PERANCANGAN SISTEM PENGENDALI PID DENGAN BANTUAN METODE SIMULASI SOFTWARE MATLAB

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN KENDALI PID DENGAN MATLAB. Sri Sukamta ABSTRAK

MODUL 2 SISTEM KENDALI KECEPATAN

SISTEM KENDALI KECEPATAN MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam

Desain PID Controller Dengan Software MatLab

SISTEM KENDALI OTOMATIS. PID (Proportional-Integral-Derivative)

PERBANDINGAN TUNING PARAMETER KONTROLER PD MENGGUNAKAN METODE TRIAL AND ERROR DENGAN ANALISA GAIN PADA MOTOR SERVO AC

BAB 3 PEMODELAN MATEMATIS DAN SISTEM PENGENDALI

STEP RESPONS MOTOR DC BY USING COMPRESSION SIGNAL METHOD

Laporan Praktikum Teknik Instrumentasi dan Kendali. Permodelan Sistem

Perancangan Sliding Mode Controller Untuk Sistem Pengaturan Level Dengan Metode Decoupling Pada Plant Coupled Tanks

Simulasi Unjuk Kerja Sistem Kendali PID Pada Proses Evaporasi Dengan Sirkulasi Paksa

Sistem Pengendalian Level Cairan Tinta Printer Epson C90 Sebagai Simulasi Pada Industri Percetakan Menggunakan Kontroler PID

2. Berikut merupakan komponen sistem kendali atau sistem pengaturan, kecuali... a. Sensor b. Tranducer c. Penguat d. Regulator *

SIMULASI MATLAB UNTUK PERANCANGAN PID CONTROLER. Pandapotan Siagian, ST, M.Eng Dosen Tetap STIKOM-Dinamika Bangsa - Jambi.

Transformasi Laplace dalam Mekatronika

BAB VIII METODA TEMPAT KEDUDUKAN AKAR

DESAIN SISTEM KENDALI MELALUI TANGGAPAN FREKUENSI

Pengendalian Kadar Keasaman (ph) Pada Sistem Hidroponik Stroberi Menggunakan Kontroler PID Berbasis Arduino Uno

Controller. Fatchul Arifin

BAB 6 DISAIN LUP TUNGGAL KONTROL BERUMPAN-BALIK

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Karakteristik Sistem Orde Pertama

DESAIN SISTEM KENDALI MELALUI ROOT LOCUS

Analisa Kendali Radar Penjejak Pesawat Terbang dengan Metode Root Locus

Transformasi Laplace. Slide: Tri Harsono PENS - ITS. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) - ITS

PENGAMATAN PERILAKU TRANSIENT

TE Dasar Sistem Pengaturan. Kontroler

Kajian Solusi Numerik Metode Runge-Kutta Nystrom Orde Empat Dalam Menyelesaikan Persamaan Diferensial Linier Homogen Orde Dua

ROOT LOCUS. 5.1 Pendahuluan. Bab V:

PEMBELAJARAN PERANCANGAN SISTEM KONTROL PID DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB

II. DASAR TEORI A. Plant UUV Unmanned Underwater Vehicle (UUV) dimodelkan dengan membuat beberapa asumsi-asumsi sebagai berikut:

Kontrol Kecepatan Motor DC Dengan Metode PID Menggunakan Visual Basic 6.0 Dan Mikrokontroler ATmega 16

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. MATERI Konsep Letak Kedudukan Akar

PENGENDALIAN TEKANAN PADA PRESSURE PROCESS RIG MELALUI MODBUS MENGGUNAKAN KONTROLER FUZZY-PID. Tedy Ade Wijaya

SISTEM PENGENDALI ARUS START MOTOR INDUKSI PHASA TIGA DENGAN VARIASI BEBAN

Perancangan IIR Hilbert Transformers Menggunakan Prosesor Sinyal Digital TMS320C542

Pengendalian Kadar Keasaman (ph) Pada Pengendapan Tahu Menggunakan Kontroler PID Berbasis ATmega328

BAB III METODE PENELITIAN

Penentuan Jalur Terpendek Distribusi Barang di Pulau Jawa

ANALISIS SISTEM ANTRIAN PELAYANAN NASABAH BANK X KANTOR WILAYAH SEMARANG ABSTRACT

Desain Sistem Kendali pada Ulisar (UUV) Unmanned Underwater Vehicle

Desain Pengaturan Level Pada Coupled Tank Proccess Rig Menggunakan Kontroler Self-Tuning Fuzzy PID Hybrid Tugas Akhir - TE091399

BAB II TEGANGAN TINGGI IMPULS

BAB V ANALISIS HASIL PERANCANGAN

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

DESAIN SISTEM KENDALI MELALUI ROOT LOCUS

Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan pada Shunt Active Power Filter Tiga Fasa

Perancangan Pengendali PID. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PEMILIHAN OP-AMP PADA PERANCANGAN TAPIS LOLOS PITA ORDE-DUA DENGAN TOPOLOGI MFB (MULTIPLE FEEDBACK) F. Dalu Setiaji. Intisari

Error Kondisi Tunak dan Stabilitas Sistem Kendali

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA

PEMBELAJARAN SISTEM KONTROL DENGAN APLIKASI MATLAB

BAB II Dioda dan Rangkaian Dioda

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Analisis Hemat Energi Pada Inverter Sebagai Pengatur Kecepatan Motor Induksi 3 Fasa

PERANCANGAN SISTEM CONTROL LEVEL DAN PRESSURE PADA BOILER DI WORKSHOP INSTRUMENTASI BERBASIS DCS CENTUM CS3000 YOKOGAWA

ANALISIS SIMULASI STARTING MOTOR INDUKSI ROTOR SANGKAR DENGAN AUTOTRANSFORMATOR

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA YP Unila

PENTINGNYA MEDIA PEMBELAJARAN LABE (LANTAI BERHITUNG) PADA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA SD KELAS III TERHADAP HASIL BELAJAR

Pengaruh Perubahan Set Point pada Pengendali Fuzzy Logic untuk Pengendalian Suhu Mini Boiler

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA FASA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

FIsika KARAKTERISTIK GELOMBANG. K e l a s. Kurikulum A. Pengertian Gelombang

METODE PENELITIAN. penelitian quasi experimental. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi

Perancangan Algoritma pada Kriptografi Block Cipher dengan Teknik Langkah Kuda Dalam Permainan Catur

BAB 2 LANDASAN TEORI. terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata. Suspensi dapat

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA. Motor induksi adalah motor listrik arus bolak-balik yang putaran rotornya

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan jaman yang cepat seperti sekarang ini, perusahaan

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

DESAIN AUTOTUNING KONTROLER PID BERBASIS ALGORITMA NEURAL-NETWORK UNTUK SISTEM PENGATURAN CASCADELEVEL DAN FLOW LIQUID PADA PLANT COUPLED TANK

PERTEMUAN 3 PENYELESAIAN PERSOALAN PROGRAM LINIER

TRANSFORMASI LAPLACE. Asep Najmurrokhman Jurusan Teknik Elektro Universitas Jenderal Achmad Yani. 11 April 2011 EL2032 Sinyal dan Sistem 1

MATEMATIKA IV. MODUL 9 Transformasi Laplace. Zuhair Jurusan Teknik Elektro Universitas Mercu Buana Jakarta 2007 年 12 月 16 日 ( 日 )

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Matrik Alih

MENENTUKAN INDEKS KOMPOSIT MENGGUNAKAN METODE LAGRANGE UNTUK MENGUKUR TINGKAT INDUSTRIALISASI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

DESAIN DAN IMPLEMENTASI KENDALI DERAU AKTIF PADA RUANG TERBUKA MENGGUNAKAN FILTER ADAPTIF H

Aplikasi Perbandingan Pengendali P, PI, Dan PID Pada Proses Pengendalian Suhu Dalam Sistem Mini Boiler

MODEL MATEMATIK SISTEM FISIK

BAB XV PEMBIASAN CAHAYA

PENGARUH PERUBAHAN FREKUENSI DALAM SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3-FASA TERHADAP EFISIENSI DAN ARUS KUMPARAN MOTOR

Yusak Tanoto, Felix Pasila Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Surabaya 60236,

SIMULASI KARAKTERISTIK MOTOR INDUKSI TIGA FASA BERBASIS PROGRAM MATLAB

SISTEM KIPAS ANGIN MENGGUNAKAN BLUETOOTH

KAJIAN TEORITIS DALAM MERANCANG TUDUNG PETROMAKS TEORETYCAL STUDY ON DESIGNING A PETROMAKS SHADE. Oleh: Gondo Puspito

BAB XIV CAHAYA DAN PEMANTULANYA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BANK SOAL DASAR OTOMATISASI

Pengasutan Konvensional Motor Induksi Tiga Fasa Rotor Sangkar Tupai

Degradasi dan Agradasi Dasar Sungai

Penentuan Parameter-Parameter Karakteristik Sel Surya untuk Kondisi Gelap dan Kondisi Penyinaran dari Kurva Karakteristik Arus-Tegangan (I-V)

STABILISASI SISTEM LINIER POSITIF MENGGUNAKAN STATE FEEDBACK

ANALISA STRUKTUR TIKUNGAN JALAN RAYA BERBENTUK SPIRAL-SPIRAL DENGAN PENDEKATAN GEOMETRI

Transkripsi:

Jurnal Reaki (Journal of Science and Technology) Juruan Teknik imia oliteknik Negeri Lhokeumawe Vol.6 No.11, Juni 008 SSN 1693-48X ERANCANGAN SSTEM ENGENDAL D DENGAN BANTUAN METODE SMULAS SOFTWARE MATLAB Harunyah Juruan Teknik imia oliteknik Negeri Lhokeumawe Abtrak Metode ytem pengendali yang elama ini kebanyakan maih menggunakan metode analii trial and erroe dengan perhitungan manual. Metode emacam ini mempunyai kelemahan yaitu memerlukan waktu yang lama dan mempunyai tingkat keulitan yang tinggi. Metode perancangan item kendali perbantuan computer berupa oftware Matlab yang dilengkapi Control Toolbox angat membantu dalam merancang item pengendalian diantara, dan D untuk melihat tanggapan (repon) berbagai kombinai parameter dengan variai maukan yang berbeda dalam merancang ytem pengendali yang ederhana dan baik.. ata unci : Deign pengendali, Metode Simulation, engendali D Abtract n D Controller deign, deigner ued trial and error method to obtain the optimum reult. However, thi method need more time and higher mathematic computation. MatLab with Control Toolbox help them to ee repone of the ytem, in many combination and input variety. Thi oftware i very helpful to determine which controller hould chooe, to get the implet and bet control ytem. eyword : Deign controller, Simulation Method, D Controller ENDAHULUAN engendali D (D Controller) merupakan alah atu jeni pengatur yang banyak digunakan. Selain itu item ini mudah digabungkan dengan metoda pengaturan yang lain eperti Fuzzy dan Robut. Sehingga akan menjadi uatu item pengatur yang emakin baik Tulian ini dibatai pada item dengan item pengendali umpan balik (Unity Feedback Sytem) yang gambarnya ebagai berikut: engendali D memiliki tranfer function ebagai ebagai berikut : H ( ) D 3 D engendali D ebenarnya terdiri dari 3 jeni cara pengaturan yang aling dikombinaikan, yaitu (roportional) Controller, D (Derivative) Controller, dan (ntegral) Controller. Maing-maing memiliki parameter tertentu yang haru diet untuk dapat beroperai dengan baik, yang diebut ebagai kontanta. Fungi alih H() pada item pengendali D merupakan bearan yang nilainya tergantung pada nilai kontanta dari item 37

Jurnal Reaki (Journal of Science and Technology) Juruan Teknik imia oliteknik Negeri Lhokeumawe Vol.6 No.11, Juni 008 SSN 1693-48X, dan D. Setiap jeninya memiliki kelebihan dan kekurangan maing-maing. Dahulu untuk melihat repon uatu item dengan berbagai macam kombinai inyal input dan aki pengontrolan merupakan hal yang ulit dan memboankan. Adapun proedur yang haru dilalui adalah ebagai berikut: 1) Mendapatkan tranfer function item (dalam -domain) dengan Laplace Tranform; ) Menentukan jeni aki pengontrolan beerta dengan kontantanya; 3) Menggabungkan tranfer function yang udah didapatkan dengan jeni aki pengontrolan; 4) Menentukan inyal input yang akan dimaukkan (biaanya fungi tep, fungi ramp dan pule) dan menggabungannya ke dalam tranfer function yang baru. Untuk merancang item pengendali D, kebanyakan dilakukan dengan metoda coba-coba atau (trial & error). Hal ini diebabkan karena parameter p, i dan d tidak independent. Untuk mendapatkan aki pengendali yang baik diperlukan langkah coba-coba dengan kombinai antara, dan D ampai ditemukan nilai p, i dan d eperti yang diiginkan. Namun ekarang dengan perkembangan teknologi komputer baik hardware maupun oftware teru berkembang eiring perkembangan teknologi elektronika yang emakin maju, demikian juga teknologi pengendali yang mengalami banyak kemajuan dari pengendali konvenional ke pengendali otomatik ampai ke pengendali cerda. Dalam perancangan item pengendali ini diperlukan gambaran tanggapan item dengan inyal maukan dan aki pengontrolan yang meliputi : (1)Tanggapan item terhadap maukan yang dapat berupa fungi langkah, fungi undak, fungi impul atau fungi lainnya, () etabilan item yang dirancang, (3)Tanggapan item terhadap berbagai jeni aki pengontrolan. ermaalahan yang dihadapi dalam perancangan item pengendali adalah mendapatkan fungi alih dari item terebut. Setelah fungi alih didapatkan permaalahan elanjutnya adalah menganaliinya apakah item yang dibuat udah baik atau belum. Diini jela dalam item konvenional untuk melihat tanggapan uatu item dengan berbagai macam kombinai inyal maukan dan aki pengontrolan merupakan hal yang ulit, diperlukan keabaran dan ketelitian untuk mendapatkan hail penggambaran yang baik dan hailnyapun eringkali kurang akurat. Hal ini menjadikan kita meraa bahwa materi perancangan item control angat ulit yang berdampak pada keengganan untuk mempelajari lebih jauh tentang materi item pengendali. METODE Dalam merancang item pengendali tentu aja terlebih dahulu mencari fungi alih item dengan pendekatan model matematik. Tetapi etelah mendapatkan model fungi alihnya, eringkali kita mengalami keulitan dalam menganali item karena kerumitannya. Dengan adanya Software Matlab proe analii fungi alih akan menjadi jauh lebih mudah dan cepat ehingga akan memudahkan dalam merancang item pengendalinya. Software ini juga dilengkapi dengan berbagai toolbox yang memudahkan pemakai untuk melakukan perhitunganperhitungan tertentu. Bahkan aat ini udah dikembangkan toolbox khuu untuk imulai yang diberi nama Simulink. Beberapa fungi pendukung yang ering dipergunakan untuk menganalia uatu item adalah : feedback, tep, rlocu, erie, dll. Untuk menganalia uatu item, oftware hanya memerlukan maukan berupa tranfer function yang dituli dalam 38

Jurnal Reaki (Journal of Science and Technology) Juruan Teknik imia oliteknik Negeri Lhokeumawe Vol.6 No.11, Juni 008 SSN 1693-48X Laplace Tranform (dalam -domain) atau matrik. Untuk elanjutnya, pemakai tinggal memilih analia yang akan dipergunakan. Tulian ini akan membaha penggunaannya ecara khuu untuk merancang D Controller pada uatu item. Sebagai contoh, uatu item kontrol memiliki tranfer function ebagai berikut : H( ) 1 10 0 Sitem pada gambar 1ini memiliki teady tate error yang tinggi, yaitu 0,95. Sebab repon tertinggi hanya didapatkan pada amplitudo 0,05. Selain itu, ytem terebut memiliki rie time (waktu naik) yang cukup bear (ekitar 1,5 detik). Hal terebut jela tidak menguntungkan. Untuk menghailkan item pengendali yang baik, diperlukan ytem yang tertutup (cloe loop ytem). Sitem ini memiliki feedback, yang akan membandingkan kondii eungguhnya dengan eting poin yang diberikan. Dengan kriteria perancangan ebagai berikut : 1. memiliki rie time yang cepat. overhoot ekecil mungkin 3. tidak memiliki teady tate error. Dari fungi di ata, maka parameterparameter yang dimaukkan berupa koefiien pembilang dan penyebutnya. Biaanya dipergunakan variabel num untuk pembilang dan den untuk penyebut. edua nama variabel terebut tidak mutlak, jadi penggunaan nama variabel yang lain juga diperbolehkan. Setelah itu komputer udah iap untuk menganalia item kontrol. Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah memilih jeni input yang akan dimaukkan ke dalam item. nput ini bia berupa tep, pule, ramp, inu, dan ebagainya. Sebagai daar analia akan diperlunakan fungi tep. Fungi daar yang akan ering dipergunakan adalah tep, dengan yntax : tep(num,den,t) untuk -domain atau tep(a,b,c,d) untuk tate pace. Fungi ini menghailkan gambar repon item bila diberi input unit tep dalam t-domain. num = [1]; den = [1 10 0]; tep(num,den) title( Open Loop Repone ) Repon item terbuka (open loop repone) dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Repon Sitem Dengan nput Fungi Step a) engendali roporional engendali roporional ini memiliki fungi tranfer ebagai berikut: H ( ) 10 (0 Mial, diambil kontanta p = 300, maka : p = 300; num = [p]; den = [1 10 0+p]; t = 0 : 0.01 : ; tep(num,den) title( Cloed-Loop Step p = 300 ) ) 39

Jurnal Reaki (Journal of Science and Technology) Juruan Teknik imia oliteknik Negeri Lhokeumawe Vol.6 No.11, Juni 008 SSN 1693-48X Repon itemyan dapat dilihat pada gambar. enambahan variabel t=0:0.01: dimakudkan untuk melihat repon item dari t=0 /d t=, dengan tep 0,01 detik. Dari gambar di ata, dapat dilihat bahwa penambahan pengendali ini mengurangi rie time dan teady tate error, tetapi menambah overhoot. Namun, overhoot yang terjadi maih terlalu bear. p = 300; d = 10; num = [d p]; den = [1 10+d 0+p]; t = 0 : 0.01 : ; tep(num,den) title( Cloed-Loop Step p=300 d=10 ) Repon item tergambar eperti gambar 3 di bawah ini. Gambar. Repon Sitem Tertutup Menggunakan engendali roporional Jika kontanta p diperbear, maka overhoot yang terjadi juga emakin bear, ettling time juga emakin bear, tetapi rie timenya menjadi kecil. ebalikan dari keadaan itu terjadi jika kontanta p diperkecil. b) engendali roporional Derevative (D Controller) Fungi tranfer pengendali ini dapat dituli ebagai berikut : H ( ) D (10 ) (0 D ) Gambar 3. Repon Sitem Tertutup Menggunakan D Controller Berdaarkan gambar 3 di ata, penggunaan pengendali proporional derevative (D Controller) dapat mengurangi overhoot dan ettling time, tetapi tidak memberikan dampat apa pun terhadap teady tate error. c) engendali roportional-ntegral ( Controller) Fungi tranfer pengendali ini dapat dituli ebagai berikut: H ) ( 3 10 (0 ) Mial, p = 300 dan d = 10, maka : Mial, p = 30 dan i = 70, maka : 40

Jurnal Reaki (Journal of Science and Technology) Juruan Teknik imia oliteknik Negeri Lhokeumawe Vol.6 No.11, Juni 008 SSN 1693-48X p = 300; i = 70; num = [p i]; den = [1 10 0+p i]; t = 0 : 0.01 : ; tep(num,den) title( Cloed-Loop Step p=30 i=70 ) Repon pada pengendali ini dapat dilihat pada gambar 4 dibawah ini bb: d) engendali roportional-ntegral- Derivative (D Controller) Bagian akhir dari imulai ini adalah D Controller, yang memiliki tranfer function untuk item ini adalah : H D ( ) 3 (10 D) (0 p = 350; i = 300; d = 50; num = [p i d]; den = [1 10+kd 0+p i]; t = 0 : 0.01 : ; tep(num,den) title( Cloed-Loop Step p=350 i=300 d=50 ) ) Repon pada pengendali ini dapat dilihat pada gambar 5 dibawah ini bb: Gambar 4. Repon Sitem Tertutup Menggunakan Controller Dari gambar 4. di ata terlihat bahwa rie time item menurun, dengan overhoot yang kecil, erta teady tate errornya dapat dihilangkan. engendali dan memiliki karakteritik yang ama dalam hal rie time dan overhoot. Oleh karena itu, nilai p haru dikurangi untuk menghindari overhoot yang berlebihan. Nilai i diambil lebih bear dari p, karena diinginkan untuk meniadakan teady tate error. Jika p > i, maka teady tate errornya tidak dapat dihilangkan. Gambar 5. Repon Sitem Tertutup Menggunakan D Controller Dari hail yang terlihat pada gambar 5 di ata terlihat bahwa kriteria item yang diinginkan udah terpenuhi, yaitu tidak memiliki overhoot, rie time yang cepat, dan tidak memiliki teady tate error. 41

Jurnal Reaki (Journal of Science and Technology) Juruan Teknik imia oliteknik Negeri Lhokeumawe Vol.6 No.11, Juni 008 SSN 1693-48X Nilai-nilai kontanta yang terdapat pada tulian ini diperoleh dari percobaan (trial and error dengan imulai matlab). Sehingga perancang yang berbeda akan mendapatkan nilai yang berlainan untuk memenuhi kriteria di ata. Hal itu terjadi karena perubahan pada alah atu kontanta akan berpengaruh pada kontanta yang lain. 5. MatLab High erformance Numeric Computation and Viualization Software. The Mathwork, nc. 199. 6. Stanley M. Shinner, (1998), MATLAB & Simulink Baed Book. Modern Control Sytem Theory and Deign, ed. New York: John Wiley & Son, nc. ESMULAN Dalam mengimplementaikan item pengendali, ebenarnya tidak perlu menggunakan pengendali D (D Controller). Jika item udah memberikan reponyang cukup baik hanya dengan Controller, maka tidak perlu menambahkan D Controller ke dalamnya. Sehingga item menjadi lebih ederhana (kombinai yang makin banyak membuat item menjadi makin komplek). Merancang uatu D Controller memang tidak mudah, ebab penentuan kontantanya dilakukan ecara trial and error. Selain itu perubahan alah atu kontanta akan berpengaruh terhadap parameter yang lain. Namun demikian, keulitan terebut udah edikit teratai dengan bantuan komputer. Sebab repon dapat langung dilihat tanpa melakukan perhitungan yang rumit dan memakan waktu panjang. DAFTAR USTAA 1. Mener, William and Dawn Tilbury. Control Tutorial for MatLab and Simulink. A Web Baed Approach. Addion Weley, nc. 1999.. Ogata, atuhiko. Modern Control Engineering. 3 rd ed. rentice Hall nternational. 1997 3. http://www.mathwork.com 4. Ogata, atuhiko. Solving Control Engineering roblem with MatLab. Englewood Cliff, New Jerey : rentice Hall nc. 1994 4