MODUL MATEMATIKA VEKTOR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MODUL MATEMATIKA VEKTOR"

Transkripsi

1 MODUL MATEMATIKA VEKTOR Kementerian Pendidikan Nasional Universitas Negeri Manado Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Pendidikan Matematika 007

2 Kata Pengantar Modul pembelajaran ini dirancang untuk membimbing peserta didik SMA dalam memahami kompetensi konsep eksponen melalui penerapan belajar tuntas. Pada permulaan tahun 975, penduduk dunia diperkirakan sebanyak milyar, menjelang tahun 000 penduduk dunia akan mencapai 6,6 milyar. Bagaimana orang dapat meramalkannya? Ternyata pertumbuhan penduduk dapat dinyatakan sebagai fungsi dari waktu, yang dapat dimodelkan secara metematika mengikuti aturan vektor Vektor telah dikenal sejak SMP dan ketika dikelas SMA materi awal yang dipelajari adalah materi aljabar linear (vektor). Dalam pembahasan modul ini, akan dikaji lebih dalam tentang. Ekspresi Vektor, Operasi Aijabar Vektor, Rumus Jarak, Perbandingan, Perkalian Skalar, Proyeksi, dan Perkalian Silang Vektor, Pembagian dalam Bentuk Koordinat. Tondano, Oktober 007 Penyusun,

3 Daftar Isi Halaman Halaman Francis... Kata Pengantar... Daftar Isi... Peta kedudukan Modul... Glosarium... 6 Bab I Pendahuluan A. Deskripsi... 7 B. Prasyarat... 7 C. Petunjuk Penggunaan Modul...8 D. Tujuan Akhir E. Kompetensi... - F. Cek Kemampuan... Bab II Pembelajaran A. Rencana Belajar Peserta Didik B. Kegiatan Belajar. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar Bab III Evaluasi A. Evaluasi Kompetensi B. Kunci Evaluasi/Sistem Penilaian Bab IV Penutup... 8 Daftar Pustaka... 8

4 Pembagian dalam Bentuk Koordinat Rumus Jarak, Perbandingan, Perkalian Skalar, Proyeksi, dan Perkalian Silang Vektor Operasi Aijabar Vektor Ekspresi Vektor

5 Memecahkan masalah dengan Menggunakan Konsep Vektor Aplikasi Pembagian dalam Bentuk Koordinat Rumus Jarak, Perbandingan, Perkalian Skalar, Proyeksi, dan Perkalian Silang Vektor Operasi Aijabar Vektor Ekspresi Vektor Matriks 5

6 Glosarium Vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah. Notasi Vektor PQ dapat dituliskan a atau a Kesamaan Dua Vektor jika AB # CD dibaca : ruas garis AB sama (panjang) dan sejajar ruas garis CD maka AB =CD. Jika titik P adalah sebuah titik pada bidang datar, vektor OP = p disebut vektor posisi dari titik P. Vektor satuan adalah vektor yang panjangnya satu satuan. Hasil kali bilangan real k dengan vektor a adalah suatu vektor yang panjangnya k kali panjang vektor a dan arahnya adalah a. sama dengan arah vektor a jika k> 0 b. berlawanan dengan arah vektor a jika k < 0 c. sama dengan nol jika k = 0 Jarak antara titik A(x + y + z ) dan B(x + y + z ) pada R sama dengan panjang vektor AB yaitu AB 6

7 Bab I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI Modul vektor terdiri atas bagian proses pembelajaran sesuai dengan subkompetensinya yaitu :. Ekspresi vektor, sebagai kegiatan belajar akan membahas tentang : pengertian vektor, kesamaan dua vektor, vektor nol, vekktor posisi, vektor satuan, vektor dalam ruang, vektor basis, panjang suatu vektor.. Operasi aljabar vektor, sebagai kegiatan belajar akan membahas tentang penjumlahan vektor, pengurangan vektor, hasil kali bilangan dengan vektor.. Rumus jarak, perbandingan, perkalian skalar, proyeksi, dan perkalian silang vektor, sebagai kegiatan belajar akan membahas tentang rumus jarak, rumus pembagian.. Pembagian dalam bentuk koordinat, sebagai kegiatan belajar akan membahas tentang hasil kali skalar dua vektor, bentuk komponen perkalian skalar, besar sudut antara dua vektor, sifat sfaat perkalian skalar, proyeksi ortogonal suatu vektor pada vektor lain, perkalian silang dua vektor. B. PRASYARAT Kemampuan dasar yang harus dimiliki untuk mempelajari modul ini adalah : Memahami bentuk dan ciri matriks Memahami invers matrik Terampil dalam operasi hitung bilangan real 7

8 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL a. Penjelasan Bagi Peserta Didik. Bacalah modul ini dengan seksama mulai dari kata pengantar sampai dengan cek kemampuan, kemudian pahami benar seluruh informasi yang termuat di dalamnya.. Setelah Anda mengisi cek kemampuan, pastikan apakah Anda termasuk kategori orang yang masih harus mempelajari modul ini atau orang yang tidak lagi mempelajarinya karena sudah menguasainya.. Laksanakan semua tugas-tugas yang terdapat di dalam modul ini agar kompetensi Anda berkembang dengan baik.. Setiap mempelajari satu sub kompetensi, Anda harus mulai dari menguasai pengertianpengertian dalam uraian materi, melaksanakan tugas-tugas dan mengerjakan lembar latihan. 5. Dalam mengerjakan lembar latihan, Anda tidak diperkenankan melihat kunci jawaban terlebih dahulu, sebelum Anda menyelesaikan lembar latihan. 6. Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban, hitung nilai yang Anda peroleh. Kemudian kerjakan saran-saran sesuai dengan hasil latihan Anda. b. Peranan Guru. membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.. menegaskan kembali tentang tujuan akhir yang harus dicapai setelah mempelajari modul ini.. membantu peserta didik dalam menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.. melaksanakan penilaian serta mencatat pencapaian kemajuan peserta didik 5. menjelaskan kepada peserta didik mengenai bagian yang perlu untuk dibenahi dan merundingkan rencana pembelajaran selanjutnya. 8

9 D. TUJUAN AKHIR Standar Kompetensi : - Menggunakan konsep vektor dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar : Kognitif : - Dapat memahami dan menentukan ekspresi vektor dalam pemecahan masalah - Dapat memahami dan menentukan operasi aljabar vektor dalam pemecahan masalah. - Dapat memahami dan menentukan rumus jarak, perbandingan, perkalian skalar, proyeksi, dan perkalian silang vektor dalam pemecahan masalah. - Dapat memahami dan menentukan pembagian dalam bentuk koordinat dalam pemecahan masalah. Afektif : Siswa dengan senang menunjukkan kesiapan belajar matematika secara bertanggung-jawab sehingga menunjukkan sikap yang positif dalam mempelajari materi tentang vektor Psikomotor : Siswa selalu menunjukkan kemahirannya setiap kali mengerjakan tugastugas yang membutuhkan keterampilan dalam mempelajari materi tentang vektor. Indikator Hasil Belajar : Kognitif : - Menjelaskan dan menentukan ekspresi vektor - Menentukan penyelesaian ekspresi vektor - Menjelaskan dan menentukan operasi aljabar vektor - Menentukan penyelesaian operasi aljabar vektor - Menjelaskan dan menentukan rumus jarak, perbandingan, perkalian skalar, proyeksi, dan perkalian silang vektor - Menentukan penyelesaian rumus jarak, perbandingan, perkalian skalar, proyeksi, dan perkalian silang vektor. - Menjelaskan dan menentukan pembagian dalam bentuk koordinat - Menentukan penyelesaian pembagian dalam bentuk koordinat. 9

10 Afektif : - Siswa menunjukan sikap yang positif dalam kegiatan pembelajaran. - Siswa menenjukan kesiapan belajar. - Siswa selalu smemperhatikan pejelasan guru. - Siswa dengan serius mengikuti semua kegiatan pembelajaran. - Siswa selalu menanyakan apa yang belum di mengerti. - Siswa dengan kritis menanyakan pertanyaan pada guru. - Siswa merasa senang mengerjakan tugas. - Siswa dengan tekun mengukuti proses belajar mengajar. - Siswa dengan teliti mencermati penjelasan guru dalam mengerjakan soal. - Siswa selalu berusaha mencari solusi sebelum memperoleh pemecahan. - Siswa berusaha mau bertanya kepada teman yang tidak di mengerti. - Siswa memberi diri mau bekerja sama dengan teman. - Siswa dapat mencari soal yang sulit dan mampu memecahkanya. - Siswa berinisiatif untuk membuat soal sendiri. - Siswa selalu berusaha mencari buku sumber sesuai materi. - Siswa selalu aktif mengikuti kegiatan mengenai Psikomotor : - Menuliskan simbol matematika seperti akar, ruang dimensi dua dan tiga - Menunjukan posisi badan yang baik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Matematika - Melakukan pekerjaan dalam menyelesaikan soal secara teliti - Terbiasa menampilkan keterampilan gerakan fisik yang baik setiap belajar matematika 0

11 E. KOMPETENSI : Menerapkan Ekspresi vektor Sub Kriteria Lingkup Materi pokok Pembelajaran kompeten kinerja belajar Kognitif Afektif Psikomotor si Mendeskri - Pengertian.Mengetahui. Memperlihatkan. Dapat psikan vektor, dan kesiapan dalam menuliskan ekspresi Kesamaan memahami mengikuti simbol-simbol vektor dua vektor, pengertian pembelajaran (Notasi) Vektor nol, ekspresi. memperhatikan khususnya dalam Vektor vektor dengan baik materi vektor posisi,.menentukan setiap materi yang tepat Vektor penyelesaian diberikan. Dapat satuan, ekspresi. bertanya jika menggambar Vektor vektor belum dimengerti ruang berdimensi dalam dua dan tiga. ruang, Vektor basis, Panjang suatu vektor Mendeskri penjumlahan. Mengetahui Mengikuti. Dapat psikan vektor, dan pembelajaran menggambar operasi pengurangan memahami dengan serius cara segitiga dan aljabar vektor, hasil operasi vektor. Dengan antusias jajaran genjang vektor kali bilangan. Menentukan bertanya apabila dengan penyelesaian ada materi yang vektor operasi belum dimengerti aljabar vektor. mengerjakan latihan soal yang diberikan guru Mendeskri - Rumus. Menjelaskan.Selalu Berpikir. Dapat

12 psikan jarak, rumus jarak, Kritis Ketika menggambar rumus Rumus perbandingan pembelajaran pembagian ruas jarak, pembagian., perkalian berlangsung garis AB dengan perbandin skalar, apabila di dalam perbandingan m : gan, proyeksi, dan Materi Yang n perkalian perkalian disampaikan ada. Dapat skalar, silang vektor yang keliru menggambar proyeksi,. Menentukan. Mau bertanya pembagian ruas dan penyelesaian kepada teman jika garis AB dalam perkalian rumus jarak, ada yang belum bentuk vektor. silang perbandingan dimengerti vektor, perkalian skalar, proyeksi, dan perkalian silang vektor Mendeskri - Hasil kali. Menentukan. Selalu berpikir psikan skalar dua Pembagian kritis ketika pembagia vektor, dalam Bentuk pembelajaran n dalam bentuk Koordinat berlangsung bentuk komponen apabila di dalam vektor perkalian materi yang skalar, disampaikan ada besar sudut yang keliru antara dua. Mau bertanya vektor, sifat kepada guru jika sfaat tidak dimengerti. perkalian skalar, proyeksi ortogonal suatu vektor pada vektor lain,

13 perkalian silang dua vektor. F. CEK KEMAMPUAN No Pertanyaan Ya Tidak Apakah Anda telah memahami pengertian vektor? Apakah anda telah memahami definisi dan vektor? Apakah anda telah mengetahui langkah-langkah penyelesaian vektor? 5 Apakah anda telah memahami definisi vektor? 6 Apakah anda telah mengetahui langkah-langkah penyelesaian definisi vektor? Jika Anda menjawab TIDAK pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah materi tersebut dalam modul ini. Apabila Anda menjawab BAB II YA pada semua pertanyaan, maka lanjutkanlah dengan mengerjakan tugas, tes formatif dan evaluasi yang ada pada modul ini.

14 BAB II PEMBELAJARAN A. RANCANGAN BELAJAR SISWA Sebagaimana telah diinformasikan dalam pendahuluan, bahwa modul ini hanya sebagian dari sumber belajar yang dapat Anda pelajari untuk menguasai kompetensi menerapkan konsep aljabar. Untuk mengembangkan kompetensi anda dalam Substansi Non Instruksional, Anda perlu latihan. Aktivitas-aktivitas yang dirancang dalam modul ini selain mengembangkan kompetensi matematika, juga mengembangkan kompetensi Substansi Non Instruksional. Untuk itu, maka dalam menggunakan modul ini Anda harus melaksanakan tugas-tugas yang telah dirancang.. Buatlah rencana belajar Anda berdasarkan rancangan pembelajaran yang telah disusun oleh guru, untuk menguasai kompetensi Konsep vektor dengan menggunakan format sebagai berikut. N o Kegiatan Pencapaian Alasan Paraf Tgl Jam Tempat Perubahan bila diperlukan Siswa Guru Mengetahui...,... 0 Guru pembimbing Peserta Diklat (...) (...). Rumuskan hasil belajar Anda sesuai standar bukti belajar yang telah ditetapkan. a. Untuk penguasaan pengetahuan, Anda dapat membuat suatu ringkasan menurut pengertian Anda sendiri terhadap konsep-konsep yang berkaitan dengan kompetensi yang telah dipelajari. Selain ringkasan, Anda juga dapat melengkapinya dengan kliping terhadap informasi-informasi yang relevan dengan kompetensi yang sedang Anda pelajari.

15 b. Tahapan pekerjaan Anda dapat dituliskan/digambarkan dalam diagram alir yang dilengkapi dengan penjelasannya (siapa penanggung jawab setiap tahapan pekerjaan, siapa yang terlibat, kapan direncanakan, kapan direalisasikan, dan hasilnya apa). c. Produk hasil praktek dalam kegiatan ini dapat Anda kumpulkan berupa contoh benda kerja, atau dalam bentuk visualisasinya (gambar, foto, dan lain-lain). d. Setiap tahapan proses akan diakhiri dengan penilaian, lakukanlah diskusi dengan guru pembimbing untuk mendapatkan persetujuan, dan apabila ada hal-hal yang harus diperbaiki/dilengkapi, maka Anda harus melaksanakan saran guru pembimbing Anda. 5

16 B. KEGIATAN BELAJAR. Kegiatan Belajar : Ekspresi Vektor a. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari uraian kegiatan belajar ini, Anda diharapkan :. Dapat mengetahui pengertian vektor,. Dapat menentukan kesamaan dua vektor,. Dapat memahami vektor nol,. Dapat memahami vekktor posisi, 5. Dapat memahami vektor satuan, 6. Dapat memahami vektor ruang, 7. Dapat memahami vektor basis. 8. Dapat menentukan suatu vektor.. b. Uraian Materi EKSPRESI VEKTOR. Pengertian Vektor Kita telah mengenal arti perpindahan, misalnya titik A kita pindahkan ke posisi yang lain menjadi titik B. Pada perpindahan itu terkandung beberapa makna. a. berapa jauh perpindahannya (jarak); b. ke arah mana perpindahannya. Perpindahan dari titik A ke titik B tersebut dapat digambarkan dengan suatu anak panah yang berpangkal di A dan berujung di B. Panjang ruas garis AB menyatakan jauh perpindahannya, sedangkan mata panah menyatakan arah perpindahan. Anak panah yang menyatakan perpindahan itu disebut vektor. Jadi, vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah. Besaran seperti ini misalnya kecepatan, gaya, momen, dan sebagainya. A Ganbar 5. perpindahan dari titik A ke titik B 6

17 Notasi Vektor Suatu vektor secara geometri disajikan dengan ruas garis berarah. Panjang ruas garis berarah menyatakan panjang (besar vektor), sedangkan arah panah menunjukkan arah vektor. Vektor diberi nama menurut pangkal dan ujungnya, misalnya PQ. PQ dapat dituliskan dengan menggunakan lambang huruf kecil yang dicetak tebal atau dengan huruf kecil yang dibubuhi tanda panah di atas huruf itu, misalnya a atau a atau diberi topi,misalnya Q a P a Gambar 5. Notasi Vektor Untuk vektor PQ dari gambar 5., titik P disebut titik pangkal (titik asal), sedangkan titik Q disebut titik ujung (titik terminal).. Kesamaan Dua Vektor a. Dua buah vektor dikatakan sama apabila panjang dan arahnya sama. Jika AB # CD dibaca : ruas garis AB sama (panjang) dan sejajar ruas garis CD maka AB =CD. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa sebuah vektor dapat digeser ke tempat lain dan tidak berubah asalkan panjang dan arahnya sama dengan besar dan kedudukan vektor semula. B D A C Gambar 5. Kesamaan dua vektor Ingat! Tanda # artinya sama dengan dan sejajar (bukan tidak sama dengan) 7

18 b. Pandang dua buah vektor yang arahnya sama, tetapi panjangnya berlainan. Dalam hal ini, salah satu vektor dapat dinyatakan dengan vektor yang lain. Perhatikan Gambar 5. AB = CD. atau CD = AB B A D C Gambar 5. vektor dengan arah yang sama tapi besarnya beda. c. Pada Gambar 5.5, tampak AB sama panjang dengan EF, tapi arahnya berlawanan. Dua buah vektor disebut berlawanan apabila panjangnya sama, tetapi arahnya berlawanan. AB = - EF atau EF = - AB B E A F Gambar 5.5 Dua buah vektor yang berlawanan d. Jika dua buah vektor yang arahnya berlawanan dan panjangnya tidak sama maka vektor yang satu dapat dinyatakan dengan yang lain. Pada Gambar 5.6 tampak AB = - EF atau EF = AB A F E B Gambar 5.6 Dua vektor yang berlawanan dengan panjang yang berbeda. Vektor Nol Suatu vektor disebut vektor not apabila panjangnya not. Arah dari vektor not tak tentu, misalnya AA, BB, CC, dan semacamnya disebut vektor nol. Vektor not dilambangkan dengan O 8

19 . Vektor Posisi Jika titik P adalah sebuah titik pada bidang datar, vektor OP = p disebut vektor posisi dari titik x P. Jika koordinat titik P adalah (x, y ) maka vektor posisi dari titik P adalah p = OP = y Y P (x, y ) p y O x X Gambar 5.7 Vektor posisi titik P Hal ini berarti vektro p mempunyai komponen arah mendatar x dan komponen arah vertikalnya adalah y. Jika titik A di R dengan koordinat A adalah (x, y, z ) maka vektor pasisi titik A adalah Gambar 5.8 Vektor posisi titik A a = OA = x y z berkoordinat (x, y, z ) sebaliknya, jika a = x y z merupakan vektor posisi dari titik A, maka titik A 5. Vektor Satuan Vektor satuan adalah vektor yang panjangnya satu satuan. Vektor satuan dengan arah sumbu X, dinotasikan dengan i Vektor satuan dengan arah sumbu Y, dinotasikan dengan j Vektor satuan dengan arah sumbu Z, dinotasikan dengan k 9

20 Sehingga untuk vektor di R adalah i = 0 j = 0 Y B (0,) j A (,0) O i X Gambar 5.9 Vektor satuan pada R Sedangkan untuk di R adalah i = 0 ; j = 0 0 ; k = Gambar 5.0 Vektor satuan pada R Catatan : Kita sudah mengenal tentang vektor satuan, yaitu vektor yang panjangnya satu satuan. Vektor satuan dari suatu vektor a adalah vektor yang arahnya sama dengan arah vektor a dan panjangnya a 0

21 6. Vektor dalam Ruang a. Vektor di R Vektor dalam ruang berdimensi dua ditulis dengan R atau R. Untuk menyajikan vektor di R, diperlukan susunan sumbu-sumbu koordinat. Untuk memudahkan perhitungan dipilih susunan sumbu-sumbu yang saling tegak lurus, yaitu sumbu mendatar atau sumbu X dan sumbu vertikal atau sumbu Y. Vektor di R ditandai dengan berapa jauh perpindahan ke kanan atau ke kiri dan berapa jauh perpindahan ke atas atau ke bawah. Perpindahan ke kanan diberi tanda positif, ke kiri diberi tanda negatif, perpindahan ke atas diberi tanda positif, dan ke bawah diberi tanda negatif. Dengan demikian vektor pada R dinyatakan dalam dua komponen mendatar dan vertikal. AB artinya perpindahan dari titik A ke titik B. Pada Gambar 5. terlihat titik A (, ) dan dituliskan sebagai vektor kolom a = dan titik B (, ) dengan- vektor kolom b = Gambar 5. Vektor dalam ruang dimensi dua AB = b - a = - = Dengan cara yang sama kita dapatkan: CD = EF = GH = 0

22 b. Vektor di R Vektor dalam ruang berdimensi tiga ditulis dengan R atau R. R ditandai dengan tiga buah sumbu yang saling berpotongan. Untuk memudahkan dalam perhitungan, dipilih tiga sumbu yang berpotongan saling tegak lurus (ortogonal) yang dikenal dengan: ) arah ke depan atau ke belakang disebut sumbu X; ) arah ke kanan atau ke kiri disebut sumbu Y; ) arah ke atas atau ke bawah disebut sumbu Z. Seperti Gambar 5. (i). Kemudian sumbu koordinat seperti Gambar 5. (i) diputar ke kanan diperoleh sumbu koordinat Gambar 5. (ii). Z Z Y X O Y O X Gambar 5. Vektor dalam ruang dimensi tiga Contoh : ABCD.EFGH adalah sebuah balok dengan AB = ; AD = ; AE = 6, dan sisi-sisinya sejajar dengan sumbu koordinat dengan koordinat A (0,, 0), B (,, 0), E(0,, 6), F (,, 6), G (, 6) H (0,, 6) dan titik koordinat lainnya dapat ditentukan (perhatikan Gambar5.). Misalkan titik A (0,, 0) dituliskan sebagai a = maka 0 dan titik E (0,, 6) dituliskan sebagai e = AE = e - a = =

23 Z Gambar 5. Balok ABCD.EFGH Dengan cara yang sama didapatkan: AF = 0 6 ; AG = 6 ; BH = 6 7. Vektor Basis a. Vektor Basis di R Diberikan titik P (x, y ) seperti tampak pada Gambar 5.. OP merupakan titik terminal/ujung dari vektor posisi yang titik pangkalnya di pusat koordinat. Dari gambar tampak bahwa: OP = OQ + QP di mana OP = P OQ = x i QP = y j sehingga dapat dituliskan : P = x i + y j Bentuk vektor ini disebut vektor basis i dan j Gambar 5. Vektor basis pada R

24 Jadi, setiap vektor di R dapat disajikan sebagai kombinasi linear dari dua vektor basis i dan j dalam bentuk : P = x i + y j x dan y berturut-turut disebut komponen-komponen mendatar dan vertikal dari vektor P. catatan Vektor dapat disajikan dalam bentuk : a. vektor basia, yaitu P = (x, y ) x b. vektor kolom, yaitu P = y b. Vektor Basis di R Jika R (x, y, z ) adalah sembarang titik dan r adalah vektor posisi R, maka komponenkomponen r dapat dinyatakan sebagai: x i (searah denganox ) y j (searah dengan OY ) z k (searah dengan OZ ) Z Gambar 5.5 Vektor basis pada R dan dari Gambar 5.5 tampak bahwa bentuk vektor ini merupakan kombinasi linear dari vektorvektor basis i, j, k OR = OP + PR OR = OQ + QP + PR, sehingga

25 OR = r = x i + y j + z k r = x i + y j + z k Jadi, setiap vektor F dalam ruang (di R ) dapat disajikan sebagai kombinasi linear dari tiga vektor basis i, j, dan k yang tidak sebidang dalam bentuk: Catatan : Sebuah vektor dalam ruang dapat disajikan dalam bentuk: a. vektor baris, yaitu r = (x, y, z ) b. vektor kolom, yaitu r = x y z 8. Panjang Suatu Vektor Besar vektor P, apabila digambarkan akan membentuk ruas garis berarah dengan panjang ruas garis yang mewakili besar vektor itu. Panjang vektor P ditulis dengan P. a. Vektor di R Jika p adalah titik (x, y ) makaop = P = Y P(x, y ) P O Q X x y Gambar 5.6 Panjang vektor P di R Dengan menggunakan pythagoras maka OP = OQ + QP (perhatikan Gambar 5.6) P = x + y ( karena OP = P ) P = x y 5

26 Jadi, jika P = x y maka panjang vektor P adalah P = x y b. Vektor di R x Misalkan OR = r = y adalah vektor z Gambar 5.7 panjang vektor r di R posisi di R seperti pada Gambar 5.7. Dengan menggunakan pythagoras, maka OR = OP + PR = OQ + QP + PR OR = x + y + Z (perhatikan Gambar 5.7) r = X Y Z ( karena OR = r ) x Jadi, r = y, panjang vektor r adalah r = z X Y Z C Rangkuman Kegiatan Belajar. Pengertian Vektor Kita telah mengenal arti perpindahan, misalnya titik A kita pindahkan ke posisi yang lain menjadi titik B. Pada perpindahan itu terkandung beberapa makna. a. berapa jauh perpindahannya (jarak); b. ke arah mana perpindahannya. 6

27 . Kesamaan Dua Vektor a. Dua buah vektor dikatakan sama apabila panjang dan arahnya sama. Jika AB # CD dibaca : ruas garis AB sama (panjang) dan sejajar ruas garis CD maka AB = CD. b. Pandang dua buah vektor yang arahnya sama, tetapi panjangnya berlainan. c. Pada Gambar 5.5, tampak AB sama panjang dengan EF, tapi arahnya berlawanan. d. Jika dua buah vektor yang arahnya berlawanan dan panjangnya tidak sama maka vektor yang satu dapat dinyatakan dengan yang lain.. Vektor Nol Suatu vektor disebut vektor not apabila panjangnya not. Arah dari vektor not tak tentu, misalnya AA, BB, CC, dan semacamnya disebut vektor nol.. Vektor Posisi Jika titik P adalah sebuah titik pada bidang datar, vektor OP = p disebut vektor posisi dari titik P. 5. Vektor Satuan Vektor satuan adalah vektor yang panjangnya satu satuan. 6. Vektor dalam Ruang a. Vektor di R Vektor dalam ruang berdimensi dua ditulis dengan R atau R. b. Vektor di R Vektor dalam ruang berdimensi tiga ditulis dengan R atau R. R ditandai dengan tiga buah sumbu yang saling berpotongan. 7. Vektor Basis a. Vektor Basis di R Diberikan titik P (x, y ) seperti tampak pada Gambar 5.. OP merupakan titik terminal/ujung dari vektor posisi yang titik pangkalnya di pusat koordinat. b. Vektor Basis di R Jika R (x, y, z ) adalah sembarang titik dan r adalah vektor posisi R, maka komponenkomponen r dapat dinyatakan sebagai: 7

28 x i (searah denganox ) y j (searah dengan OY ) z k (searah dengan OZ ) 8. Panjang Suatu Vektor Besar vektor P, apabila digambarkan akan membentuk ruas garis berarah dengan panjang ruas garis yang mewakili besar vektor itu. Panjang vektor P ditulis dengan P. d. Tugas Kegiatan Belajar Diskusikan soal-soal LKS tentang ekspresi vektor untuk dipresentasikan. e. Tes Formatif. Nyatakan titik-titik berikut dengan vektor posisi dalam bentuk komponen vektor kolom! a. A (, ) dan B (-, ) b. P (,, ) dan Q (,, -5). Nyatakan vektor-vektor a = dan c = 0 sebagai kombinasi linear dari i, j, dan k. Diketahui p = i - j + k dan q = i + j - k carilah a. P b. Q c. P Q d. Vektor satuan dari p 8

29 f. Kunci Jawaban. a. a = ; b = b. p = ; q = 5. a = i + j + k c = -i + k. p = ; q = a. P = b. Q = ( ) = = ( ) = 9 = c. Untuk menghitung P Q, tentukan dulu p + q ; p + q = + = 0 P Q = 6 = 7 ( ) 0 = d. vektor satuan dari p = p i J K = p - j + k = i g. Lembar Kerja Siswa (LKS) Untuk lebih memahami apa yang telah anda baca, kerjakanlah soal-soal berikut. Anda dapat mengarjakannya secara berkelompok belajar anda (- orang).. Diketahui : a = i + j + k b = i - j + k c = i + k Nyatakan hasil penjumlahan vektor-vektor berikut sebagai vektor kolom! a. a + b b. b + c c. ( a + b ) + c 9

30 d. a + (b + c ) e. Apakah a + b = c + a, bila berlaku sifat apakah itu? f. Apakah ( a + b ) + c = ( a + b ) + c, bila berlaku sifat apakah itu?. OABC DEFG adalah balok yang rusuk-rusuknya pada sumbu X, Y, dan Z. Jika OA = ; OC =, dan OD = 6, nyatakanlah vektor-vektor berikut sebagai kombinasi linear dari i, j, dan k a. OB e. AF b. AC f. BD c. FC g. AG d. EB. Jika p = dan q = 6 7 Tentukan: a. P c. P Q b. Q d. vektor satuan dari p dan q. Diketahui: a. i - j + k c. i + j + k Carilah: b. -i + 5 k a. a + b + c c. vektor satuan dari a + b + c b. a + b + c 0

31 5. Diketahui vektor a = i + j + k dan b = i + j - 5 k a. Carilah a dan b c. Apakah a +b = a + b b. Carilah a b dan a +b h. Tingkat Penguasaan Rumus : Jumlah Skor yang diperoleh Tingkat Penguasaan = x00% 5 Saran-saran yang harus Anda lakukan, sesuai dengan tingkat pengusaan yang telah Anda capai sebagai berikut:. > 80 % Bagus! Pertahankan prestasi yang telah Anda capai dan Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar % Anda masih perlu membaca kembali teks subkomptensi ini dengan lebih seksama, terutama bagian yang belum anda kuasai.. < 60 % Anda belum belajar bersungguh-sungguh, Anda harus mengejar ketinggalan dan bertanyalah pada guru mata pelajaran tentang kesulitan Anda.

32 . Kegiatan Belajar : Operasi Aljabar Vekto r a. Tujuan Kegiatan Belajar Setelah mempelajari uraian kegiatan belajar ini, Anda diharapkan :. Dapat menentukan penjumlahan vektor,. Dapat menetukan pengurangan vektor,. Dapat menentukan hasil kali bilangan dengan vektor b. Uraian Materi OPERASI ALJABAR VEKTOR Penjumlahan Vektor Diberikan dua vektor a dan vektor b. Vektor ketiga yaitu vektor c diperoleh dengan menjumlahkan vektor a dan vektor b. Jadi, c = a + b. Vektor c dapat ditentukan dengan cara segitiga dan cara jajar genjang. a. Cara Segitiga Perhatikan Gambar 5.8 b b b a a a (i) (ii) Gambar 5.8 Penjumlahan vektor (i) cara segitiga (ii) cara jajar genjang Jumlah vektor a dan vektor b yang merupakan vektor c dapat ditentukan dengan memindahkan vektor b (tanpa mengubah panjang dan arahnya) sehingga titik pangkal vektor b berimpit dengan titik ujung vektor a.

33 Vektor c diperoleh dengan menghubungkan titik pangkal vektor a dengan titik ujung vektor b yang telah dipindahkan. Penjumlahan vektor ini dikenal dengan cara segitiga Gambar 5.8(i). b. Cara Jajar Genjang Jumlah dari vektor a dan vektor b adalah vektor c yang dapat ditentukan dengan memindahkan vektor b (tanpa mengubah panjang dan arahnya) sehingga titik pangkal vektor b berimpit dengan titik pangkal vektor a. Vektor c yang dimaksud adalah vektor yang titik pangkalnya di titik pangkal persekutuan vektor a dan vektor b, serta titik ujungnya adalah titik sudut keempat dari jajar genjang yang dibentuk oleh a dan b. Cara menjumlahkan vektor seperti ini dikenal dengan cara jajar genjang Gambar 5.8(ii). Tugas Penjumlahan tiga vektor atau lebih dapat dilakukan dengan menggunakan aturan poligon seperti berikut. P P 5 P Perhatikan Gambar 5.9 dari cara segitiga terlihat bahwa: c = a + b PR = PQ + QR Gambar 5.9 Penjumlahan vektordengan cara segitiga Dengan memperhatikan pola penjumlahan itu maka: AB = AC + CB (untuk titik-titik, A, C, dan B) AB = AP + PB (untuk titik-titik A, P, dan B) AB = AD + DL + LB (untuk titik-titik A, D, L, dan B), dan seterusnya.

34 Sifat - Sifat Penjumlahan pada Vektor ) Komutatif Perhatikan Gambar 5.0 (PQRS adalah jajar genjang)! Misalkan PQ = a, SR = a S R Misalkan PS = b, QR = b. b PR = PQ + QR = a + b PR = PS + SR = b + a P a Q Jadi, a + b = b + a Gambar 5.0 penjumlahan vektor secara komulatif Berarti penjumlahan pada vektor bersifat komutatif. ) Asosiatif Perhatikanlah Gambar 5.! SPQR adalah suatu limas segitiga PQ = a, QR = b, RS = c Maka: S ( a + b ) + c = ( PQ + QR ) + RS = PR + SR c = PS a + (b + c ) = PQ + (QR + RS ) P a b R = PQ + QS Q = PS Gambar 5. Penjumlahan vektor secara asosiatif Jadi, ( a + b ) + c = a + (b + c ) Berarti penjumlahan pada vektor bersifat asosiatif. Tugas Jika a =, b = dan c =, apakah a - b + c = a - (b + c )? Bagaimanakah dengan ( a + b ) - c, apakah sama dengan a + (b - c )?

35 ) Mempunyai elemen identitas, yaitu vektor O (vektor nol) Sebab untuk semua vektor a berlaku a + o = o + a = a ) Lawan suatu vektor Lawan atau invers jumlah atau negatif dari suatu vektor a adalah suatu vektor yang apabila dijumlahkan dengan vektor a a menghasilkan vektor nol. Lawan dari vektor a ditulis dengan - a. Apabila digambarkan dengan ruas garis berarah, sebuah vektor - a Gambar 5. Lawan dari lawan dari vektor a adalah vektor yang panj angnya sama dengan vektor a, tetapi arahnya berlawanan dengan vektor a. Jadi, setiap vektor a mempunyai invers jumlah (lawan). Sebab: a + (- a ) = (- a ) + a = o. Pengurangan Vektor Diberikan buah vektor, yaitu vektor a dan vektor b. Misalkan selisih vektor a dengan vektor b adalah vektor c yang diperoleh dengan cara menjumlahkan vektor a dengan lawan vektor b. Jadi, c = a - b = a + (-b ) Secara geometris selisih (pengurangan) vektor a dengan vektor b dapat diperlihatkan pada Gambar 5.. Gambar 5. Pengurangan vektor 5

36 a - b = a + (-b ) = PQ + PS = PT = RQ Dari PQR terlihat bahwa : PQ - PR = RQ. Hasil Kali Bilangan dengan Vektor Hasil kali bilangan real k dengan vektor a adalah suatu vektor yang panjangnya k kali panjang vektor a dan arahnya adalah a. sama dengan arah vektor a jika k> 0 b. berlawanan dengan arah vektor a jika k < 0 c. sama dengan nol jika k = 0 Gambar 5. Hasil kali bilangan dengan vektor Jika a = Jika b =, maka a = =, maka b = = 6 9 Secara umum, bila a = p p q maka k a = k q = r r kp kq kr Sifat - Sifat Hasil Kali Bilangan dengan Vektor Bila k dan l bilangan real, a dan b suatu vektor maka: k (- a ) = - (k a )= - k a k (l a ) = (kl) a (k + l) a = k a + l a 6

37 k( a + b ) = k a + kb c. Rangkuman Kegiatan Belajar OPERASI ALJABAR VEKTOR. Penjumlahan Vektor Diberikan dua vektor a dan vektor b. Vektor ketiga yaitu vektor c diperoleh dengan menjumlahkan vektor a dan vektor b. Jadi, c = a + b. Vektor c dapat ditentukan dengan cara segitiga dan cara jajar genjang. a. Cara Segitiga b. Cara Jajar Genjang Sifat - Sifat Penjumlahan pada Vektor ) Komutatif ) Asosiatif ) Mempunyai elemen identitas, yaitu vektor O (vektor nol) Sebab untuk semua vektor a berlaku a + o = o + a = a ) Lawan suatu vekto. Pengurangan Vektor Diberikan buah vektor, yaitu vektor a dan vektor b. Misalkan selisih vektor a dengan vektor b adalah vektor c yang diperoleh dengan cara menjumlahkan vektor a dengan lawan vektor b.. Hasil Kali Bilangan dengan Vektor Hasil kali bilangan real k dengan vektor a adalah suatu vektor yang panjangnya k kali panjang vektor a dan arahnya adalah a. sama dengan arah vektor a jika k> 0 b. berlawanan dengan arah vektor a jika k < 0 c. sama dengan nol jika k = 0 Sifat - Sifat Hasil Kali Bilangan dengan Vektor Bila k dan l bilangan real, a dan b suatu vektor maka:. k (- a ) = - (k a )= - k a. k (l a ) = (kl) a 7

38 . (k + l) a = k a + l a. k( a + b ) = k a + kb d. Tugas Kegiatan Belajar Diskusikan soal-soal yang ada di LKS tentang operasi aljabar vektor untuk dipresentasikan.. e. Tes Formatif. ABCD adalah jajar genjang dengan AB = u, AD = v, titik E dan F masing-masing titik tengah DC dan B C. Nyatakan vektor-vektor berikut dalam u dan v a. AE b. EF c. AF. Diketahui A(, ), B(, ), dan C(0, ) tunjukkan titik A, B, dan C segaris (kolinear) dan carilah AB : BC. Diketahui titik-titik A(-, 5, ), B(, -, -), dan C( p, q, l). Jika A, B, dan C segaris, carilah nilai p dan q. f. Kunci Jawaban. a. AE = AD + DE D E C = v + u = u + v b. EF = E C +CF v F = u - v A u B c. AF = AB + B F Gambar 5.5 Jajaran genjang ABCD = u + v. Langkah untuk menyelesaikan contoh soal di atas adalah. Informasi dari soal memberikan tiga buah titik yang terletak pada sumbu - sumbu koordinat x - y, yaitu A(, ), B(, ), dan C(0, ) 8

39 9. Dari titik-titik koordinat yang diketahui tersebut akan ditunjukkan bila titik A, B, dan C segaris (kolinear) serta akan dicari perbandingan AB dan BC (AB: BC). Untuk menunjukkan titik-titik A, B, dan C segaris (kolinear) dan mengetahui perbandingan AB : BC, dihitung nilai AB dan AC, yaitu AB = b - a = - = AC = c - a = 0 - = 9. AB = b - a = - 5 = 6 6 BC = c - b = l q p - = q p Karena A,B, dan C segaris maka: AB = m BC 6 6 = m q p, diperoleh m = - = - (p - ) -6 = -(q + ) = -p + = q + p = 0 q = p = 0

40 g. Lembar Kerja Siswa (LKS). ABCD jajar genjang bila AB = a, AD = b, titik E perpotongan diagonal AC clan BD. Nyatakan dengan a dan b vektor - vektor tersebut! D C a. AC d. BE b E b. AE e. ED c. BD f. EB A a B. Dari gambar soal nomor, nyatakan selisih-selisih vektor berikut sebagai ruas garis berarah tunggal! a. AE - AD c. BE - BC b. AB - AC d. CD - CB. Nyatakan vektor-vektor berikut dengan sebuah vektor tunggal! a. AB + BC + CD + DE b. AD + DC + CE + EK c. AD - AB +CB -CD. Diketahui a =, b =, dan c = Hitunglah: a. a + b - c b. a + b + c c. a + b - c 5. Diketahui: a = i + j + 5 k b = i + k c = -i + j - k Nyatakan sebagai vektor kolom! a. a + b d. ( a + b ) + c b. b + a e. a + (b + c ) c. b + c f. Apakah berlaku sifat komutatif dan asosiatif 0

41 h. Tingkat Penguasaan Rumus : Jumlah Skor yang diperoleh Tingkat Penguasaan = x00% 5 Saran-saran yang harus Anda lakukan, sesuai dengan tingkat pengusaan yang telah Anda capai sebagai berikut:. > 80 % Bagus! Pertahankan prestasi yang telah Anda capai dan Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar % Anda masih perlu membaca kembali teks subkomptensi ini dengan lebih seksama, terutama bagian yang belum anda kuasai.. < 60 % Anda belum belajar bersungguh-sungguh, Anda harus mengejar ketinggalan dan bertanyalah pada guru mata pelajaran tentang kesulitan Anda.

42 . Kegiatan Belajar : Rumus Jarak, Perbandingan, Perkalian Skalar, Proyeksi, dan Perkalian Silang Vektor. a. Tujuan Kegiatan Belajar : Setelah selesai mempelajari uraian kegiatan ini, anda diharapkan dapat :. Mengetahui dan memahami rumus jarak. Mengetahui rumus pembagian. b. Uraian Materi :. Rumus Jarak Diberikan titik A(x + y + z ) dengan vektor posisi a = z y x dan titik B(x + y + z ) dengan vektor posisi b = z y x Jarak antara titik A dan titik B (perhatikan Gambar 5.5) adalah panjang vektor AB, yaitu AB AB = b - a = z y x - z y x = z z y y x x Z X O Gambar 5.6 Menentukan rumus jarak AB = z z y y x x Jarak antara titik A(x + y + z ) dan B(x + y + z ) pada R sama dengan panjang vektor Ingat

43 Contoh :. Diketahui titik A(5, 7, -5), B(, 7, -), dan C(, 7, -). Perlihatkan dengan rumus jarak bahwa ABC siku-siku sama kaki! Jawab: Untuk menyelesaikan contoh di atas dilakukan langkah-langkah berikut. Contoh di atas memberikan informasi tersusunnya bangun segitiga sikusiku sama kaki oleh tiga buah titik, yaitu A (5, 7, -5), B (, 7, -), clan C (, 7, -).. Dari informasi tersebut, kita akan memperlihatkan dengan menggunakan rumus jarak bahwa segitiga ABC yang disusun dari titik-titik A, B, dan C memang siku-siku sama kaki.. Sebuah segitiga dikatakan sama kaki jika ada dua sisinya yang sama panjang, Dan sebuah segitiga dikatakan siku-siku jika salah satu sudutnya 90, sehingga dalam segitiga tersebut berlaku teorema pythagoras. Untuk menghitung panjang sisi-sisi segitiga yang akan dibuktikan bahwa segitiga itu siku-siku sama kaki, maka digunakan rumus jarak sebagai berikut. r = x x y y z z. Dari persamaan rumus jarak yang terdapat di langkah diperoleh sisi-sisi segitiga itu, yaitu AB = = 0 = 5 AC = = 9 0 = 0 BC = 7 7 = 0 = 5 5. Dari hasil yang diperoleh di langkah (), dengan menerapkan teorema pythagoras diperoleh AB = 5 BC = 5 AC = 0 Jika dilihat panjang kedua sisi segitiga itu yaitu AB dan BC, maka segitiga itu adalah sama kaki, dan jika kita amati dalam segitiga tersebut berlaku teorema pythagoras yang menyatakan AB + BC = AC. Jadi, segitiga ABC siku-siku di B dan sama kaki.. Buktikan bahwa titik-titik A(,, -), B (, 5, 0), dan C(-,, ) adalah titik-titik sudut segitiga siku-siku sama kaki. Jawab: Masalah ini dapat diselesaikan dengan langkah-langkah berikut.. Memahami masalah Apa yang diketahui situasi ini, kita cari jarak dua titik dengan teorema pythagoras atau dengan dot product.

44 . Merencanakan penyelesaian Dengan jarak dua titik = x x y y z z atau cos x = a b a b. Melaksanakan perhitungan AB = 5 0 = = AC = = = BC = 5 0 = 6 = 5 = Hasil perhitungan: BC = AB + AC Jadi, segitiga ABC siku-siku sama kaki dan siku-siku di A. Cara lain AB = b - a = 5 - = 0 AC = c - a = - = A (,, -) B(, 5, 0) C(-,, ) Gambar 5.7 Segitiga siku-siku sama kaki. Cos A = = 0 Jadi A = 90 ABC siku-siku di A.

45 . Rumus Pembagian Sebelum membahas tentang pembagian suatu ruas garis dengan menggunakan konsep vektor, terlebih dulu dibahas pembagian pada ruas garis dengan perbandingan m : n. a. Pembagian Ruas Garis dalam Perbandingan m : n Misalkan suatu titik P membagi ruas garis AB dalam perbandingan m: n sedemikian rupa sehingga AP : PB = m : n. a. Jika P membagi di dalam, AP dan PB mempunyai arah yang sama sehingga m dan n mempunyai tanda yang sama. b. Jika P membagi di luar, AP dan PB mempunyai arah yang berlawanan sehingga m dan n berlawanan tanda A P B A B P (a) (b) Gambar 5.8 (a) Titik P membagi garis AB di dalam garis (b) Titik P membagi garis AB di luar garis Contoh : Perhatikan gambar berikut ini, dari gambar tersebut dapat ditulis perbandingan ruas garis, sebagai berikut. AP : PB = m : n m n AP : AB = m : (m + n) A P B AP : PB = m : -n AP : AB = m: (m - n) m A B P n AP : PB = : AP : AB = : A P B 5

46 AP : PB = : AP : AB = : A P B AP : PB = : - = : - AP : AB = : = : A B P Gambar 5.9 Pembagian ruas garis b. Rumus Pembagian dalam Bentuk Vektor Perhatikan Gambar 5.0! Jika p adalah vektor posisi titik P yang membagi AB dengan perbandingan m : n, P antara A dan B, maka p = mb na m n O Gambar 5.0 Pembagian ruas garis AB dengan Perk.dingan m : n Bukti: AP : PB = m : n Untuk semua letak P : AB, di dalam maupun di luar berlaku: AP : PB = m : n n ( p - a ) = m (b - p ) n p - n a = mb - m p m p + n p = mb + n a (m + n) p = mb + n a 6

47 p = mb na m n (terbukti) O Gambar 5. Pembagian ruas garis AB dalam bentuk vektor Contoh:. Bila a, b, dan c adalah vektor-vektor posisi dari titik A, B, dan C dari ABC. Titik D pada AC sehingga AD : DC = l :. Titik E pada BC sehingga EC : EC = : Nyatakan DE dalam a, b, dan c Jawab: C d = e = c a = ( c + a ) D E c b = ( c +b ) A B Gambar 5. pembagi ruas garis AB dalam bentuk vektor DE = e - d = ( c + b ) - ( c + a ) c b c a = = (9 c +b - c - 8 a ) = (-8 a + b - 5 c ) Catatan : - Dalam hal ini untuk pembagian di luar, rumus" akan lebih mudah digunakan bila angka numerik m dan n yang lebih besar diambil positif (misalnya : - lebih mudah daripada - : ). - Jika P di tengah-tengah AB, m : n = : 7

48 . Carilah vektor letak titik P dan Q yang membagi AB di dalam dan di luar dengan perbandingan 5: Jawab: Untuk P, m : n = 5: Untuk Q, m : n = 5 : - Maka p = mb na m n Maka q = mb na m n = 5b a 5 = 5b a 5 = 8 (5b + a ) = (5b - a ) c. Rangkuman kegiatan belajar :. Rumus Jarak Diberikan titik A(x + y + z ) dengan vektor posisi a = x y z dan titik B(x + y + z ) dengan vektor posisi b = x y z Jarak antara titik A dan titik B (perhatikan Gambar 5.5) adalah panjang vektor AB, yaitu AB AB = b - a = x y z x - y z x = y z x y z. Rumus Pembagian a. Pembagian Ruas Garis dalam Perbandingan m : n Misalkan suatu titik P membagi ruas garis AB dalam perbandingan m: n sedemikian rupa sehingga AP : PB = m : n. b. Rumus Pembagian dalam Bentuk Vektor Jika p adalah vektor posisi titik P yang membagi AB dengan perbandingan m : n, P antara A dan B, maka 8

49 p = mb na m n d. Tugas Kegiatan Belajar Kerjakan soal-soal yang terdapat dalam LKS tentang rumus jarak, perbandingan, perkalian skalar, proyeksi, dan perkalian silang vektor untuk dipresentasikan. e. Tes Formatif. Sebuah pesawat terbang tinggal landas dari bandaraadi Sucipto menuju bandara Soekarno-Hatta. Berapakah jarak yang ditempuh pesawat terbang tersebut bila pesawat tersebut bergerak dari titik x (00, 60, 8) km menuju kota Jakarta sebelum mendarat yang berposisi di titiky (00, 0, 8) km?. Hitung jarak antara titik-titik berikut! a. O (0,0,0) dan P (,, ). Tunjukkan bahwa P(,, -), Q(-9, -, ), dan R(9, 8, ) adalah titik-titik sudut segitiga sama kaki!. Pergunakan rumus p = mb na untuk menyatakan vektor-vektor posisi dari titik berikut m n dengan a dan b a. C, membagi AB dengan perbandingan : b. D, membagi AB dengan perbandingan : - f. Kunci Jawaban. Jarak yang di tempuh pesawat terbang yang tinggal landas menuju Jakarta di hitung dengan rumus jarak: r = x x y y z z Posisi awal pesawat terbang adalah x (00, 60, 8) km dengan titik tujuannya adalah y (00, 0, 8) km. Jadi jarak yang ditempuh pesawat tersebut adalah r = = 0 00 = = 60 9

50 = 0,97 km. O = 0 P = 0 0 OP = OP = = OP = 8, Untuk menyelesaikan soal di atas dilakukan langkah-langkah berikut. Contoh di atas memberikan informasi tersusunnya bangun segitiga sikusiku sama kaki oleh tiga buah titik, yaitu P(,, -), Q(-9, -, ), dan R(9, 8, ). Dari informasi tersebut, kita akan memperlihatkan dengan menggunakan rumus jarak bahwa segitiga PQR yang disusun dari titik-titik P, Q, dan R memang siku-siku sama kaki.. Sebuah segitiga dikatakan sama kaki jika ada dua sisinya yang sama panjang, Dan sebuah segitiga dikatakan siku-siku jika salah satu sudutnya 90, sehingga dalam segitiga tersebut berlaku teorema pythagoras. Untuk menghitung panjang sisi-sisi segitiga yang akan dibuktikan bahwa segitiga itu siku-siku sama kaki, maka digunakan rumus jarak sebagai berikut. r = x x y y z z. Dari persamaan rumus jarak yang terdapat di langkah diperoleh sisi-sisi segitiga itu, yaitu PQ = 9 = 6 6 = 96 = PR = 8 9 = 6 6 = 96 = QR = = 00 8 = 506 = Dari hasil yang diperoleh di langkah (), dengan menerapkan teorema pythagoras diperoleh PQ = PR = QR =, 5 50

51 Jika dilihat panjang kedua sisi segitiga itu yaitu AB dan BC, maka segitiga itu adalah sama kaki, dan jika kita amati dalam segitiga tersebut berlaku teorema pythagoras yang menyatakan PQ + PR = QR. Jadi, segitiga ABC siku-siku di B dan sama kaki.. a. Untuk C, m : n = : b. Untuk D, m : n = : - Maka p = mb na m n Maka q = mb na m n = b a = b a = 5 (b + a ) = (b - a ) g. Lembar Kerja Siswa (LKS). Tunjukkan bahwa A(, 5, 7), B(8, 6, ), C(7,, -5), dan D(, 0, ) merupakan belah ketupat!. Tunjukkan bahwa A(,,-), B(, 5, 0) dan C(-,, ) adalah titik sudut - titik sudut segitiga siku-siku sama kaki!. Diketahui A(-, 0), B(6, 0), dan C(9, 0) adalah titik pada sumbu X. Carilah nilai perbandingan: a. OB : BC c. AB : BC e. OB : BA b. OC : CB d. OA : OB. Suatu ruas garis AE dibagi menjadi empat bagian yang sama oleh titik B, C, dan D. Carilah nilai-nilai perbandingan dari: a. AB : BD c. AE : EC e. DA : AC b. AB : AE d. BE : ED f. CE : EB 5. Titik-titik P, Q, dn R berturut-turut titik-titik tengah BC, CA, dan AB dari ABC; a, b, dan c adalah vektor-vektor posisi dari A, B, C Nyatakan p, q, dan r dengan a, b, dan c Nyatakan bahwa AP, BQ, clan CR dengan a, b, dan c Tunjukkan bahwa p + q + r = a + b + c Tunjukkan bahwa AP + BQ + CR = O 5

52 h. Tingkat Penguasaan Rumus : Jumlah Skor yang diperoleh Tingkat Penguasaan = x00% 5 Saran-saran yang harus Anda lakukan, sesuai dengan tingkat pengusaan yang telah Anda capai sebagai berikut:. > 80 % Bagus! Pertahankan prestasi yang telah Anda capai dan Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar % Anda masih perlu membaca kembali teks subkomptensi ini dengan lebih seksama, terutama bagian yang belum anda kuasai.. < 60 % Anda belum belajar bersungguh-sungguh, Anda harus mengejar ketinggalan dan bertanyalah pada guru mata pelajaran tentang kesulitan Anda. 5

53 . Kegiatan Belajar : Pembagian Dalam Bentuk Koordinat a. Tujuan Kegiatan Belajar : Setelah mempelajari uraian materi ini anda diharapkan dapat: ) Dapat menentukan hasil kali skalar dua vektor, ) Dapat memahami bentuk komponen perkalian skalar, ) Dapat mengetahui besar sudut antara dua vektor, ) Dapat menentukan sifat sifat perkalian skalar, 5) Dapat memahami proyeksi ortogonal suatu vektor pada vektor lain, 6) Dapat menentukan perkalian silang dua vektor. b. Uraian Materi : Pembagian Dalam Bentuk Koordinat Jika P (x p, y p, z p ) membagi ruas garis yang menghubungkan A (x, y, z ) dan B(x, y, z ) dengan perbandingan m : n, maka : x p = mx nx my ; ny yp = ; z p = m n m n mz nz m n Bukti : Dari rumus pembagian dalam bentuk vektor, yaitu x mb na p = ; di mana a = y m n z adalah vektor posisi dari titik A (x, y, z ) dapat diubah menjadi: b = x y z adalah vektor posisi dari titik B(x, y, z ) 5

54 A (x, y, z P (x p, y p, z p ) B(x, y, z ) x y z p p p = x x m y n y z z m n m n x y z p p p = m n mx my mz nx ny nz a p b Sehingga diperoleh, O Gambar 5.5 titik Q membagi diluar x p = mx nx my ; ny yp = ; z p = m n m n mz nz (terbukti) m n contoh : Carilah koordinat titik P dan Q yang membagi garis yang menghubungkan A(,, 6) dan B(, 0, ) di dalam dan di luar dengan perbandingan : Jawab: (i) Titik P membagi di dalam A(,, 6) P (x p, y p, z p ) B(, 0, ) x p = y p = z p = 0 6 = = = = - 0 = a p b 6 6 = Jadi, koordinat P (,, ) O Gambar 5. Titik P membagi di dalam 5

55 (ii) Titik Q membagi di luar Q (x q, y q, z q ) A(,, 6) B(, 0, ) x q = y q = z q = 0 ( ) 6 = = - = Jadi, koordinat Q (, -, 0) = - q a b = 0 = 0 O Gambar 5.5 Titik Q membagi di luar. Hasil Kali Skalar Dua Vektor Hasil kali skalar dari vektor a dan b yang masing-masing bukan vektor nol dinyatakan dengan a b (dibaca a dot b). Perkalian skalar dari vektor a dan b adalah suatu bilangan real yang didefinisikan oleh: a b = a b cos ө ө adalah sudut antara a dan b, dengan 0 B л Jika a = 0 atau b = 0 maka a b = 0 dan sudut ө tidak tertentu. Tanda dari a b ditentukan oleh besarnya ө. Jika 0 ө < л, maka a b > 0 a. Jika ө = л, maka a b = 0 b a 55

56 . Jika л < ө л, maka a b < 0 a Gambar 5.6 Tanda dari a b berdasarkan besarnya ө Catatan. Karena cos ө = cos (-ө), maka arah pengukuran ө dari a ke b atau dari b ke a tidak menjadi soal.. Bila a ± b, maka a b = 0. Hasil kali skalar dua vektor bukanlah suatu vektor melainkan suatu bilangan (skalar).. Bentuk Komponen Perkalian Skalar Misalkan A(a, a, a ) dan B(b, b, b ), maka: OA = a a a AB = ( b a a) ( b a ) ( b ) Z Y B(b, b, b ) b A(a, a, a ) a O X Gambar 5.7 Bentuk komponen perkalian skalar 56

57 57 Dengan menggunakan aturan cosinus pada AOB, maka: AB = OA + OB - OA OB cos ө (b - a ) + (b a ) + (b a ) = (a + a + a ) + (b + b + b ) a b cos ө - a b - a b - a b = a b cos ө a b + a b + a b = a b cos ө a b + a b + a b = a b atau a b = a b + a b + a b Jika a = a a a dan b = b b b maka ; a b = a a a b b b = a b + a b + a b Contoh : Jika A(, 5, 8), B(-,, ), dan C(, -6, 0), AB = u dan BC = v, hitunglah u v Jawab: u = AB = b - a = = 5 s v = BC = c - b = = 7 u v = 5 7 = -() + (-)(-7) + (-5)(-) = =

58 . Besar Sudut Antara Dua Vektor Jika dua vektor a dan b bertemu pada satu titik, maka sudut antara dua vektor tersebut adalah sudut yang dibentuk oleh kaki vektor a dan kaki vektor b. Sudut yang diambil adalah sudut terkecil. Sudut Dari rumus: a b = a b + a b + a b a b = a b cos ө Gambar 5.8 Sudut antara dua vektor Diperoleh: cos ө = a b = a b a a a b a b a a b b b b Contoh: Carilah besar sudut antara a dan b, bila a = i + j + k dan b = - i + j + k Jawab: Langkah penyelesaian untuk contoh di atas adalah. Contoh di atas memberikan informasi adanya dua vektor berarah a dan b yang memiliki satuan-satuan a = i + j + k dan b = - i + j + k. Kedua vektor di atas akan diolah untuk memperoleh besar sudut antara a dan b. Untuk memperoleh besar sudut a dan b, maka digunakan rumus perkalian skalar antara a dan b, sehingga a b = a b cos ө cos ө = a b a b 58

59 59. Dari langkah () kita memperoleh vektor satuan-vektor satuan dari vektor a dan b, yaitu a = ; b = 5. Dari langkah () didapatkan: a b = = - + = - cos ө = b a a b = = 6 ө = arc cos = 0 0. Sifat-Sifat Perkalian Skalar a. Sifat-Sifat yang Berlaku pada Perkalian Skalar Misalkan a = a a a, b = b b b, dan c = c c c adalah vektor-vektor di R yang dinyatakan dalam bentuk vektor kolom di mana berlaku sifat-sifat sebagai berikut.. Komutatif, yaitu a b atau dari b a. Distributif perkalian skalar terhadap penjumlahan, yaitu a (b + c ) = a b + a c Bukti :. a b = a a a b b b = a b + a b + a b = b a + b a + b a = b a Jadi, a b = b a terbukti bahwa pada perkalian skalar bersifat komutatif.

60 . b + c = b b b + c c c = b c b c b c a (b + c ) = a a a b c b c b c = a (b +c ) + a (b +c ) + a (b +c ) = (a b + a b + a b ) + (a c + a c + a c ) = a b + a c Jadi, a (b + c ) = a b + a c terbukti adanya sifat distributif. b. Hal-Hal Mengenai Perkalian Skalar Hal-hal mengenai perkalian skalar yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.. Tidak tertutup, sebab a b bukan vektor.. Tidak mempunyai elemen identitas, sebab a c = a tidak mungkin.. Tidak memiliki elemen invers, sebab a c bukan vektor.. Tidak asosiatif, sebab a (b + c ) dan ( a b ) c ) tidak berarti. Contoh: Jika a =, b = 6 dan besar sudut antara a dan b adalah л Carilah: a. a (b + a ) b. b ( a + b ) Jawab: a. a (b + a ) = a b + a a = a b cos л + a = x 6 x + =

61 = 6 + b. b ( a + b ) = b a + b b = b a cos л + b = = + 6 = Proyeksi Ortogonal Suatu Vektor pada Vektor Lain Salah satu kegunaan dari perkalian skalar adalah untuk menentukan proyeksi ortogonal dari suatu vektor pada vektor lain. a. Proyeksi Skalar Ortogonal Proyeksi skalar ortogonal biasanya disingkat dengan proyeksi skalar saja atau sering dikatakan dengan panjang proyeksi vektor. Misalkan proyeksi OA pada OB adalah OC (perhatikan Gambar 5.9). A O C Gambar 5.9 Proyeksi skalar ortogonal OC = c disebut proyeksi skalar ortogonal a pada b. c = a cos (perhatikan AOC OC c pada Gambar 5.9 di mana cos = = OA a Dari rumus: a b = a b cos Diperolah : a b = a b cos (ruas kanan dan ruas kiri sama-sama dibagi dengan b ) 6

62 a cos = a b b pada gambar c = a cos Jadi, proyeksi skalar ortogonal a pada b adalah c = a b b Nilai proyeksi skalar ortogonal mungkin positif, nol, atau negatif, tergantung dan besamya sudut. Jika:. 0 < л, maka c positif. = л, maka c = 0. л < л, maka c negatif b. Proyeksi Vektor Ortogonal Proyeksi vektor OA pada OB adalah OC = c Vektor satuan dari c = satuan dari c c atau c = c, karena vektor c searah dengan vektor maka vektor b maka vektor satuan dari c adalah juga vektor satuan dari b sehingga OC = c = c a b = b vektor satuan dari b b = a b b b b Jadi, proyeksi vektor ortogonal a pada b adalah Contoh: Diketahui a = i - j + 6 k dan b = i + j + k 6

63 Carilah: a. proyeksi skalar ortogonal a pada b, b. proyeksi skalar ortogonal b pada a, dan c. proyeksi vektor ortogonal a pada b Jawab: a b = 6 = + (-6) + 6 = b a = a b = a = b = ( ) 6 = 9 6 = = 7 = a. Misalkan proyeksi skalar ortogonal a pada b adalah c di mana c = a b = b b. Misalkan proyeksi skalar ortogonal b pada a adalah d di mana d = b a a = 7 c. Misalkan proyeksi skalar ortogonal b pada a adalah c, dimana a b c = b = b (i + j + k ) = 9 i + j + k 8 8 = i + j + k Perkalian Silang Dua Vektor Perkalian silang vektor a dan b ditulis dengan a x b (dibaca a kros b) yang hasilnya adalah merupakan sebuah vektor. Bila c = a x b, harus dipenuhi syarat: 6

64 . c a. c b. Arah putaran dari a ke b menuju c. c = a b sin, di mana sudut antara a dan b Putar sekrup dari arah a ke b, maka sekrup akan bergerak ke arah c. Di mana c tegak lurus bidang yang dibentuk oleh a dan b. Jadi a x b = c Sebaliknya jika sekrup diputar dari arah b ke a, maka sekrup akan bergerak ke arah c negatif (- c). Jadi b x a = - c c = a x b Gambar 5.0 Arah putar sekrup Catatan Apabila a = 0 atau b = 0, maka a x b = 0 Gambar 5. Perkalian silang dua vektor dengan arah sumbu Y, a x b = c Kita tinjau untuk b x a, karena b x a harus memenuhi aturan putaran sekrup sehingga arah b x a berlawanan dengan arah a x b sedangkan besarnya tetap. Bila arah dari a x b adalah c, arah dari b x a adalah d, dapat dikatakan bahwa: a x b = - ( b x a ) Apabila: (a i, a j, a k ) dan (b i, b j, b k ), dapat dibuktikan bahwa: 6

65 c b a d = b x a Gambar 5. Perkalian silang dua vektor dengan arah berlawanan sumbu Y, b x a = d = - c a x b = i j k a a a b, b b Ruas kanan dari persamaan di atas adalah determinan berderajat tiga yang harganya dapat dicari dengan metode Sarrus sebagai berikut. i j k i j a a a a a b, b b b, b (-) (-) (-) (+) (+) (+) = (a b i + a b j + a b k ) (a b i + a b j + a b k ) S Contoh: Jika a = i - j + k dan b = i + j + k, carilah a x b dan b x a Jawab: a b = i j k i j - - = (-6i + j + k ) - (- k + i + 9 j ) = -6i + j + k + k - i - 9 j Tugas Vektor-vektor a = dan b = saling tegak kurus. Carilah nilai = -7i - 7 j + 7 k = - (7i + 7 j - 7 k ) 65

66 b a = i j k i j - - = ( i + 9 j - k ) ( k - 6i + j ) = i + 9 j - k ) k + 6i - = 7i + 7 j - 7 k a b = - (b a ) Sifat-Sifat Perkalian Silang Dua Vektor. Tidak komutatif. Untuk setiap vektor a dan b berlaku: a b = - ( b a ). Bersifat distributif terhadap penjumlahan Untuk setiap vektor a,b dan c berlaku: a (b + c ) = ( a b ) + ( a c ). Untuk setiap bilangan k dan vektor a dan b berlaku: k ( a b ) = (k a ) b = a (k b ). Untuk vektor satuan i, j, k berlaku: i i = 0 j j = 0 k k = 0 i j = k j k = i k i = j 5. Untuk setiap vektor a, berlaku a a = 0 6. a b menyatakan luas jajar genjang yang sisinya a dan b 7. a b menyatakan luas segitiga yang dua sisinya adalah a dan b 8. Jika a b = 0, a dan b bukan vektor nol, a a sejajar dengan b ( a // b ) 66

67 c. Rangkuman kegiatan belajar :. Hasil Kali Skalar Dua Vektor Hasil kali skalar dari vektor a dan b yang masing-masing bukan vektor nol dinyatakan dengan a b (dibaca a dot b). Perkalian skalar dari vektor a dan b adalah suatu bilangan real yang didefinisikan oleh: a b = a b cos ө ө adalah sudut antara a dan b, dengan 0 B л Jika a = 0 atau b = 0 maka a b = 0 dan sudut ө tidak tertentu.. Bentuk Komponen Perkalian Skalar Misalkan A(a, a, a ) dan B(b, b, b ), maka: OA = AB = a a a ( b a a) ( b a ) ( b ). Besar Sudut Antara Dua Vektor Jika dua vektor a dan b bertemu pada satu titik, maka sudut antara dua vektor tersebut adalah sudut yang dibentuk oleh kaki vektor a dan kaki vektor b. Sudut yang diambil adalah sudut terkecil.. Sifat-Sifat Perkalian Skalar a. Sifat-Sifat yang Berlaku pada Perkalian Skalar b. Hal-Hal Mengenai Perkalian Skalar Hal-hal mengenai perkalian skalar yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.. Tidak tertutup, sebab a b bukan vektor.. Tidak mempunyai elemen identitas, sebab a c = a tidak mungkin.. Tidak memiliki elemen invers, sebab a c bukan vektor.. Tidak asosiatif, sebab a (b + c ) dan ( a b ) c ) tidak berarti. 67

68 5. Proyeksi Ortogonal Suatu Vektor pada Vektor Lain a. Proyeksi Skalar Ortogonal Proyeksi skalar ortogonal biasanya disingkat dengan proyeksi skalar saja atau sering dikatakan dengan panjang proyeksi vektor. b. Proyeksi Vektor Ortogonal Proyeksi vektor OA pada OB adalah OC = c Vektor satuan dari c = vektor satuan dari c c atau c = c, karena vektor c searah dengan vektor maka b maka vektor satuan dari c adalah juga vektor satuan dari b sehingga OC = c = c vektor satuan dari b a b b = = a b b b b b Jadi, proyeksi vektor ortogonal a pada b adalah 6. Perkalian Silang Dua Vektor Perkalian silang vektor a dan b ditulis dengan a x b (dibaca a kros b) yang hasilnya adalah merupakan sebuah vektor. Bila c = a x b, harus dipenuhi syarat:. c a. c b. Arah putaran dari a ke b menuju c. c = a b sin, di mana sudut antara a dan b d. Tugas Kegiatan Belajar Diskusikan soal-soal LKS tentang pembagian dalam bentuk koordinat untuk dipresentasikan. 68

69 e. Tes Formatif. Jika P pada AB, carilah koordinat P, jika: a. A(-, -), B(, 7), dan AP : PB = : b. A(-, -, -), B(0, -5, ), dan AP : PB = :-. Carilah a b jika : a. a = i + j + k dan b = i + j - k b. a = 5i + j dan b = i - j + k. Carilah besar sudut AOB jika O titik pangkal untuk masirig-masing soal berikut ini! a. A(, 0, 0) dan B(,, 0).. Jika a =, b = 0, dan c = Carilah x bila a (b + c ) = a. a x f. Kunci Jawaban. a. Titik P membagi di dalam x p = y p = 7 9 = = 5 6 = = 5 Jadi, koordinat P (, ) b. Titik P membagi di dalam x q = y q = z q = 0 ( ) ( 5) ( ) ( ) ( ) = 9 = 9 = = - = = Jadi, koordinat Q (9, -, ) 69

70 70. a. a= b = a. b =. = ()() + ()() + ()(-) = 7 b. a= 0 5 b = a. b = 0 5. = (5)() + ()(-) + (0)() =. Langkah penyelesaian untuk contoh di atas adalah. Contoh di atas memberikan informasi adanya dua vektor berarah a dan b yang memiliki satuan-satuan a = i dan b = i + j. Kedua vektor di atas akan diolah untuk memperoleh besar sudut antara a dan b. Untuk memperoleh besar sudut a dan b, maka digunakan rumus perkalian skalar antara a dan b, sehingga a b = a b cos ө cos ө = b a a b. Dari langkah () kita memperoleh vektor satuan-vektor satuan dari vektor a dan b, yaitu a = 0 0 ; b = 0 5. Dari langkah () didapatkan: a b = =

71 7 cos ө = b a a b = = ө = arc cos = 0 0. a =, b =, dan c = x 0 Carilah x bila a (b + c ) = a. a. + x 0 =. x 6 = ()() + (-)(6) + ()(x) = -5 + x -x = -5 x = 5 g. Lembar Kerja Siswa (LKS). Diketahui a = i + j b = i - j + k c = j - k Carilah : a. a b d. ( a b ) + ( a c ) b. b a e. b c c. a c f. a (b + c ). Carilah luas ABC yang titik-titik sudutnya A(, -, ), B(, -, ), dan C(-,, ). Diketahui a = 0i + j + k dan b = xi + j + k, jika a b =, carilah x.. Diketahui O(0, 0), A(, ), B(, ), dan C(6, 6). Hitung luas segi empat OABC.

72 5. Diketahui A(, -, ), B(-,, ), dan C(x, y, z) agar vektor posisi dari C tegak lurus pada vektor posisi dari titik A dan B, tentukan koordinat C h. Tingkat Penguasaan Rumus : Jumlah Skor yang diperoleh Tingkat Penguasaan = x00% 5 Saran-saran yang harus Anda lakukan, sesuai dengan tingkat pengusaan yang telah Anda capai sebagai berikut:. > 80 % Bagus! Pertahankan prestasi yang telah Anda capai dan Anda dapat meneruskan dengan kegiatan belajar % Anda masih perlu membaca kembali teks subkomptensi ini dengan lebih seksama, terutama bagian yang belum anda kuasai.. < 60 % Anda belum belajar bersungguh-sungguh, Anda harus mengejar ketinggalan dan bertanyalah pada guru mata pelajaran tentang kesulitan Anda. 7

73 BAB III EVALUASI Evaluasi Kompetensi (Waktu x 5 Menit). Diketahui titik A (,-) dan titik B (-,5). Ruas garis berarah AB sebagai wakil vektor p dan ruas garis berarah BA sabagai wakil vektor q. Tentukan vektor p dan vektor q dalam bentuk vektor kolom.. Diketahui vektor a =, vektor b =, c = a) Tentukan apakah a + b = b + a b) Periksalah apakah a + b = b + a c) Tentukan ( a + b ) + c = a + (b + c ) d) Periksalah apakah ( a + b ) + c = a + (b + c ) 9. Diketahui vektor p =, vektor q =, dan vektor r = 6 8 Tentukan p, q, dan r!. Diketahui titik A (, 7) dan titik B (, ). Titik C adalah sebuah titik pada garis hubung AB sehingga AC = AB a. Tentukan vektor yang diwakili oleh ruas garis berarah AB b. Tentukan vektor yang diwakili oleh ruas garis berarah AC c. Tentukan koornidat titik C 5. Diketahui vektor a =, vektor b =,dan vektor c = Tentukan a. c b. a b 6. Misalkan diketahui vektor a =, tentukan vektor satuan dari vektor a 7

74 7. Diketahuhi vektor a = dan vektor b = a) Tentukan a + b dan b + a b) Periksalah apakah a + b = b + a 8. Vektor posisi titik A dan titik B berturut turut adalah a dan b. Titik C dan titik D pada ruas garis AB sehungga AC : CB = : dan AD : DC = : - a) Tentukan vektor posisi titik C b) Tentukan vektor posisi titik D 9. Diketahui ruas garis PQ dengan koordinat titik P(,, -) dan koordinat titik Q (7, -, 9). Titik R membagi ruas garis PQ dengan perbandingan :. tentukan koordinat titik R. 0.Panjang vektor a dan panjang vektor b masing masing adalah satuan dan 5 satuan. Besar sudut antara vektor a dan panjang vektor b sama dengan 60 0 Hitung hasil kali skalar antara vektor a dengan vektor b 7

75 SISTEM PENILAIAN Sub Kompetensi (Kode) Mata Pelajaran : Matematika Kompetensi : Menerapkan Vektor Alokasi Waktu : 0 Jam Metode Penilaian Penilaian Instrumen Nilai Total nilai K. Pemberian LKS 0 0 Tugas Uraian Tes Formatif 0 Objektif K. Pemberian LKS 0 0 Tugas Uraian Tes Formatif 0 Objektif K. Pemberian LKS 0 0 Tugas Uraian Tes Formatif 0 Objektif K. Pemberian LKS 0 0 Tugas Uraian Tes Formatif 0 Objektif Ulangan Blok Evaluasi 0 belajar satu kompetensi Jumlah Nilai akhir 00 75

76 76 Kunci Jawaban Evaluasi. A (,-) x a =, y a = - dan B (-,5) x b = -, y b = 5 p = AB = a b a b y y x x = 5 = 7 q = BA = b a b a y y x x = 5 = 7 Jadi, vektor p = AB = 7 dan vektor q = BA = 7. a). a + b = + = = 5 b + a = + = = 5 b). Berdasarkan hasil hasil perhitungan yang diperoleh pada a) ; a + b = 5 b + a = 5 jadi, a + b = b + a Meskipun bukan merupakan bukti, tetapi hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa penjumlahan vekor dalam bidang bersifat komutatif. c). Dengan menggunakan hasil a) : ( a + b ) + c = 5 + = 5 = 6 Dihitung terlebih dahulu (b + c ) = = 7 a + (b + c ) = + 7 = 7 = 6

77 77 d). Dengan menggunakan hasil hasil perhitungan pada bagian c), diperoleh : a + (b + c ) = 6 ( a + b ) + c = 6 jadi, ( a + b ) + c = a + (b + c ) Meskipun bukan merupakan bukti, tetapi hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa penjumlahan vektor dalam bidang bersifat asosiatif.. p = = = q = 6 9 = 6 9 = r = 8 = 8 =. a). Koordinat titik A (, 7), maka OA = a = 7 Koordinat titik B (, ), maka OB = b = AB = b - a = - 7 = 7 = 6 Jadi, ruas garis berarah AB = 6 b). AC = AB = 6 = jadi, ruas garis berarah AC = c). Misalkan koordinat titik C adalah (x,y), maka OC = c = y x

78 x AC = c - a = - y x = 7 y 7 Dengan menggunakan hasil perhitungan b), diperoleh hubungan ; x = y 7 Berdasarkan hubungan vektor di atas, diperolah : x =, menghasilkan x = y 7 = -, menghasilkan y = 5 jadi, koordinat titik C adalah (,5) 5. a). c = ( ) () = 0 = 5 Jadi, panjang vektor c adalah c = 5 satuan panjang. b). a + b = a b = + = ( ) ( ) = 5 = 5 Jadi, panjang vektor a + b adalah a b = 5 satuan panjang. 6. Mula mula ditentukan terlebih dahulu panjangf dari vektor a a = ( ) ( ) = 5 = 5 Vektor satuan dari a adalah e = a = 5 a = 5 5 Jadi, vektor satuan dari a = adalah e = a). a + b = 5 + = 78

79 b + a = + = 5 b). Dengan menggunakan hasil hasil perhitungan pada bagian a), diperoleh : 5 a + b = 5 b + a = jadi, a + b = b + a Meskipun bukan merupakan bukti, tetapi hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa penjumlahan vektor dala ruang bersifat komutatif. 8. a). Titik C pada ruas garis AB sehingga AC : CB = : atau m = dan n = Vektor posisi titik C adalah vektor c ditentukan oleh: c = mb m na n c = b a c = (b + a ) = ( a + b ) Jadi, vektor posisi titik C adalah = c = ( a + b ) b). Titik D pada ruas garis AB sehingga AD : DB = : - atau m = dan n = - vektor posisi titik D adalah vektor d ditentukan oleh : d = mb m na n d = b a d = (b - a ) Jadi, vektor posisi titik D adalah = d = (b - a ) 79

80 9. Titik R membagi ruas garis PQ dengan P(,, -) Q(7, -, 9) perbandingan : atau PR : RQ = : sebagaimana diperlihatkan pada gambar di samping. Misalkan koordinat titk R(x, y, z), maka berdasarkan rumus perbandingan koordinat titik titik di ruang dengan m = dan n =, diperoleh : 7 x = y = 9 z = = = = Jadi, koordinat titik R adalah (., ) R 0. Berdasarkan definisi, hasil kali skalar antara vektor a dengan vektor b ditentukan oleh : a.b = a b cos a.b = x 5 x cos 60 0, sebab (sudut antara vektor a dengan vektor b ) = 60 0 a.b = x 5 x = 0 Jadi, hasil kali skalar antara vektor a dengan vektor b adalah a.b =0 80

81 BAB IV PENUTUP Sebagai tindak lanjut seluruh kegiatan belajar dalam Modul Eksponen ini adalah :. Jika hasil evaluasi terhadap penguasaan kompetensi mencapai 75 % atau lebih, maka siswa dapat melanjutkan ke modul berikutnya.. Siswa dapat melanjutkan ke modul berikutnya setelah memperoleh rekomendasi dari guru mata pelajaran matematika.. Peserta didik yang masih belum mencapai penguasaan kompetensi 75 %, maka siswa harus mengulang secara keseluruhan atau bagian-bagian tahap kegiatan belajar yang belum dikuasai dengan baik.. Kemungkinan diberikannya pembelajaran remedial bagi yang memperoleh nilai yang lebih kecil dari 6, terutama terhadap siswa yang memperoleh nilai terendah. 5. Pengayaan serta akselerasi bagi siswa yang berprestasi juga dimungkinkan sesuai dengan ketersediaan waktu 8

82 Daftar Pustaka Sunardi, H. Dkk 005. MATEMATIKA Untuk SMA Kelas XII Program Studi Ilmu Alam. Jakarta : Bumi Akasara. Wirodikromo, S Matematika Untuk SMA Kelas XII Program Studi Ilmu Alam. Penerbit : Erlangga 8

VEKTOR. 45 O x PENDAHULUAN PETA KONSEP. Vektor di R 2. Vektor di R 3. Perkalian Skalar Dua Vektor. Proyeksi Ortogonal suatu Vektor pada Vektor Lain

VEKTOR. 45 O x PENDAHULUAN PETA KONSEP. Vektor di R 2. Vektor di R 3. Perkalian Skalar Dua Vektor. Proyeksi Ortogonal suatu Vektor pada Vektor Lain VEKTOR y PENDAHULUAN PETA KONSEP a Vektor di R 2 Vektor di R 3 Perkalian Skalar Dua Vektor o 45 O x Proyeksi Ortogonal suatu Vektor pada Vektor Lain Soal-Soal PENDAHULUAN Dalam ilmu pengetahuan kita sering

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Tondano, Februari 2008 PENULIS

Kata Pengantar. Tondano, Februari 2008 PENULIS DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI MANADO JURUSAN MATEMATIKA 008 Kata Pengantar Puji syukur saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, oleh karena berkat dan penyertaan-nya sehingga

Lebih terperinci

VEKTOR II. Tujuan Pembelajaran

VEKTOR II. Tujuan Pembelajaran Kurikulum 03 Kelas X matematika PEMINATAN VEKTOR II Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut.. Memahami tentang pembagian vektor.. Memahami tentang

Lebih terperinci

MATEMATIKA. Sesi VEKTOR A. DEFINISI VEKTOR. a. Unsur-Unsur Vektor. b. Notasi Vektor

MATEMATIKA. Sesi VEKTOR A. DEFINISI VEKTOR. a. Unsur-Unsur Vektor. b. Notasi Vektor MATEMATIKA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN Sesi NGAN VEKTOR A. DEFINISI VEKTOR Vektor adalah ruas garis yang memiliki nilai dari arah. Nilai vektor disini adalah panjang vektor. Vektor adalah notasi

Lebih terperinci

MODUL MATEMATIKA. Turunan UNIVERSITAS NEGERI MANADO

MODUL MATEMATIKA. Turunan UNIVERSITAS NEGERI MANADO MODUL MATEMATIKA Turunan UNIVERSITAS NEGERI MANADO FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA 2008 1 KATA PENGANTAR Modul pembelajaran ini di rancang untuk membimbing peserta didik

Lebih terperinci

Sistem Koordinat Kartesian Tegak Lurus dan Persamaan Garis Lurus

Sistem Koordinat Kartesian Tegak Lurus dan Persamaan Garis Lurus Modul 1 Sistem Koordinat Kartesian Tegak Lurus dan Persamaan Garis Lurus Drs. Sukirman, M.Pd. D alam Modul Pertama ini, kita akan membahas tentang Sistem Koordinat Kartesian Tegak Lurus dan Persamaan Garis

Lebih terperinci

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR VEKTOR DAN SKALAR Materi pokok pertemuan ke I: 1. Vektor dan skalar 2. Komponen vektor 3. Operasi dasar aljabar vektor URAIAN MATERI Masih ingatkah Anda tentang vektor? Apa beda vektor dengan skalar? Ya,

Lebih terperinci

VEKTOR 2 SMA SANTA ANGELA. A. Pengertian Vektor Vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Dilambangkan dengan :

VEKTOR 2 SMA SANTA ANGELA. A. Pengertian Vektor Vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Dilambangkan dengan : 1 SMA SANTA ANGELA VEKTOR A. Pengertian Vektor Vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Dilambangkan dengan : A B Keterangan : Titik A disebut titik Pangkal Titik B disebut titik Ujung Dinotasikan

Lebih terperinci

BESARAN VEKTOR. Gb. 1.1 Vektor dan vektor

BESARAN VEKTOR. Gb. 1.1 Vektor dan vektor BAB 1 BESARAN VEKTOR Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan definisi vektor, dan representasinya dalam sistem koordinat cartesius 2. Menjumlahkan vektor secara grafis dan dengan vektor komponen 3. Melakukan

Lebih terperinci

Perkalian Titik dan Silang

Perkalian Titik dan Silang PERKALIAN TITIK DAN SILANG Materi pokok pertemuan ke 3: 1. Perkalian titik URAIAN MATERI Perkalian Titik Perkalian titik dari dua buah vektor dan dinyatakan oleh (baca: titik ). Untuk lebih jelas, berikut

Lebih terperinci

BAB 1 BESARAN VEKTOR. A. Representasi Besaran Vektor

BAB 1 BESARAN VEKTOR. A. Representasi Besaran Vektor BAB 1 BESARAN VEKTOR TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan definisi vektor, dan representasinya dalam sistem koordinat cartesius 2. Menjumlahan vektor secara grafis dan matematis 3. Melakukan perkalian vektor

Lebih terperinci

VEKTOR. Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3. Liduina Asih Primandari, S.Si., M.Si.

VEKTOR. Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3. Liduina Asih Primandari, S.Si., M.Si. VEKTOR 1 A. Definisi vektor Beberapa besaran Fisika dapat dinyatakan dengan sebuah bilangan dan sebuah satuan untuk menyatakan nilai besaran tersebut. Misal, massa, waktu, suhu, dan lain lain. Namun, ada

Lebih terperinci

VEKTOR A. Vektor Vektor B. Penjumlahan Vektor R = A + B

VEKTOR A. Vektor Vektor B. Penjumlahan Vektor R = A + B Amran Shidik MATERI FISIKA KELAS X 11/13/2016 VEKTOR A. Vektor Vektor adalah jenis besaran yang mempunyai nilai dan arah. Besaran yang termasuk besaran vektor antara lain perpindahan, gaya, kecepatan,

Lebih terperinci

Vektor dan Operasi Dasarnya

Vektor dan Operasi Dasarnya Modul 1 Vektor dan Operasi Dasarnya Drs. Sukirman, M.Pd. D PENDAHULUAN alam modul ini disajikan pengertian vektor, aljabar vektor dan aplikasinya dalam geometri. Aljabar vektor membicarakan penjumlahan

Lebih terperinci

BESARAN SKALAR DAN VEKTOR. Besaran Skalar. Besaran Vektor. Sifat besaran fisis : Skalar Vektor

BESARAN SKALAR DAN VEKTOR. Besaran Skalar. Besaran Vektor. Sifat besaran fisis : Skalar Vektor PERTEMUAN II VEKTOR BESARAN SKALAR DAN VEKTOR Sifat besaran fisis : Skalar Vektor Besaran Skalar Besaran yang cukup dinyatakan oleh besarnya saja (besar dinyatakan oleh bilangan dan satuan). Contoh : waktu,

Lebih terperinci

Definisi Jumlah Vektor Jumlah dua buah vektor u dan v diperoleh dari aturan jajaran genjang atau aturan segitiga;

Definisi Jumlah Vektor Jumlah dua buah vektor u dan v diperoleh dari aturan jajaran genjang atau aturan segitiga; BAB I VEKTOR A. DEFINISI VEKTOR 1). Pada mulanya vektor adalah objek telaah dalam ilmu fisika. Dalam ilmu fisika vektor didefinisikan sebagai sebuah besaran yang mempunyai besar dan arah seperti gaya,

Lebih terperinci

VEKTOR. maka a c a c b d b d. , maka panjang (besar/nilai) vector u ditentukan dengan rumus. maka panjang vector

VEKTOR. maka a c a c b d b d. , maka panjang (besar/nilai) vector u ditentukan dengan rumus. maka panjang vector VEKTOR Bab a. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor. OA a ; OB b maka OA AB OB AB OB OA AB b a a u b dan c v d maka a c a c u v b d b d Contoh : Tentukan nilai x dan y dari x y + y = 8 Jawab : x + 8 + y =

Lebih terperinci

Outline Vektor dan Garis Koordinat Norma Vektor Hasil Kali Titik dan Proyeksi Hasil Kali Silang. Geometri Vektor. Kusbudiono. Jurusan Matematika

Outline Vektor dan Garis Koordinat Norma Vektor Hasil Kali Titik dan Proyeksi Hasil Kali Silang. Geometri Vektor. Kusbudiono. Jurusan Matematika Jurusan Matematika 1 Nopember 2011 1 Vektor dan Garis 2 Koordinat 3 Norma Vektor 4 Hasil Kali Titik dan Proyeksi 5 Hasil Kali Silang Definisi Vektor Definisi Jika AB dan CD ruas garis berarah, keduanya

Lebih terperinci

Ruang Vektor Euclid R 2 dan R 3

Ruang Vektor Euclid R 2 dan R 3 Ruang Vektor Euclid R 2 dan R 3 Kuliah Aljabar Linier Semester Ganjil 2015-2016 MZI Fakultas Informatika Telkom University FIF Tel-U September 2015 MZI (FIF Tel-U) Ruang Vektor R 2 dan R 3 September 2015

Lebih terperinci

BESARAN VEKTOR B A B B A B

BESARAN VEKTOR B A B B A B Besaran Vektor 8 B A B B A B BESARAN VEKTOR Sumber : penerbit cv adi perkasa Perhatikan dua anak yang mendorong meja pada gambar di atas. Apakah dua anak tersebut dapat mempermudah dalam mendorong meja?

Lebih terperinci

RANGKUMAN MATERI VEKTOR Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Matematika Sekolah Dosen Pembina: Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd.

RANGKUMAN MATERI VEKTOR Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Matematika Sekolah Dosen Pembina: Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd. RANGKUMAN MATERI VEKTOR Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Matematika Sekolah Dosen Pembina: Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd. Universitas Negeri Surabaya Oleh Abdul Hayyih (147785010) Kelas D PROGRAM

Lebih terperinci

Vektor di Bidang dan di Ruang

Vektor di Bidang dan di Ruang Vektor di Bidang dan di Ruang 4.1. Pengertian, notasi,dan operasi pada ektor Vektor merupakan istilah untuk menyatakan besaran yang mempunyai arah. Secara geometris, ektor dinyakan dengan segmen-segmen

Lebih terperinci

VII III II VIII HAND OUT PERKULIAHAN GEOMETRI ANALITIK

VII III II VIII HAND OUT PERKULIAHAN GEOMETRI ANALITIK HAND OUT PERKULIAHAN GEOMETRI ANALITIK A. Sistem Koordinat Tegak Lurus Suatu sistem koordinat tegak lurus disebut juga dengan sistem koordinat cartesian. Di dalam ruang, terdapat tiga buah garis lurus

Lebih terperinci

Matematika Teknik Dasar-2 4 Aljabar Vektor-1. Sebrian Mirdeklis Beselly Putra Teknik Pengairan Universitas Brawijaya

Matematika Teknik Dasar-2 4 Aljabar Vektor-1. Sebrian Mirdeklis Beselly Putra Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Matematika Teknik Dasar-2 4 Aljabar Vektor-1 Sebrian Mirdeklis Beselly Putra Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Kuantitas Skalar dan Vektor Kuantitas Fisis dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Kuantitas skalar:

Lebih terperinci

C. 9 orang B. 7 orang

C. 9 orang B. 7 orang 1. Dari 42 siswa kelas IA, 24 siswa mengikuti ekstra kurikuler pramuka, 17 siswa mengikuti ekstrakurikuler PMR, dan 8 siswa tidak mengikuti kedua ekstrakurikuler tersebut. Banyak siswa yang mengikuti kedua

Lebih terperinci

Pesawat Terbang. gaya angkat. gaya berat

Pesawat Terbang. gaya angkat. gaya berat Sumber: www.staralliance.com Pesawat Terbang Terbayangkah kalian dengan teknologi pesawat terbang? Alat transportasi ini diciptakan dengan teknologi yang canggih. Salah satunya adalah saat merancang konstruksi

Lebih terperinci

2. Tentukan persamaan garis yang melalui titik P (x 1,y 1,z 1 ) dan R (x 2,y 2,z 2 ) seperti yang ditunjukkan pada gambar. Z P Q R

2. Tentukan persamaan garis yang melalui titik P (x 1,y 1,z 1 ) dan R (x 2,y 2,z 2 ) seperti yang ditunjukkan pada gambar. Z P Q R . Jika dan vektor-vektor tak kolinear dan A = ( x + 4y ) + ( 2x + y + ) dan B = ( y 2x + 2 ) + ( 2x 3y -), maka carilah nilai x dan y sehingga 3A = 2B. Penyelesian: 3A = 2 B 3(x + 4y ) +3 ( 2x + y + )b

Lebih terperinci

Jika titik O bertindak sebagai titik pangkal, maka ruas-ruas garis searah mewakili

Jika titik O bertindak sebagai titik pangkal, maka ruas-ruas garis searah mewakili 4.5. RUMUS PERBANDINGAN VEKTOR DAN KOORDINAT A. Pengertian Vektor Posisi dari Suatu Titik Misalnya titik A, B, C Dan D. adalah titik sebarang di bidang atau di ruang. Jika titik O bertindak sebagai titik

Lebih terperinci

MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS

MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS 1 MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS Dalam matematika, sistem koordinat kartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang biasa disebut koordinat x (absis)

Lebih terperinci

kombinasi antara aljabar dan geometri. Dengan membuat korespondensi antara

kombinasi antara aljabar dan geometri. Dengan membuat korespondensi antara Sistem Koordinat Cartesius.. Geometri Analitik Geometri analitik adalah suatu cabang ilmu matematika yang merupakan kombinasi antara aljabar dan geometri. Dengan membuat korespondensi antara persamaan

Lebih terperinci

BAB MATRIKS. Tujuan Pembelajaran. Pengantar

BAB MATRIKS. Tujuan Pembelajaran. Pengantar BAB II MATRIKS Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi bab ini, Anda diharapkan dapat: 1. menggunakan sifat-sifat dan operasi matriks untuk menunjukkan bahwa suatu matriks persegi merupakan invers

Lebih terperinci

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian :

Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm. C. 26 cm B. 52 cm. D. 13 cm Kunci : C Penyelesaian : 1. Jika persegi panjang ABCD di atas diketahui OA = 26 cm, maka panjang BO adalah... A. 78 cm C. 26 cm B. 52 cm D. 13 cm 2. Gambar disamping adalah persegi panjang. Salah satu sifat persegi panjang adalah

Lebih terperinci

Modul 3 SIMETRI, PERSEGIPANJANG, PERSEGI, DAN KESEJAJARAN GARIS

Modul 3 SIMETRI, PERSEGIPANJANG, PERSEGI, DAN KESEJAJARAN GARIS Modul 3 SIMETRI, PERSEGIPANJANG, PERSEGI, DAN KESEJAJARAN GARIS A. Pengantar Materi yang akan di bahas pada kegiatan pembelajaran ini terdiri atas pengertian simetri lipat, simetri putar, setengah putaran,

Lebih terperinci

VEKTOR. Makalah ini ditujukkan untuk Memenuhi Tugas. Disusun Oleh : PRODI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

VEKTOR. Makalah ini ditujukkan untuk Memenuhi Tugas. Disusun Oleh : PRODI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN VEKTOR Makalah ini ditujukkan untuk Memenuhi Tugas Disusun Oleh : 1. Chrisnaldo noel (12110024) 2. Maria Luciana (12110014) 3. Rahmat Fatoni (121100) PRODI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

Lebih terperinci

Relasi, Fungsi, dan Transformasi

Relasi, Fungsi, dan Transformasi Modul 1 Relasi, Fungsi, dan Transformasi Drs. Ame Rasmedi S. Dr. Darhim, M.Si. M PENDAHULUAN odul ini merupakan modul pertama pada mata kuliah Geometri Transformasi. Modul ini akan membahas pengertian

Lebih terperinci

19. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah θ. = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a. a =

19. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah θ. = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a. a = 19. VEKTOR A. Vektor Secara Geometri 1. Ruas garis berarah AB = b a. Sudut antara dua vektor adalah θ 3. Bila AP : PB = m : n, maka: B. Vektor Secara Aljabar a1 1. Komponen dan panjang vektor: a = a =

Lebih terperinci

MATRIKS & TRANSFORMASI LINIER

MATRIKS & TRANSFORMASI LINIER MATRIKS & TRANSFORMASI LINIER Oleh : SRI ESTI TRISNO SAMI, ST, MMSI 082334051324 Daftar Referensi : 1. Kreyzig Erwin, Advance Engineering Mathematic, Edisi ke-7, John wiley,1993 2. Spiegel, Murray R, Advanced

Lebih terperinci

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 ) MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS Matriks adalah suatu susunan bilangan berbentuk segi empat dari suatu unsur-unsur pada beberapa sistem aljabar. Unsur-unsur tersebut bisa berupa bilangan dan juga suatu peubah.

Lebih terperinci

KEGIATAN BELAJAR SISWA

KEGIATAN BELAJAR SISWA KEGIATAN BELAJAR SISWA Bidang studi : Matematika Satuan Pendidikan: SLTP Kelas: 3 (tiga) Caturwulan: 1 (satu) Pokok Bahasan: Transformasi Subpokok Bahasan: Refleksi Waktu: 150 Menit Endang Mulyana 2003

Lebih terperinci

1. Jika B = {bilangan prima kurang dari 13} maka jumlah himpunan penyelesaiannya... A. 4

1. Jika B = {bilangan prima kurang dari 13} maka jumlah himpunan penyelesaiannya... A. 4 1. Jika B = {bilangan prima kurang dari 13} maka jumlah himpunan penyelesaiannya... A. 4 C. 6 B. 5 D. 7 Kunci : B B = (bilangan prima kurang dan 13) Anggota himpunan B = (2, 3, 5, 7, 11) Sehingga banyaknya

Lebih terperinci

KUMPULAN SOAL MATEMATIKA KELAS VIII (BSE DEWI N)

KUMPULAN SOAL MATEMATIKA KELAS VIII (BSE DEWI N) KUMPULAN SOAL MATEMATIKA KELAS VIII (BSE DEWI N) Kumpulan Soal Matematika Kelas VIII (BSE Dewi N) Faktorisasi Suku Aljabar A. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat. 1. Pada bentuk aljabar 2x2 + 3xy y2

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Surat Ijin Uji Coba Instrumen

LAMPIRAN 1. Surat Ijin Uji Coba Instrumen LAMPIRAN 1 Surat Ijin Uji Coba Instrumen LAMPIRAN 2 Surat Ijin Penelitian LAMPIRAN 3 Surat Keterangan Melakukan Uji Coba Instrumen LAMPIRAN 4 Surat Keterangan Melakukan Penelitian LAMPIRAN 5 Instrumen

Lebih terperinci

GESERAN atau TRANSLASI

GESERAN atau TRANSLASI GESERAN atau TRANSLASI Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Geometri Transformasi Dosen Pembimbing : Havid Risyanto, S.Si., M.Sc. D I S U S U N O L E H 1. AMILIA 1111050031 2. HAIRUDIN 1111050153 3.

Lebih terperinci

Vektor Ruang 2D dan 3D

Vektor Ruang 2D dan 3D Vektor Ruang 2D dan D Besaran Skalar (Tidak mempunyai arah) Vektor (Mempunyai Arah) Vektor Geometris Skalar (Luas, Panjang, Massa, Waktu dan lain - lain), merupakan suatu besaran yang mempunyai nilai mutlak

Lebih terperinci

Bab 3 KONSTRUKSI GEOMETRIS 3.1. KONSTRUKSI-KONSTRUKSI DASAR.

Bab 3 KONSTRUKSI GEOMETRIS 3.1. KONSTRUKSI-KONSTRUKSI DASAR. Bab 3 KONSTRUKSI GEOMETRIS Materi : Konstruksi-konstruksi dasar. Garis-garis lengkung. Gambar proyeksi. Gambar pandangan tunggal. Proyeksi ortogonal (gambar pandangan majemuk). 3.1. KONSTRUKSI-KONSTRUKSI

Lebih terperinci

SEGITIGA DAN SEGIEMPAT

SEGITIGA DAN SEGIEMPAT SEGITIGA DAN SEGIEMPAT A. Pengertian Segitiga Jika tiga buah titik A, B dan C yang tidak segaris saling di hubungkan,dimana titik A dihubungkan dengan B, titik B dihubungkan dengan titik C, dan titik C

Lebih terperinci

Matematika II : Vektor. Dadang Amir Hamzah

Matematika II : Vektor. Dadang Amir Hamzah Matematika II : Vektor Dadang Amir Hamzah sumber : http://www.whsd.org/uploaded/faculty/tmm/calc front image.jpg 2016 Dadang Amir Hamzah Matematika II Semester II 2016 1 / 24 Outline 1 Pendahuluan Dadang

Lebih terperinci

Hasil Kali Titik, Hasil Kali Silang, dan Hasil Kali Tripel

Hasil Kali Titik, Hasil Kali Silang, dan Hasil Kali Tripel BAB II HASIL KALI TITIK DAN SILANG A. HASIL KALI TITIK ATAU SKALAR Hasil kali titik atau skalar dari dua buah vektor A dan B yang dinyatakan oleh A B (dibaca A titik B ) didefinisikan sebagai hasil kali

Lebih terperinci

BAB III RUANG VEKTOR R 2 DAN R 3. Bab ini membahas pengertian dan operasi vektor-vektor. Selain

BAB III RUANG VEKTOR R 2 DAN R 3. Bab ini membahas pengertian dan operasi vektor-vektor. Selain BAB III RUANG VEKTOR R DAN R 3 Bab ini membahas pengertian dan operasi ektor-ektor. Selain operasi aljabar dibahas pula operasi hasil kali titik dan hasil kali silang dari ektor-ektor. Tujuan Instruksional

Lebih terperinci

DIKTAT MATEMATIKA II

DIKTAT MATEMATIKA II DIKTT MTEMTIK II (VEKTOR) Drs.. NN PURNWN, M.T JURUSN PENDIDIKN TEKNIK MESIN FKULTS PENDIDIKN TEKNOLOGI DN KEJURUN UNIVERSITS PENDIDIKN INDONESI 004 VEKTOR I. PENDHULUN 1.1. PENGERTIN Sepotong garis berarah

Lebih terperinci

b = dan a b= 22. Jika sudut antara a dan b adalah a, maka

b = dan a b= 22. Jika sudut antara a dan b adalah a, maka 1. Jika vektor p = i + 4j + 9k, q = 2i + 5 j 3k, p = 3i + j 2k dan, a = p 2q + 3r maka panjang vektor a =... 2. Diketahui vektor a 4i 5 j 3k = + dan titik ( 2, 1,3) P. Jika panjang PQ sama dengan panjang

Lebih terperinci

Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor

Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai saja. Contoh :

Lebih terperinci

A. Menentukan Letak Titik

A. Menentukan Letak Titik Apa yang akan Anda Pelajari? Koordinat Cartesius Mengenal pengertian dan menentukan gradien garis lurus Menentukan persamaan garis lurus Menggambar grafik garis lurus Menentukan Gradien, Persamaan garis

Lebih terperinci

Pengantar Vektor. Besaran. Vektor (Mempunyai Arah) Skalar (Tidak mempunyai arah)

Pengantar Vektor. Besaran. Vektor (Mempunyai Arah) Skalar (Tidak mempunyai arah) Pengantar Vektor Besaran Skalar (Tidak mempunyai arah) Vektor (Mempunyai Arah) Vektor Geometris Skalar (Luas, Panjang, Massa, Waktu dan lain - lain), merupakan suatu besaran yang mempunyai nilai mutlak

Lebih terperinci

Matematika Semester IV

Matematika Semester IV F U N G S I KOMPETENSI DASAR Mendeskripsikan perbedaan konsep relasi dan fungsi Menerapkan konsep fungsi linear Menggambar fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi trigonometri

Lebih terperinci

Soal No. 1 Perhatikan gambar berikut, PQ adalah sebuah vektor dengan titik pangkal P dan titik ujung Q

Soal No. 1 Perhatikan gambar berikut, PQ adalah sebuah vektor dengan titik pangkal P dan titik ujung Q Soal No. 1 Perhatikan gambar berikut, PQ adalah sebuah vektor dengan titik pangkal P dan titik ujung Q a) Nyatakan PQ dalam bentuk vektor kolom b) Nyatakan PQ dalam bentuk i, j (vektor satuan) c) Tentukan

Lebih terperinci

A. Pengantar B. Tujuan Pembelajaran Umum C. Tujuan Pembelajaran Khusus

A. Pengantar B. Tujuan Pembelajaran Umum C. Tujuan Pembelajaran Khusus Modul 4 SEGIEMPAT A. Pengantar Materi yang akan di bahas pada kegiatan pembelajaran ini terdiri atas pengertian berbagai macam segiempat: jajargenjang, belah ketupat, layang-layang dan trapesium. Disamping

Lebih terperinci

PENERAPAN FAKTOR PRIMA DALAM MENYELESAIKAN BENTUK ALJABAR (Andi Syamsuddin*)

PENERAPAN FAKTOR PRIMA DALAM MENYELESAIKAN BENTUK ALJABAR (Andi Syamsuddin*) PENERAPAN FAKTOR PRIMA DALAM MENYELESAIKAN BENTUK ALJABAR (Andi Syamsuddin*) A. Faktor Prima Dalam tulisan ini yang dimaksud dengan faktor prima sebuah bilangan adalah pembagi habis dari sebuah bilangan

Lebih terperinci

MATEMATIKA. Pertemuan 2 N.A

MATEMATIKA. Pertemuan 2 N.A MATEMATIKA Pertemuan 2 N.A [email protected] Awali setiap aktivitas dengan membaca Basmallah Soal 1 (Operasi Bentuk Aljabar) Bentuk Sederhana dari adalah a. b. c. d. Pembahasan ( A ) Soal 2 (Pola

Lebih terperinci

Kumpulan Soal Matematika Kelas VIII (BSE Dewi N)

Kumpulan Soal Matematika Kelas VIII (BSE Dewi N) Faktorisasi Suku Aljabar A. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat. 1. Pada bentuk aljabar 2x 2 + 3xy y 2 terdapat... variabel. a. 1 c. 3 b. 2 d. 4 2. Suku dua terdapat pada bentuk aljabar... a. 2x 2 +

Lebih terperinci

MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS

MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS MODUL 1 SISTEM KOORDINAT KARTESIUS Dalam matematika, sistem koordinat kartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang

Lebih terperinci

LINGKARAN. Lingkaran. pusat lingkaran diskriminan posisi titik posisi garis garis kutub gradien. sejajar tegak lurus persamaan lingkaran

LINGKARAN. Lingkaran. pusat lingkaran diskriminan posisi titik posisi garis garis kutub gradien. sejajar tegak lurus persamaan lingkaran LINGKARAN Persamaan Persamaan garis singgung lingkaran Persamaan lingkaran berpusat di (0, 0) dan (a, b) Kedudukan titik dan garis terhadap lingkaran Merumuskan persamaan garis singgung yang melalui suatu

Lebih terperinci

Dimensi 3. Penyusun : Deddy Sugianto, S.Pd

Dimensi 3. Penyusun : Deddy Sugianto, S.Pd YAYASAN PENDIDIKAN KARTINI NUSANTARA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KARTINI I JAKARTA 2009 Dimensi 3 Penyusun : Deddy Sugianto, S.Pd YAYASAN PENDIDIKAN KARTINI NUSANTARA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KARTINI

Lebih terperinci

Geometri Ruang (Dimensi 3)

Geometri Ruang (Dimensi 3) Geometri Ruang (Dimensi 3) Beberapa Benda Ruang Yang Beraturan Kubus Tabung volume = a³ luas = 6a² rusuk kubus = a panjang diagonal = a 2 panjang diagonal ruang = a 3 r = jari-jari t = tinggi volume =

Lebih terperinci

SILABUS PEMELAJARAN. Indikator Pencapaian Kompetensi. Menjelaskan jenisjenis. berdasarkan sisisisinya. berdasarkan besar sudutnya

SILABUS PEMELAJARAN. Indikator Pencapaian Kompetensi. Menjelaskan jenisjenis. berdasarkan sisisisinya. berdasarkan besar sudutnya 42 43 SILABUS PEMELAJARAN Sekolah :... Kelas : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : Matematika Semester : II (dua) GEOMETRI Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya

Lebih terperinci

DALIL PYTHAGORAS DAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI

DALIL PYTHAGORAS DAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI DALIL PYTHAGORAS DAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI Segitiga 1. Beberapa sifat yang berlaku pada segitiga adalah : Jumlah sudut-sudut sembarang segitiga adalah 180 0 Pada segitiga ABC berlaku AC = BC B = A

Lebih terperinci

Modul ini adalah modul ke-7 dalam mata kuliah Matematika. Isi modul ini

Modul ini adalah modul ke-7 dalam mata kuliah Matematika. Isi modul ini PENDAHULUAN Modul ini adalah modul ke-7 dalam mata kuliah Matematika. Isi modul ini membahas tentang transformasi. Modul ini terdiri dari 2 kegiatan belajar. Pada kegiatan belajar 1 akan dibahas mengenai

Lebih terperinci

OSN Guru Matematika SMA (Olimpiade Sains Nasional)

OSN Guru Matematika SMA (Olimpiade Sains Nasional) ocsz Pembahasan Soal OSN Guru 2012 OLIMPIADE SAINS NASIONAL KHUSUS GURU MATEMATIKA SMA OSN Guru Matematika SMA (Olimpiade Sains Nasional) Disusun oleh: Pak Anang Halaman 2 dari 26 PEMBAHASAN SOAL OLIMPIADE

Lebih terperinci

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3 11 II. M A T R I K S Untuk mencari pemecahan sistem persamaan linier dapat digunakan beberapa cara. Salah satu yang paling mudah adalah dengan menggunakan matriks. Dalam matematika istilah matriks digunakan

Lebih terperinci

Rasio. atau 20 : 10. Contoh: Tiga sudut memiliki rasio 4 : 3 : 2. tentukan sudut-sudutnya jika:

Rasio. atau 20 : 10. Contoh: Tiga sudut memiliki rasio 4 : 3 : 2. tentukan sudut-sudutnya jika: Rasio Rasio adalah perbandingan ukuran. Rasio digunakan untuk membandingkan besaran dengan pembagian. Misal dua segitiga memiliki bentuk yang sama tetapi ukurannya berbeda. Salah satu sisinya yang seletak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 2. Membagi keliling lingkaran sama besar.

BAB I PENDAHULUAN. 2. Membagi keliling lingkaran sama besar. BAB I PENDAHULUAN A. Deskripsi Judul modul ini adalah lingkaran, sedangkan yang akan dibahas ada tiga unit yaitu : 1. Menggambar lingkaran 2. Membagi keliling lingkaran sama besar. 3. Menggambar garis

Lebih terperinci

Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrume n. - Menentukan nilai. Tugas individu. (sinus, cosinus, tangen, cosecan, secan, dan

Silabus. Kegiatan Pembelajaran Instrume n. - Menentukan nilai. Tugas individu. (sinus, cosinus, tangen, cosecan, secan, dan Silabus Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Program Semester : SMK : MATEMATIKA : XI / TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN PERTANIAN : GANJIL Standar Kompetensi:7. Menerapkan perbandingan, fungsi,, dan identitas

Lebih terperinci

INSTRUMEN VALIDITAS DAN RELIABILITAS

INSTRUMEN VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN VALIDITAS DAN RELIABILITAS 79 80 UJI VALIDITAS ANGKET Data diri Nama Lengkap : Sekolah : Kelas : Petunjuk pengisian! Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan tentang cara-cara yang kamu gunakan

Lebih terperinci

Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat

Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat Modul 1 Fungsi Linear dan Fungsi Kuadrat Drs. Susiswo, M.Si. K PENDAHULUAN ompetensi umum yang diharapkan, setelah mempelajari modul ini, adalah Anda dapat memahami konsep tentang persamaan linear dan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah geometri selain aksioma diperlukan juga unsur-unsur tak terdefinisi. Untuk. 2. Himpunan titik-titik yang dinamakan garis.

II. TINJAUAN PUSTAKA. sebuah geometri selain aksioma diperlukan juga unsur-unsur tak terdefinisi. Untuk. 2. Himpunan titik-titik yang dinamakan garis. 5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Geometri Insidensi Suatu geometri dibentuk berdasarkan aksioma yang berlaku dalam geometrigeometri tersebut. Geometri insidensi didasari oleh aksioma insidensi. Di dalam sebuah

Lebih terperinci

MATEMATIKA. Sesi VEKTOR 2 CONTOH SOAL A. DEFINISI PERKALIAN TITIK

MATEMATIKA. Sesi VEKTOR 2 CONTOH SOAL A. DEFINISI PERKALIAN TITIK MATEMATIKA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN Sesi NGAN VEKTOR A. DEFINISI PERKALIAN TITIK Misal a a a a dan b b b b dua vektor di R. Perkalian titik dari a dan b, dinotasikan a badalah a b ab + ab + ab

Lebih terperinci

Vektor. Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang dinyatakan dengan vektor seperti : perpindahan, kecepatan dan percepatan.

Vektor. Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang dinyatakan dengan vektor seperti : perpindahan, kecepatan dan percepatan. Vektor Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang dinyatakan dengan vektor seperti : perpindahan, kecepatan dan percepatan. Skalar hanya memiliki besaran saja, contoh : temperatur,

Lebih terperinci

Bab 1 : Skalar dan Vektor

Bab 1 : Skalar dan Vektor Bab 1 : Skalar dan Vektor 1.1 Skalar dan Vektor Istilah skalar mengacu pada kuantitas yang nilainya dapat diwakili oleh bilangan real tunggal (positif atau negatif). x, y dan z kita gunakan dalam aljabar

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1 KELOMPOK TTW

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1 KELOMPOK TTW RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1 KELOMPOK TTW Nama Sekolah : SMP N Berbah Mata Pelajaran : Matematika Kelas/Semester : VII/Genap Alokasi Waktu : x 40 menit ( jam pelajaran) Standar Kompetensi :

Lebih terperinci

18. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah. a = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a = 2. Penjumlahan, pengurangan, dan perkalian vektor dengan bilangan real:

18. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah. a = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a = 2. Penjumlahan, pengurangan, dan perkalian vektor dengan bilangan real: 8. VEKTOR A. Vektor Secara Geometri. Ruas garis berarah AB = b a. Sudut antara dua vektor adalah. Bila AP : PB = m : n, maka: B. Vektor Secara Aljabar a. Komponen dan panjang vektor: a = a a a = a = a

Lebih terperinci

JARAK DUA TITIK KEGIATAN BELAJAR 2

JARAK DUA TITIK KEGIATAN BELAJAR 2 1 KEGIATAN BELAJAR 2 JARAK DUA TITIK Setelah mempelajari kegiatan belajar 2 ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. menghitung jarak dua titik di bidang, 2. menghitung jarak dua titik di ruang, 3. menentukan

Lebih terperinci

VEKTOR. Oleh : Musayyanah, S.ST, MT

VEKTOR. Oleh : Musayyanah, S.ST, MT VEKTOR Oleh : Musayyanah, S.ST, MT 1 2.1 ESRN SKLR DN VEKTOR Sifat besaran fisis : esaran Skalar Skalar Vektor esaran yang cukup dinyatakan oleh besarnya saja (besar dinyatakan oleh bilangan dan satuan).

Lebih terperinci

Bab 3. Persamaan Garis Lurus. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus.

Bab 3. Persamaan Garis Lurus. Standar Kompetensi. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus. Bab 3 Persamaan Garis Lurus Standar Kompetensi Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis lurus. Kompetensi Dasar 1.4 Menentukan gradien, persamaan dan grafik garis lurus 3.1 Pengertian

Lebih terperinci

Lingkaran. A. Persamaan Lingkaran B. Persamaan Garis Singgung Lingkaran

Lingkaran. A. Persamaan Lingkaran B. Persamaan Garis Singgung Lingkaran Bab Sumber: www.panebiancod.com Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu merumuskan persamaan lingkaran dan menggunakannya dalam pemecahan masalah; menentukan persamaan garis singgung pada lingkaran

Lebih terperinci

Pembahasan Soal OSK SMA 2018 OLIMPIADE SAINS KABUPATEN/KOTA SMA OSK Matematika SMA. (Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Matematika SMA)

Pembahasan Soal OSK SMA 2018 OLIMPIADE SAINS KABUPATEN/KOTA SMA OSK Matematika SMA. (Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Matematika SMA) Pembahasan Soal OSK SMA 018 OLIMPIADE SAINS KABUPATEN/KOTA SMA 018 OSK Matematika SMA (Olimpiade Sains Kabupaten/Kota Matematika SMA) Disusun oleh: Pak Anang Pembahasan Soal OSK SMA 018 OLIMPIADE SAINS

Lebih terperinci

Aljabar Linier Elementer. Kuliah ke-9

Aljabar Linier Elementer. Kuliah ke-9 Aljabar Linier Elementer Kuliah ke-9 Materi kuliah Hasilkali Titik Proyeksi Ortogonal 7/9/2014 Yanita, FMIPA Matematika Unand 2 Hasilkali Titik dari Vektor-Vektor Definisi Jika u dan v adalah vektor-vektor

Lebih terperinci

SOAL 1. Diketahui bangun persegi panjang berukuran 4 6 dengan beberapa ruas garis, seperti pada gambar.

SOAL 1. Diketahui bangun persegi panjang berukuran 4 6 dengan beberapa ruas garis, seperti pada gambar. SOAL 1. Diketahui bangun persegi panjang berukuran 4 dengan beberapa ruas garis, seperti pada gambar. Dengan menggunakan ruas garis yang sudah ada, tentukan banyak jajar genjang tanpa sudut siku-siku pada

Lebih terperinci

BAB III MASALAH GEOMETRI DAN PEMECAHANNYA

BAB III MASALAH GEOMETRI DAN PEMECAHANNYA BB III MSLH GEOMETRI N PEMECHNNY Menurut Posamentier dan Stepelmen (1986), masalah dalam geometri mencakup: 1. Membuktikan teorema atau berbagai akibat situasi geometri secara sistematis a. menggunakan

Lebih terperinci

D. GEOMETRI 2. URAIAN MATERI

D. GEOMETRI 2. URAIAN MATERI D. GEOMETRI 1. TUJUAN Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta diklat memahami dan dapat menjelaskan unsur-unsur geometri, hubungan titik, garis dan bidang; sudut; melukis bangun geometri; segibanyak;

Lebih terperinci

BAB II BESARAN VEKTOR

BAB II BESARAN VEKTOR BAB II BESARAN VEKTOR.1. Besaran Skalar Dan Vektor Dalam fisika, besaran dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu besaran skalar dan besaran vektor. Besaran skalar adalah besaran yang dinyatakan dengan

Lebih terperinci

Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar. Tujuan Pembelajaran. Memahami konsep segi empat dan menentukan ukurannya.

Standar Kompetensi. Kompetensi Dasar. Tujuan Pembelajaran. Memahami konsep segi empat dan menentukan ukurannya. Standar Kompetensi 1 Memahami konsep segi empat dan menentukan ukurannya. Kompetensi Dasar 1. Mengidentifikasi sifat-sifat jajargenjang 2. Menghitung keliling dan luas jajargenjang serta menggunakan dalam

Lebih terperinci

MAKALAH VEKTOR. Di Susun Oleh : Kelas : X MIPA III Kelompok : V Adisti Amelia J.M.L

MAKALAH VEKTOR. Di Susun Oleh : Kelas : X MIPA III Kelompok : V Adisti Amelia J.M.L MAKALAH VEKTOR Di Susun Oleh : Kelas : X MIPA III Kelompok : V Adisti Amelia J.M.L PEMERINTAHAN KABUPATEN BOGOR SMAN 1 PAMIJAHAN 017 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha

Lebih terperinci

Hand-Out Geometri Transformasi. Bab I. Pendahuluan

Hand-Out Geometri Transformasi. Bab I. Pendahuluan Hand-Out Geometri Transformasi Bab I. Pendahuluan 1.1 Vektor dalam R 2 Misalkan u = (x 1,y 1 ), v = (x 2,y 2 ) dan w = (x 3,y 3 ) serta k skalar (bilangan real) Definisi 1. : Penjumlahan vektor u + v =

Lebih terperinci

B.1. Menjumlah Beberapa Gaya Sebidang Dengan Cara Grafis

B.1. Menjumlah Beberapa Gaya Sebidang Dengan Cara Grafis BAB II RESULTAN (JUMLAH) DAN URAIAN GAYA A. Pendahuluan Pada bab ini, anda akan mempelajari bagaimana kita bekerja dengan besaran vektor. Kita dapat menjumlah dua vektor atau lebih dengan beberapa cara,

Lebih terperinci

PERSIAPAN UN MATEMATIKA SMP 2014

PERSIAPAN UN MATEMATIKA SMP 2014 PERSIAPAN UN MATEMATIKA SMP 014 Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang benar! 1. Di suatu daerah yang berada pada ketinggian.500 meter di atas permukaan laut suhunya

Lebih terperinci

Menemukan Dalil Pythagoras

Menemukan Dalil Pythagoras Dalil Pythagoras Menemukan Dalil Pythagoras 1. Perhatikan gambar di bawah ini. Segitiga ABC adalah sebuah segitiga siku-siku di B dengan sisi miring AC. Jika setiap petak luasnya 1 satuan, tentukan luas

Lebih terperinci

50 LAMPIRAN NILAI SISWA SOAL INSTRUMEN Nama : Kelas : No : BERILAH TANDA SILANG (X) PADA JAWABAN YANG DIANGGAP BENAR! 1. Persegi adalah.... a. Bangun segiempat yang mempunyai empat sisi dan panjang

Lebih terperinci

BAB 2 ANALISIS VEKTOR

BAB 2 ANALISIS VEKTOR BAB ANALISIS VEKTOR A. Tujuan Umum Mahasiswa memahami pengertian vektor, operasi vektor, penjumlahan, pengurangan, perkalian dan kaedah aljabar vektor. B. Tujuan Khusus Mahasiswa dapat memahami konsep

Lebih terperinci

Datar Sederhana. Bab 4 Unsur-Unsur Bangun. Tema 9 Negara Kelas Dewi

Datar Sederhana. Bab 4 Unsur-Unsur Bangun. Tema 9 Negara Kelas Dewi Bab 4 Unsur-Unsur Bangun Datar Sederhana Tema 9 Negara Kelas Dewi Tujuan Pembelajaran Pembelajaran ini bertujuan agar kamu mampu: mengelompokkan bangun datar mengenal sisi-sisi bangun datar mengenal sudut-sudut

Lebih terperinci

BAB II V E K T O R. Untuk menyatakan arah vektor diperlukan sistem koordinat.

BAB II V E K T O R. Untuk menyatakan arah vektor diperlukan sistem koordinat. .. esaran Vektor Dan Skalar II V E K T O R da beberapa besaran fisis yang cukup hanya dinyatakan dengan suatu angka dan satuan yang menyatakan besarnya saja. da juga besaran fisis yang tidak cukup hanya

Lebih terperinci