BAB III OBJEK PENELITIAN
|
|
|
- Sudirman Muljana
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III OBJEK PENELITIAN III.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT. BESS Finance berada di Komplek Puri Mutiara Blok D , Jl. Griya Utama Sunter Jakarta Utara 14350, Telp : (021) PT. BESS Finance adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang multi finance yang berkantor pusat di Jakarta dengan konsentrasi penjualan motor dan mobil di seluruh Indonesia. PT. BESS Finance didirikan pada tanggal 14 Juli 2005 dengan nama PT. ADRINDO EXECUTIVE FINANCE yang beropersi dalam bidang Sewa Guna Usaha. Pada tanggal 14 Januari 2008, anggaran dasar PT. ADRINDO EXECUTIVE FINANCE mengalami perubahan, perusahaan efektif melakukan penambahan modal dan dimana dalam perubahan tersebut ditetapkan perubahan nama perusahaan menjadi PT. Bentara Sinergis Multifinance atau yang lebih dikenal dengan PT. BESS Finance. Setelah melakukan perubahan nama perusahaan, bidang usaha yang dijalankan PT. BESS Finance adalah Pembiayaan Konsumen. Sebagai langkah awal dalam menjalankan usahanya PT. BESS Finance membuka beberapa jaringan kantor yang terletak di Jakarta, Tangerang, Pondok Pinang, Depok, Bekasi, Cikarang dan Serang. Hingga saat ini PT. BESS Finance telah memperluas jaringan usaha hingga wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi dan Sumatera. Visi dari PT. BESS Finance, perusahaan pembiayaan konsumen ini adalah Menjadi Perusahaan multi finance pilihan konsumen yang terbaik. 32
2 Misi PT. BESS Finance adalah : 1. Menempatkan konsumen sebagai asset utama dengan standarisasi mutu pelayanan yang baik. 2. Kebersamaan dalam peningkatan karir serta pengembangan diri menuju kesejahteraan karyawan. 3. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik serta mengedepankan komitmen dengan para mitra kerja. III.2. Bidang Usaha Bidang usaha PT. BESS Finance adalah pembiayaan konsumen. Pembiayaan konsumen merupakan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan pembayaran secara angsuran, dengan menyediakan dana pinjaman atau fasilitas kredit kepada konsumen untuk pembelian barang atau jasa sesuai kebutuhan konsumen. III.3. Produk Produk yang disediakan PT. BESS Finance adalah berbentuk penyediaan dana, dengan menyediakan pinjam kepada konsumen untuk mendapatkan kebutuhan yang konsumen inginkan. Produk pembiayaan dana PT. BESS Finance terbagi menjadi dua, yaitu kredit motor roda dua dan roda empat. Namun, dalam pembahasan penelitian ini penulis mengfokuskan pada penjualan kredit kendaraan motor roda dua. 33
3 III.4. Struktur Organisasi dan Tugas Wewenang III.4.1. Struktur organisasi PT. BESS Finance Struktur organisasi merupakan pekerjaan dibagi, dikelompokan, dan dikoordinasikan secara formal. Secara umum setiap perusahaan mempunyai struktur organiasi masing-masing yang berbeda dengan perusahaan lain, tergantung dari tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliknya dan lingkungan organisasi. Namun, pada hakekatnya sturktur organisasi mempunyai prinsip yang sama yaitu untuk mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi suatu perusahaan memberikan gambaran tentang posisi, tugas dan hubungan antar sesama divisi yang ada pada perusahaan sehingga memungkinkan tercapainya komunikasi dan koordinasi yang terkendali. Dalam penyusunan struktur organisasi yang tepat akan terciptanya pengendalian internal yang baik dan suasana kerja yang terorganisir. Pengendalian internal inilah yang meminimalkan terjadinya konflik antar rekan kerja dan penyalahgunaan jabatan dan wewenang. Bentuk struktur organisasi yang PT. BESS Finance adalah berbentuk garis dan manajemen puncak telah melakukan penataan bentuk struktur organisasi, fungsi dan peranan masing-masing divisi. Struktur organisasi Kantor Pusat pada PT. BESS Finance dapat dilihat di halaman berikutnya : 34
4 1.1 Gambar Struktur Organisasi Kantor Pusat PT. BESS Finance ( Sumber : Pak Ari, Staff PT. BESS Finance ) 35
5 1.2 Gambar Struktur Organisasi Kantor Cabang PT. BESS Finance ( Sumber : Pak Ari, Staff PT. BESS Finance ) 36
6 III Tugas dan Wewenang Uraian tugas dan wewenang masing-masing jabatan pada struktur organisasi kantor pusat adalah : - Board of Commissioners Board of commissioners (Dewan Komisaris) adalah orang yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pengarahan direksi dalam mengelola perusahaan. - President Director President Director (Direktur Utama) adalah orang yang bertanggung jawab memimpin seluruh direksi dalam masing-masing divisi. - Evaluation and Improvement adalah orang yang bertanggung jawab atas evaluasi kinerja perusahaan dan sebagai internal auditor perusahaan. - Legal adalah orang yang bertanggung jawab atas perjanjian kredit atau sebagai konsultan hukum dalam perusahaan. - Director Marketing Director marketing ( direktur pemasaran ) adalah orang yang bertanggung jawab untuk kegiatan operasi pemasaran perusahaan secara keseluruhan organisasi dan bisnis. - Director Collection ( direktur penagihan ) adalah orang yang bertanggung jawab atas pengawasan atas kegiatan penagihan. - Director Operation ( direktur operasional ) adalah orang yang bertanggung jawab atas kegiatan operasional perusahaan. - Director Treasury and Accounting 1. Menjamin dana perusahaan tersedia untuk memberikan pembiayaan kepada konsumen. 37
7 2. Identifikasi resiko dan mencari solusi penyelesaian. 3. Menyusun dan melaporkan laporan keuangan kepada President Director. 4. Melakukan cek dan pengendalian dari data-data transaksi perkreditan. - GM Marketing 1. Menjalankan kebijakan pemasaran yang di buat oleh direktur pemasaran. 2. Memantau dan membuat laporan pemantauan pasar kendaraan kepada direktur pemasaran. 3. Membuat strategi pengembangan dan segmentasi pasar yang tepat untuk perusahaan. - GM Risk Management 1. Kebijakan untuk divisi dan mengendalikan resiko. 2. Membuat standar atau aturan dalam meminimalkan resiko kecurangan proses kredit. - GM Collection 1. Menyediakan dokumen-dokumen atas penjualan kredit dan penerimaan kas. 2. Membuat laporan penerimaan kas kepada direktur penerimaan. - GM Operational 1. Menjalankan kebijakan operasional. 2. Membuat laporanan kegiatan operasional perusahaan. - GM Finance 1. Memastikan cash flow berjalan sesuai dengan operasional. 2. Merencanakan strategi jangka pendek ataupun jangka panjang. 38
8 3. Merencanakan, mengembangkan dan mengontrol fungsi keuangan perusahaan. 4. Mengkoordinasikan pengendalian keuangan perusahaan. - GM IT 1. Mendukung program atau software yang di gunakan perusahaan 2. Sarana pendukung teknologi informasi dalam perusahaan. 3. Mengembangkan program atau software yang dapat mendukung operasional perusahaan. - GM Treasury and Accounting 1. Melakukan analisis terhadap laporan keuangan. 2. Mengendalikan dana yang di gunakan untuk pembiayaan. - GM HRD and General Affair 1. Membuat kebijakan HRD. 2. Pengembangan Sumber Daya Manusia. 3. Mengadakan training untuk karyawan baru maupun lama. 4. Merencanakan prasarana cabang dan agen-agen. 5. Penerapan sistem reward dan punishment untuk karyawan yang mampu mencapai target perusahaan. 6. Merencanakan dan mengevaluasi gaji karyawan. Uraian tugas dan wewenang masing-masing jabatan pada struktur organisasi kantor pusat adalah : - Branch Manager (manajer cabang) adalah orang yang bertanggung jawab mengawasi suatu kantor cabang. 39
9 - Credit Analyst (analisis kredit) adalah orang yang bertanggung jawab menganalisis dokumen-dokumen dari konsumen yang akan melakukan permohonan kredit. 1. Memeriksa dan melakukan analisa dokumen-dokumen konsumen. 2. Membuat laporan dari hasil analisa data konsumen. - Head Marketing adalah orang yang bertanggung jawab mengawasi Account Officer Plus dan membuat laporan penjualan bulanan kepada GM pemasaran. - Head Collector dan Assistent Head Collector adalah orang yang bertanggung jawab mengawasi collector dan mensupervisi assistent head collector di kantor cabang. - Head Operation adalah orang yang bertanggung jawab mengawasi kegiatan operasional di dalam kantor cabang, sebagai kasir di kantor cabang dan membuat laporan operasional kepada GM operasi. - Account Officer Plus 1. Menerima orderan konsumen. 2. Melakukan survei ke konsumen. 3. Memastikan data konsumen telah sesuia dengan persyaratan kredit - Administration Collection Administration Collection adalah orang bertanggung jawab melakukan pencatatan penerimaan kas dari collector. - Collector adalah orang yang bertanggung jawab melakukan penagihan angsuran yang telah jatuh tempo dengan datang langsung kerumah konsumen. 40
10 - Administrasi 1. Mengawasi jumlah piutang masing-masing konsumen. 2. Mengawasi kegiatan operasional perusahaan. - Teller adalah orang yang bertanggung jawab menerima pembayaran angsuran konsumen di loket. - Customer Service adalah orang yang bertanggung jawab memberikan layanan kepada pelanggan. - Umum ( Satpam, Messenger dan office boy ). III.5. Prosedur Penjualan Kredit pada PT. BESS Finance III.5.1. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Penjualan Kredit Dalam sistem penjualan kredit pada PT. BESS Finance terdapat beberapa prosedur, yaitu : 1. Prosedur Order Penjualan a. Tahap Pemesanan Motor. Tahap ini dimulai dengan pengajuan permohonan kredit motor oleh calon pelanggan kepada dealer. Dengan memilih motor yang diinginkan, memberikan data orderan dan dokumen-dokumen yang diperlukan. b. Tahap Pengajuan Kredit. Tahap ini Staff Account Officer menerima order dan data-data konsumen dari Dealer. Data-data konsumen untuk pemohonan kredit : - Copy KTP calon peminjam - Kartu Keluarga / Surat Nikah bagi konsumen yang telah menikah - Slip gaji atau surat keterangan Gaji (jika calon peminjam bekerja) 41
11 - Rekening Listirk / Rekening Telepon / Rekening Air (PDAM) - Rekening tabungan c. Tahap Pengecekan dan Pemeriksaan Lapangan. Tahap ini bagian Account Officer akan melakukan survey ke konsumen dengan membawa map Aplikasi dan meminta dokumen-dokumen persyaratan kredit konsumen. Contoh verifikasi alamat, collecting data, memberikan lembaran Permohonan Pinjaman (PP) dan Pemohonan Kredit (PK) kepada konsumen. 2. Prosedur Persetujuan kredit a. Tahap Pembuatan Customer Profile Berdasarkan data yang diserahkan oleh Account Officer, Credit Analyst akan membuat customer profile yang isinya : - Nama calon pemohon - Alamat dan nomor telepon - Nomor KTP - Tanggal lahir - Nama ibu kandung - Barang pesanan pelanggan, serta OTR, DP, Tenor dan Angsuran b. Tahap Credit Analyst Pada tahap ini staff Credit Analyst akan mencatat kriteria pencarian konsumen ke data blacklist di program komputer, jika konsumen blacklist maka Credit Analyst akan memberikan informasi kepada Account Officer pengajuan kredit konsumen di tolak. Jika konsumen cleanlist maka Credit Analyst akan melakukan proses screening dan analisa kelayakan data, 42
12 memeriksa persyaratan dokumen terpenuhi atau palsu, dan mencetak Laporan Analisa Konsumen (LAK) serta menandatangain LAK, PPSA dan Hasil Survey Lingkungan pada kolom Credit Analyst. Setelah itu staff Credit Analyst akan menyerahkan Map aplikasi, LAK dan dokumen-dokumen persyaratan kredit ke Adm Kredit. c. Tahap Pencatatan Data Konsumen. Tahap ini Administrasi Kredit menerima dan memeriksa dokumen dari Credit Analyst berupa Map Aplikasi, Laporan Analisa Konsumen (LAK), dan dokumen-dokumen persyaratan kredit. Administrasi Kredit entry data konsumen dan aplikasi order di menu : Definisi - Customer and Sales - Aplikasi. Entry data penilaian di menu : Sales Penilaian. Setelah itu Administrasi kredit menyerahkan Map Aplikasi, Laporan Analisa Konsumen dan dokumen-dokumen persyaratan kredit ke Committee Credit. d. Tahap Keputusan Kredit Komite Keputusan kredit komite merupakan dasar bagi perusahaan untuk dapat memberikan pembiayaan atau tidak. Kredit komite menerima data-data dari Administrasi kredit, lalu memeriksa dan melakukan analisa domisili konsumen merupakan daerah blacklist, konsumen tidak tersangkut MLM, arisan, koperasi dan mafia, serta pengecekan overdue piutang dari dealer. Jika di setujui maka kredit komite akan menandatangani LAK, Hasil Survey Lingkungan dan menyerahkan ke Administrasi Kredit. e. Tahap Persetujuan Pada tahap ini administrasi kredit menerima Map aplikasi, LAK dan dokumen-dokumen persyaratan kredit, entry Analisa Kunjungan Konsumen 43
13 (AKK) ke komputer untuk memeriksa status kredit. Jika konsumen tidak disetujui, maka administrasi kredit akan menginformasikan ke Account Officer bahwa aplikasi konsumen di tolak, dan akan mengarsip data-data konsumen. Jika disetujui, maka Adm kredit akan mencetak Purchase Order (PO) rangkap 2, untuk diserahkan ke Dealer melalui Account Officer dan lembar 1 akan di arsip bersamaan dengan Map aplikasi, LAK, dan dokumendokumen persyaratan kredit. f. Tahap Kontrak Tahap ini kredit komite akan menyiapkan surat perjanjian kredit konsumen dan lampiran-lampirannya. 3. Prosedur Pencatatan Piutang a. Tahap Pembayaran ke Dealer Setelah dealer menyerahkan barang ke konsumen, dealer akan mengirimkan Tanda Terima, Kwitansi Asli Bermaterai, Purhcase Order(asli), Surat Jalan Asli(yang telah ditanda tangani oleh konsumen), esek-esek no.rangka dan no.mesin, serta surat pernyataan BPKB. Administrasi kredit menerima data-data dari dealer dan memeriksa dokumen-dokumen tagihan dari dealer, mencari data arsip lalu mencocokan dengan tagihan dari dealer. Administrasi kredit mencatat no.rangka dan no.motor dan atas nama konsumen ke dalam komputer. Administrasi mencetak Laporan Penjualan per dealer untuk penjualan pada hari itu. Menyerahkan tagihan ke bagian Finance berupa Kwitansi Asli bermaterai, Purchase Order Asli, dan surat jalan. Setelah itu bagian Finance akan membayar tagihan ke dealer bersangkutan. 44
14 III.5.2. Fungsi-fungsi yang Terkait dengan Sistem Penjualan Kredit Fungsi terkait dengan sistem penjualan kredit PT. BESS Finance : 1. Fungsi Penjualan Fungsi penjualan bertanggung jawab dalam menerima order dari dealer, menerima dan memeriksa map aplikasi serta dokumen konsumen. 2. Fungsi Kredit Fungsi kredit bertanggung jawab dalam memeriksa kelayakan pemberian kredit kepada konsumen, mencatat data konsumen, dan membuat surat kontrak. 3. Fungsi Keuangan Fungsi akuntansi bertanggung jawab membayar tagihan ke dealer. III.5.3. Unsur Pengendalian Internal Penjualan Kredit Dalam setiap transaksi penjualan diperlukan pengendalian yang dapat mengurangi resiko-resiko yang akan terjadi. Unsur-unsur pokok sistem pengendalian internal : A. Organisasi 1. Fungsi penjualan terpisah dari fungsi kredit. 2. Fungsi akuntansi terpisah dari fungsi penjualan dan fungsi kredit. 3. Fungsi akuntansi terpisah dari fungsi penerimaan kas, namum atas pembayaran kredit dan laporan penjualan kredit, fungsi penerimaan kas yang mencatat. 45
15 B. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan 4. Penerimaan order dari konsumen diotorisasi oleh fungsi penjualan. 5. Persetujuan pemberian kredit diberikan kepada fungsi kredit. 6. Piutang diotorisasi oleh fungsi penagihan. III.6. Prosedur Penyelesaian Piutang Usaha pada PT. BESS Finance Saat pengajuan kredit, konsumen akan diberikan dua pilihan cara pembayaran. Cara pembayaran sebagai berikut : 1. Pembayaran melalui teller. Konsumen secara rutin sebelum tanggal jatuh tempo datang ke loket / kantor untuk membayar angsuran. 2. Pembayaran melalui Collector. Collector akan melakukan penagih langsung ke rumah konsumen dengan membawa Kwitansi Tagihan. Dalam prosedur pembayaran piutang pada PT. BESS Finance dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Konsumen datang langsung ke loket melakukan pembayaran angsuran dengan membawa kartu angsuran. Menunjukan kartu angsuran dan memberikan uang angsuran kepada teller. Setelah itu teller akan menanda tangani kartu angsuran dan memberikan kwitansi kepada konsumen sebagai tanda pelunasan angsuran bulan tersebut. 2. Collector datang langsung ke rumah konsumen dengan mambawa kwitansi penagihan, jika konsumen bersangkutan belum bisa bayar, maka collector akan datang pada besoknya. Jika konsumen membayar angsuran, maka Collector akan menanda tangani kartu angsuran dan memberikan kwitansi kepada konsumen, sebagai tanda pelunasan angsuran bulan tersebut. 46
16 Setelah teller dan Collector menerima uang angsuran dari konsumen, teller dan collector menyerahkan uang kepada bagian Head Operation atau kasir. Fungsi-fungsi terkait dalam penyelesaian piutang usaha pada PT. BESS Finance, sebagai berikut : 1. Fungsi Penagihan Fungsi penagihan bertanggung jawab untuk menagih tagihan konsumen yang sudah jatuh tempo. 2. Fungsi Penerimaan Kas Fungsi ini bertanggung jawab membuat kwitansi tagihan yang akan jatuh tempo. III.7. Prosedur Penyitaan Motor pada PT. BESS Finance Prosedur pembayaran angsuran dan penyitaan motor sebagai berikut : 1. Sebelum tanggal jatuh tempo. Sebelum tangggal jatuh tempo, Administrasi PT. BESS Finance akan mengingatkan konsumen melalui sms interaktif pada nomor handphone masingmasing konsumen yang berisi jumlah angsuran yang harus di bayar dan tanggal jatuh tempo angsuran. 2. Tanggal jatuh tempo ( 1 3 hari ). Konsumen yang membayar angsuran pada saat setelah tanggal jatuh tempo akan di denda sesuai hari keterlambatan. 3. Customer Over Due ( 15 hari ). Konsumen yang terlambat pembayaran melakukan pembayaran untuk kategori ini, Administrasi akan melakukan konfirmasi melalui telepon mengenai jatuh 47
17 tempo pembayaran serta mengingatkan konsumen untuk segera melakukan pembayaran angsuran. 4. Customer Over Due ( 30 hari ). Konsumen yang terlambat pembayaran melakukan pembayaran untuk kategori ini, akan mendapatkan kunjungan Collector dengan membawa kwitansi tagihan konsumen. 5. Customer Over Due ( 150 hari ). Dalam Customer Over Due tahap ini, apabila konsumen belum melakukan pembayaran angsuran maka Collector akan melakukan penarikan / penyitaan terhapad objek pembiayaan ( kendaraan bermotor ) dengan membawa surat pernyataan penyitaan. Proses penyitaan ini akan dilakukan kepada konsumen secara baik-baik. 6. Penetapan objek sitaan. Kendaraan bermotor yang disita akan di letakkan di gudang kantor cabang, serta surat-surat kendaraaan akan di serahkan ke kebagian staff kasir dan disimpan di brankas kantor. motor sitaan ini akan di jual dengan cara lelang yang dilakukan oleh Branch Manager. 7. Penerimaan uang penjualan objek sitaan. Kendaraan bermotor yang terjual akan dilaporkan ke bagian akuntansi untuk dilakukan penghapusan piutang tak tertagih, dan uang akan di transfer ke rekening kantor pusat. III.8. Prosedur Penerimaan Kas pada PT. BESS Finance Prosedur penerimaan kas secara umum terbagi menjadi dua : 48
18 1. Sistem penerimaan kas secara langsung melalui teller di loket / kantor. 2. Sistem penerimaan kas melalui penagih / Collector. Kasir akan memberikan daftar piutang yang sudah saatnya di tagih kepada Collector. collector akan mengunjungi rumah konsumen dengan membawa Kwitansi tagihan untuk menagih kepada konsumen. berdasarkan Kwitansi tagihan konsumen dapat melakukan pembayaran langsung ke Collector. Setelah teller dan Collector menerima uang pembayaran angsuran konsumen, teller dan Collector akan menyerahkan uang ke bagian kasir, dan bagian kasir akan membuat Laporan Harian Penerimaan kas (LHPK) yang akan dikirim ke bagian pada kantor pusat dan menyimpan uang di besi brankas kantor cabang. Uang tersebut akan di setor ke bank paling telah H+1 setelah kasir membuat LHPK. Setelah kasir menyetor uangnya ke bank dan menerima bukti setoran. Bagian kasir akan mengirimkan bukti setoran bank kepada bagian Accounting berguna untuk mencocokan LHPK dari bagian Finance dengan bukti setoran dari kasir. Fungsi-fungsi terkait dalam penerimaan kas pada PT. BESS Finance, sebagai berikut : 1. Fungsi Penerimaan Kas Fungsi kas bertanggung jawab atas penerimaan kas dari teller dan Collector. 2. Fungsi Akuntansi Fungsi akuntansi bertanggung jawab atas mengecek laporan penerimaan kas dari kasir, serta membuat laporan penjualan. 49
19 III.9. Pelaksanaan Pengendalian Internal pada PT. BESS Finance Penulis menguraikan pelaksanaan pengendalian internal pada PT. BESS Finance berdasarkan 5 komponen pengendalian internal menurut COSO : III.9.1. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian merupakan komponen utama dalam pengendalian internal, karena di dalam lingkungan pengendalian tercermin sikap dan tindakan manajemen dalam mengendalikan perusahaan. Selain itu, lingkungan pengendalian menjadi pedoman bagi karyawan melaksanakan kegiatan perusahaan. Faktor-faktor yang membentuk lingkungan pengendalian internal : a. Integritas dan nilai etika. Integritas ditunjukan dengan bagaimana seorang manajer puncak mempraktikan standar etika perusahaan, mengkomunikasikan kebijakan perusahaan dan memberikan bimbingan moral kepada karyawan. PT. BESS Finance telah berusaha menjaga intergritas dan nilai etika dengan mempunyai kebijakan dan prosedur tertulis mengenai aktivitas penjualan. b. Komitmen terhadap kompetensi. Komitmen terhadap kompetensi mencakup pertimbangan manajemen mengenai pengetahuan dan keahlian yang diperlukan. Karyawan dalam PT. BESS Finance memiliki kompetensi dalam melaksanaan pekerjaan secara efektif. 50
20 c. Filosofi dan gaya operasi manajemen. Tindakan, sikap dan pendekatan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen sangat mempengaruhi mutu pengendalian internal. PT. BESS Finance telah mempunyai filosofi dan gaya operasi manajemen yang baik. d. Struktur organisasi. Struktur organisasi menggambarkan tentang posisi, tugas dan hubungan antar sesama divisi yang ada pada perusahaan. Sturktur organisasi dalam perusahaan PT. BESS Finance telah merancang sesuai dengan praktik bisnis, dan menggambarkan garis wewenang dan tanggung jawab masing-masing devisi dengan jelas. e. Penetapan wewenang dan tanggung jawab. Penetapan wewenang dan tanggung jawab adalah pengembangan dari suatu sturktur organisasi. Wewenang dan tanggung jawab mencakup penjelasan mengenai tugas masing-masing divisi. Setiap individu harus mengetahui tugas apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan entitas. Dalam perusahaan PT. BESS Finance, setiap individu telah mengetahui tanggung jawab apa yang harus dilakukan, namun masih ada beberapa permasalahan dalam pencatatan akuntansi yang kurang efektif, sehingga akan mengakibatkan terjadinya kecurangan. f. Kebijakan dan praktek sumber daya manusia. Agar pengendalian internal dilaksanakan secara efektif, perusahaan perlu mengembangkan kebijakan dan prosedur sumber daya manusia yang memiliki tingkat integritas, nilai etika dan kompetensi yang diharapkan. Kebijakan dan praktek sumberdaya manusia pada PT. BESS Finance sudah 51
21 berlangsung dengan cukup baik. Dalam penerimaan karyawan, bagian HRD melakukan selelsi dengan wawancara pada calon karyawan. Selain itu karyawan juag diberikan gaji yang cukup memadai, memberikian tunjangantunjangan bagi karyawan yang menduduki jabatan-jabatan tertentu, dan pemberian tunjangan hari raya. Namun masih ada beberapa manajemen dan karyawan yang belum mematuhi peraturan-peraturan yang ada di perusahaan, masih terdapat beberapa manajemen dan karyawan yang melanggarnya seperti terlambat masuk kerja dan karyawan tidak memanfaatkan jam kerja dengan maksimal seperti ngobrol satu sama lain dan chatting. III.9.2. Penilaian Resiko Penilaian resiko bertujuan mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola resiko yang berhubungan dengan pengendalian internal di dalam perusahaan. Dalam hal penilaian resiko perusahaan telah melakukan dengan cukup baik, seperti kenaikan jabatan secara reguler dan manajemen berusaha mencegah resiko yang timbul dari penerimaan kas dengan cara melakukan review secara berkala terhadap prosedur dan sistem yang berjalan. Para manajemen juga menyediakan waktu khusus bersama untuk mengidentifikasi resiko yang dapat timbul dalam penjualan, piutang dan penerimaan kas, serta mencari solusi yang tepat untuk mengatasi/mengurangi resiko tersebut. 52
22 III.9.3. Sistem Informasi dan Komunikasi Sistem informasi dan komunikasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan, untuk mencegah salah saji dalam asersi manajemen di laporan keuangan. Sistem informasi dan komunikasi pada PT. BESS Finance telah berlangsung dengan baik. Setiap karyawan telah memperoleh pemahaman yang cukup mengenai peran dan tanggung jawab pekerjaannya. Perusahaan juga memiliki tingkat keamanan yang cukup dalam segi penyimpanan data. Komunikasi di dalam perusahaan baik lisan maupun tulisan telah berlangsung baik. Kebijakan dan prosedur yang ada, khususnya pada penjualan dan penerimaan kas telah dilaksanaan sesuai dengan yang semestinya. III.9.4. Aktivitas Pengendalian Aktifitas pengendalian internal berisi kebijakan dan prosedur yang dirasakan bahwa diperlukan tindakan untuk menghilangkan resiko dalam upaya pencapaian keseluruhan tujuan secara umum. Aktivitas pengendalian internal terdiri dari : a. Pemisahan tugas Tujuan utama pemisahan tugas adalah untuk menghindari timbulnya kesalahan-kesalahan baik yang disengajakan maupun tidak di sengaja dalam mengotorisasi transaksi, mencatat transaksi, dan pemeliharaan aset. Dari prosedur penjualan, piutang dan penerimaan kas pada PT. BESS Finance dapat diketahui perusahaan telah memiliki fungsi dan pemisahan tugas dengan baik. 53
23 b. Otorisasi dan prosedur Otorisasi perlu dilakukan karena setiap transaksi harus disahkan dengan benar untuk mewujudkan pengendalian internal yang memadai. Setiap transaksi harus di otorisasi oleh pejabat yang memiliki wewenang sebagai tanda persetujuan transaksi. Perusahaan telah melakukan kegiatan otorisasi dengan baik, setiap transaksi harus di otorisasi oleh pejabat berwewenang. III.9.5. Pemantauan Pemantauan merupakan suatu proses dan aktivitas yang berhubungan dengan penilaian terhadap kualitas pengendalian internal yang sedang berjalan oleh manajemen untuk menentukan apakah pengendalian internal sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan berkembang sesuai dengan perubahaan keadaan dan tindakan perbaikan. PT. BESS Finance telah melakukan kegiatan pemantauan dengan cukup baik. Perusahaan selalu melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen, melakukan evaluasi atas fungsi penjualan, penagihan dan penerimaan kas serta melakukan pemeriksaan prosedur dan kebijakan yang sudah ada secara berkala. 54
BAB IV PEMBAHASAN. Untuk mewujudkan suatu evaluasi yang baik maka perlu dilakukan
BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Perencanaan evaluasi Untuk mewujudkan suatu evaluasi yang baik maka perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Tujuan dilakukan perencanaan evaluasi yaitu untuk memperoleh bahan
BAB IV PEMBAHASAN. 1. Mengevaluasi lima komponen pengendalian internal berdasarkan COSO, komunikasi, aktivitas pengendalian, dan pemantauan.
BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Perencanaan Evaluasi IV.1.1. Ruang Lingkup Evaluasi Ruang lingkup pengendalian internal atas siklus pendapatan adalah : 1. Mengevaluasi lima komponen pengendalian internal berdasarkan
BAB IV PEMBAHASAN. Tujuan Evaluasi. Tujuan dilakukan evaluasi yaitu untuk mengetahui pengendalian internal
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Tujuan Evaluasi Tujuan dilakukan evaluasi yaitu untuk mengetahui pengendalian internal atas siklus pendapatan pada PT Kartina Tri Satria sudah baik atau belum, dan mengetahui kelemahan-kelemahannya
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Wahana Artha Harsaka cabang Karang Mulya, Ciledug, merupakan perusahaan yang menangani penjualan langsung
BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan bagan struktur organisasi yang dimiliki oleh perusahaan PT.Petra
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan Berdasarkan bagan struktur organisasi yang dimiliki oleh perusahaan PT.Petra Energy International, terdapat beberapa evaluasi yang dapat dijabarkan
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dewasa ini dunia teknologi dan informasi berkembang sangat pesat. Pesatnya perkembangan yang semakin global ini juga menyebabkan dunia usaha mencoba mengikuti setiap
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
26 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penyajian dan Analisis Data 1. Unsur-Unsur Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang a. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian internal pada PT.
BAB 4 PEMBAHASAN. Sebuah perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya harus memiliki
BAB 4 PEMBAHASAN Sebuah perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya harus memiliki pengendalian internal yang memadai, terutama pada siklus pendapatannya. Siklus pendapatan terdiri dari kegiatan
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 4.1 Perencanaan Kegiatan Evaluasi Pengendalian Internal
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Perencanaan Kegiatan Evaluasi Pengendalian Internal Evaluasi pengendalian internal adalah suatu kegiatan untuk menilai dan mengevaluasi pengendalian internal perusahaan dan
BAB V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 5.1 Sejarah Singkat PT.FIF (Federal International Finance) PT. FIF (Federal International Finance) berdiri pada tanggal 1 Mei 1989 dengan nama PT. Mitrapusaka Artha Finance
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
41 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit 1. Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT. Anugrah. Sistem penjualan yang dilakukan oleh PT. Anugrah
Lampiran 1. Hasil Kuesioner
Lampiran 1. Hasil Kuesioner No Pertanyaan Ada Tidak Ada 1. Lingkungan Pengendalian Apakah perusahaan memiliki prosedur atau kebijakan secara tertulis mengenai a. Prosedur Pengiriman? 33.30% 66.60% b. Pencatatan
BAB III PROSES PENGUMPULAN DATA. III.1. Sejarah Singkat PT Kurnia Mulia Citra Lestari
BAB III PROSES PENGUMPULAN DATA III.. Sejarah Singkat PT Kurnia Mulia Citra Lestari PT Kurnia Mulia Citra Lestari adalah perusahaan swasta yang didirikan berdasarkan akta notaris no.67 dihadapan Emmy Halim.SH,
BAB 3 TATA LAKSANA SISTEM YANG BERJALAN
BAB 3 TATA LAKSANA SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan CV. Kurnia Agung adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan alat alat tulis untuk digunakan oleh konsumen akhir. CV. Kurnia Agung
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. PT. Auto Sukses Perkasa berdiri pada tahun 2006 merupakan perusahaan yang
51 BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Latar Belakang PT. Auto Sukses Perkasa berdiri pada tahun 2006 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang automotive accessories, plastic injection, dan moulding
Flowchart Sistem Penjualan Kredit PT Geotechnical Systemindo. Purchase Order. Copy PO. Kalkulasi harga. Memeriksa status customer
L1 PENJUALAN KREDIT Mulai 2 1 Purchase Order Copy PO PO SC PO SC Kalkulasi harga PH SC Ke customer T 3 Memeriksa status customer Memberi otorisasi kredit SC SC PO 1 2 Flowchart Sistem Penjualan Kredit
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. PT. TRIJAYA BAN adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1. Latar Belakang Perusahaan PT. TRIJAYA BAN adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbengkelan, khususnya bengkel ban. PT. TRIJAYA BAN ini adalah salah satu
BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN. sebuah perusahaan yang begerak pada bidang penjualan peralatan olahraga, yang
BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Perusahaan Berawal dari hobi Bapak Arifin berolahraga, lalu muncul ide untuk mendirikan sebuah perusahaan yang begerak pada bidang penjualan peralatan olahraga, yang
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Siklus Pendapatan Pada PT.Generasi Dua Selular. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, sumber
BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Siklus Pendapatan Pada PT.Generasi Dua Selular Bagi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, sumber pendapatan adalah berasal dari kegiatan penjualan yang
LAMPIRAN 1. Internal Control Questioner. Penjualan. No Pernyataan Y = Ya
LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Internal Control Questioner Penjualan No Pernyataan Y = Ya Otorisasi atas transaksi dan kegiatan Setiap transaksi penjualan telah diotorisasi pejabat 1 yang berwenang. Dalam pemberian
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya agar dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kecurangan, perusahaan harus memiliki pengendalian internal yang memadai. Tentunya
BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA
BAB IV PEMBAHASAN AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG USAHA PADA PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA Audit operasional adalah audit yang dilaksanakan untuk menilai efisiensi, efektivitas,
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Setelah melakukan pengamatan dan evaluasi penelusuran atas fungsi penjualan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1. Simpulan Setelah melakukan pengamatan dan evaluasi penelusuran atas fungsi penjualan dan penerimaan kas PT Kurnia Mulia Citra Lestari, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada
Bab V Simpulan dan Saran 116 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan terhadap pengendalian intern siklus penjualan di CV Mitra Grafika serta berdasarkan pembahasan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian I. Implementasi Sistem Informasi atas Pembelian dan Penjualan pada CV. Barezky Total CV. Barezky Total adalah termasuk dalam Usaha Mikro, Kecil,
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan kerangka teoritis yang telah diuraikan pada BAB II, maka pada bab
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kerangka teoritis yang telah diuraikan pada BAB II, maka pada bab ini akan membahas perlakuan akuntansi sewa pada PT FMA Finance. Metode pembahasan dilakukan
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan Dalam perkembangan dunia di bidang otomotif yang semakin maju, sehingga jumlah unit kendaraan khususnya di daerah jabotabek semakin menjamur,
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM INFORMAS I AKUNTANS I PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. PRO-HEALTH INTERNATIONAL
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM INFORMAS I AKUNTANS I PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. PRO-HEALTH INTERNATIONAL 3.1 Riwayat Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Pro-Health International didirikan di Jakarta,
BAB IV PEMBAHASAN. perusahaan, seorang auditor seharusnya menyususun perencanaan pemeriksaan.
BAB IV PEMBAHASAN IV.1. Perencanaan Kegiatan Audit Operasional Sebelum memulai pemeriksaan operasional terhadap salah satu fungsi dalam perusahaan, seorang auditor seharusnya menyususun perencanaan pemeriksaan.
BAB IV PEMBAHASAN. Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan. merupakan salah satu dari unsur pengendalian internal. Struktur organisasi
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas merupakan salah satu dari unsur pengendalian internal. Struktur
BAB III OBJEK PENELITIAN
BAB III OBJEK PENELITIAN III.1 Latar Belakang Perusahaan Pada tanggal 8 Desember 1996, perusahaan ini diresmikan dengan nama PT. Kencana Cemerlang Abadi, memiliki akta pendirian dari notaris Rosliana.
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN 4.1. Gambaran Umum Proses Yang Sedang Berjalan Pada dasarnya proses yang dibahas dalam tulisan ini, dibagi menjadi dua bagian besar yaitu proses persetujuan permohonan kredit
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. PT. SURYAPRABHA JATISATYA
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. SURYAPRABHA JATISATYA merupakan suatu perusahaan swasta yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. PT. SURYAPRABHA
BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT CHAROEN POKPHAN INDONESIA TBK
BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT CHAROEN POKPHAN INDONESIA TBK IV.1. Perencanaan dan Tujuan Audit Operasional atas fungsi Penjualan, Piutang Usaha
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan 3.1.1 Sejarah Berdirinya CV. Asoka Sukses Makmur CV. Asoka Sukses Makmur berlokasi di Jl. Raya Puri Kembangan no.1, Jakarta Barat.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Hero Mandiri Indonesia didirikan sejak tahun 2004 dengan nama Hero Plasindo. Pada tahun 2005, perusahaan ini berganti nama
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. penjualan alat-alat rumah tangga dari Korea dan Cina. Alat-alat yang dijual berupa
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Sejarah Perusahaan CV. Sumber Mas merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi penjualan alat-alat rumah tangga dari Korea dan Cina. Alat-alat yang dijual
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan 3.1.1 Sejarah Organisasi PT PANCAYASA PRIMATANGGUH berdiri pada awal tahun 1990 oleh Budi Arifandi, Yohanes Kaliman dan Soegiarto Simon. PT PANCAYASA
LAMPIRAN. Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan :
L1 LAMPIRAN Lampiran 1. - Internal Control Questionaire (ICQ) Pertanyaan dalam kuesioner dapat dijawab dengan : 1. Ya, artinya sistem dan prosedur telah diterapkan serta dilaksanakan dengan baik sebagaimana
BAB 3 ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN DAN UTANG PADA FELINDO JAYA
BAB 3 ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN DAN UTANG PADA FELINDO JAYA 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Perusahaan Perorangan Felindo Jaya didirikan pada tahun 1997, dengan
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI BERJALAN 3.1 Sejarah Perusahaan 3.1.1 Sejarah PT. Putra Mas Prima PT. Putra Mas Prima merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jual beli bijih plastik yang berdiri
ANALISIS PROSEDUR PENJUALAN PADA CV. DELI MITRA LESTARI CABANG TEBING TINGGI. Eka Mayastika Sinaga, SE, M.Si STIE Bina Karya Tebing Tinggi ABSTRAK
ANALISIS PROSEDUR PENJUALAN PADA CV. DELI MITRA LESTARI CABANG TEBING TINGGI Eka Mayastika Sinaga, SE, M.Si STIE Bina Karya Tebing Tinggi ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis
BAB IV EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PEN ERIMAAN KAS PADA PT. COLUMBUS MEGAH ADIS ARANA
BAB IV EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT, PIUTANG DAN PEN ERIMAAN KAS PADA PT. COLUMBUS MEGAH ADIS ARANA Dalam bab ini penulis akan menganalisis hasil penelitian yang diperoleh dari kegiatan penjulaan
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN. bidang Pembiayaan kendaraan roda empat. Sejak bulan Mei 2005 PT. Suzuki
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Suzuki Finance Indonesia adalah Sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang Pembiayaan kendaraan roda empat. Sejak bulan Mei 2005 PT. Suzuki Finance
BAB 3 GAMBARAN SISTEM YANG BERJALAN. bermotor. Produk-produk yang dihasilkan dipasarkan
BAB 3 GAMBARAN SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Sejarah Singkat Perusahaan Perusahaan perorangan Speed Power Racing adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan spare parts (perlengkapan) kendaraan
BAB IV EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG DAGANG PADA PT CORNINDO BOGA JAYA (GARUDAFOOD GROUP)
BAB IV EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT DAN PIUTANG DAGANG PADA PT CORNINDO BOGA JAYA (GARUDAFOOD GROUP) IV.1 Evaluasi Atas Struktur Organisasi Perusahaan Beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan
Flowchart Prosedur Penjualan Kredit, Piutang dagang, Penerimaan Kas, Pengeluaran Kas dan Pemasaran yang Berjalan di Perusahaan
L1 Flowchart Prosedur Penjualan Kredit, Piutang dagang, Penerimaan Kas, Pengeluaran Kas dan Pemasaran yang Berjalan di Perusahaan Untuk public training Bagian Penjualan dan Pemasaran Mulai 1 Mempromosikan
BAB III METODOLOGI ANALISIS
59 BAB III METODOLOGI ANALISIS 3.1 Kerangka Pemikiran Pembahasan tesis ini, didasarkan pada langkah-langkah pemikiran sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi objek pajak perusahaan dan menganalisis proses
BAB 4 EVALUASI DAN PEMBAHASAN
BAB 4 EVALUASI DAN PEMBAHASAN Evaluasi atas sistem akuntansi dimulai pada saat perusahaan mengalami kekurangan bahan baku untuk produksi saat produksi berlangsung. Selain itu evaluasi juga dilakukan pada
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Berikut ini adalah data tentang perusahaan PT LION BROTHER.
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Tentang Perusahaan Berikut ini adalah data tentang perusahaan PT LION BROTHER. 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT LION BROTHER adalah perusahaan yang bergerak dalam
BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS
L1 BUKTI PENERIMAAN KAS BUKTI SETORAN KAS L2 BUKTI TIMBANG SURAT JALAN L3 SURAT JALAN BATAL NOTA DEBIT NOTA KREDIT L4 FAKTUR PENJUALAN L5 L6 PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA INTERNAL CONTROL QUESTIONNARIES
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Showroom Kardi Putera Motor pertama kali berdiri pada tahun 1997 dengan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Showroom Kardi Putera Motor pertama kali berdiri pada tahun 1997 dengan nama Bengkel Kardi Putera yang didirikan oleh Bpk.Khoirul Anang yang Berada
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. dasarkan atas tipe atau jenis barang yang ada di PT.Supra Sumber Cipta.
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Pada PT.Supra Sumber Cipta dibagi atas dua divisi penjualan, hal ini di dasarkan atas tipe atau jenis barang yang ada di PT.Supra Sumber Cipta. Adapun pembagian divisi tersebut
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT. AROMATECH INTERNATIONAL
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS PT. AROMATECH INTERNATIONAL 3.1 Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Piutang Usaha PT. Aromatech International
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN 3.1. Riwayat Perusahaan PT. Sinar Buana adalah sebuah perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang distribusi permesinan dan bahan kimia industri. PT. Sinar Buana
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
49 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Riwayat Perusahaan PT. XYZ didirikan pada tahun 1986, merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang polyester dan berlokasi di Tangerang. Sejak tahun
BAB IV PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan membahas mengenai evaluasi pengendalian intern atas
BAB IV PEMBAHASAN Dalam bab ini akan membahas mengenai evaluasi pengendalian intern atas penjualan, piutang dan penerimaan kas pada PT.Smartdata Securindo. Pengendalian intern dilakukan untuk mengamankan
BAB III OBJEK PENELITIAN. Pada tanggal 6 Januari 2002 PT Prima Auto Mandiri didirikan di Tebet dengan
BAB III OBJEK PENELITIAN III.1 Sejarah Singkat Perusahaan Pada tanggal 6 Januari 2002 PT Prima Auto Mandiri didirikan di Tebet dengan Akta Pendirian Nomor 12 yang dibuat oleh notaris Monica, SH. PT Prima
Contoh Purchase Order PT.PPN
Contoh Purchase Order PT.PPN L1 Contoh invoice PT.PPN L2 Contoh Surat Jalan PT.PPN L3 Contoh Faktur Pajak PT.PPN L4 L5 Contoh salah satu produk PT.PPN OIL FILTRATION HP SERIES (High Pressure Series) LP
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN IV.1. Perencanaan Audit Operasional Untuk memulai suatu pemeriksaan, seorang auditor harus terlebih dahulu mengadakan perencanaan pemeriksaan. Perencanaan pemeriksaan merupakan
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT TARGET MAKMUR SENTOSA merupakan sebuah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas yang bergerak di bidang produksi dan distribusi
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN KERANGKA KERJA COSO ATAS PIUTANG PEMBIAYAAN PADA PT BUSSAN AUTO FINANCE (BAF) DEPOK : EKO BARLIATA NPM :
AALISIS SISTEM PEGEDALIA ITER KERAGKA KERJA COSO ATAS PIUTAG PEMBIAYAA PADA PT BUSSA AUTO FIACE (BAF) DEPOK AMA : EKO BARLIATA PM : 44 JURUSA : AKUTASI PEMBIMBIG : DR. HERRY SUSATO, SE.,MM., LATAR BELAKAG
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN 3.1. Latar Belakang Perusahaan PT. Niagatama Cemerlang adalah sebuah perusahaan yang berdiri sejak
BAB 3 SISTEM YANG SEDANG BERJALAN
38 BAB 3 SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Yoyo Toys Nusa Plasindo merupakan sebuah perusahaan distributor yang bergerak dibidang pembelian, persediaan
BAB III OBJEK PENELITIAN
BAB III OBJEK PENELITIAN III.1 Sejarah dan Latar Belakang Perusahaan PT Trans Makmur Abadi berdiri pada tanggal 28 Agustus 2002, Kantornya terletak di TRANS MOBIL Jl.Bandengan Utara dalam no.38d Jakarta
LAMPIRAN-LAMPIRAN. Rencana Penerimaan Piutang Dagang Mingguan. Daftar Piutang yang dihapuskan dan Internal Office Memo
LAMPIRAN-LAMPIRAN L1 Metode Pengumpulan Data L2 Proses Tinjauan Pelanggan L3 Form Penawaran Harga L4 Purchase Order L5 Surat Jalan L6 Invoice L7 Faktur Pajak L8 Voucher Penerimaan L9 Rencana Penerimaan
Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang
134 Struktur Organisasi PT. Akari Indonesia Pusat dan Cabang Dewan Komisaris Direktur Internal Audit General Manager Manajer Pemasaran Manajer Operasi Manajer Keuangan Manajer Sumber Daya Manusia Kepala
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Sejarah perusahaan PD. Karya Delitama adalah perusahaan yang didirikan pada 6 Maret 1997. Perusahaan ini bergerak dalam bidang distribusi alat-alat teknik,
BAB IV PEMBAHASAN. A. Sistem Penerimaan Kas dari Pemasangan Sambungan Baru
BAB IV PEMBAHASAN A. Sistem Penerimaan Kas dari Pemasangan Sambungan Baru Penerimaan kas dari PDAM Tirta Satria Cabang Purwokerto 2 terbagi menjadi 2 yaitu penerimaan kas air dan non air. Penerimaan kas
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT PMJ (dahulu PD DH) berdiri pada bulan Oktober 2001 dibuat dihadapan
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN III.1. Sejarah singkat perusahaan PT PMJ (dahulu PD DH) berdiri pada bulan Oktober 2001 dibuat dihadapan notaris Niny, S.H No.2 yang beralamat di kawasan Tangerang. Pertama
LAMPIRAN 1.1 Internal Control Questioner Penjualan
LAMPIRAN 1.1 Internal Control Questioner Penjualan NO PERTANYAAN YA TIDAK JIKA TIDAK, MOHON BERI ALASAN 01 Apakah setiap penerimaan pesanan dicatat dengan baik dan benar? 02 Apakah pencatatan penjualan
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Siklus penggajian merupakan salah satu aktivitas yang terdapat dalam fungsi Sumber Daya Manusia. Pengelolaan penggajian yang dilaksanakan dengan baik di perusahaan dapat mempengaruhi
4.1 Evaluasi Aktivitas Pengendalian Internal Atas Pendapatan Pada PT. Karga Walon Berdasarkan Komponen Pengendalian COSO
BAB 4 PEMBAHASAN Pada bab ini akan membahas evaluasi perencanaan analisis atas prosedur serta kebijakan manajemen perusahaan mengenai kegiatan pengendalian dari aktivitas operasional PT. Karga Walon, yang
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN
45 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan 3.1.1 Sejarah Organisasi PT Federal International Finance (PT FIF) didirikan di Jakarta dengan nama PT Mitrapusaka Artha Finance pada
BAB I PENDAHULUAN. pemberian kredit dalam bentuk barang berupa kendaraan atau yang lainnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lembaga pembiayaan kredit merupakan lembaga yang memberikan jasa pemberian kredit dalam bentuk barang berupa kendaraan atau yang lainnya. Dalam lembaga pembiayaan
BAB 3 ANALISIS SISTEM. perusahaan serta akibat yang ditimbulkan masalah tersebut. dimana masih berstatus sewaan dari orang lain.
BAB 3 ANALISIS SISTEM 3.1 Gambaran Umum Perusahaan Dalam sub bab ini membahas mengenai situasi perusahaan dan sistem yang sedang berjalan, deskripsi masalah yang dihadapi perusahaan serta akibat yang ditimbulkan
Lampiran 1. Hasil Wawancara
Lampiran 1. Hasil Wawancara 117 1. Apakah perusahaan ini memiliki struktur oraganisasi dan pembagian tugas yang jelas? Perusahaan tidak mempunyai struktur organisasi dan pembagian tugas secara tertulis
Model Laporan Prediksi Penjualan Tiap Cabang Untuk Finance Lease. Model Laporan Prediksi Penjualan Tiap Cabang Untuk Consumer
L48 L.1.2.4. Model Laporan Prediksi Penjualan Tiap Cabang Untuk Finance Lease L.1.2.5. Model Laporan Prediksi Penjualan Tiap Cabang Untuk Consumer Finance L49 L.1.2.6. Model Laporan Prediksi Jumlah Agreement
KUESIONER. Saya bernama Natalia Elisabeth (mahasiswi fakultas ekonomi Universitas
LAMPIRAN I KUESIONER Responden yang terhormat, Saya bernama Natalia Elisabeth (mahasiswi fakultas ekonomi Universitas Kristen Maranatha) mohon bantuan dan kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner mengenai
ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Suatu organisasi merupakan satu wadah kerjasama untuk mencapai tujuan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Struktur Organisasi Suatu organisasi merupakan satu wadah kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu harus mempunyai struktur organisasi yang menyatakan berbagai fungsi
BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PRIMA JABAR STEEL
BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN, PIUTANG USAHA DAN PENERIMAAN KAS PADA PT PRIMA JABAR STEEL Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional pada PT Prima Jabar Steel.
Lampiran 1 Kuisioner Internal Control atas Integritas dan Nilai Etika
L1 Lampiran 1 Kuisioner Internal Control atas Integritas dan Nilai Etika No Pertanyaan. Ya 1 Apakah perusahaan memiliki petunjuk pelaksanaan mengenai: a. tata tertib dikomuni- b. disiplin kasikan yang
Lampiran Dokumen Delivery Order Sementara 1 transaksi. Lampiran Dokumen Sales Order 1 transaksi
Lampiran Dokumen Delivery Order Sementara 1 transaksi Lampiran Dokumen Sales Order 1 transaksi Lampiran Dokumen Permintaan Barang Urgent 1 transaksi Lampiran Dokumen Delivery Order Resmi 1 transaksi Lampiran
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1. Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1. Sejarah Perusahaan KOPERASI SEJAHTERA ABADI merupakan koperasi yang bergerak dalam bidang peminjaman uang, hal ini ditegaskan dalam
BAB IV PEMBAHASAN. PT. My Rasch Indonesia. Audit operasional merupakan suatu proses sistematis yang
BAB IV PEMBAHASAN Dalam bab ini, penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional pada PT. My Rasch Indonesia. Audit operasional merupakan suatu proses sistematis yang mencakup serangkaian langkah
BAB 4 PEMBAHASAN. Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional
BAB 4 PEMBAHASAN Dalam bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan audit operasional pada PT. Valindo Global. Pembahasan tersebut dibatasi pada penerimaan dan pengeluaran kas. Dalam melaksanakan audit
. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang
43. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Prosedur dalam Sistem Penjualan Kredit. 1. Prosedur Penjualan Kredit dan Piutang Dagang Jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit pada PT.Triteguh
: MANAGER & STAFF. 5 Apakah terdapat rotasi pekerjaan yang dilakukaan perusahaan?
Nama Perusahaan Dilengkapi oleh Jabatan : PT. PP LONDON SUMATRA INDONESIA TBK : PROCUREMENT & HUMAN RESOURCES : MANAGER & STAFF FUNGSI PEMBELIAN A. Umum Ya Tidak Ket. 1 Apakah struktur organisasi telah
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Tentang Perusahaan Berikut adalah gambaran tentang PT. Phanovindo Suksestama meliputi sejarah perusahaan, struktur, pembagian tugas dan tanggung jawab di
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1. Riwayat Perusahaan PT. Langitan Segi Putera merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pegadaian. PT. Langitan Segi Putera berdiri pada tanggal 15 Februari
BAB 3 OBJEK PENELITIAN. PT Bediri Mobilindo merupakan salah satu perusahaan pembiayaan dan
BAB 3 OBJEK PENELITIAN 3. 1 Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat PT Bediri Mobilindo merupakan salah satu perusahaan pembiayaan dan penjualan yang berkantor pusat di Jakarta yang didirikan pada tahun
HASIL WAWANCARA 1 Dengan : Andy Chandra Jabatan : Kepala Bagian Perencanaan PT. Global Teknikindo Berkatama Tanggal : 18 Maret 2013
L1 HASIL WAWANCARA 1 Dengan : Andy Chandra Jabatan : Kepala Bagian Perencanaan PT. Global Teknikindo Berkatama Tanggal : 18 Maret 2013 1. Bisa tolong dijelaskan bagaimana sejarah perusahaan PT. Global
BAB III. Objek Penelitian. PT. Rackindo Setara Perkasa merupakan salah satu perusahaan swasta yang
BAB III Objek Penelitian III.1. Sejarah singkat Perusahaan PT. Rackindo Setara Perkasa merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang furniture / meubel. Kegiatan utama dari perusahaan
Bab IV Hasil Kerja Praktek Dan Analisis
Bab IV Hasil Kerja Praktek Dan Analisis 1.1 Hasil Praktek Kerja Sistem Penjualan Kredit di PT Purinusa Ekapersada menggunakan SAP (System Application Product) dari Jerman. Tujuan dari perusahaan menggunakan
BAB IV PEMBAHASAN. Pada proses ini penulis melakukan proses interview dan observation terhadap
BAB IV PEMBAHASAN Proses audit operasional dilakukan untuk menilai apakah kinerja dari manajemen pada fungsi pembelian dan pengelolaan persediaan sudah dilaksanakan dengan kebijakan yang telah ditetapkan
DAFTAR PERTANYAAN MENGENAI PENGARUH AUDIT INTERN (VARIABEL INDEPENDEN) NO PERTANYAAN Y N T Independensi
DAFTAR PERTANYAAN MENGENAI PENGARUH AUDIT INTERN (VARIABEL INDEPENDEN) NO PERTANYAAN Y N T Independensi 1 2 3 4 5 6 Apakah internal auditor memiliki kedudukan yang independen dalam melakukan pemeriksaan
No. Pernyataan. Tidak. Tidak. Tidak. Tidak
LAMPIRAN Lampiran. Kuesioner No. Pernyataan Lingkungan Pengendalian. Perusahaan telah menerapkan integritas dan nilai etis dalam kegiatannya.. Perusahaan telah menempatkan karyawan sesuai dengan latar
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENJUALAN, PENAGIHAN PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN PT RACKINDO SETARA PERKASA
41 BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS PENJUALAN, PENAGIHAN PIUTANG, DAN PENERIMAAN KAS YANG SEDANG BERJALAN PT RACKINDO SETARA PERKASA 3.1 Profile Perusahaan PT Rackindo Setara Perkasa merupakan
BAB IV PEMBAHASAN. IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Kredit dan Penerimaan Kas Sebagai perusahaan distributor umum yang sedang berkembang, PT Altama Surya Arsa melakukan upaya untuk peningkatan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Indonesia yang didirikan pada tanggal 10 Mei Perusahaan didirikan oleh Endang
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN III.1 Sejarah Singkat PT. BERLIAN TECHPRINT INDONESIA merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang didirikan pada tanggal 10 Mei 2007. Perusahaan didirikan oleh
