JANTUNG 4 RUANG POMPA ATRIUM KA/KI, VENTRIKEL KA/KI SISTEM HANTAR KHUSUS YANG MENGHANTARKAN IMPULS LISTRIK DARI ATRIUM KE VENTRIKEL : 1.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "JANTUNG 4 RUANG POMPA ATRIUM KA/KI, VENTRIKEL KA/KI SISTEM HANTAR KHUSUS YANG MENGHANTARKAN IMPULS LISTRIK DARI ATRIUM KE VENTRIKEL : 1."

Transkripsi

1 ELEKTROKARDIOGRAFI ILMU YANG MEMPELAJARI AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) SUATU GRAFIK YANG MENGGAMBARKAN REKAMAN LISTRIK JANTUNG NILAI DIAGNOSTIK EKG PADA KEADAAN KLINIS : ARITMIA JANTUNG HIPERTROFIATRIUM DAN VENTRIKEL ISKEMIA DAN INFARK MIOKARD EFEK OBAT-OBATAN TERUTAMA EFEK DIGITALIS DAN ANTI ARITMIA GANGGUAN KESEIMBANGAN KALIUM FUNGSI PACU JANTUNG

2 JANTUNG 4 RUANG POMPA ATRIUM KA/KI, VENTRIKEL KA/KI SISTEM HANTAR KHUSUS YANG MENGHANTARKAN IMPULS LISTRIK DARI ATRIUM KE VENTRIKEL : 1. NODUS SINOATRIAL (NODUS SA/SAN) PADA PERTEMUAN ANTARA VENA CAVA SUPERIOR DENGAN ATRIUM KANAN SECARA OTOMATIS DAN TERATUR MENGELUARKAN IMPULS DENGAN FREKUENSI X/MENIT 2. NODUS ATRIOVENTRIKULER (NODUS AV/AVN) DI ATAS SINUS KORONARIUS PADA DINDING POSTERIOR ATRIUM KANAN MENGELUARKAN IMPULS 40-60X/MENIT 3. BERKAS HIS MENEMBUS JARINGAN PEMISAH MIOKARDIUM ATRIUM DAN MIOKARDIUM VENTRIKEL BERJALAN PADA SEPTUM VENTRIKEL BERCABANG : BERKAS KANAN (RIGHT BUNDLE BRANCH/RBB) DAN BERKAS KIRI (LEFT BUNDLE BRANCH/LBB) 4. SERABUT PURKINJE MENGELUARKAN IMPULS DENGAN FREKUENSI 20-40X/MENIT

3 ELEKTROFISIOLOGI SEL OTOT JANTUNG KEADAAN ISTIRAHAT LUAR BERMUATAN POSITIF DALAM BERMUATAN NEGATIF BEDA POTENSIA - 90 MILIVOLT 3 ION BERPERAN PENTING PADA ELEKTRFISIOLOGI: 1. KALIUM 2. NATRIUM 3. KALSIUM

4 RANGSANGAN LISTRIK BISA SECARA TIBA-TIBA MENYEBABKAN MASUKNYA ION NATRIUM DENGAN CEPAT DARI LUAR SEL KE DALAM, SEHINGGA MENYEBABKAN MUATAN DALAM SEL MENJADI LEBIH POSITIF DIBANDINGKAN MUATAN DI LUAR SEL. PROSES TERJADINYA PERUBAHAN MUATAN AKIBAT RANGSANGAN DINAMAKAN DEPOLARISASI. SETELAH DEPOLARISASI TERJADI PENGEMBALIAN MUATAN KE KEADAAN SEMULA, PROSES INI DINAMAKAN REPOLARISASI. SELURUH PROSES TERSEBUT DISEBUT AKSIPOTENSIAL

5 FASE AKSI POTENSIAL : FASE 0 FASE DEPOLARISASI MENGGAMBARKAN ARUS MASUKNYA NATRIUM DARI LUAR SEL KE DALAM DENGAN CEPAT MUATAN DALAM SEL MENJADI POSITIF, DI LUAR MENJADI NEGATIF FASE 1 FASE PERMULAAN REPOLARISASI MENGEMBALIKAN POTENSIAL DALAM SEL KE 0 MILIVOLT AKIBAT PENUTUPAN SALURAN NATRIUM FASE 2 KALSIUM BERGERAK MASUK KE DALAM SEL OTOT JANTUNG DENGAN LAJU RELATIF LEBIH LAMBAT KEADAAN STABIL AGAK LAMA SESUAI MASA REFRAKTER ABSOLUT DARI MIOKARDIUM FASE 3 PENGEMBALIAN POTENSIAL INTRASEL KE POTENSIAL ISTIRAHAT KALIUM KELUAR DARI DALAM SEL MUATAN POSITIF DALAM SEL BERKURANG FASE 4 FASE ISTIRAHAT DALAM SEL OTOT BERMUATAN NEGATIF, LUAR SEL BERMUATAN POSITIF POLARISASI

6 SANDAPAN EKG UNTUK MEMPEROLEH REKAMAN EKG DIPASANG ELEKTRODE-ELEKTRODE DI KULIT PADA TEMPAT-TEMPAT TERTENTU LOKASI HARUS DIPERHATIKAN SALAH PENEMPATAN MENGHASILKAN PENCATATAN BERBEDA JENIS SANDAPAN ( LEAD( LEAD ) ) EKG : 1. SANDAPAN BIPOLAR : MEREKAM PERBEDAAN POTENSIAL DARI 2 ELEKTRODA TANDA I, II, III SANDAPAN I MEREKAM BEDA POTENSIAL ANTARA TANGAN KANAN (RA) DENGAN TANGAN KIRI (LA) TANGAN KANAN NEGATIF, TANGAN KIRI POSITIF

7 SANDAPAN II MEREKAM BEDA POTENSIAL ANTARA TANGAN KANAN (RA) DENGAN KAKI KIRI (LF) TANGAN KANAN NEGATIF, KAKI KIRI POSITIF SANDAPAN III MEREKAM BEDA POTENSIAL ANTARA TANGAN KIRI (LA) DENGAN KAKI KIRI(LF) TANGAN KIRI NEGATF, KAKI KIRI POSITIF KETIGA SANDAPAN INI DAPAT DIGAMBARKAN SEBAGAI SEBUAH SEGI TIGA SAMA SISI, YANG LAZIM DISEBUT SEGI TIGA EINTHOVEN

8 2. SANDAPAN UNIPOLAR SANDAPAN UNIPOLAR EKSTRMITAS MEREKAM BEDA POTENSIAL LISTRIK PADA SATU EKSTREMITAS ELEKTRODA EKPLORASI DILETAKKAN PADA EKSTREMITAS YANG AKAN DIUKUR GABUNGAN ELEKTRODA ELEKTRODA PADA EKSTREMITAS YANG LAIN MEMBENTUK ELEKTRODA INDEFEREN (POTENSIAL 0) a. SANDAPAN avr MEREKAM POTENSIAL LISTRIK TANGAN KANAN (RA) YANG BERMUATAN POSITIF, TANGAN KIRI DAN KAKI KIRI MEMBENTUK ELEKTRODA INDEFEREN b. SANDAPAN avl MEREKAM POTENSIAL LISTRIK PADA TANGAN KIRI (LA) YANG BERMUATAN POSITIF, TANGAN KANAN DAN KAKI KIRI MEMBENTUK ELEKTRODA INDEFEREN

9 c. SANDAPAN Avf MEEKAM POTENSIAL LISTRIK KAKI KIRI (LF) KAKI KIRI BERMUATAN POSITIF, TANGAN KANAN DAN TANGAN KIRI MEMBENTUK ELEKTRODA INDIFEREN d. SANDAPAN UNIPOLAR PREKORDIAL MEREKAM BESAR POTENSIAL LISTRIK JANTUNG DENGAN BANTUAN ELEKTRODA EKSPLORASI YANG DITEMPATKAN DIBEBERAPA TEMPAT DINDING DADA. ELEKTRODA INDEFEREN DIPEROLEH DENGAN MENGGABUNGKAN KETIGA ELEKTRODA EKSTREMITAS

10 LETAK SANDAPAN : V1 : RUANG INTERKOSTAL IV GARIS STERNAL KANAN V2 : RUANG INTERKOSTAL IV GARIS STERNAL KIRI V3 : PERTENGAHAN ANTARA V2 DAN V4 V4 : RUANG INTERKOSTAL V GARIS MIDKLAVIKULA KIRI V5 : SEJAJAR V4 GARIS AKSILA DEPAN V6 : SEJAJAR V5 GARIS AKSILA TENGAH UMUMNYA PEREKAMAN EKG LENGKAP DIBUAT 12 SANDAPAN(LEAD), TETAPI PADA KEADAAN TERTENTU PEREKAMAN DIBUAT SAMPAI V7, V8 DAN V9, ATAU V3R DAN V4R

11 Sandapan Prekordial

12 Sandapan prekordial

13 KERTAS EKG KERTAS GRAFIK YANG TERDIRI DARI GARIS HORIZONTAL DAN VERTIKAL DENGAN JARAK 1 mm (SERING DISEBUT KOTAK KECIL). GARIS YANG LEBIH TEBAL PADA SETIAP 5 mm (KOTAK BESAR) GARIS HORIZONTAL MENUNJUKKAN WAKTU, DIMANA 1 mm = 0.04 DETIK, 5 mm = 20 DETIK GARIS VERTIKAL MENGGAMBARKAN VOLTASE, 1 mm = 0.1 mvolt 10 mm = 1mVOLT PADA PRAKTEK SEHARI-HARI PEREKAMAN DIBUAT DENGAN KECEPATAN 25 mm/detik. DENGAN KALIBRASI 1 mvolt,, YANG MENIMBULKAN DEFLEKSI 10 mm. KEADAAN TERTENTU KALIBRASI DAPAT DIPERBESAR DEFLEKSI 20 mm ATAU DIPERKECIL DEFLEKSI 5 mm HARUS DICATAT PADA SAAT PEREKAMAN EKG INTEPRETASI SESUAI

14 KURVA EKG PROSES LISTRIK PADA ATRIUM DAN VENTRIKEL : DEPOLAISASI ATRIUM REPOLARISASI ATRIUM DEPOLARISASI VENTRIKEL REPOLARISASI VENTRIKEL SETIAP HANTARAN EKG NORMAL MEMPERLIHATKAN 3 PROSES LISTRIK, YAITU DEPOLARISASI ATRIUM DEPOLARISASI VENTRIKEL REPOLARISASI VENTRIKEL REPOLARISASI ATRIUM UMUMNYA TIDAK TERLIHAT PADA EKG KARENA INTENSITASNYA KECIL DAN WAKTU NYA BERSAMAAN DENGAN DEPOLARISASI VENTRIKEL YANG MEMPUNYAI INTENSITAS JAUH LEBIH BESAR

15 KURVA EKG NORMAL TERDIRI DARI GELOMBANG : P, Q, R, S DAN T, SERTA KADANG TERLIHAT GEL. U ADA BEBERAPA INTERVAL DAN SEGMEN EKG GELOMBANG P GAMBARAN PROSES DEPOLARISASI ATRIUM Positif di I, II, dan avf Negatif di avr Positif, Negatif, atau Bifasik di avl dan III GELOMBANG P NORMAL : LEBAR < 0,12 DETIK, TINGGI < 0,3 mvolt,, POSITIF DI LEAD II, NEGATIF DI LEAD avr GELOMBANG QRS (GEL. Q, GEL R, GEL. S) PROSES DEPOLARISASI VENTRIKEL GEL. QRS NORMAL : LEBAR 0,06 0,12 DETIK, TINGGI TERGANTUNG LEAD

16 GELOMBANG Q DEFLEKSI NEGATIF PERTAMA PADA GEL. QRS GEL. Q NORMAL : LEBAR < 0,04 DETIK, TINGGI < 1/3 TINGGI R GEL. Q ABNORMAL = GEL. Q PATHOLOGIS GELOMBANG R DEFLEKSI POSITIF PERTAMA GEL. QRS POSITIF DI LEAD I, II, V5, V6. DI LEAD avr,, V1 DAN V2 BIASANYA SANGAT KECIL ATAU TIDAK ADA SAMA SEKALI GELOMBANG S DEFLEKSI NEGATIF SETELAH GEL R DI LEAD AVR DAN V1 TERLIHAT DALAM, V2 KE V6 MAKIN LAMA MAKIN HILANG ATAU BERKURANG

17 GELOMBANG T PROSES REPOLARISASI VENTRIKEL POSITIF DI LEAD I,II, V3, V6 DAN TERBALIK DI AVR GELOMBANG U TIMBUL SETELAH GEL. T SEBELUM GEL. P TIMBUL DIDUGA AKIBAT REPOLARISASI LAMBAT SISTEM KONDUKSI INTERVENTRIKEL INTERVAL PR DIUKUR DARI PERMUKAAN GEL. P SAMPAI PERMULAAN GEL. QRS NORMAL : 0,12 0,20 DETIK SEGMEN ST DUKUR DARI AKHIR GEL. S SAMPAI AWAL GEL. T NORMAL ISOELEKTRIS, TAPI PADA LEAD PREKORDIAL DAPAT BERVRIASI DARI -O,5 SAMPAI +2 mm ST NAIK = ELEVASI, TURUN = DEPRESI

18 Bentuk Dasar Gel EKG

19 CARA MENILAI EKG : Tentukan Frekuensi ( HR) Tentukan Irama jantung (Rhythm) Tentukan Sumbu Jantung (Axist) Tentukan ada tidaknya Hipertrofi Tentukan ada tidaknya tanda iskemia/ infark Tentukan ada tidaknya tanda akibat gangguan lain seperti efek obat obatan atau gangguan keseimbangan elektrolit

20 Tiga cara menentukan frekuensi a Jumlah kotak besar antara R R b Jumlah kotak kecil antara R R c. Ambil EKG strip sepanjang 6 detik, hitung jumlah QRS dan kalikan 10 Atau ambil EKG 12 detik hitung jumlah QRS dan kalikan dengan 5.

21 MENENTUKAN IRAMA JANTUNG Tentukan apakah berirama teratur atau tidak Tentukan berapa frekuensi jantung Tentukan gelombang P normal atau tidak Tentukan Interval PR normal atau tidak Tentukan gelombang QRS normal atau tidak Interpretasi

22 Irama Sinus criteria : Irama teratur Frekuensi Jantung (HR) antara x per menit Gelombang P normal, selalu didikuti oleh gelombang QRS dan T Interval PR normal (0,12 0,20 detik) Gelombang QRS normal (0,06 0,12 detik) Semua Gelombang sama Irama yang tidak memiliki criteria seperti diatas disebut Disritmia, bisa karena gangguan pembentukan impuls atau penghantaran impuls.

23 Contoh EKG Normal

24 Menentukan Sumbu Jantung Untuk menentukan axis dapat dipakai beberapa cara : a. Aksis pada bidang Frontal Setiap sandapan dapat dipakai untuk menghitung aksis tetapi yang paling mudah dan cepat adalah pada sandapan I dan AVF karena saling tegak lurus.seperti contoh penghitungan berikut

25 Contoh Penghitungan

26 B. Aksis Pada Bidang Horisontal

27 Tanda tanda Hipertrofi a. Hipertrofi Atrium 1. Hipertrofi Atrium Kanan (RAH) Ditandai dengan adanya : P yang lancip dan tinggi,, paling jelas terlihat di lead I dan II biasanya disebut P-Pulmonal Pulmonal

28 Gambaran Gel P Pulmonal pd RAH

29 2. Hipertrofi Atrium Kiri (LAH) Ditandai dengan adanya : gelombang P yang lebar dan berlekuk palin terlihat jelas pada lead I dan II biasa disebut gelombang P Mitral.

30 Gambaran Gel P Mitral pd LAH

31 b. Hipertrofi Ventrikel. 1.Hipertrofi Ventrikel Kanan (RVH) Ditandai dengan : - Gelombang R lebih besar dari gelombang S pd Lead Prekordial Ka - VAT > 0,03 detik di VI - Gelombang menetap di V5/ V6 - Depresi segmen ST dan gelombang T terbalik di VI V3 - RAD

32 Contoh Gambaran RVH

33 2.Hipertrofi Ventrikel Kiri (LVH) Ditandai dengan : - Gelombang R pada V5/ V6 lebih dari 27 mm atau gel S di V1 + gel R di V5 lebih dar 35 mm. - VAT > 0,05 detik di V5/ V6 - Depresi segmen ST dan gel T terbalik di V5/ V6 - LAD.

34 Contoh Gambaran LVH

35 TANDA TANDA ISKEMIA DAN INFARK Iskemia miokard : depresi segmen ST atau gel T terbalik, Injuri : Elevasi ST Infark miokard :adanya gel Q patologis yaitu - lebar 0,04 detik - dalam 4mm atau 25% tinggi R

36 Hiperkalemia T tinggi dan lancip R pendek QRS melebar QRS bersatu dengan T sehingga segmen ST hilang P mengecil akhirnya menghilang

37 Hipokalemia U menjadi Prominen T makin mendatar Deprasi ST Interval PR memanjang

38 Hiper & Hipokalsemia Hiperkalsemia : - Interval QT memndek Hipokalsemia : - Interval QT memanjang karena perpanjangan segmen ST

39 Digitalis Interval QT Memendek Depresi ST- menurun landai bagian akhir naik dg Curam T sering rendah

40 Perikarditis Elevasi ST : luas kecuali VI, avr konkaf cekung keatas Kurang dari 5 mm T menjadi terbalik Tidak timbul Q

41 Gambaran Infark/ Iskemia

42 . Disritmia karena gangguan pembentukan impuls adalah : Nodus SA. Takikardi Sinus (ST) Bradi kardi Sinus (SB) Aritmia Sinus Sinus Arrest Atrium Ekstrasistole Atrial (AES/ PAB/ PAC) Takikardi Atrial ((PAT) Flutter Atrial Fibrilasi Atrial

43 Nodus AV Irama Junctional (JR) Ekstrasistole Junctional (JES/ PJB/ PJC) Takikardi Junctional Supra Ventrikel Ekstrasistole Supraventrikel (SVES) Takikardi Supraventrikel (SVT) Ventrikel Ekstrasistole Ventrikel (VES/ PVB/ PVC) Takikardi Ventrikel (VT) Fibrilasi Ventrikel (VF)

44 Disritmia karena gangguan penghantaran Impuls: Nodus SA Blok Sinoatrial (SA Block) Nodus AV Blok AV derajat 1 (First Degree AV Block) Blok AV derajat 2 (Second Degree AV Block) Tipe Mobitz 1 (Wenckebach( Wenckebach) Tpe Mobitz II Block AV derajat 3 (Total AV Block) Interventrikel Right bundle branch block (RBBB) Left bundle branch block (LBBB)

45 aritmia

46 brady

47 Ecg trace aritmia

48 Ecg trace H desease

49 Hipertrophic cardiomyopathy

50 Ecg read 2

Normal EKG untuk Paramedis. dr. Ahmad Handayani dr. Hasbi Murdhani

Normal EKG untuk Paramedis. dr. Ahmad Handayani dr. Hasbi Murdhani Normal EKG untuk Paramedis dr. Ahmad Handayani dr. Hasbi Murdhani Anatomi Jantung & THE HEART Konsep dasar elektrokardiografi Sistem Konduksi Jantung Nodus Sino-Atrial (SA) - pada pertemuan SVC dg atrium

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GADJAH MADA

UNIVERSITAS GADJAH MADA UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta Buku 2: RKPM Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan Modul Pembelajaran Pertemuan ke-12 Modul

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Jantung Elektrofisiologi jantung Aktivitas listrik jantung merupakan perubahan permeabilitas membran sel,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Jantung Elektrofisiologi jantung Aktivitas listrik jantung merupakan perubahan permeabilitas membran sel, 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Jantung 2.1.1. Elektrofisiologi jantung Aktivitas listrik jantung merupakan perubahan permeabilitas membran sel, yang menyebabkan terjadinya pergerakan ion yang keluar-masuk

Lebih terperinci

Pengantar Elektrofisiologi Jantung

Pengantar Elektrofisiologi Jantung Pengantar Elektrofisiologi Jantung Erwin, S.Kep., Ners Session I Disampaikan pada Seminar Nasional Kardiovaskular : Peran perawat dalam asuhan keperawatan pasien dengan Sindrome Koronaria Akut, Jum at,

Lebih terperinci

Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan ANATOMI FISIOLOGI

Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan ANATOMI FISIOLOGI Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan ANATOMI FISIOLOGI Conducted by: Jusuf R. Sofjan,dr,MARS 2/17/2016 1 Jantung merupakan organ otot

Lebih terperinci

PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN THE SIX STAGE METHOD (SSM) DENGAN DISKRIPTIF TENTANG HASIL INTERPRETASI EKG ARITMIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN

PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN THE SIX STAGE METHOD (SSM) DENGAN DISKRIPTIF TENTANG HASIL INTERPRETASI EKG ARITMIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN 1 PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN THE SIX STAGE METHOD (SSM) DENGAN DISKRIPTIF TENTANG HASIL INTERPRETASI EKG ARITMIA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Sarjana Keperawatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kontraksi sel otot jantung untuk menyemprotkan darah dipicu oleh potensial aksi yang menyapu ke seluruh membrane sel otot. Jantung berkontraksi, atau berdenyut secara

Lebih terperinci

A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung

A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung Materi 3 Kardiovaskular III A. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung Tujuan a. Mengukur tekanan darah arteri dengan cara palpasi b. Mengukur tekanan darah arteri dengan cara auskultasi Dasar Teori

Lebih terperinci

Sinyal ECG. ECG Signal 1

Sinyal ECG. ECG Signal 1 Sinyal ECG ECG Signal 1 Gambar 1. Struktur Jantung. RA = right atrium, RV = right ventricle; LA = left atrium, dan LV = left ventricle. ECG Signal 2 Deoxygenated blood Upper body Oxygenated blood Right

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GADJAH MADA

UNIVERSITAS GADJAH MADA UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta Buku 2: RKPM Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan Modul Pembelajaran Pertemuan ke-9 Modul

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN 32 HASIL DAN PEMBAHASAN Pemeriksaan Fisik Keseluruhan anjing yang dipergunakan pada penelitian diperiksa secara klinis dan dinyatakan sehat sesuai dengan klasifikasi status klas I yang telah ditetapkan

Lebih terperinci

SOP ECHOCARDIOGRAPHY TINDAKAN

SOP ECHOCARDIOGRAPHY TINDAKAN SOP ECHOCARDIOGRAPHY N O A B C FASE PRA INTERAKSI TINDAKAN 1. Membaca dokumentasi keperawatan. 2. Menyiapkan alat-alat : alat echocardiography, gel, tissu. 3. Mencuci tangan. FASE ORIENTASI 1. Memberikan

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Anatomi Jantung

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Anatomi Jantung 4 BAB II TEORI DASAR 2.1. Jantung Jantung merupakan otot tubuh yang bersifat unik karena mempunyai sifat membentuk impuls secara automatis dan berkontraksi ritmis [4], yang berupa dua pompa yang dihubungkan

Lebih terperinci

Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin

Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin Identifikasi Karakter Temporal dan Potensial Listrik Statis dari Kompleks QRS dan Segmen ST Elektrokardiogram (EKG) Pada Penderita dengan Kelainan Jantung Hipertrofi Ventrikel Kiri Hariati 1, Wira Bahari

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. 1. Dosen Pembimbing 2. Pembimbing Lapangan 3. Bagian Lab TelkoMedika 4. TelkoMedika

KATA PENGANTAR. 1. Dosen Pembimbing 2. Pembimbing Lapangan 3. Bagian Lab TelkoMedika 4. TelkoMedika ABSTRAK Kerja Praktik merupakan suatu program kurikuler yang dirancang untuk menciptakan pengalaman kerja tertentu bagi mahasiswa di Universitas Telkom yang menempuh perkuliahan selama enam semester. Dengan

Lebih terperinci

STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM KARDIOVASKULER

STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM KARDIOVASKULER STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM KARDIOVASKULER Tujuan Pembelajaran Menjelaskan anatomi dan fungsi struktur jantung : Lapisan jantung, atrium, ventrikel, katup semilunar, dan katup atrioventrikular Menjelaskan

Lebih terperinci

Identifikasi Karakter Temporal dan Potensial Listrik Statis Pada Elektrokardiografi (EKG) akibat Penyakit Otot Jantung Myocardial Infarction (MI)

Identifikasi Karakter Temporal dan Potensial Listrik Statis Pada Elektrokardiografi (EKG) akibat Penyakit Otot Jantung Myocardial Infarction (MI) Identifikasi Karakter Temporal dan Potensial Listrik Statis Pada Elektrokardiografi (EKG) akibat Penyakit Otot Jantung Myocardial Infarction (MI) Andi Naslisa Bakpas1, Wira Bahari Nurdin, dan Sri Suryani

Lebih terperinci

ECG ElectroCardioGraphy. Peralatan Diagnostik Dasar, MRM 12

ECG ElectroCardioGraphy. Peralatan Diagnostik Dasar, MRM 12 ECG ElectroCardioGraphy Elektrokardiografi - merekam grafik aktivitas listrik (potensi) yang dihasilkan oleh sistem konduksi dan miokardium jantung selama depolarisasi / re-polarisasi siklus. Akhir 1800-an

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 4 ruang yaitu atrium kiri dan kanan, ventrikel kiri dan kanan, serta memiliki

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 4 ruang yaitu atrium kiri dan kanan, ventrikel kiri dan kanan, serta memiliki BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi dan Fisiologi Jantung Berdasarkan struktur anatomi, jantung hewan mamalia terbagi menjadi 4 ruang yaitu atrium kiri dan kanan, ventrikel kiri dan kanan, serta memiliki

Lebih terperinci

PENUNTUN KETERAMPILAN KLINIK IV BLOK 2.5 (EKG, RJP 2)

PENUNTUN KETERAMPILAN KLINIK IV BLOK 2.5 (EKG, RJP 2) UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan no. 94 Padang Telp.: 0751-31746 Fax.: 32838 PENUNTUN KETERAMPILAN KLINIK IV BLOK 2.5 (EKG, RJP 2) BAGIAN 2 SEMESTER 4 TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

KETERAMPILAN DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG)

KETERAMPILAN DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) KETERAMPILAN DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) Buku Pedoman Keterampilan Klinis FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2016 LABORATORIUM KETERAMPILAN KLINIS KETERAMPILAN

Lebih terperinci

Jurnal Einstein 2 (3) (2014): Jurnal Einstein. Available online

Jurnal Einstein 2 (3) (2014): Jurnal Einstein. Available online Jurnal Einstein Available online http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/einstein RANCANG BANGUN INSTRUMENTASI ELEKTROKARDIOGRAFI BERBANTUAN PC MENGGUNAKAN SOUNDSCOPE Evi Ulandari dan Ridwan Abdullah

Lebih terperinci

AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG. Potensial Aksi Pada Jantung

AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG. Potensial Aksi Pada Jantung AKTIFITAS LISTRIK JANTUNG Potensial Aksi Pada Jantung Pendahuluan Jantung : Merupakan organ vital Fungsi Jantung : Memompakan darah ke seluruh tubuh. Jantung terletak pada rongga dada sebelah kiri. Batas

Lebih terperinci

Cardiac Arrest 1. Pengertian 2. Sistem Konduksi Jantung

Cardiac Arrest 1. Pengertian 2. Sistem Konduksi Jantung Cardiac Arrest 1. Pengertian Cardiac arrest adalah hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba dan mendadak, bisa terjadi pada seseorang yang memang didiagnosa dengan penyakit jantung ataupun tidak. Waktu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dua ruang yaitu atrium kiri (sinister) dan kanan (dexter), dan dua ventrikel sinister

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dua ruang yaitu atrium kiri (sinister) dan kanan (dexter), dan dua ventrikel sinister BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomifisiologi Jantung Anjing Secara anatomi, jantung anjing memiliki empat ruang yang terbagi atas dua ruang yaitu atrium kiri (sinister) dan kanan (dexter), dan dua ventrikel

Lebih terperinci

ANATOMI JANTUNG MANUSIA

ANATOMI JANTUNG MANUSIA ANATOMI JANTUNG MANUSIA Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut

Lebih terperinci

EVALUASI KERJA ELECTROCARDIOGRAPH (ECG) RSUD ZAINOEL ABIDIN LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTIK

EVALUASI KERJA ELECTROCARDIOGRAPH (ECG) RSUD ZAINOEL ABIDIN LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTIK EVALUASI KERJA ELECTROCARDIOGRAPH (ECG) RSUD ZAINOEL ABIDIN LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTIK DILAKSANAKAN PADA : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ZAINOEL ABIDIN (RSUDZA) Jl. Daud Beureuh No.108 Banda Aceh Oleh: LEDYANA

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Fisioanatomi Jantung

TINJAUAN PUSTAKA Fisioanatomi Jantung 5 TINJAUAN PUSTAKA Fisioanatomi Jantung Anatomi jantung terdiri dari empat ruang yaitu atrium kanan dan kiri, serta ventrikel kanan dan kiri yang dipisahkan oleh septum. Jantung dibungkus oleh suatu lapisan

Lebih terperinci

JANTUNG dan PEREDARAN DARAH. Dr. Hamidie Ronald, M.Pd, AIFO

JANTUNG dan PEREDARAN DARAH. Dr. Hamidie Ronald, M.Pd, AIFO JANTUNG dan PEREDARAN DARAH Dr. Hamidie Ronald, M.Pd, AIFO Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

KARAKTERISTIK ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR KARAKTERISTIK ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUP Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Putu Martana, Abdul Rakhmat, H.Ismail Mahasiswa S1 Ilmu

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan ergonomi. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan ergonomi. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang fisiologi dan ergonomi. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini telah dilakukan di kelompok pengrajin batik tulis

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi, Klasifikasi dan Komplikasi Sindroma Koroner Akut SKA adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan simptom yang disebabkan oleh iskemik miokard akut. SKA yang

Lebih terperinci

PERBANDINGAN STABILITAS ELEKTROKARDIOGRAM PADA ANJING DOMESTIK YANG DIANESTESI ANTARA KETAMIN, PROPOFOL DAN KOMBINASINYA I PUTU GEDE YUDHI ARJENTINIA

PERBANDINGAN STABILITAS ELEKTROKARDIOGRAM PADA ANJING DOMESTIK YANG DIANESTESI ANTARA KETAMIN, PROPOFOL DAN KOMBINASINYA I PUTU GEDE YUDHI ARJENTINIA PERBANDINGAN STABILITAS ELEKTROKARDIOGRAM PADA ANJING DOMESTIK YANG DIANESTESI ANTARA KETAMIN, PROPOFOL DAN KOMBINASINYA I PUTU GEDE YUDHI ARJENTINIA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

Lebih terperinci

Penemuan klinis penting yang boleh dikaitkan dengan kejadian palpitasi :

Penemuan klinis penting yang boleh dikaitkan dengan kejadian palpitasi : PENDAHULUAN ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK Ventrikel takikardia umumnya mencerminkan tingkat ketidakstabilan hemodinamik. Tandatanda gagal jantung kongestif ialah hipotensi, hipoksemia, distensi vena jugularis

Lebih terperinci

ANATOMI JANTUNG LAPISAN JANTUNG

ANATOMI JANTUNG LAPISAN JANTUNG ANATOMI JANTUNG LAPISAN JANTUNG Jantung terletak di mediastinum. Dilindungi oleh sternum di anterior dan columna spinalis di posterior serta tulang rusuk. Cavum pericardial terisi sedikit cairan untuk

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di klinik Animal Clinic My Vets Kemang Jakarta Selatan. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni 2010 sampai dengan Juni 2011. Alat Penelitian

Lebih terperinci

PENGENALAN CITRA REKAMAN ECG ATRIAL FIBRILATION DAN NORMAL MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI WAVELET DAN K-MEAN CLUSTERING

PENGENALAN CITRA REKAMAN ECG ATRIAL FIBRILATION DAN NORMAL MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI WAVELET DAN K-MEAN CLUSTERING PENGENALAN CITRA REKAMAN ECG ATRIAL FIBRILATION DAN NORMAL MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI WAVELET DAN K-MEAN CLUSTERING Mohamad Sofie 1*, Eka Nuryanto Budi Susila 1, Suryani Alifah 1, Achmad Rizal 2 1 Magister

Lebih terperinci

terdapat perbedaan elektrik dari gangguan irama yang ditemukan. 1 Diagnosis atrial flutter dan atrial fibrilasi biasanya berdasarkan pengawasan irama

terdapat perbedaan elektrik dari gangguan irama yang ditemukan. 1 Diagnosis atrial flutter dan atrial fibrilasi biasanya berdasarkan pengawasan irama BAB I PENDAHULUAN Atrial flutter merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan gangguan irama jantung (aritmia). Atrial flutter berkaitan dengan kondisi kardiovaskular dan dapat menyebabkan kematian. Angka

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEOI Simulator ECG adalah sinyal tiruan aktifitas jantung yang banyak digunakan baik oleh tenaga medis maupun teknisi lainya yang berkaitan dengan penggunaan alat perekam aktifitas listrik

Lebih terperinci

0.1% kasus di rumah sakit di Amerika Serikat dengan usia rata-rata 67 tahun dan lakilaki

0.1% kasus di rumah sakit di Amerika Serikat dengan usia rata-rata 67 tahun dan lakilaki 1. Definisi Atrial flutter merupakan bentuk aritmia berupa denyut atrium yang terlalu cepat akibat aktivitas listrik atrium yang berlebihan ditandai dengan denyut atrial rata-rata 250 hingga 350 kali per

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk mengecek alat EKG. Penulis membandingakan dengan alat simulator pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk mengecek alat EKG. Penulis membandingakan dengan alat simulator pada BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Berdasarkan hasil penelitian penulis saat dilaboratorium pada 21 desember 2016 bertempat di RS PKU Muhammadiyah bahwasannya, alat simulator pasien pada

Lebih terperinci

BAB I. 1.1 Latar Belakang. Atrial fibrilasi (AF) didefinisikan sebagai irama jantung yang

BAB I. 1.1 Latar Belakang. Atrial fibrilasi (AF) didefinisikan sebagai irama jantung yang BAB I 1.1 Latar Belakang Atrial fibrilasi (AF) didefinisikan sebagai irama jantung yang abnormal dengan aktivitas listrik jantung yang cepat dan tidak beraturan. Hal ini mengakibatkan atrium bekerja terus

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Rokok 2.1.1. Definisi Rokok Rokok adalah hasil olahan dari tembakau terbungkus yang meliputi kretek dan rokok putih yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kafein banyak terkandung dalam kopi, teh, minuman cola, minuman berenergi, coklat, dan bahkan digunakan juga untuk terapi, misalnya pada obatobat stimulan, pereda nyeri,

Lebih terperinci

Kontrol Dari Kecepatan Denyut Jantung

Kontrol Dari Kecepatan Denyut Jantung Kontrol Dari Kecepatan Denyut Jantung Pacemaker akan menyebabkan jantung berdenyut ± 100X permenit, dalam kenyataannya jantung akan berdenyut antara 60-140 kali permenit tergantung kebutuhan. Hal ini disebabkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut tentunya menyenangkan terutama di era modern ini dimana setiap

BAB I PENDAHULUAN. tersebut tentunya menyenangkan terutama di era modern ini dimana setiap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Generasi instan, mungkin frasa tersebut adalah istilah yang pantas untuk menggambarkan bagaimana kehidupan manusia saat ini. Tidak seperti jaman dahulu, dewasa

Lebih terperinci

INTEPRETASI EKG PADA ANAK

INTEPRETASI EKG PADA ANAK INTEPRETASI EKG PADA ANAK Dr Sri Endah Rahayuningsih, dr Sp.A(K) Departemen IlmuKesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS.Dr. Hasan Sadikin Bandung 1 PENDAHULUAN Pemeriksaan elektrokardiografi

Lebih terperinci

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi COVER Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Pendekatan Riset Oleh: Saiful Nurhidayat Penerbit :UNMUHPonorogo Press Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi i Asuhan Keperawatan Pada Pasien

Lebih terperinci

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN AV BLOK TOTAL DAN DM TIPE 2 NON OBESITAS DI RUANG ICCU RS DR SARDJITO YOGYAKARTA

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN AV BLOK TOTAL DAN DM TIPE 2 NON OBESITAS DI RUANG ICCU RS DR SARDJITO YOGYAKARTA LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN AV BLOK TOTAL DAN DM TIPE 2 NON OBESITAS DI RUANG ICCU RS DR SARDJITO YOGYAKARTA Laporan Tugas Asuhan Keperawatan Kasus Kelolaan Praktek Profesi

Lebih terperinci

dampak autotransfusi preoperatif, intraoperatif sederhana, dan intraoperatif pencucian terhadap aktivitas listrik jantung.

dampak autotransfusi preoperatif, intraoperatif sederhana, dan intraoperatif pencucian terhadap aktivitas listrik jantung. 2 dampak autotransfusi preoperatif, intraoperatif sederhana, dan intraoperatif pencucian terhadap aktivitas listrik jantung. TINJAUAN PUSTAKA Autotransfusi Darah untuk transfusi dibedakan menjadi dua tipe,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Intelegensia Buatan / Artificial Intelligence

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Intelegensia Buatan / Artificial Intelligence BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Intelegensia Buatan / Artificial Intelligence 2.1.1 Definisi Artificial Intelligence Artificial Intelligence (AI) merupakan suatu bagian dari ilmu komputer. Istilah tersebut meliputi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Picture Archiving and Communication System (PACS) Picture Archiving and Communication System (PACS) adalah filmless dan metode komputerisasi komunikasi dan menyimpan data gambar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Elektrokardiografi (EKG) pada infark miokardial akut (IMA) 2.1.1 Peran EKG pada IMA Penyakit jantung koroner (PJK) saat ini merupakan salah satu penyebab utama kematian di negara

Lebih terperinci

Rekayasa Biomedik Terpadu untuk Mendeteksi Kelainan Jantung

Rekayasa Biomedik Terpadu untuk Mendeteksi Kelainan Jantung JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 4, NOMOR 2 JUNI 2008 Rekayasa Biomedik Terpadu untuk Mendeteksi Kelainan Jantung Yoyok Cahyono, Endang Susilo R, dan Yossy Novitaningtyas Jurusan Fisika-FMIPA, Institut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jantung adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang dipompa ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran

Lebih terperinci

Ekstraksi Parameter Temporal Sinyal ECG Menggunakan Difference Operation Method

Ekstraksi Parameter Temporal Sinyal ECG Menggunakan Difference Operation Method 194 Ekstraksi Parameter Temporal Sinyal ECG Menggunakan Difference Operation Method Abdul Yasak *, Achmad Arifin Jurusan Teknik Elektro, ITS Surabaya 60 Phone : (62 31) 594 7302, Fax : (62 31) 593 1237

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengolahan citra digital, jaringan saraf tiruan,dan backpropagation.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengolahan citra digital, jaringan saraf tiruan,dan backpropagation. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada penelitian ini terdapat beberapa tinjauan pustaka diantaranya adalah tinjauan pustaka tentang jantung, elektrokardiograf, elektrokardiogram, pengolahan citra digital, jaringan

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu 19 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Pamulang stable Ciputat dan Aragon stable Lembang pada bulan November 2010 - Januari 2011. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pemodelan Kecerdasan Buatan Untuk Pengenalan Citra Elektrokardiografi (EKG) Oleh: Imam Tazi, M.Si

ABSTRAK. Pemodelan Kecerdasan Buatan Untuk Pengenalan Citra Elektrokardiografi (EKG) Oleh: Imam Tazi, M.Si 1 ABSTRAK Pemodelan Kecerdasan Buatan Untuk Pengenalan Citra Elektrokardiografi (EKG) Oleh: Imam Tazi, M.Si Penelitian kecerdasan buatan untuk mengenali pola semakin banyak dilakukan dan dibutuhkan. Pada

Lebih terperinci

ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) DASAR

ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) DASAR PELATIHAN BTCLS 1 5 DESEMBER 2009 ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) DASAR DR.H.M. SAIFULLAH NAPU SPJP,FIHA RSUD Raden Mattaher ISTILAH ISTILAH : ELEKTROGARDIOGRAM ELEKTROKARDIOGRAFI ELEKTROKARDIOGRAF ELEKTROKARDIOGRAM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. darah tinggi, stroke, sakit di dada (angina) dan penyakit jantung rematik.

BAB I PENDAHULUAN. darah tinggi, stroke, sakit di dada (angina) dan penyakit jantung rematik. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah, beberapa contoh penyakit

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN JANTUNG. PERSIAPAN: 1. Stetoskop

PEMERIKSAAN JANTUNG. PERSIAPAN: 1. Stetoskop PERSIAPAN: 1. Stetoskop PEMERIKSAAN JANTUNG No. Persiapan 1. Cuci tangan 2. Jelaskan prosedur kepada pasien/ keluarga 3. Atur posisi pasien dengan berbaring senyaman mungkin dan jaga privacy pasien Pemeriksaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang dan tujuan pembuatan proyek akhir. Materi yang dibahas adalah latar belakang, tujuan, perumusan masalah, batasan masalah, serta metodologi

Lebih terperinci

PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 3.2

PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 3.2 PENUNTUN SKILLS LAB BLOK 3.2 Gangguan Kardiovaskuler I. SERI KETRAMPILAN PEMERIKSAAN FISIK: Thoraks 2. Pemeriksaan thoraks lengkap II. SERI KETRAMPILAN PROSEDURAL: Pemasangan EKG dan inperpretasi hasil

Lebih terperinci

ANALISA PERANCANGAN ALAT SIMULATOR GELOMBANG QRS SEBAGAI PENGENALAN POLA GELOMBANG ELEKTROKARDIOGRAF. Evrita Lusiana Utari

ANALISA PERANCANGAN ALAT SIMULATOR GELOMBANG QRS SEBAGAI PENGENALAN POLA GELOMBANG ELEKTROKARDIOGRAF. Evrita Lusiana Utari Analisia Penerangan Alat Simulator Gelombang QRS (Evrita Lusiana Utari) ANALISA PERANCANGAN ALAT SIMULATOR GELOMBANG QRS SEBAGAI PENGENALAN POLA GELOMBANG ELEKTROKARDIOGRAF Evrita Lusiana Utari Jurusan

Lebih terperinci

Diagnosis EKG dengan Sistem Pakar menggunakan K-NN

Diagnosis EKG dengan Sistem Pakar menggunakan K-NN Diagnosis EKG dengan Sistem Pakar menggunakan K-NN Ipin Prasojo, Sri Kusumadewi Magister Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang km 14 Yogyakarta 55510 Telp (074) 89587 ext 1, fax

Lebih terperinci

listrik Gaya fundamental Berkas Elektron Sinar - X Hukum Coloumb Induksi Tabung Katoda Tabung Televisi Isolator dan konduktor Sistem Syaraf

listrik Gaya fundamental Berkas Elektron Sinar - X Hukum Coloumb Induksi Tabung Katoda Tabung Televisi Isolator dan konduktor Sistem Syaraf listrik Gaya fundamental Berkas Elektron Hukum Coloumb Sinar - X Induksi Tabung Katoda Isolator dan konduktor Tabung Televisi Mesin penginduksi Sistem Syaraf Medan Listrik Potensial listrik Ikan Listrik

Lebih terperinci

SISTEM CARDIO VASCULAR

SISTEM CARDIO VASCULAR SISTEM CARDIO VASCULAR SISTEM CARDIO VASKULAR PENDAHULUAN ANATOMI JANTUNG FUNGSI UTAMA DAN MANFAAT DENYUT JANTUNG SIFAT OTOT JANTUNG GERAKAN JANTUNG FUNGSI JARINGAN VASKULAR ANATOMI JARINGAN VASKULAR DARAH

Lebih terperinci

Cara Kerja Fungsi Anatomi Fisiologi Jantung Manusia

Cara Kerja Fungsi Anatomi Fisiologi Jantung Manusia Cara Kerja Fungsi Anatomi Fisiologi Jantung Manusia Editor : Jeanita Suci Indah Sari G1CO15010 PROGRAM STUDI DIV ANALIS KESEHATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

Lebih terperinci

Penggunaan Program Matlab Pada Analisa Interval PR Dan Interval RR Sinyal Jantung

Penggunaan Program Matlab Pada Analisa Interval PR Dan Interval RR Sinyal Jantung Penggunaan Program Matlab Pada Analisa Interval PR Dan Interval RR Sinyal Jantung Roni Kartika Pramuyanti 1 Teknik Elektro, Universitas Semarang 1 penulis.ronikartika@ymail.com Abstrak Jantung merupakan

Lebih terperinci

Intisari. -36 c Jurusan Fisika FMIPA ITS JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 11, NOMOR 1 JANUARI 2015

Intisari. -36 c Jurusan Fisika FMIPA ITS JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 11, NOMOR 1 JANUARI 2015 JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 11, NOMOR 1 JANUARI 2015 Deteksi Aritmia pada Elektrokardiogram dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Kelas Jamak menggunakan Fitur Interval RR, Lebar QRS, dan Gradien

Lebih terperinci

Kriteria Pembesaran Atrium Kiri Secara Elektrokardiografi

Kriteria Pembesaran Atrium Kiri Secara Elektrokardiografi Kriteria Pembesaran Atrium Kiri Secara Elektrokardiografi Abdul Gani Bagian SMF Penyakit Dalam, FK Unsyiah/ RSUD Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh akurat. Kadang-kadang kriteria sudah sensitif atau tidak

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Anatomi dan fungsi jantung Jantung berfungsi sebagai pompa dengan empat kamar pada sistem peredaran darah. Pemompaan utama adalah oleh ventrikel, sedangkan atrial berfungsi untuk

Lebih terperinci

Elektrokardiogram Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang Teranestesi Kombinasi Ketamin-Silasin

Elektrokardiogram Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang Teranestesi Kombinasi Ketamin-Silasin Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan, Februari 2015 Vol 3 No 1: 11-16 Elektrokardiogram Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang Teranestesi Kombinasi Ketamin-Silasin Electrocardiogram of Long Taied Macaque

Lebih terperinci

Kuntarti, SKp, M.Biomed

Kuntarti, SKp, M.Biomed BIOELEKTROMAGNETIK (BIOLISTRIK) Kuntarti, SKp, M.Biomed Staf Kelompok Keilmuan DKKD FIK-UI PDF Created with deskpdf PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com Sub pokok bahasan Listrik & Magnet yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menimpa populasi usia di bawah 60 tahun, usia produktif. Kondisi ini berdampak

BAB I PENDAHULUAN. menimpa populasi usia di bawah 60 tahun, usia produktif. Kondisi ini berdampak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit jantung dan stroke yang tergolong dalam penyakit kardiovaskular adalah pembunuh nomor satu di seluruh dunia. Lebih dari 80% kematian akibat penyakit kardiovaskular

Lebih terperinci

Oleh : dr. Mustofa. trok ardiografi adalah representasi aktivitas listrik jantung yang direkam oleh elektrode pada permukaan tubuh.

Oleh : dr. Mustofa. trok ardiografi adalah representasi aktivitas listrik jantung yang direkam oleh elektrode pada permukaan tubuh. ELEKTROCARDIOGRAFI Oleh : dr. Mustofa LEARNING OUTCOME Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan EKG dan menganalisis hasil rekaman EKG: 1. Mahasiswa mampu memasang elektrode EKG 2. Mahasiswa mampu mengoperasikan

Lebih terperinci

BAB VII SISTEM SYARAF MANUSIA

BAB VII SISTEM SYARAF MANUSIA BAB VII SISTEM SYARAF MANUSIA Dalam tubuh manusia, semua sistem bekerja secara serentak dan terkoordinasi serta sepenuhnya serasi untuk suatu tujuan yang pasti, yakni agar tubuh tetap hidup. Gerakan terkecil

Lebih terperinci

Ns. Furaida Khasanah, M.Kep Medical surgical department

Ns. Furaida Khasanah, M.Kep Medical surgical department Ns. Furaida Khasanah, M.Kep Medical surgical department Survey WHO, 2009 : angka kematian akibat penyakit kardiovaskular terus meningkat, thn 2015 diperkirakan 20 juta kematian DKI Jakarta berdasarkan

Lebih terperinci

PENGARUH PENAMBAHAN POLA STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA KRITERIA SOKOLOW-LYON DALAM MENILAI HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI

PENGARUH PENAMBAHAN POLA STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA KRITERIA SOKOLOW-LYON DALAM MENILAI HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI PENGARUH PENAMBAHAN POLA STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA KRITERIA SOKOLOW-LYON DALAM MENILAI HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI TESIS Untuk memenuhi sebagai persyaratan dalam rangka menyelesaikan Program Pendidikan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Demam Rematik 2.1.1. Definisi Demam Rematik Demam rematik merupakan penyakit autoimun yang menyerang multisistem akibat infeksi dari Streptokokus β-hemolitikus grup A pada faring

Lebih terperinci

RACHMAT AYU DEWI HARYATI

RACHMAT AYU DEWI HARYATI PROFIL ELEKTROKARDIOGRAM PADA DOMBA LOKAL (Ovis aries) SETELAH PENANAMAN IMPLAN SEMEN TULANG HIDROKSIAPATIT-KITOSAN DAN HIDROKSIAPATIT-TRIKALSIUM FOSFAT PADA TULANG TIBIA RACHMAT AYU DEWI HARYATI FAKULTAS

Lebih terperinci

PEMANFAATAN SOUND CARD KOMPUTER UNTUK SIMULATOR ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) (Skripsi) Oleh Alvionita Rosyandi

PEMANFAATAN SOUND CARD KOMPUTER UNTUK SIMULATOR ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) (Skripsi) Oleh Alvionita Rosyandi PEMANFAATAN SOUND CARD KOMPUTER UNTUK SIMULATOR ELEKTROKARDIOGRAFI (EKG) (Skripsi) Oleh Alvionita Rosyandi JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PORTABEL TENSIMETER DAN ELEKTROKARDIOGRAF BERBASIS MIKROKONTROLLER ARDUINO

RANCANG BANGUN PORTABEL TENSIMETER DAN ELEKTROKARDIOGRAF BERBASIS MIKROKONTROLLER ARDUINO TUGAS AKHIR SF 141501 RANCANG BANGUN PORTABEL TENSIMETER DAN ELEKTROKARDIOGRAF BERBASIS MIKROKONTROLLER ARDUINO DENTA ISMAIL FAUZI NRP 1112100069 Dosen Pembimbing Endarko, Ph.D Jurusan Fisika Fakultas

Lebih terperinci

Citra Rosyidah, 1 Ilhamjaya Patellongi, 1 A. Mushawwir Taiyeb, 2

Citra Rosyidah, 1 Ilhamjaya Patellongi, 1 A. Mushawwir Taiyeb, 2 PENGARUH PROGRAM PRA STUDI TARUNA TERHADAP DENYUT JANTUNG DAN HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI PADA TARUNA AKADEMI TEKNIK DAN KESELAMATAN PENERBANGAN MAKASSAR EFFECTS OF STUDENT PRE STUDY PROGRAM AGAINST HEART

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gagal Jantung Akut 2.1.1 Definisi Gagal jantung didefinisikan sebagai sindrom klinik kompleks yang disebabkan oleh disfungsi ventrikel berupa gangguan pengisian atau kegagalan

Lebih terperinci

BAB IX PEMERIKSAAN JANTUNG

BAB IX PEMERIKSAAN JANTUNG BAB IX PEMERIKSAAN JANTUNG A. PENDARULUAN Jantung dan pembuluh darah merupakan dua komponen struktural sistem peredaran darah yang berperan dalam mempertahankan sirkulasi darah sehingga pertukaran oksigen,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Holter Monitor (sering disebut "Holter" atau kadangkadang "Ambulatory Perangkat Elektrokardiografi") adalah perangkat portabel yang digunakan untuk terus memantau

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terkait elektrokardiografi telah dilakukan oleh beberapa peneliti

II. TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian terkait elektrokardiografi telah dilakukan oleh beberapa peneliti II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Sebelumnya Penelitian terkait elektrokardiografi telah dilakukan oleh beberapa peneliti diantaranya adalah pembuatan elektrokardiografi (EKG) teknologi hibrid menggunakan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat Metode Penelitian Pemeriksaan Klinis dan Tekanan Darah

METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat Metode Penelitian Pemeriksaan Klinis dan Tekanan Darah METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli sampai bulan Desember 00 di Bagian Bedah dan Radiologi, Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2. I Pengertian Kualitas Pengertian kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas

Lebih terperinci

B A B I PENDAHULUAN. Diabetes mellitus (DM) dengan penyakit kardiovaskular sangat erat

B A B I PENDAHULUAN. Diabetes mellitus (DM) dengan penyakit kardiovaskular sangat erat B A B I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Diabetes mellitus (DM) dengan penyakit kardiovaskular sangat erat kaitannya. Pasien dengan diabetes mellitus risiko menderita penyakit kardiovaskular meningkat menjadi

Lebih terperinci

SISTEM KARDIOVASKULER 3/28/2016 BAHAN AJAR FISIOLOGI VETERINER 2 (KARDIOVASKULER) 1

SISTEM KARDIOVASKULER 3/28/2016 BAHAN AJAR FISIOLOGI VETERINER 2 (KARDIOVASKULER) 1 SISTEM KARDIOVASKULER DIVISI FISIOLOGI DEPARTEMEN ANATOMI, FISIOLOGI DAN FARMAKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN IPB 3/28/2016 BAHAN AJAR FISIOLOGI VETERINER 2 (KARDIOVASKULER) 1 JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

Lebih terperinci

BUKU PRAKTIS KARDIOLOGI

BUKU PRAKTIS KARDIOLOGI BUKU PRAKTIS KARDIOLOGI OLEH: DR. dr. STARRY HOMENTA RAMPENGAN, SpJP(K), FIHA, FICA, FACC, FAHA, FESC, MARS BADAN PENERBIT Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia i Hak Cipta Dilindungi Oleh Undang-Undang

Lebih terperinci

REFERAT ARITMIA. Disusun oleh: JESSIE WIDYASARI. Dokter Pembimbing: dr. Abdul Wahid Usman, Sp.PD

REFERAT ARITMIA. Disusun oleh: JESSIE WIDYASARI. Dokter Pembimbing: dr. Abdul Wahid Usman, Sp.PD REFERAT ARITMIA Disusun oleh: JESSIE WIDYASARI 2005730037 Dokter Pembimbing: dr. Abdul Wahid Usman, Sp.PD FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA BAGIAN ILMU KANDUNGAN DAN KEBIDANAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam kurun waktu enam bulan terhitung mulai februari 2012 sampai juli 2012. Tempat yang digunakan

Lebih terperinci

Neuromuskulator. Laboratorium Fisiologi Veteriner PKH UB 2015

Neuromuskulator. Laboratorium Fisiologi Veteriner PKH UB 2015 Neuromuskulator Laboratorium Fisiologi Veteriner PKH UB 2015 STRUKTUR SARAF 3/12/2015 2 SIFAT DASAR SARAF 1. Iritabilitas/eksisitaas : kemampuan memberikan respon bila mendapat rangsangan. Umumnya berkembang

Lebih terperinci

Sistem Instrumentasi Sinyal Electrocardiography untuk Analisa Dinamika Jantung

Sistem Instrumentasi Sinyal Electrocardiography untuk Analisa Dinamika Jantung Sistem Instrumentasi Sinyal Electrocardiography untuk Analisa Dinamika Jantung Eko Agus Suprayitno Bidang Keahlian Teknik Elektronika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 60111 Surabaya, Indonesia Email:

Lebih terperinci

RIWAYAT HIDUP PENELITI

RIWAYAT HIDUP PENELITI RIWAYAT HIDU ENELITI Data ribadi Nama : Kartini Marpaung Tempat, tanggal lahir : Medan, 24 April 1992 Jenis Kelamin : erempuan Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Kristen rotestan Alamat : Jl. Karya Jaya

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM BASIC SCIENCE OF NURSING II

LAPORAN PRAKTIKUM BASIC SCIENCE OF NURSING II LAPORAN PRAKTIKUM BASIC SCIENCE OF NURSING II Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Basic Science of Nursing II Disusun oleh : Nuridha Fauziyah 220110110057 Fakultas Keperawatan Universitas

Lebih terperinci