MANAJEMEN PRODUKSI MAKANAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. bersenang-senang maupun melakukan kegiatan wisata/rekreasi (Pratama, 2015).

PENGOLAHAN PANAS DAN PENGOLAHAN PEMBEKUAN KELOMPOK 1

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP MANAGEMEN GIZI INSTITUSI

BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman. Dalam suatu hotel terdapat section lain yang berperan

BAB III METODE MEMASAK

METODE MEMASAK. Oleh : Atat Siti Nurani

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada Bab IV penulis akan menguraikan hasil penelitian berupa pengolahan

SOAL ULANGAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018

MODUL III MANAGEMEN MENU. Oleh: Ir. SUYATNO, MKes Bagian Gizi FKM-UNDIP Semarang

TEKNIK DASAR MEMASAK. Panas yang diberikan oleh sumber panas dalam proses memasak akan merambat dengan beberapa cara yaitu : 1.

BAB I PENDAHULUAN. satu tonggak utama dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan

METODE MEMASAK I. PENGERTIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III ANALISIS PELAKSANAAN STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) PEMBUATAN RECIPE PADA FOOD AND BEVERAGE PRODUCT

MAKALAH MANAGEMEN GIZI INSTITUSI SIKLUS MENU SEHAT 10 HARI CITA RASA ANAK REMAJA

PENERIMAAAN BAHAN MAKANAN KERING

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI. Pada Bab V penulis menguraikan kesimpulan, implikasi, dan rekomendasi

1. Mahasiswa dapat Menjelaskan organisasi personalia 2. Mahasiswa dapat Menjelaskan Tata letak alur kerja personalia

Waktu yang dibutuhkan untuk menggoreng makanan tergantung pada:

LAPORAN MODIFIKASI RESEP DI INSTALASI GIZI RSU SUNAN KALIJAGA DEMAK SUP AYAM FANTASI

PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA TUNARUNGU (SMALB-B-D-E)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Ulangan Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran Mata Pelajaran : Boga Dasar

Profesionalisme Chef Dalam Pengolahan Dan Meningkatkan Kualitas Makanan Di Cavinton Hotel Yogyakarta

PELAYANAN Gizi Institusi Sosial

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Syarbini ( 2013 : 15 ), tepung terigu adalah hasil dari

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL KEJURUAN TATA BOGA TAHUN 2012


LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MAKANAN PEMBUATAN SOSIS AYAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI KEJURUAN TATA BOGA TAHUN 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ASPEK KULINER DAN CITARASA MAKANAN PADA PELAYANAN GIZI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karbohidrat biji jagung manis juga fraksi-fraksi gula bebas sebesar 1%-3% yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penyelenggaraan berasal dari kata dasar selengara yang artinya

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan tujuan untuk bersenang-senang maupun melakukan kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. restoran mengalami keberlanjutan ( continue). Selain cita rasa yang

MODUL 5 PIZZA IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma khas ikan.

MANFAAT HASIL BELAJAR MENGOLAH STOCK, SOUP DAN SAUCE PADA KESIAPAN UJI KOMPETENSI HIDANGAN KONTINENTAL SISWA SMK SANDHY PUTRA BANDUNG

PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KEBERSIHAN KITCHEN DI LOJI HOTEL SURAKARTA

Uji mutu organoleptik. Pramudya Kurnia

PEMBUATAN SAOS CABE MERAH Nurbaiti A. Pendahuluan Cabe merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi

2016 ACARA I. BLANCHING A. Pendahuluan Proses thermal merupakan proses pengawetan bahan pangan dengan menggunakan energi panas. Proses thermal digunak

MANAJEMEN DISTRIBUSI DAN PELAYANAN MAKANAN

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR LAMPIRAN... x

DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

HANDOUT. PERTEMUAN KE : 7, 8 dan 9 MATA KULIAH : MANAJEMEN USAHA BOGA POKOK MATERI : Proses produksi dalam Suatu Usaha Boga

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

MANAJEMEN PERBEKALAN (LOGISTIK) MAKANAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penyangraian bahan bakunya (tepung beras) terlebih dahulu, dituangkan

KAJIAN PENGOLAHAN CUMI-CUMI (Loligo sp.) SIAP SAJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. gemuk untuk diambil dagingnya. Sepasang ceker yang kurus dan tampak rapuh,

BAB II URAIAN TEORITIS. (Iskandar, Mahdi Teori Pengolahan Makanan). Dapur adalah suatu

TANGGAL TERBIT. 01 januari 2013

I PENDAHULUAN. dapat diperoleh di pasar atau di toko-toko yang menjual bahan pangan. Abon dapat

Pengertian peralatan pengolahan makanan. Klasifikasi peralatan pengolahan makanan

YOGYAKARTA CULINARY CENTER 2013

BAB I PENDAHULUAN. bagi kesehatan dan lingkungan. Kelemahan-kelemahan yang ditimbulkan oleh

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Rachman Arief, Abd (2005:113) menyebutkan bahwa food and

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada proses pencampuran adonan diawali dengan gula 200gr dan 3 biji telur

I. PENDAHULUAN. Sayur-sayuran dan buah-buahan adalah jenis komoditi pertanian yang mempunyai

KADAR PROTEIN DAN BETAKAROTEN BAKSO IKAN TUNA YANG DIPERKAYA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) DAN UMBI WORTEL NASKAH PUBLIKASI

Lampiran 1. IDENTITAS SAMPEL

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG TINGGI SERAT DARI AMPAS BENGKUANG DAN AMPAS JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KUE KERING

BAB I PENDAHULUAN. terbagi menjadi dua macam yaitu komersial dengan orientasi pada profit dan non

ANALISIS SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN DAYATERIMA MENU (PERSEPSI) YANG DISAJIKAN DI LAPAS KELAS II B TASIKMALAYA.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terdapat tanaman pisang, hal ini dikarenakan tanaman cepat

LAPORAN PRAKTEK TEKNOLOGI MAKANAN PEMBUATAN NUGGET AYAM

I. PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

BAB III METODOLOGI A. Alat dan Bahan A.1Alat yang digunakan : - Timbangan - Blender - Panci perebus - Baskom - Gelas takar plastik - Pengaduk -

Bahan pada pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.

PEDOMAN OBSERVASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DENGAN MODUL PADA PEMBELAJARAN BASIC COMPETENTION METHOD OF COOKERY DI SMK NEGERI 1 SEWON BANTUL YOGYAKARTA

LOGO BAKING TITIS SARI

BAB I PENDAHULUAN. lembaga pendidikan formal yang dipersiapkan oleh pemerintah yang

Karakteristik mutu daging

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Jenis pelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen di bidang Ilmu Teknologi Pangan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. pangan yang ada. Betapapun tinggi nilai gizi suatu bahan pangan atau. maka makanan tersebut tidak ada nilainya lagi.

BAB 1I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MENGELOLA KOMPOSISI AIR SUSU

PENGARUH FORMULASI PENAMBAHAN TEPUNG SUKUN DALAM PEMBUATAN MIE KERING. Panggung, kec. Pelaihari, kab Tanah Laut, Kalimantan Selatan

PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR DAN GULA MERAH TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DODOL NANAS

METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

BAB II URAIAN TEORITIS. telah tergantikan dengan teknologi atau alat-alat yang canggih.

IDENTIFIKASI PERALATAN, PERSIAPAN, PENGOLAHAN, PENYAJIAN MAKANAN, DAN POLA STANDART RESEP MASAKAN TRADISIONAL & INTERNASIONAL

II. TINJAUAN PUSTAKA

I PENDAHULUAN. terbesar di dunia. Hampir 60% produksi kakao berasal dari pulau Sulawesi yakni

PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DALAM PENYELENGGARAAN WARUNG MAKAN KAMPUS

BAB I PENDAHULUAN. Kelapa merupakan komoditas penting bagi rakyat Indonesia dan

GAMBARAN RASA, WARNA, TEKSTUR, VARIASI MAKANAN DAN KEPUASAN MENU MAHASANTRI DI PESANTREN MAHASISWA KH.MAS MANSUR UMS

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi Masalah, (3) Maksud

PENERAPAN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DALAM PENYELENGGARAAN WARUNG MAKAN KAMPUS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bakar, goreng maupun dengan bumbu saos. Rumah Makan Victory ini terletak di

TEKNOLOGI PENGOLAHAN CABE MERAH. Oleh: Gusti Setiavani, STP

Gambar : 14. Pie Ubi Jalar

Transkripsi:

MODUL VI MANAJEMEN PRODUKSI MAKANAN Oleh: Ir. SUYATNO, MKes Bagian Gizi FKM-UNDIP Semarang

Produksi/Pengolahan Makanan Sifat Pengolahan: Berdasarkan konsumen: pengolahan massa: pengolahan untuk kepentingan orang banyak (umum), contoh: utk pasien non diit di RS pengolahan satuan: pengolahan yang berdasarkan satuan utk kepentingan perorangan dan konsumen atau atas dasar pesanan, contoh: menu utk pasien diit khusus Berdasarkan arus produksi: proses pengolahan terus menerus: bahan baku mengalir secara berturutan melalui beberapa tingkat pengerjaan sampai menjadi barang jadi proses pengolahan berseling:arus produksi setiap kali terputus sebab pd waktu yang bersamaan juga dibuat barang yang lain. MGI-FKM UNDIP 2

Perencanaan Pengolahan adalah serangkaian aktivitas yang saling berhubungan dan dikoordinir yang dilaksanakan oleh beberapa group department dimana tiap aktivitas direncanakan untuk menyusun dan mengatur usaha-usaha pengolahan di bidang masing-masing. Lingkup perencanaan pengolahan meliputi: ramalan konsumsi makanan tenaga kerja yang dibutuhkan bahan mentah peralatan keuangan MGI-FKM UNDIP 3

ALUR KERJA MGI Penerimaan BM Penerimaan BM Fasilitas Fasilitas Loker Pegawai Loker Pegawai Penyimpanan Penyimpanan BM Segar BM Segar Penyimpanan Penyimpanan BM Segar BM Segar Pembuangan Pembuangan Sampah Sampah Persiapan BM Persiapan BM dan dan Bumbu Bumbu Pemasakan Pemasakan Makanan Makanan Pendistribusian Pendistribusian Makanan Makanan -Makanan -Makanan Pokok -Lauk-Pauk Pokok -Lauk-Pauk -Sup -Sup Sayuran -Bumbu & Sayuran -Bumbu -Buah-buahan -Buah-buahan -Makanan -Makanan Selingan Selingan -Dapur -Dapur Utama -Dapur Utama -Dapur Khusus -Dapur Khusus -Dapur Snack Snack Pembuangan Pembuangan Sampah SampahAkhir Penyajian Penyajian Makanan Makanan Pencucian Pencucian Peralatan Peralatan MGI-FKM UNDIP 4

Food and Beverage Department MGI di Hotel Tugas: pengelola makanan dan minuman di hotel. Biasanya terbagi 2 bagian: 1. Bagian depan (Front Office): Restoran, Bar, Baquet, Room-Service 2. Bagian Belakang(Back Office): Kitchen, Steward, Service Bar dan Kantin Karyawan Struktur organisasi pengelolaan makan secara hierarki terdiri: 1. Chief Cook 2. Assistant chief cook 3 Chef De partie 4. First Cook 5. Second Cook 6. Third Cook 7. Cook Helper MGI-FKM UNDIP 5

Dapur Tempat proses produksi makanan/minuman berlangsung Diklasifikasikan menjadi 4 macam: 1. Dapur Biasa (Conventional Kitchen) - terdpt di intitusi kecil, bagian persiapan dan penyelesaian dijadikan satu grup dan bekerja di ruang yang sama - fungsi dapur hanya menyiapkan makanan tetap (table de hotel) dan menu banquet (kue) dlm jumlah kecil - standar menu dan porsi sifatnya fleksibel - semua mknan panas ditempatkan pd suatu tempat (counter) 2. Dapur Kombinasi antara Persiapan dan Penyelesaian (Combined Preparation and Finishing Kitchen) - terdpt pada institusi menengah, bagian persiapan dan penyelesaian dipisah dalam dua blok - fungsinya menyiapkan sejml tertentu standar menu & porsi - juru masak dpt dipekerjakan di ke-2 bagian ruangan dapur MGI-FKM UNDIP 6

Dapur 3. Dapur yang dipisahkan antara Bagian Persiapan dan Penyelesaian (Separate Preparation and Finishing Kitchen) - untuk institusi yg melayani konsumen dlm ukuran besar - macam/ jenis menu dpt bervariasi dan disajikan dlm jml besar, serta diperlukan standar menu dan porsi - bagian ruangan dapur adalah: a. bagian pengolahan makanan dingin (larder) b. bagian pengolahan sayur-sayuran (vegetable) c. bagian pengolahan sauce (saucier) d. bagian pengolahan kue/roti (patisserie) 4. Dapur Khusus Makanan Jadi (Convenience Food Kitchen) - khusus utk intitusi jasa pelayanan makanan jadi - tidak butuh ruangan persiapan - untuk makanan dingin dan kue hanya butuh ruang untuk penyimpanan (store room) dan peralatan pendingin (refrigerator) untuk menyimpan makanan yg sdh siap MGI-FKM UNDIP 7

Persiapan Memasak Mempersiapkan peralatan (Mise En Place), meliputi: Tools (alat-alat masak) Pots dan Pan Laundry/lena Mempersiapkan tenaga: sehat jasmani-rohani dan siap dg standard grooming dr seorg tukang masak Persiapan bahan-bahan dasar, meliputi: bahan baku bumbu dapur dan sejenis aromatic vegetable thickening agent (bahan pengental) stock/kaldu sauces dll MGI-FKM UNDIP 8

Metoda Dasar Memasak Terdapat 12 metode dasar dlm 3 kelp besar: Cooking by Dry Heat (tanpa/sedikit pakai cairan) 1. Broiling/Grilling: dipanggang di atas grill dengan diolesi minyak dan penyedap 2. Grenadinating: menggunakan salamander atau oven 3. Baking: menggunakan oven pada suhu yang diinginkan 4. Roasting: menggunakan Roasting Plan dan sedikit diolesi minyak Cooking by Moist Heat (menggunakan media air) 5. Boiling : merebus dg air utk mendpt kaldu/stock 6. Steaming : mengukus, panas didapat dari steam/uap 7. Blanching: memasukkan dg cepat ke air mendidih sebentar agar pangan matang sebagian/tidak rusak MGI-FKM UNDIP 9

8. Poaching :memasak perlahan-lahan dg air dalam jumlah sedikit atau merebus dg air setelah mendidih dikecilkan 9. Braising: makanan ditutup dan dipanaskan dalam oven dengan menggunakan air sedikit 10. Stewing: mengungkep atau memasak perlahan-lahan dengan menggunakan api yang kecil dan kaldu sedikit Cooking by fat (menggunakan minyak) 11. Deep Fat Frying: menggoreng dg minyak banyak dan suhu tinggi 12. Sautéing: menumis atau memasak dgn menggunakan minyak sedikit MGI-FKM UNDIP 10

Metode memasak lain: Dengan Media Air: Bain-Marie atau Water Bath: mengetim, yaitu memasak dalam wadah yg diletakkan dalam air panas tetapi tidak mendidih. Pressure cooking: memasak pada panci dengan sistem temperatur dan tekanan tinggi Dengan Media Minyak: Shallow frying: menggoreng dengan cepat Casseroling: memasak bahan dlm lemak, kmd wadah dimasukkan dalam oven Lain-lain: Flambéing: memasak dg cepat dan membentuk nyala api dg menambahkan wine utk memberi aroma tertentu Smoking: mengasap memasak dengan gelombang listrik atau dg oven microwave MGI-FKM UNDIP 11

Penyajian Makanan Setelah makanan masak (sebelum disajikan), perlu: jenis makanan panas ditempatkan di Bain Marie jenis makanan dingin ditempatkan di almari pendingin atau tempat khusus menyiapkan penyerta masakan yg akan dihidangkan juru masak mengecek kesesuaian dg daftar menu peralatan yg digunakan dibereskan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Penyajian: melihat porsi makanan yg akan dihidangkan penataan makanan komposisi warna pelengkap dari makanan (accompaniment) hiasan (garnish) kebersihan alat (higiene & sanitasi) jika makanan yg sudah masak perlu disimpan harus memperhatikan jenis dan proses pemasakan MGI-FKM UNDIP 12

Penyajian Makanan Makanan Indonesia perlu pembenahan penampilan pada saat disajikan, antara lain: dari bentuk yang selalu dibuat besar dirubah menjadi bentuk yang mungil (kue-kue) diupayakan dalam mengolah sayuran bisa tampil cerah membentuk makanan bervariasi, seperti: lonjong, bulat, empat persegi dll MGI-FKM UNDIP 13

Penelitian Pengolahan Maksud dan tujuan penelitian, antara lain: memperbaiki mutu makanan yang dihasilkan untuk mengurangi biaya operasional, dengan melakukan perubahan disain dan proses pengolahan makanan. untuk menambah fungsi dari makanan yang dihasilkan. untuk menciptakan produk/resep baru yang selama ini belum ada. Menyelaraskan keinginan/feed back dari konsumen untuk meningkatkan daya terima/kepuasan konsumen MGI-FKM UNDIP 14

Pengawasan Mutu Pengolahan Faktor yang mempengaruhi mutu selama proses produks: suhu dan waktu pemasakan produk yang dihasilkan, meliputi:racikan bahan, penampilan dan tingkat kematangan besar porsi, harusnya sama dg yg direncanakan penilaian mutu oleh konsumen dan manajemen Pengawasan dilaksanakan dengan cara: penentuan bentuk standar dari makanan yang dibuat pemeriksaan bahan penyerta dalam proses produksi teknik statistik, sampling, analisis kimia dll menggunakan alat ukur parameter (misalnya: organoleptik) MGI-FKM UNDIP 15

Penilaian Mutu Pengolahan Penilaian mutu makanan dapat dilakukan, melalui: Evaluasi kepuasan konsumen Pencatatan jumlah makanan yang dikonsumsi konsumen atau makanan sisa (waste) Kepuasaan konsumen antara lain dapat dilihat dari tingkat penerimaan makanan (daya terima), biasanya berkaitan dengan sifat organoleptik: visual : warna, kekeruhan, kilap dll bau : wangi, busuk dan enak(sedap) rasa : rasa dasar (asin, manis, pahit, asam) tektur : lengket, halus, kasar, kental, elastis, lentur dan kenyal Kesukaan/penerimaan konsumen dinyatakan dengan skala hedonik MGI-FKM UNDIP 16

Uji Organoleptik Merupakan cara untuk menilai daya terima meliputi uji terhadap: rasa warna aroma tektur Dinyatakan dengan skala hedonik skala 1-7 : sangat tidak suka sekali - sangat suka sekali skala 1 5 : sangat suka, suka, agak suka, tidak suka, sangat tidak suka skala 1 3 : tidak suka, biasa, suka Pelaksanaannya diperlukan instrumen : panel (panelis) Tugas panel: menilai sifat atau mutu pangan berdasarkan kesan subyektif MGI-FKM UNDIP 17

Ada 7 jenis panel dalam uji organoleptik (Rahayu, W, 1998): Panel perorangan : sangat ahli dg kepekaan spesifik, melalui latihan yg intensif atau bakat Panel terbatas terdiri 3-5 orang mempunyai kepekaan tinggi, keputusan diambil melalui diskusi Panel terlatih terdiri 15-25 orang dengan kepekaan cukup baik, melalui seleksi dan latihan, dapat menilai rangsangan (tdk terlalu spesifik), data diolah secara statistik. Panel agak terlatih terdiri 20-25 orang yang sebelumnya dilatih mengetahui sifat sensorik tertentu, dipilih dari kalangan terbatas dengan menguji kepekaannya terlebih dahulu, data diolah secara statistik, untuk data menyimpang di-out MGI-FKM UNDIP 18

Panel tidak terlatih: terdiri dari 25-30 orang awam, biasanya dewasa dg komposisi laki-perempuan sama, hanya utk menilai sifat organoleptik sederhana, seperti sifat kesukaan, tetapi tidak boleh digunakan dalam uji pembedaan. Panel konsumen terdiri dari 30-100 orang tergantung target pemasaran suatu komoditas, sifatnya sangat umum dan dapat ditentukan berdasarkan kelompok/daerah tertentu, digunakan skala hedonik yang dpt direntangkan atau dikecilkan Panel anak-anak menggunakan anak berusia 3-10 tahun, biasanya untuk menilai produk pangan yang disukai anak-anak spt: coklat, permen, es krim dll. MGI-FKM UNDIP 19

Penilaian Sisa Makanan Sisa makanan dipengaruhi oleh: akibat negatif atas tekanan (stress) dan perlakuan pengobatan latar belakang konsumen, kesukaan/ketidaksukaan terhadap makanan tertentu faktor sosial budaya mutu pelayanan gizi institusi MGI-FKM UNDIP 20

Cara Penilaian Sisa Makanan 1. Penimbangan sisa makanan, untuk menghitung persentase Waste: Jumlah makanan sisa (g) x 100 % Jumlah makanan yg disajikan 2. Cara Taksiran visual (dikembangkan Camstock): menggunakan skala 6 point: - skala 0 : jk dikosumsi seluruhnya - skala 1 : jk tersisa 1/4 porsi - skala 2 : jk tersisa 1/2 porsi - skala 3 : jk tersisa 3/4 porsi - skala 4 : jk hanya dikonsumsi sedikit (1/9 porsi) - skala 5 : jk utuh/tidak dikonsumsi MGI-FKM UNDIP 21