MODUL PRAKTIKUM Statistik Inferens (MIK 411)

dokumen-dokumen yang mirip
Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak:

A. Pengertian Hipotesis

BAB 6: ESTIMASI PARAMETER (2)

Nama : INDRI SUCI RAHMAWATI NIM : ANALISIS REGRESI SESI 01 HAL

SEBARAN t dan SEBARAN F

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

Nama : INDRI SUCI RAHMAWATI NIM : ANALISIS REGRESI SESI 01 HAL

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kampar,

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

Penyelesaian: Variables Entered/Removed a. a. Dependent Variable: Tulang b. All requested variables entered.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan.

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

III. METODELOGI PENELITIAN

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

Mata Kuliah: Statistik Inferensial

Statistika Inferensia: Pendugaan Parameter. Dr. Kusman Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB, 2015

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL)

PENGUJIAN HIPOTESA BAB 7

BAB III METOE PENELITIAN. penelitian ini, hanya menggunakan kelas eksperimen tanpa adanya kelas

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

TUGAS ANALISIS REGRESI (HALAMAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

Biostatistics UJI CHI-SQUARE UJI HIPOTESIS CHI-SQUARE

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

JENIS PENDUGAAN STATISTIK

REGRESI LINIER SEDERHANA

Chapter 7 Student Lecture Notes 7-1

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011

Analisa Data Statistik. Ratih Setyaningrum, MT

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

REGRESI LINIER DAN KORELASI. Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yang mudah didapat atau tersedia. Dapat dinyatakan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N 10 Pekanbaru, semester

BAB IV DESKRIPSI ANALISIS DATA

Statistika Inferensia: Pengujian Hipotesis. Dr. Kusman Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB, 2015

Distribusi Sampling (Distribusi Penarikan Sampel)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

BAB V HASIL PENELITIAN

STATISTICS. Hanung N. Prasetyo Week 11 TELKOM POLTECH/HANUNG NP

Pengujian Normal Multivariat T 2 Hotteling pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi IPM di Jawa Timur dan Jawa Barat Tahun 2007

DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Penarikan Sampel)

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Sukardi, (2003:17) Metodologi penelitian adalah cara yang

BAB III METODE PENELITIAN

Pengertian Estimasi Titik. Estimasi (Pendugaan) Estimasi (Pendugaan) Estimasi (Pendugaan) Populasi dan Sampel. Mean Proporsi

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi.

STATISTIK PERTEMUAN VIII

Efektivitas Model Pengajaran Langsung Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMP Kristen Dende. Rubianus. Abstrak

UKURAN PEMUSATAN DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB III METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Pengumpulan Data Pembuatan plot contoh

MANAJEMEN RISIKO INVESTASI

BAB III METODE PENELITIAN

Distribusi Sampel Sampling Distribution

Metode Statistika Pertemuan IX-X

BAB VIII MASALAH ESTIMASI SATU DAN DUA SAMPEL

1 Departemen Statistika FMIPA IPB

STATISTIKA NON PARAMETRIK

Bab III Metoda Taguchi

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dengan kemampuan berpikir kreatif dengan menggunakan dua model

BAB I PENDAHULUAN. X Y X Y X Y sampel

II. LANDASAN TEORI. dihitung. Nilai setiap statistik sampel akan bervariasi antar sampel.

BAB II LANDASAN TEORI

PETA KONSEP RETURN dan RISIKO PORTOFOLIO

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

kelompok data. Atau Bila seorang peneliti ingin mengetahui apakah parameter dua

INTERVAL KEPERCAYAAN

9 Departemen Statistika FMIPA IPB

Pendugaan. Parameter HAZMIRA YOZZA IZZATI RAHMI HG JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UNIV. ANDALAS LOGO

Pendugaan Selang: Metode Pivotal Langkah-langkahnya 1. Andaikan X1, X

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

MODUL PRAKTIKUM tatistik Iferes (MIK 4) Disusu Oleh Nada Aula Rumaa, KM., MKM UNIVERITA EA UNGGUL 07 Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) / 4

UJI T DEPENDEN/BERPAANGAN (PAIRED T TET) A. Pedahulua Uji t berpasaga, terkadag disebut uji t sampel depede, adalah prosedur statistik yag diguaka utuk meetuka apakah perbedaa rata-rata atara dua varabel katagorik da umerik dimaa variabel katagorik haya kategori. Dalam uji t sampel berpasaga, setiap subjek atau etitas diukur dua kali, meghasilka pasaga pegamata. Artiya dalam uji ii sampel salig depede atau berkaita. Biasaya ditadai dega kata-kata pre-post/ sebelum-sesudah/before-after. B. Kompetesi Dasar Mahasiswa dapat meetuka uji parametrik da o parametrik Mahasiswa dapat membedaka uji beda dua variabel (aalisis bivariat) Mahasiswa dapat melakuka perhituga uji t depede berdasarka kasus yag diberika C. Kemampua Akhir yag Diharapka Mahasiswa dapat melakuka perhituga uji t depede berdasarka kasus yag diberika D. Kegiata Belajar. Uraia da cotoh Tujua : utuk meguji perbedaa mea atara dua kelompok data yag depede CONTOH KAU :. Apakah ada pegaruh program diet terhadap peurua berat bada. Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) / 4

. Apakah ada perbedaa tigkat pegetahua atara sebelum da sesudah dilakuka pelatiha 3. Apakah ada perbedaa berat bada atara sebelum da sesudah megikuti program diet yarat :. Distribusi data ormal. Kedua kelompok data depede/pair 3. Jeis variabel: umerik da katagori (dua kelompok) T d d d đ= Rata-rata ilai d d d x x d = impaga Baku dari ilai d = Bayakya Pasaga Df = -. Latiha eorag peeliti igi megetahui pegaruh Vitami B terhadap peyakit aemia. ejumlah 0 pederita diberi sutika vitami B da diukur kadar Hb darah sebelum da sesudah pegobata. Hasil pegukura adalah sbb: sebelum :,,3 4,7,4,5,7,, 3,3 0,8 sesudah : 3,0 3,4 6,0 3,6 4,0 3,8 3,5 3,8 5,5 3, Coba ada buktika apakah ada perbedaa kadar Hb atara sebelum da sesudah pemberia sutika Vit. B, dega alpha 5 %. Hipotesis : Ho : = 0 (tidak ada perbedaa kadar Hb atara sebelum & sesudah pemberia Vit B) Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 3 / 4

Ha : 0 (ada perbedaa kadar Hb atara sebelum & sesudah pemberia Vit B) Perhituga Uji t : sebelum:,,3 4,7,4,5,7,, 3,3 0,8 sesudah: 3,0 3,4 6,0 3,6 4,0 3,8 3,5 3,8 5,5 3, Kemudia dari ilai t tsb dicari ilai p dega melalui tabel t o resp sebelum sesudah d d-dbar (d-dbar), 3-0,8,06,36,3 3,4 -, -0,4 0,0576 3 4,7 6 -,3 0,56 0,336 4,4 3,6 -, -0,34 0,56 5,5 4 -,5-0,64 0,4096 6,7 3,8 -, 0,76 0,5776 7, 3,5 -,3-0,44 0,936 8, 3,8 -,7 0,6 0,056 9 3,3 5,5 -, -0,34 0,56 0 0,8 3, -,4-0,54 0,96-8,6 3,4 rata-rata -,86 0,358 sd_d 0,598 deviasi (, 3,0) (,3 3,4)... d D _ d t,86 0,60 deviasi 8,6,86 0 ( d d ) 0 9,80 0,598 0,60 Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 4 / 4

Dari soal diatas diperoleh thitug = 9,80 da df=0-=9, maka ilaiya di sebelah kaa dari ilai tabel.6(p=0,05) Keputusa Uji tatistik: T hitug > T tabel ilai perhituga > ilai tabel) Ho ditolak Pedekata probabilistik Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 5 / 4

Hasil perhituga meghasilka ilai P Value < 0.05) maka dapat diputuska Ho ditolak. ehigga dega megguaka alpha 5 % dapat disimpulka bahwa, secara statistik ada perbedaa kadar Hb atara sebelum da sesudah diberi sutika vitami B 3. Tes Formatif eorag teaga kesehata megataka bahwa terapi akupuktur dapat meuruka berat bada pasie. eorag peeliti di bidag kesehata igi megetahui Apakah ada perbedaa yag sigifika berat bada pasie sebelum da sesudah Terapi Akupuktur. ( α = 5%) Respode pada peelitia ii sebayak 0 pasie yag dipilih secara acak. Berikut ii adalah data ilai sebelum da sesudah Terapi Akupuktur, yaitu : Pre 77 66 80 95 74 79 7 67 60 60 Post 5 48 58 44 6 55 59 50 48 5 Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 6 / 4

UJI T INDEPENDEN. Uraia da cotoh Tujua : utuk megetahui perbedaa mea dua kelompok data idepede yarat/asumsi yag harus dipeuhi: Data berdistribusi ormal/simetris Kedua kelompok data idepede Variabel yag dihubugka berbetuk umerik da katagori (dega haya dua kelompok) Dikataka kedua kelompok data idepede bila data kelompok yag satu tidak tergatug dari data kelompok kedua, misalya. membadigka mea tekaa darah sistolik orag desa dega orag kota. Tekaa darah orag kota idepede (tidak tergatug) dega orag desa.. eorag peeliti igi melihat apakah ada perbedaa rata-rata kadar ikotie rokok merek A dega rokok merek B 3. eorag peeliti igi melihat apakah ada perbedaa rata-rata kadar kolesterol peduduk desa dega peduduk kota Meguji perbedaa ilai rata-rata dari pegukura yag sama pada orag/kelompok yag berbeda (tidak terkait satu sama lai) Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 7 / 4

Kelompok - I Kelompok - II X X X X X 3 X 3 Mea = Mea = D = D = Uji Varia A. Jika variaya sama, maka: Lakuka Uji-t idepedet dega asumsi varia sama A. Jika variaya tidak sama, maka: Lakuka Uji-t idepedet dega asumsi varia tidak sama Tujua dari uji ii adalah utuk megetahui varia atara kelompok data satu apakah sama dega kelompok data yag kedua. Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 8 / 4

apakah data tersebut mempuyai varia yag homoge atau heteroge. Jika Fhit > Ftab maka Varia Heteroge (VARIAN BERBEDA) Jika Fhit < Ftab maka Varia Homoge (VARIAN AMA) Pada perhituga uji F, - varia yag lebih besar sebagai pembilag/numerator F - varia yag lebih kecil sebagai peyebut/denumerator Lagkah uji Varia/Uji F. Cari df. df = - da df = -. Lihat tabel F 3. Varia da sampel yag lebih besar sebagai pembilag (NUMERATOR) 4. Varia da sampel yag lebih kecil sebagai peyebut. (DENUMERATOR) Proses Uji Varia. Ho σ = σ atau σ / σ = (varia pop- sama dega varia pop-) atau (Ratio kedua varia sama dega satu) Ha σ σ atau σ / σ (varia ke dua populasi adalah tidak sama) atau (Ratio kedua varia tidak sama dega satu). Uji tatistik F-test F hitug = / (dimaa = varia yag lebih besar) 3. Critical Regio: Ho ditolak jika: F hitug F tabel (-, -; α) ( = umerator), ( = deomiator) 4. Keputusa Ho ditolak atau gagal ditolak Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 9 / 4

5. Kesimpula Varia berbeda atau varia sama. Latiha eorag pejabat Depkes berpedapat bahwa rata-rata ikoti yag dikadug rokok jarum lebih tiggi dibadigka rokok wismilak. Utuk membuktika pedapatya kemudia diteliti dega megambil sampel secara radom 0 batag rokok jarum da 8 batag rokok wismilak. Hasil pegolaha data melaporka bahwa; rata-rata kadar ikoti rokok jarum adalah 3, mg dega stadar deviasi,5 mg. pada rokok wismilak rata-rata kadar ikotiya 0,0 mg dega stadar deviasi,7 mg. Berdasarka data tsb ujilah pedapat pejabat Depkes tsb dega 5 %. Jawab: Lagkah pertama adalah melakuka pemeriksaa homogeitas varia kedua data dega megguaka uji F. Hipotesis : Ho : = (varia kadar ikoti jarum sama dega varia kadar ikoti wismilak) Ha : (varia kadar ikoti jarum berbeda dega varia kadar ikoti wismilak) Perhituga Uji F : F = (,7) / (,5) =,8 df =8-=7 da df =0-=9 Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 0 / 4

Dari ilai F da kedua df tersebut kemudia dilihat pada tabel F, df=7 sebagai pembilag/umerator, da df=9 sebagai peyebut/deomiator. Numerator DF Deomi. DF Area 34 5 6 7 8 dst Fhit=,8 9 0.00.5.... 0.050..... 3.9.... 0.05....... 4.0.... 0.00....... 5.6.... 0.005....... 6.88.... 0.00....... 0.70.... Nilai F tab = 3,9 ilai F hit =,8 F hit < F tabel Ho gagal ditolak sehigga keputusaya : Ho gagal ditolak, berarti varia kadar ikoti rokok jarum sama dega varia kadar ikoti rokok wismilak. Jika Fhit < Ftab maka Varia Homoge uji varia sama Pedekata probabilistik : Fhit=,8, letakya diatas area 0.050 sehigga P value > Ho gagal ditolak Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) / 4

Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) / 4

UJI T INDEPENDEN VARIAN AMA Utuk varia yag sama maka betuk ujiya sbb: T p df = + - Ket ; p X atau = jumlah sampel kelompok atau atau = stadar deviasi sampel kelompok da p = varia populasi Df = derajat kebebasa/degree of freedom p p,59 4, kesimpula Hipotesis : Ho : = (mea kadar ikoti jarum sama dega mea kadar ikoti wismilak) X 8,7 0 8 0 0 3, T,59 8 0 df 80 6 t tab t t hit hit,746 t tab probabilis tik ilai p 0.05--- Ho ditolak lebih tig gi dibadig Ho ditolak t kadar ikoti,5 4, hit 4,, df,53 rokok jarum kadar ikoti 6; ujiya oe tail ( 0.05) rokok wismilak Ha : > (mea kadar ikoti jarum lebih tiggi dibadigka wismilak) Dega Ha seperti diatas berarti ujiya dega oe tail (satu arah/satu sisi) Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 3 / 4

Revisi (tgl) : 0 (0 Desember 07) 4 / 4 UJI T INDEPENDEN VARIAN BERBEDA df X X T