BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Presentase (%) < 90 Tidak Tuntas 22 88% 90 Tuntas 3 12% Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Siklus I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gadingrejo yang

BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kategori Frekuensi Persentase (%) 1. < 65 Tidak Tuntas 6 23, Tuntas 20 76,92 Jumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Lampiran 1 Jadwal Pertemuan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil belajar Siswa Pra Siklus

Perencanaan Tindakan BAB IV

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini merupakan kerja kolaborasi antara observer dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

LAMPIRAN I SURAT KETERANGAN PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas 4 SDN Gedangan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIIIc SMP Negeri 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Model Pembelajaran kooperatif dengan tipe Group Investigation ini masih. asing bagi siswa kelas XI 6 Program Keahlian Multi Media SMK Kristen BM

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1 < 60 Tidak Tuntas 9 56,25 %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menerapkan pendekatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. lazim dilalui, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini akan diuraikan secara rinci mengenai hasil penelitian yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal Classroom Action Research,

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Lembaga pendidikan yang akan dijadikan tempat pelaksanaan penelitian yaitu SD Kumpulrejo 03 Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. 4.2 Pelaksanaan Tindakan Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat sub bab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan antar siklus 1 dan siklus 2. Sub bab kondisi awal membahas tentang kondisi awal siswa termasuk di dalamnya. Hasil belajar pada mata pelajaran matematika sebelum dilakukannya tindakan penelitian. Selanjutnya pada sub bab siklus 1 dan siklus 2 membahas tentang rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil tindakan dan refleksi. Pada sub bab pembahasan antar siklus 1 dan siklus 2, akan dibahas tentang perbandingan pelaksanaan dan hasil dari siklus 1 dan siklus 2. 4.3 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian ini dilakukan di kelas IV SDN Kumpulrejo 03. Pada semester II tahun ajaran 2015/2016 pada siswa kelas IV dengan jumlah 7 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Total frekuensi subjek siswa adalah 17 siswa. Sebelum dilaksanakannya penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan observasi saat pembelajaran matematika berlangsung, wawancara dengan guru kelas IV terkait dengan pembelajaran matematika. Dokumentasi awal untuk mendapatkan data hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan permasalahan yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika yang masih rendah. Hal yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa yaitu model yang digunakan guru belum tepat dan tidak ada variasi model pembelajaran sehingga siswa pasif saat pembelajaran. Selain itu, guru juga belum mengoptimalkan 36

37 penggunaan media pembelajaran sehingga siswa kurang memahami materi pelajaran Matematika. Hasil belajar siswa yang masih rendah ditunjukkan pada perolehan hasil belajar siswa yang kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah untuk mata pelajaran matematika yaitu 62. Data hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika yang diperoleh dari nilai Ulangan Tengah Semester (UTS) pada semester I tahun ajaran 2015/2016 dapat dilihat pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Tabulasi Data Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 4 SD Kumulrejo 03 Semester I/2015-2016 PRA SIKLUS NO NAMA SISWA NILAI KETERANGAN 1 Siswa 1 50 Tidak tuntas 2 Siswa 2 50 Tidak tuntas 3 Siswa 3 60 Tidak tuntas 4 Siswa 4 60 Tidak tuntas 5 Siswa 5 55 Tidak tuntas 6 Siswa 6 60 Tidak Tuntas 7 Siswa 7 60 Tidak tuntas 8 Siswa 8 80 Tuntas 9 Siswa 9 85 Tuntas 10 Siswa 10 60 Tidak Tuntas 11 Siswa 11 73 Tuntas 12 Siswa 12 80 Tuntas 13 Siswa 13 50 Tidak tuntas 14 Siswa 14 55 Tidak tuntas 15 Siswa 15 36 Tidak tuntas 16 Siswa 16 73 Tuntas

38 17 Siswa 17 55 Tidak Tuntas Dari tabulasi data hasil belajar matematika pada Tabel 4.1. Diperoleh data bahwa hanya ada 5 siswa yang sudah mencapai KKM dan dikatakan tuntas dan ada 12 siswa yang masih belum mencapai KKM dari jumlah siswa sebanyak 17 siswa. Dari tabulasi data hasil belajar siswa peneliti membuat distribusi frekwensi hasil hasil matematika.adapun distribusi frekwensi hasil belajar matematika dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 4 SD Kumpulrejo 03 Semester I/2015-2016 PRA SIKLUS PRA SIKLUS RENTANG NILAI JUMLAH SISWA PERSENTASI 88-100 0 0,00% 75-87 3 17,65% 62-74 2 11,77% 49-61 12 70,59% Jumlah 17 100% Dari tabel distribusi tersebut, jumlah siswa yang mendapat skor antara 88 sampai 100 siswa belum mencapai dengan presentase 0.00%, siswa yang mendapat skor antara 75 sampai 87 sebanyak 3 siswa dengan presentase 17,65%, siswa yang mendapat skor 62 sampai 74 sebanyak 2 siswa dengan presentase 11,77%. Kemudian siswa yang mendapat skor antara 49 sampai 61 sebanyak 12 siswa dengan presentase 70,59%.

39 Dari analisis distribusi tersebut, peneliti kemudian membuat data berupa tabel analisis ketuntasan hasil belajar matematika siswa. Tabel ketuntasan siswa disajikan pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Analisis Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 4 SD Kumpulrejo 03 Pra Siklus No Ketuntasan Frekuensi Presentase 1 Tuntas 5 29,41% 2 Tidak Tuntas 12 70,59% Rata-rata 62 Nilai tertinggi 100 Nilai terendah 49 Setelah melihat Tabel 4.3 dapat dilihat hasilnya secara jelas pelaksanaan pembelajaran pada pra siklus. Dari jumlah 17 siswa ada 5 siswa atau sekitar 29,41% siswa yang sudah tuntas (mencapai KKM) dan ada 12 siswa atau sekitar 70,59% siswa yang tidak tuntas (belum mencapai KKM). Nilai rata-rata pada pelaksanaan pra siklus KKM 62 sedangkan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 49. Berdasarkan analisis ketuntasan hasil belajar pra siklus pada tabel 4.3 maka peneliti membuat histogramnya dalam bentuk diagram. Histogram ini akan memberi gambaran yang lebih jelas berkaitan dengan tingkat keberhasilan (presentase siswa yang tuntas dan tidak tuntas). Histogram tersebut dapat dilihat pada Grafik 4.1.

40 80,00% 60,00% 40,00% TIDAK TUNTAS TUNTAS 20,00% 0,00% TIDAK TUNTAS TUNTAS Grafik 4.1 Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pra Siklus Dari Grafik 4.1 ketuntasan hasil belajar matematika Siswa Kelas 4 SD Kumpulrejo 03 Semester I Tahun 2015/2016. Pra siklus memudahkan kita sekilas melihat prosentase siswa yang tuntas. Jumlah siswa yang tuntas 29,41% dan jumlah siswa yang tidak tuntas 70,59%. Berdasarkan grafik tentang ketuntasan siswa pra siklus dapat dilihat bahwa hasil belajar matematika kurang memuaskan. Hal tersebut dikarenakan guru dalam melaksnakan pembelajaran tidak menggunakan model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan senang dalam mengikuti pelajaran. Hasil refleksi di atas sebagai dasar peneliti untuk menyusun rencana perbaikan pembelajaran yang dapat mengatasi masalah dengan tindakantindakan yang tepat. Beberapa tindakan tersebut meliputi peningkatan hasil belajar Matematika dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI). 4.3.1 Deskripsi Tindakan Siklus I Pada sub bab siklus 1, akan diuraikan tentang rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil tindakan dan refleksi. Kegiatan pembelajaran pada siklus 1 dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, masing-masing pertemuan berlangsung selama dua kali 35 menit.

41 4.3.1.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari senin, 11 April 2016, melalui kegiatan sebagai berikut: a). Pertemuan Pertama Siklus 1 1) Kegiatan Awal Pertemuan pertama Pada siklus 1, guru mengawali pembelajaran dengan memberi salam dan berdoa bersama. Selanjutnya guru menyampaikan apersepsi dengan tanya jawab kepada siswa anak-anak coba kalian amati ruangan kelas yang kalian tempati sekarang berbentuk apakah ruangan kelas ini? kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu materi Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar, kompetensi dasar yaitu (1) Menentukan sifat-sifat bangun ruang sederhana, indikator, yaitu (1) Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang balok, (2) Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang kubus. Selanjutnya guru menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran yang group investigation. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti yang dilakukan antara lain: Tahap melaksanakan model pembelajaran, guru sudah menjelaskan model pembelajaran Group Investigation. Bahwa pembelajaran Group Investigation memiliki 6 tahap yaitu : 1). Seleksi topik, 2). Merencanakan kerjasama, 3). Implementasi, 4) Analisis dan sintesis, 5). Penyajian hasil akhir, dan 6). Evaluasi. Setelah itu guru menyiapkan subtopik (menentukan unsur-unsur dan sifat-sifat bangun ruang pada balok dan kubus) diskusi yang akan dibahasa bersama kelompok dan memberi contoh benda apa saja yang berbentuk bangun ruang balok dan kubus menggunakan media yang telah di sediakan guru. Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok yang heterogen 4-5 siswa. Dalam kegiatan ini guru telah melaksanakan seleksi topik. Setelah pembagian kelompok guru meminta untuk masing-masing kelompok menentukan ketua kelompoknya. Siswa diberi waktu untuk setiap kelompok memilih topik yang sudah disiapkan yaitu (unsur dan sifat bangun ruang pada balok dan kubus). Selanjutnya guru meminta ketua-ketua kelompok untuk mengambil LKS sebagai

42 panduan untuk melaksanakan diskusi bersama kelompoknya masing-masing. Paga kegiatan ini guru telah melaksanaka kegiatan merencanakan kerjasama, semua anggota kelompok melaksanakan diskusi dan mencatat hasil temuannya. Pada kegiatan ini guru telh melakukan kegiatan implementasi. Buku LKS sebagai panduan untuk semua kelompok mendapatkan tugas masing-masing dua kelompok melaksanakan tugas mengenai unsur dan sifat pada balok dan kelompok berikutnya melaksanakan tugas mengenai unsur dan sifat pada kubus, kemudian di minta untuk mengamati dan bertukar ide mengenai sub topik yang telah mereka kerjakan. Semua anggota kelompok mencatat hasil pembahasan untuk dipresentasikan. Dalam kegiatan ini guru telah melaksanakan analisis dan sintesis. Ketua kelompok mengkoordinir anggota kelompoknya untuk mempresentasikan hasil pembahasannya, guru membimbing siswa yang presentasi. Kelompok yang belum presentasi, dapat memberikan tanggapan terhadap kelompok yang presentasi. Siswa bersama-sama dengan guru meluruskan kesalahan pemahaman (klarifikasi), memberikan penguatan membuat kesimpulan. Pada kegiatan ini guru telah melaksanakan persentasi hasil final 3) Kegiatan Akhir Siswa bersama-sama dengan guru menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran dan melakukan refleksi. Kegatan ini guru telah melaksanakan fase evaluasi b). Pertemuan kedua siklus I Tindakan ini dilaksanakan pada hari Kamis 16 April 2016. uraian kegiatannya adalah sebagai berikut: 1) Kegiatan Awal dan Pertemuan ke 2 tidak jauh berbeda dengan pertemuan pertama, hanya saja guru melakukan modifikasi terhadap model pembelajaran group investigation ini. Guru menyiapkan tambahan alat peranga dengan membawa kardus Pada pertemuan kedua ini guru sudah mempersiapkan alat-alat dan media pembelajaran yang akan digunakan dalam

43 pembelajaran dan mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran. Guru melakukan tanya jawab tentang sifat sifat bangun ruang pada balok dan kubus, siswa bersama-sama menjawab pertanyaan dari guru. Selain itu guru menunjuk salah satu siswa dengan satu pertanyaan apa sifat-sifat bangun ruang balok.guna untuk mengingat kembali pada pelajaran pertama, selanjutnya guru melakukan praktik dengan menggunakan media yang telah disiapkan guru. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran model group investigation. 2) Kegiatan Inti Guru telah menjelasakan langkah model pembelajaran group investigation. Bahwa pembelajaran Group Investigation memiliki 6 tahap yaitu : 1). Seleksi topik, 2). Merencanakan kerjasama, 3). Implementasi, 4) Analisis dan sintesis, 5). Penyajian hasil akhir, dan 6). Evaluasi. Setelah itu guru sudah menyiapka topik pembelajaran tentang (sifat-sifat balok dan kubus) yang akan dikerjakan siswa bersama kelompok. Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok secara heterogen 4-5 siswa. Pada kegitan ni guru telah melaksanakan kegiatan seleksi topik. Setelah pembagian kelompok guru meminta untuk masing-masing kelompok menentukan ketua kelompoknya. Setelah menentukan ketua, ketuanya berkumpul didepan kelas dan guru memberikan alat-alat media yang telah disiapkan untuk siswa melaksanakan penelitian. ketua membagikan media kepada anggotanya. kemudian guru memberi waktu untuk setiap kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa memilih topik yang sudah disiapkan yaitu tentang (sifat-sifat balok dan kubus). Pada kegiatan ini guru telah melaksanakan kegiatan merncanakan kerjasama. Selanjutnya guru meminta ketua-ketua kelompok untuk mengambil LKS sebagai panduan dalam berdiskusi bersama anggota kelompok. Sebelum mengerjakan LKS, guru menjelasakan prosedur mengenai LKS supaya siswa lebih memahami maksud kegiatan yang akan diajarkan. LKS yang digunakan untuk siswa mengamati bangun ruang yang dipilih kemudian menyebutkan

44 sifat-sifat bangun ruang tersebut. Dalam kegiatan ini guru telah melakukan kegiatan implementasi. Guru memantau kegiatan diskusi kelompok. Siswa bersama-sama kelompok membahas LKS dan mencatat hasil pembahasan untuk di presentasikan. Pada kegiatan ini guru telah melaksanakan analisis dan sintesis. Ketua kelompok mengkoordinir anggotanya untuk mempresentasikan hasil diskusi. Kelompok yang belum presentasi, dapat memberikan tanggapan. Presentasi dilakukan secara bergantian, Siswa bersama-sama dengan guru meluruskan kesalahan pemahaman (klarifikasi singkat), memberikan penguatan dan membuat kesimpulan. guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas, dari materi yang telah dipelajari. Pada kegiatan ini guru telah melaksanakan kegiatan persentasi hasil final` 3) Kegiatan Akhir Siswa melakukan tanya jawab menyimpulkan materi yang telah di pelajari. Setelah selesai, siswa diberikan soal evaluasi atau tes akhir pertemuan siklus I, selanjutnya guru membagikan lembar soal evaluasi berbentuk pilihan ganda dengan jumlah 15 soal Siswa diingatkan agar mereka mengerjakan soal secara individu. Dalam kegiatan ini guru telah melaksanakan kegiatan evaluasi. 4.3.1.2 Hasil Observasi Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siklus 1, pelaksanaan pembelajaran guru sudah cukup optimal meskipun masih ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki, misalnya pada saat mengkondisikan kelas, guru perlu bersikap tegas dengan siswa yang tidak mau bekerja sama dengan teman kelompok saat diskusi. Kinerja siswa yang masih belum optiml seperti pada saat pembagian kelompok ada beberapa siswa yang mau bergabung dengan teman bermain kesehariannya, ada beberapa siswa yang masih individual tidak mau bekerja sama dalam kelompok, saat guru menjelasakan materi masih ada beberapa siswa yang tidak menyimak dengan baik, hal demikian dapat diketahui pada sesi tanya jawab siswa yang bersangkutan tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru

45 ketika ditanya mengenai contoh sifat bangun ruang pada balok dan kubus, pada saat presentasi, siswa terlihat kaku dan malu guru meminta perwakilan kelompok untuk maju mempresentasikan hasil diskusi saling tunjuk menunjuk temannya untuk presentasi, sehingga perlu diperbaiki lagi pada pertemuan selanjutnya. 4.3.1.3 Hasil Refleksi Berdasarkan aktivitas tindakan guru yang dilakukan pada siklus I dari pertemuan I dan II maka selanjutnya diadakan refleksi. mengetahui hal-hal yang perlu untuk diperbaiki pada siklus II memberikan penjelasan secara rinci model mengenai pembelajaran group investigation memberikan teguran pada siswa yang tidak mau kerja sama dalam kelompok, Pemanggilan kelompok untuk presentasi akan ditujukan oleh guru agar tidak ada yang saling tunjukan menunjuk, dan semua anggota harus maju didepan kelas saat presentasi tidak hanya satu orang, memanfaatkan media dengan sebaik mungkin agar siswa lebih semangat dalam belajar. Memotivasi siswa agar percaya diri dan berani mengungkapkan kesulitan dan menekankan siswa agar lebih giat belajar dan menyimak dengan baik. 4.3.1.4 Hasil Tindakan Siklus I Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan tes formatif yang telah dilakukan diambil data secara kuantitatif. Nilai hasil tes pada siklus I secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini: Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Kumpulrejo 03 Tahun Pelajaran 2015/2016 Siklus 1 SIKLUS I RENTANG JUMLAH PERSENTASI NILAI SISWA 88-100 2 11,77% 75-87 2 11,77%

46 62-74 8 47,06% 49-61 5 29,41% Jumlah 17 100% Dari tabel 4.4 frekuensi data nilai siklus I di atas, jumlah siswa sebanyak 17 siswa. Siswa yang mendapat skor antara 88 sampai 100 ada 2 siswa dengan persentase 11,77%, siswa yang mendapat skor antara 75 sampai 87 ada 2 siswa dengan persentase 11,77%, dan siswa yang mendapat skor antara 62 sampai 74 sebanyak 8 siswa dengan persentase 47,06% dan siswa yang mendapatkan skor 49 sampai 61 ada 5 siswa dengan persentase 29,41% Dari Tabel 4.4 di atas terlihat siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 5 siswa dengan persentase 29,41% dan siswa yang sudah mencapai KKM sebanyak 12 Siswa dengan persentase 27,59%. Untuk memperjelas distribusi ketuntasan hasil belajar matematika pada siklus I dapat dilihat pada Gambar 4.2. 80,00% 60,00% 40,00% TIDAK TUNTAS TUNTAS 20,00% 0,00% TIDAK TUNTAS TUNTAS Grafik 4.2 Persentase Ketuntasan Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus 1 Dari grafik 4.2 persentase ketuntasan nilai hasil belajar siswa pada siklus I meningkat menjadi 12(70,59%) anak sudah memenuhi ketuntasan KKM. Sedangkan 5 (29,41%) siswa masih belum memenuhi KKM.

47 4.3.2 Perencanaan Penelitian Siklus II Pada sub bab siklus II, akan diuraikan tentang rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil tindakan dan refleksi. Kegiatan pembelajaran pada siklus \II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, masing-masing pertemuan berlangsung selama dua kali 35 menit. 4.3.2.1 Perencanaan Tindakan Perencanaan disusun berdasarkan hasil refleksi siklus I, Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model pembelajaran model group investigation dengan(1) Memahami sifat bangun ruang sederhana dan hubungan antar bangun datar, kompetensi dasar yaitu (1) Menentukan jaring-jaring balok dan kubus, indikator, yaitu (1) Menentukan jaring-jaring balok, (2) Menentukan jaring-jaring kubus. Menyiapkan media pembelajaran dan lembar kerja siswa. Menyiapkan instrument pengumpulan data soal evaluasi, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa. menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan. 4.3.2.2 Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan Pada tahap Pelaksanaan Tindakan merupakan penerapan rancangan tindakan yang telah disusun, berupa pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran group investigation. a. Pertemuan 1 Siklus II 1) Kegiatan Awal Kegiatan awal pada siklus 2 pertemuan I ini untuk mengawali pembelajaran guru menyiapkan segala perlengkapan yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Guru mengajak siswa berdo a bersama dan melihat kesiapan siswa dalam belajar, Setelah itu peneliti melakukan apersepsi dengan melalui tanya jawab mengajak siswa untuk mengingat pelajaran pada pertemuan sebelumnya sebutkan sifat-sifat pada balok dan kubus. Selanjutnya, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelasakan langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran group investigation.

48 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti peneliti menjelasakan sekilas materi tentang jaringjaring bangun ruang sederhana, tahap melaksanaka model pembelajaran group investigation. Bahwa pembelajaran Group Investigation memiliki 6 tahap yaitu : 1). Seleksi topik, 2). Merencanakan kerjasama, 3). Implementasi, 4) Analisis dan sintesis, 5). Penyajian hasil akhir, dan 6). Evaluasi. Setelah itu guru menentukan topik (jaring-jaring bangun sederhana) yang akan dibahasa siswa bersama kelompok. Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok yang heterogen 4-5 siswa, setelah pembagian kelompok guru meminta untuk masing-masing kelompok menentukan ketua kelompoknya. Setiap ketua kelompok mengambil media yang telah disediakan guru. ketua kelompok membagikan media yang telah didapatkan.pada kegiatan ini guru telah melakukan kegiatan seleksi topik. Kemudian guru memberi waktu untuk setiap kelompok memilih topik yang sudah disiapkan yaitu tentang (jaring-jaring bangun ruang sederhana pada balok dan kubus). Selanjutnya guru meminta ketua-ketua kelompok untuk mengambil LKS yang akan digunakan sebagai panduan untuk bahan diskusi bersama kelompok guru meminta untuk semua anggota kelompok menyimak prosedur mengenai LKS yang akan di kerjakan. Semua kelompok mendapatkan bangun ruang jaring jaring balok, kubus. Kemudian siswa di minta untuk membongkar media yang telah disiapkan sebelumnya bangun ruang balok dan kubus tersebut untuk mengetahui jaring-jaringnya dan menggambar jaring berdasarkan bangun ruang yang dibongkar. Pada kegiatan ini guru telah melaksanakan implementasi Semua kelompok berdiskusi, bertukar ide dengan anggota kelompoknya. Guru memantau dalam kegiatan diskusi, ketua kelompok membimbing anggotanya dalam membahas LKS dan anggota kelompok mencatat hasil pembahasan untuk di presentasikan, guru mengkoordinir semua kelompok untuk presentasi. Pada kegiatan ini guru telah melakukan analisis dan sintesis. Kelompok yang belum mendapatkan giliran presentasi, dapat memberikan tanggapan terhadap kelompok yang presentasi. Guru

49 meluruskan kesalahan pemahaman (klarifikasi singkat), memberikan penguatan dan membuat kesimpulan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas, dari materi yang telah dipelajari. Pada kegiatan ini guru telah melakukan persentasi hasil akhir. 3) Kegiatan Akhir Siswa melakukan tanya jawab dengan guru untuk menyimpulkan materi yang telah di pelajari dan memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih giat belajar. Pada kegiatan ini guru telah melaksanakan evaluasi b. Pertemuan II Siklus II 1) Kegiatan Awal Mengawali pembelajaran dengan mengajak siswa berdo a dan melihat kesiapan siswa untuk memulai pembelajaran. Peneliti melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab tentang jaring-jaring bangun ruang sederhana (balok dan kubus) siswa bersama-sama menjawab pertanyaan dari guru. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan langkah-langkah model pembelajaran group investigation. 2) Kegiatan Inti Guru menjelasakan sekilas materi pembelajaran tentang perbedaan jaring-jaring bangun ruang sederhana. Tahap melaksanakan model pembelajaran group investigation. Bahwa pembelajaran Group Investigation memiliki 6 tahap yaitu : 1). Seleksi topik, 2). Merencanakan kerjasama, 3). Implementasi, 4) Analisis dan sintesis, 5). Penyajian hasil akhir, dan 6). Evaluasi. Setelah itu guru menyiapkan subtopik diskusi kelompok. Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok yang heterogen 4-5 siswa, setelah pembagian kelompok guru meminta untuk masing-masing kelompok menentukan ketua kelompoknya. Setelah itu semua ketua kelompok berkumpul didepan kelas dan guru memberikan media untuk dikerjakan bersama-sama temam kelompoknya. Pada kegiatan ini guru telah melakukan seleksi topik. Ketua kelompok membagikan media puzzel

50 kepada anggotanya. Kemudian guru memberi waktu untuk setiap kelompok memilih topik diskusi yang sudah ditentukan yaitu tentang (jaring-jaring bangun ruang sederhana (jaring-jaring kubus dan balok), selanjutnya guru meminta ketua-ketua kelompok untuk mengambil LKS yang akan dipakai sebagai panduan bersama kelompok. Pada kegiatan ini guru telah melakukan perencanaan kerjasama. Guru meminta untuk semua anggota kelompok menyimak prosedur mengenai LKS yang akan di kerjakan pada lembar kerja. Lembar Kerja Siswa yang dikerjakan yaitu menentukan jaring-jaring bangun ruang ada balok dan kubus, siswa bekerjasama dalam mnentukan jaring-jaring bangun ruang. Guru memantau dalam kegiatan diskusi. Pada kegiatan ini guru telah melaksanakan implementasi ketua kelompok membimbing anggotanya, dan anggota kelompok mencatat hasil pembahasan untuk di presentasikan. Pada kegiatan ini guru telah melaksanakan analisis dan sintesis. Ketua kelompok mengkoordinir anggota kelompoknya untuk mempresentasikan hasil pembahasanya. Kelompok yang belum presentasi, dapat memberikan tanggapan. Presentasi dilakukan secara bergantian dan dikoordinir oleh guru. Setelah presentasi selesai guru meluruskan kesalahan pemahaman (klarifikasi singkat), memberikan penguatan dan membuat kesimpulan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang halhal yang belum jelas, dari materi yang telah dipelajari. Pada kegiatan ini guru telah melakukan persentasi akhir. 3) Kegiatan Akhir Siswa melakukan tanya jawab dengan guru untuk menyimpulkan materi yang telah di pelajari. Setelah selesai, siswa diberikan soal evaluasi atau tes akhir dari siklus II. Selanjutnya guru membagikan lembar soal evaluasi berbentuk pilihan ganda dengan jumlah 15 soal. Siswa diingatkan agar mereka mengerjakan soal secara individu. Pada kegiatan ini guru telah melakukan evluasi.

51 4.3.2.3 Hasil Observasi Pada pertemuan I dan II siklus II, berdasarkan proses pengumpulan data dengan observasi terhadap tindakan guru dan siswa. Pengamatan dilakukan oleh observer untuk mengamati kinerja guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan cara mengisi lembar pengamatan yang telah disediakan. Berdasarkan hasil observasi selama pembelajaran siklus 2, dalam kinerja guru sudah cukup terlaksana secara optimal. Pengelolaan kelas sudah sangat terlihar optimal hal ini terlihat dari siswa tenang pada saat diskusi kelompok. Siswa sudah bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Siswa tampaknya semangat, terutama pada saat pembagian kelompok dan presentasi kelompok. Penggunaan media sudah baik dan siswa senang dengan media pembelajarannya siswa sudah aktif bertanya pada saat pembelajaran 4.3.2.4 Refleksi Pada akhir kegiatan siklus II diadakan refleksi proses pembelajaran yang telah dilakukan peneliti dan observer. Hasil refleksi pada siklus II ini menunjukkan bahwa guru dan siswa selama mengikuti pembelajaran group investigation sudah optimal sehingga hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri Kumulrejo 03 meningkat. Penelitian tidak perlu melanjutkan ke siklus selanjutnya, karena hasil belajar siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan. Data yang diperoleh dalam penelitian siklus II, dengan menggunakan model group investigation Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut ini.

52 Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Matematika Berdasarkan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas IV SDN Kumpulrejo 03 Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016 Siklus II SIKLUS II RENTANG JUMLAH NILAI SISWA PERSENTASI 88-100 8 47,06% 75-87 7 41,18% 62-74 2 11,77% 49-61 0 0,00% Jumlah 17 100% Sumber: Olahan Data Primer Tabel 4.5 menunjukkan bahwa hasil belajar dari 17 atau (100%) siswa yang mencapai ketuntasan hasil belajar, meskipun nilai yang dihaslkan siswa tidak menhasilkan nilai sempurna, tapi siswa sudah memenuhi nilai lebih dari KKM yang telah ditentukan Secara lebih rinci, ketuntasan hasil belajar matematika siswa siklus II seperti yang terdapat pada gambar diagram 4.3 berikut ini: 100,00% 80,00% 60,00% 40,00% TIDAK TUNTAS TUNTAS 20,00% 0,00% TIDAK TUNTAS TUNTAS Sumber: Olahan Data Primer

53 Grafik 4.3 Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus II Berdasarkan grafik 4.3 nampak bahwa, pada diagram yaang berwarna merah atau ketuntasan menunjukan hasil yang telah siswa dapatkan 100% yang lebih besar menunjukkan siswa yang telah tuntas belajar matematika pada siklus II sedangkan diagram yang berwarna kuning kecil menunjukkan besarnya siswa yang tidak tuntas yaitu 0% dalam belajar matematika dengan KKM 62. Berdasarkan hasil tindakan dapat diketahui telah terjadi peningkatan hasil dengan menggunakan model pembelajaran group investigation pada mata pelajaran matematika khususnya materi bangun ruang di kelas 5 SD Negeri Salatiga 12 Tahun Pelajaran 2015/ 2016. Keberhasilan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6 perbandingan berikut ini. Tabel 4.6 Perbandingan Skor Hasil Belajar Matematika Berdasarkan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas IV SDN Kumpulrejo 03 Pra siklus, Siklus I, dan Siklus II KKM Kriteria Pra Siklus Siklus I Siklus II F % F % F % 62 Tuntas 5 29,41% 12 70,59% 17 100% < 62 Tidak Tuntas 12 70,59% 5 29,41% 0 0% Jumlah 17 100 17 100 38 100 Sumber: Olahan Data Primer Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan bahwa, besarnya perbandingan ketuntasan siswa pada hasil belajar pra siklus 29,41%, meningkat menjadi 70,59% siklus I dan naik kesiklus II menjadi 100%. Secara rinci, meningkatnya hasil belajar siswa dapat digambarkan melalui gambar grafik batang berikut ini:

54 1 0,9 0,8 0,7 0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0 Pra Siklus Siklus I Siklus II Tidak Tuntas Tuntas Sumber: Olahan Data Primer Grafik 4.4 Perbandingan Skor Hasil Belajar Matematika Berdasarkan Ketuntasan Belajar Siswa Kelas IV SDN Kumpulrejo 03 Pra siklus, Siklus I, dan Siklus II Pada Grafik 4.4 nampak perbandingan ketuntasan hasil belajar yang signifikan dari ketuntasan belajar pra siklus, siklus I dan siklus II yaitu adanya peningkatan jumlah siswa yang tuntas belajar matematika pada tiap siklus.

55 4.4 Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil belajar matematika pra siklus kelas IV SD Negeri Kumpulrejo 03 dengan jumlah sebanyak 17 siswa yang teridiri dari 7 siswa lakilaki dan 10 siswa perempuan. Data yang diperoleh sebelum melakukan tindakan menunjukkan hasil belajar yang masih rendah dari 17 Siswa yang nilainya memenuhi KKM 62 persentase sebanyak (29,41%) dan terdapat 12 (70,59%) yang masih dibawah KKM 62. Selanjutnya dilakukan tindakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada materi sifat-sifat bangun ruang untuk siklus I dan menentukan Jaring-jaring bangun ruang untuk siklus II. setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan, hasil belajar pada siklus I, dari 17 siswa terdapat 12 (70,59%) yang mencapai KKM 62 sedangkan 5 (29,41%) siswa yang belum mencapai KKM 62. Berdasarkan hasil belajar matematika siklus I belum mencapai indikator keberhasilan maka dilakukan tindakan siklus I, II dengan hasil belajar dari 17 siswa terdapat 17 (100%) siswa yang mencapai KKM 62. Berdasarkan hasil tindakan siklus II maka, indikator keberhasilan telah mencapai indikator 100%. Hipotesis tindakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri Kumpulrejo 03.