GRAF TORSI ATAS MODUL
|
|
|
- Farida Gunardi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal Jilid 7, No. 2, 2017, Hal ISSN GRAF TORSI ATAS MODUL Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Abstract:.Let R be a commutative ring and be an -module. We associate to a graph denoted by, called the torsion graph of, whose vertices are the non-zero torsion elements of and two distinct element are adjacent if and only if. We investigate the interplay between module-theoritic properties of and graph-theoritic properties of. Keywords:.Torsion graph, multiplication modules, Torsion graph of modules. Abstrak: Misalkan adalah gelanggang komutatif dan adalah -modul. Kita mengaitkan sebagai suatu graf yang dinotasikan dengan yang disebut graf torsi dari dimana simpul-simpulnya adalah elemen torsi bukan nol dari dan dua elemen berbeda bertetangga jika dan hanya jika. Kita menginvestigasi hubungan antara sifat teori modul dari M dan sifat teori graf dari. Kata kunci: Graf Torsi, Modul Multiplikasi, Graf Torsi Atas Modul. PENDAHULUAN Konsep graf pembagi nol gelanggang komutatif diperkenalkan Oleh I. Beck pada tahun 1988 [7]. Dia memberikan semua elemen dari gelanggang menjadi simpul-simpul dari graf dan terutama tertarik dalam mewarnai investigasi dari pewarnaan gelanggang komutatif dilanjutkan oleh Anderson dan Naseer di [4]. Pada [3], Anderson dan Livingston memperkenalkan dan mempelajari graf pembagi nol dimana simpul-simpulnya adalah pembagi nol bukan nol dan dimana adalah sisi bila saja. Graf pembagi nol dari gelanggang komutatif telah dipelajari secara ekstensif oleh Anderson, Frazier, Lauve, Levy, Livingston dan Shapiro, lihat [2, 3]. Graf pembagi nol telah diperluas ke gelanggang nonkomutatif oleh Redmond di [14]. Graf pembagi nol juga telah diperkenalkan dan dipelajari untuk semigrup oleh DeMeyer dan Schneider di [9], dan untuk gelanggang bertetangga Oleh Cannon dkk di [8]. Misalkan adalah gelanggang komutatif dengan identitas dan adalah -modul yang menjadi satu unit. Dalam tulisan ini, kami akan menyelidiki konsep dari graf torsi untuk modul sebagai penurunan alami dari graf pembagi nol terhadap gelanggang, yang telah didefinisikan oleh Ghalandarzadeh dan Rad Malakooti di [12]. Residual dari oleh, dilambangkan dengan adalah himpunan elemen untuk. Annihilator dari -modul M dinotasikan dengan adalah Misalkan adalah himpunan elemen dari sehingga Ann. Jelas bahwa jika adalah daerah integral, maka adalah submodul dari, dan ini disebut submodul torsi dari Jika, maka modul dikatakan bebas torsi, dan ini disebut modul torsi jika. Graf torsi )dari adalah graf sederhana yang simpul-simpulnya
2 Graf Torsi atas Modul adalah elemen torsi bukan nol dari, dan dua elemen yang berbeda bertetangga jika dan hanya jika. Jadi, adalah graf kosong jika dan hanya jika adalah -modul bebas torsi. Dalam tulisan ini, kita akan menyelidiki interaksi sifat modul M dalam kaitannya dengan sifat Kami percaya bahwa penelitian ini membantu pembelajaran struktur Sebagai contoh, jika adalah -modul perkalian tetap, kita menunjukkan bahwa terbatas jika dan hanya jika terbatas. Juga, kita berpikir bahwa graf torsi membantu kita mempelajari sifat aljabar dari modul yang menggunakan teori graf. Untuk tentukan jika atau. Relasi selalu refleksif dan simetris, tapi biasanya tidak transitif. Graf torsi mengukur kurangnya transitivitas dalam arti bahwa transitif jika dan hanya jika selesai. -modul disebut modul perkalian jika untuk setiap submodul dari, ideal dari sehingga [6]. Sebuah submodul yang tepat dari disebut submodul utama, jika (dimana dan ) artinya atau Ingat bahwa graf terbatas jika kedua simpul set dan set tepinya terbatas, dan kita menggunakan simbol Untuk menunjukkan jumlah simpul-simpul dalam graf Juga, graf terhubung jika ada jalur antara dua simpul yang berbeda. Jarak antara simpul-simpul yang terhubung adalah panjang jalur terpendek dari ke jika tidak ada jalur seperti itu). Diameter adalah diameter graf yang terhubung, yang merupakan supremum jarak antara simpul. Diameter 0 jika graf terdiri dari satu simpul. Ketebalan, dilambangkan dengan gr didefinisikan sebagai panjang sirkuit terpendek dalam (gr(g) = jika tidak terdapat sirkuit). Pada bagian 2, kita memberikan banyak contoh dan kita menunjukkan bahwa selalu terhubung dengan diam jika adalah -modul. Sepanjang tulisan ini, untuk kita membiarkan Seperti biasa, gelanggang bilangan bulat dan bilangan bulat modulo masing-masing dilambangkan dengan dan Kami menggunakan simbol atau untuk menunjukkan elemen Juga, kita menggunakan simbol untuk menunjukkan sebagai - modul. dimana adalah satu set submodul utama, dan akhirnya untuk beberapa non-nol }. Untuk menghindari hal-hal kecil ketika kosong, kita akan menganggap secara implisit, jika perlu bahwa M bukan bebas torsi. HASIL DAN PEMBAHASAN Sifat dari Pada bagian ini, akan ditunjukkan bahwa jika modul, maka terhubung dan memiliki diameter dan ketebalan yang kecil. Contoh 1.1. (a) Misalkan adalah R-modul, dimana M adalah modul bebas torsi. Jadi dan. Oleh karena itu 87
3 Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri adalah graf lengkap. Berikut adalah graf torsi untuk beberapa modul. Perhatikan contoh-contoh pada Gambar.1. Hal ini menunjukkan bahwa modul non-isomorfik mungkin memiliki graf torsi yang sama. (a) (b) (c) (d) (e) Gambar 1. Beberapa contoh graf torsi untuk modul non-isomorfik. (b). Dari bagian (a) di atas, semua graf terhubung dengan simpul-simpulnya kurang dari empat, dapat dianggap sebagai. Dari sebelas graf dengan empat simpul, hanya enam graf yang terhubung. Dari enam graf tersebut, hanya tiga graf berikut yang dapat direalisasikan sebagai. Ketika adalah -modul perkalian tetap, ada tiga [3]. X x Gambar 2. dengan 4 simpul. Jelas bahwa setiap gelanggang adalah perkalian -modul. Selanjutnya kami menjelaskan sebuah bukti bahwa graf dengan simpul-simpul dan sisi tidak dapat direalisasikan sebagai Misalkan ada gelanggang dan perkalian -modul tetap dengan bersama hanya dengan hubungan torsi di atas. Perhatikan 88
4 Graf Torsi atas Modul Kemudian, dan Oleh karena itu, sehingga harus berupa atau Jika atau maka atau dan terdapat kontradiksi. Lalu, jika, maka, yang merupakan kontradiksi. Oleh karena itu, adalah satu-satunya kemungkinan. Demikian pula,. Oleh karena itu Jadi, yang merupakan kontradiksi. Bukti untuk dua graf yang tidak dapat direalisasikan pada empat simpul yang serupa. Teorema 1.2. Jika adalah -modul perkalian, maka untuk, merupakan graf yang tidak memuat n-poligon. Bukti. Andaikan merupakan graf dengan n-poligon. Misalkan graf adalah graf terhubung dengan simpul } dan menjadi graf dengan sisi Artinya i) ii) oleh karena itu haruslah salah satu simpul. Misalkan maka, hal ini tidak mungkin. Misalkan maka, hal ini tidak mungkin. Misalkan, maka, hal ini kontradiksi. Maka adalah satu-satunya kemungkinan. oleh karena itu haruslah salah satu simpul. Misalkan maka, hal ini tidak mungkin. Misalkan maka, hal ini tidak mungkin. Misalkan, maka, hal ini kontradiksi. Maka adalah satu-satunya kemungkinan. Berdasarkan i) dan ii), maka. Hal ini kontradiksi. Maka untuk n 5 merupakan graf yang tidak dapat memuat n-poligon. Graf -partite adalah suatu graf yang kumpulan vertex-nya dapat dipartisi menjadi subset sehingga tidak ada ujung yang memiliki kedua ujung pada satu subset graf. Graf - partite lengkap adalah suatu graf dimana setiap simpul-simpul digabungkan ke setiap simpul 89
5 Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri yang ada di subset lain. Graf 90ipartite lengkap (graf -partit) dengan simpul-simpul himpunan elemen dan masing-masing, akan dilambangkan dengan Graf 90ipartite lengkap dari bentuk disebut graf bintang. Contoh 1.3. Misalkan menjadi -modul perkalian bebas torsi dan menjadi -modul perkalian bebas torsi, maka adalah modul dengan perkalian. adalah graf ipartite lengkap (yaitu, yang terputus): dapat dipartisi menjadi dua himpunan ipart dan dua simpul dan bertetangga jika dan hanya jika berada di simpul yang berbeda himpunan), dengan. Berikut adalah dua contoh spesifik: Gambar 3. Graf ipartite lengkap Kita tahu bahwa mungkin tak terbatas (yaitu, -modul memiliki elemen torsi tak terbatas). Tapi kasus yang menarik terjadi ketika terbatas, karena dalam kasus yang terbatas, gambar graf mungkin terjadi. Pertama, kita memusatkan perhatian seseorang pada graf tak terbatas dan kemudian dalam artikel ini kita akan mempertimbangkan kasus graf terbatas yang menarik, dan teorema berikutnya menunjukkan bahwa terbatas (kecuali bila kosong) jika dan hanya jika terbatas. Teorema 1.4. Misalkan R gelanggang komutatif dan -modul perkalian setia. Kemudian terbatas jika dan hanya jika adalah terbatas atau adalah -modul bebas torsi. Jika maka adalah terbatas dan tidak bebas torsi. Bukti. Diketahui adalah gelanggang komutatif dan adalah -modul perkalian setia, artinya untuk setiap submodule di terdapat di sehingga berlaku dan Ann. Misalkan berhingga dan tak kosong, maka terdapat sedemikian sehingga, untuk suatu. Misalkan dan misalkan, maka, untuk setiap. Karenanya berhingga dan untuk setiap. Andaikan M tak berhingga, maka terdapat suatu dengan tak berhingga. Ambil sebarang maka dan. 90
6 Graf Torsi atas Modul Perhatikan: maka haruslah berhingga. Hal ini kontradiksi, haruslah berhingga. Misalkan berhingga, berdasarkan definisi jelas bahwa. Karenanya berhingga artinya berhingga. Contoh selanjutnya menunjukan bahwa kondisi perkalian berguna. Contoh 1.5. Misalkan adalah -modul. Hal ini jelas bahwa adalah modul perkalian tak berhingga, tetapi maka berhingga. Contoh 1.6 (a), menunjukan beberapa -modul dengan diam 0,1 atau 2. Dalam, lintasan menunjukan bahwa diam(. Selanjutnya kita akan menunjukan bahwa graf torsi dari dengan diameter. -modul setia terhubung Toerema 1.7. Misalkan adalah gelanggang komutatif dan adalah -modul setia. terhunbung dan diam Bahkan, jika memuat sirkuit, maka gr Bukti. Misalkan adalah elemen berbeda. Jika atau atau adalah nol, maka Karena itu, kita misalkan tak nol, maka terdapat elemen tak nol Jika maka terdapat sedemikian sehingga, karenanya adalah lintasan dengan panjang 2, dengan demikian. Sekarang misalkan dan, karena untuk suatu Sekarang kita meninjau kasus Ann. Dalam kasus ini untuk suatu, maka adalah lintasan dengan panjang 2.Dalam kasus lain, jika Ann, maka untuk suatu elemen tak nol Ann dan adalah lintasan dengan panjang 2. Arguman yang sama berlaku jik Dengan demikian, kita bisa berasusmi bahwa dan tak nol. Jika Ann Ann dan Ann Ann, maka terdapat elemen tak nol sedemikian sehingga dan, karenanya. Sekarang jika maka adalah lintasan dengan panjang 3. Dalam kasus lain, jika, maka adalah path dengan panjang 2. Karena itu, Dengan demikian kita dapat berasumsi bahwa Ann Ann atau Ann Ann, jika Ann Ann, maka untuk suatu Ann dan adalah lintasan dengan panjang 2. Argument yang sama berlaku jika Ann Ann. Karenanya, dengan demikian diam Statmen Bahkan, jika memuat sirkuit merujuk dari [10]. Contoh selanjutnya menunjukan bahwa kondisi setia berlaku. 91
7 Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri Contoh 1.8. Misalkan adalah -modul, maka tidak terhubung. Gambar 4. tidak terhubung, untuk Anderson dan Livingston [3], membuktikan jika memuat sirkuit, maka gr( Mereka juga membuktikan gr ketika adalah Artinian. Teorema berikut menunjukan bahwa gr untuk gelanggang komutatif. Teorema 1.9. Misalkan adalah -modul perkalian. Jika memuat sirkuit, maka gr. Bukti. Misalkan menjadi sirkuit terpendek dari untuk. Jika maka mengandung sirkuit Hal ini kontradiksi. Sehingga terdapat elemen tak nol dan sedemikian sehingga. Jika dan, maka memuat sirkuit kontadiksi. Dengan demikian atau maka, tanpa menghilangkan keumuman, asumsikan, dengan ini [ Sekarang kita tunjukan bahwa Jika terdapat elemen tak nol sedemikian sehingga, maka adalah sirkuit dengan panjang 3. Hal ini kontradiksi. Karenanya terdapat sedemikian sehingga dan Dengan argument yang sama dan Dengan demikian, adalah sirkuit dengan panjang 4, hal ini kontradiksi. Maka haruslah, gr Teorema Misalkan adalah -modul perkalian. Maka terdapat simpul dari yang bertetangga ke semua simpul lainnya jika dan hanya jika salah satu adalah -modul, dimana dan adalah submodule dari sedemikian sehingga hanya memiliki dua elemen, adalah generator berhingga dengan, atau, dimana adalah ideal annihilator dari (dan karenanya jika maka adalah submodule prima). Bukti. Misalkan untuk semua ideal annihilator dari dan misalkan bertetangga ke setiap simpul. Sehingga Ann, kita memiliki Ann(x)M. Kita bagi pembuktian theorem menjadi 6 klaim, dengan keperluannya sendiri. 92
8 Graf Torsi atas Modul Klaim 1: Ann adalah submodule prima dari. Ini jelas bahwa, misal dan untuk elemen tak nol dengan demikian, maka untuk setiap karenanya Ann Tapi terdapat sedemikian sehingga sehingga Ann Ann. Dengan demikian dan Dengan demikian, adalah submodule prima dan mengakibatkan ideal prima. Klaim 2: Jika, maka sehingga untuk setiap Karena atau dan karenanya untuk Ann. Karena adalah submodule prima,, sehingga Hal ini kontradiksi, maka haruslah. Klaim 3: Ann Karena, kita memiliki. Kiat ketahui bahwa adalah pencoretan lemah -modul dan sehingga Ann Hasil cek sederhana Ann Karenanya kita dapat asumsikan dengan bertetangga ke setiap simpul lainnya. Klaim 4:. Misalkan maka dan dan karenanya, sehingga Klaim 5: adalah generator berhingga. Kita klaim bahwa maka terdapat sedemikian sehingga Untuk suatu. Dengan demikian, bertetangga dengan, sehingga Hal ini kontradiksi. Mengakibatkan Misal Ann( untuk Jadi karenanya Karena kita mempunyai. Dengan demikian, Ann adalah idela prima dari. Karenanya adalah -modul dan adalah daerah integral dan berdasarkan [1], merupakan generator berhingga -modul, dan sehingga adalah generator berhingga -modul. Klaim 6: adalah modul setia. Sekarang misalkan bahwa Ann Ann untuk suatu, karenanya dan Hal ini kontradiksi. Karenanya Ann Ann(. Sehingga adalah modul setia dan. jika, dimana hanya memiliki dua elemen dan, maka bertetangga dengan semua simpul lainnya. Jika Ann untu suatu, maka bertetangga ke semua simpul lainnya. Jika tereduksi, adalah -modul perkalian setia dan memiliki sebuah simpul yang bertetangga ke semua simpul lainnya, maka harus meliki pembentuk dimana hanya memiliki dua elemen dan merupakan generator berhingga. 93
9 Budi Harianto dan Sarah Harefah Saputri Misalkan Spec adalah submodule prima dan Max adalah submodule maximal, berdasarkan [11], untuk suatu adalah -modul perkalian, Max jika dan hanya jika untuk suatu ideal maximal dari. Akibat Misalkan adalah -modul perkalian berhingga. Maka terdapat simpul dari yang bertetangga ke setiap simpul lainnya jika dan hanya jika salah satu dari adalah -modul setia, dimana adalah submodule dari sedemikian sehingga hanya memiliki dua elemen dan sederhana, atay adalah local gelanggang (dan karenanya). Bukti. Misalkan adalah -modul perkalian. Berdasarkan Theorema 2.9, salah satu atau dimana adalah ideal annihilator dari. Misalkan jadi berhingga, karenanya adalah -modul artinian, juga berdasarkan [11], memuat sirkuit, sehingga. Sama dengan pembuktian Theorema 2.9, Ann( adalah ideal prima. Dengan demikian, daerah integral berhingga dan juga lapangan dan sehingga Ann( adalah ideal maximal dari. Dengan demikian, adalah -modul sederhana. Sekaramg asumsikan. Berdasarkan Theorema 2.9, Ann untuk suatu Misalkan, sehingga adalah -modul perkalian Artinian dan berdasarkan [11,cpro;;ary 2.9], memuar sirkuit, dengan demikian, untuk suatu. Misalkan adalah bukan elemen satuan. Dan. Jika untuk suatu, maka Ann, tetapi dan terdapat sedemikian sehingga, karenanya Jika untuk setiap, maka, sehingga. Karenanya Ann. Kita tau Ann karena adalah -modul pencoretan lemah. Berdasarkan [5], adalah gelanggang local dengan ideal maximal hanya Ann sehingga Max. Misalkan adalah gelanggang local. untuk suatu dan bukan merupakan elemen satuan. Dengan argument yang sama, karenanya Ann untuk suatu. Oleh karena itu, Ann. Hal ini mengakibatkan, berdasarkan theorem 2.9, terdapat simpul dari yang bertetangga ke semua simpul lainnya. Misalkan adalah -modul perkalian, kita selanjutnya menentukan kapan merupakan graf lengkap (untuk dua simpul bertetangga bertetangga). Berdasarkan definisi, merupakan graf lengkap jika dan hanya jika untuk setiap elemen berbeda. Kecuali untuk kasus ketika, dengan hanya memiliki dua elemen, pembuktian theorem berikutnya menunjukan bahwa kita juga harus memiliki untuk semua, ketika lengkap. Kecuali untuk kasus, Nill terdeteksi oleh graf lengkap, karena Teorema Misalkan adalah -modul perkalian. Maka lengkap jika dan hanya jika, salah satu setia, dengan adalah submodule, hanya memiliki dua elemen, atau setiap elemen berbeda. Bukti. berdasarkan definisi. 94
10 Graf Torsi atas Modul Misalkan bahwa terhubung, tapi asumsikan bahwa dengan, sehingga Ann dan berdasarkan Theorema 2.9, dimana hanya memiliki dua eleman. Sama dengan pembuktian dari Theorema 2.9, untuk semua Karenanya, Karenanya dan untuk suatu. Misalkan sehingga dan sama dengan pembuktian dari Theorema 2.9, D dengan demikian atau Karenanya Disisi lain, untuk semua dan. Karenanya, dan hanya memiliki dua elemen. Akibat Misalnya merupakan -modul perkalian berhingga. Jika lengkap, maka salah satu, dimana merupakan submodule dari sedemikian sehingga hanya memiliki dua elemen atau merupakan gelanggang local (dan karenanya Max.). REFERENSI [1] M.M. Ali, and D.J. Smith, 2001, Finite and infinite collections of multiplication modules, Beitr age Algebra Geom. 42 (2), [2] D.F. Anderson, A. Frazier, A. Lauve, and P.S. Livingston, 2001, The zero divisor graph of a commutative ring, II, in Ideal Theoretic Methods in Commutative Algebra (Columbia, MO, 1999), Lecture Notes in Pure and Appl. Math., Marcel Dekker, New York, 220, [3] D.F. Anderson, and P.S. Livingston, 1999, The zero-divisor graph of a commutative ring, J. Algebra 217 (2), [4] D.D. Anderson, M. Naseer, and Beck's, 1993, Coloring of a Commutative Rings, J. Algebra 159 (2), [5] M.F. Atiyah, and I.G. Macdonald, 1969, Introduction to Commutative Algebra, Addison Wesley, Reading, MA. [6] A. Barnard, 1981, Multiplication modules, J. Algebra 71 (1), [7] I. Beck, 1988, Coloring of commutative rings, J. Algebra 116 (1), [8] A. Cannon, K. Neuerburg, and S.P. Redmond, 2005, Zero-divisor graphs of near rings and semigroups, in Near rings and Nearelds (A. Kreuzer, M.J.Thomsen, Eds.), Springer, Dordrecht, pp [9] F.R. DeMeyer, T. McKenzie, and K. Schneider, 2002, The zero-divisor graph of a commutative semigroup, Semigroup Forum 65 (2), pp [10] R. Diestel, 1997, Graph Theory Springer-Verlag, New York. [11] Z.A. El-Bast, and P.F. Smith, 1988, Multiplication modules, Comm. Algebra 16 (4), [12] Sh. Ghalandarzadeh, and P. Malakooti Rad, 2009, Torsion graph over multiplication modules, Extracta Math. 24 (3), pp [13] I. Kaplansky, 1974, Commutative Rings, The University of Chicago Press, Chicago- London. [14] S.P. Redmond, 2002, The zero-divisor graph of a non-commutative ring, Int. J. Commut. Rings 1, (in Commutative Rings, Nova Sci. Publ., Hauppauge, NY, 2002, 39-47). 95
KAJIAN SIFAT SIFAT GRAF PEMBAGI-NOL DARI RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN
KAJIAN SIFAT SIFAT GRAF PEMBAGI-NOL DARI RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN STUDY OF PROPERTIES OFZERO-DIVISOR GRAPH OF A COMMUTATIVE RING WITH UNITY Satrio Adi Wicaksono (1209 100 069) Pembimbing: Soleha,
Kajian Sifat Sifat Graf Pembagi-Nol dari Ring Komutatif dengan Elemen Satuan
Kajian Sifat Sifat Graf Pembagi-Nol dari Ring Komutatif dengan Elemen Satuan Soleha 1, Dian W. Setyowati 2, Satrio A. W. 3 1 Institut Teknologi Sepuluh Nopember, [email protected] 2 Institut
BILANGAN TERHUBUNG PELANGI PADA GRAF HASIL AMALGAMASI GRAF PEMBAGI NOL ATAS RING KOMUTATIF
Jurnal LOG!K@, Jilid 7, No 1, 2017, Hal 15-24 ISSN 1978 8568 BILANGAN TERHUBUNG PELANGI PADA GRAF HASIL AMALGAMASI GRAF PEMBAGI NOL ATAS RING KOMUTATIF Budi Harianto Program Studi Matematika, Fakultas
Modul Faktor Dari Modul Supplemented
Modul Faktor Dari Modul Supplemented A 16 Puguh Wahyu Prasetyo S2 Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta Email : [email protected] Ari Suparwanto Jurusan Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta Email : [email protected]
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN
MATHunesa Jurnal Ilmiah Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017 ISSN 2301-9115 GRAF TOTAL SUATU MODUL BERDASARKAN SUBMODUL SINGULER Dian Ambarsari (S1 Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
GRAF PANGKAT PADA SEMIGRUP. Nur Hidayatul Ilmiah. Dr. Agung Lukito, M.S.
GRAF PANGKAT PADA SEMIGRUP Nur Hidayatul Ilmiah Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya. [email protected] Dr. Agung Lukito, M.S. Jurusan Matematika,
DIMENSI PARTISI SUBGRAF TERINDUKSI PADA GRAF TOTAL ATAS RING KOMUTATIF
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains Tahun 2014 Inovasi Pendidikan Sains dalam Menyongsong Pelaksanaan Kurikulum 2013 Surabaya 18 Januari 2014 DIMENSI PARTISI SUBGRAF TERINDUKSI PADA GRAF TOTAL
SUBMODUL PRIMA, SEMIPRIMA, DAN PRIMER DI MODUL DAN MODUL FRAKSI
Jurnal Gammath, Volume 2 Nomor 1, Maret 2017 SUBMODUL PRIMA, SEMIPRIMA, DAN PRIMER DI MODUL DAN MODUL FRAKSI Lina Dwi Khusnawati FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta [email protected] Abstrak
GRAF TOTAL DARI RING KOMUTATIF
GRAF TOTAL DARI RING KOMUTATIF Andika Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, 6031 Email: [email protected] Dwi Juniati Matematika, Fakultas Matematika
Modul Perkalian. Oleh Samsul Arifin Jurusan Matematika FMIPA UGM Sekip Utara Yogyakarta 55281
Modul Perkalian Oleh Samsul Arifin Jurusan Matematika FMIPA UGM Sekip Utara Yogyakarta 5528 Abstrak Di dalam teori modul terdapat modul khusus yang disebut modul perkalian (multiplication modules). Misalnya
BEBERAPA SIFAT DIMENSI KRULL DARI MODUL. Amir Kamal Amir 1)
Paradigma, Vol. 14 No. 2 Agustus 2010 hlm. 105 112 BEBERAPA SIFAT DIMENSI KRULL DARI MODUL Amir Kamal Amir 1) 1) Jurusan Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin, Makassar 90245 E-mail: [email protected]
RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 02, No. 1 (2013), hal. 63 70. RANK MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF Eka Wulan Ramadhani, Nilamsari Kusumastuti, Evi Noviani INTISARI Rank dari matriks
Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian
Kriteria Struktur Aljabar Modul Noetherian dan Gelanggang Noetherian Rio Yohanes 1, Nora Hariadi 2, Kiki Ariyanti Sugeng 3 Departemen Matematika, FMIPA UI, Kampus UI Depok, 16424, Indonesia [email protected],
GELANGGANG ARTIN. Kata Kunci: Artin ring, prim ideal, maximal ideal, nilradikal.
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 2 Hal. 108 114 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND GELANGGANG ARTIN IMELDA FAUZIAH, NOVA NOLIZA BAKAR, ZULAKMAL Program Studi Matematika, Fakultas Matematika
NEUTROSOFIK MODUL DAN SIFAT-SIFATNYA. Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275
NEUTROSOFIK MODUL DAN SIFAT-SIFATNYA Suryoto 1, Bambang Irawanto 2, Nikken Prima Puspita 3 1,2,3 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 5275 1 [email protected]
Seminar Nasional Aljabar, Pengajaran Dan Terapannya
Tulisan ini telah dipresentasikan pada dipresentasikan dalam Seminar Nasional Alabar, Pengaaran Dan Terapannya dengan tema Kontribusi Alabar dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Penelitian dan Pembelaaran
DERET KOMPOSISI DARI SUATU MODUL
DERET KOMPOSISI DARI SUATU MODUL SKRIPSI Oleh : ANI NURHAYATI J2A 006 001 PROGRAM STUDI MATEMATIKA JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010
HIMPUNAN BILANGAN BULAT NON NEGATIF PADA SEMIRING LOKAL DAN SEMIRING FAKTOR. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275
HIMPUNAN BILANGAN BULAT NON NEGATIF PADA SEMIRING LOKAL DAN SEMIRING FAKTOR Meryta Febrilian Fatimah 1, Nikken Prima Puspita 2, Farikhin 3 1,2,3 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof.
SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX
SUBGRUP C-NORMAL DAN SUBRING H R -MAX Kristi Utomo 1, Nikken Prima Puspita 2, R. Heru Tjahjana 3, Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang [email protected]
Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal
Vol. 9, No.1, 49-56, Juli 2012 Himpunan Ω-Stabil Sebagai Daerah Faktorisasi Tunggal Nur Erawaty 1, Andi Kresna Jaya 1, Nirwana 1 Abstrak Misalkan D adalah daerah integral. Unsur tak nol yang bukan unit
Y.D. Sumanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstrak
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 2, 93-100, Agustus 2001, ISSN : 1410-8518 ELEMEN PEMBANGUN DALAM SEMIGRUP - Y.D. Sumanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Abstrak Misalkan M himpunan tak kosong
MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS
MODUL DAN KEUJUDAN BASIS PADA MODUL BEBAS MODULES AND BASES OF FREE MODULES Dian Mardiani Pendidikan Matematika, STKIP Garut Garut, Indonesia [email protected] Abstrak Penelitian ini membahas beberapa
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, maksud dan tujuan, tinjauan pustaka, metodologi penelitian serta sistematika penulisan dari penyusunan skripsi
HUBUNGAN DERIVASI PRIME NEAR-RING DENGAN SIFAT KOMUTATIF RING
E-Jurnal Matematika Vol 6 (2), Mei 2017, pp 116-123 ISSN: 2303-1751 HUBUNGAN DERIVASI PRIME NEAR-RING DENGAN SIFAT KOMUTATIF RING Pradita Z Triwulandari 1, Kartika Sari 2, Luh Putu Ida Harini 3 1 Jurusan
BILANGAN DOMINASI DAN BILANGAN KEBEBASAN GRAF BIPARTIT KUBIK. Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang
BILANGAN DOMINASI DAN BILANGAN KEBEBASAN GRAF BIPARTIT KUBIK Budi Santoso 1, Djuwandi 2, R Heri Soelistyo U 3 1,2,3 Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl Prof H Soedarto, S H, Tembalang, Semarang Abstract
Isomorfisma dari Gelanggang Polinom Miring Kompleks ke Gelanggang Quaternion Riil
Vol. 1, No. 1, 1-8, Juli 015 Isomorfisma dari Gelanggang Polinom Miring Kompleks ke Gelanggang Quaternion Riil Amir Kamal Amir 1 Abstrak Misalkan R adalah suatu gelanggang dengan identitas 1, adalah suatu
BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF P m P n, K m P n, DAN K m K n
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 1 Hal. 14 22 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF P m P n, K m P n, DAN K m K n MARIZA WENNI Program Studi Matematika,
BAB I PENDAHULUAN. R S = { r s. untuk S subset multiplikatif dari R yang tidak memuat pembagi nol dan didefinisikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Topik "Hubungan Modul Dedekind Dengan Modul π Melalui Modul Invertibel dan Modul Padat" merupakan kajian atas 2(dua) jenis submodul yang muncul dari ide yang
Karakteristik Koproduk Grup Hingga
Jurnal Matematika Integratif ISSN 1412-6184 Vol. 9 No. 2, Oktober 2013 pp. 31-37 Karakteristik Koproduk Grup Hingga Edi Kurniadi, Stanley P.Dewanto, Alit Kartiwa Jurusan Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran
Volume 9 Nomor 1 Maret 2015
Volume 9 Nomor 1 Maret 015 Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Maret 015 Volume 9 Nomor 1 Hal. 1 10 KARAKTERISASI DAERAH DEDEKIND Elvinus R. Persulessy 1, Novita Dahoklory 1, Jurusan Matematika FMIPA Universitas
PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF
Jurnal LOG!K@, Jilid 6, No. 1, 2016, Hal. 23-31 ISSN 1978 8568 PELABELAN TOTAL SISI-AJAIB SUPER PADA GRAF Yanne Irene Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif
BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF AMALGAMASI BINTANG
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 1 Hal. 6 13 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF AMALGAMASI BINTANG FADHILAH SYAMSI Program Studi Matematika, Pascasarjana
BILANGAN TERHUBUNG TITIK PELANGI UNTUK GRAF THE RAINBOW VERTEX CONNECTION NUMBER OF STAR
Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Desember 2016 Volume 10 Nomor 2 Hal. 77 81 BILANGAN TERHUBUNG TITIK PELANGI UNTUK GRAF LINGKARAN BINTANG (S m C n ) Ariestha Widyastuty Bustan Program Studi Matematika,
Sifat-Sifat Ideal Utama dan Ideal Maksimal dalam Near-Ring
PRISMA (208) PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/ Sifat-Sifat Ideal Utama dan Ideal Maksimal dalam Near-Ring Zulfia Memi Mayasari Fakultas MIPA,
Skew- Semifield dan Beberapa Sifatnya
Kode Makalah M-1 Skew- Semifield dan Beberapa Sifatnya K a r y a t i Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta E-mail: [email protected]
RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA FUZZY RING AND ITS PROPERTIES
J. Sains Dasar 2016 5(1) 28-39 RING FUZZY DAN SIFAT-SIFATNYA FUZZY RING AND ITS PROPERTIES Rifki Chandra Utama * dan Karyati Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta *email:
TEORI RING LANJUT (MODUL PRIMA)
TEORI RING LANJUT (MODUL PRIMA) 23 Maret 2010 Samsul Arifin (09/290722/PPA/2875) Yunita Septriana Anwar (08/275043/PPA/2614) IDEAL PRIMA Definisi 1: Misalkan R ring dan ideal. I disebut prima jika untuk
Restia Sarasworo Citra 1, Suryoto 2. Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S. H, Tembalang, Semarang Jurusan Matematika FMIPA UNDIP
ENDOMORFISMA DARI BCH-AJABAR Restia Sarasworo Citra 1 Suryoto 1 Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto S. H Tembalang Semarang Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Abstract. BCH-algebras is an
IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL
Vol 11, No 1, 71-76, Juli 2014 IDEAL PRIMA DAN IDEAL MAKSIMAL PADA GELANGGANG POLINOMIAL Qharnida Khariani, Amir Kamal Amir dan Nur Erawaty Abstrak Teori gelanggang merupakan salah satu bagian di matematika
BATAS ATAS RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA GRAF DENGAN KONEKTIVITAS 3
Jurnal Matematika UNAND Vol. No. 4 Hal. 4 3 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND BATAS ATAS RAINBOW CONNECTION NUMBER PADA GRAF DENGAN KONEKTIVITAS 3 PRIMA RESA PUTRI Program Studi Magister
SPECTRUM DETOUR GRAF n-partisi KOMPLIT
SPECTRUM DETOUR GRAF n-partisi KOMPLIT Desy Norma Puspita Dewi Jurusan Matematika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang e-mail:[email protected] ABSTRAK Matriks detour dari graf G adalah matriks yang elemen
MODUL HASIL BAGI DARI SUATU MODUL DEDEKIND
MODUL HASIL BAGI DARI SUATU MODUL DEDEKIND Erlina Tri Susianti 1) Santi Irawati 2) Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Malang. email: [email protected], [email protected] Abstrak: Gelanggang
SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH. Bambang Irawanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP. Abstact. Keywords : extension fields, elemen algebra
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol 4 No 2, 65-70, Agustus 2001, ISSN : 1410-8518 SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH Bambang Irawanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Abstact Field is integral domain and is a
DIAGONALISASI MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN INTISARI
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 02, No. 3 (2013), hal. 183-190 DIAGONALISASI MATRIKS ATAS RING KOMUTATIF DENGAN ELEMEN SATUAN Fidiah Kinanti, Nilamsari Kusumastuti, Evi Noviani
Produk Cartesius Semipgrup Smarandache
Jurnal Matematika Vol. 2 No. 2, Desember 2012. ISSN : 1693-1394 Produk Cartesius Semipgrup Smarandache Yuliyanti Dian Pratiwi Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo Purwokerto e-mail: [email protected] Abstract:
SYARAT PERLU DAN CUKUP SUBMODUL TERKOMPLEMEN. Sri Wahyuni Jurusan Matematika FMIPA UGM. Abstrak
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 5. No. 1, 8-13, April 2002, IN : 1410-8518 YARAT PERLU DAN CUKUP UBMODUL TERKOMPLEMEN ri Wahyuni Jurusan Matematika FMIPA UGM Abstrak Dipresentasikan syarat perlu dan
PEMBENTUKAN IDEAL MAKSIMAL GELANGGANG POLINOM MIRING MENGGUNAKAN IDEAL GELANGGANG TUMPUANNYA
PEMBENTUKAN IDEAL MAKSIMAL GELANGGANG POLINOM MIRING MENGGUNAKAN IDEAL GELANGGANG TUMPUANNYA Amir Kamal Amir Jurusan Matematika FMIPA Universitas Hasanuddin Makassar [email protected] ABSTRAK. Gelanggang
Beberapa Sifat Ideal Bersih-N
JURNAL FOURIER Oktober 216, Vol. 5, No. 2, 65-7 ISSN 2252-763X; E-ISSN 2541-5239 Beberapa Sifat Ideal Bersih-N Uha Isnaini dan Indah Emilia Wijayanti Jurusan Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta, Sekip Utara,
Pembentukan Ideal Prim Gelanggang Polinom Miring Atas Daerah ( )
Vol. 8, No.2, 64-68, Januari 2012 Pembentukan Ideal Prim Gelanggang Polinom Miring Atas Daerah ( ) Amir Kamal Amir Abstrak Misalkan R adalah suatu gelanggang dengan identitas 1, adalah suatu endomorfisma
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pada bab ini dibahas landasan teori yang akan digunakan untuk menentukan ciri-ciri dari polinomial permutasi atas finite field.
BAB 2 LANDASAN TEORI Pada bab ini dibahas landasan teori yang akan digunakan untuk menentukan ciri-ciri dari polinomial permutasi atas finite field. Hal ini dimulai dengan memberikan pengertian dari group
BAB III PERLUASAN INTEGRAL
BAB III PERLUASAN INTEGRAL Pembahasan pada bab ini termuat pada ruang lingkup perluasan uniter atas suatu ring komutatif. Jika adalah suatu ring, maka yang dimaksud adalah suatu ring yang komutatif dan
IDEAL PRIMA FUZZY DI SEMIGRUP
Vol 2 No 2 Bulan Desember 2017 Jurnal Silogisme Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya http://journal.umpo.ac.id/index.php/silogisme IDEAL PRIMA FUZZY DI SEMIGRUP Info Artikel Article History: Accepted
R-SUBGRUP NORMAL FUZZY NEAR-RING
R-SUBGRUP NORMAL FUZZY NEAR-RING Saman Abdurrahman Email: [email protected] Program Studi Matematika Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru ABSTRAK Dalam tulisan ini akan dibahas R-subgrup normal fuzzy
SIFAT GELANGGANG NOETHERIAN DAN GELANGGANG PERLUASANNYA. ABSTRAK Suatu gelanggang R disebut gelanggang Noetherian jika memenuhi sifat :
SIFAT GELANGGANG NOETHERIAN DAN GELANGGANG PERLUASANNYA Raja Sihombing 1, Amir Kamal Amir 2, Loeky Haryanto 3 1 Mahasiswa Program Studi Matematika, FMIPA Unhas 2,3 Dosen Program Studi Matematika, FMIPA
MODUL ATAS RING MATRIKS ( ) Arindia Dwi Kurnia Universitas Jenderal Soedirman Ari Wardayani Universitas Jenderal Soedirman
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Terapannya 2016 p-issn : 2550-0384; e-issn : 2550-0392 MODUL ATAS RING MATRIKS Arindia Dwi Kurnia Universitas Jenderal Soedirman [email protected] Ari
ENDOMORFISMA RIGID DAN COMPATIBLE PADA RING DERET PANGKAT TERGENERALISASI MIRING
ENDOMORFISMA RIGID DAN COMPATIBLE PADA RING DERET PANGKAT TERGENERALISASI MIRING Ahmad Faisol Jurusan Matematika FMIPA Universitas Lampung E-mail: [email protected] Abstract. Given a ring R,
AUTOMORFISME GRAF LENGKAP DENGAN PENDEKATAN TEORI GRUP. Mulyono. Abstrak. ( ), dapat disimpulkan bahwa
6 AUTOMORFISME GRAF LENGKAP DENGAN PENDEKATAN TEORI GRUP Mulyono Abstrak Suatu ) terdiri dari himpunan simpul disimbolkan ) ) dan himpunan jalur disimbolkan ) ) di mana ) Menurut teorema isomorfisme dua
Pembentukan Ring Faktor Pada Ring Deret Pangkat Teritlak Miring
Pembentukan Ring Faktor Pada Ring Deret Pangkat Teritlak Miring Ahmad Faisol Jurusan Matematika FMIPA Universitas Lampung Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Email : [email protected]
RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN
RINGKASAN SKRIPSI MODUL PERKALIAN SAMSUL ARIFIN 04/177414/PA/09899 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM YOGYAKARTA 2008 HALAMAN PENGESAHAN
KARAKTERISTIK KOPRODUK GRUP HINGGA
KARAKTERISTIK KOPRODUK GRUP HINGGA Edi Kurniadi, Stanley P. Dewanto, Alit Kartiwa Jurusan Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran Jalan Raya Bandung Sumedang Km 21 Jatinangor 45363 E-mail: [email protected];
BAB 6 RING (GELANGGANG) BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI
BAB 6 RING (GELANGGANG) Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengenal dan mengaplikasikan sifat-sifat suatu Ring, Integral Domain dan Field Tujuan Instruksional
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diuraikan teori grup dan teori ring yang akan digunakan dalam
II. TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan diuraikan teori grup dan teori ring yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian pertama akan dibahas mengenai teori grup. 2.1 Grup Dalam struktur aljabar, himpunan
BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK JOIN DARI DUA GRAF
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 1 Hal. 23 31 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK JOIN DARI DUA GRAF YULI ERITA Program Studi Matematika, Pascasarjana Fakultas
APOTEMA: Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 2, Nomor 2 Juli 2016 p ISSN BILANGAN SEMPURNA GENAP DAN KEPRIMAAN BI LANGAN MERSENNE
APOTEMA: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2 Nomor 2 Juli 2016 p 63-75 ISSN 2407-8840 BILANGAN SEMPURNA GENAP DAN KEPRIMAAN BI LANGAN MERSENNE Moh Affaf Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI BANGKALAN
Setiap Modul merupakan Submodul dari Suatu Modul Bersih
Jurnal Matematika Integrati ISSN 4-684 Volume No, April 05, pp 65-74 Setiap Modul merupakan Submodul dari Suatu Modul Bersih Kartika Sari, Indah Emilia Wijayanti ) Jurusan Matematika,Fakultas MIPA, Universitas
Teorema Jacobson Density
Teorema Jacobson Density Budi Santoso 1, Fitriani 2, Ahmad Faisol 3 Jurusan Matematika FMIPA, Unila, Bandar Lampung, Indonesia 1,2,3 E-mail: [email protected] Abstrak. Misalkan adalah ring (tidak harus
KELAS-KELAS BCI-ALJABAR DAN HUBUNGANNYA SATU DENGAN YANG LAIN. Winarsih 1, Suryoto 2. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275
KELAS-KELAS BCI-ALJABAR DAN HUBUNGANNYA SATU DENGAN YANG LAIN Winarsih 1, Suryoto 2 1, 2 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Semarang 50275 Abstract. Several classes
Konstruksi Pelabelan- Pada Line Digraph dari Graf Lingkaran Berarah dengan Dua Tali Busur
Konstruksi Pelabelan- Pada Line Digraph dari Graf Lingkaran Berarah dengan Dua Tali Busur Ma rifah Puji Hastuti, Kiki Ariyanti Sugeng, Denny Riama Silaban Departemen Matematika, FMIPA Universitas Indonesia,
GRUP AUTOMORFISME GRAF KIPAS DAN GRAF KIPAS GANDA
GRUP AUTOMORFISME GRAF KIPAS DAN GRAF KIPAS GANDA Siti Rohmawati 1, Dr.Agung Lukito, M.S. 2 1 Matematika, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya Jalan Ketintang Gedung
RING ABELIAN DAN MODUL ABELIAN. Oleh: Andri Novianto (1) Elah Nurlaelah (2) Ririn Sispiyati (2) ABSTRAK
RING ABELIAN DAN MODUL ABELIAN Oleh: Andri Novianto (1) Elah Nurlaelah (2) Ririn Sispiyati (2) ABSTRAK Dalam tulisan ini akan diperkenalkan modul abelian sebagai perluasan dari ring abelian. Misalkan suatu
SPECTRUM PADA GRAF STAR ( ) DAN GRAF BIPARTISI KOMPLIT ( ) DENGAN
PROSIDING ISBN : 978 979 6353 3 SPECTRUM PADA GRAF STAR ( ) DAN GRAF BIPARTISI OMPLIT ( ) A. DENGAN Oleh Imam Fahcruddin Mahasiswa Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 4. No. 2, 65-70, Agustus 2001, ISSN : SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH
JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol 4 No 2, 65-70, Agustus 2001, ISSN : 1410-8518 SYARAT PERLU LAPANGAN PEMISAH Bambang Irawanto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Abstact Field is integral domain and is a
DIMENSI METRIK KUAT PADA BEBERAPA KELAS GRAF
DIMENSI METRIK KUAT PADA BEBERAPA KELAS GRAF oleh FITHRI ANNISATUN LATHIFAH M0111038 SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains Matematika FAKULTAS
Beberapa Sifat Ideal Bersih-N
JURNAL FOURIER Oktober 216, Vol. 5, No. 2, 61-66 ISSN 2252-763X; E-ISSN 2541-5239 Beberapa Sifat Ideal Bersih-N Uha Isnaini dan Indah Emilia Wijayanti Jurusan Matematika FMIPA UGM, Yogyakarta, Sekip Utara,
DIMENSI METRIK PADA BEBERAPA KELAS GRAF
DIMENSI METRIK PADA BEBERAPA KELAS GRAF oleh DWI RIA KARTIKA M0112025 SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains Matematika FAKULTAS MATEMATIKA DAN
IDEAL FUZZY NEAR-RING. Saman Abdurrahman, Na imah Hijriati, Thresye
IDEAL FUZZY NEAR-RING Saman Abdurrahman, Na imah Hijriati, Thresye Program Studi Matematika Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. A. Yani km 35, 8 Banjarbaru ABSTRAK Dalam tulisan ini akan dibahas ideal
TINJAUAN PUSTAKA. Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada
II. TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini akan diberikan konsep dasar graf dan bilangan kromatik lokasi pada suatu graf sebagai landasan teori penelitian ini. 2. Konsep Dasar Graf Teori dasar mengenai graf
RAINBOW CONNECTION PADA GRAF k-connected UNTUK k = 1 ATAU 2
Jurnal Matematika UNAND Vol. 2 No. 1 Hal. 78 84 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND RAINBOW CONNECTION PADA GRAF k-connected UNTUK k = 1 ATAU 2 SALLY MARGELINA YULANDA Program Studi Matematika,
BAB 3 ALJABAR MAX-PLUS. beberapa sifat khusus yang selanjutnya akan dibuktikan bahwa sifat-sifat tersebut
BAB 3 ALJABAR MAX-PLUS Sebelum membahas Aljabar Max-Plus, akan diuraikan terlebih dahulu beberapa sifat khusus yang selanjutnya akan dibuktikan bahwa sifat-sifat tersebut dipenuhi oleh suatu Aljabar Max-Plus.
PROSIDING ISBN : Dzikrullah Akbar 1), Sri Wahyuni 2)
Modul Strongly Supplemented A 6 Dzikrullah Akbar 1), Sri Wahyuni 2) 1) Mahasiswa S2 Matematika Jurusan Matematika FMIPA UGM Email : [email protected] 2) Dosen PS S2 Matematika Jurusan Matematika FMIPA
Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif
Teorema Cayley-Hamilton pada Matriks atas Ring Komutatif Joko Harianto 1, Nana Fitria 2, Puguh Wahyu Prasetyo 3, Vika Yugi Kurniawan 4 Jurusan Matematika, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Indonesia
DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... II HALAMAN PENGESAHAN... III KATA PENGANTAR... IV DAFTAR ISI... V BAB I PENDAHULUAN...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... II HALAMAN PENGESAHAN... III KATA PENGANTAR... IV DAFTAR ISI... V BAB I PENDAHULUAN... 1 A. LATAR BELAKANG MASALAH... 1 B. PEMBATASAN MASALAH... 2 C.
UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta
UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Sekip Utara, Yogyakarta Bahan Ajar: BAB POKOK BAHASAN III MODUL BEBAS, PENGENOL, DAN
JMP : Volume 4 Nomor 2, Desember 2012, hal MODUL FAKTOR YANG DIBENTUK DARI SUBMODUL Z 2. Ari Wardayani
JMP : Volume 4 Nomor, Desember 01, hal. 79-88 MODUL FAKTOR YANG DIBENTUK DARI SUBMODUL Z PADA MODUL R ATAS GAUSSIAN INTEGERS Ari Wardaani Universitas Jenderal Soedirman [email protected] ABSTRACT.
Saman Abdurrahman. Universitas Lambung Mangkurat,
Saman Abdurrahman Universitas Lambung Mangkurat, [email protected] Abstrak. Dalam tulisan ini akan dibahas dua permasalahan, yaitu jumlah antara ideal fuzzy dari near-ring, dan jumlah antara ideal normal
BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF ULAT
Jurnal Matematika UNAND Vol. 5 No. 1 Hal. 1 6 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF ULAT AIDILLA DARMAWAHYUNI, NARWEN Program Studi Matematika, Fakultas Matematika
HUBUNGAN MODUL TERBANGKIT MODUL-R DAN TERBANGKIT MODUL-R [ S
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 HUBUNGAN MODUL TERBANGKIT MODUL-R DAN TERBANGKIT MODUL-R [ S Budi Surodjo
SYARAT PERLU MENGKONSTRUKSIKAN RELASI EKIVALENSI PADA RING TIDAK KOMUTATIP ELVINA HERAWATY
SYARAT PERLU MENGKONSTRUKSIKAN RELASI EKIVALENSI PADA RING TIDAK KOMUTATIP ELVINA HERAWATY Jurusan Matematika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Abstrak Diketengahkan metode memperluas himpunan
MENENTUKAN DEVIASI DARI HIMPUNAN TERURUT PARSIAL
MENENTUKAN DEVIASI DARI HIMPUNAN TERURUT PARSIAL Amir Kamal Amir Kelompok Keahlian Aljabar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin (UNHAS) Jl. Perintis Kemerdekaan KM.0 Makassar
G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.
2. Grup Definisi 1.3 Suatu grup < G, > adalah himpunan tak-kosong G bersama-sama dengan operasi biner pada G sehingga memenuhi aksioma- aksioma berikut: a. operasi biner bersifat asosiatif, yaitu a, b,
Nilai Ketakteraturan Total dari Graf Hasil Kali Comb dan
ISSN 19-290 print/issn 20-099 online Nilai Ketakteraturan Total dari Graf Hasil Kali Comb dan Corry Corazon Marzuki 1, Riana Riandari 2 1,2 Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sultan
K-ALJABAR. Iswati dan Suryoto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Semarang 50275
K-ALJABAR Iswati Suryoto Jurusan Matematika FMIPA UNDIP Jl Prof H Soedarto, SH, Semarang 50275 ABSTRAK -aljabar adalah suatu struktur aljabar yang dibangun atas suatu grup sehingga sifat-sifat yang berlaku
Syarat Perlu Suatu Modul Merupakan Modul Distributif Lemah dan Ring Endomorfisma dari Modul Distributif Lemah
Syarat Perlu Suatu Modul Merupakan Modul Distributif Lemah Ring Endomorfisma dari Modul Distributif Lemah Fitriani Jurusan Matematika FMIPA Universitas Lampung Email: fitriani_mathunila@yahoocoid AbstrakMisalkan
Diagonalisasi Matriks Segitiga Atas Ring komutatif Dengan Elemen Satuan
Diagonalisasi Matriks Segitiga Atas Ring komutatif Dengan Elemen Satuan Fitri Aryani 1, Rahmadani 2 Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau e-mail: khodijah_fitri@uin-suskaacid Abstrak
KAJIAN MODUL P-BÉZOUT DAN IDEALISASINYA UNTUK BUKU AJAR MATA KULIAH TEORI GELANGGANG BERBASIS RISET
ISSN 2086 3918 77 KAJIAN MODUL P-BÉZOUT DAN IDEALISASINYA UNTUK BUKU AJAR MATA KULIAH TEORI GELANGGANG BERBASIS RISET Muhamad Ali Misri Tadris Matematika, IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jl. Perjuangan By Pass
ALTERNATIF PEMBUKTIAN DAN PENERAPAN TEOREMA BONDY. Hasmawati Jurusan Matematika, Fakultas Mipa Universitas Hasanuddin
ALTERNATIF PEMBUKTIAN DAN PENERAPAN TEOREMA BONDY Hasmawati Jurusan Matematika, Fakultas Mipa Universitas Hasanuddin [email protected] Abstract Graf yang memuat semua siklus dari yang terkecil sampai
HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP
HUBUNGAN DAERAH DEDEKIND DENGAN GELANGGANG HNP TEDUH WULANDARI Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Struktur aljabar merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Struktur aljabar merupakan salah satu bidang kajian dalam matematika yang dikembangkan untuk menunjang pemahaman mengenai struktur bilangan. Struktur atau sistem aljabar
ABSORBENT PENYARINGAN TERURUT DARI SEMIGRUP IMPLIKATIF
Jurnal Matematika UNAND Vol. 4 No. 1 Hal. 85 92 ISSN : 2303 2910 c Jurusan Matematika FMIPA UNAND ABSORBENT PENYARINGAN TERURUT DARI SEMIGRUP IMPLIKATIF TUTUT IRLA MULTI Program Studi Matematika, Fakultas
