katakan, untuk suatu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat sedemikian hingga berlaku,,. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemetaan bersifat surjektif. Karena pemetaan suatu homomorfisma dan bersifat surjektif, maka dapat disimpulkan bahwa pemetaan merupakan suatu epimorfisma. Oleh sebab itu Corank ( 3. Contoh 2.3.4 Diberikan R sebuah ring lokal komutatif (commutative local ring) yang bukan merupakan ring valuasi (valuation ring). Misalkan, yang salah satunya tidak membagi yang lain. Diasumsikan 0 dan 0 dengan merupakan ideal maksimal dari. Misalkan suatu modul bebas dengan generator, dan. Misalkan sebuah submodul yang dibangun oleh dan misalkan. Perhatikan suatu modul bebas dengan generator, dan atau dengan kata lain, 1,2,3 dengan 0 untuk, 1,2,3 dan. Dengan demikian diperoleh dan, sehingga Perhatikan Perhatikan hal ini berarti dapat direpresentasikan sebagai dengan 1,2,3., sehingga diperoleh Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 156

Katakan,, dan. Karena merupakan ideal yang dibangun oleh, hal ini berarti 0 dengan demikian diperoleh, karena 0 untuk 1,2 maka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa. Misalkan merupakan modul supplemented, maka terdapat submodul-submodul dan dari sedemikian hingga, misalkan, maka, dan. Perhatikan merupakan modul indecomposable yang tidak dapat dibangun kurang dari dua elemen. Oleh sebab itu corank ( 2 akibatnya corank ( 3. Karena dan, sehingga diperoleh direct summand lokal dari dan karena corank ( 2. Karena merupakan ring lokal komutatif, maka End R () merupakan ring lokal. Karena mempunyai sifat exchange, terdapat submodul-submodul dan sedemikian hingga. Oleh sebab itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa indecomposable. Oleh sebab itu 0 atau 0. Akan tetapi corank ( 3. Dan corank ( 2, jadi dan indecomposable. Karena,, terdapat, dan, sedemikian hingga dan. Oleh sebab itu dan. Akan tetapi. Maka. Sekarang dan, jadi terdapat sedemikian hingga. Catat bahwa dan 1. Dengan demikian 1 0, yaitu 1. Oleh sebab itu 1 0. Jadi 1 atau dengan kata lain invertible dan. Catat bahwa Dengan demikian 0. Sebaliknya, yang mengakibatkan selanjutnya diperoleh. Hal ini Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 157

kontradiksi. Karena, maka 0, hal ini juga kontradiksi. Jadi dapat disimpulkan bahwa bukan merupakan modul supplemented. Akan tetapi merupakan modul supplemented. Setelah diberikan contoh diatas maka dapat disimpulkan bahwa modul faktor dari modul supplemented secara umum belum tentu merupakan modul supplemented. III. Penutup Kesimpulan Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa Setelah diberikan contoh diatas maka dapat disimpulkan bahwa modul faktor dari modul supplemented secara umum belum tentu merupakan modul supplemented. Saran Perlu dibahas lebih dalam tentang dual goldie dimension, dan sifat-sifat dari modul supplemented. Daftar Pustaka A. Idelhadj and R. Tribak. On Some Properties of supplemented modules. IJMMS 2003 : 69, 4373-4387 PII. S016117120320346X, Hindawi Publishing Corporation., A dual notion of CS-modules generalization, Algebra and Number Theory (Fez) (M. Boulagouaz and J.-P. Tignol, eds.), LectureNotes in Pure and Appl. Math., vol. 208, Marcel Dekker, New York, 2000, pp. 149 155. F. W. Anderson and K. R. Fuller, Rings and Categories of Modules, Graduate Texts in Mathematics, vol. 13, Springer-Verlag, New York, 1974. K. Varadarajan, Dual Goldie dimension, Comm. Algebra 7 (1979), no. 6, 565 610. O. Zariski and P. Samuel, Commutative Algebra. Vol. 1, Graduate Texts in Mathematics, no. 28, Springer-Verlag, New York, 1975. Wisbauer, R, Foundations of Module and Ring Theory, Gordon and Breach, Philadelphia, 1991. Yogyakarta, 3 Desember 2011 MA 158