Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 10.1 Pendahuluan
|
|
|
- Utami Johan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 10.1 Pendahuluan Komputer menyimpan semua data dan instruksi program dalam bentuk biner tidak ada ketentuan khusus yang dibuat untuk penyimpanan tanda atau desimal point yang berhubungan dengan bilangan kecuali ketika bilangan itu disimpan sebagai string yang tidak bisa digunakan untuk perhitungan. Di bab 9 kita mengetahui bahwa hampir setiap bahasa pemrograman tingkat tinggi menyediakan metoda untuk penyimpanan manipulasi dan perhitungan bilangan integer bertanda (signed integer) dan bilangan ril. Sehingga kita harus mempertimbangkan metoda-metoda untuk menampilkan dan memanipulasi bilangan bilangan ini dalam bentuk 1 dan 0. Kita melihat di bab 9 bahwa bilangan integer tidak bertanda (unsigned integer) dapat dinyatakan secara langsung dalam bentuk biner, dan ini menunjukkan cara bagaimana kita menampilkan tipe data integer dalam komputer. Tetapi ada keterbatasan, kita akan menunjukkan cara untuk menangani bilangan negatif tanpa menggunakan tanda yang sesuai dengan kemampuan komputer.
2 224 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi 10.2 Penyajian Biner Tak Beranda Dan Binary-Coded Decimal Pada notasi kompensional bilangan dapat disajikan sebagai kombinasi dari nilai atau magnitude dan tanda, + atau -. Batasan dari integer yang dapat disimpan dari suatu ditentukan oleh jumlah bit. Sehingga lokasi penyimpanan 8 bit dapat menyimpan integer tak bertanda dengan nilai antara 0 255, untuk lokasi penyimpanan 16 bit nilainya berkisar antara Jika kita harus memperluas jangkuan dari integer yang harus ditangani kita dapat menyediakan lebih banyak bit. Cara yang umum untuk melakukannya adalah dengan menggunakan banyak lokasi penyimpanan. Gambar 10.1 Lokasi penyimpanan Dimana 4 lokasi penyimpanan sebesar 1 byte digunakan untuk menyediakan batasan 32 bit. Kalau digunakan bersama 4 lokasi ini dapat menampung 2 32 atau nilai yang berbeda. Selain dengan biner, ada pendekatan alternatif yang disebut dengan Binary-Coded Decimal yang dapat digunakan pada beberapa aplikasi. Dengan pendekatan ini setiap angka pada bilangan desimal disajikan sebagai bilangan biner. Cara ini memerlukan 4 bit per angka. Sehingga lokasi penyimpanan 8 bit dapat menyimpan 2 angka Binary- Coded Decimal. Dengan kata lain ada 100 nilai yang berbeda mulai dari Misalnya nilai desimal 68 akan dinyatakan dalam BCD bit dapat menyimpan 16 nilai yang berbeda yang diberi nomor 0 F pada notasi heksadesimal, tetapi dengan BCD nilai A-F tidak digunakan. Nilai heksadesimal dan desimal ekuivalen dari 0 9.
3 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 225 Tabel dibawah ini membandingkan jangkauan nilai desimal yang dapat disimpan pada bentuk biner dan binary-coded decimal. Tabel 10.1 Perbandingkan jangkauan nilai desimal yang dapat disimpan pada bentuk biner dan binary-coded decimal Perlu diperhatikan bahwa untuk sejumlah bit tertentu nilai jangkauan yang dapat disimpan menggunakan metoda BCD jauh lebih kecil daripada menggunakan bentuk biner. Semakin besar jumlah bit semakin nyata perbedaannya. Metode untuk melakukan perkalian 1 angka dengan 2 angka dengan menggunakan BCD ditunjukkan pada gambar dibawah ini: Gambar 10.2 Metode perkalian 1 angka dengan 2 angka dengan menggunakan BCD Langkah pertama masing-masing angka dikalikan seperti perkalian biasa. Ini akan menghasilkan 7 x 6 = 42, pada satuan dan menghasilkan 7 x 7 = 49 pada puluhan. Selanjutnya bentuk biner dari 42 dan 49 harus dikonversi ke BCD. Ini dikerjakan pada langkah ke dua. Seperti pada bilangan desimal penjumlahan 9 dan 4 akan
4 226 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi menghasilkan carry. Bentuk biner dari 13 harus dikonversi ke BCD 3, 1 dan 1 ditambahkan pada nilai 4 pada ratusan. Hasil akhir adalah nilai BCD Penyajian Integer Bertanda Seperti telah diketahui integer tidak bertanda dapat dikonversi secara langsung ke bilangan biner dan diproses tanpa perlakuan khusus. Penjumlahan bilangan yang menggunakan tanda memperumit masalah karena tidak ada cara langsung untuk menyatakan tanda dalam bentuk biner. Tetapi ada beberapa cara yang digunakan untuk menyatakan bilangan negarif dalam bentuk biner, tergantung pada proses yang terjadi. cara ini disebut dengan 2 s complement Penyajian Dengan Sign Dan Magnitude Dalam pemakaian sehari-hari kita menyatakan integer bertanda dengan tanda + atau dan suatu nilai. Penyajian ini disebut dengan penyajian sign dan magnitude. Dalam komputer kita tidak dapat menggunakan tanda tetapi kita harus menggunakan 0 dan 1. Kita dapat memilih bit tertentu dan bit ini bertugas untuk menyatakan tanda. Misalnya kita dapat memilih bit yang paling kiri dan menentukan bahwa 0 menyatakan tanda plus dan 1 menyatakan tanda minus. Misalkan tersedia 32 bit untuk penyimpanan dan manipulasi suatu bilangan. Dalam kasus ini kita akan menggunakan 1 bit untuk tanda dan 31 untuk nilai dari bilangan itu. Sebagai aturan bit yang paling kiri (most significant) biasanya digunakan sebagai tanda dimana 0 mewakili tanda plus dan 1 tanda minus. Jangkauan dari bilangan biner 32 bit adalah 0 sampai , dimana kita dapat menyajikan bilangan itu sebagai hingga
5 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point Penyajian Nine s Decimal Dan One s Binary Complementary Untuk semua kegunaan, komputer menggunakan metode yang berbeda untuk menyajikan bilangan integer bertanda yaitu yang dikenal dengan penyajian komplementari. Dengan metode ini tanda suatu bilangan sudah dinyatakan pada bilangan itu sendiri. Sehingga tanda tidak perlu ditangani secara khusus. Juga perhitungan menggunakan penyajian komplementari konsisten untuk semua bilangan tanda berbeda. Ada dua bentuk penyajian komplementari yaitu radix komplemen dan penyajian. (disebut demikian karena basis yang digunakan dalam operasi komplementari dikurangi (diminished) dengan 1 dari radix atau basisnya). Oleh karena itu penyajian Diminished Radix komplementari. untuk basis 10 menggunakan nilai 9 sebagai basisnya dan biner menggunakan Penyajian Nine s Decimal Sebagai contoh kita akan manipulasi jangkauan dari 3 angka dalam sistem bilangan desimal dengan membagi dua bilangan tersebut pada angka 500. Kita akan menggunakan bilangan antara 0 dan 499 sebagai bilangan positif. Bilangan positif ini akan mewakili dirinya sendiri. Bilangan yang dimulai dengan angka 5, 6, 7, 8 atau 9 akan dianggap sebagai bilangan negatif. Hal ini ditunjukkan pada gambar berikut: Gambar 10.3 Nine s Decimal Cara yang paling mudah untuk mengetahui bilangan negatif adalah dengan cara mengurangi bilangan terbesar pada radix dengan suatu bilangan yang akan dinyatakan sebagai bilangan negatif. Sehingga
6 228 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi tidak ada carry, dan masing-masing angka dapat dikonversi secara independen. Pengurangan suatu nilai dari nilai standar dari suatu basis disebut dengan mencari komplemen (taking the complement) suatu nilai. Dalam kasus basis 10, bilangan terbesar adalah 9; sehingga metode ini disebut dengan penyajian nine s complementary. Contohnya : Carilah penyajian nine s complementary untuk mewakili nilai 467, suatu bilangan yang diawali dengan angka lebih besar dari 4 menunjukkan bilangan negatif One s Complement Pada bilangan berbasis 2 angka terbesar adalah 1. Seperti yang dilakukan pada nine s complement, jangkauan suatu bilangan biner harus dibagi dua tepat ditengah-tengah. Bilangan yang dimulai dengan 0 dianggap sebagai positif, sedang bilangan yang dimulai dengan 1 dianggap sebagai negatif. One s complement dari suatu bilangan dapat dilakukan dengan merubah setiap 0 menjadi 1 dan sebaliknya. Perubahan dari 0 menjadi 1 juga disebut dengan Inversi. (Ini berarti bahwa 000 dan 111 mewakili 0 yaitu +0 dan 0). One s complement untuk bilangan biner 8 bit ditunjukkan pada gambar dibawah ini: Gambar 10.4 One s complement untuk bilangan biner 8 bit. Untuk menjumlahkan 2 bilangan tanpa memandang tandanya, komputer akan menjumlahkan bilangan itu seakan-akan keduanya
7 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 229 adalah integer tak bertanda. Jika ada carry yang terdapat pada sebelah kiri bit yang paling kiri, 1 akan ditambahkan pada nilai hasil. Hal ini mengikuti aturan end-around carry. Pengurangan dilakukan dengan menginversi bilangan yang mengurangi dan menambahkan ke bilangan yang dikurangi. Overflow diketahui dari: jika inputnya sama tandanya dan tanda dari hasil berbeda, maka overflow telah terjadi. Ini berarti hasil diluar jangkauan. Test ini dapat dilakukan dengan melihat bit paling kiri dari kedua input dan hasilnya. Contoh: = = = = = = -13 Perlu diperhatikan bahwa adalah inversi dari dengan tambahan 0 untuk menjadikan 16 bit. Hasil 13 dihasilkan dari inversi untuk mendapatkan nilai positif dan mengkonversinya menjadi bilangan desimal Ten s Complement Dan Two s Complement Ten s Complement Perlu diketahui bahwa sistem yang dikemukakan didepan yang menggunakan bilangan terbesar sebagai dasar untuk mencari komplemennya mempunyai kekurangan yang terjadi karena adanya 2 buah 0 dalam skalanya. Dengan menggeser skala negatif 1 langkah ke kanan, kita dapat membuat sistem komplemen yang hanya mempunyai 1 buah 0. Ini
8 230 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi dilakukan dengan menggunakan radix sebagai basis untuk operasi komplemen. Pada basis desimal ini disebut sebagai penyajian Ten s Complement. Penggunaan penyajian ini akan mempermudah perhitungan. Tetapi dalam sistem ini sedikit lebih sulit dalam mencari komplemen suatu bilangan. Skala desimal 3 angka ditunjukkan pada gambar dibawah ini: Gambar 10.5 Skala desimal 3 angka Penyajian Ten s Complement menggunakan modulus sebagai titik refleksi (reflection point). Modulus untuk bilangan desimal 3 angka adalah 1000, yang lebih besar 1 daripada bilangan terbesar pada nine s complement yaitu 999. Komplemen didapat dengan mengurangi suatu nilai dari modulusnya dalam hal ini adalah Metode ini memastikan adanya 1 buah 0 karena (1000 0) mod 1000 adalah 0. Perlu diingat bahwa komplemen dari komplemen akan menghasilkan nilai asal. Contoh: Carilah ten s complement dari 247. Perlu diperhatikan bahwa pertanyaan ini menanyakan komplemen dari 247 bukan penyajian ten s complementnya. Karena 247 merupakan bilangan positif maka penyajian ten s complementnya adalah 247. Sehingga ten s complement dari 247 adalah: = 753 karena 247 menyatakan bilangan positif maka 753 menyatakan bilangan negatif.
9 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 231 Ada metoda alternatif untuk mengkomplemen suatu bilangan kedalam ten s complement, yaitu : ten s complement = nine s complement + 1 Cara ini akan mempermudah penghitungan nilai ten s complement yaitu dengan cara mencari nine s complement dan hasilnya ditambah 1. Penjumlahan pada ten s complement sangat mudah. untuk menjumlahkan dua bilangan pada ten s complement cukup dengan menambahkan masing-masing angkanya. Kalau ada carry maka carry itu bisa dihilangkan. Sedang pengurangan dilakukan dengan menginversi bilangan yang mengurangi dan dijumlahkan dengan bilangan yang dikurangi Two s Complement Seperti pada ten s complement, two s complement dari suatu bilangan dapat dicari dengan 2 cara yaitu: mengurangkan bilangan itu dari modulus dan mencari one s complement dengan menginversi semua 1 dan 0 kemudian hasilnya ditambah 1. Metode kedua lebih cocok diimplementasikan pada komputer tetapi kedua metode tersebut dapat dipakai tergantung kecocokan. Gambar dibawah ini menunjukkan penyajian two s complement dari bilangan 8 bit. Gambar 10.6 Penyajian two s complement dari bilangan 8 bit Penambahan pada two s complement seperti juga penambahan ten s complement pada desimal, didapat dari penambahan 2 bilangan MOD modulos. Sedang pengurangan dan overflow ditangani seperti yang diterangkan sebelumnya.
10 232 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi Penggunaan two s complement dalam komputer lebih umum daripada one s complement, tapi kedua metode itu tetap digunakan. Operasi dengan one s complement lebih mudah dalam hal merubah tanda suatu bilangan tetapi pada penambahan bisa terjadi end-around carry. Kekurangan one s complement lainnya adalah suatu algoritma harus mengecek dan mengkonversi 0 menjadi 0 pada akhir setiap operasi. Sedang operasi penambahan pada two s complement, komplemen lebih sederhana karena tidak memerlukan perubahan tanda. Dibawah ini adalah kesimpulan dalam operasi menggunakan bilangan biner : 1. Bilangan positif selalu mewakili dirinya sendiri. Bilangan positif selalu diawali dengan Bilangan negatif yang kecil, yaitu bilangan negatif yang mendekati 0 dinyatakan dengan bilangan yang mempunyai angka 1 berjumlah banyak. Misalnya 2 pada two s complement 8 bit dinyatakan dalam Sedang 128, yang merupakan bilangan negatif terbesar pada two s complement dinyatakan dalam Karena penyajian bilangan negatif pada one s complement dan two s complement hanya beda 1, maka nilai dari masingmasing penyajian dapat diketahui dengan cepat, yaitu dengan menginversi semua 1 dan Kondisi Overflow Dan Carry Seperti telah diketahui bahwa overflow terjadi ketika hasil dari suatu perhitungan melebihi jumlah bit yang tersedia. Pada two s complement, overflow pada penambahan dan pengurangan terjadi ketika hasil dari operasi tersebut menempati bit yang dipakai untuk tanda oleh karena itu overflow dapat diketahui dari kenyataan bahwa hasil dari suatu operasi berbeda tandanya dari tanda bilangan bilangan yang dioperasikan.
11 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 233 Komputer menyediakan suatu tanda yang memungkinkan seorang programmer untuk menguji apakah overflow sudah terjadi. Tanda overflow diset setiap saat komputer melakukan perhitungan. Selain itu komputer juga menyediakan carry flag yang digunakan untuk mengkoreksi carry dan borrow yang terjadi ketika bilangan yang besar harus dipisahkan menjadi beberapa bagian untuk melakukan penjumlahan dan pengurangan. Meskipun prosedur overflow dan carry terjadi dengan cara yang mirip, sebenarnya keduanya berbeda dan terjadi secara terpisah. Carry flag diset ketika hasil suatu penjumlahan atau pengurangan melampaui jumlah bit yang dialokasikan, tanpa memperhatikan tanda. Berikut ini adalah perbedaan antara overflow dan carry. Contoh 1: 0100 = (+4) Hasilnya benar 0010 = +(+2) Tidak ada Overflow dan Carry 0110 = (+6) Contoh 2: 0100 = (+4) Hasilnya tidak benar 0110 = +(+6) Overflow tidak ada Carry 1010 = (-6) Contoh 3: 1100 = (-4) Hasilnya benar mengabaikan carry 1110 = +(-2) Tidak ada Overflow dan Carry = (-6) Contoh 4: 1100 = (-4) Hasilnya tidak benar 1010 = +(-6) Overflow, Carry diabaikan = (-3)
12 234 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi Pada contoh 2, hasilnya adalah 1010 (10 10 ). Untuk mencari 2 s complemennya dapat digunakan dua cara yaitu: Untuk bilangan biner 4 digit maka modulusnya adalah 15 atau Komplemen suatu bilangan dapat dicari dengan mengurangkan bilangan itu dari modulus. Sehingga didapat: = 5 ( = 0101). Hasilnya kemudian ditambah 1, sehingga didapat = 6 ( = 0110). Karena bilangan binernya dimulai dengan 1 maka bilangan ini adalah negatif, sehingga hasil akhir = -6. Dengan menginversi semua angka pada 1010, menghasilkan: Kemudian hasil ini ditambah 1, menghasilkan: = Hasilnya seperti yang didapat dari cara pertama. Komplemen hanya perlu dicari untuk bilangan negatif, karena bilangan positif mewakili dirinya sendiri. Dari empat contoh di atas terlihat bahwa carry selalu terjadi apabila hasil penjumlahan melampaui jumlah digit yang dialokasikan, dalam hal ini hasil penjumlahan menjadi 5 digit. Kemudian tanda pada bilangan-bilangan yang dijumlahkan sama dengan tanda hasil penjumlahan. Sedang overflow selalu terjadi pada penjumlahan dua bilangan bertanda sama tapi hasil mempunyai tanda yang berbeda. Kemudian bit hasil penjumlahan menempati bit tanda (tapi jumlah digit tidak melampaui jumlah digit yang dialokasikan) Ringkasan Aturan Untuk Bilangan Komplemen Berikut ini adalah ringkasan aturan untuk penyajian dan manipulasi bilangan komplemen, baik radix maupun diminished radix, pada sembarang basis bilangan yang genap. 1. Perlu diingat bahwa kata komplemen digunakan dalam dua cara. Untuk mengkomplemen satu bilangan, atau mencari komplemen dari suatu bilangan, berarti merubah tandanya. Untuk mencari penyajian komplementari dari suatu bilangan
13 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 235 berarti menentukan penyajian suatu bilangan seperti yang seharusnya. 2. Bilangan positif pada bentuk komplemen disajikan sama dengan pada bentuk sign- and magnitude. Bilangan ini dimulai dengan 0,1,,n/2 1. Untuk bilangan biner, bilangan positif dimulai dengan 0, negatif dengan Untuk merubah tanda negatif pada bentuk sing-and magnitude menjadi bentuk komplemen, atau merubah tanda dari suatu bilangan dapat dilakukan dengan mengurangi bilangan itu dengan bilangan terbesar pada suatu basis (diminished radix) atau dari nilai 100 (radix). Perlu diingat bahwa nilai 0 harus diikut sertakan dalam prosedur. Sebagai alternatif bentuk radix bisa didapat dengan menambah 1 pada bentuk diminished radix. Untuk two s complement biasanya dilakukan dengan menginversi setiap bit dan menambah 1 pada hasil. 4. Untuk mendapat bentuk sign magnitude dari suatu bilangan negatif, gunakan prosedur 2 untuk mendapatkan nilainya (magnitude). Tandanya tentu saja negatif. Perlu diingat bahwa ukuran dari word adalah tetap; bisa terjadi ada 1 atau lebih 0 yang mendahului suatu bilangan dan ini berarti bahwa bilangan itu adalah positif. 5. Untuk menjumlahkan 2 buah bilangan, tanpa melihat tandanya, dilakukan seperti dengan cara biasa. Pada bentuk radix, carry yang terletak pada sebelah kiri angka paling kiri akan dihilangkan atau dibuang. Sedang pada bentuk diminished radix, carry akan ditambahkan pada hasilnya. Untuk mengurangi, carilah komplemen dari bilangan yang mengurangi dan jumlahkan dengan bilangan yang dkurangi. 6. Jika kita menjumlahkan 2 bilangan komplemen dengan tanda sama dan hasilnya berlawanan tanda, maka hasilnya salah. Overflow telah terjadi.
14 236 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi 10.9 Overflow Overflow adalah keadaan dimana hasil dari suatu operasi yang melewati jumlah bit yang dialokasikan. Jika kita mempunyai word berukuran 3 digit pada sistem sign and magnitude, penambahan akan menghasilkan overflow karena 1000 berada diluar jangkauan. Digit keempat adalah tanda terjadinya overflow. Pada aritmatika komplementari, bilangan yang diluar jangkauan dinyatakan dengan tanda yang berlawanan. Sehingga jika kita menjumlahkan = 600, kedua input adalah bilangan positif, sedang hasilnya adalah bilangan negatif. Pada one s complemen, overflow terjadi pada penjumlahan : = = = Penjumlahan di atas seharusnya memberikan hasil 129 yang melampaui jangkauan untuk bilangan 8 bit. Delapan bit dapat menyimpan 256 bilangan yang dibagi dua, dimana jangkauan nilai positif adalah antara Tapi ternyata hasil penjumlahan di atas adalah 126. Hal ini terjadi karena adanya overflow, dimana hasil penjumlahan melimpah ke bit yang disediakan untuk tanda. Untuk mengatasi hal ini maka hasil penjumlahan harus digeser satu bit ke kanan sehingga bit untuk tanda tidak mengalami perubahan : = = = 129 Dengan cara ini terlihat bahwa hasil penjumlahan menjadi benar, yaitu 129. Maka untuk mengetahui terjadinya overflow adalah dengan pernyataan ini: jika kedua input pada suatu penambahan mempunyai
15 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 237 tanda yang sama, dan hasilnya mempunyai tanda yang berbeda, maka overflow telah terjadi Bilangan Floating Point Seperti telah diketahui, selalu dimungkinkan untuk menyatakan bilangan dalam bentuk integer. Bilangan real atau floating point digunakan dalam komputer ketika bilangan yang harus dinyatakan melampaui jangkauan integer (terlalu besar atau terlallu kecil) atau ketika bilangan mengandung pecahan. Bilangan floating point memungkinkan komputer untuk menentukan jumlah digit dengan presisi tertentu bersama dengan pangkat yang menggeser titik untuk membuat bilangan menjadi lebih besar atu lebih kecil. Jangkauan bilangan yang dapat ditangani oleh komputer dengan cara ini sangat besar. Pada PC misalnya, jangkauan bilangan yang bisa dinyatakan dengan cara ini bisa mencapai < bilangan < atau lebih. Ada trade-off dibalik kenyamanan ini yaitu kemungkinan kehilangan presisi, yang diukur dalam hal angka penting, kebutuhan penyimpanan yang lebih besar, dan penghitungan yang lebih lambat Notasi Exponensial Perhatikan bilangan berikut ini: Jika kita menggunakan exponen, ada banyak cara dimana kita dapat menyatakan bilangan ini. Tanpa merubah apapun, bilangan ini dapat dinyatakan sebagai x Jika kita menggunakan desimal, kita dapat dengan mudah menyatakan bilangan tersebut dengan cara lain. Masing-masing alternatif penyajian dibentuk dengan menggeser titik desimal dari posisi awalnya. Karena setiap perubahan mewakili perkalian atau pembagian suatu nilai dengan basisnya, kita dapat mengurangi atau menambah exponen untuk mengkompensasi perubahan ini. Sebagai
16 238 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi contoh, bilangan di atas dapat kita tulis sebagai pecahan dengan titik desimal berada didepan : x 10 5 atau : x 10-4 atau : x 10 7 Tentu saja penyajian terakhir ini merupakan pilihan yang buruk jika jumlah digit dibatasi hanya sebanyak lima saja, x Hal ini karena kita akan mengorbankan dua digit presisi dengan adanya dua buah nol didepan, yang tidak berpengaruh pada presisi. Cara penyajian bilangan seperti yang dijabarkan disini dikenal sebagai notasi exponensial atau notasi ilmiah. Menggunakan notasi exponensial untuk bilangan membutuhkan empat komponen yaitu : 1. Tanda dari bilangan. 2. Besarnya bilangan, disebut dengan mantissa. 3. Tanda dari exponen. 4. Besarnya exponen. 5. Basis dari exponen. 6. Letak titik desimal (atau basis lain). Letak titik desimal (atau titik biner untuk basis 2) adalah informasi yang penting. Pada komputer, titik biner diletakkan pada posisi tertentu pada bilangan, biasanya pada awal atau akhir suatu bilangan. Karena letaknya tidak pernah berubah, tidak perlu untuk menyimpan titik tersebut. Hal ini karena letak titik biner telah tertentu. Sangat penting untuk mengetahui letak suatu titik. Misalnya kita bisa merubah contoh di atas menjadi x Aturan di atas dapat diringkas dibawah ini. Misal kita akan menyajikan bilangan:
17 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point Format Floating Point Seperti halnya bilangan integer, bilangan floating point akan disimpan dan dimanipulasi dalam komputer menggunakan format standar yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk alasan praktis, Ukuran word dipilih sebesar 8 bit. Dalam kasus bilangan integer, seluruh word dialokasikan untuk besarnya bilangan integer dan tandanya. Sedang untuk bilangan floating point, word dibagi menjadi: bagian yang digunakan untuk exponen dan tandanya, sedang bagian lain adalah untuk mantisa dan tandanya. Basis dari exponen dan letak titik biner dibakukan sebagai bagian dari format bilangan dan tidak harus disimpan. Anda akan mengerti bahwa format yang dipilih adalah sembarang karena anda sudah melihat bahwa ada banyak cara berbeda untuk menyajikan bilangan floating point. Diantara keputusan yang diambil oleh perancang format adalah jumlah digit yang digunakan, letak titik biner atau titik desimal, basis dari exponen, dan metoda untuk menangani tanda dari mantisa dan exponen. Sebagai contoh, misalnya standard word terdiri dari tujuh angka disimal dan sebuah tanda : SMMMMMM Format ini memungkinkan penyimpanan sembarang bilangan integer dalam jangkauan : - 9,999,999 < I < + 9,999,999 dengan presisi tujuh angka. Bilangan yang besarnya lebih dari 9,999,999 akan mengakibatkan overflow. Bilangan yang lebih kecil dari 1 tidak dapat disajikan sama sekali, kecuali nol. Untuk bilangan floating point, kita dapat menyajikannya sebagai berikut: Sebagai tambahan, kita harus menentukan letak titik desimal.
18 240 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi Perlu diketahui bahwa kita belum membuat aturan untuk tanda exponen dalam format yang diusulkan. Oleh karena itu kita harus menggunakan beberapa metoda yang menyertakan tanda exponen dalam digit dari exponen itu sendiri. Salah satu metoda yang sudah anda lihat untuk menyatakan ini adalah penyajian komplementari. Manipulasi yang digunakan dalam melakukan aritmatika exponensial memungkinkan kita untuk menggunakan metoda sederhana untuk menyelesaikan masalah ini. Jika kita mengambil nilai tengah dari jangkauan antara 0 99, maka kita akan mendapatkan nilai 50. Maka setiap nilai lebih kecil dari 50 merupakan bilangan negatif dan yang lebih besar merupakan bilangan positif. Gambar dibawah ini menunjukkan skala untuk teknik ofset ini. Gambar 10.7 Skala untuk teknik offset Yang telah kita lakukan adalah mencari selisih dari nilai exponen yang kita pilih. Oleh karena itu untuk mengkonversi dari bentuk exponensial ke format yang digunakan pada contoh di atas, kita akan menambah ofset pada exponen dan menyimpan dalam bentuk itu. Sama halnya, bentuk yang disimpan dapat dikembalikan ke notasi exponensial dengan mengurangi ofset. Metoda untuk menyimpan exponen disebut dengan notasi excess-n, dimana N adalah nilai tengah yang dipilih. Lebih mudah untuk menggunakan exponen dari pada bentuk komplementari, dan cocok untuk perhitungan yang dibutuhkan pada exponen. Pada contoh di atas, kita telah menggunakan notasi excess-50. Ini memungkinkan kita untuk menyimpan exponen dalam jangkauan -50 sampai +49, yang berhubungan dengan nilai Perlu diketahui bahwa, seperti integer, masih dimungkinkan terjadi overflow dengan menggunakan bilangan yang terlalu besar untuk disimpan. Dengan bilangan floating point juga dimungkinkan
19 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 241 terjadinya underflow, dimana bilangannya adalah pecahan desimal yang terlalu kecil untuk disimpan. Gambar dibawah menunjukkan daerah underflow dan overflow. Perlu dicatat bahwa nilai x sama dengan x Ada satu lagi pertimbangan. Seperti sudah anda ketahui bahwa komputer hanya dapat menyimpan angka, bukan tanda atau titik desimal. Oleh karena itu tanda dan titik desimal harus dinyatakan dalam bentuk lain. Berikut adalah contoh penyajian bilangan floating point. Format yang digunakan adalah: SEEMMMMM dimana S adalah tanda, dua digit exponen yang disimpan dalam bentuk excess- 50, dan lima digit mantisa. Nilai 0 digunakan untuk mewakili tanda + dan 5 untuk tanda -. Basisnya adalah 10, letak titik desimal pada awal mantisa Normalisasi Dan Memformat Bilangan Floating Point Jumlah digit yang digunakan akan ditentukan oleh presisi yang diinginkan dari bilangan tersebut. Untuk memaksimalkan presisi dari jumah digit tertentu, bilangan akan disimpan bila tidak ada angka nol di depan bilangan tersebut. Ini berarti bahwa bilangan akan digeser ke kiri dengan menambah exponen hingga angka nol di depan hilang. Proses ini disebut dengan normalisasi.
20 242 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi Format standar akan terdiri dari mantisa dengan panjang tertentu dengan titik desimal diletakkan pada posisi yang sudah ditentukan. Exponen akan disesuaikan sehingga bilangan akan disimpan dalam format tanpa nol di depan angka nol didepan. Titik desimal terletak pada awal bilangan: MMMMM x 10 EE. Ada empat langkah untuk merubah setiap bilangan desimal ke format standar : 1. Bilangan harus diubah dengan menambah exponen berpangkat nol. 2. Geser titik desimal ke kiri atau ke kanan dengan menaikkan atau menurunkan exponen hingga titik desimal berada pada posisi yang tepat. 3. Geser titik desimal kekanan, jika diperlukan, dengan menurunkan exponen hingga tidak ada angka nol di depan bilangan. 4. Menyesuaikan presisi dengan menambah atau membuang digit seperlunya. Kita membuang atau membulatkan digit yang berlebih dengan menghilangkan digit yang ada disebelah kanan (least significant digit) Jika bilangan mempunyai jumlah digit lebih sedikit dari yang seharusnya, maka harus ditambah dengan angka nol. Setelah kita menormalisasi bilangan dan meletakkannya pada bentuk standar exponensial, kita merubah exponen kedalam notasi excess-50 dan menempatkan digit pada tempat yang sebenarnya dalam word. Dibawah ini adalah contoh mengubah format bilangan floating point :
21 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point Perhitungan Floating Point Aritmetika floating point lebih kompleks dari pada aritmetika integer. Pertama, exponen dan mantisa harus diperlakukan secara terpisah. Oleh karena itu masing-masing harus diambil dari bilangan yang sedang dimanipulasi Penjumlahan Dan Pengurangan Untuk menambah dan mengurangi bilangan yang mengandung pecahan, maka bilangan-bilangan itu harus disusun atas bawah. Untuk penjumlahan menggunakan notasi exponensial, titik desimal harus diletakkan pada posisi yang sama. Ini berarti bahwa exponennya harus sama. Cara termudah untuk menyamakan kedua bilangan adalah dengan menggeser bilangan dengan exponen yang lebih kecil kekanan untuk menaikkan exponen untuk menyamakan dengan exponen yang lebih besar. Proses ini memasukkan sejumlah angka nol pada awal bilangan. Perlu dicatat bahwa proses ini menjaga presisi dari hasil dengan tetap memakai semua digit dari bilangan dengan exponen yang lebih besar. Ketika pengaturan posisi sudah selesai, maka penjumlahan atau pengurangan mantisa dapat dilakukan. Bisa dimungkinkan,
22 244 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi penjumlahan atau pengurangan ini menghasilkan overflow. Dalam kasus ini, bilangan harus digeser ke kanan dan exponen dikurangi untuk mengakomodasi overflow tersebut. Operasi penjumlahan dan pengurangan dapat dilihat pada contoh dibawah ini : Perkalian Dan Pembagian Pengaturan posisi tidak perlu dilakukan dalam melakukan perkalian atau pembagian. Bilangan exponesial dikalikan atau dibagi dengan mengalikan atau membagi kedua mantisa dan menambahkan atau mengurangi kedua exponen. Tanda diperlakukan secara terpisah dengan cara biasa. Ada dua pertimbangan yang harus ditangani : 1. Perkalian atau pembagian biasanya menghasilkan perubahan posisi titik desimal (misalnya 0.2 x 0.2 = 0.04) dan normalisasi harus dilakukan untuk mengembalikan letak titik desimal dan menjaga presisi dari hasil. 2. Kita harus menyesuaikan nilai excess dari exponen yang dihasilkan. Penjumlahan dua exponen, yang masing-masing mengandung nilai excess, akan menghasilkan penjumlahan nilai excess ke exponen tersebut, sehingga hasil akhir dari exponen harus disesuaikan dengan mengurangkan nilai excess ke hasil. Demikian juga ketika kita mengurangi exponen, kita mengurangkan nilai excess ke hasil, dan kita harus mengembalikan nilai excess dengan menam-bahkannya ke hasil.
23 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 245 Contoh : Misal kita mempunyai dua bilangan dengan exponen 3. Masing-masing disajikan dalam notasi excess-50 sebagai 53. Menambahkan kedua exponen : Kita telah menambahkan nilai 50 dua kali, sehingga kita harus menguranginya untuk mendapatkan hasil excess-50 yang benar : Perkalian dua mantisa 5 digit yang sudah ternormalisasi akan menghasilkan mantisa 10 digit. Hanya lima digit dari hasil ini yang penting. Untuk menjaga presisi lima digit, kita harus menormalisasikan terlebih dahulu dan kemudian membulatkannya ke lima digit. Contoh perkalian disajikan dibawah ini :
24 246 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi Floating Point Dalam Komputer Format floating point yang umum nampak seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Dalam contoh ini 32 bit (4 byte) digunakan untuk menyediakan jangkauan sekitar hingga Dengan 3 bit, kita dapat menyediakan 256 tingkat exponen, sehingga exponen dapat disimpan dengan notasi excess-128. Berikut ini adalah contoh format floating point biner. Kita mengasumsikan bahwa titik biner terletak pada permulaan mantisa. Basis dari exponen adalah 2. Karena bit terdepan dari mantisa harus 1 jika bilangan itu dinormalisasi, maka kita tidak harus menyimpan bit terdepan (most significant bit) secara explisit. Bit terdepan ini dapat diperlakukan secara implisit seperti titik biner. Ada tiga kelemahan dengan menggunakan cara ini. Pertama, asumsi bahwa bit terdepan selalu 1 berarti bahwa kita tidak dapat menyimpan bilangan yang terlalu kecil dalam bentuk ternormalisasi. Kedua, semua format yang membutuhkan 0 pada bit terdepan tidak dapat menggunakan metoda ini. Ketiga, metoda ini mengharuskan kita menyediakan cara untuk menyimpan bilangan Standard IEEE 754 Sebagian besar komputer masa kini menggunakan format standard IEEE 754. Masyarakat Komputer IEEE (IEEE Computer Society) adalah kelompok profesional dalam bidang komputer. Tugas Masyarakat
25 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 247 Komputer IEEE diantaranya adalah menciptakan standar teknis untuk industri. Standard IEEE 754 menentukan format untuk aritmetika floating point 32 bit dan 64 bit. Instruksi yang dimasukkan dalam komputer modern menggunakan standar ini untuk melaksanakan aritmetika floating point, normalisasi, dan konversi antara integer dan penyajian floating point secara internal dibawah perintah pogram. Standar ini menentukan format floating point presisi tunggal (single precision floating point format) yang terdiri dari 32 bit dan terbagi menjadi tanda, 8 bit exponen, dan 23 bit mantisa. Karena bilangan yang ternormalisasi harus selalu dimulai dengan 1, maka bit ini tidak perlu disimpan. Bit ini terletak disebelah kiri titik biner. Oleh karena itu bilangan yang ternormalisasi berbentuk 1.MMMMMM... Exponen diformat dengan menggunakan notasi excess-127, dengan basis 2. Standard format floating point presisi ganda (double precision floating point format) bekerja dengan cara yang sama. Enam puluh empat bit (8 byte) terbagi menjadi tanda, 11 bit exponen, dan 52 bit mantisa. Exponen dinyatakan dalam notasi excess-1023, basis 2, dan bit terdepan terletak disebelah kiri titik biner. Standard presisi ganda mendukung sekitar 15 digit desimal dan jangkauan sekitar hingga
26 248 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi Konversi Antara Basis 10 dan Basis 2 Pada waktu melakukan konversi dari basis 10 ke basis 2, ada dua hal yang perlu diingat: 1. Bagian pecahan dan bagian integer dari suatu bilangan harus dikonversi secara terpisah. 2. Bilangan dengan bentuk exponensial harus dirubah ke bentuk desimal murni atau atau bilangan biner atau pecahan sebelum konversi dilakukan. Konversi yang dilakukan dengan cara no.1 di atas dapat dilakukan dengan cara konversi biasa. Tapi ada cara alternatif yaitu dengan mengalikan bilangan itu dengan suatu bilangan yang akan membuatnya menjadi bilangan bulat (integer), kemudian mengkonversi bilangan itu dalam bentuk bilangan bulat. Kalau ini sudah dilaksanakan, anda harus mengkonversi hasilnya dengan bilangan pengali yang sama tapi yang sudah dikonversi ke basis yang baru. Adalah salah apabila hanya menempatkan titik desimal begitu saja, karena setiap pergeseran mempunyai nilai yang berbeda pada basis yang lain. Oleh karena itu jika anda menggeser titik biner ke kanan tujuh kali, maka berarti anda telah mengalikan bilangan itu dengan 128, dan anda harus membagi bilangan yang dikonversi dengan 128 dalam basis yang baru. Berikut adalah contoh konversi dengan cara ini : Cara di atas dapat dijabarkan sebagai berikut : x 100 = =
27 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 249 Bilangan ini harus dibagi dengan 100 dalam bentuk biner atau Menghasilkan : / Hasil pembagian adalah Supaya dapat dituliskan dalam format IEEE 754, maka bilangan ini harus dirubah dulu menjadi: x 2 7. Dari sini dapat diketahui bahwa nilai exponen dalam excess-127 adalah 134 atau Pada format IEEE 754, angka 1 0
28 250 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi pada bit terdepan tidak akan diikutsertakan sehingga bilangan dalam format IEEE 754 adalah : Cara di atas adalah cara yang digunakan oleh komputer. Kita bisa melakukan konversi dengan cara biasa yaitu mengkonversi bagian integer dan pecahan secara terpisah. Bilangan akan dikonversi secara terpisah yaitu 253 dan Konversi 253 menghasilkan : Jadi 253 =
29 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 251 Konversi 0.75 menghasilkan : Jadi 0.75 = 11 Sehingga = Alternatif Penyajian: Packed Decimal Format Bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi bisnis seperti COBOL menyediakan format yang memungkinkan pengguna untuk menentukan jumlah desimal yang diinginkan. Komputer besar mendukung operasi ini dengan menyediakan format tambahan untuk pengurutan dan manipulasi bilangan real. Ini disebut dengan format desimal dikemas. Format ini mirip dengan format BCD. Format desimal dikemas yang digunakan baik oleh IBM System 370/390 dan Compaq Alpha ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Pada format ini masing-masing digit disimpan dalam bentuk BCD, dua digit untuk satu byte. Penyimpanan dimulai dari digit paling kiri (most significant digit). Tanda disimpan terakhir atau disebelah kanan bit terakhir (least significant digit). Hingga 31 digit dapat disimpan dalam format ini. Nilai biner 1100 mewakili tanda + dan 1101 mewakili tanda -. Sedang nilai 1111 menyatakan bahwa bilangan tersebut tak bertanda (unsigned). Perlu diketahui bahwa tanda bilangan tidak disimpan. CPU Intel menyediakan format seperti ini dalam bentuk yang lebih terbatas yang mampu menampung dua digit (00 99) dalam setiap byte. Sebagai
30 252 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi contoh, bilangan desimal akan disimpan dalam format desimal dikemas sebagai berikut : Angka 0 di depan bilangan di atas dipakai supaya besarnya bilangan itu pas 3 byte Pertimbangan Pemrograman Ada kelebihan dan kekurangan dari penggunaan integer dan floating point. Perhitungan dengan integer lebih mudah dilakukan oleh komputer, mempunyai presisi lebih tinggi, dan lebih cepat dilaksanakan. Nilai integer biasanya memakan lebih sedikit tempat penyimpanan. Karena menggunakan sedikit tempat penyimpanan, maka akan menghemat waktu dan tempat. Sebagian besar bahasa pemrograman tingkat tinggi menyediakan dua atau lebih ukuran word untuk integer, biasanya setidaknya ada short integer dengan panjang 16 bit dan long integer dengan panjang 64 bit. Format long integer membutuhkan algoritma perhitungan dengan word lebih dari satu, dan oleh karena itu lebih lambat untuk dilaksanakan dari pada short integer. Format short integer lebih disukai jika ini sudah sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan bilangan real diperlukan jika variable atau konstanta mempunyai bagian pecahan, jika bilangannya terlalu besar atau terlalu kecil dan diluar jangkauan bilangan integer, atau jika
31 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 253 presisi yang diinginkan melebihi yang dapat dicapai dengan bilangan integer. Seperti pada integer, lebih disukai menggunakan bilangan real dengan presisi paling kecil yang sesuai dengan kebutuhan. Format dengan presisi lebih tinggi membutuhkan lebih banyak tempat penyimpanan dan biasanya harus menggunakan algoritma perhitungan floating point dengan word ganda atau desimal dikemas yang lebih lambat dari pada format dengan presisi lebih rendah Kesimpulan Komputer menyimpan semua data dalam bentuk biner tanpa ada tanda. Ada bermacam cara untuk menyajikan bilangan biner ini kedalam bentuk integer bertanda. Contohnya adalah sing and magnitude dan Binary-Coded Decimal. Meskipun BCD kadang-kadang digunakan untuk pemrograman, kedua metode ini mempunyai kelemahan dalam hal perhitungan dan manipulasi. Nine s complement dan One s complement membagi 2 jangkauan bil-angan kemudian menggunakan bagian sebelah kiri untuk menyatakan bilangan negatif. Bilangan Positif mewakili dirinya sendiri. Penyajian ini mudah untuk digunakan karena komplemen dapat dicari dengan meng-urangi suatu bilangan dari bilangan terbesar dalam suatu basis. Komplemen dari bilangan biner dapat dicari dengan menginversi 0 dan 1 pada suatu bilangan. Perhitungan agak lebih sulit karena munculnya 0 dan +0, tetapi penjumlahan end around carry bisa digunakan untuk tujuan ini. Ten s Complement dan Two s Complement membagi 2 jangkauan sama besar, tetapi menggunakan 1 buah 0. Ini memerlukan penggunaan suatu komplemen yang didasarkan pada suatu nilai 1 lebih besar dari bilangan terbesar dalam suatu basis untuk jumlah angka tertentu. Nilai basis ini akan selalu terdiri dari sebuah 1 diikuti dengan 0 sejumlah N, dimana N adalah jumlah angka yang digunakan. Mencari komplemen bisa dilakukan dengan menginversi suatu bilangan dan menambah 1 pada hasilnya atau dengan
32 254 Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi mengurangkan suatu nilai pada suatu nilai basis. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan aritmatika modulo. Sebagian besar instruksi aritmatika komputer didasarkan pada aritmatika two s complement. Baik penyajian one s dan two s complement mempunyai keuntungan karena tanda suatu bilangan dapat segera diketahui karena bilangan negatif selalu dimulai dengan 1. Bilangan dengan bagian pecahan dan integer yang terlalu besar untuk disimpan sebagai bilangan integer, akan disimpan dan dimanipulasi dalam komputer sebagai bilangan real atau bilangan floating point. Sebagai alternatif, bisa dipakai format desimal dikemas. Format ini cocok untuk aplikasi bisnis dimana jumlah desimal tetap dan diketahui. Format bilangan floating point umumnya terdiri dari tanda, exponen dan mantisa. Tanda dan nilai dari exponen biasanya disajikan dalam format excess-n. Basis exponen adalah 2 untuk sebagian besar sistem, tapi beberapa sistem menggunakan basis yang berbeda untuk exponen. Titik radix (titik desimal) dinyatakan secara implisit. Jika memungkinkan, mantisa harus dinormalisasi. Pada beberapa sistem, bit pertama dari mantisa harus 1. Bilangan floating point bisa mengalami overflow atau underflow, ketika exponen dari bilangan itu terlalu besar atau terlalu kecil untuk disajikan. Nol diperlakukan secara khusus. Kadangkadang ada juga penyajian khusus untuk. Overflow adalah keadaan dimana hasil dari suatu operasi yang melewati jumlah bit yang dialokasikan. Jika kita mempunyai word berukuran 3 digit pada sistem sign and magnitude, penambahan akan menghasilkan overflow karena 1000 berada diluar jangkauan. Digit keempat adalah tanda terjadinya overflow Penjumlahan dan pengurangan bisa dilakukan bila exponennya sama. Ini sama dengan mengatur posisi titik desimal pada aritmetika desimal konvensional. Pada perkalian dan pembagian, exponen
33 Bab 10 Penyajian Data Integer dan Bilangan Floating Point 255 dijumlahkan atau dikurangi. Harus diperhatikan apabila exponen dinyatakan dalam format excess-n. Sebagian besar komputer menggunakan format standard IEEE 754. Format lain yang digunakan memasukkan format dengan presisi lebih tinggi dan format turunan. ***
PERTEMUAN MINGGU KE-3 REPRESENTASI DATA
PERTEMUAN MINGGU KE-3 REPRESENTASI DATA REPRESENTASI DATA Unit Informasi Dasar dalam sistem komputer- 1 byte atau 8 bit. Word size (ukuran word) merupakan ukuran register operasionalnya. Contoh : 1. Komputer
Sistem Digital (410206)
Sistem Digital (410206) Materi Kuliah ke-2 SISTEM BILANGAN Sistem Bilangan 1. Bilangan Desimal 2. Bilangan Biner 3. Desimal ke Biner 4. Aritmatika Biner 5. Komplemen 1 dan 2 6. Sign Bit 7. Operasi aritmatik
2.1 Desimal. Contoh: Bilangan 357.
2.Sistem Bilangan Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital. Yang paling umum adalah sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan heksadesimal. Sistem bilangan desimal merupakan sistem
5. Floating Point Arithmetic
5. Floating Point Arithmetic 5.1. Bentuk Bilangan Floating Point Bilangan Floating Point memiliki bentuk umum : + m * b e, dimana m (disebut juga dengan mantissa), mewakili bilangan pecahan dan umumnya
Bilangan Bertanda (Sign Number)
Bilangan Bertanda (Sign Number) Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom Agustus 2015 Signed Integer: Sign/magnitude
Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika
Bilangan Bilangan dan Operasi Aritmatika Kuliah#8 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012 Eko Didik Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Review Kuliah Bilangan Sebelumnya telah dibahas tentang
REPRESENTASI DATA. Arsitektur Komputer
REPRESENTASI DATA Arsitektur Komputer Abstraksi Data Raw data kehidupan manusia - Personal data input [lewat 5 indra] - Mass media [audio/visual] data input [populer, ilmiah, fiksi, riset, dll.] Pengertian
09/01/2018. Prio Handoko, S. Kom., M.T.I.
Prio Handoko, S. Kom., M.T.I. Capaian Pembelajaran Mahasiswa dapat menjelaskan konsep bilangan biner bertanda dalam format signed, ones complement, dan 2s complement. Mahasiswa dapat merepresentasikan
ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER
ARSITEKTUR DAN ORGANISASI KOMPUTER PART 3: THE CENTRAL PROCESSING UNIT CHAPTER 9: COMPUTER ARITHMETIC PRIO HANDOKO, S.KOM., M.T.I. CHAPTER 9: COMPUTER ARITHMETIC Kompetensi Dasar Mahasiswa memiliki pengetahuan
SISTEM BILANGAN, OPERASI ARITMATIKA DAN PENGKODEAN
SISTEM BILANGAN, OPERASI ARITMATIKA DAN PENGKODEAN REPRESENTASI DATA Data : bilangan biner atau informasi berkode biner lain yang dioperasikan untuk mencapai beberapa hasil penghitungan penghitungan aritmatik,
Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika
Bilangan Bilangan dan Operasi Aritmatika Kuliah#8 TSK205 Sistem Digital - TA 2011/2012 Eko Didik Teknik Sistem Komputer - Universitas Diponegoro Review Kuliah Bilangan Sebelumnya telah dibahas tentang
DASAR KOMPUTER REPRESENTASI DATA
DASAR KOMPUTER REPRESENTASI DATA Overview Sistem Bilangan Konversi Bilangan Aritmatika Representasi Fixed Point Representasi Floating Point Representasi Data Lain Sistem Bilangan Angka : Lambang dari sebuah
REPRESENTASI dan ALUR PEMROSESAN DATA
REPRESENTASI dan ALUR PEMROSESAN DATA 1 Representasi Data Unit Informasi Dasar dalam sistem komputersatu byte atau 8 bit. Word size (ukuran word) merupakan ukuran register operasionalnya. Contoh: 1. Komputer
Pertemuan ke 9 Aritmatika Komputer. Computer Organization Eko Budi Setiawan
Pertemuan ke 9 Aritmatika Komputer Computer Organization Eko Budi Setiawan Kode Biner Data huruf akan dirubah menjadi kode ASCII Dari kode ASCII dirubah menjadi bilangan biner Data gambar merupakan kumpulan
Basis Bilangan. Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto. Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom
Basis Bilangan Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom Agustus 2015 Representasi Informasi (1) Converter External
Arsitektur dan Organisasi
Arsitektur dan Organisasi Komputer 6-2 Aditya Wikan M, S.Kom & Samuel Gandang G, S.Kom, S.Si Week 10 Computer Arithmetic (2) Operasi Pecahan [Floating Point Operation] Representasi Pecahan (1) Bilangan
Aritmatika Komputer. Bab 9 4/29/2014
Bab 9 Disusun Oleh : Rini Agustina S.Kom, M.Pd FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI 1 Pendahuluan Aritmetika komputer dibentuk dua jenis bilangan yang sangat berbeda integer dan floating point. Pada kedua jenis
Standard IEEE 754 & Big Endian Litle Endian
Standard IEEE 754 & Big Endian Litle Endian Disusun oleh: Tim dosen SLD Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom September 2015 Floating Point
KOMPETENSI DASAR : MATERI POKOK : Sistem Bilangan URAIAN MATERI 1. Representasi Data
KOMPETENSI DASAR : 3.1. Memahami sistem bilangan Desimal, Biner, Oktal, Heksadesimal) 4.1. Menggunakan sistem bilangan (Desimal, Biner, Oktal, Heksadesimal) dalam memecahkan masalah konversi MATERI POKOK
STEI Institut Teknologi Bandung
Floating Point STEI Institut Teknologi Bandung Pembahasan Bilangan pecahan biner Representasi floating point standar IEEE 754 Pengkodean floating point Normalized Denormalized Nilai khusus Rounding Operasi
Penggunaan Sistem Bilangan dan Pengkodean -3-
Sistem Digital Penggunaan Sistem Bilangan dan Pengkodean -3- Missa Lamsani Hal 1 Penggunaan Bilangan Biner Bilangan biner digunakan dalam komputer yang biasa tidak terlihat oleh pengguna Namun kemampuan
Pertemuan Ke-6 ARITMATIKA KOMPUTER
Pertemuan Ke-6 ARITMATIKA KOMPUTER Pendahuluan Aritmetika komputer dibentuk dua jenis bilangan yang sangat berbeda integer dan floating point. Pada kedua jenis bilangan tersebut, pemilihan representasi
BAB II ARITMATIKA DAN PENGKODEAN
TEKNIK DIGITAL/HAL. 8 BAB II ARITMATIKA DAN PENGKODEAN ARITMATIKA BINER Operasi aritmatika terhadap bilangan binari yang dilakukan oleh komputer di ALU terdiri dari 2 operasi yaitu operasi penambahan dan
Arithmatika Komputer. Pertemuan - 2
Arithmatika Komputer Pertemuan - 2 ? Mengapa belajar Arithmatika Mengerti bagian-bagin ALU Memahami representasi Integer Memahami cara operasi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dengan representasi
Dr. novrina
Dr. novrina [email protected] Sistem Bilangan Konversi Sistem Bilangan Operasi Aritmatik pada Sistem Bilangan Bilangan Biner Bertanda Pengkodean Biner ( 0 dan 1) Desimal ( 0 9) Oktal ( 0 7)
Arsitektur & Organisasi Komputer. Aritmatika Komputer. Pertemuan I I
Arsitektur & Organisasi Komputer Aritmatika Komputer Pertemuan I I Tata Sumitra M.Kom HP. 081519002289 Email : [email protected] [email protected] Mengapa belajar Arithmatika Mengerti bagian-bagin
1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek
Pada CPU ARITMATICH 1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek data dengan range -32768 s/d 32767.
BAB V b SISTEM PENGOLAHAN DATA KOMPUTER (Representasi Data) "Pengantar Teknologi Informasi" 1
BAB V b SISTEM PENGOLAHAN DATA KOMPUTER (Representasi Data) "Pengantar Teknologi Informasi" 1 SISTEM BILANGAN Bilangan adalah representasi fisik dari data yang diamati. Bilangan dapat direpresentasikan
BAB 1 PENGANTAR SISTEM KOMPUTER
BAB 1 PENGANTAR SISTEM KOMPUTER I.1 Lingkungan Komputasi Perkembangan dan penggunaan komputer sering digambarkan sebagai suatu revolusi teknologi yang membawa perubahan yang sangat mendasar pada sebagian
Representasi Bilangan Digital (Bagian 2)
(Bagian 2) Kuliah#10 TKC-205 Sistem Eko Didik Widianto Departemen Teknik Sistem Komputer, Universitas Diponegoro 11 Maret 2017 http://didik.blog.undip.ac.id/buku/sistem-digital/ 1 Preview Kuliah Rangkaian
9.3. ARITMATIKA INTEGER
9.3. ARITMATIKA INTEGER Pada representasi sign-magnitude aturan pembentukan bilangan negatif (negation) bilangan integer cukup sederhana yaitu : Ubahlah bit tanda. Pada notasi komplemen dua, pengurangan
Pokok Pokok Bahasan :
Sistem Bilangan Arsitektur Komputer I Agus Aan Jiwa Permana, S.Kom, M.Cs Site s : agus E-mail : agus agus-aan.web.ugm.ac.id [email protected] 1 [email protected] 2 Pokok Pokok Bahasan : Bilangan
BAB II SISTEM BILANGAN DAN KODE BILANGAN
BAB II SISTEM BILANGAN DAN KODE BILANGAN 2.1 Pendahuluan Komputer dan sistem digital lainnya mempunyai fungsi utama mengolah informasi. Sehingga diperlukan metode-metode dan sistem-sistem untuk merepresentasikan
Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika
Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika Eko Didik Widianto ([email protected]) Sistem Komputer - Universitas Diponegoro @2011 eko didik widianto (http://didik.blog.undip.ac.id) TSK205 Sistem Digital
BAB II SISTEM-SISTEM BILANGAN DAN KODE
BAB II SISTEM-SISTEM BILANGAN DAN KODE Didalam sistem-sistem digital informasi numerik biasanya dinyatakan dalam sistem bilangan biner (atau kode biner lain yang bersangkutan). Sistem biner telah diperkenalkan
PERTEMUAN : 2 SISTEM BILANGAN
PERTEMUAN : 2 SISTEM BILANGAN Deskripsi singkat : Dalam pertemuan ini akan dibahas mengenai pengenalan sistem Bilangan pada komputer dan bahasa assembly serta fungsi-fungsi yang dalam pengaksesan ke port
DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer
DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer Tim Dosen KPKK Kelompok Keahlian Representasi Data 1 8/30/2016 Pendahuluan (Resume) Apa yang dimaksud dengan representasi data? Mengapa komputer menganut sistem
CSG2F3 Sistem dan Logika Digital (SLD) REPRESENTASI DATA. Tim Dosen SLD KK Telematika FIF Telkom University
CSG2F3 Sistem dan Logika Digital (SLD) REPRESENTASI DATA Tim Dosen SLD KK Telematika FIF Telkom University Pokok Bahasan Representasi data Bit, byte, dan word Representasi data numerik dan basis bilangan
Sistem Bilangan pada Bidang Ilmu Komputer (Lanjutan)
Sistem Bilangan pada Bidang Ilmu Komputer (Lanjutan) 2. Sistem Bilangan Biner Sistem bilangan binari adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 2. Sistem bilangan binari menggunakan 2 macam simbol yaitu
PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A
PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A REPRESENTASI DATA ALUR PEMROSESAN DATA SISTEM BILANGAN TEORI BILANGAN KOVERSI BILANGAN OPERASI ARITMATIKA Representasi Data Data adalah sesuatu yang belum
Arsitektur dan Organisasi
Arsitektur dan Organisasi Komputer 6-1 Aditya Wikan Mahastama, S.Kom Week 9 Computer Arithmetic (1) ALU dan Operasi Integer Arithmetic & Logic Unit Arsitektur dan Organisasi Komputer Tugas ALU: Melakukan
Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika
Representasi Bilangan dan Operasi Aritmatika Eko Didik Widianto ([email protected]) Sistem Komputer - Universitas Diponegoro @2011 eko didik widianto (http://didik.blog.undip.ac.id) TSK205 Sistem Digital
A. SISTEM DESIMAL DAN BINER
SISTEM BILANGAN A. SISTEM DESIMAL DAN BINER Dalam sistem bilangan desimal, nilai yang terdapat pada kolom ketiga pada Tabel., yaitu A, disebut satuan, kolom kedua yaitu B disebut puluhan, C disebut ratusan,
Basic Arithmetic Computing. Team Dosen Telkom University 2016
Basic Arithmetic Computing Team Dosen Telkom University 2016 Arithmetic & Logic Unit Pekerjaan : menghitung Menangani integer Bisa menangani bilangan floating point (real) dengan algortima tertentu atau
Komputer menggunakan dan memanipulasi data untuk perhitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi logik. Data adalah bilangan biner dan informasi
Komputer menggunakan dan memanipulasi data untuk perhitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi logik. Data adalah bilangan biner dan informasi berkode biner yang dioperasikan untuk mencapai beberapa
Sistem Bilangan dan Pengkodean -2-
Sistem Digital Sistem Bilangan dan Pengkodean -2- Missa Lamsani Hal 1 Sistem Bilangan Bilangan Decimal Bilangan Biner Decimal -> biner Aritmatika Binar Komplemen 1 dan 2 Sign Bit Operasi aritmatik dengan
BAB I SISTEM BILANGAN OLEH : GANTI DEPARI JPTE FPTK UPI BANDUNG
BAB I SISTEM BILANGAN OLEH : GANTI DEPARI JPTE FPTK UPI BANDUNG 1.1. Pengenalan Sistem Bilangan Seperti kita ketahui, bahwa dalam kehidupan sehari-hari bilangan desimal yang sering dipergunakan adalah
OPERASI DALAM SISTEM BILANGAN
OPERASI DALAM SISTEM BILANGAN Pertemuan Kedua Teknik Digital Yus Natali, ST.,MT SISTEM BILANGAN Sistem bilangan adalah cara untuk mewaikili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan yang banyak dipergunakan
Bab 3. Aritmetika Komputer
Bab 3. Aritmetika Komputer Dasar: Mengapa desimal? Mengapa biner? Konversi: (167) 10 = (? ) 2 ; (1010001101) 2 = (? ) 10 Heksadesimal: (10 1000 1101) 2 = (28d) 16 Bagaimana dengan bilangan negatif? 2 s
REPRESENTASI DATA. Pengantar Komputer Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma
REPRESENTASI DATA Pengantar Komputer Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma Pendahuluan Materi ini mendiskusikan beberapa konsep penting mencakup sistem bilangan biner dan hexadecimal, organisasi
PEMECAHAN MASALAH DENGAN C 32 BIT FLOATING POINT BINARY CONVERTER
PEMECAHAN MASALAH DENGAN C 32 BIT FLOATING POINT BINARY CONVERTER KONSEP KONVERSI TIPE DATA FLOATING POINT BINER, KONSEP SIGN, EXPONENT DAN MANTISSA PADA KONVERSI FLOAT BINER DAN SEBALIKNYA GUTAMA INDRA
Representasi Data Digital (Bagian 1)
Bilangan Data (Bagian 1) Kuliah#9 TKC-205 Sistem Eko Didik Widianto Departemen Teknik Sistem Komputer, Universitas Diponegoro 11 Maret 2017 http://didik.blog.undip.ac.id/buku/sistem-digital/ 1 Preview
DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer
DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer Tim Dosen KPKK Kelompok Keahlian Representasi Data 1 9/2/2016 Pendahuluan (Resume) Apa yang dimaksud dengan representasi data? Mengapa komputer menganut sistem
Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma 2013
Penyusun : 1. Imam Purwanto, S.Kom., MMSI 2. Ega Hegarini, S.Kom., MM 3. Rifki Amalia, S.Kom., MMSI 4. Arie Kusumawati, S.Kom. ebook REPRESENTASI DATA Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma
Review Kuliah Sebelumnya
TEKNIK DIGITAL Review Kuliah Sebelumnya Konversikan Bilangan di Bawah ini 1. 89 10 = 16 2. 367 8 = 2 3. 11010 2 = 10 4. 7FD 16 = 8 5. 29A 16 = 10 6. 110111 2 = 8 7. 359 10 = 2 8. 472 8 = 16 Tujuan Perkuliahan
SISTEM BILANGAN REPRESENTASI DATA
SISTEM BILANGAN REPRESENTASI DATA Data : bilangan biner atau informasi berkode biner lain yang dioperasikan untuk mencapai beberapa hasil penghitungan penghitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi
Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom
Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Struktur Data Struktur dan Data Struktur suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan Data suatu fakta, segala sesuatu yang dapat dikodekan atau disimbolkan dengan kode-kode
FORMAT BILANGAN DALAM MIKROPROSESOR
177 SISTEM MIKROPROSESOR dan MIKROKONTROLER B A B 8 FORMAT BILANGAN DALAM MIKROPROSESOR Mikroprosesor sebagai bagian dari sistem digital bekerja dalam format biner. Di dalam sistem mikroprosesor operasi
Struktur dan Organisasi Data 2 STRUKTUR DATA
STRUKTUR DATA PENDAHULUAN Struktur data adalah suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakterisasikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. Algorithma : barisan langkah-langkah
8/4/2011. Microprocessor & Microcontroller Programming. Sistem Bilangan. Sistem Bilangan. Sistem Bilangan. Sistem Bilangan
Microprocessor & Microcontroller Programming FORMAT BILANGAN DALAM MIKROPROSESOR FORMAT BILANGAN DALAM MIKROPROSESOR Mikroprosesor sebagai bagian dari sistem digital bekerja dalam format biner. Di dalam
MAKALAH. Mata Kuliah. Arsitektur dan Organisasi Komputer
MAKALAH Mata Kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer Kelompok 1 1. M. Dwi setiyo (14670015) 2. Bima Setya N. (14670018) 3. Yan Ari Firmansyah (14670021) 4. Lia Ayu K. (14670024) Program Studi Informatika
ARSITEKTUR SISTEM KOMPUTER. Wayan Suparta, PhD https://wayansuparta.wordpress.com/ Maret 2018
ARSITEKTUR SISTEM KOMPUTER Wayan Suparta, PhD https://wayansuparta.wordpress.com/ 12-13 Maret 2018 Materi 6: Aritmatika Komputer Arithmetic and Logic Unit (ALU) ALU merupakan bagian komputer yang berfungsi
ARSITEKTUR SISTEM KOMPUTER. Wayan Suparta, PhD https://wayansuparta.wordpress.com/ 3 9 April 2018
ARSITEKTUR SISTEM KOMPUTER Wayan Suparta, PhD https://wayansuparta.wordpress.com/ 3 9 April 2018 Penjumlahan dan Pengurangan Operasi Penjumlahan Operasi Pengurangan Aturan umum 0 + 0 = 0 0 + 1 = 1 1 +
Arsitektur dan Organisasi Komputer
Arsitektur dan Organisasi Komputer Modul ke: Aritmatika Komputer Fakultas Ilmu Komputer Dian Wirawan, S.Kom, M.Kom Program Studi Teknik Informatika http://www.mercubuana.ac.id Aritmatika Komputer Arsitektur
MODUL 1 SISTEM BILANGAN
MODUL 1 SISTEM BILANGAN 1. Definisi Sistem Bilangan Sistem bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan yang banyak dipergunakan oleh manusia
Representasi Data. M. Subchan M
Representasi Data M. Subchan M DATA Fakta berupa angka, karakter, symbol, gambar, suara yang mepresentasikan keadaan sebenarnya yg selanjutnya dijadikan sbg masukan suatu sistem informasi Segala sesuatu
Arsitektur Komputer. Pertemuan ke-2 - Aritmatika Komputer >>> Sistem bilangan & Format Data - Perkembangan Perangkat Keras Komputer
Arsitektur Komputer Pertemuan ke-2 - Aritmatika Komputer >>> Sistem bilangan & Format Data - Perkembangan Perangkat Keras Komputer ARITMATIKA KOMPUTER Materi : Englander, bab 2 dan 3 Stallings, bab 8 IEEE
SISTEM BILANGAN DIGITAL
SISTEM BILANGAN DIGITAL Ferry Wahyu Wibowo 1 Jurusan Teknik Informatika, STMIK AMIKOM Yogyakarta, Jl. Ring Road Utara, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta Indonesia 1 [email protected] 1. Sistem bilangan
II. REPRESENTASI DATA
II. REPRESENTASI DATA 1. Representasi External Representasi ini yang digunakan manusia dalam berkomunikasi dilingkungannya untuk memperoleh suatu informasi. Penyampaian informasi dari satu tempat (asal)
ARITMATIKA PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011
MATA KULIAH: 1 PERTEMUAN 11 ARITMATIKA PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011 BY AYU ANGGRIANI H BY AYU ANGGRIANI
BAB 1 TIPE DATA. Selain itu terdapat operasi MOD (Modulo) adalah sisa dari pembagian Contoh : 27 MOD 4 = 3
BAB 1 TIPE DATA Struktur data adalah suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakterisasikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. Data secara umum dapat dikategorikan :
BAB 1 TIPE DATA. Struktur Data 1. Sederhana : Array dan Record 2. Majemuk terdiri atas Linier Non Linier
TIPE DATA Struktur data adalah suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakterisasikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. Data secara umum dapat dikategorikan : Tipe data
TEKNIK DIGITAL KODE BILANGAN
TEKNIK DIGITAL KODE BILANGAN Review Kuliah Sebelumnya Pengertian Aritmatika Biner Operasi aritmatika untuk bilangan biner dilakukan dengan cara hampir sama dengan operasi aritmatika untuk bilangan desimal.
REPRESENTASI DATA DATA REPRESENTATION
ASSALAMU ALAIKUM ARSITEKTUR KOMPUTER REPRESENTASI DATA DATA REPRESENTATION Disajikan Oleh : RAHMAD KURNIAWAN,S.T., M.I.T. TEKNIK INFORMATIKA UIN SUSKA RIAU Analog vs Digital Ada dua cara dasar untuk merepresentasikan
ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER
ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER Binary Octal Decimal Hexadecimal Binary-coded Decimal 2 s Complement Abdussalam, M. Kom 081901175759 Kita terbiasa menggunakan sistem bilangan basis-10, atau juga disebut
SISTEM BILANGAN DAN KONVERSI BILANGAN. By : Gerson Feoh, S.Kom
SISTEM BILANGAN DAN KONVERSI BILANGAN By : Gerson Feoh, S.Kom 1 BAB I PENDAHULUAN Konsep dasar sistem komputer yaitu adanya sistem biner, sistem desimal dan hexadesimal. Dalam sistem biner adalah sistem
Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.
Pertemuan 1 STRUKTUR DATA Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. Pemakaian Struktur Data yang
Tipe Data dan Variabel. Dosen Pengampu Muhammad Zidny Naf an, M.Kom
Tipe Data dan Variabel Dosen Pengampu Muhammad Zidny Naf an, M.Kom Format Pseudocode Lengkap Judul program/algoritma PROGRAM Euclidean Program untuk mencari GCD dari dua buah bilangan bulat positif m dan
Arithmatika Komputer. Pertemuan 3
Arithmatika Komputer Pertemuan 3 2.3. Aritmetika Integer Membahas operasi aritmetika (Sistem Komplemen Dua) Penjumlahan Pengurangan Perkalian Pembagian Penjumlahan dan Pengurangan Penambahan pada complement
Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.
Pertemuan 1 STRUKTUR DATA Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. Pemakaian Struktur Data yang
SISTEM BILANGAN. B. Sistem Bilangan Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital, diantaranya yaitu
SISTEM BILANGAN A. Pendahuluan Komputer dibangun dengan menggunakan sirkuit logika yang beroperasi pada informasi yang dipresentasikan dengan dua sinyal listrik. Dua nilai tersebut adalah dan 1. dan jumlah
KONVERSI BILANGAN. Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 17 8.
KONVERSI BILANGAN Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 0 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 0,, 2 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga
Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.
Pertemuan 1 STRUKTUR DATA Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya. Pemakaian Struktur Data yang
Variabel, Tipe Data, dan Operator. Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Variabel, Tipe Data, dan Operator Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom 1 Pendahuluan Program merupakan kumpulan instruksi yg akan dikerjakan oleh komputer. Program yg kita tulis merupakan urutan perintah
Type Data terdiri dari : - Data Tunggal : Integer, Real, Boolean dan Karakter. - Data Majemuk : String
Struktur dapat diartikan sebagai suatu susunan, bentuk, pola atau bangunan. Data dapat diartikan sebagai suatu fakta, segala sesuatu yang dapat dikodekan atau disimbolkan dengan kode-kode atau lambang-lambang
Kuliah#11 TKC205 Sistem Digital. Eko Didik Widianto. 11 Maret 2017
Kuliah#11 TKC205 Sistem Digital Eko Didik Widianto Departemen Teknik Sistem Komputer, Universitas Diponegoro 11 Maret 2017 http://didik.blog.undip.ac.id/buku/sistem-digital/ 1 Review Kuliah Di kuliah sebelumnya
Tipe Data dan Variabel
PRAKTIKUM 3 Tipe Data dan Variabel A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan tentang beberapa tipe data dasar (jenis dan jangkauannya) 2. Menjelaskan tentang Variabel 3. Menjelaskan tentang konstanta 4. Menjelaskan
Bab 5. MA2151 Simulasi dan Komputasi Matematika
Bab 5 MA2151 Simulasi dan Komputasi Matematika Kesalahan Data Data dapat kita gunakan sebagai dasar pembuatan model maupun untuk memverifikasi model yang telah kita buat. Namun demikian, terdapat berbagai
STRUKTUR PROGRAM BASIC
SEJARAH BAHASA BASIC BASIC singkatan dari Beginners All Purpose Symbolic InstructionCode merupakan bahasa tingkat tinggi (high level language) yang bersifat interpreter. BASIC pertama kali dikembangkan
Definisi Bilangan Biner, Desimal, Oktal, Heksadesimal
Definisi Bilangan Biner, Desimal, Oktal, Heksadesimal Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan
MAKALAH KONVERSI BILANGAN
Tugas Pengantar Ilmu Komputer MAKALAH KONVERSI BILANGAN OLEH: Irwan Budiansyah S : H13114515 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN 2014/2015 KATA PENGANTAR
EC Sistem Komputer. Bagian 2 Representasi dan Manipulasi Data dalam Bit dan Byte
EC33 - Sistem Komputer Bagian 2 Representasi dan Manipulasi Data dalam Bit dan Byte Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung 25 Pembahasan Representasi informasi dalam bentuk bit Biner/Heksadesimal
Bab 2. Dasar-Dasar Pemrograman C
Bab 2. Dasar-Dasar Pemrograman C Konsep Pemrograman Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2006 Overview Tipe Data Standar (Standart Data Type) Aturan Pendefinisian Identifier Variabel Mendeklarasikan
MODUL PRAKTIKUM ORGANISASI SISTEM KOMPUTER
MODUL PRAKTIKUM ORGANISASI SISTEM KOMPUTER Versi 3.0 Tahun Penyusunan 2011 Tim Penyusun 1. Yuti Dewita Arimbi 2. Nurul Hidayati 3. Ulfie Hasanah 4. Stya Putra Pratama Laboratorium Teknik Informatika Jurusan
MODUL 1 SISTEM BILANGAN
1 MODUL 1 SISTEM BILANGAN A. TEMA DAN TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Tema : Sistem Bilangan 2. Fokus Pembahasan Materi Pokok 3. Tujuan Kegiatan Pembelajaran B. URAIAN MATERI POKOK I. DEFINISI : 1. Teori
BAB V RANGKAIAN ARIMATIKA
BAB V RANGKAIAN ARIMATIKA 5.1 REPRESENTASI BILANGAN NEGATIF Terdapat dua cara dalam merepresentasikan bilangan biner negatif, yaitu : 1. Representasi dengan Tanda dan Nilai (Sign-Magnitude) 2. Representasi
Sistem DIGITAL. Eka Maulana., ST, MT, M.Eng
Sistem DIGITAL #1 Sistem Bilangan Eka Maulana., ST, MT, M.Eng Konsep Dasar Sistem Bilangan Sistem Bilangan selalu mencakup tiga hal: BASE (RADIX) Adalah maksimum angka atau simbol yang digunakan dalam
OPERASI ARITHMATIK OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN
3 OPERASI ARITHMATIK OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN Tujuan : Setelah mempelajari diharapkan dapat, 1. Memahami aturan-aturan Penjumlahan bilangan biner 2. Memahami aturan-aturan Pengurangan bilangan
Sistem Bilangan. Desimal Biner Oktal Heksadesimal
Sistem Bilangan Desimal Biner Oktal Heksadesimal Apa itu Sistem Bilangan? Suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik Atau Suatu sistem yang digunakan untuk menyatakan sesuatu secara kuantitatif
SISTEM SANDI (KODE) Suatu rangkaian pengubah pesan bermakna (misal desimal) menjadi sandi tertentu (misal biner) disebut enkoder (penyandi).
SISTEM SANDI (KODE) Pada mesin digital, baik instruksi (perintah) maupun informasi (data) diolah dalam bentuk biner. Karena mesin digital hanya dapat memahami data dalam bentuk biner. Suatu rangkaian pengubah
