Rata-rata dari data yang belum dikelompokkan

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

MINGGU KE- III: UKURAN NILAI SENTRAL

Ukuran Pusat Data Rata-rata Hitung Median Mode. Ukuran Lokasi Data Kuartil Desil Persentil. Rata-rata terimbang Rata-rata geometrik

MATEMATIKA EKONOMI Program Studi Agribisnis

PENGUKURAN VARIANS DAN SIMPANGAN BAKU

Deviasi rata-rata (rata-rata simpangan) data yang belum dikelompokkan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

BAB 4 UKURAN TENDENSI SENTRAL

DISPERSI DATA. - Jangkauan (Range) - Simpangan/deviasi Rata-rata (Mean Deviation) - Variansi (Variance) - Standar Deviasi (Standart Deviation)

UKURAN PEMUSATAN DATA STATISTIK

PENGERTIAN STATISTIK. Tim Dosen Mata Kuliah Statistika Pendidikan 1. Rudi Susilana, M.Si. 2. Riche Cynthia Johan, S.Pd., M.Si. 3. Dian Andayani, S.Pd.

III. BESARAN, LOKASI, DAN VARIASI

Pengukuran Deskriptif. Debrina Puspita Andriani /

Pengukuran Deskriptif

Statistika Materi 3 UKURAN PEMUSATAN. Nilai Tunggal yang mewakili Karakteristik Sekumpulan data. Hugo Aprilianto, M.Kom

PENGUKURAN DESKRIPTIF

BAGIAN UKURAN PEMUSATAN DAN UKURAN LETAK. Memahami konsep dan menerapkan prosedur statistik dalam menghitung ukuran pemusatan dan ukuran letak.

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

Statistik Dasar. 1. Pendahuluan Persamaan Statistika Dalam Penelitian. 2. Penyusunan Data Dan Penyajian Data

TAHUN PELAJARAN 2003/2004 SMK. Matematika Non Teknik Pekerjaan Sosial (E4-3) PAKET 2 (UTAMA) SELASA, 11 MEI 2004 Pukul

EVALUASI PENDALAMAN MATERI TAHUN PELAJARAN Mata Diklat : Matematika Waktu : 120 menit Hari/Tgl. : Kelas : Guru Bid.

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

BAB III PERAMALAN DENGAN METODE DEKOMPOSISI. (memecah) data deret berkala menjadi beberapa pola dan mengidentifikasi masingmasing

5. STATISTIKA PENYELESAIAN. a b c d e Jawab : b

STATISTIKA 2 UKURAN PEMUSATAN

STATISTIKA KELAS : XI BAHASA SEMESTER : I (SATU) Disusun Oleh : Drs. Pundjul Prijono Nip

Probabilitas dan Statistika Analisis Data dan Ukuran Pemusatan. Adam Hendra Brata

9. STATISTIKA. f u. X s = Rataan sementara, pilih x i dari data dengan f i terbesar. Ukuran Pemusatan Data A. Rata-rata. 1.

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

BAB III UKURAN TENGAH DAN DISPERSI

Ukuran gejala pusat. Nugraeni

Nama Penulis Abstrak/Ringkasan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

BAB1 PENgantar statistika

TAHUN PELAJARAN 2003/2004 SMK. Matematika Non Teknik Pekerjaan Sosial (E4-3) PAKET 1 (UTAMA) SELASA, 11 MEI 2004 Pukul

statistika untuk penelitian

PENGUKURAN TENDENSI SENTR T AL

Materi-1 Statistika, data, penyajian data, Ukuran Pusat dan Sebaran Data. Nurratri Kurnia Sari, M. Pd

BAB 3: NILAI RINGKASAN DATA

MODUL PRAKTIKUM STATISTIKA

STATISTIKA MATEMATIKA KELAS XI MIA

Program Intensif SBMPTN Matematika Dasar KAJI LATIH 13 (STATISTIKA)

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik. Memahami cara memperoleh data yang baik, menentukan jenis dan ukuran data, serta memeriksa, dan menyusun data.

RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL (RAT)

DESKRIPSI DATA. sekumpulan data yang sudah dikumpulkan. Ukuran pemusatan dibagi menjadi dua yaitu:

SILABUS ALOKASI WAKTU T M P S P I SUMBER BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR. Kuis Tes lisan Tes tertulis Pengamatan Penugasan

Materi II STATISTIK DESKRIPTIF STMIK KAPUTAMA BINJAI

UKURAN PENYEBARAN DATA

Minggu-4-a UKURAN PEMUSATAN

SOAL TUGAS STATISTIKA PENDIDIKAN. 2010, Prof. Ir. Sigit Nugroho, M.Sc., Ph.D.

UKURAN PEMUSATAN DATA

Statistika Pendidikan

(ESTIMASI/ PENAKSIRAN)

Kenapa Data Harus Diringkas?

Statistika & Probabilitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gejala Pusat - Statistika

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

Pembahasan Soal Matematika Ebtanas/UN SMP/MTs Terkait Topik Statistika Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010 Oleh Th.Widyantini

UKURAN PEMUSATAN : MEAN, MEDIAN, MODUS

STATISTIK 1. PENDAHULUAN

Contoh: Pada data Tabel satu diperoleh range pada masing masing mata kuliah. adalah: Matakuliah Max min range A B C

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

LAB MANAJEMEN DASAR MODUL STATISTIKA 1

UKURAN PEMUSATAN MK. STATISTIK (MAM 4137) 3 SKS (3-0) Ledhyane Ika Harlyan

BESARAN STATISTIK (UKURAN TENGAH DAN UKURAN

Rata-rata hitung sekumpulan data hasil observasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

* Menetapkan model peramalan dimasa yang akan datang, baik ramal-an jangka pendek maupun jangka panjang.

PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL

Pengantar Statistik. Nanang Erma Gunawan

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2003/2004 SMK. Matematika Non Teknik Bisnis dan Manajemen (E4-1) PAKET 2 (UTAMA) SELASA, 11 MEI 2004 Pukul

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET II B KOTA SURABAYA

STATISTIKA DESKRIPTIF. Tendensi Sentral & Ukuran Dispersi

Statistika Farmasi

UKURAN NILAI SENTRAL&UKURAN PENYEBARAN. Tita Talitha, MT

Ukuran Pemusatan (Central Tendency)

B B S S B S S B S S B B S S S B B S B S S S S B B S B B

BAB 1. STATISTIKA. A. PENYAJIAN DATA B. PENYAJIAN DATA STATISTIK C. PENYAJIAN DATA UKURAN MENJADI DATA STATISTIK DESKRIPTIF

Unit 2. Tendensi Sentral Dan Variabilitas. Awaluddin Tjalla. Pendahuluan

Pengukuran Kesehatan

BAB 3 PEMBAHASAN DAN HASIL

PEMBAHASAN UN 2009/2010

KISI-KISI PENULISAN TRY OUT UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2010/2011

11. Memecahkan masalah keuangan menggunakan konsep matematika

UKURAN PEMUSATAN DATA

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis regresi linier sederhana 2. Analisis regresi linier berganda. Universitas Sumatera Utara

Pembahasan Soal Matematika Ebtanas/UN SMP/MTs Terkait Topik Statistika Tahun 2006 sampai dengan Tahun 2010 Oleh Th.Widyantini

TUGAS II STATISTIKA. Oleh. Butsiarah / 15B Kelas B PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN PROGRAM PASCASARJANA

SMK MGMP MATEMATIKA SMK NEGERI / SWASTA NEGERI DAN SWASTA MATEMATIKA KELOMPOK BISNIS MANAGEMEN PAKET II A KOTA SURABAYA

MATEMATIKA Modus dari data diatas adalah. A. Rp B. Rp C. Rp D. Rp E. Rp

BARISAN ARITMETIKA DAN DERET ARITMETIKA

SILABUS ALOKASI WAKTU T M P S P D SUMBER BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK DINAS PENDIDIKAN JL. ARIF RAHMAN HAKIM 2 GRESIK TRY OUT UJIAN NASIONAL Tahun Pelajaran 2010/2011

KISI KISI SOAL UJI COBA UJIAN NASIONAL TA MATEMATIKA SMK PROGRAM KEAHLIAN PARIWISATA MGMP MATEMATIKA SMK KABUPATEN CIANJUR

RETURN DAN RESIKO AKTIVA TUNGGAL

PANDUAN MATERI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN

4. Jika dari 100 data diperoleh data terendah 15 dan data tertinggi 84, maka banyaknya kelas adalah. A. 5 B. 6 C. 7 D. 8 E. 9

UKURAN LOKASI DAN VARIANSI MEAN:

STAND N AR R K OMP M E P T E EN E S N I:

BAB 6 PENAKSIRAN PARAMETER

Transkripsi:

Rata-rata Hitung (arithmetic mean) Rata-rata hitung (atau sering disebut dengan rata-rata) merupakan suatu bilangan tunggal yang dipergunakan untuk mewakili nilai sentral dari sebuah distribusi. Dalam pemakaian sehari-hari orang awam lebih mempergunakan istilah rata-rata dari istilah rata-rata hitung. Bagi sekelompok data, rata-rata adalah nilai rata-rata dari data itu. Secara teknis dapat dikatakan bahwa ratarata dari sekelompok variabel adalah jumlah nilai pengamatan dibagi dengan banyaknya pengamatan. Rata-rata aritmatika atau rata-rata atau mean dari n buah data X1, X2, X3... ; Xn dari data sampel dinyatakan dengan dibaca X bar sedangkan rata-rata yang diambil dari data populasi dinyatakan dengan µx (baca : Myu X). Rata-rata dari data yang belum dikelompokkan Rata-rata di hitung dihasilkan dari menjumlahkan seluruh angka data yang selanjutnya dibagi dengan jumlah data. Jumlah data untuk data sampel disebut sebagai ukuran sampel yang disimbulkan dengan n dan data untuk populasi disebut sebagai ukuran populasi yang disimbolkan dengan N, Jika X1,X2,X3... ;Xn adalah angka-angka data yang banyaknya (jumlahnya) n, maka rata-rata hitung adalah atau dirumuskan sebagai berikut: Rata-rata Sampel 1.1 Contoh 1.1 Sebuah contoh secara acak berat 5 ekor ikan patin hasil pemancingan yaitu 700, 680, 750, 840 dan 810 gram. Hitunglah rata-rata berat ikan. Nilai rata-rata berat ikan adalah: 1

Statistik Deskriptif Jika data diambil dari populasi maka dirumuskan sebagai berikut: Rata-rata Populasi µ Xi N, µ: rata-rata,xi: data ke-i N: jumlah data 1.2 Contoh 1.2 Berikut ini adalah nilai ekspor minyak dan gas pada periode januari hingga juni 2012 dalam (juta US$) yang dikutip dari indikator ekonomi BPS dengan data seperti tercantum dalam tabel 4.1, Berapakah rata nilai ekspor setiap bulannya? Tabel 1.1 Nilai ekspor minyak dan gas pada periode januari hingga juni 2012 Bulan Nilai ekspor Minyak dan gas Januari 3142,6 Pebruari 3555,5 Maret 3,486,1 April 3560,7 Mei 3724,9 Juni 2789,1 Sumber: indikator ekonomi BPS Penyelesaian soal 2795,467 2

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak Apabila nilai X1, X2,..., Xn masing-masing memiliki frekuensi W1, W2,..., Wn, maka mean hitungnya adalah sebagai berikut: Rata-rata Tertimbang X Wi.Xi Wi w1.x1 w2.x2 w1 w2 wn.xn wn 1.3 Wi : timbangan, X :rata-rata,x i :data ke-i, Contoh 1.2 Berikut adalah Transkrip Akademik seorang mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Mulawarman. Tabel 1.2 Transkrip Akademik Mahasiswa Mata Kuliah Nilai Mutu Angka Mutu ( x i ) SKS ( W i ) Wi x i Ekonomi Mikro B 3 2 6 Teori Ekonomi A 4 4 16 Ekonometrika C 2 3 6 Pengantar manajemen A 4 3 12 14 12 40 Berapa Indeks Prestasi mahasiswa tersebut? Penyelesaian soal Wi x i W = i 3

Statistik Deskriptif Rata-Rata Dari Data yang Dikelompokkan Menghitung rata-rata memang lebih menguntungkan jika dihitung dari data yang belum dikelompokkan, karena hasil hitunganya lebih mencerminkan fakta yang sebenarnya. Apakah rata-rata dari data yang telah dikelompokkan data yang sebenarnya? dalam kehidupan sehari-hari, data yang dibutuhkan sering sudah disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, seperti yang telah disajikan dalam berbagai terbitan maupun laporan. Pada data observasi yang telah disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi atau yang telah dikelompokkan, sifat keaslian dari data observasi tersebut telah hilang, dengan demikian untuk keperluan penghitungan rata-rata diperlukan angka-angka yang dapat mengestimasi atau menaksir data yang asli. Dalam hal ini, titik tengah dapat dijadikan sebagai penaksir data asli yang tersebar pada masing-masing kelas dalam distribusi frekuensi. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menghitung rata-rata yang telah dikelompokkan yaitu metode defisional dan metode pengkodean. Metode Defisional Untuk menghitung rata-rata, titik titik tengah masing-masing kelas, sebagai penaksir data asli, dikali dengan frekuensi masing-masing kelas. Hasil perkalian pada masing-masing kelas tersebut selanjutnya dijumlah dan kemudian hasil penjumlahan tersebut dibagi dengan jumlah data atau jumlah frekuensi seluruh kelas. Metode defisional dapat dirumuskan sebagai berikut: Metode Biasa 1.4 4

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak Contoh 1.3 Berdasarkan data penimbangan berat 65 karung beras milik P.T Makmur (dalam Kg), Sudah diolah dalam table 1.2 berapakah rata-rata berat beras setiap karungnya? Tabel 1.3 Data Penimbangan Beras PT. Makmur Berat Beras Titik Tengah Banyaknya fi.xi (Kg) (Xi) karung (fi) 45 50 47,5 5 237,5 51 56 53,5 7 374,5 57 62 59,5 10 595 63 68 65,5 20 1310 69 74 71,5 12 858 75 80 77,5 8 620 81 86 83,5 3 250,5 65 4245,5 Sumber : Ilustrasi Penyelesaian soal: X n 1 n 1 f x i f i i = =65,32 kg Metode Simpangan Metode lain yang dapat digunakan untuk menentukan nilai rata-rata hitung yakni menggunakan metode simpangan. Penggunaan metode simpangan ini yakni dengan cara menentukan nilai M atau mean hitung sementara yang ditentukan dari nilai titik tengah kelas yang mengandung modus kemudian dijumlahkan dengan hasil pembagian, jumlah perkalian 5

Statistik Deskriptif frekuensi dengan selisih titik tengah dengan rata-rata sementara (X-M) terhadap jumlah frekuensi totalnya sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut: Metode Simpangan X M fd f, M=Titik tengah kelas Modus, d = X-M 1.5 Contoh 1.4 Berdasarkan data pada contoh 1.3 diatas tentukan nilai rata-rata hitung dengan menggunakan metode simpangan. Penyelesaian soal: Berat Beras (Kg) Tabel 1.4 Data Penimbangan Beras PT. Makmur Titik Tengah (Xi) f d (X-M) 45 50 47,5 5-18 -90 51 56 53,5 7-12 -84 57 62 59,5 10-6 -60 63 68 65,5 20 0 0 69 74 71,5 12 6 72 75 80 77,5 8 12 96 81 86 83,5 3 18 54 65 0-12 f.d =65,5 + - = 65,32 6

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak Metode Pengkodean Seringkali data yang akan dihitung rata-ratanya berbentuk angka-angka yang besar seperti nilai penjualan, pembelian, piutang, dan lain sebagainya. Jika angka-angka yang dihitung dalam satuan yang besar, maka penghitungan rata-rata dengan penggunaan metode defisional akan sedikit lebih menyulitkan. Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan bahwa interval kelas sebuah distribusi frekuensi, secara umum senantiasa sama. Hanya dalam keadaan tertentu, interval kelas dimungkinkan tidak sama. Interval kelas yang sama ini, salah satunya dapat dilihat beda antar titik tengah senantiasa sama. Angkaangka berikut menunjukkan titik tengah yang dikutip dari tabel 1.3. Titik Tengah : 47,5 53,5 59,5 65,5 71,5 77,5 83,5 Interval : 5 5 5 5 5 5 Dengan interval kelas yang sama ini, sebenarnya, angka-angka titik tengah dapat diubah menjadi suatu skala dengan interval yang sama. Skala titik tengah ini lebih sering disebut sebagai kode titik tengah. Langkah pertama dalam memberi kode titik tengah adalah menetapkan kelas yang nantinya diberi kode atau skala nol. Dalam menentukan kelas yang berkode nol ini sebenarnya tidak ada pedoman yang baku, akan tetapi sebaiknya kelas yang akan diberi kode nol adalah kelas yang berfrekuensi tinggi. Langkah berikutnya adalah menetapkan kode untuk kelas lainnya dengan mengurutkan mulai dari kelas berkode nol dengan interval yang sama. Interval kelas ini umumnya adalah satu, dari tabel 4.2 diatas kelas yang akan diberi kode nol adalah kelas ke-4. Dengan demikian metode Pengkodean dirumuskan sebagai berikut: Metode Pengkodean X Xo i( ci.fi fi ),) 1.6 X :rata-rata, Xo : titik tengah pada kelas berkode nol, i : interval kelas, ci: kode titik tengah pada kelas ke-i, (fi): jumlah frekuensi 7

Statistik Deskriptif Contoh 1.5 Berdasarkan data penimbangan berat 65 karung beras milik P.T Makmur (dalam Kg), sudah diolah dalam tabel 1.4 berapakah rata-rata berat beras setiap karungnya? (Gunakan metode pengkodean) Tabel 1.5 Data Penimbangan Beras PT. Makmur (metode pengkodean) Titik Tengah Banyaknya karung C cix fi (Xi) (fi) 47,5 5-3 -15 53,5 7-2 -14 59,5 10-1 -10 65,5 20 0 0 71,5 12 1 12 77,5 8 2 16 83,5 3 3 9 (fi)= 65 ( cix fi)=-2 Penyelesaian soal: Diketahui: Xo = 65,5, = 6,. =-2 (. ) ( - ), =65,5+ 6 (-0,0307) = 65,5-0,185 =65,315 atau 65,32 8

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak Contoh 1.6 Nilai kontrak asuransi ALIENS pada 60 nasabah baru didistribusikan sebagai berikut: Tabel 1.6 Distribusi Nilai Kontrak Asuransi 60 Nasabah Baru PT Asuransi Jagat raya Nilai Kontrak Frekuensi <Rp.10.000.000,00 0 <Rp.20.000.000,00 5 <Rp.30.000.000,00 17 <Rp.40.000.000,00 31 <Rp.50.000.000,00 46 <Rp.60.000.000,00 54 <Rp.70.000.000,00 60 Untuk bisa menghitung rata-rata nilai kontrak dengan menggunakan metoda defisional, bentuk penyajian di atas bentuk distribusi frekuensi kumulatif tipe kurang dari harus diganti menjadi bentuk distribusi frekuensi yang biasa. Hasilnya adalah: Tabel 1.7 Distribusi Nilai Kontrak Asuransi 60 Nasabah Baru PT ALIENS Nilai Kontrak Frekuensi <Rp.10.000.000,00 - <Rp.20.000.000,00 5 <Rp.20.000.000,00 - <Rp.30.000.000,00 12 <Rp.30.000.000,00 - <Rp.40.000.000,00 14 <Rp.40.000.000,00 - <Rp.50.000.000,00 15 <Rp.50.000.000,00 - <Rp.60.000.000,00 8 <Rp.60.000.000,00 - <Rp.70.000.000,00 6 Jumlah 60 9

Statistik Deskriptif Proses pengerjaan berikutnya adalah: Tabel 1.8 Penghitungan Rata-rata Nilai Kontrak Asuransi 60 Nasabah Baru PT ALIENS dengan Metoda Defisional Xi f1 Xi. f1 Rp. 15.000.000,00 5 Rp. 75.000.000,00 Rp. 25.000.000,00 12 Rp. 300.000.000,00 Rp. 35.000.000,00 14 Rp. 490.000.000,00 Rp. 45.000.000,00 15 Rp. 675.000.000,00 Rp. 55.000.000,00 8 Rp. 440.000.000,00 Rp. 65.000.000,00 6 Rp. 390.000.000,00 Jumlah 60 Rp. 2.370.000.000,00, = Rp.39.500.000,00 Memahami Sifat Rata-Rata Hitung a) Setiap kelompok baik dalam bentuk skala interval maupun rasio mempunyai rata-rata hitung. b) Semua nilai data harus dimasukkan ke dalam perhitungan rata-rata hitung. c) Satu kelompok baik kelas maupun satu kesatuan dalam populasi dan sampel hanya mempunyai satu rata-rata hitung. d) Rata-rata hitung untuk membandingkan karakteristik dua atau lebih populasi atau sampel. e) Rata-rata hitung nilainya sangat dipengaruhi oleh nilai ekstrem yaitu niilai yang sangat besar dan nilai yang sangat kecil. f) Bagi data dan sekelompok data yang sifatnya terbuka(lebih dari atau kurang dari) tidak mempunyai rata-rata hitung. g) Jumlah simpangan, selisih antara tiap data dengan rata-rata hitungnya adalah 0 atau ditulis dalam bentuk x 0 10 x i

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak h) Jumlah kuadrat dari simpangan-simpangan selalu lebih kecil atau sama dengan jumlah kuadrat antara bilangan-bilangan tersebut dikurangi oleh suatu bilangan sebaran. Secara matematis ditulis dengan notasi 2 x x x a i i 2 i) Jika n 1 data mempunyai rata-rata x 1, jika n 2 data mempunyai ratarata x 2, Jika n 3 data mempunyai rata-rata x 3, jika n 4 data mempunyai rata-rata x 4.., jika n k data mempunyai rata-rata x k maka rata-rata gabungan data tersebut adalah: x n x. n x 1 n 1 1 1 n 2 2. n x... n x 3 n 3 3 k... n k k Rata-rata ukur (Geometric mean) Pada masalah bisnis dan ekonomi seringkali diperlukan data untuk mengetahui rata-rata persentase tingkat perubahan sepanjang waktu. Nilai rata-rata sering kali memerlukan data berkala (time series) untuk mengetahui kecenderungan misalkan indeks ekonomi, tingkat pendapatan nasional, tingkat produksi, rata-rata penjualan tiap tahun, dan lain-lain. Berapa besar rata-rata persentase tingkat perubahan per tahun? Yang ditanyakan dalam hal ini adalah nilai konstanta yang dapat menjelaskan tingkat perubahan per tahunnya. Nilai konstanta ini dapat dicari dengan menggunakan rata-rata geometrik. Rata-rata ukur ini juga dipakai untuk menggambarkan keseluruhan data, khususnya bila ada data tersebut mempunyai ciri tertentu, yaitu banyaknya nilai data yang satu sama lain saling berkelipatan sehingga perbandingan tiap dua data yang berurutan tetap atau hampir tetap. Yang disebut rata-rata ukur dari k buah nilai adalah akar pangkat k dari hasil perkalian k peubah nilai tersebut. Ada 2 golongan yang menggunakan rata-rata ukur, yaitu: a) Untuk menentukan rata-rata pertambahan persentase penjualan barangbarang dagangan/jasa, atau pertambahan persentase produksi dan lainlain dari satu waktu ke waktu berikutnya. b) Untuk menentukan rata-rata persentase, indeks dan nisbah atau relatif. 11

Statistik Deskriptif Rata-Rata Ukur Untuk Data Tidak Berkelompok Misalkan ada data yang nilainya terdiri dari X1, X2, X3,..., Xn, maka besarnya nilai rata-rata ukur untuk nilai tersebut merupakan akar pangkat n dari hasil masing-masing nilai kelompok tersebut. Untuk mencari rata-rata ukur untuk data yang tidak berkelompok ada 2 bentuk yang membedakannya tergantung dari kebutuhan, yaitu: 1. Mencari tingkat perubahan suatu data/nilai, yang biasanya dinyatakan dalam periode G = [antilog{ 1 n (logxn log xo)}] 1 1.7 Dimana : G = Rata-rata ukur / Geometric mean n = Jumlah satuan waktu / periode Xn = Besarnya data / nilai pada akhir perkembangan Xo = Besarnya data / nilai pada waktu permulaan 2. Mencari jumlah rata-rata dari nilai yang di observasi Rata-rata geometrik bagi nilai n bilangan positif X1, X2 Xn, adalah akar pangkat n dari hasil kali semua bilangan itu. Jadi, G n X 1. X 2 X n 1.8 G merupakan rata-rata geometrik dari X1, X2 Xn. Nilai dari X1, X2 Xn menunjukkan rata-rata relatif. Selanjutnya gunakan logaritma pada masingmasing ruas: 1.9 12

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak Rata-rata geometrik G diselesaikan dengan mengambil antilogaritmanya: 1.10 Perhatikan bahwa logaritma rata-rata geometrik untuk n buah bilangan positif sama dengan rata-rata hitung logaritma masing-masing bilangan. Hubungan Rata-Rata Ukur dengan Bunga Majemuk Rata-rata geometrik dapat digunakan untuk menentukan rasio laju kenaikan produksi, pertumbuhan penduduk, perkembangan bakteri dalam bejana, perubahan tingkat suku bunga dan lain-lain. Oleh karena itu hubungan tingkat bunga majemuk dengan rata-rata geometrik dapat dijelaskan berikut ini. Misalkan Po merupakan jumlah uang mula-mula dan Pn adalah jumlah uang setelah tahun ke-n, uang tersebut dibungamajemukan dengan tingkat suku bunga r% per tahun selama n tahun, sehingga Pn = Po (1 + r) akan tetapi bila tingkat suku bunga berubah-ubah dari waktu ke waktu yaitu r1, r2 rn maka rumus yang digunakan adalah: Po (1 + r) n = Po (1 + r1). (1 + r2) (1 + rn) Masing-masing dibagi dengan P o sehingga : 1.11 Sehingga dapat disederhanakan menjadi rumus berikut: n (1 r) (1 r 1 ). (1 r 2 ) (1 r n) 1.12 Contoh 6. Seorang pengusaha mempunyai uang Rp 1.000.000, ditabung dengan bunga majemuk 3% pertahun. Berapakah uang tersebut setelah 5 tahun? 13

Statistik Deskriptif Penyelesaian Jawab: Po = 1.000.000 r = 3% = 0,03 n = 5 Pn = 1.000.000 (1+ 0,03) 5 = 1.000.000 (1,03) 5 = 1.000.000 (1,159274) = Rp 1.159.274 Contoh 7. Pada tanggal 1 Januari seseorang menabung di bank sebesar Rp. 10 jt dengan tingkat suku bunga 2% per bulan. Bila selama tahun itu tabungan tidak diambil, hitunglah jumlah rata-rata uang yang ada di bank selama 5 bulan. Penyelesaian ( ). ( ). ( ). ( ). ( ).. Jadi, rata-rata tabungan selama 5 bulan adalah Rp.10.200.000,- Contoh 8. Hitunglah pertumbuhan harga saham, jika perkembangan harga per lembar saham PT Inti selama minggu terakhir bulan juni 2012 di Bursa saham Suralaya adalah sebagai berikut: 14

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak Tabel 1.9 Perkembangan Harga per lembar Saham PT Inti Hari Harga Senin Rp. 9.900,- Selasa Rp. 10.100,- Rabu Rp. 10.200,- Kamis Rp. 10.550,- Jum at Rp. 10.800,- Sabtu Rp. 11.200,- Penyelesaian Langkah untuk menghitung rasio pertumbuhan saham tersebut Tabel 1.10 Rasio Perkembangan Harga per lembar Saham PT Inti Hari Harga Rasio Senin Rp. 9.900,- - Selasa Rp. 10.100,- 10.100/9.900 =1,0201 Rabu Rp. 10.200,- 10.200/10.100 =1,0099 Kamis Rp. 10.550,- 10.550/10.200 =1,0343 Jum at Rp. 10.800,- 10.800/10.550 =1,0237 Sabtu Rp. 11.200,- 11.200/10.800 =1,0370 Rasio pertumbuhannya sendiri adalah rasio faktor pertumbuhan dikurang satu. Berdasarkan tabel diatas, misalnya rasio pertumbuhan pada hari selasa adalah 0,0201 ( 1,0201-1). Dengan menggunakan perumusan rata-rata hitung, maka rata-rata pertumbuhan harga saham adalah = =1,02502 Jika dibuktikan dengan menggunakan rata-rata geometrik, penyelesaian soalnya sebagai berikut : =1,025 (hasil pembulatan) 15

Statistik Deskriptif Contoh 9 Pendapatan nasional suatu negara pada tahun 2000 adalah US$ 400 milyar dan pada tahun 2004 menjadi US$ 500 milyar. Berapakah rata-rata tingkat kenaikan / pertumbuhannya? Analisislah! Penyelesaian n = 4 tahun 2000-2004 xo = 400 pendapatan nasional tahun 2000 xn = 500 pendapatan nasional 2004 G = [antilog{ (logxn log xo)}] 1 n G = [antilog{ (log 500 log 400)}] 1 G = [antilog{ (2,69897 2,60206)}] 1 G = [antilog{ (0,09691)}] 1 G = (antilog 0,02423) 1 G = 1,05737 1 = 0,05737 Analisis : Jadi, rata-rata tingkat pertumbuhan pendapatan nasional selama 4 tahun adalah 0,05737 atau 5,737% per tahun. Rata-Rata Ukur Untuk Data Berkelompok Seringkali kita menemukan atau menjumpai data atau nilai yang sudah dikelompokkan. Untuk mencari rata-rata ukur untuk data yang berkelompok adalah sebagai berikut: G = antilog {( fi log xi) / fi} 1.13 16

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak Dimana : G = Rata-rata ukur / geometric mean fi = Frekuensi tiap kelas xi = Nilai tengah tiap kelas Contoh 10 Berdasarkan data pada contoh soal 1.3 (tentang rata-rata hitung) yakni data penimbangan berat 65 karung beras milik P.T Makmur (dalam Kg), sudah diolah dalam tabel tersebut. Berapakah rata-rata ukur berat beras setiap karungnya? Penyelesaian Tabel 1.10 Perhitungan Rata-rata ukur Berat Beras Titik Tengah Banyaknya Log xi f. Log xi (Kg) (Xi) karung (fi) 45 50 47,5 5 1.676694 8,38347 51 56 53,5 7 1.728835 12,101845 57 62 59,5 10 1.774517 17,74517 63 68 65,5 20 1.816241 36,32482 69 74 71,5 12 1.854306 22,251672 75 80 77,5 8 1.889302 15,114416 81 86 83,5 3 1.921687 5,765061 65 117,686454 Sumber : Ilustrasi G = antilog {( f log x / f} G = antilog (117,686454 / 65) G = antilog 1,810564 G = 64,65 Jadi nilai rata-rata ukur setiap kantong berasnya adalah 64,65 17

Statistik Deskriptif Rata-rata harmonik Dalam praktek nilai rata-rata harmonik H, paling sering digunakan untuk merata-ratakan kecepatan jarak tempuh, menentukan harga rata-rata komoditi tertentu, menghitung investasi sejumlah uang tertentu setiap periode dan lain-lain. Rata-rata harmonik bagi nilai n bilangan positif X1, X2 Xn, adalah n dibagi dengan jumlah kebalikan bilangan-bilangan itu. Jadi, H n X X Xn 1.14 H: rata-rata harmonik, Xn : data ke-n, n: jumlah data (sampel) Pada data yang berbentuk kelompok maka nilai harmonik merupakan hasil bagi jumlah frekuensi dengan jumlah hasil bagi frekuensi dengan nilai xi, sehingga dirumuskan sebagai berikut. H fi fi xi 1.15 Contoh 11 Hitunglah rata-rata beras rojolele per kg. Pada minggu pertama terjual dengan harga Rp.10.000/kg, minggu kedua terjual dengan harga Rp.9.000/kg, minggu ketiga terjual dengan harga Rp.8.000/kg dan minggu keempat terjual dengan harga Rp. 9.600/kg. Gunakan rata-rata harmonik untuk menghitung rata-rata beras rojolele: 18

Ukuran Pemusatan Dan Ukuran Letak Jadi, harga rata-rata beras rojolele adalah Rp. 9.085 per kg. ( 1 ) Contoh 12 Nilai 10 mahasiswa yang mengikuti kuliah statistika di Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Mulawarman adalah sebagai berikut: 56, 76, 34, 59, 62, 56, 68, 60, 73, dan 81. Rata-rata harmonik diperoleh adalah dengan memasukkan data tersebut kedalam rumus sebagai berikut: Langkah berikutnya yakni memasukkan data nilai dari kesepuluh mahasiswa dengan nilai n= 10, dan masing-masing sebagai berikut: Masing-masing dicari nilainya, sehingga didapatkan perhitungan nilai rata-rata harmonis adalah Maka nilai rata-rata harmonis dari nilai 10 mahasisawa tersebut adalah 59,17 19