BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang 1. Sejarah Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang beralamat di Jalan Sokarno Hatta nomor 110 Kota Mungkid. Alamat tersebut merupakan alamat yang paling baru dari Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang, sebelumnya Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang beralamat di Jalan Soetoyo Nomor 32 Magelang dimana lokasi ini termasuk dalam wilayah Kota Magelang. Diawali pada tahun 2002 mulai dilakukan pembangunan tahap I untuk Kantor Pertanahan yang baru di Kota Mungkid dengan model tukar guling, pembangunan tahap I ini hanya dapat dilaksanakan satu lantai saja dan dilanjutkan lantai II pada tahun berikutnya dengan anggaran APBN. Pada Bulan Maret 2004 Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang telah menempati kantor baru yang sampai sekarang ini di gunakan untuk aktifitas pelayanan pada masyarakat. 2. Visi dan Misi Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang Visi Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang yaitu Terselenggaranya pengaturan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, Pemanfaatan Tanah yang berkeadilan untuk kesejahteraan masyarakat. Sedangklan misinya adalah: a. Terciptanya optimalisasi fungsi kelembagaan b. Terwujudnya pelayanan prima di bidang pertanahan 33
c. Terwujudnya pengaturan, penguasan, pemilikan, penggunaan, pemanfaatan serta pemeliharaan tanah dan lingkungan hidup. d. Terwujudnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan administrasi pertanahan. e. Terciptanya pola kehidupan bersama yang harmonis dengan menuntaskan sengketa konflik dan perkara pertanahan. 3. Gambaran Wilayah Kabupaten Magelang Kabupaten Magelang secara geografis terletak di antara 110 01 51 BT 110 26 58 BT dan 07 19 13 LS 07 42 16 LS dan berbatasan dengan : Sebelah Utara : Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang Sebelah Timur : Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali. Sebelah Selatan : Kabupaten Purworejo dan Provinsi DIY. Sebelah Barat:Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo. Wilayah Tengah : Kota Magelang. Sedang Luas Wilayah Kabupaten Magelang adalah ± 113.189 ha terdiri dari 21 Kecamatan dan 367 desa. 4. Data Karyawan Jumlah karyawan/ karyawati di Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang adalah 120 orang terdiri dari 90 berstatus sebagai PNS dan 30 orang sebagai PTT. 34
B. Hasil Penelitian 1. Analisis Deskriptif Kategori Variabel Tujuan analisis deskriptif kategori variabel adalah untuk menggambarkan tanggapan responden terhadap variabel gaya kepemimpinan otentik dan perilaku etis terhadap OCB yang diuji dalam penelitian ini. a. Variabel Organizational Citizenship Behaviour (OCB) Hasil deskriptif pada variabel dalam penelitian ini diperoleh nilai minimum sebesar 32, nilai maksimum sebesar 50, mean sebesar 42,90 dan standar deviasi sebesar 4,340. Selanjutnya data OCB dikategorikan dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD). Jumlah butir pertanyaan untuk variabel OCB terdiri dari 10 pertanyaan yangmasing-masing mempunyai skor 5,4,3,2,1. Kategorisasi untuk variabel OCB disajikan sebagai berikut: Tabel 4.1 Kategorisasi OCB Kategori Interval skor Frekuensi Persentase Tinggi X 47,24 ( 5 ) 17 18,89% Sedang 38,56 X< 47,24,( 4 ) 63 70,00% Rendah X<38,56 ( 2 ) 10 11,11% Jumlah 90 100% Berdasarkan informasi tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas responden memberikan penilaian tentang OCB dalam kategori sedang sebanyak 63 orang (70%), responden yang memberikan penilaian dalam kategorisasi tinggi sebanyak 17 orang (18,89%) dan responden yang 35
memberikan penilaian dalam kategori rendah sebanyak 10 orang (11,11%). b. Variabel Gaya Kepemimpinan Otentik Hasil deskriptif pada variabel dalam penelitian ini diperoleh nilai minimum sebesar 38, nilai maksimum sebesar 60, mean sebesar 51,23 dan standar deviasi sebesar 5,134. Selanjutnya data Gaya Kepemimpinan Otentik dikategorikan dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD). Jumlah butir pertanyaan untuk variabel Gaya Kepemimpinan Otentik terdiri dari 12 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor 5,4,3,2,1. Kategorisasi untuk variabel Gaya Kepemimpinan Otentik disajikan sebagai berikut: Tabel 4.2 Kategorisasi Gaya Kepemimpinan Otentik Kategori Interval skor Frekuensi Persentase Tinggi X 56,364 ( 5 ) 18 20,00% Sedang 46,096 X<56,364, ( 4 ) 62 68,89% Rendah X <46,096 ( 2 ) 10 11,11% Jumlah 90 100% Berdasarkan informasi tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas responden memberikan penilaian tentang Gaya Kepemimpinan Otentik dalam kategori sedang sebanyak 62 orang (68,89%), responden yang memberikan penilaian dalam kategorisasi tinggi sebanyak 18 orang (20%) dan responden yang memberikan penilaian dalam kategori rendah sebanyak 10 orang (11,11%). 36
c. Variabel Perilaku Etis Hasil deskriptif pada variabel dalam penelitian ini diperoleh nilai minimum sebesar 42, nilai maksimum sebesar 65, mean sebesar 55,34 dan standar deviasi sebesar 5,311. Selanjutnya data perilaku etis dikategorikan dengan menggunakan skor rerata (M) dan simpangan baku (SD). Jumlah butir pertanyaan untuk variabel perilaku etik terdiri dari 13 pertanyaan yang masing-masing mempunyai skor 5,4,3,2,1. Kategorisasi untuk variabel perilaku etis disajikan sebagai berikut: Tabel 4.3 Kategorisasi Perilaku Etis Kategori Interval skor Frekuensi Persentase Tinggi X 56,364 16 17,78% Sedang 46,096 X< 56,364 62 68,89% Rendah X < 46,096 12 13,33% Jumlah 90 100% Berdasarkan informasi tersebut dapat diketahui bahwa mayoritas responden memberikan penilaian tentang perilaku etis dalam kategori sedang sebanyak 62 orang (68,89%), responden yang memberikan penilaian dalam kategorisasi tinggi sebanyak 16 orang (17,78%) dan responden yang memberikan penilaian dalam kategori rendah sebanyak 12 orang (13,33%) 37
2. Pengujian Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana uji dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Uji validitas dilakukan untuk memperoleh hasil penelitian yang valid. Uji validitas dilaksanakan terhadap masing-masing butir pertanyaan untuk mengetahui apakah butir pertanyaan tersebut mempunyai hubungan terhadap nilai satu skor total. Rumus yang digunakan dalam uji validitas adalah corrected item total correlation. Berikut ini adalah hasil uji validitas untuk setiap item pertanyaan berdasarkan pengobatan data dengan menggunakan program SPSS ver. 20 adalah: Dari hasil validitas di atas, diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (rhitung) setiap item pertanyaan pada kuisioner variable gaya kepemimpinan otentik dinyatakan valid karena r hitung > r tabel yaitu sebesar 0,173. Dari hasil uji validitas di atas, diketahui bahwa nilai koefisien korelasi ( rhitung ) setiap item pertanyaan pada kuisioner variabel perilaku etis dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel, yaitu sebesar 0,173. 38
Dari hasil uji validitas diatas, diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (rhitung) setiap item pertanyaan pada kuisioner variabel organizational citizenship behaviour dinyatakan valid karena nilai r hitung >r tabel, yaitu sebesar 0,173. b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana pengukuran itu akurat, stabil dan konsisten apabila dilakukan pengukuran kembali dengan subjek yang sama. Dalam uji reliabilitas menggunakan rumus alpha croncbach. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS 20 maka dapat diketahui reliabilitas setiap variabel. Dari tabel 4.12 dapat diketahui bahwa r hitung > r tabel pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa pertanyaan yang merupakan dimensi dari variabel gaya kepemimpinan otentik, perilaku etis, dan organizational citizenship behaviour adalah reliable karena > 0,60. 3. Analisis Data a. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas Salah satau syarat yang harus dipenuhi dalam analisis regresi adalah data dan model regresi berdistribusi normal. Kenormalan data dapat dilihat dari uji normalitas Kolmogorov-Smirnof dari masing-maisng variabel.data dianalisis dengan bantuan program SPSS 20.00 for windows. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas. Jika probabilitas >0,05 maka data penelitian berdistribusi normal. 39
Hasil uji normalitas selengkapnya dapat dilihat dari tabel 4.13berikut ini: Tabel 4.4 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Gaya Kepemimpinan Otentik Perilaku Etik Organizational Citizenship Behavior N 90 90 90 Mean 51,23 55,34 42,90 Normal Parameters a,b Std. Deviation 5,134 5,311 4,340 Absolute,118,115,113 Most Extreme Differences Positive,118,115,113 Negative -,094 -,082 -,096 Kolmogorov-Smirnov Z 1,123 1,091 1,072 Asymp. Sig. (2-tailed),160,185,200 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Terlihat dari tabel 4.13 pada baris asymp. Sig untuk dua sisi diperoleh nilai signifikansi variabel gaya kepemimpinan otentik sebesar 0,160, untuk variabel perilaku etik 0,185, dan variabel organizational citizenship behaviour sebesar 0,200. Nilai signifikansi dari masing-masing variabel > 0,05 yang berarati bahwa H0 diterima atau data dari masing-masing variabel berdistribusi normal. 2) Uji Linieritas Tujuan uji linieritas adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat linier atau tidak. Kriteria pengujian linieritas adalah jika nilai signifikasi lebih besar dari 0,05, maka hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat adalah linier. 40
Berikut ini disajikan tabel hasil uji linieritas antara variabel X terhadap variabel Y yaitu sebagi berikut: a) Hasil Uji Linieritas Gaya kepemimpinan otentik dengan Organizational citizenship behaviour. Tabel 4.5. Hasil Uji Linieritas Gaya kepemimpinan otentik dengan Organizational citizenship behaviour ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. (Combined) 1640,019 19 86,317 167,463,000 Organizational Between Citizenship Linearity 1627,598 1 1627,598 3157,706,000 Groups Behavior * Gaya Deviation from Linearity 12,422 18,690 1,339,192 Kepemimpinan Within Groups 36,081 70,515 Otentik Total 1676,100 89 b) Hasil Uji Linieritas Perilaku etis dengan Organizational citizenship behaviour. Tabel 4.6. Hasil Uji Linieritas Perilaku etikdengan Organizational citizenship behaviour ANOVA Table Sum of df Mean F Sig. Squares Square Organizational Citizenship Behavior * Perilaku Etik (Combined) 1627,191 19 85,642 122,572,000 Between Groups Linearity 1606,354 1 1606,354 2299,045,000 Deviation from Linearity 20,837 18 1,158 1,657,069 Within Groups 48,909 70,699 Total 1676,100 89 Berikut merupakan hasil rangkuman uji linieritas dari variabel gaya kepemimpinan otentik dengan organizational citizenship behaviour dan perilaku etis dengan organizational citizenship behaviour yaitu: 41
Tabel 4.7 Hasil Uji Linieritas Variabel Sig. Keterangan X1 Y 0,192 Linier X2 Y 0,69 Linier b. Pengujian Hipotesis Pertama 1) Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan model regresi dari pengujian hipotesis pertama adalah sebagai berikut : M = b0 + b1x + ei = -1,8942 + 0,960 X1 Hasil persamaan model regresi dari pengujian hipotesis pertama selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4.8 Hasil Pengujian Hipotesis Pertama Variabel Tanda Prediksi Koefisien Regresi p-value Perilaku etik + 78,707 0,000 Sampel 90 Adjusted R square 0,986 F test 6194,739 Keterangan : - nilai p value menunjukkan hasil bahwa pada tingkat kesalahan 1% dan tanda positif menunjukkan terdapat pengaruh positif dari variabel gaya kepemimpinan otentik terhadap perilaku etis 42
Dari tabel diatas dapat dijabarkan untuk uji parsial masingmasing variabel adalah sebagai berikut. 2) Uji t Uji ini untuk mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan otentik terhadap variabel gaya perilaku etis. Hasil penelitian ini adalah variabel gaya kepemimpinan otentik (X1) memiliki koefisien regresi sebesar 78,707dengan tanda prediksi positif, artinya gaya kepemimpinan otentik mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku etis. 3) Uji F Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel gaya kepemimpinan otentik terhadap variabel perilaku etik. Tabel 4.9 Hasil uji F ANOVA a Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression 2313,239 1 2313,239 6194,739,000 b 1 Residual 32,861 88,373 Total 2346,100 89 a. Dependent Variable: Gaya Kepemimpinan Otentik b. Predictors: (Constant), Perilaku Etik Tabel diatas menunjukkan nilai F hitung sebesar 6194,739, sedangkan F tabel sebesar 3,95 (F hitung > F tabel). Nilai signifikan 0,000 (<0.010) berarti variabel 43
dependen (gaya kepemimpinan otentik) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel perilaku etis. 4) Koefisien Determinasi (R2) Untuk mengetahui pengaruh variabel perilaku etik terhadap gaya kepemimpinan otentik dapat dilihat dari tabel berikut Tabel 4.10 Hasil Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1,993 a,986,986,611 a. Predictors: (Constant), gaya kepemimpinan etis Tabel diatas menunjukkan besarnya nilai adjusted R square yang memiliki nilai positif sebesar 0,986yang menunjukan bahwa variabel gaya kepemimpinan otentik mempengaruhi variabel perilaku etis sebesar 98,6% dan sisanya sebesar 1,4% menggambarkan adanya variasi bebas lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. c. Pengujian Hipotesis Kedua 1) Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan model regresi dari pengujian hipotesis kedua adalah sebagai berikut : Y = -0,090+0,074X1+0,760M 44
Tabel 4.11 Hasil Pengujian Hipotesis Kedua Variabel Tanda Prediksi Koefisien Regresi p-value Gaya kepemimpinan otentik + 23,698 0,000 Perilaku etik + 2,566 0,012 Sampel 90 Adjusted R square 0,972 F test 1573,499 Keterangan : - nilai p value menunjukkan hasil bahwa pada tingkat kesalahan 1% dan tanda positif menunjukkan terdapat pengaruh positif dari variabel gaya kepemimpinan otentik dan perilaku etis terhadap organizational citizenship behaviour Tabel diatas nampak bahwa koefisien regresi variabel gaya kepemimpinan otentik (X) dan perilaku etis (M) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel organizational citizenship behaviourdengan nilai koefisien regresi sebesar 2,566 dan 23,698 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan otentik dan perilaku etis mempengaruhi variabel organizational citizenship behaviour. Bila gaya kepemimpinan otentik dan perilaku 45
etis meningkat maka implikasinya organizational citizenship behaviourjuga ikut meningkat. 5) Uji t Uji ini untuk mengetahui pengaruh variabel gaya kepemimpinan otentik dan perilaku etis secara parsial terhadap variabel organizational citizenship behaviour. Hasil penelitian ini adalah: a) Variabel gaya kepemimpinan otentik(x1) memiliki koefisien regresi 23,689 dan memiliki tanda prediksi positif, artinya bahwa gaya kepemimpinan otentik mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel loyalitas konsumen organizational citizenship behaviour. b) Variabel perilaku etik(x2) memiliki koefisien regresi 2,566 dan memiliki tanda prediksi positif, artinya perilaku etik mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap organizational citizenship behaviour. 6) Uji F Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan otentik dan perilaku etis secara bersama-sama terhadap variabel organizational citizenship behaviour. 46
Tabel 4.12 Hasil Uji F ANOVA a Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 1631,010 2 815,505 1573,499,000 b 1 Residual 45,090 87,518 Total 1676,100 89 a. Dependent Variable: Organizational Citizenship Behavior b. Predictors: (Constant), Perilaku Etik, Gaya Kepemimpinan Otentik Hasil penelitian menunjukkan nilai F hitung sebesar 1573,499, sedangkan nilai F tabel sebesar 3,95 (F hitung > F tabel). Nilai signifikan 0,000 (<0.010) berarti secara bersama-sama variabel independen (gaya kepemimpinan otentik dan perilaku etis) berpengaruh signifikan terhadap variabel organizational citizenship behaviour. 7) Koefisien Determinasi (R2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel gaya kepemimpinan otentik dan perilaku etis terhadap variabel organizational citizenship behaviour dapat dilihat dari besarnya nilai adjusted R square. 47
Tabel 4.13 Hasil Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1,986 a,973,972,720 a. Predictors: (Constant), Perilaku Etik, Gaya Kepemimpinan Otentik Dari tabel diatas diketahuinilai Adjusted R Square sebesar 0,972 yang menunjukan bahwa variabel gaya kepemimpinan otentik dan perilaku etis mempengaruhi variabel organizational citizenship behaviour sebesar 97,2% dan sisanya sebesar 2,8% menggambarkan adanya variasi bebas lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. C. Pembahasan 1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Otentik Terhadap Perilaku Etis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara gaya kepemimpinan otentik terhadap perilaku etis di Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang. Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa pengaruh Gaya Kepemimpinan Otentik terhadap perilaku etis sebesar 78,707 dengan signifikansi sebesar 0,000 0,05. Kontribusi gaya kepemimpinan Otentik untuk menjelaskan perilaku etis (koefisien determinasi) 0,986 atau 98,6 %. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif Gaya Kepemimpinan Otentik terhadap perilaku etis di kantor pertanahan Kabupaten Magelang dan dapat disimpulkan pula hipotesis pertama diterima. 48
2. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Otentik Terhadap OCB Karyawan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Otentik terhadap OCB karyawan kantor pertanahan Kabupaten Magelang. Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa pengaruh gaya kepemimpinan Otentik terhadap OCB sebesar 23,698dengan signifikansi sebesar 0,000 0,05. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Otentik terhadap OCB karyawan di kantor pertanahan Kabupaten Magelang dan dapat disimpulkan pula hipotesis kedua diterima. 3. Pengaruh Perilaku Etis Terhadap OCB Karyawan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara Perilaku Etis terhadap OCB karyawan kantor pertanahan Kabupaten Magelang. Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa pengaruh Perilaku Etis terhadap OCB sebesar 2,566 dengan signifikansi sebesar 0,012 0,05. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif antara Perilaku Etis terhadap OCB karyawan di kantor Pertanahan Kabupaten Magelang dan dapat disimpulkan pula hipotesis ketiga diterima. 4. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Otentik dan Perilaku Etis secara bersama-sama Terhadap OCB Karyawan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan Otentik dan Perilaku Etis secara bersama-sama terhadap OCB karyawan kantor Pertanahan Kabupaten Magelang. Berdasarkan analisis 49
regresi diketahui bahwa pengaruh Perilaku Etis terhadap OCB sebesar 1573,499dengan signifikansi sebesar 0,000 0,05. Kontribusi Gaya Kepemimpinan Otentik dan Perilaku Etis untuk menjelaskan OCB karyawan di Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang sebesar (koefisien determinasi) 0,972 atau 97,2%.Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan terdapat pengaruh positif antara Gaya Kepemimpinan dan Perilaku Etis secara bersama-sama terhadap OCB karyawan di kantor Pertanahan Kabupaten Magelang dan dapat disimpulkan pula hipotesis keempat diterima. 50