digilib.uns.ac.id BAB IV ANALISIS DATA Deskripsi hasil penelitian dalam Bab IV ini merupakan analisis data dan pembahasan tentang bentuk antonimi dalam bahasa Jawa, tipe antonimi dalam bahasa Jawa, dan kelas kata antonimi dalam bahasa Jawa. 1. Bentuk Antonimi dalam Bahasa Jawa Penentuan keberlawanan antonimi dalam bahasa Jawa, menggunakan metode padan dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP), teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Alat penentunya referen berupa hal-hal, keadaan atau suasana di luar unsur kebahasaan. Hal ini untuk mengkaji referen yang ada di luar kebahasaan. Kajian bentuk antonimi digunakan metode distribusional (agih). Metode distribusional (agih) yaitu metode analisis data yang alat penentunya unsur dari bahasa yang bersangkutan itu sendiri (Sudaryanto, 1993: 15). Teknik dasarnya berupa bagi unsur langsung (BUL). Teknik ini digunakan untuk membagi satuan lingual data menjadi beberapa unsur (Sudaryanto, 1993: 31). Teknik lanjutannya adalah teknik perluas sebagai pertimbangan untuk mengkaji suatu bentukan antonimi sehingga bisa dicari atas unsur langsung-unsur langsungnya. Bentuk antonimi dalam bahasa Jawa ada tiga, yaitu. a. Bentuk Tunggal (Morfem Tunggal) Bentuk tunggal yaitu bentuk yang tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi dan sudah mampu berdiri sendiri atau bentuk yang tidak bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bentuk yang seperti itu, lazimnya sudah mempunyai arti 25
digilib.uns.ac.id 26 sendiri sehingga mampu berdiri sendiri dalam ujaran. Jadi, bentuk tunggal sekaligus merupakan bentuk bebas, (Soepomo Poedjosoedarmo, 1979: 6). Antonimi-antonimi yang termasuk bentuk tunggal: 1) Data 1 (KBJP: halaman 84) Abot berat >< entheng ringan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Gawananku abot Bawaan saya berat >< Gawananku entheng Bawaan saya ringan. Abot berat mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan berat, sedang entheng ringan suatu hal yang menunjukkan keadaan ringan. Antonimi abot berat sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya entheng ringan. Dengan demikian, antonimi abot berat berlawanan dengan entheng ringan merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 2) Data 2 (PBJ: halaman 71) Adoh jauh >< cedhak dekat Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Omahe Joko adoh Rumah Joko jauh >< Omahe Joko cedhak Rumah Joko dekat. Adoh jauh mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan jauh, sedang cedhak dekat suatu hal yang menunjukkan keadaan dekat. Antonimi adoh jauh sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya cedhak dekat. Dengan demikian, antonimi adoh jauh berlawanan dengan cedhak dekat merupakan bentuk tunggal sekaligus
digilib.uns.ac.id 27 bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 3) Data 3 (SBJP: halaman 49) Banter cepat >< alon pelan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Bocah kae nek numpak pit mesthi banter Anak itu kalau naik sepeda selalu cepat >< Bocah kae nek numpak pit mesthi alon Anak itu kalau naik sepeda selalu cepat. Banter cepat mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan cepat, sedang alon pelan suatu hal yang menunjukkan keadaan pelan. Antonimi banter cepat sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya alon pelan. Dengan demikian, antonimi banter cepat berlawanan dengan alon pelan merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 4) Data 4 (PBJ: halaman 73) Bathi untung >< rugi rugi Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Dina iki dagangane Bapakku bathi Hari ini jualan Bapak saya untung >< Dina iki dagangane Bapakku rugi Hari ini jualan Bapak saya rugi. Bathi untung mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan mendapat laba, sedang rugi rugi suatu hal yang menunjukkan keadaan tidak mendapat laba. Antonimi bathi untung sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya rugi rugi. Dengan demikian, antonimi bathi untung berlawanan dengan rugi rugi merupakan bentuk tunggal sekaligus
digilib.uns.ac.id 28 bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 5) Data 5 (PBJ: halaman 71) Bungah senang >< susah susah Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Atiku bungah nek enek kancaku dolan ning ngomah Hati saya senang bila teman saya main ke rumah >< Atiku susah nek enek kancaku dolan ning ngomah Hati saya senang bila teman saya main ke rumah. Bungah senang mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan tanpa rasa susah, sedang susah susah suatu hal yang menunjukkan keadaan rasa tidak senang. Antonimi bungah senang sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya susah susah. Dengan demikian, antonimi bungah senang berlawanan dengan susah susah merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 6) Data 6 (PBJ: halaman 74) Dawa panjang >< cendhak pendek Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Rambute Sinta dawa Rambut Sinta panjang >< Rambute Sinta cendhak Rambut Sinta pendek. Dawa panjang mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan yang panjang, sedang cendhak pendek suatu hal yang menunjukkan keadaan yang pendek. Antonimi dawa panjang sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya cendhak pendek. Dengan demikian, antonimi dawa panjang berlawanan dengan cendhak pendek
digilib.uns.ac.id 29 merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 7) Data 7 (PBJ: halaman 74) Dhuwur tinggi >< endhek pendek Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Popi luwih dhuwur saka Dian Popi lebih tinggi dari Dian >< Popi luwih endhek saka Dian Popi lebih pendek dari Dian. Dhuwur tinggi mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan yang tinggi, sedang endhek pendek suatu hal yang menunjukkan keadaan yang pendek. Antonimi dhuwur tinggi sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya endhek pendek. Dengan demikian, antonimi dhuwur tinggi berlawanan dengan endhek pendek merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 8) Data 8 (SBJP: halaman 50) Gedhe besar >< cilik kecil Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Omahe Pak Joyo luwih gedhe timbang omahe Pak Sarto Rumah Pak Joyo lebih besar daripada rumahnya Pak Sarto >< Omahe Pak Joyo luwih cilik timbang omahe Pak Sarto Rumah Pak Joyo lebih kecil daripada rumahnya Pak Sarto. Gedhe besar mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan lebih dari ukuran sedang, sedang cilik kecil suatu hal yang menunjukkan keadaan yang sempit. Antonimi gedhe besar sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya cilik kecil. Dengan demikian,
digilib.uns.ac.id 30 antonimi gedhe besar berlawanan dengan cilik kecil merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 9) Data 9 (PBJ: halaman 74) Lali lupa >< eling ingat Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku lali yen ana tugas sekolah Saya lupa jika ada tugas sekolah >< Aku eling yen ana tugas sekolah Saya ingat jika ada tugas sekolah. Lali lupa mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan tidak dalam pikiran, sedang eling ingat suatu hal yang menunjukkan keadaan berada dalam pikiran. Antonimi lali lupa sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya eling ingat. Dengan demikian, antonimi lali lupa berlawanan dengan eling ingat merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 10) Data 10 (PBJ: halaman 75) Padha sama >< beda beda Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Klambiku padha karo kancaku Baju saya sama dengan teman saya >< Klambiku beda karo kancaku Baju saya beda dengan teman saya. Padha sama mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan yang sama, sedang beda beda suatu hal yang menunjukkan keadaan yang berbeda. Antonimi padha sama sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya beda beda. Dengan demikian, antonimi padha
digilib.uns.ac.id 31 sama berlawanan dengan beda beda merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 11) Data 11 (PBJ: halaman 73) Rampung selesai >< wiwit mulai Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wayangane lagi rampung jam sewelas wengi Wayangannya baru selesai pukul sebelas malam >< Wayangane lagi wiwit jam sewelas wengi Wayangannya baru mulai jam sebelas malam. Rampung selesai mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan sudah selesai, sedang wiwit mulai suatu hal yang menunjukkan keadaan baru dimulai. Antonimi rampung selesai sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya wiwit mulai. Dengan demikian, antonimi rampung selesai berlawanan dengan wiwit mulai merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 12) Data 12 (PBJ: halaman 73) Resik bersih >< reged kotor Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kamarku resik banget Kamar saya bersih sekali >< Kamarku reged banget Kamar saya kotor sekali. Resik bersih mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan yang bebas dari kotoran, sedang reged kotor suatu hal yang menunjukkan keadaan yang kotor atau tidak bersih. Antonimi resik bersih sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya reged kotor. Dengan
digilib.uns.ac.id 32 demikian, antonimi resik bersih berlawanan dengan reged kotor merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 13) Data 13 (PBJ: halaman 74) Teka datang >< lunga pergi Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku kudu teka jam pitu esuk Saya harus datang pukul tujuh pagi >< Aku kudu lunga jam pitu esuk Saya harus pergi pukul tujuh pagi. Teka datang mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan tiba di tempat yang di tuju, sedang lunga pergi suatu hal yang menunjukkan keadaan meninggalkan suatu tempat. Antonimi teka datang sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya lunga pergi. Dengan demikian, antonimi teka datang berlawanan dengan lunga pergi merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 14) Data 14 (PBJ: halaman 76) Tuku beli >< adol jual Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Ida tuku klambi ning pasar Ida beli baju di pasar >< Ida adol klambi ning pasar Ida jual baju di pasar. Tuku beli mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan memperoleh sesuatu melalui penukaran atau pembayaran, sedang adol jual suatu hal yang menunjukkan keadaan menjual sesuatu. Antonimi tuku beli sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya adol jual. Dengan demikian, antonimi tuku beli berlawanan dengan adol jual
digilib.uns.ac.id 33 merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. 15) Data 15 (KBJP: halaman 88) Tutup tutup >< bukak buka Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Tokone Pak Rahmad tutup ing dina Minggu Toko Pak Rahmad tutup di hari Minggu >< Tokone Pak Rahmad bukak ing dina Minggu Toko Pak Rahmad buka di hari Minggu. Tutup tutup mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan tutup atau tidak berjualan, sedang bukak buka suatu hal yang menunjukkan keadaan bejualan. Antonimi tutup tutup sudah tidak bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi, demikian halnya bukak buka. Dengan demikian, antonimi tutup tutup berlawanan dengan bukak buka merupakan bentuk tunggal sekaligus bentuk bebas karena masing-masing sudah mempunyai arti dan mampu berdiri sendiri dalam ujaran. b. Bentuk Kompleks (Morfem Kompleks) Bentuk kompleks (morfem kompleks) yaitu suatu bentuk kata yang sudah mengalami perubahan bentuk yang disebabkan melekatnya imbuhan atau afiksasi (Soepomo Poedjosoedarmo, 1979: 6). Contoh keberlawanan antonimi yang berbentuk kompleks (morfem kompleks): 1) Data 16 (PBJ: halaman 75) Nangis menangis >< ngguyu tertawa Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Angger kelingan awakmu, aku mesthi nangis Setiap teringat dirimu, saya selalu menangis >< Angger
digilib.uns.ac.id 34 kelingan awakmu, aku mesthi ngguyu Setiap teringat dirimu, saya selalu tertawa. Antonimi nangis menangis mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan menangisi suatu hal, sedang ngguyu tertawa menggambarkan aktivitas menertawakan suatu hal. Dari segi bentuk, antonimi nangis menangis bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (n) dan tangis tangis. Ternyata antonimi nangis menangis mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nangis menangis adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi ngguyu tertawa bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ng-) dan guyu tawa. Ternyata antonimi ngguyu tertawa mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, ngguyu tertawa adalah antonimi berbentuk kompleks. 2) Data 17 (PBJ: halaman 75) Ngajeni menghargai >< ngina menghina Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Darmo senenge ngajeni wong liya Darno sukanya menghargai orang lain >< Darmo senenge ngina wong liya Darmo sukanya menghina orang lain. Antonimi ngajeni menghargai mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan menghargai suatu hal, sedang ngina menghina menggambarkan aktivitas menghina suatu hal.
digilib.uns.ac.id 35 Dari segi bentuk, antonimi ngajeni menghargai bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah ngaji dan (i) dengan prefiks nasal (ng-) dan aji harga. Ternyata antonimi ngajeni menghargai mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, ngajeni menghargai adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi ngina menghina bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ng-) dan ina hina. Ternyata antonimi ngina menghina mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, ngina menghina adalah antonimi berbentuk kompleks. 3) Data 18 (PBJ: halaman 75) Ngakoni mengakui >< nyelaki menyangkal Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Bagas ngakoni salahe Bagas mengakui kesalahannya >< Bagas nyelaki salahe Bagas menyangkal kesalahannya. Antonimi ngakoni mengakui mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan mengakui suatu hal, sedang nyelaki menyangkal menggambarkan aktivitas menyangkal suatu hal. Dari segi bentuk, antonimi ngakoni mengakui bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah ngaku ngaku dan (i), ngaku ngaku prefiks nasal (ng-) dan aku aku. Ternyata antonimi ngakoni mengakui mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari
digilib.uns.ac.id 36 bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, ngakoni mengakui adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi nyelaki menyangkal bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ny-) dan selak sangkal dan sufiks (i). Ternyata antonimi nyelaki menyangkal mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nyelaki menyangkal adalah antonimi berbentuk kompleks. 4) Data 19 (PBJ: halaman 75) Ngebreh pemborosan >< ngirit menghemat Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Pak Hasan senengane ngebreh duwit Pak Hasan kesukaannya pemborosan uang >< Pak Hasan senengane ngirit duwit Pak Hasan kesukaannya menghemat uang. Antonimi ngebreh pemborosan mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan pemborosan suatu hal, sedang ngirit menghemat menggambarkan aktivitas menghemat suatu hal. Dari segi bentuk, antonimi ngebreh pemborosan bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah perfiks nasal (ng-) dan ebreh boros. Ternyata antonimi ngebreh pemborosan mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, ngebreh pemborosan adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi ngirit menghemat bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ng-) dan irit hemat. Ternyata antonimi ngirit menghemat mempunyai bawahan unsur
digilib.uns.ac.id 37 langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, ngirit menghemat adalah antonimi berbentuk kompleks. 5) Data 20 (KBJP: halaman 87) Nggeret menarik >< nyurung mendorong Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Nggeret kanthi rosa Menarik dengan kuat >< Nyurung kanthi rosa Mendorong dengan kuat. Antonimi nggeret menarik mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan menarik suatu hal, sedang nyurung mengdorong menggambarkan aktivitas mendorong suatu hal. Dari segi bentuk, antonimi nggeret menarik bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah perfiks nasal (ng-) dan geret tarik. Ternyata antonimi nggeret menarik mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nggeret menarik adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi nyurung mendorong bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ny-) dan surung dorong. Ternyata antonimi nyurung mendorong mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nyurung mendorong adalah antonimi berbentuk kompleks. 6) Data 21 (PBJ: halaman 75) Nugel mematahkan >< nyambung menyambungkan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku nugel garisan Saya mematahkan penggaris >< Aku nyambung garisan Saya menyambungkan penggaris.
digilib.uns.ac.id 38 Antonimi nugel mematahkan mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan mematahkan suatu hal, sedang nyambung menyambungkan menggambarkan aktivitas menyambungkan suatu hal. Dari segi bentuk, antonimi nugel mematahkan bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah perfiks nasal (n) dan tugel patah. Ternyata antonimi nugel mematahkan mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nugel mematahkan adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi nyambung menyambung bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ny-) dan sambung sambung. Ternyata antonimi nyambung menyambung mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nyambung menyambung adalah antonimi berbentuk kompleks. 7) Data 22 (PBJ: halaman 75) Nyacad mencela >< ngelem memuji Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Dadi wong kok senenge nyacad tanggane Jadi orang kok sukanya mencela tetangganya >< Dadi wong kok senenge ngelem tanggane Jadi orang kok sukanya memuji tetangganya. Antonimi nyacad mencela mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan mencela suatu hal, sedang ngelem memuji menggambarkan aktivitas memuji suatu benda atau hal. Dari segi bentuk, antonimi nyacad mencela bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ny-) dan
digilib.uns.ac.id 39 cacad cela. Ternyata antonimi nyacad mencela mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nyacad mencela adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi ngelem memuji bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ng-) dan alem puji. Ternyata antonimi ngelem memuji mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, ngelem memuji adalah antonimi berbentuk kompleks. 8) Data 23 (PBJ: halaman 75) Nyedhak mendekat >< ngadoh menjauh Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku ora gelem nyedhak karo wong lara Saya tidak mau mendekat dengan orang sakit >< Aku ora gelem ngadoh karo wong lara Saya tidak mau menjauh dengan orang sakit. Antonimi nyedhak mendekat mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan mendekat pada suatu hal, sedang ngadoh menjauh menggambarkan aktivitas menjauh pada suatu hal. Dari segi bentuk, antonimi nyedhak mendekat bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah perfiks nasal (ny-) dan cedhak dekat. Ternyata antonimi nyedhak mendekat mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nyedhak mendekat adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi nyambung menyambungkan bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (ny-) dan sambung sambung. Ternyata antonimi nyambung
digilib.uns.ac.id 40 menyambungkan mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nyambung menyambungkan adalah antonimi berbentuk kompleks. 9) Data 24 (PBJ: halaman 75) Nyusahake menyusahkan >< mbungahake menyenangkan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wong kuwi senengane nyusahake aku Orang itu sukanya menyusahkan saya >< Wong kuwi senengane mbungahake aku Orang itu sukanya menyenangkan saya. Antonimi nyusahake menyusahkan mencerminkan adanya aktivitas yang menggambarkan kesusahan pada suatu hal, sedang mbungahake menyenangkan menggambarkan aktivitas yang menyenangkan pada suatu hal. Dari segi bentuk, antonimi nyusahake menyusahkan bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah perfiks nasal (ny-) dan sufiks ake nya bergabung bersama-sama dengan susah susah. Ternyata antonimi nyusahake menyusahkan mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan demikian, nyusahake menyusahkan adalah antonimi berbentuk kompleks. Demikian juga antonimi mbungahake menyenangkan bisa dicari bawahan unsur langsungnya. Bawahan unsur langsungnya adalah prefiks nasal (m) dan sufiks ake nya bergabung bersama-sama dengan bungah senang. Ternyata antonimi mbungahake menyenangkan mempunyai bawahan unsur langsung atau bisa dicari bentuk yang lebih kecil lagi. Dengan
digilib.uns.ac.id 41 demikian, mbungahake menyenangkan adalah antonimi berbentuk kompleks. c. Bentuk ulang Sesuai dengan pengamatan, antonimi yang merupakan bentuk ulang di dominasi oleh antonimi yang merupakan kelas kata ajektiva (sifat). Antonimi-antonimi yang dimaksud adalah: 1) Data 25 (M: M) Abot-abot berat-berat >< entheng-entheng ringan-ringan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Nggawa barang aja abot-abot Membawa barang jangan berat-berat >< Nggawa barang sing enthengentheng wae Membawa barang yang ringan-ringan saja. Antonimi abot-abot berat-berat menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas berat. Begitu pula dengan entheng-entheng ringanringan menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas ringan. Abot-abot berat-berat merupakan bentuk ulang dari abot berat, sedangkan entheng-entheng ringan-ringan merupakan bentuk ulang dari entheng ringan. 2) Data 26 (C: SMP) Adoh-adoh jauh-jauh >< cedhak-cedhak dekat-dekat Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Yen lunga aja adoh-adoh Kalau pergi jangan jauh-jauh >< Yen lunga sing cedhak-cedhak wae Kalau pergi yang dekat-dekat saja.
digilib.uns.ac.id 42 Antonimi adoh-adoh jauh-jauh menunjukkan suatu hal yang menyatakan keadaan yang jauh. Begitu pula dengan cedhak-cedhak dekatdekat menunjukkan suatu hal yang menyatakan keadaan yang dekat. Adoh-adoh jauh-jauh merupakan bentuk ulang dari adoh jauh, sedangkan cedhak-cedhak dekat-dekat merupakan bentuk ulang dari cedhak dekat. 3) Data 27 (C: SMP) Angel-angel sulit-sulit >< gampang-gampang mudah-mudah Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku mau nggarap soal sing angelangel Saya tadi mengerjakan soal yang sulit-sulit >< Aku mau nggarap soal sing gampang-gampang Saya tadi mengerjakan soal yang mudah-mudah. Antonimi angel-angel sulit-sulit menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas sukar atau sulit. Begitu pula dengan gampang-gampang mudah-mudah menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas mudah. Angel-angel sulit-sulit merupakan bentuk ulang dari angel sulit, sedangkan gampang-gampang mudah-mudah merupakan bentuk ulang dari gampang mudah. 4) Data 28 (R: SMP) Cepet-cepet cepat-cepat >< alon-alon pelan-pelan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Mlakune aja cepet-cepet Jalannya jangan cepat-cepat >< Mlakune aja alon-alon Jalannya jangan pelan-pelan. Antonimi cepet-cepet cepat-cepat menunjukkan aktivitas yang menyatakan kualitas cepat. Begitu pula dengan alon-alon pelan-pelan menunjukkan aktivitas yang menyatakan kualitas pelan.
digilib.uns.ac.id 43 Cepet-cepet cepat-cepat merupakan bentuk ulang dari cepet cepat, sedangkan alon-alon pelan-pelan merupakan bentuk ulang dari alon pelan. 5) Data 29 (R: SMP) Cethek-cethek dangkal-dangkal >< jero-jero dalam-dalam Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Ndhudhuk lemah sing cethekcethek wae Menggali tanah yang dangkal-dangkal saja >< Ndhudhuk lemah aja jero-jero Menggali tanah jangan dalam-dalam. Antonimi cethek-cethek dangkal-dangkal menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas dangkal. Begitu pula dengan jero-jero dalam-dalam menunjukkan suatu keadaan yang menyatakan kualitas dalam. Cethek-cethek dangkal-dangkal merupakan bentuk ulang dari cethek dangkal, sedangkan jero-jero dalam-dalam merupakan bentuk ulang dari jero dangkal. 6) Data 30 (C: SMP) Dawa-dawa panjang-panjang >< cendhak-cendhak pendek-pendek Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Ucup tuku tali sing dawa-dawa Ucup beli tali yang panjang-panjang >< Ucup tuku tali sing cendhakcendhak Ucup beli tali yang pendek-pendek. Antonimi dawa-dawa panjang-panjang menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas panjang. Begitu pula dengan cendhak-cendhak pendekpendek menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas pendek. Dawa-dawa panjang-panjang merupakan bentuk ulang dari dawa panjang, sedangkan cendhak-cendhak pendek-pendek merupakan bentuk ulang dari cendhak pendek.
digilib.uns.ac.id 44 7) Data 31 (C: SMP) Dhuwur-dhuwur tinggi-tinggi >< endhek-endhek pendek-pendek Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wit jatine wis dhuwur-dhuwur Pohon jatinya sudah tinggi-tinggi >< Wit jatine isih endhek-endhek Pohon jatinya masih pendek-pendek. Antonimi dhuwur-dhuwur tinggi-tinggi menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas tinggi. Begitu pula dengan endhek-endhek pendekpendek menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas pendek. Dhuwur-dhuwur tinggi-tinggi merupakan bentuk ulang dari dhuwur tinggi, sedangkan endhek-endhek pendek-pendek merupakan bentuk ulang dari endhek pendek. 8) Data 32 (C: SMP) Kuru-kuru kurus-kurus >< lemu-lemu lemu-lemu Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wedhuse tanggaku kuru-kuru Kambingnya tetangga saya kurus-kurus >< Wedhuse tanggaku lemu-lemu Kambingnya tetangga saya gemuk-gemuk. Antonimi kuru-kuru kurus-kurus menunjukkan suatu keadaan yang menyatakan kualitas kurus. Begitu pula dengan lemu-lemu lemulemu menunjukkan suatu keadaan yang menyatakan kualitas gemuk. Kuru-kuru kurus-kurus merupakan bentuk ulang dari kuru kurus, sedangkan lemu-lemu lemu-lemu merupakan bentuk ulang dari lemu gemuk. 9) Data 33 (C: SMP) Pinter-pinter pintar-pintar >< bodho-bodho bodoh-bodoh
digilib.uns.ac.id 45 Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Sekolahanku muride pinter-pinter Sekolahan saya muridnya pintar-pintar >< Sekolahanku muride bodhobodho Sekolahan saya muridnya bodoh-bodoh. Antonimi pinter-pinter pintar-pintar menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas pintar. Begitu pula dengan bodho-bodho bodoh-bodoh menunjukkan suatu hal yang menyatakan kualitas bodoh. Pinter-pinter pintar-pintar merupakan bentuk ulang dari pinter pintar, sedangkan bodho-bodho bodoh-bodoh merupakan bentuk ulang dari bodho bodoh. 2. Tipe Antonimi dalam Bahasa Jawa a. Keberlawanan Arti Tipe Komplementer 1) Data 34 (KBJP: halaman 84) Babu pembantu >< bandara majikan Keberlawanan arti tipe komplementer tersebut, dapat diperluas menjadi: Babu sing sregep Pembantu yang rajin >< Bandara sing sregep Majikan yang rajin. Beberapa ahli semantik, menamai tipe ini sebagai ungradable atau yang tidak dapat dipertatarkan, sehingga dalam bahasa Jawa tidak ada bentukan rada babu agak babu >< rada bandara agak majikan. Selain itu, tipe antonimi ini juga memenuhi kriteria tipe antonimi komplementer yang lain, artinya pada antonimi babu pembantu >< bandara majikan merupakan pengakuan terhadap yang satu berarti penyangkalan terhadap yang lain: babu pembantu berarti bukan bandara majikan, demikan juga sebaliknya bandara majikan berarti bukan babu pembantu. Antonimi tersebut bukan merupakan ajektiva, namun merupakan nomina.
digilib.uns.ac.id 46 2) Data 35 (SBJP: halaman 50) Jago jantan >< babon betina Keberlawanan arti tipe komplementer tersebut, dapat diperluas menjadi: Aku duwe pitik jago Aku punya ayam jantan >< Aku duwe pitik babon Aku punya ayam betina. Beberapa ahli semantik, menamai tipe ini sebagai ungradable atau yang tidak dapat dipertatarkan, sehingga dalam bahasa Jawa tidak ada bentukan rada jago agak jantan >< rada babon agak betina. Selain itu, tipe antonimi ini juga memenuhi kriteria tipe antonimi komplementer yang lain, artinya pada antonimi jago jantan >< babon betina merupakan pengakuan terhadap yang satu berarti penyangkalan terhadap yang lain: jago jantan berarti bukan babon betina, demikan juga sebaliknya babon betina berarti bukan jago jantan. Antonimi jago jantan >< babon betina hanya untuk hewan, bukan untuk manusia. Antonimi tersebut bukan merupakan ajektiva, namun merupakan nomina. 3) Data 36 (SBJP: halaman 50) Lanang laki-laki >< wadon perempuan Keberlawanan arti tipe komplementer tersebut, dapat diperluas menjadi: Bocah lanang kuwi sregep Anak laki-laki itu rajin >< Bocah wadon kuwi sregep Anak perempuan itu rajin. Beberapa ahli semantik, menamai tipe ini sebagai ungradable atau yang tidak dapat dipertatarkan, sehingga dalam bahasa Jawa tidak ada bentukan rada lanang agak laki-laki >< rada wadon agak perempuan.
digilib.uns.ac.id 47 Selain itu, tipe antonimi ini juga memenuhi kriteria tipe antonimi komplementer yang lain, artinya pada antonimi lanang laki-laki >< wadon perempuan merupakan pengakuan terhadap yang satu berarti penyangkalan terhadap yang lain: lanang laki-laki berarti bukan wadon perempuan, demikan juga sebaliknya wadon perempuan berarti bukan lanang laki-laki. Antonimi lanang laki-laki >< wadon perempuan hanya untuk manusia remaja dan dewasa. Di sisi lain ada antonimi lanang laki-laki >< wedok perempuan, antonimi itu kecuali untuk manusia, juga berlaku untuk hewan. Antonimi tersebut bukan merupakan ajektiva, namun merupakan nomina. 4) Data 37 (KBJP: halaman 86) Mati mati >< urip hidup Keberlawanan arti tipe komplementer tersebut, dapat diperluas menjadi: Tandurane wis mati Tanamannya sudah mati >< Tandurane wis urip Tanamannya sudah hidup. Beberapa ahli semantik, menamai tipe ini sebagai ungradable atau yang tidak dapat dipertatarkan, sehingga dalam bahasa Jawa tidak ada bentukan rada mati agak mati >< rada urip agak hidup. Selain itu, tipe antonimi ini juga memenuhi kriteria tipe antonimi komplementer yang lain, artinya pada antonimi mati mati >< urip hidup merupakan pengakuan terhadap yang satu berarti penyangkalan terhadap yang lain: mati mati berarti bukan urip hidup, demikan juga sebaliknya urip hidup berarti bukan mati mati. Antonimi mati mati >< urip hidup untuk tingkat tutur ngoko, yang dapat digunakan untuk manusia, hewan dan tumbuhan. Di sisi lain, dalam ragam yang berbeda ditemukan adanya antonimi pejah mati >< gesang hidup yang berlaku untuk manusia, hewan
digilib.uns.ac.id 48 dan tumbuhan, sedangkan seda meninggal >< sugeng hidup hanya untuk manusia yang mengandung nilai hormat. Antonimi tersebut bukan merupakan ajektiva, namun merupakan nomina. 5) Data 38 (SBJP: halaman 50) Mungsuh lawan >< bala kawan Keberlawanan arti tipe komplementer tersebut, dapat diperluas menjadi: Aja golek mungsuh Jangan mencari musuh >< Aja golek bala Jangan mencari teman. Beberapa ahli semantik, menamai tipe ini sebagai ungradable atau yang tidak dapat dipertatarkan, sehingga dalam bahasa Jawa tidak ada bentukan rada mungsuh agak lawan >< rada bala agak kawan. Selain itu, tipe antonimi ini juga tipe memenuhi kriteria tipe antonimi komplementer yang lain, pada antonimi mungsuh lawan >< bala kawan merupakan pengakuan terhadap yang satu berarti penyangkalan terhadap yang lain: mungsuh lawan >< berarti bukan >< bala kawan, demikan juga sebaliknya bala kawan berarti bukan mungsuh lawan. Antonimi tersebut bukan merupakan ajektiva, namun merupakan nomina. b. Keberlawanan Arti dapat Dipertatarkan atau Gradability Maksudnya, antara pasangan yang berlawanan itu dapat dibuat tataran. Misalnya: 1) Data 1 (KBJP: halaman 84) Abot berat >< entheng ringan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Gawananku abot Bawaan saya berat >< Gawananku entheng Bawaan saya ringan.
digilib.uns.ac.id 49 Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Gawananku rada abot Bawaan saya agak berat >< Gawananku rada entheng Bawaan saya agak ringan. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi abot berat >< entheng ringan juga dapat dibuat tataran menjadi: abot banget berat sekali >< entheng banget ringan sekali. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 2) Data 2 (PBJ: halaman 71) Adoh jauh >< cedhak dekat Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Omahe Joko adoh Rumah Joko jauh >< Omahe Joko cedhak Rumah Joko dekat. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Omahe Joko adoh banget Rumah Joko jauh sekali >< Omahe Joko cedhak banget Rumah Joko dekat sekali. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi adoh jauh >< cedhak dekat juga dapat dibuat tataran menjadi: rada adoh agak jauh >< rada cedhak agak dekat. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 3) Data 6 (PBJ: halaman 74) Dawa panjang >< cendhak pendek Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Rambute Sinta dawa Rambut Sinta panjang >< Rambute Sinta cendhak Rambut Sinta pendek. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Rambute Sinta dawa banget Rambut Sinta panjang sekali >< Rambute Sinta cendhak banget Rambut
digilib.uns.ac.id 50 Sinta pendek sekali. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi dawa panjang >< cendhak pendek juga dapat dibuat tataran menjadi: rada dawa agak panjang >< rada cendhak agak pendek. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 4) Data 7 (PBJ: halaman 74) Dhuwur tinggi >< endhek pendek Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wit jatine dhuwur Pohon jatinya tinggi >< Wit jatine endhek Pohon jatinya pendek. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Wit jatine dhuwur banget Pohon jatinya tinggi sekali >< Wit jatine endhek banget Pohon jatinya pendek sekali. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi dhuwur tinggi >< endhek pendek pendek juga dapat dibuat tataran menjadi: rada dhuwur agak tinggi >< rada endhek agak pendek. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 5) Data 8 (SBJP: halaman 50) Gedhe besar >< cilik kecil Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Omahe Pak Joyo gedhe Rumah Pak Joyo besar >< Omahe Pak Joyo cilik Rumah Pak Joyo kecil. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Omahe Pak Joyo gedhe banget Rumah Pak Joyo besar >< Omahe Pak Joyo cilik banget Rumah Pak Joyo kecil. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi gedhe besar >< cilik kecil juga dapat
digilib.uns.ac.id 51 dibuat tataran menjadi: rada gedhe agak besar >< rada cilik agak kecil. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 6) Data 39 (SBJP: halaman 50) Jembar luas >< ciyut sempit Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Dalan ngarep omahku jembar Jalan depan rumahku luas >< Dalan ngarep omahku ciyut Jalan depan rumahku sempit. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Dalan ngarep omahku rada jembar Jalan depan rumahku agak luas >< Dalan ngarep omahku rada ciyut Jalan depan rumahku agak sempit. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi jembar luas >< ciyut sempit juga dapat dibuat tataran menjadi: jembar banget luas sekali >< ciyut banget sempit sekali. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 7) Data 40 (PBJ: halaman 72) Jero dalam >< cethek dangkal Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kalen ngarep omahku jero Selokan depan rumah saya dalam >< Kalen ngarep omahku cethek Selokan depan rumah saya dangkal. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Kalen ngarep omahku rada jero Selokan depan rumah saya agak dalam >< Kalen ngarep omahku rada cethek Selokan depan rumah saya agak dangkal. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi
digilib.uns.ac.id 52 jero dalam >< cethek dangkal juga dapat dibuat tataran menjadi: jero banget dalam sekali >< cethek banget dangkal sekali. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 8) Data 41 (PBJ: halaman 73) Padhang terang >< peteng gelap Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Langite sore iki ketok padhang Langit sore ini terlihat terang >< Langite sore iki ketok peteng Langit sore ini terlihat gelap. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Langit sore iki ketok rada padhang Langit sore ini terlihat agak terang >< Langit sore iki ketok rada peteng Langit sore ini terlihat agak gelap. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi padhang terang >< peteng gelap juga dapat dibuat tataran menjadi: padhang banget terang banget >< peteng banget gelap sekali. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 9) Data 12 (PBJ: halaman 73) Resik bersih >< reged kotor Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kamarku wis resik Kamar saya sudah bersih >< Kamarku wis reged Kamar saya sudah kotor. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Kamarku wis rada resik Kamar saya sudah agak bersih >< Kamarku wis rada reged Kamar saya sudah agak kotor. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi resik bersih >< reged kotor juga dapat dibuat tataran menjadi: resik banget agak bersih sekali >< reged
digilib.uns.ac.id 53 banget agak kotor sekali. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. 10) Data 42 (PBJ: halaman 74) Wareg kenyang >< luwe lapar Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wetengku krasa wareg Perut saya terasa kenyang >< Wetengku krasa luwe Perut saya terasa lapar. Antonimi tersebut dapat dibuat tataran seperti: Wetengku krasa wareg banget Perut saya terasa kenyang sekali >< Wetengku krasa luwe banget Perut saya terasa lapar sekali. Antonimi jenis ini termasuk dalam tipe arti yang berciri dapat dipertatarkan, karena antonimi wareg kenyang >< luwe lapar juga dapat dibuat tataran menjadi: rada wareg agak kenyang >< rada luwe agak lapar. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva. c. Keberlawanan Arti Berbalikan (Converseness Relation) Relasi berbalikan adalah relasi antara dua hal (atau orang) di mana ada relasi yang berlawanan namun penyebutannya mempersyaratkan bahwa yang satu harus disebutkan lebih dulu daripada yang lain atau dalam urutan yang berbalikan. Contoh: 1) Data 14 (PBJ: halaman 76) Adol jual >< tuku beli Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku adol klambi neng pasar Saya menjual baju di pasar >< Aku tuku klambi neng pasar Saya membeli baju di pasar.
digilib.uns.ac.id 54 Contoh: X nuku klambi saka Y X membeli baju dari Y >< Y ngedol klambi marang X Y menjual baju kepada X. Dalam contoh ini yang merupakan relasi berbalikan adalah nuku membeli >< ngedol menjual dan juga ikutannya dari >< kepada. Pasangan nuku membeli >< ngedol menjual termasuk relasi berbalikan karena yang satu mensyaratkan hadirnya yang lain. Antonimi tersebut merupakan jenis kelas kata kerja, karena menyatakan adanya suatu aktivitas. 2) Data 43 (KBJP: halaman 86) Mabur terbang >< mencok hinggap Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kinjenge wis mabur saka wit gedhang Capungnya sudah terbang dari pohon pisang >< Kinjenge wis mencok neng wit gedhang Capungnya sudah hinggap di pohon pisang. Contoh: X mabur saka Y X terbang dari Y >< Y mencok neng X Y hinggap di X. Dalam contoh ini yang merupakan relasi berbalikan adalah mabur terbang >< mencok hinggap dan juga ikutannya dari >< kepada. Pasangan mabur terbang >< mencok hinggap termasuk relasi berbalikan karena yang satu mensyaratkan hadirnya yang lain. Antonimi tersebut merupakan jenis kelas kata kerja, karena menyatakan adanya suatu aktivitas. 3) Data 44 (KBJP: halaman 87) Mlebu masuk >< metu keluar Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku mlebu kelas jam sewelas Saya masuk kelas pukul sebelas >< Aku metu saka kelas jam sewelas Saya keluar dari kelas pukul sebelas.
digilib.uns.ac.id 55 Contoh: X mlebu neng Y X masuk di Y >< Y metu saka X Y keluar dari X. Dalam contoh ini yang merupakan relasi berbalikan adalah mlebu masuk >< metu keluar dan juga ikutannya dari >< kepada. Pasangan mlebu masuk >< metu keluar termasuk relasi berbalikan karena yang satu mensyaratkan hadirnya yang lain. Antonimi tersebut merupakan jenis kelas kata kerja, karena menyatakan adanya suatu aktivitas. 4) Data 13 (PBJ: halaman 74) Teka datang >< lunga pergi Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Bayu teka jam wolu Bayu datang jam delapan >< Bayu lunga jam wolu Bayu pergi jam delapan. Contoh: X teka neng Y X datang di Y >< Y lunga saka X Y pergi dari X. Dalam contoh ini yang merupakan relasi berbalikan adalah teka datang >< lunga pergi dan juga ikutannya dari >< kepada. Pasangan teka datang >< lunga pergi termasuk relasi berbalikan karena yang satu mensyaratkan hadirnya yang lain. Antonimi tersebut merupakan jenis kelas kata kerja, karena menyatakan adanya suatu aktivitas. d. Keberlawanan Arti Direksional (Keberlawanan Arti Tipe Arah) Keberlawanan arti direksional yaitu apabila antonimi itu menyatakan arti bergerak ke arah yang berlawanan. Data yang termasuk antonimi direksional adalah. 1) Data 43 (KBJP: halaman 86) Mabur terbang >< mencok hinggap
digilib.uns.ac.id 56 Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kinjenge wis mabur saka wit gedhang Capungnya sudah terbang dari pohon pisang >< Kinjenge wis mencok neng wit gedhang Capungnya sudah hinggap di pohon pisang. Antonimi tersebut termasuk dalam keberlawanan arti tipe arah yang ditandai dengan adanya relasi berlawanan yaitu mabur terbang >< mencok hinggap yang artinya bergerak ke arah berlawanan. Antonimi mabur terbang berarti menjauhi dari benda atau hal yang dihinggapi >< mencok hinggap berarti mendekati benda atau hal yang dihinggapi. Data tersebut menyatakan suatu aktivitas, sehingga termasuk kata kerja. 2) Data 44 (KBJP: halaman 87) Mlebu masuk >< metu keluar Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku mlebu kelas jam sewelas Saya masuk kelas pukul sebelas >< Aku metu saka kelas jam sewelas Saya keluar dari kelas pukul sebelas. Antonimi tersebut termasuk dalam keberlawanan arti tipe arah yang ditandai dengan adanya relasi berlawanan yaitu mlebu masuk >< metu keluar yang artinya bergerak ke arah berlawanan. Antonimi mlebu masuk berarti mendatangi suatu tempat >< metu keluar berarti meninggalkan suatu tempat. Data tersebut menyatakan suatu aktivitas, sehingga termasuk kata kerja. 3) Data 13 (PBJ: halaman 74) Teka datang >< lunga pergi Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Bayu teka jam wolu Bayu datang jam delapan >< Bayu lunga jam wolu Bayu pergi jam delapan.
digilib.uns.ac.id 57 Antonimi tersebut termasuk dalam keberlawanan arti tipe arah yang ditandai dengan adanya relasi berlawanan yaitu teka datang >< lunga pergi yang artinya bergerak ke arah berlawanan. Antonimi teka datang berarti mendatangi atau tiba di suatu tempat >< lunga pergi berarti meninggalkan suatu tempat. Data tersebut menyatakan suatu aktivitas, sehingga termasuk kata kerja. e. Keberlawanan Arti Berkeanggotaan Ganda atau Banyak Contoh antonimi: 1) Data 45 (C: SMP) Abang merah >< ireng hitam >< putih putih >< biru biru >< ijo hijau. Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku tuku klambi werna abang Saya beli baju warna merah >< Aku tuku klambi werna ireng Saya beli baju warna hitam >< Aku tuku klambi werna putih Saya beli baju warna putih >< Aku tuku klambi werna biru Saya beli baju warna biru >< Aku tuku klambi werna ijo Saya beli baju warna hijau. Antonimi tersebut termasuk dalam keberlawanan arti berkeanggotaan ganda atau banyak yang ditandai dengan adanya relasi berlawanan yang memiliki anggota ganda yaitu abang merah >< ireng hitam >< putih putih. Abang merah merupakan warna bukan ireng hitam >< ireng hitam merupakan warna bukan putih putih >< putih putih merupakan warna bukan abang merah >< biru biru merupakan warna bukan ijo hijau >< ijo hijau merupakan warna bukan biru biru. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva.
digilib.uns.ac.id 58 2) Data 46 (C: SMP) Ngisor bawah >< tengah tengah >< dhuwur atas Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku turu neng kamar ngisor Saya tidur di kamar bawah >< Aku turu neng kamar tengah Saya tidur di kamar tengah >< Aku turu neng kamar dhuwur Saya tidur di kamar atas. Antonimi tersebut termasuk dalam keberlawanan arti berkeanggotaan ganda atau banyak yang ditandai dengan adanya relasi berlawanan yang memiliki anggota ganda yaitu ngisor bawah >< tengah tengah >< dhuwur dhuwur. Ngisor bawah menunjukkan letak tingkat rendah >< tengah tengah menunjukkan letak tingkat menengah >< dhuwur dhuwur menunjukkan letak ketinggian tingkat atas. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas, karena menyatakan suatu keterangan. 3) Data 47 (C: SMP) Panas panas >< anget hangat >< adhem dingin Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku gawe teh rada panas Saya membuat teh agak panas >< Aku gawe teh rada anget Saya membuat teh agak hangat >< Aku gawe teh rada adhem Saya membuat teh agak dingin. Antonimi tersebut termasuk dalam keberlawanan arti berkeanggotaan ganda atau banyak yang ditandai dengan adanya relasi berlawanan yang memiliki anggota ganda yaitu panas panas >< anget hangat >< adhem dingin. Panas panas menunjukkan suhu yang tinggi >< anget hangat menunjukkan tingkat suhu sedang >< adhem dingin menunjukkan suhu yang rendah. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva.
digilib.uns.ac.id 59 4) Data 48 (DA: Mahasiswa) Senin Senin >< Selasa Selasa >< Rabu Rebo >< Kamis Kemis >< Jumat Jumat >< Sabtu Setu >< Minggu Minggu Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku olah raga saben dina Senin Saya olah raga setiap hari Senin >< Aku olah raga saben dina Selasa Saya olah raga setiap hari Selasa >< Aku olah raga saben dina Rebo Saya olah raga setiap hari Rabu >< Aku olah raga saben dina Kemis Saya olah raga setiap hari Kamis >< Aku olah raga saben dina Jumat Saya olah raga setiap hari Jumat >< Aku olah raga saben dina Setu Saya olah raga setiap hari Sabtu >< Aku olah raga saben dina Minggu Saya olah raga setiap hari Minggu. Antonimi tersebut termasuk dalam keberlawanan arti berkeanggotaan ganda atau banyak yang ditandai dengan adanya relasi berlawanan yang memiliki anggota banyak yaitu Senin Senin >< Selasa Selasa >< Rebo Rabu >< Kamis Kemis >< Jumat Jumat >< Sabtu Setu >< Minggu Minggu. Senin Senin merupakan nama hari yang mana bukan hari Minggu Minggu >< Selasa Selasa merupakan nama hari yang mana bukan hari Senin Senin >< Rebo Rabu merupakan nama hari yang mana bukan hari Selasa Selasa >< Kemis Kamis merupakan nama hari yang mana bukan hari Rebo Rabu >< Jumat Jumat merupakan nama hari yang mana bukan hari Kemis Kamis >< Setu Sabtu merupakan nama hari yang mana bukan hari Jumat Jumat >< Minggu Minggu merupakan nama hari yang mana bukan hari Setu Sabtu. Mengingat data tersebut dapat dipertatarkan, sehingga termasuk kelas ajektiva.
digilib.uns.ac.id 60 f. Keberlawanan Arti Antipodal, Orthogonal Berkaitan dengan Arah Angin Tipe jenis ini berkaitan dengan arah angin (barat, timur, utara, selatan). Tipe antipodal bersifat keberlawanan kutub. Contoh: 1) Data 49 (D: Mahasiswa) Etan timur >< Kulon barat Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Neng etan omahku ana kali Di timur rumah saya ada sungai >< Neng kulon omahku ana kali Di barat rumah saya ada sungai. Secara antipodal, orang dapat menyatakan bahwa etan timur adalah lawan kulon barat. Pandangan lain adalah yang bersifat orthogonal yaitu yang menyatakan bahwa etan timur itu bukan kulon barat, bukan lor utara, bukan juga kidul selatan. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas, karena menyatakan suatu keterangan. 2) Data 50 (S: Mahasiswa) Lor utara >< kidul selatan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Omahku madhep ngalor Rumah saya menghadap utara >< Omahku madhep ngidul Rumah saya menghadap selatan. Secara antipodal, orang dapat menyatakan bahwa lor utara adalah lawan kidul selatan. Pandangan lain adalah yang bersifat orthogonal yaitu yang menyatakan bahwa lor utara bukan kidul selatan, bukan etan
digilib.uns.ac.id 61 timur itu bukan juga kulon barat. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas, karena menyatakan suatu keterangan. 3) Data 51 (H: Mahasiswa) Lor etan timur laut >< kidul kulon barat daya Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Neng lor etan omahku ana kebon Di timur laut rumah saya ada kebun >< Neng kidul kulon omahku ana kebon Di barat daya rumah saya ada kebun. Secara antipodal, orang dapat menyatakan bahwa lor etan timur laut adalah lawan kidul kulon barat daya. Pandangan lain adalah yang bersifat orthogonal yaitu yang menyatakan bahwa lor etan timur laut bukan kidul kulon barat daya, bukan lor kulon barat laut itu bukan juga kidul etan tenggara. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas, karena menyatakan suatu keterangan. 4) Data 52 (H: Mahasiswa) Lor kulon barat laut >< kidul etan tenggara Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Saben esuk aku mlaku-mlaku ana ing lor kulone sawah Setiap pagi saya jalan-jalan di barat lautnya sawah >< Saben esuk aku mlaku-mlaku ana ing kidul etane sawah Setiap pagi saya jalan-jalan di tenggaranya sawah. Secara antipodal, orang dapat menyatakan bahwa lor kulon barat laut adalah lawan kidul etan tenggara. Pandangan lain adalah yang bersifat orthogonal yaitu yang menyatakan bahwa lor kulon barat laut bukan kidul etan tenggara, bukan lor etan timur laut bukan juga kidul kulon barat
digilib.uns.ac.id 62 daya. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas, karena menyatakan suatu keterangan. 3. KELAS KATA ANTONIMI DALAM BAHASA JAWA a. Kelas Kata Benda (Nomina) Kata benda (nomina) yaitu suatu jenis kata yang menandai atau menamai suatu benda, yang secara sintaktis bisa diikuti kata sing yang dan kata sifat (ajektiva). Contoh kata benda yang berlawanan dalam bahasa Jawa yang menandai atau menamai suatu benda: 1) Data 34 (KBJP: halaman 84) Babu pembantu >< bandara majikan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Babu sing sregep Pembantu yang rajin >< Bandara sing sregep Majikan yang rajin. Antonimi tersebut termasuk kelas kata benda karena antonimi babu pembantu >< bandara majikan menyatakan suatu benda, dan bisa diikuti kata sing yang dan kata sifat (ajektiva) yang dinyatakan dengan kata sregep rajin. 2) Data 53 (A: Mahasiswa) Banyu air >< geni api Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Banyu sing bening kae saka sumur Air yang jernih itu dari sumur >< Geni sing gedhe kae ngobong omah Api yang besar itu membakar rumah. Antonimi tersebut termasuk kelas kata benda karena antonimi banyu air >< geni api menyatakan suatu benda, dan bisa diikuti kata sing yang dan kata
digilib.uns.ac.id 63 sifat (ajektiva) yang dinyatakan dengan kata bening jernih dan gedhe besar. 3) Data 54 (R: SMP) Bapak bapak >< ibu ibu Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Bapak sing bagus kae guruku Bapak yang tampan itu guru saya >< Ibu sing ayu kae guruku Ibu yang cantik itu guru saya. Antonimi tersebut termasuk kelas kata benda karena antonimi bapak bapak >< ibu ibu menyatakan suatu benda, dan bisa diikuti kata sing yang dan kata sifat (ajektiva) yang dinyatakan dengan kata bagus tampan dan ayu cantik. 4) Data 55 (R: SMP) Guru guru >< murid murid Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Guru sing sareh kae jenenge Pak Haryo Guru yang sabar itu namanya Pak Haryo >< Murid sing sregep kae jenenge Hana Murid yang rajin itu namanya Hana. Antonimi tersebut termasuk kelas kata benda karena antonimi guru guru >< murid murid menyatakan suatu benda, dan bisa diikuti kata sing yang dan kata sifat (ajektiva) yang dinyatakan dengan kata sareh sabar dan sregep rajin. 5) Data 56 (C: SMP) Meja meja >< kursi kursi
digilib.uns.ac.id 64 Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Meja sing gedhe kae digawe saka kayu jati Meja yang besar itu terbuat dari kayu jati >< Kursi sing gedhe kae digawe saka kayu jati Kursi yang besar itu terbuat dari kayu jati. Antonimi tersebut termasuk kelas kata benda karena antonimi meja meja >< kursi kursi menyatakan suatu benda, dan bisa diikuti kata sing yang dan kata sifat (ajektiva) yang dinyatakan dengan kata gedhe besar. 6) Data 39 (SBJP: halaman 50) Mungsuh lawan >< bala kawan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Golek mungsuh sing akeh Cari musuh yang banyak >< Golek bala sing akeh Cari teman yang banyak. Antonimi tersebut termasuk kelas kata benda karena antonimi mungsuh lawan >< bala kawan menyatakan suatu benda, dan bisa diikuti kata sing yang dan kata sifat (ajektiva) yang dinyatakan dengan kata akeh banyak. Antonimi yang termasuk kelas nomina yang telah dideskripsikan tersebut, dapat dimasukkan kolom, sebagai berikut. No Antonimi 1. babu pembantu >< bandara majikan 2. banyu air >< geni api 3. bapak bapak >< ibu ibu 4. guru guru >< murid murid Bisa dibentuk ciri sintaksis (ciri sintaksis:...sing yang...,ajektiva) Babu sing sregep Pembantu yang rajin >< Bandara sing sregep Majikan yang rajin Banyu sing bening Air yang jernih >< Geni sing panas Api yang panas Bapak sing sareh Bapak yang sabar >< Ibu sing sareh Ibu yang sabar Guru sing sregep Guru yang rajin >< Murid sing sregep Murid yang rajin Makna benda benda benda benda
digilib.uns.ac.id 65 5. meja meja >< kursi kursi 6. mungsuh musuh >< bala kawan Meja sing gedhe Meja yang besar >< Kursi sing gedhe Kursi yang besar Mungsuh sing akeh Musuh yang banyak >< Bala sing akeh Kawan yang banyak benda benda b. Kelas Kata Kerja (Verba) Kata kerja (verba) yaitu jenis kata yang menunjukkan tindakan atau perbuatan suatu benda, atau bisa diikuti kata kanthi dengan dan kata sifat (ajektiva). Contoh kata kerja berlawanan yang menunjukkan tindakan atau perbuatan suatu benda: 1) Data 43 (KBJP: halaman 86) Mabur terbang >< mencok hinggap Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kinjenge mabur kanthi dhuwur Capungnya terbang dengan tinggi >< Kinjenge mencok kanthi alon Capungnya hinggap dengan pelan. Contoh antonimi tersebut termasuk dalam kelas kata kerja karena antonimi mabur terbang >< mencok hinggap bisa diikuti kata kanthi dengan dan kata sifat (ajektiva). 2) Data 57 (R: SMP) Mangan makan >< ngombe minum Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Adhiku mangan kanthi cepet Adik saya makan dengan cepat >< Adhiku ngombe kanthi cepet Adik saya makan dengan cepat.
digilib.uns.ac.id 66 Contoh antonimi tersebut termasuk dalam kelas kata kerja karena antonimi Mangan makan >< ngombe minum bisa diikuti kata kanthi dengan dan kata sifat (ajektiva). 3) Data 16 (PBJ: halaman 75) Nangis menangis >< ngguyu tertawa Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku nangis kanthi kejer Saya menangis dengan tersedu >< Aku ngguyu kanthi kemekelan Saya tertawa dengan terpingkal-pingkal. Contoh antonimi tersebut termasuk dalam kelas kata kerja karena antonimi nangis menangis >< ngguyu tertawa bisa diikuti kata kanthi dengan dan kata sifat (ajektiva). 4) Data 23 (PBJ: halaman 75) Nyedhak mendekat >< ngadoh menjauh Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kebone nyedhak kanthi alon Kerbaunya mendekat dengan lamban >< Kebone ngadoh kanthi alon Kerbaunya menjauh dengan lamban. Contoh antonimi tersebut termasuk dalam kelas kata kerja karena antonimi nyedhak mendekat >< ngadoh menjauh bisa diikuti kata kanthi dengan dan kata sifat (ajektiva). 5) Data 13 (PBJ: halaman 74) Teka datang >< lunga pergi Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Bayu teka kanthi telat Bayu datang dengan terlambat >< Bayu lunga kanthi kesusu Bayu pergi dengan tergesagesa.
digilib.uns.ac.id 67 Contoh antonimi tersebut termasuk dalam kelas kata kerja karena antonimi nangis menangis >< ngguyu tertawa bisa diikuti kata kanthi dengan dan kata sifat (ajektiva). 6) Data 47 (PBJ: halaman 76) Turu tidur >< tangi bangun Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Aku turu kanthi nglipus Saya tidur dengan pulas >< Aku tangi kanthi loyo Saya bangun dengan lemas. Contoh antonimi tersebut termasuk dalam kelas kata kerja karena antonimi turu tidur >< tangi bangun bisa diikuti kata kanthi dengan dan kata sifat (ajektiva). Antonimi yang termasuk kelas verba yang telah dideskripsikan tersebut, dapat dimasukkan kolom, sebagai berikut. No Antonimi 1. mabur terbang >< mencok hinggap 2. mangan makan >< ngombe minum 3. nangis menangis >< ngguyu tertawa 4. nyedhak mendekat >< ngadoh menjauh 5. teka datang >< lunga pergi Bisa dibentuk ciri sintaksis (ciri sintaksis:... kanthi dengan..., ajektiva) Mabur kanthi dhuwur Terbang dengan tinggi >< Mencok kanthi alon Hinggap dengan pelan Mangan kanthi cepet Makan dengan cepat >< Ngombe kanthi cepet Minum dengan cepat Nangis kanthi kejer Menangis dengan tersedu >< Ngguyu kanthi kemekelen Tertawa dengan terpingkal-pingkal Nyedhak kanthi alon Mendekat dengan lamban >< Ngadoh kanthi cepet Menjauh dengan lamban Teka kanthi telat Datang dengan terlambat >< lunga kanthi kesusu pergi Makna aktivitas aktivitas aktivitas aktivitas aktivitas
digilib.uns.ac.id 68 6. turu tidur >< tangi bangun dengan tergesa-gesa Turu kanthi nglipus tidur dengan pulas >< tangi kanthi loyo Bangun dengan lemas aktivitas c. Kelas Kata Sifat (Ajektiva) Kata sifat (ajektiva) merupakan kata yang menyatakan keadaan bisa dipertatarkan atau bisa dibentuk menjadi bentukan prefiks sa se, reduplikasi, sufiks e nya (sa, dwilingga,e), mengingat ciri bisa dipertatarkan sudah tercermin dalam antonimi komplementer, maka deskripsi di sini menekankan pada ciri ajektiva sa se, reduplikasi, dan sufiks e nya, yang dalam bahasa Jawa bentukan itu adalah (sa, dwilingga,e). Contoh kata sifat yang berlawanan dalam bahasa Jawa yang menyatakan keadaan: 1) Data 1 (KBJP: halaman 84) Abot berat >< entheng ringan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Gawananku abot banget Bawaan saya berat sekali >< Gawananku entheng banget Bawaan saya ringan sekali. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : saabot-abote seberat-beratnya >< saenthengenthenge seringan-ringannya dan bisa ditambah atau diikuti oleh kata banget sekali, seperti dalam perluasan tersebut. 2) Data 2 (PBJ: halaman 71) Adoh jauh >< cedhak dekat Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Omahe Joko adoh Rumah Joko jauh >< Omahe Joko cedhak commit Rumah to user Joko dekat. Antonimi tersebut bisa
digilib.uns.ac.id 69 dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : saadoh-adohe sejauh-jauhnya >< sacedhak-cedhake sedekat-dekatnya. 3) Data 6 (PBJ: halaman 74) Dawa panjang >< cendhak pendek Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Rambute Sinta dawa Rambut Sinta panjang >< Rambute Sinta cendhak Rambut Sinta pendek. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : sadawa-dawane sepanjang-panjangnya >< sacendhak-cendhake sependek-pendeknya. 4) Data 7 (PBJ: halaman 74) Dhuwur tinggi >< endhek pendek Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Popi luwih dhuwur saka Dian Popi lebih tinggi dari Dian >< Popi luwih endhek saka Dian Popi lebih pendek dari Dian. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : sadhuwur-dhuwure setinggitingginya >< saendhek-endheke sependek-pendeknya. 5) Data 8 (SBJP: halaman 50) Gedhe besar >< cilik kecil Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Omahe Pak Joyo gedhe Rumah Pak Joyo besar >< Omahe Pak Joyo cilik Rumah Pak Joyo kecil. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : sagedhe-gedhene sebesar-besarnya >< sacilik-cilike sekecilkecilnya.
digilib.uns.ac.id 70 6) Data 40 (SBJP: halaman 50) Jembar luas >< ciyut sempit Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Dalan ngarep omahku jembar Jalan depan rumahku luas >< Dalan ngarep omahku ciyut Jalan depan rumahku sempit. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : sajembar-jembare seluas-luasnya >< saciyut-ciyute sesempit-sempitnya. 7) Data 41 (PBJ: halaman 72) Jero dalam >< cethek dangkal Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kalen ngarep omahku jero banget Selokan depan rumah saya dalam sekali >< Kalen ngarep omahku cethek banget Selokan depan rumah saya dangkal sekali. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : sajero-jerone sedalam-dalamnya >< sacethek-cetheke sedangkaldangkalnya dan bisa ditambah atau diikuti oleh kata banget sekali, seperti dalam perluasan tersebut. 8) Data 58 (SBJP: halaman 50) Kuru kurus >< lemu gemuk Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wedhuse tanggaku kuru Kambing tetangga saya kurus >< Wedhuse tanggaku lemu Kambing tetangga saya gemuk. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : sakuru-kurune sekurus-kurusnya >< salemulemune segemuk-gemuknya.
digilib.uns.ac.id 71 9) Data 42 (PBJ: halaman 73) Padhang terang >< peteng gelap Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Langite sore iki ketok padhang Langit sore ini terlihat terang >< Langite sore iki ketok peteng Langit sore ini terlihat gelap. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : sapadhang-padhange seterangterangnya >< sapeteng-petenge segelap-gelapnya. 10) Data 12 (PBJ: halaman 73) Resik bersih >< reged kotor Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Kamarku resik banget Kamar saya bersih sekali >< Kamarku reged banget Kamar saya kotor sekali. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : saresik-resike sebersih-bersihnya >< sareged-regede sekotorkotornya dan bisa ditambah atau diikuti oleh kata banget sekali, seperti dalam perluasan tersebut. 11) Data 42 (PBJ: halaman 74) Wareg kenyang >< luwe lapar Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wetengku krasa wareg Perut saya terasa kenyang >< Wetengku krasa luwe Perut saya terasa lapar. Antonimi tersebut bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi (dwilingga), sufiks e nya : sawareg-warege sekenyang-kenyangnya >< saluwe-luwene selapar-laparnya. Selain itu, ada beberapa kata yang termasuk antonimi kelas ajektiva, sebagaimana yang terdapat dalam kolom berikut.
digilib.uns.ac.id 72 No Antonimi 1. abot berat >< entheng ringan 2. adhem dingin >< panas panas 3. adoh jauh >< cedhak dekat 4. atos keras >< empuk lunak 5. bening jernih >< buthek keruh 6. cuwer encer >< kenthel kental 7. dawa panjang >< cendhak pendek 8. dhuwur tinggi >< endhek pendek 9. gedhe besar >< cilik kecil 10. jembar luas >< ciyut sempit 11. jero dalam >< cethek dangkal 12. kuru kurus >< lemu gemuk 13. larang mahal >< murah murah 14. padhang terang >< peteng gelap Bisa dibentuk menjadi prefiks sa se, reduplikasi, sufiks e nya saabot-abote seberat-beratnya >< saentheng-enthenge >< seringan-ringannya saadhem-adheme sedingindinginnya >< sapanas-panase sepanas-panasnya saadoh-adohe sejauh-jauhnya >< sacedhak-cedhake sedekatdekatnya saatos-atose sekeras-kerasnya >< saempuk-empuke selunaklunaknya sabening-beninge sejernihjernihnya >< sabuthek-butheke sekeruh-keruhnya sacuwer-cuwere seencerencerya >< sakenthel-kenthele sekental-kentalnya sadawa-dawane sepanjangpanjangnya >< sacendhakcendhake sependek-pendeknya sadhuwur-dhuwure setinggitingginya >< saendhek-endheke sependek-pendeknya sagedhe-gedhene sebesarbesarnya >< sacilik-cilike sekecil-kecilnya sajembar-jembare seluasluasnya >< saciyut-ciyute sesempit-sempitnya sajero-jerone sedalamdalamnya >< sacethek-cetheke sedangkal-dangkalnya sakuru-kurune sekuruskurusnya >< salemu-lemune segemuk-gemuknya salarang-larange semahalmahalnya >< samurah-murahe semurah-murahnya sapadhang-padhange seterangterangnya >< sapeteng-petenge segelap-gelapnya Makna ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva ajektiva 15. resik bersih >< saresik-resike commit sebersih- to user
digilib.uns.ac.id 73 reged kotor 16. wareg kenyang >< luwe lapar bersihnya >< sareged-regede sekotor-kotornya sawareg-warege sekenyangkenyangnya >< saluwe-luwene selapar-laparnya ajektiva ajektiva d. Kata Tugas Kata tugas merupakan kata yang bisa menjelaskan atau memberi keterangan pada kata benda, dipihak lain bisa menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata tugas itu sendiri. 1) Data 59 (PBJ: halaman 73) Biyen dulu >< saiki sekarang Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Pak Anto saiki guru SD neng Sragen Pak Anto sekarang guru SD di Sragen >< Pak Anto biyen guru SD neng Sragen Pak Anto dulu guru SD di Sragen. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas karena bisa menjelaskan atau memberi keterangan pada kata benda, dipihak lain bisa menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata tugas itu sendiri. 2) Data 60 (PBJ: halaman 74) Edan gila >< waras sehat Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wong sing lagi lungguh kae edan Orang yang sedang duduk itu gila >< Wong sing lagi lungguh kae waras Orang yang sedang duduk itu sehat. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas karena bisa menjelaskan atau memberi keterangan pada kata benda, dipihak lain bisa menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata tugas itu sendiri.
digilib.uns.ac.id 74 3) Data 61 (PBJ: halaman 74) Kalah kalah >< menang menang Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Tono melu lomba mlayu nanging kalah Tono ikut lomba lari tapi kalah >< Tono melu lomba mlayu banjur menang Tono ikut lomba lari kemudian menang. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas karena bisa menjelaskan atau memberi keterangan pada kata benda, dipihak lain bisa menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata tugas itu sendiri. 4) Data 62 (PBJ: halaman 74) Katiga kemarau >< rendheng penghujan Antonimi itu bisa diperluas menjadi: Wong tani panen ing mangsa katiga Petani memanen di musim kemarau >< Wong tani nandur ing mangsa rendheng Petani menanam di musim penghujan. Antonimi tersebut merupakan kelas kata tugas karena bisa menjelaskan atau memberi keterangan pada kata benda, dipihak lain bisa menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata tugas itu sendiri. Antonimi yang termasuk kelas kata tugas yang telah dideskripsikan tersebut, dapat dimasukkan kolom, sebagai berikut. No. Antonimi 1. biyen dulu >< saiki sekarang 2. edan gila >< waras sehat 3. kalah kalah >< menang menang Bisa memberi keterangan pada kata benda, kata kerja, kata sifat atau kata tugas Pak Anto saiki guru Pak Anto sekarang guru >< Pak Anto biyen guru Pak Anto dulu guru Wong sing lungguh kae edan Orang yang duduk itu gila >< Wong sing lungguh kae waras Orang yang duduk itu sehat Tono melu lomba mlayu nanging kalah Tono ikut lomba lari tapi Makna keterangan keterangan keterangan
digilib.uns.ac.id 75 4. katiga kemarau >< rendheng penghujan kalah >< Tono melu lomba mlayu banjur menang Tono ikut lomba lari kemudian menang Wong tani panen ing mangsa katiga Petani memanen di musim kemarau >< Wong tani nandur ing mangsa rendheng Petani menanam di musim penghujan keterangan