19 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dibahas hasil-hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan hasil belajar Membaca dan menulis siswa kelas I SD Negeri I Kedungrejo, setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode SAS saat proses belajar mengajar berlangsung. Data tentang hasil tes dibahas secara kuantitatif dengan menggunakan statistika deskriptif, sedangkan data mengenai pengamatan dalam proses belajar mengajar beserta tanggapan siswa dianalisis secara kualitatif. 4.1 Pelaksanaan Penelitian 4.1.1. Deskripsi Siklus I 4.1.1.1. Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan dalam siklus I dapat diuraikan sebagai berikut: a. Pemilihan materi dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran Materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah membaca dan menulis. Berdasarkan materi yang dipilih tersebut, kemudian disusun ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) b. Membuat dan menyiapkan media gambar dan kartu huruf untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. c. Membuat lembar observasi dan lembar kerja 4.1.1.2. Pelaksanaan Tindakan siklus 1 1. Siklus I pertemuan pertama Pada pertemuan pertama guru menjelaskan metode SAS kepada siswa dalam pembelajaran dengan Kompetensi dasar Membaca nyaring suku kata dengan lafal yang tepat dan Menulis kalimat berdasarkan gambar dengan sub pokok bahasan membaca nyaring. Pertemuan ini mencakup 3 kegiatan yaitu Kegitan awal, inti dan penutup. Kegiatan Awal: apersepsi: Tanya jawab pengetahuan awal siswa tentang materi pelajaran. Kegiatan Inti: tanya jawab kepada siswa, kemudian guru menggunakan jawaban atau cerita siswa sebagai bahan untuk pembelajaran. Selanjutnya, guru melakukan pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan media sederhana. Kegiatan Penutup tanya jawab tentang kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi. 19
20 Pada saat pembelajaran berlangsung, penulis meminta bantuan kepada teman sejawat untuk mengamati jalannya pembelajaran dari awal hingga akhir pelajaran dengan cara mengisi lembar observasi yang telah disediakan. Adapun hasil observasi pada pertemuan pertama ini adalah sebagian besar siswa belum dapat membaca dan menulis dengan lancar. Dalam menjawab pertanyaan dari guru masih didominasi oleh sebagian siswa yang pandai. Sedangkan siswa yang lain cenderung diam dan hanya melihat saja. Hal tersebut mendorong penulis untuk lebih memotivasi siswa agar dapat membaca dan menulis dengan lancar. 2. Siklus I pertemuan kedua Pada pertemuan kedua untuk meningkatkan hasil belajar siswa guru menggunakan metode SAS dengan kompetensi dasar Membaca nyaring suku kata dengan lafal yang tepat dan Menulis kalimat berdasarkan gambar dengan sub pokok bahasan membaca nyaring. Tindakan yang kedua adalah kelanjutan dari langkah bimbingan yang pertama. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yaitu dengan metode SAS yang telah dibuat. Dalam kegiatan ini tidak secara tematik, akan tetapi terfokus pada pembelajaran membaca dan menulis. Pelaksanaan tindakan pada pertemuan kedua tidak jauh berbeda dengan pertemuan pertama. Pertemuan ini mencakup 3 kegiatan yaitu Kegitan awal, inti dan penutup. Kegiatan Awal: apersepsi: Guru bertanya materi yang lalu tentang membaca dan menulis berdasarkan gambar. Kegiatan Inti: Guru bercerita atau bertanya jawab dengan siswa (disertai gambar) dan siswa diminta untuk membaca gambar dan kalimat. Setelah itu guru membantu siswa menganalisis kalimat menjadi kata dan menguraikannya menjadi suku kata dan huruf kemudian dengan bimbingan guru siswa diminta untuk menggabungkan huruf menjadi suku kata, kata dan menjadi kalimat. Kegiatan Penutup tanya jawab tentang kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi. Adapun hasil dari observasi tersebut dan menjadi refleksi bagi peneliti diantaranya adalah pada kegiatan inti masih ada siswa yang tidak mengerjakan tugas dari guru karena anak tidak dapat membaca dan menulis. Dari hasil observasi tersebut, mendorong penulis untuk menemukan suatu cara agar pelaksanaan pembelajaran dengan metode SAS dapat optimal dilaksanakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada sikluis II.
21 3. Siklus I pertemuan ketiga Pembelajaran pertemuan ketiga pada siklus I menekankan pada kegiatan evaluasi, remidi dan pengayaan. Adapun langkah-langkah kegiatan pertemuan ketiga siklus I adalah pada kegiatan awal guru menanyakan kesulitan-kesulitan materi yang telah dibahas pada pertemuan pertama dan kedua. Pada kegiatan inti kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah a) Guru menjelaskan pada siswa secara singkat materi yang dibahas pada pertemuan pertama, b) guru memberikan evaluasi tertulis untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, c) guru bersama siswa membahas hasil kerja siswa dan mencocokkan secara bersama-sama, d) guru menegaskan pada siswa dan mengumumkan siswa-siswa yang remidi dan pengayaan, e) guru memberikan tugas atau materi pada kelompok yang ikut pengayaan dan kelompok yang ikut remidi, f) kelompok pengayaan membaca kembali materi yang terdapat di buku, sedangkan kelompok remidi mengerjakan soal-soal di buku lembar kerja siswa dan g) guru memeriksa hasil kerja siswa baik yang pengayaan maupun yang remidi, kemudian pada kegiatan akhir guru dan siswa bersama-sama merefleksi dari semua kegiatan yang sudah dilakukan pada pertemuan satu,dua dan tiga. 4.1.1.3. Refleksi Siklus I Setelah guru melakukan proses pembelajaran, ternyata terdapat beberapa kendala atau kelemahan-kelemahan dalam proses belajar. 1. Identifikasi hasil siklus I a. Penggunaan metode SAS pada siklus I kurang optimal sehingga pada waktu pembelajaran masih ada beberapa siswa yang tidak mau menjawab pertanyaan dari guru dan tidak ikut mengerjakan tugas dikarenakan anak tersebut belum bisa membaca dan menulis dengan benar. b. Ada 13 siswa kurang antusias dalam pembelajaran sehingga siswa tersebut hasil belajarnya masih dibawah KKM. c. Siswa ragu-ragu atau tidak berani mengerjakan soal dipapan tulis. 2. Cara pemecahan masalah a. Penggunaan metode SAS dalam pembelajaran lebih dioptimalkan b. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran
22 c. Guru memberikan penguatan kepada siswa yang berani mengerjakan soal dipapan tulis. 4.2. Pelaksanaan Tindakan siklus 2 4.2.1. Diskripsi Siklus 2 4.2.1.1. Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan dalam siklus I dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Pemilihan materi dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran 2. Materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah membaca dan menulis. Berdasarkan materi yang dipilih tersebut, kemudian disusun ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 3. Membuat dan menyiapkan media gambar dan kartu kata untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. 4. Membuat lembar observasi dan lembar kerja 4.2.1.2. Pelaksanaan Tindakan siklus 2 1. Siklus II pertemuan pertama Pada pertemuan kedua untuk meningkatkan hasil belajar siswa guru menggunakan metode SAS dengan kompetensi dasar Membaca nyaring suku kata dengan lafal yang tepat dan Menulis kalimat berdasarkan gambar dengan sub pokok bahasan membaca nyaring. Tindakan yang kedua adalah kelanjutan dari langkah bimbingan yang pertama. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yaitu dengan metode SAS yang telah dibuat. Dalam kegiatan ini tidak secara tematik, akan tetapi terfokus pada pembelajaran membaca dan menulis. Pelaksanaan tindakan pada pertemuan kedua tidak jauh berbeda dengan pertemuan pertama. Pertemuan ini mencakup 3 kegiatan yaitu Kegitan awal, inti dan penutup. Kegiatan Awal: apersepsi: Guru bertanya materi yang lalu tentang membaca dan menulis berdasarkan gambar. Kegiatan Inti: Guru bercerita atau bertanya jawab dengan siswa (disertai gambar) dan siswa diminta untuk membaca gambar dan kalimat. Setelah itu guru membantu siswa menganalisis kalimat menjadi kata dan menguraikannya menjadi suku kata dan huruf kemudian dengan bimbingan guru siswa diminta untuk menggabungkan huruf menjadi suku kata, kata dan menjadi kalimat. Kegiatan Penutup tanya jawab tentang kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi.
23 Adapun hasil observasi pada pertemuan pertama ini adalah siswa sudah mengerjakan tugas dengan baik dan Siswa sudah berani mengerjakan soal dipapan tulis. 2. Siklus II pertemuan kedua Tindakan yang kedua merupakan perbaikan dari tindakan yang pertama disini pembimbing melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun dalam rencana pembelajaran. Pelaksanaan tindakan pada pertemuan kedua tidak jauh berbeda dengan pertemuan pertama. Pertemuan ini mencakup 3 kegiatan yaitu Kegitan awal, inti dan penutup. Kegiatan Awal: apersepsi: Guru bertanya materi yang lalu tentang membaca dan menulis berdasarkan gambar. Kegiatan Inti: Guru bercerita atau bertanya jawab dengan siswa (disertai gambar) dan siswa diminta untuk membaca gambar dan kalimat. Setelah itu guru membantu siswa menganalisis kalimat menjadi kata dan menguraikannya menjadi suku kata dan huruf kemudian dengan bimbingan guru siswa diminta untuk menggabungkan huruf menjadi suku kata, kata dan menjadi kalimat. Kegiatan Penutup tanya jawab tentang kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi. Adapun hasil observasi pada pertemuan pertama ini adalah siswa sudah mengerjakan tugas dengan baik dan Siswa sudah berani mengerjakan soal dipapan tulis. 3. Siklus II pertemuan ketiga Pembelajaran pertemuan ketiga pada siklus II menekankan pada kegiatan evaluasi, remidi dan pengayaan. Adapun langkah-langkah kegiatan pertemuan ketiga siklus II adalah pada kegiatan awal guru menanyakan kesulitan-kesulitan materi yang telah dibahas pada pertemuan pertama dan kedua. Pada kegiatan inti kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah a) Guru menjelaskan pada siswa secara singkat materi yang dibahas pada pertemuan pertama dan kedua b) guru memberikan evaluasi tertulis untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, c) guru bersama siswa membahas hasil kerja siswa dan mencocokkan secara bersama-sama, d) guru menegaskan pada siswa dan mengumumkan siswa-siswa yang remidi dan pengayaan, e) guru memberikan tugas atau materi pada kelompok yang ikut pengayaan dan kelompok yang ikut remidi, f) kelompok pengayaan membaca kembali materi yang terdapat di buku, sedangkan kelompok remidi mengerjakan soal-soal di buku lembar kerja siswa dan g) guru memeriksa hasil kerja siswa baik yang pengayaan maupun yang remidi, kemudian pada
24 kegiatan akhir guru dan siswa bersama-sama merefleksi dari semua kegiatan yang sudah dilakukan pada pertemuan satu,dua dan tiga. 4.2.1.3. Refleksi siklus II Berdasarkan hasil evaluasi siswa dan observasi dapat diketahui bahwa penggunaan metode SAS dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SD Negeri I Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas I semester I khususnya pada materi belajar membaca dan menulis. Adapun hasil dari siklus II dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1 Pembelajaran dengan menggunakan metode SAS sudah dapat diterapkan oleh siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia hal itu dapat dlihat dari nilai evaluasi siswa yang semakin meningkat. 2 Dari 37 siswa hanya terdapat 1 siswa yang tidak mampu mengerjakan evaluasi dengan baik sehingga hasil belajar siswa tersebut masih dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Rendahnya hasil belajar terjadi karena siswa tersebut memiliki intelegensi rendah rendah 4.3. Hasil Penelitian 4.3.1. Siklus I Pembelajaran dengan menggunakan metode SAS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I di SD Negeri I Kedungrejo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi membaca dan menulis. Dengan menggunakan Metode SAS dari setiap siklus nilai siswa mengalami peningkatkan. Pada siklus I peneliti menemukan peningkatan hasil belajar dan ketuntasan siswa. Hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang belum tuntas pada kondisi awal sebanyak 22 siswa. Kemudian diadakan siklus I dengan menggunakan metode SAS siswa yang belum tuntas mengalami penurunan, yaitu menjadi 13 siswa yang belum tuntas sehingga penggunaan metode SAS pada siklus I ini dapat dikatakan belum berhasil.
25 Dibawah ini adalah hasil evaluasi setelah diadakan pembelajaran pada siklus I dari 37 siswa. Tabel 4.1 Hasil Nilai Siklus I Bahasa Indonesia Kelas I Materi Membaca dan menulis SD Negeri I Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan No nilai KKm Frekwensi Presentase Keterangan 1 62-100 62 24 65 % Tuntas 2 0-61 13 35 % Tidak tuntas Jumlah 37 100 % Berdasarkan hasil evaluasi pada tabel 4.1 diatas penulis melihat siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 24 siswa dan yang belum tuntas sebanyak 13 siswa. Ketidaktuntasan siswa dalam belajar itu terjadi karena waktu pembelajaran berlangsung siswa belum lancar membaca dan menulis. Untuk memperjelas data dari tabel I dapat dibuat diagram sebagai berikut Diagram 4.1 : Hasil evaluasi Bahasa Indonesia Kelas 1 semester I Materi membaca dan menulis SD Negeri 1 Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan
26 4.3.2. Siklus II Setelah melakukan pembelajaran dengan menggunaan metode SAS pada siklus II, penulis melakukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Dibawah ini hasil evaluasi setelah diadakan pembelajaran pada siklus II dari 37 siswa Tabel 4.2 Hasil Nilai Siklus II Bahasa Indonesia Kelas I Materi Membaca dan menulis SD Negeri I Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan No Nilai KKm Frekwensi Presentase Keterangan 1 62-100 62 36 97 % Tuntas 2 0 61 1 3 % Tidak tuntas Jumlah 36 100 % Berdasarkan hasil evaluasi pada tabel 4.2 penulis melihat siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 35 siswa dan yang belum tuntas sebanyak 2 siswa. Ketidaktuntasan siswa dalam belajar itu terjadi karena siswa tersebut IQnya rendah sehingga tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Untuk memperjelas data dari tabel 4.2 dapat dibuat diagram sebagai berikut: Diagram 4.2 : Hasil evaluasi Bahasa Indonesia Kelas 1 semester I Materi membaca dan menulis SD Negeri 1 Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan
27 4.4. Pembahasan Berdasarkan hasil evaluasi pada kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat adanya peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia kelas I semester I dengan materi membaca dan menulis SD Negeri I Kedungrajo Kecamatan purwodadi Kabupaten grobogan. Perkembangan peningkatan hasil belajar antar siklus tersebut disajikan dalam tabel 4.3 berikut: Tabel 4.3 Daftar Nilai Bahasa Indonesia pada kondisi awal, siklus I, Siklus II kelas I semester I SD Negeri I Kedungrejo materi membaca dan menulis Kategori Kodisi awal prosentase siklus I Prosentase Siklus II Prosentase Tuntas 15 41 % 24 65 % 36 97 % Tidak tuntas 22 59 % 13 35 % 1 3 % Jumlah 37 100 % 37 100 % 37 100 % Dari tabel 4.3 jumlah siswa yang telah mencapai KKM pada kondisi awal hanya 15 siswa atau 41 %. Pada siklus I telah terjadi peningkatan jumlah siswa yang telah mencapai KKM menjadi 24 siswa atau sebesar 65 %.Hal ini berarti terjadi peningkatan sebesar 24 %.Sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang telah mencapai KKM 36 siswa atau 97 % sehingga terjadi kenaikan dari siklus I sebesar 32 %.
28 Guna memberikan gambaran visual berikut disajikan grafik perkembangan tiap siklus. Diagram 4.4. Hasil Evaluasi Bahasa Indonesia pada kondisi awal, siklus I, Siklus II materi membaca dan menulis kelas I semester I SD Negeri I Kedungrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2011/2012