Optimisasi Economic Dispatch Menggunakan Fuzzy-Bacterial Foraging Algorithm

dokumen-dokumen yang mirip
P n e j n a j d a u d a u l a a l n a n O pt p im i a m l a l P e P m e b m a b n a g n k g i k t Oleh Z r u iman


IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

Bab V Aliran Daya Optimal

PENGEMBANGAN METODE ALGORITMA GENETIKA DAN DARWINIAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK FUNGSI MULTIMODAL

BAB II LANDASAN TEORI

Kata kunci : daya, bahan bakar, optimasi, ekonomis. pembangkitan yang maksimal dengan biaya pengoperasian unit pembangkit yang minimal.

BAB II TEORI ALIRAN DAYA

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c

Tinjauan Algoritma Genetika Pada Permasalahan Himpunan Hitting Minimal

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISIS

SIMULASI OPTIMASI ALIRAN DAYA SISTEM TENAGA LISTRIK SEBAGAI PENDEKATAN EFISIENSI BIAYA OPERASI

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

MODIFIED IMPROVED PARTICLE SWARM OPTIMIZATION FOR OPTIMAL GENERATOR SCHEDULING

Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN

BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE

OPTIMASI PEMBAGIAN BEBAN PLTU SURALAYA MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY OPTIMIZATION

BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER

PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia)

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

Catatan Kuliah 12 Memahami dan Menganalisa Optimisasi dengan Kendala Ketidaksamaan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi

PENYELESAIAN PERMASALAHAN OPTIMASI CONSTRAINED NONLINEAR DENGAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION

Optimisasi Economic Dispatch Pembangkit Termal Sistem 500 kv Jawa Bali Menggunakan Modified Improved Particle Swarm Optimization (MIPSO)

Studi Optimal Power Flow Sistem Kelistrikan 500 kv Jawa Bali dengan Metode Algoritma Genetika

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB

RANGKAIAN SERI. 1. Pendahuluan

PRAKTIKUM 6 Penyelesaian Persamaan Non Linier Metode Newton Raphson Dengan Modifikasi Tabel

Dalam sistem pengendalian berhirarki 2 level, maka optimasi dapat. dilakukan pada level pertama yaitu pengambil keputusan level pertama yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan matematika tidak hanya dalam tataran teoritis tetapi juga pada

PENENTUAN LOKASI PEMANCAR TELEVISI MENGGUNAKAN FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)

BAB II OPTIMALISASI PADA SISTEM KELISTRIKAN

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

OPTIMISASI PELETAKAN DAN SIZING DISTRIBUTED GENERATION (DG) MENGGUNAKAN TWO LAYER PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (TLPSO)

Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik. 4 Oktober 2012

UKURAN S A S MPE P L P of o. D r D. r H. H Al A ma m s a d s i d Sy S a y h a z h a, SE S. E, M P E ai a l i : l as a y s a y h a

MEMINIMALKAN RUGI-RUGI PADA SISTEM DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH DENGAN PEMASANGAN KAPASITOR

PEMILIHAN VARIABEL YANG RELEVAN PADA ATURAN FUZZY MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

Bab III Analisis Rantai Markov

PENDAHULUAN Latar Belakang

SISTEM LINEAR MAX-PLUS KABUR WAKTU INVARIANT AUTONOMOUS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas

Pendahuluan. 0 Dengan kata lain jika fungsi tersebut diplotkan, grafik yang dihasilkan akan mendekati pasanganpasangan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV PEMBAHASAN MODEL

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

Pembayaran harapan yang berkaitan dengan strategi murni pemain P 2. Pembayaran Harapan bagi Pemain P1

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA

Desain Kontroler PID-Genetic Algorithm untuk Sistem Pengaturan Level Air Steam Drum pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

CONTOH SOAL #: PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA. dx dengan nilai awal: y = 1 pada x = 0. Penyelesaian: KASUS: INITIAL VALUE PROBLEM (IVP)

Pendeteksian Data Pencilan dan Pengamatan Berpengaruh pada Beberapa Kasus Data Menggunakan Metode Diagnostik

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Analisa dan Penerapan Metode Particle Swarm Optimization Pada Optimasi Penjadwalan Kuliah

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.

ALGORITMA GENETIKA SEBAGAI SOLUSI OPTIMAL POWER FLOW PADA SISTEM KELISTRIKAN 500 KV JAWA BALI

Hybrid intelligent system adalah kombinasi lebih dari dua teknologi cerdas.

Nama : Crishadi Juliantoro NPM :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMODELAN KARAKTERISTIK TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PROVINSI JAWA BARAT MENGGUNAKAN LOG LINEAR

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

EFISIENSI DAN AKURASI GABUNGAN METODE FUNGSI WALSH DAN MULTIGRID UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN INTEGRAL FREDHOLM LINEAR

Septian Dwiratha. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

Kecocokan Distribusi Normal Menggunakan Plot Persentil-Persentil yang Distandarisasi

BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi Geometri dengan

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada

METODE PENELITIAN. pelajaran 2011/ Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang

BAB X RUANG HASIL KALI DALAM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat

BAB V ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BEBAN DAN TAHANAN (LOAD AND RESISTANCE FACTOR)

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah

PENJADWALAN PEMBEBANAN MENGGUNAKAN FAKTOR PENALTI PADA SISTEM TRANSMISI 500 kv JAWA-BALI DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.

Catatan Kuliah 13 Memahami dan Menganalisa Optimasi dengan Kendala Ketidaksamaan

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan

Transkripsi:

Semnar Nasonal Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Jul 2011 Optmsas Economc Dspatch Menggunakan Fuzzy-Bacteral Foragng Algorthm Muhammad Rdha Fauz 1, Imam Roband 2 Power System Operaton and Control Laboratory 1, 2 Department of Electrcal Engneerng, Faculty of Industral Technology ITS Surabaya Indonesa, 60111, 1) E-mal: mrdhafauz@yahoo.co.d Abstract Pada peneltan n dusulkan metode optmsas fuzzy-bacteral foragng algorthm (Fuzzy-) untuk menyelesakan permasalahan economc dspatch. Bacteral foragng algorthm () standar memlk nla run length unt konstan. Run length unt memlk peran pentng dalam mempercepat konvergens. Oleh karena tu run length unt dbuat adaptf terhadap pergerakan bakter dengan pendekatan aturan fuzzy Takag- Sugeno. Keefektfan dan keandalan metoda yang dusulkan n duj pada sstem IEEE 5-bus tga generator dan IEEE 30-bus enam generator. Hasl smulas yang dperoleh dbandngkan dengan standar dan tanpa dspatch. Hasl smulas menunjukkan bahwa metoda yang dusulkan n unggul dan potensal untuk menyelesakan masalah economc dspatch. Index Terms: Bacteral foragng algorthm, economc dspatch, fuzzy-bacteral foragng algorthm, total fuel cost. 1. Pendahuluan Pembangkt energ lstrk jens thermal harus doperaskan dengan baya semnmum mungkn. Untuk menekan baya, maka pengoperasan pembangkt perlu doptmsas. Optmsas dlakukan pada pembangktan daya output unt pembangkt (economc dspatch). Economc dspatch memlk karakterstk nonlner dan komplek terutama pada equalty dan nequalty constrant sehnga sult untuk dselesakan. Jka masalah n dapat dpecahkan dengan solus yang memuaskan maka akan sangat menguntungkan dar ss ekonom. Usaha untuk menyelesakan masalah econmc dspatch telah banyak dlakukan. Beberapa metoda telah dgunakan untuk memecahkan masalah economc dspatch, yatu metoda lambda-teraton, metoda base pont and partcpaton factors, dan metoda gradent. Tetap pada pengaplkasannya dperoleh error yang besar. Metoda dynamc programmng tdak memlk batasan-batasan alamah pada kurva baya. Hal n dapat menghaslkan solus global walaupun untuk kurva baya non-lner dan dscrete dar unt-unt pembangktan (D.N. Jeyakumar, 2006). Pada referens (Chng, 2000) masalah economc dspatch dselesakan menggunakan pendekatan Hopfeld modelng framework. Hasl analss fuel cost dan rug daya dengan menggunakan metoda n lebh bak dar metoda conventonal hopfeld. Referens (Rabh, 2000) juga telah menerapkan smplfed homogeneous and self-dual (SHSD) lnear programmng (LP) nteror pont algorthm pada masalah securty constraned economc dspatch (SCED). Pada dekade belakangan para penelt telah menerapkan metoda artfcal ntellgent sepert genetc algorthm dan fuzzy logc (A. B. M. Nasruzzaman, 2008), partcle swarm optmzaton (Jong-Bae Park, 2005), dfferental evoluton (Leandro, 2007). Beberapa metoda soft computng lannya dcoba daplkaskan dan dbandngkan oleh (Jagabondhu, 2005) pada masalah economc dspatch, yatu genetc algorthm, ant colony optmzaton dan partcle swarm optmzaton. Hasl yang dperoleh terdapat beberapa kelebhan pada masng-masng metoda tersebut. Referens (K. Vasakh, 2009) juga melakukan peneltan dynamc economc dspatch dengan fungs baya non-smooth menggunakan partcle swarmng optmzaton wth dfferentally perturbed velocty. Pendekatan n cukup berhasl untuk memecahkan masalah economc dspatch. Belakangan n metoda keluarga evolus sepert bacteral foragng algorthm () mula daplkaskan pada masalah alran daya dengan mnmsas daya nyata dan maksmalsas batas stabltas tegangan dalam sstem tenaga lstrk (M. Trpathy, 2009). Pada peneltan n dusulkan untuk memecahkan masalah optmsas economc dspatch. Konvergens standar cukup lama mencapa nla optmum jka daplkaskan pada constrant yang lebh besar dan masalah yang lebh komplek. Oleh karena tu untuk mempercepat konvergens maka run length unt (step sze) pada standar dbuat

Semnar Nasonal Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Jul 2011 adaptf menggunakan rule fuzy Takag-Sugeno (S. Mshra, 2005). 2. Metodolog 2.1 Basc Bacteral Foragng Optmzaton Bnatang yang memlk strateg foragng kurang bak cenderung delmnas oleh seleks alam dan lebh suka dengan yang memlk strateg foragng yang sukses. Strateg foragng pada dasarnya dbangun oleh empat proses yatu, chemotaxs, swarmng, reproducton, dan elmnaton and dspersal (P. K. Hota, 2010). 2.1.1 Chemotaxs: adalah proses pergerakan bakter yang dlakukan dengan cara swmmng dan tumblng va Flagella. Oleh karena tu, bakter E. col dapat bergerak dalam dua cara yang berbeda; run (swm untuk satu perode waktu) atau tumble, dan alternatf antara dua mode operas n pada seluruh lfetme bakter. Untuk merepresen-taskan tumble, dbangktkan unt length arah acak (j); n akan dgunakan untuk mendefnskan arah pergerakan setelah tumble, yatu ( j 1, k, l) ( j, k, l) C( ) ( j) (7) dengan (j,k,l) merepresentaskan bakter ke- pada chemotactc step ke-j reproducton ke-k dan elmnaton and dspersal ke-l. C() adalah ukuran langkah yang dambl dalam arah acak dnyatakan dengan tumble (run length unt). 2.1.2 Swarmng : Ketka bakter memperoleh nutrs maka bakter tersebut member snyal kepada yang lan sehngga mereka bersama-sama menuju lokas yang dngnkan (ttk solus) lebh cepat. Efek dar swarmng menyebabkan bakter berkumpul dalam kelompok dan bergerak sepert pola konsentrs dengan kerapatan bakter tngg. Representas matemats untuk swarm adalah, s J (, (,, )) (, cc P j k l Jcc ( j, k, l)) 1 S p dattract attract m m 1 m 1 [ exp( ( ) )] S p hrepellant repellant m m 1 m 1 [ exp( ( ) )] (8) dengan J cc (, P(j,k,l)) adalah nla cost functon yang dtambahkan ke actual cost functon yang dmnmas untuk menggambarkan varas waktu cost functon, S adalah jumlah total bakter, p adalah jumlah parameter yang doptmsas yang ada dalam masng-masng bakter, d attract, w attract, h repellant, dan w repellant adalah koefsen yang dplh sebak mungkn. 2 2 2.1.3 Reproducton: Bakter yang palng tdak sehat mat dan bakter lan yang lebh sehat masng-masng membelah menjad dua bakter, dan dtempatkan pada lokas yang sama. In membuat populas bakter konstan. 2.1.4 Elmnaton and Dspersal: Perubahan secara tba-tba pada lngkungan bakter sepert karena kenakan temperatur lokal yang sgnfkan dapat membunuh kelompok bakter yang memlk konsentras nutrs tngg atau dsebar ke lngkungan baru. Elmnaton and dspersal membantu dalam mengurang perlaku stagnaton, yatu terjebak dalam ttk solus prematur atau lokal optma. 2.2 Penerapan Fuzzy-Bacteral Foragng Algorthm Fuzzy nference dgunakan untuk mengatur perlaku dasar foragng bakter pada proses chemotaxs. Run length unt C() atau dsebut juga step sze pada setap langkah mempunya nla konstan. Jka nla C() terlalu besar dan konstan maka pencaran kemungknan terjebak lokal mnmum sehngga bakter swmmng tanpa berhent. Tetap jka nla C() terlalu kecl maka konvergen menjad lambat dan jka memperoleh nla lokal mnmum maka pencaran tdak terlalu jauh berbeda dar nla yang telah dperoleh. Dalam peneltan n, run length unt dbuat bervaras berdasarkan formula aturan fuzzy Takag-Sugeno (S. Mshra, 2005). Nla step sze yang varabel mempunya peran pentng dalam mempercepat konvergens serta dekat dengan solus optmum. Membershp functon nput fuzzy adalah jens trapesum dan mempunya satu nput mn (J) yatu nla mnmum total fuel cost pada setap evaluas fungs nutrs dan menghaslkan satu output yatu nla crsp u. Nla lngustk varabel nput terdr dar empat buah hmpunan fuzzy yatu SK (Sangat Kecl), K (Kecl), S (Sedang), dan B (Besar). Sedangkan nla crsp output terdr dar empat buah persamaan lner. Membershp functon tersebut dtamplkan pada Gambar 1. 1 0 SK K S B J 1 J 2 J 3 J 4 J 5 J 6 mnmum (J) Gambar 1. Membershp Functon Input Fuzzy. Ketka Fuzzy daplkaskan pada maka Persamaan (7) dgant menjad, (j+1,k,l) = (j,k,l) + u x C() x (J) (9)

Semnar Nasonal Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Jul 2011 Rule fuzzy yang mengatur adaptas adalah, R 1 : If mn(j ) Sangat Kecl (SK) then u 1 = a 1 mn (J ) R 2 : If mn(j ) Kecl (K) then u 2 = a 2 mn (J ) R 3 : If mn(j ) Sedang (S) then u 3 = a 3 mn (J ) R 4 : If mn(j ) Besar (B) then u 4 = a 4 mn (J ) Nla koefsen a 1 a 4 dan J 1 J 6 dperoleh dengan cara try and error. Langkah-langkah komputas untuk optmsas economc dspatch menggunakan metoda Fuzzy- adalah (Smshra, 2005): Langkah 1 : Insalsas parameter, (1) S : jumlah bakter yang dgunakan. (2) p : jumlah parameter yang doptmsas. (3) N S : panjang lfetme bakter setelah tumblng pada chemotactc loop. (4) Nc : jumlah chemotactc loop ( N C > N S ). (5) N re : jumlah maksmum reproducton. (6) N ed : jumlah kejadan elmnaton- dspersal. (7) P ed : probabltas elmnaton-dspersal. (8) P : Lokas masng-masng bakter P(1-p, 1-S, 1) arah acak pada [-1, 1]. (9) Nla run length unt atau C(). Nla C() adalah konstan. (10) Nla-nla d attract, w attract, h repelent, dan w repelent. Insalsas parameter Fuzzy, (1) J 1, J 2, J 3, J 4, J 5, J 6 (2) a 1, a 2, a 3, a 4 Langkah 2 : Perancangan algortma untuk optmsas economc dspatch : Bagan n memodelkan populas bakter pada chemotaxs, swarmng, reproducton, dan elmnaton and dspersal (pada awalnya, (j = k = l = 0)). Dengan meng-update algortma, secara otomats menghaslkan update P. (1) Elmnaton-dspersal loop : l = l + 1. (2) Reproducton loop : k = k + 1. (3) Chemotaxs loop : j = j + 1. (a) For I = 1,2,..., S, htung nla cost functon untuk setap bakter, next,. Htung nla cost functon J(,j,k,l). Selanjutnya, J SW (,j,k,l) = J(,j,k,l) + J CC ( (j,k,l), P(j,k,l)).. Selanjutnya, J last = J SW (,j,k,l) smpan nla n karena kta boleh jad menemukan cost yang lebh bak melalu run.. End of for loop. (b) For = 1, 2,..., S, ambl keputusan tumblng/swmmng.. Tumble : bangktkan vektor random () R P dengan setap elemen m (), m = 1,2,..., p, jumlah acak pada [-1, 1].. Move : selanjutnya (j+1,k,l ) = (j, k, l) + u x C() () T ( ) ( ) menghaslkan step sze yang dapat beradaptas dalam arah tumble untuk bakter.. Menghtung J(,j+1,k,l) dan kemudan menghtung, Jsw (, j 1, k, l) J(, j 1, k, l) Jcc( ( j 1, k, l), P( j 1, k, l)) v. Swm : a. m = 0; (counter untuk swm length) b.whle, m < Ns (apabla tdak ada penurunan yang terlalu panjang). v. m = m + 1 v. If J SW (, j+1, k, l) < J last (jka lebh bak), kemudan J last = J SW (, j+1, k, l) dan (j+1,k,l) = (j,k,l) + u x C() (), T ( ) ( ) gunakan (j+1,k,l) n untuk menghtung J(, j+1,k,l) yang baru. v. Else, m = N s. In adalah akhr dar statement whle. (c) Go to bakter berkutnya ( + 1). Jka, S (maka go to b ) untuk memproses bakter berkutnya. (4) If j > Nc, go to step 3, lanjutkan chemotaxs, karena lfe tme bakter belum berakhr. (5) Reproducton. (a) For k dan l yang dberkan, dan untuk setap = 1, 2,..., S, maka htung J Nc 1 health J sw (, j, k, l ) adalah j 1 kesehatan bakter. Urutkan bakter secara ascendng terhadap cost J health (cost lebh tngg berart kesehatan lebh rendah). (b) Sr = S/2 bakter dengan nla J health palng tngg mat dan Sr bakter lannya dengan nla terbak akan membelah menjad dua berperan sebaga orang tua dan dtempatkan pada lokas yang sama. (6) If k < Nre, go to 2; dalam kasus n, kta belum mencapa jumlah maksmum reproducton loop yang dtentukan, sehngga kta mula generas berkutnya dalam chemotactc loop. (7) Elmnaton-dspersal : For = 1,2..., S dengan probabltas P ed, elmnate dan dsperse setap bakter (untuk menjaga jumlah bakter konstan).

Semnar Nasonal Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Jul 2011 3. Smulas dan Hasl Masalah economc dspatch dsmulaskan pada sstem IEEE 5-bus, tga generator (Had Saadat, 1999) dan IEEE 30-bus, enam generator (P. Somasundaram. 2005). Sstem IEEE 5-bus menyupla total beban sebesar 150 MW dan sstem IEEE 30-bus menyupla beban sebesar 283.4 MW. Data daya output mn dan max setap generator kedua sstem dtamplkan pada Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1 : Data Pmn Pmax dan Koefsen Bahan Bakar Sstem IEEE 5-Bus No. P mn max P Cost coeffcents Bus (MW) (MW) a b c 1 10 85 200 7 0.008 2 10 80 180 6.3 0.009 3 10 70 140 6.8 0.007 Tabel 2 : Data Pmn Pmax dan Koeffsen Bahan Bakar Sstem IEEE 30-Bus. No. mn P max P Cost coeffcents Bus (MW) (MW) a b c 1 50 200 0 2 0.00375 2 20 80 0 1.75 0.0175 5 15 50 0 1 0.0625 8 10 35 0 3.25 0.00834 11 10 30 0 3 0.025 13 12 49 0 3 0.025 Untuk mendemonstraskan keefektfan Fuzzy-, maka metoda n dbandngkan dengan metoda standar dan tanpa dspatch. Metoda n duj pada kasus yang berbeda, 3.1 Sstem IEEE 5-bus : Kasus (1) : memperhtungkan rug daya pada transms, equalty dan nequalty constrant dengan jumlah bakter 8. Kasus (2) : memperhtungkan rug daya pada transms, equalty dan nequalty constrant dengan jumlah bakter bervaras yatu 4, 24, dan 48 bakter. 3.2 Sstem IEEE 30-bus Kasus (1) : memperhtungkan rug daya pada transms, equalty dan nequalty constrant dengan jumlah bakter 8. Smulas menggunakan MATLAB dan drunng pada komputer 3.06 GHz, Pentum-IV dengan 1.2 GB RAM. Parameter yang dgunakan adalah S = 8, Nc = 5, Ns = 3, Nre = 40, Ned = 4, Ped = 0.25, C() = 0,1. Nla d attract, w attract, h repelent, and w repelent yang dgunakan 1.9, 0.2, 1.9, dan 10. Hasl smulas dtamplkan pada Tabel 3 Tabel 6 dan grafk konvergens dtamplkan pada Gambar 3 Gambar 6. Tabel 3 : Hasl Smulas IEEE 5-bus Menggunakan Fuzzy-,, dan tanpa Duspatch Memperhtungkan Rug Transms P Loss (MW) Totalfuel cost ($/h) Konvergens Tanpa Dspatch 83.051 40.000 30.000 3.0526 1633.238416 3 Metoda Fuzzy- 30.318 30.285 67.966 67.944 53.917 53.970 2.2018 2.2014 1596.321519 1596. 321552 126 363 Tabel 4 : Hasl smulas IEEE 5-bus Menggunakan Fuzzy- Memperhtungkan Rug Transms dengan Jumlah Bakter Bervaras P Loss (MW) Total fuel cost ($/h) Konvergens 4 Bakter 30.318 67.956 53.927 2.2017 1596.321519 195 Fuzzy- 24 Bakter 30.321 67.958 53.921 2.2018 1596.321519 62 48 Bakter 30.321 67.963 53.917 2.2018 1596.321519 Tabel 5 : Hasl Smulas Sstem Tenaga IEEE 5-Bus Memperhtungkan Rug Transms Menggunakan dengan Jumlah Bakter Bervaras P Loss (MW) Total fuel cost ($/h) Konvergens 4 Bakter 30.372 67.938 53.892 2.2021 1596.321551 744 24 Bakter 30.343 67.978 53.880 2.2020 1596.321540 738 48 Bakter 30.319 67.977 53.905 2.2018 1596.321524 120 Tabel 6 : Hasl Smulas IEEE-30 bus Menggunakan Fuzzy-,, dan tanpa Dspatch Memperhtungkan Rug Transms P 4 (MW) P 5 (MW) P 6 (MW) P loss (MW) Total fuel cost ($/h) Konvergens Tanpa Dspatch 136.145 52.000 33.000 23.000 20.000 26.000 6.7449 825.242064 4 Metoda Fuzzy- 176.696 48.851 21.484 21.733 12.153 12.000 9.5171 802.378962 310 176.660 48.837 21.508 21.705 12.203 12.000 9.5132 802.378996 456 1. Sstem IEEE 5-bus Kasus (1) : Dar Tabel 3 dapat dketahu bahwa Fuzzy- menghaslkan baya pembangktan palng mnmum sebesar $ 1596.321519 per hour, dengan dperoleh sebesar $ 1596.321552 per hour dan dengan tanpa dspatch sebesar $ 1633.238416 per hour. In berart bahwa metoda 36

Semnar Nasonal Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Jul 2011 Fuzzy- menghaslkan baya lebh murah $ 0.00033 per hour dbandngkan dan $ 36.9169 per hour lebh murah dbandngkan dengan tanpa dspatch. Selan tu, dengan mengoptmsas daya output setap pembangkt maka rug transms dapat dreduks dar 3.0526 jka tanpa dspatch menjad 2.2018 MW dan 2.2014 MW menggunakan Fuzzy- dan. Dengan menggunakan Fuzzy- konvergen lebh cepat yatu pada teras ke-126 dan dengan pada teras ke-335. Performans kedua metoda dapat dlhat pada grafk konvergens pada Gambar 2. 1598.5 1598 Fuzzy- 1612 1610 1608 1606 1604 1602 1600 1598 Fuzzy- 1596 Evaluas fungs nutrs Gambar 3 Grafk Konvergens Fuzzy- dan dengan 4 Bakter pada Sstem IEEE 5-Bus, Memperhtungkan Rug Ttransms 1597.5 1597 1598.5 1598 Fuzzy- 1596.5 1596 Evaluas fungs nutrs Gambar 2 Grafk Konvergens Fuzzy- dan pada. IEEE 5-Bus dengan Memperhtungkan Rug Transms 1597.5 1597 1596.5 Kasus (2) : Hasl smulas dengan jumlah bakter bervaras menggunakan Fuzzy- dan dtamplkan pada Tabel 4 dan Tabel 5. Dar kedua metoda dperoleh bahwa semakn banyak jumlah bakter maka konvergens juga semakn cepat. Dengan jumlah bakter 4, 24, dan 48 menggunakan Fuzzy-, konvergen dcapa masng-masng pada teras ke-195, 62, dan 36. Sedangkan dengan jumlah bakter 4, 24, dan 48 menggunakan maka konvergen perhtungan masng-masng pada teras ke-744, 738, dan 120. Hal n menunjukkan bahwa semakn banyak jumlah populas bakter maka semakn luas ruang pencaran nutrs djelajah atau semakn banyak kombnas kanddat solus optmum. Dengan menggunakan metoda Fuzzy- dan jumlah bakter bervaras, maka baya palng mnmum yang dperoleh adalah sama besar yatu $ 1596.321519 per hour. Hal n dsebabkan karena dengan menggunakan run length unt yang adaptf terhadap konds operas maka kombnas dan nla yang optmum lebh cepat dperoleh sehngga tdak akan berpengaruh jka jumlah bakter dperbanyak lag. Performans kedua metoda n dapat dlhat pada Gambar 3 Gambar 5. 1596 Evaluas fungs nutrs Gambar 4 Grafk Konvergens Fuzzy- dan dengan 24 Bakter pada IEEE 5-Bus dengan Memperhtungkan Rug Transms 1596.8 1596.75 1596.7 1596.65 1596.6 1596.55 1596.5 1596.45 1596.4 1596.35 Fuzzy- Evaluas fungs nutrs Gambar 5 Grafk konvergens Fuzzy- dan dengan 48 bakter pada IEEE 5-bus memperhtungkan rug transms 2. Sstem IEEE 30-bus Kasus (1) : Smulas dengan menggunakan metoda Fuzzy- maka konvergen lebh cepat dbandngkan yatu masng-masng pada teras ke-310 dan teras ke-456. Berdasarkan perbandngan tersebut menunjukkan bahwa dengan merubah konstanta run length unt berdasarkan konds operas mengunakan rule fuzzy, maka konvergens dapat dpercepat dan

Semnar Nasonal Pascasarjana XI ITS, Surabaya 27 Jul 2011 memberkan total baya pembangktan sedkt lebh murah dbandngkan dengan. Hal n dsebabkan karena bakter tdak akan beroslas pada daerah yang lebh dekat dengan nla optmum tap menuju ke nla optmum sehngga memperkecl jumlah teras. Nla baya palng mmmum yang dperoleh menggunakan Fuzzy-,, dan tanpa Dspatch masng-masng adalah sebesar $ 802.378962 per hour, $ 802.378996 per hour, dan $ 825.242064 per hour. Performans kedua metoda dtamplkan pada Gambar 6. 818 816 814 812 810 808 806 804 Fuzzy- 802 Evaluas fungs nutrs Gambar 6 Grafk Konvergens Fuzzy- dan pada. Sstem IEEE 30-Bus Memperhtungkan Rug Transms. 4. Kesmpulan Peneltan n telah berhasl menerapkan metoda fuzzy logc dan bacteral foragng algorthm pada optmsas masalah economc dspatch. Dar hasl yang dperoleh, Fuzzy- selalu lebh unggul dar standar dan tanpa dspatch. Dengan menggunakan Fuzzy-, nla baya bahan bakar pembangktan lebh murah dar pada standar dan tanpa dspatch, bahkan konvergens Fuzzy- hampr separoh lebh cepat dar pada. Jad asmlas fuzzy dengan sukses dalam memperbak performans standar. 5. Pustaka A.B. M. Nasruzzaman, M. G. Rabban, (2008). Implementaton of Genetc Algorthm and Fuzzy Logc n Economc Dspatch Problem. 5 th Internatonal Conference on Electrcal and Comp Eng ICECE IEEE, December 20-22, pp. 360 5. Chng-Tzong Su, Chen-Tung Ln, (2000). New Approach wth a Hopfeld Modelng Framework. IEEE, Vol. 15, No. 2, May, pp. 541-5. D.N. Jeyakumar, T. Jayabarath, T. Raghunathan, (2006). Partcle swarm optmzaton for varous types of economc dspatch problems. Elsever, Vol. 30, pp. 36 42. Had Saadat, Power System Analyss (1999). McGraw-Hll, New York. Jagabondhu Hazra, Avnash Snha, (2005). Applcaton of soft computng methods for Economc Dspatch n Power Systems. Internatonal Journal of Electrcal Power and Energy System Engneerng, Vol. 2, No. 1, pp. 19 24. Jong-Bae Park, K-Song Lee, Joong-Rn Shn, Kwang Y. Lee, (2005). A Partcle Swarm Optmzaton for Economc Dspatch Wth Nonsmooth Cost Functons. IEEE, Vol. 20, No. 1, pp. 34 42. K. Vasakh, P. Praveena, S. Rama Rao, (2009). PSO-DV and Bacteral Foragng Optmzaton Based Dynamc Economc Dspatch wth Non-Smooth Cost Functons. Internatonal Conference on Advances n Computng, Control, and Telecommuncaton Technologes IEEE, pp. 135-9. Leandro dos Santos Coelho, Vvana Cocco Maran, (2007). Improved dfferental evoluton algorthms for handlng economc dspatch optmzaton wth generator constrants. Elsever, Vol. 48, pp. 1631 1639. M. Trpathy, S. Mshra, (2007). Bactera foragng-based soluton to optmze both real power loss and voltage stablty lmt. IEEE, Vol. 22, No. 1, pp. 240 8. P. K. Hota, A. K. Barsal, R. Chakrabart, (2010). Economc emsson load dspatch through fuzzy based bacteral foragng algorthm. Elsever, Vol. xxx, pp. 1 10. P. Somasundaram, K. Kuppusamy, (2005). Applcaton of evolutonary programmng to securty constraned economc dspatch. Elsever, Vol. 27, pp. 343 351. Rabh A. Jabr, Alun H. Coonck, Bran J. Cory, (2000). A Homogeneous Lnear Programmng Algorthm for the Securty Constraned Economc Dspatch Problem. IEEE, Vol. 15, No. 3, August, pp. 930 6. S. Mshra, (2005). A Hybrd Least Square-Fuzzy Bacteral Foragng Strategy for Harmonc Estmaton. IEEE, Vol. 9, No. 1, pp. 61 73.