Rumus Kimia. Mol unsur =

dokumen-dokumen yang mirip
KONSEP MOL DAN STOIKIOMETRI

Soal 5 Jumlah mol dari 29,8 gram amonium fosfat ((NH4)3PO4) (Ar N = 14, H = 1, dan P = 31) adalah. A. 0,05 mol

STOIKIOMETRI. Massa molekul relatif suatu zat sama dengan jumlah massa atom relatif atomatom penyusun molekul zat tersebut.

Hubungan koefisien dalam persamaan reaksi dengan hitungan

STOKIOMETRI. Kimia Kelas X

LOGO. Stoikiometri. Tim Dosen Pengampu MK. Kimia Dasar

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Kimia

KIMIA TERAPAN STOIKIOMETRI DAN HUKUM-HUKUM KIMIA Haris Puspito Buwono

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR BAB IV STOIKIOMETRI

Materi Pokok Bahasan :

BAB V PERHITUNGAN KIMIA

LOGO STOIKIOMETRI. Marselinus Laga Nur

Stoikiometri. Bab 3. Massa atom merupakan massa dari atom dalam satuan massa atom (sma). Secara Mikro atom & molekul.

MODUL STOIKIOMETRI 1

Konsep Mol : Menghubungkan Dunia Makroskopik dan Dunia Molekular

HUKUM DASAR KIMIA. 2CUO. 28GRAM NITROGEN 52 GRAM MAGNESIUM NITRIDA 3 MG + N 2 MG 3 N 2

BAB 5 HUKUM DASAR KIMIA

Massa atom merupakan massa dari atom dalam satuan massa atom (sma).

Stoikiometri. Berasal dari kata Stoicheion (partikel) dan metron (pengukuran). Cara perhitungan dan pengukuran zat serta campuran kimia.

STOIKIOMETRI. STOIKIOMETRI adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif dari komposisi zat-zat kimia dan reaksi-reaksinya.

6.1 HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA

Antiremed Kelas 10 Kimia

Hukum Dasar Kimia Dan Konsep Mol

KONSEP MOL DAN STOIKIOMETRI

A. HUKUM PERBANDINGAN VOLUM DAN HIPOTESIS AVOGADRO*

STOKIOMETRI BAB. B. Konsep Mol 1. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel. Contoh: Jika Ar Ca = 40, Ar O = 16, Ar H = 1, tentukan Mr Ca(OH) 2!

Stoikhiometri : dan metron = mengukur. Membahas tentang : senyawa) senyawa (stoikhiometri. (stoikhiometri. reaksi)

LATIHAN ULANGAN TENGAH SEMESTER 2

STOIKIOMETRI STOIKIOMETRI

KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI

soal stoikiometri larutan I. KEGIATAN: 1. Logam aluminium sebanyak 2,7 gram direaksikan dengan larutan asam sulfat. Hitunglah: (a) Volume gas yang

WEEK 3, 4 & 5 Bag 3:STOIKIOMETRI. Joko Sedyono Benyamin

MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 10

BAB 2. PERSAMAAN KIMIA DAN HASIL REAKSI

kimia Kelas X KONSEP MOL I K-13 A. Persamaan Reaksi

Emas yang terbentuk sebanyak 20 gram, jika ArAu = 198, maka tentukan Ar M!

kimia ASAM-BASA III Tujuan Pembelajaran

STOIKIOMETRI. Oleh. Sitti Rahmawati S.Pd.

STOIKIOMETRI Konsep mol

Stoikiometri. OLEH Lie Miah

HUKUM DASAR KIMIA DAN STOIKIOMETRI

Tugas Kimia STOIKIOMETRI

Abdul Wahid Surhim 2014

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I STOIKIOMETRI REAKSI

Sumber: Silberberg, Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change

BAB I STOIKHIOMETRI I - 1

LEMBARAN SOAL 4. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : XI IPA ( SEBELAS IPA )

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.

Hukum Dasar Ilmu Kimia Sumber :

BAB IV HUKUM DASAR KIMIA

1. Tentukan Elektron Valensi dari : 100 Fm, 91 Pa, 81 Ti 2. Tentukan Periode dan golongan dari unsur : 72 Hf, 82 Pb, 92 U 3. Bagaimana ikatan Kimia

STOIKIOMETRI LARUTAN. Andian Ari Anggraeni, M.Sc

KATA PENGANTAR. Bangko, sepetember Penyusun

Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran Kimia Kelas X Wacana berikut digunakan untuk menjawab soal no 1 dan 2. Ditentukan 5 unsur dengan konfigurasi

HUKUM DASAR KIMIA DAN PERHITUNGAN KIMIA

Soal dan Jawaban Titrasi Asam Basa

Massa atom merupakan massa dari atom dalam satuan massa atom (sma).

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN MATA PELAJARAN : Kimia

1. Hukum Lavoisier 2. Hukum Proust 3. Hukum Dalton 4. Hukum Gay Lussac & Hipotesis Avogadro

LARUTAN ELEKTROLIT DAN KONSEP REDOKS

Tabel Hasil Analisis Kebenaran Konsep pada Objek Penelitian

Konsep Mol. 1. Jumlah Partikel Dalam 1 Mol Zat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III HASIL PENELITIAN

STOIKIOMETRI. Purwanti Widhy H, M.Pd

STOIKIOMETRI _KIMIA INDUSTRI_ DEWI HARDININGTYAS, ST, MT, MBA WIDHA KUSUMA NINGDYAH, ST, MT AGUSTINA EUNIKE, ST, MT, MBA

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

LEMBARAN SOAL 11. Mata Pelajaran : KIMIA Sat. Pendidikan : SMA Kelas / Program : X ( SEPULUH )

SKL 2 RINGKASAN MATERI. 1. Konsep mol dan Bagan Stoikiometri ( kelas X )

wanibesak.wordpress.com 1

Soal Hukum Dasar Kimia Kelas X

1. Manakah dari spesi berikut dapat bertindak sebagai asam dan basa menurut teori Brorsted-Lowry :

UH : SIFAT KOLIGATIF LARUTAN KODE SOAL : A

MATERI adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang ( punya volume )

Amin Fatoni, M.Si 2008

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Antiremed Kelas 10 KIMIA

Fraksi mol adalah perbandingan antara jumiah mol suatu komponen dengan jumlah mol seluruh komponen yang terdapat dalam larutan.

D. Ag 2 S, Ksp = 1,6 x E. Ag 2 CrO 4, Ksp = 3,2 x 10-11

Bab IV Hukum Dasar Kimia

PETA KONSEP LAJU REAKSI. Percobaan. Waktu perubahan. Hasil reaksi. Pereaksi. Katalis. Suhu pereaksi. Konsentrasi. Luas. permukaan.

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia

Reaksi Oksidasi-Reduksi

PEMBAHASAN SOAL KIMIA KSM PROVINSI 2016 Oleh Urip Rukim ( JENJANG MADRASAH ALIYAH SELEKSI TINGKAT PROVINSI KOMPETISI SAINS MADRASAH

a. Ion c. Molekul senyawa e. Campuran b. Molekul unsur d. Unsur a. Air c. Kuningan e. Perunggu b. Gula d. Besi

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SOAL SELEKSI NASIONAL TAHUN 2006

Sebutkan data pada kalor yang diserap atau dikeluarkan pada sistem reaksi!

LARUTAN. Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit, sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat dalam jumlah banyak.

SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

OLIMPIADE KIMIA INDONESIA

D. 2 dan 3 E. 2 dan 5

KUMPULAN SOAL-SOAL KIMIA LAJU REAKSI

NME D3 Sperisa Distantina BAB III NERACA MASSA DENGAN REAKSI KIMIA

Reaksi dan Stoikiometri Larutan

3. Manfaat BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang. 2. Tujuan

LEMBAR AKTIVITAS SISWA ( LAS )

BAB III TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kelompok mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal stoikiometri.

Kimia Study Center - Contoh soal dan pembahasan tentang hidrolisis larutan garam dan menentukan ph atau poh larutan garam, kimia SMA kelas 11 IPA.

Transkripsi:

Rumus Kimia Menentukan Rumus Kimia Zat Rumus kimia zat dapat dibedakan menjadi rumus empiris dan rumus molekul. Rumus empiris dapat ditentukan dengan menghitung mol komponen penyusun zat dengan menggunakan massa molar. Sedangkan rumus molekul dapat ditentukan jika rumus empiris dan massa molekul relatif (Mr ) zat diketahui. Rumus empiris Untuk menentukan rumus empiris suatu senyawa yang hanya memiliki massa dari komponen penyusunnya digunakan rumus sebagai berikut. massa unsur x gram Mol unsur atau n massa molar Ar ( g / mol) Suatu sampel senyawa mengandung 7 gram unsur aluminium dan 4 gram unsur oksigen. Tentukanlah rumus empirisnya jika diketahui Ar Al 7 dan O 16. massa Al 7 g Mol Al 1 mol Al massa molar Al 7 g / mol massa O 4 g Mol O 1,5 mol O massa molar O 16 g / mol Dengan menggunakan perbandingan mol Al mol O maka mol Al mol O 1 1,5 Jadi, rumus empiris sampel senyawa tersebut adalah AlO. Suatu senyawa hidrokarbon memiliki komposisi zat 80% unsur karbon dan 0% unsur hidrogen. Tentukan rumus empirisnya jika Ar C 1 dan Ar H 1. Rumus empiris ditentukan dari persentase komposisi senyawa yang dianggap memiliki massa 100 g. mol C mol H 80 g 1 g / mol 0 g 1 g / mol 1

0 mol 0 mol 1 mol mol Rumus empiris senyawa hidrokarbon tersebut adalah CH. Contoh soal Menentukan Rumus Empiris Berdasarkan Persen Massa Unsur-unsur Penyusun Zat Vanila yang digunakan untuk memberi cita rasa makanan mempunyai komposisi 6,% C, 5,% H, dan 1,6% O (Ar C 1, H 1, dan O 16). Tentukan rumus empirisnya! Untuk menentukan rumus empiris vanila, kita menghitung perbandingan mol C, H, dan O. Misalkan dalam 100 gram sampel vanila. Mol C Mol H Mol O massa C 6, g massa molar C 1 g / mol massa H 5, g massa molar H 1 g / mol massa O 1,6 g massa molar O 16 g / mol 5,7 mol C 5, mol H 1,98 mol O Diperoleh perbandingan mol C H O 5,7 5, 1,98,66,66 1 8 8 Jadi, rumus empiris vanila adalah C8H8O. Menentukan Rumus Molekul Zat Pada dasarnya rumus molekul merupakan kelipatan-kelipatan dari rumus empirisnya. Untuk menentukan rumus molekul maka (rumus empiris)n rumus molekul dengan n bilangan bulat Nilai n dapat ditentukan jika rumus empiris dan massa molekul relatif (Mr ) zat diketahui. Mr rumus molekul n (Mr rumus empiris)

Suatu senyawa dengan rumus empiris CH (Ar C 1 dan H 1) mempunyai Mr 6. Tentukan rumus molekul senyawa tersebut! Mr n (Ar C + Ar H) 6 n (1 + 1) 6 n 1 n Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah (CH) CH. Suatu senyawa (Mr 46 g/mol) mengandung massa senyawa (g) 5,14% C; 1,0% H; dan 4,75% O. Tentukan rumus molekul senyawa tersebut jika diketahui Ar H 1, C 1, dan O 16. Rumus empiris ditentukan dari persentase komposisi senyawa yang dianggap memiliki massa 100 g. mol C mol H mol O 5,14 g 1,0 g 4,75 g 1 g / mol 1 g / mol 16 g / mol 4,4 1,0,17 6 1 Rumus empiris senyawa tersebut adalah CH6O. Rumus molekul (CH6O)n dengan n bilangan bulat adalah Mr senyawa 46 (( Ar C) + (6 Ar H) + (1 Ar O))n (( 1) + (6 1) + (1 16))n (4 + 6 +16)n 46n n 1 Rumus molekul senyawanya adalah CH6O. Senyawa hidrokarbon (Mr 56) mengandung 4 g unsur karbon dan 4 g unsur hidrogen. Tentukan rumus molekul senyawa jika Ar C 1 dan H 1. mol C mol H 4 g 1 g / mol 4 g 1 g / mol mol 4 mol 1 Rumus empiris senyawa tersebut adalah CH.

Rumus molekul (CH)n dengan n bilangan bulat adalah Mr (CH)n 56 (Ar C + ( Ar H))n 56 (1 + ( 1))n 56 14n 56 n 4 Rumus molekul senyawanya adalah C4H8. Arti Koefisien Reaksi Koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah partikel dari zat yang terlibat dalam reaksi. Oleh karena 1 mol setiap zat mengandung jumlah partikel yang sama, maka perbandingan jumlah partikel sama dengan perbandingan jumlah mol. Jadi, koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi. Untuk reaksi N(g) + H(g) NH(g) Artinya koefisien reaksinya menyatakan bahwa 1 molekul N bereaksi dengan molekul H membentuk molekul NH atau 1 mol N bereaksi dengan mol H menghasilkan mol NH (koefisien 1 tidak pernah ditulis) Dengan pengertian tersebut, maka banyaknya zat yang diperlukan atau dihasilkan dalam reaksi kimia dapat dihitung dengan menggunakan persamaan reaksi yang sudah disetarakan. Apabila jumlah mol salah satu zat yang bereaksi diketahui, maka jumlah mol zat yang lain dalam reaksi itu dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan koefisien reaksinya. Aluminium larut dalam larutan asam sulfat menghasilkan larutan aluminium sulfat dan gas hidrogen. Persamaan reaksinya Al(s) + HSO4(aq) Al(SO4)(aq) + H(g) Berapa mol gas hidrogen dan mol larutan aluminium sulfat yang dihasilkan jika digunakan 0,5 mol aluminium? Dari persamaan reaksi Al(s) + HSO4(aq) Al(SO4)(aq) + H(g) 0,5 mol?? diketahui perbandingan koefisien Al HSO4 Al(SO4) H 1 Jumlah mol H koefisien H koefisien Al x mol Al x 0,5 mol 0,75 mol 4

Jumlah mol Al(SO4) koefisien Al ( SO4) x mol Al koefisien Al 1 x 0,5 mol 0,5 mol Jadi, Al(s) + HSO4(aq) Al(SO4)(aq) + H(g) 0,5 mol 0,5 mol 0,75 mol Pereaksi Pembatas Di dalam suatu reaksi kimia, perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Hal ini menyebabkan ada zat pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu. Pereaksi demikian disebut pereaksi pembatas. Satu mol larutan natrium hidroksida (NaOH) direaksikan dengan 1 mol larutan asam sulfat (HSO4) sesuai reaksi NaOH(aq) + HSO4(aq) NaSO4(aq) + HO(l) Tentukan a. pereaksi pembatas b. pereaksi yang sisa c. mol NaSO4 dan mol HO yang dihasilkan a. Mol masing-masing zat dibagi koefisien, kemudian pilih hasil bagi yang kecil sebagai pereaksi pembatas. 1 mol mol NaOH mol NaOH koefisien NaOH 0,5 mol mol H SO 1 mol 4 mol HSO4 koefisien H SO4 1 1 mol Karena hasil bagi NaOH < HSO4, maka NaOH adalah pereaksi pembatas, sehingga NaOH akan habis bereaksi lebih dahulu. NaOH(aq) + HSO4(aq) NaSO4(aq) + HO(l) Mula-mula 1 mol 1 mol 0 0 Bereaksi ( 0,5) (1 0,5) 1 mol 0,5 mol Sisa 1 1 0 1 0,5 0,5 mol 0,5 mol 1 mol b. pereaksi yang sisa adalah HSO4 c. mol NaSO4 yang dihasilkan 0,5 mol mol HO yang dihasilkan 1 mol 5

Perhatikan persamaan reaksi berikut. N(g) + H(g) NH(s) Jika 1 mol N direaksikan dengan mol H, tentukan a. pereaksi pembatas, b. jumlah mol yang tersisa, c. jumlah mol NH. a. Berdasarkan koefisien reaksi maka 1 mol mol N mol N koefisien N 1 1 mol mol H mol mol H koefisien H 0,67 mol Sehingga H merupakan pereaksi pembatasnya karena habis bereaksi. b. Karena pada N hanya 0,67 mol yang dipakai dalam reaksinya maka jumlah mol N bersisa sebanyak 1 0,67 mol 0, mol c. Jumlah mol NH koefisien mol NH x jumlah mol pereaksi pembatas koefisien pereaksi pembatas x mol 1, mol. Hasil Teoritis, Hasil Nyata dan Persen Hasil Hasil teoritis suatu reaksi adalah jumlah hasil reaksi yang dihitung dari sejumlah pereaksi yang ada dari awal reaksi dilakukan. Hasil nyata adalah jumlah hasil yang secara nyata dihasilkan dalam sebuah reaksi kimia yang sebenarnya. Persen hasil merupakan perbandingan hasil nyata dengan hasil teoritis. Ada reaksi yang hasilnya hampir sama dengan hasil teoritis dan reaksi tersebut dikatakan bereaksi secara kuantitatif. Pada reaksi-reaksi senyawa organik, kebanyakan hasil reaksi (hasil nyata) lebih kecil dibandingkan hasil teoritis. Hal ini karena reaksi tidak berjalan sempurna, ada reaksi-reaksi saingan yang dapat mengurangi hasil reaksi atau dapat juga terjadi kehilangan zat selama penanganan. 6

Contoh Soal Dari reaksi 1,00 mol CH4 dengan Cl berlebih, diperoleh 8,5 g CCl4. Berapakah hasil teoritis, hasil nyata dan persen hasil reaksi tersebut? (Mr CCl4 154 gram/mol) CH4 + 4 Cl CCl4 + 4 HCl Hasil teoritis Bila dilihat dari persamaan reaksi, dari 1 mol CH4 diharapkan dapat diperoleh 1 mol CCl4. Karena massa molar CCl4 154 gram/mol, maka massa CCl4 154 gram. Hasil nyata Dari reaksi yang terjadi, hasil nyata 8,5 gram. 8,5 gram CCl4 Persen hasil x 100 % 54, % 154 gram CCl 4 7