MATEMATIKA DASAR (Validitas Pembuktian)

dokumen-dokumen yang mirip
KUANTOR. A. Fungsi Pernyataan

Matematika Industri I

MATEMATIKA DASAR (Ekivalensi dan Kuantifikasi)

Argumen premis konklusi jika dan hanya jika Tautolog

PETA PERKULIAHAN MATA KULIAH : LOGIKA MATEMATIKA KODE MATA KULIAH : GD 321. SEMESTER : GANJIL (5) DOSEN : MAULANA, S.Pd., M.Pd.

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb.

MAKALAH RANGKUMAN MATERI LOGIKA MATEMATIKA : NURHIDAYAT NIM : DBC

BAB III DASAR DASAR LOGIKA

EKSKLUSIF OR (XOR) DEFINISI

MATEMATIKA DISKRIT. Logika

ARGUMENTASI. Kalimat Deklaratif Kalimat Deklaratif (Proposisi) adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya.

LOGIKA MATEMATIKA Talisadika Maifa

DASAR DASAR LOGIKA. Kalimat Deklaratif (Proposisi) adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya.

LOGIKA MATEMATIKA. d. 6 + a > -4 e. 7 adalah faktor dari 63. c. 4 x 6 2. Tentukan variabel dan himpunan penyelesaian dari: a.

BEBERAPA PRINSIP-PRINSIP LOGIKA SMTS 1101 / 3SKS

PENARIKAN KESIMPULAN/ INFERENSI

MATEMATIKA DASAR (Himpunan Terurut Parsial (Poset))

Logika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

LOGIKA SIMBOLIK. Bagian II. September 2005 Pengantar Dasar Matematika 1

MATEMATIKA DASAR (Kardinalitas)

Program Studi Teknik Informatika STMIK Tasikmalaya

Logika Matematika BAGUS PRIAMBODO. Silogisme Silogisme Hipotesis Penambahan Disjungsi Penyederhanaan Konjungsi. Modul ke: Fakultas FASILKOM

MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT

kusnawi.s.kom, M.Eng version

Logika Matematika. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI

1.3 Pembuktian Tautologi dan Kontradiksi. Pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar bagaimanapun nilai proposisi

PENGERTIAN. Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.

Materi 4: Logika. I Nyoman Kusuma Wardana. STMIK STIKOM Bali

PROPOSISI MAJEMUK. dadang mulyana

Argumen 1. Contoh 1. Saya akan pergi bekerja hari ini atau besok. Saya tidak keluar rumah hari ini. Jadi, saya akan pergi bekerja besok.

BAB IV LOGIKA A. Pernyataan B. Operasi uner

Bab 5 Proposisi Lanjutan 29 BAB V PROPOSISI LANJUTAN TUJUAN PRAKTIKUM TEORI PENUNJANG

LOGIKA MATEMATIKA I. PENDAHULUAN

Logika Matematika BAGUS PRIAMBODO. Tautologi dan Kontradiksi Argumen 1/Penarikan kesimpulan yang valid: modus ponen, modus tolen.

LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd

Logika Proposisi. Adri Priadana ilkomadri.com

I. PERNYATAAN DAN NEGASINYA

Logika Matematika. Logika Matematika. Jurusan Informatika FMIPA Unsyiah. September 26, 2012

PENALARAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF

RUMUS-RUMUS TAUTOLOGI. (Minggu ke-5 dan 6)

ATURAN INFERENSI. Dr. Julan HERNADI & (Asrul dan Enggar) Pertemuan 6 FONDASI MATEMATIKA. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unmuh Ponorogo

BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA

PEMBUKTIAN MATEMATIKA

Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).

ARGUMEN DAN METODE PENARIKAN KESIMPULAN

CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

LOGIKA Matematika Industri I

Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).

ARGUMEN DAN METODE DEDUKSI. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI

LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom

CHAPTER 5 INDUCTION AND RECURSION

DASAR-DASAR LOGIKA. Pemetaan Dasar. Sujanti, M.Ikom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Program Studi Hubungan Masyarakat

LOGIKA MATEMATIKA (Pendalaman Materi SMA)

PENDEKATAN IDENTIFIKASI LOGIK UNTUK MENGATASI KESULITAN MAHASISWA DALAM MEMAHAMI DEFINISI DAN TEOREMA PADA STRUKTUR ALJABAR LANJUT 1

BAB 4 PROPOSISI. 1. Pernyataan dan Nilai Kebenaran

Silogisme Hipotesis Ekspresi Jika A maka B. Jika B maka C. Diperoleh, jika A maka C

BAB II TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN

PERTEMUAN KE 3 F T T F T F T F

BAB I PENDAHULUAN. a. Apa sajakah hukum-hukum logika dalam matematika? b. Apa itu preposisi bersyarat?

Matematika Diskrit LOGIKA

IMPLEMENTASI STRATEGI PERLAWANAN UNTUK PEMBUKTIAN VALIDITAS ARGUMEN DENGAN METODE REDUCTIO AD ABSURDUM

kusnawi.s.kom, M.Eng version

Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada 1

Logika Matematik. Saripudin, M.Pd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

6. LOGIKA MATEMATIKA

MateMatika Diskrit. Logika (logic) STMIK Parna Raya Manado Ir. Hasanuddin Sirait, M.T

MODUL 3 OPERATOR LOGIKA

BAB 2 PENGANTAR LOGIKA PROPOSISIONAL

LOGIKA MATEMATIKA. MATEMATiKA DISKRET S1-SISTEM INFORMATIKA STMIK AMIKOM. proposisi conjungsi tautologi inferensi

Logika Proposisi 1. Definisi 1. (Proposisi) Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya sekaligus.

- Mahasiswa memahami dan mampu membuat kalimat, mengevaluasi kalimat dan menentukan validitas suatu kalimat

Logika Matematika. ILFA STEPHANE, M.Si. September Teknik Sipil dan Geodesi Institut Teknologi Padang

Latihan Materi LOGIKA MATEMATIKA. 1. Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika

BAB I DASAR-DASAR LOGIKA

Logika & Himpunan 2013 LOGIKA MATEMATIKA. Oleh NUR INSANI, M.SC. Disadur dari BUDIHARTI, S.Si.

PERNYATAAN (PROPOSISI)

Logika Proposisi. Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic)

Logika hanya berhubngan dengan bentukbentuk logika dari argumen-argumen, serta penarikan kesimpulan tentang validitas dari argumen tersebut.

MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA

BAB 5 TAUTOLOGI. 1. Pendahuluan. 2. Evaluasi validitas argumen

BAB I LOGIKA MATEMATIKA

Pengantar Logika. Didin Astriani Prasetyowati, M.Stat UIGM

Contoh : 1..Buktikan bahwa untuk semua bilangan bulat n, jika n adalah bilangan ganjil, maka n 2 adalah bilangan ganjil! Jawab :

NAMA LAMBANG KATA PERNYATAAN LOGIKANYA PENGHUBUNG

BAB I TAUTOLOGI DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBUKTIAN

Keterampilan Berpikir Kritis dengan Prinsip Logika

LOGIKA MATEMATIKA. Pernyataan

LOGIKA MATEMATIKA. Tabel kebenarannya sbb : p ~ p B S S B

PENDEKATAN IDENTIFIKASI LOGIK DALAM PERKULIAHAN STRUKTUR ALJABAR (The Logical Identification Approach on the Subject of Abstract Algebra)

Jadi penting itu baik, tapi jadi baik jauh lebih penting

Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan (statements).

BAB 1. Logika. Benteng kehidupan yang terkuat adalah kebenaran. (Anonim)

LOGIKA. Logika Nilai kebenaran pernyataan majemuk Ingkaran suatu pernyataan Penarikan kesimpulan. A. Pernyataan, Kalimat Terbuka, Ingkaran.

Logika Matematika. Bab 2: Kalkulus Proposisi. Andrian Rakhmatsyah Teknik Informatika STT Telkom Lab. Sistem Komputer dan Jaringan

PERTEMUAN Logika Matematika

DASAR-DASAR LOGIKA. Pertemuan 2 Matematika Diskrit

BAB 3 TABEL KEBENARAN

CBT Psikotes CBT UN SMA IPA SBMPTN. FPM Matematika. Tes Buta Warna

Transkripsi:

MATEMATIKA DASAR (Validitas Pembuktian) Antonius Cahya Prihandoko Universitas Jember Indonesia Jember, 2015 Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 1 / 22

Outline 1 Premis dan Argumen 2 Modus Ponen 3 Modus Tolens 4 Silogisma 5 Silogisma Disjungtif 6 Dilema Konstruktif 7 Dilema Destruktif 8 Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 2 / 22

Outline 1 Premis dan Argumen 2 Modus Ponen 3 Modus Tolens 4 Silogisma 5 Silogisma Disjungtif 6 Dilema Konstruktif 7 Dilema Destruktif 8 Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 2 / 22

Outline 1 Premis dan Argumen 2 Modus Ponen 3 Modus Tolens 4 Silogisma 5 Silogisma Disjungtif 6 Dilema Konstruktif 7 Dilema Destruktif 8 Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 2 / 22

Outline 1 Premis dan Argumen 2 Modus Ponen 3 Modus Tolens 4 Silogisma 5 Silogisma Disjungtif 6 Dilema Konstruktif 7 Dilema Destruktif 8 Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 2 / 22

Outline 1 Premis dan Argumen 2 Modus Ponen 3 Modus Tolens 4 Silogisma 5 Silogisma Disjungtif 6 Dilema Konstruktif 7 Dilema Destruktif 8 Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 2 / 22

Outline 1 Premis dan Argumen 2 Modus Ponen 3 Modus Tolens 4 Silogisma 5 Silogisma Disjungtif 6 Dilema Konstruktif 7 Dilema Destruktif 8 Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 2 / 22

Outline 1 Premis dan Argumen 2 Modus Ponen 3 Modus Tolens 4 Silogisma 5 Silogisma Disjungtif 6 Dilema Konstruktif 7 Dilema Destruktif 8 Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 2 / 22

Outline 1 Premis dan Argumen 2 Modus Ponen 3 Modus Tolens 4 Silogisma 5 Silogisma Disjungtif 6 Dilema Konstruktif 7 Dilema Destruktif 8 Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 2 / 22

Premis dan Argumen Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 3 / 22

Premis dan Argumen Logika berkenaan dengan penalaran yang dinyatakan dengan pernyataan verbal. Suatu diskusi atau pembuktian terdiri atas pernyataan-pernyataan yang saling berelasi. Bermula dengan pernyataan-pernyataan tertentu yang diterima kebenarannya dan kemudian berargumentasi untuk sampai pada konklusi (kesimpulan) yang akan dibuktikan. Premis Pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk menarik kesimpulan disebut premis. Suatu premis dapat berupa aksioma, hipotesa, definisi atau pernyataan yang sudah dibuktikan sebelumnya. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 4 / 22

Premis dan Argumen Logika berkenaan dengan penalaran yang dinyatakan dengan pernyataan verbal. Suatu diskusi atau pembuktian terdiri atas pernyataan-pernyataan yang saling berelasi. Bermula dengan pernyataan-pernyataan tertentu yang diterima kebenarannya dan kemudian berargumentasi untuk sampai pada konklusi (kesimpulan) yang akan dibuktikan. Premis Pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk menarik kesimpulan disebut premis. Suatu premis dapat berupa aksioma, hipotesa, definisi atau pernyataan yang sudah dibuktikan sebelumnya. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 4 / 22

Premis dan Argumen Argumen Argumen adalah suatu himpunan proposisi (yang disebut premis) yang menghasilkan proposisi lain (yang disebut konklusi). Validitas Suatu argumen dikatakan valid jika kebenaran konjungsi proposisi-proposisi pada premis mengakibatkan secara logik kebenaran konklusi. Tetapi bila kebenaran proposisi-proposisi pada premis tidak menghasilkan secara logik kebenaran konklusi, maka argumen tersebut tidak valid, dan argumen yang demikian disebut sesat pikir. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 5 / 22

Premis dan Argumen Argumen Argumen adalah suatu himpunan proposisi (yang disebut premis) yang menghasilkan proposisi lain (yang disebut konklusi). Validitas Suatu argumen dikatakan valid jika kebenaran konjungsi proposisi-proposisi pada premis mengakibatkan secara logik kebenaran konklusi. Tetapi bila kebenaran proposisi-proposisi pada premis tidak menghasilkan secara logik kebenaran konklusi, maka argumen tersebut tidak valid, dan argumen yang demikian disebut sesat pikir. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 5 / 22

Modus Ponen Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 6 / 22

Modus Ponen Bentuk argumen Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Jika saya belajar, maka saya lulus ujian (B) Saya belajar (B) Saya lulus ujian (B) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 7 / 22

Modus Ponen Bentuk argumen Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Jika saya belajar, maka saya lulus ujian (B) Saya belajar (B) Saya lulus ujian (B) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 7 / 22

Modus Tolens Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 8 / 22

Modus Tolens Bentuk argumen Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q q p Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Jika hari hujan, maka tanah basah (B) Tanah tidak basah (B) Hari tidak hujan (B) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 9 / 22

Modus Tolens Bentuk argumen Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q q p Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Jika hari hujan, maka tanah basah (B) Tanah tidak basah (B) Hari tidak hujan (B) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 9 / 22

Silogisma Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 10 / 22

Silogisma Bentuk argumen Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q q r p r Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Jika kamu benar maka saya yang bersalah (B) Jika saya bersalah maka saya minta maaf (B) Jika kamu benar maka saya minta maaf (B) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 11 / 22

Silogisma Bentuk argumen Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q q r p r Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Jika kamu benar maka saya yang bersalah (B) Jika saya bersalah maka saya minta maaf (B) Jika kamu benar maka saya minta maaf (B) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 11 / 22

Silogisma Disjungtif Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 12 / 22

Silogisma Disjungtif Bentuk argumen valid Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q q p Bentuk argumen valid Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 13 / 22

Silogisma Disjungtif Bentuk argumen valid Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q q p Bentuk argumen valid Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 13 / 22

Silogisma Disjungtif Bagaimana dengan argumen berikut? Premis 1: p q Premis 2: q Konklusi : p atau argumen berikut? Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Untuk disjungsi inklusif, kedua argumen tersebut invalid Untuk disjungsi eksklusif, kedua argumen tersebut valid. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 14 / 22

Silogisma Disjungtif Bagaimana dengan argumen berikut? Premis 1: p q Premis 2: q Konklusi : p atau argumen berikut? Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Untuk disjungsi inklusif, kedua argumen tersebut invalid Untuk disjungsi eksklusif, kedua argumen tersebut valid. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 14 / 22

Silogisma Disjungtif Bagaimana dengan argumen berikut? Premis 1: p q Premis 2: q Konklusi : p atau argumen berikut? Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Untuk disjungsi inklusif, kedua argumen tersebut invalid Untuk disjungsi eksklusif, kedua argumen tersebut valid. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 14 / 22

Silogisma Disjungtif Bagaimana dengan argumen berikut? Premis 1: p q Premis 2: q Konklusi : p atau argumen berikut? Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Untuk disjungsi inklusif, kedua argumen tersebut invalid Untuk disjungsi eksklusif, kedua argumen tersebut valid. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 14 / 22

Silogisma Disjungtif Bagaimana dengan argumen berikut? Premis 1: p q Premis 2: q Konklusi : p atau argumen berikut? Premis 1: Premis 2: Konklusi : p q p q Untuk disjungsi inklusif, kedua argumen tersebut invalid Untuk disjungsi eksklusif, kedua argumen tersebut valid. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 14 / 22

Dilema Konstruktif Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 15 / 22

Dilema Konstruktif merupakan kombinasi dua argumen modus ponen Bentuk argumen Premis 1: (p q) (r s) Premis 2: p r Konklusi : q s Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Jika hari hujan, aku tinggal di rumah; tetapi jika stok makanan habis, aku pergi belanja Hari ini hujan, atau stok makanan habis Aku tinggal di rumah atau pergi belanja Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 16 / 22

Dilema Konstruktif merupakan kombinasi dua argumen modus ponen Bentuk argumen Premis 1: (p q) (r s) Premis 2: p r Konklusi : q s Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Jika hari hujan, aku tinggal di rumah; tetapi jika stok makanan habis, aku pergi belanja Hari ini hujan, atau stok makanan habis Aku tinggal di rumah atau pergi belanja Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 16 / 22

Dilema Destruktif Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 17 / 22

Dilema Destruktif merupakan kombinasi dua argumen modus tolens Bentuk argumen Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Premis 1: (p q) (r s) Premis 2: q s Konklusi : p r Jika cuaca cerah, aku pergi bersepeda tetapi jika sepeda rusak, aku pergi ke bengkel Aku tidak bersepeda, atau tidak ke bengkel Cuaca tidak cerah, atau sepeda tidak rusak Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 18 / 22

Dilema Destruktif merupakan kombinasi dua argumen modus tolens Bentuk argumen Contoh Premis 1: Premis 2: Konklusi : Premis 1: (p q) (r s) Premis 2: q s Konklusi : p r Jika cuaca cerah, aku pergi bersepeda tetapi jika sepeda rusak, aku pergi ke bengkel Aku tidak bersepeda, atau tidak ke bengkel Cuaca tidak cerah, atau sepeda tidak rusak Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 18 / 22

Pembuktian Tak Langsung Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 19 / 22

Pembuktian Tak Langsung Pembuktian-pembuktian yang telah dibahas sebelumnya merupakan pembuktian langsung. Suatu argumen bernilai valid jika premis-premisnya bernilai benar dan konklusinya juga bernilai benar. Jika premis-premis dalam suatu argumen valid membawa ke konklusi yang bernilai salah, maka paling tidak ada satu premis yang salah. Ini merupakan dasar dari pembuktian tak langsung, atau pembuktian dengan kontradiksi (reductio ad absurdum) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 20 / 22

Pembuktian Tak Langsung Pembuktian-pembuktian yang telah dibahas sebelumnya merupakan pembuktian langsung. Suatu argumen bernilai valid jika premis-premisnya bernilai benar dan konklusinya juga bernilai benar. Jika premis-premis dalam suatu argumen valid membawa ke konklusi yang bernilai salah, maka paling tidak ada satu premis yang salah. Ini merupakan dasar dari pembuktian tak langsung, atau pembuktian dengan kontradiksi (reductio ad absurdum) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 20 / 22

Pembuktian Tak Langsung Pembuktian-pembuktian yang telah dibahas sebelumnya merupakan pembuktian langsung. Suatu argumen bernilai valid jika premis-premisnya bernilai benar dan konklusinya juga bernilai benar. Jika premis-premis dalam suatu argumen valid membawa ke konklusi yang bernilai salah, maka paling tidak ada satu premis yang salah. Ini merupakan dasar dari pembuktian tak langsung, atau pembuktian dengan kontradiksi (reductio ad absurdum) Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 20 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

Pembuktian Tak Langsung Buktikan bahwa 0 merupakan satu-satunya elemen identitas jumlahan dalam himpunan bilangan bulat Bukti Andai 0 bukan satu-satunya identitas jumlahan ada a 0 yang juga elemen identitas x Z, (x + 0 = x) (x + a = x) x + 0 = x + a a = 0 Terjadi kontradiksi (a 0) (a = 0) Pengandaian salah, sehingga 0 adalah satu-satunya elemen identitas jumlahan. Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 21 / 22

TERIMA KASIH Selamat belajar dan sukses Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Validitas Pembuktian Jember, 2015 22 / 22