Penerapan Model ARIMA Dalam Memprediksi IHSG
|
|
|
- Ridwan Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Penerapan Model ARIMA Dalam Memprediksi IHSG Bambang Hendrawan Polieknik Baam Parkway Sree, Baam Cenre, Baam 29461, Indonesia Absrak: Tujuan peneliian ini adalah unuk mencari model ARIMA yang memiliki kinerja erbaik dalam memprediksi IHSG pada pasar modal di Indonesia. Meode pengumpulan dan analisis daa menggunakan meode Box dan Jenkins yang menggunakan pendekaan ieraif. Sedangkan pengolahan daa dibanu oleh aplikasi perangka lunak E-Views. Hasil peneliian yang diperoleh model ARIMA yang memiliki kinerja erbaik unuk meramalkan IHSG, yaiu model ARIMA (2,1,2) Kaa kunci : ARIMA, IHSG, Analisis Teknikal Absrac: The objecive of his research is seeking he bes performance of ARIMA Model o predic Indonesia Composie Index (IHSG) in Indonesia Sock Exchange. The daa were acquired from IDX weekly saisics published by Indonesia Sock Exchange during 95 weeks. The mehod used for analysis was Box & Jenkins Mehod wih ieraive approach and using E-views Applicaion. The resul of his research indicaes ha he model ha can be applied o predic he IHSG is ARIMA (2,1,2). Keyword : ARIMA, Indonesia Composie Index (IHSG), Technical Analysis 1 Pendahuluan Agar proses pengambilan kepuusan invesasi sekurias financial seperi saham, dilakukan secara epa dan menghasilkan keunungan sesuai yang diharapkan oelh para invesor maupun manajer invesasi, diperlukan analisis daa yang akura dan dapa diandalkan. Salah sau analisis yang sering digunakan yaiu analisis eknikal. Berbeda dengan analisis fundamenal yang lebih menekankan pada peningnya nilai wajar suau saham dan membuuhkan banyak sekali daa, informasi, dan angka-angka, analisis eknikal hanya membuuhkan grafik daa pola harga dan volume secara hisoris. Asumsinya dengan mengeahui pola-pola pergerakan harga saham berdasarkan observasi pergerakan harga saham di masa lalu, maka akan dapa diprediksi pola pergerakan di masa mendaang.. Analisis eknikal juga dapa dikaakan sebagai sudi enang perilaku pasar yang digambarkan melalui grafik unuk memprediksi kecenderungan harga di masa mendaang. Biasanya, analisis eknikal banyak digunakan oleh para invesor yang melakukan pembelian maupun penjualan sekurias dalam jangka pendek unuk mencari keunungan jangka pendek) karena berharap dapa meraih keunungan yang besar aau abnormal reurn walaupun dengan menanggung poensi resiko yang besar juga (Taswan & Soliha, 2002). Menuru Rode, Friedman, Parikh dan Kane (1995) eori dasar analisis eknikal adalah suau eknik perdagangan yang menggunakan daa periode waku erenu yang dapa digunakan unuk pengambilan kepuusan invesasi dengan baik. Jadi obyek dari analisis eknikal ini adalah memprediksi dari suau daa ime series dengan meode peramalan dan perhiungan yang akura. Unuk memprediksi perkembangan harga saham dengan analisis eknikal digunakan 3 prinsip dasar (Husnan, 1998), yaiu: (1) Harga saham mencerminkan informasi yang relevan; (2) Informasi yang
2 diunjukkan oleh perubahan harga di waku yang lalu, dan (3) Perubahan harga saham akan mempunyai pola erenu bersifa repeiif. Salah sau pendekaan baru yang banyak digunakan unuk peramalan adalah Auoreggressive Inegraed Moving Average (ARIMA). ARIMA merupakan suau meode yang menghasilkan ramalan-ramalan berdasarkan sinesis dari pola daa secara hisoris (Arsyad, 1995). ARIMA ini sama sekali mengabaikan variabel independen karena model ini menggunakan nilai sekarang dan nilai-nilai lampau dari variabel dependen unuk menghasilkan peramalan jangka pendek yang akura. Secara harfiah, model ARIMA merupakan gabungan anara model AR (Auoregressive) yaiu suau model yang menjelaskan pergerakan suau variabel melalui variabel iu sendiri di masa lalu dan model MA (Moving Average) yaiu model yang meliha pergerakan variabelnya melalui residualnya di masa lalu. Dalam peneliian ini akan dierapkan model ARIMA sebagai ala analisis unuk memprediksi pergerakan IHSG di masa mendaang. 2 Tinjauan Pusaka ARIMA sering juga disebu meode Box-Jenkins. ARIMA sanga baik keepaannya unuk peramalan jangka pendek, sedangkan unuk peramalan jangka panjang keepaan peramalannya kurang baik. Biasanya akan cenderung fla (mendaar /konsan) unuk periode yang cukup panjang. Model Auoregresiive Inegraed Moving Average (ARIMA) adalah model yang secara penuh mengabaikan independen variabel dalam membua peramalan. ARIMA menggunakan nilai masa lalu dan sekarang dari variabel dependen unuk menghasilkan peramalan jangka pendek yang akura. ARIMA cocok jika observasi dari dere waku (imeseries) secara saisik berhubungan sau sama lain (dependen). Tujuan model ARIMA adalah unuk menenukan hubungan saisik yang baik anar variabel yang diramal dengan nilai hisoris variabel ersebu sehingga peramalan dapa dilakukan dengan model ersebu. Model ARIMA sendiri hanya menggunakan suau variabel (univariae) dere waku. Hal yang perlu diperhaikan adalah bahwa kebanyakan dere berkala bersifa non-sasioner dan bahwa aspek-aspek AR dan MA dari model ARIMA hanya berkenaan dengan dere berkala yang sasioner.vsasionerias berari idak erdapa perumbuhan aau penurunan pada daa. Daa secara kasarnya harus horizonal sepanjang sumbu waku. Dengan kaa lain, flukuasi daa berada di sekiar suau nilai raa-raa yang konsan, idak erganung pada waku dan varians dari flukuasi ersebu pada pokoknya eap konsan seiap waku. Suau dere waku yang idak sasioner harus diubah menjadi daa sasioner dengan melakukan differencing. ang dimaksud dengan differencing adalah menghiung perubahan aau selisih nilai observasi. Nilai selisih yang diperoleh dicek lagi apakah sasioner aau idak. Jika belum sasioner maka dilakukan differencing lagi. Jika varians idak sasioner, maka dilakukan ransformasi logarima. Secara umum model ARIMA (Box-Jenkins) dirumuskan dengan noasi sebagai beriku (Harijono dan Sugiaro, 2000): ARIMA (p,d,q) dalam hal ini, p menunjukkan orde / deraja Auoregressive (AR) ; d menunjukkan orde / deraja Differencing (pembedaan) q menunjukkan orde / deraja Moving Average (MA) 2.1 Model Auoregressive (AR)
3 Model Auoregressive adalah model yang menggambarkan bahwa variabel dependen dipengaruhi oleh variabel dependen iu sendiri pada periode-periode dan waku-waku sebelumnya (Sugiaro dan Harijono, 2000). Secara umum model auoregressive (AR) mempunyai benuk sebagai beriku : Dimana, θ θ θ... = p p θ e auoregressive ingka sau(firs-order auoregressive) aau AR(1). Apabila nilai yang digunakan sebanyak p lag dependen, maka model ini dinamakan model auoregressive ingka p (p-h order auoregressive) aau AR(p). 2.2 Model MA (Moving Average) Secara umum model moving average mempunyai benuk sebagai beriku : θ 0 : dere waku sasioner : Konsana,..., : Nilai masa lalu yang berhubungan 1 p θ,...,θ p 1 : Koefisien aau parameer dari model auoregressive e : residual pad a waku Orde dari model AR (yang diberi noasi p) dienukan oleh jumlah periode variabel q dependen yang masuk dalam model. Sebagai conoh : = θ0 + θ1 noasi ARIMA (1,0,0) = 0 + θ1 1 + θ 2 2 adalah model AR orde 1 dengan θ adalah model AR orde 2 dengan noasi ARIMA (2,0,0) φ 1,...,φ n φ n e Model diaas disebu sebagai model auoregressive (regresi diri sendiri) karena model ersebu mirip dengan persamaan regresi pada umumnya, hanya saja yang menjadi variabel independen bukan variabel yang berbeda dengan variabel dependen melainkan nilai sebelumnya (lag) dari variabel dependen ( ) iu sendiri. Banyaknya nilai lampau yang digunakan oleh model, yaiu sebanyak p, menenukan ingka model ini. Apabila hanya digunakan sau lag dependen, maka model ini dinamakan model dimana, = φ 0 + φ e 1 φ e : Dere waku sasioner φ : konsana o φ e n q : koefisien model moving average yang menunjukkan bobo. Nilai koefisien dapa memiliki anda negaif aau posiif, erganung hasil esimasi. e : residual lampau yang digunakan oleh model, yaiu sebanyak q, menenukan ingka model ini. Perbedaan model moving average dengan model auoregressive erleak pada jenis variabel independen. Bila variabel independen pada model auoregressive adalah nilai sebelumnya (lag) dari variabel dependen ( ) iu sendiri, maka pada model moving average sebagai variabel independennya adalah nilai residual pada periode sebelumnya. Orde dari nilai MA (yang diberi noasi q) dienukan oleh jumlah periode variabel independen yang masuk dalam model. Sebagai conoh : = φ0 + φ1e noasi ARIMA (0,1,1) = + 0 φ1e φ2e 2 adalah model MA orde 1 dengan φ adalah model MA orde 2 dengan noasi ARIMA (0,0,2)
4 2.3 Model ARMA (Auoregressive Moving Average) Sering kali karakerisik idak dapa dijelaskan oleh proses AR sana aau MA saja, eapi harus dijelaskan oleh keduanya sekaligus. Model yang memua kedua proses ini biasa disebu model ARMA. Benuk umum model ini adalah : γ n p λ1e λ2e 2 = λ e Di mana dan e sama seperi sebelumnya, γ adalah konsana, δ dan λ adalah koefisien model. Jika model menggunakan dua lag dependen dan iga lag residual, model iu dilambangkan dengan ARMA (2,3) 2.4 Model ARIMA (Auoregresiive Inegraed Moving Average) Dalam prakek banyak diemukan bahwa daa ekonomi bersifa non-sasioner sehingga perlu dilakukan modifikasi, dengan melakukan pembedaan(differencing), unuk menghasilkan daa yang sasioner. Pembedaan dilakukan dengan mengurangi nilai pada suau periode dengan nilai pada periode sebelumnya. Pada umumnya, daa di dunia bisnis akan menjadi sasioner seelah dilakukan pembedaan perama. Jika seelah dilakukan pembedaan perama ernyaa daa masih belum sasioner, perlu dilakukan pembedaan berikunya. Daa yang dipakai sebagai inpu model ARIMA adalah daa hasil ransformasi yang sudah sasioner, bukan daa asli. n q Model ARIMA biasanya dilambangkan dengan ARIMA(p,d,q) yang mengandung pengerian bahwa model ersebu menggunakan p nilai lag dependen, d ingka proses differensiasi, dan q lag residual. Simbol model sebelumnya dapa juga dinyaakan dengan simbol ARIMA, misalnya: : MA(2) dapa diulis dengan ARIMA (0,0,2) AR(1) dapa diulis dengan ARIMA (1,0,0) ARMA (1,2) dapa diulis dengan ARIMA(1,0,2) Dan sebagainya. 3 Meodologi & Daa Populasi peneliian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungn di Indonesia dengan sampel yang diambil merupakan daa IHSG mingguan selama 95 minggu. Sumber daa yang digunakan dalam peneliian ini adalah sumber daa sekunder, yaiu daa yang diperoleh dari pihak lain, dan diolah kembali unuk kepeningan peneliian ini yaiu daa daa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mingguan selama bulan Januari 2006 hingga November Sumber daa ahoo! Finance hp://finance.yahoo.com). Beriku rend daa IHSG mingguan Beberapa kali proses differencing dilakukan dinoasikan dengan d. Misalnya daa asli belum sasioner, lalu dilakukan pembedaan perama dan menghasilkan daa yang sasioner. Dapa dikaakan bahwa series ersebu melalui proses differencing sau kali, d=1. Namun jika ernyaa dere waku ersebu baru sasioner pada pembedaan kedua, maka d=2, dan seerusnya. Meodologi yang digunakan dalam membangun model persamaan yang digunakan unuk memprediksi IHSG adalah meode Box dan Jenkins yang menggunakan pendekaan ieraive, dengan empa ahapan dalam menenukan model yang cocok yaiu :
5 a. Idenifikasi menenukan orde dan model ermasuk uji sasioner daa b. Esimasi mengesimasi parameer AR dan MA yang ada pada model c. Tes Diagnosik menguji residual model yang elah diesimasi d. Peramalan menggunakan model persamaan unuk memprediksi nilai mendaang. e. Sedangkan ala banu pengolahan daa yang digunakan adalah Eviews versi 5. 4 Pembahasan Hasil Beriku disajikan langkah-langkah yang dilakukan unuk mencapai ujuan peneliian. a. Menguji apakah daa IHSG pada periode pengamaan di aas sasioner. Unuk iu diempuh dua cara yaiu : - membua ampilan korelogram dengan level = 0 - menguji dengan uni roo Hasil korelogram dapa diliha pada abel beriku Sedangkan hasil uni roo es dapa diliha pada abel beriku ini
6 Dari hasil korelogram erliha bahwa grafik ookorelasi menunjukkan penurunan secara perlahan dan grafik ookorelasi parsial juga menunjukkan penurunan secara drasis seelah lag perama, dimana semua baang grafik berada dianara dua garis baas barle. Dari hasil grafik ersebu dapa disimpulkan bahwa daa IHSG belum saioner. Hal ini diperkua dengan hasil uni roo dimana kia idak mempunya cukup buki unuk menolak hipoesis nol, karena nilai kriis pada α=5% adalah -2,89 yang jika dimulakkan lebih besar dari pada nilai saisik uji ADF =0,482033, dimana ini menunjukkan bahwa daa idak saioner. b. Karena daa idak sasioner maka akan disasionerkan erlebih dahulu dengan mendiferen 1 lag. Hasil korelogram dan uni roo es disajikan pada abel dibawah ini
7 Dari hasil korelogram ampak bahwa baang grafik ookorelasi dan ookorelasi parsial sudah berada di dalam garis barle. Hal ini menunjukkan bahwa daa sudah bersifa sasioner seelah didiferen 1 lag. Sedangkan hasil uni roo sejalan degan hasil korelogram, dimana nilai hasil uji ADF sebesar -11,23641, jauh lebih kecil dari nilai kriis bahkkan dengan α= 1%. Dengan demikian kia cukup mempunyai buki unuk menolak hipoesi nol dan mengambil kesmpulan bahwa daa sudah idak mengandung roo aau dengan kaa lain daa sudah sasioner c. Seelah daa sasioner maka langkah berikunnya yang dilakukan adalah melakukan mengidenifikasi aau mengesimasi model persamaan. Karena daa sudah sasioner pada diferen perama (berari d=1) maka sebagai langkah awal akan kia coba model ARIMA (1,1,1) dimana persamaannya diulis d(ihsg) c ar(1) ma(1) di menu Esimae Equaion. Hasil esimasi ampak pada abel dibawah Dari abel erliha bahwa nilai probabilias variabel AR(1) dan MA (1) lebih besar dari 5% sehingga dapa dikaakan model ARIMA (1,1,1) idak signifikan Oleh karena iu perlu dicoba mencari model yang lebih baik dengan mengubah parameer p pda AR dan parameer q pada MA Beberapa kemungkinan persamaan yang akan dicoba : - ARIMA (2,1,1) aau diulis d(ihsg) c ar(1) ar(2) ma(1) - ARIMA (2,1,2) aau diulis d(ihsg) c ar(1) ar(2) ma(1) ma(2) Pada percobaan model ARIMA(2,1,2),hasilnya ampak seperi beriku
8 Dari abel erliha bahwa nilai probabilias variabel AR(1),AR(2) MA(1) dan MA (2) sudah sanga kecil dan jauh dibawah 5%, nilai saisik dari kedua variabel juga sudah besar dari nilai kriis sehingga dapa dikaakan model ARIMAa (2,1,2) signifikan. Namun nilai R-squarednya ernyaa sanga rendah. Hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas hanya memiliki kemampuan yang relaif rendah dalam menjelaskan variabel erikanya. Agar nilainya besar, perlu dilakukan penambahan variabel bebas yang secara eoriis memang akan mempengaruhi variabel erika Diliha dari nilai Durbin wason 2,05848 yang berada disekiar 2, menunjukkan idak erdapa ookorelasi d. Seelah diperoleh model yang memiliki variabel bebas yang signifikan, maka selanjunya perlu dikeahui apakah model ersebu elah baik berdasarkan uji diagnosik. Unuk keperluan ersebu kia gunakan daa residual dan membenuk korelogramnya, seperi ampak pada abel di bawah ini Berdasarkan korelogram residual ersebu, ampak bahwa baang grafik pada ACF dan PACF semuanya berada di dalam garis barle sehingga dapa kia kaakan bahwa error aau residual bersifa whie noise dan selanjunya dapa disimpulkan bahwa model yang didapa cukup baik Seelah diuji residualnya dan disimpulkan model yang dapa cukup baik, maka dapa diuliskan model persamaannya yang naninya digunakan unuk peramalan aau prediksi IHSG. Namun karena nilai-nilai koefisien yang di dapa berdasarkan oupu eviews idak secara langsung menunjukkan koefisien dari persamaan ARIMA (2,1,2)
9 Unuk model ARIMA (2,1,2) persamaan umumnya seelah diolah dari persamaan AR(2) dan MA(2) biasanya diulisnya menjadi sbb: y = ( 1 ρ1 ρ2) δ+ (1 + ρ1 ) y 1+ ( ρ2 ρ1 ) y 2 ρ2 y 3 + ε + θε 1 + θ2ε 2 Berdasarkan hasil oupu eviews model ARIMA(2,1,2) dikeahui bahwa ρ 1 = AR(1) = -0, ρ 2 = AR(2) = -0, θ 1 = MA(1) = 0, θ 2 = MA(2) = 0, δ = C = 15,56561 Nilai-nilai dari hasil oupu kemudian disubsiusikan ke persamaan ARIMA (2,1,2) unuk mendapakan model persamaan yang akan digunakan unuk memprediksi IHSG, sehingga diperoleh persamaan sbb: (a) Peramalan dengan meode saic y = (1 ( 0,428056) ( 0, ))15, (1 + ( 0,428056)) y (( 0, ) ( 0,428056)) y ( 0,896030) y 3 + 0,311086ε + + 0,968192ε 2 Sehingga model persamaan ARIMA (2,1,2) unuk memprediksi IHSG pada periode mendaang adalah : y = 36, ,571944y 1 0,46797y 2 + 0,896030y 3 + 0, , Sedangkan unuk meliha hasil grafik nilai peramalan dengan meode yang berbeda dari fasilias Eviews diperoleh: ε ε (b) Peramalan dengan meode dynamic 5 Kesimpulan Hasil pengujian yang elah dilakukan pada saham-saham yang ergabung dalam K100 di Bursa Efek Jakara menunjukkan bahwa CAPM idak berlaku, seidaknya selama masa pengamaan. Masalah bias dalam pengamaan dan penggunaan daa memang menjadi kendala yang populer dalam peneliian CAPM.
10 Dafar Referensi [1] Bodle, Z, A. Kane, dan A.J. Marcus Essenial of Invesmen"; Sevenh Ediion, The McGraw-Hill Companies. Inc.. USA [2] Elon, Edwin J., M. Gruber, S. Brown, and W. Goezmann Modern Porfolio Theory and Invesmen Analysis. New ork: John Wiley and Sons [3] Fabozzi, Frank J Manajemen Invesasi; Edisi Indonesia, Penerbi Salemba Empa, Simon & Schuser (Asia) Pe.Ld, Prenice-Hall, Jakara [4] Rose, Peer S., dan Marquis, Milon H Money and Capial Markes, Ninh Ediion, [5] Husnan, S., Dasar-dasar Teori Porofolio dan Analisa Sekurias di Pasar Modal, UPP-AMP KPN, ogyakara [6] Nachrowi, Usman 2007, Prediksi IHSG dengan model GARCH dan ARIMA, Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia, Vol VIII No 2, Januari [7] ahoo Finance, hp://finance.yahoo.com
BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF
BAB III RUNTUN WAKTU MUSIMAN MULTIPLIKATIF Pada bab ini akan dibahas mengenai sifa-sifa dari model runun waku musiman muliplikaif dan pemakaian model ersebu menggunakan meode Box- Jenkins beberapa ahap
BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Produksi Produksi padi merupakan suau hasil bercocok anam yang dilakukan dengan penanaman bibi padi dan perawaan sera pemupukan secara eraur sehingga menghasilkan suau produksi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Ramalan adalah sesuau kegiaan siuasi aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
Pemodelan Data Runtun Waktu : Kasus Data Tingkat Pengangguran di Amerika Serikat pada Tahun
Pemodelan Daa Runun Waku : Kasus Daa Tingka Pengangguran di Amerika Serika pada Tahun 948 978. Adi Seiawan Program Sudi Maemaika, Fakulas Sains dan Maemaika Universias Krisen Saya Wacana, Jl. Diponegoro
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah Dalam sisem perekonomian suau perusahaan, ingka perumbuhan ekonomi sanga mempengaruhi kemajuan perusahaan pada masa yang akan daang. Pendapaan dan invesasi merupakan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode
20 BAB 2 LADASA TEORI 2.1. Pengerian Peramalan Meode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Saisika. Salah sau meode peramalan adalah dere waku. Meode ini disebu sebagai meode peramalan dere waku karena
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Pada dasarnya peramalan adalah merupakan suau dugaan aau perkiraan enang erjadinya suau keadaan di masa depan. Akan eapi dengan menggunakan meodemeode erenu peramalan
BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan
BAB 2 URAIAN EORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan aau memprediksi apa yang erjadi pada waku yang akan daang, sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN METODE PERAMALAN AUTOREGRESIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) (Studi Kasus: PT Tembaga Mulia Semanan)
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi Program Sudi MMT-ITS, Surabaya 1 Agusus 2009 PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN METODE PERAMALAN AUTOREGRESIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) (Sudi Kasus: PT
PENENTUAN MODEL PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DENGAN METODE ARIMA
PENENTUAN MODEL PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DENGAN METODE ARIMA Leopoldus Ricky Sasongko, Lydia Ninuk Rahayu, dan Alberh Roy Koa 3,,3 Program Sudi Maemaika, Fakulas Sains dan Maemaika Universias
BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau aau kondisi yang diperkirakan akan erjadi
ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average)
ARIMA (Auoregressive Inegraed Moving Average) I. Prinsip Dasar dan Tujuan Analisis. Prinsip Dasar ARIMA sering juga disebu meode runun waku Box-Jenkins. ARIMA sanga baik keepaannya unuk peramalan jangka
BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan
BAB II LADASA TEORI 2.1 Pengerian peramalan (Forecasing) Peramalan (Forecasing) adalah suau kegiaan yang mengesimasi apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang dengan waku yang relaif lama (Assauri,
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengerian dan Manfaa Peramalan Kegiaan unuk mempeirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang disebu peramalan (forecasing). Sedangkan ramalan adalah suau kondisi yang
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LADASA TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan (forecasing) adalah suau kegiaan yang memperkirakan apa yang akan erjadi pada masa yang akan daang. Meode peramalan merupakan cara unuk memperkirakan
BAB III ARFIMA-FIGARCH. pendek (short memory) karena fungsi autokorelasi antara dan turun
BAB III ARFIMA-FIGARCH 3. Time Series Memori Jangka Panjang Proses ARMA sering dinyaakan sebagai proses memori jangka pendek (shor memory) karena fungsi auokorelasi anara dan urun cepa secara eksponensial
Sekilas Pandang. Modul 1 PENDAHULUAN
Modul 1 Sekilas Pandang Drs. Irlan Soelaeman, M.Ed. S PENDAHULUAN uau hari, saya dan keluarga berencana membawa mobil pergi ke Surabaya unuk mengunjungi salah seorang saudara. Sau hari sebelum keberangkaan,
BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun
43 BAB METODE PEMUUAN EKPONENA TRPE DAR WNTER Meode pemulusan eksponensial elah digunakan selama beberapa ahun sebagai suau meode yang sanga berguna pada begiu banyak siuasi peramalan Pada ahun 957 C C
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN EMBAHASAN 4.1 Karakerisik dan Obyek eneliian Secara garis besar profil daa merupakan daa sekunder di peroleh dari pusa daa saisik bursa efek Indonesia yang elah di publikasi, daa di
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TIJAUA TEORITIS 2.1 Peramalan (Forecasing) 2.1.1 Pengerian Peramalan Peramalan dapa diarikan sebagai beriku: a. Perkiraan aau dugaan mengenai erjadinya suau kejadian aau perisiwa di waku yang akan
ANALISIS PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM KOSPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE INTERVENSI
Seminar Nasional Saisika IX Insiu Teknologi Sepuluh Nopember, 7 November 009 XV-1 ANALISIS PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM KOSPI DENGAN MENGGUNAKAN METODE INTERVENSI Muhammad Sjahid Akbar, Jerry Dwi Trijoyo
Kata kunci: Deret waktu, Heteroskedastisitas, IGARCH, Peramalan. Keywords: Time Series, Heteroscedasticity, IGARCH, Forecasting.
METODE INTEGRATED GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTICITY (IGARCH) UNTUK MEMODELKAN HARGA GABAH DUNIA (INTEGRATED GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTICITY TO CAPTURE
KOINTEGRASI DAN ESTIMASI ECM PADA DATA TIME SERIES. Abstrak
KOINTEGRASI DAN ESTIMASI ECM PADA DATA TIME SERIES Universias Muhammadiyah Purwokero [email protected] Absrak Pada persamaan regresi linier sederhana dimana variabel dependen dan variabel independen
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa
BAB 2 TINJAUAN TEORITI 2.1. Pengerian-pengerian Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. edangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND
APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND Noeryani 1, Ely Okafiani 2, Fera Andriyani 3 1,2,3) Jurusan maemaika, Fakulas Sains Terapan, Insiu Sains & Teknologi
IV METODE PENELITIAN
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian yang dilakukan mengenai analisis perencanaan pengadaan una berdasarkan ramalan ime series volume ekspor una loin beku di PT Tridaya Eramina
PENGGUNAAN KONSEP FUNGSI CONVEX UNTUK MENENTUKAN SENSITIVITAS HARGA OBLIGASI
PENGGUNAAN ONSEP FUNGSI CONVEX UNU MENENUAN SENSIIVIAS HARGA OBLIGASI 1 Zelmi Widyanuara, 2 Ei urniai, Dra., M.Si., 3 Icih Sukarsih, S.Si., M.Si. Maemaika, Universias Islam Bandung, Jl. amansari No.1 Bandung
Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis
JURNAL SAINS DAN NI POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Prin) D-224 Peramalan Penjualan Sepeda Moor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis Desy Musika dan Seiawan Jurusan Saisika,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan memperkirakan apa yang erjadi pada waku yang akan daang sedangkan rencana merupakan penenuan apa yang akan dilakukan pada waku yang
Oleh: TANTI MEGASARI Dosen Pembimbing : Dra. Nuri Wahyuningsih, MKes
PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM YANG DIPENGARUHI KURS, PERUBAHAN INFLASI, POSISI JUMLAH DEPOSITO BERJANGKA, SUKU BUNGA SBI DAN DEPOSITO MENGGUNAKAN FUNGSI TRANSFER DAN ARCH-GARCH Oleh: TANTI MEGASARI 6 00
MODEL FUNGSI TRANSFER MULTIVARIAT DAN APLIKASINYA UNTUK MERAMALKAN CURAH HUJAN DI KOTA YOGYAKARTA SKRIPSI
MODEL FUNGSI TRANSFER MULTIVARIAT DAN APLIKASINYA UNTUK MERAMALKAN CURAH HUJAN DI KOTA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan kepada Fakulas Maemaika dan Ilmu Pengeahuan Alam Universias Negeri Yogyakara unuk memenuhi
PEMODELAN PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN
Seminar Nasional Saisika IX Insiu Teknologi Sepuluh Nopember, 7 November 2009 PEMODELAN PRODUKSI SEKTOR PERTANIAN Brodjol Suijo Jurusan Saisika ITS Surabaya ABSTRAK Pada umumnya daa ekonomi bersifa ime
BAB 3 LANDASAN TEORI. peramalan, jenis-jenis peramalan, langkah-langkah peramalan, pemilihan teknik dan
BAB 3 LANDASAN TEORI 3. Peramalan Pada sub bab ini akan dibahas mengenai pengerian peramalan, kegunaan meode peramalan, jenis-jenis peramalan, langkah-langkah peramalan, pemilihan eknik dan meode peramalan,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Definisi Peramalan Peramalan adalah suau kegiaan dalam memperkirakan aau kegiaan ang melipui pembuaan perencanaan di masa ang akan daang dengan menggunakan daa masa lalu dan daa masa
PENGARUH PANJANG DAN LEBAR DATA DEBIT HISTORIS PADA KINERJA MODEL PEMBANGKITAN DATA DEBIT SUNGAI BRANTAS DENGAN METODE ARIMA
PENGARUH PANJANG DAN LEBAR DATA DEBIT HISTORIS PADA KINERJA MODEL PEMBANGKITAN DATA DEBIT SUNGAI BRANTAS DENGAN METODE ARIMA Maskur Efendi ), Widandi Soeopo 2), Piojo Tri Juwono 2) ) Mahasiswa Magiser
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Salah sau ujuan didirikannya perusahaan adalah dalam rangka memaksimalkan firm of value. Salah sau cara unuk mengukur seberapa besar perusahaan mencipakan
IDENTIFIKASI POLA DATA TIME SERIES
IDENTIFIKASI POLA DATA TIME SERIES Daa merupakan bagian pening dalam peramalan. Beriku adalah empa krieria yang dapa digunakan sebagai acuan agar daa dapa digunakan dalam peramalan.. Daa harus dapa dipercaya
Perbandingan Metode Winter Eksponensial Smoothing dan Metode Event Based untuk Menentukan Penjualan Produk Terbaik di Perusahaan X
JURAL SAIS DA SEI ITS Vol. 6, o.1, (2017) 2337-3520 (2301-928X Prin) A 1 Perbandingan Meode Winer Eksponensial Smoohing dan Meode Even Based unuk Menenukan Penjualan Produk Terbaik di Perusahaan X Elisa
PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG AIRLINES PT. ANGKASA PURA II BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU DENGAN ARIMA(0,1,1)(0,1,1) 12 TUGAS AKHIR.
PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG AIRLINES PT. ANGKASA PURA II BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU DENGAN ARIMA(0,,)(0,,) 2 TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Sau Syara unuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains
PENAKSIRAN PARAMETER MODEL VECTOR AUTOREGRESSIVE INTEGRATED (VARI) DENGAN METODE MLE DAN PENERAPANNYA PADA DATA INDEKS HARGA KONSUMEN
IndoMS Journal on Saisics Vol., No. (04), Page 7-37 PENAKSIRAN PARAMETER MODEL VECTOR AUTOREGRESSIVE INTEGRATED (VARI) DENGAN METODE MLE DAN PENERAPANNYA PADA DATA INDEKS HARGA KONSUMEN Dinda Ariska Wulandari,
BAB 2 TINJAUAN TEORI
7 BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Pengerian Peramalan Peramalan adalah kegiaan unuk memperkirakan apa yang akan erjadi di masa yang akan daang. Sedangkan ramalan adalah suau siuasi aau kondisi yang diperkirakan
Peramalan Volume Penjualan Semen di PT.Semen Gresik Persero Tbk
Peramalan Volume Penjualan Semen di PT.Semen Gresik Persero Tbk Oleh : Dwi Hapsari K (1306 100 015) Dosen Pembimbing : Dra. Karika Firiasari, M.Si 1 Pendahuluan Laar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan
BAB III ANALISIS INTERVENSI. Analisis intervensi dimaksudkan untuk penentuan jenis respons variabel
BAB III ANALISIS INTERVENSI 3.1. Pendahuluan Analisis inervensi dimaksudkan unuk penenuan jenis respons variabel ak bebas yang akan muncul akiba perubahan pada variabel bebas. Box dan Tiao (1975) elah
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu
BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II 3.1 Pendahuluan Daa dere waku adalah daa yang dikumpulkan dari waku ke waku unuk menggambarkan perkembangan suau kegiaan (perkembangan produksi, harga, hasil penjualan,
DAN PENERAPANNYA PADA PRODUKSI KELAPA SAWIT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIII
Bulein Ilmiah Mah. Sa. dan Terapannya (Bimaser) Volume 6, No. 3 (27), hal 83 2. MODEL SPACE-TIME DAN PENERAPANNYA PADA PRODUKSI KELAPA SAWIT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIII Ella Kurniawai, Naomi Nessyana
Penerapan Model ARCH/GARCH untuk Peramalan Nilai Tukar Petani ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan
Jurnal Sains Maemaika dan Saisika, Vol. 4, No., Januari 8 ISSN 46-454 prin/issn 65-8663 online Penerapan Model ARCH/GARCH unuk Peramalan Nilai Tukar Peani Ari Pani Desvina, Inggrid Ocaviani Meijer, Jurusan
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.
PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL MOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUAHAAN MEBEL INAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK. ii Rukayah*), Achmad yaichu**) ABTRAK Peneliian ini berujuan unuk
x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.
Pekan #1: Kinemaika Sau Dimensi 1 Posisi, perpindahan, jarak Tinjau suau benda yang bergerak lurus pada suau arah erenu. Misalnya, ada sebuah mobil yang dapa bergerak maju aau mundur pada suau jalan lurus.
Jurnal EKSPONENSIAL Volume 5, Nomor 2, Nopember 2014 ISSN
Peramalan Dengan Meode Smoohing dan Verifikasi Meode Peramalan Dengan Grafik Pengendali Moving Range () (Sudi Kasus: Produksi Air Bersih di PDAM Tira Kencana Samarinda) Forecasing wih Smoohing and Verificaion
PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG PADA PT
PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG PADA PT. ANGKASA PURA I (PERSERO) KANTOR CABANG BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADISUTJIPTO YOGYAKARTA DENGAN METODE WINTER S EXPONENTIAL SMOOTHING DAN SEASONAL ARIMA SKRIPSI Diajukan
BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Perumbuhan ekonomi merupakan salah sau ukuran dari hasil pembangunan yang dilaksanakan khususnya dalam bidang ekonomi. Perumbuhan ersebu merupakan rangkuman laju perumbuhan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekaan Peneliian Jenis peneliian yang digunakan dalam peneliian ini adalah peneliian evaluasi dan pendekaannya menggunakan pendekaan kualiaif non inerakif (non
Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember ABSTRAK
PERBANDINGAN METODE DES (DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING) DENGAN TES (TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING) PADA PERAMALAN PENJUALAN ROKOK (STUDI KASUS TOKO UTAMA LUMAJANG) 1 Fajar Riska Perdana (1110651142) 2 Daryano,
III. METODE PENELITIAN
26 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian perkembangan kinerja keuangan PT. Goodyear Indonesia Tbk dilakukan dengan maksud unuk mengeahui sejauh mana perkembangan usaha perusahan yang
ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN SEPEDA MOTOR DI MITRA PINASTHIKA MUSTIKA (MPM) HONDA MOTOR DENGAN PENDEKATAN ARIMA
ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN SEPEDA MOTOR DI MITRA PINASTHIKA MUSTIKA (MPM) HONDA MOTOR DENGAN PENDEKATAN ARIMA Oleh : Liviani Nursia 307030040 Dosen Pembimbing: Dr. Brodjol Suijo S.U, MSi Laar Belakang
BAB III. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan perhitungan untuk menilai
BAB III PENILAIAN HARGA WAJAR SAHAM PAA SEKTOR INUSTRI BATUBARA ENGAN MENGGUNAKAN TRINOMIAL IVIEN ISCOUNT MOEL 3.. Pendahuluan Pada bab ini akan dijelaskan mengenai ahapan perhiungan unuk menilai harga
PERAMALAN FUNGSI TRANSFER SINGLE INPUT INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN TERHADAP SAHAM NEGARA TERDEKAT
Saisika, Vol. 2, No. 2, November 24 PERAMALAN FUNGSI TRANSFER SINGLE INPUT INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN TERHADAP SAHAM NEGARA TERDEKAT Sri Wahyuni, 2 Farikhin, Iswahyudi Joko Suprayino Program Sudi Saisika
BAB 2 LANDASAN TEORI
35 BAB LANDASAN TEORI Meode Dekomposisi biasanya mencoba memisahkan iga komponen erpisah dari pola dasar yang cenderung mencirikan dere daa ekonomi dan bisnis. Komponen ersebu adalah fakor rend (kecendrungan),
PEMODELAN TRAFIK GSM DI AREA SURABAYA MENGGUNAKAN METODE ARIMA
PEMODELAN TRAFIK GSM DI AREA SURABAYA MENGGUNAKAN METODE ARIMA Fadil Rahman Hakim, Dr. Ir. Achmad Mauludiyano, MT. Program Sudi Telekomunikasi Mulimedia Jurusan Teknik Elekro Fakulas Teknologi Indusri
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN Dalam peneliian ini, penulis akan menggunakan life cycle model (LCM) yang dikembangkan oleh Modigliani (1986). Model ini merupakan eori sandar unuk menjelaskan perubahan dari
Pemodelan Produksi Minyak dan Gas Bumi pada Platform MK di PT X Menggunakan Metode ARIMA, Neural Network, dan Hibrida ARIMA-Neural Network
D-378 JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5 No. 2 (26) 2337-3520 (23-928X Prin) Pemodelan Produksi Minyak dan Gas Bumi pada Plaform MK di PT X Menggunakan Meode ARIMA, Neural Nework, dan Hibrida ARIMA-Neural
Peramalan Inflasi Menggunakan Model Fungsi Transfer Multi Input. Forcasting Inflation Using Multiple Input Transfer Function Model
Peramalan Inflasi Menggunakan Model Fungsi Transfer Muli Inpu Forcasing Inflaion Using Muliple Inpu Transfer Funcion Model Novi Adisia, Sri Wahyuningsih, dan Rio Goeanoro 3 Laboraorium Saisika Terapan
Peramalan Hasil Produksi Pupuk NPK Menggunakan Model Fungsi Transfer Multi Input. : Nesia Brilliana I.P NRP :
Peramalan Hasil Produksi Pupuk NPK Menggunakan Model Fungsi Transfer Muli Inpu Nama : Nesia Brilliana I.P NRP : 20800023 Jurusan : Maemaika Dosen Pembimbing : Dra. Nuri Wahyuningsih, M. Kes Pemberian pupuk
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Masalah persediaan merupakan masalah yang sanga pening dalam perusahaan. Persediaan mempunyai pengaruh besar erhadap kegiaan produksi. Masalah persediaan dapa diaasi
Perancangan Sistem Peramalan Penjualan Barang Pada UD Achmad Jaya Dengan Metode Triple Exponential Smoothing
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Informaika ASIA (JITIKA) Vol.10, No.2, Agusus 2016 ISSN: 0852-730X Perancangan Sisem Peramalan Penjualan Barang Pada UD Achmad Jaya Dengan Meode Triple Exponenial Smoohing Tria
BAB III DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB III DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN 3. Daa Pada karya akhir ini proxy unuk mengukur kegiaan perekonomian adalah ingka perubahan GDP real per kuaral dari ahun 3:Q sampai dengan ahun 8:Q dengan ahun dasar.
PENGGUNAAN METODE PERAMALAN DALAM ANALISIS NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR DENGAN GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSKEDASTICITY
PENGGUNAAN METODE PERAMALAN DALAM ANALISIS NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR DENGAN GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSKEDASTICITY Hermansah Program Sudi Pendidikan Maemaika, Fakulas Keguruan
PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI OLR-MJO BERBASIS HASIL ANALISIS MODEL STATISTIK BOX-JENKINS (ARIMA)
Prosiding Seminar Nasional Peneliian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA Fakulas MIPA, Universias Negeri Yogyakara, 16 Mei 2009 PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI OLR-MJO BERBASIS HASIL ANALISIS MODEL STATISTIK BOX-JENKINS
Minggu 4 RATA-RATA BERGERAK DAN EXPONENTIAL SMOOTHING. Peramalan Data Time Series
Minggu 4 RATA-RATA BERGERAK DAN EXPONENTIAL SMOOTHING Bab ini memperkenalkan model berlaku unuk daa ime series dengan musiman, ren, aau keduana komponen musiman dan ren dan daa sasioner. Meode peramalan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengangguran atau tuna karya merupakan istilah untuk orang yang tidak mau bekerja
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengerian Pengangguran Pengangguran aau una karya merupakan isilah unuk orang yang idak mau bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu,
BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Dalam perencanaan pembangunan, daa kependudukan memegang peran yang pening. Makin lengkap dan akura daa kependudukan yang esedia makin mudah dan epa rencana pembangunan
FORECASTING & ARIMA. Dwi Martani. 1/26/2010 Statistik untuk Bisnis 9 1
FORECASTING & ARIMA Dwi Marani /26/200 Saisik unuk Bisnis 9 DERET BERKALA (TIME SERIES) Suau dere berkala merupakan suau himpunan observasi dimana variabel yang digunakan diukur dalam uruan periode waku,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Persediaan Persediaan adalah barang yang disimpan unuk pemakaian lebih lanju aau dijual. Persediaan dapa berupa bahan baku, barang seengah jadi aau barang jadi maupun
DAMPAK PENURUNAN HARGA BBM JENIS PREMIUM TERHADAP ANGKA INFLASI DI KOTA YOGYAKARTA (Studi Aplikasi Model Intervensi dengan Step Function)
DAMPAK PENURUNAN HARGA BBM JENIS PREMIUM TERHADAP ANGKA INFLASI DI KOTA YOGYAKARTA (Sudi Aplikasi Model Inervensi dengan Sep Funcion) S-3 Kismianini dan Dhoriva Urwaul Wusqa Jurusan Pendidikan Maemaika
PERSAMAAN GERAK VEKTOR SATUAN. / i / = / j / = / k / = 1
PERSAMAAN GERAK Posisi iik maeri dapa dinyaakan dengan sebuah VEKTOR, baik pada suau bidang daar maupun dalam bidang ruang. Vekor yang dipergunakan unuk menenukan posisi disebu VEKTOR POSISI yang diulis
ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Studi kasus pada CV Cita Nasional.
JURNAL ILMIAH RANGGAGADING Volume 7 No. 1, April 7 : 3-9 ANALISIS DIRECT SELLING COST DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN Sudi kasus pada CV Cia Nasional. Oleh Emmy Supariyani* dan M. Adi Nugroho *Dosen
BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Sumber Daya Alam (SDA) yang ersedia merupakan salah sau pelengkap ala kebuuhan manusia, misalnya anah, air, energi lisrik, energi panas. Energi Lisrik merupakan Sumber
(T.6) PENDEKATAN INDEKS SIKLUS PADA METODE DEKOMPOSISI MULTIPLIKATIF
Seminar Nasional Saisika 12 November 2011 Vol 2, November 2011 (T.6) PENDEKATAN INDEKS SIKLUS PADA METODE DEKOMPOSISI MULTIPLIKATIF Gumgum Darmawan, Sri Mulyani S Saf Pengajar Jurusan Saisika FMIPA UNPAD
Muhammad Firdaus, Ph.D
Muhammad Firdaus, Ph.D DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FEM-IPB 010 PENGERTIAN GARIS REGRESI Garis regresi adalah garis yang memplokan hubungan variabel dependen (respon, idak bebas, yang dipengaruhi) dengan variabel
PERHITUNGAN VALUE AT RISK (VaR) DENGAN SIMULASI MONTE CARLO (STUDI KASUS SAHAM PT. XL ACIATA.Tbk)
Jurnal UJMC, Volume 3, Nomor 1, Hal. 15-0 pissn : 460-3333 eissn : 579-907X ERHITUNGAN VAUE AT RISK (VaR) DENGAN SIMUASI MONTE CARO (STUDI KASUS SAHAM T. X ACIATA.Tbk) Sii Alfiaur Rohmaniah 1 1 Universias
KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL. Sudarno Staf Pengajar Program Studi Statistika FMIPA UNDIP
Karakerisik Umur Produk (Sudarno) KARAKTERISTIK UMUR PRODUK PADA MODEL WEIBULL Sudarno Saf Pengajar Program Sudi Saisika FMIPA UNDIP Absrac Long life of produc can reflec is qualiy. Generally, good producs
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Laar Belakang Air merupakan kebuuhan pokok bagi seiap makhluk hidup di dunia ini ermasuk manusia. Air juga merupakan komponen lingkungan hidup yang pening bagi kelangsungan hidup
Pemodelan Indeks Harga Konsumen Kelompok Bahan Makanan menggunakan Metode Intervensi dan Regresi Spline ABSTRAK
Pemodelan Indeks Harga Konsumen Kelompok Bahan Makanan menggunakan Meode Inervensi dan Regresi Spline Rina Andriani, Dr. Suharono, M.Sc 2 Mahasiswa Jurusan Saisika FMIPA-ITS, 2 Dosen Jurusan Saisika FMIPA-ITS
Penentuan Pelebaran Window Time Optimal Pada Data Deret Waktu
1 Penenuan Pelebaran Window Time Opimal Pada Daa Dere Waku (1) Nursya`bani Hendro Prabowo dan (2) Raden Mohamad Aok Deparemen Saisika, Fakulas Maemaika dan Ilmu Pengeahuan Alam, Insiu Teknologi Sepuluh
PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA 1. PENDAHULUAN
PEMODELAN NILAI UKAR RUPIAH ERHADAP $US MENGGUNAKAN DERE WAKU HIDDEN MARKOV SAU WAKU SEBELUMNYA BERLIAN SEIAWAY, DIMAS HARI SANOSO, N. K. KUHA ARDANA Deparemen Maemaika Fakulas Maemaika dan Ilmu Pengeahuan
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waku Peneliian Peneliian ini dilaksanakan di PT Panafil Essenial Oil. Lokasi dipilih dengan perimbangan bahwa perusahaan ini berencana unuk melakukan usaha dibidang
