BAB VI SUHU DAN KALOR

dokumen-dokumen yang mirip
Berlaku Perbandingan. A. Konsep Suhu

RINGKASAN MATERI KALOR, PERUBAHN WUJUD DAN PERPINDAHAN KALOR

S.U.H.U. D.A.N. K.A.L.O.R.

SUHU DAN KALOR PERAMBATAN KALOR

PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1

II LANDASAN TEORI 2.1 Persamaan Dasar Fluida

Faradina GERAK LURUS BERATURAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan

ARUS DAN TEGANGAN BOLAK BALIK

1.4 Persamaan Schrodinger Bergantung Waktu

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

BAB I PENDAHULUAN. salad ke piring setelah dituang. Minyak goreng dari kelapa sawit juga memiliki sifat

MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks)

BAB 2 KINEMATIKA. A. Posisi, Jarak, dan Perpindahan

LIMIT FUNGSI. 0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 1

BAB 2 LANDASAN TEORI

=====O0O===== c) Tumbukan tidak lenting, e = 0 A. MOMENTUM DAN TUMBUKAN. Hukum kekekalan energi kinetik tidak berlaku.

=====O0O===== Gerak Vertikal Gerak vertikal dibagi menjadi 2 : 1. GJB 2. GVA. A. GERAK Gerak Lurus

Integral dan Persamaan Diferensial

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)

BAB VIII DAYA PADA RANGKAIAN RLC

x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. SAINTEK Fisika Kode:

Bab II Dasar Teori Kelayakan Investasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MODUL 1 RANGKAIAN THEVENIN, PEMBEBANAN DAN ARUS TRANSIEN

FIsika KTSP & K-13 KINEMATIKA. K e l a s A. VEKTOR POSISI

KINEMATIKA GERAK DALAM SATU DIMENSI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode

BAB II TINJAUAN TEORITIS

KINEMATIKA GERAK LURUS

BAB X GERAK LURUS. Gerak dan Gaya. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas VII 131

Fisika EBTANAS Tahun 1988

Soal-Jawab Fisika OSN 2015

Tryout SBMPTN. Fisika. 2 v

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa

RANK DARI MATRIKS ATAS RING

GERAK LURUS BESARAN-BESARAN FISIKA PADA GERAK KECEPATAN DAN KELAJUAN PERCEPATAN GLB DAN GLBB GERAK VERTIKAL

Darpublic Nopember 2013

PERTEMUAN 2 KINEMATIKA SATU DIMENSI

BAB KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR

3. Kinematika satu dimensi. x 2. x 1. t 1 t 2. Gambar 3.1 : Kurva posisi terhadap waktu

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

FISIKA. Sesi INTI ATOM A. STRUKTUR INTI

BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian dunia telah menjadi semakin saling tergantung pada

KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan

BAB 3 MODEL LEE-CARTER

FISIKA. Kelas X GLB DAN GLBB K13 A. GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

BAB III METODE PENELITIAN

B a b 1 I s y a r a t

BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan

PENGUJIAN HIPOTESIS. pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi.

Arus Bolak-Balik. Tegangan dan arus bolak balik dapat dinyatakan dalam bentuk

KUAT ARUS DAN BEDA POTENSIAL Kuat arus adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu penghantar tiap detik.

Pekan #3. Osilasi. F = ma mẍ + kx = 0. (2)

IR. STEVANUS ARIANTO 1

III. METODE PENELITIAN

Fisika EBTANAS Tahun 1995

BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada

BAB III POWER MESIN TEKUK YANG DIBUTUHKAN UNTUK PROSES PENEKUKAN ACRYLIC

Fisika Proyek Perintis I Tahun 1979

KISI-KISI SOAL. : Gerak Pada Makhluk Hidup dan Benda. : 2 jam pelajaran

SOAL UN FISIKA PAKET B. 1. Tebal balok diukur dengan menggunakan jangka sorong seperti gambar!

BAB III METODE PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian W.C Rontgen, Henry Becquerel pada tahun 1896 bermaksud menyelidiki sinar X, tetapi secara kebetulan ia menemukan gejala

BAHAN AJAR GERAK LURUS KELAS X/ SEMESTER 1 OLEH : LIUS HERMANSYAH,

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat

PERBANDINGAN PERAMALAN METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING SATU PARAMETER BROWN DAN METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING DUA PARAMETER HOLT

2014 LABORATORIUM FISIKA MATERIAL IHFADNI NAZWA EFEK HALL. Ihfadni Nazwa, Darmawan, Diana, Hanu Lutvia, Imroatul Maghfiroh, Ratna Dewi Kumalasari

Matematika EBTANAS Tahun 1988

Fisika Dasar. Gerak Jatuh Bebas 14:12:55. dipengaruhi gaya. berubah sesuai dengan ketinggian. gerak jatuh bebas? nilai percepatan gravitasiyang

ARUS,HAMBATAN DAN TEGANGAN GERAK ELEKTRIK

BAB II TEORI DASAR ANTENA

Soal UN Fisika Paket A. 01. Tebal balok diukur dengan menggunakan jangka sorong seperti gambar!

BAB IV PERHITUNGAN NUMERIK

ENERGI LISTRIK Tujuan : Menentukan faktor faktor yang mempengaruhi besar energi listrik

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

0,9 2,9 0,95 2,95 0,99 2,99 1 Tidak terdefinisi 1,01 3,01 1,05 3,05 1,1 3,1 Gambar 7.1

KINETIKA KIMIA LAJU DAN MEKANISME DALAM REAKSI KIMIA. Disampaikan oleh : Dr. Sri Handayani 2013

BAB 2 LANDASAN TEORI

Relasi LOGIK FUNGSI AND, FUNGSI OR, DAN FUNGSI NOT

Analisis Rangkaian Listrik Di Kawasan s

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Disini tujuan akhir yang ingin dicapai penulis adalah pembuatan suatu aplikasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1 dz =... Materi XII. Tinjaulah integral

DAFTAR ISI. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Kunci Jawaban DAFTAR PUSTAKA... 41

SOAL-JAWAB UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015 TINGKAT KABUPATEN / KOTA FISIKA. Waktu : 3 jam

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang

Penyerapan Energi Radiasi

YAYASAN WIDYA BHAKTI SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA TERAKREDITASI A

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Transkripsi:

BAB VI SUHU DAN KALOR STANDAR KOMPETENSI : 5. Meneapkan konsep dan prinsip kalor, konservasi energi dan suber energi dengan berbagai perubahannya dala esin kalor. Kopeensi Dasar : 5.1 Melakukan percobaan yang berkaian dengan kalor. Indikaor : Menganalisis pengaruh kalor erhadap suhu dan wujud benda Menerapkan asas Black secara kuaniaif Menjelaskan perisiwa berubahnya wujud dan karakerisiknya sera eberikan conohnya dala kehidupan sehari-hari Meberikan gabaran enang fakor yang epengaruhi perisiwa perubahan wujud Meaparkan fakor-fakor yang epengaruhi besar peuaian za pada, za cair dan gas Mebedakan besar peuaian (panjang, luas, dan volue) pada berbagai za secara kuaniaif. MATERI : S U H U Suhu aau eperaur didefinisikan sebagai deraja panasdinginnya suau benda. Suhu secara fisis sesungguhnya adalah ukuran energi kineik raa-raa parikel dala suau benda. Ala unuk engukur suhu adalah eroeer, erbua dari bahan yang eiliki sifa eroerik (erjadi perubahan (ungkin voluenya, resisansinya, dsb) jika suhu berubah). Jenis dan paparan skala pada eroeer ada beberapa aca, coba sebukan?. Pada prinsipnya seua eroeer epunyai acuan yang saa dala eneapkan skala. Yaiu iik lebur es urni dipakai sebagai iik eap bawah, sedangkan suhu uap di aas perukaan air yang sedang endidih pada ekanan 1 a sebagai iik eap aas. 59

Teroeer elcius enandai iik eap bawah dengan angka dan iik eap aas dengan 1, jarak anara kedua iik eap dibagi aas 1 skala dan iap bagian adalah 1. Teroeer Reaur enggunakan skala dari R sapai dengan 8 R. Pada Teroeer Fahrenhei iik lebur es diberi angka 32 F dan iik didih air diberi angka 212 R sehingga eiliki range 18 skala. Sedangkan skala Kelvin yang disepakai sebagai sauan Inernasional eiliki skala dari 273 K sapai dengan 373 K. Karena acuannya saa, aka iap-iap eroeer dapa dikalibrasi skalanya dengan eroeer lainnya. R F 1 8 212 373 K 1 8 8 1 skala skala skala skala 32 273 Gabar 1. Perbandingan beberapa skala eroeer Misalkan, hubungan anara : skala Fahrenhei dan skala elcius dapa dinyaakan dengan persaaan : F : = 18 : 1 = 9 : 5 (T F 32) : T = 9 : 5 6

skala Kelvin dan skala elcius eenuhi persaaan T K = 273 + T skala Reaur dan skala elcius eenuhi persaaan Diana : T R = 4/5. T T = suhu yang dikalibrasi Soal : 1. Definisikan pengerian suhu nol ulak? 2. Suhu suau za diukur enggunakan eroeer Reaur enunjukkan skala 6, aka bila dikalibrasikan pada eroeer elcius, Fahrenhei, dan Kelvin asing-asing enunjuk skala. 3. Teroeer elcius dan Fahrenhei enunjuk skala yang saa pada suhu. 4. Teroeer A yang elah diera enunjuk angka 3 pada iik beku air dan 8 pada iik didih air. Suhu 5 A saa dengan. 5. Suau za diukur suhunya dengan eroeer Reaur enunjuk angka 6 R, apabila za iu diukur suhunya dengan eroeer yang epunyai iik eap bawah -1 X dan iik eap aas 11 X akan enunjuk skala. X 61

K A L O R Kalor adalah salah sau benuk energi yang engalir karena adanya perbedaan suhu dan aau karena adanya suau usaha pada sise. Kalor epunyai sauan kalori, sau kalori didefinisikan sebagai kalor yang dibuuhkan oleh 1 gra air unuk enaikkan suhunya 1. Dala sise SI sauan kalor adalah joule. Sau kalori seara dengan 4,18 joule. Besaran kalor (Q) secara aeais : Q =. T =.c. T Q = julah kalor, sauannya kalori aau joule (J) = kapasias kalor, sauannya kalori/ = assa benda, sauannya gra aau kilogra c = kalor jenis, sauannya kalori/gr. T = perubahan suhu, sauannya PERUBAHAN WUJUD ZAT Kia kenal ada iga wujud za, yaiu : pada, cair, dan gas. Pada uunya seua za pada suhu dan ekanan erenu dapa berubah dari sau wujud ke wujud yang lain. Misalkan air ( H 2 O ) pada wujud pada berupa es, dala wujud cair berupa air, dan dala wujud gas berupa uap. 62

Pada encair engkrisal ebeku enyubli air enguap engebun Gas Gabar 2. Skea perubahan wujud za. Julah kalor yang diperlukan unuk berubah wujud disebu kalor peleburan, besar kalor peleburan : Q =.L Q L = kalor lebur = kalor beku, sauannya joule. = assa za, sauannya kg. = kalor lebur, sauannya joule/kg. Apabila dibua grafik unuk perubahan wujud es (pada) enjadi air (cair) dan keudian enjadi uap (gas) dapa digabarkan sebagai beriku : 1 suhu (T ) endidih UAP AIR elebur ES Gabar 3. Perubahan wujud es-air-uap 63

ASAS BLAK Jika ada dua aca za yang berbeda suhunya dicapurkan aau disenuhkan, aka za yang suhunya lebih inggi akan elepas kalor yang saa banyaknya dengan kalor yang diserap oleh za yang suhunya lebih rendah. Q lepas = Q serap Kekekalan energi pada perukaran kalor seperi persaaan di aas peraa kali dikeukakan oleh Black seorang iluwan Inggris. Soal : Unuk engerjakan soal beriku gunakan konsana beriku : Kalor lebur es 8 kal/gr; panas jenis es,5 kal/gr. ; kalor jenis air 1 kal/gr. ; kalor uap air 54 kal/gr. 1. Unuk enaikkan suhu aluiniu yang epunyai assa 2 gra dari 298 K enjadi 348 K diperlukan kalor 84 joule. Tenukan kalor 1 1 jenis aluiniu.j.kg K. 2. Kalor lebur suau za 8 kal/gr, aka kalor yang diperlukan unuk elebur 2 kg za ersebu adalah kalori. 3. Berapa kalor yang diperlukan unuk engubah 1 gra es pada enjadi air yang suhunya 2. 4. Berapa kalori yang dibuuhkan unuk enaikkan 1 gra es yang suhunya 5 enjadi uap yang suhunya 1. 5. 1 kg air yang suhunya 8 dicapur dengan 5 kg air yang suhunya 2. Suhu akhir capuran adalah. 64

6. 1 gr es pada suhu dicapur dengan 2 gra air pada suhu 5. Jika suhu akhir capuran 1, enukan kalor lebur es? PENGARUH KALOR DAN PERUBAHAN SUHU PADA SIFAT ZAT 1. Peuaian Za Uunya seiap bahan euai bila engalai kenaikan suhu, peuaian iu dialai oleh seua bagian bahan ersebu, naun arah peuaian sanga erganung pada benuk dan ukuran bagian-bagian ersebu. Sebagai conoh rel kerea api akan cenderung berabah panjang bila euai, sehingga dala peasangannya sabungan rel dibua agak renggang. a. Peuaian Panjang. Menuru hasil percobaan, perubahan panjang ( l ) bahan dipengaruhi oleh panjang awal bahan ( L ) bahan dan perubahan suhu ( ). Sehingga disipulkan : aka L = α. L. L L. aau = L (1+ α. ) L b. Peuaian Luas. Perabahan luas yang dialai suau benda luasan (keping ipis) karena perubahan suhu disebu peuaian luas, diruuskan : A = β. A. A A A = β. A. = A (1 + β. ) A = luas seelah engalai peanasan, sauannya 2 A = luas benda sebelu peanasan, sauannya 2 65

1 β = koefisien uai luas sauannya K dan β = 2α = perubahan suhu, sauannya K c. Peuaian Ruang Za yang berbenuk ruang erenu, isalnya : kubus, balok, aau bola bila dinaikkan suhunya, ukuran ruang (volue) akan berabah. Besar perubahan volue benda : V = γ. V V V V. = γ. V. = V (1 + γ. ) V = volue benda seelah engalai peanasan, sauannya 3 V γ = volue benda sebelu peanasan, sauannya 1 = koefisien uai volue sauannya K dan γ = 3α aau γ = 3/ 2.β = perubahan suhu, sauannya K 3 d. Peuaian Gas Seperi halnya peuaian pada za cair, pada gas juga hanya dikenal peuaian volue. Besar perubahan volue gas eenuhi persaaan : V = γ. V. 1 Nilai koefisien uai volu unuk seua gas, yaiu γ = 273K Sehingga : V T V = 273K 66

Eksperien : MUAI PANJANG A. Tujuan Percobaan : 1. Menenukan perabahan panjang baang. 2. Menenukan harga koefisien uai panjang loga. B. Ala yang Digunakan : 1. Baang loga dengan penunjuk (ala uai panjang) 2. Pebakar Bunsen enggunakan spirius 3. Misar 4. Busur deraja. Susunan ala : D. Jalannya Percobaan : 1. Siapkan ala uai panjang (jika ungkin iga jenis baang loga). 2. Ukurlah panjang ula-ula dan suhu awal baang. 3. Bakarlah keiga baang dengan pebakar bunsen. 4. Ukurlah sudu yang dibenuk jaru penunjuk dan suhu akhir baang. 5. Liha abel/anyakan pada pebibing harga koefisien uai panjang baang loga yang digunakan. 6. Bandingkan harga koefisien uai panjang hasil eksperien dengan harga yang erera pada abel. 67

Soal : 1. Sebaang rel kerea api panjangnya 1 dan suhu awalnya 3. Karena gesekan dengan roda kerea api suhu rel enjadi 6. Jika koefisien uai panjang rel 1,1.1 K 5 1, enukan jarak renggang inial yang aan pada iap sabungan rel agar idak engalai pebengkokan pada suhu 6? 2. Sebuah baang loga ula-ula epunyai panjang 1, seelah dipanaskan hingga perubahan suhunya 1 K baang berabah panjang 1/5.. Koefisien uai panjang baang loga ersebu adalah. 3. Sebaang perak suhu awalnya 4 dipanaskan sehingga suhunya naik enjadi 9. Seelah dielii ernyaa baang perak ersebu berabah panjang,19. Jika koefisien uai panjang perak 19.1 6 1. Berapakah panjang ula-ula baang perak? 4. Keping ebaga panjang 1 c, lebar 1 c, dan suhunya 2. Bila koefisien uai panjang ebaga 1,8.1 K 5 1 ersebu bila suhunya dinaikkan enjadi 8?. Berapakah luas keping 5. Suau balok besi berukuran 4 c x 1 c x 5 c. Hiunglah perubahan volue keika eperaurnya dinaikkan dari 15 ke 65! 5 (dikeahui koefisien uai panjang besi 1 / ) 6. Suau gas voluenya 27,3 lier, keudian suhunya dinaikkan sebesar 2 K. Berapakah perabahan volu gas ersebu? 68