BIOMOLEKUL II PROTEIN

dokumen-dokumen yang mirip
KIMIA. Sesi. Review IV A. KARBOHIDRAT

PROTEIN. Sulistyani, M.Si

Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan

KEGUNAAN. Merupakan polimer dari sekitar 21 jenis asam amino melalui ikatan peptida Asam amino : esensial dan non esensial

Protein. Kuliah Biokimia ke-3 PROTEIN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Asam Amino, Peptida dan Protein. Oleh Zaenal Arifin S.Kep.Ns.M.Kes

I. TOPIK PERCOBAAN Topik Percobaan : Reaksi Uji Asam Amino Dan Protein

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM BIOKIMIA I

PROTEIN. Yosfi Rahmi Ilmu Bahan Makanan

PROTEIN PROTEIN DEFINISI. Protein : suatu poliamida 20/05/2014

Protein adalah sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat.

Asam Amino dan Protein

Metabolisme Protein. Tenaga. Wiryatun Lestariana Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran UII YOGYAKARTA

2. Asam Amino, Peptida dan Protein

LAPORAN BIOKIMIA KI 3161 Percobaan 1 REAKSI UJI TERHADAP ASAM AMINO DAN PROTEIN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN PROTEIN I UJI NINHYDRIN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA REAKSI UJI PROTEIN

Asam Amino dan Protein. Tri Rini Nuringtyas

Terdiri dari : senyawa organik C H O dan N

MAKALAH BIOKIMIA ASAM AMINO DAN PROTEIN DISUSUN OLEH: : Devi Andriani NPM : : Pendidikan Biologi

Laporan Praktikum Biokimia Farmasi Reguler 2011 ASAM AMINO DAN PROTEIN

BAB III. SUBSTANSI GENETIK

PROTEIN. Rizqie Auliana

Asam amino dan Protein

protein PROTEIN BERASAL DARI BAHASA YUNANI PROTOS THAT MEAN THE PRIME IMPORTANCE

PROTEIN. Dr. Ai Nurhayati, M.Si. Maret 2010

J3L PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA PROGAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

ASAM AMINO DAN PROTEIN

I. PENDAHULUAN. di alam yang berguna sebagai sumber pakan yang penting dalam usaha

ASAM AMINO. Asam amino: Asam karboksilat yang mempunyai gugus amino pada atom α dari posisi gugus - COOH

PERCOBAAN 1 PROTEIN: REAKSI UJI TERHADAP ASAM AMINO DAN PENENTUAN KONSENTRASI PROTEIN

PROTEIN A. Pengertian Protein B. Terbentuknya Protein (Ikatan Peptida) C. Pemutusan Ikatan Peptida D. Macam-Macam Protein

4. PEMBAHASAN 4.1. Isolasi Protein Daun Yakon

Bagian-bagian kromosom

TRANSLASI. Sintesis Protein

REAKSI REAKSI SPESIFIK ASAM AMINO DAN PROTEIN : JULIAR NUR NIM : H HARI/ TGL PERC. : RABU/ 26 OKTOBER 2011

Definisi Sintesis Protein

BAB I. Prinsip dan Tujuan

Struktur dan Fungsi Protein

REAKSI UJI TERHADAP ASAM AMINO : RR.DYAH RORO ARIWULAN : H HARI/TGL PERC. : RABU/19 OKTOBER 2011 : MUH. SYARIF AQA ID

PROTEIN. Makalah Metabolisme Zat Gizi Makro

Please purchase PDFcamp Printer on to remove this watermark.

: Mengidentifikasi bahan makanan yang mengandung karbohidrat (amilum dan gula ), protein, lemak dan vitamin C secara kuantitatif.

BAB IV Hasil dan Pembahasan

STRUKTUR FUNGSI DAN ASAM AMINO DAN PROTEIN

Metabolisme Protein - 2

2 TINJAUAN PUSTAKA. Sub Kelas : Opistobranchia : Nudibranchia. Morfologi lintah laut dapat dilihat pada Gambar 1.

MAKALAH ASAM AMINO. (Tugas Biokimia) Oleh : Nurul Cahyani

PROTEIN. SITI MUJDALIPAH, S.TP, M.Si

10/30/2015. Protein adalah makromolekul. Mereka dibangun dari satu atau lebih rantai asam amino. Protein dapat mengandung asam amino.

IDENTIFIKASI ASAM AMINO PADA ALBUMIN TELUR DAN SAMPEL UNKNOWN

- 1 - KIMIA MAKROMOLEKUL

Laporan Penentuan Kadar Asam Amino Dalam Sampel

R E A K S I U J I P R O T E I N

Preparasi Sampel. Gaplek Terfortifikasi. Identifikasi Asam Amino Tepung Gaplek Terfortifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)

Asam Amino dan Protein. (Tugas Makalah Biokimia) Oleh. Andri Tri Nugroho NPM

DAYA TERIMA DAN KUALITAS PROTEIN IN VITRO TEMPE KEDELAI HITAM (Glycine soja) YANG DIOLAH PADA SUHU TINGGI. Abstrak

Bab II Tinjauan Pustaka

UJI PROTEIN. Muh. Junaidi Fitriawan T. UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK KI-2051 PERCOBAAN 7 & 8 ALDEHID DAN KETON : SIFAT DAN REAKSI KIMIA PROTEIN DAN KARBOHIDRAT : SIFAT DAN REAKSI KIMIA

BIOLOGI SESI 03 SUBSTANSI GENETIK DAN LATIHAN SBMPTN TOP LEVEL - XII SMA

I. PENDAHULUAN. perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari

BIOKIMIA adalah ilmu yang mempelajari segala bentuk perubahan molekul atau perubahan struktur kimia

BAB I PENDAHULUAN. Protein adalah makromolekul yang paling melimpah di dalam sel hidup.

Substansi Genetik. By Ms. Evy Anggraeny. SMA Regina Pacis Jakarta. Sept

Protein. Struktur Protein. Sifat-sifat Protein. Reaksi-reaksi Khas Protein. Penggolongan Protein. Pengertian

PEMERIKSAAN KADAR TOTAL PROTEIN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Kebutuhan masyarakat akan pemenuhan gizi pada masa kini. semakin tinggi seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran

2 TINJAUAN PUSTAKA. Sub kelas : Malacostraca : Eucaridae Sub ordo : Decapoda Famili : Portunidae Genus : Portunus Spesies : Portunus pelagicus

EFEK ASAM TERHADAP SIFAT TERMAL EKSTRAK GELATIN DARI TULANG IKAN TUNA (Euthynnus affinis)

ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN TOTAL IKAN KAKAP MERAH DAN IKAN KERAPU BEBEK.

BAB III KOMPOSISI KIMIA DALAM SEL. A. STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa diharapkan Mampu Memahami Komposisi Kimia Sel.

MAKALAH PROTEIN. Oleh : Galih Widi Astuti. Fahmi Nur Hidayat ( ) Iga Nur Azizah ( ) Linda Anggi Febri Yani.

PROTEIN. Biuret) Kelompok 4 G Departemen Biokimia

HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian Tahap Pertama

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA II KLINIK

STRUKTUR FUNGSI DAN ASAM AMINO DAN PROTEIN

Biokimia KIM 4 A. PENDAHULUAN B. KARBOHIDRAT BIOKIMIA. materi78.co.nr. Struktur monosakarida (monomer) karbohidrat

KIMIA. Sesi BIOMOLEKUL L KARBOHIDRAT A. PENGGOLONGAN

METABOLISME PROTEIN. Oleh : Tim Pengampu MK Biokimia

BAB I PENDAHULUAN. dari bahasa Yunani proteious yang berarti pertama atau yang utama. Protein terdapat

PROTEIN Proteins are the most abundant biological macromolecules, occurring in all cells and all parts of cells. Proteins also occur in great variety;

3. HASIL PENELITIAN Profil Protein Yakon (Smallanthus sonchifolius) Gambar 9. Profil protein daun yakon (Smallanthus sonchifolius)

I. Tujuan Percobaan menentukan kadar protein yang terdapat dalam sampel dengan metode titrasi formol.

PROTEIN 1 - Protein dan asam amino

BAB IV Hasil dan Pembahasan

2 TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1 Ikan buntal pisang

Uji Pengendapan Protein oleh Logam Berat

Ciri-Ciri Organisme/ Mahkluk Hidup

Kehidupan. Senyawa kimia dalam jasad hidup Sintesis dan degradasi. 7 karakteristik kehidupan. Aspek kimia dalam tubuh - 2

2. Tinjauan Pustaka. b. Reaksi oksidasi pada anoda, reaksi ini ada beberapa macam yaitu:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Protein merupakan zat gizi yang sangat penting, karena yang paling erat

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA PANGAN

I. TINJAUAN PUSTAKA. Eustigmatophyceae, yang biasa dikenal sebagai marine chlorella.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. relatif besar dan sebagai non protein nitrogen (NPN) dalam jumlah relatif kecil.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. khusus yang terdapat di dalam protein dan tidak terdapat di dalam molekul

Transkripsi:

KIMIA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN 22 Sesi NGAN BIOMOLEKUL II PROTEIN Protein dan peptida adalah molekul raksasa yang tersusun dari asam α-amino (disebut residu) yang terikat satu dengan lainnya melalui ikatan peptida. Jika jumlah residu lebih dari 50, maka makromolekul tersebut disebut polipeptida. Protein merujuk kepada struktur makromolekul dengan lebih dari 50 residu asam amino. Ikatan amida atau peptida yang terbentuk dari gabungan beberapa asam amino membentuk polipeptida atau protein A. ASAM AMINO Asam amino adalah turunan asam karboksilat dengan substitusi gugus amino NH 2. Asam amino dalam protein disebut asam α-amino karena mengandung setidaknya satu gugus amino NH 2 dan satu gugus karboksilat COOH yang terikat pada atom C yang sama, yaitu Cα. Struktur umum asam amino adalah 1

H O R C C OH NH 2 R adalah rantai samping yang dapat berupa struktur alkil, siklis, ataupun aromatis, yang membedakan satu asam amino dengan yang lainnya. Ada dua puluh (20) asam amino penyusun protein, yang semuanya, kecuali glisin (R = H), bersifat optis aktif karena memiliki atom karbon asimetris. Perhatikan struktur 20 asam amino berikut! Glisin (Gly) Tirosin (Tyr) Alanin (Ala) Histidin (His) Prolin (Pro) Asparagin (Asn) Fenilalanin (Phe) Threonin (Thr) 2

Isoleusin (Ile) Asam Glutamat (Glu) Triptofan (Trp) Sistein (Cys) Metionin (Met) Asam Aspartat (Asp) Leusin (Leu) Lisin (Lys) Valin (Val) Arginin (Arg) Serin (Ser) Glutamin (Glu) 3

Sembilan belas dari dua puluh asam amino tersebut merupakan senyawa amin primer, kecuali prolin yang merupakan senyawa amin sekunder. Klasifikasi sifat dari dua puluh asam amino di atas, antara lain: 1. Berdasarkan Sifat Keasaman Rantai Samping Berdasarkan sifat keasaman rantai sampingnya, kedua puluh asam amino tersebut dapat dibagi menjadi: Asam amino dengan rantai samping bersifat asam: asam aspartat dan asam glutamat. Asam amino dengan rantai samping bersifat basa: arginin, histidin, dan lisin. Asam amino dengan rantai samping bersifat netral: lima belas asam amino lainnya. 2. Berdasarkan Kepolaran Rantai Samping Berdasarkan kepolaran rantai sampingnya, kedua puluh asam amino di atas dapat dibagi menjadi: Asam amino dengan rantai samping polar: serin, glutamin, tirosin, histidin, asparagin, threonin, asam glutamat, asam aspartat, sistein, lisin, arginin. Asam amino dengan rantai samping nonpolar: glisin, alanin, prolin, fenilalanin, leusin, isoleusin, triptofan, metionin, valin. 3. Berdasarkan Perolehannya Berdasarkan perolehannya, kedua puluh asam amino protein tersebut dapat dibagi menjadi asam amino esensial dan nonesensial, yaitu: Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan sehari-hari. Contoh asam amino esensial: histidin, arginin, valin, leusin, isoleusin, threonin, triptofan, lisin, metionin, fenilalanin. Asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Contoh asam amino nonesensial: glisin, alanin, prolin, serin, aspargin, glutamin, sistein, tirosin, asam aspartat, asam glutamat. Selain dua puluh asam amino penyusun protein, ditemukan juga asam-asam amino nonprotein, seperti asam γ-aminobutirat (GABA) yang merupakan suatu neurotransmitter, homosistein merupakan senyawa yang berkaitan dengan penyakit jantung kongestif, dan tiroksin yang merupakan hormon pada kelenjar tiroid. 4

Asam amino adalah senyawa yang bersifat amfoter, yaitu dapat bersifat asam maupun basa dan dapat bereaksi dengan asam dan basa, karena asam amino memiliki gugus asam COOH dan gugus basa NH 2. Dalam larutan netral, asam amino membentuk ion Zwitter. Sembilan belas dari dua puluh asam amino bersifat optis aktif. Glisin tidak bersifat optis aktif karena tidak memiliki atom karbon asimetris. Alanin dalam keadaan dasar yang tidak bermuatan (kiri) dan membentuk ion zwitter (kanan) Ketika dua asam amino bergabung membentuk dipeptida, terbentuk ikatan peptida dari gugus amin satu asam amino dengan gugus karboksil dari asam amino lainnya. Sebagai contoh, pembentukan dipeptida dari alanin dan serin. Ada dua dipeptida yang dapat dibentuk dari alanin dan serin, yaitu alanilserin dan serilalanin, bergantung pada gugus karboksil mana yang bereaksi. Jika gugus NH 2 dari alanin bereaksi dengan COOH dari serin, maka dipeptida yang terbentuk adalah serilalanin. Sebaliknya, jika gugus NH 2 dari serin bereaksi dengan COOH dari alanin, maka dipeptida yang terbentuk adalah alanilserin. (1) Alanilserin terbentuk jika gugus karboksilat alanin bereaksi dengan gugus amin dari serin, dan (2) serilalanin terbentuk jika gugus karboksilat serin bereaksi dengan gugus amin dari alanin B. PROTEIN a. Struktur Protein Protein pada umumnya dikelompokkan berdasarkan bentuk tiga dimensinya, yaitu protein serat dan protein globuler. Protein serat, seperti kolagen pada tendon dan miosin pada jaringan otot, mengandung rantai polipeptida yang tersusun bersisian pada filamen panjang. Karena protein jenis ini keras dan tidak larut dalam air, protein ini digunakan 5

sebagai struktur materi. Protein globuler pada umumnya dipilin menjadi bentuk bola yang padat dan keras, serta larut dalam air dan bergerak antara satu sel dengan sel lainnya. Sebagian besar dari enzim termasuk jenis protein globuler. Karena molekul protein yang sangat besar, struktur protein memiliki arti yang jauh lebih luas daripada struktur pada senyawa organik lainnya. Dalam menjelaskan struktur protein, para ahli menggunakan empat tingkatan struktur, yaitu: 1. Struktur Primer Struktur primer protein adalah sekuens dari asam-asam amino penyusunnya membentuk kerangka peptida. 2. Struktur Sekunder Struktur sekunder protein adalah gabungan dari segmen-segmen kerangka peptida menjadi satu pola reguler. 3. Struktur Tersier Struktur tersier protein menjelaskan bagaimana keseluruhan molekul protein berpilin menjadi bentuk tiga dimensi tertentu. 4. Struktur Kuartener Struktur kuartener adalah gabungan dari berbagai bentuk tiga dimensi protein menjadi satu struktur agregat raksasa. (1) Struktur sekunder α-heliks protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen, (2) struktur β-sheet, (3) salah satu contoh struktur tersier protein b. Sifat Protein Dibandingkan dengan asam amino, protein lebih sukar larut dalam air karena ukuran molekulnya yang sangat besar. Protein dapat mengalami koagulasi dengan pemanasan, penambahan asam, dan penambahan basa. Protein dapat mengalami denaturasi oleh pemanasan. Pada denaturasi protein, terjadi kerusakan mulai dari struktur primer hingga struktur tersiernya. 6

c. Penggolongan Protein 1. Berdasarkan Komposisi Kimia Berdasarkan komposisi kimianya, protein dibedakan menjadi protein sederhana dan protein konjugasi. Protein Sederhana Protein yang hanya terdiri dari susunan asam-asam amino tanpa ada gugus lainnya. Contoh: enzim ribonuklease. Protein Konjugasi Protein yang terikat ke gugus lain yang disebut gugus prostetik. Jenis-jenis protein konjugasi antara lain: Glikoprotein : konjugat protein dengan gugus karbohidrat. Contoh: imunoglobulin, tromboplastin. Lipoprotein : konjugat protein dengan lipid. Contoh: kilomikron. Hemoprotein : konjugat protein dengan heme. Contoh: hemoglobin. Fosfoprotein : konjugat protein dengan gugus fosfat. Contoh: kasein, albumin. Metaloprotein : konjugat protein dengan logam seperti Fe, Cu, Zn, dan Ca. Contoh: feritin. 2. Berdasarkan Bentuk Berdasarkan bentuknya, protein dikelompokkan menjadi protein serabut dan protein globular: Protein Serabut Bentuk yang panjang dan paralel dengan beberapa ikatan silang atau membentuk lembaran. Bersifat kuat dan elastis sehingga digunakan sebagai komponen struktural. Contoh: kolagen, keratin, aktin dan miosin. Protein Globular Bentuk yang sangat besar dengan struktur tersier dan kadang struktur kuartener yang kompleks, bergabung dan berlipat membentuk bulatan. Pada umumnya larut dalam air dan mudah berdifusi. Contoh: albumin, insulin, enzim-enzim. 3. Berdasarkan Fungsi Biologis Berdasarkan fungsi biologisnya, protein dapat dikelompokkan sebagai berikut: 7

Protein Struktur Komponen struktural pada tubuh, contohnya kolagen. Protein Transpor Berperan sebagai pembawa molekul dari satu bagian tubuh ke bagian lain, contohnya albumin dan hemoglobin. Protein Penyimpan Menyimpan molekul atau senyawa tertentu, contohnya mioglobin yang menyimpan oksigen pada otot. Protein Pengatur Mengatur aktivitas seluler yang umumnya disebut hormon, contohnya insulin dan hormon pertumbuhan. Protein Kontraktil Memungkinkan perubahan bentuk dan pergerakan makhluk hidup, contohnya aktin dan miosin. Enzim Berperan sebagai biokatalis pada berbagai reaksi biokimia tubuh. Protein Pertahanan Melindungi tubuh dari serangan benda asing seperti organisme penyebab penyakit, contohnya imunoglobulin dan fibrin. C. UJI PROTEIN a. Uji Biuret Biuret adalah pereaksi yang merupakan campuran dari CuSO 4 dan NaOH. Uji biuret dilakukan untuk mendeteksi adanya ikatan amida (-CO-NH-). Apabila suatu senyawa memiliki ikatan peptida, senyawa tersebut akan memberikan hasil positif pada uji biuret, yaitu terbentuk warna ungu pada larutan sampel. Protein atau polipeptida memberikan hasil positif pada uji biuret karena memiliki ikatan peptida. b. Uji Ninhidrin Uji ninhidrin dilakukan untuk mendeteksi struktur amin primer pada suatu senyawa. Hasil positif ditunjukkan dari terbentuknya warna ungu pada larutan sampel. Semua asam amino penyusun protein adalah amin primer, kecuali prolin, sehingga akan menghasilkan warna ungu pada uji ini. Prolin, yang merupakan senyawa amin sekunder, juga bereaksi positif dengan ninhidrin, tetapi dengan membentuk larutan berwarna kuning. Peptida, pepton, dan protein juga bereaksi positif pada uji ninhidrin. 8

c. Uji Millon Uji millon dilakukan untuk mendeteksi gugus fenol pada asam amino. Contoh asam amino yang akan bereaksi positif pada uji ini adalah tirosin dan turunannya. Hasil positif ditunjukkan dengan terbentuknya kompleks berwarna merah. d. Uji Asam Xantoproteat Uji asam xantoproteat dilakukan untuk mendeteksi asam amino dengan gugus aromatik, seperti tirosin dan triptofan. Hasil positif ditunjukkan dengan terbentuknya warna kuning karena terbentuknya turunan senyawa nitro. Hasil tersebut akan berubah menjadi kuningoranye jika direaksikan dengan basa (NaOH). e. Uji Diazo Pauly Uji diazo Pauly dilakukan untuk secara spesifik mendeteksi triptofan dan histidin. Triptofan dan histidin akan memberikan warna merah diazon pada uji ini. f. Uji Pb-Sulfida Uji Pb-Sulfida dilakukan untuk mendeteksi asam amino yang mengandung sulfur seperti sistein dan metionin. Kedua asam amino tersebut akan memberikan hasil positif berupa endapan hitam Pb-sulfida. 9