Interpolasi Polinom dan Applikasi pada Model Autoregresif

dokumen-dokumen yang mirip
Implementasi Metode Jumlah Riemann untuk Mendekati Luas Daerah di Bawah Kurva Suatu Fungsi Polinom dengan Divide and Conquer

Pemodelan Pembagian Kelompok Tugas Besar Strategi Algoritma dengan Masalah Sum of Subset

Pencarian Akar pada Polinom dengan Kombinasi Metode Newton-Raphson dan Metode Horner

INTERPOLASI CHEBYSHEV MAKALAH. Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Numerik yang dibimbing oleh. Dr. Trisilowati, S.Si., M.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

untuk i = 0, 1, 2,..., n

Interpolasi Polinom pada Farmakokinetik dengan Model Kompartemen Ganda

PERBANDINGAN BEBERAPA METODE NUMERIK DALAM MENGHITUNG NILAI PI

Strategi Permainan Menggambar Tanpa Mengangkat Pena

II. TINJAUAN PUSTAKA. Turunan fungsi f adalah fungsi lain f (dibaca f aksen ) yang nilainya pada ( ) ( ) ( )

Studi dan Analisis Skema Benaloh untuk Pembagian Rahasia dengan Verifikasi beserta Studi dan Implementasi Skema Ambang Shamir

Peluang Mendapatkan Bonus Dari Sebuah Game Menggunakan Distribusi Multinomial

Pertemuan 9 : Interpolasi 1 (P9) Interpolasi. Metode Newton Metode Spline

Studi dan Implementasi Integrasi Monte Carlo

METODE PSEUDOSPEKTRAL CHEBYSHEV PADA APROKSIMASI TURUNAN FUNGSI

INTEGRASI NUMERIK DENGAN METODE KUADRATUR GAUSS-LEGENDRE MENGGUNAKAN PENDEKATAN INTERPOLASI HERMITE DAN POLINOMIAL LEGENDRE

BAB 5 Interpolasi dan Aproksimasi

PEMBUKTIAN RUMUS BENTUK TUTUP BEDA MUNDUR BERDASARKAN DERET TAYLOR

Sieve of Eratosthenes dan Aplikasinya Dalam Problem Solving

BAB 1 Konsep Dasar 1

BAB V PERSAMAAN LINEAR TINGKAT TINGGI (HIGHER ORDER LINEAR EQUATIONS) Persamaan linear tingkat tinggi menarik untuk dibahas dengan 2 alasan :

Percobaan Perancangan Fungsi Pembangkit Bilangan Acak Semu serta Analisisnya

Penggunaan Mesin Turing Multitrack untuk Operasi Bilangan Biner

MODIFIKASI METODE RUNGE-KUTTA ORDE-4 KUTTA BERDASARKAN RATA-RATA HARMONIK TUGAS AKHIR. Oleh : EKA PUTRI ARDIANTI

Pendiskritan Pembangkit Bilangan Acak Peta Logistik Menggunakan Fungsi Trigonometri Osilasi Tinggi

Dari contoh di atas fungsi yang tak diketahui dinyatakan dengan y dan dianggap

PENDAHULUAN METODE NUMERIK

FUNGSI RASIONAL CHEBYSHEV DAN APLIKASINYA PADA APROKSIMASI FUNGSI

TEOREMA VIETA DAN JUMLAH NEWTON. 1. Pengenalan

Interpolasi Spline Kubik pada Trajektori Manusia

Modifikasi Kontrol untuk Sistem Tak Linier Input Tunggal-Output Tunggal

Penggunaan Perwarnaan Graf dalam Mencari Solusi Sudoku

Studi Pencarian Akar Solusi Persamaan Nirlanjar Dengan Menggunakan Metode Brent

Perbandingan Kecepatan Komputasi Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

ABSTRAK 1 PENDAHULUAN

PEMBUKTIAN BENTUK TUTUP RUMUS BEDA MAJU BERDASARKAN DERET TAYLOR

Perbandingan Skema Numerik Metode Finite Difference dan Spectral

11. FUNGSI MONOTON (DAN FUNGSI KONVEKS)

Perhitungan Nilai Golden Ratio dengan Beberapa Algoritma Solusi Persamaan Nirlanjar

AKAR-AKAR POLINOMIAL SEPARABLE SEBAGAI PEMBENTUK PERLUASAN NORMAL PADA RING MODULO

Penerapan Interpolasi Polinom pada Sinkronisasi Subtitle

Penerapan Integrasi Numerik pada Medan Magnet karena Arus Listrik

PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL FUZZY ORDE SATU MENGGUNAKAN METODE ADAMS BASHFORTH MOULTON ORDE TIGA

Bab 4. Koefisien Binomial

9. Teori Aproksimasi

Persamaan dan Pertidaksamaan Linear

Penerapan Algoritma Brute Force dan Backtracking pada Permainan Skycraper

IMPLEMENTASI FORMULA NEWTON-COTES UNTUK MENENTUKAN NILAI APROKSIMASI INTEGRAL TENTU MENGGUNAKAN POLINOMIAL BERORDE 4 DAN 5. Wahyu Sakti G. I.

MENENTUKAN PERPANGKATAN MATRIKS TANPA MENGGUNAKAN EIGENVALUE

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau Kampus Binawidya Pekanbaru (28293), Indonesia.

PENENTUAN FAKTOR KUADRAT DENGAN METODE BAIRSTOW

Penyelesaian Five Coins Puzzle dan Penghitungan Worst-case Time dengan Pembuatan Pohon Keputusan

Aplikasi Bilangan Kompleks pada Dinamika Fluida

MUNGKINKAH MELAKUKAN PERUMUMAN LAIN ATURAN SIMPSON 3/8. Supriadi Putra & M. Imran

Asah Otak dengan Knight s Tour Menggunakan Graf Hamilton dan Backtracking

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

KETEROBSERVASIAN SISTEM LINIER DISKRIT

Implementasi Logika Penurunan Persamaan Aritmatika pada Program Komputer

PAM 252 Metode Numerik Bab 4 Pencocokan Kurva

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL LINEAR HOMOGEN DENGAN KOEFISIEN KONSTAN MENGGUNAKAN METODE ADAMS BASHFORTH MOULTON

II. SISTEM PERSAMAAN LANJAR I. PENDAHULUAN

Penentuan Palet Warna pada Gambar Raster dengan Algoritma Divide and Conquer

BAB II LANDASAN TEORI

Aplikasi Graf pada Deskripsi Sistem Lokalisasi Robot Humanoid dengan Metode Monte Carlo Localization dan K Means Clustering

Implementasi Pencocokan String Tidak Eksak dengan Algoritma Program Dinamis

PENDEKATAN NEAR MINIMAKS SEBAGAI PENDEKATAN FUNGSI. Lilik Prasetiyo Pratama

Asimtot.wordpress.com FUNGSI TRANSENDEN

Kata Pengantar. Medan, 11 April Penulis

Penyelesaian Sum of Subset Problem dengan Dynamic Programming

PEMBENTUKAN POLINOMIAL ORTOGONAL MENGGUNAKAN PERSAMAAN INTEGRAL NONLINEAR. Susilawati 1 ABSTRACT

Alternatif Pemodelan Persamaan Matematik dengan Metode Numerik

BEBERAPA APLIKASI SEGITIGA PASCAL

Perbandingan Algoritma Pencarian Kunci di dalam Himpunan Terurut Melalui Linear Search dan Binary Search

Otentikasi Aplikasi Group Chat dengan memanfaatkan Secret Sharing Scheme

BABAK PENYISIHAN SELEKSI TINGKAT PROVINSI BIDANG KOMPETISI

Regresi Linier Berganda untuk Penentuan Nilai Konstanta pada Fungsi Konsekuen di Logika Fuzzy Takagi-Sugeno

matematika LIMIT ALJABAR K e l a s A. Pengertian Limit Fungsi di Suatu Titik Kurikulum 2006/2013 Tujuan Pembelajaran

Analisis Kompleksitas Algoritma dalam Operasi BigMod

BAB II KAJIAN TEORI. syarat batas, deret fourier, metode separasi variabel, deret taylor dan metode beda

PENGGUNAAN METODE DEKOMPOSISI ADOMIAN UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN PADA KALKULUS VARIASI ABSTRACT

Algoritma Vertex Cover dan Aplikasinya

Simulasi Perpindahan Panas pada Lapisan Tengah Pelat Menggunakan Metode Elemen Hingga

METODE ELEMEN BATAS UNTUK MASALAH TRANSPORT

Aplikasi Interpolasi Polinom dalam Tipografi

BAB II LANDASAN TEORI. Pada Bab Landasan Teori ini akan dibahas mengenai definisi-definisi, dan

METODE ITERASI BARU BEBAS DERIVATIF UNTUK MENEMUKAN SOLUSI PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT

ASPEK STABILITAS DAN KONSISTENSI METODA DALAM PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA DENGAN MENGGUNAKAN METODA PREDIKTOR- KOREKTOR ORDE 4

FUNGSI PEMBANGKIT. Ismail Sunni

SUKU BANYAK. Secara umum sukubanyak atau polinom dalam berderajat dapat ditulis dalam bentuk berikut:

Implementasi Algoritma Runut Balik dalam Pengenalan Citra Wajah pada Basis Data

Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity

Penerapan Teknik Binary Search Tree Sebagai Alternatif Penyimpanan Data

Logika Permainan Sudoku

LIMIT KED. Perhatikan fungsi di bawah ini:

Aplikasi Chinese Remainder Theorem dalam Secret Sharing

BAB III TURUNAN DALAM RUANG DIMENSI-n

Penggunaan Senarai Sirkuler dan Permutasi Inversi untuk Pengurutan pada Josephus Problem

MA3231 Analisis Real

Perbandingan Metode Visual Sharing Scheme dan General Access Structure pada Kriptografi Visual

Transkripsi:

Interpolasi Polinom dan Applikasi pada Model Autoregresif Rio Cahya Dwiyanto 13506041 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia IF16041@students.if.itb.ac.id Abstract Makalah ini menjelaskan tentang interpolasi polinolinom yang dapat digunakan untuk perkiraan fungsi dan turunannya. Beberapa model autoregresif dapat dinyatakan dengan menggunakan interpolasi polinomial dan pendekatan fungsi. Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk menyatakan metode umum dalam rangka untuk membuat perkiraan model, yang dapat digunakan dalam pendekatan waktu. Metode ini didasarkan pada beberapa rumus matematika dasar, seperti interpolasi polinomial dan aproksimasi fungsi. Index Terms Interpolasi polinom, model autoregresif, Rumus Lagrange, Rumus Newton. I. LATAR BELAKANG Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk menyatakan metode umum dalam rangka untuk membuat perkiraan model, yang dapat digunakan dalam pendekatan waktu. Metode ini didasarkan pada beberapa rumus matematika dasar, seperti interpolasi polinomial dan aproksimasi fungsi. Dalam suatu kurun waktu, seperti nilai tukar uang setiap hari atau bulanan, tidak mungkin dapat menggunakan fungsi nyata f : R R karena domain definisi, yang terdiri dari angka nyata, tidak dapat dikaitkan dengan langkah-langkah tetap, seperti hari atau bulan. Seperti diketahui, setiap alat pendekatan matematika untuk fungsi menggunakan derivatif. Tapi, untuk suatu Akhirnya, pendekatan polinomial Taylor dapat digunakan dalam peramalan waktu, termasuk derivatif, dengan menggunakan nilai preseden saja. Teknik ini berevolusi menjadi metode umum, untuk menciptakan model autoregressive, karena akan dinyatakan dalam bagian dari makalah ini. Model ini dapat digunakan dalam peramalan, hal ini akan ditunjukkan di akhir bagian. Untuk memulai, mari kita perhatikan kerangka klasik berikut. Mengingat set pada cari polinomial yang memenuhi kondisi: Rupanya, adalah mungkin untuk menggunakan fungsi polinom, dalam kasus di mana kita memiliki satu set statistik (atau percobaan) data, tetapi kita tidak tahu persis fungsi yang menunjukkan ketergantungan antara "x"-poin dan "y"-poin. Bahkan, dalam banyak kasus, polinomial interpolasi tidak digunakan "sebagaimana adanya", menjadi sangat alat yang berguna, dalam rangka untuk perkiraan beberapa operasi lain, seperti penurunan atau integrasi. Hasil utama yang menggarisbawahi masalah kita adalah sebagai berikut: Teorema 1. Terdapat sebuah polinomial unik: dengan mempunyai m-1 derajat, yang memenuhi kondisi (1). Demonstrasi. Kondisi interpolasi adalah: kurun waktu, hasil bagi diferensial jika pembagi bukan bilangan real. Selain itu, kami akan membuktikan bahwa adalah mungkin untuk menggunakan derivatif, bahkan untuk suatu waktu, dengan mengekspresikan pendekatan melalui nilai-nilai turunan fungsi, bukan persamaan diferensial. Lebih tepatnya, kita akan melihat bahwa derivatif, sesuai dengan nilai yt dapat dinyatakan dengan menggunakan nilai preseden hanya dari seri waktu: yt-1, yt-2, dll. dengan suku yang tidak diketahui a0,a1,,am-1. Sistem diatas adalah Vandermonde, yang menghasilkan solusi yang unik. 2. FORMULA LAGRANGE Hal ini sangat mudah untuk mengamati bahwa teorema di atas memakan "waktu dan ruang", untuk menentukan polinomial tersebut. Ini adalah alasan untuk memperkenalkan beberapa metode lainnya.

Rumus Lagrange ini didasarkan pada keluarga berikut polinomial tertentu: yang menunjukkan Hasil terakhir memberikan nilai baru a yaitu Secara definisi, polinomial (interpolasi) lagrange adalah Teorema 2. Polinomial Lagrange's The bertepatan dengan interpolasi polinomial. Demonstrasi. Memang, polinomial Lagrange berada di derajat m 1 dan mudah untuk mengamati bahwa kondisi interpolasi (1) terpenuhi: Tentu saja cukup mudah untuk menghitung polinom diatas. 3.INTERPOLASI FUNGSI YANG TIDAK DIKETAHUI Dalam banyak kasus, himpunan nilai-nilai diinterpolasi milik grafik fungsi yang tidak diketahui, yaitu dan masalahnya adalah: Cari P polinomial, yang memiliki derajat (maksimum) m-1, dan memenuhi: Dengan memperhatikan hasil sebelumnya, polinomial seperti itu ada dan itu unik. Kasus interpolasi fungsi memiliki berbagai aplikasi, misalnya, dalam perkiraan penurunan dan integrasi fungsi yang tidak diketahui. Aplikasi ini berdasarkan dalil berikut, yang menjelaskan besarnya kesalahan yang dibuat oleh kurang lebih sama dengan fungsi f oleh polinomial P. Teorema 3. Coba kita bandingkan fungsi polinom P memenuhi dan himpunan nilai maka interpolasi Demonstrasi : kita akan menggunakan fungsi bantu dan dengan menggunakan persamaan (2) menghasilkan : kesimpulannya terdapat pada sehingga dimana tergantung Dan kseimpulannya tentu saja dengan menggunakan modulus 4.FORMULA NEWTON, BERDASARKAN DIFFERENSIAL TERBAGI Mari kitaperhatikan fungi dan. selanjutnya kita akan menunjukkan polinom interpolasi koresponden dengan set nilai Definisi 1. Dengan defini, diferensial terbagi dari fungsi f, yang sesuai dengan poin x1,x2,,x m adalah koefisien dari dalam Kita akan menyebut nilai ini dengan dimana a didefinisikan dengan kondisi yang menyatakan Observasi 1. untuk semua (2) Di lain pihak sehingga kita dapat menggunakan teorema Rolle m- kali, sesuai dengan masing-masing pasangan nilai-nilai di atas. Ada yang berbeda dari nilai-nilai m, sehingga φ turunan memiliki nilai 0. Penegasan di atas dapat digunakan berulang, untuk turunan berturut-turut fungsi φ, dan akhirnya hasil bahwa ada ξ (a,b) sehingga: permutasi Observasi 2. Dengan memperhitungkan dua contoh sebelumnya kita mempunyai Teorema 4 (Rumus Newton). Dengan f adalah fungsi Tetapi

Maka Demonstrasi. Pertama kita mempertimbangkan polinomial yang mempunyai derajat m-1 dan m-1 kosong, secara konsekuen karena pangkat hanya bisa ditemukan di Dengan membandingkan dua rumus itu, menghasilkan Perbedaan dibagi dihitung secara rekursif seperti yang menunjukkan di bawah ini, dengan menjaga hanya itu saja yang digunakan dalam formula Newton. Rumus diatas bisa digunakan secara rekursif Dan dengan menjumlahkan kita akan mendapatkan rumus Newton. 5.RUMUS AITKEN Cara lain untuk mengekspresikan polynomial interpolasi berdasarkan rumus Aitken, seperti dinyatakan oleh teorema berikut. Nilai perbedaan dibagi dapat disimpan di memori dalam vektor "y" atau menjadi satu yang baru. Akhirnya, polinomial tersebut diimplementasikan dengan menggunakan algoritma Horner. Teorema 5 (Aitken) Demonstrasi. Yang harus kita lakukan adalah untuk mengamati bahwa sisi kanan dari rumus di atas yang merupakan polinomial dan polinomial ini memenuhi semua kondisi interpolasi, yakni bertepatan dengan nilainilai fungsi f, di setiap titik Xi. Tapi, interpolasi polinomial ini unik, yang membuktikan rumus Aitken. Observasi. Memperhatikan koefisien di kedua sisi rumus Aitken, maka akan menghasilkan rumus berulang berikut perbedaan dibagi: 6. BAGAIMANA MENGHITUNG POLINOMIAL INTERPOLASI, BERDASARKAN PADA RUMUS NEWTON Berikut ini, kami menyajikan strategi berbasis Mathcad, untuk menghitung interpolasi polinomial, dengan menggunakan rumus Newton. Pertama, kita mendefinisikan nilai-nilai yang akan diinterpolasi, dengan menggunakan meja "f" dan dua vektor pilihan, "x" dan "y". 7. MODEL AUTOREGRESIF Kita akan menyajikan dua cara, dalam rangka untuk menentukan beberapa model autoregresif, berdasarkan polinomial interpolasi. Penggunaan polinomial Lagrange Pertama, mari kita amati bahwa jika (Yt) adalah suatu selang waktu, maka interpolasi polinomial, berdasarkan nilai-nilai dapat digunakan untuk memperkirakan Yt. Untuk melakukan ini adalah cukup untuk menghitung polinomial Lagrange, seperti yang kita dapat menunjukkan di contoh berikut:

1. Dua Poin, biasanya disebut sebagai (x1,y1) dan (x2,y2) menentukan polinomial Lagrange dengan memperhitungkan langkah-langkah konstan kita bisa memperhitungkan nilai dengan modelnya adalah yang koresponden dengan model linear. 2. Tiga Poin, biasa disebut sebagai (x1,y1), (x2,y2) dan (x3,y3) menentukan polinomial Lagrange Dengan memperhitungkan langkah-langkah konstan Kita menghitung dengan modelnya yang koresponden dengan polinomial derajat 2. bisa 3. Empat Poin, biasa disebut sebagai (x1,y1), (x2,y2) (x3,y3) dan (x4,y4) ditentukan dengan menggunakan teknik yang sama dengaan yang diatas, menghasilkan model derajat tiga Penggunaan polinomial Taylor Ada banyak alat-alat matematika untuk perkiraan fungsi. Salah satu yang paling penting adalah Taylor terkait dengan fungsi f. Mari kita mengandaikan bahwa fungsi: memiliki semua turunan seragam dibatasi, yaitu terdapat M > 0 sehingga maka dan perkiraan rumus terbentuk simpang kesalahan paling maksimal Pada beberapa model, sangat mungkin bahwa kita tidak tahu derivatif dari fungsi f. Jadi, kita harus mendekati derivatif, pendekatan akhir yang tergantung pada itu. Sebagai contoh, untuk n = 2, dengan menggunakan pendekatan derivatif, itu menghasilkan: Rumus di atas menunjukkan fakta yang sangat penting, jika kita mempertimbangkan selang waktu. Dalam suatu kasus, bahkan nilai-nilai adalah bilangan real, domain definisi tidak dapat dikaitkan dengan satu interval bilangan real. Namun, seperti yang kita amati, formula hanya berisi fungsi nilai-nilai, sehingga, untuk selang waktu (Yt) itu dapat dinyatakan sebagai: yang berarti bahwa nilai masa depan Yt+1, dapat diprediksi, kira-kira seperti yang kita sudah tunjukkan, sebagai tergantung pada tiga nilai preseden. Hal ini sangat luar biasa bahwa kita telah memperoleh rumus beberapa autoregresif, oleh menggunakan polinomial Taylor, seperti kita telah disebutkan, dengan menggunakan polinomial Lagrange! KESIMPULAN Dalam analisis suatu waktu, tidak mungkin untuk menggunakan model berdasarkan turunan dari riil fungsi f : R R. Sebagai contoh, data statistik banyak berdasarkan jangka waktu tetap waktu, hari, minggu, bulan, dll, yang tidak memiliki arti bilangan real atau nilai. Namun, beberapa rumus pendekatan fundamental matematika, seperti Taylor atau Lagrange, digunakan derivatif. Seperti yang kita simpulkan dalam makalah ini, dengan menggunakan interpolasi polinomial, adalah mungkin untuk mengekspresikan suatu fungsi atau aproksimasi polinom, dengan menggunakan nilai preseden bukan argumen nilai-nilai, yaitu dengan menggunakan beberapa rumus autoregresif. REFERENCES Stoer J., Bulirsch R., Introduction to Numerical Analysis, Springer-Verlag, 1992 J. B. Lasserre. Global Optimization with Polynomials and the Problem of Moments. SIAM Journal on Optimization, Vol. 11, No. 3, pp. 796{817, 2001. J. F. Sturm. Using SeDuMi 1.02, a Matlab Toolbox for Optimization over Symmetric Cones. Optimization Methods and Software, Vol. 11-12, pp. 625{653, 1999. T. Kailath. Linear Systems. Prentice Hall, Englewood Cli s, NJ, 1980

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya sendiri, bukan saduran, atau terjemahan dari makalah orang lain, dan bukan plagiasi. Bandung, 12 Mei 2011 ttd Rio Cahya Dwiyanto 13506041