BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN ESTIMATOR TAHANAN ROTOR MOTOR INDUKSI TIGA FASA PADA PENGENDALIAN TANPA SENSOR KECEPATAN

BAB 3 ANALISIS VEKTOR

II. KINEMATIKA PARTIKEL

1 Sistem Koordinat Polar

SOAL-SOAL LATIHAN OLIMPIADE DAN SOLUSINYA

ANALISAPERHITUNGANWAKTU PENGALIRAN AIR DAN SOLAR PADA TANGKI

Gambar 4.3. Gambar 44

BAB 3 ANALISIS RIAK ARUS KELUARAN INVERTER PWM MULTIFASA

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

MODUL 5 INTEGRAL LIPAT DAN PENGGUNAANNYA

BAB 17. POTENSIAL LISTRIK

BAB 5 ANALISIS RIAK ARUS KELUARAN INVERTER PWM LIMA FASA DENGAN BEBAN TERHUBUNG BINTANG

BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER

Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan

PERSAMAAN DIFFERENSIAL PARSIAL DALAM KOORDINAT SILINDIRS PADA MASALAH KONDUKSI PANAS

Geometri Analitik Bidang (Lingkaran)

Bab. Garis Singgung Lingkaran. A. Pengertian Garis Singgung Lingkaran B. Garis Singgung Dua Lingkaran C. Lingkaran Luar dan Lingkaran Dalam Segitiga

Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).

Gelombang Elektromagnetik

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang kopling, B. Tujuan C. Batasan Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Untuk semua cinta Untuk semua cita-cita Untuk semua kasih sayang Dari kedua orangtuaku yang begitu luar biasa.

BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON

Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).

Gerak Melingkar. Edisi Kedua. Untuk SMA kelas XI. (Telah disesuaikan dengan KTSP)

Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com

BAB II TEORI PENUNJANG

TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA

Program Perkuliahan Dasar Umum Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Integral Garis

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMA BANTUAN DANA RUTILAHU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRE

Program Komputer Berbasis Delphi untuk Analisis Perhitungan Persebaran Dosis Radiasi Pesawat Sinar-X dalam Bentuk Kurva Isodosis

KALKULUS VARIASI JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FPMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Gerak melingkar beraturan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Kata. Kunci. E ureka. A Gerak Melingkar Beraturan

6. Fungsi Trigonometri Sudaryatno Sudirham

MUATAN LISTRIK DAN HUKUM COULOMB. ' r F -F

Fungsi dan Grafik Diferensial dan Integral

GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11

METODE PENELITIAN Data Langkah-Langkah Penelitian

VIII. ALIRAN MELALUI LUBANG DAN PELUAP

Momentum Sudut (Bagian 2)

Universitas Indonusa Esa Unggul Fakultas Ilmu Komputer Teknik Informatika

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENERIMA BEASISWA MAHASISWA KURANG MAMPU PADA STMIK BUDIDARMA MEDAN MENERAPKAN METODE PROFILE MATCHING

IDENTITAS TRIGONOMETRI. Tujuan Pembelajaran

APLIKASI PENGELOLAAN DATA KERJA PRAKTEK MAHASISWA (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS SEMARANG)

LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik

Fisika I. Gerak Dalam 2D/3D. Koefisien x, y dan z merupakan lokasi parikel dalam koordinat. Posisi partikel dalam koordinat kartesian diungkapkan sbb:

Bab. Bangun Ruang Sisi Lengkung. A. Tabung B. Kerucut C. Bola

FISIKA. Kelas X HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI K-13. A. Hukum Gravitasi Newton

Praktikum Total Quality Management

BAB II TINJAUAN TEORITIS

Bab 2 Gravitasi Planet dalam Sistem Tata Surya

SURVEYING (CIV-104) PERTEMUAN 11 : METODE PENGUKURAN LUAS

LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis

BAB II Tinjauan Teoritis

PENYELESAIAN SOAL SOAL INSTALASI CAHAYA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Asosiatif dengan

PENGUKURAN. Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 19 Agustus 2004 di PPPG Matematika

BAB 11 GRAVITASI. FISIKA 1/ Asnal Effendi, M.T. 11.1

3. Kegiatan Belajar Medan listrik

LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.

TRANSFER MOMENTUM ALIRAN DALAM ANULUS

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari aplikasi Fisika Kuantum dalam fisika atom

INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

PENGGUNAAN METODE COST PRORATE TIPE CONSTANT DOLLAR PADA PROGRAM PENDANAAN PENSIUN MANFAAT PASTI

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik

METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena

Fisika Dasar I (FI-321)

III. METODE PENELITIAN

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK

MEDAN LISTRIK STATIS

BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2

BAB IV ANALISIS DATA. analisis paired sample T-test yaitu Ada atau tidaknya Pengaruh Terapi Rational

(A) (B) (C) (D) (E) Nilai... (A) 5 (B) 4 (C) 3

SolusiPersamaanNirlanjar

Bahan Ajar Fisika Teori Kinetik Gas Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd TEORI KINETIK GAS

FISIKA DASAR II. Kode MK : FI SKS : 3 Program Studi : Fisika Instrumentasi (S-1) Kelas : Reguler MATERI 1

DETEKSI API REAL-TIME DENGAN METODE THRESHOLDING RERATA RGB

Metode Nonparametrik untuk Menaksir Koefisien Korelasi Parsial

MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN

PENGGUNAAN SENSOR DHT11 SEBAGAI INDIKATOR SUHU DAN KELEMBABAN PADA BABY INCUBATOR

dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q

MODEL INVENTORI SINGLE STOCKING POINT-SINGLE COMMODITY DENGAN TINGKAT PERMINTAAN KONSTAN LILIS SUSILAWATI


BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,

Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi para siswa SMA/SMK. Cirebon, Oktober 2013.

BAB III UJICOBA KALIBRASI KAMERA

BAB XII ANALISIS JALUR (PATH ANALYSIS) APA SIH?

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI WAHANA GERAK MANDIRI YANG ADAPTIF MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN HIERARCHICAL EXTENDED KOHONEN MAP (HEKM)

Liston Hasiholan 1) dan Sudradjat 2)

HUKUM GRAVITASI NEWTON

Transkripsi:

A 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1. Analisa Sistem ejalan 3.1.1. Sejaah Peusahaan Gamba 3.1. Logo Peusahaan P Dnaplast, bk. P Dnaplast, bk aalah peusahaan ang begeak i biang pouksi botol plastik untuk memenuhi kebutuhan inusti inusti lain sepeti inusti makanan an minuman, kimia, famasi, oli, sb. P. Dnaplast,bk. petama kali iiikan paa tahun 1959 engan nama P. National Electic Wie, Lt oleh apak Soebekti Hambali. Paa tahun 1979 baulah beubah menjai nama ang ipakai sekaang aitu P. Dnaplast,bk. Kemuian paa tahun 1991, P Dnaplast, bk melakukan keja sama engan Sumitomo Coop. (peusahaan Jepang) untuk meniikan P. Summitplast Intebenua, an paa tahun 1997 melakukan keja sama engan Cubic Co. Lt untuk meniikan P Dnaplast Cubic Inonesia.

56 Paa tahun 1995, P Dnaplast, bk menjai peusahaan plastic moling petama i Inonesia ang mempeoleh stana ISO 900, an kemuian paa tahun 001, menjai peusahaan plastic moling petama ang mempeoleh stana ISO 9000-000. Sampai saat ini P Dnaplast, bk mempunai 7 tempat pouksi aitu : Dnaplast 1 i Semanan. Dnaplast i Jatake. Dnaplast 3 i Cikaang. Dnaplast 4 i Cibitung. Dnaplast 5 i Cileungsi. Dnaplast 6 i Cikaang. Mol Cente i umi Sepong Damai, angeang. 3.1.. Analisa Masalah ang Dihaapi Peusahaan Opeato Mesin Uku Kooinat melakukan pengukuan an peminaian (scanning) engan teknik ang tiak bena. Kesalahan kesalahan tesebut antaa lain : - Melakukan peminaian (scanning) bentuk bola an siline engan caa mengambil titik secaa anom paa pemukaan bena tesebut, kemuian ai sampel tesebut iambil keputusan teima jika sebagian besa titik tesebut tepenuhi ke pesamaan bena. Hal ini tentu saja tiak bena mengingat pengambilan titik secaa anom paa sebuah objek uku tiak bisa ianggap mewakili objek uku tesebut.

57 - Pengambilan vecto aah senso ang tiak bena, tiak iukung engan pengolahan ata ang bena. Jika iambil vecto aah senso ang tegak luus biang uku, seing hal tesebut tiak aa acuan ang jelas mengenai ketegakluusanna, hal ini isebabkan otasi pobe ang hana mampu beotasi paling kecil sebesa 7,5 o. - Kesimpulan ang ipeoleh belum maksimal. Hal hal tesebut bagi opeato mesin bukanlah suatu masalah besa i alam inusti mesin, tetapi secaa matematis apat ikatakan salah. 3.1.3. Usulan Pemecahan Masalah Dalam Skipsi ini iancang suatu pogam ang apat menghasilkan output beupa kesimpulan iteima atau tiakna suatu objek uku bebentuk bola atau siline, jika ilakukan pengambilan ata secaa bena engan mesin senso jenis MUK ( Mesin Uku Kooinat ). Dengan menggunakan pogam ini, ihaapkan apat membantu pihak peusahaan alam mengambil keputusan iteima tiakna suatu objek uku bebentuk bola atau siline setelah ilakukan poses peminaian (scanning). 3.. Analisa Pengambilan Data an Pengolahan Data Pengambilan ata ilakukan engan vekto aah senso [0,0,-1], an egiste senso beaa paa pusat bola senso atau ata ang ibaca oleh mesin aalah ata titik paa pusat bola senso.

58 3..1. Peancangan eknik Pengambilan Data Paa Siline Untuk objek uku beupa siline, siline iletakkan paa biang XOY, engan pusat kooinat teletak paa selimut siline. inggi siline sejaja engan sumbu, an sumbu menembus siline melalui pusat bekas lingkaan siline. Gamba 3.. Peletakkan Posisi Siline ehaap Pusat Kooinat. Kemuian ilakukan pengambilan ata imulai ai bekas lingkaan paa keliling lingkaan alas. Paa bekas lingkaan ini iambil titik ang imulai paa posisi 0 o sampai engan posisi 180 o sebanak n buah titik. Langkah selanjutna aalah melakukan pegeakan sebesa k sepanjang sumbu, kemuian paa posisi ini ilakukan hal ang sama sepeti sebelumna. Hal ini ilakukan teus beulang ulang sampai paa bekas lingkaan atap.

59 Mengingat ketebatasan alat senso untuk menjangkau bagian bawah siline, untuk melakukan pengambilan ata paa bekas lingkaan posisi 180 o sampai engan posisi 360 o ilakukan engan caa membalik posisi siline sebesa 180 o sehingga aeah tesebut apat ijangkau engan mesin senso. 3... Peancangan eknik Pengambilan Data Paa ola Untuk objek uku beupa bola, bola iletakkan paa biang XOY engan pusat kooinat teletak paa selimut bola. Sumbu ibuat menembus bola melalui pusat bola. Gamba 3.3. Peletakkan Posisi ola ehaap Pusat Kooinat Kemuian ilakukan pengambilan ata imulai ai titik paa bekas lingkaan besa hoiontal, begeak sesuai engan keliling lingkaan besa hoiontal sebanak n buah titik. Satu poses tesebut ilakukan beulang ulang sebanak k kali engan pegeakan sesuai engan keliling lingkaan besa vetikal ang imulai paa posisi 0 o sampai engan posisi 180 o.

60 Poses tesebut hana apat ilakukan paa posisi 0 o sampai engan posisi 180 o mengingat ketebatasan alat senso untuk menjangkau bagian bawah siline (posisi 180 o sampai engan posisi 360 o ). Untuk pengambilan ata paa posisi 180 o sampai engan posisi 360 o, ilakukan engan caa membalik posisi bola sebesa 180 o sehingga aeah tesebut apat ijangkau engan mesin senso. 3..3. Poses Pengolahan Data Poses pengolahan ata ilakukan engan mempehitungkan jai jai bola senso an pengambilan vekto aah senso [0,0,-1]. Ketebatasan otasi pobe paa mesin senso, engan otasi minimal sebesa 7,5 o mengakibatkan tiak bisa ilakukanna pengambilan ata engan vekto aah senso selalu tegak luus pemukaan, mengingat pemukaan ang ijaikan sebagai objek uku aalah pemukaan engan kuva lingkaan. Oleh kaena itu, pengambilan vekto aah senso ibuat tetap sebesa [0,0,-1], aitu seaah engan sumbu -. Hal ini tentu saja beakibat pegesean paa ata ang tebaca oleh mesin senso. Maka ilakukanlah pengolahan ata output mesin senso sebagai beikut :

61 Pengolahan Data Paa Objek Uku Siline Gamba 3.4. Posisi ola Senso ehaap Penampang Siline Senso begeak engan vekto [0,0,-1], paa saat bola senso menentuh siline i titik D, ata output ai mesin senso aalah titik Misal kooinat titik aalah (,, ), maka kooinat titik D( D, D, D ) apat kita peoleh engan caa sebagai beikut : Δ ADE sebaning engan Δ AC engan fakto skala k sehingga : AD = k A AE = k AC DE = k C Nilai k apat ihitung melalui : AD k = A A k = A

6 Dimana : ( ) A AC C A = = Jai : ( ) ( ) k = Kaena Δ ADE sebaning engan Δ AC, maka : AE AC k AE = = an = = DE C k DE

63 Dengan pehitungan i atas, kooinat titik D( D, D, D ) aalah : = = = D D D Jai engan ata output ai mesin senso beupa titik (,, ), jai jai bola senso, iamete ieal bola an vecto pengambilan ata [ 0,0,-1] apat isimpulkan bahwa ata aktual ang itaget oleh senso aalah : - Kooinat titik aktual =,, - Diamete aktual = Diamete aktual inilah ang akan ibaningkan engan iamete ieal bekas lingkaan paa siline engan batas toleansi ang telah itentukan.

64 Pengolahan Data Paa Objek Uku ola Gamba 3.5. Posisi ola Senso ehaap ola Senso begeak engan vekto [ 0,0,-1], paa saat bola senso menentuh bola i titik D, ata output ai mesin senso aalah titik Misal kooinat titik aalah (,, ), maka kooinat titik D( D, D, D ) apat kita peoleh engan caa sebagai beikut : Δ ADE sebaning engan Δ AC engan fakto skala k sehingga : AD = k A AE = k AC DE = k C

65 Nilai k apat ihitung melalui : AD k = A A k = A Dimana : A = AC C, engan AC = A = ( ) Jai : k = ( ) ( ) Kaena Δ ADE sebaning engan Δ AC, maka : AE = k AC AE = an DE = k C DE = AE apat poeksikan ke sumbu ang menghasilkan :

66 AE = an ipoeksikan ke sumbu ang menghasilkan : AE = Dengan pehitungan i atas, maka kooinat titik D( D, D, D ) aalah : = = = D D D Jai engan ata output ai mesin senso beupa titik (,, ), jai jai bola senso, iamete ieal bola an vecto pengambilan ata [ 0,0,-1] apat isimpulkan bahwa ata aktual ang itaget oleh senso aalah : - Kooinat titik aktual =,,

67 - Diamete aktual = Diamete aktual inilah ang akan ibaningkan engan iamete ieal bola engan batas toleansi ang telah itentukan, imana besana selisih iamete aktual engan iamete ieal bola haus lebih kecil atau sama engan besana toleansi ang telah ietntukan. Jika aa satu titik ang tiak memenuhi saat tesebut maka objek uku tiak lulus. 3.3. Peancangan Pogam 3.3.1. Gambaan Umum Peancangan Pogam Pogam imulai ai input beupa iamete ieal objek uku, an ata titik - titik hasil mesin senso engan teknik pengambilan ata ang telah itetapkan. Kaena pogam ini meneima input ai output mesin senso, maka input pogam teii ai 6 paamete aitu : pembacaan senso, pembacaan senso, pembacaan senso, vekto satuan aah, vekto satuan aah, an vekto satuan aah. Dengan vekto ang telah itentukan sebelumna aitu [0,0,-1] maka fomat input ang sah iteima oleh pogam aalah :,,,0,0,-1 Mengingat ata ata output mesin senso tesebut telah mengalami pegesean akibat pengambilan vekto aah senso ang tiak tegak luus engan biang uku, maka setelah pogam meneima input ilakukan pengolahan ata

68 input tesebut telebih ahulu untuk menentukan ata ang sehausna ibaca oleh mesin senso. Setelah ilakukan pengolahan ata, maka akan ipeoleh iamete hasil pengolahan ata ai mesin senso. Diamete ini ibaningkan engan iamete ieal objek uku, jika teapat pebeaan melebihi toleansi ang itentukan maka teapat suatu keaaan imana imensi objek uku melebihi batas toleansi ang telah itentukan. Output ai pogam ini aalah jumlah titik ang iolah, jumlah titik ang itolak, kesimpulan akhi apakah objek uku iteima atau itolak, an simulasi posisi titik ang itolak atau posisi titik ang melebihi batas toleansi. 3.3.. Rancangan Laa Pogam aplikasi ini memakai 3 buah fom, aitu : 1. om Utama. om Simulasi 3. om About

69 3.3..1. Rancangan Laa om Utama Gamba 3.6. Rancangan Laa om Utama. om utama ini beisi input ang ipelukan untuk menjalankan pogam an output pogam setelah melalui bebeapa poses pengolahan.

70 Input pogam aitu : Input jai jai bola senso. Input jai jai bola senso beupa angka alam satuan millimete. Contoh input jai jai bola senso : 0.5. Input tipe baang ang akan iuji. Input tipe baang ang akan iuji ilakukan engan memilih baang ang akan iuji apakah siline atau bola. Input kualitas baang ang akan iuji. Input kualitas baang ang akan iuji ilakukan engan memilih kualitas ang iinginkan beasakan stana batas toleansi ISO. Input ata ata baang ang akan iuji. Input ata ata baang ang akan iuji ilakukan engan melakukan loaing file ata ata baang ang akan iuji. ile tesebut aalah file output ai mesin senso. omat file input haus mengikuti atuan beikut ini supaa apat ibaca oleh pogam : - Ekstensi file haus.in. - ais petama paa file aalah panjang iamete ieal baang ang akan iuji alam satuan millimete. - ais keua an seteusna paa file aalah ata ata titik ang ibaca oleh mesin senso an vekto aah senso ang telah itentukan aitu [0,0,-1]. omat ata tesebut aalah : 0 0-1, imana aalah kooinat katesius pembacaan mesin senso.

71 - Contoh fomat ata inputan pogam : Nama file : ola.in Isi file : 5 0 5 0 0-1 0 0 10 0 0-1 -3.1 0 9 0 0-1 Output pogam ini aitu : Output Hasil est. Output Hasil est menampilkan kesimpulan akhi apakah baang ang iuji iteima atau itolak beasakan batas toleansi ang telah itentukan. Output Keteangan. Output Keteangan menampilkan keteangan keteangan sebagai beikut : - Diamete ieal baang ang iuji. - esana toleansi ang iijinkan beasakan stana ISO. - Jumlah ata (titik) ang imasukkan. - Jumlah ata (titik) ang gagal atau melewati batas toleansi.

7 3.3... Rancangan Laa om Simulasi Gamba 3.7. Rancangan Laa om Simulasi. om Simulasi ini beisi simulasi baang ang akan iuji engan imensi ang ieal an ata titik titik ang melebihi batas toleansi ang telah itentukan. Simulasi ini betujuan untuk membeikan gambaan mengenai posisi posisi titik ang itolak oleh pogam kaena melebihi batas toleansi. Gamba baang engan imensi ieal isajikan sebagai pembaning posisi titik titik ang melewati batas toleansi tesebut.

73 3.3..3. Rancangan Laa om About Gamba 3.8. Rancangan Laa om About om About ini beisi keteangan tentang pogam an nama pembuat pogam. 3.3.3. Peancangan State ansition Diagam State ansition Diagam membeikan keteangan kepaa sistem tentang apa ang haus ikejakan (action) an konisi (state) tetentu. Konisi aalah suatu event paa etenal envionment ang apat ieteksi oleh sistem misalna sinal, inteupt atau ata. Hal ini akan menebabkan peubahan tehaap state ai aktivitas ke aktivitas. Action aalah hal ang ilakukan oleh sistem bila tejai peubahan state atau ata. Action akan menghasilkan output, message ispla paa laa, menghasilkan kalkulasi an lain lain.

74 Gamba 3.9. State ansition Diagam Moul fom_utama Moul menu_ba Eit Setting About Klik Eit Kelua ai pogam Klik Setting Panggil moul gafik Klik About ampil om About Akhi Pogam Moul gafik om About Selesai moul gafik ampil Laa Aktif Klik Ok / utup om About ampil Laa Aktif Laa Aktif Gamba 3.10. State ansition Diagam Moul menu_ba

75 3.3.4. Peancangan lowchat lowchat meupakan alat bantu pemogaman ang biasana igunakan. lowchat membantu pogamme alam mengoganisasikan pemikian meeka alam pemogaman, teutama bila ibutuhkan penalaan ang tajam alam logika poseu suatu pogam. Gamba 3.11. lowchat pogam utama

76 Stat Inisialisasi nilai ata_, toleansi, i <=3 <=50 <=6 <=315 <=80 <=10 <=50 <=180 <=10 <=30 <=400 <=18 ata_= ata_=sqt(3*6) ata_=sqt(6*10) ata_=sqt(10*18) ata_=sqt(18*30) ata_=sqt(30*50) ata_=sqt(50*80) ata_=sqt(80*10) ata_=sqt(10*180) ata_=sqt(180*50) ata_=sqt(50*315) ata_=sqt(315*400) 1

77

78

Gamba 3.1. lowchat poses set toleansi 79

80 Stat Inisialisasi nilai jum_ata, jum_gagal, lulus EO? Input nilai,,,v,v,v ai file jum_ata=jum_ata1 RGipe.ItemIne=0 skala = (sqt(^( - /)^) - ) / sqt(^( - /)^) =skala* =/skala*(-/) _aktual = / sqt( ^ ( - /)^ ) abs(_aktual-) > toleansi lulus = false jum_gagal=jum_gagal1 [jum_gagal-1]= [jum_gagal-1]= [jum_gagal-1]= RGipe.ItemIne=1 skala = (sqt(^^( - /)^) - ) / sqt(^^( - /)^) =skala* =skala* =/skala*(-/) _aktual = / sqt( ^^ ( - /)^ ) abs(_aktual-) > toleansi lulus = false jum_gagal=jum_gagal1 [jum_gagal-1]= [jum_gagal-1]= [jum_gagal-1]= inish Gamba 3.13. lowchat poses pengolahan ata

81 Stat RGipe.ItemIne=0 uat Siline RGipe.ItemIne=1 uat ola uat Label Lulus? o j = 0 to jum_gagal-1 uat itik Gagal En o j? inish Gamba 3.14. lowchat posess gafik