Jurnal Ilmiah Widya Teknik Vol No ISSN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Jurnal Ilmiah Widya Teknik Vol No ISSN"

Transkripsi

1 Jurnal Ilmah Wdya Teknk Vol No IN PENERAPAN MODEL OPTIMAI LINE BALANCING DAN GENETIC ALGORITHM (TUDI KAU: PT. KARYA MEKAR DEWATAMALI) Andy Lanto, Dan Retno ar Dew*, Dn Endah etyo Rahaju Juruan Teknk Indutr, Fakulta Teknk, Unverta Katolk Wdya Mandala, urabaya, Indonea ABTRAK Keembangan dalam uatu lntaan peraktan (Lne Balancng) angatlah pentng bag ndutr peraktan. ebuah produk yang memlk N elemen kerja memerlukan uatu keembangan lntaan karena jka keembangan tdak tercapa, maka keterlambatan akan terjad akbat dar kemacetan. Dua permaalahan utama dalam lntaan peraktan adalah menyembangkan taun kerja ekalgu mempertahankan lntaan peraktan agar teru meneru berproduk. PT. Karya Mekar Dewatamal (PT. KMD) adalah peruahaan yang bergerak d bdang ndutr peraktan epatu. Pada peruahaan n akan dterapkan model Algortma Genetk yang kemudan akan dvalda oleh model ubantoro. Peneltan n bertujuan untuk memnma jumlah taun kerja dan mengalokakan elemen kerja yang ada agar menjad optmal ehngga baya pengadaan taun kerja, baya waktu klu, baya operator, dan baya dle operator dapat dmnmalkan. Adapun peneltan dmula dar tahap pengamatan awal, tud lteratur, pengumpulan data, nput data (model optma ubantoro dan Algortma Genetk), verfka dan valda model, anala dan pembahaan, erta kempulan. Hal dar penerapan model n adalah Algortma genetk hanya menympang 0,0001% dar hal model optma dan terbentuk 5 taun kerja dengan total baya ebear Rp ,98. Kata Kunc: Lne Balancng, ubantoro, Algortma Genetk. I. Pendahuluan Keembangan dalam uatu lntaan peraktan angatlah pentng bag ndutr peraktan. ebuah produk yang memlk N elemen kerja memerlukan uatu keembangan lntaan karena jka keembangan tdak tercapa, maka keterlambatan akan terjad akbat dar kemacetan. Dua permaalahan utama dalam lntaan peraktan adalah menyembangkan taun kerja ekalgu mempertahankan lntaan peraktan agar teru meneru berproduk [1]. Dalam menelt keembangan lntaan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhnya, dantaranya adalah volume produk, jen urutan opera pada lntaan dalam proe produk, dan waktu penyeleaan mang-mang elemen kerja pada mang-mang produk. Manfaat dar menyembangkan lntaan produk adalah menyembangkan beban kerja pada tap taun kerja, mengoptmalkan jumlah pekerja (operator), memnma jumlah taun kerja, memnma waktu penyeleaan produk, dan memnma baya pengadaan taun kerja maupun operator. Algortma genetk adalah ebuah metode yang ddaarkan pada prnp-prnp genetka dan elek alam [2]. Untuk mengata kelemahan waktu komputa model optma lne balancng yang angat lama, maka dgunakan model Algortma genetk yang waktu komputanya lebh cepat. PT. Karya Mekar Dewatamal (PT. KMD) adalah peruahaan yang bergerak d bdang ndutr peraktan epatu. Merek epatu yang d produk adalah peed. Daerah pemaaran ndutr epatu n hanya melngkup dalam neger (lokal). Pada peruahaan n dterapkan model Algortma Genetk yang bertujuan untuk mmnma jumlah taun kerja dan mengoptmalkan pengalokaan elemen kerja pada taun kerja ehngga baya pengadaan taun kerja, baya waktu klu, baya operator, dan baya dle operator dapat dmnmala. Model optma lne balancng adalah NP hard problem ehngga waktu komputa akan nak ecara ekponenal erng dengan penambahan nput data. Untuk menanggulang permaalahan kecepatan komputa terebut dkembangkan model pencaran heurtc. Metode yang dplh adalah Genetc Algorthm, dmana pada peneltan ebelumnya pernah dgunakan untuk menyeleakan permaalahan optma lne balancng [3]. Peneltan ebelumnya bertujuan untuk membandngkan performan kala dengan berbaga perameter algortma genetka dan dhalkan bahawa parameter yang bak untuk croover adalah 0,7 dan muta adalah 0,035. Pada peneltan yang lan, algortma genetk juga dgunakan pada kau lntaan peraktan dengan tujuan untuk membandngkan popula awal yang dplh ecara acak dengan popula awal yang dhalkan dar ndvdu heurtc [4]. Halnya adalah popula awal ndvdu heurtk lebh bak dgunakan untuk maalah yang angat rumt *correpondng author 50 E-mal : [email protected] (Dan Retno ar Dew)

2 dbandngkan dengan ecara acak. Metode algortma genetk dplh karena kemudahan mplementa dan kemampuannya untuk menemukan olu yang bagu (ba dterma) ecara cepat. Peneltan dlakukan dengan menerapkan model Algortma Genetk untuk mengata permaalahan waktu komputa model ubantoro ehngga waktu komputa menjad lebh cepat. II. Tnjauan Putaka II.1. Keembangan Lntaan Peraktan Keembangan lntaan peraktan adalah lntaan produk dmana materal berpndah ecara kontnu dengan laju rata-rata yang ama melalu ejumlah taun kerja, tempat dlakukannya pekerjaan peraktan [1]. Adapun beberapa tujuan dar keembangan lntaan adalah ebaga berkut: 1. Penyetaraan beban kerja antara orang (pekerja), el, dan departemen. 2. Mengdentfka opera yang bottleneck. 3. Menetapkan kecepatan dar jalur peraktan. 4. Menentukan jumlah dar taun kerja. 5. Menentukan baya tenaga kerja peraktan. 6. Menetapkan perentae beban kerja dar mang-mang operator. 7. Mengurang baya produk. Adapun beberapa defn yang dapat dterapkan dalam peraktan: 1. Part yang drakt Part yang melalu uatu rangkaan taun kerja dmana pekerjaan dlakukan ampa part produk elea pada taun kerja terakhr. 2. Elemen kerja () ebagan dar total pekerjaan dalam pada proe peraktan. N adalah jumlah keeluruhan elemen kerja yang haru deleakan dalam peraktan, adalah elemen kerja dalam proe. 1 N. 3. taun kerja () uatu loka pada lnta peraktan dmana elemen kerja dlakukan. Nla mnmum jumlah taun kerja,, lebh bear atau ama dengan Waktu klu (C) Waktu makmum yang dperbolehkan untuk menyeleakan pekerjaan pada etap taun kerja. Nla mnmal dar waktu klu haru lebh bear atau ama dengan waktu terlama taun kerja. Waktu klu baanya dcar dengan efen lntaan dbag dengan producton rate. 5. Waktu opera aktual elemen kerja Waktu dmana performance ratng operator kut dukur dalam etap pekerjaan yang dlakukan. Waktu opera aktual n ddapatkan dar waktu tandard dbag dengan performance ratng operator. 6. Waktu opera aktual taun kerja ( T ) Gabungan beberapa waktu aktual elemen kerja yang dalokakan pada taun kerja. 7. Waktu menganggur dar taun Pengurangan antara waktu klu (C) dan T ). waktu aktual taun ( 8. Precedence Dagram uatu dagram yang menjelakan urutan dar elemen kerja haru dlakukan. Beberapa pekerjaan tdak ba dlakukan kecual pekerjaan ebelumnya telah deleakan. 9. Waktu proe / tandard ( W ) Waktu proe peraktan elemen kerja. II.2. Model Optma ubantoro Bertujuan untuk menggabungkan model optma Elayed Boucher dan Lemana Hartono dengan fung tujuan memnma jumlah taun kerja dan waktu klu dengan mempertmbangkan performan operator pada tap elemen kerja ehngga dapat memnma baya pengadaan taun kerja, baya waktu klu, baya operator dan baya dle operator [5]. Fung tujuan : Mnma Z = 1 T 1.max f 1 T + + c. (max T ) + F r. (( 1 max F r. T - )/maxt ) (1) dengan pembata : N berdaarkan 1 E dan N K T = 1 k 1 T C L (2) jr r 1 W Y k 1... (3) Ck 1... (4) =, j = P, = 1 (5) N 1 W 0, = 1, 2,.... (6) - 51

3 K Y k k 1 Y k 1, k (7) 1 k 1... K (8) Y, {0,1} (9) Dmana,j : Indek elemen kerja. : Indek taun kerja. K : Indek operator. f : Baya tetap pada taun kerja (Rp / klu). : taun kerja, dmana = 1. merupakan jumlah taun kerja yang memungknkan bernla 1 jka taun dpergunakan dan 0 jka tdak. c : Baya waktu klu (Rp / ment ). C : Waktu klu. F r : Gaj operator reguler (Rp / ment). N : Jumlah elemen kerja. W : Waktu tandar elemen kerja. P : Merupakan elemen kerja predeceor. : Merupakan elemen kerja ucceor. C k : Performance ratng operator k dalam menangan elemen kerja. : Varabel aloka elemen kerja ke taun kerja. 1 jka elemen kerja dalokakan ke taun kerja, 0 jka tdak. W : Beberapa elemen kerja dar total elemen kerja yang dapat dtempatkan pada taun kerja dengan memperhatkan pembata pembata elemen kerja yang fungnya untuk memnma pengadaan taun kerja. E : taun kerja awal dmana elemen kerja akan dalokakan (ndek). L : taun kerja akhr dmana elemen kerja akan dalokakan (ndek). Y k : Varabel aloka operator k ke taun kerja. 1 jka operator k dalokakan ke taun kerja, 0 jka tdak. T : Waktu opera aktual taun kerja. II.3. Algortma Genetk Algortma genetk adalah ebuah metode yang ddaarkan pada prnp-prnp genetka dan elek alam. Algortma genetk adalah algortma teratve yang menjaga ekumpulan olu pada tap tera. Pada awalnya, kumpulan olu dhalkan ecara acak, dan pada tap tera ebuah kumpulan olu yang baru dbentuk oleh operator genetk yang menru prnp evolu dan heredta. Tap olu devalua dengan ebuah fung obyektf, dan proe n dulang hngga beberapa bentuk konvergen dcapa. Kumpulan olu yang baru dapat terdr dar olu-olu lama yang terplh karena nla fung obyektfnya yang tngg, dan juga olu-olu baru yang terbentuk dengan mengkombnakan olu-olu lan [2]. II.4. Croover atau Perlangan Perlangan adalah operator genetk yang utama. Operator n mengoperakan dua kromoom dalam uatu waktu dan menghalkan offprng dengan mengkombnakan ftur-ftur kedua kromoom terebut. ebuah cara yang ederhana untuk melakukan perlangan adalah dengan memlh ttk potong ecara acak dan menghalkan offprng dengan mengkombnakan egmen dar ebuah nduk d kr ttk potong dengan egmen nduk lan yang berada d ebelah kanan ttk potong [2]. II.5. Muta Muta adalah operator background yang menghalkan perubahan acak ecara pontan pada beberapa kromoom. ebuah cara yang ederhana untuk melakukan muta adalah dengan cara mengubah atu atau lebh gen [2]. ebuah algortma genetk ederhana dapat drangkum ebaga berkut: 1. Inala. Menghalkan ebuah popula trng ecara acak. 2. Mengevalua trng berdaarkan fung ftne. 3. Menggunakan ekumpulan operator genetk untuk menghalkan popula trng yang baru. Halkan ebuah popula baru dar m trng dengan: (a) Jka p c > rand [0, 1], gunakan operator perlangan (Croover) pada epaang trng. (b) Jka p m > rand [0, 1], gunakan operator muta pada epaang trng. 4. Mengulang langkah ke-2 dan ke-3 hngga ebuah olu yang dngnkan. III. Metode Peneltan Adapun urutan rancangan atau proedur peneltan dapat dlhat pada flowchart epert pada gambar 1. III.1. Pengamatan Awal Pada tahap pengamatan awal dlakukan pencaran nforma mengena bn proe dar peruahaan. Hal n dlakukan dengan tujuan untuk mengetahu kond peruahaan. Pada tahap n juga dlakukan pengamatan pada 52

4 jalannya alran produk dar bahan baku hngga menjad produk jad dan mematkan bahwa model yang akan dgunakan dapat dterapkan pada tem. III.2. tud Lteratur Pada tahap n dpelajar beberapa lteratur yang eua dmana bertujuan untuk mempelajar dan memaham teor teor yang eua dengan penerapan model yang akan dbaha. Gambar 1. Flowchart proedur peneltan III.3. Pengumpulan Data Pada tahap n dlakukan pengumpulan data yang dperlukan untuk kemudan dmaukkan dalam model yang udah terplh. Data yang dbutuhkan adalah data jumlah elemen kerja, waktu tandar elemen kerja, performance ratng operator, waktu klu, baya waktu klu, gaj operator reguler, jumlah taun kerja, baya tetap pengadaaan taun kerja, dan waktu opera aktual taun kerja. III.4. Input Data Model Optma ubantoro Pada tahap n, emua data yang dperoleh dar pengumpulan data d maukkan ke dalam model ubantoro. III.5. Verfka Model ubantoro etelah dperoleh hal output model ubantoro, maka dlakukan verfka model yatu dengan cara memerka hal terebut dengan yarat yarat model, antara lan: 1. Tdak melanggar pembata-pembata yang terdapat dalam model. 2. Varabel keputuan berfat blangan bner (0 atau 1). Apabla yarat data udah terpenuh, maka model dapat dkatakan verfed. Namun apabla ebalknya, maka nput data modelng haru d cek ulang. III.6. Input Data Model Algortma Genetk Pada tahap n, emua data yang dperoleh dar pengumpulan data d maukkan ke dalam model Algortma Genetk dengan proedur ebaga berkut: a) Tahap I: Inala Pada tahap n, Parent awal yang dgunakan dgenerate dengan metode Helgeon and Brne dan ecara random. b). Tahap II: Ftne Tahap n merupakan tahap untuk mengevalua ftne f(x) dar tap kromoom x dalam popula. c). Tahap III: New Populaton Tahap n merupakan tahap untuk mencptakan popula baru dengan menggunakan metode Croover dan Muta ampa terbentuk popula baru. d). Loop Pada tahap n, akan dlakukan pengulangan ke langkah ftne. III.7. Verfka Model Algortma Genetk etelah dperoleh hal output model Algortma Genetk, maka dlakukan verfka model yatu dengan cara memerka hal terebut apakah udah tdak melanggar bataanbataan yang ada atau tdak. 53

5 Apabla tdak melanggar bataan yang ada, maka model dapat dkatakan verfed. Namun apabla ebalknya, maka nput data modelng haru d cek ulang. III.8. Valda Model Algortma Genetk Pada tahap n, model Algortma Genetk yang udah d verfka akan d valda dengan model optma ubantoro. Apabla model udah vald, maka dapat dlanjutkan ke tahap Anal dan pembahaan, namun bla ebalknya, maka haru kembal ke tahap pengumpulan data. III.9. Anal dan Pembahaan Pada tahap n, output oftware LINGO dan hal dar model Algortma Genetk danal untuk melhat apakah model dapat membantu phak peruahaan dalam memnma baya pengadaan taun kerja dan baya pengadaaan operator. III.10. Kempulan dan aran Menark kempulan dar keeluruhan hal Anal dan pembahaan dan member aran kepada peruahaan dar hal yang ada. IV. Hal Peneltan Dan Pembahaan IV. 1. Pengumpulan Data Pengumpulan data dlakukan dengan wawancara dan oberva langung terhadap phak peruahaan. Data-data yang dbutuhkan antara lan: a) Data urutan proe peraktan produk epatu tory kokko warna hjau ukuran 42. b) Data Pengamatan Waktu Elemen Kerja. Elemen-eleman kerja pada proe peraktan tory kokko terdr dar 42 elemen kerja dmana etap waktu tandar tap elemen dapat dlhat pada tabel 1. IV.2. Pengolahan Data 1. Uj Keeragaman Data Dar hal uj yang dlakukan, dapat dlhat bahwa tdak terdapat data yang dluar bata kontrol 3σ ehngga emua data elemen kerja dapat dmpulkan eragam. Contoh perhtungan : Mean elemen 1 = (0,46 + 0,53 + 0,46 + 0,53 + 0,47 + 0,50 + 0,48 + 0,48 + 0,43 + 0,52)/10 = 0,486 tandar deva elemen 1= = 0, n 1 ( mean) n = 0, = 0,31245 detk BKA (Upper) elemen 1= x + 3 D = 0,486 3*0,31245 = 0, BKB (Lower) elemen 1= x - 3 D = 0,486 3*0,31245 = 0, Keterangan : x = Mean BKA: Bata kontrol ata BKB: Bata kontrol bawah D: tandar deva Dar kedua bata kontrol data, dapat dlhat bahwa etap ampel yang dambl tdak ada yang melebh bata kontrol ata dan bata kontrol bawah ehngga data waktu untuk elemen 1 udah eragam. 2. Uj Kecukupan Data Dar hal uj yang dlakukan, dapat dlhat bahwa tdak terdapat N data yang melebh N ehngga dapat dmpulkan bahwa pengamblan data pengamatan udah cukup. Contoh perhtungan: / N ampel ke-1 = k N N 1 2 N 1 N 1 = 2 / *2, , = 6,66 4,844 (N < N. ehngga data untuk ampel ke-1 udah cukup) Keterangan: k = Tngkat kepercayaan (95% >> tabel normal z = 1,96 >> dbulatkan 2) = Tngkat keteltan (5% atau 0,05) N = Jumlah ampel (10) = ampel ke- 3. Waktu Normal dan Waktu tandar Hal perhtungan waktu normal tap elemen kerja dapat dlhat pada uplemen 2. Contoh perhtungan: Waktu Normal elemen ke-1 = Waktu Oberva elemen ke-1 x Performance Ratng operator ke-1 Waktu Normal elemen ke-1 = 0,486 x 1,12 = 0,54 detk 100% W elemen ke-1 = 0,54* = 100% 20% 0,68 detk IV.3. Input Model ubantoro Dalam model n, akan dmaukkan beberapa nput elan waktu tandar tap elemen kerja (aum 1 bulan = 25 har, 1 har = 8 jam = 54

6 28800 detk), tabel 2 merupakan data-data yang d nputkan ke dalam model. Keterangan tabel 2: E : taun kerja awal dmana elemen kerja akan dalokakan (ndek). L : taun kerja akhr dmana elemen kerja akan dalokakan (ndek). Jad untuk elemen ke-1 dtentukan E = 1 dan L = 2 (penentuan dtetapkan endr oleh penul berdaarkan perkraan) karena elemen ke- 1 n dapat dalokakan pertama kal d taun kerja 1 dan dperkrakan dapat dalokakan terakhr kal d taun kerja 2. Elemen ke-36 dtentukan E = 4 dan L = 5 karena elemen ke-36 n dapat dalokakan pertama kal d taun kerja 4 dan dperkrakan dapat dalokakan terakhr kal d taun kerja 5, demkan juga dengan elemen kerja yang lan. Producton Rate = 1010 unt/har = 0, unt/detk Waktu klu = (3600 detk x 8 jam) / 1010 unt = 28,51 detk Gaj operator reguler (F r ) = Rp /bulan = Rp /har = Rp 4.332,5/jam = Rp 1,2035/detk Baya tetap pengadaan taun kerja (f ) = Rp /taun, dmana rncannya adalah ebaga berkut: Baya ltrk = Rp ,00 Baya pengadaan alat keelamatan (Maker, arung tangan) = Rp ,00 Baya perawatan men-men = Rp ,00 Baya pangadaan alat-alat bantu (Guntng, let, paku, benang) = Rp ,00 Harga Produk = Rp /unt Laba= 20% = Rp /unt Baya waktu klu (c) = Producton rate x laba = 0, unt/detk x Rp /unt = Rp 631/detk Tabel 3. Rngkaan Hal Pengujan Model ubantoro IV.4. Input Algortma Genetk Dalam membuat algortma genetk, dperlukan beberapa tahap untuk menghalkan olu yang optmal, yatu: 1) Intaltaton 2) Ftne 3) New Populaton IV.4.1. Tahap I: Inala Dalam model n, akan dgunakan metode Helgeon and Brne untuk membentuk uatu ntal oluton awal. Tahap pertama untuk menggunakan metode n adalah dengan membuat precedence dagram, mengurutkan rankng berdaarkan Potonal Weght (PW), dan membag elemen-elemen kerja berdaarkan PW. Untuk menentukan parent yang kedua, dgunakan tem pemlhan ecara acak. IV.4.2. Tahap II: Ftne Pada tahap n, Objectve Functon dar parent awal dhtung berdaarkan parent yang udah terbentuk. Perhtungan total baya dar Intal oluton pertama adalah ebaga berkut: Objectve Functon = ( x 5) + ( 631 x 28,50) + (1,2035 x 5 x 28,50) + [1,2035 x ((5 x 28,50) - (28, , , , ,92) / 28,50)] = Rp ,00 Perhtungan total baya dar Intal oluton kedua adalah ebaga berkut: Objectve Functon = ( x 5) + (631 x 28,45) + (1,2035 x 5 x 28,45) + [1,2035 x ((5 x 28,45) - (21, , , ,45+ 20,98) / 28.45)] = Rp ,17 IV.4.3. Tahap III: New Populaton Dalam tahap n, dgunakan 2 metode untuk menghalkan popula baru yakn Croover dan kemudan dlanjutkan dengan Muta. Berkut merupakan perhtungan manual dalam penggunaan croover dan muta pada ntal oluton yang ada : Itera 1/Genera I : Croover: Parent I: Parent II: Dtentukan probablta terjadnya croover ebear 0,75 (Pc = 0,75) dan dengan bantuan oftware Mntab ddapat probablta r ebear 0,43. Karena r < Pc, maka perlu dlakukan croover. Langkah elanjutnya adalah merandom 2 angka dar 1-42 (eua dengan jumlah elemen) dengan bantuan oftware Mntab dan ddapat hal angka 3 dan 8 yang artnya bahwa Parent I dengan elemen dar urutan ke-3 ampa dengan ke-8 haru d croover dengan Parent II. 55

7 Hal Croover (Chld I): etelah devalua, ternyata kond chld I udah memenuh pembata-pembata yang ada, yakn precedence dagram dan waktu klu, ehngga proe croover berhal dan dapat dlanjutkan ke proe Muta. Objectve Functon Chld I = ( x 5) + (631 x 27,52) + (1,2035 x 5 x 27,52) + [1,2035 x ((5 x 27,52) - (27,52+ 26,8 + 20, ) / 27,52)] = Rp ,98 Muta : Dtentukan terlebh dahulu probablta muta ebear 0,25 (Pm = 0,25) dan ddapat probablta r ebear 0,17. Karena r < Pm, maka perlu dlakukan Muta. Dar hal oftware Mntab, ddapat pula 2 angka random antara 1-42 yakn 3 dan 11, ehngga kedua elemen pada Chld I haru dtukar. Hal Muta (Chld II) : etelah devalua, ternyata kond chld II udah memenuh pembata-pembata yang ada, yakn precedence dagram dan waktu klu, ehngga proe Muta berhal. Objectve Functon Chld II = ( x 5) + (631 x 27,52) + (1,2035 x 5 x 27,52) + [1,2035 x ((5 x 27,52) - (27,52+ 26,8 + 20, ) / 27,52)] = Rp ,98 elanjutnya, akan dulang kembal tahapantahapan yang ada mula dar Tahap II: Ftne. Hal n dlakukan ampa 100 tera. Oleh karena hal terebut, maka untuk tera-tera berkutnya dgunakan program yang drancang khuu untuk menghtung Algortma Genetk n. Berkut merupakan flowchart program Algortma Genetk (Gambar 2). IV.5. Anal Data IV.5.1. Verfka Model ubantoro 1. Tdak terdapat pelanggaran terhadap fungfung pembata yang tedapat dalam model. 2. emua verabel keputuan udah berfat blangan bner (0 atau 1). Dengan n model dapat dmpulkan Verfed. IV.5.2. Verfka Model Algortma Genetk Tdak terdapat pelanggaran terhadap fungfung pembata yang tedapat dalam model (waktu klu dan precedence dagram). IV.5.3. Valda Model Algortma Genetk Hal model optma ubantoro menghalkan 5 taun kerja dengan nla ftne ,00. edangkan model Algortma Genetk menghalkan 5 taun kerja dengan nla ftne terkecl ,98. Dar hal n, model algortma genetk hanya menympang 0,00001% dar model optma ubantoro ehngga model algortma genetk dapat dnyatakan vald. IV.6. Anal entvta Model Algortma Genetk IV.6.1. Anal Pengaruh Perubahan Baya Pengadaan taun Kerja Terhadap Fung Objectve Pengaruh perubahan baya pengadaaan taun kerja terhadap fung objectve dapat dlhat pada gambar 5. Dar gambar terebut, dapat dmpulkan bahwa emakn bear baya pengadaan taun kerja, maka total bayanya juga akan emakn bear. IV.6.2. Anal Pengaruh Perubahan Baya Waktu klu Terhadap Total Baya Pengaruh perubahan baya waktu klu terhadap total baya dapat dlhat pada gambar 6. Dar gambar terebut, dapat dmpulkan bahwa emakn bear baya waktu klu, maka fung objectve-nya juga akan emakn bear. IV.6.3. Anal Pengaruh Perubahan Gaj Operator Terhadap Total Baya Pengaruh perubahan gaj operator terhadap total bayadapat dlhat pada gambar 7. Dar gambar terebut, dapat dmpulkan bahwa emakn bear baya waktu klu, maka fung objectve-nya juga akan emakn bear. IV.6.4. Anal Pengaruh Perubahan Gaj Operator Terhadap Total Baya Pengaruh perubahan gaj operator terhadap total baya dapat dlhat pada gambar 7. 56

8 Gambar 2. Flowchart program Algortma Genetka Gambar 3. Flowchart program untuk Croover (Lanjutan gambar 2) 57

9 Gambar 5. Pengaruh perubahan baya pengadaan taun kerja terhadap total baya. Gambar 8. Pengaruh perubahan performance ratng terhadap total baya Gambar 6. Pengaruh perubahan baya waktu klu terhadap total baya. Dar gambar data, dapat dmpulkan bahwa emakn bear Performance Ratng operator, maka total bayanya juga akan emakn kecl. IV.6.5. Anal Pengaruh Perubahan Waktu klu Operator Terhadap Jumlah taun Kerja Pengaruh perubahan waktu klu terhadap jumlah taun kerja dapat dlhat pada gambar 9. Gambar 10. Grafk Hal Rangkuman Percobaan 1 Gambar 7. Pengaruh perubahan gaj operator terhadap total baya. Dar gambar data, dapat dmpulkan bahwa emakn bear gaj operator, maka total bayanya juga akan emakn bear. IV.6.5. Anal Pengaruh Perubahan Perfomance Ratng Operator Terhadap Total Baya Pengaruh perubahan performance ratng operator terhadap total baya dapat dlhat pada gambar 8. Gambar 9. Pengaruh perubahan Waktu klu terhadap Jumlah taun Kerja IV.7. Anal Parameter Model Algortma Genetk IV.7.1. Anal Pengaruh Perubahan Probablta Croover Terhadap Total Baya 58

10 Dengan menggunakan oftware Algortma Genetk, dlakukan beberapa percobaan dengan menggant probablta croover (Pc) dengan nla antara 0,1 ampa 1 dan dengan probablta muta (Pm) yang nlanya tetap (0,25). Percobaan dlakukan ebanyak 100 kal dengan 10 replka tap percobaan (Gambar 10). Dar gambar data, rata-rata nla ftne terkecl ddapat dengan nla Pc = 0,85. Probablta croover yang terlalu bear akan mengakbatkan truktur dar nla fung objektf yang bak akan hlang dengan lebh cepat dar elek. Namun ebalknya, apabla probablta croover terlalu kecl maka akan menghalang proe elek dalam proe Algortma genetk. Jad apabla hanya dlhat dar udut pandang croover, nla ftne terbak dapat dperoleh dengan menggunakan probablta croover (Pc) ebear 0,85. IV.7.2. Anal Pengaruh Perubahan Probablta Muta Terhadap Total Baya Dengan menggunakan oftware Algortma Genetk, dlakukan beberapa percobaan dengan menggant probablta muta (Pm) dengan nla antara 0,1 ampa 1 dan dengan probablta croover (Pc) yang nlanya tetap (0,75). Percobaan dlakukan ebanyak 100 kal dengan 10 replka tap percobaan. Berkut merupakan hal rangkuman percobaan yang dlakukan: Gambar 11. Grafk Hal Rangkuman Percobaan 2 Dar tabel dan gambar data, rata-rata nla ftne terkecl ddapat dengan nla Pm = 0,25. Probablta muta yang terlalu kecl akan menyebabkan gen-gen yang berpoten tdak dcoba. Namun ebalknya, apabla probablta muta terlalu tngg maka akan menyebabkan keturunan akan emakn mrp dengan nduknya. Jad apabla hanya dlhat dar udut pandang muta, nla ftne terbak dapat dperoleh dengan menggunakan probablta muta (Pm) ebear 0,25. IV.7.3. Anal Pengaruh Perubahan Probablta Croover dan Muta Terhadap Total Baya Dengan menggunakan oftware Algortma Genetk, dlakukan beberapa percobaan dengan menggant probablta croover (Pc) dan probablta muta (Pm) ecara beramaan. Percobaan dlakukan ebanyak 100 kal dengan 10 replka tap percobaan. Berkut merupakan hal rangkuman percobaan yang dlakukan : Tabel 4. Hal Rangkuman Percobaan 2 Pc Pm Rata-rata 0,1 0,5 75,017, ,5 0,4 75,017, ,8 0,5 75,017, ,5 0,5 75,017, ,65 0,30 75,017, ,80 0,20 75,017, ,65 0,1 75,017, ,95 0,20 75,017, ,00 0,10 75,017, ,00 0,30 75,017, Dar tabel data, rata-rata nla ftne terkecl ddapat dengan nla Pc = 0,80 dan Pm = 0,20. Jad apabla dlhat dar udut pandang croover dan muta, nla ftne terbak dapat dperoleh dengan menggunakan probablta croover (Pc) ebear 0,80 dan probablta muta (Pm) ebear 0,20. IV.8. Anal Hal Model Algortma Genetk Dar hal output terbak model Algortma Genetk, nla ftne terkecl yang dperoleh adalah adalah Rp ,98 dengan Pc = 0,80 dan Pm = 0,20. Terbentuk 5 taun kerja, taun kerja 1 ber elemen kerja 1,2,10,11,12,13,14,15,dan 16. taun kerja 2 ber elemen kerja 3,4,5,6,17,18,19,20,21,22,23. taun kerja 3 ber elemen kerja 7,8,24,25,26,27,28,29,30. taun kerja 4 berkan elemen kerja 9,31,32,33,34,35. taun kerja 5 berkan elemen kerja 36,37,38,39, 40,41 dan 42. V. Kempulan Dar hal pengolahan dan Anal data, dapat dmpulkan beberapa hal ebaga berkut: 1. Algortma genetk hanya menympang 0,0001 % dar hal model optma. 2. Dengan Algortma Genetk terbentuk 5 taun kerja dengan total baya ebear Rp ,98. 59

11 Daftar Putaka [1] Elayed, Elayed A., Boucher Thoma O., Analy and Control of Producton ytem, Hlm , Prentce-Hall Internatonal Inc., New Jerey, [2] antoa, Bud dan Paul Wlly, Metoda Metaheurtk: Konep dan Implementa, Hlm , Guna Wdya, Indonea, [3] Anderon, E.J. and M.C. Ferr, A genetc algorthm for the aembly lne balancng problem, In Proccedng of the Integer Programmng / Combnatoral Optmzaton Conference, Waterloo, Ontaro, Canada, May 28-30, Hlm. 1-23, Unverty of Waterloo Pre, [4] Chong, Kuan Eng, Mohamed K. Omar, dan Nooh Abu Bakar, olvng aembly lne balancng problem ung genetc algorthm wth heurtc treated ntal populaton, Proccedng of the World Congre on Engneerng 2008 Vol II, Hlm. 3-7, London, July 2-4, [5] ubantoro, G., Pengembangan Model Lne Balancng Untuk Mxed Model Lne Balancng dengan mempertmbangkan Kapata, Hlm urabaya: Unverta Katolk Wdya Mandala,

12 uplemen 1. Waktu tandar Elemen Kerja Elemen Waktu tandar (detk) 1 0,68 2 1,20 3 0,85 4 0,91 5 0,93 6 0,63 7 1,44 8 1,53 9 1, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,09 uplemen 2. Waktu Elemen Kerja dan Drect Predeceor Elemen Tak Tme Predeceor E L Agment of Zero-One Varable 1 0, ,12 2 1, ,22 3 0, ,32 4 0, ,42 5 0, ,52 61

13 6 0, ,62 7 1, ,72 8 1, ,82 9 1, , , ,102, 11 1,85 1, , ,89 2, , , , , , , , , , , ,173, 18 3,41 3, , , , , , ,13 19, , ,99 5, , , , , , , ,253, ,61 24, ,263, , ,273, ,37 7, ,283, , ,293, ,70 28, ,303, , ,314, , ,324, , ,334, , ,344, ,75 9, ,354, , , , , , , , , , , , , , ,425 No Elemen Kerja 1 Meneep Toe Box 2 Menyablon Vamp 3 Menyablon Back Counter 4 Menyablon de Rme 5 Menyablon Quarter Lnng 62

14 6 Meneep Counter Box 7 Menyablon Tongue Ata 8 Menyablon Tongue bawah 9 Menyablon ock Lnng 10 Vamp Lnng Djaht Zgzag 11 Elemen 10 djaht dengan Elemen 1 12 Elemen 11 djaht dengan Elemen 2 13 Elemen 12 djaht tepnya upaya kuat 14 Elemen 13 djaht membentuk pola tertentu 15 Elemen 14 djaht dengan Var. Quarter Elemen 15 djaht dengan Var. Quarter Elemen 16 djaht dan datukan bagan belakangnya 18 Elemen 17 djaht dengan Vamp 19 Elemen 18 djaht dengan Eyetey 20 Menjaht Elemen 4 21 Elemen 19 djaht dengan elemen Elemen 21 djaht dengan elemen 5 23 Elemen 22 djaht dengan Collar Lnng 24 Elemen 23 Colar Lnngnya dlatex luar dalam 25 Melatex Elemen 6 26 Elemen 24 dgabung dengan elemen 25 kemudan djaht dengan Collar Fller dan dmaukkan oven 27 Elemen 26 Colar Lnngnya dbalk 28 Menjaht Pta Tongue, Tongue Lnng Ata, Tongue Lnng, Elemen 7, dan Elemen 8 29 Elemen 27 dplong untuk membuat lubang tal epatu 30 Elemen 29 djaht dengan elemen Elemen 30 d Injecton untuk membuat Outole 32 Elemen 31 d cat bagan bawahnya 33 Elemen 32 dber Inole dan d lem 34 Elemen 33 dpaku Outolenya depan dan belakang 35 Elemen 34 dber Elemen 9 36 Elemen 35 D Inpek 37 Elemen 36 dber kerta bagan dalamnya 38 Elemen 37 dber tal epatu 39 Elemen 38 dberhkan 40 Elemen 39 dber trng pn dan label 41 Elemen 40 dber nomor er 42 Elemen 41 dmaukkan ke dalam box 63

Penggunaan Metode Branch and Bound dan Gomory Cut dalam Menentukan Solusi Integer Linear Programming

Penggunaan Metode Branch and Bound dan Gomory Cut dalam Menentukan Solusi Integer Linear Programming JURNAL SAINTIFIK VOL. NO., JANUARI 0 Penggunaan Metode Branch and Bound dan Gomory Cut dalam Menentukan Solu Integer Lnear Programmng Wahyudn Nur, Nurul Mukhlah Abdal Program Stud Matematka FMIPA Unverta

Lebih terperinci

Marzuki Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim ABSTRAK

Marzuki Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim ABSTRAK PERBANDINGAN PRETAI IWA ANTARA PEMBELAJARAN PROBLEM OLVING DENGAN METODE KONVENONAL PADA DALIL PHYTAGORA TERHADAP IWA KELA VIII MP NEGERI PEUANGAN ELATAN KABUPATEN BIREUEN Marzuk Program tud Penddkan Matematka

Lebih terperinci

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM Perancangan Sstem Sstem yang akan dkembangkan adalah berupa sstem yang dapat membantu keputusan pemodal untuk menentukan portofolo saham yang dperdagangkan d Bursa

Lebih terperinci

Kajian Pemilihan Struktur Dua Rantai Pasok yang Bersaing Untuk Strategi Perbaikan Kualitas

Kajian Pemilihan Struktur Dua Rantai Pasok yang Bersaing Untuk Strategi Perbaikan Kualitas JURNAL TEKNIK POITS Vol. 1, No. 1, (01 1-5 1 Kaan Pemlhan Struktur Dua Ranta Paok yang Berang Untuk Strateg Perbakan Kualta Ika Norma Kharmawat, Lakm Prta W, Suhud Wahyud Juruan atematka Fakulta atematka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Peneltan Peneltan n bertujuan untuk mengetahu Pembelajaran Kooperatf Tpe Student Team Achevement Dvon (STAD) dengan Meda Komk Lebh Efektf darpada Pembelajaran dengan

Lebih terperinci

* PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN BERTINGKAT PADA STEAM DRUM PT INDONESIA POWER UBP SUB UNIT PERAK-GRATI

* PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN BERTINGKAT PADA STEAM DRUM PT INDONESIA POWER UBP SUB UNIT PERAK-GRATI * PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN BERTINGKAT PADA STEAM DRUM PT INDONESIA POWER UBP SUB UNIT PERAK-GRATI Oleh : eko wahyudanto (409.05.004) Pembmbng : Ir.Mochamad.Ilya HS NIP. 949099 97903 00 Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam pembuatan tugas akhr n, penulsan mendapat referens dar pustaka serta lteratur lan yang berhubungan dengan pokok masalah yang penuls ajukan. Langkah-langkah yang akan

Lebih terperinci

Penurunan Syarat Orde Metode Runge-Kutta dengan Deret Butcher

Penurunan Syarat Orde Metode Runge-Kutta dengan Deret Butcher Vol., No., -9, Januar 06 Penurunan Syarat Orde Metode Runge-Kutta dengan Deret Butcer Mutar Abtrak Tulan n membaa aplka deret Butcer dalam penurunan yarat orde metode Runge- Kutta. Penurunan deret Butcer

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI LNSN TEORI. nala Jarngan Kera Metode arngan kera dperkenalkan menelang decade 0-an, oleh atu tm engneer dan ahl matematka dar peruahaan u Pont bekera ama dengan Rand orporaton, dalam uaha mengembangkan

Lebih terperinci

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas 9 BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3. Lokas dan Waktu Peneltan Peneltan n d laksanakan d Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. Gorontalo pada kelas VIII. Waktu peneltan dlaksanakan pada semester ganjl, tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Pada peneltan n, penuls memlh lokas d SMA Neger 1 Bolyohuto khususnya pada sswa kelas X, karena penuls menganggap bahwa lokas

Lebih terperinci

BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER

BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER BAB V PENGEMBANGAN MODEL FUZZY PROGRAM LINIER 5.1 Pembelajaran Dengan Fuzzy Program Lner. Salah satu model program lnear klask, adalah : Maksmumkan : T f ( x) = c x Dengan batasan : Ax b x 0 n m mxn Dengan

Lebih terperinci

Tinjauan Algoritma Genetika Pada Permasalahan Himpunan Hitting Minimal

Tinjauan Algoritma Genetika Pada Permasalahan Himpunan Hitting Minimal 157 Vol. 13, No. 2, 157-161, Januar 2017 Tnjauan Algortma Genetka Pada Permasalahan Hmpunan Httng Mnmal Jusmawat Massalesse, Bud Nurwahyu Abstrak Beberapa persoalan menark dapat dformulaskan sebaga permasalahan

Lebih terperinci

Perancangan dan Implementasi Pengaturan Kecepatan Motor Brushless DC Menggunakan Metode Model Predictive Control (MPC)

Perancangan dan Implementasi Pengaturan Kecepatan Motor Brushless DC Menggunakan Metode Model Predictive Control (MPC) JURNAL EKNIK IS Vol. 4, No., (05) ISSN: 337-3539 (30-97 Prnt) E-4 Perancangan dan Implementa Pengaturan Kecepatan Motor Bruhle DC Menggunakan Metode Model Predctve Control (MPC) Fachrul Arfn, Joaphat Pramudjanto,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Untuk menjawab permasalahan yatu tentang peranan pelathan yang dapat menngkatkan knerja karyawan, dgunakan metode analss eksplanatf kuanttatf. Pengertan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dpergunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (1822 1911). Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang

Lebih terperinci

Siti Aminah 1) Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru ABSTRAK

Siti Aminah 1) Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru ABSTRAK ANALISIS PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN KEMBUNG (Ratrellger pp) DI PERAIRAN KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN UTILIZATION ANALYSIS OF THE MACKEREL (RASTRELLIGER SPP) RESOURCES IN TANAH LAUT

Lebih terperinci

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH

BAB VB PERSEPTRON & CONTOH BAB VB PERSEPTRON & CONTOH Model JST perseptron dtemukan oleh Rosenblatt (1962) dan Mnsky Papert (1969). Model n merupakan model yang memlk aplkas dan pelathan yang lebh bak pada era tersebut. 5B.1 Arstektur

Lebih terperinci

Sistem Pengaturan Waktu Riil

Sistem Pengaturan Waktu Riil Stem engaturan Waktu Rl Algortma engatur Dgtal Ir. Jo ramudjanto, M.Eng. Juruan Teknk Elektro FTI ITS Telp. 594730 Fax.59337 Emal: [email protected] Stem engaturan Waktu Rl - 0 Objektf: Metode Dan enalaan arameter

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Peneltan Tujuan peneltan n adalah untuk mengetahu perbandngan hal belajar antara metode ceramah dengan metode mnd mappng pada mater pokok tem pernapaan manua d MT. PI

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Populasi dalam III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Neger 3 Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n yatu seluruh sswa kelas VIII SMP Neger 3 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 0/03 yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak di III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung yang terletak d Jl. Gn. Tanggamus Raya Way Halm, kota Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah

Lebih terperinci

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) Suplemen Respons Pertemuan ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351) 7 Departemen Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Referens Waktu Korelas Perngkat (Rank Correlaton) Bag. 1 Koefsen Korelas Perngkat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Hpotess Peneltan Berkatan dengan manusa masalah d atas maka penuls menyusun hpotess sebaga acuan dalam penulsan hpotess penuls yatu Terdapat hubungan postf antara penddkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Satelah melakukan peneltan, penelt melakukan stud lapangan untuk memperoleh data nla post test dar hasl tes setelah dkena perlakuan.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlakukan d MTs Neger Bandar Lampung dengan populas sswa kelas VII yang terdr dar 0 kelas yatu kelas unggulan, unggulan, dan kelas A sampa dengan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN MODEL

BAB IV PEMBAHASAN MODEL BAB IV PEMBAHASAN MODEL Pada bab IV n akan dlakukan pembuatan model dengan melakukan analss perhtungan untuk permasalahan proses pengadaan model persedaan mult tem dengan baya produks cekung dan jont setup

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan strategi pembelajaran mind mapping dalam pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan strategi pembelajaran mind mapping dalam pendekatan 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Jens dan Desan Peneltan Jens peneltan n adalah kuas ekspermen. Pada peneltan n terdapat dua kelompok subjek peneltan yatu kelompok ekspermen yang dberkan suatu perlakuan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia)

PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Studi Kasus pada Data Inflasi Indonesia) PENERAPAN METODE MAMDANI DALAM MENGHITUNG TINGKAT INFLASI BERDASARKAN KELOMPOK KOMODITI (Stud Kasus pada Data Inflas Indonesa) Putr Noorwan Effendy, Amar Sumarsa, Embay Rohaet Program Stud Matematka Fakultas

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen yang telah dlaksanakan d SMA Neger 3 Bandar Lampung. Peneltan n dlaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah siswa MAN Model Gorontalo.

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah siswa MAN Model Gorontalo. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Adapun yang menjad objek peneltan adalah sswa MAN Model Gorontalo. Penetapan lokas n ddasarkan pada beberapa pertmbangan yakn,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneltan Metode yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf. Peneltan deskrptf merupakan peneltan yang dlakukan untuk menggambarkan sebuah fenomena atau suatu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap 5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Lokas Dan Waktu Peneltan Peneltan n dlaksanakan d SMA Neger I Tbawa pada semester genap tahun ajaran 0/03. Peneltan n berlangsung selama ± bulan (Me,Jun) mula dar tahap

Lebih terperinci

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang 11 Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbankan adalah ndustr yang syarat dengan rsko. Mula dar pengumpulan dana sebaga sumber labltas, hngga penyaluran dana pada aktva produktf. Berbaga kegatan jasa

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Fuzzy Set Pada tahun 1965, Zadeh memodfkas teor hmpunan dmana setap anggotanya memlk derajat keanggotaan yang bernla kontnu antara 0 sampa 1. Hmpunan n dsebut dengan hmpunaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 ENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum dapat dkatakan bahwa mengambl atau membuat keputusan berart memlh satu dantara sekan banyak alternatf. erumusan berbaga alternatf sesua dengan yang sedang

Lebih terperinci

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN III.1 Hpotess Berdasarkan kerangka pemkran sebelumnya, maka dapat drumuskan hpotess sebaga berkut : H1 : ada beda sgnfkan antara sebelum dan setelah penerbtan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN METODE ALGORITMA GENETIKA DAN DARWINIAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK FUNGSI MULTIMODAL

PENGEMBANGAN METODE ALGORITMA GENETIKA DAN DARWINIAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK FUNGSI MULTIMODAL Arad Retno TH, Pengembangan Metode Algortma Gen, Hal 93-0 PENGEMBANGAN METODE ALGORITMA GENETIKA DAN DARWINIAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK FUNGSI MULTIMODAL Arad Retno Tr Hayat Abstrak Metode optmas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi Daftar Is Daftar Is... Kata pengantar... BAB I...1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan...2 BAB II...3 TINJAUAN TEORITIS...3 2.1 Landasan Teor...4 BAB III...5 PEMBAHASAN...5

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desan Peneltan Sebelum dlakukan peneltan, langkah pertama yang harus dlakukan oleh penelt adalah menentukan terlebh dahulu metode apa yang akan dgunakan dalam peneltan. Desan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN 6 BAB IV HAIL PENELITIAN A. Deskrps Data Hasl Peneltan Untuk mengetahu keefektfan penerapan model pembelajaran cooperatve learnng tpe TAD (tudent Teams-Achevement Dvsons) terhadap hasl belajar matematka

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. bersifat statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

III. METODE PENELITIAN. bersifat statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 3 III. METDE PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan merupakan langkah atau aturan yang dgunakan dalam melaksanakan peneltan. Metode pada peneltan n bersfat kuanttatf yatu metode peneltan yang dgunakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan kestablan ekonom, adalah dua syarat pentng bag kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa. Dengan pertumbuhan yang cukup, negara dapat melanjutkan pembangunan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. hasil penelitian. Walaupun penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen,

BAB III METODE PENELITIAN. hasil penelitian. Walaupun penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desan Peneltan Metode peneltan n adalah quas ekspermen karena terdapat unsur manpulas, yatu mengubah keadaan basa secara sstemats ke keadaan tertentu serta tetap

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Hasl Peneltan Pada peneltan yang telah dlakukan penelt selama 3 mnggu, maka hasl belajar matematka pada mater pokok pecahan d kelas V MI I anatussbyan Mangkang Kulon

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy ANALISIS REGRESI Regres Lner Sederhana : Contoh Perhtungan Regres Lner Sederhana Menghtung harga a dan b Menyusun Persamaan Regres Korelas Pearson (Product Moment) Koefsen Determnas (KD) Regres Ganda :

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analsa Pemlhan Model Tme Seres Forecastng Pemlhan model forecastng terbak dlakukan secara statstk, dmana alat statstk yang dgunakan adalah MAD, MAPE dan TS. Perbandngan

Lebih terperinci

UKURAN S A S MPE P L P of o. D r D. r H. H Al A ma m s a d s i d Sy S a y h a z h a, SE S. E, M P E ai a l i : l as a y s a y h a

UKURAN S A S MPE P L P of o. D r D. r H. H Al A ma m s a d s i d Sy S a y h a z h a, SE S. E, M P E ai a l i : l as a y s a y h a UKURAN SAMPEL Prof. Dr. H. Almasd Syahza, SE., MP Emal: [email protected] Webste: http://almasd. almasd.staff. staff.unr.ac.d Penelt Senor Unverstas Rau Penentuan Sampel Peneltan lmah hampr selalu hanya

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Pengertan Regres Regres pertama kal dgunakan sebaga konsep statstka oleh Sr Francs Galton (18 1911).Belau memperkenalkan model peramalan, penaksran, atau pendugaan, yang selanjutnya

Lebih terperinci

DESAIN ALAT PEMBUAT TEPUNG PATI KANJI MINI YANG ERGONOMIS. Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang

DESAIN ALAT PEMBUAT TEPUNG PATI KANJI MINI YANG ERGONOMIS. Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang Dean Alat Pemuat Tepung Mujono Sanny Hendro DESAI ALAT PEMBUAT TEPUG PATI KAJI MII YAG ERGOOMIS ) Mujono, ) Sanny Andjarar, 3) Hendro S,,3) Prod Teknk Indutr, Fakulta Teknolog Indutr, Inttut Teknolog aonal

Lebih terperinci

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: PROPOSAL SKRIPSI JUDUL: 1.1. Latar Belakang Masalah SDM kn makn berperan besar bag kesuksesan suatu organsas. Banyak organsas menyadar bahwa unsur manusa dalam suatu organsas dapat memberkan keunggulan

Lebih terperinci

Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN

Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Sebuah jarngan terdr dar sekelompok node yang dhubungkan oleh busur atau cabang. Suatu jens arus tertentu berkatan dengan setap busur. Notas standart untuk menggambarkan sebuah jarngan

Lebih terperinci

Agus Priyono, Edy Widodo. Jurusan Statistika FMIPA UII Yogyakarta

Agus Priyono, Edy Widodo. Jurusan Statistika FMIPA UII Yogyakarta Prodng Semnar Naonal Peneltan, Penddkan dan Penerapan MIPA Fakulta MIPA, Unverta Neger Yogyakarta, 16 Me 2009 ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOMBINASI ATRIBUT PRODUK NOTEBOOK DENGAN PENDEKATAN METODE

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu 4 III. METODE PENELITIAN A. Populas Peneltan Peneltan n merupakan stud ekspermen dengan populas peneltan yatu seluruh sswa kelas VIII C SMP Neger Bukt Kemunng pada semester genap tahun pelajaran 01/013

Lebih terperinci

Kecocokan Distribusi Normal Menggunakan Plot Persentil-Persentil yang Distandarisasi

Kecocokan Distribusi Normal Menggunakan Plot Persentil-Persentil yang Distandarisasi Statstka, Vol. 9 No., 4 47 Me 009 Kecocokan Dstrbus Normal Menggunakan Plot Persentl-Persentl yang Dstandarsas Lsnur Wachdah Program Stud Statstka Fakultas MIPA Unsba e-mal : [email protected] ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertan Analsa Regres Dalam kehdupan sehar-har, serng kta jumpa hubungan antara satu varabel terhadap satu atau lebh varabel yang lan. Sebaga contoh, besarnya pendapatan seseorang

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK BAB IV PEMBAASAN ASIL PENELITIAN PENGARU PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK TERADAP ASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MATERI POKOK KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA DI INDONESIA A. Deskrps Data asl Peneltan.

Lebih terperinci

Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik. 4 Oktober 2012

Pertemuan ke-4 Analisa Terapan: Metode Numerik. 4 Oktober 2012 Pertemuan ke-4 Analsa Terapan: Metode Numerk 4 Oktober Persamaan Non Non--Lner: Metode NewtonNewton-Raphson Dr.Eng. Agus S. Muntohar Metode Newton Newton--Raphson f( f( f( + [, f(] + = α + + f( f ( Gambar

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 8 Bandar Lampung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 8 Bandar Lampung. Populasi dalam 1 III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SMPN 8 Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas VII SMPN 8 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 01/013 yang terdr

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011. 44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Penyajan Data Peneltan Untuk memperoleh data dar responden yang ada, maka dgunakan kuesoner yang telah dsebar pada para pelanggan (orang tua sswa) d Kumon

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jens dan Sumber Data Jens data yang dgunakan dalam peneltan n adalah data sekunder. Data yang dgunakan melput: (1) PDRB Kota Duma (tahun 2000-2010) dan PDRB kabupaten/kota

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel BAB LANDASAN TEORI. Analss Regres Regres merupakan suatu alat ukur yang dgunakan untuk mengukur ada atau tdaknya hubungan antar varabel. Dalam analss regres, suatu persamaan regres atau persamaan penduga

Lebih terperinci

BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE

BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE BAB VIB METODE BELAJAR Delta rule, ADALINE (WIDROW- HOFF), MADALINE 6B.1 Pelathan ADALINE Model ADALINE (Adaptve Lnear Neuron) dtemukan oleh Wdrow & Hoff (1960) Arstekturnya mrp dengan perseptron Perbedaan

Lebih terperinci

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI Pendahuluan o Ukuran dspers atau ukuran varas, yang menggambarkan derajat bagamana berpencarnya data kuanttatf, dntaranya: rentang, rentang antar kuartl, smpangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pretest postes control group design dengan satu macam perlakuan. Di dalam

BAB III METODE PENELITIAN. pretest postes control group design dengan satu macam perlakuan. Di dalam BAB III METODE PEELITIA A. Bentuk Peneltan Peneltan n merupakan peneltan ekspermen dengan model pretest postes control group desgn dengan satu macam perlakuan. D dalam model n sebelum dmula perlakuan kedua

Lebih terperinci

Pendekatan Fuzzy Goal Programming untuk Alokasi Beban Pencemar Limbah Industri pada Perairan Sungai Surabaya

Pendekatan Fuzzy Goal Programming untuk Alokasi Beban Pencemar Limbah Industri pada Perairan Sungai Surabaya Pendekatan Fuzzy Goal Programmng untuk Aloka Beban Pencemar Lmbah Indutr pada Peraran Sunga Surabaya Andhka Eko Praetyo, Udubakt Cptomulyono Teknk Indutr ITS Surabaya Kontak Peron : Andhka Eko Praetyo

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 2 LNDSN TEORI 2. Teor engamblan Keputusan Menurut Supranto 99 keputusan adalah hasl pemecahan masalah yang dhadapnya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang past terhadap suatu pertanyaan.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. pelajaran 2011/ Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang

METODE PENELITIAN. pelajaran 2011/ Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Peneltan Peneltan n telah dlaksanakan d SMA Neger 1 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 011/ 01. Populas peneltan n adalah seluruh sswa kelas X yang terdr dar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS

BAB IV HASIL ANALISIS BAB IV HASIL ANALISIS. Standarda Varabel Dalam anal yang dtamplan pada daftar tabel, dar e-39 wadu yang meml fator-fator melput luaan DAS, apata awal wadu, 3 volume tahunan rerata pengendapan edmen, dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 41 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peneltan Berdasarkan masalah yang akan dtelt dengan melhat tujuan dan ruang lngkup dserta dengan pengolahan data, penafsran serta pengamblan kesmpulan, maka metode

Lebih terperinci

2.1 Sistem Makroskopik dan Sistem Mikroskopik Fisika statistik berangkat dari pengamatan sebuah sistem mikroskopik, yakni sistem yang sangat kecil

2.1 Sistem Makroskopik dan Sistem Mikroskopik Fisika statistik berangkat dari pengamatan sebuah sistem mikroskopik, yakni sistem yang sangat kecil .1 Sstem Makroskopk dan Sstem Mkroskopk Fska statstk berangkat dar pengamatan sebuah sstem mkroskopk, yakn sstem yang sangat kecl (ukurannya sangat kecl ukuran Angstrom, tdak dapat dukur secara langsung)

Lebih terperinci

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA Regres Lnear Tujuan Pembelajaran Menjelaskan regres dan korelas Menghtung dar persamaan regres dan standard error dar estmas-estmas untuk analss regres lner sederhana

Lebih terperinci

EL2005 Elektronika PR#01

EL2005 Elektronika PR#01 EL2005 Elektronka PR#0 SOAL B C E G a. Buktkan bahwa n = ( ). b. Turunkan peramaan untuk A v = /. c. Htung nla n dan A v = / jka dberkan = 00 kω, = 00 Ω, = kω, dan = 00. d. Ulang oal (c) jka dberkan =

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODE PENELITIAN Desan Peneltan Metode peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah metode deskrptf analts dengan jens pendekatan stud kasus yatu dengan melhat fenomena permasalahan yang ada

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2 Masalah Transportas Jong Jek Sang (20) menelaskan bahwa masalah transportas merupakan masalah yang serng dhadap dalam pendstrbusan barang Msalkan ada m buah gudang (sumber) yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada 3 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat Dan Waktu Peneltan 3.1.1 Tempat Peneltan Peneltan yang dlakukan oleh penelt berlokas d Kelas Ak 6, SMK Neger I Gorontalo. Penetapan lokas tersebut berdasarkan pada

Lebih terperinci

Bab VIII Aspek Kosmologi Teori Skalar-Vektor-Tensor

Bab VIII Aspek Kosmologi Teori Skalar-Vektor-Tensor Bab VIII Apek Komolog Teor Skalar-Vektor-Tenor VIII. Pendahuluan Kemungknan nvaran Lorentz dlanggar pada energ-energ tngg dalam teor 4- dmen dengan konekuen yang dapat duj (Mattngly dan Vucetch, 005 telah

Lebih terperinci

III.METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini subyek yang digunakan adalah siswa VII A SMPN 5

III.METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini subyek yang digunakan adalah siswa VII A SMPN 5 33 III.METODE PENELITIAN A Jens Dan Desan Peneltan. Jens peneltan yang dgunakan dalam peneltan n adalah peneltan kuanttatf. Peneltan n merupakan peneltan korelas yang bertujuan untuk mengetahu hubungan

Lebih terperinci

3 METODE HEURISTIK UNTUK VRPTW

3 METODE HEURISTIK UNTUK VRPTW 12 3 METODE HEURISTIK UNTUK VRPTW 3.1 Metode Heurstk Metode heurstk merupakan salah satu metode penentuan solus optmal dar permasalahan optmas kombnatoral. Berbeda dengan solus eksak yang menentukan nla

Lebih terperinci

INFERENSI FUNGSI KETAHANAN DENGAN METODE KAPLAN-MEIER

INFERENSI FUNGSI KETAHANAN DENGAN METODE KAPLAN-MEIER Tatk Wdharh dan Naschah ska Andran (Inferens Fungs Ketahanan dengan Metode Kaplan-Meer INFERENI FUNGI KETAHANAN DENGAN METODE KAPLAN-MEIER Tatk Wdharh dan Naschah ska Andran Jurusan Matematka FMIPA UNDIP

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PEELITIA 3.1. Kerangka Pemkran Peneltan BRI Unt Cbnong dan Unt Warung Jambu Uraan Pekerjaan Karyawan Subyek Analss Konds SDM Aktual (KKP) Konds SDM Harapan (KKJ) Kuesoner KKP Kuesoner KKJ la

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian, hal ini dilakukan untuk kepentingan perolehan dan analisis data.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. penelitian, hal ini dilakukan untuk kepentingan perolehan dan analisis data. BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode peneltan harus dsesuakan dengan masalah dan tujuan peneltan, hal n dlakukan untuk kepentngan perolehan dan analss data. Mengena pengertan metode peneltan,

Lebih terperinci

Post test (Treatment) Y 1 X Y 2

Post test (Treatment) Y 1 X Y 2 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peneltan Metode Peneltan adalah cara lmah untuk memaham suatu objek dalam suatu kegatan peneltan. Peneltan yang dlakukan n bertujuan untuk mengetahu penngkatan hasl

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel 1. Populas Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas XI SMA Yadka Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 014/ 015 yang berjumlah empat

Lebih terperinci

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN ANALISIS BENTUK HUBUNGAN Analss Regres dan Korelas Analss regres dgunakan untuk mempelajar dan mengukur hubungan statstk yang terjad antara dua varbel atau lebh varabel. Varabel tersebut adalah varabel

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Al-Azhar 1 Wayhalim Bandar Lampung. Populasi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Al-Azhar 1 Wayhalim Bandar Lampung. Populasi 3 III. METODE PENELITIAN A. Populas dan Sampel Peneltan n dlaksanakan d SD Al-Azhar Wayhalm Bandar Lampung. Populas dalam peneltan n adalah seluruh sswa kelas V yang terdr dar 5 kelas yatu V A, V B, V

Lebih terperinci