ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL. Media Guru. Purwadi, M.Pd

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL. Media Guru. Purwadi, M.Pd"

Transkripsi

1 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL Purwadi, M.Pd Media Guru

2 ISO 9001: 2008 Document Development Compliance Manual Oleh: PURWADI, M.Pd. Editor : Tiara Desain Sampul : Bowo Tata letak : Rian Diterbitkan Oleh : Penerbit Media Guru website : [email protected] Ukuran : 15 x 23 cm Isi : vi hlm Cetakan : Pertama Tahun : 2012 ISBN. Hak Cipta 2012, pada penulis Hak Publikasi pada Penerbit Dilarang memperbanyak, memperbanyak sebagian atau seluruh isi dari buku ini dalam bentuk apapun, tanpa izin tertulis dari penerbit.

3 PRAKATA Mutu merupakan kata kunci dalam Era-Globalisasi yang ditandai dengan begitu banyaknya persaingan yang ketat pada saat ini. Keberhasilan sekolah Anda dalam upaya untuk menjadi pemenang dalam kompetisi, khususnya dalam dunia pendidikan, sangat ditentukan oleh nilai tambah dan kemampuan sekolah Anda dalam mengelola dan meningkatkan sumberdaya yang dimiliki oleh sekolah Anda sendiri. Maka sekolah Anda harus menyadari bahwa dalam proses perencanaan untuk memenuhi 8 standar pendidikan serta memenuhi harapan-harapan masyarakat. Sekolah Anda wajib untuk mengimplementasikan SMM ISO 9001:2008 yang fokus pada kepuasan warga sekolah menuju standar mutu pelayanan pendidikan. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di sekolah Anda adalah hal yang sangat penting. Mengapa demikian? Karena SMM ISO 9001:2008 memfokuskan pada peningkatan layanan pendidikan dari semua sektor layanan yang ada di sekolah Anda mulai dari WMM (wakil manajemen mutu), kurikulum, sarpras, humas, kesiswaan, SBI, BP/BK, Korma...untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih baik, mulai dari sistem administrasi pada semua sektor layanan di sekolah Anda, memiliki pengendalian pengarsipan, memiliki prosedur kerja yang oprasional dan terukur, memiliki acuan baku yang disepakati oleh semua warga sekolah, sehingga sekolah Anda dipastikan memiliki kinerja yang terukur dan terencana dengan jelas bahwa apapun yang dikerjakan pasti jelas hasilnya. Oleh karena itu, ada hal yang sangat penting bahwa penerapan SMM ISO 9001:2008 bukan hanya untuk memenuhi 8 standar pendidikan yang memenuhi kebutuhan masyarakat, namun juga untuk kepentingan sekolah Anda sendiri untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih pada ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL iii

4 produk yang sama dengan lembaga-lembaga yang lain. Maka tugas sekolah Anda yang sudah menerapkan SMM ISO 9001:2008 wajib untuk menjadi sekolah referensi bagi lembaga lain, jika sekolah Anda sudah mampu WIN (memenangkan) lembaga lain menjadi jagonya mutu seperti sekolah Anda, maka saya katakan bahwa sekolah Anda telah menemukan kekuatannya dengan SMM ISO 9001:2008. Pertanyaan saya: Apakah bisa sekolah Anda menjadi jagonya mutu? Jawabnya pasti BISA. Saya memastikan sekolah Anda dengan berjuang keras serta dibina oleh konsultan yang prima pasti meraih apa yang sekolah Anda mau. Selamat Berkaya Purwadi iv ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

5 DAFTAR ISI PRAKATA... iii DAFTAR ISI... v BAB 1. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: BAB 2. Simulation of ISO 9001: BAB 3. Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal BAB 4. Milestone ISO 9001: BAB 5. Check List Procedure Document ISO 9001: BAB 6. Check List Assessment for Education ISO 9001: BAB 7. Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan BAB 8. IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan BOOK REFERENCES

6

7 BAB 1 Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 Pendahuluan 0.1 Umum Penggunaan suatu sistem manajemen mutu merupakan suatu keputusan strategis pada sekolah Anda. Rancangan dan penerapan sistem manajemen mutu di sekolah Anda tentunya dipengaruhi oleh: a) Lingkungan sekolah, perubahan-perubahan dalam lingkungan sekolah Anda serta hal-hal terkait dengan lingkungan sekolah Anda. b) Kebutuhan sekolah Anda yang terus meningkat dan bervariasi. c) Peningkatan pada prestasi, lulusan, dedikasi, SDM yang diberikan oleh sekolah Anda. d) Proses-proses perencanaan sekolah Anda yang diterapkan. e) Ukuran serta struktur sekolah Anda. Tujuan SMM ISO 9001:2008 bukanlah untuk menyeragamkan struktur sistem manajemen mutu atau menyeragamkan dokumen di sekolah Anda. Persyaratan sistem manajemen mutu yang ditetapkan dalam standar Internasional ini bertujuan untuk melengkapi persyaratanpersyaratan produk mutu sekolah Anda yang mengacu pada 8 standar pendidikan khususnya di negara kita Indonesia. Jadi Informasi yang disebut CATATAN adalah panduan dalam memahami atau klarifikasi persyaratan yang terkait. Prinsip-prinsip manajemen mutu yang ditetapkan dalam SMM ISO 9001:2008 dengan berbagai pertimbangan pada peningkatan serta pengembangan standar Internasional. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 1

8 0.2 Pendekatan Proses Sekolah Anda perlu memahami bahwa Standar Internasional ini mampu mempromosikan serta mengembangkan pendekatan PROSES pada saat sekolah Anda memulai penerapan dan peningkatan efektivitas suatu sistem manajemen mutu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan cara memenuhi persyaratan pelanggan. Agar sekolah Anda bisa berfungsi dengan efektif, maka sekolah Anda harus menerapkan dan mengelola aktifitas-aktifitas yang saling terkait. Aktifitas atau sekumpulan aktifitas tersebut menggunakan sumber daya, kemudian mengelolanya agar mampu mengubah masukan-masukan menjadi keluaran-keluaran (output) yang dapat dipertimbangkan sebagai suatu proses perencanaan pengembangan sekolah Anda. Pada umumnya seringkali output dari suatu proses secara langsung merupakan masukanmasukan yang sangat berharga untuk proses perencanaan sekolah Anda berikutnya. Penerapan suatu sistem yang mengelola proses-proses sekolah dalam menjalankan perencanaannya serta indentifikasi dan interaksi antar proses-proses tersebut, dan pengelolaannya untuk menghasilkan suatu hasil yang diinginkan oleh sekolah Anda, inilah yang disebut dengan Pendekatan Proses. Keuntungan menerapkan prinsip pendekatan proses adalah pengendalian yang terus-menerus berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan antara proses-proses SDM dalam sistem proses perencanaannya, termasuk kombinasi, interaksinya, komunikasinya baik internal maupun eksternal. Pendekatan proses ini dalam sistem manajemen mutu menekankan pentingnya: a) Pendekatan proses digunakan untuk memahami dan memenuhi persyaratan-persyaratannya. b) Pendekatan proses adalah kebutuhan untuk mempertimbangkan proses-proses yang memberikan nilai tambah di sekolah Anda. 2 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

9 c) Dengan pendekatan proses diharapkan sekolah mendapatkan hasilhasil kinerja proses yang efektif. d) Sekolah Anda mengalami peningkatan secara berkelanjutan berdasarkan atas pengalaman dari proses-proses berdasarkan pada pengukuran tujuan sekolah. Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 benar-benar memfokuskan pada sistem yang dibangun bedasarkan persyaratan, tidak ada tujuan yang lain, kecuali untuk peningkatan kepuasan pelanggan di sekolah Anda (warga sekolah). Siapa pelanggan sekolah Anda? Siswa, Wali Murid, Guru, Staff, Karyawan, Kepala Sekolah, lembaga pemasok kebutuhan sekolah Anda, lembaga mitra sekolah Anda... Jadi SMM ISO 9001:2008 memerhatikan bahwa pelanggan memainkan peran yang sangat penting dalam menetapkan persyaratan-persyaratan sebagai masukan. Pemantauan kepuasan pelanggan di sekolah Anda dengan adanya evaluasi informasi terkait dengan bagaimana persepsi pelanggan terhadap sekolah Anda, sudahkan memenuhi persyaratan kepuasan pelanggan si sekolah Anda? Bagaimana metodologi sistem manajemen mutu, yaitu: Plan, Do, Check. Action (PDCA), dapat diterapkan di sekolah Anda pada semua unit kerja untuk menjalankan proses-proses perencanaannya? Plan : Pada tahap perencanaan ini sekolah Anda menetapkan sasaran atau target-target sekolah dan proses perencanaan yang diperlukan untuk memberikan hasil-hasil yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan kepuasan pada pelanggan di sekolah Anda serta kebijakan-kebijakan keputusan yang diambil oleh sekolah Anda. Do : melakukan serta menerapkan proses-proses perencanaan yang sudah di sepakati bersama. Check : pemeriksaan atau pemantauan dan mengukur terhadap proses-proses sistem manajeman yang diterapakan di sekolah Anda serta mengukur hasilnya (produk jasa layanan mutu pendidikan) Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 3

10 dan kemudian dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan, sasaransasaran mutu pada tiap unit kerja dengan persyaratan-persyaratan hasil sekolah/produk sekolah dan kemudian melaporkan hasilnya. Act : mengambil tindakan untuk meningkatkan secara berkelanjutan pada kinerja proses. Sistem Manajemen Mutu Persyaratan ISO 9001:2008 Ruang Lingkup: 1. Umum Klausul Standar internasional menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen mutu bahwa suatu organisasi dalam hal ini saya fokuskan pada lembaga sekolah: a) Sekolah Anda benar-benar ingin menunjukkan secara konsisten produk pendidikan dalam hal ini saya sebut dengan jasa layanan pendidikan yang efektif dan efisien, produk lulusan siswa yang memenuhi persyaratan kepuasan pelanggan dan mengacu pada 8 standar pendidikan. b) Bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di sekolah Anda melalui proses-proses manajemen mutu layanan yang berkelanjutan serta jaminan kesesuaian dengan harapan-harapan masyarakat dan perundangan atau peraturan yang berlaku (8 standar pendidikan) Catatan 1: Istilah Produk dalam standar Internasional hanya diterapkan untuk: a) Produk yang ditujukan atau disyaratkan oleh pelanggan. Jika standar internasioal diterapkan pada lembagan sekolah, maka produk yang dihasilkan adalah berupa standar mutu layanan pendidikan yang efektif dan efisien serta lulusan yang diharapkan oleh masyarakat. b) Setiap hasil produk sekolah yang diinginkan dari proses-proses disebut sebagai realisasi produk pendidikan. Catatan 2: persyaratan perundangan dan peraturan dianggap sebagai persyaratan yang sah, contoh 8 standar pendidikan Semua persyaratan dari Standar Internasional ini adalah bersifat umum dan tidak ada format baku dan dimaksudkan agar dapat diterapkan 4 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

11 pada semua organisasi termasuk lembaga pendidikan tanpa mengurangi jenis, ukuran, dan produk sekolah yang dihasilkan. 2. Rujukan Normatif Dokumen normatif menjadi penting dalam penerapan dokumen ini. Untuk rujukan yang berlaku hanya edisi terbaru yang diterapkan. Untuk rujukan yang kadaluarsa edisi terakhir dari rujukan dokumen (termasuk adanya perubahan) berlaku. 3. Istilah dan Definisi Untuk maksud dari standar internasional ini sepanjang teks dalam standar internasional bila terdapat istilah Produk hal ini juga berarti Jasa. 4. Sistem Manajemen Mutu 4.1 Persyaratan Umum Organisasi sekolah wajib menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan, serta wajib memelihara sistem manajemen mutu secara berkelanjutan yang efektif dan sesuai dengan persyaratan standar internasional yang mengacu pada 8 standar pendidikan. Maka tugas sekolah harus: a) Menetapkan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu dan penerapannya diseluruh unit kerja sekolah Anda. b) Menetapkan urutan dan interaksi dari proses-proses tersebut. c) Menetapkan kriteria dan metode yang dibutuhkan untuk menjamin bahwa operasi serta pengendalian dari prosesproses tersebut menjadi efektif. d) Memastikan ketersediaan sumber daya dan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung operasi dan pemantauan dari proses-proses tersebut. e) Melakukan pemantauan, pengukuran dan (bila memungkinkan) serta menganalisa proses-proses yang dilakukan. f) Menerapkan tindakan yang perlu untuk mencapai hasil yang direncakan untuk peningkatan berkelanjutan dari proses tersebut. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 5

12 Bila sekolah memilih untuk melakukan suatu proses dan dikerjakan oleh pihak lain (Konsultan Manajemen Mutu) untuk mendapatkan hasil produk mutu sekolah yang diharapkan, maka sekolah harus menjamin pengendalian proses-proses tersebut. Tujuannya adalah agar pihak lain (konsultan) tetap pada jalur yang diinginkan sekolah dalam menuju sistem manajemen mutu layanan pendidikan yang diharapkan. Catatan 1 Proses-proses yang dilakukan baik oleh pihak lain (konsultan) yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu harus mencakup: 1) proses-proses kegiatan manajemen, 2) penyediaan sumber daya, 3) realisasi produk (jasa layanan mutu) sekolah, 4) pengukuran, 5) analisis, dan 6) peningkatan berkelanjutan serta perbaikan berkelanjutan. Catatan 2 Suatu proses yang dikerjakan oleh pihak lain adalah suatu proses yang diperlukan oleh organisasai atau lembaga sekolah untuk sistem manajemen mutu dan yang dipilih oleh sekolah untuk dikerjakan oleh pihak luar (konsultan). Catatan 3 Memastikan pengendalian atas proses-proses yang dikerjakan oleh pihak luar (konsultan) tidak melepaskan tanggung jawab sekolah untuk memastikan kesesuaian dengan seluruh pelanggan sekolah atau semua warga sekolah. 4.2 Persyaratan Dokumentasi Umum Dokumentasi sistem manajemen mutu harus mencakup a) Pernyataan terdokumentasi pada kebijakan mutu, sasaran mutu, serta pedoman mutu. b) Prosedur terdokumentasi yang disyaratkan sesuai dengan standar internasional yang mengacu pada 8 standar pendidikan. c) Dokumen yang dimaksud adalah catatan mutu, yang ditetapkan oleh lembaga sekolah untuk menjamin keefektifan perencanaan, pengoperasian, dan pengendalian dari prosesprosesnya. 6 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

13 Catatan 1 Jika istilah Prosedur terdokumentasi muncul dalam Standar Internasional yaitu prosedur yang telah ditetapkan, didokumentasikan, diterapkan, serta dipelihara oleh sekolah. Jadi suatu prosedur operasional dapat didukung oleh satu atau lebih dokumennya atau format dokumennya. Catatan 2 Yang harus diingat oleh sekolah Anda bahwa dokumentasi sistem manajemen mutu tidaklah baku jadi boleh berbeda satu sekolah dengan sekolah yang lain. Mengapa demikian? Karena: a) Ukuran jenis organisasi atau lembaga dan kegiatannya b) Kompleksitas proses-prosesnya, interaksinya, serta komptensi dari sumberdaya yang berbeda pula. Catatan 3 Dokumentasi dapat dalam bentuk atau jenis media apa saja yang terpenting sekolah tersebut merasa aman, nyaman, dan mengalami peningkatan mutu sekolah Pedoman Mutu Sekolah harus menetapkan dan memelihara pedoman mutu yang mencakup: a) Ruang lingkup sistem manajemen mutu, termasuk di dalamnya terdapat rincian-rincian proses kerja dan alasan-alasan jika terjadi pengecualian. b) Prosedur mutu harus terdokumentasi dengan baik yang ditetapkan untuk proses pelaksanaan sistem manajemen mutu, dengan kata lain prosedur mutu dijadikan sebagai rujukannya. c) Prosedur mutu juga menggambarkan secara detail interaksi antara proses-proses sistem manajemen mutu yang dikerjakan oleh masing-masing unit kerja disekolah Anda Pengendalian Dokumen Dokumen yang disyaratkan oleh sistem manajemen mutu wajib untuk dikendalikan. Jadi catatan adalah suatu jenis dokumen dan harus dikendalikan dan tidak diperkenan keluar tanpa seijin unit Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 7

14 kerja masing-masing, mengapa demikian? Karena ini sesuai dengan persyratan yang diberikan pada klausul Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan oleh sekolah untuk menentukan pengendalian yang dibutuhkan: a) Prosedur untuk mensahkan kecukupan dokumen sebelum diterbitkan. b) Prosedur untuk meninjau dan memperbaharui sesuai dengan keperluan dan mengesahkan ulang dokumennya. c) Prosedur untuk menjamin bahwa perubahan dan status revisi dari dokumen yang berlaku diidentifikasi. d) Prosedur untuk menjamin bahwa versi dokumen yang berlaku dan tersedia di tempat penggunaan di sekolah Anda. e) Prosedur untuk menjamin bahwa dokumen tetap dapat dibaca dan sudah diidentifikasi. f) Prosedur untuk menjamin bahwa dokumen yang keluar ditetapkan oleh sekolah yang bertujuan untuk perencanaan dan operasi sistem manajemen mutu teridentifikasi, serta pendistribusian dokumen selalu dikendalikan. g) Prosedur digunakan untuk mencegah penggunaan yang tidak diharapkan dari dokumen yang kadaluarsa, dan menerapkan identifikasi yang sesuai jika dokumen tersebut disimpan untuk tujuan tertentu Pengendalian Catatan Catatan-catatan dibuat oleh sekolah Anda. Catatan tersebut harus memberikan bukti kebenaran dan kesesuaian terhadap persyaratan dan efektivitas pengoperasian sistem manajemen mutu pelayanan di sekolah. Catatan tersebut wajib untuk dikendalikan Jadi sekolah wajib menetapkan suatu prosedur terdokumentasi untuk menentukan pengendalian yang diperlukan oleh sekolah Anda dalam hal: identifikasi, penyimpanan, perlindungan, masa simpan, serta pemusnahan catatan. Sekolah Anda perlu memahami bahwa catatan-catatan mutu yang telah sekolah buat dan disusun secara 8 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

15 rapi harus tetap terbaca, mudah diidentifikasi dan gampang diambil, jadi kalau catatan itu posisinya jauh, maka dekatkan, jika kurang nyaman tatalah atau susunlah menjadi nyaman dan menyenangkan. Ok! Tanggung Jawab Manajemen Komitmen Manajemen Top Manajemen, dalam hal ini adalah Kepala Sekolah Anda, wajib memberikan bukti atas kesungguhannya untuk mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen mutu dan secara terus menerus meningkatkan efektifitasnya. Bagaimana Top Manajemen Kepala Sekolah bisa meningkatkan efektifitasnya? Caranya ialah: a) Top Manajemen wajib mengkomunikasikan kepada semua warga sekolah tentang pentingnya memenuhi persyaratan kepuasan pelanggan demikian juga persyaratan perundang-undangan dan peraturan yang mengacu pada 8 standar pendidikan. b) Top Manajemen harus menetapkan kebijakan mutu. c) Top Manajemen wajib menjamin bahwa sasaran-sasaran mutu yang telah ditatapkan bersama dilaksanakan dengan penuh komitmen. d) Top Manajemen memimpin pelaksanaan tinjaun manajemen serta menjamin tersedianya sumber daya yang memadai Fokus Pelanggan Manajemen puncak atau saya menyebutnya Top Manajemen wajib menjamin bahwa peryaratan pelanggan harus ditetapkan serta dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan sekolah Anda (klausul dan 8.2.1) Kebijakan Mutu Top Manajemen harus menjamin bahwa kebijakan mutu yang telah dibuat dan disepakati oleh semua personel kunci dan warga sekolah harus: Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 9

16 a) Sesuai dengan tujuan mewah sekolah. b) Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan serta secara berkelanjutan untuk mendapatkan efektiftas dan efisiensi pada sistem manajemen mutu. c) Memberikan kerangka yang jelas untuk menetapkan dan melakukan peninjauan pada sasaran-sasaran mutu. d) Selalu mengkomunikasikan dan dapat dimengerti oleh sekolah. e) Secara rutin dilakukan tinjuan manajemen agar selalu sesuai Perencanaan Sasaran Mutu Top Manajemen (Kepala Sekolah) wajib menjamin bahwa sasaran mutu, termasuk pada hal-hal yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan produk Jasa layanan mutu pendidikan dan lulusan (klausul 7.1) ditetapkan pada fungsi dan tingkatan yang disesuaikan dengan kondisi sekolah. Sasaran mutu sekolah harus dapat diukur keterlaksanaan dan konsisten dengan kebijakan mutu yang sudah disepakati Perencanaan Sistem Manajemen Mutu Top Manajemen Kepala Sekolah wajib menjamin bahwa: a) Perencanaan sistem manajemen mutu dilaksanakan agar memenuhi persyaratan yang diberikan demikian juga dengan sasaran mutu. b) Integritas sistem manajemen mutu harus dipelihara ketika terjadi perubahan terhadap sistem manajemen direncanakan dan diterapkan Tanggung Jawab, Wewenang, dan Komunikasi Tanggung Jawab dan Wewenang Kepala sekolah sebagai top manajemen harus menunjuk seorang anggota dari tim manajemen mutu sekolah sebagai WMM (Wakil Manajemen Mutu) yang memiliki tanggung jawab sebagai berikut: 10 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

17 a) Menjamin bahwa proses-proses perencanaan yang dibutuhkan oleh sistem manajemen mutu ditetapkan, diterapkan, serta dipelihara. b) Melaporkan kepada Top Manajemen berkenaan dengan kinerja dari sistem manajemen serta kebutuhan untuk peningkatannya. c) Memastikan bahwa pentingnya kesadaran akan persyaratan kepuasan pelanggan kepada keseluruh jajaran di tiap-tiap unit kerja di sekolah. Catatan: Tanggung jawab WMM dapat mencakup sebagai penghubung dengan pihak luar terkait dengan kepentingan sistem manajemen mutu Tinjauan Manajemen Umum Fungsi penting top manajemen harus secara rutin melakukan tinjauan manajemen mutu di sekolahnya, dalam jangka waktu yang direcanakan yang bertujuan untuk memastikan kelanjutan kesesuaian, kecukupan, dan efektifitasnya. Tinjauan manajemen mutu ini harus mencakup penilaian terhadap peluang-peluang untuk peningkatan perbaikan dan kebutuhan untuk perubahan yang lebih baik pada sistem manajemen mutu, termasuk kebijakan mutu, sasaran mutu sekolah Anda. Jangan lupa bahwa catatan dari tinjuan manajemen harus dipelihara sebagai pijakan menuju perbaikan berkelanjutan yang fokus pada kepuasan pelanggan Masukan Tinjauan Manajemen Mutu sekolah Hasil dari rapat tinjauan manajemen mutu sekolah harus mencakup informasi mengenai: a) Hasil audit internal. b) Umpan balik pelanggan dengan melakukan penyebaran angket kuisioner terhadap tingkat kepuasan pelayanan mutu pendidikan di sekolah. c) Status tindakan pencegahan dan perbaikan terhadap hasil angket kepuasan pelanggan. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

18 d) Tindak lanjut dari tinjauan menajemen sebelumnya. e) Perubahan yang dapat memengaruhi sistem manajemen mutu. f) Rekomendasi untuk peningktan perbaikan berkelanjutan Keluaran Tinjauan Hasil atau keluaran dari tinjauan manajemen harus mencakup adanya keputusan serta tindakan yang berhubungan dengan: a) Peningkatan keefektifan sistem manajemen dan proses-proses perencanaan standarnya. b) Peningkatan dari produk sekolah (Jasa layanan pendidikan serta kualitas lulusan siswa) yang berhubungan dengan persyaratan kepuasan pelanggan. c) Kebutuhan sumber daya. 4.3 Manajemen Sumber Daya Penyediaan Sumber Daya Sekolah wajib menetapkan dan menyediakan sumber daya yang diperlukan: a) Untuk menerapkan serta memelihara sistem manajemen mutu, dan secara berkesinambungan untuk meningkatkan sumber daya yang dibutuhkan serta meningkatkan keefektifannya. b) Untuk mewujudkan tingkat kepuasan pelanggan di sekolah (warga sekolah) dengan memenuhi persyaratan pelanggan atau masyarakat Sumber Daya Manusia Umum Personel yang ditunjuk untuk melakukan pekerjaan yang memengaruhi terhadap kesesuaian persyaratan produk pendidikan haruslah memiliki kompetensi berdasarkan kesesuaian pendidikan, pelatihan, keterampilan, serta pengalamannya. Catatan: Kesesuaian dengan persyaratan produk pendidikan dapat berdampak secara langsung atau tidak langsung oleh personel yang melakukan suatu pekerjaan di dalam sistem manajemen mutu. 12 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

19 Kompetensi, Pelatihan, dan Kepedulian Untuk itu sekolah haruslah: a) Menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk personel yang melaksanakan pekerjaan yang memengaruhi kesesuian dengan persyaratan produk pendidikan. b) Memberikan pelatihan dan mengambil tindakan lainnya untuk memenuhi kebutuhan kompetensi di sekolah. c) Melakukan evaluasi keefektifan tindakan yang telah dilaksanakan. d) Memastikan bahwa semua personel kunci benar-benar peduli pada pentingnya kegiatan sistem manajemen mutu dalam tujuannya mencapai sasaran mutu. e) Memelihara catatan yang sesuai dengan kebutuhan produk pendidikan, keterampilan, dan pengalaman Infrastruktur Sekolah wajib menetapkan, menyediakan, serta memelihara infrastruktur yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian dengan persyaratan produk pendidikan. Jadi infrastruktur meliputi: a) Gedung/bangunan, ruang kerja, serta alat-alat terkait. b) Peralatan proses (baik perangkat keras dan perangkat lunak) serta. c) Layanan pendukung seperti transport dan komunikasi atau sistem informasi Lingkungan Kerja Sekolah wajib menetapkan dan mengelola lingkungan kerja sekolah yang nyaman, sesuai dengan yang dibutuhkan untuk mencapai kesesuaian persyaratan pada produk pendidikan. Dalam hal ini termasuk 8 standar pendidikan. Catatan Penting: istilah pada Lingkungan Kerja dengan kondisi ketika pekerjaan dilakukan termasuk faktor-faktor fisik lingkungan, serta faktor lainnya seperti keramaian/kebisingan, suhu, kelembaban, cahaya atau cuaca. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

20 4.4. Realisasi Produk Pendidikan Perencanaan Realisasi Produk Pendidikan Sekolah harus merencanakan dan mengembangkan prosesproses perencanaan yang dibutuhkan untuk merealisasikan produk pendidikan. Yang harus diingat bahwa realisasi produk pendidikan harus konsisten dengan persyaratan lain yang terkait dari proses sistem manajemen mutu. Dalam perencanaan realisai produk pendidikan, sekolah wajib menentukan hal-hal berikut: a) Sasaran mutu sekolah dan persyaratan produk pendidikan. b) Kebutuhan untuk menetapkan proses-proses dan dokumendokumen, menyediakan sumber daya yang spesifik untuk produk pendidikan. c) Kegiatan verifikasi, validasi, pemantauan, pengukuran, inspeksi dan kegiatan yang spesifik yang sekiranya diperlukan untuk produk pendidikan serta kriteria keberterimaan terhadap produk-produk pendidikan yang dibuat. d) Catatan-catatan mutu yang telah dibuat dan dibutuhkan untuk memberikan bukti bahwa proses realisasi sistem manajemen mutu serta produk pendidikan yang dihasilkan memenuhi persyaratan. Keluaran atau bentuk produk pendidikan (jasa layanan mutu pendidikan dan lulusan) harus dalam bentuk yang sesuai dengan metode operasi sekolah. Catatan 1 Dokumen yang menjelaskan proses sistem manajemen mutu, sumber daya yang diterapkan untuk produk pendidikan tertentu misalnya: proyek atau kontrak tertentu, dapat dirujuk pada rencana mutu sekolah. Catatan 2 Sekolah dapat juga menerapkan persyaratan yang diberikan (klausul 7.3) untuk mengembangkan proses produk pendidikan. 14 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

21 4.4.2 Proses yang Berhubungan dengan Pelanggan Penetapan Persyaratan yang Berhubungan dengan produk pendidikan Maka Sekolah harus menetapkan: a) Persyaratan yang ditetapkan oleh pelanggan sekolah (warga sekolah), termasuk persyaratan untuk penyerahan dan kegiatan setelah penyerahan. b) Persyaratan yang tidak dinyatakan oleh warga sekolah (pelanggan sekolah), tetapi dibutuhkan untuk ditetapkan atau untuk penggunaan tertentu. c) Persyaratan perundangan dan peraturan yang terkait dengan produk-produk pendidikan. d) Persyaratan tambahan yang ditentukan oleh sekolah Tinjauan Persyaratan yang Terkait Dengan Produk Pendidikan Sekolah wajib melakukan peninjauan terhadap prasyarat yang terkait dengan produk pendidikan. Tujuan ini harus dilaksanakan sebelum sekolah berjanji untuk memberikan produk pendidikan (jasa layanan mutu pendidikan serta hasil lulusan) kepada masyarakat, dan harus memastikan bahwa: a) Persyaratan produk pendidikan sudah ditetapkan. b) Sekolah memiliki kemampuan untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Komunikasi Pelanggan Sekolah Sekolah wajib menentukan dan menerapkan pengaturan yang efektif untuk berkomunikasi, baik internal antar unit kerja di sekolah maupun komunikasi eksternal pada warga sekolah maupun personal kunci, yang berhubungan dengan: a) Informasi produk pendidikan. b) Permintaan penawaran, penanganan kontrak atau order, termasuk di dalamnya jika terjadi perubahan. c) Umpan balik dengan memberikan angket kepuasan pelanggan, termasuk keluhan pelanggan. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

22 4.4.3 Rancangan dan Pengembangan Perencanaan Rancangan dan Pengembangan Sekolah wajib merencanakan dan mengendalikan rancangan dan pengembangan produk pendidikan tersebut. Selama perencanaan rancangan serta pengembangannya, sekolah wajib menentukan: a) Tahapan-tahapan rancangan dan pengembangannya. b) Tinjauan manajemen, verifikasi, dan validasi yang mencukupi untuk setiap tahapan rancangan dan pengembangannya. c) Tanggung jawab dan wewenang untuk rancangan dan pengembangannya. Sekolah wajib mengelola hubungan antar unit kerja disekolah (waka kur, humas, sarpras, kesiswaan...) yang terlibat dalam rancangan dan pengembangannya untuk memastikan komunikasi internal yang efektif dan kejelasan tugas dan tanggung jawab. Keluaran perencanaan harus diperbaharui, disesuaikan dengan kondisi serta keperluan, sejalan dengan kamajuan rancangan serta pengembangannya. Catatan Tinjauan rancangan dan pengembangan, verifikasi dan validasi mempunyai tujuan yang berbeda. Hal tersebut dapat dilakukan, kemudian dicatat secara terpisah atau digabungkan, sesuai kebutuhan untuk produk pendidikan di sekolah Masukan Rancangan dan Pengembangan Masukan yang berhubungan denngan persyaratan produk pendidikan wajib dicatat kemudian ditetapkan, dipelihara (klausul 4.2.4). Jadi masukan tersebut wajib mencakup: a) Persyaratan fungsional dan kinerja. b) Persyaratan perundangan dan peraturan yang berlaku. c) Bila dapat ditetapkan, informasi yang diperoleh dari rancangan sebelumnya yang serupa. 16 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

23 d) Persyaratan lainnya yang perlu untuk rancangan dan pengembangannya. Setiap masukan wajib ditinjau kecukupannya. Persyaratan wajib lengkap, jelas, dan tidak saling bertentangan Keluaran Rancangan dan Pengembangan Keluaran rancangan dan pengembangan harus dalam bentuk yang dapat dibuktikan kesesuaiannya dengan masukan rancangan dan harus disetujui sebelum diterbitkan: Keluaran Rancangan dan Pengembagannya wajib: a) Memenuhi persyaratan masukan rancangan dan pengembangannya. b) Memberi informasi yang tepat untuk pembelian, pemberian jasa layanan mutu pendidikan. c) Menetapkan karakteristik produk pendidikan (jasa layanan mutu pendidikan) yang perlu untuk penggunaan yang efektiif, aman, serta benar. Catatan Informasi untuk jasa layanan mutu sekolah dan penyediaan jasa dapat secara detail serta dipelihara Tinjauan Rancangan dan Pengembangan Pada tahapan yang sesuai, tinjauan yang sistematis terhadap rancangan dan pengembangan wajib dilaksanakan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (klausul 7.3.1). a) Untuk mengevaluasi kemampuan dari hasil rancangan dan pengembangan wajib memenuhi persyaratan. b) Untuk mengidentifikasi masalah dan usaha tindakan yang dibutuhkan. Peserta pada tinjauan manajemen tersebut harus meliputi wakil dari masing-masing unit kerja di sekolah yang berkaitan dengan tahapan rancangan dan pengembangan sekolah yang sedang ditinjau. Catatan hasil dari hasil tinjauan dan tindakan yang diperlukan harus dipelihara (kalusul 4.2.4). Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

24 Verifikasi Rancangan dan Pengembangan Verifikasi wajib dilaksanakan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (klausul 7.3.1) untuk memastikan bahwa keluaran rancangan dan pengembangannya telah memenuhi persyaratan masukan rancangan dan pengembangan. Catatan verifikasi dan tindakan yang diperlukan wajib dipelihara (klausul 4.2.4) Validasi Rancangan dan Pengembangan Validasi rancangan dan pengembangan wajib dilaksanakan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (klausul 7.3.1) untuk memastikan bahwa hasil produk pendidikan (jasa layanan mutu pendidikan) mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan atau maksud penggunaan yang diketahui. Jika dapat dilaksanakan, validasi harus dilaksanakan sebelum penyerahan atau diimplementasikan. Catatan hasil dari validasi dan tindakan yang diperlukan harus dipelihara (klausul 4.2.4) Perubahan Rncangan dan Pengembangan Perubahan atas rancangan dan pengembangannya wajib diidentifikasi dan catatannya dipelihara. Perubahan wajib ditinjau, diverifikasi, dan divalidasi, sesuai dengan kemungkinan yang ada, dan disetujui sebelum diterapkan. Tinjauan perubahan rancangan dan pengembangan termasuk evaluasi pengaruh dari perubahan pada komponen unit kerja sekolah dan hasil produk pendidikan. Catatan hasil dari tinjauan perubahan dan tindakan yang diperlukan harus dijaga (klausul 4.2.4) Pembelian Proses Pembelian Sekolah wajib memastikan bahwa produk (barang dan jasa) yang dibeli sesuai dengan persyaratan pembelian yang ditetapkan. Jenis dan jangkauan pengendalian yang diterapkan kepada pemasok dan produk (barang dan jasa) yang dibeli tergantung dari pengaruh produk yang dibeli untuk realisasi produk pendidikan berikutnya. 18 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

25 Sekolah harus mengevaluasi dan memilih pemasok berdasarkan pada kemampuannya untuk memasok produk (barang dan jasa) sesuai dengan persyaratan sekolah. Kriteria untuk pemilihan, evaluasi yang ditetapkan. Catatan hasil evaluasi dan bila tindakan yang diperlukan sebagai hasil evaluasi tersebut wajib dipelihara (klausul 4.2.4) Informasi Pembelian Informasi pembelian wajib menjelaskan produk yang akan dibeli: a) Persyaratan untuk persetujuan produk, pengguna, proses dan peralatan. b) Persyaratan kualifikasi personal. c) Persyaratan sistem manajemen mutu Verifikasi Produk yang Dibeli Sekolah harus menetapkan dan menerapkan inspeksi atau kegiatan lainnya yang diperlukan untuk memastikan bahwa produk (barang dan jasa) yang dibeli memenuhi persyaratan pembelian yang ditetapkan Produksi dan Penyediaan Jasa Pengendalian Produksi (dokuman) dan Penyediaan Jasa Sekolah harus merencanakan dan melaksakan produksi (hasil dokumen maupun lulusan) dan penyediaan jasa layanan mutu pendidikan dalam keadaan terkendali. Keadaan yang terkendali wajib mencakup, apabila dapat diterapkan: a) Ketersediaan informasi yang menjelaskan karakteristik produk b) Ketersediaan instruksi kerja, sesuai kebutuhan, dan jika diperlukan c) Penggunaan peralatan yang memadai d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan pemantauan dan pengukuran e) Penerapan pemantauan dan pengukuran f) Penerapan kegiatan pelepasan, penyerahan, dan setelah penyerahan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

26 Validasi Proses-Proses Produksi (barang, alat) dan Penyediaan Jasa Sekolah wajib melakukan validasi setiap proses produksi dan penyediaan jasa dimana hasil keluaran tidak dapat diverifikasi dengan pemantauan atau pengukuran. Ini mencakup proses dimana kekurangan tersebut dapat dilihat hanya setelah produk digunakan atau pelayanan telah diserahkan. Validasi wajib memeragakan kemampuan proses tersebut termasuk, sesuai kebutuhan: a) Menetapkan kriteria untuk tinjauan dan pengesahan proses. b) Pengesahan peralatan dan kualitas personel. c) Penggunaan metode dan prosedur yang spesifik. d) Persyaratan melalui catatan (klausul 4.2.4). e) Valudasi ulang Identifikasi dan Mampu Telusur Bilamana sesuai, sekolah harus mengidentifikasi produk pendidikan melalui cara-cara yang tepat selama realisasi produk. Sekolah harus mengidentifikasi statas produk pendidikan sesuai persyaratan pemantauan dan pengukuran selama realisasi produk Barang Milik Pelanggan Sekolah harus merawat barang milik pelanggan (bantuan wali murid, paguyuban...) selama berada di bawah kendali sekolah atau digunakan oleh sekolah. Sekolah harus mengidentifikasi, memverifikasi, melindungi, dan menjaga barang milik pelanggan jika hilang, rusak, ataupun ditemukan tidak sesuai untuk pengunaannya, hal ini harus dilaporkan ke pelanggan dan catatannya dijaga (klausul 4.2.4). Catatan Barang milik pelanggan dapat termasuk hak intelektual. 20 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

27 Pemeliharaan Produk Sekolah wajib menjaga produk pendidikan selama proses internal dan penyerahan ke tujuan yang dimaksud untuk menjaga kesesuaian produk. Bila sesuai, pemeliharaan harus meliputi identifikasi, penanganan, pengemasan jika diperlukan, penyimpanan, dan perlindungan. Pemeliharaan juga harus berlaku pada komponen produk Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran Sekolah wajib menentukan pemantauan dan pengukuran yang dilakukan dan alat pemantauan serta pengukuran yang diperlukan untuk memberikan bukti kesesuaian produk terhadap persyaratan yang ditetapkan. Sekolah wajb menetapkan proses untuk memastikan keabsahan hasilnya, alat pengukuran harus: a) Dikalibrasi atau diverifikasi, atau keduanya, pada jangka waktu tertentu, atau sebelum dipakai, terhadap standar pengukuran internasional atau nasional (8 standar pendidikan). b) Disesuaikan dengan keperluan. c) Diidentifikasi agar status kalibrasi dapat dipastikan. d) Dijaga, dilindungi dari kerusakan dan kesalahan selama penanganan, perawatan, dan penyimpanan. Selain itu, sekolah wajib menilai dan mencatat keabsahan hasil pengukuran bila peralatan ditemukan tidak sesuai dengan persyaratannya. Sekolah wajib mengambil tindakan perbaikan yang sesuai pada peralatan dan produksi yang terkena dampaknya. Bila digunakan pada pemantauan dan pengukuran persyaratan tertentu, kemampuan perangkat lunak komputer untuk memenuhi penerapan yang dimaksud wajib disahkan. Catatan Konfirmasi kemampuan software komputer untuk memenuhi tujuan aplikasi dapat termasuk verifikasi dan manajemen konfigurasi untuk memelihara kesesuaiannya dalam penggunaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

28 5. Pengukuran, Analisa dan Peningkatan 5.1 Umum Sekolah wajib merencanakan dan menerapkan pemantauan, pengukuran, analisis dan peningkatan proses yang diperlukan: a) Untuk memperagakan kesesuaian dengan persyaratan produk jasa layanan mutu pendidikan. b) Untuk memastikan kesesuaian sistem manajemen mutu. c) Untuk secara berkelanjutann meningkatkan keefektifan sistem mmanajemen mutu. 5.2 Pemantauan dan Pengukuran Kepuasan Pelanggan Salah satu pengukuran kinerja sistem manajemen mutu, sekolah wajib memantau informasi yang berhubungan dengan tanggapan pelanggan warga sekolah apakah sekolah telah memenuhi persyaratan kepuasan pelanggan? Metode-metode untuk mendapatkan dan mengunakan informasi ini harus ditetapkan. Catatan Memantau persepsi pelanggan dapat termasuk mendapatkan masukan dari berbagai sumber seperti survei kepuasan pelanggan, data pelanggan mengenai jasa layanan mutu sekolah yang diterapkan, survei opini, ucapan selamat, klaim garansi, laporan-laporan pihak luar Audit Internal Sekolah wajib melaksanakan audit internal yang direncanakan secara berkala untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu: a) Sesuai dengan pengaturan yang direncanakan (klausul 7.1) terhadap persyaratan standar internasional ini dan persyaratan sistem manajemen mutu yang ditetapkan. b) Sudah diterapkan secara efektif dan terjaga. Program audit harus direncanakan, dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses dan area atau unit kerja yang akan 22 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

29 diaudit, juga hasil audit sebelumnya. Kriteria audit meliputi ruang lingkup, frekuensi dan metodenya harus ditetapkan. Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus memastikan objektifitas dan kenetralan proses audit. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri. Dalam proses internal audit sekolah bisa melakukan dengan sistem silang antar unit kerja di sekolah Anda Prosedur terdokumentasi wajib dibuat untuk menetapkan tanggung jawab dan persyaratan-persyaratan untuk merencanakan audit, menetapkan catatan dan melaporkan audit, menetapkan catatan dan melaporkan audit. Manajemen bertanggung jawab atas yang telah diaudit harus memastikan bahwa tindakan telah diambil tanpa untuk menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan dan penyebabnya. Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi tindakan yang diambil dan melaporkan hasil-hasil verifikasi (klausul 8.5.2) Pemantauan dan Pengukuran Proses Sekolah wajib menerapkan metode yang sesuai untuk pemantauan dan, jika dapat diterapkan, pengukuran proses-proses sistem menajemen mutu. Metode tersebut harus bisa memeragakan kemampuan proses untuk mencapai hasil yang direncanakan. Bila hasil yang direncanakan tidak terpenuhi, maka langkah koreksi dan tindakan koreksi atau perbaikan harus diambil, sesuai dengan keperluan Pemantauan dan Pengukuran Produk Pendidikan Sekolah wajib memonitor dan mengukur karakteristik produk pendidikan untuk membuktikan bahwa persyaratan produk pendidikan telah terpenuhi. Kegiatan ini wajib dilakukan dalam tahapan proses realisasi produk pendidikan yang sesuai menurut pengaturan yang direncanakan (klausul 7.1). bukti kesesuaian dengan kriteria keberterimaan harus dijaga dengan baik. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

30 Catatan mutu harus mengindikasikan personel yang berwenang dalam melepaskan produk pendidikan (klausul 4.2.4). Pelepasan atau pengesahan produk pendidikan dan penyerahan jasa tidak boleh dilaksanakan sampai seluruh pengaturan yang direncanakan telah dilengkapi dengan memuaskan, atau jika tidak, atas persetujuan dari pihak yang berwenang, jika dapat diterapkan, oleh pelanggan sekolah yaitu semua elemen-elemen warga sekolah. 5.3 Pengendalian Ketidaksesuaian Produk Pendidikan Sekolah wajib memastikan bahwa produk Pendidikan yang tidak sesuai dengan persyaratan produk pendidikan, diidentifikasi serta dikendalikan untuk mencegah pengunaan atau penyerahan yang tidak diinginkan. Pengendalian serta tanggung jawab dan wewenang terkait untuk memperlakukan ketidaksesuaian produk jasa layanan mutu pendidikan harus ditetapkan dalam bentuk prosedur terdokumentasi. Jika dapat diterapkan, sekolah wajib memperlakukan ketidaksesuaian produk pendidikan dengan cara: a) Mengambil tindakan untuk menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan. b) Kewenangan penggunaannya, pelepasan atau penerimaan di bawah konsesi oleh yang berwenang yang terkait dan jika dapat diterapkan, oleh pelanggan sekolah. c) Mengambil tindakan untuk menghindarkan penggunaan atau penerapan sesuai tujuan semula. d) Mengambil tindakan yang sesuai pada dampak atau potensi dampak, ketidaksesuaian saat ketidaksesuaian produk pendidikan ditemukan setelah penyerahan atau saat penggunaan. Bila ketidaksesuaian telah diperbaiki maka wajib dilakukan verifikasi ulang untuk memperlihatkan keksesuaian dengan persyaratan. 24 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

31 Catatan ketidaksesuaian yang terjadi dan tindakan yang diambil selanjutnya, termasuk konsesi yang diperoleh harus dijaga dengan konsisten. 5.4 Analisa Data Sekolah wajib menentukan, mengumpulkan, dan menganalisa data yang sesuai untuk memeragakan kelayakan dan keefektifan sistem manajemen mutu dan mengevaluasi jika peningkatan berkelanjutan yang efektif dari sistem manajemen mutu dapat dilakukan. Kegiatan ini harus meliputi data yang diambil sebagai hasil pemantauan dan pengukuran serta dari sumber lainnya yang terkait. Analisa data wajib memberikan informasi yang berhubungan dengan: a) Kepuasan pelanggan (klausul 7.2.1). b) Kesesuaian dengan persyaratan produk pendidikan (klausul 7.2.1). c) Karakteristik dan kecenderungan proses dan produk termasuk peluang untuk tindakan preventif (klausul dan 8.2.4). d) Para pemasok (klausul 7.4). 5.5 Peningkatan Peningkatan Berkelanjutan Sekolah wajib meningkatkan secara berkelanjutan keefektifan sistem menajemen mutu melalui penggunaan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisa data, tindakan korektif, serta preventif, dan tinjauan manajemen Tindakan Kotektif Sekolah wajib mengambil tindakan untuk menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut. tindakan korektif harus sesuai dengan dampak ketidaksesuaian yang ditimbulkan. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

32 Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk menentukan persyaratan sebagai berikut: a) Meninjau ketidaksesuaian (termasuk keluhan pelanggan). b) Menentukan penyebab dari ketidaksesuaian. c) Mengevaluasi kebutuhan akan tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang kembali. d) Mencatat hasil tindakan yang diambil (klausul 4.2.4). e) Meninjau kembali efektifitas tindakan yang diambil Tindak Preventif (pencegahan) Sekolah harus menentukan tindakan untuk menghilangkan peyebab yang berpotensi dapat menimbulkan ketidaksesuaian untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi. Jadi tindakan preventif ini harus sesuai dengan dampak dari masalah potensial tersebut. Prosedur terdokumentasi harus ditetapkan untuk menentukan persyaratan sebagai berikut: a) Meninjau ketidaksesuaian (termasuk keluhan pelanggan warga sekolah). b) Menentukan penyebab dari ketidaksesuaian. c) Mengevaluasi kebutuhan akan tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang kembali. d) Mencatat hasil tindakan yang diambil (klausul 4.2.4). e) Meninjau kembali efektifitas tindakan yang diambil. 26 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

33 Semoga bermanfaat No action nothing happen When you take action miracle happen Knowledge is something Action is everything Knowledge and action is perfecting Take action now!!! Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

34

35 BAB 2 SIMULATION OF ISO 9001 : Apakah Organisasi ISO Organisasi Standar Internasional yang telah diakui lebih dari 175 negara dan berdiri pada tahun 1947 di Jenewa, Swiss, yang bertujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan standar-standar umum yang berlaku secara Internasional yang bertujuan untuk memajukan pengembangan standarisasi dan aktivitas yang terkait di seluruh dunia dan hasilnya berupa persetujuan internasional yang kemudian dipublikasikan sebagai standar internasional. 2. Apakah ISO Perlu kita bahwa ISO bukanlah akronim, ISO merupakan makna kecil (short form) Organisasi Standar Internasional. ISO diambil dari bahasa Yunani ISOS yang berarti sama seperti Isoterm (suhu yang sama) Isometric (dimensi yang sama) & Isobar (tekanan yang sama) pengunaan kata ISO untuk memudahkan penggunaannya. 3. Worldwide Total of ISO 9001:2008 Pengguna ISO lebih dari 175 Negara diseluruh dunia pada tahun 2003 s/d 2007 : dan top 10 countries yang mengimplementasikan ISO 9001:2008 certificate adalah China, Italy, Japan, Spain, India, Jermany, USA, UK, France, Netherlands.

36 4. Apakah Standar ISO 9001:2008 Yang dimaksud dengan Standar adalah persetujuan terdokumentasi yang berisi spesifikasi dan kriteria lainnya untuk digunakan secara konsisten sebagai peraturan, petunjuk atau definisi karakteristik untuk memastikan bahwa material, produk/dalam dunia pendidikan produk yang dimaksud Lulusan atau Jasa Pendidikan, proses dan layanan sesuai dengan tujuannya. Saya contohkan kartu kredit, kartu telepon, dan kartu lainnya sesuai standar internasional yang ditetapkan ISO dengan ketebalan optimal 0,76 mm sehingga dapat digunakan diseluruh dunia. 5. Apa Fokus ISO 9001:2008 Fokus ISO adalah Persyaratan minimal untuk menerapkan sistem manajemen mutu, merupakan standar sistem manajemen mutu atau standar percepatan layanan bukan standar Produk, sebagai acuan untuk meninjau keefektifan sistem manajemen mutu, bertujuan untuk memenuhi persyaratan pelanggan, dan dapat diterapkan untuk internal sekolah, organisasi, lembaga, kelompok... untuk memperoleh sertifikasi atau tujuan kontrak. 6. Terminologi dan Definisi ISO 9001:2008 SMM ISO 9001:2008 : Supplier (Wali Murid) - Organisasi (Sekolah) - Pelanggan (Siswa) dan fokus ISO 9001 adalah pada Kepuasan Pelanggan jadi produk bukan hanya barang, tetapi juga dapat berarti JASA Layanan Mutu Pendidikan. Untuk itu SMM ISO 9001:2008 diakui serta dijadikan standar prasyarat minimal menuju standar mutu layanan pendidikan yang efektif dan efisien di lembaga pendidikan. 7. Alasan Dasar Menerapkan SMM ISO 9001:2008 Membantu organisasi, lembaga, kelompok... dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan yang fokus pada kepuasan pelanggan, mengajak organisasi lembaga, kelompok... menganalisis persyaratan pelanggan menetapkan proses yang memberi sumbangan bagi pencapaian produk dan jasa layanan mutu pendidikan yang diterima oleh 30 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

37 pelanggan dan menjaga proses-proses ini terkendali, memberi keyakinan pada organisasi, lembaga, kelompok... dan pelanggannya bahwa sistem mampu memberikan produk dan jasa mutu layanan pendidikan yang konsisten memenuhi persyaratan, memberikan kerangka kerja bagi perbaikan berkelanjutan dan meningkatkan kepuasan pelanggan serta pihak berkepentingan lainnya. 8. Mengapa Menerapkan ISO 9001:2008 pada Lembaga Pendidikan Penerapan ISO pada dunia pendidikan adalah upaya sadar untuk memberdayakan sekolah melalui aspek mutu jasa layanan mutu pendidikan dan lulusan dan kepuasan pelanggan. SMM ISO 9001:2008 adalah satu-satunya Standar Sistem Manajemen Mutu yang diakui secara Internasional dan bersifat global. 9. Kondisi Sekolah pada Umumnya: A. Tidak memiliki komitmen manajemen. B. Tidak fokus pada pelanggan (warga sekolah) sekolah. C. Tidak memiliki kebijakkan mutu. D. Tidak memiliki perencanaan. E. Tidak memiliki sasaran mutu pada tiap-tiap unit kerja (waka kurikulum, humas, sarpras...) di sekolah. F. Tidak memiliki tanggung jawab dan wewenang yang jelas. G. Tidak memiliki komunikasi internal (antar warga sekolah atau unit kerja) yang baik. H. Tidak melakukan rapat tinjauan manajemen. I. Tidak memiliki desain pengembangan. J. Tidak memiliki tindakan perbaikan. K tidak memiliki tindakan pencegahan. Jika kondisi Lembaga sekolah seperti ini sudah dapat dipastikan akan sulit berkembang apalagi untuk mendapatkan nilai tambahnya. Simulation of ISO 9001:

38 10. Bayangkan Jika Kondisi Sekolah Seperti Berikut ini: A. Tidak ada instruksi kerja atau informasi tertulis. B. Instruksi kerja tidak di taati. C. Tidak ada bukti atau dokumen alias hilang dan tidak terkendali. D. Rekaman sulit ditemukan. E. Dokumen-dokumen tidak terkontrol. F. Melakukan perubahan yang bukan wewenangnya. G. Penataan di dalam dan luar sekolah kurang baik. H. Meletakkan barang tidak pada tempatnya. I. Status barang tidak jelas. J. Komplain pelanggan (warga sekolah: siswa, guru, staff, karyawan, wali murid...) tidak ditangani sampai tuntas. Sekolah dengan kondisi seperti ini adalah mempercepat untuk tidak tumbuh, bahkan cepat atau lambat akan tergilas dengan waktu. Mengapa demikian? Harapan-harapan masyarakat pada mutu pendidikan akan terus meningkat dan semakin tinggi, jika sekolah tidak lagi mampu memberikan lebih yaa rest in piece saja. 11. Keuntungan Menerapkan SMM ISO 9001:2008 A. Adanya jaminan organisasi untuk menerapkan SMM & produk atau keluaran lulusan sekolah yang dihasilkan sesuai dengan keinginan dan harapan-harapan masyarakat. B. Setiap unit kerja di sekolah (para Waka) Anda mempunyai kejelasan tugas & tanggung jawab. Jadi dipastikan tidak akan terjadi tumpang tindih kewenangan dalam menjalankan manajemen proses perencanaan sekolah. C. Terwujudnya ketepatan dan percepatan mutu layanan pendidikan disemua unit kerja sekolah. 12. Keluarga ISO 9001:2008 A. Perubahan yang signifikan dari versi 1994 ke versi 2000 adalah Polanya yaitu : plan - do check - action (PDCA). 32 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

39 B. Pendekatan Proses. C. Penekanan pada kepuasan pelanggan. D. Peningkatan berkesinambungan. E. Penekanan peran & tanggung jawab manajemen puncak (Top Manajemen atau Kepala Sekolah) terhadap SMM sekolah. 13. Standar SMM ISO 9001:2008 Dikembangkan dengan memperhatikan 8 Prinsip Manajemen Mutu Disusun dengan pola Pendekatan Proses (Process Approach) yaitu : Suatu sistematika identifikasi dan pengaturan proses dan interaksi antar proses tersebut. Penekanan Tujuan pada : Pencapaian Kepuasan Pelanggan Peningkatan Berkelanjutan (Continual Improvement). 14. Apa Manfaat Penerapan SMM ISO 9001:2008 Nilai tambah sekolah dengan menerapkan SMM ISO 9001:2008 adalah adanya konsistensi dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitas di sekolah, organisasi, lembaga, kelompok... dengan kemampuan tindak telusur dan pemastian mutu, adanya aspek pengendalian dan pencegahan, karena : A. Menetapkan secara jelas tanggung jawab dan wewenang dari personal kunci. B. Mendokumentasikan prosedur. C. Adanya sistem kontrol yang tersistem (Formulir Kerja) dengan Internal Audit dan Ekternal audit manajemen. D. Sekolah, lembaga, organisasi, kelompok... akan menerapkan prinsip Organisasi Pembelajar (learning organization). 15. Apa Target Yang Akan Dicapai Oleh Sekolah Anda, Misalnya: A. Menekan tingkat keluhan ketidak puasan pelanggan, dalam menerima layanan pendidikan dan pelatihan hingga 10%. B. Terdapat peningkatan nilai Ujian Nasional menjadi C. Terdapat peningkatan nilai dengan standar kelulusan nasional pada UAN 5,60 memjadi 6,69 peningkatan 35%. Simulation of ISO 9001:

40 D. Tutor 75% sudah memiliki sertifikat TOEFL. E. Tutor 75% menggunakan Bahasa Inggris dalam berkomunikasi rutin disekolah. F. Peningkatan keterserapan tamatan SD ke SMP Negeri, SMP ke SMA Negeri dan SMA ke PT Negeri terbaik di Indonesia maupun luar negeri. G. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu H. Meraih juara... Tingkat.. I. Memberikan pelayanan online J. 99% fokus pada kepuasan pelanggan.. Silakan sekolah Anda belajar membuat keputusan mulai dari sekarang untuk menentukan target-target sekolah dengan mengunakan skala prioritas dan terukur, baik jangka pendek maupun jangka panjang, kemudian menerapkan SMM ISO 9001:2008 adalah sebagai media untuk mewujudkan apa yang sekolah Anda targetkan. Amin 16. Alat Pengukur Sasaran atau Target Mutu Sekolah Anda adalah SMART S : Spesifik (bukan bersifat umum) M : Measurable (dapat diukur) A : Achievable (dapat dicapai) R : Realistic (berorientasi pada proses) T : Time Frame (jelas kerangka waktu pelaksanaanya) Saya sarankan hidari cara berpikir yang ekstrim untuk pengembangan sekolah Anda, misalnya sekolah Anda sangat ingin sekali membuat ruang khusus yang disebut Space Room (ruang luar angkasa) seperti hal sekolah-sekolah di Jepang, jika keinginan tersebut tidak realistis (anggarannya) dan tidak mungkin dicapai, maka sekolah Anda tidak perlu untuk memaksakan diri. Jadi susunlah dan ciptakan sasaran mutu sekolah yang SMART dengan cara sharing dengan warga sekolah. 34 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

41 17. Mengapa SMM ISO 9001:2008 dibutuhkan pada dunia pendidikan A. Pada awal tahun 2005 ISO 9001:2008 kemudian didukung oleh IWA-2:2007 yang fokus pada 8 standar pendidikan mulai dirintis oleh pemerintah adalah sistem manajemen mutu yang secara luas telah diakui manfaatnya secara Nasional maupun Internasional untuk pemastian mutu di organisasi, lembaga, kelompok, sekolah, perguruan tinggi... B. Adanya sistem yang konsisten dalam menjalankan manajemen perencanaan dan proses pada setiap sub unit kerja di sekolah Anda. C. Adanya sistem pengendalian dan pencegahan baik pada pengendalian dokumen serta pencegahan terhadap prosesproses manajemen yang tidak sesuai. D. Adanya sistem untuk peningkatan secara berkelanjutan (continual improvement) di sekolah Anda Prosedur yang Dipersyaratkan oleh SMM ISO 9001:2008 A. Prosedur pengendalian dokumen. (4.2.3) B. Prosedur pengendalian rekaman (4.2.4) C. Prosedur Audit Internal.(8.2.2) D. Pengendalian produk tidak sesuai ( 8.3) E. Prosedur Tindakan Koreksi (8.5.2) F. Prosedur Tindakan Pencegahan (8.5.3) Klausul Pengendalian Dokumen Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu yang ditetapkan oleh organisasi harus dikendalikan dengan suatu Prosedur Terdokumentasi. A. Pengendalian mencakup pada kegiatan: 1) Persetujuan untuk penerbitan. 2) Peninjauan dan pembaharuan. 3) Identifikasi atas perubahan dan status revisi terakhir. Simulation of ISO 9001:

42 4) Tersedianya dokumen pada tempat penggunaan. 5) Mudah diidentifikasi dan tetap jelas. 6) ldentifkasi dan distribusi mencakup untuk dokumen eksternal. 7) Mencegahan penggunaan dokumen yang kadaluwarsa dan menerapkan identifikasi yang sesuai pada dokumen tersebut. B. Persetujuan penerbitan dokumen dilakukan oleh pihak yang diberi kewenangan untuk melakukan peninjauan dan pengesahan dokumen. Hal ini dapat dilakukan pada tiap-tiap bagian atau departemen dalam organisasi, lembaga, kelompok, sekolah... atau dipusatkan kepada satu pihak seperti Wakil Manajemen Mutu. C. Khusus untuk penerbitan manual Mutu, Kebijakan dan Sasaran Mutu, pada umumnya pengesahan untuk penerbitan dilakukan oleh Pimpinan Manajemen (Kepala Sekolah). D. Suatu daftar Induk Dokumen (Master list) harus tersedia untuk mengendalikan dokumentasi sistem manajemen mutu. E. Perubahan dokumen dilakukan dengan cara mengajukan permohonan perubahan berikut dengan alasannya. F. Distribusi dokumen dilakukan dengan cara melakukan serah terima dokumen dan dicatat termasuk penarikan dokumen yang kadaluwarsa. Klausul Pengendalian Catatan Catatan harus ditetapkan, dipelihara dan dikendalikan dengan suatu Prosedur Terdokumentasi sebagai bukti kesesuaian terhadap persyaratan dan efektifitas pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu yang dijalankan oleh sekolah Anda. A. Catatan harus jelas dan mudah diidentifikasi dan ditemukan. B. Catatan Mutu yang dikendalikan tidak terbatas hanya kepada catatan mutu yang disyaratkan oleh standar, tetapi mencakup catatan-catatan yang diperlukan oleh organisasi sebagai alat kendali atas kegiatan perencanaan dan operasionalnya di sekolah Anda. C. Pengendalian Catatan mencakup identifikasi, penyimpanan, perlindungan, penarikan, lama simpan dan disposisinya. 36 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

43 Klausul Internal Audit Internal Audit harus dilakukan pada jangka waktu yang direncanakan untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu telah sesuai dengan rencana dan persyaratan organisasi, lembaga, kolompok, sekolah... serta Standar Internasional; Dipelihara dan efektif diterapkan. A. Program audit harus direncanakan dengan memerhatikan status dan kepentingan dari proses dan bagian atau area yang akan diaudit termasuk hasil dari audit sebelumnya. B. Tujuan, ruang lingkup, frekuensi dan metode audit harus ditetapkan. C. Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus memastikan obyektifitas dan keseragaman dari proses audit, jadi yang perlu sekolah Anda pegang teguh bahwa audit internal bukan lahan untuk mencari-cari kesalahan orang, teman, bagian... lain. Akan tetapi, untuk berlomba-lomba dalam perbaikan mutu pendidikan di sekolah Anda. D. Auditor tidak boleh melakukan audit terhadap pekerjaannya sendiri. Dalam proses Audit internal dilakukan dengan model silang, misalnya: Waka kurikulum mengaudit waka sarpras, waka sarpras mengaudit waka humas... E. Prosedur Terdokumentasi harus tersedia untuk menetapkan tanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan dan pelaksanaan audit termasuk pelaporan dan pencatatannya. F. Manajemen bagian yang diaudit (Auditee) harus memastikan dilakukannya tindakan koreksi tepat waktu untuk menghilangkan ketidak-sesuaian dan penyebabnya yang ditemukan. G. Tindak lanjut perlu dilakukan untuk memeriksa tindakan yang diambil dan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut. Klausul 8.3 Pengendalian Jasa Pendidikan Yang Tidak Sesuai Sistem pelayanan sekolah yang tidak sesuai dengan persyaratan harus diidentifkasi dan dikendalikan untuk mencegah pengiriman atau penggunaan yang tidak sesuai. Simulation of ISO 9001:

44 A. Prosedur Terdokumentasi harus disediakan untuk mengendalikan produk yang tidak sesuai, mencakup tanggung jawab dan wewenang untuk peninjauan dan penyelesaian masalah yang terjadi. B. Tindakan yang harus dilakukan atas produk yang tidak sesuai antara lain dengan cara: melakukan tindakan untuk menghilangkan ketidaksesuaian; menyetujui penggunaannya, menerima dengan konsesi dengan kuasa yang berwenang atau pelanggan jika dimungkinkan; melakukan tindakan untuk mencegah penggunaan sesungguhnya. C. Catatan atas ketidaksesuaian yang terjadi berikut tindakan yang dilakukan dan hasilnya harus tersedia. D. Produk yang telah diperbaiki harus dilakukan verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian persyaratannya. E. Jika ketidaksesuaian ditemukan setelah POS, Format, Instruksi kerja... dikirim atau digunakan, maka suatu tindakan harus dilakukan sebagai konsekuensi atas terjadinya ketidaksesuaian tersebut. Klausul Tindakan Koreksi Tindakan Koreksi harus dilakukan untuk mengurangi penyebab ketidaksesuaian dalam rangka mencegah terulangnya hal tersebut. A. Tindakan Koreksi harus tertuju pada akibat dari masalah yang ditemukan. B. Prosedur Tindakan Koreksi harus menetapkan persyaratan untuk: 1) Meninjau ketidaksesuaian yang terjadi, termasuk keluhan pelanggan. 2) Menentukan penyebab ketidaksesuaian. 3) Mengevaluasi perlunya tindakan untuk memastikan bahwa ketidaksesuaian tidak terjadi lagi. 4) Menentukan dan menerapkan tindakan yang diperlukan. 5) Mencatat hasil tindakan koreksi. 6) Meninjau tindakan koreksi yang dilakukan. 38 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

45 Klausul Tindakan Pencegahan Tindakan Pencegahan dilakukan untuk meniadakan penyebab dari suatu potensi ketidaksesuaian dengan tujuan mencegah terjadinya hal tersebut. Pelaksanaan tindakan pencegahan harus sesuai dengan dampak dari potensi masalah yang terjadi. Suatu Prosedur terdokumentasi Tindakan Pencegahan harus menetapkan persyaratan untuk: A. Menetapkan potensi ketidaksesuaian dan penyebabnya. B. Mengevaluasi perlunya tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian. C. Menentukan dan menerapkan tindakan yang diperlukan. D. Mencatat hasil tindakan koreksi. E. Meninjau tindakan pencegahan yang telah dilakukan. Strategi Penerapan SMM ISO 9001:2008 Bagian ini membahas proses penerapan Sistem Manajemen Mutu dan kegiatan kegiatan yang tercakup dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu. Penerapan Standar SMM ISO 9001:2000 harus dilakukan dengan suatu strategi manajemen. Menetapkan Komitmen Komitmen merupakan persyaratan dasar dari proses penerapan SMM ISO 9001:2000 yang akan memberikan motivasi dan panduan untuk pelaksanaannya. Komitmen harus ditunjukkan oleh semua tingkatan dan personal yang ada dalam organisasi. Pimpinan Manajemen organisasi bertanggung jawab untuk menunjukkan komitmennya sebagai pemeran utama dalam proses penerapan SMM ISO 9001:2000, yang kemudian diturunkan kepada semua tingkatan dalam organisasi dimana pada masing-masing fungsi yang ada dituntut pula untuk membuat komitmen yang sama dengan komitmen dari Pimpinan Manajemen. Kegagalan utama penerapan Standar SMM ISO 9001:2000 adalah tidak adanya komitmen dari pelaksana Sistem Manajemen Mutu yang ditetapkan. Komitmen ditunjukkan dengan keikutsertaan yang aktif dan memahami Simulation of ISO 9001:

46 arah tujuan diterapkannya SMM ISO 9001:2000 di dalam organisasi serta menyepakati Sistem Manajemen Mutu yang telah ditetapkan bersamasama. Program Penerapan & Tahapan Program : A. Pemahaman B. Pengembangan Sistem & Dokumen C. Penerapan Sistem D. Peninjauan dan Sertifikasi Program Penerapan SMM ISO 9001:2000 disusun dalam suatu rencana kerja yang baik dan terjadwal dengan target yang jelas dan dimengerti. Program Penerapan SMM ISO 9001:2000 harus melibatkan semua tingkatan dan fungsi di dalam organisasi, termasuk semua pelaksana Sistem Manajemen yang ditetapkan. Tahap Pemahaman akan mencakup pemahaman atas persyaratan SMM ISO 9001:2000 dan kesesuaian dari Sistem Manajemen yang dijalankan dengan persyaratan SMM ISO 9001:2000 tersebut. Pengembangan Dokumentasi dilakukan setelah memahami persyaratan SMM ISO 9001:2000 dan kebutuhan penyempurnaan Sistem Manajemen yang ada untuk memenuhi persyaratan SMM ISO 9001:2000. Sistem dan dokumentasi yang ditetapkan kemudian diterapkan dan dijalankan oleh pelaksana sistem didalam organisasi secara menyeluruh. Hasil penerapan Sistem Manajemen harus ditinjau untuk memastikan konsistensi kesesuaiannya dengan persyaratan SMM ISO 9001:2000 serta tercapainya hasil yang diharapkan. Penerapan Sistem Manajemen Mutu Memerlukan A. Komitmen B. Komunikasi C. Kerjasama D. Pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu harus diperhatikan oleh manajemen sebagai alat pemenuhan persyaratan konsumen, pencapaian efisiensi dan efektifitas proses serta mekanisme untuk peningkatan yang berkelanjutan. 40 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

47 E. Manajemen harus mempunyai komitmen dan Pimpinan Manajemen harus dilihat sebagai penggerak yang memberikan kepemimpinannya. Komitmen manajemen harus transparan, dengan memberikan pelatihan, mengalokasikan sumber daya dan menciptakan lingkungan atau budaya organisasi, lembaga, kelompok, sekolah... yang baik. F. Metode dan Gaya Komunikasi beragam dari satu organisasi ke organisasi lain. Subyek mutu harus dikomunikasikan melalui semua tingkatan organisasi. Sistem Mutu yang telah terdokumentasi harus dilaksanakan secara efisien dan efektif, dengan melakukan proses komunikasi yang praktis, mudah dipahami dan terbuka. G. Sistem Manajemen Mutu tidak statis dan terkait dengan persyaratan baru dan strategi bisnis baru. Manajemen harus meninjau ulang sistem secara berkala dan mengambil tindakan tindakan yang tepat. Komitmen manajemen yang berkelanjutan dan audit internal akan menjamin konsistensi manajemen mutu (Delapan) Prinsip SMM ISO 9001:2008 A. Fokus kepada Pelanggan (Customer focus) B. Kepemimpinan (Leaderships) C. Peningkatan berkelanjutan (Continual improvement) D. Keterlibatan orang-orang (Involvement of people) E. Pendekatan proses (Process approach) F. Pendekatan Sistem untuk Manajemen (System approach to Management) G. Pendekatan secara nyata untuk membuat keputusan (Factual approach to decision making) H. Hubungan saling menguntungkan dengan suplier/lembaga, toko... yang memenuhi kebutuhan sekolah Anda (Mutually beneficial supplier relationships) 20. Mengapa Harus SMM ISO 9001:2008 A. Hal ini dikarenakan kondisi sekolah kita pada umumnya belum memiliki sistem manajemen mutu. Simulation of ISO 9001:

48 B. Carut marutnya birokrasi di sekolah. C. Tenaga administrasi tidak atau belum berfungsi sebagaimana mestinya. D. Setiap hari guru menangani permasalahan di luar keguruan di sekolah. 21. Mengapa Perlu SMM ISO 9001:2008 A. Pengakuan secara internasional. B. Produk atau mutu layanan pendidikan lebih kompetitif atas produk yang sama. C. Sistem prosedur yang baku. D. Sistem terdokumentasi dalam prosedur & instruksi kerja. E. Mutu proses, produk & sumber daya yang terkendali dan konsisten. F. Penurunan biaya. G. Peningkatan produktivitas. 22. Bagaimana Seharusnya Sistem Manajemen Mutu di Sekolah A. Memenuhi kebutuhan organisasi dan prosesnya. B. Menunjukkan kebijakan dan sasaran serta cara pencapaiannya. C. Menunjukkan struktur, peranan dan tanggung jawab organisasi, sekolah. D. Terstruktur dan terdokumentasi. E. Diterapkan, dipelihara dan ditingkatkan. 23. Apa Hubungan Sekolah dengan SMM ISO 9001:2008 SMM ISO 9001:2008 yang diimplementasikan disekolah secara konsisten akan mewujudkan peningkatan produktivitas & daya saing; standar mutu, delivery times & services. Mengapa demikian? Karena tujuan sekolah menerapkan ISO bukan bertujuan untuk mengubah kearipan-kearipan atau budaya lokal yang sudah baik di sekolah tersebut. Akan tetapi, ISO bersinergi dengan kearipan-kearipan lokal yang 42 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

49 sudah berjalan bertahun-tahun dan baik tersebut untuk lebih tertata, distandarkan, ditingkatkan, memiliki target yang sesuai dengan karipan lokal atau budaya lokal yang diinginkan, serta dilengkapi dengan formatformat yang memberikan akses kemudahan untuk menjalankan prosesproses manajemen disekolah, dan instruksi kerja yang oprasional. Jadi dengan adanya standar tentang aktifitas-aktifitas sederhana di sekolah akan menghasilkan peningkatan produktivitas dan daya saing; standar mutu, delivery times dan services. 24. VISI Dirjen P-SMA Jakarta Pernyataan dari Bpk. Prof Sungkowo Diretorat P-SMA Menyampaikan bahwa: Pendidikan Kita tidak membuat sekolah atau kelas Internasional, tetapi Mutu yang bertaraf internasional SNP + X (Keunggulan) Jadi R-SBI (R) adalah sebuah upaya Dir. P-SMA sebagai media untuk menciptakan QUALITY jadi maksud dan tujuan sekolah berstandar adalah menjadikan budaya dan kearipan-kearipan lokal dikenal secara internasional. Kita tunjukkan budaya dan kearipan lokal pada dunia internasional bukan budaya barat/luar negeri yang secara segaja dipaksakan sebagai budaya sekolah. Bukan kelas Internasional atau World Class (kelas dunia) yang didengung-dengungkan, tetapi mutu akademik maupun non akademi (budaya) yang bertaraf internasional. 25. Paradikma Baru Dalam Dunia Pendidikan A. Paradigma tersebut adalah: School Culture = Quality power (daya saing) untuk menciptakan Achievement (prestasi). Jadi kearipan-kearipan sekolah atau budaya lokal sekolah yang memiliki visi kualitas yang unggul dan diyakini bahwa budaya lokal sekolah yang unggul dipastikan menciptakan prestasi. Untuk itu sekolah diharapkan selalu Kreatif, Inovatif, serta memiliki Spiritual yang baik. B. Prestasi bisa diraih kalau sekolah memiliki sistem manajemen mutu layanan pendidikan yang diyakini baik dan disepakati dan dihormati bersama warga sekolah. Jadi SMM ISO 9001:2008 fokus pada standar mutu layanan kepuasan pelanggan yaitu warga sekolah (guru, staff, karyawan, siswa, kepala sekolah, wali murid...). Simulation of ISO 9001:

50 C. Tuntutan Sekolah Pada Era-Globalisasi. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan masyarakat dari tahun-ketahun, generasi ke generasi terus menuntut standar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Saran saya buatlah kreativitas serta inovasinya yang melebihi apa yang menjadi harapan-harapan masyarakat, dengan demikian sekolah Anda sudah berstandar Unggul, ingat dengan menggunakan prinsip SMART. D. The most demanding of Globalization is High quality: local quality power, region quality power, province quality power, national quality power, and international quality power 26. Sekolah yang Bagaimana Diakui Secara Internasional Pada umumnya masyarakat masih memiliki persepsi yang salah Apa yang dikandung maksud sekolah berstandar internasional pada bayangan kebanyakan orang sekolah berstandar adalah sekolah yang memiliki fasilitas yang terlengkap dan megah, jika demikian persepsinya maka sekolah itu telah membuat image World Class (Kelas Dunia) bukan pada prestasi Internasional. Sekolah yang diakui secara Internasional sebenarnya adalah; Tepat waktu, Konsisten atau Ajek, Keahlian, Keramahan, Keamanan, kenyamanan lingkungan, Kemudahan kontak Komunikasi, Pemahaman pelanggan, Tanggapan keluhan pelanggan selalu selesai pada saat itu juga. Jadi standar Internasional yang disepakati secara internasional tidak ada yang menyebutkan sekolah harus memiliki fasilitas yang megah, saran saya fasilitas seperti lop top, cctv, smartboard, internet, komputer, DVD, LCD... adalah penunjang dalam sekolah bestandar, jadi jangan dibalik, sehingga terkesan mahal, diskriminatif, hanya yang kaya bisa menikmati, harus full berbahasa Inggris Syarat Sekolah Menuju Standar Yang Diharapakan Pemerintah A. 30% S-2/S-3. B. Memiliki Manajemen ISO. 44 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

51 C. Sister School dengan Negara Maju. D. UN harus bagus di atas lebih tinggi dari rata-rata. E. Masuk PTN terbaik dalam Negeri maupun Luar negeri. F. Prestasi Internasinal (akademik maupun non akademik). G. Berbahasa Inggris aktif (guru:toefl 550=7,5 computer base & siswa). H. Kurikulum berbasis TIK. I. Aministrasinya menggunakan PAS. J. Perpustakaan digital Prinsip SMM ISO 9001:2008 A. Fokus pada pelanggan. B. Kepemimpinan. C. Pelibatan orang. D. Pendekatan proses. E. Pendekatan pada sistem manjemen. F. Perbaikan berkesinambungan. G. Pendekatan fakta pada pengambilan keputusan. H. Hubungan yang saling menguntungkan dengan pemasok. Fokus Pada Pelanggan Organisasi menggantungkan kepada pelanggannya, sehingga harus memahami kebutuhan pelanggan saat ini dan yang akan datang, harus mampu memenuhi persyaratan-persyaratan pelanggan dan berusaha keras untuk dapat melebihi persyaratan pelanggan yang diinginkan. Pelibatan Seluruh Warga 1. Mutu merupakan tanggung jawab setiap orang. 2. Sasaran mutu melibatkan seluruh tingkat dan setiap orang. 3. Komunikasi adalah hal yang paling penting dan mendasar. 4. Pelatihan merupakan sarana berkomunikasi, melibatkan dan membuat orang menjadi mampu. Simulation of ISO 9001:

52 5. Definisi mengenai tanggung jawab dan wewenang itu penting dan mendasar (essential) pemberdayaan. 6. Setiap orang dapat dilibatkan dengan berbagai cara sesuai dengan karakternya. Pendekatan Proses Mengapa ini penting bagi organisasi ini? Karena suatu hasil yang diinginkan dapat dicapai lebih efisien apabila sumber daya dan aktivitas-aktivitas dikelola sebagai suatu proses. Prinsip Oprasional SMM ISO 9001:2008 Berikan mutu yang Anda miliki, dan miliki kepuasan, harapan dan kebutuhan pelanggan dengan mutu produk dan jasa yang Anda berikan. Dengan prinsip operasional ISO: P = Plan (rencanakan) D = Do (laksanakan) C = Check (tinjau kembali) A = Action (ambil tindakan) Mengapa demikian? Karena dinamika pelanggan atau masyarakat terus menghendaki mutu produk dan jasa yang semakin tinggi. 46 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

53 Harapan Untuk Berubah Prinsip ISO yang ditanamkan pada lembaga, organisasi, kelompok, sekolah... memegang prinsip PLAN: Menetapkan sasaran dan proses yang dibutuhkan. DO: Penerapan Proses. CHECK: Mengawasi dan mengukur Pelaksanaan Proses. ACTION: Mengambil tindakan untuk peningkatan kinerja. Plan, Do, Check, Action digunakan sekolah untuk menjalan aktivitas-aktivitas atau kegiatan sekolah Anda. Pendekatan Pada Sistem Manajemen Perlu memahami dan mengelola proses yang saling terkait sebagai suatu sistem yang memberi sumbangan pada efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai tujuan Keluaran (outputs) suatu proses seringkali merupakan masukan (inputs) bagi proses berikutnya. Oleh sebab itu, perlu adanya komitmen terhadap mutu sebagai rangkaian peristiwa dengan cara menghubungkan pada setiap proses material dan informasi mengalir melalui sistem, semakin lancar alirannya, semakin tinggi efisiensinya. Ok! Perbaikan Berkelanjutan 1. Perbaikan harus merupakan sasaran permanen bagi setiap lembaga sekolah. 2. Perbaikan harus direncanakan dan dikelola oleh seluruh bagian pada unit kerja disekolah. 3. Tidak seorang pun dan tidak satu sistem pun yang sempurna, untuk itu saling mengingatkan dan membantu adalah media perbaikan berkelanjutan. 4. Selalu ada tempat untuk perbaikan. 5. Organisasi tidak pernah diam di tempat, begitu juga persaingan. 6. Perbaikan tidak akan terjadi sendiri, untuk itu harus sekolah yang dipimpin oleh Top Manajemen wajib membuat rekayasa kegiatan-kegiatan yang mengarah pada perbaikan berkelanjutan Simulation of ISO 9001:

54 Pengambilan Keputusan Berdarkan Fakta 1. Keputusan yang efektif selalu didasarkan pada analisis informasi dan data. 2. Metode dan langkah-langkah harus direncanakan. 3. Data perlu dikumpulkan sesuai dengan fakta, independen dan tanpa bias. 4. Informasi perlu dikomunikasikan kepada para pembuat kebijakan keputusan sesuai dengan format yang biasa digunakan. Perlu dipahami janganlah membuat format keputusan yang tidak dapat dipahami oleh warga sekolah, misalnya tiba-tiba format ditulis dalam Bahasa Perancis dimana semua warga sekolah tidak paham Bahasa Perancis. 5. Sistem informasi perlu direncanakan, kabar angin, kabar burung dapat menyesatkan. 6. Dalam mengambil KEPUTUSAN harus melibatkan semua warga sekolah agar mengorangkan orang atau memanusiakan manusia. 7. Dan berdasarkan FAKTA dan analisis biar tidak muncul FITNAH. Hubungan Dengan Pemasok Yang Saling Menguntungkan 1. Pelanggan dan pemasok (siapa saja, alat apapun, sistem apapun yang diyakini menjadi faktor kali pengembangan sekolah Anda) adalah saling bergantung (interdependent) dan harus bekerjasama demi manfaat bagi keduanya. 2. Hubungan yang baik dengan pemasok tercipta berdasarkan atas komunikasi yang efektif. 3. Mendengarkan dan memperhatikan adalah suatu bekal penting dan mendasar. 4. Komunikasi yang baik pemasok adalah hasil dari perencanaan, sistem dan pengalaman yang baik. 5. Hubungan jangka panjang dengan pemasok memungkinkan sekolah untuk merencanakan hari depan dan saling memberikan kepercayaan. 48 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

55 Struktur Dokumen ISO adalah: Manual mutu, Prosedur mutu, Instruksi kerja, Dokumen pendukung Kebijakan mutu, Sasaran mutu, Manual mutu, Prosedur terdokumentasi, Dokumen untuk pengendalian proses, dan Catatan mutu. Jadi standar minimal Dokumen SMM ISO 9001:2008 yang dipersyaratkan adalah: a. Dokumen tingkat I : Pedoman Mutu (Quality Manual) b. Dokumen tingkat II : Prosedur Mutu (Quality Prosedur) c. Dokumen tingkat III : Instruksi Kerja (Work Instruction) d. Dokumen tingkat IV : Dokumen pendukung (Form-form) Catatan : Kebijakan mutu (Quality Policy) dan Sasaran mutu (Quality Objective) merupakan dokumen tingkat 1, tetapi terpisah dari Pedoman Mutu. 29. Tahapan Pembuatan Dokumen A. Sekolah melakukan pembentukan tim penyelarasan dokumen sesuai dengan unit kegiatan sekolah dengan klausul ISO. B. Perencanaan C. Persiapan D. Penulisan E. Peninjauan F. Uji coba dan perbaikan G. Pengesahan H. Penerapan 30. Rancangan Implentasi SMM ISO 9001:2008 A. Pembentukan steering komite dan tim kerja ISO di sekolah Anda. B. Pelatihan pemahaman SMM ISO. C. Sosialisasi peduli mutu secara berantai di sekolah Anda. Simulation of ISO 9001:

56 D. Penyusunan pedoman mutu. E. Organisasi dokumen-dokumen SMM ISO. F. Sosialisasi pedoman dan dokumen mutu. G. Penerapan implementasi SMM ISO. H. Implementasi SMM ISO. I. Pelatihan audit internal. J. Evaluasi hasil implementasi dan revisi dokumen. K. Audit internal. L. Tinjauan manajemen. M. Tindakan korektif. N. Preaudit oleh lembaga sertifikasi. O. Tinjauan manajemen. P. Tindakan korektif. Q. Audit sertifikasi. R. Tinjauan manajemen. S. Tindakan koreksi. T. Sertifikasi 31. Proses Terdokumentasi Prosedur terdokumentasi cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses (SNI/ISO 9000:2008). Prosedur dapat juga tidak terdokumentasi dan umumnya prosedur berisi: A. Tujuan (untuk apa prosedur digunakan?) B. Ruang kingkup (batasan penggunaan prosedur) C. Referensi D. Definisi E. Penanggung jawab F. Uraian prosedur (urutan kegiatan, sarana dan prasarana yang diperlukan, alur proses flowchart) G. Lampiran (formulir-dokumen terkait,rekaman catatan, dan lainnya). 50 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

57 32. Penutup dan Filosofi SMM ISO 9001:2008 Filosofi Sistem Manajemen Mutu adalah: A. Write what you do (tulis apa yang Anda kerjakan). B. Do what you write (kerjakan apa yang Anda tulis). C. Record for all your activity (rekam semua kegiatan Anda). D. Action any different or continous improvement (perbaikan terus menerus). Semoga Bermanfaat CREAT YOUR QUALITY TARGET Simulation of ISO 9001:

58

59 BAB 3 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal Mutu merupakan kata kunci dalam Era Globalisasi yang ditandai begitu banyaknya persaingan yang ketat pada saat ini. Keberhasilan dalam upaya untuk menjadi pemenang dalam kompetisi, khususnya dalam dunia pendidikan, sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah Anda dalam mengelola dan meningkatkan sumber daya yang di miliki oleh sekolah Anda sendiri dalam memberikan layanan pendidikan di sekolah Anda yang benar-benar prima. Sekolah Anda dalam hal ini harus benarbenar menyadari bahwa dalam proses memenuhi Standar Pendidikan dan memenuhi harapan masyarakat. Sekolah Anda harus menunjukkan nilai tambahnya dalam memenuhi harapan mewah dari masyarakat tersebut. Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 di sekolah Anda merupakan hal yang sangat penting. Mengapa demikian? Karena SMM ISO 9001:2008 memfokuskan pada peningkatan layanan pendidikan dari semua sektor pendidikan yang ada di sekolah Anda. Dalam upaya meningkatkan gairah layanan pendidikan, SMM ISO digunakan untuk meningkatkan kompetensi warga sekolah Anda untuk menjadi jagoan; Jagoan Kesiswaan, Jagoan Kurikulum, Jagoan Humas, Jagoan Sarpras dan seterusnya. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 akan dapat memberikan nilai tambah. Apa dimaksud dengan Nilai Tambah? Sekolah Anda akan bertambah baik Sistem Administrasinya pada semua bagian sub. bidang, bertambah menjadi segalanya dan menjadi terpenuhi. Jika

60 sekolah Anda dipastikan menerapkan SMM ISO 9001:2008, maka akan memiliki keunggulan pada Sistem Administrasi pada semua bagian di sekolah Anda. Hal ini bisa terjadi karena pada SMM ISO sekolah Anda wajib untuk mengendalikan kearsipan. Dengan merapkan SMM ISO, sekolah Anda juga akan memiliki prosedur kerja yang operasional dan terukur (dapat dilaksanakan), sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan kewajiban di sekolah Anda. Sekolah Anda dipastikan memiliki acuan baku yang telah ditetapkan oleh Top Manajemen (Kepala Sekolah) di sekolah Anda, dan kemudian diterapkan oleh semua warga sekolah, sehingga sekolah akan dipastikan memiliki kinerja yang terukur dan terencana dengan jelas bahwa apa pun yang dikerjakan pasti jelas hasilnya. Kemudian, Top Manajemen melakukan tinjauan menajemen di sekolah secara berkala sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan. Proses pengambilan keputusan apa pun yang dilakukan oleh sekolah yang menerapkan SMM ISO 9001:2008 untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di sekolah wajib mengikut sertakan seluruh warga sekolah yang tentunya untuk mencapai cita-cita dan tujuan mewah di sekolah baik jangka panjang, menengah, dan pendek. Kemudian secara rutin melakukan Audit Internal untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu yang sudah dibuat sesuai dengan kategori sekolah Anda dan benarbenar sudah berjalan sesuai dengan jalurnya yaitu sesuai dengan klausul yang dipersyaratkan dengan standar-standar Internasional. Untuk sekolah Anda yang dipastikan menerapkan SMM ISO 9001:2008, setelah mendapatkan keunggulan secara Internal, juga mendapatkan keuntungan Eksternal. Apa manfaat Eksternal bagi sekolah Anda yang pasti menerapkan SMM ISO 9001:2008? yaitu akan mendapatkan gelar Mutu Sekolah Berstandar Internasional SMM ISO 9001:2008 dengan kategori sekolah Anda tersebut (MSBI ISO9001:2008) sudah barang tentu memberikan peningkatan kepercayaan layanan pendidikan kepada masyarakat luas yang benar-benar Bertaraf Internasional karena sekolah Anda di Audit oleh Lembaga Sertifikasi Mutu Internasional yang dilakukan oleh Negara-negara OECD (kelompok Ngera berekonomi maju) yang diberi kewenangan untuk megeluarkan Sertifikat 54 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

61 Mutu Internasional, kemudian sekolah Anda terdaftar dan diakui sebagai sekolah yang bersertifikat ISO, sehingga sekolah Anda akan memiliki standar yang sama dengan sekolah-sekolah maju di Indonesia yang sudah berlabel ISO. Perlu sekolah Anda tahu bukan bentuk dari pembohongan kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, ada hal yang sangat-sangat penting dan dipahami pada sekolah Anda, bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sesuai persyaratan kepuasan layanan pendidikan pada pelanggan di sekolah Anda. Akan tetapi, juga untuk kepentingan sekolah Anda sendiri untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih terhadap produk yang sama dengan lembaga-lembaga lain. Ketika sekolah Anda sudah mendapatkan pengakuan formal dengan menyandang gelar Sekolah Bersertifikat Internasional SMM ISO 9001:2008 wajib dan harus menjaga konsistensi mutu. Bagaimana cara menjaga konsistensi mutu? Untuk sekolah Anda yang mengimplementasikan dan mendapat kepercayaan Internasional (bersertifikat ISO) harus memiliki prinsip WIN-WIN. Jika sekolah Anda sudah dikenal sebagai Jagonya Mutu sekolah Anda diwajibkan memiliki jadwal untuk memberikan pembinaan kepada lembaga-lembaga lain, dan ketika sistem manajemen mutu yang sekolah Anda miliki nantinya benarbenar bisa diterapkan oleh lembaga lain dengan sedikit modifikasi lalu lembaga lain menjadi sukses seperti sekolah Anda, maka sekolah Anda sudah memberikan kemenangan pada lembaga lain. Saat itulah sekolah Anda telah menemukan Jalan Kekuatannya dengan SMM ISO 9001:2008. Apakah bisa sekolah Anda menjadi Jagonya Mutu? Jawabnya pasti bisa, jika syarat atau klausul menuju Sistem Manajemen Mutu ISO9001:2008 sekolah Anda dilakukan dengan baik. Serta pembinaan dengan konsultan yang prima sebagaimana yang telah dilakukan di lembaga-lembaga sekolah yang sudah berhasil dengan SMM ISO 9001:2008. Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 55

62 Persyaratan-persyaratan SMM ISO 9001:2008 sebagai berikut (Klausul ): PERSYARATAN-PERSYARATAN KLAUSUL Ruang Lingkup 1 Umum 1.1 Aplikasi 1.2 Acuan Normatif 2 Tujuan dan Definisi 3 SISTEM MANAJEMEN MUTU 4 Persyaratan Umum 4.1 PERSYARATAN-PERSYARATAN KLAUSUL Persyaratan Dokumen 4.2 Umum Pedoman/Manual Mutu Pengendalian Dokumen Pengendalian Rekaman/Catatan Mutu TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5 Komitmen Manajemen 5.1 Fokus pada Pelanggan 5.2 Kebijakan Mutu 5.3 Perencanaan 5.4 Tujuan Mutu Perencanaan Sistem Manajemen Mutu Tanggung Jawab, Wewenang, dan Komunikasi 5.5 Tanggung Jawad dan Wewenang Wakil Manajemen Komunikasi Internal Tinjauan Manajemen 5.6 Umum Input Tinjauan Output Tinjauan ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

63 MANAJEMEN SUMBER DAYA 6 Penyediaan Sumber Daya 6.1 Sumber Daya Manusia 6.2 Umum Kemampuan, Kesadaran, dan Pelatihan Prasarana 6.3 Lingkungan Kerja 6.4 REALISASI PRODUK (JASA LAYANAN MUTU 7 PENDIDIKAN) Perencanaan Realisasi Produk 7.1 Proses yang Berkaitan dengan Pelanggan 7.2 Penentuan Persyaratan yang Berkaitan dengan Produk Tinjauan Persyaratan yang Berkaitan dengan Produk Komunikasi dengan Pelanggan Disain dan Pengembangan 7.3 Perencanaan Disain dan Pengembangan Input Disain dan Pengembangan Output Disain dan Pengembangan PERSYARATAN-PERSYARATAN Tinjauan Disain dan Pengembangan Verifikasi disain dan Pengembangan Validasi Disain dan Pengembangan Pengendalian Perubahan Disain dan Pengembangan Pembelian Proses Pembelian Informasi Pembelian Verifikasi Produk (barang maupun jasa) yang Dibeli KLAUSUL Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 57

64 Penyediaan Produksi dan Jasa 7.5 Pengendalian Penyediaan Produk (barang) dan Jasa Validasi Proses untuk Penyediaan Produk dan Jasa Identifikasi dan Mampu Telusur Kepemilikan Pelanggan Pengawetan Produk Pengendalian Peralatan Monitoring dan 7.6 Pengukuran PENGUKURAN, ANALISA, DAN PERBAIKAN 8 Umum 8.1 Monitoring dan Penngukuran 8.2 Kepuasan Pelanggan Internal Audit Monitoring dan Pengukuran Proses Monitoring dan Pengukuran Produk Pengendalian Produk Tidak Sesuai 8.3 Analisa Data 8.4 Perbaikan 8.5 Perbaikan Berkelanjutan Tindakan Koreksi Tindakan Pencegahan Apabila SMM ISO 9001:2008 ini diterapkan pada sekolah Anda secara benar dan konsisten, maka dapat dipastikan terjadi magic pada sekolah Anda yaitu adanya peningkatan kinerja dan kepuasan pelanggan (staff, siswa, guru, kepala sekolah, penjaga sekolah, wali murid, serta masyarakat sekitar). Sekolah harus memahami bahwa dalam proses meraih SMM ISO mengutamakan pengendalian proses sejak awal, sehingga seluruh proses kerja menjadi titik-titik kritis dan penting yang menentukan keberhasilan sekolah Anda dalam meningkatkan dan menumbuhkan mutu layanan 58 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

65 pendidikan dan mutu proses untuk menghasilkan cita-cita dan tujuan mewah sekolah Anda. MANFAAT PENERAPAN SMM ISO 9001:2008 Jika sekolah Anda yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 secara konsisten dan berkelanjutan, maka sekolah Anda sudah dipastikan mendapatkan nilai tambah yang sangat besar. Manfaat eksternal pada sekolah Anda yang fokus pada penerapan SMM ISO 9001:2008 adalah Meningkatkan hubungan dengan positif dengan peserta didik. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan (kepuasan pelanggan). Lebih kompetitif dibandingkan dengan sekolah lain atas produk yang sama. Peningkatan kepuasan pelanggan. Perbaikan dalam penanganan komplain dan keluhan pelanggan. Manfaat Internal (lebih banyak dibanding manfaat eksternal) di sekolah Anda adalah: Penurunan kerja ulang. Penurunan dalam biaya jangka panjang. Perbaikan dalam pengedalian dan pengukuran proses. Perbaikan moral dan respon dari staff. Perbaikan tanggung jawab individu, bagian, dan sistem manajemen. Perbaikan kejelasan wewenang dan tanggung jawab. Peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya. Sistem manajemen sekolah Anda menjadi lebih baik dan berkembang, mengapa demikian? Karena sekolah Anda memiliki: 1. Pedoman Mutu PM (Pedoman Mutu) sebagai alat Promosi Sekolah yang berisikan tentang Profil Sekolah dan penjelasan tentang operasional penerapan SMM ISO 9001:2008. Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 59

66 2. Kebijakan Mutu KM (Kbijakan Mutu) sebagai pedoman arah kebijakan jangka panjang sekolah Anda dalam hal perbaikan mutu sekolah secara berkelanjutan. 3. Sasaran Mutu SM (Sasaran Mutu) yang dimaksud dalam ISO adalah seperangkat pedoman organisasi yang digunakan untuk meraih target-target jangka pendek dan peningkatan sekolah. 4. Prosedur Mutu atau Prosedur Kerja PM/PK (Prosedur Mutu/Prosedur Kerja) adalah seperangkat pedoman mutu dalam melaksanakan tugas-tugasnya di sekolah Anda menjadi terprosedur baku yang dipergunakan oleh seluruh departemen/devisi di sekolah Anda. 5. Job Deskripsi atau Tugas dan Tanggung Jawab JD (Job Description) adalah seperangkat pedoman standar pembagian tugas-tugas dan tanggung jawab yang jelas dan tidak ada tumpang tindih kewenangan dalam menjalankan proses-proses di seluruh departemen/devisi di sekolah Anda. 6. Standar Internal SI (Standar Internal) adalah seperangkat pedoman standar yang berisikan persyaratan-persyaratan input yang akan menentukan output, sehingga dijadikan standar dalam peningkatan kinerja sekolah Anda. 7. Standardisasi Format, Pemakaian, dan Pengendalian Arsip SF (Standardisasi Format) adalah seperangkat kumpulan rekaman penting (file, CD, Buku, Format, Dokumen) sehingga benarbenar memudahkan penyimpanan dan pengambilan arsip yang tersimpan. Mengapa harus pengelolaan arsip wajib baik untuk sekolah Anda? Jawabnya adalah kerena pengelolaan arsip yang baik mudah dilihat dan gampang diambil dan mudah dikembalikan pada 60 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

67 tempatnya merupakan wujud kinerja dan menunjukkan tingkat profesionalisme di sekolah Anda. METODE LAYANAN SETTING SMM ISO 9001:2008 Metode layanan Pembinaan Konsultan Manajemen SMM ISO9001:2008 terbagi menjadi 8 (delapan) tahapan program penting, dengan steps sebagai berikut: STEP 1 PELATIHAN PEMAHAMAN PENERAPAN SMM ISO 9001:2008 Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman SMM ISO 9001:2008 kepada seluruh personal kunci dari masing-masing kegiatan atau bagian. Adapun rencana program pada Step 1 ini adalah sebagai berikut: - Pelatihan Pemahaman SMM ISO 9001:2008 kepada seluruh personal kunci di sekolah Anda dalam perencanaan penerapan dan pemeliharaannya. PELATIHAN: STEP 1 PEMAHAMAN PENERAPAN SMM ISO9001:2008 Tujuan: Memberikan pemahaman umum dan teknis kepada peserta mengenai peran sekolah Anda dalam meningkatkan kinerjanya dan memfokuskan pada kepuasan pelanggan dengan menggunakan SMM ISO 9001:2008. Topik: 1. Quality Awareness 2. Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: Penerapan Sistem Manajemen Mutu 4. Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Waktu: 3 hari Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 61

68 STEP 2 PERENCANAAN PENERAPAN ISO 9001:2008 Pada langkah ke 2 ini, memberikan panduan, bimbingan, dan petunjuk kepada TIM ISO di sekolah Anda dalam merancang tata waktu penerapan SMM ISO 9001:2008 serta penyiapan rancang bangun dokumentasi dan penanggungjawab pengembangan SMM ISO 9001:2008. Adapun target dari program ini adalah: 1. Terwujudnya rencana waktu penerapan SMM ISO 9001:2008 di sekolah Anda. 2. Terwujudnya rancang bangun dokumentasi SMM ISO 9001:2008 dan matriks pertanggungjawaban SMM ISO 9001:2008. STEP 3 PENGEMBANGAN DOKUMEN SMM ISO9001:2008 Pada langkah ke 3 ini, konsultan memberikan pembinaan terhadap Tim Sukses ISO di sekolah Anda untuk membuat sistem dokumentasi yang disesuaikan klausul standar ISO9001:2008 yang terdiri dari: Kebijakan Mutu, Tujuan Mutu, Pedoman Mutu, Prosedur Kerja, dan Dokumen Pendukung Lainnya (dokumen terkait). Adapun target yang akan dicapai pada langkah ke 3 ini sebagai berikut: 1. Memperbaiki, membangun dan mengembangkan sistem dokumen yang sesuai dengan proses kegiatan di sekolah Anda untuk memenuhi standar SMM ISO 9001: Memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu yang telah dirancang oleh Tim Sukses dapat diterapkan secara efektif di sekolah Anda. 3. Meninjau ulang (review) seluruh prosedur yang pernah dibuat. 62 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

69 STEP 4 PENGEMBANGAN, PENYELARASAN DAN BIMBINGAN PENERAPAN SMM ISO 9001:2008 Pada langkah ke 4 ini konsultan memberikan bimbingan dan motivasi atas pentingnya kepada semua warga sekolah bahwa Sistem Manajemen Mutu yang telah dibuat dan disepakati oleh sekolah Anda merupakan kunci untuk menerapkan SMM ISO 9001:2008, serta untuk menjaga konsistensi terhadap mutu yang dihasilkan. Adapun target yang akan diraih pada sesi ini adalah: 1. Memastikan bahwa seluruh persyaratan dalam SMM ISO 9001:2008 telah dipenuhi dalam bentuk dokumen oleh tim sukses di sekolah Anda. 2. Memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu yang di bangun oleh Tim Sukses sekolah Anda sudah dimengerti, dipahami, diterapkan dan dipelihara oleh semua personel kunci yang terkait. STEP 5 PELATIHAN DAN PRAKTEK AUDIT MUTU INTERNAL Pada langkah ke 5 ini, konsultan bersama dengan Tim Sukses akan benar-benar memastikan bahwa Sistem Manajemen Mutu telah diterapkan oleh sekolah Anda dan telah memenuhi Standar SMM ISO Adapun target yang akan diraih pada step 5 adalah: Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 63

70 1. Pelatihan Audit Mutu Internal (Internal Quality Audit Training) di sekolah Anda yang bertujuan untuk menyiapkan personel sekolah Anda yang dipilih untuk menjadi Auditor Mutu Internal. 2. Sebagai bukti bahwa Audit Mutu Internal telah dilaksanakan di sekolah Anda, yang merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi. 3. Sekolah Anda melakukan perbaikan maupun modifikasi prosedur jika dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan SMM Standar ISO 9001:2008. PELATIHAN AUDIT MUTU INTERNAL (AMI) Tujuan: Training yang dilakukan di sekolah Anda pada sesi ini adalah akan memberikan pemahaman tentang prinsip dan teknik yang fokus pada Audit yang benar-benar efektif melalui workshop, studi kasus, diskusi, dan praktikal Audit. Topik : 1. Prinsip-prinsip Audit Mutu Internal. 2. Studi kasus dan ujian. 3. Tanggung jawab dan wewenang auditor. 4. Praktek Audit internal. 5. Proses audit dan pelaporan. Waktu : 3 hari 64 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

71 STEP 6 PELAKSANAAN TINJAUAN MANAJEMEN Pada langkah ke 6 ini Prima Edukasi Konsultan akan memberikan pendampingan dan memandu proses tinjuan manajemen untuk melihat aktifitas penerapan SMM ISO 9001:2008 di sekolah Anda. Aktivitas pada kegiatan ini harus mencapai target-target sebagai berikut: 1. Pelaksanaan tinjuan manajemen pada seluruh divisi/ bidang area oprasional di sekolah Anda, guna memastikan efektivitas penerapan SMM ISO 9001: Meninjau kembali pada seluruh temuan Audit, feedback pelanggan, kinerja proses sekolah. 3. Menjadikan hasil dari Tinjuan Manajemen sebagai input atau masukan yang sangat berarti bagi rencana kemajuan sekolah Anda. STEP 7 PEMERIKSAAN KESIAPAN PENERAPAN SMM ISO 9001:2008 DAN PERSIAPAN PRE-AUDIT (PRE ASSESSMENT) Pada langkah yang ke 7 ini pihak dari konsultan akan memeriksa secara komprehensif terkait dengan segala persiapan untuk penerapan SMM ISO 9001:2008. Target aktifitas pada langkah ke 7 ini adalah: 1. Pelaksanaan Audit pada seluruh waka di sekolah Anda oleh konsultan yang bertujuan untuk memastikan kesiapan penerapan SMM ISO 9001: Melakukan review pada seluruh hasil temuan Audit. 3. Melakukan tindakan koreksi/perbaikan atas seluruh temuan pada dokumen maupun penerapan SMM yang belum memenuhi standar ISO 9001:2008 di sekolah Anda. Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 65

72 STEP 8 PERBAIKAN HASIL PER-AUDIT DAN PERSIAPAN FINAL AUDIT OLEH LEMBAGA EKSTERNAL AUDIT Pada langkah yang ke 8 ini adalah yang sangat penting dimana sekolah Anda bersama-sama dengan konsultan melakukan perbaikan hasil temuan ketidaksesuaian dari hasil pre-audit (Pre- Assessment) oleh Lembaga Sertifikasi Internasional. Setelah semua atas ketidaksesuaian tersebut diperbaiki dan dikirim ke Lembaga Sertifikasi Internasional, selanjutnya Lembaga Sertifikasi akan segara melakukan Final Audit (Final Assessment) sebagai syarat Sertifikasi SMM ISO 9001:2008 di sekolah Anda. 66 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

73 ALUR PROSES SETTING SMM ISO 9001:2008 Pelatihan ISO 9001 Pengembangan Dokumen ISO 9001 (Konsultasi sampai peroses mendapatkan Sertifikat ISO) Penerapan ISO 9001 Pelatihan Audit Internal Perbaikan Apakah sesuai dengan ISO 9001 Ya Tidak Pengajuan ke Lembaga Sertifikasi Audit Kecukupan Perbaikan Apakah cukup berdasarkan ISO 9001? Ya Tidak Audit Kesesuaian Audit Ulang Sebagian Kunjungan lanjutan Tidak Tidak Perbaikan Major Apakah sesuai dengan ISO 9001? Minor Perbaikan Pemberian Sertifikat ISO 9001:2008 Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 67

74 WAKTU & BIAYA 1. Target perencanaan waktu untuk menyelesaikan program Penerapan dan perolehan sertifikat ISO 9001:2008 di sekolah Anda selama 6-7 bulan (sesuai dengan 8 tahapan program yang direncanakan) dengan konsultan yang berpengalaman. 2. Program setting SMM di sekolah Anda direncanakan dimulai pada NO bulan Maret s/d bulan Septembar berdasarkan rencana jadwal kunjungan sebagai berikut: PROGRAM ISO Pelatihan Pemahaman SMM ISO 9001: Perencanaan Penerapan SMM ISO9001: Pengembangan Dokumen SMM ISO9001: Pengembangan Penyelarasan dan Bimbingan Penerapan SMM ISO9001: Pelatihan dan Praktek Audit Mutu Internal 6. Pemeriksaan Persiapan Penerapan SMM ISO9001:2008 dan Persiapan Pre- Assessment KUNJUNGAN I II III IV V VI VII JUMLAH HARI KERJA 7. Pre-Assessment ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

75 8. Perbaikan Hasil Pre-Assessment dan Persiapan Final Assessment 9. Final Assessment - TOTAL HARI KONSULTAN 32 Catatan: - Rincian Jadwal Kunjungan akan ditentukan dengan bersama oleh semu pihak di sekolah Anda. - Jaringan internet bisa dipergunakan untuk efektifitas dan percepatan konsultasi. Rincian Biaya Program Setting SMM ISO 9001:2008 adalah sebagai berikut: NO SERVISE COST 1. Layanan konsultasi selama 6-7 bulan (setara dengan 32 hari kerja atau 224 jam kerja dengan konsultan) di sekolah Anda, mulai dari: 2. Pelatihan pemahaman ISO 9001:2008 dan materi pelatihan (termasuk sertifikat peserta) 3. Sosialisasi ISO 9001:2008 dan materi sosialisasi 4. Perencanaan dan pengebangan seluruh dokumen untuk implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO (pembinaan selama 6-7 bulan) 5. Pelatihan dan praktek audit Mutu Internal dan Materi Pelatihan Audit (termasuk sertifikat peserta) 6. Pemeriksaan peserta menghadapi badan sertifikasi 7. Perbaikan hasil sertifikasi sampai mendapat sertifikasi ISO 9001:2008 Biaya 2 konsultan diselesaikan secara internal sekolah Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 69

76 Catatan: - Biaya konsultan diselesaikan secara internal dengan sekolah Anda, tidak termasuk biaya Lembaga Sertifikasi SMM ISO 9001: Akomudasi penginapan selama setting SMM ISO 9001 menjadi tanggung jawab sekolah Anda. (Jika sekolah Anda berada di luar Daerah jangkauan konsultan) - Pajak dibebankan pada sekolah Anda. - Jika sekolah Anda menginginkan sampai pada Audit Eksternal atau Final Essessment oleh Lembaga Audit ISO internasional total biaya dibicara secara interen dengan sekolah Anda. - Sistem pembayaran secara bertahap sehingga meringankan sekolah Anda dengan rincian sebagai berikut: Tahap Besaran Dibayarkan I 50% Pada saat kontrak kerjasama ditandatangani II 25% Bulan ke III III 25% Bulan ke V TOTAL 100% - Apabila sekolah Anda menghendaki, maka sistem pembiayaan ini dapat diubah sesuai dengan keinginan sekolah Anda. BEBERAPA KEUNTUNGAN MEMAKAI JASA PRIMA EDUCATION QUALITY MANAGEMENT CONSULTANT A. Kami Prima Edukasi Manajemen Mutu Konsultan tidak sekedar menyesuaikan sistem manajemen sekolah dengan standar Internasional ISO 9001:2008, tetapi kami juga akan menyempurnakan Sistem Manajemennya. B. Kami fokus pada nilai tambah sekolah Anda khususnya pada Sistem Manajemen Mutu yang benar-benar untuk Manajemen Mutu Pendidikan di sekolah Anda. 70 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

77 C. Kami berniat untuk memotong tingkat kemahalan biaya penerapan SMM ISO 9001:2008 yang dilakukan oleh konsultan non-pendidikan (Perusahaan). D. Kami fokus pada manajemen mutu pendidikan bukan manajemen mutu perusahaan yang dipaksakan untuk sekolah. E. Kami memiliki network dan hubungan yang baik dengan lembaga Sertifikasi cabang Jakarta dan Surabaya, sehingga sekolah Anda memiliki banyak pilihan untuk Lembaga Sertifikasi ISO 9001:2008 Semoga Bermanfaat Take action now!!!! Standart Quality Service ISO 9001:2008 Proposal 71

78

79 BAB 4 MILESTONE ISO 9001:2008 MILLSTONE IMPLEMENTATIONS QUALITY MANAGEMENT SYSTEM SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK 2011/2012 NO ACTIONS Start Up/Persiapan a. Pembentukan TIM ISO b. Kick off / Opening Meeting 2. Pelatihan a. Pemahaman Standar ISO 9001:2008 b. Dokumen dan Penerapan Sistem ISO c. Management Workshop 3. Pemetaan Proses Usaha a. Tinjauan Sistem Saat ini b. Identifikasi Dokukemen dan Rencana Kerja 4. Pengembangan Sistem dan Dokumentasi a. Penetapan Kebijakkan dan Sasaran Mutu b. Perancangan dan Pengembangan Sistem serta Dokumentasinya c. Tinjauan dan Perbaikan dokumen

80 5. Implementasi Sistem a. Rancangan dan Sosialisasi b. Pengawasan Implementasi Sistem c. Pelatihan Internal Audit d. Tindak Lanjut Audit Mutu Internal 6. Pre-Assessment a. Audit Pre-Assessment oleh Auditor b. Tindak lanjut hasil Pre Assesment 7. Sertifikasi - Tindak Lanjut Hasil audit Sertifikasi Note: 1) Millstone implementation Quality Management System has been being started on November right now. 2) Millstone has been being planed on December and will have finished by the end of May 3) ISO Certificate will have been achieved by... (Nama Sekolah) by the end of May... (lokasi),... (tanggal, bulan, tahun) APPROVED BY Head Master of... (Nama Sekolah) Management Representative... (Nama Sekolah) (Nama Kepala Sekoah) Purwadi, M.Pd 74 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

81 BAB 5 CHECK LIST PROCEDURE DOCUMENT ISO 9001:2008 A. DAFTAR DOKUMEN ISO 9001:2008 VERSI 1 PROGRES PENYUSUNAN DOKUMEN / PROSEDUR SMA... PER NO PROSES NAMA DOKUMEN 1 PENINGKATAN MUTU / ISO PENANGGUNG DOKUMEN NOMOR 1 Manual Mutu WMM MM-WMM Kebijakan Mutu MM Sasaran Mutu MM Struktur Organisasi 4. Diagram Rencana Mutu / Proses Bisnis 5. Diagram Alir Interaksi Antar Proses MM-003 MM-004 MM Uraian Tugas MM Pengendalian dokumen dan data 1. Daftar Revisi Dokumen WMM PK-WMM- 001 FK-WMM-001

82 2. LembarPerubahan Dokumen 3. Lembar Serah Terima Dokumen 4. Daftar Dokumen Internal 5. Daftar Dokumen Eksternal 6. Format penarikan salinan dokumen FK-WMM-002 FK-WMM-003 FK-WMM-004 FK-WMM-005 FK-WMM Pengendalaian Catatan Mutu WMM PK-WMM Daftar Formulir FK-WMM Daftar Catatan Mutu FK-WMM Audit Mutu Internal 1. Jadwal Kegiatan Audit Internal 2. Laporan Hasil Audit 3. Rekapitulasi Hasil Audit Internal 4. check list audit internal WMM PK-WMM-003 FK-WMM-009 FK-WMM-010 FK-WMM-011 FK-WMM Tinjauan Manajemen 1. Hasil Tinjauan Manajemen WMM PK-WMM-004 FK-WMM Tindakan Koreksi dan pencegahan 1. Lembar Tindakan Koreksi dan Pencegahan WMM P-WMM-005 F-WMM ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

83 7 Analisa Data WMM PK-WMM Laporan hasil analisa data FK-WMM HUMAS 8 Penerimaan Tamu Humas PK-HUM-001 format buku tamu satpam FK-HUMAS-001 format kartu tamu FK-HUMAS-002 format buku tamu umum FK-HUM Kemitraan Humas PK-HUM-002 format pendataan calon mitra [Lembaga] format pendataan calon mitra [perorangan] sistematika proposal laporan hasil dan evaluasi kerja sama FK-HUM-004 FK-HUM-005 FK-HUM-006 FK-HUM Publikasi Humas PR-HUM-003 sistematika rencana kerja marketing check list kegiatan marketing sistematika laporan dan evaluasi kegiatan marketing FK-HUM-008 FK-HUM-009 FK-HUM Penanganan Keluhan Pelanggan formulir keluhan pelanggan buku catatan keluhan pelanggan Humas PR-HUM-004 FK-HUM-011 FK-HUM-012 Check List Procedure Document ISO 9001:

84 form disposisi keluhan pelanggan form tindak lanjut keluhan pelanggan FK-HUM-013 FK-HUM Kepuasan Pelanggan angket kepuasan pelanggan analisa kepuasan pelanggan rekapitulasi hasil kepuasan pelanggan Humas PR-HUM-005 FK-HUM-015 FK-HUM-016 FK-HUM Alumni Humas PR-HUM-006 formulir database alumni FK-HUM-018 form kartu alumni FK-HUM-019 formulir isian data persebaran alumni FK-HUM-020 buku alumni FK-HUM Perencanaan Program Sekolah format usulan program sekolah Humas PR-HUM-007 FK-HUM-022 format RAPBS FK-HUM-023 format monitoring pelaksanaan program sistematika laporan pelaksanaan program FK-HUM-024 FK-HUM Permintaan Informasi Format permintaan informasi PK-HUM-008 FK-HUM ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

85 Rekapitulasi permintaan informasi FK-HUM Rapat PK-HUM-009 rencana kegiatan rapat FK-HUM-028 undangan rapat FK-HUM-029 Notulensi rapat FK-HUM KURIKULUM 17 Perencanaan Pembelajaran Format SK tim KTSP dan tim akademik format KTSP format pembagian tugas mengajar format jadwal mengajar/piket format SK pembagian jam mengajar format review perangkat pembelajaran Kurikulum PK-KUR-001 FK-KUR-001 FK-KUR-002 FK-KUR-003 FK-KUR-004 FK-KUR-005 FK-KUR-006 sistematika silabus FK-KUR-007 Sistematika RPP FK-KUR-008 sistematika program tahunan sistematika program semester Intruksi kerja perangkat pembelajaran FK-KUR-009 FK-KUR-010 IK-KUR Pelaksanaan Pembelajaran check list kesiapan media format jurnal kegiatan pembelajaran guru PK-KUR-002 FK-KUR-011 FK-KUR-012 Check List Procedure Document ISO 9001:

86 format jurnal kegiatan pembelajaran kelas format lembar refleksi pembelajaran guru oleh siswa format rekapitulasi refleksi pembelajaran format laporan hasil refleksi pembelajaran FK-KUR-013 FK-KUR-014 FK-KUR-015 FK-KUR Penilaian Pembelajaran format KKM mata pelajaran format lembar penilaian afektif format lembar penilaian praktik Kurikulum PK-KUR-003 FK-KUR-017 FK-KUR-018 FK-KUR-019 format kisi-kisi soal FK-KUR-020 format daftar nilai hasil evaluasi format analisa hasil evaluasi FK-KUR-021 FK-KUR-022 format remidi FK-KUR-023 format pengayaan FK-KUR-024 format rekapitulasi nilai hasil evaluasi FK-KUR SARPRAS 20 Pengadaan Barang dan Jasa format panitia pengadaan barang dan jasa format SK panita pengadaan barang dan jasa format kebutuhan permintaan barang dan jasa tahunan Sarana prasarana PK-SAR-001 FK-SAR-001 FK-SAR-002 FK-SAR ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

87 format kebutuhan permintaan barang dan jasa insidentil format rekapitulasi permintaan barang dan jasa tahunan format rekapitulasi permintaan barang dan jasa insidentil Instruksi kerja pengadaan barang dan jasa FK-SAR-004 FK-SAR-005 FK-SAR-006 IK-SAR Evaluasi penyedia Barang dan jasa Sarana prasarana PK-SAR-002 daftar supplier FK-SAR-007 format evaluasi suplier format hasil evaluasi suplier FK-SAR-008 FK-SAR Pengelolaan Laboratorium jadwal penggunaan lab Format penggunaan lab format jurnal penggunaan lab format daftar inventaris alat lab format jadwal perawatan peralatan lab format blanko peminjaman alat/ bahan lab Instruksi kerja bahan kimia instruksi kerja lemari asam Sarana prasarana PK-SAR-003 FK-SAR-010 FK-SAR-011 FK-SAR-012 FK-SAR-013 FK-SAR-014 FK-SAR-015 IK-SAR-002 IK-SAR-003 Check List Procedure Document ISO 9001:

88 23 Pengadaan alat & bahan laboratorium format kebutuhan alat & bahan laboratorium format tanda terima penyerahan format rekapitulasi permintaan alat & bahan Lab untuk guru format rekapitulasi permintaan alat & bahan Lab untuk siswa format ucapan tanda terima kasih Sarana prasarana PK-SAR-004 FK-SAR-016 FK-SAR-017 FK-SAR-018 FK-SAR-019 FK-SAR Pengadaan bahan pustaka format kebutuhan bahan pustaka tanda terima penyerahan form format rekapitulasi permintaan bahan pustaka guru format rekapitulasi permintaan bahan pustaka siswa format ucapan tanda terima kasih Sarana prasarana PK-SAR-005 FK-SAR-021 FK-SAR-022 FK-SAR-023 FK-SAR-024 FK-SAR Pengelolaan Perpustakaam format buku kunjungan format kartu perpustakaan format buku peminjaman dan pengembalian Sarana prasarana PK-SAR-006 FK-SAR-026 FK-SAR-027 FK-SAR ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

89 format buku denda FK-SAR-029 Instruksi kerja inventarisasi bahan pustaka IK-SAR KESISWAAN 26 PPDB Kesiswaan PK-SIS-001 format SK panitia PPDB format pedoman teknis PPDB format jabaran tugas panitia PPDB format sosialisasi PPDB Jadwal kegiaatan PPDB FK-SIS-001 FK-SIS-002 FK-SIS-003 FK-SIS-004 FK-SIS-005 format MOU FK-SIS-006 format pengambilan formulir format formulir pendaftaran Format daftar peserta pendaftaran format check list persiapan Format peserta didik yang diterima FK-SIS-007-a FK-SIS-007-b FK-SIS-007-c FK-SIS-008 FK-SIS MOS Kesiswaan PK-SIS-002 format SK panitia MO format daftar materi dan penyampai materi FK-SIS-010a FK-SIS-010b format jadwal MOS FK-SIS-010c format daftar peserta MOS format check list kesiapan FK-SIS-010d FK-SIS-011 Check List Procedure Document ISO 9001:

90 daftar hadir peserta MOS format sistematika laporan FK-SIS-012 FK-SIS Kegiatan Kesiswaan draft pembina OSIS dan pembina ekstra SK pembina OSIS dan pembina ekstra format program kerja dan anggaran kerja format jadwal kegiatan format jurnal kegiatan kesiswaan format laporan kegiatan kesiswaan Kesiswaan PK-SIS-003 FK-SIS-014 FK-SIS-015 FK-SIS-016 FK-SIS-017 FK-SIS-018 FK-SIS Peningkatan Prestasi Siswa format sistematika program peningkatan prestasi siswa format SK pembimbing prestasi siswa format peserta pembimbingan pengembangan prestasi siswa format jadwal pembimbingan pengembangan prestasi siswa Kesiswaan PK-SIS-004 FK-SIS-020 FK-SIS-021 FK-SIS-022 FK-SIS ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

91 format jurnal pembimbingan pengembangan prestasi siswa format daftar peserta mengikuti lomba format sistematika laporan pengembangan prestasi siswa FK-SIS-024 FK-SIS-025 FK-SIS Beasiswa Miskin Kesiswaan PK-SIS-005 format tim pengelola beasiswa Format SK tim pengelola beasiswa format berkas pengajuan beasiswa format siswa yang berhak menerima beasiswa miskin format siswa yang menerima beasisawa format laporan penerimaan beasiswa miskin FK-SIS-027 FK-SIS-028 FK-SIS-029 FK-SIS-030 FK-SIS-031 FK-SIS Upacara Kesiswaan PK-SIS-006 format SK pelatih upacara format jadwal pembina dan petugas upacara FK-SIS-033 FK-SIS Ketertiban Siswa Kesiswaan PK-SIS-007 format tata tertib dan pelanggaran siswa daftar hadir sosialisasi FK-SIS-035 FK-SIS-036 Check List Procedure Document ISO 9001:

92 format surat pernyataan orang tua siswa format temuan pelanggaran format buku pelanggaran format surat panggilan siswa FK-SIS-037 FK-SIS-038 FK-SIS-039 FK-SIS KETATA USA- HAAN 33 Surat masuk TUS PK-TUS-001 lembar disposisi FK-TUS-001 format tanda terima distribusi surat FK-TUS Surat Keluar TUS PK-TUS-002 lembar disposisi FK-TUS Penerimaan Pegawai format analisa kebutuhan pegawai rekapitulasi pendaftar pegawai TUS PK-TUS-003 Fk-TUS-003 FK-TUS-004 draft SK pegawai FK-TUS Izin cuti Pegawai TUS PK-TUS-4 Format permohonan cuti format surat cuti pegawai FK-TUS-006 FK-TUS Penilaian pegawai TUS PK-TUS-005 format penilaian DP3 FK-TUS Pengembangan Staf TUS PK-TUS ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

93 format peta kompetensi lembar usulan pengembangan staf rekapitulasi usulan pengembangan staf lembar pengesahan pengembangan staf FK-TUS-009 FK-TUS-010 FK-TUS-011 FK-TUS Penerimaan Dana TUS PK-TUS-007 format kartu pembayaran format buku penerimaan FK-TUS-013 FK-TUS Pengeluaran keuangan Format pencairan dana TUS PK-TUS-008 FK-TUS Kebersihan TUS PK-TUS-009 format jadwal kebersihan format log pemeriksaaan kebersihan FK-TUS-016 Fk-TUS BP/BK 42 Keluar kelas BP/BK PK-BP-001 format surat izin keluar kelas format buku izin keluar kelas FK-BP-001 FK-BP Izin pulang BP/BK PK-BP-002 format surat izin pulang format buku izin pulang FK-BP-004 FK-BP-005 Check List Procedure Document ISO 9001:

94 44 Pelayanan BK BP/BK PK-BP-003 format buku kasus/ anecdot format buku pelanggaran tatatertib siswa format catatan konseling FK-BP-006 FK-BP-007 FK-BP-008 format sosiometri FK-BP-009 format tes IQ FK-BP-010 format buku tamu dan pengaduan format alat ungkap masalah FK-BP-011 FK-BP-012 format home visit FK-BP-013 format pelaksanaan analisa data hasil himpunan data format surat pemanggilan format check list layanan BK FK-BP-014 FK-BP-015 FK-BP-016 Penjelasan : 0 = Dokumen/Prosedur belum dibuat 1 = Dokumen/Prosedur sudah dibuat, belum direview 2 = Dokumen/Prosedur sudah direview, masih perlu perbaikan 3 = Dokumen/Prosedur sudah selesai dan siap untuk disahkan 4 = Dokumen/Prosedur sudah disahkan dan siap didistribusikan 88 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

95 B. DAFTAR DOKUMEN ISO 9001:2008 VERSI KE 2 DAFTAR DOKUMEN MR (MANAGEMENT REPRESENTATIVE) SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. POS : Prosedur Oprasional Standar & Formulir 1. Analisa Data 2. Internal Audit 3. Pengendalian Produk Tidak Sesuai 4. Pengendalian Catatan Mutu 5. Pengendalian Dokumen 6. Tindakan Koreksi dan Pencegahan 7. Tinjauan Manajemen B. Manual Mutu MAN Nglawak Kertosono 1. BAB I UMUM 2. BAB II KEBIJAKAN, SASARAN MUTU & PROSES MANAJEMEN PENDIDIKAN 3. BAB III ADMINISTRASI DOKUMEN 4. BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU 5. BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. BAB VI MANAJEMEN SUMBER DAYA 7. BAB VII REALISASI PRODUK 8. BAB VIII PENGUKURAN, ANALISIS DAN PERBAIKAN C. Formulir Penunjang MR 1. Daftar Induk Dukumen 2. Daftar Distribusi Dokumen 3. Perubahan Dokumen 4. Daftar Riwayat Perubahan Dokumen 5. Daftar Induk Catatan Mutu 6. Agenda Manajemen Review 7. Program Audit 8. Daftar Temuan Audit Check List Procedure Document ISO 9001:

96 9. Checklist Audit 10. Pelaksanaan Audit Mutu Internal 11. Kesanggupan di Audit Mutu Internal 12. Tindakan Korektif dan Pencegahan 13. Hasil AMI 14. Notulen 15. Buku Komplain Pelanggan 90 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

97 DAFTAR DOKUMEN KURIKULUM SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Pos Kurikulum MAN Nglawak Kertosono 1. POS KBM (KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR) 2. POS UJIAN SEMESTER 3. POS UJIAN SEKOLAH 4. POS UJIAN NASIONAL 5. POS KBM UNGGULAN 6. POS KBM CAMBRIDGE 7. POS UJIAN TENGAH SEMESTER 8. POS PERENCANAAN TRY OUT B. Formulir Penunjang Kurikulum 1. Konsep Silabus KTSP 2. Silabus 3. SK KKM 4. Program Tahunan 5. SK Kenaikan Kelas dan Penjurusan 6. Daftar Tanggal dan Hari Efektif 7. Rekapitulasi Program Semester 8. Program Kektuntasan Minimal 9. Lesson Plan (RPP) 10. Kisi-kisi Penyusunan Soal 11. Kartu Soal 12. Analisis Prosentase 13. Buku Pantau Sasaran Mutu Kurikulum 14. DHS untuk Guru 15. DKN untuk Guru 16. DKN Akhir Semester 17. Jurnal Kelas 18. Kalender Pendidikan 19. Leger Raport 20. Buku Pantau Sasaran Mutu Kurikulum Check List Procedure Document ISO 9001:

98 21. Raport Agaman 22. Cambridge Raport 23. Formulir Daftar Siswa Naik Bersyarat 24. Formulir Surat Pernyataan Naik Bersyarat 25. Analisis Guru 26. Format Jadwal 27. Supervisi 28. Tim pengembang KTSP 29. Daftar induk catatan mutu kurikulum 30. Format Absen 31. Penjurusan Kelas 32. SK Tim Penjamin Mutu 33. Surat pernyataan orang tua remidial 34. Tim kerja KTSP 35. Tim Penjamin mutu 92 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

99 DAFTAR DOKUMEN KESISWAAN SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Operasional Standar Kesiswaan 1. POS KESIAP SIAGAAN 2. POS PPDB (PENERIAMAAN PESERTA DIDIK BARU) 3. POS EKSTRA KULIKULER B. Formulir Penunjang Kesiswaan 1. Data Calan Siswa Baru 2. Surat Ijin Masuk atau Meninggalkan Kelas 3. Penggumuman Hasil Seleksi Siswa Baru 4. Rekap Poin 5. Daftar Hadir Kegiatan Ekstrakurikuler 6. Rekapitulasi Kehadiran Ekstrakurikuler 7. Buku Pantau Sasaran Mutu Kesiswaan 8. Bulu komplain Pelanggan 9. Data Pembinaan Siswa 10. Formulir Pelanggaran Tata Tertib 11. Tata Tertib 12. Tindak Lanjut 13. Rekap Pelanggaran Lain-lain 14. Rekap Pelanggaran Keterlambatan 15. Cover Daftar Ulang 16. Kata Pengantar 17. Tatib Siswa 18. Tatib Membawa HP 19. Surat Penyataan & Tanda Bukti Pembayaran Check List Procedure Document ISO 9001:

100 DAFTAR DOKUMEN SARPRAS SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Operasional Standar Sarpras 1. POS PERAWATAN LINGKUNGAN 2. POS SELEKSI DAN EVALUASI SUPLIER 3. POS PENGADAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BARANG 4. POS PEMINJAMAN GEDUNG DAN PERAWATAN B. Formulir Penunjang 1. Buku Pantau Sasaran Mutu Prasaranan 2. Buku Komplain Pelanggan 3. Notulen 4. Daftar Inventaris Barang 5. Buku Pantau Kebersihan 6. Lembar Pantau Peralatan Dalam Ruangan 7. Formulir Pengajuan Pembelian Barang 8. Daftar Pembelian Barang 9. Daftar Penerimaan, Penyimpanan, dan Distribusi Barang 10. Daftar Persediaan Barang 11. Daftar Peminjaman Barang 12. Daftar Riwayat Perbaikan 13. Daftar Pengajuan Penghapusan Barang 14. Berita Acara Penghapusan Barang 15. Berita Acara Penerimaan Barang 16. Daftar Hadir Petugas Kebersihan 17. Jadwal Pantau Kesiapan Ruang Auditorium 18. Daftar Pantau Kesiapan Ruang Auditorium 19. Daftar Pelaksanaan Back Up dan Store Data 20. Jadwal Pemeriksaan Peralatan 21. Catatan Suplier Terpilih 94 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

101 DAFTAR DOKUMEN HUMAS SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Operasional Standar & Formulir 1. POS PENANGANAN KELUHAN PELANGGAN 2. POS KEGIATAN SEKOLAH 3. POS PENERIAMAAN TAMU 4. POS PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN B. Formulir Penunjang 1. Materi Ujian 2. Blanko Nilai Praktek Agama 3. DKN Ujian Praktek Agama 4. Daftar Hadir Peserta Ujian Agama 5. DKN Ujian Akhir 6. Raport Agama 7. Journal Membaca Al-Qur an 8. Buku Pantau Sasaran Mutu Kurikulum 9. Draf Kurikulum PAI Man Nglawak Kertosono Check List Procedure Document ISO 9001:

102 DAFTAR DOKUMEN CAMBRIDGE SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Operasional Standar 1. POS SERTIFIKASI CAMBRIDGE B. Formulir Pendukung 1. Daftar Nilai Koreksi 2. Nilai Perumusan CP 1 3. Surat Pernyataan 4. Daftar Hadir Siswa 1 5. Daftar Hadir Tutor 6. Nilai Perumusan 2 7. Daftar Hadir Siswa 2 8. Daftar Hadir Tutor 2 9. Daftar Hadir Panitia 10. Daftar Hadir Pengawas 11. Format Pengambilan Sertifikat 12. Format Pendaftaran 13. Buku Pantau Sasaran Mutu Kepala Program 14. Daftar Hadir Pembinaan Awal 15. Format Kepanitiaan 16. Daftar Hadir Rapat Panitia 17. Daftar Hadir Rapat Pengawas 18. Biodata Peserta 19. Jadwal online Training 20. Buku Pantau Sasaran Mutu Kurikulum 96 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

103 DAFTAR DOKUMEN KORMA SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Operasional Kordinator Mata Pelajaran (Korma) B. Format Dafatar Catatan Mutu NO JUDUL CATATAN MUTU PERANGKAT MENGAJAR 1 Kalender Akademik 2 Jadwal Mengajar 3 Program Tahunan (Prota) 4 Program Semester (Promes) 5 Rencana Pekan Efektif (RPE) 6 Silabus 7 Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP) 8 Jurnal Mengajar 9 Daftar Hadir Peserta didik 10 Daftar Hasil Belajar Peserta didik 11 Program Perbaikan dan Pengayaan 12 Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 13 Daftar Buku Pegangan Tenaga Pendidik Check List Procedure Document ISO 9001:

104 DAFTAR DOKUMEN SBI SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Operasional Standar SBI 1. POS RINTISAN MADRASAH BERSTANDAR INTERNASIONAL DAFTAR DOKUMEN BK (BIMBINGAN KONSELING) SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Operasional Standar BK & Formulir 1. POS INSTRUMENTAL HIMPUNAN DATA SISWA 2. POS LAYANAN BK 3. POS BEASISWA BKM B. Formulir Penunjang 1. Formulir studi kasus 2. Kartu bimbingan 3. Surat pengantar bimbingan 4. Surat pengantar & izin bimbingan 5. Surat pangilan wali murid/orang tua 6. Data pribadi siswa 7. Laporan kunjangan rumah 8. Surat keterangan prestasi 9. Penelusuran lulusan 10. Surat pernyataan pelanggaran 11. Surat pernyataan pengunduran diri 12. Buku pantau saran mutu bimbingan 98 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

105 DAFTAR DOKUMEN LABORATORIUM SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Oprasional Standar Laboratorium 1. POS LABORATORIUM BAHASA 2. POS PEMAKAIAN TI 3. POS LABORATORIUM MIPA 4. POS SELEKSI DAN EVALUASI SUPLIER B. Formulir Pendukung 1. Jadwal Penggunaan Lab. 2. Daftar Penggunaan Lab. IPA 3. Daftar Kebutuhan 4. Daftar Permintaan Barang 5. Buku Penerimaan Barang 6. Daftar Iventaris 7. Jadwal Perawatan 8. Blanko Peminjaman 9. Blanko STOK 10. Buku Pantau Sasaran Mutu Lab. 11. Buku Saran & Keluhan Lab. 12. Daftar Penghapusan Barang 13. Surat Pesanan Barang 14. Berita Acara pemeriksaan Barang 15. Format Penilaian Kinerja Rekanan 16. Laporan Evaluasi Rekanan 17. Daftar Rekanan 18. Seleksi Suplier 19. Laporan Pembuatan Barang Jadi & Pembelian Barang Inventaris 20. Laporan Perubahan Inventaris 21. Laporan Barang Inventaris Yang Rusak 22. Pesanan Barang 23. Permintaan Penawaran Barang 24. Pemijaman Barang 25. Perbaikan & Perawatan 26. Pantauan Ketercapaian Sasaran Mutu Check List Procedure Document ISO 9001:

106 DAFTAR DOKUMEN PERPUSTAKAAN SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Oprasional Standar Perpustakaan B. Formulir Penunjang 1. Buku Pantau Sasaran Mutu Perpustakaan 2. Formulir Pengadaan Buku Perpustakaan 3. Daftar Nama Peminjam Buku Paket 4. Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan 5. Laporan Transaksi Peminjaman 6. Data Buku 7. Buku Induk 8. Buku Pengunjung 9. Buku Peminjaman 10. Buku Pengunaan Komputer 11. Buku Denda 12. Pengajuan Pengadaan Buku 13. Kartu pesanan 14. Penambahan koleksi 15. Buku Induk Perpustakaan 16. Registrasi Majalah Harian 17. Registrasi Majalah Bulanan 18. Kartu Pinjaman 19. Slip Buku Pinjaman 20. Statistik Harian 21. Daftar Peminjman Buku Paket 22. Statistik Peminjaman 23. Statistik Pengunjung 24. Daftar Pengunjung Harian 25. Tanda Bebas 26. Permintaan Kartu 100 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

107 27. Penerimaan Barang 28. Registrasi Majalah Mingguan 29. Laporan Keadaan Buku & Bahan Lainya 30. Laporan Mebeler 31. Laporan Buku Yang Dipinjam 32. Laporan Peminjaman Buku 33. Laporan Keuangan 34. Laporan Pengunjung Perpustakaan 35. Laporan Perpustakaan Check List Procedure Document ISO 9001:

108 DAFTAR DOKUMEN TATA USAHA SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Oprasional Standar Tata Usaha 1. POS Administrasi Kepegawaian a. Absensi pegawai b. DP-3 c. Rekomendasi hasil seleksi d. Rekapitulasi data guru 2. Pos Administrasi Kesiswaan a. Daftar nama perserta didik b. Rekapitusasi absensi perserta didik c. Rekapitulasi jumlah perserta siswa d. Mutusi perserta didik e. Hasil tes siswa mutusi 3. Pos Administrasi Persuratan a. Surat masuk b. Surat keluar c. Buku ekspedisi d. disposisi B. Formulir Penunjang 1. Buku Pantau Sasaran Mutu Tata Usaha 2. Form Agenda Surat Keluar 3. Form Dispensasi 4. Lampiran Kebersihan Kelas 5. Lampiran Struktur Organisasi Sekolah 6. Lampiran Surat Pernyataan Kursus 7. Lapiran Surat Tugas Pelatihan 102 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

109 DAFTAR DOKUMEN TATA USAHA KHUSUS BENDAHARA SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Oprasional Standar Tata Usaha Bagian Bendahara 1. POS TATA USAHAN BAGIAN BENDAHARA SEKOLAH (DIPA & PENGELUARAN) B. Formulir Penunjang 1. Buku Pantau Sasaran Mutu Keuangan 2. Daftar Penerimaan Gaji Man Nglawak Kertosono 3. Slip Gaji PNS Man Nglawak 4. Daftar Pengambilan Gaji Pegawai 5. Buku Catatan Harian 6. Buku Catatan SPP Check List Procedure Document ISO 9001:

110 DAFTAR DOKUMEN UKS SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Oprasional Standar Uks & Formilir 1. Pos Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat Formulir UKS POS 1 a. Checklist kebersihan sekolah b. Checklist kebersihan pemeriksaan 3 M c. Checklist kebersihan kerja bakti d. Checklist kebersihan kamar mandi e. Daftar identifikasi sarana lingkungan sehat 2. Pos Kegiatan Pendidikan Kesehatan Formulir UKS POS 2 a. Daftar guru pembina UKS b. Identifikasi KKR c. Daftar kader UKS 3. Pos Kegiatan Pelayanan Kesehatan Formulir UKS POS 3 a. Data dasar status kesehatan individu b. Kartu diagnosa c. Register pemeriksaan kesehatan d. Daftar kunjungan UKS 104 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

111 DAFTAR DOKUMEN WALI KELAS SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Prosedur Oprasional Standar Wali Kelas B. Formulir wali kelas 1. SK 2. Perencaan Pembinaan dan Pembimbingan Siswa 3. Catatan Pembinaan 4. Surat Tugas 5. Catatan Masalah 6. Surat Panggilan Orangtua/wali 7. Dafta Hadir 8. Catatan Perkembangan Peserta Didik 9. Surat Pengunduran Diri Check List Procedure Document ISO 9001:

112 DAFTAR DOKUMEN UNIT PENJAMIN MUTU SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Pos Pengembangan SDM B. Formulir UPM (Unit Penjamin Mutu) 1. Job description 2. Job specification 3. Kuisioner untuk wali murid 4. Kuisioner kepuasan pelanggan 5. Pengaduan pelanggan 6. Evaluasi kinerja guru 7. Program survei kepuasan pelanggan 8. Rencana tindakan hasil survei kepuasan pelanggan 9. Sasaran mutu unit penjamin mutu 10. Buku pantau sasaran mutu unit penjamin mutu 11. Notulen 12. Buku komplain pelanggan 13. Daftar pengesahan kuisioner 14. Daftar induk catatan mutu 15. Format indentifikasi pengajuan kebutuhan pelatihan 16. Format jadwal pelatihan 106 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

113 DAFTAR DOKUMEN BIMBEL SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Pos Bimbingan Belajar B. Format Bimbel 1. Jadwal bimbingan masuk PTN 2. Jadwal bimbingan malam KETENTUAN MUTU SCURITY SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK A. Ketentuan Mutu Scurity B. Format Scurity 1. Penerimaan tamu 2. Cleaning service Check List Procedure Document ISO 9001:

114

115 BAB 6 CHECK LIST ASSESSMENT FOR EDUCATION USE ISO 9001:2008 No Assessment Check List Assessment Result Requirements Yes No Remarks 1 QUALITY SYSTEM (Mutu system) 1.1 Sudahkah sekolah mengidentifikasi mutu lulusan siswa untuk mengetahui kebutuhan dan memberikan keterangan/fakta/bukti kesesuaian syarat/keperluan serta pelaksanaan yang efektif terhadap mutu lulusan? 1.2 Sudahkah sekolah melakukan kontrol terhadap beberapa catatan-catatan berikut ini: Catatan catatan dari pendidikan, pengalaman, training/pelatihan, dan kecakapan dari (guru/staff/karyawan/ kepsek...). Hasil rapat tinjauan manajemen dari hasil kuisioner tingkat kepuasan layanan pendidikan (mutu jasa pelayanan pendidikan Jasa) dan kemudian ditindaklanjuti. Catatan-catatan mutu dari sasaran mutu dan pengembangan sekolah di periksa dan kemudian ditindak-lanjuti Catatan-catatan mutu dari hasil rapat tinjauan mutu/evaluasi dari pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid)/ supplier dan kemudian ditindak-lanjuti

116 Identifikasi unik dan pengukuran dari jasa pelayanan sekolah jika diminta untuk diperiksa. Alat pengukuran dan hasil pengukuran. Wewenang dan tanggung jawab dari tiaptiap sub bidang pendidikan. 1.3 Apakah ada catatan bukti-bukti dari pelaksanaan untuk diikuti dan dipakai. Hak milik pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) yang hilang, rusak atau tidak layak pakai dilaporkan ke pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid). Catatan-catan proses pengesahan. Dasar dari pengukuran tidak lepas dari mampu telusur standar nasional atau internasional. Pengambilan hasil perbaikan dan melakukan pencegahan. 2 MANAGEMEN RESPONSIBILITY (Tanggung jawab manajemen) 2.1 Apakah ada pembuktian komitmen oleh Top Manajemen (Kepsek) terhadap peningkatan kualitas manajemen mutu? 2.2 Kebijakan Mutu (Quality Management) Sudahkan Top Manajemen (Kepala sekolah) menentukan kebijakan mutu dan meyakinkan bahwa sasaran mutu telah ditetapkan? Apakah kebijakan mutu sesuai dengan tujuan sekolah? Apakah kebijakan mutu dikomunikasikan dan dipahami di seluruh sub bidang di sekolah (waka kurikulum, kesiswaan, sarpras dll...)? 2.3 Perencanaanan Mutu (Quality Management System) Apakah keluaran dari perencanaan mutu / sasaran mutu didokumentasikan di sekolah? 2.4 Tanggung Jawab & Wewenang (Responsibility and Authority) 110 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

117 2.4.1 Sudahkah sekolah menetapkan tanggung dan kewenangannya untuk memudahkan dan efektif terhadap mutu pelayanan pendidikan di sekolah Sudahkah sekolah menyiapkan bagan-bagan atau struktur sekolah serta diagram alur untuk memahami berbagai hubungannya? Sudahkah tanggung jawab dan wewenang ditetapkan dan dikomunikasikan kepada semua personel yang terlibat dalam pelaksanaan sasaran mutu? 3 SUMBER DAYA MANUSIA (Human Resources) 3.1 Apakah personel yang melakukan/ bertanggung jawab terhadap tugas mutu pelayanan di sekolah memiliki dasar kompetensi sebagai berikut: Latar belakang pendidikan yang mendukung Terlatih Memiliki kemampuan di bidangnya Berpengalaman 3.2 Apakah sekolah yang dipimpin oleh Top Management sudah meyakinkan bahwa semua tenaga pendidik, staff, karyawan... memahami akan akibat dan pentingnya aktifitas-aktifitas mereka dan bagaimana konstribusi meraka untuk mencapai sasaran mutu yang telah ditetapkan? 3.3 Apakah catatan-catatan mutu yang ada dalam hal pendidikan, pelatihan, ketrampilan dan pengalaman dirawat? 4 WORK ENVIRONMENT (Lingkungan Kerja) Apakah sekolah menerapkan suatu peraturan terhadap keselamatan dan kenyamanan pelayanan pendidikan yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian terhadap persyaratan kualitas pelayanan pendidikan? Keselamtan kerja dan kenyamanan pembelajaran Check List Assessment for Education ISO 9001:

118 Sekolah memiliki laboratorium dan dilengkapi dengan alat keselamantan: - Fisika - Kimia - Biologi - Bahasa Kelengkapan media pembelajaran: - LCD - Komputer/Laptop - Printer - Peralatan dan bahan laboratorium - Sound system - White Board - Spidol - CD/DVD Pembelajaran - Penghapus Penataan di sekolah - Ruang laboratorium dilengkapi dengan lemari asam - Tempat Ibadah - Ruang Keksek - Ruang Guru - Ruang TAUS - UKS - OSIS - SARPRAS - Sarana prasarana olah raga - Penyediaan Air Bersih - Taman sekolah - Kerindangan halaman - Penempatan tempat sampah 5 INFRASTRUCTURE (Sarana Prasarana) Apakah sekolah sudah menentukan, menyediakan, dan memelihara infrastruktur yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian terhadap persyarataran mutu jasa pelayanan pendidikan jasa disekolah? 6 CUSTOMER COMMUNICATION (Komunikasi antar pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) 112 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

119 6.1 Apakah sekolah sudah melakukan peninjauan terhadap persyaratan dari pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) dan persyaratan yang lain yang telah ditetapkan oleh sekolah (sebelumnya) sebagai bentuk komitmen siswa baru/wali murid / supplier kepada (calon) pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid)? 6.2 Apakah lembaga sudah menyusun sasaran mutu komunikasi terhadap pengenalan/ pelaksanaan dan implementasi terhadap sistem mutu pelayanan pendidikan di sekolah? Sudahkah umpan balik dan komplain pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) diselesaikan dengan tuntas? 7 PRODUCT DESIGN (Desain Jasa Pendidikan) 7.1 Apakah sekolah melakukan perencanaanan dan kontrol terhadap desain/sasaran mutu dan pengembangan terhadap hasil layanan pendidikan? 7.2 Apakah desain/perencanaanan dan pengembangan yang disahkan memperkuat bahwa hasil pelayanan jasa pendidikan di sekolah mampu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan memenuhi persyaratan input dari pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid)? 7.3 Apakah hasil dari catatan-catatan mutu yang telah disahkan dan konsekuensinya ditindaklanjuti? 8 PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 8.1 Apakah sekolah melakukan evaluasi dan seleksi terhadap PPDB (Penerimaan peserta didik baru), barang, dan Jasa berdasarkan atas kemampuan sesuai dengan persyaratan sekolah yang ditetapkan? 8.2 Sudahkah sekolah mengidentifikasi/memahami dan melaksanakan aktifitas-aktifitas penting untuk pengujian calon peserta didik, barang dan Jasa? Check List Assessment for Education ISO 9001:

120 8.3 Apakah hasil dari catatan-catatan mutu terhadap hasil evaluasi dan sasaran mutu ke depan ditindak-lanjuti? 9 PURCHASING (Pembelian) 9.1 Apakah sekolah melakukan evaluasi dan seleksi supplier berdasarkan atas k e m a m p u a n n y a dalam supply barang sesuai dengan permintaan/ persyaratan? 9.2 Sudahkah sekolah mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan penting dalam verifikasi terhadap pembelian barang? 9.3 Apakah hasil dari evaluasi dan rencana tindak lanjut di dokumentasikan? 10 PRODUCTION AND SERVICE OPERASION (Penyedian Mutu jasa pelayanan pendidikan & Jasa) 10.1 Apakah sekolah melaksanakan kontrol terhadap jasa pelayanan pendidikan sebagai berikut: Ketersediaan informasi yang dibutuhkan untuk mendokumentasikan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah Ketersediaan dan pengunaan alat ukur dan pemantauan untuk PPDB 10.2 Sudahkah sekolah mengidentifikasi hasil mutu jasa pelayanan pendidikan dan proses layanan yang disyaratkan disahkan/resmikan? 10.3 Apakah sekolah mengidentifikasi dengan alat/ cara yang tepat pada mutu jasa pelayanan pendidikan dan pelaksanaan pelayanan? 10.4 Apakah metode dan kontrol yang sudah ditetapkan oleh sekolah menjamin kesesuaian/ terpeliharanya terhadap mutu jasa pelayanan pendidikan dengan persyaratan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) selama proses pendidikan di sekolah (internal)? 11 CALIBRATION (Pengukuran) 11.1 Dimana monitoring dan alat pengukuran digunakan: 114 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

121 Pengujian sistem pelayanan mutu pendidikan yang dilakukukan secara periodik atau dengan alat yang digunakan sebelumnya memiliki kemampuan standar internasional atau national. Apakah alat ukur pengujian di dokumentasikan? 12 PRESERVATION OF PRODUCT (Pemeliharaan jasa pelayanan) 12.1 Apakah metode dan sistem kontrol pelayanan mutu pendidikan yang ditetapkan oleh sekolah mampu memelihara kesesuaian mutu jasa pelayanan pendidikan dengan persyaratan/ prasyarat pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) selama proses diklat internal dan ketepatan pelayanan jasa? 12.2 Apakah metode dan alat kontrol meliputi: Ketentuan mutu jasa pelayanan pendidikan? Perawatan mutu jasa pelayanan pendidikan? Penyimpanan? Perlindungan terhadap mutu jasa pelayanan pendidikan? 13 MEASUREMENT & ANALYSIS (Pengukuran dan Analisa) 13.1 Apakah monitor dan pengukuran oleh sekolah mampu mengukur karakteristik mutu jasa pelayanan pendidikan dengan kesesuaiannya dengan persyaratan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) yang telah ditetapkan? 13.2 Sudahkah sekolah menyelenggarakan kontrol karakteristik khusus terhadap mutu jasa pelayanan pendidikan pada prosesnya? Jika memang sudah, apakah sudah dilakukan secara konsisten? 13.3 Sudahkah sekolah meyakinkan bahwa mutu jasa pelayanan pendidikan yang tidak sesuai/layak dengan prasyarat sudah ditinjau/identifikasi dan dilkukan pengontrolan pencegahan? 13.4 Apakah sekolah melakukan langkah-langkah sebagai berikut terhadap mutu jasa pelayanan pendidikan yang tidak sesuai dengan persyaratan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid): Check List Assessment for Education ISO 9001:

122 Melakukan tindakan pencegahan untuk menghapus terjadinya/deteksi ketidaksesuaian mutu jasa pelayanan? Menunjuk personel yang berwenang atau meneriman dengan konsesus oleh personel yang berwenang, kecuali disetujui oleh pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid). Dengan melakukan tindakan menghindari dan disesuaikan dengan aslinya sesuai dengan persyaratan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) Apakah catatan-catatan mutu terhadap halhal ketidaksesuaian dan langkah-langkah serta konsesi (kelonggaran) yang telah dilakukan di dokumentasikan / dirawat. Isilah Check List ini dengan kondisi sekolah yang sebenar-benarnya 116 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

123 No ASSESSMENT CHECK LIST FOR EDUCATION AND THE ANALYSIS Assessment Check List Assessment Result The Corrective Action shall be Done if the Requirements Yes No Remarks Result is NO 1 QUALITY SYSTEM (Mutu system) 1.1 Sudahkah sekolah mengidentifikasi mutu lulusan siswa untuk mengetahui kebutuhan dan memberikan keterangan/fakta/bukti kesesuaian syarat/keperluan serta pelaksanaan yang efektif terhadap mutu lulusan? 1.2 Sudahkah sekolah melakukan kontrol terhadap beberapa catatan-catan berikut ini: Catatan catatan dari pendidikan, pengalaman, training/pelatihan, dan kecakapan dari (guru/ staff/karyawan/kepsek...) No No Lengkapi seluruh dokumen speksifikasi mutu jasa pelayanan pendidikan atau Catatan-catatan mutu tentang mutu jasa pelayanan pendidikan atau lakukan pengujian mutu jasa pelayanan pendidikan pada audit internal dan eksternal untuk mengetahui mutu jasa pelayanan pendidikan di sekolah Lengkapi foto copy ijazah pendidikan atau sertifikat-sertifikat pelatihan seluruh karyawan Hasil rapat tinjauan manajemen dari hasil kuisioner tingkat kepuasan layanan pendidikan (mutu jasa pelayanan pendidikan Jasa) dan kemudian ditindak-lanjuti No Lengkapi hasil rekaman / catatan peninjauan; pengujian mutu jasa pelayanan pendidikan (Contoh Form..., Insepksi mutu jasa pelayanan pendidikan data tersebut). Check List Assessment for Education ISO 9001:

124 Catatan-catatan mutu dari sasaran mutu dan pengembangan sekolah di periksa dan kemudian ditindak lanjuti Catatan-catatan mutu dari hasil rapat tinjauan mutu/evaluasi dari pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid)/suppliers dan kemudian ditindak lanjuti Identifikasi unik dan pengukuran dari jasa pelayanan sekolah jika diminta untuk diperiksa Alat pengukuran dan hasil pengukuran Wewenang dan tanggung jawab dari tiap-tiap sub bidang pendidikan 1.3 Apakah ada catatan buktibukti dari pelaksanaan untuk diikuti dan dipakai No No No No No Buatlah sasaran mutu sekolah 2 s/d 4 tahun mendatang dan ditindak lanjuti Lakukan kuisioner dari siswa dan wali murid Catat tgl/bln/thn ketika formulir kerja mutu jasa pelayanan pendidikan dikirim ke pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid), data tersebut. Simpan dalam ordner Buat / lengkapi / Simpan kuisioner Kalibrasi sebagai dasar untuk melakukan tinjauan manajemen dan audit internal / eksternal dalam Ordner/Map Kalibrasi Lengkapi petugas yang melakukan peninjauan/ pengecekan mutu jasa pelayanan pendidikan 118 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

125 Hak milik pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) yang hilang, rusak atau tidak layak pakai dilaporkan ke pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) Catatan-catatan proses pengesahan Dasar dari pengukuran tidak lepas dari mampu telusur standar nasional atau internasional No (Jika ada) simpan seluruh dokumen merknya pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) No Simpan rekaman / catatan peninjauan mutu jasa pelayanan pendidikan No Simpan rekaman / catatan kalibrasi eskternal 2 MANAGEMEN RESPONSIBILITY (Tanggung jawab manajemen) 2.1 Apakah ada pembuktian komitmen oleh Top Manajemen (Kepsek) terhadap peningkatan kualitas manajemen mutu? No No Jika ada (terutama komplain dari pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) simpan rekaman / catatan dalam ordner Buatkan pernyataan tertulis Top Management tentang tekad mutu jasa pelayanan pendidikan dan adakan sosialisasi/ pertemuan dengan seluruh sub bidang pendidikan secara berkala (Lihat contoh... Check List Assessment for Education ISO 9001:

126 2.2 Kebijakkan Mutu (Quality Management) Sudahkan Top Manajemen (Kepala sekolah) menentukan kebijakan mutu dan meyakinkan bahwa sasaran mutu telah ditetapkan? Apakah kebijakan mutu sesuai dengan tujuan sekolah? Apakah kebijakan mutu dikomunikasikan dan dipahami di seluruh sub bidang di sekolah (waka kurikulum, kesiswaan, sarpras...)? 2.3 Perencanaanan Mutu (Quality Management System) Apakah keluaran dari perencanaan mutu / sasaran mutu didokumentasikan di sekolah? 2.4 Tanggung Jawab & Wewenang (Responsibility and Authority) Sudahkah sekolah menetapkan tanggung dan kewenangannya untuk memudahkan dan efektif terhadap mutu pelayanan pendidikan di sekolah Sudahkah sekolah menyiapkan bagan-bagan atau struktur sekolah serta diagram alur untuk memahami berbagai hubungannya? No No No No No No Tetapkan kebijakan mutu sekolah terutama dalam hal mutu jasa pelayanan pendidikan dan pelayanan kepada pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid). Kemudian adakan sosialisasi/pertemuan dengan seluruh sub bidang pendidikan secara berkala untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) (Lihat contoh...) Buatkan Sasaran mutu dalam mencapai mutu jasa pelayanan pendidikan yang ditetapkan (Lihat contoh...) Buatkan Uraian Tugas, Tanggung jawab dan Wewenang masingmasing bagian di Sekolah (Lihat Contoh...) yang disahkan oleh Pimpinan Sekolah dan lakukan soialisasi ke seluruh sub bidang pendidikan. Tetapkan Struktur Sekolah yang disahkan oleh Top Management kemudian informasikan keseluruh sub bidang pendidikan (Lihat Contoh Struktur Sekolah) 120 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

127 2.4.3 Sudahkah tanggung jawab dan wewenang ditetapkan dan dikomunikasikan kepada semua personel yang terlibat dalam pelaksanaan sasaran mutu? No Lihat Corrective action butir SUMBER DAYA MANUSIA (Human Resources) 3.1 Apakah personel yang melakukan/ bertanggung jawab terhadap tugas mutu pelayanan di sekolah memiliki dasar kompetensi sebagai berikut: Latar belakang pendidikan yang mendukung No Tetapkan petugas sesuai dengan jenis pendidikan Terlatih No Tetapkan petugas Memiliki kemampuan di bidangnya Berpengalaman No No terkait titik kritis di Bagian Mutu jasa pelayanan pendidikan dan Peninjauan/Pengecekan sesuai dengan pelatihan yang pernah diikuti & pengalaman yang dimiiki (Lihat Contoh) 3.2 Apakah sekolah yang dipimpin oleh Top Management sudah meyakinkan bahwa semua tenaga pendidik, staff, karyawan... memahami akan akibat dan pentingnya aktifitas-aktifitas mereka dan bagaimana konstribusi mereka untuk mencapai sasaran mutu yang telah ditetapkan? No Lakukan pertemuan secara berkala untuk membahas mutu jasa pelayanan pendidikan sekolah dan beri kesempatan untuk menyampaikan ide-ide dari sub bidang pendidikan Check List Assessment for Education ISO 9001:

128 3.3 Apakah catatan-catatan mutu yang ada dalam hal pendidikan, pelatihan, ketrampilan dan pengalaman dirawat? 4 WORK ENVIRONMENT (Lingkungan Kerja) Apakah sekolah menerapkan suatu peraturan terhadap keselamatan dan kenyamanan pelayanan pendidikan yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian terhadap persyaratan kualitas pelayanan pendidikan? Keselamtan kerja dan kenyamanan pembelajaran Sekolah memiliki laboratorium dan dilengkapi dengan alat keselamatan: Fisika Kimia Biologi Bahasa Kelengkapan media pembelajaran: LCD Komputer/Laptop Printer Peralatan dan bahan laboratorium Sound system White Board Spidol CD/DVD Pembelajaran Penghapus No Simpan rekaman / catatan / catatan mutu Corrective action butir 3.1 dan 3.2 dalam ordner/map tertentu No Untuk beberapa sekolah membuat komponen dari bahan cair kimia, wajib melengkapi peralatan keamanan pelanggan 122 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

129 Penataan di sekolah Ruang laboratorium dilengkapi dengan lemari asam Tempat Ibadah Ruang Keksek Ruang Guru Ruang TAUS UKS OSIS SARPRAS Sarana prasarana olah raga Penyediaan Air Bersih Taman sekolah Kerindangan halaman Penempatan tempat sampah 5 INFRASTRUCTURE (Sarana Prasarana) Apakah sekolah sudah menentukan, menyediakan, dan memelihara infrastruktur yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian terhadap persyarataran mutu jasa pelayanan pendidikan jasa di sekolah? 6 CUSTOMER COMMUNICATION (Komunikasi antar pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid, pemasok...) 6.1 Apakah sekolah sudah melakukan peninjauan terhadap persyaratan dari pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) dan persyaratan yang lain yang telah ditetapkan oleh sekolah (sebelumnya) sebagai bentuk komitmen siswa baru/ wali murid / supplier kepada (calon) pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid)? No No Lengkapi Jadwal Perawatan dan Form Permintaan Perawatan (Lihat Contoh Form... ) Lakukan kajian terhadap persyaratan permintaan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid), yaitu : waktu, jumlah yang diminta, mutu yang dipersyaratkan, kemampuan mutu jasa pelayanan pendidikansi dll. (Lihat contoh dokumen...) Check List Assessment for Education ISO 9001:

130 6.2 Apakah lembaga sudah menyusun sasaran mutu komunikasi terhadap pengenalan/pelaksanaan dan implementasi terhadap system mutu pelayanan pendidikan di sekolah? Sudahkah umpan balik dan komplain pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) diselesaikan dengan tuntas? No 7 PRODUCT DESIGN (Desain Jasa Pendidikan) 7.1 Apakah sekolah melakukan perencanaanan dan kontrol terhadap desain / sasaran mutu dan pengembangan terhadap hasil layanan pendidikan? 7.2 Apakah desain/ perencanaanan dan pengembangan yang disahkan memperkuat bahwa hasil pelayanan jasa pendidikan di sekolah mampu memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan memenuhi persyaratan input dari pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid)? 7.3 Apakah hasil dari catatancatatan mutu yang telah disahkan dan konsekuensinya ditindak lanjuti? No No No Lakukan tindak lanjut penanganan keluhan dan komplain dari pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) dan tetapkan target waktu tindak lanjutnya (Lihat contoh dokumen...) Lakukan kajian terhadap persyaratan mutu jasa pelayanan pendidikan (dokumen spesifikasi, material yang digunakan, peralatan yang tersedia) dan lainnya Lakukan kajian jika telah dibuat sasaran mutu jasa pelayanan pendidikan ke pihak ketiga untuk mengetahui mutu jasa pelayanan pendidikan Lakukan kajian jika mutu jasa pelayanan pendidikan sudah memenuhi persyaratan terhadap material, peralatan ukur dan uji data tersebut. 124 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

131 8 PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 8.1 Apakah sekolah melakukan evaluasi dan seleksi terhadap PPDB (Penerimaan peserta didik baru), barang, dan Jasa berdasarkan atas kemampuan sesuai dengan persyaratan sekolah yang ditetapkan? 8.2 Sudahkah sekolah mengidentifikasi / memahami dan melaksanakan aktifitasaktifitas penting untuk pengujian calon peserta didik, barang dan Jasa? 8.3 Apakah hasil dari catatancatatan mutu terhadap hasil evaluasi dan sasaran mutu ke depan ditindak lanjuti? 9 PURCHASING (Pembelian) 9.1 Apakah sekolah melakukan evaluasi dan seleksi supplier berdasarkan atas kemampuannya dalam supply barang sesuai dengan permintaan/persyaratan? 9.2 Sudahkah sekolah mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan penting dalam verifikasi terhadap pembelian barang? 9.3 Apakah hasil dari evaluasi dan rencana tindak lanjut didokumentasikan? No No No No No No Lakukan kajian terhadap kemampuan siswa baru/wali murid (supplier) melalui Form Daftar Siswa baru/wali murid (Lihat Contoh Form...) Lakukan identifikasi terhadap kemampuan siswa baru/wali murid, Kompetensi, dan lainlain. Ambil tindakan jika siswa baru/wali murid sudah tidak memenuhi kemampuannya? Lakukan kajian terhadap kemampuan pemasok (supplier) melalui Form Daftar Pemasok (Lihat Contoh Form...) Lakukan identifikasi terhadap kemampuan pemasok pada Waktu, Mutu barang, dll. Ambil tindakan jika pemasok sudah tidak memenuhi kemampuannya? 10 PRODUCTION AND SERVICE OPERATION (Penyedian Mutu jasa pelayanan pendidikan & Jasa) 10.1 Apakah sekolah melaksanakan kontrol terhadap jasa pelayanan pendidikan sebagai berikut: Check List Assessment for Education ISO 9001:

132 Ketersediaan informasi yang dibutuhkan untuk mendokumentasikan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah Ketersediaan dan pengunaan alat ukur dan pemantauan untuk PPDB 10.2 Sudahkah sekolah mengidentifikasi hasil mutu jasa pelayanan pendidikan dan proses layanan yang disyaratkan disahkan/ resmikan? 10.3 Apakah sekolah mengidentifikasi dengan alat/cara yang tepat pada mutu jasa pelayanan pendidikan dan pelaksanaan pelayanan? 10.4 Apakah metode dan kontrol yang sudah ditetapkan oleh sekolah menjamin kesesuaian/terpeliharanya terhadap mutu jasa pelayanan pendidikan dengan persyaratan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) selama proses pendidikan di sekolah (internal)? No No No No No Lakukan kajian terhadap persyaratan mutu dan spesifikasi mutu jasa pelayanan pendidikan Tetapkan peralatan ukur dan uji yang akan digunakan untuk mengetahui mutu jasa pelayanan pendidikan yang akan dibuat (Lihat Contorh Form..., Sasaran mutu Mutu) Tetapkan kemampuan peralatan mutu jasa pelayanan pendidikan dan peralatan ukur dan uji untuk mengetahui mutu jasa pelayanan pendidikan (Lihat Contorh Form..., Sasaran mutu Mutu). Tetapkan cara untuk mengetahui setiap langkah proses dalam membuat mutu jasa pelayanan pendidikan berikut langkah untuk mengetahui mutu jasa pelayanan pendidikan serta tindak lanjut penangannya jika langkah tidak sesuai dengan target/sasaran yang ditetapkan. (Lihat Contorh Form..., Sasaran mutu Mutu). 126 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

133 11 CALIBRATION (Pengukuran) 11.1 Dimana monitoring dan alat pengukuran digunakan: Pengujian sistem pelayanan mutu pendidikan yang dilakukukan secara periodik atau dengan alat yang digunakan sebelumnya memilki kemampuan standar internasional atau national. Apakah alat ukur pengujian didokumentasikan? No Tetapkan peralatan ukur dan uji yang digunakan di titik kritis untuk mengetahui akurasi alat dengan mengkalibrasi ke Laboratorium Uji Kalibrasi Eksternal (Lihat Contoh Form... Daftar Alat Ukur dan Uji yang Dikalibrasi). 12 PRESERVATION OF PRODUCT/SERVISE (pemeliharaan jasa pelayanan) 12.1 Apakah metode dan sistem kontrol pelayanan mutu pendidikan yang ditetapkan oleh sekolah mampu memelihara kesesuaian mutu jasa pelayanan pendidikan dengan persyaratan/ prasyarat pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) selama proses diklat internal dan ketepatan pelayanan jasa? 12.2 Apakah metode dan alat control meliputi: Ketentuan mutu jasa pelayanan pendidikan? Perawatan mutu jasa pelayanan pendidikan? Penyimpanan? Perlindungan terhadap mutu jasa pelayanan pendidikan? No No No Tetapkan cara untuk implementasi mutu jasa pelayanan pendidikan ke Agen/ Pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) sesuai dengan kemampuan mutu jasa pelayanan pendidikansi serta mutu yang diminta oleh pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) (jika ada) atau jika tidak ada tetapkan sendiri mutu dan spesifikasi mutu jasa pelayanan pendidikan (Lihat Contoh Form... ) Tetapkan cara menyimpan dan implementasi mutu jasa pelayanan pendidikan (PDCA, 6 SIXMA, TQMS), cara mengemas mutu jasa pelayanan pendidikan dan cara penanganan mutu jasa pelayanan pendidikan (Lihat Contoh IK dan Form... ) Check List Assessment for Education ISO 9001:

134 13 MEASUREMENT & ANALYSIS (Pengukuran dan Analisa) 13.1 Apakah monitor dan mengukuran oleh sekolah mampu mengukur karakteristik mutu jasa pelayanan pendidikan dengan kesesuaiannya dengan persyaratan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) yang telah ditetapkan? 13.2 Sudahkah sekolah menyelenggarakan kontrol karakteristik khusus terhadap mutu jasa pelayanan pendidikan pada prosesnya? Jika memang sudah, apakah sudah dilakukan secara konsisten? 13.3 Sudahkah sekolah meyakinkan bahwa mutu jasa pelayanan pendidikan yang tidak sesuai/layak dengan prasyarat sudah ditinjau/ identifikasi dan dilkukan pengontrolan pencegahan? 13.4 Apakah sekolah melakukan langkah-langkah sebagai berikut terhadap mutu jasa pelayanan pendidikan yang tidak sesuai dengan persyaratan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid): Melakukan tindakan pencegahan untuk menghapus terjadinya/ deteksi ketidaksesuaian mutu jasa pelayanan? Menunjuk personel yang berwenang atau menerima dengan konsesus oleh personel yang berwenang, kecuali disetujui oleh pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) No No No No No No Tetapkan cara untuk mengetahui karakteristik mutu jasa pelayanan pendidikan (Lihat Contoh Form... Sasaran mutu Mutu). Harus dilakukan peninjauan setiap langkah proses mutu jasa pelayanan pendidikans di bagian titik kritis dengan menggunakan cara tertentu sesuai dengan jenis mutu jasa pelayanan pendidikan yang dibuat. Harus dicatat setiap hasil peninjauan mutu jasa pelayanan pendidikan dalam oleh Petugas Peninjauan (Inspektor) Lihat Contoh Form... yang terdokumentasi berikut alat ukur yang digunakan dan Tindakan Koreksi dan Tindakan Pencegahan yang dilakukan oleh Top Management Lihat Contoh IK... Tindakan Koreksi serta Tindakan Pencegahan. Harus dicatat setiap langkah tindakan koreksi dan pencegahan Lihat Contoh Form... Tindakan Koreksi dan Tindakan Pencegahan. 128 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

135 Dengan melakukan tindakan menghindari dan disesuaikan dengan aslinya sesuai dengan persyaratan pelanggan (guru, staff, karyawan, siswa, wali murid) 13.5 Apakah catatan-catatan mutu terhadap hal-hal ketidaksesuaian dan langkahlangkah serta konsesi (kelonggaran) yang telah dilakukan di dokumentasikan/dirawat. No Catatan: Top Manajemen : Kepala Sekolah Produk : Jasa layanan mutu sekolah serta lulusan Pelanggan : Semua warga sekolah (siswa, guru, staff...) 1. Tidak adanya Kurang adanya Penataan kelas/ruang yang Dokumen sulit ditemukan Lemahnya Tidak tepat 7. Sulit melakukan 8. Rekaman sulit Take action now!!!! Check List Assessment for Education ISO 9001:

136

137 BAB 7 PENGENALAN IWA-2 SEBAGAI PEDOMAN SMM PENDIDIKAN IWA-2 adalah panduan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 bagi lembaga pendidikan. IWA adalah singkatan dari International Workshop Agreement. Panduan ini dipublikasikan oleh ISO (International Organization for Standardization) serta disusun melalui mekanisme workshop, dan bukan melalui proses komite. International Workshop Agreement disetujui melalui konsensus di antara para partisipan. Panduan ini ditinjau setiap 3 tahun untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar sistem manajemen mutu yang berlaku. Berdasarkan hasil dari tinjauan, maka diputuskan apakah panduan ini akan direvisi atau ditarik. International Workshop Agreement 2 edisi pertama yaitu IWA-2: 2003 diterbitkan pada tahun 2003 dan disetujui pada workshop yang diadakan di Acapulco, Mexico, pada bulan Oktober Edisi kedua yaitu IWA-2: 2007 disetujui pada workshop yang diadakan di Busan, Korea pada bulan November Edisi yang kedua ini menggantikan edisi pertama (IWA-2: 2003). Edisi kedua dari IWA-2 ini disusun oleh para peserta workshop yang terdiri dari 47 ahli dibidang pendidikan dan penjaminan mutu di antaranya guru, kepala sekolah, dosen, auditor, konsultan mutu, profesor, praktisi, pengamat pendidikan dan konsultan pendidikan. Hal ini memastikan bahwa IWA-2 dapat menjadi panduan yang cukup membumi bagi para praktisi pendidikan dalam menerapkan sistem manajemen mutu ISO Satu hal penting yang harus diperhatikan

138 bahwa IWA-2 adalah sebagai panduan, dan bukanlah suatu persyaratan (requirements) sebagaimana ISO Jadi tidak boleh sebagai pengganti SMM ISO 9001 dan tidak dapat dijadikan acuan kontrak dalam peninjauan kesesuaian maupun untuk keperluan sertifikasi. Meskipun SMM ISO 9001 berlaku generik, namun panduan ini dikeluarkan guna memudahkan lembaga pendidikan mulai dari level pendidikan dasar, menengah, atas, universitas hingga pendidikan jarak jauh serta e-learning, dalam menerapkan SMM ISO 9001 secara efektif. Dengan mengimplementasikan IWA-2 diharapkan lembaga pendidikan memiliki efektifitas yang tinggi untuk dapat memenuhi persyaratan pelanggan, memperjelas implementasi SMM ISO 9001, mencapai pengembangan dan keberhasilan yang berkelanjutan. Petunjuk penerapan IWA-2 dalam lembaga pendidikan memiliki klausul-klausul yang hampir sama dengan klausul-klausul dalam SMM ISO Namun demikian, beberapa klausul yang ada pada SMM ISO 9001 disesuaikan dengan kondisi yang ada pada lembaga pendidikan. Prinsip-Prinsip Utama dalam IWA-2 Dikarenakan IWA-2 ini merupakan petunjuk penggunaan dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, maka prinsip-prinsip IWA-2 juga menggunakan 8 (delapan) prinsip yang ada pada SMM ISO Akan tetapi, karena kekhasan dari lembaga pendidikan, maka prinsip-prinsip yang ada pada SMM ISO 9001 tersebut ditambah lagi dengan 4 prinsip keberhasilan berkelanjutan khusus dalam IWA-2. Sehingga jumlah keseluruhan ada 12 prinsip manajemen mutu lembaga pendidikan. Delapan prinsip manajemen mutu lembaga pendidikan dalam IWA- 2 adalah sebagai berikut: 1. Process Approach (Pendekatan Proses) Prinsip ini mengindikasikan bahwa IWA-2 merupakan petunjuk penggunaan yang menekankan pada proses yang dilaksanakan. Prinsip ini dilatarbelakangi oleh asumsi bahwa produk yang baik kemungkinan besar dihasilkan oleh proses yang baik pula. Oleh karena produk 132 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

139 lembaga pendidikan merupakan produk yang sukar diukur secara singkat dan bukan produk yang langsung dapat dilihat hasilnya, maka penekanan pada proses merupakan hal yang sangat penting dalam lembaga pendidikan. Dalam kaitan dengan proses yang dilakukan, harus dirancang agar proses tersebut terkait dengan visi lembaga pendidikan. Pencapaian visi lembaga pendidikan merupakan keseluruhan proses yang harus dilakukan oleh keseluruhan komponen yang ada di lembaga pendidikan, baik itu komponen administratif, maupun akademik. Visi lembaga pendidikan harus mengandung unsur-unsur kompetensi hasil pembelajaran yang dilakukannya. Visi lembaga pendidikan juga harus mengadopsi berbagai kebutuhan dan harapan seluruh pemangku kepentingan terhadap kompetensi yang ingin dihasilkan oleh lembaga pendidikan. Dengan demikian, proses yang dilakukan oleh lembaga pendidikan adalah proses yang menuju ke arah pencapaian kompetensi dan juga proses yang mengarah kepada peningkatan pemenuhan kebutuhan dan harapan seluruh pemangku kepentingan. 2. Understanding Core Competence (Customer Focus / Kepuasan Pelanggan) Prinsip ini merupakan penyesuaian dari prinsip fokus pada pelanggan di SMM ISO Adanya prinsip ini mengindikasikan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian yang sangat penting dalam lembaga pendidikan. Berbagai kegiatan pendidikan, merupakan kegiatan yang sangat erat kaitannya dengan budaya, keterampilan, penggunaan teknologi, penggunaan dan pemanfaatan keilmuan. Semua kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang membutuhkan kompetensi pendidik dan kompetensi prasyarat bagi peserta didik. Tenaga pengajar yang memberikan pengajaran pada satu bidang studi, harus memiliki kompetensi di bidang tersebut. Itulah sebabnya kompetensi merupakan bagian penting dari lembaga pendidikan. Dalam era dimana persaingan merupakan hal yang secara alami akan terjadi, maka lembaga pendidikan harus memiliki kemampuan untuk memberikan nilai tambah dan inovasi terhadap berbagai produknya. Nilai tambah tersebut akan sangat baik jika pada masing-masing lembaga Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan 133

140 pendidikan memiliki jenis nilai tambah yang berbeda-beda. Perbedaan pada nilai tambah inilah yang kemudian akan menjadi daya saing pada lembaga pendidikan. Berbagai nilai tambah tersebut akan dapat dihasilkan jika kompetensi SDM yang ada di lembaga pendidikan dikembangkan dengan baik dan tepat. 3. Total Optimization (Systems Approach to Management / Pendekatan Sistem Manajemen) Prinsip ini merupakan penyesuaian dari prinsip pendekatan proses pada manajemen dalam SMM ISO Dalam prinsip ini terkandung makna bahwa penerapan IWA-2 di lembaga pendidikan harus didasarkan pada proses yang opimal pada keseluruhan kegiatan. Sebagaimana diketahui bahwa dalam lembaga pendidikan selalu ada dua kegiatan utama, yaitu kegiatan yang berkaitan dengan administratif dan kegiatan yang berkaitan dengan akademik. Optimalisasi proses harus dilakukan pada seluruh kegiatan baik pada kegiatan administratif maupun akademik. Optimalisasi pada kegiatan administratif utamanya dilakukan pada keseluruhan proses pelayanan, sedangkan optimalisasi pada kegiatan akademik utamanya dilakukan pada proses pembelajaran. 4. Visionary Leadership (Kepemimpinan yang bervisi) Prinsip ini adalah penyesuaian dari prinsip kepemimpinan pada ISO Dalam organisasi apapun kepemimpinan selalu menjadi penentu utama perkembangan dan kemajuan organisasi, termasuk lembaga pendidikan. Tugas utama pemimpin adalah memahami arah dan tujuan organisasi. Sebagai nahkoda utama lembaga pendidikan, pemimpin akan mementukan arah dan tujuan yang akan di tempuh. Disinilah akan ditentukan tingkat kevisioneran seorang pemimpin. Lembaga pendidikan akan disegani dan diakui dunia, jika dari lembaga pendidikan tersebut lahir lulusan-lulusan yang berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan zaman, melahirkan budaya tinggi, dan mampu memenuhi kebutuhan pembangunan suatu negara. Dalam iklim dengan perubahan yang sangat cepat tersebut kesinambungan 134 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

141 organisasi dan implementasi IWA-2 di lembaga pendidikan akan sangat tergantung kepada visi lembaga pendidikan. Visi lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan lembaga pendidikan itu sendiri, oleh karena itulah kepemimpinan yang visioner menjadi prinsip dalam implementasi IWA-2. Pencapaian visi lembaga pendidikan tidak dapat dilakukan jika tidak dioperasionalkan dalam bentuk yang lebih teknis. Itulah sebabnya lembaga pendidikan harus mendorong diimplementasikannya tahapantahapan pencapaian visi lembaga pendidikan melalui berbagai kebijakan, dan kemudian merumuskannya kedalam tahapan-tahapan operasional, mulai dari rencana jangka pendek sampai dengan rencana jangka panjang. 5. Factual Approach (Pendekatan yang Nyata) Prinsip ini merupakan penyesuaian dari prinsip pendekatan pada fakta untuk mengambil keputusan pada SMM ISO Prinsip ini mengindikasikan bahwa implementasi IWA-2 di lembaga pendidikan harus didasarkan pada data. Kondisi ini kemudian akan menuntut adanya berbagai proses pencarian data. Proses pencarian data tersebut dilakukan dengan melalui proses pengukuran atau penilaian. Dari hasil pengukuran dan penilaian tersebut kemudian dilakukan analisis data. Analisis data menggunakan kombinasi tinjauan antara informasi yang didapat dan kebijakan yang diterapkan. Metode yang digunakan merupakan metode logis dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dari hasil analisis inilah data dan fakta yang terjadi kemudian dipakai pijakan dalam proses pengambilan keputusan. Adanya prinsip ini akan menghindarkan berbagai proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada unsur-unsur suka tidak suka, atau pengambilan keputusan yang tidak logis. Dalam prinsip pendekatan berdasarkan fakta ini, berbagai tindak perbaikan dapat dilakukan dengan tepat dan efisien, dan yang lebih penting, fakta-fakta yang ada dan analisis yang dilakukan terhadap berbagai fakta tersebut merupakan pijakan kuat untuk melaksanakan pengembangan lembaga pendidikan. Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan 135

142 6. Collaboration with Partners (kerjasama dengan patner) Prinsip ini merupakan penyesuaian dari prinsip hubungan saling menguntungkan dengan pemasok pada SMM ISO Pada prinsip ini terkandung makna jika sebuah organisasi memiliki hubungan yang saling menguntungkan dengan pemasok maka organisasi tersebut akan dapat menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Demikian pula pada lembaga pendidikan yang memiliki berbagai partner (istilah yang lebih tepat untuk menyebut pemasok pada institusi pendidikan). Partner-partner lembaga pendidikan tersebut harus berkolaborasi dengan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan merupakan organisasi yang paling kompleks berkaitan dengan partner. Kompleksitas hubungan antara lembaga pendidikan dengan partner tersebut dikarenakan karakteristik lembaga pendidikan yang bertujuan menghasilkan SDM yang berkualitas. Berkualitas dalam artian memiliki kompetensi-kompetensi sebagaimana yang dipersyaratkan di atas. Memproduksi kompetensi adalah menghasilkan sesuatu yang sangat kompleks, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dan keilmuan dalam melaksanakan pekerjaan, tetapi juga karakter, sikap, nilai-nilai, dan juga budaya-budaya yang harus dimiliki oleh seseorang. Hasil dari kompetensi tersebut pada beberapa hal dapat ditunjukkan langsung dalam seketika, namun ada juga yang baru dapat ditunjukkan dalam jangka menengah dan bahkan ada yang akan baru muncul dalam jangka panjang. Hal-hal itulah yang kiranya penting bagi lembaga pendidikan untuk selalu mengimplementasikan prinsip berkolaborasi dengan partner ini. 7. Involvement of People (keterlibatan warga sekolah) Prinsip ini sama persis dengan prinsip yang ada dalam SMM ISO 9001:2008. Dalam prinsip ini terkandung makna bahwa sangat sulit untuk menghasilkan suatu produk atau layanan yang bermutu jika tidak seluruh SDM yang ada dalam organisasi tersebut terlibat dalam upaya menghasilkan produk atau layanan yang bermutu tersebut. Pelibatan seluruh SDM tersebut akan menjadi lebih penting dalam kaitan dengan lembaga pendidikan. 136 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

143 Dalam lembaga pendidikan sangat banyak pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan oleh kegiatan individual. Kegiatan pembelajaran misalnya merupakan kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan oleh guru/dosen secara individual. Baik buruknya kegiatan pembelajaran sangat tergantung dari kegiatan individual guru/dosen dalam proses pembelajaran tersebut. Jika terdapat satu orang guru/dosen saja yang tidak terlibat dalam keseluruhan sistem mutu, maka akan ada kemungkinan besar bahwa pada mata kuliah tersebut akan menyimpang dari kompetensi yang direncanakan. Banyaknya SDM yang tidak terlibat dalam kegiatan implementasi sistem manajemen mutu, maka akan semakin berat bagi dihasilkannya suatu lulusan yang bermutu. Hal tersebut dikarenakan lulusan yang bermutu dibangun dari berbagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru/dosen, baik di ruang kelas maupun di laboratorium. Demikian pula halnya dengan yang dilakukan pada kegiatan administrasi dan pelayanan. Berbagai SDM yang terlibat dalam kegiatan pelayanan harus terlibat dalam sistem mutu yang direncanakan, mulai dari para pengambil keputusan yang ada pada manajemen puncak sampai dengan pekerja teknis. Para guru/dosen akan sangat sulit mengajar dengan baik jika para petugas kebersihan tidak melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Demikian seterusnya, keseluruhan SDM lembaga pendidikan harus terlibat dalam keseluruhan upaya untuk menghasilkan berbagai produk/layanan lembaga pendidikan yang bermutu. 8. Continuous Improvement (perbaikan berkelanjutan) Prinsip ini juga merupakan prinsip yang sama dengan prinsip yang ada dalam SMM ISO 9001:2008. Dalam IWA-2, prinsip ini lebih ditekankan pada proses pembelajaran baik itu pembelajaran organisasi maupun pembelajaran peserta didik. Proses pengembangan berkelanjutan akan dapat dilaksanakan dengan baik, jika penumbuhan berbagai kegiatan kreatif, inovatif, dan konstruktif di lembaga pendidikan terlaksana dengan baik. Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan 137

144 Proses pengembangan berkelanjutan pada proses pembelajaran adalah suatu upaya untuk selalu meningkatkan kompetensi peserta didik seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan para pemangku kepentingan. Tuntutan kebutuhan para pemangku kepentingan tersebut meliputi kebutuhan pengguna lulusan, kebutuhan profesional, maupun kebutuhan masyarakat. Sedangkan proses pengembangan berkelanjutan pada organisasi diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan daya saing lembaga pendidikan dalam menghadapi berbagai persaingan baik pada skala nasional, regional maupun internasional. Namun demikian, proses pengembangan berkelanjutan tidak dapat dilaksanakan jika para pemangku kepentingan tidak mengetahui sejauh mana organisasi lembaga pendidikan melaksanakan berbagai kegiatan mutu pada saat ini. Itulah sebabnya lembaga pendidikan harus memiliki berbagai data dari apa yang telah dilakukan pada saat ini, proses pengambilan data harus dilakukan secara periodik melalui suatu kegiatan pengukuran diseluruh wilayah lembaga pendidikan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dalam bentuk evaluasi diri, pengawasan ataupun audit internal. Analisis berbagai data tersebut itulah yang kemudian akan dijadikan pijakan dalam proses pengembangan secara berkelanjutan. Proses pengembangan berkelanjutan akan dapat dilaksanakan jika tidak terjadi kesenjangan yang lebar antara kondisi yang ada dan kondisi yang direncanakan. Prinsip-Prinsip Tambahan dalam IWA-2 Selain 8 prinsip IWA-2 di atas yang memiliki kesamaan dengan 8 prinsip yang ada pada SMM ISO 9001:2008, terdapat pula 4 prinsip tambahan yang dijadikan dasar untuk pencapaian keberhasilan lembaga pendidikan secara berkelanjutan. Prinsip-prinsip tambahan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Creating Learner Value (Menciptakan nilai-nilai pembelajaran) Prinsip tambahan pertama adalah menciptakan nilai bagi peserta didik. Prinsip ini dimaksudkan untuk mendorong peserta didik (learner) 138 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

145 untuk merasa puas dengan nilai atau manfaat yang mereka terima. Kepuasan ini diukur untuk menentukan sampai berapa jauh kebutuhan dan harapan dari peserta didik telah terpenuhi. Pengukuran ini sebaiknya dilakukan secara teratur atau periodik untuk menghasilkan kecenderungan data yang akan lebih berguna dibandingkan dengan pengukuran yang dilakukan hanya satu kali. Hasil dari pengukuran akan digunakan untuk meninjau proses serta layanan yang menciptakan nilai bagi peserta didik. 2. Focusing on Social Value (Fokus pada nilai-nilai sosial) Prinsip tambahan kedua adalah fokus kepada nilai sosial. Prinsip ini terkait dengan bagaimana peserta didik dan pihak-pihak terkait lainnya merasakan tentang etika, keselamatan, dan perlindungan lingkungan. Hal ini bertolak dari pemikiran bahwa lembaga pendidikan dapat memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan ketika masyarakat secara umum dapat menghargai nilai tambah dari peserta didik. 3. Agility (Kecerdasan) Prinsip tambahan ketiga adalah kecerdikan. Hal ini sangatlah penting untuk mempertahankan pertumbuhan di dalam lingkungan pendidikan yang berubah secara drastis, dan mengubah kondisi yang terus berubah ini menjadi suatu kesempatan untuk keberhasilan yang berkelanjutan dalam lembaga pendidikan. 4. Autonomy (Kemandirian) Prinsip yang terakhir adalah otonomi. Prinsip otonomi ini didasarkan pada analisa lingkungan dan analisa diri. Setiap organisasi pendidikan harus memutuskan sendiri tentang nilai-nilai dan melakukan langkahlangkah yang sesuai, dan tidak dipengaruhi hal-hal lain agar tidak bias. Definisi Produk dan Pelanggan dalam IWA-2 IWA-2 mendefinisikan produk sebagai educational service dan pelanggan adalah learner. Definisi ini sebetulnya terlalu sempit dan membawa dampak yang tidak menguntungkan dalam penerapan sistem manajemen mutu di beberapa jenis lembaga pendidikan. Definisi pelanggan atas dasar definisi produk tadi tentunya juga lebih luas dari apa yang dinyatakan dalam IWA-2. Pelanggan adalah pihak-pihak yang Pengenalan IWA-2 Sebagai Pedoman SMM Pendidikan 139

146 memanfaatkan atau yang berkepentingan terhadap produk. Dalam sekolah, pihak-pihak tersebut adalah siswa/mahasiswa sebagai peserta didik, masyarakat, jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dunia industri, dan tentunya pemerintah. Persepsi merekalah sebetulnya yang lebih menentukan apakah sekolah sudah berhasil mencapai tujuannya atau tidak. Dalam sektor pendidikan, peserta didik sebetulnya bukan hanya sebagai pelanggan yang memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang ditanamkan lembaga pendidikan dalam diri peserta didik. Proses belajar dan mengajar sebagai proses utama dalam menghasilkan produk educational service tidak akan tercipta tanpa adanya kerja sama antara peserta didik (siswa/mahasiswa) dengan tenaga pengajar (guru/ dosen). Atau dalam arti lain, peserta didik bukan sekedar pelanggan dan pelanggan bukan hanya peserta didik. Definisi yang lebih tepat dan lebih luas tentang produk dalam lembaga pendidikan adalah pengetahuan, kemampuan dan nilai-nilai yang tertanam dalam diri peserta didik sebagai hasil akhir dari seluruh mata rantai proses pendidikan. 140 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

147 BAB 8 IWA 2:2007 MENGACU PADA 8 STANDAR PENDIDIKAN 1. IWA-2 STANDAR ISI Perencanaan Realisasi Lulusan. Klausul 7.1 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi(POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge(POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1- KUR-07) 8. Rencana Mutu (RM-7.5) Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06)

148 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1- KUR-07) 8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01) 9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02) 10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03) 11. Prosedur kesiapsiagaan (POS-7.2-SIS-04) 12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01) 13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01) 14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02) 15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01) 16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01) 17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01) 18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01) 2. IWA-2 STANDAR PROSES Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1- KUR-07) 8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01) 9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02) 10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03) 11. Prosedur kesiap-siagaan (POS-7.2-SIS-04) 12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01) 13. Prosedur Layanan Bimbingan Konseling (POS-7.5-BK-01) 142 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

149 14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02) 15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01) 16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01) 17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01) 18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01) Monitoring dan Pengukuran. Klausul 8.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5- MR-01) 3. IWA-2 STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN Pengukuran, Analisa, dan Perbaikan. Klausul 8.1 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01) 2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01) Perbaikan. Klausul 8.1 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5- MR-01) Proses Berakaitan dengan Pelanggan. Klausul 7.2 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi(POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge(POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1- KUR-07) 8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01) IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan 143

150 9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02) 10. Prosedur Penangan Keluhan Peserta didik (POS-7.2-SIS-03) 11. Prosedur Kesiap-siagaan (POS-7.2-SIS-04) Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1- KUR-07) 8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01) 9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02) 10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03) 11. Prosedur kesiapsiagaan (POS-7.2-SIS-04) 12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01) 13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01) 14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02) 15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01) 16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01) 17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01) 18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01) 4. IWA-2 STANDAR TENAGA KEPENDIDIKAN Penyediaan Sumberdaya. Klausul 6.1 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Administrasi Kepegawaian (POS-6.2-TU-01) 2. Prosedur Pemeliharaan Gedung dan Peralatan (POS-6.3-SAR-01) 3. Prosedur Pemeliharaan Lingkungan (POS-6.4-SAR-01) 144 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

151 Sumber Daya Manusia. Klausul 6.2 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Administrasi Kepegawaian (POS-6.2-TU-01) 2. Prosedur Pengembangan SDM (POS-6.2-TU-02) Tanggung jawab, Wewenang dan Komunikasi. Klausul 5.5 Dokumen Terkait: 1. Uraian Deskripsi Tanggung Jawab dan Wewenang sesuai Struktur Organisasi 5. IWA-2 STANDAR SARANA DAN PRASARANA Prasarana. Klausul 6.3 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Pemeliharaan Gedung dan Peralatan (POS-6.3- SAR-01) 2. Prosedur Pemeliharaan Lingkungan (POS-6.4-SAR-01) Lingkungan Kerja. Klausul 6.4 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Pemeliharaan Gedung dan Peralatan (POS-6.3- SAR-01) 2. Prosedur Pemeliharaan Lingkungan (POS-6.4-SAR-01) 6. IWA-2 STANDAR PENGELOLAAN Komitmen Manajemen. Klausul 5.1 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Tinjauan Manajemen (POS-5.6-MR-01) Perencanaan. Klausul 5.4 Dokumen Terkait: 1. Rencana Manajemen Mutu (Sasaran Mutu) Tinjauan Manajemen. Klausul 5.6 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Tinjauan Manajemen (POS-5.6-MR-01) IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan 145

152 Perencanaan Realisasi Lulusan. Klausul 7.1 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1- KUR-07) 8. Rencana Mutu (RM-7.5) Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-KUR-07) 8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01) 9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02) 10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03) 11. Prosedur kesiapsiagaan (POS-7.2-SIS-04) 12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01) 13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01) 14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02) 15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01) 16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01) 17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01) 18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01) 146 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

153 Monitoring dan Pengukuran. Klausul 8.2 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Pengukuran dan Pemantauan (POS-8.2-MR-01) 2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01) 3. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01) Perbaikan. Klausul 8.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5- MR-01) Tanggung jawab, Wewenang dan Komunikasi. Klausul 5.5 Dokumen Terkait: 1. Uraian Deskripsi Tanggung Jawab dan Wewenang sesuai Struktur Organisasi Monitoring dan Pengukuran. Klausul 8.2 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Pengukuran dan Pemantauan (POS-8.2-MR-01) 2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01) 3. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01) Analisa Data. Klausul 8.4 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok ) (POS-7.4-SAR-01) 2. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok ) (POS-7.4-LMIPA-01) 3. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01) Perbaikan. Klausul 8.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5- MR-01) IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan 147

154 7. IWA-2 STANDAR PEMBIAYAAN Penyediaan Sumberdaya. Klausul 6.1 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Administrasi Kepegawaian (POS-6.2-TU-01) 2. Prosedur Pemeliharaan Gedung dan Peralatan (POS-6.3- SAR-01) 3. Prosedur Pemeliharaan Lingkungan (POS-6.4-SAR-01) Pembelian. Klausul 7.4 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Pengadaan dan Pendistribusian Barang (POS-7.4- SAR-01) 2. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok) (POS-7.4-SAR-02) 8. IWA-2 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN Perencanaan Realisasi Lulusan. Klausul 7.1 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi(POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge(POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-KUR-07) 8. Rencana Mutu (RM-7.5) Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul 7.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05) 148 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

155 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-KUR-07) 8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01) 9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02) 10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03) 11. Prosedur kesiap-siagaan (POS-7.2-SIS-04) 12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01) 13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01) 14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02) 15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01) 16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01) 17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01) 18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01) Pengendalian Peralatan Monitoring dan Pengukuran. Klausul 7.6 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Pengukuran dan Pemantauan (POS-8.2-MR-01) 2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01) 3. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01) 4. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5- MR-01)... Monitoring dan Pengukuran. Klausul 8.2 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Pengukuran dan Pemantauan (POS-8.2-MR-01) 2. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01) 3. Prosedur Internal Audit (POS-8.2-MR-01) Pengendalian Produk Tidak Sesuai. Klausul 8.3 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Penanganan Produk Tidak Sesuai (POS-8.3-MR-01) 2. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-MR-01) IWA-2:2007 Mengacu pada 8 Standar Pendidikan 149

156 Analisa Data. Klausul 8.4 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok ) (POS-7.4-SAR-01) 2. Prosedur Seleksi Supplier (Pemasok ) (POS-7.4-LMIPA-01) 3. Prosedur Pengukuran Kepuasan Pelanggan (POS-8.2-HUM-01) Perbaikan. Klausul 8.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (POS-8.5-MR-01) Persyaratan Dokumen. Klausul 4.2 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Pengendalian Dokumen Mutu (POS-4.2-MR-01) 2. Prosedur Pengendalian Catatan Mutu (POS-4.2-MR-02) Penyediaan Produk dan Jasa. Klausul ISO 7.5 Dokumen Terkait: 1. Prosedur Perencanaan KBM (POS-7.1-KUR-01) 2. Prosedur Perencanaan Ujian Semester (POS-7.1-KUR-02) 3. Prosedur Perencanaan Ujian Sekolah (POS-7.1-KUR-03) 4. Prosedur Perencanaan Ujian Nasional (POS-7.1-KUR-04) 5. Prosedur Perencanaan KBM Akeselerasi (POS-7.1-KUR-05) 6. Prosedur Perencanaan KBM Cambridge (POS-7.1-KUR-06) 7. Prosedur Perencanaan Ujian Tengah Semester (POS-7.1-KUR-07) 8. Prosedur PSB (POS-7.2-SIS-01) 9. Prosedur Ekstrakurikuler (POS-7.2-SIS-02) 10. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (POS-7.2-SIS-03) 11. Prosedur kesiapsiagaan (POS-7.2-SIS-04) 12. Prosedur KORMA (POS-7.5-KORMA-01) 13. Prosedur Layanan Bimbngan Konseling (POS-7.5-BK-01) 14. Prosedur Pengendalian Data Dalam BK (POS-7.5-BK-02) 15. Prosedur Perpustakaan (POS-7.5-PUS-01) 16. Prosedur Pengendalian Lab. IPA (POS-7.5-LMIPA-01) 17. Prosedur Pengendalian Lab. Bahasa (POS-7.5-LBHS-01) 18. Prosedur Pengendalian Lab. Komputer (POS-7.5-KOM-01) 150 ISO 9001: 2008 DOCUMENT DEVELOPMENT COMPLIANCE MANUAL FOR EDUCATION

157 BOOK REFERENCES Beaumont, Leland R ISO 9001: The Standard International Standard System for Assuring Product and Service Quality. ISO Easy: New Jersey Cianfrani, Charles A., J. Tsiakals., John E. West., Jack West ISO 9001:2000 Explained. ASQ Quality Press: Wisconsin Gaal, Arpad ISO 9001:2000 for Small Business: Implementing Process-Approach Quality Management. CRC Press LLC: Florida Jenner, Michael G Software Quality Management and ISO 9001: How to Make Them Work for You. Jon Wiley and Son: New Jersey Kanholm, Jack ISO 9001:2008 Template Documentation: Quality Manual, 26 Operational Procedures and 18 forms. AQA Press: Canada Ketola, J., Kathy Roberts ISO 9001:2000 Management Responsibility In a Nutshell. Paton Press: California Russel, J.P., Dennis Arter ISO Lesson Guide 2008 Pocket Guide to ISO Third Edition. ASQ Quality Press: Wisconsin Tricker, Ray., Bruce Sherring-Lucas ISO 9001:2000 in Brief. Elsevier: Burlington Trubiano, John., Gerard W. Paradis., John R. Trebbiano Demystifying ISO 9001:2000. Prentice Hall: New Jersey Vavra, Terry G Customer Satisfaction Measurement Simplified: A Step-by-Step Guide for ISO 9001:2000 Certification. ASQ Quality Press: Wisconsin Wealleans, David The Quality Audit for ISO 9001:2000: A Practical Guide. Gower Publishing Limiter: England

158

159 WRITER & TRAINER SMM ISO 9001:2008 CURRICULUM VITAE Nama : Purwadi, M.Pd. Tanggal Lahir : Kediri, 16 Desember 1975 Pendidikan : Prog. Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA) Pelatihan : 1. Pelatihan SMM ISO9001:2008 Malang 2. Pelatihan SMM ISO9001:2008 Surabaya 3. Pelatihan SMM ISO9001:2008 Jakarta 4. Pelatihan R-SMA BI Jakarta P-SMA Pusat 5. Penerimaan R-SMA BI Jakarta Pengalaman Kerja 1. Ketua Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMA AR- Risalah Lirboyo Kota Kediri ( ) 2. Ketua perolehan sertifikasi ISO 9001:2008 SMA Ar-Risalah Lirboyo Kota-Kediri (2009- sampai sekarang) 3. Pelatih dan Konsultan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 (2008 s/d sekarang) 4. Instruktur pelatihan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 (2008 s/d sekarang) Kantor Pusat : Jl. Raya Bancar No. 26 Prambon Nganjuk. Mobile Phone: [email protected]

160 SEKOLAH ANDA ADALAH KEBEBASAN DAN KEKAYAAN ANDA, SELAMAT BERKAYA CIPTAKAN NILAI TAMBAH YANG LANGGENG INGAT!!!!! No action nothing happen When you take action miracle happen Knowledge is something Action is everything Knowledge and action is perfecting

Rekapitulasi Persyaratan (Standar) SMM ISO 9001:2008

Rekapitulasi Persyaratan (Standar) SMM ISO 9001:2008 Rekapitulasi Persyaratan (Standar) SMM ISO 9001:2008 Klausul 4.0 Sistem Manajemen Mutu 4.1 Persyaratan umum Apakah organisasi telah : (a) Menetapkan proses-proses yang dibutuhkan oleh SMM serta aplikasinya

Lebih terperinci

5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. MANAJEMEN SUMBER DAYA 7. REALISASI PRODUK 8. PENGUKURAN,ANALISA & PERBAIKAN

5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. MANAJEMEN SUMBER DAYA 7. REALISASI PRODUK 8. PENGUKURAN,ANALISA & PERBAIKAN 5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 6. 7. 8. 1.1 UMUM Persyaratan SMM ini untuk organisasi adalah: Yang membutuhkan kemampuan untuk menyediakan produk secara konsisten yang sesuai dengan persyaratan pelanggan

Lebih terperinci

PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN

PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN PERSYARATAN ISO 9001 REVISI 2008 HANYA DIGUNAKAN UNTUK PELATIHAN 4. Sistem Manajemen Mutu (=SMM) 4.1 Persyaratan Umum Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara suatu SMM

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan SNI ISO 9001-2008 Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional SNI ISO 9001-2008 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1

Lebih terperinci

-1- DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU

-1- DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU -1- LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR 27/PRT/M/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DOKUMEN STANDAR MANAJEMEN MUTU 1. Lingkup Sistem Manajemen

Lebih terperinci

KLAUSUL-KLAUSUL DALAM DOKUMEN ISO 9001

KLAUSUL-KLAUSUL DALAM DOKUMEN ISO 9001 KLAUSUL-KLAUSUL DALAM DOKUMEN ISO 9001 Oleh: Dimas Rahadian AM, S.TP. M.Sc Email: [email protected] PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA KLAUSUL-KLAUSUL ISO

Lebih terperinci

ISO 9001:2000. Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu

ISO 9001:2000. Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu Quality Mangement System ISO 9000 series.. Published by International Organization for Stantardization (ISO) a world wide federation of national

Lebih terperinci

Sistem manajemen mutu Persyaratan

Sistem manajemen mutu Persyaratan Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen mutu Persyaratan ICS 03.120.10 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... iv Pendahuluan... vi 0.1 Umum... vi 0.2 Pendekatan proses...

Lebih terperinci

12/10/2008. Sachbudi Abbas Ras Model ISO 9001:2008. Hak Cipta pada Sachbudi Abbas Ras

12/10/2008. Sachbudi Abbas Ras Model ISO 9001:2008. Hak Cipta pada Sachbudi Abbas Ras Persyaratan ISO 9001:2008 Sachbudi Abbas Ras [email protected] Model ISO 9001:2008 2 1 Pendekatan Proses Digunakan dalam pengembangan, implementasi, dan peningkatan efektifitas SMM. Proses adalah suatu

Lebih terperinci

BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Tinjauan Teori

BAB III PEMBAHASAN. 3.1 Tinjauan Teori BAB III PEMBAHASAN 3.1 Tinjauan Teori 3.1.1 Pengertian Proses Menurut Wikipedia proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, mungkin menggunakan waktu, ruang,

Lebih terperinci

Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008

Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008 Checklist Audit Mutu ISO 9001:2000 Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008 :2008 4. 4.1 4.1 4.1 Sistem Manajemen Mutu Persyaratan Umum Apakah organisasi menetapkan dan mendokumentasikan sistem manajemen mutu

Lebih terperinci

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA Logo perusahaan DISETUJUI OLEH: PRESIDEN DIREKTUR Dokumen ini terkendali ditandai dengan stempel DOKUMEN TERKENDALI. Dilarang mengubah atau menggandakan dokumen tanpa seizing

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 ISO 9001:2008 Gambar 2.1 Model Sistem Manajemen Mutu Berbasis Proses Sumber : ISO 9000:2005 Gambar 2.1 menggambarkan sistem manajemen mutu berdasarkan proses yang diuraikan dalam

Lebih terperinci

Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya

Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya 4.1q1 Bagaimana organisasi menentukan masalah eksternal dan internal yang relevan dengan tujuan dan arah strategis?

Lebih terperinci

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Audit Internal Audit ini meliputi semua departemen. Coordinator audit/ketua tim audit ditentukan oleh Manajemen Representative dan kemudian ketua tim audit menunjuk tim

Lebih terperinci

ZAKIYAH Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Bandung, 13 Juni 2007

ZAKIYAH Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Bandung, 13 Juni 2007 SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001: 2000/SNI 19-9001-2001 ZAKIYAH Badan Standardisasi Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum Bandung, 13 Juni 2007 1 OBJEKTIF : Mendapatkan gambaran

Lebih terperinci

PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 7 8)

PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 7 8) #4 - Klausul 7-8 ISO 9001:2008 1 PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 7 8) TIN420 Sistem Manajemen Kualitas #7 Realisasi Produk (1) 2 #7.1 #7.2 Perencanaan Realisasi Produk Proses Yang Berkaitan Dengan Pelanggan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DAA 4.1 ahap Persiapan Pada tahap persiapan ini, perusahaan telah membentuk tim ISO dan mengadakan pelatihan-pelatihan yang bersifat umum untuk memahami konsep dasar sistem

Lebih terperinci

J udul Dokumen : R IWAYAT REVISI MANUAL SISTEM MANAJEMEN K3 MANUAL K3 M - SPS - P2K3. Perubahan Dokumen : Revisi ke Tanggal Halaman Perubahan

J udul Dokumen : R IWAYAT REVISI MANUAL SISTEM MANAJEMEN K3 MANUAL K3 M - SPS - P2K3. Perubahan Dokumen : Revisi ke Tanggal Halaman Perubahan Kode Dokumentasi : M SPS SMK3 Halaman : 1 dari 2 J udul Dokumen : M - SPS - P2K3 Dokumen ini adalah properti dari PT SENTRA PRIMA SERVICES Tgl Efektif : 09 Februari 2015 Dibuat Oleh, Disetujui Oleh, Andhi

Lebih terperinci

MIA APRIANTHY ( )

MIA APRIANTHY ( ) OLEH: I PUTU WIDHARMADI (122080050) ACHMAD ANWARUDIN (122080002) MIA APRIANTHY (122080076) KELOMPOK II PENDAHULUAN Seri ISO 9000 adalah suatu system terpadu untuk mengoptimalkan efektifitas mutu suatu

Lebih terperinci

Daftar Periksa Audit SMM ISO 9001:2008. Memeriksa Ada struktur organisasi

Daftar Periksa Audit SMM ISO 9001:2008. Memeriksa Ada struktur organisasi Daftar Periksa Audit SMM ISO 9001:2008 Nomor Substansi Persyaratan Yang Diperiksa Klausul 4.1. Persyaratan umum organisasi seperti : struktur organisasi, bisnis proses organisasi, urutan proses, criteria

Lebih terperinci

Menyetujui untuk diterbitkan Pada Tanggal 13 Oktober Oleh

Menyetujui untuk diterbitkan Pada Tanggal 13 Oktober Oleh 2017 No. Dok.: PM-WM-01 No. Rev.: 1 Tgl. Berlaku: Oktober 2017 Hal: 1 / 13 Menyetujui untuk diterbitkan Pada Tanggal 13 Oktober 2017 Oleh DEKAN Pedoman Mutu ini menguraikan Sistem Manajemen Mutu di Fakultas

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 TATA CARA PENYUSUNAN SMK3 KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM

LAMPIRAN 1 TATA CARA PENYUSUNAN SMK3 KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM LAMPIRAN 1 TATA CARA PENYUSUNAN SMK3 KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM LAMPIRAN 1 TATA CARA PENYUSUNAN SMK3 KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM BAGI PENYEDIA JASA Elemen-elemen yang harus dilaksanakan oleh

Lebih terperinci

BAB III KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

BAB III KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS BAB III KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 3.1 Kajian Teori 3.1.1 Sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008 Salah satu standar manajemen mutu yang digunakan oleh perusahaanperusahaan di seluruh

Lebih terperinci

PRINSIP 1: KOMITMEN DAN KEBIJAKAN PRINSIP 2: PERENCANAAN

PRINSIP 1: KOMITMEN DAN KEBIJAKAN PRINSIP 2: PERENCANAAN PRINSIP 1: KOMITMEN DAN KEBIJAKAN 4.2. Kebijakan Lingkungan Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan lingkungan organisasi dan memastikan bahwa kebijakan tersebut: a) sesuai dengan skala dan karakteristik

Lebih terperinci

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ DEPERTEMEN PEKERJAAN

Lebih terperinci

Lampiran 1. Perancangan Sistem Manajemen Mutu. Pada PT. Garuda Indonesia. Pedoman Mutu. Sistem Manajemen Mutu Perusahaan

Lampiran 1. Perancangan Sistem Manajemen Mutu. Pada PT. Garuda Indonesia. Pedoman Mutu. Sistem Manajemen Mutu Perusahaan 180 Lampiran 1 Perancangan Sistem Manajemen Mutu Pada PT. Garuda Indonesia Pedoman Mutu Sistem Manajemen Mutu Perusahaan Dalam menjalankan proses bisnisnya, PT. Garuda Indonesia harus menerapkan sistem

Lebih terperinci

Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan

Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan Sistem Manajemen Mutu Sarana Pelayanan Kesehatan Hanevi Djasri, dr, MARS Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PMPK) FK-UGM www.mutupelayanankesehatan.net Pengertian sistem Suatu rangkaian fungsi Suatu

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL dan ANALISIS PENELITIAN

BAB 4 HASIL dan ANALISIS PENELITIAN BAB 4 HASIL dan ANALISIS PENELITIAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Penulis melakukan observasi langsung pada PT. BROCO MUTIARA ELECTRICAL INDUSTR dan melakukan wawancara dengan bagian MR (Management Representative)

Lebih terperinci

PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 4 6)

PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 4 6) #3 - Klausul 4-6 ISO 9001:2008 1 PERSYARATAN ISO 9001:2008 (KLAUSUL 4 6) TIN420 Sistem Manajemen Kualitas #4 Sistem Manajemen Mutu 2 #4.1 Persyaratan Umum #4.2 Persyaratan Dokumen #4.2.1 #4.2.2 #4.2.3

Lebih terperinci

MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000

MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 MODUL KULIAH MANAJEMEN INDUSTRI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9000 Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2011 MODUL IX SISTEM MANAJEMEN

Lebih terperinci

PEDOMAN MANAJEMEN MUTU UPT PUSKESMAS II NEGARA No Kode : Terbitan : No Revisi : Tgl Mulai Berlaku : Halaman :

PEDOMAN MANAJEMEN MUTU UPT PUSKESMAS II NEGARA No Kode : Terbitan : No Revisi : Tgl Mulai Berlaku : Halaman : 1. PENDAHULUAN Pedoman Manajemen Mutu ini menjelaskan secara garis besar sistem manajemen mutu Puskesmas Timika. Semua ketentuan maupun persyaratan serta kebijakan yang tertuang dalam Pedoman Manajemen

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 ISO/1EC 17025:2008 3.1.1 Pendahuluan ISO/IEC 17025 Edisi pertama (1999) ISO/IEC 17025 diterbitkan sebagai hasil dari pengalaman yang ekstensif dalam implementasi ISO/IEC Guide

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Manajemen Kualitas Kata kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda, dari yang konvensional sampai yang lebih strategik. Pengertian kualitas ditinjau dari definisi

Lebih terperinci

ISO 1001 By: Ryan Torinaga

ISO 1001 By: Ryan Torinaga ISO 1001 By: Ryan Torinaga Daftar Isi Arti ISO Tujuan ISO 9001 Klausul ISO 9001 Kunci Penerapan ISO Cara Penerapan ISO Arti dari ISO Berarti Sama Badan standarisasi dunia Didirikan sejak tahun 1947 Terdiri

Lebih terperinci

Semua persyaratan pada klausul 5.1 dari ISO terpenuhi. 5.d Lembaga Sertifikasi harus mempunyai dokumen legalitas hukum

Semua persyaratan pada klausul 5.1 dari ISO terpenuhi. 5.d Lembaga Sertifikasi harus mempunyai dokumen legalitas hukum Lampiran 1. Gap analisis standar Pedoman BSN 1001:1999 terhadap ISO 17021:2006 dan ISO 22003:2007. ISO/IEC 17021 : 2006 ISO/IEC 22003:2007 Pedoman BSN 1001-1999 5 Persyaratan Umum 5 Persyaratan Umum 5.1

Lebih terperinci

4 In 1 Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001, ISO 14001, OHSAS & SMK3

4 In 1 Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001, ISO 14001, OHSAS & SMK3 DAFTAR ISI 1. PENDAHULUAN...3 2. SISTEM MANAJEMEN...6 3. KONSEP PLAN DO CHECK ACT (PDCA)...11 4. PENDEKATAN PROSES...13 5. PETA BISNIS PROSES (BISNIS PROCESS MAP BPM)...17 6. DELAPAN PRINSIP MUTU...20

Lebih terperinci

Apa Tujuan ISO. Material SDM. Resource. Alat. Metode. Output 3 C. Input Proses. Procedure IK Control. Monev

Apa Tujuan ISO. Material SDM. Resource. Alat. Metode. Output 3 C. Input Proses. Procedure IK Control. Monev Apa Tujuan ISO Material Alat Resource SDM Metode Input Proses Output 3 C Procedure IK Control Monev 3.C Adalah : 1. Comply to requirement (customer & regulation) 2. Consistency of product/service 3. Continual

Lebih terperinci

Panduan audit sistem manajemen mutu dan/atau lingkungan

Panduan audit sistem manajemen mutu dan/atau lingkungan Standar Nasional Indonesia Panduan audit sistem manajemen mutu dan/atau lingkungan ICS 13.020 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata.... ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup...

Lebih terperinci

KAN-G-XXX Nomor terbit: 1 Mei 2013

KAN-G-XXX Nomor terbit: 1 Mei 2013 PANDUAN LEMBAGA INSPEKSI DALAM RANGKA MELAKUKAN KAJIAN KESESUAIAN (GAP ANALYSIS) DOKUMENTASI SISTEM MUTU OPERASIONAL INSPEKSI TERHADAP STANDAR ISO/IEC 17020:2012 1. PENDAHULUAN 1) Panduan Kajian Kesesuaian

Lebih terperinci

BATAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,

BATAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL, KEPUTUSAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR : 163/KA/XII/2009 TENTANG PENETAPAN STANDAR BATAN TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN DAN PANDUAN PENGGUNAAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN KEPALA BADAN TENAGA

Lebih terperinci

DOKUMENTASI

DOKUMENTASI DOKUMENTASI PENDAHULUAN Dokumentasi adalah suatu bukti yang dapat dipercaya pada penerapan/pemenuhan CPOTB. Mutu yang direncanakan adalah satu-satunya solusi untuk mengatasi keluhan yang terkait dengan

Lebih terperinci

ANALISIS PENERAPAN ISO TS DALAM PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL PADA PT HONDA LOCK INDONESIA

ANALISIS PENERAPAN ISO TS DALAM PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL PADA PT HONDA LOCK INDONESIA ANALISIS PENERAPAN ISO TS 16949 DALAM PELAKSANAAN AUDIT MUTU INTERNAL PADA PT HONDA LOCK INDONESIA Disusun Oleh: Nama : Pittauli Aritonang NPM : 35412674 Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Dr. Ina

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KELAS I FRANS KAISIEPO BIAK PEDOMAN MUTU PEDOMAN MUTU

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KELAS I FRANS KAISIEPO BIAK PEDOMAN MUTU PEDOMAN MUTU Halaman : 1 dari 19 Menyetujui untuk diterbitkan Pada Tanggal 19 Agustus 2014 Oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Frans Kaisiepo Biak Luwi Budi Nugroho NIP. 195807231981091001 Pedoman ini menguraikan

Lebih terperinci

BAB V SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

BAB V SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN BAB V SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN I. Persiapan Penerapan a. Langkah-langkah penerapan SML; Tahap 1 : Pengembangan dan komitmen terhadap kebijakan lingkungan Tahap 2 : Perencanaan Aspek lingkungan dan dampak

Lebih terperinci

PENDEKATAN SISTIM MANAJEMEN MUTU BAGI ORGANISASI

PENDEKATAN SISTIM MANAJEMEN MUTU BAGI ORGANISASI PENDEKATAN SISTIM MANAJEMEN MUTU BAGI ORGANISASI Budiman Kusumah Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Krida Wacana Abstract: To achieve and organize the organization need guidance and evaluation which

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan mengenai implementasi

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan mengenai implementasi I. KESIMPULAN BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan mengenai implementasi SMM ISO 9001:2000 terhadap penjaminan mutu kinerja sekolah yang dilaksanakan di

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Audit Operasinal 2.1.1 Pengertian Audit Operasional Audit operasional merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam melakukan pemeriksaan untuk menilai efisiensi dan

Lebih terperinci

PEDOMAN MUTU TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

PEDOMAN MUTU TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN Disusun oleh: Management Representative, Disetujui oleh: Dekan, Dr. H. Andoyo Sastromiharjo,M.Pd. Prof. Dr. Didi Sukyadi,M.A. 5.1 KOMITMEN Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia

Lebih terperinci

Manual Prosedur Audit Internal

Manual Prosedur Audit Internal Manual Prosedur Audit Internal Unit Jaminan Mutu Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2013 Manual Prosedur Audit Internal Unit Jaminan Mutu Jurusan

Lebih terperinci

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI MANUAL MUTU DAN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI MANUAL MUTU DAN KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA MANUAL MUTU DAN NO DOKUMEN : M-AAA-01 STATUS DOKUMEN : MASTER COPY NO : NOMOR REVISI : 00 TANGGAL EFEKTIF : 1 Agustus 2014 DIBUAT OLEH : DIPERIKSA OLEH : DISETUJUI OLEH : DOKUMEN KONTROL MANAJEMEN REPRESENTATIF

Lebih terperinci

DRAFT PEDOMAN PENERAPAN BAGI USAHA KECIL DAN MENENGAH RPSN XX: 2013

DRAFT PEDOMAN PENERAPAN BAGI USAHA KECIL DAN MENENGAH RPSN XX: 2013 RPSN XX: 2013 PEDOMAN PENERAPAN SNI ISO 9001:2008 BAGI USAHA KECIL DAN MENENGAH Daftar isi Kata Pengantar... 3 1. Persyaratan Umum... 6 2 Tanggung jawab manajemen... 10 3. Pengelolaan sumberdaya... 13

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PROSEDUR AUDIT INTERNAL

MANUAL PROSEDUR PROSEDUR AUDIT INTERNAL JURUSAN SOSIOLOGI FISIP UB MANUAL PROSEDUR Kode Dokumen : 01101 06017 Revisi : Tgl Efektif : 15 Februari 2011 Jumlah Halaman : PROSEDUR AUDIT INTERNAL Disusun oleh : Unit Jaminan Mutu Sosiologi Disahkan

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2

PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2 PROSEDUR KERJA Tanggal Revisi : 19 April 2011 Pengendalian Dokumen Tanggal Berlaku : 26 April 2011 Kode Dokumen : PK STEKPI PPMA 001/R2 HALAMAN PENGESAHAN Dibuat oleh: Diperiksa oleh: Disahkan oleh: Nama

Lebih terperinci

PANDUAN MUTU PELAYANAN PUBLIK

PANDUAN MUTU PELAYANAN PUBLIK UNIT PENYELENGGARA BALAI PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL DAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (BPTU-HPT) SEMBAWA Nomor Terbitan/Revisi : 2 / 1 : 04002/OT.080/Kpts/F2.D/04/2016 Panduan Mutu Pelayanan Publik ini tidak boleh

Lebih terperinci

Manual Mutu Penjelasan SPMPB

Manual Mutu Penjelasan SPMPB 6.1/6.21 6.4 SISTEM MANAJEMEN MUTU 6.4.1 Persyaratan Umum POLITEKNIK menetapkan, mendokumentasikan, melaksanakan dan memelihara Sistem Manajemen Mutu Penyelenggaraan Pendidikan dan secara terus menerus

Lebih terperinci

Analisis Sistem Manajemen Mutu dalam Upaya Mempertahankan ISO 9001 : 2000 (Studi Kasus PT. Mertex Indonesia-Mojokerto) Abstrak

Analisis Sistem Manajemen Mutu dalam Upaya Mempertahankan ISO 9001 : 2000 (Studi Kasus PT. Mertex Indonesia-Mojokerto) Abstrak Analisis Sistem Mutu dalam Upaya Mempertahankan ISO 9001 : 2000 (Studi Kasus PT. Mertex Indonesia-Mojokerto) Farida Pulansari Teknik Industri FTI-UP Veteran Jawa Timur Abstrak Sertifikasi ISO 9000 mutlak

Lebih terperinci

ISO/DIS 9001:2015 Pengenalan Revisi dan Transisi

ISO/DIS 9001:2015 Pengenalan Revisi dan Transisi Selamat Datang di Pelatihan IAPMO R&T Registration Services ISO/DIS 9001:2015 Pengenalan Revisi dan Transisi QMS-100, Rev 1, dated 2/20/2015 1 Agenda Pengenalan Annex SL Perubahan ISO 9001 Ringkasan QMS-100,

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: Pengertian Mutu

BAB II KERANGKA TEORI Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: Pengertian Mutu BAB II KERANGKA TEORI 2.1. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 2.1.1. Pengertian Mutu Menurut Hadiwiardjo & Wibisono (2000 : 17) mutu, sebagaimana yang diinterpretasikan oleh ISO 9000, merupakan perpaduan

Lebih terperinci

Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Dr. Ir. Katharina Oginawati MS

Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Dr. Ir. Katharina Oginawati MS Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Dr. Ir. Katharina Oginawati MS 1 SNI Standar Nasional Indonesia Dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) SNI SNI 19-14001 14001-1997: 1997: Sistem manajemen

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Gambaran Umum PT. Freshklindo Graha Solusi

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Gambaran Umum PT. Freshklindo Graha Solusi 14 BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum PT. Freshklindo Graha Solusi PT. Freshklido Graha Solusi adalah perusahaan jasa kebersihan terkemuka di Indonesia, yang menawarkan solusi cerdas

Lebih terperinci

AUDIT INTERNAL Kode. Dok Revisi Tgl Terbit Halaman LPM-POS-MNV Maret dari 9

AUDIT INTERNAL Kode. Dok Revisi Tgl Terbit Halaman LPM-POS-MNV Maret dari 9 LPM-POS-MNV.02 01 1 Maret 2016 1 dari 9 PENGESAHAN Nama Jabatan Tanda Tangan Dibuat Oleh Dr. H. Abdi Fithria, S.Hut., M.P Kabid Monevin Disahkan Oleh Dr. Ir. M. Ahsin Rifa i, M.Si Ketua LPM Status Distribusi

Lebih terperinci

KLAUSUL-KLAUSUL ISO Oleh Ir. Sadar Wahjudi,M.T.

KLAUSUL-KLAUSUL ISO Oleh Ir. Sadar Wahjudi,M.T. KLAUSUL-KLAUSUL ISO 9001 Oleh Ir. Sadar Wahjudi,M.T. 1. Ruanglingkup 1.1Umum 1.2Aplikasi 2. RujukanNormatif 3. IstilahdanDefinisi 4. Sistemmanajemenmutu Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu 4.1

Lebih terperinci

Komite Akreditasi Nasional

Komite Akreditasi Nasional PEDOMAN 501-2003 Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Personel Adopsi dari ISO/IEC 17024 : 2003 Komite Akreditasi Nasional 1 dari 14 Penilaian Kesesuaian - Persyaratan Umum Lembaga

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

LAMPIRAN 1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM LAMPIRAN 1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum perlu dilakukan untuk mengakomodasi

Lebih terperinci

Sumber: ISO Environmental Management System Self-Assesment Checklist, GEMI (1996)

Sumber: ISO Environmental Management System Self-Assesment Checklist, GEMI (1996) Sumber: ISO 14001 Environmental Management System Self-Assesment Checklist, GEMI (1996) DAFTAR ISI Pengantar Prinsip-Prinsip Standar ISO 14001 Cara Menggunakan Cheklist Interpretasi Penilaian Standar ISO

Lebih terperinci

ANALISIS GAP AUDIT INTERNAL UNTUK MELIHAT KESIAPAN CV. BINA RAKSA DALAM MENERAPKAN ISO 9001:2000

ANALISIS GAP AUDIT INTERNAL UNTUK MELIHAT KESIAPAN CV. BINA RAKSA DALAM MENERAPKAN ISO 9001:2000 ANALISIS GAP AUDIT INTERNAL UNTUK MELIHAT KESIAPAN CV. BINA RAKSA DALAM MENERAPKAN ISO 9001:2000 Hendang Setyo Rukmi Ambar Harsono Boga Kascaryanjati Teknik Industri Institut Teknologi Nasional [email protected]

Lebih terperinci

Lampiran 3 FORMAT DAFTAR SIMAK AUDIT INTERNAL PENYEDIA JASA

Lampiran 3 FORMAT DAFTAR SIMAK AUDIT INTERNAL PENYEDIA JASA Lampiran 3 FORMAT DAFTAR SIMAK AUDIT INTERNAL PENYEDIA JASA FORMAT DAFTAR SIMAK AUDIT INTERNAL PENYEDIA JASA 1 NO U R A I A N 1 KEBIJAKAN 7.00% a. Apakah Penyedia Jasa mempunyai Kebijakan K3? 0 50 100

Lebih terperinci

Sistem manajemen halal

Sistem manajemen halal RSNI4 RSNI4 99001:2016 Rancangan Standar Nasional Indonesia 4 Sistem manajemen halal Pengguna dari RSNI ini diminta untuk menginformasikan adanya hak paten dalam dokumen ini, bila diketahui, serta memberikan

Lebih terperinci

CODES OF PRACTICE. Dokumen: Codes of Practice Edisi / Rev: 1 / 2 Tanggal: 03 April 2017 Hal : Hal 1 dari 7

CODES OF PRACTICE. Dokumen: Codes of Practice Edisi / Rev: 1 / 2 Tanggal: 03 April 2017 Hal : Hal 1 dari 7 1. Pendahuluan Codes of Practice ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan badan akreditasi nasional dan dengan persetujuan PT AJA Sertifikasi Indonesia yang saat ini beroperasi. PT. AJA Sertifikasi

Lebih terperinci

Bahan Ajar PANDUAN MUTU

Bahan Ajar PANDUAN MUTU Bahan Ajar PELATIHAN TENDIK PLP DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 LOGO PT (Contoh) [ NAMA LABORATORIUM ] [ JURUSAN ]

Lebih terperinci

ISO 9001 : Pengendalian Kualitas

ISO 9001 : Pengendalian Kualitas ISO 9001 : 2008 ì 14.2 Pengendalian Kualitas Debrina Puspita Andriani Teknik Industri Universitas Brawijaya e- Mail : [email protected] Blog : hep://debrina.lecture.ub.ac.id/ 2 Outline ì ISO 9001 : 2008

Lebih terperinci

Model Rencana Impelementasi Pengembangan SML-14001

Model Rencana Impelementasi Pengembangan SML-14001 Model Rencana Impelementasi Pengembangan SML-14001 ELEMEN ISO 14001 IMPLEMENTASI PENANGGUNG- 4.2. Kebijakan Lingkungan Mengevaluasi kebijakan SMM & SMK3 dan menyusun kebijakan lingkungan sesuai persyaratan

Lebih terperinci

Manual Prosedur Audit Keuangan

Manual Prosedur Audit Keuangan Manual Prosedur Audit Keuangan Satuan Pengawas Internal Universitas Brawijaya Malang 2011 Manual Prosedur Audit Keuangan Satuan Pengawas Internal Universitas Brawijaya Kode Dokumen : 00010 02007 Revisi

Lebih terperinci

Manual Mutu. Jurusan Keperawatan. Jurusan S1 Keperawatan

Manual Mutu. Jurusan Keperawatan. Jurusan S1 Keperawatan Manual Mutu Jurusan Keperawatan Jurusan S1 Keperawatan UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010 Manual Mutu Jurusan Keperawatan Jurusan S1 Keperawatan Kode Dokumen : 00802 05000 Revisi : 1 Tanggal : 1 Desember

Lebih terperinci

CODES OF PRACTICE. 1. Pendahuluan

CODES OF PRACTICE. 1. Pendahuluan 1. Pendahuluan Codes of Practice ini telah ditulis sesuai dengan persyaratan badan akreditasi nasional dan dengan persetujuan PT AJA Sertifikasi Indonesia yang saat ini beroperasi. PT. AJA Sertifikasi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Pengertian Mutu Definisi mutu dari beberapa pakar mutu diantaranya : 1. Philip B. Crosby Mutu berarti kesesuaian terhadap persyaratan, seperti jam tahan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 20 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Sistem Manajemen Mutu Dasar sistem manajemen mutu adalah merupakan uraian proses kerja yang harus dilaksanakan secara berurutan, konsisten dan sesuai dengan prosedur

Lebih terperinci

Tata Kelola Organisasi bisnis Berbasis Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015

Tata Kelola Organisasi bisnis Berbasis Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015 Tata Kelola Organisasi bisnis Berbasis Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015 Oleh; Ade Khaerudin Taufiq (*) (**) (*) ASN Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI (**) Dosen Luar Biasa

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR AUDIT INTERNAL

MANUAL PROSEDUR AUDIT INTERNAL UNIT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 UNIT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kode Dokumen : 00013 05004 Revisi : 0 Diajukan oleh : Management

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BADAN PENJAMINAN MUTU (BPM) PENGESAHAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BADAN PENJAMINAN MUTU (BPM) PENGESAHAN Halaman 1 dari 10 PENGESAHAN Dibuat Oleh Diperiksa Oleh Dr. H. Abdi Fitria, S.Hut. MP Nama Jabatan Tanda Tangan Ir. Hairil Ifansyah, MP Ketua Bidang Monev Wakil Manajemen Mutu Disahkan Oleh Dr.Ir.H.Rustam

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM MANAJEMEN FASILITAS DAN KEGIATAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM MANAJEMEN FASILITAS DAN KEGIATAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM MANAJEMEN FASILITAS DAN KEGIATAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. A. Konsep Dasar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: Pengertian Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008

BAB II KAJIAN TEORI. A. Konsep Dasar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: Pengertian Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Dasar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 1. Pengertian Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Pengertian mutu atau quality dapat ditinjau dari dua perspektif konsep. Pertama

Lebih terperinci

KLAUSUL-KLAUSUL ISO 9001

KLAUSUL-KLAUSUL ISO 9001 KLAUSUL-KLAUSUL ISO 9001 Oleh Ir. Sadar Wahjudi,M.T. Persyaratan-persyaratan Sistem Manajemen Mutu 1. Ruanglingkup 1.1Umum 1.2Aplikasi 2. RujukanNormatif 3. IstilahdanDefinisi 4. Sistemmanajemenmutu 4.1

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.590, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Manajemen Mutu. Laboraturium. Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit. Pedoman PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

PEDOMAN KNAPPP 02:2007 Persyaratan Umum Akreditasi Pranata Litbang

PEDOMAN KNAPPP 02:2007 Persyaratan Umum Akreditasi Pranata Litbang PEDOMAN 02:2007 Persyaratan Umum Akreditasi Pranata Litbang 1. Organisasi dan Lingkup Kegiatan 1.1. Organisasi 1.1.1 Pranata Litbang merupakan organisasi yang kegiatan intinya adalah penelitian dan pengembangan,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENERAPAN MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DI BIDANG TEKNIK KESEHATAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ ] [ DEPARTEMEN PEKERJAAN

Lebih terperinci

Manual Prosedur Audit Internal

Manual Prosedur Audit Internal Manual Prosedur Audit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2011 i Manual Prosedur Audit Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Kode Dokumen : 00800 04004 Revisi : 0 Tanggal : 30 Mei 2011

Lebih terperinci

TL-4103 Manajemen Teknik Lingkungan AUDIT LINGKUNGAN

TL-4103 Manajemen Teknik Lingkungan AUDIT LINGKUNGAN TL-4103 Manajemen Teknik Lingkungan AUDIT LINGKUNGAN SIKLUS MANAJEMEN VISI (Cita-cita) MISI (Tujuan, Sasaran) KEBIJAKAN DAN STRATEGI ACTION Tindakan Perbaikan & Pencegahan PLAN (PERENCANAAN/ PERANCANGAN)

Lebih terperinci

Manual Prosedur Audit Internal

Manual Prosedur Audit Internal Manual Prosedur Audit Internal Unit Jaminan Mutu Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2011 Manual Prosedur Audit Internal Kode Dokumen : 00203 06004 Revisi : 2 Tanggal

Lebih terperinci

Sistem manajemen lingkungan Persyaratan dan panduan penggunaan

Sistem manajemen lingkungan Persyaratan dan panduan penggunaan Standar Nasional Indonesia Sistem manajemen lingkungan Persyaratan dan panduan penggunaan ICS 13.020 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... Prakata... Pendahuluan... i ii iii 1 Ruang lingkup...

Lebih terperinci

Manual Prosedur Audit Internal

Manual Prosedur Audit Internal Manual Prosedur Audit Internal Gugus Jaminan Mutu Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2011 Manual Prosedur Audit Internal Gugus Jaminan Mutu Fakultas Teknologi Pertanian Universitas

Lebih terperinci

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG PT. Indonesia Power UBP Kamojang saat ini telah menerapkan sistem manajemen terpadu, dengan tiga sub sistemnya yang terdiri dari Sistem Manajemen Mutu

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2017 TENTANG CARA PEMBUATAN ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA YANG BAIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN

Lebih terperinci

Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal

Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal Manual Prosedur Pelaksanaan Audit Internal Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang 2012 Manual Prosedur Audit Internal Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Kode Dokumen : 000xx 05004

Lebih terperinci

DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008 By: Erfi Ilyas

DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008 By: Erfi Ilyas DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008 By: Erfi Ilyas [email protected] 1. Pendahuluan Satu hal yang mendapat perhatian dalam kelompok standar ISO 9000 adalah bahwa sistem manajemen mutu yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan usaha yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan usaha yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Farmasi 2.1.1 Pengertian Industri Farmasi Industri farmasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1799/Menkes/Per/XII/2010 tentang Industri Farmasi adalah badan

Lebih terperinci

Manual Prosedur Audit Internal

Manual Prosedur Audit Internal Manual Prosedur Audit Internal Unit Jaminan Mutu Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang 20 Manual Prosedur Audit Internal Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep dan Prinsip Mutu

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep dan Prinsip Mutu II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep dan Prinsip Mutu Fokus utama sebuah organinsasi adalah memberikan kepuasan kepada para pelanggannya, hal tersebut dapat diwujudkan dengan pemberian jaminan mutu pada produk

Lebih terperinci