OPTIMASI PEMOTONGAN BAHAN KAOS POLO DI PT MGJ MENGGUNAKAN INTEGER PROGRAMMING

dokumen-dokumen yang mirip
Optimalisasi Produksi Di Industri Garment Dengan Menggunakan Metode Simpleks

Optimalisasi Produksi Di Industri Garment Dengan Menggunakan Metode Simpleks

LINIEAR PROGRAMMING MATEMATIKA BISNIS ANDRI HELMI M, S.E., M.M.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MANAGEMENT SCIENCE ERA. Nurjannah

MATEMATIKA SISTEM INFORMASI 2 [KODE/SKS : IT / 2 SKS]

Bab 2 LANDASAN TEORI

DEFINISI LP FUNGSI-FUNGSI DALAM PL MODEL LINEAR PROGRAMMING. Linear Programming Taufiqurrahman 1

Berikut merupakan alur penyelesaian masalah nyata secara matematik. pemodelan. penyelesaian

BAB 2 LANDASAN TEORI

Bagaimana cara menyelesaikan persoalan Linier Programming and Integer Programming dengan

BAB 3 LINEAR PROGRAMMING

BAB 2 LANDASAN TEORI

TENTUKAN MODEL MATEMATISNYA!

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB III PEMBAHASAN. pemrograman nonlinear dan penerapannya dalam penetapan jumlah produksi

METODE LINEAR PROGRAMING SEBAGAI PANDUAN PEMILIHAN TIPE DAN JUMLAH RUMAH BAGI PENGEMBANG PERUMAHAN

PENYELESAIAN MASALAH PEMROGRAMAN LINIER BILANGAN BULAT MURNI DENGAN METODE REDUKSI VARIABEL

BAB 2 LANDASAN TEORI

PROGRAMA INTEGER 10/31/2012 1

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 PROGRAM INTEGER. Program linear merupakan metode matematika untuk mengalokasikan sumber

penelitian, yaitu kontribusi margin dan kendala. Berikut adalah pengertian dari

Aplikasi Integer Linear Programming (Ilp) untuk Meminimumkan Biaya Produksi pada Siaputo Aluminium

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERSETUJUAN... LEMBAR PERNYATAAN... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL...

PENENTUAN POLA PEMOTONGAN PELAT LEMBARAN UNTUK MEMINIMALKAN PELAT SISA PADA PT. X DENGAN METODE INTEGER LINEAR PROGRAMMING

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

12/15/2014. Apa yang dimaksud dengan Pemrograman Bulat? Solusi yang didapat optimal, tetapi mungkin tidak integer.

OPTIMASI CUTTING STOCK SATU DIMENSI PADA INDUSTRI PEMOTONGAN BALOK KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE COLUM GENERATION TECHNIQUE

PERTEMUAN 5 Metode Simpleks Kasus Minimum

PENYELESAIAN PERMASALAHAN TRIM LOSS DENGAN MODEL INTEGER LINEAR PROGRAMMING DAN MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING

OPTIMASI PEMOTONGAN BALOK KAYU DENGAN POLA PEMOTONGAN SATU DIMENSI MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBANGKIT KOLOM (COLUMN GENERATION TECHNIQUE) SKRIPSI

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

agar dapat melaksanakan penelitian secara baik, benar dan terarah. Dengan kegiatan produksi perusahaan dapat berjalan lancar dan mampu memenuhi

INTEGER PROGRAMMING. Oleh: Dimas Rahadian AM, S.TP. M.Sc.

PERTEMUAN 5 METODE SIMPLEKS KASUS MINIMUM

PENDEKATAN KUANTITATIF SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF METODE PEMECAHAN MASALAH. Dewi Atika Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan

BAB 3 METODE PENELITIAN

Integer Programming (Pemrograman Bulat)

Ardaneswari D.P.C., STP, MP.

BAB II LANDASAN TEORI

OPT.IMASI ALAT ANGKUT PENGIRIMAN BERAS (Studi Kasus pada PT. Umbul Berlian Semarang)

APLIKASI PROGRAM INTEGER PADA PERUMAHAN BUMI SERGAI DI SEI RAMPAH

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Modul 8. PENELITIAN OPERASIONAL INTEGER PROGRAMMING. Oleh : Eliyani PROGRAM KELAS KARYAWAN PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

PENERAPAN BRANCH AND BOUND ALGORITHM DALAM OPTIMALISASI PRODUKSI ROTI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Perekonomian Indonesia menghadapi perdagangan bebas dituntut untuk lebih giat dan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PENELITIAN OPERASIONAL

Bab 2 LANDASAN TEORI

PENELITIAN OPERASIONAL PERTEMUAN #9 TKT TAUFIQUR RACHMAN PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

UJM 3 (2) (2014) UNNES Journal of Mathematics.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #8 Ganjil 2016/2017 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

BAB VI Program Linear Bilangan Bulat

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. pemrograman nonlinear, fungsi konveks dan konkaf, pengali lagrange, dan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Teori Dualitas dan Penerapannya (Duality Theory and Its Application)

MDH Gamal, Zaiful Bahri

BAB 2 LANDASAN TEORI

Metode Simpleks (Simplex Method) Materi Bahasan

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

LINEAR PROGRAMMING. 1. Pengertian 2. Model Linear Programming 3. Asumsi Dasar Linear Programming 4. Metode Grafik

BAB I PENDAHULUAN 1.2 Latar Belakang

IDENTIFIKASI KENDALA MODEL OPTIMASI JUMLAH UNIT RUMAH TIAP TIPE PADA PERUMAHAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Optimasi Rute Pengangkutan Sampah Dengan Metode Vehicle Routing Problem With Time Window Menggunakan Binary Integer Programming

PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING

Pemrograman Linier (Linear Programming) Materi Bahasan

SOFTWARE LINDO I KOMANG SUGIARTHA

MAKSIMALISASI PROFIT DALAM PERENCANAAN PRODUKSI

BAB 2 LANDASAN TEORI

OPTIMASI PENUGASAN GURU PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMKN 2 SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN INTEGER PROGRAMMING

Matematika Bisnis (Linear Programming-Metode Grafik Minimisasi) Dosen Febriyanto, SE, MM.

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

Bentuk Standar. max. min

III. METODOLOGI PENELITIAN

Algoritma Simpleks Dan Analisis Kepekaan

BAB I PENDAHULUAN. Pada tahun 1947, George B. Dantzig, seorang anggota kelompok penelitian

APLIKASI METODE CUTTING PLANE DALAM OPTIMISASI JUMLAH PRODUKSI TAHUNAN PADA PT. XYZ. Nico, Iryanto, Gim Tarigan

Abstract. Undip, Vol III, No 1, Januari Abstrak

BAGIAN III OPTIMASI DENGAN SOLVER

Reduksi Pola Pemotongan Kertas pada Cutting Stock Problem (CSP) Satu Dimensi

OPERATION RESEARCH-1

BAB III METODE PENELITIAN. Pengumpulan data. Analisis dan pemodelan data. Implementasi Aplikasi. Pengujian Aplikasi

Pemodelan dan Linier Programming (LP)

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

Sejarah Perkembangan Linear Programming

Oleh: Dwi Agustina Sapriyanti (1) Khusnul Novianingsih (2) Husty Serviana Husain (2) ABSTRAK

BAB III. KERANGKA PEMIKIRAN

Triyana Muliawati, S.Si., M.Si.

Transkripsi:

. \ t ~'.... T,...:.'. \ ' t ; l _J. 1 1: '.1. n. 1 :.l '~,,-.).1.. ~... LA- ~ Sl2.M1NAR NAS QrEK/IIlK./NlWr9-'FR:ftfNff. 'RSITAS GADJAHMADA 2011 Yogyakarta, 26 Juli 2011 OPTIMASI PEMOTONGAN BAHAN KAOS POLO DI PT MGJ MENGGUNAKAN INTEGER PROGRAMMING Teknik Industri Universitas Widyatama JI. Cikutra 204 A, Bandung e-mail: diditdr@widyatama.ac.id(a).stejanusj289@yahoo.com (b) Intisari Proses produksi dari setiap perusahaan yang bergerak dibidang industri merupakan proses terpenting untuk mencapai kualitas dan kuantitas output terhadap demand. Hal terse but dirasakan juga oleh PT MGJ yang bergerak dibidang garmen. Permasalahan muncul ketika jumlah produksi di line cutting berlebih dari hasil estimasi bagian marker yang bertugas juga mengestimasi jumlah kain yang dipesan. Khusus pada line cutting, penyusunan pola akan berpengaruh terhadap sisa bahan yang dihasilkan. Permasalahan tersebut dapat dipecahkan dengan menggunakan metode integer programming untuk meminimasi sisa bahan yang dihasilkan. Terlebih dahulu dibuat beberapa varian untuk penempatan pola yang kemudian menjadi variable dalam penggunaan metode integer programming. Pemecahan masalah untuk mendapatkan penyusunan pola yang optimal dengan menggunakan metode integer programming adalah melihat perbandingan dari beberapa varian kemudian dihitung dengan menggunakan software winqsb integer programming hingga mendapatkan solusi dari model permasalahannya. Keyword: Integer Programming, Pemotongan Bahan, Software Win QSB. 1. Pendahuluan PT. MGJ merupakan salah satu perusahaan di Bandung yang bergerak di bidang garmen. Terdapat permasalahan di jumlah produksi antara line cutting dengan bagian marker. Permasalahan terhadap selisih produksi kedua bagian terse but dapat dianalisis dengan cara minimasi sisa bahan terhadap hasil pemotongan bahan di line cutting dalam menentukan pengadaan bahan yang di lakukan oleh bagian marker yang optimal. Terdapat beberapa cara Ulltuk mendapatkan hasil yang optimal untuk mencapai fungsi tujuan dalam minimasi sisa bahan yang di gunakan. Aplikasi metode integer programming dapat menjadi solusi untuk mencapainya pengoptimalan terhadap pemotongan bahan pada line cutting, sehingga perusahaan dapat menekan cost yang terbuang linier terhadap bahan yang terbuang. 2. Pemotongan Bahan Sesuai dengan skripsinya ten tang model matematika terhadap pemotongan bahan, Khusnul Novianingsih (2006) dalam bukunya tentang perluasan model cutting stock dua dimensi menjabarkan bahwa permasalahan pemotongan bahan adalah permasalahan geometri yang banyak ditemui pada dunia bisnis maupun bidang keilmuan. Permasalahan pemotongan bah an ini banyak mengarah pada implementasi Linear Programming, Integer Programming dan Algoritma Genetika. Padahal, pemodelan pemotongan bahan membutuhkan banyak variable seiring banyaknya jenis produk perusahaan. Selain itu, perusahaan pun membutuhkan informasi jenis produk apa saja yang paling menguntungkan untuk diproduksi, berapa jumlahnya, dan bagaimana pola pemotongannya. 3. Integer Programming Pemrograman bulat dibutuhkan ketika keputusan harus dilakukan dalam bentuk bilangan bulat (bukan pecahan yang sering terjadi bila kita gunakan metode simpleks). Model matematis dari pemrograman bulat sebenamya sarna dengan model linear programming, dengan tambahan batasan bahwa variabelnya harus bilangan bulat. Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM B-029

SEMINAR NASIONAL TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS GADJAHMADA 20ll Terdapat 3 maeam permasalahan dalam pemrograman bulat, yaitu: 1. Pemrograman bulat murni, yaitu kasus dimana semua variabel keputusan harus berupa bilangan bulat. 2. Pemrograman bulat eampuran, yaitu kasus dimana beberapa, tapi tidak semua, variabel keputusan harus berupa bilangan bulat 3. Pemrograman bulat biner, kasus dengan permasalahan khusus dimana semua variabel keputusan harus bemilai 0 dan I 4. Model Integer Programming Metode terpilih yang digunakan dalam pemeeahan masalah pada pengolahan data, adalah dengan eara perhitungan metode integer programming. Berikut adalah model dari metode integer programming: Notasi: Z : Nilai fungsi tujuan yang di minimumkan Ci : Besamya kenaikan nilai Z setiap ada kenaikan satu satuan nilai n : Maeam batasan sumber daya atau fasilitas yang ada. m : Maeam aktivitas yang menggunakan sumber daya atau fasilitas Xi : Variabel keputusan bi : Nilai maksimal sumer daya untuk dialokasikan keaktivitas Fungsi Tujuan ~ Min Z = CIXI + C2X2 +... + Cnxn S.t = allxl + al2x2 +... + aloxn~ bl a21 Xl + a22x2 +... + a2nxn ~ b2 1 1 1 1 1 1 amlxi + a,n2 +... + amnxn ~ bm (1) Fungsi tujuan nya adalah untuk meminimasi jumlah waste pada board ukuran 400 X 180 em, maka model yang didapatkan berdasarkan data diatas adalah: Min Z = 13004xI + 7726x2 + 7037x3 + 13268)4 + 7060xs + 15748"<, + 10676x7 + 8193xg+ 16698 X9 + 14832 XIO + 19690 Xl! Sit ~ XI + 2X2 + X3 + 2)4 + Xs + "<, + 2X7 + Xg + Xl! 2: 108 XI + X2 + 2X3 + 2)4 + Xs + 3"<, + X7 + 3xg + 3X9 + 2XlO + 2XII 2: 348 2xI + 2X2 + 2X3 + 2)4 + 2xs + "<, + 2X7 + Xg + X9 + 2XlO+ Xli 2: 348 Xl + X2 + X3 + 2xs + X7 + Xg + X9 + XIO + Xl! 2: 230 XI,X2,X3,)4,XS,"<"X7,Xg,X9,XIO,XII 2:0 (2) keterangan : Z ~ Nilai fungsi tujuan yang di minimumkan, sisa bahan yang dipotong s/l ~ Constraint I Kendala Xn ~ urutan variant ke- Xi ~ Target Produksi masing-masing ukuran Masing-masing batasan merupakan masing-masing ukuran baju yang akan di produksi, yaitu ukuran S, M, L, dan XL. Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM B-030

SEMINAR NASIONAL TEKNIK INDUSTRl UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011 5. ApJikasi Model Integer Programming pada Pemotongan Bahan Penyusunan pola baju pada kain yang digunakan di perusahaan saat ini (existing): Gambar 5.1 penyusunan pola saat ini (existing) Alokasi luas dari masing-masing ukuran adalah sebagai berikut: a) Ukuran S : 1,9 x 0,49 = 0,93 m 2 b) Ukuran M : 1,05 x 0,97 = 1,01 m 2 c) Ukuran L : 0,98 x 1,05 = 1,03 m 2 d) ltkuran XL: 0,75 x 1,66 = 1,24 m 2 Panjang 1 amparan kain berukuran 4 x 1,8 meter dengan jumlah tumpukan 200 lembar. Berdasarkan data diatas, penyusunan pola yang digunakan oleh line cutting belum mencukupi untuk target produksi maka di adakan lagi penyusunan pol a yang baru dengan gam bar seperti berikut: Gambar 5.2 amparan tambahan di line cutting saat ini (existing) Melihat dari gambar 5.1 dan 5.2 tentang penyusunan pola pada line cutting saat ini, maka bahan yang digunakan ada1ah: a) Ukuran S : 0,93 m 2 b) Ukuran M : 2,02 m 2 c) Ukuran L : 2,06 m 2 2 Total kain yang digunakan oleh keempat ukuran tersebut adalah seluas 1498 m d) Ukuran XL : 2,48 m 2 Total keseluruhan kain yang digunakan serta sisa bahan nya adalah: a) Amparan pertama = 200 turnpuk x 7,2 m 2 = 1440 m 2 b) Amparan kedua = 200 tumpuk x 3,6 mt 2 = 720 m. Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM B-031

SEMINAR NASIONAL TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011 Persentase untuk sisa bahan/bahan yang terbuang dari totalluas 2160 m Z adalah senilai 31 %. Berdasarkan model dari fungsi tujuan diatas maka didapatkan hasil running dengan menggunakan software winqsb adalah seperti dibawah ini: Langkab 1 Model dalam softwa~r~efij~ TI"q " ~III'i;~~iij~m~liljil~~~~.fii~~ Gambar 5.3 model di software winqsb Langkah 2 Hasil solusi dari model diatas pada software winqsb: ~~~~~~~~-r~~~~ Gambar 5.4 solusi pada software winqsb Berdasarkan solusi awal diatas, maka di dapatkan solution value pada variabel X3, X5, dan Xg berturutturut adalah 122, 44, 20. Solusi awal penyusunan pola pada gambar 4.6 terhadap model dan pada gambar 4.5 teringkas pada tabel berikut: Tabel V.1 HasH dari solusi awal terhadap model Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM B-032

SEMINAR NASIONAL TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS GADJAH MADA 2011 uklll'an x3 \'ariabel x5 x8 RHS size S 122 44 20 186 sizem 244 44 60 348 size L 244 88 20 352 size XL 122 88 20 230 (sumber: data diolah) Z 1.333,014 cm 2-7 133,3 m 2 dalam 186 ampar Sisa bahan senilai 9% dari totalluas kain yang digunakan yaitu 1339,2 m 2, Selisih antara kondisi real dengan jumlah yang sudah menggunakan metode integer programming sebesar 22%. 6, Kesimpulan Berdasarkan permasalahan diatas, maka didapatkan beberapa kesimpulan: Penggunaan perhitungan metode integer programming untuk penyusunan pol a tersebut lebih optimal. Selisih kondisi real dengan perhitungan integer programming adalah 22% Penelitian lebih lanjut untuk pengoptimalan dapat dengan menggunakan metode Genetic Algorithm (GA). Daftar Pustaka I. Liebermann, 1996, Introduction ofoperation Research, London. 2. Novianingsih K, 2006, Perluasan Model Cutting Stock Dua Dimensi, Institut Teknologi Bandung, Bandung Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT UGM B-033