PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG"

Transkripsi

1 17 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pembibitan Kegiatan pembibitan PT. Aneka Intipersada terdapat di Blok C003 divisi 1 dan B003 divisi II kebun Pinang Sebatang Estate. Varietas yang digunakan merupakan varietas Dura x Pisifera (D x P) yang disebut Tenera Socfindo dan Tenera Marihat dengan populasi untuk daerah berbukit yaitu 140 bibit perhektar dan untuk daerah datar sejumlah 180 bibit perhektar. Pembibitan di unit kebun ini masih dalam tahap pre-nursery dengan jumlah bibit yaitu 180,000 bibit dengan luas ha untuk persiapan replanting tahun Pembibitan di Kebun Pinang Sebatang Estate merupakan pembibitan dua tahap (double stage). Pada pembibitan ini, kecambah ditanam dalam small polybag (baby bag) di pre-nursery. Sesudah tiga bulan, bibit tersebut dipindahkan (transplanting) ke large bag di main-nursery. Tahapan pembibitan dua tahap diawali dengan pemilihan lokasi pre-nursery yang datar dan harus berdekatan dengan main-nursery. Lokasi ini harus dibersihkan dari gulma serta diratakan tanahnya. Syarat lokasi pembibitan yaitu dekat sumber air dan air tersedia cukup banyak dengan kualitas yang sesuai (pada musim kemarau), drainase baik sehingga tidak tergenang pada musim hujan, lokasi harus mudah didatangi dan jalan ke pembibitan harus baik, areal harus jauh dari sumber hama dan penyakit, tersanitasi dengan baik dan terbuka, tidak terhalang oleh pohon besar atau bangunan, dekat dengan emplasemen sehingga pengawasan dari pencurian dapat lebih intensif serta aman dari gangguan hewan dan binatang liar. Lokasi pre-nursery dibuat bedengan dengan ketentuan arah bedengan memanjang dari barat ke timur, panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan lapangan, lebar bedengan 1.2 m, jarak antar bedengan 1 m dan tepi bedengan dibuat palang dari papan. Naungan untuk pre-nursery di pembibitan ini menggunakan para net 80% naungan (shade).

2 18 Polybag untuk pre-nursery yang digunakan adalah baby-bag dengan ukuran lebar 14 cm, panjang 23 cm dan tebal 0.1 mm, berwarna hitam dan terdapat lubang-lubang drainase. Tanah yang digunakan untuk media tanam adalah tanah lapisan atas (top-soil) dan tidak bercampur dengan batu-batu atau kerikil. Tekstur tanah sebaiknya lempung berliat dan mempunyai sifat drainase yang baik. Tanah lapisan atas diayak dengan ayakan 1 cm untuk memisahkan bongkah-bongkah tanah dan sisa-sisa akar atau kerikil. Tanah yang telah diayak dicampur dengan pupuk Rock Phospate (RP) dengan dosis 15 g/baby-bag. Baby-bag yang telah diisi dengan tanah disusun rapat dan rapi sehingga membentuk bedengan selebar 120 cm (14 baby-bag). Panjang bedengan tergantung pada jumlah bibit per nomor kelompok. Penyiraman dilakukan setiap hari agar tanahnya menjadi kompak. Kecambah yang diterima di kebun ditanam satu hari setelah penerimaan kecambah. Kecambah dikirim dalam bentuk bungkusan plastik dan sebelum dibuka terlebih dulu dipisah-pisahkan sesuai dengan nomor kelompoknya. Pada kegiatan magang ini mahasiswa melakukan kegiatan pengawasan pengsian babybag dan sortir kecambah yang akan di tanam. Sortir dilakukan terhadap kecambah yang afkir dan double tone. Mahasiswa juga mengikuti kegaiatan main-nursery pada saat pengawasan pengambilan tanah, pengisian baby bag, penerimaan kecambah, sortir kecambah, penanaman dan perawatan nurserynya. Kegiatan pembibitan tahap pre-nursery dapat dilihat pada Gambar 3. (a) Penanaman kecambah (b) Pemeliharaan pre-nursery Gambar 3. Kegiatan (a) Penanaman kecambah, (b) Pemeliharaan nursery

3 19 Pembibitan yang dilakukan di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate merupakan program pembibitan yang pertama kali dijalankan sehingga pengetahuan para pekerja masih kurang dan pengelolaannya masih menjadi satu dengan divisi II. Hal ini mengakibatkan kurangnya tenaga kerja baik pada pembibitan maupun divisi II. Tenaga kerja yang diperlukan dalam pembibitan ini yaitu 1 orang asisten pembibitan, 1 orang mandor 1, 1 orang krani divisi dan 8 orang karyawan perawatan. Tenaga kerja yang belum tersedia yaitu asisten pembibitan dan 4 orang tenaga kerja untuk pemeliharaan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka tenaga kerja yang digunakan khusus pembibitan menggunakan karyawan yang berasal dari divisi lainnya. Tenaga kerja yang bertugas dipembibitan dijadwalkan secara bergilir sebelum pembibitan ini menjadi divisi tersendiri dan merima karyawan tetap. Pengendalian Gulma Kegiatan pengendalian gulma di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate dilakukan secara kimiawi dan secara manual. Pegendalian gulma ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan gulma yang tumbuh di areal tanaman yang diusahakan agar persaingan dengan tanaman utama dapat ditekan. Pengendalian secara manual yaitu dengan bongkar tanaman pengganggu (BTP) sedangkan pengendalian secara kimia dilakukan melalui penyemprotan dengan menggunakan herbisida. Bongkar Tanaman Pengganggu (BTP). Kegiatan ini dilakukan di bawah pengawasan mandor perawatan. Teknik pengendalian manual dilakukan dengan menggunakan alat cados (cangkul dodos) dengan cara membongkar gulma sampai perakarannya. Kegiatan BTP ini tidak dibenarkan menggunakan parang babat (slashing) tetapi dalam teknis lapangan kegiatan BTP dengan menggunakan parang tetap dilakukan pada kondisi tertentu dan pada gulma tertentu. Kegiatan BTP dengan cados dilakukan dengan membongkar sampai perakaran gulma sedangkan pembabatan dengan menggunakan parang dilakukan dengan membabat gulma berkayu atau gulma di rawa sampai pangkal gulma sehingga gulma mampu tertekan pertumbuhannya. Gulma berkayu yang terdapat di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate Divisi II yang perlu di lakukan BTP yaitu anak sawit (kentosan).

4 20 Chromolaena odorata (Eupatorium odoratum), Lantana camara, Melastoma malabathricum, Clidemia hirta dan gulma berkayu lainnya. Kentosan merupakan masalah utama dalam pengendalian gulma di divisi II Kebun Pinang Sebatang Estate. Untuk mengatasi kentosan ini maka pihak kebun memberikan kebijakan tambahan untuk setiap karyawan membawa 20 kentosan pada saat antriann pagi tanpa adanya intensif yang diberikan. Kegiatan BTP tidak memiliki standar kerja dalam bentuk luasan area tetapi dihitung berdasarkan jam kerja yang telah ditentukann oleh perusahaan dengan lama jam kerja yaitu 7 jam/hk untuk hari biasa dan 5 jam/hk untuk hari jumat. Mahasiswa mengikuti kegiatan BTP baik menjadi karyawan ataupun pengawas sebagai mandor dengan jumlah karyawan BTP yaitu 9 orang. Alat BTP dan contoh gulma anak kayu dapat dilihat pada Gambar 4. a. Melastoma malabathricum b. Kenthosan Gambar 4. Gulma anak kayu (a) Melastomaa malabathricum dan (b) Kenthosan Penyemprotan. Kegiatan pengendalian gulma secara kimia dilakukan melalui penyemprotan gulma dengan herbisida. Sistem semprot yang digunakan di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate yaitu block spraying system (BSS). Kegiatan penyemprotan ini merupakan sistem penyemprotan atau pengendalian gulma kimiawi terkonsentrasi yang dikerjakan blok per blok dengan sasaran mutu penyemprotan yang lebih baik dan dilakukan oleh satu tim semprot yang dipegang oleh satu divisi dalam satu kebun yaitu divisi II. Tujuan pengendalian gulma ini yaitu mengurangi kompetisi unsur hara, air, dan sinar matahari, meningkatkan efisiensi pemupukan, mempermudah kontrol pelaksanaan panen dan pemupukan,

5 21 memudahkan kutip brondolan sehingga menekan losses fruit (kehilangan hasil), mempermudah kontrol pekerjaan dari satu gawangan ke gawangan lain dan menekan populasi hama (terutama pada TBM). Hasil penyemprotan akan dievalusi oleh tim supervisi yaitu mantri buah dengan menggunakan sistem structure block supervision (SBS) yaitu sistem pengawasan terhadap blok yang dilakukan pada area yang telah disemprot seminggu setelah aplikasi. Hasil yang diharapkan dari kegiatan semprot adalah tingkat kematian gulma sasaran sebesar 100% dengan indikasi hasil semprotan merata sesuai sasaran. Kegiatan pengendalian gulma ini dibagi menjadi dua yang pertama yaitu semprot piringan, pasar rintis dan TPH sedangkan yang kedua yaitu semprot gawangan dan lalang. Semua karyawan yang termasuk tim pengendalian secara kimia ini harus mengikuti arahan dari asisten ataupun mandor semprot masingmasing. Alat pelindung diri (APD) wajib dipakai oleh karyawan pada waktu spraying berupa topi, kaca mata, masker hidung, baju seragam apron, masker hidung, sarung tangan karet (nitrille), celana panjang dan sepatu boot. Selain itu, mandor semprot wajib membawa dua bendera warna merah untuk memulai dan mengakhiri pengancakan sedangkan karyawan membawa bendera kuning untuk tanda apabila herbisida karyawan habis di dalam hanca. Herbisida yang digunakan dicampur terlebih dahulu di mobil semprot pada waktu pagi hari dan dilakukan pengadukan secara merata. Semprot piringan, pasar rintis dan TPH. Kegiatan ini merupakan pemeliharaan beberapa sarana yang terpenting dari produksi dan perawatan yaitu piringan, pasar rintis dan TPH. Hal ini dilakukan supaya sarana tersebut berfungsi sebagaimana mestinya, maka sarana tersebut mutlak memerlukan pemeliharaan yang berkesinambungan. Kegiatan pengendalian gulma ini dilakukan dengan menggunakan alat semprot Micron Harby Sprayer (MHS) yang berkapasitas 5 liter. Herbisida yang digunakan bermerk Prima Up berbahan aktif gliphosate dengan konsentrasi 4% (200 cc), dosis 0.5 l/ha dan volume semprot yaitu 40 l/ha. Bahan ini akan dicampur dengan herbisida bermerk Dejavu dengan konsentrasi bahan aktif fluroksipir 1% (50 cc/kep), dosis 0.5 l/ha dan volume semprot 40 l/ha. Frekuensi penyemprotan yaitu 3 kali dalam 1 tahun. Kegiatan penyemprotan diawali dengan pembagian hanca oleh mandor semprot kepada setiap pekerja.

6 22 Tiap pekerja memperoleh hanca dua pasar rintis. Penyemprotan dimulai dari sisi colectioan road menuju pasar rintis sampai ke colectioan road selanjutnya berpindah ke sisi colectioan road sebelahnya dan menuju ke pasar rintis sampai ke colectioan road awal penyemprotan. Penyemprotan ini dilakukan oleh karyawan wanita yang berjumlah 12 orang dengan standar kerja yaitu 4 ha/hk. Prestasi kerja karyawan yaitu 4 ha/hk dan prestasi kerja penulis yaitu 1.5 ha/hk. Permasalahan dalam penyemprotan ini yaitu terjadinya hujan pada saat melakukan penyemprotan sehingga kegiatan ini terhenti. Apabila masalah ini terjadi maka kegiatan penyemprotan harus dilembur pada hari minggu atau hari libur. Semprot gawangan. Kegiatan semprot gawangan ini menggunakan alat semprot RB-15 dengan volume semprot berdasarkan ukuran nozzle. Kegiatan diawali dengan penghancakan karyawan oleh mandor semprot dari sisi colectioan road menuju pasar rintis di mana setiap karyawan membawa 1 pasar rintis dan setengah gawangan mati di sisi kanan dan kiri pasar rintis menuju colectioan road dan selanjutnya berpindah ke sisi colectioan road sebelahnya dan menuju ke pasar rintis sampai ke colectioan road awal penyemprotan. Herbisida yang digunakan untuk daerah rendahan yaitu herbisida bermerk Prima Up berbahan aktif gliphosate dengan konsentrasi 0.8% (120 cc), dosis 0.32 l/ha dan volume semprot 40 l/ha. Bahan ini dicampur dengan Meta Prima yang berbahan aktif metil metsulfuron konsentrasi dengan konsentrasi 0.03% (5 gr), dosis 16 g/ha dan volume semprot 53.3 l/ha. Sedangkan untuk daerah selain rendahan penyemprotan gawangan menggunakan dengan herbisida bermerk Kenlon yang berbahan aktif Tryclophir konsentrasi 0.8% (120 cc), dosis 320 cc/ha dan volume semprot 40 l/ha. Standar kerja karyawan yaitu 1.5 ha/hk dan prestasi kerja karyawan yaitu 2.1 ha/hk dengan jumlah karyawan yaitu 16 orang. Dalam kegitan ini penulis tidak mengikuti kegiatan secara langsung tetapi penulis menjadi pendamping mandor dengan jumlah karyawan yang diawasi yaitu 14 HK dan luas areal yang diawasi 30 ha. Permasalahn yang terjadi yaitu pertumbuhan gulma yang sangat cepat sedangkan frekuensi penyemprotan gawangan ini yaitu 1 kali dalam setahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan frekuensi penyemprotan agar pertumbuhan gulma dapat tertekan. Gulma yang sasaran penyemprotan ini

7 23 yaitu Clidemia hirta, Melastoma malabatrichum, Lantana camara dan berbagai macam gulma anak kayu lainnya. Kegiatan semprot piringan dan gawangan dapat dilihat pada Gambar 5. (a) Semprot gawangann (b) Semprot piringan Gambar 5. Kegiatan semprot (a) gawangan dan (b) piringan Leaf Sampling Unit (LSU) Pengambilan sampel daun merupakan langkah awal dalam menentukan dosis dan aplikasi pemupukan yang didasarkan pada suatu unit yang dikenal dengan kesatuan unit sampel atau leaf sampling unit (LSU). Kegiatan LSU harus mencerminkan keseragaman yang meliputi umur tanaman, jenis tanah, kultur teknis, topografi dan drainase. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengambilan contoh daun yang dilakukan sekali dalam satu tahun. Pengambilan sampel daun yang dilakukan pada tahun 2012 digunakan untuk menentukan rekomendasi pemupukan pada tahun Tujuan utama pengambilan sampel daun adalah untuk memperoleh data tentang kandungan unsur hara dalam daun melalui analisa di laboratorium, hal ini dilakukan karena adanya hubungan antara kandungann hara daun dengan pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit. Kegiatan pengambilan sampel daun minimal dilakukan dua bulan setelah aplikasi pemupukan dan tidak boleh dilkukan pada waktu musimm hujan ataupun kemarau panjang. Pengambilann sampel daun harus dilakukan pada bulan yang sama pada tiap tahunnya dengan memperhatikan faktor kebersihan baik dari petugas LSU, kebersihan tempatt sampel LSU dan kebersihan sampel daun. Pokok sampel diusahakan pokok yang sama dalam setiap tahunnya sehingga sampel yang diambil tetap akurat.

8 24 Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu egrek, gunting, kuas, peralatan tulis, cat warna biru, plastik, blanko LSU dan label data LSU. Petugas LSU terdiri dari 2 orang, petugas 1 bertugas mengamati kondisi tanaman yang disensus, mencatat data, memotong daun, memisahkan lidi dengan lembar daun dan menyimpan daun dalam wadah plastik. Petugas 2 memberi label dalam pokok, mengamati pelepah ke-17 dan memotong pelepah ke-17. Kegiatan LSU diawali dengan menentukan titik sampling (TS) yaitu pokok yang akan diambil daunnya sebagai sampel. Nomor TS ditulis pada pelepah yang kering namun masih melekat pada pokok. Pokok TS pertama berada pada baris ketiga dan pokok ketiga blok pada posisi barat-selatan. Titik sampling pertama ditandai dengan nomor 1 dengan garis dua di bawah sedangkan TS selanjutnya hanya diberi garis satu di bawah angka yang menunjukkan jumlah TS. Penentuan pokok juga menggunakan sistem LSU yaitu pengaturan cara menghitung jumlah baris dan pokok serta jumlah sampel yang harus diambil. Jika sistem LSU menunjukkan angka 12 x 11 = 30 maka sampel yang diambil setiap pokok ke-12 pada setiap baris ke-11 dengan 30 jumlah TS/unit. Syarat pokok yang menjadi TS yaitu pokok tidak dekat dengan jalan, sungai, bangunan dan parit. Tanaman tersebut bukan merupakan tanaman sisipan, masih normal dan tidak terserang penyakit. Apabila TS tersebut tidak memenuhi syarat tersebut maka dengan ketentuan sebagai berikut: (1) Pokok berada di pinggir jalan maka harus bergeser 2 pokok ke dalam (2) Pokok dekat parit dan bangunan bergeser 1 pokok (3) Pokok bersebelahan dengan pokok mati atau kosong maka bergeser 2 pokok dan (4) Pokok steril, tumbuh abnormal atau terserang penyakit bergeser 1 pokok. Daun yang diambil yaitu daun pada pelepah ke-17. Pelepah diturunkan kemudian mengambil anak daun tengah yaitu anak daun yang terletak diantara pelepah yang datar dan yang tajam dengan tanda jarum atau tonjolan. Jumlah anak daun yang diambil yaitu 6 lembar yang terdiri dari 3 lembar sebelah kanan pelepah dan 3 lembar sebelah kiri pelapah. Anak daun diambil bagian tengah daun sepanjang 20 cm kemudian memisahkan lembar daun dengan lidinya dimana lembar daun sebelah kiri dimasukkan kekantong plastik putih dan lembar daun

9 25 sebelah kanan dimasukkan ke kantong plastik hitam. Sampel daun yang telah selesai diambil kemudian dipotong-potong dengan ukuran 2 cm. Kegiatan LSU yang lain yaitu pengamatan visual terhadap defisiensi unsur hara padaa tanaman kelapa sawit. Pengamatan visual ini mengguanakan bantuan foto tanaman kelapa sawit yang kekurangann unsur haraa sehingga tim LSU mampu melakukan pengamatan dengan mudah. Mahasiswa mengikuti kegiatan LSU baik secara teori melalui sosialisasi dari MRC dan pengambilan LSU secara langsung di divisi II bersamaa karyawan di blok lama A 11 dengan luas ha. Permasalahan yang terjadi padaa waktu kegiatan LSU yaitu kurang terampilnya karyawan LSU sehingga pelatihan LSU perlu dilakukan lebih intensif lagi. Gambaran tentang kegiatan LSU dapat dilihat pada Gambar 6. (a) Pengambilan pelepah ke-17 (b) Penentuan anak daun (c) Penyimpanann potongan daun Gambar 6. Kegiatan LSU (a) pengambilan pelepah ke-17, (b) daun, dan (c) penyimpanan potongan daun penentuan anak Pemupukan Pemupukan merupakan kegiatan pemberian unsur hara kepada tanaman. Prinsip utama dalam aplikasi atau penaburan pupuk di perkebunan kelapa sawit adalah setiap pokok harus menerima tiap jenis pupuk sesuai dosis yang telah direkomendasikan oleh departement minamas research centre (MRC). Hal ini dilakukan untuk mencapai produktivitas tanaman yang menjadi tujuan akhir dari bisnis perkebunan. Kegiatan pemupukan harus dilakukan secara efektiff dan efisien dengan memperhatikan 6 faktor pemupukan yaitu, jenis pupuk, dosis

10 26 aplikasi, penyimpanan pupuk, waktu aplikasi, cara aplikasi dan tempat diaplikasikan. Kegiatan pemupukan di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate menggunakan sistem yang dinamakan block manuring system (BMS) yang berada di divisi IV. Kegiatan pemupukan ini merupakan sistem pemupukan terkonsentrasi yang dikerjakan blok per blok dengan sasaran mutu pemupukan yang lebih baik, supervisi lebih fokus dan produktivitas yang lebih tinggi. Organisasi pemupukan meliputi tukang until, tukang angkut pupuk, tukang langsir/ecer pupuk dan tukang tabur pupuk dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas pemupukan. Alat pelindung diri (APD) wajib dipakai oleh karyawan pada waktu pemupuk yaitu baju lengan panjang, sarung tangan, clemek, ember, mangkuk, masker hidung, pelindung mata dan muka (face visor), sarung tangan karet (nitrille), baju lengan panjang, celana panjang dan sepatu boot. Until pupuk. Kegiatan penguntilan pupuk dilakukan di gudang sentral kebun di mana untilan, jenis dan berat pupuk disesuaikan dengan rencana areal yang akan dipupuk dan kemampuan penabur. Penguntilan diawali dengan menentukan blok mana yang akan dipupuk besok hari dan apa jenis pupuk serta dosisnya. Goni untuk untilan digunakan eks goni pupuk sebelumnya, tidak boleh menggunakan goni yang baru dibuka. Hal ini perlu dilakukan karena jumlah goni bukan baru merupakan kontrol apakah jumlah kilogram atau zak yang dibuka sama dengan jumlah yang sudah diuntil. Untilan disusun (ditumpuk 10 until) sedemikian rupa sehingga mudah menghitungnya. Pupuk yang sudah diuntil harus segera ditabur besok harinya agar tidak terjadi proses penggumpalan. Permaslahan yang terjadi yaitu jumlah karung until yang kurang karena hilang pada waktu pemupukan sehingga menghambat proses penguntilan pupuk. Perusahaan seharusnya menyedi akan jumlah karung yang mencukupi pada waktu penguntilan sehingga proses penguntilan pupuk ini bisa berjalan dengan lancar. Basis until pupuk untuk setiap karyawan yaitu 1,500 kg/hk. Pengeceran pupuk. Pengeceran pupuk adalah kegiatan memuat pupuk yang ada di gudang untuk selanjutnya dikirim ke lapang. Kegiatan pengeceran pupuk dilakukan karyawan muat pupuk menggunakan truk muat dengan pengawasan oleh mandor pupuk dan satpam. Pengeceran dilakukan di collection

11 27 road (CR) pada tempat penumpukan pupuk (TPP) yang telah ditentukan jumlahnya sesuai dengan dosis pupuk. Pengeceran pupuk dilakukan oleh pemuat dengan jumlah pemuat yaitu 2 HK untuk setiap unit angkutan sedangkan premi yang diberikan yaitu Rp 8,000/ton. Pengeceran harus dilakukan blok per blok, bila dosis blok yang satu dengan berikutnya sama maka pengeceran dapat dilakukan langsung per collection road. Kegiatan pengeceran di kebun ini perlu diperhatikan karena bentuk area pertanaman kelapa sawit berupa terasan atau berbukit-bukit. Hal ini mengakibatkan daerah tersebut makin banyak jalan kontur sehingga mempersulit dalam pengeceran. Solusi permasalahan ini yaitu adanya rencana pengeceran pupuk untuk setiap perlakuan pada peta detail, sehingga pada waktu pelaksanaan pemupukan sudah ada pedoman yang pasti. Langsir Pupuk dan Penaburan Pupuk. Pelaksanaan pemupukan berdasarkan BMS terdiri dari 1 orang tukang langsir pupuk dan 2 orang penabur pupuk. Pelangsiran dilakukan dengan menggunakan angkong dan berada di depan tukang penabur pupuk yang dimulai dari pinggir CR ke pasar tengah. Untilan pertama diletakkan di pasar rintis pada pokok pertama dari col. Untilan berikutnya mengikuti ketentuan sesuai dengan jumlah untilan per rintis. Perpindahan pelangsir menuju ke sebelah timur atau barat blok. Penaburan pupuk dimulai dari pinggir CR ke pasar tengah. Untilan ke -1 langsung dipupukkan dari pinggir collection road. Penaburan dimulai dari pinggir CR di mana untilan telah tersedia menuju sisi barat atau timur blok sesuai dengan jumlah pokok yang harus dipupuk per untilan. Penaburan dilakukan dengan takaran tertentu untuk tiap pokok sesui dosis yang direkomendasikan dan ditabur melingkar merata di permukaan tanah di piringan sebelah luar. Mahasiswa mengikuti kegiatan pengeceran pupuk. pemupukan secara langsung di lapangan dan sebagai pengawas atau pendamping mandor. Basis yang ditetapkan oleh perusahaan untuk tenaga kerja pupuk (pengecer dan penabur) adalah 450 kg/hk dengan jumlah karyawan pupuk yaitu 30 orang. Mahasiswa mengikuti kegiatan pemupukan MOP dengan prestasi kerja penulis yaitu 210 kg/hk sedangkan prestasi kerja karyawan pupuk sama dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu 450 kg/hk dan jumlah karyawan pemupuk yaitu 12 orang.

12 Aplikasi pemupukan. Tanaman kelapa sawit di Unit kebun Pinang Sebatang Estate merupakan Tanaman Menghasilkan (TM) sehingga pemupukan diaplikasikan 2 kali/tahun. Aplikasi pertama dilakukan pada bulan Februari Mei sedangkan aplikasi kedua dilakukan harus sudah selesai di bulan Oktober pada setiap tahun berjalan. Aplikasi pemupukan ini sering terganggu dengan adanya hujan dipagi hari. Apabila terjadi hujan dipagi hari maka kegiatan pemupukan akan diundur esok harinya sehingga mengakibatkan aplikasi pemupukan menjadi mundur. Jenis pupuk, dosis dan aplikasi pupuk dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Jenis pupuk, dosis dan aplikasi tahun Jenis pupuk Aplikasi Dosis pupuk per tahun tanam kg/pokok... Urea Rock Phosphate MOP Dolomit Kieserit HGFB Sumber : Kantor Besar Unit Kebun Pinang Sebatang Estate 28 Pengawasan pemupukan. Pengawasan pemupukan dengan menggunakan metode strukture block supervision (SBS) ini ditujukan kepada karyawan, mandor pupuk dan divisi. Pengawasan dilakukan terhadap untilan tertinggal, pokok tidak terpupuk, pupuk tidak merata, tidak tepat sasaran, peralatan yang meliputi karung tercecer dan takaran tertinggal. Pengawasan dilakukan berdasarkan ketentuan kebun dan khusus bagi penabur/pengecer yang dikategorikan buruk menjadi tambahan untuk diperiksa sampai mengalami perubahan menjadi baik. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pemupukan adalah pokok terpupuk 100% dengan indikasi hasil pemupukan merata dan sesuai dosis rekomendasi. Pelaksanaan pemupukan di kebun memerlukan penanganan khusus karena kondisi areal yang berbukit dan kondisi areal yang spesifik seperti barisan pokok tidak lurus

13 29 (terutama pada areal berteras), barisan dalam 1 rintis tidak tembus akibat adanya sungai, jurang atau palung. Hal ini mengakibatkan jumlah pokok dalam 1 barisan tanaman bervariasi. Untuk mengatasi hal tersebut maka pelangsiran dan penaburann pupuk dilakukan oleh 1 orang dengan pengawasan yang ketatt oleh mandor pupuk. Pengendalian Hamaa dan Penyakit Deteksi hama dan penyakit secara dini merupakan tindakan yang mendukung pelaksanaan pengendalian hama secara terpadu atau disebut intergrated pest management (IPM). Setiap usaha pengelolaan hama dan penyakit di kebun harus memprioritaskan pemanfaatan biological control dan minimalkan penggunaan pestisida sehingga produk yang dihasilkan berwawasan cleann and healthy food. Unit Kebun Pinang Sebatang Estate melakukan pencegahan terhadap hama ulat api Setothosea asigna Van Eecke dengan menggunakan tanaman bermanfaat (beneficial plant). Jenis tanaman untuk mengendalikan hama secara terpadu dapat dilihat padaa Gambar 6. (a) Cassiaa cobanensiss (b) Turnera subulata (c) Antigonon leptopus (d) Kandang burung hantu

14 30 Gambar 7. Pengendalikan hama secara terpadu (a) Cassia cobanensis, (b) Turnera subulata, (c) Antigonon leptopus dan (d) Kandang burung hantu Penanaman tanaman bermanfaat di areal terbuka di sekitar tanaman kelapa sawit sebagai inang musuh alami dari ulat kantong maupun ulat api. Jenis tanaman yang harus dikembangkan adalah Cassia cobanensis, Turnera subulata dan Antigonon leptopus. Pengendalian hama tikus dilakukan dengan pengembangbiakan burung hantu (Tyto alba) yang termasuk golongan burung buas (carnivora) yang umumnya memakan mangsanya dalam kondisi hidup. Burung hantu dikembangbiakkan dengan memasang kandang burung hantu (nest box) 1 buah per 20 ha. Pada kegiatan ini mahasiswa melakukan pengawasan penanaman Turnera subulata di area pembibitan dengan jumlah mandor yang diawasi yaitu 2 orang dan dilakukan selama 8 jam. Penunasan Pelepah (prunning) Penunasan pelepah (prunning) bertujuan untuk pemeliharaan pelepah daun produktif dengan cara mengurangi jumlah pelepah yang kurang produktif sampai pada batas tertentu yang tidak menyebabkan kemampuan fotosintes di daun terganggu sehingga pertumbuhan vegetatif dan generatif menjadi optimal. Penunasan juga bertujuan untuk mempermudah pekerjaan potong buah (melihat dan memotong buah masak), menghindari tersangkutnya brondolan pada ketiak cabang, memperlancar proses penyerbukan alami, mempermudah pengamatan buah pada saat sensus produksi, melakukan sanitasi (kebersihan) tanaman sehingga menciptakan lingkungan yang tidak sesuai bagi perkembangan hama dan penyakit. Pada tanaman muda (tunas pasir) mempermudah pemupukan, cuci rumput piringan dan pengutipan brondolan. Kegiatan penunasan ini dilakukan jangan sampai terjadinya tunas pelepah yang berlebihan (over prunning) atau pemeliharaan pelepah yang terlambat (pokok gondrong/under pruning). Penunasan yang dilakukan di Unit Kebun Pinang Sebatang merupakan penunasan yang bersifat progresif (maintenance progressive prunning). Tunas pokok progresif adalah kegiatan penunasan yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan panen oleh pemanen itu juga (bukan oleh tim tunas khusus). Penunasan

15 31 dilakukan setelah potong buah, pada pokokk itu juga dan dilakukan pemeliharaan pelepah dengan mengacu pada prinsip-prinsip tunas pokok yaitu 56 pelepah untuk tanaman berumur 4-7 tahun sedangkan untuk tanamann lebih dari 8 tahun yaitu 48 pelepah. Pelaksanaann tunas pelepah secara progresif ini bila memungkinkan dapat dilakukan secara langsung pada saat panen dan apabila tidak memungkinkan dapat dilakukan hanca panen atau pada hari libur atau setelah pelaksanaan panen. Tunas progesif ini mempunyai keuntungann yang lebih yaitu biaya lebih rendah, penghematan tenaga kerja dan mandor, pokok sawit tidak stres dan keluar masuk karyawan (turn over) ) rendah karena tambahan pendapatan. Selain itu, penunasan progresif ini juga untuk mengintegrasikan pelaksanaan panen menggunakan block harversting system (BHS) dengan pemeliharaa an tanaman atau penunasan pelepah yang dilakukan oleh tenaga panen itu sendiri. Pelepah daun yang telah ditunas disusun (dirumpuk) di gawangan mati dan di antara pokok sehingga membentuk huruf U (U-shape) sedangkan pelepah daun pada areal berbukit harus disusun dengan arah memotong kemiringan lereng. Hal ini sekaligus bertujuan untuk melakukan konservasi tanah dengan cara mengurangi laju kecepatan air (run-off). Kondisi pelepah harus dijaga sepanjang tahun dan pembayaran nilai tunasan dilakukan sebanyak 3 kali/tahun dengan biaya Rp 800 per pokok. Mahasiswa tidak melakukan penunasan secara langsung tetapi kegiatan penunasan dilakukan padaa waktu panen sawit dan dilanjutkan penyusunan pelepah pada gawangan mati. Susunan pelepah pada area berbukit dan area datar dapat dilihat padaa Gambar 8. (a) Susunan Pelepah padaa lahan berteras (b) Susunan pelepah U-shape Gambar 8. Susunan pelepah pada dua area (a) berbukit, (b) area datar

16 32 Permasalahan yang terjadi pada kegiatan penunasan yaitu terlambatnya pembayaran nilai tunasan oleh perusahaan kepada karyawan tunas. Hal ini ini disebabkan penyelesaian penunasan antar blok tidak selesai secara bersama. Oleh karena itu, perusahaan harus menjadwalkan kegiatan penunasan secara tertib sehingga kegiatan ini dapat selesai secara serempak sehingga pembayaran dapat berjalan dengan lancar. Perawatan Jalan dan Jembatan Jalan merupakan akses yang paling penting di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate dan mempunyai fungsi yang vital yaitu sebagai jalur transportasi TBS ke pabrik dan minyak kernel sawit (MKS) dan inti kernel sawit (IKS) keluar pabrik atau kebun. Transportasi TBS ke pabrik harus dijadwalkan setiap hari untuk diolah pada hari itu juga dikarenakan semakin lambat diangkut ke pabrik maka semakin naik kandungan ALB nya. Jalan yang berfungsi dengan baik, akan mempermudah dalam pengangkutan sarana transportasi bahan atau alat ke lapangan seperti unit semprot, bahan jembatan, titi panen dan lain-lain. Jalan yang baik akan dapat mempercepat pergi atau pulangnya karyawan serta mempercepat atau mempertinggi intensitas kontrol dan komunikasi. Jenis jalan yang terdapat di kebun ini yaitu jalan akses (access road), jalan utama (main road), jalan pengumpul (collection road) dan jalan bantu/jalan kontur (tertiary road). Perawatan jalan yang dilaksanakan di kebun ini dilakukan dengan dua cara yaitu perawatan secara manual dan mekanis. Perawatan secara manual diawali dengan membabat mepet rumput-rumputan di permukaan jalan dan bekas babatan harus dibuang ke gawangan. Pelepah yang menjulang ke jalan akan menghalangi sinar matahari dan mengganggu lalu-lintas kendaraan maka perlu dilakukan penunasan (tunas pasar). Apabila terdapat genangan air atau jalan berlumpur maka air yang tergenang dialirkan (tali air) dengan menggunakan cangkul kemudian ditimbun dengan menggunakan batu pecah dan diratakan. Parawatan jalan secara mekanis dilakukan dengan menggunakan alat berat yaitu road grader, compactor dan TLB. Kegiatan perawatan jalan secara mekanis diawali dengan menimbun titik-titik jalan yang rusak dengan menggunakan batu pecah. Batu yang sudah

17 33 ditimbunkan ke jalan kemudian diratakan dan permukaan jalan dibentuk cembung/cambering dengan parit yang berada di kanan atau kiri jalan menggunakan road grader. Jalan yang sudah terbentuk kemudian dipadatkan dengan compactor/road roller. Benteng-benteng di kiri jalan dibuka dengan menggunakan Tractor Loader Backhoe (TLB) agar air bisa mengalir ke parit. Jenis jembatan yang terdapat di kebun ini yaitu jembatan kayu ulin, gorong-gorong bundar (buist beton) dan jembatan berkontruksi beton (box culvert). Jembatan inii dibangun dengan menyesuaikan daerah aliran sungai seperti luas, bentuk, topografi (contour) dan struktur geologinya. Jembatan berkontruksi kayu dan beton biasanya dibangun di jalan collection road dan jalan kontur yang mana frekuensi lalu lintas kendaraan beratnya relatif rendah. Sedangkan jembatan berkontruksi beton dibangun di access road, main road dan collection road untuk frekuensi lalu lintas kendaraan beratnya relatif cukup tinggi. Perbaikan jembatan berkontruksi kayu dan gorong-gorong diperbaiki dengan mengangkat kayu atau gorong-gorong yang telah rusak dengan menggunakan n alat berat Tractor Loader Backhoe (TLB). Kayu dan gorong-gorongg yang telah rusak diganti kemudian ditimbun tanah dan batu pecah kemudian diapadatkan secara manual ataupun mengguanakan compactor. Jembatan beton diperbaiki dengan menimbun jembatan tersebut dengan mennggukan batu pecah kemudian diratakan dengan road grader dan dipadatkan dengan compactor. Mahasiswa melakukan pengawasan perbaikan jalan dan jembatan sebagai pengawas pada waktu menjadi mandor dan pendamping asisten. Kegiatan perbaikan jalan dan jembatan dapat dilihat pada Gambar 9. (a) Perbaikan jembatan (b) Perbaikan jalan mekanis Gambar 9. Kegiatan perbaikan (a) jembatan dan (b) jalan mekanis

18 34 Perawatan Titi Panen dan Tangga Teras Titi panen merupakan salah satu bentuk jembatan dengan struktur konstruksi yang paling sederhana yaitu berupa beton yang diletakan di atas tanah yang diletakkan di atas parit. Titian panen di kebun ini dibedakan menjadi titi panen kayu ulin dan titi panen beton bertulang. Titi panen tidak berfungsi dikarenakan hanyut atau tanah penyangga titian panen tersebut longsor sehingga titi panen hanyut ke parit. Perawatan titi panen dilakukan dengan memasang kembali titian panen yang telah hanyut sehingga bisa berfungsi untuk penyeberangan karyawan ataupun angkong untuk muat TBS. Tangga teras merupakan teras yang dibuat di daerah berbukit yang berfungsi mempermudah evakuasi TBS ke atas atau ke bawah bukit. Perawatan tangga teras dilakukan dengan membuat kembali tangga teras yang telah rusak dengan mengguanakan cangkul. Macam-macam titi panen dapat dilihat pada Gambar 10. (a) Titi Panen dari beton (b) Titi panen dari kayu ulin Gambar 10. Titi panen dari (a) beton dan (b) kayu ulin Konservasi Tanah dan Air Usaha-usaha konservasi tanah dan air yang dilakukan di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate meliputi : pencegahan erosi tanah, peningkatan bahan organik, menjaga kelembaban tanah dan perbaikan drainase. Kegiatan ini dilakukan dengan membuat parit konservasi (conservation pit), teras bersambung (continous terrace atau contour terrace), road side pit (tampungan air divisi jalan) dan penanaman Nephrolephis exaltata (L.). Berdasarkan pengamatan mahasiswa

19 35 parit konservasi dibuat dengan ukuran ukuran 3 m x 0.6 m x 0.6 m dimanaa satu parit konservasi mewakili delapan tanaman sawit dengan memperhatikan arah aliran air permukaan. Penanaman Nephrolephis exaltata (L.) dilakukan di gawangann mati apabila populasi tanaman tersebut berkurang. Konservasi tanah dan air dapat diliahat pada Gambar 11. (a) Parit konservasi (b ) Nephrolephis exaltata (L.) Gambar 11. (a) Parit konservasi dan (b) Nephrolephis exaltata (L.) Pemanenan Panen adalah kegiatan memotong semua janjang masak panen dengan rotasi panen < 9 hari dengan mutu panen sesuai standar. mengutip seluruh brondolann (loose fruit), serta mengirimkann seluruh TBS yang dipanen ke PKS selambat-lambatnya dalam waktu 24 jam. Dalam pengelolaan panen harus menekan losses seminimal mungkin. Hal ini mutlak harus dilakukan tanpa melihat faktor topografi lahan, kondisii areal tanaman, ketersediaan tenaga kerja dan sarana infrastruktur yang ada. Pemanenan ini mempunyai sasaran produksi dengan hasil TBS > 25 ton/ha, oil extraction rate (OER) > 23.5%, kernel extraction rate (KER) > 4.80% dan ALB < 2.5%. Sistem panen. Unit Kebun Pinang Sebatang Estate menggunakan sistem panen block harvesting system (BHS) yaitu sistem panen yang kegiatan panennya setiap hari kerja terkonsentrasi pada satu seksi panenn dengan tetap berdasarkan interval yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mencapai sasaran kegiatan panen yang maksimum dan mengantisipasi kendala yang sering terjadi di lapangan. Ciri sistem panen ini yaitu divisi atau kebun mempunyai 6 (enam) seksi panen, terdapat 3 mandoran panen dalam setiap divisi, setiap hari kerja harus

20 36 menyelesaikan satu seksi panen, pemanen mendapatkan hanca panen tetap, kegiatan panen terkonsentrasi untuk memudahkan transport TBS. Kegiatan panen dimulai dan diakhiri dengan arah yang sama dan dapat diterapkan dengan sistem DoL ( Division of Labour) dengan efektif. Peta seksi panen divisi II dapat dilihat pada Lampiran 6. Kriteria TBS Matang Panen. Kriteria TBS matang panen atau minimum ripenes standart (MRS) yaitu jumlah brondolan yang jatuh di piringan sebelum buah dipanen untuk tiap kg TBS. Kriteria ini sifatnya tidak tetap dan sewaktuwaktu dapat berubah sesuai dengan policy management. Kriteria panen yaitu 2 brondolan/kg TBS yang terdapat dipiringan sebelum buah dipanen. Unit Kebun Pinang Sebatang Estate menggukan kriteria panen dengan minimal 5 brondolan dipirngan sebelum buah dipanen untuk tiap TBS. Brondolan jatuh secara normal bukan dikarenakan hama atau penyakit. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan (losse fruit) yang tinggi di kebun dan memaksimalkan produksi. Rotasi panen. Rotasi panen merupakan waktu yang diperlukan antara panen terakhir dan panen berikutnya ditempat yang sama. Rotasi Panen di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate ditetapkan berdasarkan seksi panen yang ada yaitu 6/7 (rotasi normal < 9 hari), artinya dalam satu minggu terdapat enam hari panen sehingga terdapat enam seksi panen. Jumlah rotasi panen/tahun dan umur pusingan normal yang digunakan saat ini sebanyak 40 rotasi/tahun dengan interval panen normal 7-9 hari. Rotasi panen ini harus tetap dijaga agar tetap normal karena merupakan faktor pembatas dalam menentukan produksi TBS, kualitas atau mutu buah, mutu transport, pengolahan TBS di PKS serta biaya eksploitasi. Rotasi panen terlambat (umur pusingan > 9) hari akan menyebabkan buah cenderung terlalu masak (overipe) bahkan bisa menjadi janjang kosong (empty bunch). Apabila rotasi ini semakin tinggi maka akan mengakibatkan jumlah brondolan meningkat sehingga akan memperlambat penyelesaian hanca panen bahkan basis borongnya sulit tercapai (output kg/hk rendah dan biaya panen meningkat). Peluang losses yakni janjang masak tinggal di pohon dan brondolan tidak terkutip juga menjadi sangat tinggi serta kualitas minyak menjadi rendah (ALB > 2.5%). Rotasi panen juga tidak boleh terlalu cepat karena akan mengakibatkan pemanen cenderung

21 37 memotong buah mentah (unripe) dan agak mentah (under-ripe) untuk memenuhi basis kerja sehingga menurunkan % OER. Buah mentah yang dipanen apabila diolah akan menjadi buah mogol (unstripe bunch) yang memerlukan waktu perebusan yang lebih lama sehingga sehingga biaya pengolahan menjadi meningkat dan kapasitas menjadi menurun. Rotasi panen di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate bisa menjadi tinggi dikarenakan proses potong buah terhambat dengan adanya hujan di jam kerja, waktu libur dan banyaknya karyawan yang cuti. Tingginya rotasi ini harus dinormalkan dengan kegiatan potong buah pada waktu hari libur yaitu kontanan dan target kerja sore. Persiapan panen. Kegiatan persiapan panen meliputi penetapan seksi panen, penetapan luas hancak kerja pemanen dan penetapan luas hanca kerja per mandoran. Persiapan ini ditentukan berdasarkan luas area dan kondisi kebun. Penetapan seksi panen. Fungsi utama penetapan seksi panen yaitu sebagai kerangka area kerja yang harus bisa diselesaikan dalam 1 hari panen. Penetapan seksi ini dilakukan dengan pengelompokan blok blok area tanaman menghasilkan (TM) sehingga mempermudah pindah hancak pemanen dari satu blok ke blok lain, mempermudah kontrol asisten, mandor I dan mandor panen. efisiensi dalam pengangkutan TBS dan meningkatkan output pemanen. Contoh perhitungan : Unit Kebun Pinang Sebatang Estate Divisi II mempunyai luas area TM ha dengan estimasi produksi ton/ha/tahun. Maka untuk pembagian areal tersebut menjadi 6 seksi dapat dihitung sebagai berikut : 1. Penetapan luas area produksi per seksi per rotasi panen (ha/seksi/rotasi) luas rata-rata per seksi :. = ha/seksi luas rata-rata per 5 jam kerja : ha = ha koefisien penambah luas area :.. = 5.78 ha luas rata-rata seksi panen hari biasa : ha ha = ha luas rata-rata seksi panen hari jumat : ha ha = ha

22 38 2. Penetapan rencana produksi per seksi per rotasi panen (ton/ha/seksi/rotasi) produksi rata-rata per rotasi panen : ton/ha/rotasi. / / / = 0.57 estimasi produksi rata-rata per seksi panen : - hari biasa (7 jam kerja) : 0.57 ton/ha x ha = ton/ hari - jumat (5 jam kerja): 0.57 ton/ha x ha = ton Untuk mengetahui luas seksi panen Divisi II Unit Kebun Pinang Sebatang Estate dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Luas seksi panen divisi II Unit Kebun Pinang Sebatang Estate Seksi Panen Hari Luas aktual Rata rata luas seksi panen...ha... A Senin B Selasa C Rabu D Kamis E Jumat F Sabtu Total Sumber : Kantor Besar Unit Kebun Pinang Sebatang Estate 2012 Tabel 4 menunjukkan bahwa luas seksi panen berdasarkan perhitungan dengan luas aktual berbeda. Hal ini dikarenakan pada waktu penentuan luas seksi perlu memperhatikan faktor-faktor seperti keadaan topografi, posisi blok antar blok dan perabatasan blok dengan kebun yang lain. Penetapan luas hanca pemanen. Sebelum menentukan luas hancak pemanen diawali dengan menentukan jumlah tenaga kerja pemanen dengan mempertimbangkan : (1) Estimasi produksi (ton/ha) per seksi panen per rotasi (2) Kapasitas panen (kg/hk) yang diinginkan (1,300 kg/hk) (3) Hektar panen (ha/hk) optimum yang dapat diselesaikan oleh pemanen (4) Homogenitas tanaman (5) Kondisi topografi Tenaga kerja di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate ditetapkan dengan menggunakan sistem block harvesting system (BHS) Non-DoL yaitu tenaga kerja

23 39 potong buah (cutter) dan tenaga pengutip brondolan (picker) menjadi satu. Tenaga potong buah juga bertugas dalam potong pelepah, susun pelepah, potong gagang panjang, angkut TBS dan brondolan ke TPH. Perbandingan pemanen dengan hanca panen di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate ditetapkan yaitu 1:16 yang artinya setiap pemanen memiliki hanca panen tetap rata-rata seluas 16 ha. Penetapan luas hanca per kemandoran. Penetapan luas hanca mandoran berfungsi sebagai kerangka kerja tetap untuk mempertajam atau memperfokus proses supervisi. Dengan penetapan hanca ini diharapkan timbul rasa tanggung jawab atas pemeliharaan mutu hanca dan siklus buah tiap mandoran dalam jangka panjang. Rasio tenaga mandor dan pekerja lebih efesien apabila hanca tiap kemandoran dibagi secara merata, sehingga kegiatan supervisi dapat lebih merata. Selain itu, budaya kompetisi yang sehat antar mandor panen secara dapa terjalin secara sportif dan konstruktif. Perbandingan ideal pekerja dan mandor di Unit Kebun Pinang sebatang Estate yaitu (1 : 16 TK ) sehingga jumlah mandor yang di perlukan adalah : 50 TK/16 TK per mandor = 3 mandor. Sedangkan luas hanca tetap mandor per seksi panen divisi II Pinang Sebatang Estate yaitu: = L A J M =. = ha/mandor Persiapan teknis lapangan. Tanaman kelapa sawit di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate merupakan tanaman menghasilkan. Persiapan teknis lapangan yang perlu diperhatian untuk memperlancar kegiatan panen yaitu memastikan bahwa piringan, TPH, pasar rintis dalam keadaan bersih. Kondisi gawangan harus dipastikan normal karena apabila kondisi gawangan bersemak maka akan mempersulit pemanen dalam menyusun pelepah. Apabila blok dikelilingi oleh parit maka perbandingan pasar pikul dengan titi panen yaitu minimal 3 : 1, sedangkan apabila kondisi area berupa bukit maka harus dipastikan tangga teras bisa dilewati oleh pemanen atau angkong. Kondisi jalan dan jembatan harus dipastikan bisa di lewati oleh unit angkut TBS sehingga tidak mengganggu proses pengangkutan buah. Rawat jalan dilakukan juga dengan melakukan tunas pasar tehadap jalan-jalan yang tertutup oleh pelepah sehingga jalan bisa cepat kering.

24 40 Peralatan dan perlengkapan panen. Alat yang digunakan dalam kegiatan panen di Unit Kebun Pinang Sebatang yaitu alat untuk tanaman menghasilkan. Berbagai alat dan perlengkapan panenn ini telah disediakan oleh perusahan untuk karyawan panen. Rinciann tentang alat dan perlengkapan panen dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Alat dan perlengkapan panen Jenis Alat Kegunaan Keterangan Alat untuk membantu Besi beton 3/8 dengan mengangkut TBS dari panjang sesuai kebiasaan pokok ke pasar rintis setempat (a) Gancu (b) Karung Pikul Karung goni untuk mengangkat TBS dari piringan ke TPH padaa areaa berbukit Terbuat dari karung goni bekas yang berbentuk persegi gantungan dengan 2 (c) Kampak Alat untuk memotong gagang panjang dari TBS Besi beton bermata tembilang, diameter dan panjang besi sesuai dengan kebutuhan (d) Dodos Kecil Potong buah dengann Lebar mata 8 cm. lebar umur tanaman 3 4 tahun tengah 7 cm, tebal tengah 0.5 cm, tebal pangkal 0.7 cm, diameter gagang 4.5 cm, panjang total 18 cm (e) Dodos Besar Potong buah dengann Lebar mata 14 cm, lebar umur tanaman 5 8 tengah 12 cm, tebal tahun tengah 0.5 cm, tebal pangkal 0.7 cm, diameter gagang 4.5 cm, panjang total 18 cm

25 41 Jenis alat ( f) Egrek Kegunaan Keterangan Potong buah dengann Berat 0..5 kg, panjang umur tanaman > 9 tahun pangkal 20 cm, panjang pisau 45 cm, sudut lengkungg dihitung pada sumbu 135 Alat pelindung (kepala) diri Warna kuning dan dilengkapi dengan pengikat di kepala (g) Helm Sebagai alat pisau egrek pelindung Terbuat dari plastik yang di pasang di pisau egrek (h) Sarung egrek (i) Sepatu boot Alat pelindung diri (kaki) Digunakaa supaya setiap karyawan panen sawit terhindarr dari duri ataupun dari kecelakaan kerja lainnya Memuat buah ke TPH Di gunakan pada daerah yang datar (j) Karung Brondolan Tempat brondolan Karung dibagikan kepada setiap karyawan panen oleh KCS (k) Karung Brondolan

26 Jenis alat (l) Stempel Kegunaan Stempel janjang TBS 42 Keterangan Stempel berwarna merah. terdapat tanda nomor pemanen, divisi dan Unit Kebun Alas brondolann Tempat alas brondolan jika tidak menggunakan karung (m) Terpal Sumber : Hasil Pengamatan Penulis Tahun 2012 Pelaksanaan panen. Pelaksanaan panen dengan block harvesting system (BHS) dilaksanakan menggunakan sistem panen Non Dol. Kegiatan panen dilakukan pada setiap hari jam kerja kecuali pada hari minggu. Panen diawali dengan memotong buah masak, memotong pelepah penyangga buah dan menyusunnya dalam gawangan mati. Buah yang telah dipanen kemudian dipotong gagang panjangnya minimal ± 5 cm dari permukaan buah, lalu potongan gagang tersebut dibuang pada gawangan mati. Pemanen wajib mengutip brondolan dengan bersih dan mengantrikann brondolann di TPH dengan alas karung brondolan di samping janjang sawit. Janjang yang telah diantrikan di TPH kemudian dinomori dan diperiksa oleh KCS. Pemeriksaan oleh KCS meliputi jumlah janjang tiap pemanen, jumlah brondolann dan mutu buah. Buah yang telah telah diperiksa oleh KCS kemudian dimuat untuk dibawa ke PKS. Pemeriksaan mutu hanca dilakukan oleh mandor panen, mandor I, asisten dan manajer kebun dengan mengguanakan structure block supervision (SBS). Mandor panen memeriksa 3 cek per hari untuk 3 pemanen pada blok yang berbeda untuk 1 cek terdapat 2 rintis/140 pokok dan 2 TPH. Mandor I memeriksa 2 cek per hari untuk 2 pemanen pada blok dan mandor yang berbeda. Sedangkan asisten memeriksa 1 cek per hari untuk 2 pemanen. Pengecekann yang dilakukan oleh manajer kebun dilakukan 3 cek setiap minggu yang dilakukan oleh mantri buah. Khususs bagi pemanen yang buruk wajib diperiksa sampai mengalami perbaikan.

27 43 Basis dan premi. Terdapat tiga jenis basis panen yang terdapat di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate yaitu basis waktu, basis luas hektar dan basis borong. Basis waktu yang ditetapkan yaitu 7 jam kerja hari biasa dan 5 jam kerja pada hari jumat. Luas hanca karyawan potong adalah hanca panen yang harus diselesaikan oleh pemanen dalam satu hari kerja adalah 3.5 ha/hk. Basis borong yaitu jumlah tandan yang harus dipanen oleh karyawan pada jam kerja. Basis borong pada jam kerja hari biasa yaitu 1,300 kg dan pada hari jumat sebesar 930 kg. Dari ketiga basis tersebut yang paling diutamakan yaitu basis borong dalam bentuk kilogram. Premi yaitu penghargaan yang diberikan kepada pemanen sebagai penghargaan kepada pekerja apabila hasil kerjanya sesuai atau diatas standar yang ditentukan. Premi juga merangsang pekerja untuk berupaya mencapai out-put di atas standar (basis borong) dan mendorong kenaikan out-put (janjang/hari kerja) tetapi tidak dengan biaya yang lebih tinggi dari biaya standar jam dinas. Premi menjadikan tinggi rasa tanggung jawab pekerja terhadap tugas dan kewajiban sebagai karyawan panen (rasa kebanggaan profesi). Terdapat dua jenis premi panen yaitu premi siap borong dan premi lebih borong. Premi siap borong yaitu diberikan kepada pemanen pada saat jumlah janjang panen sama dengan atau lebih dari jumlah janjang basis borong yang telah ditentukan. Besarnya premi basis borong (dinyatakan dalam rupiah/hari kerja), nilainya adalah sama untuk seluruh tahun tanam. Premi lebih borong yaitu premi yang diberikan kepada pemanen pada saat pemanen memperoleh jumlah janjang panen lebih dari jumlah janjang basis borong yang telah ditentukan. Basis dan premi panen dapat dilihat pada Tabel 6.

28 Hasil panen Tabel 6. Basis dan premi pemanen tandan buah segar Unit Kebun Pinang Sebatang Estate tahun 2012 Basis borong Lebih borong Premi basis borong Premi lebih borong Total premi lebih borong.....kg......rp.....rp/kg.....rp... Total premi <1, =1,300 1, , ,500 1,300 1, , ,545 2,000 1, , ,500 50,000 = 2,600 1,300 1,300 27, ,500 85,500 2,601 1,300 1,301 27, ,050 92,550 Sumber : Kantor Besar Unit Kebun Pinang Sebatang Estate Premi untuk tandan buah segar untuk pengawas panen adalah sebagai berikut: - Premi mandor panen = - Premi kerani panen = - Premi mandor 1 = 150% 125% 150% Brondolan yang dikutip oleh pemanen dan diantrikan ke TPH akan dihargai untuk setiap kilogram brondolan. Harga brondolan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan terdapat pada Tabel 7. Tabel 7. Premi brondolan Unit Kebun Pinang Sebatang Estate tahun 2012 Target premi Jumlah premi Keterangan...(Rp/kg)... Pengutip berondolan 125 Tonase (kilogram) berdasarkan Kerani panen/brondol 8 hasil timbangan PKS Mandor panen 5 Mandor I 2 Total 140 Sumber : Kantor Besar Unit Kebun Pinang Sebatang Estate 2012 Sangsi dan Denda. Sangsi dan denda diberikan kepada karyawan yang bekerja tetapi tidak memenuhi standar kerja yang telah diberikan oleh

29 45 perusahaan. Macam dan jenis denda tersebut dibuat untuk membuat sistem kerja yang tertib sesuai prosedur yang diberlakukan perusahaan. Denda ini juga disesuaikan dengan kondisi panen pada hari tersebut. Jenis denda dan sangsi panen dapat dilihat dalam Tabel 8. Tabel 8. Jenis sangsi dan denda panen Jenis kesalahan Potong buah mentah Buah kurang masak (under ripe) Buah masak tidak dipanen Buah dipotong tinggal di hanca Memotong buah tidak sempurna (buah matahari) Buah tidak diantrikan di TPH Buah busuk yang dipanen dan tidak dirontokkan Gagang panjang lebih dari 3 cm Pelepah tidak disusun rapi di gawangan mati Pelepah sengkleh akibat terkena alat panen Brondolan banyak sampah Over prunning Brondolan tidak dikutip : Pokok, piringan, pasar rintis, gawangan > 2 brondol/pokok Sumber : Kantor Besar Unit Kebun Pinang Sebatang Estate Denda...Rp... 10,000/janjang 5,000/janjang 10,000/janjang 7,500/janjang 500/janjang 250/janjang 500/janjang 500/janjang 1,000/pelepah 1,000/pelepah 10 kg 1,000/pokok 1,000/pokok Pemberian denda ditujukan kepada karyawan untuk memberikan efek jera. Sistem yang digunakan adalah mengurangi premi (reword) yang didapat oleh karyawan tersebut pada hari itu dengan tidak mengurangi gaji pokok. Aspek Manajerial Tugas dan tanggung jawab staf (Asisten divisi) dan supervisi (mandor dan krani) dimulai dari lingkaran pagi pukul WIB yang dilakukan setiap hari kerja. Dalam lingkaran pagi ini asisten memberikan pengarahan kepada seluruh mandor di divisinya mengenai pekerjaan yang akan dilakukan pada hari itu. Setelah lingkaran pagi tersebut masing-masing mandor mengadakan lingkaran pagi bersama karayawan yang dimulai pukul WIB. Mandor memberikan pengarahan mengenai pekerjaan dan penetapan hanca yang akan dikerjakan pada hari itu ke masing-masing karyawan. Pekerjaan di mulai pukul

30 WIB dengan istirahat selama 30 menit antara pukul WIB dan pekerjaan diakhiri pada pukul WIB pada hari normal dan pukul WIB pada hari jumat. Pendamping Asisten Divisi Tugas dan tanggung jawab asisten divisi yaitu mengelola seluruh kegiatan operasional di divisi sesuai dengan program, biaya yang telah disetujui dan melaksanakan kegiatan kultur teknis sesuai dengan panduan kultur teknis kebun. Asisten wajib memberikan pelatihan terhadap karyawan baru, membina kesejahteraan karyawan dan memelihara administrasi divisi. Selain itu, tugas asisten yaitu melakukan berbagai perencanaan divisi, berkoordinasi dengan berbagai pihak demi kelancaran semua kegiatan kebun. Tugas dan kewajiban yang lain yaitu melakukan pengawasan, menerima dan menyampaikan berbagai informasi baik dari atasan mauapun dari bawahan. Menandatangani rencana kerja harian, absensi, bon permintaan barang, daftar gaji, hasil pemeriksaan mutu hanca dan buah, administrasi produksi, berita acara pemeriksaan pekerjaan (BAPP) dan laporan lain yang akan disampaikan kepada atasan. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama menjadi pendamping asisten yaitu membantu berbagai kegiatan operasional divisi yaitu di pembibitan dari kegiatan persiapan media tanam, pengawasan pengisian baby baby, sortir kecambah, pengawasan penanaman kecambah, perawatan pre-nursery dan persiapan lahan main-nursery. Selain itu, mahasiswa juga mengikuti kegiatan pengecekan mutu hanca bersama asisten plantation sustainable quality management (PSQM), rapat strategy operating unit (SOU), pelatihan tim BMS dan pelatihan LSU. Pengecekan mutu hanca dan mutu buah selama menjadi pendamping asisten sudah sesui dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kehilangan dari brondolan tertinggal sejumlah 0.81%/pokok sedangkan mutu buah di TPH yaitu 98.1% dari total pengamatan merupakan buah masak. Form pengawasan mutu hanca dan mutu buah terlampir pada Lampiran 7 dan 8.

31 47 Pendamping Mandor I Setiap harinya mandor I bertugas memimpin antrian pagi bersama semua tim supervisi. Mandor I bertugas mengatur, mengawasi, membagi tugas dan memberi petunjuk teknis kepada para mandor dalam melaksanakan pekerjaan serta mengawasi seluruh pekerjaan sesuai dengan RKH (Rencana Kerja Harian). Selain itu, tugas mandor I yaitu melakukan pengecekan seluruh hasil pekerjaan mandor ke dalam sarana administrasi. Tugas mandor I secara umum adalah sebagai berikut: (1) Bersama-sama asisten divisi membuat rencana kerja panen harian untuk esok hari (2) Melakukan evaluasi atas laporan harian mandor panen (3) Mengisi buku kegiatan mandor (BKM) yang berisi absensi supervisi dan kegiatan hari itu (4) Melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya buah restan pada blok blok panen 1 (satu) hari yang lalu termasuk pemeriksaan kebersihan brondolan di TPH akibat pengangkutan buah pada malam hari (5) Berkoordinasi dengan traksi/transportir untuk mempercepat pengangkutan tandan buah restan di lapangan (6) Melakukan pemeriksaan atas mutu buah dan mutu hancak (7) Monitoring proses evakuasi TBS ke PKS sampai dengan pengangkutan TBS yang terakhir Penulis menjadi pendamping mandor I divisi dengan kegiatan pengecekan mutu hanca per I kemandoran bersama mantri buah dan perbaikan jalan maupun jembatan. Pengecekan mutu hanca yang dilakukan bersama mantri buah menunjukan bahwa kehilangan hasil sejumlah 1.12%/pokok. Form pengecekan mutu hanca terdapat pada Lampiran 9. Pendamping Mandor Panen Unit Kebun Pinang Sebatang Estate Divisi II mempunyai 3 mandor panen yaitu mandor panen A dengan anggota panen sejumlah 16 orang, mandor B dengan anggota panen sejumlah 16 orang dan Mador C dengan anggota panen sejumlah 17 orang. Tugas dan kewajiban mandor panen yaitu :

32 48 (1) Melakukan apel pagi dengan karyawan potong buah sekaligus membagi pemberitahuan mengenai hasil kerja dan sanksi-sanksi kerja (2) Melakukan safety briefing pada karyawan panen dan sekaligus memeriksa peralatan potong buah, APD dan perbekalan (3) Mengisisi BKM produksi yang bersisi absensi karyawan, hektar panen dan blok panen (4) Penghancaan karyawan potong buah (5) Melakukan pemeriksaan mutu hanca potong buah (mengisi buku SBS) minimal 200 pokok untuk 3 tenaga potong buah, buku warna biru untuk tanggal genap dan warna merah untuk tanggal ganjil (6) Melaporkan prestasi kerja di BKM dan taksasi untuk esok hari (7) Mengisi blanko pusingan potong buah (8) Melaporkan hasil pemeriksaan hanca potong buah kepada Asisten Penulis menjadi pendamping mandor panen A, B dan C secara bergantian. Kegiatan yang dilakukan dimulai dari antrian pagi sampai selesai kegiatan panen hari tersebut. Permasalahan selama menjadi pendamping mandor panen yaitu terdapatnya beberapa pemanen yang tidak menggunakan helm dan sarung egrek sebagai alat pelindung diri. Oleh karena itu, mandor panen dengan tegas memperingatkan kepada setiap karyawan agar menggunakan APD dengan lengkap agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang fatal. Pengecekan mutu hanca dan mutu buah dilakukan kepada 3 karyawan panen untuk setiap harinya yang dipilih secara acak. Pengecekan mutu hanca oleh mandor panen dengan mengguanakan buku structure block supervision (SBS). Form pengecekan mutu hanca mandor panen terdapat pada Lampiran 10. Pendamping Krani Cek Sawit (KCS). Tugas dan tanggung jawab dari KCS yaitu mencatat jumlah TBS yang dipanen dan brondolan yang telah terkumpul di TPH dari masing-masing pemanen dan masing-masing blok per tahun tanam kemudian mengisinya ke dalam buku penerimaan buah (BPB). Krani cek sawit di divisi II Unit Kebun Pinang Sebatang Estate berjumlah 3 orang dengan tugas secara khusus dan tanggung jawab yaitu:

33 49 (1) Memeriksa mutu buah dan brondolan, menghitung jumlah janjang dan mengukur berat brondolan yang telah diantrikan di TPH (2) Mencatat hasil pemeriksaan mutu buah, jumlah janjang dan berat brondolan ke dalam buku penerimaan buah kelapa sawit (3) Mengsisi laporan potong buah (LPB) yang berisi jumlah janjang, kilogram dan premi hasil panen karyawan (4) Membuat surat pengantar buah (SPB) ke PKS dan ditukar dengan karcis timbang kemudian dilampirkan di LPB setiap harinya (5) Membagikan buku notes potong buah (NPB) untuk diperiksa oleh karyawan (6) Bertanggung jawab mengambil alas brondolan di kantor divisi dan mendistribusikannya kepada karyawan. Alas brondolan berupa terpal atau karung goni Selama menjadi pendamping KCS mahasiswa ikut dalam memeriksa mutu buah, menghitung jumlah janjang panen setiap karyawan dan jumlah brondolan yang telah diantrikan di TPH. Jumlah karyawan yang diawasi yaitu 15 orang dan dilakukan selama 2 jam di blok B003. Dalam pemeriksaan mutu buah apabila terdapat buah mentah maka KCS wajib mencatat pemilik buah tersebut dan melaporkan kepada mandor panen untuk di denda. Buah mentah tidak boleh dikirim ke PKS karena akan mengurangi mutu buah, maka kebijakan yang diberikan di Unit Kebun Pinang Sebatang yaitu membelah buah tersebut dan tetap mengirim ke PKS. Pelangsiran buah dari TPH pemanen ke TPH induk juga kewajiban dari KCS apabila jalan yang dilalui tidak bisa di lewat oleh dump truck dan pelangsiran ini dilakukan dengan mengunakan tractor. Form surat pengantar buah terdapat pada Lampiran 11. Pendamping Krani Divisi dan Krani Keliling Kerani divisi mempunyai jabatan yang setingkat dengan mandor I dan berkoordinasi secara langsung dengan mandor I mengenai kegiatan yang ada di divisi. Krani divisi ini berjumlah 1 orang dan bertugas dalam membuat laporan produksi harian dan melaporkan pada kantor besar, mengisi tabel produksi serta biaya potong buah dan kutip brondolan, membuat adminstrasi pada buku produksi

34 50 (crop book), membuat rekapitulasi hasil pemeriksaan mutu buah dan mutu hanca dan mengisi structure block supervisison (SBS) harian divisi. Selain itu, krani divisi bertugas dalam merekap hasil kerja tiap mandoran dari BKM ke sistem komputerisasi yaitu sistem application and production (SAP). Dalam menjalankan tugasnya, krani divisi dibantu oleh krani keliling untuk memperlancar laporan administrasi divisi. Penulis bekerja secara langsung baik menjadi krani divisi atau krani keliling pada tiap akhir bulan yaitu pada waktu tutup buku. Kegiatan yang dilakukan meliputi reword pemuat, premi harian dan premi KHL, mengisi absensi, membuat rencana kerja harian (RKH), membuat laporan produksi harian, mengisi meja miring dan merekap prestasi kerja karyawan perawatan dan produksi. Permasalahan yang terjadi selama menjadi pendamping krani divisi dan keliling yaitu adanya pergantian krani keliling, krani keliling yang baru dipindah tugas haruskan ke bagian krani pembibitan sedangkan penganti krani tersebut diambil dari karyawan pemuat. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan oleh krani keliling yang baru kurang optimal sehingga krani divisi memberikan pelatihan agar bisa bekerja dengan baik. Pendamping Mandor Semprot Unit Kebun Pinang Sebatang Estate mempunyai dua mandor semprot yaitu mandor semprot gawangan dan mandor semprot piringan, pasar rintis dan TPH. Mandor semprot bertugas dalam melaksankan penyemprotan di seluruh divisi dalam satu kebun dan bertanggung jawab dalam hasil kerja melalui pemeriksaan kualitas penyemprotan pada blok yang sudah disemprot 2 minggu yang lalu meliputi mati tidaknya gulma yang disemprot, ada tidaknya area yang tidak kena semprot, ada tidaknya area yang tidak tepat sasaran dalam penyemprotan dan ada tidaknya penyemprotan yang tidak merata. Mandor semprot juga bertanggung jawab dalam kelengkapan alat kerja dan APD, kelengkapan alat semprot (harus dalam kondisi yang aman untuk digunakan). Menentukan dosis & jenis herbisida yang digunakan serta menentukan hanca masing-masing karyawan. Penyemprotan ini menggunakan metode SBS sehingga mandor harus menerapkan sistem block spraying sistem (BSS) yaitu penyemprotan yang dikonsentrasikan pada blok

35 51 perblok dan dilakukan pengawasan untuk kualitas penyemprotan. Setelah selesai menyelesaikan pekerjaan penyemprotan, mandor semprot wajib mengisi laporan hasil kerja penyemprotan ke BKM yang meliputi absensi karyawan, luasan hasil kerja hari tersebut, premi dan herbisida yang digunakan. Kegiatan mahasiswa yang diikuti saat menjadi pendamping mandor semprot yaitu monitoring dan mempersiapkan kebutuhan bahan sebelum dibawa ke lapang dan mengawasi karyawan selama kegiatan penyemprotan berlangsung. Kegaiatan mahasiswa selaku menjadi pendamping mandor semprot yaitu pengawasan terhadap kegiatan semprot gawangan. Jumlah karyawan yang diawasi yaitu 14 orang dengan luas area yang diawasi 30 ha dan dilakukan selama 9 jam. Permasalahan yang terjadi selama menjadi pendamping semprot yaitu terdapatnya area kebun yang berbukit sehingga menyulitkan karyawan dalam melakukan penyemprotan. Oleh karena itu, untuk daerah yang berbukit maka dibuat tangga teras sehingga selain mempermudah karyawan panen juga mempermudah karyawan semprot. Pendamping Mandor Pupuk Pemupukan di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate terdapat di divisi IV dengan 2 mandor pupuk. Mandor pupuk bertugas dalam kegiatan pemupukan seluruh divisi di dalam kebun yang meliputi tepat sasaran, tepat dosis, tepat waktu, tepat aplikasi dan memastikan bahwa seluruh pokok terpupuk secara seragam. Mandor pupuk mempunyai tanggung jawab untuk mencapai target yang telah diberikan yaitu pupuk teraplikasi semua sesuai dengan rekomendasi pemupukan yang telah diberikan, meminimalkan kehilangan pupuk, karung pupuk tersusun rapi dan mengawasi kegiatan pemupukan dari awal. Metode pengawasam terhadap karyawan merupakan salah satu tanggung jawab mandor pupuk dengan menerapkan metode BMS. Pemeriksaan APD, memberikan pengarahan kepada karyawan mengenai pelaksanaan teknis pemupukan, mementukan blok yang akan dipupuk, jumlah pupuk yang akan digunakan beserta dosisnya. Mahasiswa tidak menjadi pandamping mandor pupuk secara langsung dikarenakan pada waktu jadwal mahasiswa menjadi pendamping mandor, kegiatan pemupukan tidak dilakukan di divisi II tempat mahasiswa magang.

36 52 Pendamping Mandor Perawatan Mandor perawatan bertugas dalam melaksanakan tugas perawatan yang meliputi BTP tunas pasar, rawat jalan dan jembatan, pembuatan tangga teras dan perbaikan titi panen. Kegiatan diawali dengan membagi hanca karyawan sesuai lokasi yang akan dikerjakan sesuai dengan tugas karyawan, memastikan semua alat yang digunakan lengkap, aman, dalam kondisi baik dan siap pakai, mengontrol dan mengawasi pekerjaan karyawan dan mengawasi karyawan secara optimal dari setiap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa selama menjadi pendamping mandor perawatan yaitu melakukan pengawasan terhadap karyawan BTP, tunas pasar, rawat jalan dan jembatan, perbaikan tangga teras dan titi panen. Mandor perawatan yang terdapat di divisi II Unit Kebun Pinang Sebatang Estate berjumlah 1 orang. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selaku menjadi pendamping mandor perawatan yaitu melakukan pengawasan kegiatan perawatan jalan, rawat jembatan, tunas pasar dan BTP. Jumlah karyawan yang diawasi yaitu 14 orang dengan luas area 10.5 ha dan dilakukan selama 5 jam di blok B003. Permasalahan yang ada yaitu terdapat gulma anak kayu yang dominan pada daerah rendahan sehingga kegiatan BTP yang pada awalnya dilakukan oleh karyawan perempuan maka kegiatan tersebut sebagian dilakukan oleh karyawan laki-laki.

PEMBAHASAN. Kriteria Panen. Tabel 9. Kriteria panen divisi II Unit Kebun Pinang Sebatang Estate. Kriteria panen oleh pemanen

PEMBAHASAN. Kriteria Panen. Tabel 9. Kriteria panen divisi II Unit Kebun Pinang Sebatang Estate. Kriteria panen oleh pemanen 53 PEMBAHASAN Kriteria Panen Kriteria panen atau minimum ripenes standart (MRS) secara umum untuk tandan buah yang dapat dipanen di Unit Kebun Pinang Sebatang Estate berdasarkan jumlah brondolan yang terlepas

Lebih terperinci

PEMBAHASAN Kebutuhan Tenaga Panen

PEMBAHASAN Kebutuhan Tenaga Panen PEMBAHASAN Kebutuhan Tenaga Panen Kebutuhan tenaga panen untuk satu seksi (kadvel) panen dapat direncanakan tiap harinya berdasarkan pengamatan taksasi buah sehari sebelum blok tersebut akan dipanen. Pengamatan

Lebih terperinci

PEMBAHASAN Penetapan Target

PEMBAHASAN Penetapan Target 54 PEMBAHASAN Penetapan Target Tanaman kelapa sawit siap dipanen ketika berumur 30 bulan. Apabila memasuki tahap menghasilkan, tanaman akan terus berproduksi hingga umur 25 tahun. Pada periode tanaman

Lebih terperinci

PANEN KELAPA SAWIT Pengrtian Panen Sistim Panen 2.1 Kriteria Matang Panen 2.2 Komposisi TBS Fraksi Komposisi (%) Kematangan

PANEN KELAPA SAWIT Pengrtian Panen Sistim Panen 2.1 Kriteria Matang Panen 2.2 Komposisi TBS Fraksi Komposisi (%) Kematangan PANEN KELAPA SAWIT 1. Pengrtian Panen Panen adalah serangkaian kegiatan mulai dari memotong tandan matang panen sesuai criteria matang panen, mengumpulkan dan mengutipbrondolan serta menyusun tandan di

Lebih terperinci

PEMBAHASAN. I.1 Peralatan Panen

PEMBAHASAN. I.1 Peralatan Panen 45 PEMBAHASAN Kegiatan panen merupakan salah satu kegiatan budidaya kelapa sawit yang paling penting. Cara panen yang tepat sangat mempengaruhi kuantitas produksi dan waktu yang tepat mempengaruhi kualitas

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Teknis Panen

TINJAUAN PUSTAKA. Teknis Panen 3 TINJAUAN PUSTAKA Teknis Panen Panen merupakan rangkaian kegiatan terakhir dari kegiatan budidaya kelapa sawit. Pelaksanaan panen perlu dilakukan secara baik dengan memperhatikan beberapa kriteria tertentu

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pengendalian Gulma Kegiatan pengendalian gulma pada Perkebunan Pantai Bonati dibagi menjadi dua metode yaitu pengendalian gulma secara kimiawi dan pengendalian

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 17 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Kegiatan penulis di kebun Pinang Sebatang Estate (PSE) Divisi IV dimulai dari antrian pagi yang dilakukan pada pukul 05.30 06.30 setiap harinya. Kegiatan ini

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN V-34 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT.PN III (PT. Perkebunan Nusantara III) Kebun Rambutan merupakan salah satu unit PT. PN III yang memiliki 8 wilayah kerja yang dibagi berdasarkan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Panen Kelapa sawit Panen merupakan suatu kegiatan memotong tandan buah yang sudah matang, kemudian mengutip tandan dan memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Potensi produksi tanaman kelapa sawit ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Potensi produksi tanaman kelapa sawit ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Potensi produksi tanaman kelapa sawit ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut. A. Jenis atau Varietas Kelapa Sawit Jenis (varietas)

Lebih terperinci

PENGELOLAAN RESIKO PANEN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT

PENGELOLAAN RESIKO PANEN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT PENGELOLAAN RESIKO PANEN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI BUKIT PINANG ESTATE, PT. BINA SAINS CEMERLANG, MINAMAS PLANTATION, SUMATERA SELATAN OLEH RIZA EKACITRA PUTRIANI RACHMAN

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG. Pelaksanaan Teknis

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG. Pelaksanaan Teknis 17 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Pelaksanaan Teknis Pelaksanaan pengelolaan perkebunan kelapa sawit meliputi pengelolaan kegiatan teknis di lapangan dan kegiatan administrasi. Pelaksanaan teknis yang dilakukan

Lebih terperinci

PEMBAHASAN Manajemen Panen Teluk Siak Estate

PEMBAHASAN Manajemen Panen Teluk Siak Estate 48 PEMBAHASAN Manajemen Panen Teluk Siak Estate Dalam kegiatan agribisnis kelapa sawit dibutuhkan keterampilan manajemen yang baik agar segala aset perusahaan baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia,

Lebih terperinci

METODE MAGANG. Tempat dan Waktu

METODE MAGANG. Tempat dan Waktu METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu dimulai dari tanggal 13 Februari 2012 sampai 12 Mei 2012 di Teluk Siak Estate (TSE) PT. Aneka Intipersada, Minamas Plantation,

Lebih terperinci

PELAKSANAAN MAGANG. Aspek Teknis

PELAKSANAAN MAGANG. Aspek Teknis PELAKSANAAN MAGANG Aspek Teknis Pemeliharaan tanaman kelapa sawit dan pemanenan buah matang merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan demi tercapainya produktivitas yang tinggi. Kegiatan

Lebih terperinci

PEMBAHASAN Persiapan Panen Sistem Panen

PEMBAHASAN Persiapan Panen Sistem Panen PEMBAHASAN Persiapan Panen Secara sistematis sebelum melangkah pada tahap pelaksanaan, proses perencanaan harus dilakukan secara detil. Kegiatan mencakup penetapan seksi panen, penetapan luas hanca kerja

Lebih terperinci

I. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kelapa sawit biasanya mulai menghasilkan buah pada umur 3-4

I. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kelapa sawit biasanya mulai menghasilkan buah pada umur 3-4 I. TINJAUAN PUSTAKA A. Panen Tanaman kelapa sawit biasanya mulai menghasilkan buah pada umur 3-4 tahun. Proses pemanenan kelapa sawit meliputi kegiatan memotong tandan buah yang masak, memungut brondolan,

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 10 Divisi, dan Kepala Administrasi. Karyawan nonstaf terbagi menjadi karyawan Bulanan, Karyawan Harian Tetap (KHT), dan Karyawan Harian Lepas (KHL). Karyawan Bulanan terdiri atas pekerja tidak langsung

Lebih terperinci

KASTRASI DAN MANAJEMEN KANOPI. Disampaikan Pada Materi Kelas PAM

KASTRASI DAN MANAJEMEN KANOPI. Disampaikan Pada Materi Kelas PAM KASTRASI DAN MANAJEMEN KANOPI Disampaikan Pada Materi Kelas PAM Pundu Learning Centre - 2012 DEFINISI Disampaikan Pada Materi Kelas PAM Pundu Learning Centre - 2012 DEFINISI Kastrasi, adalah kegiatan membuang

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 22 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Pelaksanaan kegiatan magang yang dilakukan oleh penulis adalah aspek teknis dan manajerial. Aspek teknis yang dilakukan penulis berupa pembibitan, pemeliharaan tanaman (penunasan,

Lebih terperinci

MANAJEMEN PANEN TANAMAN KELAPA SAWIT

MANAJEMEN PANEN TANAMAN KELAPA SAWIT Makalah Seminar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor MANAJEMEN PANEN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI GUNUNG KEMASAN ESTATE, PT. BERSAMA SEJAHTERA

Lebih terperinci

PEMBAHASAN. Aspek Teknis

PEMBAHASAN. Aspek Teknis PEMBAHASAN Aspek Teknis Pengendalian Gulma Pengendalian gulma dilakukan untuk mengurangi kompetisi antara gulma dengan tanaman utama dalam pemanfaatan unsur hara, mineral CO 2, dan air. Bagian yang perlu

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. apabila seluruh kondisi perlakuan dilaksanakan dengan baik.

TINJAUAN PUSTAKA. apabila seluruh kondisi perlakuan dilaksanakan dengan baik. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Potensi produksi tanaman kelapa sawit tergantung dari tingkat kesesuaian lahan, keunggulan bahan tanam, dan tindakan kultur teknis. Unsur kesesuaian

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 17 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Pencapaian produksi yang optimal dalam usaha budidaya kelapa sawit diperlukan adanya suatu pengelolaan dalam merawat dan menjaga tanaman kelapa sawit agar tumbuh secara normal.

Lebih terperinci

PERKIRAAN BIAYA PEMBUKAAN LAHAN PER HEKTAR

PERKIRAAN BIAYA PEMBUKAAN LAHAN PER HEKTAR PERKIRAAN PEMBUKAAN LAHAN PER HEKTAR PEKERJAAN HK URIAN VOLUME 1. Lahan Bekas Hutan : Survey dan Blocking (Manual) 3 Peralatan, Bahan dll (PO) Babat - Imas (Manual) 1 o Excavator 6 JK 25, 1,5, 25 1,5,

Lebih terperinci

Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Karyawan Harian Lepas di Divisi III Teluk Siak Estate

Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Karyawan Harian Lepas di Divisi III Teluk Siak Estate LAMPIRAN 59 60 Lampiran 1. Jurnal Harian Magang Sebagai Karyawan Harian Lepas di Divisi III Teluk Siak Estate Tanggal Uraian Prestasi Kerja Penulis Karyawan Standar...(Satuan/HK)... 11 Februari 2012 Orientasi

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pemupukan (4T) BPE Jenis Pupuk

HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pemupukan (4T) BPE Jenis Pupuk 62 HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Pemupukan (4T) BPE Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan kandungan dan menjaga keseimbangan hara di dalam tanah. Upaya peningkatan efisiensi pemupukan dapat dilakukan dengan

Lebih terperinci

KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG. Lokasi Kebun

KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG. Lokasi Kebun 12 KEADAAN UMUM LOKASI MAGANG Lokasi Kebun PT Aneka Intipersada (PT AIP) merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan pada tanggal 30 Agustus 1989. Dalam manajemen Unit PT Aneka Intipersada Estate

Lebih terperinci

= pemanen. Sistem Penunasan

= pemanen. Sistem Penunasan PEMBAHASAN Kebijakan penunasan di PT Inti Indosawit Subur adalah mempergunakan sistem penunasan progresif. Penunasan progresif adalah penunasan yang dilakukan oleh pemanen dengan bersamaan dengan panen.

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG. Aspek Teknis

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG. Aspek Teknis PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Penulis selama dua bulan melakukan perkerjaan teknis sebagai karyawan harian. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup pengelolaan air, pengendalian gulma, pemupukan,

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 10 kasie, dan 5 orang asisten divisi. Karyawan non staf terdiri atas karyawan bulanan, karyawan harian tetap (KHT), dan karyawan harian lepas (KHL). Jumlah tenaga kerja SBHE sebanyak 636 per minggu ke

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 12 Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan Kebun Padang Halaban dipimpin oleh senior estate manager (SEM) yang merupakan pemegang puncak keputusan atas pengelolaan kebun secara efektif dan profesional

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 20 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pemupukan Organik Di dalam pengolahan TBS (tandan buah segar) di PKS, selain CPO dan PKO juga dihasilkan bahan sampingan (by-products) dalam bentuk limbah padatan

Lebih terperinci

percobaan pemupukan, berdasarkan jumlah dan macam unsur hara yang diangkut hasil panen, berdasarkan ketersediaan unsur hara dalam tanah (analisis

percobaan pemupukan, berdasarkan jumlah dan macam unsur hara yang diangkut hasil panen, berdasarkan ketersediaan unsur hara dalam tanah (analisis PEMBAHASAN Tujuan pemupukan pada areal tanaman kakao yang sudah berproduksi adalah untuk menambahkan unsur hara ke dalam tanah supaya produktivitas tanaman kakao tinggi, lebih tahan terhadap hama dan penyakit,

Lebih terperinci

PEMBAHASAN. Tabel 11. Rencana dan Realisasi Pemupukan Kebun Mentawak PT JAW Tahun 2007 dan 2008.

PEMBAHASAN. Tabel 11. Rencana dan Realisasi Pemupukan Kebun Mentawak PT JAW Tahun 2007 dan 2008. 51 PEMBAHASAN Produksi Pencapaian produksi tandan buah segar (TBS) Kebun Mentawak PT JAW dari tahun 2005 2007 (Tabel 2) mengalami peningkatan yang signifikan yaitu dari tahun 2005 ke 2006 ± 10 000 ton,

Lebih terperinci

Peluang Usaha Budidaya Cabai?

Peluang Usaha Budidaya Cabai? Sambal Aseli Pedasnya Peluang Usaha Budidaya Cabai? Tanaman cabai dapat tumbuh di wilayah Indonesia dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Peluang pasar besar dan luas dengan rata-rata konsumsi cabai

Lebih terperinci

PEMBAHASAN. Pengelolaan Pupuk

PEMBAHASAN. Pengelolaan Pupuk 35 PEMBAHASAN Pahan (2008) menyebutkan bahwa pemupukan kelapa sawit dilakukan pada tiga tahap perkembangan tanaman, yaitu tahap pembibitan, TBM (Tanaman Belum Menghasilkan), dan TM (Tanaman Menghasilkan).

Lebih terperinci

PENANAMAN KELAPA SAWIT

PENANAMAN KELAPA SAWIT PENANAMAN KELAPA SAWIT Pundu Learning Centre - 2013 Struktur Penulisan SOP Penanaman Kelapa Sawit Pundu Learning Centre - 2013 STRUKTURISASI SOP Penanaman KS Pedoman Teknis Strukturisasi Filosofi, Kebijakan

Lebih terperinci

LEAF SAMPLING UNIT ( L S U )

LEAF SAMPLING UNIT ( L S U ) LEAF SAMPLING UNIT ( L S U ) PENDAHULUAN Leaf sampling merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan rekomendasi pemupukan. Rekomendasi pupuk yang akurat akan menghasilkan produksi TBS yang maksimal.

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pengendalian Gulma Aplikasi jenis pengendalian dilakukan di Kebun Adolina meliputi pengendalian secara kimia (chemist) dan secara manual. Pengendalian gulma tersebut

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN Pemupukan merupakan suatu upaya untuk menyediakan unsur hara yang cukup guna mendorong pertumbuhan vegetatif dan generatif yang normal sehingga dapat memberikan produksi tandan buah

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Syarat Tumbuh

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Syarat Tumbuh 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit diklasifikasikan sebagai berikut : Divisi : Embryophyta Siphonagama Kelas : Angiospermae Ordo : Monocotyledonae Famili : Arecaceae Sub Famili

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh YESSI AFRILLA NIM. 070500120 PROGAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Kegiatan magang yang dilakukan terdiri dari aspek teknis dan aspek manajerial. Aspek teknis yaitu melakukan kegiatan teknis di lapangan selama menjadi karyawan harian. Aspek

Lebih terperinci

PELAKSANAAN MAGANG Pelaksanaan Teknis Lapangan Tanam Sisip

PELAKSANAAN MAGANG Pelaksanaan Teknis Lapangan Tanam Sisip PELAKSANAAN MAGANG Pelaksanaan Teknis Lapangan Pelaksanaan teknis lapangan sebagai PHL, pendamping mandor, dan pendamping asisten dimulai pukul 05.30 WITA untuk mengikuti apel pagi. Pekerjaan di lapangan

Lebih terperinci

KEADAAN UMUM Letak Wilayah Administratif Keadaan Iklim dan Tanah

KEADAAN UMUM Letak Wilayah Administratif Keadaan Iklim dan Tanah 12 KEADAAN UMUM Letak Wilayah Administratif Teluk Siak Estate PT Aneka Intipersada secara geografis terletak di Desa Tualang Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Konsep pengembangan

Lebih terperinci

28 Feb 2008 Konsolidasi sisip W8 1 ha 0.25 ha 0.25 ha

28 Feb 2008 Konsolidasi sisip W8 1 ha 0.25 ha 0.25 ha LAMPIRAN Tabel Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang Tanggal Uraian Kegiatan Lokasi Prestasi Kerja (satuan/hk) Standar Pekerja Penulis Status sebagai Mahasiswa 14 Feb 2008 Orientasi lapang Seluruh

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Panen merupakan salah satu kegiatan yang penting pada pengelolaan

TINJAUAN PUSTAKA. Panen merupakan salah satu kegiatan yang penting pada pengelolaan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Panen Kelapa Sawit Panen merupakan salah satu kegiatan yang penting pada pengelolaan tanaman kelapa sawit menghasilkan. Selain bahan tanaman dan pemeliharaan tanaman, panen juga

Lebih terperinci

TEKNIK PENANGANAN KEHILANGAN (LOSSES) BRONDOLANKELAPA SAWIT PADA AREAL BERBUKIT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT

TEKNIK PENANGANAN KEHILANGAN (LOSSES) BRONDOLANKELAPA SAWIT PADA AREAL BERBUKIT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT TEKNIK PENANGANAN KEHILANGAN (LOSSES) BRONDOLANKELAPA SAWIT PADA AREAL BERBUKIT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. TINTIN BOYOK SAWIT MAKMUR PROPINSI KALIMANTAN BARAT Aang Kuvaini Abstrak Penelitian ini dilaksanakan

Lebih terperinci

I. TINJAUAN PUSTAKA. mandor panen. Rumus peramalan produksi harian yaitu : P = L x K x T x B. L = Luas areal yang akan dipanen (ha)

I. TINJAUAN PUSTAKA. mandor panen. Rumus peramalan produksi harian yaitu : P = L x K x T x B. L = Luas areal yang akan dipanen (ha) I. TINJAUAN PUSTAKA A. Produksi 1. Peramalan Produksi Peramalan produksi sangat penting dan ketepatannya akan meningkatkan efesiensi dibidang pemakaian tenaga pemanen, angkutan dan jam olah pabrik. peramalan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penyebaran Kelapa Sawit Kelapa sawit (Elais guineensis Jacq) diusahakan secara komersial di Afrika, Amerika Selatan, Asia Tenggara, Pasifik selatan, serta beberapa daerah lain

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) berasal dari Afrika dan termasuk famili Aracaceae (dahulu: Palmaceae). Tanaman kelapa sawit adalah tanaman monokotil

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. pengumpulan hasil (TPH) berikut brondolannya (Vademecum PTPN IV, 2010).

II. TINJAUAN PUSTAKA. pengumpulan hasil (TPH) berikut brondolannya (Vademecum PTPN IV, 2010). II. TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen Panen 1. Pengertian Panen Panen adalah serangkaian kegiatan mulai dari memotong tandan matang panen sesuai kriteria matang panen, mengumpulkan dan mengutip brondolan serta

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 18 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Perbaikan Infrastruktur Perkebunan kelapa sawit menghasilkan produk dalam bentuk tandan buah segar (TBS) yang bersifat bulk. Untuk mengeluarkan TBS dari dalam

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG renca kerja, juga menyetujui surat atau dokumen atau perjanjian kerja sesusai kerja dan tanggung jawab. Group maneger dalam melaksanakan kerja dibantu oleh staf kebun, yaitu asisten kepala, asisten kebun

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 24 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pengendalian Gulma Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat, dan kondisi yang tidak diinginkan manusia. Keberadaan gulma yang sangat merugikan bagi

Lebih terperinci

Gambar 8. Citra ALOS AVNIR-2 dengan Citra Komposit RGB 321

Gambar 8. Citra ALOS AVNIR-2 dengan Citra Komposit RGB 321 V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Kenampakan Secara Spasial Kelapa Sawit PT. Perkebunan Nusantara VIII Cimulang Citra yang digunakan pada penelitian ini adalah Citra ALOS AVNIR-2 yang diakuisisi pada tanggal

Lebih terperinci

Pengelolaan Pemanenan dan Transportasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Bangun Bandar Estate, Sumatera Utara

Pengelolaan Pemanenan dan Transportasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Bangun Bandar Estate, Sumatera Utara Pengelolaan Pemanenan dan Transportasi Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Bangun Bandar Estate, Sumatera Utara Harvest and Transportation Management of Palm Oil Fresh Fruit Bunch (Elaeis guineensis

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Kelapa Sawit

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Kelapa Sawit 3 TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Kelapa Sawit Kelapa sawit merupakan tanaman yang berasal dari Afrika. Tanaman yang merupakan subkelas dari monokotil ini mempunyai habitus yang paling besar. Klasifikasi

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Akar Tanaman Kelapa Sawit Ekologi Kelapa Sawit

TINJAUAN PUSTAKA Akar Tanaman Kelapa Sawit Ekologi Kelapa Sawit TINJAUAN PUSTAKA Akar Tanaman Kelapa Sawit Akar tanaman kelapa sawit berfungsi sebagai penyerap unsur hara dalam tanah dan respirasi tanaman. Tanaman kelapa sawit berakar serabut. Perakarannya sangat kuat

Lebih terperinci

Produktivitas Optimal PENDAHULUAN 13/07/2017 PT PADASA ENAM UTAMA. Bahan Tanaman. Manajemen Kebun. Oleh: Lambok Siahaan.

Produktivitas Optimal PENDAHULUAN 13/07/2017 PT PADASA ENAM UTAMA. Bahan Tanaman. Manajemen Kebun. Oleh: Lambok Siahaan. IMPLEMENTASI BEST MANAGEMENT PRACTICES (BMP) MELALUI PEMELIHARAAN KESEHATAN TANAH SEBAGAI BAGIAN DARI PENGELOLAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN Oleh: Lambok Siahaan PT PADASA ENAM UTAMA PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Oleh : Kardiansyah Nim

Oleh : Kardiansyah Nim 1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) DI PT. SAWIT PRIMA NUSANTARA (SPN) KECAMATAN KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh : Kardiansyah Nim. 070500108 PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR DESA JAHAB KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTENEGARA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR DESA JAHAB KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTENEGARA 1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BUDIDAYA KELAPA SAWIT DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR DESA JAHAB KECAMATAN LOA KULU, KABUPATEN KUTAI KARTENEGARA Oleh SITI KHOMARIAH NIM. 070500115 PROGRAM STUDI BUDIDAYA

Lebih terperinci

KELAPA SAWIT. Oleh: TIM

KELAPA SAWIT. Oleh: TIM KELAPA SAWIT Oleh: TIM UMP_Pelantaran Agro Estate- 2015 APA KEUNGGULAN KELAPA SAWIT? 1. Tumbuh terbatas hanya di Daerah Tropis 2. Manfaat luas 3. Risiko sosial dan teknis lebih terkendali 4. Produksi lebih

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE 12 III. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan mulai bulan April sampai November 2009 di PTP Nusantara VI pada unit usaha Rimbo Satu Afdeling IV (Gambar Lampiran 5), Rimbo Dua Afdeling

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 21 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Panen Kualitas dan kuantitas minyak sawit yang dihasilkan bergantung pada tingkat kematangan buah saat dipanen. Panen adalah serangkaian kegiatan yang dimulai

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Aspek teknis yang dilakukan penulis adalah sebagai karyawan harian lepas (KHL), yaitu penulis bekerja aktif dalam kegiatan teknis harian di lapangan yang sama seperti

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. sangat diperlukan untuk memprediksi produktivitas kelapa sawit tersebut dalam

TINJAUAN PUSTAKA. sangat diperlukan untuk memprediksi produktivitas kelapa sawit tersebut dalam II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kriteria Kelas Kesesuaian Lahan Idealnya setiap kebun harus sudah dievaluasi lahannya secara benar. Evaluasi Kelas Kesesuaian Lahan (KKL) pada suatu perkebunan kelapa sawit sangat

Lebih terperinci

TUGAS I. MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT

TUGAS I. MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT TUGAS I. MANAJEMEN PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT NAMA INSTANSI FASILITATOR : MU ADDIN, S.TP : SMK NEGERI 1 SIMPANG PEMATANG : Ir. SETIA PURNOMO, M.P. Perencanaan pemeliharaan merupakan tahapan awal yang sangat

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit

TINJAUAN PUSTAKA. Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit TINJAUAN PUSTAKA Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit semula merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan-hutan maupun daerah semak belukar tetapi kemudian dibudidayakan. Sebagai tanaman

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Botani Kelapa Sawit

TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Botani Kelapa Sawit 3 TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Botani Kelapa Sawit Kelapa sawit berasal dari benua Afrika. Delta Nigeria merupakan tempat dimana fosil tepung sari dari kala miosen yang bentuknya sangat mirip dengan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pengendalian Gulma Pengendalian gulma merupakan salah satu kegiatan penting pada budidaya perkebunan kelapa sawit. Pengendalian gulma di Teluk Siak Estate dilakukan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit 4 TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit Taksonomi kelapa sawit yang dikutip dari Pahan (2008) adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Embryophyta Siphonagama Kelas : Angiospermeae Ordo : Monocotyledonae

Lebih terperinci

SENSUS POKOK DAN IDENTIFIKASI POKOK

SENSUS POKOK DAN IDENTIFIKASI POKOK SENSUS POKOK DAN IDENTIFIKASI POKOK Pundu Learning Centre PENDAHULUAN Pundu Learning Centre PENDAHULUAN Kegiatan Sensus Pokok adalah kegiatan perhitungan seluruh jumlah pokok kelapa sawit (produktif dan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Pembibitan Pembibitan adalah tempat untuk menumbuhkan kecambah hingga menjadi bibit dan memelihara sampai bibit siap ditanam di lapangan. Kegiatan pembibitan yang

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Kegiatan magang yang dilakukan mencakup aspek teknis dan aspek manajerial. Aspek teknis yang dilakukan meliputi kegiatan penyisipan, pengendalian gulma (manual dan kimiawi),

Lebih terperinci

PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1

PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1 PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1 Wahyu Asrining Cahyowati, A.Md (PBT Terampil Pelaksana) Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surabaya I. Pendahuluan Tanaman kakao merupakan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR 1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR KECAMATAN LOAKULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh WAWAN SETIAWAN NIM. 070500091 PROGAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN

Lebih terperinci

METODOLOGI Waktu dan Tempat Metode Pelaksanaan Kerja Praktek Langsung di Kebun

METODOLOGI Waktu dan Tempat Metode Pelaksanaan Kerja Praktek Langsung di Kebun METODOLOGI Waktu dan Tempat Kegiatan magang ini dilaksanakan sejak tanggal 14 Februari 2008 hingga tanggal 14 Juni 2008 di perkebunan kelapa sawit Gunung Kemasan Estate, PT Bersama Sejahtera Sakti, Minamas

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 21 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Kegiatan teknis lapangan yang dilakukan penulis sebagai KHL adalah mengikuti dan melakukan beberapa kegiatan di divisi dan di kebun pembibitan. Kegiatan yang

Lebih terperinci

PEMBAHASAN Konsep Pemupukan Tepat Jenis

PEMBAHASAN Konsep Pemupukan Tepat Jenis PEMBAHASAN Konsep Pemupukan Keefektifan pemupukan berkaitan dengan tingkat hara pupuk yang diserap tanaman. Pupuk dikatakan efektif jika sebagian besar hara pupuk diserap tanaman. Efesiensi pemupukan berkaitan

Lebih terperinci

KEADAAN UMUM KEBUN Letak Geografis Keadaan Iklim, Tanah, dan Topografi

KEADAAN UMUM KEBUN Letak Geografis Keadaan Iklim, Tanah, dan Topografi KEADAAN UMUM KEBUN Letak Geografis Lokasi kebun PT JAW terletak di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Wilayah kebun dapat diakses dalam perjalanan darat dengan waktu tempuh sekitar

Lebih terperinci

PEMBAHASAN. Tabel 13. Potensi Produksi Kebun Inti 1. Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des

PEMBAHASAN. Tabel 13. Potensi Produksi Kebun Inti 1. Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des PEMBAHASAN Penetapan Target Tanaman kelapa sawit siap dipanen ketika berumur 30 bulan. Apabila memasuki tahap menghasilkan, tanaman akan terus berproduksi hingga umur 25 tahun. Pada periode menghasilkan,

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG 19 PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Lahan gambut adalah tanah yang terbentuk dari bahan organik dalam waktu yang lama dan umumnya tersebar di sepanjang pantai. Tanah gambut umumnya juga disebut sebagai tanah

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Kegiatan magang yang dilakukan di Tambusai Estate mencakup aspek teknis dan aspek manajerial. Aspek teknis yang dilakukan meliputi kegiatan penunasan, sensus pokok, pengendalian

Lebih terperinci

V. ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. biaya tenaga kerja, biaya per tanaman, biaya per hektar, biaya per blok dan biaya

V. ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. biaya tenaga kerja, biaya per tanaman, biaya per hektar, biaya per blok dan biaya V. ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Analisa Hasil Analisa hasil yang dilakukan yaitu perhitungan biaya bahan, biaya alat, biaya tenaga kerja, biaya per tanaman, biaya per hektar, biaya per blok dan biaya

Lebih terperinci

Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) di PT Inti Indosawit Subur. 3 titik. 1 ha

Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) di PT Inti Indosawit Subur. 3 titik. 1 ha LAMPIRAN 64 65 Tanggal 280220 0020 02020 0020 04020 0020 08020 09020 0020 020 2020 4020 5020 6020 020 8020 9020 2020 22020 2020 24020 25020 26020 2020 Lampiran. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pekerja

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. ANUGERAH UREA SAKTI KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. ANUGERAH UREA SAKTI KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA 1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) DI PT. ANUGERAH UREA SAKTI KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Oleh : MEJISON NIM. 070500084 PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN JURUSAN MANAJEMEN

Lebih terperinci

Lampiran 1 Curahan Tenaga Kerja (HK) Tanaman Tebu Per Ha Per Musim

Lampiran 1 Curahan Tenaga Kerja (HK) Tanaman Tebu Per Ha Per Musim Lampiran 1 Curahan Tenaga Kerja (HK) Tanaman Tebu Per Ha Per Musim Tanam 2009/2010 No Uraian Kegiatan Norma 1 Persiapan Lahan pembersihan lahan 25 Hk pembukaan jaringan drainase 10 Hk 2 Menanam Menanam

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Aspek Teknis Selama menjalani kegiatan magang di SBHE berstatus sebagai karyawan harian lepas selama satu bulan, pendamping mandor selama satu bulan, pendamping aisten divisi

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG Mahasiswa pada saat melakukan kegiatan magang bertanggung jawab sebagai KHL selama satu bulan pertama, pendamping mandor pada bulan berikutnya, dan pendamping asisten Afdeling

Lebih terperinci

Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai KHL

Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai KHL LAMPIRAN 84 Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang sebagai KHL No Tanggal Uraian Kegiatan Prestasi Kerja (satuan/hk) Lokasi Penulis Karyawan Standart Pe mbimb ing Keterangan 1 14/ 02/ 2011 Tiba dilokasi

Lebih terperinci

Teknis Penanaman Baru dan Replanting. PT. Bumitama Gunajaya Agro, Februari 2017 Suroso Rahutomo

Teknis Penanaman Baru dan Replanting. PT. Bumitama Gunajaya Agro, Februari 2017 Suroso Rahutomo Teknis Penanaman Baru dan Replanting PT. Bumitama Gunajaya Agro, Februari 2017 Suroso Rahutomo Pendahuluan Kelapa Sawit 2015 Negara Swasta Rakyat Luas (juta ha) CPO (juta ton) Produktivitas (ton CPO/ ha

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG telah ditetapkan, serta menjamin ketersediaan sumberdaya manusia di unit organisasinya. Dalam menjalankan tugasnya, Estate Manager dibantu oleh Asisten Kepala (Askep) yang bertugas membantu dalam pengawasan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BIDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT DI PT.

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BIDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT DI PT. LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) BIDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT DI PT. TELADAN PRIMA GROUP KECAMATAN KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Oleh : JUNITA NIM. 090500067 PROGRAM STUDI BUDIDAYA

Lebih terperinci

MANAJEMEN PANEN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

MANAJEMEN PANEN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MANAJEMEN PANEN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) PANTAI BUNATI ESTATE, PT. SAJANG HEULANG, MINAMAS PLANTATION, TANAH BUMBU, KALIMANTAN SELATAN. Oleh ARDILLES AKBAR A34104058 DEPARTEMEN

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Kecamatan Medan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat kira-kira 12 m dpl,

III. METODE PENELITIAN. Kecamatan Medan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat kira-kira 12 m dpl, III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Medan Area yang berlokasi di Jl. Kolam No.1 Medan Estate Kecamatan Medan Percut

Lebih terperinci

BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN

BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN Bisnis utama PT Paya Pinang saat ini adalah industri agribisnis dengan menitikberatkan pada industri kelapa sawit diikuti dengan karet. Proses bisnis baik tanaman karet

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit Syarat Tumbuh Kelapa Sawit

TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit Syarat Tumbuh Kelapa Sawit 3 TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit Agribisnis kelapa sawit membutuhkan organisasi dan manajemen yang baik mulai dari proses perencanaan bisnis hingga penjualan crude palm oil (CPO) ke

Lebih terperinci