Pendugaan Parameter pada Random Effect Spatial Error Panel Data Model dengan Penduga Maximum Likelihood

dokumen-dokumen yang mirip
Teknik Ensemble dengan Additive Noise pada Estimasi Parameter Model Autoregressive Spasial

Kata Kunci: Analisis Regresi Linier, Penduga OLS, Penduga GLS, Autokorelasi, Regresor Bersifat Stokastik

MODEL REGRESI DATA TAHAN HIDUP TERSENSOR TIPE III BERDISTRIBUSI EKSPONENSIAL. Jln. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang.

PENERAPAN REGRESI LINIER MULTIVARIAT PADA DISTRIBUSI UJIAN NASIONAL 2014 (Pada Studi Kasus Nilai Ujian Nasional 2014 SMP Negeri 1 Sayung)

Sarimah. ABSTRACT

BAB IV PENUTUP. berkorelasi secara contemporaneous. Korelasi galat contemporaneous terjadi

PEMBENTUKAN MODEL SPASIAL DATA PANEL FIXED EFFECT MENGGUNAKAN GUI MATLAB (Studi Kasus : Kemiskinan di Jawa Tengah)


PEMBENTUKAN MODEL DATA PANEL FIXED EFFECT MENGGUNAKAN GUI MATLAB

PEMODELAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN SPASIAL AUTOREGRESSIVE MODEL PANEL DATA

MODEL SPASIAL DURBIN EROR UNTUK INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI JAWA TENGAH

Analisis Model Regresi Linear Berganda dengan Metode Response Surface

BAB II LANDASAN TEORI. landasan pembahasan pada bab selanjutnya. Pengertian-pengertian dasar yang di

SPATIAL AUTOREGRESSIVE MODEL DAN MATRIKS PEMBOBOT SPASIAL ROOK CONTIGUITY UNTUK PEMODELAN GINI RATIO DI INDONESIA TAHUN 2014.

MASALAH NILAI AWAL ITERASI NEWTON RAPHSON UNTUK ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI LOGISTIK ORDINAL TERBOBOTI GEOGRAFIS (RLOTG)

PENAKSIRAN PARAMETER PADA MODEL REGRESI SPATIAL PANEL DATA SATU ARAH RIFKI KOSASIH. Penaksiran parameter..., Rifki Kosasih, FMIPA UI, 2009

Hukum Iterasi Logaritma

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 Menggunakan Regresi Spasial

(M.9) PEMODELAN MELEK HURUF DAN RATA-RATA LAMA STUDI DENGAN PENDEKATAN MODEL BINER BIVARIAT

PERTURBASI NILAI EIGEN DALAM MENGATASI MULTIKOLINIERITAS

BAB 2 LANDASAN TEORI

SIMULASI DAMPAK MULTIKOLINEARITAS PADA KONDISI PENYIMPANGAN ASUMSI NORMALITAS

Penaksiran Parameter Regresi Linier Logistik dengan Metode Maksimum Likelihood Lokal pada Resiko Kanker Payudara di Makassar

PENERAPAN MODEL REGRESI LINIER BAYESIAN UNTUK MENGESTIMASI PARAMETER DAN INTERVAL KREDIBEL

ANALISIS REGRESI KUANTIL

PERBANDINGAN KINERJA DIAGRAM KONTROL MULTIVARIAT UNTUK VARIABILITAS BERDASARKAN MATRIKS KOVARIANSI DAN MATRIKS KORELASI. Abstrak

ESTIMASI PARAMETER SISTEM MODEL PERSAMAAN SIMULTAN PADA DATA PANEL DINAMIS DENGAN GMM ARELLANO DAN BOND

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ESTIMASI PARAMETER DAN INTERVAL KREDIBEL DENGAN MODEL REGRESI LINIER BERGANDA BAYESIAN

JMP : Volume 6 Nomor 1, Juni 2014, hal REGRESI LINEAR BIVARIAT SIMPEL DAN APLIKASINYA PADA DATA CUACA DI CILACAP

JURNAL GAUSSIAN, Volume 2, Nomor 2, April 2013, Halaman Online di:

(R.1) KAJIAN MODEL GEOGRAPHICALLY WEIGHTED POISSON REGRESSION UNTUK MASALAH DATA SPASIAL DISKRIT

STATISTIKA INDUSTRI 2 TIN 4004

PENDEKATAN BAYESIAN SPASIAL EKONOMETRIKA PADA PEMODELAN MIGASI PENDUDUK DI JAWA BARAT. Oleh : Priyono

MODIFIKASI METODE NEWTON DENGAN KEKONVERGENAN ORDE EMPAT. Yenni May Sovia 1, Agusni 2 ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. sewajarnya untuk mempelajari cara bagaimana variabel-variabel itu dapat

BAB III PEMBAHASAN. Pada pembahasan kali ini akan diuraikan langkah-langkah dalam melakukan

Bagan Kendali Rasio Likelihood dan Aplikasinya pada Data Kurs Mata Uang dan Industri

MODEL REGRESI SPASIAL UNTUK ANAK TIDAK BERSEKOLAH USIA KURANG 15 TAHUN DI KOTA MEDAN

PENDEKATAN EKONOMETRIKA PANEL SPASIAL UNTUK PEMODELAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI KALIMANTAN BARAT

Model Regresi Multivariat untuk Menentukan Tingkat Kesejahteraan Kabupaten dan Kota di Jawa Timur

PENGUJIAN KESAMAAN BEBERAPA MODEL REGRESI NON LINIER GEOMETRI (Studi Kasus : Data Emisi CO 2 dan Gross Nation Product di Malaysia, Bhutan, dan Nepal)

BAB III ANALISIS FAKTOR. berfungsi untuk mereduksi dimensi data dengan cara menyatakan variabel asal

TINJAUAN PUSTAKA. Model Linier dengan n pengamatan dan p variable penjelas biasa ditulis sebagai

Generalized Ordinal Logistic Regression Model pada Pemodelan Data Nilai Pesantren Mahasiswa Baru FMIPA Universitas Islam Bandung Tahun 2017

PROSIDING ISBN :

Informasi Fisher pada Algoritme Fisher Scoring untuk Estimasi Parameter Model Regresi Logistik Ordinal Terboboti Geografis (RLOTG)

Metode Regresi Ridge dengan Iterasi HKB dalam Mengatasi Multikolinearitas

PENAKSIRAN PARAMETER MODEL REGRESI POISSON DENGAN METODE EXACT GENERALIZED ESTIMATING EQUATIONS (EGEE) UNTUK MULTIPLE-RANDOM EFFECTS

Model Regresi Zero Inflated Poisson Pada Data Overdispersion

Aljabar Linear Elementer MA SKS. 07/03/ :21 MA-1223 Aljabar Linear 1

Analisis Regresi Nonlinear (I)

Klasifikasi Kecamatan Berdasarkan Nilai Akhir SMA/MA di Kabupaten Aceh Selatan Menggunakan Analisis Diskriminan

FAMILI METODE ITERASI DENGAN KEKONVERGENAN ORDE TIGA. Rahmawati ABSTRACT

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PEMAKAIAN VARIABEL INDIKATOR DALAM PEMODELAN. Mike Susmikanti *

Perturbasi Nilai Eigen dalam Mengatasi Multikolinearitas

(α = 0.01). Jika D i > , maka x i atau pengamatan ke-i dianggap pencilan (i = 1, 2,..., 100). HASIL DAN PEMBAHASAN

TEKNIK ITERASI VARIASIONAL UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT

PEMODELAN DATA PANEL SPASIAL DENGAN DIMENSI RUANG DAN WAKTU (Spatial Panel Data Modeling with Space and Time Dimensions)

METODE BERTIPE STEFFENSEN SATU LANGKAH DENGAN KONVERGENSI SUPER KUBIK UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR. Neng Ipa Patimatuzzaroh 1 ABSTRACT

PERBANDINGAN TINGKAT AKURASI REGRESI NONPARAMETRIK SPLINE DAN REGRESI NONPARAMETRIK KERNEL PADA PERTUMBUHAN BALITA DI KOTA SURAKARTA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses penelitian untuk mengkaji karakteristik penduga GMM pada data

PENDUGAAN PARAMETER DISTRIBUSI BETA DENGAN METODE MOMEN DAN METODE MAKSIMUM LIKELIHOOD

Non Linear Estimation and Maximum Likelihood Estimation

METODE ORDE-TINGGI UNTUK MENENTUKAN AKAR DARI PERSAMAAN NONLINEAR ABSTRACT

Deteksi Pencilan dengan Pendekatan Bayesian pada Regresi Linear (Studi Kasus Hubungan Pengeluaran Rumah Tangga dengan PDRB di Jawa Barat Tahun 2013)

PROSIDING ISSN : Seminar Nasional Statistika 12 November 2011 Vol 2, November 2011

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. level, model regresi tiga level, penduga koefisien korelasi intraclass, pendugaan

PEMODELAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA MENGGUNAKAN SPATIAL PANEL FIXED EFFECT (Studi Kasus: Indeks Pembangunan Manusia Propinsi Jawa Tengah )

BAB III. Model Regresi Linear 2-Level. Sebuah model regresi dikatakan linear jika parameter-parameternya bersifat

BAB II KAJIAN TEORI. Bab ini akan membahas mengenai pengertian-pengertian dasar yang akan

PEMILIHAN KOEFISIEN TERBAIK KUADRATUR KUADRAT TERKECIL DUA TITIK DAN TIGA TITIK. Nurul Ain Farhana 1, Imran M. 2 ABSTRACT

OLEH : Riana Ekawati ( ) Dosen Pembimbing : Dra. Farida Agustini W, M.S

pendekatan dalam penelitian ini dinilai cukup beralasan.

METODE ITERASI BARU BERTIPE SECANT DENGAN KEKONVERGENAN SUPER-LINEAR. Rino Martino 1 ABSTRACT

SBAB III MODEL VARMAX. Pengamatan time series membentuk suatu deret data pada saat t 1, t 2,..., t n

PENAKSIR MAKSIMUM LIKELIHOOD DENGAN METODE ITERASI NEWTON - RAPHSON

MODEL REGRESI POISSON YANG DIPERUMUM UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA MODEL REGRESI POISSON

ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI LOGISTIK ORDINAL TERBOBOTI GEOGRAFIS (RLOTG) DENGAN METODE FISHER SCORING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pertemuan 10 STATISTIKA INDUSTRI 2. Multiple Linear Regression. Multiple Linear Regression. Multiple Linear Regression 19/04/2016

VARIAN METODE HALLEY BEBAS TURUNAN KEDUA DENGAN ORDE KEKONVERGENAN ENAM. Siti Mariana 1 ABSTRACT ABSTRAK

BAB III MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA MODEL REGRESI POISSON

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Pembelian Barang Tahan Lama Rumah Tangga di Jawa Timur dengan Menggunakan Regresi Tobit

MODEL REGRESI COX PROPORTIONAL HAZARD PADA LAJU TAMAT MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS ANDALAS

Masalah Overdispersi dalam Model Regresi Logistik Multinomial

PERBANDINGAN REGRESI KOMPONEN UTAMA DAN ROBPCA DALAM MENGATASI MULTIKOLINEARITAS DAN PENCILAN PADA REGRESI LINEAR BERGANDA

BAB III MODEL STATE-SPACE. dalam teori kontrol modern. Model state space dapat mengatasi keterbatasan dari

Forum Statistika dan Komputasi, Oktober 2009 p : ISSN :

Estimasi Parameter pada Regresi Spatial Error Model (SEM) yang Memuat Outlier menggunakan Iterative Z Algorithm

BAB III METODE FULL INFORMATION MAXIMUM LIKELIHOOD (FIML)

ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI MULTIVARIAT BAYESIAN DENGAN DISTRIBUSI PRIOR INFORMATIF 1. PENDAHULUAN

METODE CHEBYSHEV-HALLEY BEBAS TURUNAN KEDUA UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN NONLINEAR. Ridho Alfarisy 1 ABSTRACT

KAJIAN DATA KETAHANAN HIDUP TERSENSOR TIPE I BERDISTRIBUSI EKSPONENSIAL DAN SIX SIGMA. Victoria Dwi Murti 1, Sudarno 2, Suparti 3

Transkripsi:

Pendugaan Parameter pada Random Effect Spatial Error Panel Data Model dengan Penduga Maximum Likelihood Fera Kuraysia, Helma 2, Dodi Vionanda 3 Student of Mathematics Departemen State University of Padang, Indonesia 2,3 Lectures of Mathematics Departemen State University of Padang, Indonesia ferakuraysia@yahoo.com 2 helmaunp@gmail.com 3 dodi_matunp@yahoo.co.id Abstract Panel data is combination of cross section data and time series data. Model how to explaine this data is regression model of panel data. Panel data able to consist of region data are observed many time. If happen correlation between one region data with other region that mutual adjacent, than model how to explaine this data is dependen spatial model consist of lag spatial dan error spatial. Error saptial happend if be found correlation between error for one region with other region. The model with consist panel data with a dependent spatial influence is called panel data spatial model. To get a estimaton parameter from this model, we can use maximum likelihood method. The result of this research are estimation parameter from random effect spatial error panel data model in form mathematics equations, and to get estimation parameter of spatial error coeffisient to finded by numerical iteration, Newton Rapson Iteration. Keywords Panel data, Spatial Dependent, Random Effect, Spatial Error, Maximum Likelihood Abstrak Data panel merupakan gabungan dari data cross section dan data time series. Model yang dapat menjelaskan data ini disebut model regresi data panel. Data panel dapat berupa data wilayah (region) yang diamati pada beberapa waktu. Apabila terjadi korelasi antar data satu region dengan region lain yang saling berdekatan, maka model yang dapat menjelaskan data ini disebut dengan model spasial dependen. Spasial dependen terdiri dari spasial lag dan spasial error. Spasial error terjadi jika terdapat korelasi antara error pada satu region dengan region di sekitarnya. Model yang memuat data panel dengan pengaruh spasial dependen disebut dengan model spasial data panel. Untuk mendapatkan parameter dugaan dari model ini digunakan metode maximum likelihood. Hasil penelitian ini diperoleh dugaan parameter dari random effect spatial error panel data model dalam bentuk persamaan matematika, serta untuk memperoleh dugaan dari parameter koefisien spasial error dicari dengan menggunakan iterasi numerik Newton Rapson Iteration. Kata Kunci Data panel, Spasial dependen, Random effect, Spasial error, Maximum likelihood PENDAHULUAN Data panel merupakan gabungan dari data cross section dan data time series. Data cross section adalah data banyak individu atau objek hasil pengamatan yang diamati hanya pada satu waktu. Sedangkan data time series merupakan data satu individu atau objek yang diamati pada beberapa waktu.[4] Salah satu contoh data panel dapat diperoleh dari data wilayah (region), seperti data beberapa perusahaan, sekolah, rumah sakit dan daerah yang saling berdekatan. Apabila terjadi korelasi antar data satu region dengan region lain yang saling berdekatan, maka asumsi error pada observasi saling bebas pada asumsi regresi tidak dipenuhi oleh model. Sehingga model yang diperoleh belum baik untuk menerangkan data hasil pengamatan.[5] Suatu model regresi yang dapat digunakan untuk menerangkan dengan baik data tersebut adalah model regresi spasial. Model regresi spasial merupakan mode regresi yang menjelaskan suatu data hasil pengamatan suatu lokasi atau region yang bergantung pada pengamatan pada lokasi atau region disekitarnya. Model ini dikenal dengan model spasial dependen.[5] Model regresi data panel yang memuat pengaruh spasial dependen disebut dengan model spasial data panel. Model ini merupakan model yang lebih kompleks dari pada model regresi linear biasa. Sehingga untuk mendapatkan parameter dugaan pada model tidak dapat dilakukan dengan menggunakan metode kuadrat terkecil. Karena parameter dugaan yang di hasilkan oleh metode ini bersifat bias.[5] Sehingga diperlukan suatu metode lain untuk mendapatkan dugaan parameter dari model ini. 8

Untuk itu diperlukan pendugaan parameter pada model spasial error data panel dengan komponen error satu arah dan dengan asumsi komponen error tersebut merupakan peubah acak menggunakan metode maximum likelihood. Jenis data panel dapat dikelompokkan menjadi data panel lengkap dan data panel tidak lengkap. Data panel lengkap yaitu data panel yang semua individu teramati pada semua waktu yang sama. Sedangkan data panel tidak lengkap yaitu data individu yang teramati pada waktu yang tidak sama. Model regresi data panel adalah sebagai berikut : y x β + u y : variabel dependen pada region ke-i dan waktu ke-t x : variabel independen pada region kei dan waktu ke-t β : parameter model u : komponen error model pada region ke-i dan waktu ke-t. Model regresi linear biasanya digunakan untuk melihat hubungan antar peubah dependen dengan peubah independen. Dalam proses analisis regresi adakalanya nilai pengamatan atau error pada wilyah(region) yang saling berdekatan tidak saling bebas. Hal inilah yang dikenal dengan regresi spasial dependen. Model spasial dependen ini terdiri dari dua jenis, yaitu model spasial lag dan model spasial error. [5] Model spasial lag merupakan suatu model regresi linear dimana terdapat korelasi spasial pada peubah dependennya. Hal ini juga berarti bahwa nilai pengamatan suatu region dengan nilai pengamatan di region yang saling berdekatan tidak saling bebas. Misalnya, suatu region i, berhubungan dengan region j, maka nilai pengamatan pada region i merupakan fungsi dari nilai pengamatan pada region j, dengan i j. Misalkan y, merupakan nilai pengamatan peubah dependen pada region ke i, x merupakan nilai peubah bebas ke k pada region ke- i, w merupakan bobot yang menggambarkan hubungan antar region ke- i dengan region ke- j, dan μ merupakan error pada region ke- i. Misalkan terdapat k peubah bebas dan n region pengamatan, maka model spasial lagnya adalah sebagai berikut: y ρ(w y + w y + + w y ) + x β + x β + + x β + u y ρ(w y + w y + + w y ) + x β + x β + + x β + u y ρ(w y + w y + + w y ) + x β + x β + + x β + u Atau dapat ditulis dalam notasi matrik sebagai berikut : y ρwy + Xβ + u y : vektor nilai pengamatan peubah dependen berukuran n ρ : parameter skalar spasial lag W : matriks spasial terboboti dengan baris terstandarisasi ( w, i) berukuran n n X : matrik k peubah bebas berukuran n k β : vektor parameter regresi berukuran k u : vektor error berukuran n [5] Jika nilai error suatu region dengan region disekitarnya yang berdekatan tidak saling bebas, maka hal ini menunjukkan adanya spasial error. Model yang dapat menerangkan data ini disebut model spasial error. Misalkan y merupakan nilai pengamatan peubah dependen pada wilayah ke-i, x merupakan nilai peubah bebas ke k pada lokasi ke- i, w merupakan bobot yang menggambarkan hubungan antar region ke- i dengan region ke- j, dan μ merupakan error pada region ke- i dan ε merupakan error yang sebenarnya pada region ke- i. Misalkan terdapat k peubah bebas dan n region pengamatan, maka model spasial errornya adalah sebagai berikut: y x β + x β + + x β + u y x β + x β + + x β + u y x β + x β + + x β + u Dengan u λ(w u + w u + + w u ) + ε u λ(w u + w u + + w u ) + ε u λ(w u + w u + + w u ) + ε Atau dapat ditulis dalam bentuk matriks yaitu: y Xβ + u u λwu + ε y : vektor nilai pengamatan peubah dependen berukuran n λ : parameter skalar spasial error W : matriks spasial terboboti dengan baris terstandarisasi ( w, i) berukuran n n 9

X : matriks k peubah bebas berukuran n k β : vektor parameter regresi berukuran k u : vektor error berukuran n ε : vektor error sebenarnya, berukuran n [5] Matriks pembobot spasial W adalah matriks berukuran n n yang menyatakan hubungan antara observasi spasial dependen. w adalah elemen dari matriks W pada baris ke-i dan kolom ke-j dengan w > 0 untuk j,2,...,n, dimana j merupakan region di sekitar observasi i. [0] Selanjutnya akan dijelaskan jenis-jenis matriks pembobot spasial [0] yaitu: a. Linear Contiguity, jika region i dan j w mempunyai common edge b. Rook Contiguity, jika region i dan j w mempunyai common side c. Bishop Contiguity, jika region i dan j w mempunyai common vertecs d. Queen Contiguity, jika region i dan j mempunyai w common edge dan common vertecs Tidak ada teori yang menjelaskan pemilihan matriks bobot spasial yang akan digunakan dalam model spasial dependen. Namun para peneliti biasanya menggunakan queen contiguity. METODE Penelitian ini merupakan penelitian teoritis pada bidang kajian statistika. Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini adalah :. Menelaah teori tentang random effect spatial panel data model. 2. Menemukan fungsi maximum likelihood dari random effect spatial panel data model. 3. Menduga parameter-parameter dengan menggunakan fungsi likelihood yang telah didapat pada langkah 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Misalkan A {a } adalah matriks berukuran m n dan B {b } adalah matriks berukuran p q. Maka Kronecker Product dari matriks A dan B adalah sebuah matriks berukuran mp nq, yang dinotasikan sebagai A B, didefinisikan sebagai berikut: a B a B A m n B a B a 22 B a B a B a B a B a B Dengan menggunakan definisi kronecker product tersebut, maka dapat ditulis bentuk matriks dari random effect spatial error panel data model adalah, y Xβ + (ƖT I N )μ + φ φ ρwφ + ε () Dimana: y vektor variabel dependen berukuran NT X matriks variabel independen berukuran NT k β vektor parameter yang berukuran k ρ koefisien spasial error ε vektor error berukuran NT yang saling bebas dan berdistribusi normal φ vektor error berukuran NT μ pengaruh individu yang tidak teramati berukuran N W matriks bobot spasial berukuran NT NT I N Matriks identitas berukuran N N ƖT vektor berukuran T yang setiap entrinya berisi Pendugaan parameter random effect spatial error panel data model dilakukan dengan menggunakan metode maximum likelihood. Metode ini digunakan untuk mendapatkan statistik yang memaksimumkan fungsi likelihood. Selanjutnya akan dibahas fungsi log likelihood dari Random Effect Spatial Error Panel Data Model. Perhatikan persamaan (): y Xβ + (ƖT I N )μ + φ φ ρwφ + ε 0

Dari persamaan ini akan diperoleh, I NT φ ρwφ + ε ε I NT φ ρwφ (I N I T )φ ρ(i T W N )φ (I N I T )φ (I T ρw N )φ [I T (I N ρw N )]φ Sehingga, φ [(I T (I N ρw N )] ε Misalkan, I N ρw N B Maka, φ [(I T B] ε φ (I T B ) ε Persamaan () dapat ditulis sebagai berikut, y Xβ + (ƖT I N )μ + (I T B ) ε y Xβ + v (2) v (ƖT I N )μ + (I T B ) ε (3) Vektor v merupakan vektor komponen error model yang terdiri dari dua variabel random μ dan ε yang masing-masing berdistribusi normal. Fungsi likelihood dari varabel dependen y adalah, L(β, σ, ρ, φ) f(y, y,, y ; β, σ, ρ, φ). Dimana, f(y, y,, y ) adalah p.d.f dari variabel dependen y. Karena, variabel acak y tidak diketahui bentuk distribusinya, maka untuk memperoleh p.d.f dari variabel y dapat digunakan transformasi variable. Transformasi ini dilakukan dengan menggunakan variabel acak v yang telah diketahui distribusinya. Sehinga diperoleh p.d.f bersama dari peubah acak y, y,, y adalah : f(y, y,, y ) [(2π) Ω ] exp 2 v Ω v (4) Persamaan (4) ini disebut dengan fungsi likelihood dari variabel acak y. Dimana, Ω adalah matriks varian kovarian dari komponen error v. Maka terlebih dahulu akan dicari matriks varian kovarian dari v. Perhatikan persamaan (3) : v (ƖT I N )μ + (I T B ) ε E(v) E[(ƖT I N )μ + (I T B ) ε] (ƖT I N )E(μ) + (I T B )E(ε) Karena μ dan ε yang masing-masing adalah peubah acak berdistribusi normal, maka E(μ) 0 dan E(ε) 0, sehingga, E(v) 0 Diperoleh bahwa mean dari komponen error v adalah nol, dan Ω(v) E(vv ) E(v)E(v) E(vv ) 0 E(vv ) Diperoleh matriks varian kovarian dari komponen error v adalah Ω E(vv ) E{[(ƖT I N )μ + (I T B ) ε] [(ƖT I N )μ + (I T B ) ε] } Dan dengan menggunakan sifat kronecker product, maka persamaan di atas dapat diubah menjadi: Ω σ [J T (TφI N +(B B) )+(E T (B B) )] (5) Dengan memisalkan : [J T (TφI N + (B B) )+(E T (B B) )] Σ (6) Maka diperoleh : Ω σ Σ (7) Selanjutnya akan di cari invers matriks varian kovarian Ω. Misalkan bahwa : Σ [J T [(TφI N + (B B) )] +(E T (B B)] Perhatikan persamaan (6): Σ [J T (TφI N +(B B) )+(E T (B B) )] Dengan memisalkan : (TφI N + (B B) ) α, J T A, dan (B B) p, maka diperoleh, Σ (A α) + (E T p ) dan Σ (A α ) + (E T p) Sehingga, ΣΣ [(A α) + (E T p )][(A α ) + (E T p)] (A α)(a α ) + (A α)(e T p) + (E T p )(A α ) + (E T p )(E T p) (A 2 αα ) + (AE T αp) +(E T A p α ) + (E T 2 p p) (A 2 I N ) + (A(I T A) αp) +((I T A)A p α ) + (E T 2 I N ) (A 2 I N ) + 0 + 0 + (E T 2 I N ) A 2 + (E T 2 I N ) A 2 + ((I T A) 2 I N ) A 2 + (I T 2A + A 2 ) I N I T I N I NT Karena ΣΣ I NT maka invers dari Σ adalah, Σ [J T [(TφI N +(B B) )] +(E T (B B)] (8) Dan diperoleh invers dari matriks varian kovarian adalah, Ω σ Σ Kemudian akan dicari determinan dari matriks varian kovarian Ω. Perhatikan persamaan (6), apabila Σ dijabarkan, maka membentuk sebuah persamaan : Σ [ T ƖTƖT (TφI N +(B B) ) +((I T ƖTƖT ) (B B) )] Misalkan T2 dan N3 maka akan diperoleh : Σ [ 2 Ɩ2Ɩ2 (2φI 3 +(B B) ) +((I 2 2 Ɩ2Ɩ ) (B B) )] 2

Dan, Maka : Dan, Ɩ2 (B B) (I N ρw N ) (I N ρw N ) Misalkan, Ɩ2 [ ] Ɩ2Ɩ2 a b c (B B) d e f 2φ 0 0 g h i 2φI 3 0 2φ 0 Maka diperoleh, 0 0 2φ 2 Ɩ2Ɩ2 (2φI 3 +(B B) 2 Ɩ2Ɩ2 2φI 3 + 2 Ɩ2Ɩ2 (B B) φ + 2 a 2 b 2 c φ + 2 a 2 b 2 c 2 d φ + 2 e 2 f 2 d φ + 2 e 2 f 2 Ɩ2Ɩ2 (2φI 3 +(B B) 2 g 2 h φ + 2 2 g 2 h φ + 2 φ + 2 a 2 b 2 c φ + 2 a 2 b 2 c 2 d φ + 2 e 2 f 2 d φ + 2 e 2 f 2 a 2 d (I 2 2 Ɩ2Ɩ ) (B B) 2 g 2 2 a 2 d 2 g Σ Sehingga 2φ + a b c a b c det Σ det d 2φ + e f det d e f g h 2φ + i g h i Atau dapat ditulis sebagai berikut: Σ TφI N +(B B). (B B) Kemudian invers dan determinan dari matriks varian kovarian tersebut disubsitusikan pada persamaan fungsi likelihood (4), sehingga diperoleh: L [(2π) σ TφI N +(B B). (B B) ] exp σ 2 v Σ v ε 2 g 2 h φ + 2 2 b 2 e 2 h 2 b 2 e 2 h 2 c 2 f 2 i 2 c 2 f 2 i 2 g 2 h φ + 2 2 a 2 d 2 g 2 a 2 d 2 g φ + a b c φ 0 0 d φ + e f 0 φ 0 g h φ + i 0 0 φ φ 0 0 φ + a b c 0 φ 0 d φ + e f 0 0 φ g h φ + i 2 b 2 e 2 h 2 b 2 e 2 h 2 c 2 f 2 i 2 c 2 f 2 i Maka fungsi log likelihood dari fungsi di atas adalah: ln L ln(2πσ ) ln TφI N+(B B) + (T )ln B v Σ v (9) Pendugaan parameter untuk Random Effect Spatial Error Panel Data Model diperoleh dengan cara memaksimumkan fungsi likelihood. Hal ini akan ekivalen dengan memaksimumkan fungsi log likelihood pada pembahasan sebelumnya. 2

Dugaan Parameter β adalah: Dengan x y X X, X y y y β (x x ) (x y ) y y 2 Dugaan Parameter σ adalah: x y, X x, dan y T x σ e t e t NT Langkah pertama yang dilakukan untuk memperoleh dugaan parameter ρ dan φ adalah dengan mensubsitusikan nilai dugaan dari parameter β dan σ ke dalam fungsi log likelihood pada persamaan (9). sehingga akan diperoleh bentuk fungsi log likelihood sebagai berikut: ln L C NT 2 ln e e 2 ln TφI N+(B B) + (T )ln B Dengan C ln 2π + ln NT Dugaan dari parameter ρ yang akan memaksimumkan fungsi log likelihood diperoleh dengan cara konstanta. ln L 0, dimana φ akan dianggap sebagai NT 2 ln e e 2 ln TφI N+(B B) + (T )ln B Karena nilai log likelihood yang diperoleh merupakan fungsi polinomial terhadap ρ maka solusi ρ menjadi tidak tunggal. Sehingga diperlukan suatu iterasi numerik untuk memperoleh dugaan dari parameter ρ yang akan memaksimumkan fungsi log likelihood. [5] Pada iterasi ini fungsi objektif lnl diaprosimaksikan dengan second order taylor series di sekitar nilai awal ρ (). Untuk log likelihood disekitar nilai parameter awal, yaitu: LnL LnL () + LnL ρ ρ () () + LnL ρ ρ () () 2 Untuk memperoleh kondisi maksimum, fungsi tersebut diturunkan terhadap parameter ρ dengan operasi sebagai berikut: LnL LnL LnL () + LnL () ρ ρ () 0 LnL () + LnL () ρ () ρ () 0 LnL ρ () ρ () LnL () () ρ () ρ () LnL LnL () () ρ () ρ () LnL LnL () () Bila pada persamaan di atas, ρ () menggantikan ρ () maka akan diperoleh ρ () dan begitu seterusnya. Sehingga diperoleh persamaan umumnya sebagai berikut: ρ () ρ () LnL LnL () () Persamaan inilah yang dikenal dengan iterasi newton rapson. Saat iterasi mencapai konvergen yaitu ketika ρ () ρ () atau ρ () ρ () < ε, maka hal ini telah memenuhi syarat first order condition. Untuk menemukan dugaan parameter dari φ dapat dilakukan dengan cara yang sama dengan cara menemukan parameter ρ. Dengan menemukan dugaan dari parameter yang akan memaksimumkan fungsi log likelihood yang diperoleh dengan : 0, dimana ρ akan dianggap sebagai konstanta sehingga: ln L φ NT 2 ln e e 2 ln TφI N+(B B) + (T )ln B φ Bila persamaan log likelihood tersebut dijabarkan maka akan diperoleh bentuk polinomial dari φ sehingga solusi untuk φ juga menjadi tidak tunggal. Seperti halnya mencari penduga parameter ρ, maka diperlukan suatu itersi numerik untuk mendapatkan penduga dari φ yang akan memaksimumkan fungsi log likelihood. Metode numerik yang digunakan untuk menduga parameter φ ini sama seperti metode numerik Newton Rapson Iteration untuk menduga parameter ρ hanya saja parameter ρ diganti dengan parameter φ di setiap langkahnya. SIMPULAN Pendugaan parameter pada tugas akhir ini dilakukan dengan menggunakan metode maximum likelihood. Fungsi log likelihood dari random effect spatial error panel data model adalah, ln L NT 2 ln(2πσ ) 2 lntφi N+(B B) + (T )ln (B) e e Dengan menggunakan fungsi log likelihood di atas diperoleh dugaan parameternya sebagai berikut: φ 3

. Dugaan Parameter β adalah β x x (x y ), Dengan x x X X x, dan y x, X y y y y y 2 y, X y T 2. Dugaan parameter σ adalah σ e t e t 3. Dugaan parameter ρ dan φ tidak dapat dilakukan dengan cara manual. Untuk menduga parameter ini diperlukan suatu iterasi numerik. Hal ini disebabkan karena 0 dan 0 merupakan suatu fungsi polinomial. Dimana fungsi likelihood yang memuat kedua parameter tersebut adalah ln L C ln e e lntφi N+(B B) + (T )ln B REFERENSI [] Abadir, Karim M. and Jan R. Magnus. 2005. Matrix Algebra. New York: Cambridge University Press. [2] Anton, Howart. 987. Elementary Linear Algebra (Terjemahan). Jakarta: Erlangga. [3] Avidati. 2009. Penaksiran Prameter pada Random Effect Spatial Lag Panel Data Model. Departemen Matematika (skripsi), Fakultas. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesi: Depok. [4] Baltagi, Badi H.2005. Econometric Analysis of Panel Data 3 rd ed. Chichester : John Willey & Sons Ltd. [5] Kuraysia, Fera. 203. Pendugaan Parameter pada Random Effect Spatial Error Panel Data Model dengan Penduga Maximum Likelihood. Departemen Matematika (TA), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang: Padang. [5] Fischer, M. Fisher and Arthur Getis. 200. Handbook of Applied Spatial Analysis, software tools, Methods and Application. New York: Springer. [6] Harville, David A. 2008. Matrix Algebra From a Statistician s Persepective. New York: Springer [7] Hoog,Robert V. & Allen. T. Craig. 995.Introduction to Mathematical Statistics. New Jersey: Prentice-Hall Internation [8] Johnson, Richard A. And Dean W. Wichern. 2007. Applied Multivariate Statistical Analysis 6 th ed. New Jersey: Pearson Prentice Hall. [9] Kosasih, Rifki. 2009. Penaksiran Parameter pada Model Regresi Spatial panel data satu arah. Departemen Matematika (skripsi), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Depok. [0] Lesage, James P. 998. Spatial Econometrics. Departement of Economics, University of Toledo. [] Rencher, Alvin C. 2002. Method of Multivariate Analysis, 2nd edition. New York: John wiley and Sons, Inc. [2] Schoot, James R. 997. Matrix Analysis for Statisties. New York: John Willey & Sons. [3] Seber, George A.F. 2008. A Matrix Handbook for Statisticians. New Jersey: John Willey & Sons. [4] Walpole. Ronald. E. and John E. Freund. 987. Mathematical Statistics. New Jersey: A Division of simon & Schuster. 4