3.1 Flow Metodologi BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Start Studi Literatur Observasi Perusahaan - Visi & Misi Perusahaan - Kebijakan Manajemen Analisis Kondisi Internal Value Chain Analysis (Showa Global Business Process) - General Management - Operational Management - Supplier Management - Customer Management - HR & Administration Management Analisis Lingkungan Umum (Skala Makro) - Politik, pemerintah & hukum - Ekonomi - Sosial, budaya & lingkungan - Teknologi Analisis Kondisi Eksternal Analisis Persaingan Industri (Skala Mikro) Five Forces Model (M E Porter) - Customer - Supplier - Substitute - Rival - New Entrants Matriks Evaluasi Faktor Internal Matriks Evaluasi Faktor Eksternal Analisis Kondisi Perusahaan - Matriks Internal-Eksternal - Matriks BCG - Matriks SWOT Analisa Strategi Perusahaan Rekomendasi Implementasi End Diagram 3.1 Flow Metodologi
1. Start Penelitian dimulai di EHS Division, PT. Astra International Tbk dan kemudian dilanjutkan dengan objek anak perusahaan yaitu PT. Showa Indonesia Manufacturing di Kawasan Industri Jababeka no.8 Kav.28-36, Cikarang, Bekasi selaku Juara Umum Astra Green Company Award periode 2003 2. Studi Literatur Studi literatur ini merupakan aktivitas yang dilakukan untuk melakukan pendalaman materi-materi selama berlangsungnya penelitian ini. Sumber-sumber yang digunakan berasal dari berbagai sumber seperti ilmu yang diperoleh selama proses perkuliahan, artikel dari majalah, buku-buku dan situs-situs internet. 3. Observasi Perusahaan Visi & Misi Perusahaan Kebijakan Manajemen 4. Analisis Kondisi Internal (Value Chain Analysis) Analisis kondisi internal perusahaan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana aktivitas perusahaan dijalankan, khususnya yang merupakan faktor keunggulan bersaing PT. SIM. Keunggulan bersaing yang dilakukan PT. SIM ini cukup menarik untuk dibedah lebih lanjut, karena di Indonesia sampai dengan saat ini masih sangat sedikit perusahaan yang memasukkan aspek LK3 dalam operasional perusahaannya. Selain itu juga diteliti lebih lanjut lagi faktor-faktor apa saja yang merupakan internal strength dan weakness perusahaan. Setelah itu dibuatlah matriks Evaluasi Faktor Internal (EFI) dengan pembobotan yang bergantung pada kondisi perusahaan. 88
5. Analisis Kondisi Eksternal Analisis Lingkungan Umum (Skala Makro) Analisis dilakukan terhadap berbagai faktor lingkungan yang berkaitan dengan perusahaan. Faktor yang dimaksud adalah masalah politik, pemerintahan, hukum, ekonomi, sosial & budaya, dan perkembangan teknologi. Analisis Persaingan Industri (Skala Mikro) Analisis dilakukan dengan berpedoman pada konsep Five Forces Model dari M E Porter untuk mengetahui sejauh mana kekuatan perusahaan dalam hal persaingan dengan industri-industri yang dapat mengancam keberadaan PT. SIM. 6. Analisa Kondisi Perusahaan Untuk menganalisa kondisi perusahaan dalam kaitannya dengan posisi bersaing perusahaan dilakukan dengan beberapa tools, yakni matriks SWOT, Matriks Internal-Eksternal dan Matriks BCG. Penggunaan beberapa tools dimaksudkan agar dapat dihasilkan beberapa pilihan alternatif strategi. Semakin kompleks strategi yang ditimbulkan akan semakin baik bagi perusahaan karena dapat memperhitungkan berbagai kemungkinan yang timbul sehingga langkah antisipasi yang cukup tepat dapat ditempuh. 7. Analisa Strategi Perusahaan Dari beberapa alternatif strategi yang sudah dirumuskan akan dipilih strategi mana yang paling tepat untuk dijalankan atau bisa juga dengan mengkombinasikan strategi-strategi yang ada bergantung pada kemampuan perusahaan bila hal tersebut memang dapat dianggap baik. 89
8. Rekomendasi Implementasi Setelah strategi dirumuskan, maka akan dilanjutkan dengan rekomendasi implementasi yang mendukung pelaksanaan strategi tersebut. 9. End 3.2 Ukuran Kinerja Penetapan ukuran kinerja dilakukan dengan tujuan sebagai pembanding keberhasilan pencapaian perusahaan atas implementasi program Green Process yang dijalankan. Adapun ukuran kinerja ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu pengukuran kondisi internal perusahaan dan pengukuran kondisi eksternal perusahaan. Kedua pengukuran kinerja tersebut diatas, baik internal maupun eksternal akan berkontribusi pada analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), Matriks IE dan BCG s Matrix dalam menentukan strategi perusahaan dalam persaingan yang tentunya akan semakin kompetitif. Sistem Manajemen Internal Tabel 3.1 Tolok Ukur Kinerja Eksternal Pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor Konsumsi SDA Cost Reduction Program Sales Volume Perolehan Market Share Accident Rate Market Share Competitor Market Share Customer Faktor Mikro yang berpengaruh (Model Five Forces Porter) Faktor Makro yang berpengaruh (PolEkSosBudHanKamTek) Limbah yang dihasilkan Fasilitas LK3 90
3.3 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data-data yang diperlukan pada penelitian ini, adalah: 1) Teknik Observasi langsung, yakni teknik pengumpulan data-data dan pengamatan secara langsung terhadap aspek-aspek yang dianggap memiliki pengaruh. Observasi dilakukan di PT SIM, dengan melakukan pengamatan terhadap seluruh bagian perusahaan dengan menyoroti penerapan Green Process dalam setiap aktivitas yang dilakukan baik itu aktivitas utama maupun aktivitas pendukung lainnya yang berjalan. 2) Teknik Komunikasi langsung, yaitu teknik mengumpulkan serta menganalisis dengan jalan mengadakan komunikasi langsung dalam situasi buatan seperti wawancara. Wawancara dilakukan dengan para karyawan/staff PT. SIM yang berhubungan secara langsung dengan setiap aktivitas dengan penekana pada hal-hal yang berhubungan dengan penerapan Green Process (terutama divisi EHS) sehubungan penerapan konsep Astra Green Company, serta dengan karyawan lainnya untuk memperoleh penjelasan tentang kondisi internal perusahaan yang berguna dalam menganalisis Internal Strength dan Internal Weakness PT. SIM untuk perumusan strategi. 91
3.4 Analisis Sistem Berjalan PT Showa Indonesia Manufacturing (SIM) merupakan salah satu anak perusahaan (affiliated company) PT Astra International Tbk yang bergerak dalam bidang komponen otomotif. Produk utamanya adalah shock absorber dan komponen rekayasa lainnya. Sesuai dengan visi kedua Astra, To Be A Socially Responsible Corporation and Environmentally Friendly maka dijalankanlah konsep Green Company yang terdiri atas 4 pilar utama (Strategy, Process, Employee, Product). Sampai dengan saat penelitian ini dilakukan, PT SIM telah melaksanakan program berbasiskan lingkungan, dengan dikoordinir oleh QEHS Department, yaitu dengan melakukan konsep Green Process sejak tahun 2000. Pada masing-masing periode memiliki program-program berbasiskan lingkungan dengan tujuan sebagai berikut: Menghemat penggunaan bahan baku, material, energi dan waktu dalam proses berjalan Pengolahan limbah hasil proses perakitan agar aman ketika dilepas ke lingkungan Mengurangi dampak buruk atas material dan proses terhadap lingkungan Meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kesehatan para karyawan dengan menciptakan kondisi dan lingkungan kerja yang bebas dari polusi, menggunakan kaidah K3, sehingga terhindar dari berbagai macam kecelakaan kerja dan penyakit Menghemat biaya operasional perusahaan dengan mengurangi aktivitas yang kurang efektif, yaitu dengan melakukan program Kaizen (continous improvement), Quality Control Circle, Sugestion System, dan pemeliharaan alat-alat yang digunakan dalam operasional perusahaan. 92