DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014"

Transkripsi

1 DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014 BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN

2 Perkembangan Produksi Komoditas Pangan Penting Tahun Komoditas Produksi Pertahun Pertumbuhan Pertahun (000) Ton (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) I. Pangan Nabati 1. Padi (gabah) 66,469 65,757 69,056 71,280 70, Jagung 18,328 17,643 19,387 18,512 19, Kedelai Kacang Tanah Ubi Kayu 23,918 24,044 24,177 23,937 23, Ubi Jalar 2,051 2,196 2,483 2,387 2, Sayur 10,706 10,871 11,265 12,888 11, Buah-buahan 15,490 18,314 18,916 18,288 22, Minyak Goreng Sawit 3,588 3,907 5,727 4,973 9, Gula putih 2,352 2,268 2,592 2,551 2, II. Pangan Hewani 11. Daging sapi Daging ayam 1,540 1,665 1,734 1,895 1, Telur 1,366 1,472 1,602 1,683 1, Susu Ikan 11,662 13,643 15,505 15,502 20, Keterangan : Data diolah oleh Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan - BKP Sumber : - Produksi padi dan palawija 2013 Angka Tetap, 2014 Angka Sementara BPS - Produksi hortikultura (sayur dan buah) 2013 Angka Tetap, 2014 Angka Sasaran Ditjen Hortikultura - Produksi minyak goreng NBM 2013 Sementara, NBM 2014 Perkiraan; BKP - Produksi gula NBM 2013 Sementara, NBM 2014; BKP - Produksi daging sapi dan daging ayam tahun 2014 angka sementara; Ditjen Peternakan - Produksi telur (ayam buras, ras petelur, itik) 2014 Angka Sementara; Ditjen Peternakan - Produksi susu 2014 Angka Sementara ; Ditjen Peternakan. - Produksi ikan 2013 Angka Tetap; 2014 Angka Sementara ; Kementerian Kelautan dan Perikanan 2

3 Perkembangan Ketersediaan Komoditas Pangan Penting Tahun Komoditas Ketersediaan Pertahun Pertumbuhan Pertahun (000) Ton (%) (1) (3) (4) (5) (6) (7) (7) (8) I. Pangan Nabati 1. Beras 37,371 36,971 38,826 40,076 39, Jagung 16,222 15,612 17,169 16,391 16, Kedelai Kacang Tanah Ubi Kayu 22,930 23,051 23,179 22,948 22, Ubi Jalar 1,805 1,933 2,185 2,100 2, Sayur 10,278 10,436 10,814 12,372 11, Buah-buahan 14,909 17,627 18,207 17,602 21, Minyak Goreng Sawit 3,532 3,846 5,727 2,337 5, Gula Putih 2,329 2,246 2,566 2,526 2, II. Pangan Hewani 11. Daging sapi Daging ayam 1,463 1,582 1,647 1,800 1, Telur 1,253 1,352 1,476 1,556 1, Susu Ikan 9,913 11,597 13,179 13,177 17, Keterangan : Data diolah oleh Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan - BKP Ketersediaan : Produksi Dalam Negeri - Kebutuhan Benih - Pakan - Tercecer Sumber : BPS 3

4 KETERSEDIAAN PER KAPITA ENERGI, PROTEIN DAN LEMAK BERDASARKAN NBM, TAHUN Tahun Energi (Kkal/Hari) Protein (Gram/Hari) Lemak (Gram/Hari) Total Nabati Hewani Total Nabati Hewani Total Nabati Hewani ,896 3, * 3,849 3, ** 4,130 3, Keterangan * sementara ** perkiraan 4

5 Pola Pangan Harapan (PPH) Tingkat Ketersediaan Berdasarkan Neraca Bahan Makanan Nasional Tahun 2012 Tetap No. Kelompok Energi % AKE Bobot Skor riil Bahan Pangan (Kalori) Skor PPH Skor Maks Ket 1. Padi-padian 2, Umbi-umbian Pangan Hewani Minyak dan Lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayuran dan buah Lain-lain Jumlah 3,

6 Pola Pangan Harapan (PPH) Tingkat Ketersediaan Berdasarkan Neraca Bahan Makanan Nasional Tahun 2013 Sementara No. Kelompok Energi % AKE Bobot Skor riil Bahan Pangan (Kalori) Skor PPH Skor Maks Ket 1. Padi-padian 2, Umbi-umbian Pangan Hewani Minyak dan Lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayuran dan buah Lain-lain Jumlah 3,

7 Pola Pangan Harapan (PPH) Tingkat Ketersediaan Berdasarkan Neraca Bahan Makanan Nasional Tahun 2014 Perkiraan No. Kelompok Energi % AKE Bobot Skor riil Bahan Pangan (Kalori) Skor PPH Skor Maks Ket 1. Padi-padian 2, Umbi-umbian Pangan Hewani Minyak dan Lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayuran dan buah Lain-lain Jumlah 4,

8 8

9 Sasaran Pola Pangan Harapan (PPH) Tahun 2010 sampai 2015 Kelompok Pangan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Padi-padian Umbi-umbian Pangan Hewani Minyak dan Lemak Buah/Biji Berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan Buah Lain-lain Proyeksi % AKG Proyeksi Konsumsi Energi (Kkal/kap/hari) Proyeksi Skor PPH Sumber : Proyeksi Sasaran PPH - BPS 9

10 Perkembangan Konsumsi Energi dan Kualitas Konsumsi Pangan Penduduk Indonesia Tahun Kelompok Pangan Gram Th Th Th Th Th Energi % AKG Gram Energi % AKG Gram (1) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (11) (12) (13) (11) (12) (13) (11) (12) (13) Energi % AKG Gram Energi % AKG Gram Energi % AKG 1. Padi-padian Umbi-umbian Pangan hewani Minyak dan lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan buah Lain-lain Total Skor PPH Diolah oleh Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP 10

11 Perkembangan Konsumsi Energi dan Protein Tahun No Uraian Tahun Perkembangan Pertahun (%) (1) (3) (4) (5) (6) (6) (7) 1. Energi (kkal/kap/hari) 2,025 2,048 1,944 1,930 1, Protein (gram/kap/hari) Diolah oleh Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP 11

12 Proyeksi dan Pemenuhan Kebutuhan Konsumsi Penduduk Menurut Kelompok Bahan Pangan Tahun Tahun No Kelompok Bahan Pangan Proyeksi Realisasi Proyeksi Realisasi Proyeksi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Padi-padian 25,974, ,686, ,915, ,232, ,641, Beras 23,402, ,788, ,422, ,249, ,251, Jagung 625, , , , , Terigu 1,947, ,495, ,834, ,593, ,702, Umbi-umbian 7,216, ,908, ,285, ,924, ,324, Singkong 5,031, ,674, ,818, ,647, ,584, Ubi jalar 1,132, , ,294, , ,450, Kentang 731, , , , , Sagu 119, , , , , Umbi lainnya 201, , , , , Pangan hewani 11,561, ,877, ,805, ,443, ,986, Daging ruminansia 646, , , , , Daging unggas 1,447, ,244, ,601, ,389, ,746, Telur 2,253, ,798, ,474, ,872, ,683, Susu 560, , , , , Ikan 6,652, ,815, ,412, ,087, ,138, Minyak dan Lemak 1,856, ,339, ,868, ,488, ,864, Minyak kelapa 651, , , , , Minyak sawit 1,172, ,997, ,083, ,201, , Minyak lainnya 31, , , , ,

13 5 Buah/Biji berminyak 805, , , , , Kelapa 711, , , , , Kemiri 93, , , , , Kacang-kacangan 2,777, ,099, ,028, ,131, ,263, Kedele 2,277, ,923, ,454, ,968, ,616, Kacang tanah 224, , , , , Kacang hijau 211, , , , , Kacang lainnya 64, , , , , Gula 2,518, ,299, ,666, ,259, ,797, Gula pasir 2,258, ,125, ,384, ,091, ,494, Gula merah 260, , , , , Sayuran dan buah 21,019, ,532, ,235, ,591, ,648, Sayur 13,653, ,061, ,288, ,041, ,828, Buah 7,366, ,470, ,946, ,550, ,820, Jumlah Penduduk 246,979, ,979, ,164, ,164, ,461,700 Sumber : Proyeksi Sasaran PPH - BPS 13

14 Perkembangan Kualitas Konsumsi Pangan Penduduk Indonesia Tahun TAHUN PPH Kelompok Pangan Nasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Berat Jenis Pangan (Gram) Padi-padian Umbi-umbian Pangan hewani Minyak dan lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan buah Lain-lain Energi (Kkal) Padi-padian Umbi-umbian Pangan hewani Minyak dan lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan buah Lain-lain Total Energi (Kkal) 1,205 1,223 1, , ,025 2,048 1,945 1,931 1,949 2,000 Angka Kecukupan Gizi (% AKG) Padi-padian Umbi-umbian Pangan hewani

15 Minyak dan lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan buah Lain-lain Total AKG (%) Skor PPH Padi-padian Umbi-umbian Pangan hewani Minyak dan lemak Buah/biji berminyak Kacang-kacangan Gula Sayur dan buah Lain-lain Total Skor Diolah oleh Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP 15

16 16

17 PERKEMBANGAN HARGA PANGAN STRATEGIS DI TINGKAT ECERAN TAHUN Tahun Umum (Rp/Kg) Beras (Rp/Kg) Termurah (Rp/Kg) Dg.Ayam Ras (Rp/Kg) Dg Sapi (Rp/Kg) Minyak Goreng Curah (Rp/Kg) Gula (Rp/Kg) Terigu (Rp/Kg) Kedelai (Rp/Kg) Telur Ayam (Rp/Kg) Cabe Merah (Rp/Kg) Bawang Merah (Rp/Kg) ,011 6,430 23,897 62,993 12,029 10,090 7,501 8,702 13,471 23,299 16, ,341 7,412 23,966 67,077 12,998 10,147 7,538 8,628 15,008 23,763 19, ,425 8,281 26,177 76,692 14,017 11,358 7,507 8,843 16,133 24,034 14, ,857 8,587 29,841 92,843 13,233 11,874 7,597 9,604 17,676 33,853 36, ,459 9,065 29,479 99,751 14,800 12,012 9,442 11,356 18,331 30,685 20,134 Rata-rata 10,019 7,955 26,672 79,871 13,415 11,096 7,917 9,427 16,124 27,127 21,436 CV (%) CV Stabil < 5% < 5% < 10% < 10% < 10% < 10% < 10% < 10% < 10% < 25% < 25% Sumber : BPS diolah Badan Ketahanan Pangan NB. Kalau cv biasanya untuk membandingkan harga dalam minggu (data harian), bulan (data mingguan), tahun (data bulanan). Kalau antar tahun ya pasti hasil cv besar (tak stabil) karena trend tiap tahun pasti naik. 17

18 PROGNOSA KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN PANGAN TAHUN 2014 UPDATE POTENSI PRODUKSI (ARAM II) 2014 (ribu ton) Komoditi Perkiraan Ketersediaan Perkiraan Kebutuhan Neraca Domestik =1-3 Beras 39, , ,204.9 Jagung 19, , ,021.4 Kedelai , ,314.3 Kacang Tanah , Gula Pasir 3, , Minyak Goreng 20, , ,953.0 Bawang Merah 1, , Cabai Besar 1, Cabai Rawit Daging Sapi Daging Unggas 1, , Telur Unggas 1, , Keterangan Perkiraan Ketersediaan a. Tanaman Pangan (Beras, Jagung, kedelai dan kacang ) berdasarkan: ARAM II BPS b. Minyak goreng berdasarkan: Sasaran produksi Ditjen Perkebunan c. Gula Pasir berdasarkan: Taksasi produksi gula bulan Oktober 2014 d. Hortikultura (Bawang merah dan cabai): prognosa produksi sayuran utama tahun 2014 Ditjen Hortikultura e. Daging sapi, Daging Unggas dan Telur Unggas: Prognosa produksi Ditjen Peternakan update Juni 2014 Perkiraan Kebutuhan a. Tanaman Pangan untuk Beras: sebesar 139,15 kg/kap/th (angka kesepakatan); untuk Jagung, Kedelai, Kacang Tanah dengan pendekatan SUSENAS TW I 2013 dan Perkiraan NBM 2013 b. Minyak goreng berdasarkan: angka Ditjen Perkebunan c. Gula Pasir berdasarkan: SUSENAS TW I 2013 dan Data Survai Sucofindo 18

19 d. Hortikultura (Bawang merah dan cabai): pendekatan SUSENAS TW I 2013 dan Perkiraan NBM 2013 e. Daging sapi: 2,22 Kg/Kap Th (kajian BKP dan Ditjen. Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2011) Daging Unggas dan Telur Unggas : dengan pendekatan SUSENAS TW I 2013 Jumlah penduduk tahun 2014: jiwa, (berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia , BAPPENAS atau Neraca Domestik : Selisih Perkiraan Ketersediaan dengan Perkiraan Kebutuhan d. Hortikultura (Bawang merah dan cabai): pendekatan SUSENAS TW I 2013 dan Perkiraan NBM 2013 e. Daging sapi: 2,22 Kg/Kap Th (kajian BKP dan Ditjen. Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2011) Daging Unggas dan Telur Unggas : dengan pendekatan SUSENAS TW I 2013 Jumlah penduduk tahun 2014: jiwa, (berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia , BAPPENAS atau Neraca Domestik : Selisih Perkiraan Ketersediaan dengan Perkiraan Kebutuhan 19

20 NERACA KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN PANGAN TAHUN 2013 BERDASARKAN UP DATE PRODUKSI (ATAP) (ribu ton) Komoditi Stok Awal Produksi Kebutuhan Neraca Neraca Total/Stok Impor Ekspor Domestik Akhir = =5+6-7 Beras 2, , , , ,718.0 Jagung - 18, , , , ,116.5 Kedelai ,198.2 (1,418.3) 1, Kacang Tanah ,039.7 (338.0) (57.9) Gula Pasir , , ,141.0 Minyak Goreng , , , , Bawang Merah - 1, Bawang Putih (383.8) Cabe Besar - 1, Cabe Rawit Daging Sapi (43.5) Daging Unggas - 1, , Ayam Ras - 1, , Ayam Buras

21 - Itik Telur Unggas - 1, ,794.0 (110.9) - - (110.9) - Telur Ayam Ras - 1, ,701.9 (477.5) - - (477.5) - Telur Ayam Buras Telur Itik Keterangan Stok awal beras (Perum Bulog), Gula Pasir (Dewan Gula Indonesia), dan Minyak goreng (Ditjen. Perkebunan) Produksi a. Tanaman Pangan (Beras, Jagung, kedelai dan kacang ) berdasarkan: ATAP tahun 2013, BPS dan Ditjen Tanaman Pangan b. Minyak goreng berdasarkan: Sasaran produksi Ditjen Perkebunan c. Gula Pasir berdasarkan: Taksasi bulan Oktober Dewan Gula Indonesia d. Hortikultura (Bawang merah dan cabai): berdasarkan ATAP tahun 2013, Ditjen Hortikultura e. Daging sapi, Daging Unggas dan Telur Unggas: ATAP tahun 2013, Ditjen. PKH Kebutuhan a. Beras: sebesar 132,98 kg/kap/th (Road Map Ditjen TP) untuk Jagung, Kedelai, dan Kacang Tanah dengan pendekatan SUSENAS TW I 2013 dan Perkiraan NBM 2013 b. Minyak goreng berdasarkan: angka Ditjen Perkebunan c. Gula Pasir berdasarkan pendekatan SUSENAS TW I 2013 dan Data Surve Sucofindo d. Hortikultura (Bawang merah dan cabai): dengan pendekatan SUSENAS TW I 2013 dan Perkiraan NBM 2013 e. Daging sapi sebesar 2,22 Kg/Kap Th (kajian BKP dan Ditjan PKH), Daging Unggas dan Telur Unggas : dengan pendekatan SUSENAS TW I 2013 Jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak jiwa, (proyeksi penduduk Indonesia , BAPPENAS atau Ekspor dan impor dalam bentuk segar, kecuali gula pasir dalam bentuk manufaktur (gula tebu) bersumber dari BPS diolah Pusdatin Neraca Domestik : Selisih Perkiraan Ketersediaan dengan Perkiraan Kebutuhan Neraca Total : Neraca domestik ditambah stok dan impor dikurangi ekspor 21

22 JUMLAH PENDUDUK SANGAT RAWAN, RAWAN PANGAN DAN TAHAN PANGAN MENURUT PROVINSI TAHUN 2014 Provinsi < 70% AKG 70%-89,9% AKG >= 90% AKG Total Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % Aceh 1,107, ,701, ,074, ,883, Sumatera Utara 2,431, ,509, ,782, ,723, Sumatera Barat 788, ,711, ,615, ,115, Riau 1,122, ,951, ,079, ,153, Kepulauan Riau 501, , , ,907, Jambi 779, ,199, ,352, ,332, Sumatera Selatan 1,268, ,615, ,030, ,915, Kepulauan Bangka Belitung 239, , , ,337, Bengkulu 292, , , ,837, Lampung 1,711, ,053, ,237, ,002, DKI Jakarta 1,428, ,032, ,588, ,049, Jawa Barat 7,919, ,554, ,385, ,859, Banten 1,809, ,620, ,215, ,645, Jawa Tengah 5,811, ,527, ,118, ,457, DI Yogyakarta 219, ,158, ,254, ,632, Jawa Timur 5,228, ,848, ,471, ,548, Bali 283, ,017, ,792, ,092, Nusa Tenggara Barat 529, ,503, ,727, ,760, Nusa Tenggara Timur 1,607, ,728, ,685, ,020, Kalimantan Barat 932, ,649, ,117, ,700, Kalimantan Tengah 405, , ,231, ,427, Kalimantan Selatan 597, ,076, ,231, ,905, Kalimantan Timur 1,455, ,376, ,120, ,952, Sulawesi Utara 380, , ,221, ,380, Gorontalo 197, , , ,113, Sulawesi Tengah 484, ,094, ,240, ,819, Sulawesi Selatan 1,271, ,941, ,197, ,410, Sulawesi Barat 172, , , ,254, Sulawesi Tenggara 451, , ,166, ,437,

23 Maluku 500, , , ,652, Maluku Utara 397, , , ,132, Papua 1,109, , , ,077, Papua Barat 303, , , , Indonesia 43,739, ,823, ,825, ,387, Sumber : BPS diolah oleh Pusat Ketersedian dan Kerawanan Pangan, BKP Keterangan : Kategori Konsumsi < 70% AKG (Sangat Rawan) Kategori Konsumsi < % AKG (Rawan Pangan) Kategori Konsumsi > 90% AKG (Tahan Pangan) Kerawanan Pangan Berdasarkan Nilai Angka Kecukupan Gizi (AKG) Tahun Tahun Jumlah Penduduk Sangat Rawan Pangan (< 70% AKG) Persen-tase Jumlah Penduduk Rawan Pangan (70%- 89,9% AKG) Persen-tase Jumlah Penduduk Tahan Pangan (>=90% AKG) Persen-tase ,399,355 18,68 84,091,618 33,85 117,956,185 47, TW I 43,739, ,823, ,825, Keterangan *): Angka Triwulan I, sumber : BPS data Susenas 23

24 24

25 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Indonesia Menurut Daerah ( ) Tahun Jumlah Penduduk Miskin (Juta Jiwa) Persentase Penduduk Miskin (%) Perkotaan Perdesaan Nasional Perkotaan Perdesaan Nasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Sumber : Diolah dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS Keterangan : Data Tahun menggunakan standard lama, data Tahun menggunakan standard baru yang merupakan penyempurnaan dari standard lama. Referensi waktu untuk seluruh data adalah Februari. Kecuali data tahun 1998 (Desember) dan tahun (September). 25

26 Perkembangan Jumlah Penduduk Miskin dan Pengangguran Uraian Tahun (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Jumlah penduduk (Juta Jiwa) Jumlah Penduduk Miskin (Juta Jiwa) Persentase Penduduk Miskin (%) Jumlah Pengangguran (Juta Jiwa) Sumber : BPS berbagai tahun, diolah BKP Keterangan : Jumlah dan persentase penduduk miskin bulan September

27 27

28 Penduduk Indonesia Menurut Provinsi Tahun No Propinsi *) (1) (2) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 1 Aceh 2 Sumatera Utara 3 Sumatera Barat 4 Riau 5 Jambi 6 Sumatera Selatan 7 Bengkulu 8 Lampung 9 Bangka Belitung 10 Kepulauan Riau Sumatera 4,095,590 4,108,696 4,573,672 4,672,009 4,778,282 4,883,617 5,002,000 13,030,624 13,179,685 13,078,426 13,189,577 13,315,483 13,723,108 13,937,800 4,500,844 4,528,284 4,891,061 4,945,167 5,005,981 5,115,466 5,196,300 5,566,778 5,784,667 5,691,736 5,880,980 6,081,174 6,153,639 6,344,400 2,847,733 2,898,637 3,152,062 3,227,505 3,298,422 3,332,478 3,402,100 7,172,053 7,278,870 7,550,050 7,671,111 7,799,836 7,915,474 8,052,300 1,743,778 1,775,761 1,735,893 1,761,213 1,785,429 1,837,196 1,874,900 7,707,468 7,815,100 7,671,777 7,750,040 7,826,100 8,002,806 8,117,300 1,026,818 1,041,081 1,252,746 1,290,697 1,329,073 1,337,053 1,372,800 1,550,870 1,611,616 1,751,430 1,845,006 1,961,843 1,907,498 1,973,000 49,242,556 50,022,397 51,348,853 52,233,305 53,181,623 54,208,335 55,272, DKI Jakarta 12 Jawa Barat 13 Jawa Tengah 14 DI Yogyakarta 8,916,911 8,968,171 9,703,104 9,832,093 9,977,823 10,049,414 10,177,900 41,676,818 42,376,197 43,646,647 44,380,126 45,118,987 45,859,476 46,709,600 32,319,739 32,424,015 32,416,961 32,456,972 32,500,154 33,457,986 33,774,100 3,399,869 3,431,126 3,488,420 3,523,304 3,566,020 3,632,983 3,679,200 28

29 15 Jawa Timur 16 Banten Jawa 36,098,608 36,234,073 37,638,414 37,833,884 38,032,934 38,548,407 38,847,600 10,313,857 10,589,533 10,925,053 11,158,529 11,437,043 11,645,278 11,955, ,725, ,023, ,818, ,184, ,632, ,193, ,143, Bali 18 Nusa Tenggara Barat 3,542,938 3,585,825 3,956,902 4,039,494 4,110,979 4,092,710 4,152,800 4,614,380 4,683,729 4,536,592 4,578,207 4,623,971 4,760,367 4,835, Nusa Tenggara Timur 4,345,537 4,403,028 4,773,275 4,850,328 4,962,217 5,020,512 5,120,100 Bali dan Nusa Tenggara 12,502,855 12,672,582 13,266,769 13,468,029 13,697,167 13,873,589 14,108, Kalimantan Barat 21 Kalimantan Tengah 22 Kalimantan Selatan 23 Kalimantan Timur Kalimantan 4,677,371 4,752,335 4,420,602 4,450,161 4,480,959 4,700,494 4,789,600 2,364,182 2,424,097 2,241,868 2,275,025 2,310,194 2,427,801 2,495,000 3,436,375 3,489,873 3,680,115 3,751,688 3,809,939 3,905,887 3,989,800 3,095,288 3,171,344 3,662,145 3,791,067 3,926,905 3,952,162 4,068,600 13,573,216 13,837,649 14,004,730 14,267,941 14,527,997 14,986,344 15,343, Sulawesi Utara 25 Sulawesi Tengah 26 Sulawesi Selatan 27 Sulawesi Tenggara 28 Gorontalo 29 Sulawesi Barat 2,243,355 2,270,521 2,291,103 2,313,990 2,340,199 2,380,881 2,412,100 2,580,252 2,628,392 2,676,938 2,719,100 2,763,852 2,819,772 2,876,700 7,826,450 7,874,957 8,098,204 8,171,583 8,257,084 8,410,522 8,520,300 2,293,991 2,349,519 2,267,309 2,308,542 2,352,263 2,437,115 2,499, , ,095 1,057,585 1,078,833 1,100,372 1,113,917 1,133,200 1,034,626 1,041,050 1,187,251 1,212,223 1,252,134 1,254,854 1,282,200 29

30 Sulawesi 16,876,714 17,069,534 17,578,390 17,804,271 18,065,904 18,417,061 18,724, Maluku 31 Maluku Utara 32 Papua Barat 33 Papua Maluku dan Papua 1,346,335 1,364,802 1,567,665 1,608,709 1,651,763 1,652,916 1,686, , ,638 1,060,318 1,084,048 1,112,411 1,132,707 1,162, , , , , , , ,500 2,026,088 2,069,886 2,995,568 3,108,462 3,268,787 3,077,207 3,149,400 5,037,683 5,166,067 6,405,960 6,617,166 6,874,165 6,708,977 6,869,700 Jawa Luar Jawa Indonesia 132,725, ,023, ,818, ,184, ,632, ,193, ,143,600 97,233,024 98,768, ,604, ,390, ,346, ,194, ,318, ,958, ,791, ,423, ,575, ,979, ,387, ,461,700 Sumber : Jumlah Penduduk tahun , estimasi penduduk pada saat Susenas-BPS Jumlah Penduduk tahun 2015 berdasarkan Proyeksi Penduduk Tahun 2010; Bappenas dan BPS

STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013

STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013 STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013 BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2014 1 I. Aspek Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Perkembangan Produksi Komoditas Pangan Penting Tahun 2009 2013 Komoditas

Lebih terperinci

KOMPOSISI KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN YANG DIANJURKAN

KOMPOSISI KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN YANG DIANJURKAN KOMPOSISI KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN YANG DIANJURKAN A. KOMPOSISI KONSUMSI ENERGI YANG DIANJURKAN Tabel 1. Komposisi Konsumsi Pangan Berdasarkan Pola Pangan Harapan Pola Pangan Harapan Nasional % AKG

Lebih terperinci

Statistik Konsumsi Pangan 2012 KATA PENGANTAR

Statistik Konsumsi Pangan 2012 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan pelayanan data dan informasi pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian menerbitkan Buku Statistik Konsumsi Pangan 2012. Buku ini berisi

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011 BADAN PUSAT STATISTIK No. 06/01/Th. XV, 2 Januari 2012 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2011 MENCAPAI 29,89 JUTA ORANG Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan

Lebih terperinci

METODE. Keadaan umum 2010 wilayah. BPS, Jakarta Konsumsi pangan 2 menurut kelompok dan jenis pangan

METODE. Keadaan umum 2010 wilayah. BPS, Jakarta Konsumsi pangan 2 menurut kelompok dan jenis pangan METODE Desain, Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan prospective study dengan menggunakan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Provinsi Papua tahun 2008 sampai tahun

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012 BADAN PUSAT STATISTIK No. 06/01/Th. XVI, 2 Januari 2013 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2012 MENCAPAI 28,59 JUTA ORANG Pada bulan September 2012, jumlah penduduk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cukup mendasar, dianggapnya strategis dan sering mencakup hal-hal yang bersifat

BAB I PENDAHULUAN. cukup mendasar, dianggapnya strategis dan sering mencakup hal-hal yang bersifat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Amang (1993), Pangan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang cukup mendasar, dianggapnya strategis dan sering mencakup hal-hal yang bersifat emosional

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2016

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2016 No. 05/01/Th. XX, 3 Januari 2017 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2016 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2016 SEBESAR 10,70 PERSEN Pada bulan September 2016, jumlah penduduk miskin (penduduk

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. No Data Sumber Instansi 1 Konsumsi pangan menurut kelompok dan jenis pangan

METODE PENELITIAN. No Data Sumber Instansi 1 Konsumsi pangan menurut kelompok dan jenis pangan 17 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian ini menggunakan desain prospective study berdasarkan data hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) Provinsi Riau tahun 2008-2010. Pemilihan

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2009

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2009 BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK No. 43/07/Th. XII, 1 Juli 2009 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2009 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2017

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2017 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2017 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN MARET 2017 MENCAPAI 10,64 PERSEN No. 66/07/Th. XX, 17 Juli 2017 Pada bulan Maret 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan penting terhadap pemenuhan

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan penting terhadap pemenuhan 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sektor pertanian merupakan sektor yang berperan penting terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Secara umum pangan diartikan sebagai segala sesuatu

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2014

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2014 BADAN PUSAT STATISTIK No. 52/07/Th. XVII, 1 Juli 2014 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2014 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2014 MENCAPAI 28,28 JUTA ORANG Pada Maret 2014, jumlah penduduk miskin (penduduk

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB. I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB. I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan ketahanan pangan merupakan prioritas utama dalam pembangunan karena pangan merupakan kebutuhan yang paling hakiki dan mendasar bagi sumberdaya manusia suatu

Lebih terperinci

Tabel Lampiran 1. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Per Propinsi

Tabel Lampiran 1. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Per Propinsi Tabel., dan Padi Per No. Padi.552.078.387.80 370.966 33.549 4,84 4,86 2 Sumatera Utara 3.48.782 3.374.838 826.09 807.302 4,39 4,80 3 Sumatera Barat.875.88.893.598 422.582 423.402 44,37 44,72 4 Riau 454.86

Lebih terperinci

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009 ACEH ACEH ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT RIAU JAMBI JAMBI SUMATERA SELATAN BENGKULU LAMPUNG KEPULAUAN BANGKA BELITUNG KEPULAUAN RIAU DKI JAKARTA JAWA BARAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk jangka waktu tertentu yang akan dipenuhi dari penghasilannya. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. untuk jangka waktu tertentu yang akan dipenuhi dari penghasilannya. Dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pola Konsumsi adalah susunan tingkat kebutuhan seseorang atau rumahtangga untuk jangka waktu tertentu yang akan dipenuhi dari penghasilannya. Dalam menyusun pola konsumsi

Lebih terperinci

HARGA BAHAN PANGAN POKOK DI TINGKAT KONSUMEN

HARGA BAHAN PANGAN POKOK DI TINGKAT KONSUMEN HARGA BAHAN PANGAN POKOK DI TINGKAT KONSUMEN KABUPATEN : Bantul PROVINSI : DI Yogyakarta BULAN/ TAHUN : Januari 2016 1 Gabah GKG Rp/Kg 5,200 5,200 5,200 5,200 5,200 5,000 200 4 2 Beras IR 64 Medium Rp/Kg

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2013

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2013 BADAN PUSAT STATISTIK No. 06/01/Th. XVII, 2 Januari 2014 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2013 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2013 MENCAPAI 28,55 JUTA ORANG Pada bulan September 2013, jumlah

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOVEMBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOVEMBER 2015 No. 97/12/21/Th.X, 1 Desember PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOVEMBER Pada November NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 98,99 mengalami kenaikkan sebesar 0,43 persen dibanding

Lebih terperinci

22/02/2017. Outline SURVEI KONSUMSI PANGAN. Manfaat survei konsumsi pangan. Metode Survei Konsumsi Pangan. Tujuan Survei Konsumsi Pangan

22/02/2017. Outline SURVEI KONSUMSI PANGAN. Manfaat survei konsumsi pangan. Metode Survei Konsumsi Pangan. Tujuan Survei Konsumsi Pangan Outline SURVEI KONSUMSI PANGAN Pengantar Survei Konsumsi Pangan Tujuan Survei Konsumsi Pangan Metode berdasarkan Jenis Data yang diperoleh Metode berdasarkan Sasaran Pengamatan Neraca Bahan Makanan Pola

Lebih terperinci

RELEASE NOTE INFLASI MEI 2016

RELEASE NOTE INFLASI MEI 2016 Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter - Bank Indonesia, Pusat Kebijakan Ekonomi

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008 BADAN PUSAT STATISTIK No. 37/07/Th. XI, 1 Juli 2008 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2008 sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JANUARI 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JANUARI 2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No. 12/02/21/Th. XI, 1 Februari PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JANUARI Pada Januari NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 0,11 persen dibanding

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI PROVINSI LAMPUNG NAIK 0,61 PERSEN

NILAI TUKAR PETANI PROVINSI LAMPUNG NAIK 0,61 PERSEN BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG NILAI TUKAR PETANI PROVINSI LAMPUNG NAIK 0,61 PERSEN Nilai Tukar Petani Subsektor Peternakan Merupakan NTP tertinggi, dengan Angka 116,18 NTP Provinsi Lampung Oktober

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Minimal

Standar Pelayanan Minimal Indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi Bidang Ketahanan No. Jenis Pelayanan Dasar A. Ketersediaan dan Cadangan B. Distribusi dan Akses Standar Pelayanan Minimal Indikator Nilai (%) 1 Penguatan

Lebih terperinci

PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN GIZI : FAKTOR PENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA

PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN GIZI : FAKTOR PENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN GIZI : FAKTOR PENDUKUNG PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA Oleh : Dr. Ir. Achmad Suryana, MS Kepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian RI RINGKASAN Berbagai

Lebih terperinci

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER, 2014

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER, 2014 No. 04/ 01/ 94/ Th.IX, 2 Januari 2015 KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER, 2014 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2014 MENCAPAI 864,11 RIBU ORANG. Jumlah penduduk miskin di Papua pada bulan September

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2016 BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 22/03/21/Th.XI 1 Maret PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI Pada Februari NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 0,27 persen dibanding

Lebih terperinci

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2016

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2016 No. 37/ 07/ 94/ Th.VIII, 18 Juli 2016 KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2016 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN MARET 2016 MENCAPAI 28,54 PERSEN Persentase, penduduk Miskin di Papua selama enam bulan

Lebih terperinci

POLA PANGAN HARAPAN (PPH)

POLA PANGAN HARAPAN (PPH) PANDUAN PENGHITUNGAN POLA PANGAN HARAPAN (PPH) Skor PPH Nasional Tahun 2009-2014 75,7 85,7 85,6 83,5 81,4 83,4 Kacangkacangan Buah/Biji Berminyak 5,0 3,0 10,0 Minyak dan Lemak Gula 5,0 Sayur & buah Lain-lain

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI 2015 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No. 24/03/21/Th.X, 2 Maret PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU FEBRUARI Pada Februari NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 100,54 mengalami kenaikan

Lebih terperinci

ANALISIS NERACA BAHAN MAKANAN (NBM) DAN POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KABUPATEN SIDOARJO

ANALISIS NERACA BAHAN MAKANAN (NBM) DAN POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KABUPATEN SIDOARJO AGRISE Volume XV No. 1 Bulan Januari 2015 ISSN: 1412-1425 ANALISIS NERACA BAHAN MAKANAN (NBM) DAN POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KABUPATEN SIDOARJO (ANALYSIS OF FOOD BALANCE SHEET (FBS) AND DESIRABLE DIETARY

Lebih terperinci

RELEASE NOTE INFLASI JULI 2016

RELEASE NOTE INFLASI JULI 2016 Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI JULI 2016 Inflasi Lebaran 2016 Cukup Terkendali INFLASI IHK Mtm

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT SEPTEMBER 2015

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT SEPTEMBER 2015 BPS PROVINSI SULAWESI BARAT No. 5/01/76/Th. X, 4 Januari 2016 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT SEPTEMBER 2015 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2015 SEBANYAK 153,21 RIBU JIWA Persentase penduduk

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010 BADAN PUSAT STATISTIK No. 45/07/Th. XIII, 1 Juli 2010 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2010 MENCAPAI 31,02 JUTA Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. Sesuai dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 1996 tentang pangan,

BAB I. PENDAHULUAN. Sesuai dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 1996 tentang pangan, BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Sesuai dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 1996 tentang pangan, ketahanan pangan menghendaki terpenuhinya pangan dengan ketersediaan yang cukup, tersedia setiap saat

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2. 1 Tinjauan Pustaka Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016.

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016. BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No.81/10/21/Th. XI, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2016. Pada September 2016 NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 97,02

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pertanian merupakan salah satu sektor utama di negara ini. Sektor tersebut

BAB I PENDAHULUAN. Pertanian merupakan salah satu sektor utama di negara ini. Sektor tersebut 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertanian merupakan salah satu sektor utama di negara ini. Sektor tersebut memiliki peranan yang cukup penting bila dihubungkan dengan masalah penyerapan

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Assalamu alaikum Wr. Wb.

Kata Pengantar. Assalamu alaikum Wr. Wb. II Kata Pengantar Assalamu alaikum Wr. Wb. Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya kami dapat menerbitkan Buku Statistik Ketahanan Pangan Jawa Barat Tahun 2013. Buku ini menyajikan

Lebih terperinci

RELEASE NOTE INFLASI APRIL 2016

RELEASE NOTE INFLASI APRIL 2016 Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI APRIL 2016 Penurunan Harga BBM dan Panen Raya Dorong Deflasi Bulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang di olah

BAB I PENDAHULUAN. adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang di olah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian pangan menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2004 adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang di olah maupun yang tidak

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN APRIL 2015 SEBESAR 98,71

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN APRIL 2015 SEBESAR 98,71 No. 27/05/34/Th.XVII, 4 Mei 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN APRIL 2015 SEBESAR 98,71 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada April 2015, NTP Daerah

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI MALUKU TAHUN 2013

PROFIL KEMISKINAN DI MALUKU TAHUN 2013 No., 05/01/81/Th. XV, 2 Januari 2014 Agustus 2007 PROFIL KEMISKINAN DI MALUKU TAHUN 2013 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk yang pengeluaran per bulannya berada di bawah Garis Kemiskinan) di Maluku

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2016

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2016 BPS PROVINSI SULAWESI BARAT No. 42/07/76/Th. X, 18 Juli 2016 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2016 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2016 SEBANYAK 152,73 RIBU JIWA Persentase penduduk miskin

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh suatu kelompok sosial

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh suatu kelompok sosial BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsumsi Pangan Kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi oleh suatu kelompok sosial budaya dipengaruhi banyak hal yang saling kait mengait, di samping untuk memenuhi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU APRIL 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU APRIL 2015 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No. 37/05/21/Th. X, 4 Mei PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU APRIL Pada April NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 98,69 mengalami penurunan sebesar

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN NOVEMBER 2015 SEBESAR 103,01

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN NOVEMBER 2015 SEBESAR 103,01 No. 71/12/34/Th.XVII, 1 Desember 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN NOVEMBER 2015 SEBESAR 103,01 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada November 2015,

Lebih terperinci

Populasi Ternak Menurut Provinsi dan Jenis Ternak (Ribu Ekor),

Populasi Ternak Menurut Provinsi dan Jenis Ternak (Ribu Ekor), Babi Aceh 0.20 0.20 0.10 0.10 - - - - 0.30 0.30 0.30 3.30 4.19 4.07 4.14 Sumatera Utara 787.20 807.40 828.00 849.20 871.00 809.70 822.80 758.50 733.90 734.00 660.70 749.40 866.21 978.72 989.12 Sumatera

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2017

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2017 BPS PROVINSI SULAWESI BARAT No. 41/07/76/Th.XI, 17 Juli 2017 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2017 JUMLAH PENDUDUK MISKIN sebesar 149,76 RIBU JIWA (11,30 PERSEN) Persentase penduduk miskin

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI No. 51/08/51/Th. XI, 1 Agustus 2017 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI JULI 2017, NTP BALI TURUN 0,33 PERSEN Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali bulan Juli 2017 tercatat mengalami penurunan sebesar 0,33

Lebih terperinci

NERACA BAHAN MAKANAN BAB I PENDAHULUAN

NERACA BAHAN MAKANAN BAB I PENDAHULUAN NERACA BAHAN MAKANAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Neraca Bahan Makanan (NBM) merupakan salah satu alat informasi untuk memahami situasi penyediaan pangan di suatu daerah. Gambaran situasi pangan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA DESEMBER 2014

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA DESEMBER 2014 No. 04/01/Th.IX, 2 Januari 2015 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA DESEMBER 2014 Indeks NTP Sulawesi Tenggara pada Desember 2014 tercatat 99,63 atau mengalami penurunan sebesar

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2015 SEBESAR 99,48

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2015 SEBESAR 99,48 No. 23/04/34/Th.XVII, 1 April 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2015 SEBESAR 99,48 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Maret 2015, NTP Daerah

Lebih terperinci

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2015

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2015 No. 56/ 10/ 94/ Th.IX, 1 Oktober 2015 KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2015 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN MARET 2015 MENCAPAI 28,17 PERSEN Persentase, penduduk Miskin di Papua selama enam bulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JUNI 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JUNI 2015 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No. 54/07/21/Th. X, 1 Juli PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU JUNI Pada Juni NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 98,93 mengalami penurunan sebesar

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Desain, Sumber dan Jenis Data

METODE PENELITIAN Desain, Sumber dan Jenis Data 20 METODE PENELITIAN Desain, Sumber dan Jenis Data Penelitian ini menggunakan data Susenas Modul Konsumsi tahun 2005 yang dikumpulkan dengan desain cross sectional. Data Susenas Modul Konsumsi terdiri

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA OKTOBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA OKTOBER 2015 No. 04/11/Th.IX, 2 November 2015 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA OKTOBER 2015 Indeks NTP Sulawesi Tenggara pada Oktober 2015 tercatat 100,63 atau mengalami penurunan sebesar

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT SEPTEMBER 2016

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT SEPTEMBER 2016 BPS PROVINSI SULAWESI BARAT No. 05/01/76/Th.XI, 3 Januari 2017 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT SEPTEMBER 2016 JUMLAH PENDUDUK MISKIN sebesar 146,90 RIBU JIWA (11,19 PERSEN) Persentase penduduk

Lebih terperinci

RELEASE NOTE INFLASI JUNI 2016

RELEASE NOTE INFLASI JUNI 2016 Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI JUNI 2016 Inflasi Ramadhan 2016 Cukup Terkendali INFLASI IHK Mtm

Lebih terperinci

Bab 4 P E T E R N A K A N

Bab 4 P E T E R N A K A N Bab 4 P E T E R N A K A N Ternak dan hasil produksinya merupakan sumber bahan pangan protein yang sangat penting untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Perkembangan populasi ternak utama

Lebih terperinci

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2017

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2017 No. 38/07/94/Th.IX 17 Juli 2017 KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2017 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN MARET 2017 MENCAPAI 27,62 PERSEN Persentase penduduk miskin di Provinsi Papua selama enam bulan

Lebih terperinci

Perkiraan Ketersediaan Dan Kebutuhan Pangan Strategis Periode Hbkn Puasa Dan Idul Fithri 2017 (Mei-Juni)

Perkiraan Ketersediaan Dan Kebutuhan Pangan Strategis Periode Hbkn Puasa Dan Idul Fithri 2017 (Mei-Juni) Dan Kebutuhan Pangan Strategis Periode Hbkn Puasa Dan Idul Fithri 2017 (Mei-Juni) Kultur budaya sebagian besar masyarakat Indonesia dalam menyambut dan merayakan HBKN umumnya membutuhkan bahan pangan dalam

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JUNI 2015 SEBESAR 100,36

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JUNI 2015 SEBESAR 100,36 No. 39/07/34/Th.XVII, 1 Juli 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JUNI 2015 SEBESAR 100,36 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Juni 2015, NTP Daerah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Pangan Menurut Balitbang (2008), Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena itu pemenuhan atas pangan yang cukup, bergizi dan aman menjadi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN HARGA BERAS TERMURAH TK. ECERAN DI PROVINSI UTAMA s.d PERIODE MG-I JUNI 2017

PERKEMBANGAN HARGA BERAS TERMURAH TK. ECERAN DI PROVINSI UTAMA s.d PERIODE MG-I JUNI 2017 PERKEMBANGAN HARGA BERAS TERMURAH Perkembangan harga Beras Termurah di provinsi utama mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 0,40%. Provinsi Bali (2,87%) dan penurunan harga terendah di Provinsi Banten

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2014 SEBESAR 102,63

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2014 SEBESAR 102,63 No. 14/03/34/TH.XVI, 3 Maret 2014 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2014 SEBESAR 102,63 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Mulai Desember 2013, penghitungan

Lebih terperinci

TINJAUAN DISTRIBUSI PANGAN

TINJAUAN DISTRIBUSI PANGAN TINJAUAN DISTRIBUSI PANGAN S u t a w i Program Magister Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang Ketahanan Pangan Dalam UU No. 7/1996 tentang Pangan disebutkan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2016 No. 65/12/Th.X, 1 Desember 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA NOVEMBER 2016 Indeks NTP Sulawesi Tenggara pada November 2016 tercatat 98,95 atau mengalami penurunan sebesar

Lebih terperinci

Tabel Lampiran 39. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Bawang Merah Menurut Propinsi

Tabel Lampiran 39. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Bawang Merah Menurut Propinsi Tabel 39., dan Bawang Merah Menurut 6.325 7.884 854.064 7,4 7,4 2 Sumatera 25.43 9.70 3.39 2.628 7,50 7,50 3 Sumatera Barat 8.57 3.873.238.757 6,59 7,90 4 Riau - - - - - - 5 Jambi.466.80 79 89 8,9 6,24

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2014 SEBESAR 102,05

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2014 SEBESAR 102,05 No. 19/04/34/TH.XVI, 1 April 2014 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN MARET 2014 SEBESAR 102,05 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Maret 2014, NTP Daerah

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2016 No. 55/10/Th.X, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2016 Indeks NTP Sulawesi Tenggara pada September 2016 tercatat 100,15 atau mengalami penurunan sebesar

Lebih terperinci

RELEASE NOTE INFLASI JANUARI 2017

RELEASE NOTE INFLASI JANUARI 2017 Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI JANUARI 2017 Inflasi Bulan Januari 2017 Meningkat, Namun Masih

Lebih terperinci

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER, 2016

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER, 2016 No. 04/ 01/ 94/ Th.IX, 3 Januari 2017 KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER, 2016 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2016 MENCAPAI 28,40 PERSEN Persentase, penduduk Miskin di Papua selama enam

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 No. 17/03/34/Th.XVII, 2 Maret 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Februari 2015, NTP

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang cukup berpengaruh

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang cukup berpengaruh I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sektor ini memiliki share sebesar 14,9 % pada

Lebih terperinci

KETERANGAN TW I

KETERANGAN TW I 1 2 2 KETERANGAN 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 - TW I Distribusi/Share Terhadap PDB (%) 3.69 3.46 3.55 3.48 3.25 3.41 4.03 Distribusi/Share Terhadap Kategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN AGUSTUS 2014 SEBESAR 102,18

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN AGUSTUS 2014 SEBESAR 102,18 No. 51/09/34/Th.XVI, 1 September 2014 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN AGUSTUS 2014 SEBESAR 102,18 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Agustus 2014, NTP

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kondisi Umum Wilayah

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kondisi Umum Wilayah HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Wilayah Kondisi Geografis Letak geografis dan luas wilayah. Kabupaten Sinjai merupakan salah satu dari 23 Kabupaten/Kota dalam wilayah Provinsi Sulawesi selatan yang berjarak

Lebih terperinci

ANALISIS KETAHANAN PANGAN REGIONAL DAN TINGKAT RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Utara)

ANALISIS KETAHANAN PANGAN REGIONAL DAN TINGKAT RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Utara) ANALISIS KETAHANAN PANGAN REGIONAL DAN TINGKAT RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Utara) Tri Bastuti Purwantini, Handewi P.S. Rachman dan Yuni Marisa Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MEI 2017

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MEI 2017 No. 31/06/Th.XI, 2 Juni 2017 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MEI 2017 Indeks NTP Sulawesi Tenggara pada Mei 2017 tercatat 94,95 atau mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen dibanding

Lebih terperinci

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER 2015

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER 2015 KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA SEPTEMBER 2015 No. 04/ 01/ 94/ Th.VIII, 4 Januari 2016 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2015 MENCAPAI 28,40 PERSEN Persentase, penduduk Miskin di Papua selama enam

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2016 SEBESAR 103,90

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2016 SEBESAR 103,90 No. 15/03/34/Th.XVIII, 1 Maret 2016 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2016 SEBESAR 103,90 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Februari 2016, NTP

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JANUARI 2016 SEBESAR 103,94

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JANUARI 2016 SEBESAR 103,94 No. 08/02/34/Th.XVIII, 1 Februari 2016 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN JANUARI 2016 SEBESAR 103,94 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Januari 2016,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER 2015

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER 2015 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI No. 05/01/21/Th.XI, 4 Januari 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU DESEMBER Pada Desember NTP di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 98,78 mengalami

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Tabel 1 Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian. Tahun Publikasi BPS Kabupaten Lampung Barat

METODE PENELITIAN. Tabel 1 Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian. Tahun Publikasi BPS Kabupaten Lampung Barat METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Desain penelitian ini adalah retrospektif. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan yaitu (1) Kabupaten Lampung Barat akan melakukan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA APRIL 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA APRIL 2016 No. 04/05/Th.X, 2 Mei 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA APRIL 2016 Indeks NTP Sulawesi Tenggara pada April 2016 tercatat 98,62 atau mengalami penurunan sebesar 0,69 persen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga yang

BAB I PENDAHULUAN. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya,

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 06/01/21/Th X, 2 Januari 2015 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU, SEPTEMBER 2014 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MARET 2016

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MARET 2016 No. 04/04/Th.X, 1 April 2016 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI SULAWESI TENGGARA MARET 2016 Indeks NTP Sulawesi Tenggara pada Maret 2016 tercatat 99,31 atau mengalami penurunan sebesar 0,56 persen

Lebih terperinci

LAPORAN EVALUASI RENJA BADAN KETAHANAN PANGAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG TA. 2016

LAPORAN EVALUASI RENJA BADAN KETAHANAN PANGAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG TA. 2016 LAPORAN EVALUASI RENJA BADAN KETAHANAN PANGAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG TA. 2016 DINAS KETAHANAN PANGAN PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 KATA PENGANTAR Menindaklanjuti Permendagri Nomor 54 Tahun 2010

Lebih terperinci

RELEASE NOTE INFLASI OKTOBER 2016

RELEASE NOTE INFLASI OKTOBER 2016 Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI OKTOBER 2016 Tekanan Inflasi di Bulan Oktober 2016 Cukup Terkendali

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN OKTOBER 2015 SEBESAR 102,82

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN OKTOBER 2015 SEBESAR 102,82 No. 62/11/34/Th.XVII, 2 November 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN OKTOBER 2015 SEBESAR 102,82 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Oktober 2015, NTP

Lebih terperinci

RELEASE NOTE INFLASI NOVEMBER 2016

RELEASE NOTE INFLASI NOVEMBER 2016 Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI NOVEMBER 2016 Inflasi Bulan November 2016 Didorong Harga Pangan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI PROVINSI KEPULAUAN RIAU SEPTEMBER 2017 No.69/09/21/Th. XII, 2 Oktober 2017 BERITA RESMI STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERKEMBANGAN NILAI TUKAR

Lebih terperinci

METODE. - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura - Dinas Peternakan dan Perikanan - Dinas Perkebunan b. Data NBM tahun (sekunder)

METODE. - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura - Dinas Peternakan dan Perikanan - Dinas Perkebunan b. Data NBM tahun (sekunder) 31 METODE Desain, Tempat dan Waktu Desain penelitian ini adalah restrospektif. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan (Lampiran 1). Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja

Lebih terperinci

SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI

SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI A. Pendahuluan Berdasarkan Undang-undang Pangan Nomor: 18 Tahun 2012, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Buletin Konsumsi Pangan. States Departement of Agriculture).

KATA PENGANTAR. Buletin Konsumsi Pangan. States Departement of Agriculture). KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan pelayanan data dan informasi pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian pada tahun 2014 menerbitkan Buletin Konsumsi Pangan yang terbit setiap triwulan.

Lebih terperinci

Edisi 2 ROADMAP DEPTAN.indb 1 2/15/2013 7:35:34 PM

Edisi 2 ROADMAP DEPTAN.indb 1 2/15/2013 7:35:34 PM Edisi 2 ROADMAP DEPTAN.indb 1 2/15/2013 7:35:34 PM Undang-Undang RI nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Ketahanan pangan adalah suatu kondisi dimana setiap individu dan rumahtangga memiliki akses secara

Lebih terperinci