Oleh : Hariadi NIM :

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Oleh : Hariadi NIM :"

Transkripsi

1 PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENJADUALAN DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY PADA PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh : Hariadi NIM : DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

2 PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENJADUALAN DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY PADA PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Syarat-syarat Mengikuti Sidang Tugas Sarjana Oleh : Hariadi NIM : Disetujui Oleh: Pembimbing I Pembimbing II ( Dr. Ir. Humala Napitupulu, DEA) (Ir. Nurhayati Sembiring, MT) DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

3 SERTIFIKAT EVALUASI TUGAS SARJANA No. :.. / H /KRK/2009 Kami yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan bahwa setelah melakukan : - Evaluasi hasil Seminar DRAFT Tugas Sarjana - Pemeriksaan Terhadap Perbaikan DRAFT Tugas Sarjana terhadap mahasiswa : Nama : HARIADI N I M : Tempat dan tanggal lahir : Pekanbaru, 05 Juni 1986 Judul Tugas Sarjana : Perencanaan Produksi dan Penjadualan dengan Menggunakan Logika Fuzzy Pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco menetapkan ketentuan-ketentuan berikut sebagai hasil evaluasi : Dapat menerima perbaikan Tugas Sarjana Departemen Teknik Industri dan kepada penulisnya diizinkan untuk mengikuti Sidang Sarjana / Ujian Kolokium yang akan diadakan Departemen Teknik Industri FT USU. Medan, 05 Juli.2009 Tim Pembanding, Pembanding I, Pembanding II, Pembanding III, Ir. Rosnani Ginting, MT Ir. Mangara M. Tambunan, M.sc Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MS Tanggal, Tanggal, Tanggal, Pembimbing I, Pembimbing II, Ketua, Ir. Humala Napitupulu, DEA Ir. Nurhayati Sembiring, MT Ir. Rosnani Ginting, MT

4 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmatnya sehingga penulis dapat melakukan penelitian dan menyelesaikan tugas sarjana ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tugas sarjana ini merupakan salah satu syarat akademis yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk menyelesaikan studi di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Tugas sarjana ini berjudul Perencanaan Produksi dan Penjadualan dengan Menggunakan Logika Fuzzy pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco. Adapun latar belakang penulis mengangkat judul ini adalah penulis ingin menentukan perencanaan dan penjadulan produksi yang efektif dan efisien dengan penggunaan sumberdaya yang terbatas untuk memaksimumkan laba. Penulis menyadari bahwa sepenuhnya tugas sarjana ini masih banyak kekurangan dikarenakan keterbatasan waktu dan pengetahuan penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kebaikan tugas sarjana ini. Semoga tugas sarjana ini bermanfaat bagi kita semua. Medan, Juli 2009 Penulis, Hariadi

5 UCAPAN TERIMAKASIH Selama penyusunan laporan tugas sarjana ini, penulis banyak mendapatkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini dengan hati yang tulus penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Dr. Ir. Humala Napitupulu, D.E.A, sebagai dosen pembimbing I dalam penyelesaian Tugas Sarjana ini, yang telah menyediakan waktu dan perhatian untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas sarjana ini. 2. Ibu Ir. Nurhayati Sembiring, MT, sebagai dosen pembimbing II dalam penyelesaian Tugas Sarjana ini, yang telah menyediakan waktu dan perhatian untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas sarjana ini. 3. Bapak Prof. Ir. Sukaria Sinulingga M.Eng, sebagai Koordinator Bidang untuk Manufaktur yang telah mengarahkan penulis dalam memahami judul Tugas Sarjana. 4. Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT, selaku Ketua Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara yang turut memberikan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan tugas sarjana ini. 5. Bapak Ir. Sugiharto Pujangkoro, M.M selaku Koordinator Tugas Akhir Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. 6. Bapak Zulchairi Harahap selaku Kabag. Personalia PT. Cahaya Kawai Ultra Polyintraco yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian di lantai pabrik PT. Cahaya Kawai Ultra Polyintraco.

6 7. Bang Bowo, Kak Dina, Bu Ani, dan Bang Tumijo, selaku pegawai Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara yang telah membantu penulis dalam pengurusan berkas-berkas tugas sarjana. 8. Kedua Orang tuaku tercinta Bapak Nursaleh dan Bu Miskiah semoga Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi penulis diwaktu kecil, adik-adikku Yan Berlian, Stelly Revina dan Putri Lestari atas doa, perhatian dan dukungannya yang diberikan kepada penulis. 9. Indra, Fiktor, Digo, Izet, Cha-cha, Onde-Mande, Lidia, Mariaty, Erna, Desima, Juana, Misna, Wenny dan seluruh teman-teman stambuk 04 lainnya yang telah memberikan bantuan dan waktu untuk berdiskusi serta motivasi dan semangat yang telah diberikan kepada penulis. 10. Teman-teman kos, Bang Kur, Roziputra, Deni, Ade, Bu Neng dan semuanya. 11. Kakak-kakak dan Abang-abang stambuk 05 Demikian ucapan terima kasih ini saya sampaikan, Semoga rahmat dan karunia Allah Menyertai kita semua. Amin.

7 ABSTRAK Sistem produksi melibatkan banyak aktivitas berbeda yang saling berhubungan dan bertujuan untuk memproduksi produk jadi. Contoh aktivitas tersebut adalah perencanaan produksi dan penjadualan. Didalam dunia nyata lingkungan manufaktur sering dihadapkan dengan ketidakpastian data dari variable yang mempengaruhi seperti permintaan pasar, ketersediaan bahan baku, ketersediaan jam kerja dan sebagainya. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini digunakan pendekatan logika fuzzy untuk melakukan perencanaan produksi dengan metode Fuzzy Llinear Programming dan penjadulan produksi untuk meminimumkan mean flow time. Penelitian tentang perencanaan produksi dan penjadualan ini dilakukan di PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco, yang merupakan suatu perusahaan yang memproduksi springbed dengan 4 jenis produk. Dalam proses perencanaan produksi, terlebih dahulu dilakukan peramalan untuk mendapatkan prediksi jumlah produk yang akan diproduksi pada suatu periode dan pengukuran waktu baku tiap operasi dalam proses produksi. Peramalan ini dilakukan dengan membandingkan nilai MAD dan MAPE dari 2 buah metode peramalan yang dipilih berdasarkan pola data masa lalu, yaitu metode trend dengan pola kuadratis dan single exponential smoothing. Berdasarkan perbandingan ini, maka metode peramalan yang terpilih adalah metode kuadratis untuk springbed jenis Platinum, Silver, dan Bigline, sedangkan untuk tipe Gold digunakan metode single exponential smoothing. Selanjutnya nilai peramalan diverifikasi dengan metode tracking signal untuk melihat kehandalannya dan dilakukan pengendalian peramalan dengan metode line-fitting untuk melihat batasan terhadap periode yang diramalkan. Selanjutnya menentukan jumlah produksi per bulannya dengan memformulasikan fungsi tujuan dan fungsi-fungsi pembatas dengan batasan yang digunakan adalah batasan permintaan yang diperoleh dari peramalan, batasan ketersediaan jam kerja dan batasan ketersediaan bahan baku yang dalam hal ini adalah per bulat, kain quilting dan busa. Setelah diperoleh jumlah produk yang akan diproduksi per bulannya maka dilakukan inisiasi penjadualan dengan metode longest processing time kemudian disesuaikan menggunakan logika fuzzy yaitu dengan menentukan prioritas produk yang akan diproduksi terlebih dahulu berdasarkan jumlah produksi dan waktu pengerjaan produk. Keywords: Logika fuzzy, Fuzzy Linear Programming, Linear Programming, Perencanaan Produksi, Penjadualan Produksi

8 DAFTAR ISI BAB HALAMAN HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... SERTIFIKAT EVALUASI TUGAS SARJANA... KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iii iv v vii viii xvi xix xxi I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan... I Rumusan Permasalahan... I Tujuan Penelitian... I Manfaat Penelitian... I Batasan Penelitian... I Asumsi yang Digunakan... I Sistematika Penulisan Tugas Sarjana... I-4

9 DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan... II Ruang Lingkup Bidang Usaha... II Organisasi dan Manajemen... II Struktur Organisasi PT. CAKUP... II Uraian Tugas dan Tanggung Jawab... II Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan... II Tenaga Kerja... II Jam Kerja... II Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan... II Tunjangan... II Fasilitas... II Proses Produksi... II Bahan... II Bahan Baku... II Bahan Tambahan... II Bahan Penolong... II Uraian Proses Produksi... II Pembuatan Sandaran Spring Bed... II Pembuatan Matras Spring Bed... II-17

10 Pembuatan Dipan Spring Bed... II-20 DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN 2.5. Mesin Dan Peralatan... II Mesin Produksi... II Peralatan... II Utilitas... II Safety and Fire Protection... II Waste Treatment... II Maintanance... II-29 III LANDASAN TEORI 3.1. Perencanaan Produksi... III Pengertian Perencanaan Produksi... III Fuzzy Linear Programming... III Pengukuran Kerja... III Stopwatch Time Study... III Penyesuaian... III Kelonggaran (Allowance)... III Peramalan... III Peramalan dengan Metode Least Square... III Peramalan dengan Metode Exponential Smoothing... III-16

11 Metode Simple Exponential Smoothing... III Metode Winter Exponential Smoothing... III-17 DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN Parameter Kesalahan Peramalan... III Verifikasi dan Pengendalian Peramalan... III Penjadualan Produksi... III Konsep Penjadualan Produksi... III Tujuan dan Ukuran Keberhasilan Penjadualan... III Pendekatan Penjadualan dengan Logika Fuzzy... III-25 IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Objek Penelitian... IV Tempat dan Waktu Penelitian... IV Instrumen Penelitian... IV Model Penelitian... IV Variabel Penelitian... IV Studi Kepustakaan... IV Pengumpulan Data... IV Pengolahan dan Pemecahan Masalah... IV Peramalan Permintaan... IV Pengukuran Kerja.... IV-4

12 Pemecahan Masalah... IV-5 DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 5.1. Pengumpulan Data... V Data Penjualan Spring Bed Tahun V Data Harga Pokok dan Harga Penjualan... V Data Stasiun Kerja... V Data Mesin dan Peralatan... V Elemen Pekerjaan... V Data Kecepatan Produksi... V Data Ketersediaan Jam Kerja... V Data Waktu Operasi... V Data Waktu Setup... V Data Waktu Ketersediaan Mesin..... V Data Pemakaian dan Ketersediaan Bahan Baku... V Data Pemakaian Bahan Baku... V Data Ketersediaan Bahan Baku... V Data Jumlah Produksi yang Memenuhi Batasan BEP dalam unit Produksi... V Pengolahan Data... V-10

13 Pengolahan Data untuk Perencanaan Produksi... V Peramalan Permintaan untuk Tiap Produk pada Tahun 2009 Sebagai Fungsi Kendala Jumlah DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN Permintaan... V Peramalan Permintaan Tiap Produk Tahun V Penentuan Koefisien Jumlah Permintaan... V Penentuan Waktu Baku Operasi Sebagai Fungsi Fungsi Kendala Operasi... V Uji Keseragaman Data... V Uji Kecukupan Data... V Perhitungan Waktu Baku... V Penentuan Fungsi Kendala Operasi... V Penentuan Fungsi Kendala Ketersediaan Bahan Baku... V Penentuan dan Formulasi Fungsi Kendala Jumlah Produksi Minimum (BEP)... V Formulasi Model Fungsi Tujuan... V Formulasi Model Linear Programming... V-33

14 Penyelesaian Model Linear Programming untuk Batas Maksimum... V Penyelesaian Model Linear Programming untuk Batas Minimum... V-58 DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN Penyelesaian Model Fuzzy Linear Programming... V Pengolahan Data untuk Penjadualan Produksi... V Penentuan Jumlah Produksi Per Hari... V Inisiasi Penjadualan Produksi... V Tingkat Produksi... V Waktu Proses... V Aturan Fuzzy... V-68 VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH 6.1. Perencanaan Produksi dan Penjadualan Awal Pada PT. CAKUP... VI Analisis Peramalan Penjualan Produk Spring Bed... VI Analisis Jumlah Produksi Minimum (BEP)... VI Analisis Perhitungan Waktu Standar... VI Analisis Perhitungan Ketersediaan Bahan Baku... VI-4

15 6.6. Analisis Penyelesaian Model Fuzzy Linear Programming... VI Perbandingan Hasil Rencana Produksi... VI Analisis Penjadualan Produksi... VI-10 DAFTAR ISI (Lanjutan) BAB HALAMAN VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan... VII Saran... VII-2 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

16 DAFTAR TABEL TABEL HALAMAN 2.1. Perincian Jumlah Tenaga Kerja Pada PT. CAKUP... II Jam Kerja PT. CAKUP... II Spesifikasi Peralatan... II Tabel Penyesuaian untuk Metode Westinghouse... III Besarnya Kelonggaran Berdasarkan Faktor yang Berpengaruh... III Penjualan Spring Bed untuk Semua Tipe Tahun V Harga Pokok dan Harga Penjualan untuk Tiap Tipe Spring Bed... V Data Mesin Pembuatan Spring Bed... V Waktu Kerja yang Tersedia Tahun V Data Waktu Setup... V Waktu Kerja yang Tersedia untuk Setiap Mesin... V Pemakaian Bahan Baku untuk Tiap Tipe Spring Bed... V Rata-rata Ketersediaan Bahan Baku Tiap Bulan... V Jumlah Produksi Minimum Perusahaan... V Autokorelasi Data Penjualan Spring Bed Platinum... V-12

17 5.11. Perhitungan Parameter Peramalan Metode Kuadratis untuk Spring Bed Platinum... V Perhitungan Peramalan Metode Single Exponential Smoothing untuk Spring Bed Platinum... V Hasil Perhitungan Kesalahan Peramalan... V-18 DAFTAR TABEL (Lanjutan) TABEL HALAMAN MAD Tipe Platinum untuk Metode Kuadratis... V Hasil Peramalan untuk Tiap Tipe Spring Bed Tahun V Simpangan Permintaan Tahun V Penyesuaian Peramalan... V Koefisien Kendala Permintaan... V Perhitungan Waktu Baku Tiap Operasi (menit)... V Hasil Perhitungan Waktu Baku Tiap Produki... V Perhitungan Kapasitas untuk Setiap Stasiun Kerja... V Rata-rata Penambahan Bahan Baku Tiap Bulan... V Tabel Awal Metode Simplex... V Tabel Iterasi Satu Metode Simplex... V Tabel Iterasi Dua Metode Simplex... V Tabel Iterasi Tiga Metode Simplex... V Tabel Iterasi Empat Metode Simplex... V Tabel Metode Simplex Iterasi Lima... V-53

18 5.29. Tabel Metode Simplex Iterasi Enam... V Tabel Metode Simplex Iterasi Tujuh... V Tabel Metode Simplex Iterasi Delapan... V Tabel Metode Simplex Final... V Rencana Produksi Bulan Januari Desember V-61 DAFTAR TABEL (Lanjutan) TABEL HALAMAN Kebutuhan Sumberdaya Bulan Januari Desember V Jumlah Produksi Spring Bed Per Hari... V Perbandingan Jumlah Produksi, Permintaan dan Persediaan Spring Bed... V Hasil Perhitungan Waktu Baku Tiap Produk (menit)... V Inisiasi Penjadualan dengan Metode LPT... V Waktu Proses Terlama pada Lintasan Produksi (menit)... V Nilai Prioritas Setiap Spring Bed... V Hasil Peramalan untuk Tiap Tipe Spring Bed Tahun VI Jumlah Produksi Minimum Perusahaan... VI Hasil Perhitungan Waktu Baku Tiap Produk (menit)... VI Rata-rata Ketersediaan Bahan Baku Tiap Bulan... VI Rencana Produksi Bulan Januari Desember VI Kebutuhan Sumberdaya Bulan Januari Desember VI Perbandingan Keuntungan Rencana Produksi... VI-8

19 6.8. Perbandingan Hasil Rencana Produksi... VI Urutan Proses Produksi pada Stasiun Kerja Perakitan Per Bulat... VI-10 DAFTAR GAMBAR GAMBAR HALAMAN 2.1. Struktur Organisasi PT. CAKUP... II Blok Diagram Proses Pembuatan Sandaran Spring Bed... II Blok Diagram Proses Pembuatan Matras Spring Bed... II Blok Diagram Proses Pembuatan Dipan Spring Bed... II Nilai Fuzzy Trapesium... III Nilai Fuzzy Segitiga... III Fungsi Keanggotaan Waktu Ketersediaan Mesin... III Fungsi Keanggotaan Prioritas Mesin... III Fungsi Keanggotaan Prioritas Transportasi... III Diagram Penempatan Stasiun Kerja IV... III Diagram Penempatan Stasiun Kerja III... III Flow Chart Penelitian... IV Blok Diagram Pengolahan Data untuk Perencanaan Produksi... IV Blok Diagram Pengolahan Data untuk Peramalan Permintaan... IV Blok Diagram Pengolahan Data untuk Penjadualan... IV-10

20 5.1. Diagram Pencar Penjualan Spring Bed untuk Tiap Tipe Tahun V Peta Kendali Tracking Signal... V Penyesuaian Peramalan... V Fungsi Keanggotaan Tingkat Produksi... V-65 DAFTAR GAMBAR GAMBAR HALAMAN 5.5 Fungsi Keanggotaan Waktu Proses... V Gantt Chart Penjadualan Hari Kerja Senin-Kamis... V Gantt Chart Penjadualan Hari Kerja Jumat... V Gantt Chart Penjadualan Hari Kerja Senin-Kamis.... V-73

21 DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN HALAMAN 1 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab... L Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Sandaran... L Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Matras Platinum... L Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Matras Gold... L Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Matras Silver... L Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Matras Bigline... L Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Dipan... L Uji Kecukupan Data Waktu Sandaran... L Uji Kecukupan Data Waktu Matras Platinum... L Uji Kecukupan Data Waktu Matras Gold... L Uji Kecukupan Data Waktu Matras Silver... L Uji Kecukupan Data Waktu Matras Bigline... L Uji Kecukupan Data Waktu Matras Dipan... L-25 4 Perhitungan Nilai Allowance... L-27

22 5 Tabel Distribusi F... L Berita Acara Bimbingan Tugas Akhir Pembimbing I... L Berita Acara Bimbingan Tugas Akhir Pembimbing II... L Surat Permohonan Tugas Sarjana... L Surat Penjajakan Ke Perusahaan... L-36 DAFTAR LAMPIRAN (Lanjutan) LAMPIRAN HALAMAN 10. Surat Balasan dari Perusahaan... L Surat Keputusan Tugas Sarjana... L-38

23 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Sistem produksi melibatkan banyak aktivitas berbeda yang saling berhubungan dan bertujuan untuk memproduksi produk jadi. Contoh aktivitas tersebut adalah perencanaan produksi dan penjadualan. Perencanaan produksi memperhatikan permintaan, status produksi dan kapasitas pabrik. Seorang perencana harus mengatasi dua jenis ketidakpastian yaitu variasi permintaan dan kegagalan sumber daya. 1 Model-model konvensional seperti Material Resource Planning (MRP) dapat mengalami kegagalan dalam merepresentasikan sifat-sifat sistem yang kompleks apabila informasi yang ada tidak mencukupi dan. tidak tepat. Model matematik akan menjadi lebih sulit apabila terdapat ketidakpastian didalam sistem. Logika fuzzy dapat menyelesaikan masalah dari informasi yang kurang 1 Luis M, Carlos F. Fuzzy Logic Applied to Production Planning and Scheduling. Lisboa. 1993

24 pasti (uncertain) yang sering dijumpai dalam dunia nyata. Walaupun logika fuzzy berdasarkan informasi yang tidak pasti, metode yang digunakan adalah eksak secara matematik. 2 Selama ini PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco merencanakan produksinya dengan melakukan peramalan kuantitatif dari dari data penjualan tahun sebelumnya. Perencanaan produksi ini kurang tepat karena adanya fluktuasi permintaan seperti pada tahun 2008 terjadi kenaikan permintaan untuk produk Platinum sebesar 7 %, Gold 20%, Silver 4 % dan Bigline 14%, sehingga perusahaan sering mengalami kekurangan dan kelebihan produksi selama periode perencanaan. Jika terjadi kelebihan produksi mengakibatkan biaya penyimpanan yang tinggi dan apabila terjadi kekurangan produksi maka perusahaan harus melakukan jam kerja lembur secara maksimum jika bahan baku mencukupi jika tidak maka perusahaan dapat mengalami penalti akibat keterlambatan pengiriman. Perencanaan produksi yang tidak tepat juga mengakibatkan penggunaan sumberdaya yang tidak optimal sehingga laba yang diperoleh perusahaan tidak maksimum. Berdasarkan permasalahan diatas maka perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan perencanaan produksi yang optimal terhadap fluktuasi permintaan dan terhadap penggunaan sumberdaya yang terbatas untuk memaksimumkan laba Rumusan Permasalahan 2 Chen Wang, Hua Fang. Aggregate Production Planning in A Fuzzy Environment. Taiperi

25 Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalah di dalam penelitian ini adalah tidak tepatnya perencanaan produksi yang mengakibatkan tidak optimalnya penggunaan sumberdaya sehingga laba yang diperoleh tidak maksimum. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menentukan rencana produksi multi product yang optimal terhadap fluktuasi permintaan dan penggunaan sumberdaya yang terbatas untuk memaksimumkan laba dengan menggunakan logika Fuzzy Tujuan Penelitian Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan rencana produksi yang optimal untuk memaksimumkan laba dan memenuhi kriteria berikut: 1. Memenuhi target permintaan 2. Memaksimumkan penggunaan sumber daya. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini yaitu: 1. Mendapatkan urutan pengerjaan produk yang optimum 2. Mendapatkan penjadualan produk yang meminimumkan mean flow time Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian ini adalah: a. Meningkatkan kemampuan bagi mahasiswa dalam menerapkan teori yang didapat di bangku kuliah dengan mengaplikasikannya di lapangan.

26 b. Mempererat kerjasama antara perusahaan dengan Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik USU. c. Sebagai masukan dan sumbangan pemikiran bagi pihak perusahaan untuk perencanaan dan penjadualan produksi Batasan Penelitian Batasan-batasan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Batasan sumberdaya yang diperhitungkan adalah bahan baku dan jam kerja. 2. Peramalan untuk memperkirakan rencana produksi dan penjadualan untuk 1 12 bulan pada tahun Penelitian dibatasi hanya untuk empat produk yang memiliki tingkat penjualan tertinggi selama tiga tahun terakhir yaitu produk spring bed dengan tipe Platinum, Gold, Silver, dan Bigline. 4. Penentuan waktu baku tiap operasi dilakukan dengan menggunakan metode jam henti (stopwatch time study) Asumsi yang Digunakan Asumsi-asumsi yang digunakan untuk perencanaan produksi yaitu: 1. Tidak ada penambahan atau pengurangan fasilitas-fasilitas produksi selama penelitian dilakukan. 2. Tidak ada kerusakan mesin atau kerusakan material handling yang terjadi. 3. Harga jual dan harga produksi tidak mengalami perubahan selama penelitian berlangsung.

27 Asumsi-asumsi yang digunakan untuk penjadualan produksi antara lain: 1. Metode kerja operator pada setiap operasi sudah standar dan bekerja dengan normal. 2. Waktu setup terbebas dari urutan job dan dapat dimasukkan kedalam waktu proses. 3. Mesin hanya dapat melakukan satu operasi pada suatu waktu 4. Operasi-operasi tidak terbagi atau terganggu ketika telah dimulai Sistematika Penulisan Laporan Laporan tugas akhir ini disusun dengan sistematika yang disajikan dalam bentuk bab. Laporan tugas akhir ini akan dibagi dalam beberapa bab dengan sistematika sebagai barikut: BAB I PENDAHULUAN Merupakan pendahuluan tentang latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, asumsi serta sistematika penelitian. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Bab ini memuat berbagai atreibut dari perusahaan yang menjadi objek studi penelitian seperti sejarah perusahaan, ruang lingkup bidang usaha, organisasi dan manajemen perusahaan, produk yang dihasilkan, bahan yang digunakan, proses produksi, ketenagakerjaan, serta mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi.

28 BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini diuraikan tentang teori-teori yang menjadi acuan dalam pelaksanaan penelitian. Teori ini meliputi teori tentang perencanaan produksi, penjadualan, logika fuzzy dan aplikasinya didalam perencanaan dan penjadualan produksi. BAB IV METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi langkah-langkah dan tahapan penelitian, serta penjelasan dari setiap tahapan tersebut, disertai dengan diagram alirnya. BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Pada bab ini dijelaskan jenis data yang dibutuhkan, darimana dan bagaimana data diperoleh. Juga dijelaskan teknik yang digunakan untuk mengolah data dalam memecahkan permasalahan. BAB VI ANALISIS PEMECAHANMASALAH Pada bab ini dilakukan pembahasan dan analisis terhadap hasil pengolahan data untuk kemudian dapat diambil kesimpulan dan saran yang tepat untuk mencapai tujuan penelitian. BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi tentang kesimpulan yang dapat diambil dari seluruh tahapan penelitian yang dilakukan, serta saran-saran yang dapat diberikan peneliti bagi perusahaan berdasarkan kesimpulan yang diambil.

29 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco (PT. CAKUP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, yang memproduksi spring bed dengan merek dagang Big Land. PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco berada di Jl. Eka Surya Gg. Sidodadi Lingkungan XXII Kelurahan Gedung Johor, Deli Tua, Medan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1989, dan merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Cahaya Buana Group. Induk perusahaan ini bernama PT. Cahaya Buana Intitama yang pada awalnya berlokasi di Sentul, Jawa Barat dan pindah ke daerah Bogor, Jawa Barat. PT. Cahaya Buana Group memiliki empat jenis anak perusahaan yang bergerak di bidang manufacturing, trading, distributor, dan retail.

30 PT. Cahaya Buana Group mempunyai tekad untuk menjadi perusahaan furniture yang memimpin pasar dan memiliki citra positif serta bersahabat bagi semua pihak sehingga diakui sebagai aset nasional. Big Land Spring bed yang merupakan produk dari PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco merupakan anggota dari International Sleep Products Association (ISPA) yang merupakan lembaga bagi perusahaan- perusahaan yang memproduksi spring bed berkualitas Ruang Lingkup Bidang Usaha PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco memfokuskan usahanya pada pembuatan spring bed. Spring bed yang diproduksi merupakan tempat tidur yang siap dipasarkan kepada konsumen langsung maupun distributor dengan daerah pemasaran di seluruh Sumatera Utara dengan fokus utama di daerah kota Medan, Aceh, Sibolga, Padang Sidempuan, Nias, Kisaran, Rantau Prapat, Tanjung Balai. Selain di Medan, PT. CAKUP juga memiliki kantor perwakilan di daerah- daerah lain di Indonesia meliputi Bogor, Padang, Palembang, dan Jakarta. PT. CAKUP juga menjadi distributor produk-produk furniture seperti kursi kantor, meja belajar, lemari pakaian dan sebagainya. PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco berproduksi berdasarkan pesanan dari konsumen (make to order) dan berdasarkan stok (make to stock). Apabila ada permintaan konsumen langsung, maka permintaan tersebut akan dikerjakan terlebih dahulu. Spring bed yang dihasilkan perusahaan ini terdiri atas empat jenis

31 produk yang perbedaannya didasarkan pada kain quilting, jumlah per bulat, dan busa yang digunakan, yaitu : 1. Platinum, dengan spesifikasi tebal kain qulting 3 cm, jumlah per bulat 510 buah, dan busa yang digunakan NG (tebal 2,5 cm) dan busa A II (tebal 2 cm). 2. Golden, dengan spesifikasi tebal kain qulting 2,4 cm, jumlah per bulat 484 buah, dan busa yang digunakan adalah busa A II (tebal 3,5 cm). 3. Silver, dengan spesifikasi tebal kain qulting 1,4 cm, jumlah per bulat 430 buah, dan busa yang digunakan adalah busa A II (tebal 2 cm). 4. Bigline, dengan spesifikasi tebal kain qulting 1,4 cm, jumlah per bulat 430 buah, dan busa yang digunakan adalah busa A II (tebal 1,5 cm) Organisasi dan Manajemen Struktur Organisasi PT. CAKUP Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu, sedangkan struktur organisasi adalah kerangka antar hubungan dari orang-orang atau unit-unit organisasi yang masing-masing memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang tertentu. Dalam suatu struktur organisasi harus menunjukkan satuan-satuan organisasi dan garis wewenang sehingga terlihat jelas batasan-batasan tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap personil dalam organisasi. Dengan demikian diharapkan adanya suatu kejelasan arah dan kordinasi untuk mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi yang digunakan PT. CAKUP adalah berbentuk campuran (lini dan fungsional). Struktur organisasi bentuk lini dapat dilihat

32 dengan adanya pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi kepada unit-unit organisasi yang berada di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu secara langsung, serta pemberian wewenang dan tanggung jawab yang bergerak vertikal ke bawah dengan pendelegasian yang tegas melalui jenjang hirarki yang ada. Struktur organisasi fungsional dapat dilihat dengan adanya pemisahan/pembagian tugas, pendelegasian wewenang serta pembatasan tanggung jawab yang tegas pada setiap bidang yaitu produksi, personalia, dan pemasaran berdasarkan fungsinya masing-masing dalam struktur organisasinya. Hal ini dibuat sesuai dengan kebutuhan serta kelancaran dan kemajuan usaha organisasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi PT. CAKUP dapat dilihat pada Gambar Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Untuk menggerakkan suatu organisasi dibutuhkan personil yang memegang jabatan tertentu dalam organisasi dimana masing-masing personil mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatannya. Tanggung jawab yang diberikan harus seimbang dengan wewenang yang diterima. Uraian tugas dan tanggung jawab untuk masing-masing bagian pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco disajikan dalam Lampiran Tenaga Kerja dan Jam Kerja Perusahaan Tenaga Kerja

33 Jumlah tenaga kerja pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco sebanyak 85 orang, yang terdiri dari staf dan karyawan. Yang dapat digolongkan staf pekerja pada tingkat kepala divisi dan kepala bagian (supervisor) dan yang digolongkan sebagai karyawan adalah pekerja langsung pada bagian produksi juga termasuk satpam. Status karyawan dalam perusahaan ini dibagi atas dua jenis berdasarkan frekuensi penggajiannya, yaitu: 1. Karyawan bulanan dengan gaji yang dibayar sekali dalam sebulan sesuai dengan klasifikasi skala penggajian yang dibagi-bagi dalam golongan tertentu. Yang termasuk karyawan bulanan adalah direktur sampai dengan supervisor.

34 Direktur Kabag HRD dan General Affair Kabag. Pemasaran Kabag. Produksi Kabag. Pembelian Kabag Financial and Accounting Supervisor Gudang Supervisor Penjualan Supervisor Transportasi Supervisor Distribusi Supervisor Keamanan Supervisor Maintenance Supervisor Produksi Supervisor Pembelian Supervisor Financial Supervisor Accounting Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan Karyawan = Hubungan Lini = Hubungan Fungsional Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco

35 2. Karyawan mingguan dengan gaji yang dibayar dua minggu sekali. Yang termasuk karyawan mingguan adalah semua karyawan baik dari karyawan gudang sampai dengan karyawan bagian accounting. Perincian jumlah tenaga kerja yang ada di PT. CAKUP dapat dilihat pada Tabel 2.1. Tabel 2.1. Perincian Jumlah Tenaga Kerja pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco No Jabatan Jumlah (orang) 1 Direktur 1 2 Kepala Divisi Produksi 1 3 Kepala Divisi HRD dan General affair 1 4 Kepala Divisi Financial and Accounting 1 5 Kepala Divisi Pemasaran 1 6 Kepala Divisi Pembelian 1 7 Supervisor Gudang 1 8 Supervisor Penjualan 1 9 Supervisor Transportasi 1 10 Supervisor Distribusi 1 11 Supervisor Keamanan 1 12 Supervisor Maintenance 1 13 Supervisor Produksi 1 14 Supervisor Pembelian 1

36 15 Supervisor Financial 1 Tabel 2.1. Perincian Jumlah Tenaga Kerja pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco (Lanjutan) No Jabatan Jumlah (orang) 16 Supervisor Accounting 1 17 Karyawan Gudang 6 18 Karyawan Penjualan 2 19 Karyawan Transportasi 2 20 Karyawan Distribusi Karyawan Keamanan Karyawan Maintenance 4 23 Karyawan Produksi Karyawan Pembelian 2 25 Karyawan Financial 6 26 Karyawan Accounting 1 Total 85 Sumber : PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun Jam Kerja Pengaturan jam kerja pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco berdasarkan syarat kerja umum yaitu setiap pekerja mempunyai 7-8 jam kerja per hari dan bekerja 6 hari dalam seminggu (senin sampai sabtu). Apabila waktu kerja lebih dari 8 jam per hari maka jam kerja berikutnya terhitung sebagai

37 lembur. Pembagian jam kerja pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco dapat dilihat pada Tabel 2.2. berikut. Tabel 2.2. Jam Kerja PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Hari Jam Kerja Keterangan Kerja Senin-Kamis Istirahat Kerja Kerja Jumat Istirahat Kerja Kerja Sabtu Istirahat Kerja Sumber: PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan Unit organisasi yang terkait dalam sistem penggajian dan pengupahan pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco dilakukan dan ditangani oleh bagian Finance and Accounting. Pengawasan sistem penggajian dan pengupahan terdiri atas : 1. Prosedur pembuatan daftar gaji 2. Prosedur pembayaran gaji 3. Prosedur distribusi gaji

38 PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco menerapkan sistem pencatatan waktu hadir dengan menggunakan clock card dan apabila clock card tersebut rusak, maka pencatatan dilakukan secara manual oleh bagian satpam. Sistem penggajian pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco bervariasi. Untuk direktur sampai dengan supervisor penggajian dilakukan pada akhir tanggal setiap bulannya, sedangkan untuk karyawan, mulai dari karyawan gudang sampai karyawan accounting penggajian dilakukan setiap 2 minggu sekali. Perusahaan juga memberikan upah lembur kepada karyawan yang bekerja diatas jam kerja normal dengan perhitungan sebagai berikut : 1. Untuk Hari Biasa a. Untuk satu jam lembur pertama adalah b. Untuk dua jam berikutnya adalah 2 x upah per jam. 1 1 (satu setengah) x upah per jam. 2 Dimana upah kerja lembur per jam adalah 1/160 x gaji perbulan. Gaji perbulan disesuaikan dengan UMR (Upah Minimum Regional). 2. Untuk Hari Besar/ Libur Perhitungan upah lembur bagi karyawan yang bekerja pada hari libur dan hari besar adalah 2 x gaji per hari kerja biasa Tunjangan Selain gaji pokok dan upah lembur di atas, perusahaan juga memberikan beberapa jenis tunjangan, yaitu:

39 1. Tunjangan Hari Raya (THR) Besarnya adalah tambahan satu bulan gaji bagi karyawan yang mempunyai masa kerja lebih dari satu tahun. 2. Tunjangan Selama Sakit Diberikan kepada karyawan yang sedang dalam perawatan sakit dan tidak dapat bekerja yang dapat dinyatakan dengan surat keterangan dokter. Hanya pekerja yang telah bekerja lebih dari 2 tahun yang mendapat tunjangan ini. 3. Tunjangan Insentif Diberikan dengan cara ditambahkan ke dalam upah karyawan sesuai dengan prestasi kerja yang ditunjukkan masing- masing karyawan Fasilitas Fasilitas lain yang diberikan perusahaan kepada karyawannya adalah: 1. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) dan Asuransi Jiwa JAMSOSTEK diberikan kepada karyawan mingguan, sedangkan bagi karyawan bulanan diberikan asuransi jiwa dari Manulife. Walaupun kecelakaan kerja sangat kecil, PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco tetap melaksanakan program keselamatan kerja bagi karyawannya melalui jasa JAMSOSTEK. 2. Cuti Lamanya cuti diberikan oleh perusahaan adalah 12 hari kerja setiap tahunnya.

40 2.4. Proses Produksi Bahan Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan spring bed berasal dari induk perusahaan yaitu PT. Cahaya Buana Intitama yang ada di Sentul dan sebagian lagi diperoleh dari pabrik-pabrik lokal yang ada di Medan Bahan Baku Bahan baku merupakan semua bahan yang digunakan sebagai bahan dasar serta memiliki komposisi terbesar dalam pembuatan produksi dimana sifat dan bentuknya akan mengalami perubahan. Bahan baku yang digunakan dalam memproduksi spring bed adalah: 1. Papan Tripleks Papan tripleks yang digunakan memiliki ukuran 180 x 200 x 80 cm. 2. Rangka kayu Rangka kayu yang digunakan memiliki ukuran 200 x 180 cm. 3. Per Spiral Per ini berbentuk lilitan kawat besar berbentuk spiral. Diameter yang digunakan beragam dengan tinggi per 15 cm. Koefisien elastisitas per yang dipakai adalah 2,2 N/m. 4. Kain Quilting Kain ini digunakan setelah busa dan matras. Fungsinya untuk menutup busa. Untuk matras digunakan kain quilting yang ketebalannya 3 cm

41 sebanyak 2 x 180 x 200 cm, sedangkan untuk tabung digunakan kain quilting dengan ketebalan 0,5 cm dan panjang sebesar 200 cm. Kain quilting yang dipakai terbuat dari kain jaquar. 5. Benang Nylon Benang ini digunakan untuk seluruh proses penjahitan baik penjahitan kain quilting maupun penjahitan tabung dan matras. Benang nylon yang digunakan untuk seluruh proses penjahitan sebanyak 24,835 cm. 6. Peluru HR-22 Peluru ini berfungsi untuk merekatkan hard pad dan rakitan per pada matras dan dipan. 7. Lateks Lateks berfungsi untuk merekatkan busa dengan kain quilting pada matras dan dipan. 8. Hard pad Hard pad merupakan pelapis rakitan per pertama yang berfungsi untuk meredam per. Hard pad yang digunakan berukuran 2 x 200 cm x 180 cm yaitu untuk bagian atas dan bawah rakitan per. 9. Kain Blacu Kain blacu digunakan sebagai penguat kain quilting pada saat proses perekatan HR Per Bulat

42 Per bulat yang digunakan adalah per oval dengan diameter 2,5 mm dan tinggi sebesar 15 cm. Umur per diperkirakan sekitar 15 tahun dengan koefisien elastisitas 2,2 N/m dan pengujian dilakukan oleh pihak supplier. 11. Per Pinggir Per pinggir yang digunakan adalah per pinggir dengan diameter 3,5 mm dengan tinggi sebesar 15 cm. Umur per diperkirakan sekitar 15 tahun dengan koefisien elastisitas sebesar 2,2 N/m dan pengujian dilakukan oleh pihak supplier. Per pinggir diletakkan di sekeliling rakitan per bulat. 12. Kawat Ulir Kawat ulir yang digunakan memiliki diameter sebesar 1,4 mm yang berfungsi sebagai penghubung antara per bulat yang satu dengan per bulat lainnya dalam sebuah rakitan per. 13. Lis Kawat Ø 4,2 mm Lis kawat yang digunakan memiliki diameter 4,2 mm yang berfungsi membingkai rakitan per agar menjadi lebih kokoh. 14. Busa A II Busa yang digunakan memiliki daya fleksibilitas (density) 24 kg/m 3 dengan ketebalan 4 cm. 15. Busa S II Busa S II memiliki spesifikasi yang sama dengan busa A II, dengan tingkat kekerasan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan busa A II. 16. Plastik Non woven

43 Plastik ini dengan ketebalan 1 mm digunakan untuk menutup bagian belakang sandaran spring bed dan bagian bawah dipan. 17. Mur Mur digunakan untuk merakit kaki sandaran Bahan Tambahan Selain menggunakan bahan baku juga digunakan bahan-bahan lain sebagai bahan pelengkap dalam memudahkan proses dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan yang disebut dengan bahan tambahan. Bahan tambahan yang ditambahkan pada produk sehingga menghasilkan suatu produk akhir yang siap dipasarkan dapat berupa aksesoris atau kemasan. Bahan tambahan yang digunakan dalam proses pembuatan spring bed adalah: 1. Label Label Big Land digunakan untuk meyatakan merek dari spring bed tersebut. 2. Karton Sudut Digunakan untuk membungkus produk pada saat pengiriman. 3. Sticker Mencantumkan spesifikasi dari spring bed. 4. Isolatip Isolatip digunakan untuk merekatkan semua bahan tambahan pada spring bed. 5. Plastik Mika Digunakan untuk membungkus spring bed agar tidak kotor. 6. Plastik PE

44 Plastik PE dengan ketebalan sebesar 1 mm digunakan untuk membungkus spring bed agar tidak kotor. 7. Kartu Garansi Berfungsi memberikan jaminan produk kepada konsumen. 8. Lubang Angin Emas Lubang angin emas digunakan agar terjadi pertukaran udara pada busa sehingga busa tetap mengembang Bahan Penolong Bahan penolong yaitu bahan yang ikut dalam proses tetapi tidak nampak dalam produk akhir. PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco tidak menggunakan bahan penolong didalam proses pembuatan spring bed Uraian Proses Produksi Secara umum proses pembuatan spring bed di PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco diklasifikasikan dalam 3 tahapan proses, yaitu : A. Sandaran spring bed, terdiri dari beberapa stasiun yaitu : 1. Pemotongan 2. Perekatan 3. Pembungkusan B. Matras spring bed, terdiri dari beberapa stasiun yaitu : 1. Perakitan Per 2. Pemotongan

45 3. Penjahitan 4. Perekatan 5. Penjahitan Lis 6. Pembungkusan C. Dipan spring bed, terdiri dari beberapa stasiun yaitu : 1. Perakitan Per 2. Pemotongan 3. Penjahitan Kain Quilting 4. Penjahitan Lis 5. Perekatan 6. Pembungkusan Pembuatan Sandaran Spring bed Pembuatan sandaran spring bed terbagi atas 3 bagian yaitu: 1. Pemotongan Tripleks dipotong secara manual dengan menggunakan gergaji tangan sesuai dengan pola yang diinginkan. Tripleks lalu dilubangi untuk tempat meletakkan kancing dengan menggunakan mesin bor. Busa dipotong mengikuti pola rangka tripleks dengan menggunakan pisau. Pada sisi-sisi busa dibuat goresangoresan yang digunakan sebagai pola didalam pemotongan kain oscar. Setelah itu, kain oscar dipotong sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. 2. Perekatan

46 Busa yang telah dipola direkatkan pada rangka sandaran menggunakan lateks. Kancing sebanyak 16 buah direkatkan dengan menggunakan benang nylon. Kemudian direkatkan lagi kain oscar yang telah diberi busa dengan menggunakan staples 3001J. Pada bagian tengah rangka yang telah di bor dipasangkan logo Big Land dengan menggunakan benang nylon. 3. Pembungkusan Langkah terakhir adalah perekatan plastik mika dengan staples 3001 J dan pemasangan plastik produk non woven pada sisi belakang sandaran sambil meletakkan kaki sandaran denga mur sebanyak 4 buah. Kemudian dilanjutkan dengan merekatkan plastik PE pada sisi depan sandaran dengan isolatip. Pemotongan Tripleks Pemotongan Busa Perakitan Sandaran Pemotongan Kain Oscar Pembungkusan Gambar 2.2. Blok Diagram Proses Pembuatan Sandaran Spring Bed Pembuatan Matras Spring bed Proses pembuatan matras spring bed terbagi atas: 1. Perakitan Per Per bulat dirakit dengan kawat lilitan membentuk balok yang berukuran 200 x 180 x 15 cm dengan menggunakan 500 buah per bulat yang berdiameter 2,5 mm dan 3 kg kawat lilitan. 2. Perakitan Kawat Lis

47 Kemudian rakitan per tersebut ditambah dengan per pinggir 500 buah dengan diameter 3,5 mm dan diberi kawat lis dengan diameter 4,2 mm. Per pingggir ditempatkan pada sekeliling bagian luar rakitan per dengan menggunakan gun CL-73. Fungsi dari penembakan gun CL-73 ini adalah untuk menguatkan konstruksi per dan menambah kekuatan tekan. 3. Penjahitan Kain Quilting Kain polos, busa dijahit di mesin quilting untuk mendapatkan kain quilting dengan ukuran 50 x 2,1 m. 4. Pemotongan Kain quilting dipotong sesuai spesifikasi matras spring bed 6 kaki yaitu untuk matras atas dan matras bawah memiliki ukuran 2 x (200 x 180 x 3) cm dan untuk tabung 2 x ( ) x 1 cm. Setelah itu dilakukan pemotongan hard pad dengan ukuran luas sama dengan matras bawah dan atas. 5. Penjahitan Kain blacu yang akan dijahitkan pada ujung- ujung kain quilting dipotong sebanyak 2 m untuk kain quilting atas dan bawah. Kain blacu juga dijahitkan untuk kain quilting bagian tabung. Fungsi penjahitan kain blacu ini adalah untuk menguatkan kain quilting pada saat penarikan dengan tembakan gun HR-22. Pada bagian ini juga akan meletakkan label, kartu garansi pada spring bed. 6. Perekatan Setelah rakitan per selesai selanjutnya melekatkan hard pad yang telah dipotong pada sisi atas dengan tembakan gun HR-22. Setelah itu busa dan

48 kain quilting direkatkan dengan menggunakan lateks. Setelah selesai bagian atas matras kemudian rakitan per dibalik untuk menyelesaikan rakitan bagian bawah dan dilakukan hal yang sama seperti sebelumnya yaitu merekatkan hard pad, busa dan kain quilting. Untuk bagian tabung yaitu sekeliling bagian luar rakitan direkatkan busa dan kain quilting saja. 7. Penjahitan Lis Lis adalah kain panah emas yang akan merekatkan matras atas dan bawah dengan tabung. Kain lis dijahit dengan mesin corner bersamaan dengan memasang lubang angin emas sebanyak 4 buah. Fungsi dari lubang angin emas ini adalah untuk menambah keindahan pada matras spring bed serta memberikan sirkulasi udara sehingga busa tetap empuk. 8. Pembungkusan Langkah terakhir adalah meletakkan kartun sudut. Kartun sudut berfungsi agar sudut-sudut spring bed terlindungi pada saat distribusi karena sudutnya sangat mudah rusak. Setelah itu dibungkus dengan menggunakan plastik mika yang direkatkan dengan menggunakan isolatip. Kemudian stiker ukuran diletakkan pada plastik mika. Blok diagram proses pembuatan matras spring bed dapat dilihat pada Gambar 2.3.

49 Perakitan Per Perakitan Kawat Lis Penjahitan Kain Quilting Pemotongan Perekatan Penjahitan Penjahitan Lis Pembungkusan Gambar 2.3. Blok Diagram Proses Pembuatan Matras Spring Bed Pembuatan Dipan Spring bed Pembuatan dipan spring bed terbagi atas: 1. Pemotongan Pemotongan goni bagor dengan ukuran 200 x 180 cm, kemudian kain polos yang telah melalui proses quilting dengan ukuran 50 x 2,1 m dipotong sesuai spesifikasi dipan spring bed 6 kaki yaitu 200 x 180 cm untuk matras atas dan untuk tabung 2 x ( ) x 15 cm. sedangkan untuk dipan bawah digunakan kain non woven hitam dengan ukuran 200 x 180 cm. Setelah itu dilakukan pemotongan hard pad dengan ukutan luas sama dengan dipan. Pemotongan selanjutnya adalah pemotongan busa AII dan SII dengan spesifikasi 200 x 180 x 4 cm untuk matras bawah dan atas dan untuk tabung 2 x ( ) x 15 cm. 2. Penjahitan Kain Quilting

50 Kain quilting tabung dijahitkan kekain quilting bagian atas dengan menggunakan mesin jahit biasa. 3. Perekatan Pada rangka dipan atas direkatkan kain polos dengan staples 3001 J selanjutnya per yang telah dirakit direkatkan dengan gun Bostitch. Kemudian hard pad yang telah dipotong direkatkan pada sisi atas dengan menggunakan gun HR-22. Setelah itu direkatkan busa dan kain quilting dengan menggunakan lateks. 4. Penjahitan Lis Lis yang dimaksud disini adalah kain lis panah emas yang akan merekatkan matras atas dan bawah dengan tabung. Kain lis dijahit dengan mesin corner bersamaan dengan memasang lubang angin emas sebanyak 4 buah. 5. Pembungkusan Langkah terakhir adalah meletakkan label, kartu garansi dan kartun sudut. Setelah itu dibungkus dengan plastik mika yang direkatkan dengan menggunakan staples sedangkan untuk bagian bawah dipan direkatkan kain non woven dengan staples 300 J. Setelah itu memasang kaki dipan dengan skrup. Kemudian sticker ukuran diletakkan diatas plastik mika. Blok diagram proses pembuatan dipan spring bed dapat dilihat pada Gambar 2.4.

51 Perakitan Per Penjahitan Kain Quilting Pemotongan Perakitan Divan Penjahitan Pembungkusan Gambar 2.4. Blok Diagram Proses Pembuatan Dipan Spring Bed 2.5. Mesin dan Peralatan Mesin yang digunakan di PT.Cahaya Kawi Ultra Polyintraco sebagian besar adalah buatan luar negeri seperti Cina, Taiwan, Jepang dan Italia. Namun ada juga yang dibeli dari dalam negeri. Teknologi yang digunakan dalam pelaksanaan proses produksi di pabrik tidaklah terotomatisasi, dimana seluruh kegiatan melibatkan tenaga manusia sebagai operator yang mendesain, mengoperasikan dan mengontrol jalannya proses produksi di pabrik. Dalam penulisan laporan ini mesin didefenisikan sebagai alat pemindah daya, jadi hanya berfungsi untuk mempermudah kerja Mesin Produksi Adapun mesin yang digunakan diperusahaan ini dalam pembuatan spring bed adalah sebagai berikut : 1. Mesin ram Fungsi Merk : Merakit per-per menjadi rangka matras : Yamakoyo Induction Motor

52 Buatan Kapasitas Power Elektormotor : China : 8 Spring bed/ Hari : 1,5 KW (2 HP) Tegangan Elektromotor : 380 Volt Fasa Elektromotor : 3 fasa Type Belt : A 43 Lebar Belt Tebal Belt Panjang Belt Frekuensi Jumlah : 1,5 cm : 1 cm : 50 cm : 50 Hz : 4 unit 2. Gun CL 73 Fungsi Merk Buatan Kapasitas Power dari kompresor Tegangan Jumlah : Merakit per pinggir disekeliling luar rangka : Hard Coo : Jepang : 16 Spring bed/ Hari : psi : 220 Volt : 2 unit 3. Gun Etona (Staples 3001 J) Fungsi : Merekatkan kain quilting pada sandaran

53 Merk Buatan Kapasitas Power dari kompresor Tegangan Jumlah : Unicatch : China : 16 Spring bed/ Hari : psi : 220 Volt : 2 unit 4. Kompresor angin Fungsi : Penghasil tenaga angin untuk menjalankan mesin Gun CL 73 dan HR 22 Merk Buatan Kapasitas Power Elektormotor : ABAC : Italia : 10 bar/ 140 psi : 5,5 HP Tegangan Elektromotor : 220 Volt Fasa Elektromotor Diameter Tabung Panjang Tabung Jumlah : 2 fasa : 40 cm : 130 cm : 2 unit 5. Gun HR 22 Fungsi Merk : Merekatkan rangka matras dengan hard pad : Stanley

54 Buatan Kapasitas Power dari Kompresor Tegangan Jumlah : Jepang : 16 Spring bed/ Hari : 5,5-100 psi : 220 Volt : 4 unit 6. Mesin Jahit Corner Fungsi : Menjahit kain quilting pada matras atas dan bawah dengan sisi tabung Merk Buatan Kapasitas Power Elektormotor Tegangan Fasa Elektromotor Jumlah : Shiang Wang : Taiwan : 10 Spring bed/ Hari : 12,3 KW : 220 Volt : 2 fasa : 2 unit 7. Mesin Bor Fungsi Merk Buatan Kapasitas Power Elektormotor : Melubangi tempat kancing pada sandaran : Makita : Jepang : 20 Spring bed/ Hari : 1 KW

55 Tegangan Fasa Elektromotor Jumlah : 220 Volt : 2 fasa : 4 unit 8. Mesin Jahit Biasa Fungsi : Menjahit kain quilting pada tabung, menjahit kain quilting pada dipan, menjahit kain quilting pada matras, menjahit kain blacu, menjahit label pada spring bed. Merk Buatan Kapasitas Power Elektormotor Tegangan Jumlah : Brother : Jepang : 20 Spring bed/ Hari : 0,33 KW (0,33 HP) : 220 Volt : 2 unit 9. Generator set (Genset) Fungsi Merk Buatan Tegangan Fasa Elektromotor Jumlah : Sumber tegangan listrik pengganti PLN : Mitsubishi : Jepang : 140 KVA : 3 fasa : 1 unit

56 Peralatan Peralatan-peralatan yang digunakan pada perusahaan saat ini dapat dilihat pada Tabel Utilitas Unit utilitas merupakan penunjang bagi unit lain dalam pabrik atau merupakan sarana penunjang untuk menjalankan suatu pabrik dari tahap awal sampai produk akhir. PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco mempunyai utilitas sebagai berikut : 1. Energi Listrik yang diperoleh dari PLN dengan kebutuhan setiap bulan sekitar KWH. 2. Air, untuk kebutuhan penyediaan air didapat dari PDAM Tirtanadi dengan kebutuhan tiap bulannya sekitar 100 M 3. Tabel 2.4. Spesifikasi Peralatan No Nama Spesifikasi Manfaat Memotong triplek rangka 1 Gergaji Jumlah : 4 Unit sandaran 2 Tang Potong Hit Jumlah : 4 Unit Memotong kawat 3 Alat Pelapis Kancing Jumlah : 2 Unit Melapis kancing dengan kain atau plastik 4 Palu Jumlah : 4 Unit Memukul dalam pemasangan

57 kaki spring bed 5 Meteran Jumlah : 6 Unit Mengukur kain 6 Gunting Jumlah : 10 Unit Memotong Busa 7 Hand Lift 4 Unit Memindahkan bahan baku atau bahan jadi Sumber: PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun Safety and Fire Protection Pada umumnya pabrik memiliki resiko besar terhadap kebakaran demikian pula PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco belajar dari pengalaman terdahulu. Dari pengalaman yang pernah terjadi kebakaran diketahui dari adanya korsleting atau terjadi hubungan singkat pada listrik. Dalam hal ini faktor safety yang merupakan tindakan pengamanan, berupa pencegahan terhadap bahaya kebakaran yang mungkin timbul. Maka perusahaan ini melakukannya dengan memisahkan letak bahan baku yang mudah terbakar dengan sumber api. Sedangkan yang dimaksud fire protection adalah tindakan perlindungan terhadap sumber yang dapat mengakibatkan api. Pada perusahaan ini tindakan fire protection yang dilakukan adalah dengan memberikan penutup pada panel listrik, menyediakan racun api berupa alat pemadam api ringan, pada jarak tertentu dilantai pabrik atau pada daerah yang mudah terjadi kebakaran seperti distasiun pembuatan busa.

58 Waste Treatment Setiap perusahaan perlu memperhatikan masalah limbah. Limbah yang dihasilkan sepanjang proses produksi berlangsung terdiri dari potongan busa, potongan kain quilting dan serpihan kawat. Masing-masing dikelola dengan cara yang berbeda. Limbah berupa potongan busa dan potongan kain quilting dijual kapada pedagang kecil dan masyarakat sekitar perusahaan untuk dijadikan bantal dan limbah berupa serpihan kawat dikumpulkan ditempat penampungan sementara yang selanjutnya dijual pada industri kecil dan hasil dari penjualan ini digunakan perusahaan sebagai dana kemanusiaan tambahan untuk para karyawan Maintenance Maintenance merupakan proses perawatan terhadap mesin dan alat kerja untuk mencegah terjadinya kerusakan dan kesalahaan pada saat proses produksi berlangsung. Perawatan ini ditujukan agar proses seluruh produksi dapat berjalan dengan baik, sehingga tidak ada hambatan yang disebabkan oleh mesin atau peralatan yang dapat mengakibatkan cacat pada produk dan keterlambatan waktu penyelesaian produk yang berakibat pada keterlambatan waktu pengiriman. Proses maintenance terbagi atas 2 jenis, maintenance yang dilakukan secara berkala sesuai periode waktu tertentu, dan maintenance yang dilakukan sebagai penanggulangan kerusakan. Pada perusahaan ini proses maintenance

59 dilakukan secara berkala hanya saja frekuensinya masih sangat jarang yaitu sebulan sekali. BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Perencanaan Produksi Pengertian Perencanaan Produksi Menurut kamus American Production and Inventory Control Society (APICS) perencanaan produksi adalah fungsi pengaturan keseluruhan level output manufaktur (rencana produksi) dan aktivitas-aktivitas lain untuk memenuhi level penjualan (rencana penjualan dan atau peramalan), yang memenuhi tujuan bisnis seperti keuntungan, produktivitas, kemampuan bersaing dan lain sebagainya

60 seperti dinyatakan didalam rencana bisnis keseluruhan 3. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk membangun tingkat produksi yang akan mencapai tujuan manajemen dengan berusaha untuk menjaga keadaan sumberdaya yang stabil. Hal ini harus diperluas melewati horizon perencanaan yang mencukupi untuk rencana tenaga kerja, perlengkapan, fasilitas, material, dan keuangan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rencana produksi. Karena rencana ini mempengaruhi fungsifungsi perusahaan, maka diperlukan informasi dari pemasaran, manufaktur, engineering, keuangan, material dan lainnya. Perencanaan produksi agregat adalah metode perencanaan kapasitas jangka menengah khususnya meliputi dari 2 sampai 12 bulan. Seorang perencana harus memperhatikan tingkat output, level pekerja dan perubahannya, level persediaan dan perubahannya untuk meminimumkan total biaya untuk produksi, overtime, gaji, penyewaan, pemberhentian, persediaan dan subkontrak. Tujuan perencanaan produksi adalah menyusun suatu rencana produksi untuk memenuhi permintaan pada waktu yang tepat dengan menggunakan sumber-sumber atau alternatif-alternatif yang tersedia dengan biaya yang paling minimum keseluruhan produk Fuzzy Linear Programming 4 Masalah pemrograman linear adalah untuk menemukan nilai minimum atau maksimum dari fungsi linear berdasarkan batasan yang diwakili oleh 3 Jack M. Walker. Handbook of Manufacturing Engineering, (Florida, 1996) Hal: George J Klir and Bo Yuan. Fuzzy Sets and Fuzzy Logic Theory and Applications, hal:

61 pertidaksamaan atau persamaan. Masalah pemrograman linear yang paling umum adalah: Minimumkan (atau Maksimumkan) c x + c x c x n n Dengan Batasan: a a a m1 x, x 1 x + a x + a 22 x + a,... x m2 n x x 2 2 x a 2 1n a 2n a x mn n x n x b Fungsi untuk meminimumkan (atau memaksimumkan) disebut dengan fungsi tujuan (objective function). Sejumlah c i (i Є N n ) adalah koefisien biaya, dan 1 b n 2 b m vektornya disebut vektor biaya. Matriks A = [a ij ], dimana i Є N m dan j Є N n disebut matriks batasan, dan vektor b = (b 1, b 2, b m ) T disebut vektor sisi kanan. Formulasi masalah ini dapat disederhanakan sebagai: Min z = cx s.t. Ax b x 0, dimana x = (x 1, x 2, x n ) T adalah vector variable. Himpunan vector x yang memenuhi semua batasan disebut himpunan layak (feasible solution). Didalam banyak situasi praktis, suatu yang tidak beralasan bahwa batasan atau fungsi tujuan pada masalah pemrograman linear dapat ditentukan dengan tepat, suatu yang pasti. Pada situasi tersebut, dibutuhkan untuk menggunakan beberapa tipe pemrograman linear fuzzy (Fuzzy Linear Programming). Tipe pemrograman linear fuzzy yang paling umum diformulasikan sebagai:

62 = n j C j X j 1 max s.t. ) ( 0 ) ( 1 n j m n j i j ij N j X N i B X A = dimana A ij, B i, C j adalah angkah fuzzy, dan X j adalah variabel yang menentukan nilai fuzzy ), ( n m N j N i, operasi penambahan dan perkalian adalah operasi aritmatik fuzzy. Untuk tipe umum ini terdapat dua kasus khusus masalah pemrograman linear fuzzy. Kasus 1. masalah pemrograman linear fuzzy yang hanya sisi kanan B i adalah nilai fuzzy: = n j c j x j 1 max s.t. ) ( 0 ) ( 1 n j m n j i j ij N j x N i B x a = kasus 2. masalah pemrograman linear fuzzy yang sisi kanan B i dan koefisien A ij dari matriks batasan adalah nilai fuzzy = n j c j x j 1 max s.t. ) ( 0 ) ( 1 n j m n j i j ij N j X N i B X A = Pada umumnya masalah pemrograman linear fuzzy pertama kali dikonversikan kedalam masalah krispi linear atau nonlinear, yang kemudian diselesaikan dengan metode standar. Hasil akhir masalah pemrograman linear

63 fuzzy adalah nilai nyata yang menunjukkan kompromi dari nilai fuzzy yang terlibat. Nilai fuzzy B i i N ) secara khusus memiliki bentuk: ( m bi Bi ( x) = 1 + p i pi 0 x if x b if b < x < b if b + p i i i i x i + p i Dimana ( x R). Untuk setiap vektor x = (x 1, x 2, x n ), pertama dihitung tingkat, D i (x) untuk x yang memenuhi batasan ke-i i N ) dengan formula: n D = i ( x) Bi aij x j= 1 j ( m Tingkat ini adalah himpunan fuzzy pada n R, dan interseksinya, m D i i=1, adalah himpunan layak fuzzy. Selanjutnya menentukan himpunan fuzzy untuk nilai optimal. Ini dapat diselesaikan dengan batas bawah dan batas atas dari nilai optimal. Batas bawah untuk nilai optimal z i diperoleh dengan menyelesaikan masalah pemrograman linear standar. max n j= 1 x j a ij x 0 j z = cx b i ( i N m ( j N n ) )

64 1 0 bi bi + pi R Gambar 3.1. Nilai fuzzytrapesium 1 A={s, l, r} 0 s - l l r s s + r R Gambar 3.2. Nilai Fuzzy Segitiga Tipe nilai fuzzy yang digunakan dalam masalah pemrograman linear fuzzy adalah batas atas nilai optimal z u, diperoleh dengan masalah pemrograman linear yang serupa yang mana setiap b i diganti dengan b i + p i : max z = cx n j= 1 x j a ij x 0 j b i + p i ( j N n ( i N ) m )

65 Kemudian himpunan nilai optimal fuzzy G, yang mana subset fuzzy n R, didefenisikan dengan: 1 cx zl G( x) = zu zl 0 if if z u z cx if cx z l cx z l u Kemudian masalah fuzzy diatas menjadi masalah optimisasi klasik: max λ λ( z i u s.t. λp + λ, x j z ) cx z n i i= 1 a ij x j 0 ( j N i l b + p i n ) ( i N m ) Masalah diatas adalah masalah untuk menemukan x R n sehingga: maksimum. m i= 1 D G ( x) i Yaitu menemukan nilai yang memenuhi batasan dan tujuan dengan derajat 3.2. Pengukuran Kerja Stopwatch Time Study Pengukuran waktu kerja digunakan untuk menentukan waktu baku, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh seorang operator dengan kemampuan rata-rata dan pada kecepatan kerja normal untuk melakukan suatu pekerjaan. Dalam melakukan 5 Ralph Barness. Motion Study and Time Study: Design and Measurement of Work. Hal:

66 pengukuran kerja pada penelitian ini, metode yang akan digunakan adalah stopwatch time study. Pengukuran kerja ini dilakukan dengan langkah-langkah yang dimulai dengan pengambilan sejumlah pengamatan kerja dengan stop watch untuk setiap elemen kegiatan, menetapkan rating factor dan allowance dari kegiatan yang dilakukan operator, melakukan uji keseragaman data dan kecukupan data, dan melakukan perhitungan waktu baku. Dalam penelitian ini, untuk melakukan pengujian keseragaman dan kecukupan data digunakan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat ketelitian 5%. Pengolahan data dengan menggunakan metode Stop Watch Time Study ini meliputi : - uji keseragaman data, dengan rumusan : CL = x ± k σ - uji kecukupan data, dengan rumusan : k N = s N 2 ( X ) ( X ) i X i i perhitungan waktu normal dan waktu standar. Wn = Waktu observasi rata-rata x Rating Factor 100% Ws = Wn 100% % Allowance Dimana : CL = batas kendali

67 x σ k s N = rata-rata data pengamatan = simpangan baku data = koefisien untuk tingkat kepercayaan, dimana k = 3 untuk tingkat kepercayaan 95%, dan k = 3 untuk tingkat kepercayaan 99%. = tingkat ketelitian penelitian = jumlah data yang dikumpulkan Ws = Waktu standar Wn = Waktu normal Penyesuaian Setelah pengukuran berlangsung, pengukur harus mengamati kewajaran kerja yang ditunjukkan operator. Ketidakwajaran dapat terjadi seperti karena operator bekerja tanpa kesungguhan, sangat cepat seolah-olah diburu waktu, atau karena menjumpai kesulitan-kesulitan seperti karena kondisi ruangan yang buruk. Jadi jika pengukur mendapatkan harga rata-rata siklus/elemen yang diketahui diselesaikan dengan kecepatan yang tidak wajar oleh operator, maka agar harga tersebut menjadi wajar, pengukur harus menormalkannya dengan melakukan penyesuaian. Biasanya penyesuaian dilakukan dengan mengalikan waktu siklus rata-rata dengan suatu harga Rf yang disebut rating factor. Besarnya harga Rf sedemikian rupa sehingga hasil perkalian yang diperoleh mencerminkan waktu yang sewajarnya atau normal. Bila pengukur berpendapat bahwa operator bekerja di atas normal maka harga Rf akan lebih besar dari 1 (Rf>1) dan sebaliknya jika

68 operator bekerja di bawah normal maka harga Rf akan lebih kecil dari 1 (Rf<1). Dan andaikan pengukur berpendapat bahwa operator bekerja secara wajar maka harga Rf akan sama dengan 1 (Rf = 1). Dalam penelitian ini metode penyesuaian yang digunakan adalah metode Westinghouse. Westing house company (1972) memperkenalkan sistem penyesuaian dengan memperhatikan factor-faktor berupa keterampilan (skill), usaha (effort), kondisi kerja (working condition), dan konsistensi (consistency) dari operator di dalam melakukan kerja. Untuk itu westing house membuat suatu tabel yang berisikan nilai-nilai yang berdasarkan tingkatan yang ada untuk masing-masing faktor tersebut. Tabel tersebut disajikan berikut ini. Tabel 3.1. Tabel Penyesuaian Untuk Metode Westinghouse berikut : Berdasarkan tabel ini maka nilai rating factor dapat ditentukan sebagai Rating factor (Rf) = 1 + Westinghouse Factor

69 Kelonggaran (Allowance) Kelonggaran diberikan untuk tiga hal, yaitu untuk kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa fatique, dan hambatan yang tidak dapat terhindarkan. 1. Kelonggaran Waktu untuk Kebutuhan Personal (Personal Allowance) Pada dasarnya setiap pekerja harus diberikan kelonggaran waktu untuk keperluan yang bersifat kebutuhan pribadi (personal need). Untuk pekerjaanpekerjaan yang relatif ringan dimana operator bekerja selama 8 jam per hari tanpa istirahat yang resmi sekitar 2% sampai 5 % (10 sampai 24 menit) setiap hari akan dipergunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang bersifat personil ini. Akan tetapi kenyataannnya untuk pekerjaan-pekerjaan yang berat dan kondisi kerja yang tidak nyaman (terutama untuk temperatur tinggi) akan menyebabkan kebutuhan waktu untuk personil ini lebih besar lagi, allowance untuk hal ini bisa lebih besar dari 5%. 2. Kelonggaran Waktu untuk Melepaskan Lelah (Fatique Allowance) Kelelahan fisik manusia bisa disebabkan oleh beberapa penyebab diantaranya adalah kerja yang membutuhkan pikiran banyak (lelah mental) dan kerja fisik. Masalah yang dihadapi untuk menetapkan jumlah waktu yang diijinkan untuk istirahat melepas lelah ini sangat sulit dan kompleks sekali. Di sini waktu yang dibutuhkan untuk keperluan istirahat akan sangat tergantung pada individu yang bersangkutan. Barangkali yang paling umum dilakukan adalah memberikan satu kali periode istirahat pada waktu pagi hari dan sekali lagi pada waktu siang hari menjelang sore hari, waktu yang diberikan berkisar 5-15 menit.

70 3. Kelonggaran Waktu untuk Keterlambatan-keterlambatan (Delay Allowance) Keterlambatan atau delay bisa disebabkan oleh faktor-faktor yang sulit untuk dihindarkan (unavoidable delay), tetapi bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor yang sebenarnya masih bisa untuk dihindari. Untuk unavoidable delay di sini terjadi pada umumnya disebabkan oleh operator, mesin, ataupun hal-hal lain yang diluar kontrol. Mesin dan peralatan kerja lainnya selalu diharapkan tetap pada kondisi siap pakai atau kerja. Apabila terjadi kerusakan dan perbaikan yang berat terpaksa harus, operator biasanya akan ditarik dari stasiun kerja.

71 Tabel 3.2. Besarnya Kelonggaran Berdasarkan Faktor yang Berpengaruh Faktor Contoh Pekerjaan Kelonggaran (%) A. Tenaga yang dikeluarkan Ekivalen beban Pria Wanita 1. Dapat diabaikan Bekerja di meja, duduk tanpa beban 0,0-6,0 0,0-6,0 2. Sangat ringan Bekerja di meja, berdiri 0,00-2,25 6,0-7,5 6,0-7,5 3. Ringan Menyekop, ringan 2,25-9,00 7,5-12,0 7,5-16,0 4. Sedang Mencangkul 9,00-18,00 12,0-19,0 16,0-30,0 5. Berat Mengayun palu yang berat 18,00-27,00 19,0-30,0 6. Sangat berat Memanggul beban 27,00-50,00 30,0-50,0 7. Luar biasa berat Memanggul karung berat > 50,00 kg B. Sikap kerja 1. Duduk Bekerja, duduk, ringan 0,0-1,0 2. Berdiri di atas dua kaki Badan tegak, ditumpu dua kaki 1,0-2,5 3. Berdiri di atas satu kaki Satu kaki mengerjakan alat kontrol 2,5-4,0 4. Berbaring Pada bagian sisi, belakang, atau depan badan 2,5-4,0 5. Membungkuk Badan dibungkukkan bertumpu pada kedua kaki 4,0-10,0 C. Gerakan kerja 1. Normal Ayunan bebas dari palu 0 2. Agak terbatas Ayunan terbatas dari palu Sulit Membawa beban berat dengan satu tangan 0-5 4, Pada anggota badan terbatas Bekerja dengan tangan di atas kepala Seluruh anggota badan terbatas Bekerja di lorong pertambangan yang sempit D. Kelelahan mata *) Pencahayaan Baik Buruk 1. Pandangan terputus-putus Membawa alat ukur 0,0-6,0 0,0-6,0 2. Pandangan hampir terus menerus Pekerjaan-pekerjaan yang teliti 6,0-7,5 6,0-7,5 3. Pandangan terus menerus dengan fokus berubah Memeriksa cacat-cacat pada kain 7,5-12,0 7,5-16,0 4. Pandangan terus menerus dengan fokus tetap Pemeriksaan yang sangat teliti 12,0-19,0 16,0-30,0 E. Keadaan tempat kerja **) Temperatur ( 0 C) Kelemahan Normal Berlebihan 1. Beku < 0 > 10 > Rendah

72 Tabel 3.2 Besarnya Kelonggaran Berdasarkan Faktor yang Berpengaruh (lanjutan) Faktor Contoh Pekerjaan Kelonggaran (%) 3. Sedang Normal Tinggi Sangat tinggi > 38 > 40 > 100 F. Keadaan atmosfer ***) 1. Baik Ruang yang berventilasi baik, udara segar 0 2. Cukup Ventilasi kurang baik, ada bau-bauan (tidak berbahaya) Kurang baik Adanya debu beracuan, atau tidak beracun tetapi banyak Buruk Adanya bau berbahaya yang mengharuskan penggunaan alat pernafasan G. Keadaan lingkungan yang baik 1. Bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah 0 2. Siklus kerja berulang-ulang antara 5-10 detik Siklus kerja berulang-ulang antara 0-5 detik Sangat bising Jika faktor-faktor yang berpengaruh dapat menurunkan kualitas Terasa adanya getaran lantai Keadaan-keadaan yang luar biasa (bunyi, kebersihan, dan lain-lain) 5-15 Sumber : I.Z. Sutalaksana Keterangan : *) Kontras antara warna hendaknya diperhatikan **) Tergantung juga pada keadaan ventilasi ***)Dipengaruhi juga oleh ketinggian tempat kerja dari permukaan air laut dan keadaan iklim Catatan pelengkap : Kelonggaran untuk kebutuhan pria (0 2,5%) dan wanita (2 5%)

73 3.3. Peramalan Peramalan permintaan dilakukan sebagai tahap awal dalam perencanaan produksi untuk mengetahui besarnya permintaan di masa depan. Peramalan kuantitatif merupakan salah satu metode peramalan yang dapat digunakan, yaitu dengan menggunakan model matematis dalam mengolah data masa lalu. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam melakukan peramalan kuantitatif, yaitu : 6 a. Penentuan tujuan peramalan b. Pengembangan model peramalan c. Pengujian model peramalan d. Penerapan model peramalan yang sesuai e. Revisi dan evaluasi peramalan Peramalan dengan Metode Least Square Dengan menggunakan metode least square, kita menyesuaikan fungsi sekumpulan data. 7 Fungsi ini berbentuk : Y' = f (t) dimana y' menunjukkan nilai peramalan yang diperoleh. Fungsi f (t) yang digunakan akan disesuaikan dengan pola permintaan masa lalunya, yang dapat mengikuti pola konstan, linear, ataupun siklis. 6 Teguh Baroto, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, 2002, Jakarta : Ghalia Indonesia, p Hendra Kusuma, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, 2001, Yogyakarta : ANDI Yogyakarta, p. 22.

74 a. Pola Data Konstan Jika permintaan masa lalu cenderung konstan tetapi memiliki variasi acak, maka fungsi peramalan konstan cocok untuk digunakan. Fungsi peramalan untuk fungsi konstan adalah : y = y b. Pola Data Linear Pola data linear diestimasi dengan menggunakan persamaan regresi : y = a + bt Nilai a dan b pada persamaan di atas ditaksir dengan menggunakan eliminasi dua persamaan berikut : y = an + bt y t = a t +. b t c. Pola Data Siklis Pola data siklis diestimasi dengan menggunakan persamaan : 2π 2π y' = a + b cos t + c sin t N N Nilai a, b, dan c untuk persamaan (9) di atas diestimasi dengan menggunakan persamaan-persamaan berikut : 2π 2π = c sin t N N y an + b cos t + 2π 2π 2π 2π 2π = c sin t.cos t N N N N N 2 y cos t a cos t + b cos t + 2

75 2π 2π 2π 2π 2 2π = c sin t N N N N N y sin t a sin t + b sin t.cos t Peramalan dengan Metode Exponential Smoothing Dalam penggunaan metode exponential smoothing ini, tidak begitu diperlukan data historis yang panjang, metode ini menekankan pada penggunaan data terbaru Metode Simple Exponential Smoothing Metode ini memperkirakan rata-rata baru atau meramalkan level permintaan untuk suatu periode dengan berdasarkan pada hasil peramalan terbaru ditambahkan dengan suatu konstanta yang menunjukkan error antara permintaan aktual dan permintaan yang diramalkan dari periode yang terbaru. Model ini mengasumsikan hanya terdapat komponen level dan acak pada data masa lalu. Peramalan dengan metode ini dirumuskan : 9 Y α Y α Y ' ' t = t 1 + ( 1 ) t 1 dimana : ' Y t = peramalan untuk periode-t α = konstanta pemulusan untuk komponen level (nilainya berkisar antara 0 1). Untuk nilai α, Brown mengusulkan selang 0.01 α E.A. Elsayed and Thomas Boucher, Analysis and Control of Production Sistem, 1985, New Jersey : Prentice-Hall, p Richard J. Tersine, Principles of Inventory and Materials Management, 1994, New Jersey : Prentice-Hall Inc., p E.A. Elsayed and Thomas Boucher, op cit, p. 37.

76 Y t 1 = permintaan aktual untuk periode t-1 (periode sebelumnya) ' Y t 1 = hasil peramalan permintaan untuk periode t Metode Winter Exponential Smoothing Metode winter merupakan salah satu bagian dari metode exponential smoothing yang digunakan ketika terdapat variasi musiman dalam data historis permintaan. Model winter dirumuskan dalam bentuk : Xˆ t Yt α Cˆ + (1 α)( Xˆ + Tˆ = t 1 t 1 t L ) Tˆ Y t Cˆ t = β ( Xˆ ' t+ m Yt = γ Xˆ t t = ( Xˆ t Xˆ t 1 + (1 γ ) Cˆ + Tˆ m) Cˆ t ) + (1 β ) Tˆ t L t L+ m t 1 dimana : Xˆ t Tˆ t β = estimasi untuk komponen level pada periode-t = estimasi untuk komponen trend pada periode-t = konstanta pemulusan eksponensial untuk komponen trend, nilainya antara 0-1 Ĉ t = estimasi untuk komponen musiman pada periode-t γ = konstanta pemulusan eksponensial untuk komponen musim, nilainya antara 0 1 m = periode waktu ke depan setelah periode-t

77 Parameter Kesalahan Peramalan Kegiatan peramalan terhadap kondisi-kondisi di masa mendatang pada umumnya tidak dapat persis sama dengan kenyataan sesungguhnya yang terjadi di masa mendatang. Kesalahan peramalan didefinisikan sebagai perbedaan nilai antara hasil ramalan dengan keadaan sesungguhnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengukur kesalahan peramalan, antara lain : 1. Rata-rata deviasi mutlak (Mean Absolute Deviation = MAD) MAD menunjukkan rata-rata kesalahan mutlak peramalan tanpa memperhatikan apakah hasil peramalah lebih besar atau lebih kecil dari kenyataan yang terjadi. MAD dirumuskan : MAD = ' Y Y t n t dimana n adalah jumlah periode peramalan yang terlibat. 2. Rata-rata Persentase Kesalahan Absolut (Mean Absolute Percentage Error MAPE) MAPE menunjukkan ukuran kesalahan relatif. MAPE biasanya lebih berarti dibandingkan dengan MAD karena MAPE menyatakan persentase kesalahan hasil peramalan terhadap permintaan aktual selama periode tertentu

78 yang akan memberikan informasi persentase kesalahan terlalu tinggi atau terlalu rendah. 11 MAPE dirumuskan : 100 MAPE = n Yt T Y ' t t Verifikasi dan Pengendalian Peramalan Verifikasi peramalan dilakukan setelah proses peramalan dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa hasil peramalan tersebut telah mencerminkan data masa lalu dan sistem sebab akibat yang mendasari permintaan tersebut. Salah satu cara yang digunakan untuk melakukan verifikasi peramalan adalah dengan menggunakan tracking signal. Beberapa ahli dalam sistem peramalan menyarankan untuk menggunakan nilai tracking signal maksimum ± 4, sebagai batas pengendalian untuk tracking signal 12. Metode yang biasa digunakan untuk mengendalikan peramalan adalah line fitting method yang menyesuaikan suatu trend dengan estimasi standar penyimpangan (standar error of the estimate). Metode ini mengukur penyebaran data aktual terhadap nilai peramalan, dihitung dengan: S y = ( Y Y v P ) 2 Dimana: Y = data histories 11 Arman Hakim Nasution, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, 2003, Surabaya : Guna Widya, p G. Vincent, Production Planning and Inventory Control. Hal. 82

79 Y p v = data peramalan = derajat kebebasan Jika jumlah observasi yang digunakan 30 atau lebih diasumsikan bahwa nilai Y berdistribisi normal, dengan asumsi ini diharapkan 95% data observasi berada diantara plus atau minus dua standar error dari rata-rata (Y p ± 2 S y ), jika data kurang dari 30 maka digunakan distribusi t student Penjadualan Produksi 14 Aktivitas penjadualan produksi tidak terlepas dari kegiatan perencanaan. Penjadualan produksi adalah tahapan terakhir dalam perencanaan sebuah proses produksi terjadi. Aktivitas penjadualan produksi terjadi ketika tenaga kerja, mesin, dan fasilitas yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk atau menyediakan jasa, penjadualan di pandang sebagai preses pengalokasian sumber daya untuk memilih tugas dalam jangka waktu terentu. Elemen terpenting dalam penjadualan adalah sumber ( resource ) dan tugas ( task ). Ketersediaan sumber daya di nyatakan secara kualitas maupun kuantitas sehingga model penjadualan dinyatakan berdasarkan jenisnya dan jumlah masingmasing sumber daya. Tugas didefenisikan sebagai jumlah masing-masing sumber daya, durasi waktu, waktu proses dimulai, dan batas waktu pengerjaan (due date). Kadang-kadang tugas juga menyatakan perihal keterbatasan teknologi yang ada dalam elemen elemen penjadualan. 13 Riggs. James L, Production Systems: Planning, Analysis and Control. Hal David Bedworth, and James E. Baeley. Integrated Productioan and Control System Management Analysis, Design. (New York, 1982)

80 Perancangan penjadualan juga membutuhkan teknik pemecahan permasalahan dalam sebuah penjadualan. Suatu rancangan penjadualan yang bersifat pengembangan,apliksi, dapat di evaluasi dengan sebuah prosedur, dapat di simulasikan, bersifat jaringan, dan melakukan pendekatan heuristic. Penentuan teknik yang di gunakan tergantung pada kompleksitas permasalahan. Karakteristik model, dan penentuan karekteristik penjadawalan. Dalam perkembangan teori penjadualan sangat banyak teknik yang dapat di gunakan. Penjadualan produksi di bedakan atas penjadwlan statis dan dinamis berdasarkan tipe tugas ( task ). Jika suatu set tugas yang datang tidak berubah untuk berbagai order dalam kurun waktu tertentu, maka tipe penjadualan statis berubah ubah, maka tipe penjadawalannya dinamis. Berdasarkan aliran produksinya, penjadualan di bedakan atas flowshop scheduling dan jobshop scheduling. Pembuatan jadwal produksi harus memperhatikan keterbatasan kapasitas produksi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi keterlambatan penyelesaian pekerjaan akibat beban kerja yang berlebihan Konsep Penjadualan Produkisi Teknik penjadualan produksi secara umum di katagorikan dalam backward scheduling dan forward loading. Dalam kenyataanya, penggunaan ke dua teknik tersebut sering digunakan secara serial, artinya pertama dilakukan penjadualan secara mundur dengan menarik opersi mulai dari due date hingga di temukan tanggal mulai produksi dikemudian dilakukan forward loading untuk menyusun

81 jadwal sesuai dengan algoritma/ pendekatan yang di lakukan dalam penjadualan produksi. Pembebanan mesin adalah penugasan job pada work center. Seoarang perencana membutuhkan komitmen dari lantai produksi mengenai pekerjaan job oleh work center sehingga biaya produksi, idle time, completion time dari job.dapat dijaga tetap minimum, ada dua bentuk pembebanan mesin, yaitu bentuk pertama berorientasi pada kapasitas produksi yang menampilkan beban kerja resource produksi dari sudut pandang kapasitas. Sehingga bentuk ini banyak di gunakan untuk perencanaan kapasitas produksi. Bentuk kedua berhubungan dengan penugasan job tertentu pada work center. Bentuk ini lebih detail dari pada bentuk pertama sehingga lebih tepat di gunakan untuk perencanaan jangka pendek. Teknik yang umum di pakai adalah gantt chart dan metode penugasan dari program linier Tujuan dan Ukuran Keberhasilan Penjadualan berikut 1) : Pendefenisikan beberapa tujuan dari aktivitas penjadualan adalah sebagai a. Meningkatkan penggunaan sumber daya atau mengurangi waktu tunggunya sehingga total waktu proses dapat berkurang dan produksivitasnya dapat meningkat. b. Mengurangi persediaan barang setengah jadi atau mengurangi sejumlah pekerjaan yang menunggu dalanm antrian ketika sumber daya yang ada masih mengerjakan tugas yang lain. Teori Barker mengatakan jika aliran

82 kerja suatu jadwal konstan, maka antrian rata-rata persediaan barang setengah jadi. c. Mengurangi beberapa keterlambatan pada pekerjaan yang mempunyai batas waktu penyelesaian sehingga akan maminimasi penalti cost. d. Membantu pengambilan keputusan mengenai perencanaan kapasitas pabrik dan jenis kapasitas yang di butuhakan sehingga penambahan biaya yang mahal dapat dihindarkan. Kriteria ukuran performansi yang digunakan untuk mengevaluasi penjadualan mesin dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu: 1. Kriteria berdasarkan atribut tugas a. Minimisasi Completion time, yaitu saat selesai pemprosesan job. C max = max (C i ) b. Minimisasi Mean Flow time, yaitu waktu yang dihabiskan job i di lantai pabrik. F = 1 n n F i i= 1 c. Minimisasi Mean Weight Flow time, memiliki arti yang hampir sama dengan Mean Flow time, hanya saja mempertimbangkan prioritas pengerjaan setiap job dalam perhitungannya. F n i= 1 w = n i= 1 w F d. Minimisasi Maksimum Lateness, yaitu besarnya simpangan maksimum atau selisih waktu penyelsaian seluruh job yang dijadwalkan terhadap batas waktu penyelesaian job-job tersebut (due date). L max = max (L i ) i w i i

83 e. Minimisasi Mean Tardiness, yaitu rata-rata keterlambatan seluruh job yang dijadwalkan. T = 1 n n T i i= 1 f. Minimisasi Mean Weight Tardiness, yaitu rata-rata keterlambatan seluruh job yang dijadwalkan dengan memasukkan faktor prioritas pengerjaan masing-masing job ke dalam perhitungan fungsi tujuannya. T w n i= 1 = n i= 1 w T i w i i 2. Kriteria berdasarkan atribut shop/pabrik a. Maksimisasi Utilitas mesin (U n ), yaitu rasio dari seluruh waktu proses yang dibebankan pada mesin dengan rentang waktu untuk menyelesaikan seluruh tugas pada semua mesin. U m n m t i= 1 k= 1 = m F b. Minimisasi makespan, yaitu jangka waktu penyelesaian seluruh job yang dijadwalkan yang merupakan jumlah dari seluruh waktu proses. M = n m ik max s t ik i= 1 k= 1 c. Pemenuhan due date, yaitu batas waktu penyerahan produk oleh produsen yang ditetapkan oleh konsumen. Produsen selalu bersedia memnuhi due date tersebut. Meminimasikan makespan di maksudkan untuk meraih utilitas yang tinggi dari peralatan dan sumber daya dengan cara menyelesaikan seluruh job secepatnya ; meminimasikan waktu alir akan mengurangi job secepatnya ;

84 Meminimasikan waktu alir akan mengurangi persediaan barang setengah jadi ; sedengkan meminimasikan jumlah job yang menganggur berarti akan maminimasi nilai dari maksimum keterlambatan. Kesemuanya kreteria keberhasilan pelaksanaan penjadualan tersebut adalah di landasi dengan keinginaan untuk memuaskan konsumen dan efisiensi biaya internal perusahaan Pendekatan Penjadualan dengan Menggunakan Logika Fuzzy Masalah penjadualan melibatkan multi tujuan yang harus dipertimbangkan secara bersamaan. Didalam banyak situasi beberapa tujuan ini dapat terjadi konflik dan memiliki kepentingan berbeda bagi pembuat keputusan karena perubahan lingkungan sistem produksi. Isu lain dalam masalah penjadualan adalah ketidakjelasan dan ketidaktepatan pembuatan batasan dan evaluasi kriteria. Masalah penjadualan dapat diselesaikan dengan pendekatan pemrograman matematik, pendekatan heuristik atau pengiriman (dispatching), pendekatan kecerdasan buatan (artificial intelligent) dan logika fuzzy. Saat sekarang ini teori himpuanan fuzzy dan metode komputasi kecerdasan menawarkan alternatif yang lebih praktis dariapada metode konvensional didalam banyak area pengendalian produksi. (Timothy, 1995). Proses penjadualan bertujuan menepati due date dengan waktu setup dan work in process yang minimum sehingga utilisasi sistem dapat maksimum. Logika fuzzy akan diterapkan untuk menyelesaikan masalah penjadualan didalam pemilihan mesin untuk setiap operasi job dan menentukan urutan proses setiap mesin secara bersamaan. Penjadualan ini akan dapat

85 meningkatkan kriteria kinerja sistem dan utilisasi mesin, work in process, mean flow time, dan juga menyeimbangkan penggunaan mesin. Asumsi-asumsi yang digunakan untuk menerapkan penjadualan dengan menggunakan pendekatan fuzzy yaitu: 4. Mesin-mesin yang tersedia tidak identik 5. Setiap mesin mampu melakukan operasi-operasi berbeda, tapi tidak ada mesin yang dapat memproses lebih dari satu part pada satu waktu. 6. Waktu setup terbebas dari urutan job dan dapat dimasukkan kedalam waktu proses. 7. Tidak ada kerusakan mesin atau kerusakan material handling yang terjadi. 8. Bahan mentah, peralatan, jigs, fixture dan pallet selalu tersedia. 9. Operasi-operasi tidak terbagi atau terganggu ketika telah dimulai. 10. Semua part tersedia untuk diproses pada saat penelitian dilakukan. 11. Kapasitas buffer input tidak menentu untuk setiap mesin. Misalkan terdapat M mesin berbeda M= {M1, M2, M3,, Mk,, M M }, sekumpulan tipe L part, sekumpulan job J = {J1, J2, J3,, J L } didalam sistem, dimana setiap job J i terdiri dari Q i part, dan urutan operasi N i, O i = {O1i, O2i, O3i,, O Ni } dimana setiap operasi hanya dapat dilakukan pada mesin yang spesifik E i dari M. Parameter dan himpunan: N i = jumlah operasi untuk job J i Q i = jumlah part dalam job J i f i = kapasitas input penyangga mesin M j

86 variabel fuzzy: P ijk = waktu proses operasi O j dari job J i pada mesin k A k = waktu proses mesin yang dialokasikan pada setiap event (fungsi P ijk ) Ma jk Mp T Jp = waktu ketersediaan mesin = prioritas mesin = prioritas transportasi prioritas job Model logika fuzzy 1. Defenisi variabel fuzzy Untuk memenuhi tujuan, empat input variabel fuzzy ditentukan.waktu proses mesin yang dialokasikan, A k : setiap job J i memiliki sekumpulan mesin E i untuk melakukan semua operasinya, contoh E 1 = { M1, M2, M3, M4, M5}. Catatan bahwa terdapat mesin alternative yang ada untuk beberapa operasi. Sebagai contoh operasi O 11 dapat diselesaikan pada M1 atau M2. juga mesin yang sama M k dapat digunakan pada job berbeda, contohnya O 11 dan O 21 dapat diselesaikan dengan menggunakan mesin M2. Untuk menyeimbangkan pembebanan mesin (atau meminimumkan makespan), pengukuran harus dilakukan terhadap alokasi pembebanan untuk setiap mesin pada suatu event (penyelesaian suatu operasi). Hal ini dapat diselesaikan melalui dua prosedur. Pada tahap j dimana operasi 1, j-1 telah ditetapkan untuk setiap job. Prosedur 1: alokasi pembebanan mesin untuk operasi j Set A = 0, k

87 Pada tahap j, pertimbangkan suatu operasi j dimana j {1, max i / J J i {N i }}. Operasi O ij akan ditugaskan pada mesin k apabila: A k = min {A z + P ijz } E i z P ijk > 0 i = 1,, L prosedur 2: penyelesaian penugasan operasi j defenisikan U sebagai sekumpulan job untuk operasi j yang belum ditugaskan U = { j j,..., j } x, 1 x2 x p Defenisikan matrix B (px3) yang menempatkan tiga nilai pada setiap baris t = 0 untuk setiap J z U lakukan { t = t + 1 Hitung atur b z = min { A l + P J j l } i,, l E i B(t) = ( ) ( b, J, l ) z z z Dimana l z menunjukkan mesin untuk apabila b z ditemukan Pindahkan J z dari U }

88 Cari baris t* dari B() dengan ( b ) Atur k = l z* min z tandai sebagai ( ( b z* J z* l z* ) t Perbarui A k = A k + P z *, j, k Waktu ketersediaan mesin, Ma jk Variabel ini ditentukan oleh mesin dengan slack time tertinggi, relative terhadap mesin lain, untuk dilakukan operasi baru pada setiap tahap. Input variabel ini akan diterapkan pada model hanya jika jumlah kapasitas input buffer local (IB) menjadi pertimbangan. Dengan kata lain, jika input buffer local dari semua mesin tidak terbatas, variabel input ini tidak butuh untuk dipertimbangkan ( Ro et al., 1990). Pada penyelesaian pekerjaan operasi pada tahap j, hitung: A = k* max k A k Ma jk = 0, k = k* Ma jk = A k* - A k, k k*, j Jika f j adalah kapasitas input buffer mesin M j, maka Ma jk harus disesuaikan sehingga: f j k* k dengan asumsi local input buffer f j adalah Ma jk = ( A A ), k k*, j

89 Gambar 3.3. Fungsi Keanggotaan Waktu Ketersediaan Mesin Prioritas mesin, Mp Variabel ini memaksa penugasan operasi berikutnya terhadap job yang diberikan untuk dimulai pada waktu terdekat yang memungkinkan ke penyelesaian operasi sebelumnya dari job yang sama. Apabila memilih operasi O ij untuk ditugaskan ke suatu mesin, temukan mesin k, yang melakukan O ij-1. Gunakan A k* yang menunjukkan penyelesaian O ij-1 pada mesin k*. catatan, hal ini mungkin operasi terakhir yang dilakukan oleh mesin ini. Hitung, M 0 Positive, Negative, p if A l l if Al if A = A' A' > A' k* k* k*,,, l E i Variabel ini akan digunakan oleh aturan fuzzy untuk memilih mesin untuk operasi O ij.

90 Gambar 3.4. Fungsi Keanggotaan Prioritas Mesin Prioritas transportasi, T Waktu perpindahan job antara mesin digunakan sebagai variabel input untuk membangun prioritas tertinggi bagi transportasi part antara mesin. Misalkan T adalah matrix waktu transportasi job antara mesin t ij T = waktu perpindahan (unit) antara mesin i,j = {t ij }, t ij = 0, i = j Nilai fuzzy ini digunakan sebagai input untuk modul fuzzy untuk menghasilkan prioritas untuk alokasi berikutnya.

91 Gambar 3.5. Fungsi Keanggotaan Prioritas Transportasi Prioritas job, Jp Diberikan beberapa mesin yang tersedia untuk menerima job j x, prioritas job Jp menentukan mesin untuk melakukan operasi berikutnya untuk job j x. prioritas job adalah variabel output yang dihasilkan oleh sistem fuzzy. Prioritas job tergantung pada empat faktor waktu fuzzy yang diterangkan sebelumnya. Kriterianya sebagai berikut: Kriteria 1: tugaskan job J x pada mesin k berdasarkan pada aturan A k Kriteria 2: tugaskan job J x pada mesin k berdasarkan pada aturan Ma jk Kriteria 3: tugaskan job J x pada mesin k berdasarkan pada aturan Mp Kriteria 4: tugaskan job J x pada mesin k berdasarkan pada aturan T

92 2. Pendefenisian fungsi keanggotaan Semesta pembicaraan untuk alokasi waktu proses mesin, waktu ketersediaan mesin dan prioritas transportasi adalah (0, max) dan semesta pembicaraan untuk variabel prioritas mesin adalah (-, 0, +). Setiap semesta pembicaraan dijelaskan dengan tiga himpunan fuzzy. Pada penelitian ini, fungsi keanggotaan untuk setiap himpunan fuzzy adalah fungsi segitiga. Dalam prakteknya pemilihan fungsi keanggotaan tergantung pada data actual yang tersedia. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 2a, pengalokasian waktu proses mesin menaik pada setiap urutan operasi. Oleh karena itu, sangat sulit untuk menentukan dengan tepat range angka pada variabel fuzzy ini. Untuk mengatasi masalah ini, A k akan dinormalisasi. Dengan tidak langsung, variabel linguistic menunjukkan prioritas job perlu untuk didefenisikan. Asumsikan bahwa semesta pembicaraan Jp = (0, 10) dan bahwa model fuzzy akan sesuai dengan sembilan perbedaan karakteristik prioritas job. Dengan kata lain, semesta pembicaraan memiliki sembilah himpunan fuzzy. 3. Mekanisme logika fuzzy Apabila input dimasukkan kedalam sistem, pertama difuzzifikasi berdasarkan pada fungsi keanggotaan variabel input fuzzy. Kemudian perhitungan keputusan fuzzy yang tepat diperkirakan berdasarkan pada defenisi himpunan aturan linguistic. Bentuk umum aturan dapat ditunjukkan sebagai proposisi kondisional fuzzy dalam bentuk:

93 Jika (alokasi waktu proses mesin adalah [] ) dan (waktu mesin yang tersedia adalah []) dan (prioritas transportasi adalah []) dan (prioritas mesin adalah []) kemudian (prioritas job adalah []). Contoh Kriteria prioritas job yang diperoleh dari aturan fuzzy yaitu: 1. Jika (alokasi waktu proses mesin adalah pendek ) dan (waktu mesin yang tersedia adalah panjang) dan (prioritas transportasi adalah pendek) dan (prioritas mesin adalah nol) maka (prioritas job adalah maksimum). 2. Jika (alokasi waktu proses mesin adalah pendek ) dan (waktu mesin yang tersedia adalah panjang) dan (prioritas transportasi adalah menengah) dan (prioritas mesin adalah nol) maka (prioritas job adalah maksimum). 3. Jika (alokasi waktu proses mesin adalah panjang ) dan (waktu mesin yang tersedia adalah pendek) dan (prioritas transportasi adalah panjang) dan (prioritas mesin adalah positif) kemudian (prioritas job adalah minimum). Normalnya defenisi aturan berdasarkan pada kebiasaan, pengetahuan engineer dan pengalaman operaotor. Perlu diperhatikan dalam prakteknya bahwa lebih baik menggunakan sistem monoton dengan aturan simetris, walaupun kadang-kadang perlu dilakukan sedikit penyesuaian berdasarkan sifat-sifat spesifik sistem. Prosedur trial and error dan pengalaman memainkan peranan penting didalam menentukan aturan-aturannya. Apabila keempat input telah dimasukkan kedalam sistem maka akan diperoleh nilai pasti untuk prioritas job. Nilai ini dihitung menggunakan metode mamdani sebagai mekanisme inferensia.

94 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Objek Penelitian Objek penelitian yang diamati adalah proses produksi dalam pengerjaan spring bed yang terdiri atas 4 tipe produk yaitu Platinum, Gold, Silver dan Bigline yang setiap tipe terdiri dari 3 komponen produk, yaitu sandaran, matras, dan dipan pada PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco.

95 4.2. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT.Cahaya Kawi Ultra Polyintraco yang berlokasi di Jalan Eka Surya Gg Sidodadi XXII Medan. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan selama 3 bulan Instrumen Penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah jam henti (stopwatch) yang digunakan untuk mengukur waktu pengerjaan tiap kegiatan pada lantai produksi Model Penelitian Model penelitian yang dilakukan adalah model deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Pemilihan model ini dikarenakan peneliti tidak hanya memberikan gambaran terhadap fenomena-fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan, melakukan pengujian, membuat prediksi, serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan Variabel Penelitian Variabel penelitian objek penelitian yang bervariasi. Yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah : 1. Permintaan bulanan selama tiga tahun sebelum periode perencanaan, yaitu periode Januari 2006 Desember Keuntungan yang diperoleh untuk tiap unit produksi. 3. Waktu proses tiap operasi pembuatan komponen/produk.

96 4. Waktu yang tersedia untuk setiap mesin pada setiap periode. 5. Jam kerja untuk tiap periode perencanaan. 6. Jumlah persediaan komponen produk yang terdapat di gudang Studi Kepustakaan Setelah perumusan masalah dilakukan, selanjutnya dilakukan pencarian terhadap sumber-sumber literatur yang mendukung penyelesaian tersebut antara lain buku-buku dan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan logika fuzzy, sistem produksi, penjadualan produksi, pengukuran waktu, dan riset operasi Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi dua jenis data, yaitu : 1. Data primer, yaitu data yang diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran dengan menggunakan suatu instrumen secara langsung di tempat observasi. Data primer dalam penelitian ini adalah : a. Data waktu proses tiap operasi. b. Data allowance dan performance rating. 2. Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan melalui proses dokumentasi terhadap data yang dimiliki perusahaan. Data ini meliputi : a. Data penggunaan mesin untuk tiap operasi.

97 b. Data permintaan selama tiga tahun sebelum periode perencanaan. c. Data waktu yang tersedia untuk setiap mesin pada setiap periode. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui 3 cara : 1. Observasi langsung, yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan proses secara langsung. Dalam cara ini akan dikumpulkan data primer berupa data waktu proses. 2. Peninjauan dan pencatatan dokumen-dokumen perusahaan yang dibutuhkan dalam penelitian. Melalui cara ini akan dikumpulkan data-data sekunder. 3. Wawancara dengan staf perusahaan tentang penjelasan aliran produksi, jenis material, dan lain-lain Pengolahan Data dan Pemecahan Masalah Langkah-langkah pengolahan data dan pemecahan masalah dilakukan sebagai berikut : Peramalan Permintaan Perencanaan jangka pendek proses produksi membutuhkan data untuk tiap periode perencanaan jangka pendek. Data yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan peramalan adalah data permintaan selama tiga tahun sebelum periode perencanaan. Sedangkan peramalan yang dilakukan adalah untuk mengetahui perkiraan permintaan untuk duabelas bulan ke depan. Peramalan dilakukan

98 dengan membandingkan dua metode peramalan yaitu metode regresi dengan pendekatan kuadratis dan metode simple exponential smoothing Pengukuran Kerja Pengukuran kerja dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan waktu baku tiap proses dalam pembuatan komponen produk dan menentukan kapasitas pada setiap stasiun kerja. Pengambilan data waktu proses dilakukan dengan metode stopwatch time study. Data yang diambil adalah waktu pengerjaan untuk masing-masing proses, data allowances serta performance rating. Allowances disini dibedakan menjadi dua macam, yaitu personal dan fatigue allowance. Performance Rating dihitung berdasarkan konsep Westinghouse System Rating yang dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu keterampilan (skill), usaha (effort), kondisi kerja (condition) serta konsistensi Pemecahan Masalah Tahapan pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Menentukan fungsi-fungsi kendala dan fungsi tujuan dari nilai batasan maksimum dan nilai batasan minimum. 2. Menemukan nilai optimum dari kedua nilai batasan dengan menggunakan Fuzzy Linear Programming. 3. Membagi perencanaan bulanan menjadi harian sehingga diperoleh bauran produk yang akan diproduksi per harinya. 4. Menentukan pengurutan dan prioritas produk yang akan diproduksi.

99 Diagram tahapan pemecahan masalah diatas dapat dilihat pada Gambar 4.1 untuk flow chart penelitian, Gambar 4.2 untuk diagram pengolahan data perencanaan produksi, Gambar 4.3 diagram pengolahan data untuk peramalan permintaan dan diagram pengolahan data untuk penjadulan dapat dilihat pada Gambar 4.4.

100 Mulai Identifikasi Masalah Studi Kepustakaan Pengumpulan Data Data Primer: - Data waktu proses tiap operasi Data Sekunder : - Data allowance dan performance rating - Data penjualan tahun Data penggunaan mesin dan waktu tersedia mesin - Data penggunaan bahan baku - Data jumlah produksi minimum Pengolahan Data: - Perencanaan produksi - Penjadualan produksi Analisis Pemecahan Masalah : - Perencanaan produksi dan penjadualan awal pada PT. CAKUP - Analisis peramalan penjualan - Analisis jumlah produksi minimum - Analisis perhitungan waktu standar - Analisis ketersediaan bahan baku - Analisis model fuzzy linear programming - Perbandingan hasil rencana produksi - Analisis penjadualan Kesimpulan dan Saran Selesai

101 Gambar 4.1. Flow Chart Penelitian

102 Mulai Variabel Keputusan Data harga pokok dan harga penjualan Data penjualan spring bed tahun Pengamatan waktu kerja Data ketersediaan jam kerja per hari Data pemakaian bahan baku Data ketersediaan bahan baku Data jumlah produksi minimal (BEP) Perhitungan laba Peramalan permintaan untuk tiap tipe produk spring bed tahun 2009 Data pengukuran waktu kerja Perhitungan ketersediaan jam kerja per bulan Perhitungan pemakaian bahan baku Penyesuaian ketersediaan bahan baku Uji keseragaman data pengamatan Perhitungan jam kerja lembur per bulan Tidak Uji kecukupan data pengamatan Batas maksimum dan batas minimum ketersediaan jam kerja Ya Perhitungan waktu normal Perhitungan waktu standar Allowance Perhitungan kapasitas stasiun kerja Vektor laba Persyaratan target penjualan Koefisien keputusan jam kerja Persyaratan ketersediaan jam kerja Koefisien keputusan pemakaian bahan baku Persyaratan ketersediaan bahan baku Persyaratan jumlah produksi minimum Formulasi fungsi tujuan Formulasi fungsi kendala target penjualan Formulasi fungsi kendala ketersediaan jam kerja Formulasi fungsi kendala ketersediaan bahan baku Formulasi fungsi kendala produksi minimum Formulasi Model Linear Programming Lanjutan

103 Gambar 4.2. Blok Diagram Pengolahan Data untuk Perencanaan Produksi Lanjutan Penyelesaian model linear programming untuk batas maksimum Penyelesaian model linear programming untuk batas minimum Membentuk model fuzzy linear programming Penyelesaian model fuzzy linear programming Solusi optimal jumlah produksi tiap tipe spring bed

104 Gambar 4.2. Blok Diagram Pengolahan Data untuk Perencanaan Produksi (Lanjutan)

105 Tujuan peramalan Diagram pencar dan autokorelasi Metode Peramalan Kesalahan metode Peramalan Hipotesa peramalan Verifikasi metode peramalan Hasil Peramalan Penyesuaian peramalan Gambar 4.3. Blok Diagram Pengolahan Data untuk Peramalan Permintaan

106 Solusi optimal jumlah produksi tiap tipe spring bed Pengamatan waktu kerja Data jumlah produksi tiap tipe spring bed per bulan Data pengukuran waktu kerja Data jumlah produksi tiap tipe spring bed per hari Uji keseragaman data pengamatan Inisiasi penjadualan Tidak Uji kecukupan data pengamatan Ya Fungsi keanggotaan tingkat produksi Perhitungan waktu normal Perhitungan waktu standar Fungsi keanggotaan waktu proses Aturan fuzzy Proses defuzzyfikasi Urutan produk yang optimal

107 Gambar 4.4. Blok Diagram Pengolahan Data untuk Penjadualan BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 5.1. Pengumpulan Data Untuk menganalisa permasalahan perencanaan dan penjadualan produksi diperlukan data dari PT. CAKUP sebagai berikut: 1. Data penjualan tahun , data ini dikumpulkan untuk menjadi dasar peramalan terhadap permintaan pasar dimasa yang akan datang. 2. Harga pokok dan harga penjualan produk yang akan dianalisa. 3. Waktu produksi dan hari kerja untuk mengetahui kecepatan produksi dan hubungan antara waktu produksi dengan jumlah produk yang dihasilkan. 4. Pemakaian dan ketersediaan bahan baku untuk mengetahui komposisi pemakaian bahan baku utama dan pembatas pemakaian bahan baku Data Penjualan Spring Bed Tahun Data penjualan spring bed untuk semua jenis dari tahun pada PT. CAKUP dapat dilihat pada Tabel Data Harga Pokok dan Harga Penjualan Harga pokok untuk pembuatan masing-masing tipe spring bed berbeda karena menggunakan jumlah, jenis dan kualitas bahan yang berbeda. Harga pokok

108 disini mencakup biaya bahan baku, biaya energi, dan biaya tenaga kerja. Daftar harga pokok dan harga penjualan spring bed per unit dapat dilihat pada Tabel 5.2. Tabel 5.1. Penjualan Spring Bed untuk Semua Tipe Tahun Tahun Bulan Tipe (Unit) Platinum Gold Silver Bigline Jumlah Produksi Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember

109 Sumber : PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun 2009 Tabel Harga Pokok dan Harga Penjualan untuk Tiap Tipe Spring Bed Tipe Harga Pokok Harga Penjualan Platinum Rp Rp Gold Rp Rp Silver Rp Rp Bigline Rp Rp Sumber : PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun Data Stasiun Kerja Stasiun kerja adalah tempat dimana dilakukan suatu operasi atau sekumpulan operasi yang menggunakan mesin atau peralatan dan tenaga kerja Data Mesin dan Peralatan Merupakan data yang terdiri dari jenis mesin dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan spring bed ini. Data yang dibutuhkan terdiri dari nama mesin dan peralatan, jumlah, dan stasiun tempat mesin berada. Data ini dapar dilihat pada Tabel 5.3. Tabel 5.3. Data Mesin Pembuatan Spring Bed No Stasiun Kerja Nama Mesin dan Peralatan Jumlah (unit) 1 Perakitan Per Bulat Mesin Ram 2 Quilting 1 2 Pemasangan Per Pinggir Gun CL Pemotongan Gunting 2 4 Penjahitan Mesin Jahit Biasa 2 5 Perekatan Hardpad Gun HR Perekatan kain quilting dan busa Staples 300 J 4 7 Penjahitan lis Mesin Jahit Corner 2 8 Pembungkusan Staples 4

110 9 Pembuatan Sandaran Bor 2 Sumber : PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Elemen Pekerjaan Secara keseluruhan lantai produksi di PT. Cahaya Kawu Ultra Polyintraco dikelompokkan dalam 9 stasiun kerja, yaitu : 1. Perakitan Per bulat, dengan operasi : merakit per bulat sebagai rangka matras spring bed. 2. Pemasangan Per Pinggir, dengan operasi : memasang per pinggir ke rangka matras sebagai penguat. 3. Pemotongan, dengan operasi : pemotongan busa, pemotongan hard padd, dan pemotongan kain quiliting. 4. Penjahitan kain, dengan operasi : pemotongan dan penjahitan kain oscar dan kain blacu. 5. Perakitan hard padd, dengan operasi : perekatan hard padd, perekatan busa, perekatan kain quilting, dan perekatan plastik non woven untuk dipan. 6. Perekatan kain quilting dan busa, dengan operasi : penjahitan kain quilting dengan busa. 7. Penjahitan List, dengan operasi : penjahitan kain quilting tabung dengan kancing, dan penjahitan kain quilting atas dan bawah dengan kain blacu. 8. Pembungkusan, dengan operasi : pembungkusan, perakitan penegak sandaran, dan pemasangan kaki dipan.

111 9. Pembuatan sandaran, dengan operasi perakitan rangka kayu ke rangka per, dan perekatan goni bagor, perekatan busa, kancing, kain oscar, dan logo Data Kecepatan Produksi Data Ketersediaan Jam Kerja Kebijakan jam kerja karyawan di PT. CAKUP adalah sebagai berikut: 1. Jam kerja karyawan untuk 1 shift adalah 6 8 jam. 8 jam pada hari senin sampai jumat dan 7 jam pada hari sabtu. 2. Dalam 1 hari seorang karyawan bekerja selama 1 shift jika tidak dikenai jam kerja lembur. 3. Seorang karyawan bekerja selama 6 hari dalam seminggu. Untuk menentukan jam kerja tersedia dapat digunakan rumus berikut: Waktu kerja yang tersedia = (jumlah shift x waktu kerja/shift/hari) x jumlah hari kerja/bulan Waktu kerja yang tersedia untuk tiap bulannya pada tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel 5.4. Tabel 5.4. Waktu Kerja yang Tersedia Tahun 2009 Bulan Jumlah Jumlah Hari Jumlah Waktu Kerja Waktu Kerja Hari Kerja Senin-Jumat Hari Sabtu Tersedia (jam) Tersedia (menit)

112 Data Waktu Operasi Pengukuran waktu kerja digunakan untuk menentukan waktu baku tiap operasi kerja dalam proses pembuatan ketiga komponen dari springbed, yaitu dipan, sandaran, dan matras. Dalam melakukan pengukuran waktu ini digunakan metode stopwatch time study. Waktu proses tiap operasi diperoleh dengan mengamati secara langsung aktivitas operator di lantai produksi. Sebelum melakukan pengukuran waktu terlebih dahulu diidentifikasi operasi-operasi dari tiap proses pembuatan komponen produk berdasarkan uraian proses produksi yang telah disajikan dalam Bab II. Pengukuran waktu setiap operasi dilakukan sebanyak 30 kali pengukuran. Hasil pengukuran waktu operasi untuk tiap komponen disajikan dalam Lampiran Data Waktu Setup Data waktu setup didapat dengan mencatat dokumen perusahaan. Waktu setup pada penelitian ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyesuaikan mesin disebabkan perubahan jenis produk yang dikerjakan pada mesin tersebut. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada masing-masing stasiun kerja dapat

113 diketahui waktu setup untuk masing-masing produk berbeda antara yang satu dengan lainnya oleh karena itu pengaruh jenis produk terhadap lamanya waktu setup tidak dapat diabaikan atau dianggap sama. Data waktu setup dapat dilihat pada Tabel 5.5. Tabel 5.5. Data Waktu Setup (menit) Stasiun Kerja Produk Platinum Gold Silver Bigline Perakitan Per Bulat Perakitan Per Pinggir 1,5 1,5 1,5 2 Penjahitan List Data Waktu Ketersediaan Mesin Data waktu yang tersedia untuk mesin diperoleh melalui hasil wawancara dengan manajer produksi dengan mempertimbangkan jadual perawatan untuk mesin tersebut. Dari hasil wawancara diketahui bahwa untuk mesin tembak (gun CL-73, gun bostitch, gun HR-22, gun etona) dan mesin jahit biasa dapat dipakai penuh selama periode perencanaan. Sedangkan untuk mesin RAM, quilting, dan jahit lis harus mempertimbangkan jadwal perawatannya. Penentuan waktu ini juga dibuat berdasarkan kalender kerja untuk periode perencanaan (bulan Januari Desember 2009). Selengkapnya waktu kerja yang tersedia untuk setiap mesin dapat dilihat pada Tabel 5.6. Tabel 5.6. Waktu Kerja Yang Tersedia untuk Setiap Mesin (Menit) Nama Mesin Bulan Jahit Jahit RAM Quilting Biasa Corner Januari

114 Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Data Pemakaian dan Ketersediaan Bahan Baku Data Pemakaian Bahan Baku Perbedaan tiap tipe spring bed terletak pada jumlah bahan baku yang digunakan. Perbedaan signifikan untuk tiap tipe terletak pada jumlah per bulat, jenis dan ketebalan busa, dan ketebalan kain quilting. Tabel 5.7. merupakan data pemakaian bahan baku untuk pembuatan satu unit spring bed masing-masing tipe Data Ketersediaan Bahan Baku Bahan baku yang membedakan tipe spring bed adalah jumlah per bulat, busa dan kain quilting. Ketiga bahan baku ini mempunyai keterbatasan di gudang karena beberapa alasan seperti biaya simpan yang tinggi, lead time yang panjang, dan harga bahan baku yang tinggi, maka penulis menyimpulkan keterbatasan jumlah ketiga bahan baku tersebut merupakan kendala dalam perusahaan. Ratarata ketersediaan ketiga bahan baku tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.8. Tabel 5.7. Pemakaian Bahan Baku untuk Tiap Tipe Spring bed Nama Bahan Baku Satuan Penggunaan Platinum Gold Silver Bigline KAIN Quilting 3 / 2,4 / 1,4 cm meter 3,72 3,72 3,72 3,72

115 Quilting 0,5 cm meter 1,2 1,2 1,2 1,2 List Panah Emas meter 16,3 16,3 16,3 16,3 Benang Nylon meter 220,4 220,4 220,4 220,4 PER Per Bulat Pcs Per Pinggir Pcs Kawat 1,53 Kg 2,8 2,8 2,8 2,8 List Kawat 4,2 Buah Ring Oval Pcs Tabel 5.7. Pemakaian Bahan Baku untuk Tiap Tipe Spring bed (Lanjutan) Nama Bahan Baku Satuan Penggunaan Platinum Gold Silver Bigline BUSA NG 2,5 cm m 3 0,191 AII 2 cm / 2,5 cm / 2 cm / 1,5 cm m 3 0,153 0,191 0,153 0,115 AI 2,5 x 15 x 40 (busa sudut) m 3 0,012 0,012 0,012 0,012 AA 1 x 20 x 190 (tambahan tabung) m 3 0,076 0,076 0,076 0,076 UMUM Hardpad (atas) meter 3,8 3,8 3,8 3,8 HR 22 Pcs Lubang Angin Emas Set Label Pcs Lateks Kg 0,5 0,5 0,5 0,5 Karton Sudut Pcs Stiker Pcs Isolatip meter 13,8 13,8 13,8 13,8 Plastik Mika meter 6,1 6,1 6,1 6,1 Kartu Garansi Pcs Kain Blacu meter 3,6 3,6 3,6 3,6 Sumber : PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun 2009 Diantara bahan baku diatas beberapa diantaranya memiliki batasan ketersediaan disebabkan oleh biaya pembelian dan pemesanan yang tinggi, waktu pengiriman yang panjang, dan biaya simpan yang tinggi. Bahan baku tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.8.

116 Tabel 5.8. Rata-rata Ketersediaan Bahan Baku Tiap Bulan Nama Bahan Baku Rata-rata Ketersediaan / Bulan Per Bulat (unit) Busa (m 3 ) 140 Kain Quilting (m 2 ) 115 Sumber : PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun Data Jumlah Produksi yang Memenuhi Batasan BEP dalam Unit Produksi Perusahaan menetapkan jumlah produksi minimum yang harus dicapai untuk dapat memenuhi batasan break even point dalam unit produksi. Perusahaan dikatakan dalam keadaan break even apabila jumlah penghasilannya adalah sama dengan jumlah biaya. Berdasarkan data historis tahun 2008 jumlah produksi minimum untuk bulan Januari - Desember dapat dilihat pada Tabel 5.9. Tabel 5.9. Jumlah Produksi Minimum Perusahaan Bulan Tipe (Unit) Platinum Gold Silver Bigline Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Sumber : PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco

117 5.2. Pengolahan Data Pada penelitian ini pengolahan data terbagi atas dua bagian yaitu pengolahan data untuk perencanaan produksi dan pengolahan data untuk penjadualan produksi Pengolahan Data untuk Perencanaan Produksi Peramalan Permintaan untuk Tiap Produk pada Tahun 2009 Sebagai Fungsi Kendala Jumlah Permintaan Peramalan Permintaan Tiap Produk Tahun 2009 Langkah-langkah untuk melakukan peramalan ini adalah: 1. Menentukan Tujuan Peramalan Tujuan peramalan adalah untuk mendapatkan jumlah permintaan tiap tipe spring bed setiap bulan pada tahun Membuat Diagram Pencar dan Autocorrelation Tujuan pembuatan diagram pencar adalah untuk melihat pola data masa lalu sebagai acuan untuk memilih metode peramalan yang dapat dilihat pada Gambar 5.1.

118 Data Penjualan Spring Bed Tahun Total Penjualan (unit) Platinum Gold Silver Bigline Bulan Gambar 5.1. Diagram Pencar Penjualan Spring bed untuk Tiap Tipe Tahun Dari diagram pencar dapat dilihat data menunjukkan suatu pola, kemudian dilihat hubungan dari data yang diperoleh (autocorrelation). r k n t t= k + 1 = n ( Y Y )( Y t= 1 t t k ( Y Y ) Y ) Dimana: r k Y Y t Y t-k = koefisien autokorelasi untuk k period = nilai rata-rata = observasi pada periode t = observasi periode ke t-k Tabel Autokorelasi Data Penjualan Spring bed Platinum

119 Periode Y Y t-1 Y-Y Y t-1 - Y (Y-Y ) 2 Y t-1 *Y ,2 295, ,2-17,2 1310, , ,2-36,2 1239, , ,2-35,2 912, , ,2-30,2 1239, , ,2-35,2 686, , ,2-26,2 795, , ,2-28,2 1036, , ,2-32,2 231, , ,2-15,2 585, , ,2-24,2 10, ,2-3,2 67, , ,2-8,2 739, , ,2-27,2 148, , ,2-12,2 739, , ,2-27,2 1102, , ,8-33,2 829, , ,8 28,8 96, , ,2 9,8 538, , ,8-23,2 3,24 271, ,8 1,8 14,44 668,8 Tabel Autokorelasi Data Penjualan Spring bed Platinum (Lanjutan) Periode Y Yt-1 Y-Y Yt-1 - Y (Y-Y )2 Yt-1* Y ,8 3,8 46, , ,8 6,8 116, , ,8 10,8 139, ,8 11,8 316, , ,8 17,8 163, , ,8 12,8 1211, , ,8 34,8 1584, , ,8 39,8 1428, , ,8 37,8 1281, , ,8 35,8 46, ,8 6,8 948, , ,8 30,8 475, ,8 21,8 2580, , ,2 50,8 27, ,8-5,2 3003, ,2 Jumlah , , r k = = 0.69

120 Nilai ini menunjukkan terdapat korelasi antara tiap periode, yang memberikan informasi tentang deret waktu yang memiliki pola tertentu untuk menentukan metode peramalan yang akan digunakan. Dengan cara yang sama diperoleh nilai korelasi untuk spring bed jenis gold, silver dan bigline berturutturut adalah 0.68, 0.7, dan Memilih Metode Peramalan Dari nilai korelasi yang dekat dengan 1, maka dapat ditentukan metode peramalan berdasarkan jumlah data masa lalu yang diperoleh dan lamanya periode yang diramalkan. Oleh karena itu metode yang dipilih adalah metode regresi dengan pendekatan kuadratis dan single eksponensial smoothing. a. Metode Kuadratis Yt = a + bt + ct 2 Dimana : = Y b t c t a = n 2 2 ( t ) n t t δ = Y n ty 2 t 4 2 θ = Y n t Y α = 2 t t 2 n t 3 2 θ bα = δ θα β α c b = 2 Untuk perhitungan parameter peramalan dapat dilihat pada Tabel Tabel Perhitungan Parameter Peramalan Metode Kuadratis untuk Spring bed Platinum X Y X 2 X 3 X 4 X*Y X 2 Y

121 Tabel Perhitungan Parameter Peramalan Metode Kuadratis (Lanjutan) X Y X 2 X 3 X 4 X*Y X 2 Y

122 = 2 ( X ) 2 n X = (36 * ) = δ = X Y n XY = (666 * 6020) (36 *108367) = θ 2 2 = X Y n X Y = (16206 * 5575) (36 * ) = α 2 3 = X X n X = (666 *16206) (36 * ) = ( X ) 2 2 β = n X = (36*6269) = θ bα c = (2,635 * ) = = 0, Y b X c X a n 6020 (2,635 * 666) ( 0,0348 *16206) = 36 = 121,8 = Sehingga diperoleh persamaan peramalan untuk spring bed Platinum periode ke t adalah Y t = 121,8 +2,635t 0,0348t 2. Dengan cara yang sama diperoleh untuk masing-masing produk spring bed yang lain yaitu: - Gold Y t = 64,05 0,54t + 0,0274t 2 - Silver Y t = 370,51 + 1,804 t 0,0223t 2 - Bigline Y t = 79,23 1,28 + 0,0374t 2

123 b. Metode Single Exponential Smoothing Tabel Perhitungan Peramalan Metode Single Exponential Smoothing untuk Spring bed Platinum Periode Platinum Smoothed Value (alpha = 0,307) Tabel Perhitungan Peramalan Metode Single Exponential (Lanjutan) Periode Platinum Smoothed Value (alpha = 0,307)

124 Konstan 169 Dengan cara yang sama diperoleh untuk masing-masing produk spring bed yang lain yaitu: - Gold Konstan = 76 unit α = 0,478 - Silver Konstan = 391 unit α = 0,177 - Bigline Konstan = 77 unit α = 0, Menghitung Kesalahan Metode Peramalan Perhitungan kesalahan metode peramalan dalam penelitian ini menggunakan mean absolute deviation (MAD) dan mean absolute percentage error (MAPE), hal ini berguna untuk mengukur kesalahan peramalan pada setiap unit pada deret data aslinya. Persamaan yang digunakan: Yt Yt t= MAD = 1 n n MAPE n t= = 1 n PE t Hasil perhitungan selengkapnya sebagai berikut: Tabel Hasil Perhitungan Kesalahan Peramalan Parameter Kuadratis Single Exponential Smoothing Kesalahan Platinum Gold Silver Bigline Platinum Gold Silver Bigline Peramalan MAD 8,167 5,166 13,889 6,250 9,070 5,166 15,495 7,025 MAPE 5,348 8,108 3,640 8,719 6,147 8,108 4,115 10, Pengujian Hipotesa

125 Perhitungan pengujian hipotesa ini membandingkan nilai MAD dari masing-masing metode dengan nilai pada table distribusi F. Pengujian hipotesanya adalah sebagai berikut: H 0 : Peramalan yang digunakan adalah metode kuadratis H i : Peramalan yang digunakan adalah metode single eksponensial smoothing α = 0.05; v 1 = 36-2 = 34; v 2 = 36-2 = 34 Pada tabel distribusi F untuk F(0.05;34;34) = 1,74 F-ujinya adalah: F uji MAD = MAD kuadratis sin gle exp = = Karena F uji F tabel, maka terima H 0, sehingga metode peramalan yang dipilih untuk tipe Platinum adalah metode kuadratis. 6. Verifikasi Metode Peramalan Untuk mengetahui sejauh mana kehandalan model peramalan yang digunakan, maka perlu dilakukan verifikasi metode peramalan dan metode yang digunakan adalah metode tracking signal. Periode Aktual Peramalan Tabel MAD Tipe Platinum untuk Metode Kuadratis Error Kumulatif Error Absolut Error Kumulatif Absolute Error MAD Tracking Signal ,00 1, ,00 2, ,67 2,08

126 ,50 2, ,20 2, ,50 2, ,57 0, ,13-0, ,89-0, ,20-1, ,55 0, ,50 0, ,15-1, ,93-1, ,73-3, ,94-3, ,53-2, ,78-0, ,16-2, ,65-2, ,38-1, ,27-1, ,17-0, ,04 0, ,80 0, ,77 1, ,44 1, ,14 1, ,86 1, ,67 1, ,48 1, ,53 0,12 Tabel MAD Tipe Platinum untuk Metode Kuadratis (Lanjutan) Periode Aktual Peramalan Error Kumulatif Error Absolut Error Kumulatif Absolute Error MAD Tracking Signal ,33 0, ,18 0, ,29-0, ,17-0,24 Diagram garis untuk tracking signal dapat dilihat pada Gambar 5.2.

127 Peta Kendali Tracking Signal 5,00 4,00 3,00 Nilai Tracking Signal 2,00 1,00 0,00-1,00-2, Platinum Gold Silver Bigline Batas Atas Batas Bawah -3,00-4,00-5,00 Periode Gambar 5.2. Peta Kendali Tracking Signal Dari Gambar 5.2 terlihat bahwa nilai-nilai tracking signal untuk masingmasing peramalan berada dalam batas yang dapat diterima yang berarti model peramalan ini dapat diandalkan. Dari hasil perhitungan seluruh tipe spring bed, maka metode-metode yang dipilih untuk tiap tipe adalah: Tipe Platinum = menggunakan metode kuadratis Tipe Gold Tipe Silver = menggunakan metode single exponential smoothing = menggunakan metode kuadratis Tipe Bigline = menggunakan metode kuadratis Hasil peramalan untuk tiap tipe matras tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel Tabel Hasil Peramalan untuk Tiap Tipe Spring bed Tahun 2009 Bulan Tipe (Unit) Platinum Gold Silver Bigline

128 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Penentuan Koefisien Jumlah Permintaan Data penjualan PT. CAKUP pada tahun mengalami fluktuasi. Berdasarkan fakta tersebut, penulis akan melakukan pendekatan peramalan dengan menggunakan logika fuzzy dimana simpangan yang terjadi pada tahun akan menjadi rentang untuk rencana produksi tahun 2009 yang mana telah dilakukan peramalan pendahuluan dengan metode tertentu. Jika jumlah observasi 30 atau lebih maka diasumsikan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal dengan demikian kita harapkan 95% dari observasi berada diantara plus atau minus dua standar error dari rata-rata Y = ± 2S untuk p y produk spring bed Platinum dapat dilihat pada Tabel Tabel Simpangan Permintaan Tahun Periode Aktual Peramalan Error Batas Atas Batas Bawah

129 S S y y Jumlah -2 2 ( Y YP ) = 3 = Batas atas dan batas bawah peramalan permintaan spring bed Platinum dapat dilihat pada Tabel Tabel Penyesuaian Peramalan Platinum (unit) Bulan Peramalan Batas Atas Batas Bawah

130 Fitting-Line Peramalan Tipe Platinum Unit 160 peramalan Batas Atas Batas Bawah Bulan Gambar 5.3. Penyesuaian Peramalan Selengkapnya penyesuaian peramalan permintaan untuk masing-masing tipe spring bed dapat dilihat pada Tabel Tabel Koefisien Kendala Permintaan Platinum Gold Silver Bigline Bulan Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Januari Februari Maret April Mei

131 Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Dalam penelitian ini variable-variabel keputusan yang akan diteliti adalah: X 1 X 2 X 3 X 4 = Spring bed tipe Platinum = Spring bed tipe Gold = Spring bed tipe Silver = Spring bed tipe Bigline Dengan koefisien yang digunakan dapat dilihat pada Tabel Dengan demikian fungsi kendala permintaan untuk setiap tipe spring bed bulan Januari 2009 adalah: - X 1 ( ) - X 2 (121-31) - X 3 ( ) - X 4 (100-66) Penentuan Waktu Baku Operasi Sebagai Fungsi Kendala Operasi Uji Keseragaman Data Uji keseragaman data dibutuhkan untuk memastikan bahwa variasi waktu penyelesaian tiap operasi masih berada dalam batas-batas kewajaran. Untuk pengujian keseragaman data ini digunakan tingkat kepercayaan 95% sehingga

132 nilai k = 2. Berikut ini disajikan contoh perhitungan uji keseragaman data untuk operasi pemotongan tripleks. Dari hasil pengukuran waktu sebanyak 30 kali (Lampiran 2.1) diperoleh nilai ratarata ( x ) sebesar 489,01 detik, dengan simpangan baku (σ) sebesar 1,47. Dari kedua nilai ini diperoleh : BKA = 489, (1,47) = BKB = 489,01-2 (1,47) = Karena semua data hasil pengukuran waktu secara langsung berada di dalam interval BKB dan BKA, maka dapat disimpulkan bahwa data untuk proses pemotongan tripleks adalah seragam. Hasil uji keseragaman data secara lengkap disajikan dalam Lampiran Uji Kecukupan Data Pengujian kecukupan data diperlukan untuk memastikan bahwa jumlah data yang dikumpulkan telah dapat memenuhi kriteria tingkat kepercayaan dan ketelitian yang ditetapkan. Berikut ini disajikan contoh perhitungan uji kecukupan data untuk operasi pemotongan tripleks. N = 30 data, X =14670, 30, X 2 = Dengan tingkat kepercayaan 95% maka k = 2, dan tingkat ketelitian (s) = 5%, maka : 2 ( X ) ( X ) 2 40 N i i N = = 0, X i 2

133 Karena nilai N > N maka data yang telah dikumpulkan adalah cukup. Hasil uji kecukupan data secara lengkap disajikan dalam Lampiran Perhitungan Waktu Baku Untuk melakukan perhitungan waktu baku setiap operasi dibutuhkan data tentang rating factor dari operator yang diamati dan data allowance yang diberikan. Tenaga kerja pada bagian produksi memiliki kemampuan kerja normal sehingga p=1. Sedangkan waktu standar diperoleh dengan menambahkan allowance. Hasil lengkap perhitungan allowance, disajikan dalam Lampiran 4.1 Selanjutnya perhitungan waktu baku (Wb) tiap operasi dilakukan dengan menggunakan rumus : Wn = Waktu observasi rata-rata x Performance Rating 100% Wb = Wn 100% % Allowance Sebagai contoh berikut perhitungan waktu baku untuk operasi pemotongan tripleks : maka : x = 8,15 menit; Rf = 1,00; All = 19% Wb = Waktu observasi rata-rata x Performance Rating x 100% 100% % Allowance Wb = 8,15 x 1,00 x = 10,06 menit Jadi waktu baku untuk pemotongan tripleks adalah 10,06 menit.

134 Hasil perhitungan waktu baku operasi untuk spring bed Platinum lainnya disajikan dalam tabel Tabel Perhitungan Waktu Baku Tiap Operasi (menit) Komponen No. Operasi Waktu Rating Allowance Waktu Rata-rata Factor (%) Standar 1 Perakitan rangka 7,57 1,00 22,00 9,90 2 Perekatan goni bagor (E 3100J) 3,17 1,00 22,00 4,14 3 Pemotongan busa 0,90 1,00 17,00 1,10 4 Pemotongan hard padd 0,42 1,00 17,00 0,52 5 Penjahitan kain quilting 2,29 1,00 11,00 2,65 6 Pemotongan kain quilting 1,74 1,00 11,00 1,99 8 Perakitan 6,24 1,00 19,50 8,13 9 Perekatan non woven (E 3100J) 3,77 1,00 19,50 4,91 10 Penjahitan lis 1,29 1,00 17,00 1,57 11 Pembungkusan 4,82 1,00 18,00 5,94 Dipan 12 Pemasangan kaki 2,40 1,00 18,00 2,95 1 Perakitan per bulat (mesin RAM) 19,01 1,00 14,50 22,01 2 Perakitan per pinggir 14,25 1,00 17,00 17,00 3 Pemotongan busa 2,99 1,00 17,00 3,68 4 Pemotongan hard padd 1,03 1,00 17,00 1,26 5 Pengguntingan kain blacu 0,93 1,00 18,50 1,16 Matras 6 Jahit quilting 4,76 1,00 11,00 5,51 7 Pemotongan kain quilting 3,06 1,00 17,00 3,76 8 Penjahitan kain quilting 9,07 1,00 17,00 11,04 9 Perekatan 19,18 1,00 19,50 25,01 10 Penjahitan lis 13,15 1,00 17,00 16,00 11 Pembungkusan 8,12 1,00 18,00 10,00 Tabel Perhitungan Waktu Baku Tiap Operasi (Lanjutan) Waktu Ratarata Factor (%) Standar Rating Allowance Waktu Komponen No. Operasi Sandaran 1 Pemotongan tripleks 8,15 1,00 19,00 10,57

135 2 Pengoboran tripleks 0,69 1,00 19,00 0,90 3 Pemotongan kayu 2,86 1,00 19,00 3,71 4 Pemotongan busa 0,34 1,00 17,00 0,42 5 Pemotongan kain oscar 2,81 1,00 18,50 3,52 6 Perekatan (E 3100J) 7,97 1,00 16,50 9,73 7 Pembungkusan (E 3100J) 7,48 1,00 18,00 9,21 8 Pemasangan kaki 4,92 1,00 18,00 6,06 Selengkapnya waktu baku pengerjaan masing-masing tipe spring bed dapat dilihat pada Tabel Tabel Hasil Perhitungan Waktu Baku Tiap Produk (menit) No Stasiun Kerja Platinum Gold Silver Bigline 1 Perakitan per bulat (mesin RAM) 22,00 19,00 17,00 17,00 2 Perakitan per pinggir 16,00 15,00 14,00 14,00 3 Pemotongan busa 3,68 3,63 3,56 3,54 4 Pemotongan hard padd 1,26 1,21 1,17 1,17 5 Pengguntingan kain blacu 1,16 1,16 1,13 1,12 6 Jahit quilting 5,51 5,45 5,38 5,36 7 Pemotongan kain quilting 3,76 3,72 3,69 3,67 8 Penjahitan kain quilting 11,04 10,94 10,86 10,83 9 Perakitan 25,00 23,00 22,00 22,00 10 Penjahitan lis 16,00 15,00 14,00 14,00 11 Pembungkusan 10,00 10,00 10,00 10,00 Setelah menghitung waktu baku masing-masing tipe spring bed, maka dapat dihitung kapasitas rata-rata stasiun kerja per hari untuk semua tipe spring bed. Tabel Perhitungan Kapasitas untuk Setiap Stasiun Kerja Stasiun Kerja Rata-rata Kapasitas (unit/hari) Perakitan per bulat (mesin RAM) Perakitan per pinggir

136 Pemotongan busa Pemotongan hard padd Pengguntingan kain blacu Jahit quilting Pemotongan kain quilting Penjahitan kain quilting Perakitan Penjahitan lis Pembungkusan Penentuan Fungsi Kendala Operasi PT. CAKUP mengizinkan adanya penambahan jam kerja lembur sebanyak 3 jam per hari. Sehingga total jam kerja lembur untuk jangka waktu 1 bulan dapat dihitung dengan rumus: Waktu kerja yang tersedia = waktu kerja lembur/hari x jumlah hari kerja/bulan Sebagai contoh untuk bulan Januari: Waktu kerja lembur = 3 jam/hari x 25 hari = 75 jam = 4500 menit. Data yang digunakan untuk memformulasikan kendala ketersediaan jam kerja diambil dari Tabel 5.4. dimana waktu baku yang paling panjang akan diambil sebagai fungsi kendala karena merupakan lintasan kritis dalam proses pembuatan spring bed. Fungsi kendala yang digunakan adalah pada stasiun kerja perakitan per bulat dengan formulasi sebagai berikut: 22 X X X X Penentuan Fungsi Kendala Ketersediaan Bahan Baku

137 Berdasarkan hasil wawancara, penulis menyimpulkan bahwa keterbatasan bahan baku disebabkan oleh biaya pembelian dan pemesanan yang tinggi, waktu pengiriman yang panjang, dan biaya simpan yang tinggi. Tiga bahan baku yang mempunyai keterbatasan penyediaannya oleh perusahaan yaitu per bulat, busa dan kain quilting. PT. CAKUP mempunyai kebijakan untuk mengadakan penambahan bahan baku ini untuk mengantisipasi apabila terjadi kenaikan permintaan. Penambahan bahan baku rata-rata yang diizinkan perusahaan dapat dilihat pada Tabel Tabel Rata-rata Penambahan Bahan Baku Tiap Bulan Nama Bahan Baku Penambahan Bahan Baku tiap Bulan Per Bulat (unit) Busa (m 3 ) 100 Kain Quilting (m 3 ) 85 Sumber: PT Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun 2009 Data yang digunakan untuk memformulasikan fungsi kendala ketersediaan bahan baku diambil dari Tabel 5.7. Untuk membuat 1 unit matras untuk masingmasing tipe dibutuhkan per bulat sebanyak: Platinum Gold Silver Bigline = 510 unit = 450 unit = 430 unit = 430 unit Maka fungsi pembatas untuk ketersediaan per bulat adalah: 510 X X X X

138 Berikutnya formulasi fungsi kendala untuk ketersediaan bahan baku busa. Misalnya untuk masing-masing tipe ketebalan busa yang digunakan adalah setebal 4,5 cm (gabungan busa NG dan AII). Karena busa digunakan untuk lapisan atas dan bawah, maka ketebalan busa dikalikan dua sehingga ketebalan total adalah 9 cm. Ketersediaan busa di gudang menurut perusahaan rata-rata adalah 140 m 3. Untuk mengetahui berapa ketebalan dari volume busa ini dapat dihitung dengan membagikan volumenya dengan panjang dan lebar busa yang akan digunakan untuk 1 unit matras, yakni panjang 2 m dan lebar 1,8 m. Sehingga fungsi kendala untuk bahan baku busa bulan Januari 2009 adalah: 9 X X X X 4 (140 m 3 /(2 m x 1,8 m)) (240 m 3 /(2 m x 1,8 m)) 9 X X X X Kemudian untuk ketebalan kain quilting dapat dihitung dengan cara yang sama dengan cara menghitung ketebalan busa, untuk mengetahui ketebalan kain quilting, volume kain yang tersedia digudang dibagi dengan panjang kain 2,06 m dan lebar kain 1,86 m. Sehingga diperoleh fungsi kendala untuk bahan baku kain quilting bulan Januari 2009 adalah: 6 X 1 + 4,8 X 2 + (1,4 x 2) X 3 + (1,4 x 2) X 4 (115 m 3 /(2,06m x 1,86 m)) - (200 m 3 /(2,06m x 1,86 m)) 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X

139 Penentuan dan Formulasi Fungsi Kendala Jumlah Produksi Minimum (BEP) Fungsi kendala keempat merupakan fungsi kendala jumlah produksi minimum yang memenuhi batasan BEP (break even point) dalam unit produksi. Dalam penelitian ini, diasumsikan bahwa jumlah produksi harus lebih besar atau sama dengan jumlah produksi minimum yang diterapkan perusahaan. Dari Tabel 5.9 dapat diketahui jumlah produksi minimum untuk tiap tipe spring bed. Formulasi fungsi kendala untuk jumlah produksi minimum pada bulan Januari 2009 misalnya adalah sebagai berikut: 1. Platinum : X Golden : X Silver : X Bigline : X Formulasi Model Fungsi Tujuan Fungsi tujuan adalah untuk memaksimumkan keuntungan (z). keuntungan per unit produk dapat dihitung dengan mengurangkan harga penjualan dengan harga pokok produksi Keuntungan penjualan 1 unit Platinum = Rp Keuntungan penjualan 1 unit Gold = Rp Keuntungan penjualan 1 unit Silver = Rp Keuntungan penjualan 1 unit Bigline = Rp

140 bed adalah: Maka fungsi tujuan untuk memaksimumkan keuntungan penjualan spring X X X X Formulasi Model Linear Programming Setelah memformulasikan fungsi-fungsi kendala dan fungsi tujuan secara terpisah, maka perlu dilakukan penyatuan semua fungsi kendala dengan fungsi tujuan untuk memperoleh model yang lengkap. Dengan memperhatikan Tabel 5.4, Tabel 5.8, Tabel 5.17, Tabel 5.19, dan Tabel 5.21 maka dapat diperoleh model linear programming sebagai berikut: 1. Bulan Januari 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (100-66) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa

141 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan Februari 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (102-68) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X 3 314

142 X Bulan Maret 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (103-69) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan April 2009 Max X X X X 4

143 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (105-71) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan Mei 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( )

144 X 4 (107-73) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan Juni 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (108-74) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia

145 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan Juli 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (110-76) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting

146 d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan Agustus 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (112-78) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X 4 76

147 9. Bulan September 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (114-80) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan Oktober 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala:

148 a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (116-82) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan November 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (118-84) b. Jam kerja yang tersedia

149 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Bulan Desember 2009 Max X X X X 4 Dengan kendala: a. Perkiraan jumlah permintaan X 1 ( ) X 2 ( ) X 3 ( ) X 4 (120-86) b. Jam kerja yang tersedia 22 X X X X c. Bahan baku yang tersedia 510 X X X X per 9 X X X X busa 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting

150 d. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X Penyelesaian Model Linear Programming untuk Batas Maksimum Nilai ini diperoleh dengan menggunakan nilai atas untuk masing-masing kendala sehingga diperoleh nilai maksimum untuk fungsi tujuan. Hal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan metode simplex. Fungsi tujuan: Max X X X X 4 Dengan kendala: 1. Jumlah permintaan - X X X X Jam kerja 22 X X X X Bahan baku

151 510 X X X X per (unit) 9 X X X X busa (cm) 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting (cm) 4. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X 4 66 Model linear programming ini dapat diselesaikan dengan metode simplex dengan langkah-langkah penyelesaiaan berikut: Program linear diatas dikoversikan ke bentuk baku dengan menambahkan slack variable, menjadi: Max X X X X 4 Dengan kendala: X 1 + S1 = 174 X 2 + S2 = 121 X 3 + S3 = 432 X 4 + S4 = X X X X 4 + S5 = X X X X 4 + S6 = X X X X 4 + S7 = X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X 4 + S8 = 5211 X 1 - S9 + A9 = 138

152 X 2 S10 + A10 = 61 X 3 S11 + A11 = 314 X 4 S12 + A12 = 66 Kemudian membuat table simplex awal seperti pada Tabel 5.23 berikut:

153 Untuk menghitung nilai Z adalah dengan mengalikan Cb dengan konstanta yang sama ) ( = = M M M M Z Untuk menghitung nilai Crow adalah: j B j j P C C C = Sebagai contoh perhitungan Crow untuk kolom ke-1 yaitu: ) ( = = C

154 Langkah selanjutnya: - Ganti salah satu variable basis (leaving variable) menjadi variabel nonbasis (entering variable), kemudian variabel nonbasis dipasang menempati tempatnya. - Pilih variabel basis yang akan diganti sehingga pertukarannya akan memberikan perbaikan maksimum. Untuk menentukan kolom mana yang akan menjadi entering variable, maka kita harus memilih nilai Crow yang paling positif yaitu 200 dan untuk menentukan baris yang akan menjadi leaving variable digunakan hokum rasio minimum, dengan rumus: Rasio minimum: Konstanta baris ke-i / nilai pada baris ke-i kolom entering variable. Kolom pivot : kolom entering variable Baris pivot : baris leaving variable Elemen pivot : elemen perpotongan kolom dan baris pivot. Contoh perhitungan rasio minimum untuk table simplex awal diatas adalah: Baris 1= 174/1 = 174 Baris 2= 121/0 = ~ Baris 3= 432/0 = ~ Baris 4= 100/0 = ~ Baris 5= 16200/22 = 736,36 Baris 6= /510 = 666,67 Baris 7= 6667/9 = 740,78

155 Baris 8= 5211/6 = 868,5 Baris 9 = 138/1 = 138 Baris 10 = 61/0 = ~ Baris 11 = 314/0 = ~ Baris 12 = 66/0 = ~ Dari perhitungan terlihat bahwa nilai minimum adalah 138, sehingga baris yang menjadi baris pivot adalah baris 9. sehingga elemen pivot adalah kolom 1 baris 9, oleh karena itu variable masuk adalah X1 dan variable keluar adalah A9. untuk menghitung sistem kanonikal yang baru elemen pivot harus dijadikan 1 dan elemen lain dalam kolom pivot harus nol. Sehingga diperoleh table simplex selengkapnya yang dapat dilihat dari Tabel 5.24 sampai Tabel 5.32: Diperoleh nilai keuntungan maksimum Z = Rp ,2dengan nilai variabel yaitu: Tipe Platinum (X1) Tipe Gold (X2) Tipe Silver (X3) Tipe Bigline (X4) = 174 unit = 121 unit = 432 unit = 26 unit Dengan fungsi pembatas yang ketat adalah penggunaan bahan baku per bulat yang menggunakan seluruh variabel pembatas.

156 Penyelesaian Model Linear Programming untuk Batas Minimum Nilai ini diperoleh dengan menggunakan nilai bawah untuk masingmasing kendala sehingga diperoleh nilai minimum untuk fungsi tujuan. Hal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan metode simplex. Fungsi tujuan: Max X X X X 4 Dengan kendala: 1. Jumlah permintaan X X 2 31 X X Jam kerja 22 X X X X Bahan baku 510 X X X X per (unit) 9 X X X X busa (cm) 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting (cm) 4. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X 4 66

157 Dengan cara yang sama seperti diatas, diperoleh nilai keuntungan minimum Z = Rp ,9 dengan nilai variabel yaitu: Tipe Platinum (X1) Tipe Gold (X2) Tipe Silver (X3) Tipe Bigline (X4) = 170 unit = 31 unit = 393 unit = 41 unit Dengan fungsi pembatas yang ketat adalah penggunaan jam kerja yang menggunakan seluruh jam kerja produksi Penyelesaian Model Fuzzy Linear Programming max λ λ( z i u s.t. λp + λ, x Fungsi tujuan: Max λ Dengan kendala: j z ) cx z n i i= 1 0 a ij x j i l b + p i ( i N m ( j N n ) ) ,3 λ X X X X Jumlah permintaan X X X 3 432

158 X Jam kerja 4500 λ X X X X Bahan baku λ X X X X per (unit) 2778 λ + 9 X X X X busa 2210 λ + 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X kain quilting 4. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X 4 66 Program linear ini dapat diselesaikan dengan metode simplex sehingga diperoleh nilai Z optimum Z = Rp dengan nilai variabel yaitu: Tipe Platinum (X1) Tipe Gold (X2) Tipe Silver (X3) Tipe Bigline (X4) = 172 unit = 96 unit = 412 unit = 70 unit Dengan cara dan metode yang sama diperoleh jumlah produksi untuk masing-masing tipe springbed selama 12 bulan tahun 2009 yang dapat dilihat pada Tabel 5.32

159 . Tabel Rencana Produksi Bulan Januari Desember 2009 Bulan Platinu m Gol d Silve r Biglin e Keuntungan, Z (Rp) Nilai λ Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus Septembe r Oktober Nopembe r Desember ,645 0,639 0,648 0,651 0,592 0,620 0,621 0,694 0,642 0,547 0,591 0,650 Dengan demikian untuk memenuhi rencana produksi yang telah diperoleh dengan pendekatan fuzzy linear programming dapat dihitung kebutuhan sumberdaya setiap bulannya yang dapat dilihat pada Tabel 5.34.

160 Tabel Kebutuhan Sumberdaya Bulan Januari Desember 2009 Bulan Jam kerja (menit) Per (unit) Busa (cm 3 ) Kain (cm 2 ) Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Pengolahan Data untuk Penjadualan Produksi Penentuan Jumlah Produksi Per Hari Rencana produksi per bulan diuraikan untuk mendapatkan rencana produksi harian dengan memperhatikan persediaan yang ada. Perusahaan

161 memiliki persediaan awal 2 unit spring bed untuk masing-masing tipe. Dengan melakukan penyesuaian terhadap jumlah persediaan setiap bulannya, maka dapat ditentukan jumlah produksi harian untuk memenuhi permintaan yang diramalkan. Dalam hal ini jumlah spring bed yang diproduksi sama setiap harinya dalam satu bulan perencanaan, selengkapnya dapat dilihat pada Tabel Tabel Jumlah Produksi Spring bed Per Hari Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Hari Jumlah Jumlah Produksi Per Hari (unit) Hari Platinum Gold Silver Bigline Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu

162 Nopember Desember Senin-Kamis Jumat Sabtu Senin-Kamis Jumat Sabtu Dengan jumlah produksi per hari yang telah ditentukan, maka dapat dilihat perbandingan antara jumlah produksi, jumlah permintaan dan jumlah persediaan setiap bulannya seperti pada Tabel Inisiasi Penjadualan Produksi Setelah diperoleh jumlah produk yang akan diproduksi per harinya maka dilakukan penjadulan untuk menentukan urutan produk berdasarkan prioritas produk yang diperoleh dengan menggunakan logika fuzzy untuk stasiun perakitan per bulat yang merupakan awal proses produksi kemudian penjadualan diselesaikan dengan menerapkan metode FIFO (First In First Out) sederhana untuk stasiun kerja berikutnya. Inisialisasi penjadualan dilakukan dengan menggunakan prinsip pengurutan waktu pemrosesan terlama (longest processing time). Hasil perhitungan waktu baku tiap produk dapat dilihat pada Tabel Tabel Hasil Perhitungan Waktu Baku Tiap Produk (menit) No Stasiun Kerja Platinum Gold Silver Bigline 1 Perakitan per bulat (mesin RAM) 22,00 19,00 17,00 17,00 2 Perakitan per pinggir 16,00 15,00 14,00 14,00 3 Pemotongan busa 3,68 3,63 3,56 3,54 4 Pemotongan hard padd 1,26 1,21 1,17 1,17 5 Pengguntingan kain blacu 1,16 1,16 1,13 1,12 6 Jahit quilting 5,51 5,45 5,38 5,36 7 Pemotongan kain quilting 3,76 3,72 3,69 3,67 8 Penjahitan kain quilting 11,04 10,94 10,86 10,83

163 9 Perakitan 25,00 23,00 22,00 22,00 10 Penjahitan lis 16,00 15,00 14,00 14,00 11 Pembungkusan 10,00 10,00 10,00 10,00 Dari hasil perhitungan waktu baku diperoleh pengurutan produk berdasarkan LPT maka diperoleh pengurutan awal untuk penjadualan produksi yang dapat dilihat pada Tabel Tabel Inisiasi Penjadualan dengan Metode Longest Processing Time Urutan Produk Platinum Gold Silver Bigline Selanjutnya dilakukan penyesuaian pengurutan berdasarkan prioritas produksi yang berdasarkan tingkat produksi dan waktu proses Tingkat Produksi Variabel tingkat produksi diperoleh dari rata-rata jumlah produk yang akan diproduksi per harinya. Nilai Keanggotaan Low High Unit Gambar 5.4. Fungsi Keanggotaan Tingkat Produksi

164 Tabel Perbandingan Jumlah Produksi, Permintaan, dan Persediaan Spring bed Bulan Platinum (unit) Gold (unit) Silver (unit) Bigline (unit) Produksi Permintaan Persediaan Produksi Permintaan Persediaan Produksi Permintaan Persediaan Produksi Permintaan Persediaan Rata-rata

165 Jumlah produk 8 unit dan diatasnya memiliki prioritas tertinggi dengan fungsi nilai keanggotaan adalah: 1; PR 8 µ [ PR] = 8 0 PR < 8 PR Waktu Proses Variabel waktu proses diperoleh dari rata-rata pengerjaan setiap produk pada stasiun perakitan per bulat yang merupakan proses terlama pada lintasan produksi. Tabel Waktu Proses Terlama pada Lintasan Produksi (menit) Waktu Operasi Platinum Gold Silver Bigline Perakitan per bulat (mesin RAM) 22,00 19,00 17,00 17,00 Waktu setup 3,00 2,00 2,00 2,00 Nilai Keanggotaan Short Long Menit Gambar 5.5. Fungsi Keanggotaan Waktu Proses Waktu proses 18 menit atau kurang memiliki prioritas tertinggi dengan nilai keanggotaan 1, dan fungsi nilai keanggotaannya adalah:

166 1; WP 18 µ [ WP] = 24 WP 18 < PR Aturan Fuzzy Untuk melihat hubungan variabel-variabel fuzzy diatas maka dibentuk aturan-aturan fuzzy berikut: IF Tingkat produksi High AND Waktu Proses Short THEN Prioritas Produk High IF Tingkat produksi Low AND Waktu Proses Long THEN Prioritas Produk Low Sebagai contoh: Tipe Platinum: IF Tingkat produksi (8 unit) AND Waktu Proses (22 menit) THEN Prioritas Produk Low µ Pr ioritas = min( µ TP[8], µ WP[22]) = min(1;0,333) = 0,333 Nilai 0,333 menunjukkan derajat keanggotaannya didalam aturan fuzzy yang dibuat. Tipe Gold: IF Tingkat produksi (4 unit) AND Waktu Proses (19 menit) THEN Prioritas Produk Low µ Pr ioritas = min( µ TP[4], µ WP[19]) = min(0,5;0,833) = 0,5 Tipe Silver:

167 IF Tingkat produksi (18 unit) AND Waktu Proses (17 menit) THEN Prioritas Produk High µ = min( µ TP[18], WP[17]) = min(1;1) = 1 Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel Tabel Nilai Prioritas Setiap Tipe Spring Bed Pr ioritas µ Tipe Platinum Gold Silver Fungsi Keanggotaan Jumlah Tingkat Waktu Produksi Prioritas Produksi Proses

168 Bigline Dari Tabel 5.40 dapat ditentukan urutan produk yang akan dikerjakan terlebih dahulu pada stasiun kerja perakitan per bulat dengan melihat nilai prioritasnya, yaitu: Tabel Urutan Proses Produksi Pada Stasiun Kerja Perakitan Per Bulat Urutan Tipe Produk ke- 1 Silver Bigline Gold Silver 16 5 Platinum Silver Platinum 7-8 Gantt Chart penjadulan bulan Januari selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 5.6 sampai Gambar 5.8. Waktu penyelesaian rata-rata untuk bulan Januari dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Kebutuhan jam ker ja F = Jumlah produksi bulan Januari = = 18,38menit

169 Stasiun Kerja Perakitan Per bulat S12 S13 S14 S15 B1 B2 B3 G1 G2 S16 P2 P3 P4 P5 P6 G3 G4 S17 S18 P7 P8 P1 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 Perakitan Per Pinggir S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 B1 B2 B3 G1 G2 S16 P2 P3 P4 P5 P6 G3 G4 S17 S18 P7 P8 P1 S1 S2 S3 S4 S5 Perekatan Hardpadd S1 S3 P1 S7 S9 S11 S13 S15 B2 G1 S16 P3 P5 G3 S17 P7 Perekatan Hardpadd S2 S4 S5 S6 S8 S10 S12 S14 B1 B3 G2 P2 P4 P6 G4 S18 P8 Penjahitan List S1 S2 S3 S4 S5 P1 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 B1 B2 B3 G1 G2 S16 P2 P3 P4 P5 P6 G3 G4 P7 P8 Pembungkusan S1 S2 S3 S4 S5 P1 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 B1 B2 B3 G1 G2 S16 P2 P3 P4 G3 G4 P7 P Jam Kerja Reguler Jam Kerja Reguler Jam Kerja Lembur (menit) Keterangan : P1 Platinum G1 Gold S1 Silver B1 Bigline Waktu Setup Gambar 5.6. Gantt Chart Penjadualan Hari Kerja Senin-Kamis

170 Stasiun Kerja Perakitan Per bulat S12 S13 S14 B1 B2 B3 G1 G2 P2 P3 P4 G3 G4 P5 P6 P1 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 Perakitan Per Pinggir S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 B1 B2 B3 G1 G2 P2 P3 P4 G3 G4 P5 P6 P1 S1 S2 S3 S4 Perekatan Hardpadd S1 S3 P1 S7 S9 S11 S13 B1 B3 G1 P2 P4 G4 P6 S1 S3 Perekatan Hardpadd S2 S4 S5 S6 S8 S10 S12 S14 B2 G2 P3 G3 P5 P1 S2 S4 Penjahitan List S1 S2 S3 S4 S5 P1 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 B1 B2 B3 G1 G2 P2 P3 P4 G3 G4 P5 P6 Pembungkusan S1 S2 S3 S4 S5 P1 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 B1 B2 B3 G1 G2 P2 P3 P4 G3 G4 P5 P Jam Kerja Reguler Jam Kerja Reguler Jam Kerja Lembur (menit) Keterangan : P1 Platinum G1 Gold S1 Silver B1 Bigline Waktu Setup Gambar 5.7. Gantt Chart Penjadualan Hari Kerja Jumat

171 Stasiun Kerja Perakitan Per bulat S12 S13 S14 B1 B2 G1 G2 G3 P2 P3 P4 P1 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S6 S11 S7 S8 S9 S10 Perakitan Per Pinggir S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 B1 B2 G1 G2 G3 P2 P3 P4 P1 S1 S2 S3 S4 S5 Perekatan Hardpadd S1 S3 P1 S7 S9 S11 S13 B1 G1 G3 P3 Perekatan Hardpadd S2 S4 S5 S6 S8 S10 S12 S14 B2 G2 P2 P4 Penjahitan List S1 S2 S3 S4 S5 P1 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 B1 B2 B3 G1 G2 G3 P2 P3 P4 Pembungkusan S1 S2 S3 S4 P1 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 B1 B2 B3 G1 G2 G3 P2 P3 P Jam Kerja Reguler Jam Kerja Reguler Jam Kerja Lembur Keterangan : P1 Platinum G1 Gold S1 Silver B1 Bigline (menit) Waktu Setup Gambar 5.8. Gantt Chart Penjadualan Hari Kerja Sabtu

172 BAB VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH 6.1. Perencanaan Produksi dan Penjadualan Awal Pada PT. CAKUP Selama ini PT. CAKUP melakukan perencanaan produksi dengan meramalkan jumlah permintaan berdasarkan data masa lalu. Dari bulan Januari tahun 2006 sampai bulan Desember tahun 2008 terjadi fluktuasi permintaan yang mengakibatkan perencanaan produksi yang dilakukan oleh PT. CAKUP menjadi tidak akurat sehingga perusahaan mengalami kelebihan dan kekurangan produksi selama periode perancanaan sehingga penggunaan sumberdaya yang ada tidak optimal dan keuntungan yang diperoleh menjadi tidak maksimum. Oleh karena itu perlu diterapkan suatu metode yang dapat meredam fluktuasi yang terjadi dan perencanaan produksi yang dilakukan lebih akurat dari perencanaan produksi yang biasa dilakukan Analisis Peramalan Penjualan Produk Spring Bed Data penjualan yang diperoleh dari tahun 2006 sampai tahun 2008 menunjukkan adanya hubungan yang berkaitan dengan waktu (time series) yang dapat dilihat dengan nilai autokorelasi yang dekat dengan satu sehingga dapat dipilih metode peramalan yang paling interpretatif terhadap data yang ada. Metode peramalan yang terpilih adalah metode peramalan regresi dengan pendekatan kuadratis dan metode single exponential smoothing kemudian dipilih yang memiliki penyimpangan (error) terkecil terhadap data sebenarnya. Hasil

173 peramalan yang diperoleh diuji kehandalannya dengan menggunakan metode tracking signal. Kemudian dilakukan pengendalian peramalan dengan menggunakan metode fitting line, karena data yang digunakan ada 36 data maka dapat diasumsikan bahwa nilai peramalan yang diperoleh berdistribusi normal sehingga diperoleh batas atas dan batas bawah peramalan. Interpretasi hasil peramalan dapat dilihat pada Tabel 6.1. Tabel 6.1. Hasil Peramalan untuk Tiap Tipe Sping Bed Tahun 2009 Platinum Gold Silver Bigline Bulan Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Batas Atas Batas Bawah Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Analisis Jumlah Produksi Minimum (Break Event Point) Suatu perusahaan diharapkan dapat berproduksi minimal mencapai keadaan dimana perusahaan tidak mengalami kerugian dan tidak juga mengalami keuntungan yang disebut dengan titik impas atau titik pulang pokok. Jumlah produk yang terjual diatas titik ini merupakan keuntungan bagi perusahaan. Dari pengalaman masa lalu diperoleh bahwa titik impas diperoleh pada jumlah 80%

174 dari penjualan. Sehingga dari metode peramalan terpilih dapat diperoleh jumlah produksi minimum yang harus dipenuhi oleh perusahaan seperti pada Tabel 6.2. Tabel 6.2. Jumlah Produksi Minimum Perusahaan Bulan Tipe (Unit) Platinum Gold Silver Bigline Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Analisis Perhitungan Waktu Standar Untuk melakukan perhitungan waktu standar perlu dilakukan uji keseragaman data dan uji kecukupan data. Uji keseragaman data menunjukkan apakah suatu data diperoleh dari suatu sumber yang sama sedangkan uji kecukupan data menunjukkan apakah sample data yang diambil sudah mencukupi untuk melakukan perhitungan. Untuk memperoleh waktu standar terlebih dahulu menghitung waktu normal yaitu dengan mengalikan waktu rata-rata terpilih dengan suatu factor yang ditentukan oleh peneliti. Pada penelitian ini diasumsikan bahwa operator yang bekerja pada setiap operasi bekerja dengan normal sehingga nilai pengalinya sama dengan 1.

175 Waktu standar diperoleh dengan memberikan kelonggaran (allowance) terhadap waktu normal yang diperoleh. Sebagai contoh berikut perhitungan waktu baku untuk operasi pemotongan tripleks : maka : x = 8,15 menit; Rf = 1,00; Allowance = 19% Wb = Waktu observasi rata-rata x Performance Rating x 100% 100% % Allowance Wb = 8,15 x 1,00 x = 10,06 menit Jadi waktu baku untuk pemotongan tripleks adalah 10,06 menit. Hasil selengkapnya untuk perhitungan waktu baku pengerjaan masingmasing produk disetiap stasiun kerja dapat dilihat pada Tabel 6.3. Tabel 6.3. Hasil Perhitungan Waktu Baku Tiap Produk (menit) No Stasiun Kerja Platinum Gold Silver Bigline 1 Perakitan per bulat (mesin RAM) 22,00 19,00 17,00 17,00 2 Perakitan per pinggir 16,00 15,00 14,00 14,00 3 Pemotongan busa 3,68 3,63 3,56 3,54 4 Pemotongan hard padd 1,26 1,21 1,17 1,17 5 Pengguntingan kain blacu 1,16 1,16 1,13 1,12 6 Jahit quilting 5,51 5,45 5,38 5,36 7 Pemotongan kain quilting 3,76 3,72 3,69 3,67 8 Penjahitan kain quilting 11,04 10,94 10,86 10,83 9 Perakitan 25,00 23,00 22,00 22,00 10 Penjahitan lis 16,00 15,00 14,00 14,00 11 Pembungkusan 10,00 10,00 10,00 10, Analisis Perhitungan Ketersediaan Bahan Baku

176 Tiap tipe spring bed di PT. CAKUP dibedakan oleh beberapa bahan baku seperti banyak per bulat yang digunakan, kletebalan busa dan kain quilting. Ketiga bahan baku ini juga memiliki keterbatasan di gudang karena beberapa alasan seperti biaya simpan yang tinggi, lead time yang panjang dan kapasitas gudang yang tersedia. Selain itu perusahaan juga dapat menambah ketersediaan bahan baku ini pada jumlah tertentu. Berdasarkan alasan tersebut, maka penulis menyimpulkan bahwa keterbatasan jumlah ketiga bahan baku tersebut merupakan kendala dalam perusahaan untuk memproduksi spring bed. Tabel 6.4. Rata-rata Ketersediaan Bahan Baku Tiap Bulan Nama Bahan Baku Rata-rata Ketersediaan / Bulan Penambahan Bahan Baku / Bulan Per Bulat (unit) Busa (m 3 ) Kain Quilting (m 2 ) Sumber : PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco Tahun Analisis Penyelesaian Model Fuzzy Linear Programming Model fuzzy linear programming dapat diselesaikan dengan tiga tahap yaitu dengan menyelesaikan model linear programming dengan pembatas maksimum dilanjutkan dengan menyelesaikan model linear programming dengan pembatas minimum kemudian menyelesaikan model fuzzy linear programming. Bentuk fuzzy linear programming adalah sebagai berikut : max λ

177 λ( z s.t. λp i u λ, x + j z ) cx z n i i= 1 0 a ij x j b i l + p i ( i N m ( j N n ) ) dari hasil pengolahan data pada BAB V maka diperoleh model fuzzy linear programming untuk pembuatan tiap spring bed sperti berikut : Fungsi tujuan: Max λ Dengan kendala: (Z u -Z i ) λ X X X X 4 - Z i 1. Jumlah permintaan X X X X Jam kerja P i λ X X X X P i 3. Bahan baku K i λ X X X X K i L i λ + 9 X X X X L i M i λ + 6 X 1 + 4,8 X 2 + 2,8 X 3 + 2,8 X M i per (unit) busa kain quilting

178 4. Jumlah Produksi Minimum X X 2 61 X X 4 66 Hasil perhitungan diperoleh jumlah produksi optimal untuk perencanaan tahun 2009 adalah : Tabel 6.5. Rencana Produksi Bulan Januari Desember 2009 Bulan Platinum Gold Silver Bigline Keuntungan, Z (Rp) Nilai λ Januari ,645 Februari ,639 Maret ,648 April ,651 Mei ,592 Juni ,620 Juli ,621 Agustus ,694 September ,642 Oktober ,547 Nopember ,591 Desember ,650 Dari hasil perencanaan produksi optimal maka dapat diketahui kebutuhan sumberdaya yang harus dipenuhi untuk melakukan produksi yaitu : Tabel 6.6. Kebutuhan Sumberdaya Bulan Januari Desember 2009 Bulan Jam kerja (menit) Per (unit) Busa (cm 3 ) Kain (cm 2 ) Januari Februari Maret

179 April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Nilai λ menunjukkan besarnya tambahan terhadap sumberdaya yang tersedia, sebagai contoh jam kerja normal untuk bulan Januari adalah menit dengan kemungkinan tambahan jam kerja lembur sebesar 4500 menit tetapi yang digunakan hanya 2102 menit yaitu hasil dari (1-0,625) x 4500 menit Perbandingan Hasil Rencana Produksi Untuk melihat bahwa aplikasi Fuzzy Linear Programming memberikan hasil yang lebih baik, maka dilakukan perbandingan antara keuntungan yang diperoleh dari hasil peramalan dan dengan menggunakan linear programming yang dapat dilihat pada Tabel 6.7. Sedangkan untuk melihat perbandingan rencana produksi dapat dilihat pada Tabel 6.8. Tabel 6.7. Perbandingan Keuntungan Rencana Produksi. Keuntungan (Rp) Bulan Linear Fuzzy Linear Peramalan Programming Programming Januari Februari Maret April Mei

180 Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

181 Tabel 6.8. Perbandingan Hasil Rencana Produksi Tipe Platinum Gold Silver Bigline Metode Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des Rata-rata Peramalan Linear Programming Fuzzy Linear Programming Peramalan Linear Programming Fuzzy Linear Programming Peramalan Linear Programming Fuzzy Linear Programming Peramalan Linear Programming Fuzzy Linear Programming

182 L Analisis Penjadualan Produksi Dalam menentukan keputusan yang berkaitan dengan pengurutan ini akan digunakan prinsip pengurutan proses yaitu Longest Processing Time (LPT). Prinsip ini digunakan karena perusahaan menggunakan prinsip pengurutan operasi ini dan stasiun kerja yang menentukan pengurutan ini adalah stasiun perakitan per bulat karena memiliki kapasitas produksi terkecil kemudian pengurutan jenis produk yang dikerjakan menggunakan logika fuzzy berdasarkan banyaknya jumlah produk dari masing-masing tipe spring bed dan lamanya waktu proses pengerjaan. Kemudian pengurutan selanjutnya untuk masing-masing stasiun kerja sampai menghasilkan produk jadi digunakan aturan first in first out. Hasil pengurutan yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 6.9. Tabel 6.9. Urutan Proses Produksi Pada Stasiun Kerja Perakitan Per Bulat Urutan Tipe Produk ke- 1 Silver Bigline Gold Silver 16 5 Platinum Silver Platinum 7-8 Waktu penyelesaian rata-rata untuk bulan Januari dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Kebutuhan jam ker ja F = Jumlah produksi bulan Januari = = 18,38menit

183 L-183 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan Dari uraian yang telah disajikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Aplikasi Fuzzy Linear Programming dapat memberikan solusi yang optimal didalam menentukan rencana produksi untuk memaksimumkan laba dengan penggunaan sumberdaya yang terbatas. 2. Perencanaan produksi yang dilakukan dengan menggunakan Fuzzy Linear Programming dapat memberikan tingkat persediaan yang minimum terhadap perencanaan produksi karena telah memperhitungkan ketersediaan jam kerja. 3. Perencanaan produksi yang dilakukan dengan menggunakan Fuzzy Linear Programming sesuai dengan range peramalan permintaan, oleh karena itu rencana produksi dengan Fuzzy Linear Programming diharapkan dapat meningkatkan produktifitas perusahaan. 4. Penentuan rencana produksi dengan keterbatasan jam kerja dan bahan baku dapat memberikan laba maksimum rata-rata Rp per bulan dan jam kerja yang digunakan rata-rata per bulan sebanyak menit dan bahan baku yang digunakan rata-rata per bulan adalah per bulat sebanyak unit, busa cm 3 dan kain quilting cm 2. Jumlah produksi rata-rata per bulan untuk produk Platinum sebanyak 171 unit, Gold 91 unit, Silver 406 unit dan Bigline 82 unit.

184 L Hasil inisialisasi penjadualan yang dilakukan dengan prinsip pengurutan berupa Longest Processing Time (LPT) menunjukkan mean flow time yang cukup baik yaitu untuk menghasilkan 172 unti Platinum, 95 unit Bigline, 414 unit Silver dan 70 unit Bigline produk spring bed dibutuhkan waktu kerja sebanyak menit dengan demikian rata-rata penyelesaian per unit untuk masing-masing produk adalah 18,38 menit Saran Setelah mempertimbangkan hasil perencanaan produksi yang dilakukan, maka penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut : 1. Perusahaan kiranya dapat mempertimbangkan penggunaan pendekatan Fuzzy Linear Programming dalam melakukan perencanaan produksinya. 2. Perusahaan perlu melakukan analisa dan studi tentang kemungkinan untuk menambah sumber bahan baku terutama per bulat untuk lebih mengoptimalkan jumlah produksi. 3. Disamping ketepatan memenuhi permintaan konsumen, perusahaan juga harus terus memperhatikan kualitas produk yang diproduksi. 4. Agar penerapan perencanaan produksi berjalan dengan baik, maka disarankan kepada perusahaan untuk tetap terus mengawasi proses produksi secara teliti dan akurat.

185 L-185 DAFTAR PUSTAKA Barnes, Ralph. Motion Study and Time Study: Design and Measurement of Work, John Willey & Sons, New York, Baker R, Kenneth. Introduction To Sequencing And Scheduling, New York. John Wiley & Sons Ginting, Rosnani. Diktat Penjadualan Mesin. Medan. Departemen Teknik Industri Hodson, William K. Maynard s Industrial Engineering Handbook, New York. McGraw-Hill, Inc Kusumadewi, Sri. Analisis & Desain Sistem Fuzzy. Yogyakarta. Graha Ilmu Lowndes, V. Fuzzy Modelling Applied to Jobshop Scheduling. Diakses tanggal 12 Maret 2008 Nazir, Moh. Metode Penelitian. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia Pinedo, Michael. Scheduling, Theory, Algorithms, and Systems. New Jersey. Prentice Hall Ross, Timothy J. Fuzzy Logic With Engineering Applications. New York. McGraw-Hill Srinoi, Pramot. Scheduling of Flexible Manufacturing Systems Using Fuzzy Logic. tanggal 12 Maret 2008 Walker, Jack M. Handbook of Manufacturing Engineering, New York. Mercel Dekker Inc. 1996

186 L-186 LAMPIRAN

187 L-187 Lampiran 1. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab No. Posisi Tugas dan Tanggung Jawab 1. Direktur 1. Pemimpin tertinggi di perusahaan yang menetapkan langkah-langkah pokok dalam melaksanakan kebijakan dan sasaran-sasaran perusahaan. 2. Menyetujui dan menandatangani surat-surat penting yang berkenaan dengan perusahaan. 3. Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasional perusahaan serta kontinuitas kegiatan perusahaan dan bertindak sebagai Management Representative. 2. Kepala Divisi Produksi 3. Kepala Divisi Pemasaran 4. Kepala Divisi Finance and Accounting 5. Kepala Divisi Pembelian 6. Kepala Divisi HRD dan General Affair 7. Supervisor Produksi 8. Supervisor Maintenance 9. Supervisor Financial 1. Bertanggung jawab atas semua kegiatan produks i di lantai pabrik. 2. Bertanggung jawab sebagai Deputy Management Representative. 3. Melaksanakan rencana kerja operasional pabrik agar berjalan lancar dan memenuhi target. 4. Melakukan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan pabrik. 1. Bertanggung jawab atas semua aktivitas pemasaran produk perusahaan. 2. Bertanggung jawab atas peningkatan kuantitas penjualan melalui strategi-strategi pemasaran. 1. Bertanggung jawab atas semua aktivitas keuangan perusahaan. 2. Bertanggung jawab atas semua yang berhubungan dengan pembelian barang atau bahan guna operasional perusahaan. 1. Melakukan pemilihan dan evaluasi atas supplier. 2. Mengawasi efektivitas dan efisiensi pembelian. 3. Mengeluarkan Purchasing Order (PO). 1. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan administrasi guna menunjang kontinuitas operasional perusahaan. 2. Bertanggung jawab atas kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya manusia dalam perusahaan. 1. Bertanggung jawab atas seluruh proses pembuatan spring bed. 2. Bertanggung jawab atas pengendalian kualitas spring bed yang diproduksi. 3. Bertanggung jawab atas jumlah produk yang diproduksi. 1. Bertanggung jawab atas seluruh kelangsungan mesin- mesin yang dioperasikan. 2. Bertanggung jawab atas pemeliharaan mesin dan peralatan. 1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi Finance and Accounting sehubungan dengan setiap kegiatan financial.

188 L Supervisor Accounting 11. Supervisor Pembelian 12. Supervisor Keamanan 13. Supervisor Distribusi 14. Supervisor Gudang 15. Supervisor Transportasi 16. Supervisor Penjualan 2. Melaporkan serta membuat pembukuan atas pembayaran pajak. 1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi Finance and Accounting sehubungan dengan setiap pembayaran pajak. 2. Melaporkan serta membuat pembukuan atas setiap kegiatan pembelian. 1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi Pembelian sehubungan dengan setiap kegiatan pembelian. 2. Melaporkan serta membuat pembukuan atas setiap kegiatan pembelian. 1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi HRD dan General affair sehubungan dengan setiap kegiatan keamanan. 2. Melaporkan serta membuat pembukuan atas kegiatan keamanan. 1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi HRD dan General affair sehubungan dengan setiap kegiatan distribusi. 2. Melaporkan serta membuat pembukuan atas kegiatan distribusi. 1. Bertanggung jawab langsung kepada Kepala Divisi Pemasaran sehubungan dengan setiap kegiatan gudang. 2. Melaporkan serta membuat pembukuan atas kegiatan gudang. 1. Bertanggung jawab langsung kepada kepala HRD dan General affair sehubungan dengan setiap kegiatan transportasi. 2. Melaporkan serta membuat pembukuan atas kegiatan distribusi 1. Bertanggung jawab langsung kepada kepala HRD dan General affair sehubungan dengan setiap kegiatan penjualan. 2. Melaporkan serta membuat pembukuan atas kegiatan penjualan 17. Karyawan Karyawan bekerja sesuai dengan job description yang telah ditetapkan perusahaan.

189 L-189 Lampiran 2.1. Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Sandaran Pengukuran Pemotongan Pengeboran Pemotongan Pemotongan tripleks tripleks kayu busa 1 8,14 0,71 2,88 0,35 2 8,11 0,70 2,84 0,37 3 8,13 0,68 2,85 0,38 4 8,13 0,69 2,89 0,32 5 8,11 0,71 2,83 0,35 6 8,13 0,67 2,84 0,33 7 8,16 0,72 2,88 0,32 8 8,13 0,71 2,87 0,32 9 8,18 0,70 2,82 0, ,14 0,69 2,87 0, ,19 0,66 2,81 0, ,12 0,68 2,84 0, ,18 0,71 2,87 0, ,19 0,72 2,90 0, ,17 0,71 2,87 0, ,16 0,66 2,89 0, ,18 0,73 2,83 0, ,12 0,72 2,86 0, ,15 0,66 2,85 0, ,18 0,70 2,84 0, ,10 0,67 2,84 0, ,17 0,67 2,88 0, ,14 0,65 2,88 0, ,16 0,66 2,88 0, ,11 0,65 2,83 0, ,15 0,72 2,85 0, ,18 0,70 2,89 0, ,18 0,70 2,89 0, ,13 0,72 2,83 0, ,19 0,69 2,88 0,33 Jumlah 244,51 20,73 85,76 10,31 Rata-rata 8,15 0,69 2,86 0,34 Simpangan baku 0,03 0,02 0,03 0,02 BKA 8,21 0,74 2,91 0,39 BKB 8,09 0,64 2,81 0,30

190 L-190 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam Lampiran 2.1. Pengukuran Waktu Pembuatan Sandaran (Lanjutan) Pengukuran Pemotongan pemasangan perekatan pembungkusan kain oscar kaki 1 2,85 7,96 7,45 4,94 2 2,79 8,01 7,48 4,90 3 2,84 7,92 7,47 4,96 4 2,83 7,95 7,45 4,91 5 2,79 7,97 7,44 4,96 6 2,83 7,97 7,46 4,91 7 2,80 8,00 7,51 4,92 8 2,79 7,99 7,45 4,91 9 2,78 7,92 7,53 4, ,84 7,99 7,51 4, ,81 8,00 7,46 4, ,78 7,98 7,50 4, ,84 7,98 7,53 4, ,82 7,97 7,51 4, ,83 7,96 7,49 4, ,77 8,00 7,45 4, ,84 7,98 7,50 4, ,81 7,93 7,52 4, ,81 7,98 7,48 4, ,81 7,97 7,48 4, ,77 8,01 7,48 4, ,79 7,96 7,46 4, ,79 7,93 7,53 4, ,82 8,00 7,48 4, ,80 8,00 7,49 4, ,84 7,94 7,47 4, ,84 7,98 7,50 4, ,80 7,93 7,48 4, ,82 7,93 7,44 4, ,84 7,94 7,51 4,89 Jumlah 84,33 239,01 224,44 147,58 Rata-rata 2,81 7,97 7,48 4,92 Simpangan baku 0,02 0,03 0,03 0,03 BKA 2,86 8,02 7,54 4,97

191 L-191 BKB 2,76 7,91 7,43 4,87 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam

192 L-192 Lampiran 2.2. Pengukuran Waktu Pembuatan Matras Platinum Pengukuran Pemotongan Pemotongan Pengguntingan Jahit busa hard padd kain blacu quilting 1 3,03 1,02 0,93 4,76 2 2,97 1,01 0,98 4,80 3 3,01 1,03 0,89 4,80 4 3,02 1,05 0,91 4,72 5 2,95 1,06 0,91 4,72 6 3,01 1,00 0,94 4,74 7 3,03 1,08 0,90 4,73 8 2,99 1,05 0,97 4,80 9 3,01 1,06 0,91 4, ,01 1,02 0,97 4, ,00 1,03 0,92 4, ,99 1,08 0,90 4, ,02 1,00 0,90 4, ,96 1,02 0,92 4, ,96 1,00 0,90 4, ,96 0,99 0,90 4, ,02 0,99 0,92 4, ,98 1,04 0,97 4, ,00 1,01 0,96 4, ,94 1,00 0,89 4, ,96 1,01 0,94 4, ,96 1,07 0,96 4, ,98 1,00 0,95 4, ,01 1,01 0,96 4, ,01 1,07 0,96 4, ,99 1,01 0,98 4, ,02 1,03 0,90 4, ,96 1,03 0,92 4, ,02 0,99 0,90 4, ,99 1,04 0,97 4,80 Jumlah 89,73 30,78 27,89 142,78 Rata-rata 2,99 1,03 0,93 4,76 Simpangan baku 0,03 0,03 0,03 0,03 BKA 3,04 1,08 0,99 4,82 BKB 2,94 0,97 0,87 4,70

193 L-193 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam Lampiran 2.2. Pengukuran Waktu Pembuatan Matras Platinum (Lanjutan) Pengukuran Pemotongan Penjahitan kain quilting kain quilting perekatan Jahit lis pembungkusan 1 3,02 9,08 9,69 2,89 4,06 2 3,04 9,03 9,69 2,84 4,05 3 3,08 9,11 9,67 2,89 4,08 4 3,09 9,05 9,61 2,88 4,03 5 3,03 9,06 9,63 2,85 4,05 6 3,03 9,12 9,65 2,83 4,06 7 3,06 9,07 9,61 2,83 4,03 8 3,07 9,10 9,67 2,83 4,07 9 3,09 9,05 9,60 2,81 4, ,10 9,09 9,63 2,85 4, ,06 9,08 9,68 2,87 4, ,06 9,10 9,69 2,88 4, ,06 9,05 9,63 2,86 4, ,03 9,02 9,66 2,85 4, ,06 9,04 9,64 2,85 4, ,04 9,11 9,63 2,84 4, ,09 9,02 9,66 2,85 4, ,06 9,06 9,68 2,81 4, ,07 9,09 9,60 2,81 4, ,06 9,03 9,62 2,86 4, ,09 9,11 9,69 2,86 4, ,08 9,08 9,67 2,90 4, ,09 9,05 9,68 2,88 4, ,06 9,06 9,63 2,83 4, ,05 9,05 9,62 2,88 4, ,09 9,09 9,60 2,87 4, ,02 9,10 9,69 2,84 4, ,10 9,07 9,60 2,82 4, ,04 9,03 9,63 2,84 4, ,04 9,10 9,62 2,90 4,08 Jumlah 91,88 272,06 289,37 85,59 122,05 Rata-rata 3,06 9,07 9,65 2,85 4,07 Simpangan baku 0,02 0,03 0,03 0,03 0,03 BKA 3,11 9,13 9,71 2,90 4,12

194 L-194 BKB 3,02 9,01 9,58 2,80 4,02 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam Seragam

195 L-195 Lampiran 2.3. Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Matras Gold Pengukuran Pemotongan Pemotongan Pengguntingan Jahit busa hard padd kain blacu quilting 1 2,93 0,97 0,95 4,71 2 2,97 0,94 0,91 4,70 3 2,91 0,98 0,93 4,71 4 2,97 1,01 0,96 4,68 5 2,97 1,01 0,90 4,69 6 2,93 1,01 0,94 4,73 7 2,94 1,00 0,93 4,69 8 2,94 1,00 0,96 4,69 9 2,96 0,98 0,88 4, ,96 0,97 0,90 4, ,96 1,00 0,96 4, ,98 0,97 0,92 4, ,98 0,94 0,92 4, ,97 1,00 0,95 4, ,98 1,02 0,89 4, ,94 0,98 0,93 4, ,96 0,99 0,95 4, ,95 0,98 0,94 4, ,96 0,98 0,90 4, ,96 0,96 0,87 4, ,96 0,95 0,96 4, ,96 0,95 0,90 4, ,95 0,96 0,93 4, ,94 0,96 0,91 4, ,98 0,95 0,96 4, ,93 1,01 0,91 4, ,97 1,02 0,96 4, ,97 0,97 0,90 4, ,99 1,01 0,93 4, ,96 1,00 0,96 4,73 Jumlah 88,71 29,44 27,77 141,18 Rata-rata 2,96 0,98 0,93 4,71 Simpangan baku 0,02 0,02 0,03 0,02 BKA 2,99 1,03 0,98 4,75 BKB 2,92 0,93 0,87 4,66

196 L-196 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam

197 L-197 Lampiran 2.3. Pengukuran Waktu Pembuatan Matras Gold (Lanjutan) Pengukuran Pemotongan Penjahitan kain quilting kain quilting perekatan Jahit lis pembungkusan 1 3,04 8,96 9,56 2,79 4,08 2 3,04 9,01 9,55 2,77 4,08 3 3,03 9,03 9,55 2,81 4,02 4 3,03 9,01 9,54 2,82 4,02 5 2,99 8,95 9,57 2,77 4,07 6 3,01 9,02 9,54 2,84 4,01 7 3,06 8,99 9,57 2,85 4,07 8 2,99 8,95 9,59 2,80 4,08 9 3,01 8,99 9,61 2,76 4, ,03 8,99 9,55 2,83 4, ,06 8,95 9,56 2,79 4, ,01 8,99 9,57 2,78 4, ,02 8,95 9,55 2,80 4, ,00 9,03 9,55 2,78 4, ,03 9,03 9,59 2,80 4, ,04 9,00 9,54 2,76 4, ,00 9,02 9,60 2,79 4, ,07 9,00 9,59 2,78 4, ,02 9,00 9,58 2,80 4, ,99 9,02 9,57 2,84 4, ,99 8,97 9,57 2,80 4, ,01 8,97 9,58 2,81 4, ,99 8,96 9,54 2,85 4, ,04 8,96 9,54 2,78 4, ,03 8,96 9,59 2,83 4, ,06 8,95 9,58 2,82 4, ,01 8,98 9,55 2,78 4, ,02 9,03 9,56 2,80 4, ,01 9,01 9,60 2,81 4, ,07 9,00 9,60 2,82 4,04 Jumlah 90,69 269,63 286,99 84,02 121,10 Rata-rata 3,02 8,99 9,57 2,80 4,04 Simpangan baku 0,02 0,03 0,02 0,02 0,03 BKA 3,07 9,04 9,61 2,85 4,09 BKB 2,98 8,93 9,52 2,75 3,98

198 L-198 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam Seragam

199 L-199 Lampiran 2.4. Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Matras Silver Pengukuran Pemotongan Pemotongan Pengguntingan Jahit busa hard padd kain blacu quilting 1 2,92 0,92 0,91 4,66 2 2,89 0,98 0,91 4,67 3 2,91 0,93 0,94 4,66 4 2,89 0,97 0,93 4,61 5 2,90 0,95 0,87 4,62 6 2,88 0,97 0,91 4,69 7 2,94 0,95 0,89 4,69 8 2,91 0,96 0,85 4,64 9 2,90 0,96 0,85 4, ,87 0,94 0,92 4, ,87 0,92 0,92 4, ,88 0,98 0,91 4, ,87 0,92 0,86 4, ,92 0,98 0,86 4, ,91 0,98 0,90 4, ,89 0,99 0,94 4, ,87 0,94 0,92 4, ,93 0,95 0,88 4, ,92 0,92 0,85 4, ,89 0,93 0,93 4, ,91 0,98 0,92 4, ,92 0,99 0,89 4, ,89 0,99 0,86 4, ,93 0,94 0,93 4, ,93 0,94 0,92 4, ,90 0,92 0,90 4, ,94 0,98 0,90 4, ,89 0,96 0,89 4, ,89 0,95 0,91 4, ,88 0,99 0,92 4,67 Jumlah 87,02 28,66 26,97 139,59 Rata-rata 2,90 0,96 0,90 4,65 Simpangan baku 0,02 0,02 0,03 0,03 BKA 2,94 1,00 0,95 4,70 BKB 2,86 0,91 0,84 4,60

200 L-200 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam

201 L-201 Lampiran 2.4. Pengukuran Waktu Pembuatan Matras Silver (Lanjutan) Pengukuran Pemotongan Penjahitan kain quilting kain quilting perekatan Jahit lis pembungkusan 1 2,99 8,93 9,56 2,74 4,05 2 3,02 8,97 9,52 2,77 4,03 3 3,00 8,95 9,52 2,74 4,05 4 3,00 8,90 9,50 2,80 4,00 5 3,00 8,97 9,51 2,78 4,00 6 3,02 8,91 9,51 2,77 4,03 7 2,98 8,93 9,50 2,77 4,05 8 3,03 8,92 9,51 2,79 4,05 9 3,04 8,95 9,55 2,74 4, ,98 8,93 9,53 2,78 4, ,97 8,92 9,55 2,76 4, ,98 8,90 9,54 2,76 4, ,00 8,91 9,56 2,75 4, ,02 8,97 9,51 2,78 4, ,97 8,89 9,50 2,79 4, ,99 8,91 9,54 2,74 4, ,02 8,89 9,52 2,77 4, ,02 8,91 9,56 2,76 4, ,00 8,92 9,55 2,79 4, ,04 8,97 9,52 2,74 4, ,02 8,93 9,51 2,76 4, ,02 8,90 9,50 2,77 4, ,03 8,90 9,54 2,75 4, ,97 8,91 9,55 2,78 4, ,97 8,96 9,55 2,76 4, ,02 8,95 9,55 2,74 4, ,98 8,89 9,56 2,78 4, ,99 8,91 9,52 2,79 4, ,01 8,91 9,55 2,78 4, ,97 8,92 9,56 2,79 4,05 Jumlah 90,04 267,70 285,91 83,01 121,08 Rata-rata 3,00 8,92 9,53 2,77 4,04 Simpangan baku 0,02 0,03 0,02 0,02 0,02 BKA 3,05 8,98 9,57 2,80 4,08 BKB 2,96 8,87 9,49 2,73 3,99

202 L-202 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam Seragam Lampiran 2.5. Pengukuran Waktu Pembuatan Matras Bigline Pengukuran Pemotongan Pemotongan Pengguntingan Jahit busa hard padd kain blacu quilting 1 2,89 0,95 0,90 4,64 2 2,90 0,94 0,91 4,66 3 2,85 0,92 0,88 4,61 4 2,86 0,96 0,88 4,66 5 2,86 0,98 0,91 4,67 6 2,91 0,96 0,87 4,67 7 2,85 0,97 0,90 4,63 8 2,91 0,93 0,93 4,61 9 2,87 0,92 0,90 4, ,86 0,96 0,85 4, ,89 0,97 0,93 4, ,90 0,96 0,90 4, ,89 0,97 0,86 4, ,87 0,93 0,91 4, ,89 0,91 0,86 4, ,84 0,98 0,92 4, ,89 0,96 0,89 4, ,85 0,97 0,86 4, ,88 0,93 0,92 4, ,89 0,97 0,92 4, ,90 0,98 0,90 4, ,86 0,97 0,92 4, ,86 0,91 0,87 4, ,89 0,97 0,90 4, ,87 0,94 0,92 4, ,91 0,97 0,90 4, ,87 0,95 0,92 4, ,91 0,98 0,91 4, ,85 0,92 0,86 4, ,87 0,97 0,90 4,61 Jumlah 86,31 28,59 26,85 138,89 Rata-rata 2,88 0,95 0,89 4,63 Simpangan baku 0,02 0,02 0,02 0,02 BKA 2,92 1,00 0,94 4,68

203 L-203 BKB 2,83 0,91 0,85 4,58 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam

204 L-204 Lampiran 2.5. Pengukuran Waktu Pembuatan Matras Bigline (Lanjutan) Pengukuran Pemotongan Penjahitan kain quilting kain quilting Perekatan Jahit lis Pembungkusan 1 3,01 8,87 9,49 2,74 3,99 2 2,99 8,88 9,49 2,73 3,98 3 2,99 8,87 9,51 2,76 3,98 4 2,97 8,94 9,52 2,74 4,03 5 2,99 8,89 9,52 2,73 4,01 6 3,01 8,93 9,47 2,76 3,98 7 2,97 8,87 9,53 2,71 3,99 8 3,02 8,88 9,52 2,74 4,02 9 2,99 8,92 9,53 2,71 3, ,96 8,91 9,48 2,73 4, ,02 8,91 9,52 2,72 4, ,00 8,89 9,50 2,76 4, ,01 8,95 9,52 2,73 4, ,99 8,94 9,53 2,77 3, ,99 8,90 9,51 2,72 3, ,95 8,91 9,49 2,74 4, ,96 8,87 9,51 2,72 4, ,98 8,88 9,49 2,71 4, ,98 8,87 9,48 2,73 4, ,95 8,90 9,52 2,73 3, ,97 8,88 9,51 2,76 4, ,99 8,90 9,49 2,75 4, ,99 8,88 9,48 2,77 4, ,02 8,88 9,47 2,74 4, ,00 8,91 9,48 2,73 3, ,01 8,88 9,52 2,75 4, ,98 8,92 9,48 2,77 3, ,00 8,92 9,50 2,74 4, ,96 8,91 9,48 2,73 4, ,96 8,89 9,53 2,75 4,05 Jumlah 89,57 266,95 285,03 82,15 120,22 Rata-rata 2,99 8,90 9,50 2,74 4,01 Simpangan baku 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02 BKA 3,03 8,95 9,54 2,77 4,05 BKB 2,94 8,85 9,46 2,70 3,96

205 L-205 Keterangan Seragam Seragam Seragam Seragam Seragam

206 L-206 Pengukuran Lampiran 2.6. Pengukuran Waktu Operasi (menit) Pembuatan Dipan Perakitan Rangka Perekatan Goni Bagor (etona 3100j) Pemotongan Busa Pemotongan Hardpad Penjahitan Kain Quilitng Pemotongan Kain Quilitng 1 7,55 3,13 0,90 0,41 2,31 1,75 2 7,60 3,13 0,95 0,41 2,32 1,69 3 7,56 3,15 0,90 0,40 2,26 1,77 4 7,59 3,13 0,91 0,46 2,32 1,78 5 7,52 3,19 0,95 0,44 2,25 1,71 6 7,53 3,13 0,88 0,46 2,27 1,71 7 7,58 3,15 0,93 0,41 2,26 1,77 8 7,57 3,17 0,86 0,40 2,31 1,72 9 7,53 3,15 0,86 0,43 2,24 1, ,56 3,17 0,87 0,43 2,32 1, ,60 3,21 0,86 0,44 2,24 1, ,59 3,20 0,91 0,40 2,31 1, ,56 3,19 0,86 0,41 2,31 1, ,61 3,17 0,87 0,44 2,32 1, ,58 3,20 0,91 0,45 2,32 1, ,60 3,15 0,90 0,42 2,27 1, ,56 3,18 0,91 0,41 2,31 1, ,59 3,17 0,90 0,40 2,26 1, ,53 3,18 0,87 0,42 2,31 1, ,52 3,20 0,87 0,43 2,30 1, ,56 3,18 0,90 0,42 2,30 1, ,61 3,16 0,91 0,41 2,27 1, ,61 3,13 0,87 0,43 2,30 1, ,53 3,16 0,93 0,39 2,30 1, ,57 3,18 0,88 0,42 2,25 1, ,54 3,21 0,95 0,43 2,27 1, ,62 3,13 0,94 0,42 2,25 1, ,59 3,19 0,88 0,44 2,25 1, ,53 3,18 0,93 0,47 2,24 1, ,61 3,16 0,88 0,45 2,33 1,73 Jumlah 227,07 95,04 26,90 12,72 68,58 52,06 Rata-rata 7,57 3,17 0,90 0,42 2,29 1,74 Simpangan baku 0,03 0,03 0,03 0,02 0,03 0,03 BKA 7,63 3,22 0,96 0,46 2,35 1,80 BKB 7,51 3,11 0,84 0,38 2,22 1,67 Keterangan seragam seragam seragam seragam seragam seragam

207 L-207 Pengukuran Lampiran 2.6. Pengukuran Waktu Pembuatan Dipan (Lanjutan) Penjahitan Kain Blacu Perekatan Perekatan Plastik Non Woven (etona 3100j) Jahit Lis Pembungkusan Pemasangan Kaki 1 4,02 6,21 3,76 1,30 4,82 2,39 2 3,94 6,23 3,80 1,28 4,83 2,40 3 4,03 6,21 3,77 1,27 4,82 2,38 4 3,96 6,28 3,82 1,27 4,86 2,42 5 3,99 6,19 3,73 1,35 4,83 2,35 6 4,00 6,20 3,73 1,28 4,83 2,40 7 3,99 6,24 3,72 1,31 4,81 2,36 8 4,02 6,25 3,78 1,33 4,77 2,42 9 4,00 6,27 3,81 1,27 4,78 2, ,95 6,28 3,76 1,32 4,79 2, ,99 6,19 3,79 1,33 4,84 2, ,95 6,24 3,80 1,27 4,81 2, ,97 6,23 3,73 1,32 4,86 2, ,95 6,22 3,82 1,26 4,79 2, ,02 6,28 3,79 1,32 4,82 2, ,01 6,28 3,75 1,26 4,83 2, ,01 6,21 3,81 1,26 4,86 2, ,01 6,23 3,78 1,30 4,82 2, ,00 6,22 3,74 1,27 4,84 2, ,00 6,24 3,82 1,29 4,79 2, ,01 6,21 3,77 1,27 4,80 2, ,99 6,27 3,79 1,31 4,80 2, ,01 6,25 3,76 1,32 4,80 2, ,97 6,24 3,73 1,25 4,82 2, ,94 6,23 3,75 1,28 4,85 2, ,96 6,20 3,77 1,26 4,85 2, ,00 6,26 3,73 1,26 4,79 2, ,97 6,26 3,73 1,34 4,80 2, ,97 6,24 3,77 1,30 4,86 2, ,99 6,23 3,73 1,26 4,82 2,42 Jumlah 119,62 187,08 113,02 38,69 144,56 71,95 Rata-rata 3,99 6,24 3,77 1,29 4,82 2,40 Simpangan baku 0,03 0,03 0,03 0,03 0,03 0,02 BKA 4,04 6,29 3,83 1,34 4,87 2,45 BKB 3,94 6,18 3,71 1,23 4,77 2,35 Keterangan seragam seragam seragam seragam seragam seragam

208 L-208 Lampiran 3.1. Uji Kecukupan Data Waktu Sandaran Pengukuran pemotongan tripleks pengeboran tripleks Pemotongan kayu pemotongan busa X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 8,14 66,31 0,71 0,50 2,88 8,30 0,35 0,12 2 8,11 65,75 0,70 0,49 2,84 8,07 0,37 0,14 3 8,13 66,07 0,68 0,46 2,85 8,13 0,38 0,14 4 8,13 66,07 0,69 0,47 2,89 8,33 0,32 0,10 5 8,11 65,75 0,71 0,50 2,83 7,98 0,35 0,12 6 8,13 66,15 0,67 0,45 2,84 8,06 0,33 0,11 7 8,16 66,53 0,72 0,52 2,88 8,29 0,32 0,10 8 8,13 66,15 0,71 0,50 2,87 8,25 0,32 0,10 9 8,18 66,89 0,70 0,48 2,82 7,97 0,36 0, ,14 66,29 0,69 0,47 2,87 8,26 0,33 0, ,19 67,10 0,66 0,44 2,81 7,87 0,31 0, ,12 65,93 0,68 0,46 2,84 8,08 0,38 0, ,18 66,91 0,71 0,50 2,87 8,26 0,32 0, ,19 67,13 0,72 0,52 2,90 8,38 0,34 0, ,17 66,78 0,71 0,50 2,87 8,26 0,32 0, ,16 66,56 0,66 0,44 2,89 8,32 0,34 0, ,18 66,83 0,73 0,53 2,83 8,03 0,36 0, ,12 65,91 0,72 0,51 2,86 8,19 0,31 0, ,15 66,42 0,66 0,43 2,85 8,10 0,34 0, ,18 66,97 0,70 0,49 2,84 8,07 0,35 0, ,10 65,61 0,67 0,44 2,84 8,08 0,31 0, ,17 66,69 0,67 0,44 2,88 8,30 0,37 0, ,14 66,26 0,65 0,43 2,88 8,27 0,38 0, ,16 66,53 0,66 0,44 2,88 8,31 0,37 0, ,11 65,80 0,65 0,42 2,83 7,98 0,35 0, ,15 66,48 0,72 0,52 2,85 8,11 0,38 0, ,18 66,94 0,70 0,49 2,89 8,32 0,34 0, ,18 66,83 0,70 0,49 2,89 8,36 0,38 0, ,13 66,02 0,72 0,52 2,83 7,98 0,34 0, ,19 67,13 0,69 0,48 2,88 8,28 0,33 0,11 N Jumlah 244, ,78 20,73 14,33 85,76 245,20 10,31 3,56 N' 0, , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup

209 L-209 Lampiran 3.1. Uji Kecukupan Data Waktu Sandaran (Lanjutan) pemotongan perekatan pembungkusan pemasangan Pengukuran kain oscar (etona 3001J) (etona 3001J) kaki X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 2,85 8,09 7,96 63,39 7,45 55,53 4,94 24,40 2 2,79 7,78 8,01 64,11 7,48 55,88 4,90 24,03 3 2,84 8,08 7,92 62,78 7,47 55,73 4,96 24,59 4 2,83 8,01 7,95 63,23 7,45 55,50 4,91 24,06 5 2,79 7,77 7,97 63,49 7,44 55,35 4,96 24,62 6 2,83 8,03 7,97 63,52 7,46 55,60 4,91 24,06 7 2,80 7,83 8,00 63,92 7,51 56,38 4,92 24,24 8 2,79 7,80 7,99 63,84 7,45 55,48 4,91 24,09 9 2,78 7,70 7,92 62,70 7,53 56,65 4,96 24, ,84 8,06 7,99 63,76 7,51 56,35 4,94 24, ,81 7,91 8,00 64,05 7,46 55,58 4,89 23, ,78 7,71 7,98 63,68 7,50 56,25 4,90 23, ,84 8,08 7,98 63,65 7,53 56,65 4,97 24, ,82 7,95 7,97 63,44 7,51 56,38 4,91 24, ,83 8,00 7,96 63,36 7,49 56,05 4,96 24, ,77 7,67 8,00 63,95 7,45 55,43 4,89 23, ,84 8,07 7,98 63,71 7,50 56,25 4,89 23, ,81 7,87 7,93 62,81 7,52 56,53 4,92 24, ,81 7,88 7,98 63,63 7,48 55,95 4,91 24, ,81 7,89 7,97 63,52 7,48 55,95 4,91 24, ,77 7,68 8,01 64,19 7,48 55,88 4,93 24, ,79 7,77 7,96 63,31 7,46 55,60 4,90 23, ,79 7,76 7,93 62,88 7,53 56,65 4,94 24, ,82 7,93 8,00 64,00 7,48 55,93 4,92 24, ,80 7,81 8,00 63,92 7,49 56,08 4,90 23, ,84 8,07 7,94 63,02 7,47 55,73 4,89 23, ,84 8,08 7,98 63,60 7,50 56,23 4,91 24, ,80 7,82 7,93 62,81 7,48 55,93 4,91 24, ,82 7,95 7,93 62,94 7,44 55,33 4,96 24, ,84 8,05 7,94 62,96 7,51 56,33 4,89 23,88 N

210 L-210 Jumlah 84,33 237,08 239, ,16 224, ,11 147,58 726,01 N' 0, , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.2. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Platinum pemotongan pemotongan pengguntingan jahit Pengukuran busa hard padd kain blacu quilting X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 3,0 9,2 1,0 1,0 0,9 0,9 4,8 22,7 2 3,0 8,8 1,0 1,0 1,0 1,0 4,8 23,0 3 3,0 9,1 1,0 1,1 0,9 0,8 4,8 23,0 4 3,0 9,1 1,0 1,1 0,9 0,8 4,7 22,3 5 3,0 8,7 1,1 1,1 0,9 0,8 4,7 22,3 6 3,0 9,1 1,0 1,0 0,9 0,9 4,7 22,5 7 3,0 9,2 1,1 1,2 0,9 0,8 4,7 22,3 8 3,0 9,0 1,0 1,1 1,0 0,9 4,8 23,0 9 3,0 9,1 1,1 1,1 0,9 0,8 4,7 22,3 10 3,0 9,1 1,0 1,0 1,0 0,9 4,8 22,7 11 3,0 9,0 1,0 1,1 0,9 0,8 4,8 22,6 12 3,0 8,9 1,1 1,2 0,9 0,8 4,8 22,6 13 3,0 9,1 1,0 1,0 0,9 0,8 4,8 23,2 14 3,0 8,8 1,0 1,0 0,9 0,9 4,7 22,4 15 3,0 8,8 1,0 1,0 0,9 0,8 4,7 22,5 16 3,0 8,8 1,0 1,0 0,9 0,8 4,7 22,5 17 3,0 9,1 1,0 1,0 0,9 0,8 4,8 22,7 18 3,0 8,9 1,0 1,1 1,0 0,9 4,8 23,1 19 3,0 9,0 1,0 1,0 1,0 0,9 4,7 22,4 20 2,9 8,7 1,0 1,0 0,9 0,8 4,7 22,5 21 3,0 8,7 1,0 1,0 0,9 0,9 4,8 22,6 22 3,0 8,8 1,1 1,2 1,0 0,9 4,8 22,6 23 3,0 8,9 1,0 1,0 0,9 0,9 4,7 22,4 24 3,0 9,1 1,0 1,0 1,0 0,9 4,8 23,0 25 3,0 9,0 1,1 1,1 1,0 0,9 4,7 22,4 26 3,0 8,9 1,0 1,0 1,0 1,0 4,8 23,1 27 3,0 9,1 1,0 1,1 0,9 0,8 4,7 22,5 28 3,0 8,8 1,0 1,1 0,9 0,8 4,7 22,3 29 3,0 9,1 1,0 1,0 0,9 0,8 4,8 22,9

211 L ,0 8,9 1,0 1,1 1,0 0,9 4,8 23,0 N Jumlah 89,7 268,4 30,8 31,6 27,9 26,0 142,8 679,5 N' 0, , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.2. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Platinum (Lanjutan) pemotongan penjahitan perekatan jahit pembungkusan Pengukuran kain quilting kain quilting lis X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 3,0 9,1 9,1 82,4 19,1 366,1 2,9 8,3 4,1 16,5 2 3,0 9,3 9,0 81,5 19,6 385,3 2,8 8,1 4,1 16,4 3 3,1 9,5 9,1 82,9 18,8 355,3 2,9 8,4 4,1 16,6 4 3,1 9,5 9,1 81,9 19,3 373,5 2,9 8,3 4,0 16,2 5 3,0 9,2 9,1 82,1 19,1 364,6 2,8 8,1 4,0 16,4 6 3,0 9,2 9,1 83,1 18,8 353,4 2,8 8,0 4,1 16,5 7 3,1 9,4 9,1 82,3 19,0 361,2 2,8 8,0 4,0 16,3 8 3,1 9,4 9,1 82,8 19,0 360,2 2,8 8,0 4,1 16,6 9 3,1 9,6 9,0 81,9 19,0 360,1 2,8 7,9 4,1 16,8 10 3,1 9,6 9,1 82,5 18,7 349,4 2,9 8,1 4,0 16,2 11 3,1 9,3 9,1 82,5 19,6 385,9 2,9 8,2 4,1 16,6 12 3,1 9,4 9,1 82,7 19,2 367,2 2,9 8,3 4,1 16,7 13 3,1 9,4 9,1 81,9 19,2 369,0 2,9 8,2 4,1 16,4 14 3,0 9,2 9,0 81,4 18,7 348,4 2,9 8,1 4,1 16,6 15 3,1 9,3 9,0 81,7 19,2 367,3 2,8 8,1 4,1 16,4 16 3,0 9,3 9,1 83,0 19,1 364,8 2,8 8,1 4,1 16,5 17 3,1 9,5 9,0 81,4 18,7 347,9 2,9 8,1 4,0 16,2 18 3,1 9,4 9,1 82,1 19,5 381,8 2,8 7,9 4,1 16,8 19 3,1 9,4 9,1 82,5 18,7 351,1 2,8 7,9 4,1 16,8 20 3,1 9,4 9,0 81,5 19,7 388,6 2,9 8,2 4,1 16,9 21 3,1 9,6 9,1 82,9 19,4 377,8 2,9 8,2 4,1 16,6 22 3,1 9,5 9,1 82,4 19,3 372,6 2,9 8,4 4,1 16,6 23 3,1 9,5 9,1 81,9 19,5 381,4 2,9 8,3 4,1 16,6 24 3,1 9,4 9,1 82,0 18,9 357,6 2,8 8,0 4,0 16,3 25 3,1 9,3 9,0 81,9 19,0 360,9 2,9 8,3 4,1 16,9 26 3,1 9,5 9,1 82,6 19,4 377,7 2,9 8,2 4,0 16,2 27 3,0 9,1 9,1 82,8 19,3 372,7 2,8 8,1 4,1 16,7

212 L ,1 9,6 9,1 82,2 19,1 363,8 2,8 8,0 4,1 16,8 29 3,0 9,3 9,0 81,5 19,3 374,1 2,8 8,1 4,1 16,8 30 3,0 9,2 9,1 82,8 18,8 353,2 2,9 8,4 4,1 16,6 N Jumlah 91,9 281,4 272,1 2467,2 574, ,8 85,6 244,2 122,1 496,6 N' 0, , , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.3. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Gold pemotongan pemotongan pengguntingan jahit Pengukuran busa hard padd kain blacu quilting X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 2,93 8,60 0,97 0,94 0,95 0,90 4,71 22,18 2 2,97 8,80 0,94 0,89 0,91 0,83 4,70 22,04 3 2,91 8,47 0,98 0,95 0,93 0,86 4,71 22,18 4 2,97 8,82 1,01 1,02 0,96 0,91 4,68 21,86 5 2,97 8,82 1,01 1,03 0,90 0,82 4,69 21,98 6 2,93 8,57 1,01 1,02 0,94 0,87 4,73 22,36 7 2,94 8,65 1,00 1,00 0,93 0,86 4,69 22,00 8 2,94 8,65 1,00 0,99 0,96 0,91 4,69 21,98 9 2,96 8,77 0,98 0,95 0,88 0,78 4,69 22, ,96 8,75 0,97 0,95 0,90 0,81 4,74 22, ,96 8,73 1,00 0,99 0,96 0,92 4,70 22, ,98 8,86 0,97 0,94 0,92 0,84 4,71 22, ,98 8,88 0,94 0,89 0,92 0,84 4,76 22, ,97 8,83 1,00 1,00 0,95 0,91 4,71 22, ,98 8,89 1,02 1,04 0,89 0,79 4,68 21, ,94 8,64 0,98 0,95 0,93 0,87 4,67 21, ,96 8,77 0,99 0,98 0,95 0,91 4,74 22, ,95 8,71 0,98 0,95 0,94 0,88 4,67 21, ,96 8,76 0,98 0,97 0,90 0,81 4,75 22, ,96 8,78 0,96 0,92 0,87 0,76 4,69 22, ,96 8,77 0,95 0,89 0,96 0,93 4,70 22, ,96 8,75 0,95 0,89 0,90 0,81 4,72 22, ,95 8,72 0,96 0,92 0,93 0,87 4,68 21, ,94 8,66 0,96 0,92 0,91 0,82 4,69 22, ,98 8,85 0,95 0,90 0,96 0,91 4,70 22,04

213 L ,93 8,58 1,01 1,01 0,91 0,82 4,72 22, ,97 8,80 1,02 1,04 0,96 0,91 4,72 22, ,97 8,79 0,97 0,93 0,90 0,82 4,72 22, ,99 8,91 1,01 1,03 0,93 0,86 4,72 22, ,96 8,73 1,00 1,00 0,96 0,92 4,73 22,36 N Jumlah 88,71 262,34 29,44 28,91 27,76 25,72 141,17 664, N' 0,055 0, , , Keterangan cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.3. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Gold (Lanjutan) pemotongan penjahitan perekatan jahit pembungkusan Pengukuran kain quilting kain quilting lis X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 3,04 9,22 8,96 80,34 17,52 306,94 2,79 7,77 4,08 16,65 2 3,04 9,26 9,01 81,09 18,01 324,33 2,77 7,66 4,08 16,66 3 3,03 9,16 9,03 81,54 17,72 313,85 2,81 7,87 4,02 16,12 4 3,03 9,18 9,01 81,09 17,66 311,98 2,82 7,94 4,02 16,17 5 2,99 8,95 8,95 80,10 17,50 306,18 2,77 7,65 4,07 16,58 6 3,01 9,08 9,02 81,36 17,50 306,40 2,84 8,05 4,01 16,11 7 3,06 9,37 8,99 80,79 17,82 317,63 2,85 8,10 4,07 16,59 8 2,99 8,94 8,95 80,07 17,60 309,78 2,80 7,84 4,08 16,66 9 3,01 9,04 8,99 80,85 17,62 310,57 2,76 7,64 4,01 16, ,03 9,16 8,99 80,85 17,62 310,62 2,83 8,02 4,01 16, ,06 9,35 8,95 80,01 17,54 307,51 2,79 7,77 4,03 16, ,01 9,08 8,99 80,76 17,98 323,43 2,78 7,74 4,04 16, ,02 9,13 8,95 80,01 17,55 307,84 2,80 7,81 4,00 16, ,00 9,01 9,03 81,51 17,28 298,75 2,78 7,72 4,01 16, ,03 9,18 9,03 81,57 17,59 309,35 2,80 7,85 4,03 16, ,04 9,23 9,00 81,00 17,56 308,46 2,76 7,63 4,02 16, ,00 8,97 9,02 81,33 17,25 297,52 2,79 7,78 4,04 16, ,07 9,39 9,00 80,94 17,60 309,61 2,78 7,72 4,07 16, ,02 9,11 9,00 80,97 17,97 322,93 2,80 7,84 4,02 16, ,99 8,96 9,02 81,33 17,32 300,11 2,84 8,06 4,03 16, ,99 8,95 8,97 80,40 17,77 315,75 2,80 7,86 4,01 16, ,01 9,08 8,97 80,40 17,30 299,18 2,81 7,91 4,02 16, ,99 8,95 8,96 80,28 17,69 313,10 2,85 8,09 4,06 16,51

214 L ,04 9,22 8,96 80,19 17,74 314,55 2,78 7,70 4,00 16, ,03 9,17 8,96 80,22 17,30 299,19 2,83 8,01 4,06 16, ,06 9,35 8,95 80,10 17,45 304,45 2,82 7,95 4,07 16, ,01 9,08 8,98 80,67 17,76 315,39 2,78 7,73 4,06 16, ,02 9,09 9,03 81,48 17,80 316,89 2,80 7,81 4,03 16, ,01 9,08 9,01 81,12 17,55 308,09 2,81 7,87 4,01 16, ,07 9,41 9,00 80,97 17,67 312,32 2,82 7,96 4,04 16,29 N Jumlah 90,69 274,18 269, ,36 528, ,74 84, , ,1 488,81 N' 0, , , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.4. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Silver pemotongan pemotongan pengguntingan jahit Pengukuran busa hard padd kain blacu quilting X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 2,92 8,53 0,92 0,85 0,91 0,82 4,66 21,67 2 2,89 8,33 0,98 0,96 0,91 0,83 4,67 21,84 3 2,91 8,46 0,93 0,86 0,94 0,88 4,66 21,68 4 2,89 8,33 0,97 0,95 0,93 0,86 4,61 21,28 5 2,90 8,39 0,95 0,91 0,87 0,75 4,62 21,36 6 2,88 8,31 0,97 0,94 0,91 0,82 4,69 21,95 7 2,94 8,65 0,95 0,90 0,89 0,78 4,69 22,03 8 2,91 8,45 0,96 0,91 0,85 0,73 4,64 21,48 9 2,90 8,40 0,96 0,91 0,85 0,73 4,62 21, ,87 8,25 0,94 0,88 0,92 0,84 4,63 21, ,87 8,23 0,92 0,85 0,92 0,84 4,68 21, ,88 8,30 0,98 0,95 0,91 0,83 4,67 21, ,87 8,23 0,92 0,85 0,86 0,74 4,65 21, ,92 8,51 0,98 0,96 0,86 0,74 4,67 21, ,91 8,49 0,98 0,95 0,90 0,81 4,62 21, ,89 8,35 0,99 0,98 0,94 0,88 4,62 21, ,87 8,25 0,94 0,87 0,92 0,85 4,65 21, ,93 8,57 0,95 0,91 0,88 0,78 4,61 21, ,92 8,52 0,92 0,85 0,85 0,73 4,69 21, ,89 8,36 0,93 0,86 0,93 0,86 4,66 21, ,91 8,49 0,98 0,95 0,92 0,85 4,62 21,36

215 L ,92 8,53 0,99 0,98 0,89 0,80 4,67 21, ,89 8,37 0,99 0,97 0,86 0,73 4,63 21, ,93 8,57 0,94 0,88 0,93 0,86 4,68 21, ,93 8,58 0,94 0,89 0,92 0,85 4,69 21, ,90 8,38 0,92 0,85 0,90 0,80 4,66 21, ,94 8,64 0,98 0,95 0,90 0,82 4,66 21, ,89 8,32 0,96 0,92 0,89 0,79 4,64 21, ,89 8,37 0,95 0,90 0,91 0,83 4,68 21, ,88 8,28 0,99 0,98 0,92 0,84 4,67 21,84 N Jumlah 87,01 252,41 28,65 27,38 26,96 24,26 139,59 649,54 N' 0, , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.4. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Silver (Lanjutan) pemotongan penjahitan perekatan jahit pembungkusan Pengukuran kain quilting kain quilting lis X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 2,99 8,92 8,93 79,77 15,53 241,23 2,74 7,52 4,05 16,43 2 3,02 9,10 8,97 80,49 15,23 231,90 2,77 7,69 4,03 16,20 3 3,00 9,01 8,95 80,10 15,81 250,07 2,74 7,51 4,05 16,42 4 3,00 8,99 8,90 79,24 15,42 237,83 2,80 7,82 4,00 15,97 5 3,00 9,02 8,97 80,43 15,39 236,72 2,78 7,72 4,00 16,03 6 3,02 9,13 8,91 79,30 15,39 236,86 2,77 7,65 4,03 16,27 7 2,98 8,90 8,93 79,69 15,31 234,44 2,77 7,67 4,05 16,40 8 3,03 9,15 8,92 79,57 15,43 238,16 2,79 7,78 4,05 16,40 9 3,04 9,23 8,95 80,16 15,41 237,36 2,74 7,50 4,00 15, ,98 8,86 8,93 79,80 15,30 234,24 2,78 7,75 4,02 16, ,97 8,83 8,92 79,51 15,41 237,48 2,76 7,64 4,07 16, ,98 8,87 8,90 79,18 15,49 240,06 2,76 7,60 4,06 16, ,00 9,02 8,91 79,36 15,40 237,13 2,75 7,55 4,07 16, ,02 9,11 8,97 80,40 15,22 231,75 2,78 7,70 4,01 16, ,97 8,83 8,89 79,03 15,52 240,80 2,79 7,78 4,02 16, ,99 8,94 8,91 79,36 15,66 245,15 2,74 7,52 4,02 16, ,02 9,13 8,89 79,09 15,41 237,41 2,77 7,65 4,06 16, ,02 9,12 8,91 79,36 15,03 225,80 2,76 7,62 4,02 16, ,00 9,00 8,92 79,51 15,11 228,24 2,79 7,77 4,05 16,42

216 L ,04 9,25 8,97 80,52 15,37 236,23 2,74 7,49 4,06 16, ,02 9,12 8,93 79,80 15,59 243,18 2,76 7,64 4,05 16, ,02 9,13 8,90 79,21 15,40 237,17 2,77 7,68 4,06 16, ,03 9,15 8,90 79,15 15,30 234,14 2,75 7,56 4,00 16, ,97 8,83 8,91 79,36 15,45 238,63 2,78 7,72 4,06 16, ,97 8,80 8,96 80,28 15,98 255,22 2,76 7,62 4,04 16, ,02 9,13 8,95 80,01 15,19 230,75 2,74 7,51 4,01 16, ,98 8,87 8,89 78,97 15,49 239,94 2,78 7,74 4,06 16, ,99 8,91 8,91 79,33 15,63 244,43 2,79 7,77 4,02 16, ,01 9,06 8,91 79,30 15,50 240,29 2,78 7,75 4,01 16, ,97 8,82 8,92 79,54 15,55 241,95 2,79 7,80 4,05 16,42 N Jumlah 90,03 270,24 267, ,82 462, ,55 83,01 229,69 121,08 488,69539 N' 0, , , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.5. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Bigline pemotongan pemotongan pengguntingan jahit Pengukuran busa hard padd kain blacu quilting X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 2,89 8,32 0,95 0,90 0,90 0,81 4,64 21,55 2 2,90 8,41 0,94 0,89 0,91 0,83 4,66 21,72 3 2,85 8,10 0,92 0,84 0,88 0,77 4,61 21,22 4 2,86 8,17 0,96 0,91 0,88 0,77 4,66 21,75 5 2,86 8,19 0,98 0,96 0,91 0,83 4,67 21,79 6 2,91 8,48 0,96 0,92 0,87 0,75 4,67 21,79 7 2,85 8,10 0,97 0,95 0,90 0,80 4,63 21,47 8 2,91 8,46 0,93 0,86 0,93 0,86 4,61 21,21 9 2,87 8,26 0,92 0,85 0,90 0,80 4,60 21, ,86 8,17 0,96 0,92 0,85 0,72 4,65 21, ,89 8,33 0,97 0,94 0,93 0,86 4,61 21, ,90 8,41 0,96 0,92 0,90 0,82 4,61 21, ,89 8,36 0,97 0,94 0,86 0,73 4,64 21, ,87 8,25 0,93 0,87 0,91 0,83 4,60 21, ,89 8,33 0,91 0,82 0,86 0,74 4,64 21, ,84 8,08 0,98 0,95 0,92 0,84 4,66 21, ,89 8,34 0,96 0,92 0,89 0,79 4,66 21,70

217 L ,85 8,12 0,97 0,95 0,86 0,74 4,59 21, ,88 8,29 0,93 0,86 0,92 0,84 4,60 21, ,89 8,36 0,97 0,94 0,92 0,84 4,63 21, ,90 8,38 0,98 0,95 0,90 0,82 4,64 21, ,86 8,16 0,97 0,93 0,92 0,84 4,64 21, ,86 8,17 0,91 0,83 0,87 0,76 4,63 21, ,89 8,33 0,97 0,95 0,90 0,80 4,65 21, ,87 8,22 0,94 0,88 0,92 0,85 4,62 21, ,91 8,47 0,97 0,94 0,90 0,80 4,64 21, ,87 8,22 0,95 0,90 0,92 0,85 4,60 21, ,91 8,47 0,98 0,95 0,91 0,83 4,59 21, ,85 8,13 0,92 0,85 0,86 0,74 4,64 21, ,87 8,26 0,97 0,94 0,90 0,80 4,61 21,25 N Jumlah 86,31 248,34 28,59 27,26 26,845 24,03 138,88 643,0 N' 0, , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.5. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Bigline (Lanjutan) pemotongan penjahitan perekatan jahit pembungkusan Pengukuran kain quilting kain quilting lis X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 3,01 9,06 8,87 78,62 15,21 231,37 2,74 7,48 3,99 15,95 2 2,99 8,93 8,88 78,82 15,05 226,36 2,73 7,44 3,98 15,85 3 2,99 8,96 8,87 78,68 15,59 243,03 2,76 7,62 3,98 15,87 4 2,97 8,80 8,94 79,98 15,39 236,72 2,74 7,53 4,03 16,23 5 2,99 8,91 8,89 79,06 15,16 229,87 2,73 7,43 4,01 16,08 6 3,01 9,05 8,93 79,80 15,27 233,09 2,76 7,59 3,98 15,85 7 2,97 8,83 8,87 78,74 15,36 235,80 2,71 7,35 3,99 15,95 8 3,02 9,09 8,88 78,80 15,39 236,81 2,74 7,52 4,02 16,13 9 2,99 8,94 8,92 79,60 15,82 250,42 2,71 7,34 3,99 15, ,96 8,78 8,91 79,39 15,46 239,06 2,73 7,43 4,01 16, ,02 9,11 8,91 79,45 15,30 233,96 2,72 7,41 4,02 16, ,00 8,98 8,89 79,09 15,30 234,05 2,76 7,62 4,00 15, ,01 9,05 8,95 80,01 15,60 243,24 2,73 7,47 4,04 16, ,99 8,93 8,94 79,98 15,35 235,76 2,77 7,67 3,99 15, ,99 8,91 8,90 79,18 15,37 236,19 2,72 7,40 3,99 15, ,95 8,67 8,91 79,39 15,27 233,22 2,74 7,49 4,00 16, ,96 8,77 8,87 78,65 15,17 230,10 2,72 7,42 4,03 16,27

218 L ,98 8,87 8,88 78,77 15,18 230,31 2,71 7,34 4,03 16, ,98 8,86 8,87 78,59 15,33 234,88 2,73 7,47 4,04 16, ,95 8,68 8,90 79,21 15,24 232,32 2,73 7,44 3,98 15, ,97 8,79 8,88 78,91 15,64 244,63 2,76 7,59 4,04 16, ,99 8,96 8,90 79,21 15,44 238,48 2,75 7,57 4,01 16, ,99 8,92 8,88 78,85 14,88 221,34 2,77 7,65 4,00 16, ,02 9,09 8,88 78,82 15,31 234,27 2,74 7,52 4,04 16, ,00 9,01 8,91 79,39 15,44 238,45 2,73 7,43 3,98 15, ,01 9,06 8,88 78,91 15,34 235,34 2,75 7,57 4,00 16, ,98 8,89 8,92 79,60 15,43 238,23 2,77 7,68 3,98 15, ,00 8,98 8,92 79,54 15,53 241,27 2,74 7,50 4,00 15, ,96 8,73 8,91 79,42 15,51 240,45 2,73 7,43 4,02 16, ,96 8,78 8,89 79,03 15,33 235,05 2,75 7,54 4,05 16,39 N Jumlah 89,56 267,40 266, ,48 460, ,0 82, ,93 120,21 481,74 N' 0, , , , , Keterangan cukup cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.6. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Dipan perakitan perekatan goni pemotongan pemotongan penjahitan pemotongan Pengukuran bagor (etona kain rangka 3100J) busa hard padd kain quilting quilting X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 7,55 56,93 3,13 9,78 0,90 0,80 0,41 0,17 2,31 5,35 1,75 3,06 2 7,60 57,68 3,13 9,81 0,95 0,89 0,41 0,17 2,32 5,39 1,69 2,87 3 7,56 57,10 3,15 9,92 0,90 0,81 0,40 0,16 2,26 5,12 1,77 3,12 4 7,59 57,66 3,13 9,80 0,91 0,82 0,46 0,21 2,32 5,39 1,78 3,15 5 7,52 56,55 3,19 10,20 0,95 0,90 0,44 0,20 2,25 5,08 1,71 2,92 6 7,53 56,73 3,13 9,82 0,88 0,77 0,46 0,21 2,27 5,16 1,71 2,91 7 7,58 57,48 3,15 9,93 0,93 0,86 0,41 0,17 2,26 5,12 1,77 3,13 8 7,57 57,33 3,17 10,07 0,86 0,73 0,40 0,16 2,31 5,34 1,72 2,96 9 7,53 56,70 3,15 9,89 0,86 0,74 0,43 0,18 2,24 5,03 1,72 2, ,56 57,08 3,17 10,06 0,87 0,75 0,43 0,18 2,32 5,39 1,73 3, ,60 57,73 3,21 10,33 0,86 0,74 0,44 0,19 2,24 5,03 1,78 3, ,59 57,63 3,20 10,25 0,91 0,82 0,40 0,16 2,31 5,34 1,71 2, ,56 57,15 3,19 10,20 0,86 0,73 0,41 0,17 2,31 5,35 1,75 3, ,61 57,91 3,17 10,05 0,87 0,75 0,44 0,20 2,32 5,38 1,69 2, ,58 57,51 3,20 10,24 0,91 0,83 0,45 0,21 2,32 5,38 1,78 3,15

219 L ,60 57,71 3,15 9,94 0,90 0,81 0,42 0,17 2,27 5,15 1,69 2, ,56 57,10 3,18 10,13 0,91 0,82 0,41 0,17 2,31 5,35 1,74 3, ,59 57,63 3,17 10,06 0,90 0,80 0,40 0,16 2,26 5,10 1,69 2, ,53 56,63 3,18 10,09 0,87 0,75 0,42 0,18 2,31 5,35 1,77 3, ,52 56,58 3,20 10,26 0,87 0,76 0,43 0,19 2,30 5,30 1,73 2, ,56 57,18 3,18 10,12 0,90 0,80 0,42 0,17 2,30 5,29 1,78 3, ,61 57,89 3,16 9,95 0,91 0,83 0,41 0,17 2,27 5,15 1,75 3, ,61 57,89 3,13 9,77 0,87 0,76 0,43 0,19 2,30 5,27 1,71 2, ,53 56,68 3,16 9,98 0,93 0,86 0,39 0,15 2,30 5,30 1,73 2, ,57 57,28 3,18 10,09 0,88 0,78 0,42 0,18 2,25 5,04 1,78 3, ,54 56,88 3,21 10,31 0,95 0,90 0,43 0,18 2,27 5,16 1,77 3, ,62 57,99 3,13 9,78 0,94 0,89 0,42 0,18 2,25 5,04 1,72 2, ,59 57,66 3,19 10,20 0,88 0,77 0,44 0,19 2,25 5,06 1,69 2, ,53 56,63 3,18 10,12 0,93 0,87 0,47 0,22 2,24 5,00 1,75 3, ,61 57,89 3,16 9,96 0,88 0,78 0,45 0,20 2,33 5,41 1,73 2,99 N 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 Jumlah 227, ,77 95,04 301,11 26,90 24,15 12,72 5,40 68,58 156,82 52,06 90,36 N' 0,03 0,11 1,64 3,53 0,29 0,49 Keterangan cukup cukup cukup cukup cukup cukup Lampiran 3.6. Uji Kecukupan Data Waktu Matras Dipan (Lanjutan) Penjahitan Kain perakitan perekatan plastik Jahit Bungkus Pasang Pengukuran non woven Blacu (etona 3100J) lis kaki X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i X i 2 X i 1 4,02 16,13 6,21 38,61 3,76 14,10 1,30 1,70 4,82 23,20 2,39 5,70 2 3,94 15,55 6,23 38,77 3,80 14,41 1,28 1,63 4,83 23,30 2,40 5,76 3 4,03 16,21 6,21 38,58 3,77 14,24 1,27 1,61 4,82 23,25 2,38 5,65 4 3,96 15,64 6,28 39,46 3,82 14,57 1,27 1,61 4,86 23,57 2,42 5,87 5 3,99 15,95 6,19 38,34 3,73 13,94 1,35 1,81 4,83 23,31 2,35 5,54 6 4,00 15,96 6,20 38,46 3,73 13,91 1,28 1,64 4,83 23,33 2,40 5,78 7 3,99 15,93 6,24 38,90 3,72 13,85 1,31 1,70 4,81 23,17 2,36 5,58 8 4,02 16,17 6,25 39,02 3,78 14,29 1,33 1,76 4,77 22,74 2,42 5,83 9 4,00 15,99 6,27 39,25 3,81 14,53 1,27 1,60 4,78 22,88 2,37 5, ,95 15,56 6,28 39,46 3,76 14,15 1,32 1,73 4,79 22,96 2,40 5, ,99 15,95 6,19 38,27 3,79 14,38 1,33 1,76 4,84 23,44 2,36 5, ,95 15,62 6,24 38,94 3,80 14,43 1,27 1,62 4,81 23,17 2,42 5, ,97 15,79 6,23 38,77 3,73 13,89 1,32 1,73 4,86 23,60 2,38 5, ,95 15,59 6,22 38,67 3,82 14,55 1,26 1,59 4,79 22,90 2,41 5,78

220 L ,02 16,12 6,28 39,42 3,79 14,33 1,32 1,75 4,82 23,26 2,38 5, ,01 16,05 6,28 39,42 3,75 14,08 1,26 1,59 4,83 23,36 2,41 5, ,01 16,11 6,21 38,58 3,81 14,50 1,26 1,58 4,86 23,62 2,40 5, ,01 16,09 6,23 38,81 3,78 14,26 1,30 1,69 4,82 23,18 2,36 5, ,00 16,03 6,22 38,67 3,74 13,99 1,27 1,62 4,84 23,44 2,42 5, ,00 16,01 6,24 38,90 3,82 14,57 1,29 1,65 4,79 22,93 2,43 5, ,01 16,08 6,21 38,54 3,77 14,19 1,27 1,62 4,80 23,04 2,39 5, ,99 15,95 6,27 39,29 3,79 14,39 1,31 1,71 4,80 22,99 2,36 5, ,01 16,09 6,25 39,08 3,76 14,10 1,32 1,75 4,80 23,01 2,41 5, ,97 15,73 6,24 38,96 3,73 13,94 1,25 1,57 4,82 23,26 2,43 5, ,94 15,54 6,23 38,83 3,75 14,09 1,28 1,63 4,85 23,49 2,41 5, ,96 15,71 6,20 38,44 3,77 14,20 1,26 1,59 4,85 23,54 2,42 5, ,00 16,00 6,26 39,23 3,73 13,89 1,26 1,59 4,79 22,91 2,40 5, ,97 15,76 6,26 39,21 3,73 13,91 1,34 1,79 4,80 22,99 2,43 5, ,97 15,77 6,24 38,90 3,77 14,20 1,30 1,69 4,86 23,57 2,41 5, ,99 15,88 6,23 38,81 3,73 13,94 1,26 1,59 4,82 23,22 2,42 5,87 N 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 Jumlah 119,62 476,97 187, ,59 113,02 425,80 38,69 49,91 144,56 696,64 71,95 172,56 N' 0,07 0,03 0,10 0,70 0,04 0,16 Keterangan cukup cukup cukup cukup cukup cukup

221 L-221 Lampiran 4.1. Perhitungan Nilai Allowance No. Stasiun Kerja Faktor Klasifikasi Pekerja Nilai Total (%) Tenaga yang Pria dikeluarkan Sangat ringan 6 Sikap kerja Membungkuk Pria 4 Gerakan kerja Normal Pria 0 1 Pemotongan Pandangan yang hampir terus Pria Kelelahan mata menerus 6 17 Keadaan temperatur Normal Pria 0 Keadaan atmosfer Baik Pria 0 Keadaan lingkungan Kebisingan rendah Pria 0 Kebutuhan pribadi Pria 1 Tenaga yang Sangat ringan Wanita dikeluarkan 6 Sikap kerja Membungkuk Wanita 4 Gerakan kerja Normal Wanita 0 2 Pemotongan Pandangan yang hampir terus Wanita Kelelahan mata menerus 6 18,5 Keadaan temperatur Normal Wanita 0 Keadaan atmosfer Baik Wanita 0 Keadaan lingkungan Kebisingan rendah Wanita 0 Kebutuhan pribadi Wanita 2,5 Tenaga yang Ringan Pria dikeluarkan 7,5 Sikap kerja Membungkuk Pria 4 Gerakan kerja Normal Pria 0 3 Pembuatan sandaran Kelelahan mata Pandangan terputus-putus Pria 4 16,5 Keadaan temperatur Normal Pria 0 Keadaan atmosfer Baik Pria 0 Keadaan lingkungan Kebisingan rendah Pria 0 Kebutuhan pribadi Pria 1 Tenaga yang Ringan Pria dikeluarkan 10 Sikap kerja Membungkuk Pria 4 Gerakan kerja Normal Pria 0 4 Pembungkusan Kelelahan mata Pandangan terputus-putus Pria 3 18 Keadaan temperatur Normal Pria 0 Keadaan atmosfer Baik Pria 0 Keadaan lingkungan Kebisingan rendah Pria 0 Kebutuhan pribadi Pria 1 Tenaga yang Sangat ringan Pria dikeluarkan 6 Sikap kerja Berdiri Pria 2 5 Perakitan per bulat Gerakan kerja Normal Pria 0 Kelelahan mata Pandangan terputus-putus Pria 3 14,5 Keadaan temperatur Normal Pria 0 Keadaan atmosfer Baik Pria 0 Keadaan lingkungan Siklus berulang-ulang Pria 2

222 L-222 Kebutuhan pribadi Pria 1,5 Lampiran 4.2. Perhitungan Nilai Allowance (Lanjutan) No. Stasiun Kerja Faktor Klasifikasi Pekerja Nilai 6 Perakitan per pinggir 7 Perekatan kain quilting dan busa 8 Perakitan hard padd 9 Penjahitan lis Tenaga yang Pria dikeluarkan Ringan 8 Sikap kerja Berdiri Pria 2 Gerakan kerja Normal Pria 0 Kelelahan mata Pandangan terputus-putus Pria 4 Keadaan temperatur Normal Pria 0 Keadaan atmosfer Baik Pria 0 Keadaan lingkungan Siklus berulang-ulang Pria 2 Kebutuhan pribadi Pria 1 Tenaga yang Sangat ringan Pria dikeluarkan 6 Sikap kerja Berdiri Pria 1 Gerakan kerja Normal Pria 0 Kelelahan mata Pandangan terputus-putus Pria 3 Keadaan temperatur Normal Pria 0 Keadaan atmosfer Baik Pria 0 Keadaan lingkungan Kebisingan rendah Pria 0 Kebutuhan pribadi Pria 1 Tenaga yang Sedang Pria dikeluarkan 12 Sikap kerja Berdiri Pria 2,5 Gerakan kerja Normal Pria 0 Kelelahan mata Pandangan terputus-putus Pria 4 Keadaan temperatur Normal Pria 0 Keadaan atmosfer Baik Pria 0 Keadaan lingkungan Kebisingan rendah Pria 0 Kebutuhan pribadi Pria 1 Tenaga yang Ringan Pria dikeluarkan 7,5 Total (%) ,5 17

223 L-223

224 L-224 Lampiran 5. Tabel Distribusi F (0,01, v1, v2) ~ 1 161,4 199,5 215,7 224,6 230, ,8 238,9 240,5 241,9 243,9 245, ,1 250,1 251,1 252,2 253,3 254, ,51 19,00 19,16 19,25 19,30 19,33 19,35 19,37 19,38 19,40 19,41 19,43 19,45 19,45 19,46 19,47 19,48 19,49 19, ,13 9,55 9,28 9,12 9,01 8,94 8,89 8,85 8,81 8,79 8,74 8,70 8,66 8,64 8,62 8,59 8,57 8,55 8,53 4 7,71 6,94 6,59 6,39 6,26 6,16 6,09 6,04 6,00 5,96 5,91 5,86 5,80 5,77 5,75 5,72 5,69 5,66 5,63 5 6,61 5,79 5,41 5,19 5,05 4,95 4,88 4,82 4,77 4,74 4,68 4,62 4,56 4,53 4,50 4,46 4,43 4,40 4,36 6 5,99 5,14 4,76 4,53 4,39 4,28 4,21 4,15 4,10 4,06 4,00 3,94 3,87 3,84 3,81 3,77 3,74 3,70 3,67 7 5,59 4,74 4,35 4,12 3,97 3,87 3,79 3,73 3,68 3,64 3,57 3,51 3,44 3,41 3,38 3,34 3,30 3,27 3, ,54 3,68 3,29 3,06 2,90 2,79 2,71 2,64 2,59 2,54 2,48 2,40 2,33 2,29 2,25 2,20 2,16 2,11 2, ,49 3,63 3,24 3,01 2,85 2,74 2,66 2,59 2,54 2,49 2,42 2,35 2,28 2,24 2,19 2,15 2,11 2,06 2, ,45 3,59 3,20 2,96 2,81 2,70 2,61 2,55 2,49 2,45 2,38 2,31 2,23 2,19 2,15 2,10 2,06 2,01 1, ,41 3,55 3,16 2,93 2,77 2,66 2,58 2,51 2,46 2,41 2,34 2,27 2,19 2,15 2,11 2,06 2,02 1,97 1, ,38 3,52 3,13 2,90 2,74 2,63 2,54 2,48 2,42 2,38 2,31 2,23 2,16 2,11 2,07 2,03 1,98 1,93 1, ,35 3,49 3,10 2,87 2,71 2,60 2,51 2,45 2,39 2,35 2,28 2,20 2,12 2,08 2,04 1,99 1,95 1,90 1, ,32 3,47 3,07 2,84 2,68 2,57 2,49 2,42 2,37 2,32 2,25 2,18 2,10 2,05 2,01 1,96 1,92 1,87 1, ,30 3,44 3,05 2,82 2,66 2,55 2,46 2,40 2,34 2,30 2,23 2,15 2,07 2,03 1,98 1,94 1,89 1,84 1, ,28 3,42 3,03 2,80 2,64 2,53 2,44 2,37 2,32 2,27 2,20 2,13 2,05 2,01 1,96 1,91 1,86 1,81 1, ,26 3,40 3,01 2,78 2,62 2,51 2,42 2,36 2,30 2,25 2,18 2,11 2,03 1,98 1,94 1,89 1,84 1,79 1, ,24 3,39 2,99 2,76 2,60 2,49 2,40 2,34 2,28 2,24 2,16 2,09 2,01 1,96 1,92 1,87 1,82 1,77 1, ,23 3,37 2,98 2,74 2,59 2,47 2,39 2,32 2,27 2,22 2,15 2,07 1,99 1,95 1,90 1,85 1,80 1,75 1, ,21 3,35 2,96 2,73 2,57 2,46 2,37 2,31 2,25 2,20 2,13 2,06 1,97 1,93 1,88 1,84 1,79 1,73 1, ,20 3,34 2,95 2,71 2,56 2,45 2,36 2,29 2,24 2,19 2,12 2,04 1,96 1,91 1,87 1,82 1,77 1,71 1, ,18 3,33 2,93 2,70 2,55 2,43 2,35 2,28 2,22 2,18 2,10 2,03 1,94 1,90 1,85 1,81 1,75 1,70 1, ,17 3,32 2,92 2,69 2,53 2,42 2,33 2,27 2,21 2,16 2,09 2,01 1,93 1,89 1,84 1,79 1,74 1,68 1, ,08 3,23 2,84 2,61 2,45 2,34 2,25 2,18 2,12 2,08 2,00 1,92 1,84 1,79 1,74 1,69 1,64 1,58 1, ,00 3,15 2,76 2,53 2,37 2,25 2,17 2,10 2,04 1,99 1,92 1,84 1,75 1,70 1,65 1,59 1,53 1,47 1, ,92 3,07 2,68 2,45 2,29 2,17 2,09 2,02 1,96 1,91 1,83 1,75 1,66 1,61 1,55 1,50 1,43 1,35 1,25 ~ 3,38 3,00 2,60 2,37 2,21 2,10 2,01 1,94 1,88 1,83 1,75 1,67 1,57 1,52 1,46 1,39 1,32 1,22 1,00

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco (PT. CAKUP) terletak di Jl. Eka Surya Gg.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco (PT. CAKUP) terletak di Jl. Eka Surya Gg. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco (PT. CAKUP) terletak di Jl. Eka Surya Gg. Sidodadi Lingk. XXII Kelurahan Gedung Johor, Deli Tua, Medan didirikan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Cahaya Kawi Ultra Polyintraco adalah suatu perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk utama adalah spring bed dengan merek dagang Big Land.

Lebih terperinci

Lampiran 1 KUESIONER TERBUKA

Lampiran 1 KUESIONER TERBUKA Lampiran 1 KUESIONER TERBUKA PETUNJUK Sehubungan dengan dilakukannya penelitian mengenai motivasi kerja karyawan di PT. Cahaya Kawi Polyintraco, anda diharapkan untuk memilih jawaban yang tepat sesuai

Lebih terperinci

2 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT. Duta Abadi Primantara adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang Spring Bed Industry. Awalnya perusahaan ini didirikan

Lebih terperinci

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK MENGGUNAKAN TRAVEL CHART PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK MENGGUNAKAN TRAVEL CHART PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO PERANCANGAN ULANG TATA LETAK MENGGUNAKAN TRAVEL CHART PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

USULAN PERBAIKAN TATA LETAK GUDANG PRODUK JADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEDICATED STORAGE DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO

USULAN PERBAIKAN TATA LETAK GUDANG PRODUK JADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEDICATED STORAGE DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO USULAN PERBAIKAN TATA LETAK GUDANG PRODUK JADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEDICATED STORAGE DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Ivana Mery Lestari Matras merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi spring bed. Perusahaan ini berdiri pada tahun

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT Ivana Mery Lestari Matras adalah salah satu produsen spring bed yang berada di Medan dimana perusahaan berdiri pada tahun 1997 dan langsung

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT. Ocean Centra Furnindo PT. Ocean Centra Furnindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur khususnya industri spring bed. Tempat

Lebih terperinci

Lampiran 2. Flow Process Chart Pembuatan Matras Spring Bed

Lampiran 2. Flow Process Chart Pembuatan Matras Spring Bed Lampiran. Flow Process Chart Pembuatan Matras Spring Bed Kain blacu Kain polos bag. atas & bawah Busa SII bag. atas & bawah Busa AII bag. atas & bawah Hardpadd bag. atas & bawah Per pinggir Kawat lis Kawat

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan PT Ivana Mery Lestari Matras berdiri pada tahun 1997 dan langsung disahkan sebagai perusahaan berbadan hukum dalam bentuk perseroan terbatas

Lebih terperinci

4 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bagian keempat dari dari laporan skripsi ini menjelaskan tempat penulis melakukan skripsi, menguraikan tentang data-data yang dikumpulkan dan langkahlangkah pengolahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan yang selanjutnya dinamakan sebagai stasiun kerja. Waktu yang

BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan yang selanjutnya dinamakan sebagai stasiun kerja. Waktu yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Keseimbangan lintasan perakitan berhubungan erat dengan produksi massal. Sejumlah pekerjaan perakitan dikelompokkan ke dalam beberapa pusat pekerjaan

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Lampiran 1 Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab Pembagian tugas berdasarkan jabatan pada struktur organisasi di PT. Ocean Centra Furnindo adalah sebagai berikut: 1. Direktur Direktur adalah merupakan

Lebih terperinci

OPTIMISASI KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS UNTUK MEMAKSIMALKAN LABA PADA PT. GOLD COIN INDONESIA MEDAN-MILL

OPTIMISASI KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS UNTUK MEMAKSIMALKAN LABA PADA PT. GOLD COIN INDONESIA MEDAN-MILL OPTIMISASI KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS UNTUK MEMAKSIMALKAN LABA PADA PT. GOLD COIN INDONESIA MEDAN-MILL TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Mengikuti Sidang Sarjana Teknik Industri Oleh RONALD

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. massal. Sejumlah pekerjaan perakitan dikelompokkan ke dalam beberapa pusat

BAB I PENDAHULUAN. massal. Sejumlah pekerjaan perakitan dikelompokkan ke dalam beberapa pusat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Keseimbangan lintasan perakitan berhubungan erat dengan produksi massal. Sejumlah pekerjaan perakitan dikelompokkan ke dalam beberapa pusat pekerjaan

Lebih terperinci

PENERAPAN BULLWHIP EFFECT DALAM MODEL PERSEDIAAN Q DENGAN PENDEKATAN HADLEY WITHIN PADA RANTAI PASOK PT. BUDI RAYA PERKASA TUGAS SARJANA

PENERAPAN BULLWHIP EFFECT DALAM MODEL PERSEDIAAN Q DENGAN PENDEKATAN HADLEY WITHIN PADA RANTAI PASOK PT. BUDI RAYA PERKASA TUGAS SARJANA PENERAPAN BULLWHIP EFFECT DALAM MODEL PERSEDIAAN Q DENGAN PENDEKATAN HADLEY WITHIN PADA RANTAI PASOK PT. BUDI RAYA PERKASA TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Penulisan Tugas

Lebih terperinci

PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS UNTUK MEMAKSIMISASI UTILITAS PADA INDUSTRI PENGOLAHAN PLYWOOD PT. TJIPTA RIMBA DJAJA LISKE FRANCISKA NIM.

PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS UNTUK MEMAKSIMISASI UTILITAS PADA INDUSTRI PENGOLAHAN PLYWOOD PT. TJIPTA RIMBA DJAJA LISKE FRANCISKA NIM. PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS UNTUK MEMAKSIMISASI UTILITAS PADA INDUSTRI PENGOLAHAN PLYWOOD PT. TJIPTA RIMBA DJAJA T U G A S S A R J A N A Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

PERENCANAAN AKTIVITAS DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRP (DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING) UNTUK EFISIENSI BIAYA DISTRIBUSI TUGAS SARJANA

PERENCANAAN AKTIVITAS DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRP (DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING) UNTUK EFISIENSI BIAYA DISTRIBUSI TUGAS SARJANA PERENCANAAN AKTIVITAS DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRP (DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING) UNTUK EFISIENSI BIAYA DISTRIBUSI TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Sesuai dengan kebutuhan kehidupan manusia sehari-hari, tempat tidur merupakan salah satu kebutuhan primer. Karena semakin berkembangnya zaman

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan CV. Topaz Profile and Frame didirikan pada bulan Agustus 2011, pendiri sekaligus pemilik pabrik ini adalah Ir. Tanib Sembiring Cjolia, M.Eng. Pabrik

Lebih terperinci

PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI TIME WASTE PADA PROSES PRODUKSI DI PT. APINDOWAJA AMPUH PERSADA TUGAS SARJANA

PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI TIME WASTE PADA PROSES PRODUKSI DI PT. APINDOWAJA AMPUH PERSADA TUGAS SARJANA PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI TIME WASTE PADA PROSES PRODUKSI DI PT. APINDOWAJA AMPUH PERSADA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE TABU SEARCH PADA LANTAI PABRIK PADA PD. ANEKA INDUSTRI DAN JASA (PDAIJ) SUMATERA UTARA.

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE TABU SEARCH PADA LANTAI PABRIK PADA PD. ANEKA INDUSTRI DAN JASA (PDAIJ) SUMATERA UTARA. PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE TABU SEARCH PADA LANTAI PABRIK PADA PD. ANEKA INDUSTRI DAN JASA (PDAIJ) SUMATERA UTARA T U G A S S A R J A N A Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

PENGGUNAAN EXPECTANCY THEORY DALAM UPAYA MENGUKUR MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO

PENGGUNAAN EXPECTANCY THEORY DALAM UPAYA MENGUKUR MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO PENGGUNAAN EXPECTANCY THEORY DALAM UPAYA MENGUKUR MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI PT. CAHAYA KAWI ULTRA POLYINTRACO TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan CV. Makmur Palas merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendaur ulangan sampah plastik menjadi kantong plastik. Perusahaan ini

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Topaz Profile and Frame didirikan pada bulan Agustus 2011, pendiri sekaligus pemilik pabrik ini adalah Bapak Tanib S. Cjolia. Pabrik ini didirikan

Lebih terperinci

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang oleh karena kasih karunia dan penyertaannya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Sarjana ini dengan baik. Tugas Sarjana

Lebih terperinci

PENERAPAN PENJADWALAN PRODUKSI PADA PEMBUATAN PERAKITAN DAUN PINTU DI PRODUCTION TRAINING CENTRE

PENERAPAN PENJADWALAN PRODUKSI PADA PEMBUATAN PERAKITAN DAUN PINTU DI PRODUCTION TRAINING CENTRE PENERAPAN PENJADWALAN PRODUKSI PADA PEMBUATAN PERAKITAN DAUN PINTU DI PRODUCTION TRAINING CENTRE DRAFT TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Gambaran Umum Perusahaan Sesuai dengan kebutuhan kehidupan manusia sehari-hari, tempat tidur merupakan salah satu kebutuhan primer. Karena semakin berkembangnya zaman

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Salix Bintama Prima adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah kayu menjadi bahan bakar pelet kayu (wood pellet). Perusahaan

Lebih terperinci

KUESIONER TERBUKA. "Perencanaan Desain Produk Spring Bed PT Ocean Centra Furnindo"

KUESIONER TERBUKA. Perencanaan Desain Produk Spring Bed PT Ocean Centra Furnindo KUESIONER TERBUKA "Perencanaan Desain Produk Spring Bed PT Ocean Centra Furnindo" No A. DATA RESPONDEN Nama : Umur : Jenis Kelamin : B. PERTANYAAN 1. Menurut Anda, apa yang menjadi pertimbangan utama dalam

Lebih terperinci

PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PT. BANDAR BUNDER IRA RUMIRIS HUTAGALUNG

PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PT. BANDAR BUNDER IRA RUMIRIS HUTAGALUNG PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PT. BANDAR BUNDER TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh IRA RUMIRIS HUTAGALUNG 0 8 0 4 0 3

Lebih terperinci

PERENCANAAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM DINAMIS DI PT. INVILON SAGITA

PERENCANAAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM DINAMIS DI PT. INVILON SAGITA PERENCANAAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM DINAMIS DI PT. INVILON SAGITA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh SABARIA G. S.

Lebih terperinci

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING DI PT. GUNA KEMAS INDAH TUGAS SARJANA : Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING DI PT. GUNA KEMAS INDAH TUGAS SARJANA : Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING DI PT. GUNA KEMAS INDAH TUGAS SARJANA : Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh :

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Sumatra Industri Cat merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang produksi cat. PT Sumatra Industri Cat didirikan pada bulan Juni tahun

Lebih terperinci

PENJADWALAN PRODUKSI BEDDING GOODS UNTUK PEMENUHAN JADWAL PENGIRIMAN DI PT. HILON SUMATERA

PENJADWALAN PRODUKSI BEDDING GOODS UNTUK PEMENUHAN JADWAL PENGIRIMAN DI PT. HILON SUMATERA PENJADWALAN PRODUKSI BEDDING GOODS UNTUK PEMENUHAN JADWAL PENGIRIMAN DI PT. HILON SUMATERA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh CHRISTIANTA

Lebih terperinci

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING DI PT. JAKARANA TAMA TUGAS SARJANA

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING DI PT. JAKARANA TAMA TUGAS SARJANA OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING DI PT. JAKARANA TAMA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh FAHRUR ROZI 080423019

Lebih terperinci

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI ANALISA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU UNTUK MEMINIMALISASI BIAYA PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK LOT SIZING (STUDI KASUS PT. GUNA KEMAS INDAH TANJUNG MORAWA) TUGAS SARJANA Diajukan untuk

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCES (SCOR) DALAM PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PADA PT. GUNA KEMAS INDAH

PENGGUNAAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCES (SCOR) DALAM PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PADA PT. GUNA KEMAS INDAH PENGGUNAAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCES (SCOR) DALAM PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN PADA PT. GUNA KEMAS INDAH TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENERAPKAN TRAVEL CHART, ALGORITMA BLOCPLAN DAN CORELAP DI PT. CAHAYA BINTANG MEDAN TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD.Chaniago yang beralamat di jalan Bromo ujung / jalan Sepakat no 19 Medan, merupakan suatu industri yang bergerak di bidang garmen. Usaha ini didirikan

Lebih terperinci

PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE DYNAMIC PROGRAMMING PADA PT. BINTANG PERSADA SATELIT

PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE DYNAMIC PROGRAMMING PADA PT. BINTANG PERSADA SATELIT PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN METODE DYNAMIC PROGRAMMING PADA PT. BINTANG PERSADA SATELIT TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh JULIANA NIM.

Lebih terperinci

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN GOAL PROGRAMMING DI PT. AGRI FIRST INDONESIA

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN GOAL PROGRAMMING DI PT. AGRI FIRST INDONESIA OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN GOAL PROGRAMMING DI PT. AGRI FIRST INDONESIA T U G A S S A R J A N A Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri Oleh

Lebih terperinci

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N PERENCANAAN KEBUTUHAN KAPASITAS PRODUKSI DI PT. PUSAKA PRIMA MANDIRI TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh MEIRINA TRI UTAMI SIREGAR 0 8

Lebih terperinci

TUGAS SARJANA. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh: WILLY WIJAYA NIM.

TUGAS SARJANA. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh: WILLY WIJAYA NIM. IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN FUZZY MULTI-ATTRIBUTE DECISION MAKING (FUZZY MADM) DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENGERJAAN ORDER DI PT. SUMATERA WOOD INDUSTRY TUGAS SARJANA Diajukan

Lebih terperinci

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE LINEAR GOAL PROGRAMMING DI PT TOBA SURIMI INDUSTRIES TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

USULAN PERBAIKAN WAKTU SETUP MESIN PRODUKSI DENGAN METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE (SMED) PADA DEPARTEMEN PAKU DI PT. INTAN SUAR KARTIKA

USULAN PERBAIKAN WAKTU SETUP MESIN PRODUKSI DENGAN METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE (SMED) PADA DEPARTEMEN PAKU DI PT. INTAN SUAR KARTIKA USULAN PERBAIKAN WAKTU SETUP MESIN PRODUKSI DENGAN METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE (SMED) PADA DEPARTEMEN PAKU DI PT. INTAN SUAR KARTIKA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat

Lebih terperinci

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2010

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2010 PERENCANAAN KEBUTUHAN DISTRIBUSI DENGAN METODE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) UNTUK MENENTUKAN LUAS GUDANG PRODUK JADI DI PT. MABAR FEED INDONESIA T U G A S S A R J A N A Diajukan untuk Memenuhi

Lebih terperinci

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh DWI INDRIYANI

TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh DWI INDRIYANI PENGGUNAAN VALUE STREAM MAPPING TOOLS (VALSAT) DALAM MENGIDENTIFIKASI WASTE PADA PROSES PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DI PT MAHOGANY LESTARI TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari

Lebih terperinci

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PADA PT.BINTANG PERSADA SATELIT

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PADA PT.BINTANG PERSADA SATELIT PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PADA PT.BINTANG PERSADA SATELIT T U G A S S A R J A N A Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh LANY DIANA NIM. 070403014 DEPARTEMEN

Lebih terperinci

APLIKASI TEKNIK SIMULASI UNTUK PERENCANAAN PERSEDIAAN DAN PEMESANAN BAHAN BAKU DI PT. MEGAH PLASTIK

APLIKASI TEKNIK SIMULASI UNTUK PERENCANAAN PERSEDIAAN DAN PEMESANAN BAHAN BAKU DI PT. MEGAH PLASTIK APLIKASI TEKNIK SIMULASI UNTUK PERENCANAAN PERSEDIAAN DAN PEMESANAN BAHAN BAKU DI PT. MEGAH PLASTIK DRAFT TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang sangat potensial di Indonesia terutama untuk meningkatkan pendapatan negara. Saat

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN ABC (ACTIVITY BASED COSTING) DI PT GUNA KEMAS INDAH YETTY E PANGGABEAN NIM

ANALISIS BIAYA PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN ABC (ACTIVITY BASED COSTING) DI PT GUNA KEMAS INDAH YETTY E PANGGABEAN NIM ANALISIS BIAYA PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN ABC (ACTIVITY BASED COSTING) DI PT GUNA KEMAS INDAH T U G A S S A R J A N A Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

PERBAIKAN RANCANGAN PERALATAN BERDASARKAN ANTHROPOMETRI DAN BIOMEKANIKA PADA STASIUN PENGEPAKAN CRUMB RUBBER PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS, Tbk.

PERBAIKAN RANCANGAN PERALATAN BERDASARKAN ANTHROPOMETRI DAN BIOMEKANIKA PADA STASIUN PENGEPAKAN CRUMB RUBBER PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS, Tbk. PERBAIKAN RANCANGAN PERALATAN BERDASARKAN ANTHROPOMETRI DAN BIOMEKANIKA PADA STASIUN PENGEPAKAN CRUMB RUBBER PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS, Tbk. TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat

Lebih terperinci

PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE PADA PROSES VULKANISIR BAN DI PT. PUTRA SEJAHTERA MANDIRI

PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE PADA PROSES VULKANISIR BAN DI PT. PUTRA SEJAHTERA MANDIRI PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE PADA PROSES VULKANISIR BAN DI PT. PUTRA SEJAHTERA MANDIRI TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

PERBAIKAN RANCANGAN PRODUK SPRING BED DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN DESIGN FOR MANUFACTURING

PERBAIKAN RANCANGAN PRODUK SPRING BED DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN DESIGN FOR MANUFACTURING PERBAIKAN RANCANGAN PRODUK SPRING BED DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN DESIGN FOR MANUFACTURING AND ASSEMBLY (DFMA) DI PT OCEAN CENTRA FURNINDO TUGAS SARJANA Diajukan untuk

Lebih terperinci

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN MEMBANDINGKAN METODE GOAL PROGRAMMING DAN METODE FUZZY GOAL PROGRAMMING

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN MEMBANDINGKAN METODE GOAL PROGRAMMING DAN METODE FUZZY GOAL PROGRAMMING OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN MEMBANDINGKAN METODE GOAL PROGRAMMING DAN METODE FUZZY GOAL PROGRAMMING TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

STUDI APLIKASI MANAJEMEN SAMPLING PENERIMAAN BAHAN BAKU DI PT SERDANG JAYA PERDANA

STUDI APLIKASI MANAJEMEN SAMPLING PENERIMAAN BAHAN BAKU DI PT SERDANG JAYA PERDANA STUDI APLIKASI MANAJEMEN SAMPLING PENERIMAAN BAHAN BAKU DI PT SERDANG JAYA PERDANA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Industri Oleh HADRIAN

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PIPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (STUDI KASUS PT. SINAR UTAMA NUSANTARA)

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PIPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (STUDI KASUS PT. SINAR UTAMA NUSANTARA) ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PIPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (STUDI KASUS PT. SINAR UTAMA NUSANTARA) TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat

Lebih terperinci

PERENCANAAN DAN PENJADWALAN DISTRIBUSI BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING (Studi Kasus di PT. Sinar Utama Nusantara)

PERENCANAAN DAN PENJADWALAN DISTRIBUSI BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING (Studi Kasus di PT. Sinar Utama Nusantara) PERENCANAAN DAN PENJADWALAN DISTRIBUSI BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING (Studi Kasus di PT. Sinar Utama Nusantara) TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-

Lebih terperinci

PENERAPAN THEORY OF CONSTRAINT (TOC) PADA PENJADWALAN DARI SISTEM DRUM BUFFER ROPE DI PT COCA COLA AMATIL INDONESIA

PENERAPAN THEORY OF CONSTRAINT (TOC) PADA PENJADWALAN DARI SISTEM DRUM BUFFER ROPE DI PT COCA COLA AMATIL INDONESIA PENERAPAN THEORY OF CONSTRAINT (TOC) PADA PENJADWALAN DARI SISTEM DRUM BUFFER ROPE DI PT COCA COLA AMATIL INDONESIA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Untuk Mengikuti Sidang

Lebih terperinci

PENYEIMBANGAN LINTASAN PADA PERAKITAN TRANSFORMATOR DENGAN METODE MOODIE YOUNG DAN COMSOAL PADA PT. MORAWA ELECTRIC TRANSBUANA

PENYEIMBANGAN LINTASAN PADA PERAKITAN TRANSFORMATOR DENGAN METODE MOODIE YOUNG DAN COMSOAL PADA PT. MORAWA ELECTRIC TRANSBUANA PENYEIMBANGAN LINTASAN PADA PERAKITAN TRANSFORMATOR DENGAN METODE MOODIE YOUNG DAN COMSOAL PADA PT. MORAWA ELECTRIC TRANSBUANA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh

Lebih terperinci

ANALISIS PERENCANAAN PRODUKSI DI PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS, Tbk-BUNUT RUBBER FACTORY

ANALISIS PERENCANAAN PRODUKSI DI PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS, Tbk-BUNUT RUBBER FACTORY ANALISIS PERENCANAAN PRODUKSI DI PT. BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS, Tbk-BUNUT RUBBER FACTORY DRAFT TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh TIA

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Budi Raya Perkasa merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi spring bed. Perusahaan ini berdiri pada bulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk yang telah ditetapkan.

BAB I PENDAHULUAN. apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk yang telah ditetapkan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan produksi adalah suatu kegiatan yang berkenaan dengan penentuan apa yang harus diproduksi, berapa banyak diproduksi dan sumber daya apa yang dibutuhkan

Lebih terperinci

DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING di PT. BINTANG PERSADA SATELIT

DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING di PT. BINTANG PERSADA SATELIT ` PERBAIKAN ALIRAN PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING di PT. BINTANG PERSADA SATELIT T U G A S S A R J A N A Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Penulisan Tugas Sarjana

Lebih terperinci

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PIPA DENGAN PENDEKATAN METODE LEAN SIX SIGMA PADA PT. INVILON SAGITA. TUGAS SARJANA

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PIPA DENGAN PENDEKATAN METODE LEAN SIX SIGMA PADA PT. INVILON SAGITA. TUGAS SARJANA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PIPA DENGAN PENDEKATAN METODE LEAN SIX SIGMA PADA PT. INVILON SAGITA. TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan UD. Tiga Bawang merupakan sebuah industri kecil menengah yang bergerak dibidang pembuatan keripik dengan bahan baku ubi kayu. UD. Tiga Bawang adalah

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT.

Lebih terperinci

USULAN PERBAIKAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI PADA PT. BLUESCOPE LYSAGHT INDONESIA

USULAN PERBAIKAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI PADA PT. BLUESCOPE LYSAGHT INDONESIA USULAN PERBAIKAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI PADA PT. BLUESCOPE LYSAGHT INDONESIA KARYA AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Oleh HARDIANTA TARIGAN

Lebih terperinci

TUGAS SARJANA. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Untuk Mengikuti Sidang Tugas Sarjana. Oleh LIA MARETTY P. NIM.

TUGAS SARJANA. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Untuk Mengikuti Sidang Tugas Sarjana. Oleh LIA MARETTY P. NIM. PERBAIKAN RANCANGAN PRODUK SPRING BED PADA PT. IVANA MERY LESTARI MATRAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT, VALUE ENGINEERING DAN DESIGN FOR MANUFACTURE AND ASSEMBLY TUGAS SARJANA Diajukan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. proses produksi plastik kantongan dari bijih plastik. PT. Megah Plastik didirikan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. proses produksi plastik kantongan dari bijih plastik. PT. Megah Plastik didirikan BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Megah Plastik merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang proses produksi plastik kantongan dari bijih plastik. PT. Megah Plastik didirikan

Lebih terperinci

TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh : GIO FANDRI TARIGAN NIM.

TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh : GIO FANDRI TARIGAN NIM. PENILAIAN RESIKO DAN PEMILIHAN ALTERNATIF SOLUSI PENGENDALIAN RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( K3) DENGAN PENDEKATAN BENEFIT AND COST ANALYSIS PADA PABRIK GULA PTPN. II SEI SEMAYANG TUGAS SARJANA

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN PERUSAHAAN BB II GMBRN PERUSHN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Sejarah berdirinya pabrik PT. Ocean Centra Furnindo ini berawal dari usaha keluarga dan turun temurun sampai sekarang. Dimana PT. Ocean Centra Furnindo

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Putra Tunas Megah pada awalnya didirikan oleh perusahaan asing yang berdomisili di Singapura (Asysmec, Co.). PT. Putra Tunas Megah didirikan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN PERENCANAAN DAN PENJADWALAN AKTIVITAS DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) DI PT COCA-COLA BOTTLING INDONESIA MEDAN TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari

Lebih terperinci

ANALISA PENYEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI MENGGUNAKAN THEORY OF CONSTRAINTS DAN TABU SEARCH

ANALISA PENYEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI MENGGUNAKAN THEORY OF CONSTRAINTS DAN TABU SEARCH ANALISA PENYEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI MENGGUNAKAN THEORY OF CONSTRAINTS DAN TABU SEARCH TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh Kevin Prayoga

Lebih terperinci

Analisis Aliran Proses Produksi Dengan Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Di PT. Charoen Pokphand Indonesia

Analisis Aliran Proses Produksi Dengan Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Di PT. Charoen Pokphand Indonesia Analisis Aliran Proses Produksi Dengan Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Di PT. Charoen Pokphand Indonesia TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAPH BASED CONSTRUCTION DAN ALGORITMA CRAFT DI PT.

PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAPH BASED CONSTRUCTION DAN ALGORITMA CRAFT DI PT. PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GRAPH BASED CONSTRUCTION DAN ALGORITMA CRAFT DI PT. ASIA RAYA FOUNDRY TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat

Lebih terperinci

PERANCANGAN ULANG TATALETAK FASILITAS DENGAN METODE GRAFIK DAN ALGORITMA CRAFT PADA PT. PRIMA INDAH SANITON

PERANCANGAN ULANG TATALETAK FASILITAS DENGAN METODE GRAFIK DAN ALGORITMA CRAFT PADA PT. PRIMA INDAH SANITON PERANCANGAN ULANG TATALETAK FASILITAS DENGAN METODE GRAFIK DAN ALGORITMA CRAFT PADA PT. PRIMA INDAH SANITON T U G A S S A R J A N A Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan alat-alat kebutuhan rumah tangga. Perusahaan ini didirikan

Lebih terperinci

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2017

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SUMATERA UTARA M E D A N 2017 PENJADWALAN FLOWSHOP BERDASARKAN ALGORITMA NAWAZ, ENSCORE DAN HAM (NEH) DENGAN PENDEKATAN SHORTEST PROCESSING TIME (SPT) DAN LONGEST PROCESSING TIME (LPT) DI PT GROWTH SUMATRA INDUSTRY, LTD TUGAS SARJANA

Lebih terperinci

PERENCANAAN TATA LETAK GUDANG PRODUK JADI DI PT GOLD COIN INDONESIA DENGAN METODE STORAGE AND RETREIVAL

PERENCANAAN TATA LETAK GUDANG PRODUK JADI DI PT GOLD COIN INDONESIA DENGAN METODE STORAGE AND RETREIVAL PERENCANAAN TATA LETAK GUDANG PRODUK JADI DI PT GOLD COIN INDONESIA DENGAN METODE STORAGE AND RETREIVAL TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

PERENCANAAN KEBUTUHAN DISTRIBUSI DENGAN METODE DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING (DRP) PADA PT. SABAS INDONESIA TUGAS SARJANA

PERENCANAAN KEBUTUHAN DISTRIBUSI DENGAN METODE DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING (DRP) PADA PT. SABAS INDONESIA TUGAS SARJANA PERENCANAAN KEBUTUHAN DISTRIBUSI DENGAN METODE DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING (DRP) PADA PT. SABAS INDONESIA TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

APLIKASI SIMULASI SISTEM UNTUK PERENCANAAN PEMBELIAN BAHAN DAN PERSEDIAAN PRODUK DI PT. MEDAN TROPICAL CANNING & FROZEN INDUSTRIES

APLIKASI SIMULASI SISTEM UNTUK PERENCANAAN PEMBELIAN BAHAN DAN PERSEDIAAN PRODUK DI PT. MEDAN TROPICAL CANNING & FROZEN INDUSTRIES APLIKASI SIMULASI SISTEM UNTUK PERENCANAAN PEMBELIAN BAHAN DAN PERSEDIAAN PRODUK DI PT. MEDAN TROPICAL CANNING & FROZEN INDUSTRIES TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh Ahmad Raya Lubis NIM.

TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh Ahmad Raya Lubis NIM. ANALISIS TINGKAT KAPABILITAS DAN LEVEL SIGMA DALAM PENENTUAN TINGKAT KUALITAS BIODIESEL KERJA SAMA OPERASI (KSO) PT. PAMINA ADOLINA - PT. GANESHA ENERGY 77 TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Mitra Lestari Plastik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji plastik menjadi kemasan plastik. Perusahaan ini diprakarsai

Lebih terperinci

PERENCANAAN JADWAL DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION RESOURCES PLANNING (DRP) PADA PT. MEWAH INDAH JAYA. Oleh

PERENCANAAN JADWAL DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION RESOURCES PLANNING (DRP) PADA PT. MEWAH INDAH JAYA. Oleh PERENCANAAN JADWAL DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISTRIBUTION RESOURCES PLANNING (DRP) PADA PT. MEWAH INDAH JAYA TUGAS SARJANA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN V-29 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Sinar Utama Nusantara (PT. SUN) merupakan perusahaan yang berlokasi di jalan Batang kuis Km 3,8 Desa Telaga Sari, Tanjung Morawa yang didirikan

Lebih terperinci

PENERAPAN SEVEN TOOLS DALAM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KAYU PADA PT. BUKIT EMAS DHARMA UTAMA LUTFI ABDULLAH

PENERAPAN SEVEN TOOLS DALAM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KAYU PADA PT. BUKIT EMAS DHARMA UTAMA LUTFI ABDULLAH PENERAPAN SEVEN TOOLS DALAM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KAYU PADA PT. BUKIT EMAS DHARMA UTAMA KARYA AKHIR Diajukan untuk Mengikuti Sebagian dari Syarat-Syarat Guna Penulisan Karya Akhir Oleh : LUTFI ABDULLAH

Lebih terperinci

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN ALGORITMA GENETIK UNTUK MEMINIMISASI MAKESPAN DI PT. SUMATERA TIMBERINDO INDUSTRY

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN ALGORITMA GENETIK UNTUK MEMINIMISASI MAKESPAN DI PT. SUMATERA TIMBERINDO INDUSTRY PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN ALGORITMA GENETIK UNTUK MEMINIMISASI MAKESPAN DI PT. SUMATERA TIMBERINDO INDUSTRY TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT Cakrawala Elecorindo yang beralamat di Jl. Pancing No. 8 Blok C Komplek Pergudangan MMTC. merupakan salah satu perusahaan yang berbentuk perseroan

Lebih terperinci

SISTEM PERAWATAN MESIN BERBASIS PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE MODULARITY DESIGN PADA PT. SUMATERA PIONEER BUILDING MATERIAL TUGAS SARJANA

SISTEM PERAWATAN MESIN BERBASIS PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE MODULARITY DESIGN PADA PT. SUMATERA PIONEER BUILDING MATERIAL TUGAS SARJANA SISTEM PERAWATAN MESIN BERBASIS PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE MODULARITY DESIGN PADA PT. SUMATERA PIONEER BUILDING MATERIAL TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN PRODUKSI DI PT. XYZ

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN PRODUKSI DI PT. XYZ PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN BAHAN BAKU DAN PRODUKSI DI PT. XYZ TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Penulisan Tugas Sarjana Oleh CORRY PARAMITHA MARPAUNG NIM :

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Tirta Sibayakindo PT. Tirta Sibayakindo adalah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang produksi air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek

Lebih terperinci

BAB III OBJEK PENELITIAN. Perusahaan PT Abdy Sentra Kreasi adalah sebuah pabrik pengolahan dan

BAB III OBJEK PENELITIAN. Perusahaan PT Abdy Sentra Kreasi adalah sebuah pabrik pengolahan dan BAB III OBJEK PENELITIAN III.1 Sejarah Singkat Perusahaan Perusahaan PT Abdy Sentra Kreasi adalah sebuah pabrik pengolahan dan pembuatan celana jeans yang ditujukan untuk pasaran lokal. Lokasi pabrik tersebut

Lebih terperinci