BAB 4. PENGUMPULAN, PENGOLAHAN dan ANALISA DATA

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS SISTEM UPAH INSENTIF PEKERJA BORONGAN DI PT. PARIDA SHOES

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III LANDASAN TEORI. pekerjaan yang dijalankan dalam sistem kerja terbaik.

Lampiran Perhitungan Uji Keseragaman dan Kecukupan Data

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

Rating Factor Masing-masing Stasiun Kerja

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

By: Amalia, S.T., M.T. PENGUKURAN KERJA: FAKTOR PENYESUAIAN DAN ALLOWANCE

PENYESUAIAN DAN KELONGGARAN TEKNIK TATA CARA KERJA II

BAB 1 PENDAHULUAN. Bab 1 Pendahuluan

ERGONOMI & APK - I KULIAH 8: PENGUKURAN WAKTU KERJA

Lampiran A. Tabel Westinghouse, Kelonggaran dan MTM

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

penelitian, maka berikut ini disertakan penjelasan secara terperinci dan menyeluruh mengenai sistematika model metodologi pemecahan masalah.

ANALISIS PENGUKURAN KERJA

BAB II LANDASAN TEORI

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

practicum apk industrial engineering 2012

Insentif MSDM-TIP FTP UB

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA SAMPLING PEKERJAAN (WORK SAMPLING)

LAMPIRAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

Bab 2 Tinjauan Pustaka

PERENCANAAN UPAH INSENTIF UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN DI PT PRAOE LAJAR SEMARANG

III. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II LANDASAN TEORI

HR COMPENSATION. Kompensasi Insentif Bagi Hasil. Psikologi Sumber Daya Manusia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Studi Gerak dan Waktu Studi gerak dan waktu terdiri atas dua elemen penting, yaitu studi waktu dan studi gerakan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Nama : Johanes Susanto NIM : Tugas online #4 TKT313 Metodologi Penelitian. Work Sampling

LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara

Tabel Uji Keseragaman Data Pada Work Center Pengukuran dan Pemotongan

PERANCANGAN SISTEM KERJA PADA PROSES PENGERINGAN JAGUNG DITINJAU DARI SEGI ERGONOMI (Studi kasus di PT. Surya Alam Rekananda, Bandar Lampung)

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

PENGUKURAN WAKTU. Nurjannah

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

PERENCANAAN JUMLAH OPERATOR PRODUKSI DENGAN METODE STUDI WAKTU (STUDI KASUS PADA INDUSTRI PENGOLAHAN PRODUK LAUT)

WORK SAMPLING. Modul Work Sampling Praktikum Genap 2011/2012 I. TUJUAN PRAKTIKUM

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

PENGUKURAN WAKTU KERJA

LAMPIRAN 1 STRUKTUR ORGANISASI PT. KARYA DELI STEELINDO

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

III. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Aktual Jumlah Frekuensi Cacat PT. X

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada dasarnya pengumpulan data yang dilakukan pada lantai produksi trolly

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

practicum apk industrial engineering 2012

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA. tutorial 7. work sampling

DAFTAR ISI. ABSTRAK i. KATA PENGANTAR.. ii. DAFTAR ISI. iv. DAFTAR TABEL. vii. DAFTAR GAMBAR. viii BAB I PENDAHULUAN.. 1

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

MODUL II WORK MEASUREMENT

Pertemuan 7. Nova Yanti Maleha,S.E.MM 10/7/2016 Nova Yanti Maleha/MSDM/IGM 1

ANALISIS DAN USULAN PERANCANGAN SISTEM KERJA DITINJAU DARI SEGI ERGONOMI (Studi Kasus di Konveksi Pakaian XYZ ) Winda Halim 1*, Budiman 2

Seminar Nasional IENACO 2015 ISSN

Perhitungan Waktu Baku Menggunakan Motion And Time Study

BAB 1 PENDAHULUAN. Bab 1. Pendahuluan

Lampiran-1: Tabel Westinghouse System's Rating A1 Superskill 0.13 A A B1 Excellent 0.08 B B C1 Good 0.03 C2 0.

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB IV ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

Analisis Efisiensi Operator Pemanis CTP dengan Westing House System s Rating

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II. Activity-Based Management. Activity Based Management (ABM) adalah suatu pendekatan di seluruh

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

Tugas dari Presiden Direktur, antara lain : Adapun tanggung jawab dari Presiden Direktur adalah:

Pengukuran Kerja Langsung (Direct Work Measurement)

Usulan Perhitungan Insentif Karyawan CV. Miracle Berdasakan Jumlah Produksi

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ANALISIS PENENTUAN GAJI DAN UPAH DENGAN SISTEM STRAIGHT PIECE WORK, TAYLOR, ROWAN, DAN HALSEY PADA PD BUKIT JAYA


BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

LAMPIRAN 1. (Tabel Pengujian Kenormalan Data)

LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN.

Kelonggaran (%) Faktor Contoh pekerjaan. A. Tenaga yang dikeluarkan Ekivalen beban Pria Wanita

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Semakin hari semakin pesatnya perkembangan industri manufaktur

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA LAMPIRAN. Lampiran 1 : Surat Keterangan Penelitian

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

PERENCANAAN UPAH INSENTIF UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN DAN MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI YANG OPTIMAL DI PD. PANDUAN ILAHI

Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

Transkripsi:

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN dan ANALISA DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Data Waktu siklus Stasiun Kerja Stik (Jahit) Tabel 4.1 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja Stik (Jahit) Per 1 pasang Pengamatan Waktu Siklus Stasiun Kerja (Detik) 1 16.44 2 15.70 3 15.13 4 17.33 5 14.58 6 16.45 7 15.20 8 16.70 9 15.38 10 16.35 11 14.63 12 15.27 13 16.54 14 16.77 15 15.60 16 14.68 17 15.54 18 16.78 19 15.42 20 15.67 21 15.19 22 14.85 23 15.71 24 16.82 25 16.37 26 15.49 27 15.98 28 14.19 29 16.74 30 16.13

76 4.1.2 Data Waktu siklus Stasiun Kerja Open (Pemakuan) Tabel 4.2 Data Waktu Siklus Stasiun Kerja Open (Pemakuan) per 1 Pasang Pengamatan Waktu Siklus Stasiun Kerja (Detik) 1 173.77 2 170.30 3 174.20 4 169.40 5 168.45 6 175.66 7 173.72 8 158.25 9 160.27 10 159.56 11 174.61 12 163.34 13 158.69 14 161.87 15 167.54 16 165.76 17 163.66 18 173.78 19 170.81 20 168.22 21 169.37 22 157.42 23 166.29 24 163.11 25 168.63 26 173.52 27 160.16 28 158.23 29 162.67 30 162.02

77 4.1.3 Data Hasil Kerja Harian Berikut merupakan data hasil kerja yang dilakukan pekerja borongan di PT. Parida Shoes terhitung dari tanggal 31 Maret sampai dengan Tanggal 3 Mei : Tabel 4.3 Data Hasil Kerja Pekerja Borongan Selama 1 bulan Data Hasil Kerja Pekerja Borongan Hari Tanggal Stik Open (pasang (Pasang) Senin 31 Maret 1215 225 Selasa 1 April 1100 220 Rabu 2 April 950 175 Kamis 3 April 1150 180 Jumat 4 April 975 220 Sabtu 5 April 835 225 Total 6225 1245 Minggu 1 Senin 7 April 1050 220 Selasa 8 April 930 180 Rabu 9 April 1275 225 Kamis 10 April 1150 190 Jumat 11 April 945 200 Sabtu 12 April 1075 190 Total 6425 1205 Minggu 2 Senin 14 April 1275 265 Selasa 15 April 1300 170 Rabu 16 April 1145 195 Kamis 17 April 820 230 Jumat 18 April 785 160 Sabtu 19 April 1055 215 Total 6380 1235 Minggu 3

78 Tabel 4.4 Data Hasil Kerja Pekerja Borongan Selama 1 bulan (Lanjutan) Data Hasil Kerja Pekerja Borongan Hari Tanggal Stik Open (Pasang) (Pasang) Senin 21 April 1150 155 Selasa 22 April 1275 215 Rabu 23 April 925 210 Kamis 24 April 1055 180 Jumat 25 April 1210 245 Sabtu 26 April 905 175 Total 6520 1180 Minggu 4 Senin 28 April 940 255 Selasa 29 April 910 220 Rabu 30 April 1045 180 Kamis 1 Mei 1230 210 Jumat 2 Mei 1170 175 Sabtu 3 Mei 975 235 Total 6270 1275 Minggu 5 Contoh Narasi untuk tabel 4.3 dan 4.4 : Minggu pertama pada hari senin tanggal 31 Maret 2008, pekerja menghasilkan 1215 pasang dan dalam 1 minggu menghasilkan 6520 pasang untuk pekerjaan stik dan 225 pasang dan dalam 1 minggu menghasilkan 1245 pasang untuk pekerjaan open.

79 4.1.4 Data Upah Berikut adalah tabel data upah yang diberikan kepada pekerja borongan di PT. Parida Shoes : Tabel 4.5 Data Upah Pekerja Borongan ( Per 1 Pasang ) Pekerjaan Upah (Rp per pasang) Stik Rp. 950 Open Rp. 1200 4.2 Pembahasan 4.2.1 Perhitungan Waktu Siklus Tabel 4.6 Data Pengamatan Waktu Siklus Tiap Stasiun Kerja Waktu Siklus Stasiun Kerja Pengamatan (Detik) Stik Open 1 16.44 173.77 2 15.70 170.30 3 15.13 174.20 4 17.33 169.40 5 14.58 168.45 6 16.45 175.66 7 15.20 173.72 8 16.70 158.25 9 15.38 160.27 10 16.35 159.56 11 14.63 174.61 12 15.27 163.34

80 Tabel 4.7 Data Pengamatan Waktu Siklus Tiap Stasiun Kerja (lanjutan) Waktu Siklus Stasiun kerja Pengamatan (Detik) Stik Open 13 16.54 158.69 14 16.77 161.87 15 15.6 167.54 16 14.68 165.76 17 15.54 163.66 18 16.78 173.78 19 15.42 170.81 20 15.67 168.22 21 15.19 169.37 22 14.85 157.42 23 15.71 166.29 24 16.82 163.11 25 16.37 168.63 26 15.49 173.52 27 15.98 160.16 28 14.19 158.23 29 16.74 162.67 30 16.13 162.02 Total 473.63 4993.28 1. Stasiun Kerja Stik X 473.63 Waktu siklus rata-rata = i = = 15.787 n 30 detik 2. Stasiun Kerja Open X Waktu siklus rata-rata = i 4993.28 = = 166. 443 detik n 30

81 4.2.2 Perhitungan Waktu Baku Masing-Masing Stasiun Kerja 4.2.2.1 Perhitungan Waktu Baku Stasiun Kerja Stik Tabel 4.8 Penyesuaian Menurut Westinghouse Stasiun Kerja Stik Faktor Kelas Lambang Penyesuaian Keterampilan Excellent A2 +0.13 Usaha Good C1 +0.05 Kondisi Kerja Good C +0.02 Konsistensi Good C + 0.01 Total +0.21 Keterangan : 1. Stasiun Kerja 1 Keterampilan Dalam hal keterampilan, dipilih kelas Excellent dengan lambang A2 karena operator yang melakukan pekerjaan di stasiun kerja stik, yaitu menggabungkan pola-pola sehingga membentuk sepatu setengah jadi, melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Operator tersebut tampak percaya pada diri sendiri, ia juga tampak cocok dengan pekerjaannya. Ia bekerja dengan teliti dengan tidak banyak melakukan pengukuran-pengukuran atau pemeriksaan-pemeriksaan karena telah terlatih dengan baik untuk melakukan pekerjaan pada stasiun kerja stik ini. Selain itu, gerakan-gerakan kerjanya beserta urutan-urutannya dijalankan tanpa kesalahan, bekerjanya

82 cepat tetapi tetap memperhatikan mutu, berirama dan terkoordinasi, dan dapat memanfaatkan peralatan yang digunakan dengan baik. Usaha Dalam hal usaha, dipilih kelas Good dengan lambang C1 karena dalam melakukan pekerjaan pada stasiun kerja stik ini, operator yang bertugas bekerja dengan kecepatan yang baik dan dapat dipertahankan sepanjang waktu, bekerjanya berirama, saat-saat menganggurnya sangat sedikit, tempat kerjanya dibuat teratur dan cukup rapi, serta memelihara dengan baik kondisi peralatan yang digunakan. Kondisi Kerja Dalam hal kondisi kerja, dipilih kelas Good dengan lambang C karena ruang tempat melakukan pekerjaan mencetak pola dan menggunting bahan ini memiliki pencahayaan yang cukup karena letaknya dekat dengan jendela (kaca) sehingga sinar matahari dapat masuk ke dalam dan menerangi ruangan. Dalam ruangan itu tingkat kebisingannya relatif rendah yang berasal dari suara mesin jahit yang sedang dioperasikan oleh operator lain, tetapi suara tersebut tidak menimbulkan gangguan bagi operator yang bekerja pada stasiun kerja stik ini. Sehingga secara keseluruhan kondisi kerja yang ada cukup mendukung. Konsistensi Dalam hal konsistensi, dipilih kelas Good dengan lambang C karena jika dilihat dari waktu siklus proses yang dihasilkan pada stasiun kerja stik, selisih

83 antara masing-masing waktu siklus tersebut dengan waktu siklus rata-ratanya tidak terlalu besar, yaitu hanya berkisar beberapa detik saja. Sehingga dapat dikatakan bahwa operator yang bekerja pada stasiun kerja ini bekerja dengan cukup konsisten dalam hal waktu. Tabel 4.9 Besarnya Kelonggaran Stasiun Kerja Stik Faktor Pekerjaan Kelonggaran (%) A. Tenaga yang dikeluarkan : Bekerja di meja, duduk 2 sangat ringan B. Sikap kerja : berdiri di atas 2 Bekerja duduk, ringan 0.5 kaki C. Gerakan kerja : normal Menjahit 3 D. Kelelahan mata : pandangan yang hampir terus-menerus - Pekerjaan-pekerjaan yang teliti - Pencahayaan baik 7 E. Keadaan temperatur tempat - Temperatur : 26 0 C 4 kerja : normal - Kelemahan normal F. Keadaan atmosfer : baik Ruang yang berventilasi baik, 0 udara segar G. Keadaan lingkungan yang Ruangannya cukup bersih dan 0 baik : bersih, sehat, cerah dengan kebisingan rendah kebisingan rendah H. Kelonggaran untuk Meregangkan tangan, lap 2 kebutuhan pribadi pria keringat, mengobrol Total 18.5

84 Waktu Normal = waktu siklus x (1 + penyesuaian) = 15.787 x (1 + 0.21) = 19.102 detik 100% Waktu baku = waktu normal x 100% kelonggaran% 100% = 19.102 x 100% 18.5% 100% = 19.102 x 81.5% = 23.438 detik 4.2.2.2 Perhitungan Waktu Baku Stasiun Kerja Open Tabel 4.10 Penyesuaian Menurut Westinghouse Stasiun Kerja Open Faktor Kelas Lambang Penyesuaian Keterampilan Excellent B1 +0.11 Usaha Excellent B1 +0.10 Kondisi Kerja Average D +0.00 Konsistensi Good C + 0.01 Total +0.22

85 Keterangan : 2. Stasiun Kerja 1 Keterampilan Dalam hal keterampilan, dipilih kelas Excellent dengan lambang B1 karena operator yang melakukan pekerjaan di stasiun kerja open, yaitu memaku agar alas sepatu menjadi kuat serta kulit sepatu juga menjadi lebih rekat, melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Operator tersebut tampak percaya pada diri sendiri, ia juga tampak cocok dengan pekerjaannya. Ia bekerja dengan teliti dengan tidak banyak melakukan pengukuran-pengukuran atau pemeriksaan-pemeriksaan karena telah terlatih dengan baik untuk melakukan pekerjaan pada stasiun kerja open ini. Selain itu, gerakan-gerakan kerjanya beserta urutan-urutannya dijalankan tanpa kesalahan, bekerjanya cepat tetapi tetap memperhatikan mutu, berirama dan terkoordinasi, dan dapat memanfaatkan peralatan yang digunakan dengan baik. Usaha Dalam hal usaha, diplih kelas Excellent dengan lambang B1 karena dalam melakukan pekerjaan pada stasiun kerja open ini, operator yang bertugas bekerja dengan kecepatan yang baik dan gerakannya ekonomis, Penuh perhatian dalam bekerja, bekerja dengan sistematis dan bangga atas kelebihannya.

86 Kondisi Kerja Dalam hal kondisi kerja, diplih kelas Average dengan lambang D karena ruang tempat kerja open ini memiliki ventilasi yang kurang baik, ruangan pengap dan bising yang ditimbulkan oleh suara beberapa mesin cukup menganggu. Suhu udara di dalam ruangan juga cukup panas. Konsistensi Dalam hal konsistensi, dipilih kelas Good dengan lambang C karena jika dilihat dari waktu siklus proses yang dihasilkan pada stasiun kerja open, selisih antara masing-masing waktu siklus tersebut dengan waktu siklus rataratanya tidak terlalu besar, yaitu hanya berkisar beberapa detik saja. Sehingga dapat dikatakan bahwa operator yang bekerja pada stasiun kerja ini bekerja dengan cukup konsisten dalam hal waktu.

87 Tabel 4.11 Besarnya Kelonggaran Stasiun Kerja Open Faktor Pekerjaan Kelonggaran (%) A. Tenaga yang dikeluarkan : Bekerja di meja, duduk 3 sangat ringan B. Sikap kerja : duduk Bekerja duduk, ringan 1 C. Gerakan kerja : Agak terbatas Memaku sepatu 2 D. Kelelahan mata : pandangan yang hampir terus-menerus - Pekerjaan-pekerjaan yang teliti - Pencahayaan baik 6.5 E. Keadaan temperatur tempat - Temperatur : 26 0 C 3 kerja : normal - Kelemahan normal F. Keadaan atmosfer : Cukup Ventilasi kurang baik, ada baubauan 3 G. Keadaan lingkungan yang Ruangannya tidak cukup bersih 2 baik : Siklus berulang 0-5 detik dan agak bising H. Kelonggaran untuk Meregangkan tangan, lap 2 kebutuhan pribadi pria keringat, mengobrol Total 22.5

88 Waktu Normal = waktu siklus x (1 + penyesuaian) = 166.443 x (1 + 0.22) = 203.060 detik 100% Waktu baku = waktu normal x 100% kelonggaran% 100% = 203.060 x 100% 22.5% 100% = 203.060 x 77.5% = 261.947 detik 4.2.3 Perhitungan Standard Output Produksi Perhitungan kapasitas produksi ini untuk mengetahui seberapa banyak unit pasang yang harus hasilkan oleh pekerja dalam 1 minggu kerja sebagai patokan untuk memenuhi permintaan konsumen dan perhitungan insentif. Parameter yang digunakan : Standar jam kerja = 40 jam per minggu 1 hari kerja = 8 jam kerja Upah pekerja stik = Rp.950 per unit pasang Upah pekerja open = Rp.1200 per unit pasang a. Perhitungan standard output produksi untuk stasiun kerja stik Waktu baku = 23.438 detik = 0.0065 jam

89 Standard output = standar jam kerja Wb = 40 0.0065 = 6153.85 6154 unit pasang / minggu b. Perhitungan standard output untuk stasiun kerja open Waktu baku = 261.947 detik = 0.0728 jam Standard output = standar jam kerja Wb = 40 0.0728 = 549.450 550 unit pasang / minggu 4.2.4 Perhitungan Upah dan Insentif Sebelum masuk ke dalam perhitungan dengan menggunakan beberapa metode untuk menghitung insentif, sebaiknya kita mengetahui standar upah yang diberikan kepada para pekerjanya selama 1 minggu, dengan mengunakan parameter sebagai berikut : Upah pekerja stik = Rp.950 per unit pasang Upah pekerja open = Rp.1200 per unit pasang Waktu baku stasiun kerja stik = 23.438 detik atau 0.0065 jam Waktu baku stasiun kerja open = 261.947 detik atau 0.0728 jam

90 Perhitungan upah standar untuk stasiun kerja stik Price Rate = Rp. 950 per pasang Standar upah = Rp.950 / waktu baku = Rp. 950 / 0.0065 = Rp. 146,153.85 per jam = Rp. 5,846,154 per minggu Perhitungan upah standar untuk stasiun kerja stik Price Rate = Rp. 1200 per pasang Standar upah = Rp.1200 / waktu baku = Rp. 1200 / 0.0728 = Rp. 16,438.516 per jam = Rp. 659,340.64 per minggu 4.2.4.1 Sistem Upah Sekarang Pada sistem upah yang sekarang bagian kasir hanya menghitung banyaknya jumlah yang dihasilkan para pegawai dikali dengan standar upah yang ada. Contoh perhitungan : Untuk minggu pertama ( stik ), Weekly earnings = jumlah pasang per minggu x Price Rate = 6225 pasang x Rp. 950 = Rp. 5,913,750

91 Tabel 4.12 Perhitungan Sistem Upah Saat ini untuk Stasiun Kerja Stik Minggu Jumlah per Minggu Harga Pengeluaran (Pasang) Satuan (Rp) Mingguan(Rp) 1 6225 950 5,913,750 2 6425 950 6,103,750 3 6380 950 6,06,1000 4 6520 950 6,194,000 5 6270 950 5,956,500 Total 30,229,000 Untuk minggu ke-1 ( open ), Weekly earnings = jumlah pasang per minggu x Price Rate =1245 pasang x Rp. 1200 = Rp. 1,494,000 Tabel 4.13 Perhitungan Sistem Upah Saat Ini untuk Stasiun Kerja Open Minggu Jumlah Per Minggu Harga Pengeluaran (Pasang) Satuan (Rp) Mingguan(Rp) 1 1245 1200 1,494,000 2 1205 1200 1,446,000 3 1235 1200 1,482,000 4 1180 1200 1,416,000 5 1275 1200 1,530,000 Total 7,368,000 Jadi untuk sistem upah yang sekarang jumlah yang dikeluarkan dalam 1 bulan untuk pekerja stasiun kerja stik yaitu sebesar Rp.30,229,000 dan untuk stasiun kerja open yaitu sebesar Rp. 7,368,000.

92 4.2.4.2 Metode Piece Work Incentive dari Taylor Metode ini pada intinya memberikan tambahan upah per pasang yamg dihasilkan oleh pekerja bila pekerja melampaui standar yang berlaku. Di asumsikan jika melebihi standar yang berlaku pekerja akan mendapatkan tambahan upah sebesar Rp. 100 per pasang menjadi Rp.1050 untuk stasiun kerja stik dan Rp.1300 untuk stasiun kerja open. a. Perhitungan metode Piece Work incentive stasiun kerja stik Contoh perhitungan : Untuk minggu pertama Standar yang harus dilampaui selama 1 minggu = 6154 pasang Jumlah yang dihasilkan = 6225 pasang Premi = (6225-6154) x Rp. 1050 = 71 x Rp. 1050 = Rp. 74,550 Total upah = (6154 x 950 ) + Rp. 74,550 = Rp. 5,846,300 + Rp. 74,550 = Rp. 5,920,850

93 Tabel 4.14 Perhitungan Piece Work Incentive untuk Stasiun Kerja Stik Minggu Jumlah Per Upah Standar Premi Pengeluaran Minggu(Pasang) (Rp) (Rp) Mingguan (Rp) 1 6225 5,846,300 74,550 5,920,850 2 6425 5,846,300 284,550 6,130,850 3 6380 5,846,300 237,300 6,083,600 4 6520 5,846,300 384,300 6,230,600 5 6270 5,846,300 121,800 5,9681,00 Total 30,334,000 b. Perhitungan Metode Piece Work Incentive Stasiun Kerja Open Untuk minggu pertama Standar yang harus dilampaui selama 1 minggu = 550 pasang Jumlah yang dihasilkan = 1245 pasang Premi = (1245-550) x Rp. 1300 = 695 x Rp. 1300 = Rp. 903,500 Total upah = (550 x 1200 ) + Rp. 903,500 = Rp. 660,000 + Rp. 903,500 = Rp. 1,563,500

94 Tabel 4.15 Perhitungan Piece Work Incentive untuk Stasiun Kerja Open Minggu Jumlah Per Upah Standar Premi Pengeluaran Minggu(Pasang) (Rp) (Rp) Mingguan(Rp) 1 1245 660,000 903,500 1,563,500 2 1205 660,000 851,500 1,511,500 3 1235 660,000 890,500 1,550,500 4 1180 660,000 819,000 1,479,000 5 1275 660,000 942,500 1,602,500 Total 7,707,000 Untuk perhitungan menggunakan metode Piece Work Incentive didapatkan pengeluaran selama 1 bulan yaitu Rp. 30,334,000 untuk stasiun kerja stik dan Rp.7,707,000 untuk stasiun kerja open. 4.2.4.3 Metode The Rowan Plan Dengan metode The Rowan Plan ini pekerja juga harus mengerjakan hasil produksi di atas standar dan waktu yang dihemat, tetapi tetap dijamin a. Perhitungan metode The Rowan Plan stasiun kerja stik Contoh perhitungan untuk minggu 1: Waktu yang diperoleh = 6225 unit x 0.0065 jam = 40.463 jam Waktu yang dihemat = 40.463 jam 40 jam = 0.463 jam

95 Premi yang diterima = upah dasar x Waktu yang dihemat waktu yang diperoleh = Rp. 5,846,154 x 0.463 40.063 = Rp. 66,895.75 Upah yang diterima = upah dasar + premi = Rp. 5,846,154 + Rp. 66,895.75 = Rp. 5,913,049.75 Tabel 4.16 Perhitungan The Rowan Plan untuk Stasiun Kerja Stik Minggu Jumlah Per Waktu yang Waktu yang Pengeluran Premi(Rp) Minggu(Pasang) Diperoleh (jam) Dihemat (Jam) Mingguan(Rp) 1 6225 40.463 0.463 66,895.75 5,913,049.75 2 6425 41.763 1.763 246,724.85 6,092,878.85 3 6380 41.470 1.470 207,230.44 6,053,384.44 4 6520 42.380 2.380 328,311.62 6,174,465.62 5 6270 40.755 0.755 108,301.96 5,954,455.96 Total 30,188,234.62 b. Perhitungan metode The Rowan Plan stasiun kerja open Contoh perhitungan untuk minggu 1: Waktu yang diperoleh = 1245 unit x 0.0728 jam = 90.636 jam Waktu yang dihemat = 90.636 jam 40 jam =50.636 jam

96 Premi yang diterima = upah dasar x Waktu yang dihemat Waktu yang diperoleh = Rp. 659,340.64 x = Rp. 368,356.64 50.636 90.636 Upah yang diterima = upah dasar + premi = Rp. 659,340.64 + Rp. 368,356.64 = Rp. 1,027,697.28 Tabel 4.17 Perhitungan The Rowan Plan untuk Stasiun Kerja Open Minggu Jumlah Per Waktu yang Waktu yang Pengeluaran Premi(Rp) Minggu(Pasang) Diperoleh (Jam) Hemat (Jam) Mingguan(Rp) 1 1245 90.636 50.636 368,356.64 1,027,697.28 2 1205 87.724 47.724 358,697.42 1,018,038.06 3 1235 89.908 49.908 366,000.50 1,025,341.14 4 1180 85.904 45.904 352,327.86 1,011,668.50 5 1275 92.820 52.820 375,203.32 1,034,543.96 Total 5,117,288.95 Untuk perhitungan menggunakan metode The Rowan Plan didapatkan pengeluaran selama 1 bulan yaitu Rp. 30,188,234.62 untuk stasiun kerja stik dan Rp. 5,117,288.95 untuk stasiun kerja open.

97 4.2.4.4 Metode The Gantt Task and Bonus System Dengan menggunakan metode ini pekerja juga harus menyelesaikan pekerjaan di atas standar yang telah ditetapkan dan akan ditambahkan bonus sebesar 20%. a. Perhitungan The Gantt Task and Bonus System untuk Stasiun Kerja Stik Contoh perhitungan: Untuk minggu ke-1 Waktu yang diperoleh = 6225 pasang x 0.0065 = 40.463 Wage For Time Allowed = upah per jam x waktu yang diperoleh = Rp. 146,153.85 x 40.463 = Rp. 5,913,750.16 Premi yang diterima = 20% x Wage For Time Allowed = 20% x Rp. 5,913,750.16 = Rp. 1,182,750.03 Upah yang diterima = Wage For Time Allowed + Premi = Rp. 5,913,750.16 + Rp. 1,182,750.03 = Rp. 7,096,500.19

98 Tabel 4.18 Perhitungan The Gantt Task and Bonus System untuk Stasiun Kerja Stik Minggu Jumlah Per Waktu yang Upah dari Pengeluaran Premi (Rp) Minggu(Pasang) Diperoleh (Jam) Waktu yang Diperoleh(Rp) Mingguan(Rp) 1 6225 40.463 5,913,750.16 1,182,750.03 7,096,500.19 2 6425 41.763 6,103,750.16 1,220,750.03 7,324,500.19 3 6380 41.470 6,061,000.16 1,212,200.03 7,273,200.19 4 6520 42.380 6,194,000.16 1,238,800.03 7,432,800.20 5 6270 40.755 5,956,500.16 1,191,300.03 7,147,800.19 Total 36,274,800.95 b. Perhitungan The Gantt Task and Bonus System untuk Stasiun Kerja Open Contoh perhitungan : Untuk minggu ke-1, Waktu yang diperoleh = 1245 pasang x 0.0728 = 90.636 Wage For Time Allowed = upah per jam x waktu yang diperoleh = Rp. 16,438.516 x 90.636 = Rp. 1,489,921.34 Premi yang diterima = 20% x Wage For Time Allowed = 20% x Rp. 1,489,921.34 = Rp. 297,984.27 Upah yang diterima = Wage For Time Allowed + Premi = Rp. 1,489,921.34+ Rp. 297,984.27 = Rp. 1,787,905.60

99 Tabel 4.19 Perhitungan The Gantt Task and Bonus System untuk Stasiun Kerja Open Minggu Jumlah Per Waktu yang Upah dari Pengeluaran Premi (Rp) Minggu(Pasang) Diperoleh(Jam) Waktu yang Diperoleh(Rp) Mingguan(Rp) 1 1245 90.636 148,9921.34 297,984.27 1,787,905.60 2 1205 87.724 144,2052.38 288,410.48 1,730,462.85 3 1235 89.908 147,7954.10 295,590.82 1,773,544.92 4 1180 85.904 141,2134.28 282,426.86 1,694,561.13 5 1275 92.820 152,5823.06 305,164.61 1,830,987.67 Total 8,817,462.17 Untuk perhitungan menggunakan metode The Gantt Task and Bonus System didapatkan pengeluaran selama 1 bulan yaitu Rp.36,274,800.95 untuk stasiun kerja stik dan Rp. 8,817,462.17 untuk stasiun kerja open. 4.2.4.5 Metode The Halsey Plan Metode ini sama dengan metode-metode lainnnya yaitu dengan mengerjakan di atas satndar yang telah ditentukan maka pekerja akan mendapatkan bonus. Metode ini hampir sama dengan metode The Rowan Plan tetapi dibedakan dengan adanya penambahan bonus sebesar 50% dari penghematan waktu a. Perhitungan The Halsey Plan untuk Stasiun Kerja Stik Contoh perhitungan : Untuk minggu ke-1, -Waktu yang diperoleh = 6225 unit x 0.0065 jam = 40.463 jam -Waktu yang dihemat = 40.463 jam 40 jam = 0.463 jam

100 -Premi yang diterima = ( unit/week-standard output) x price rate x 50% = (6225-6154) x 950 x 50% = Rp. 33,725 -Upah yang diterima = Upah Dasar + Premi = Rp. 5,846,154 + Rp. 33,725.00 = Rp. 5,879,879.00 Tabel 4.20 Perhitungan The Halsey Plan untuk Stasiun Kerja Stik Minggu Premi untuk Jumlah Per Waktu Waktu yang Pengeluaran Waktu yang Minggu(Pasang) yang diperoleh(jam) Dihemat(Jam) Dihemat(Rp) Mingguan(Rp) 1 6225 40.463 0.463 33,725.00 5,879,879.00 2 6425 41.763 1.763 128,725.00 5,974,879.00 3 6380 41.470 1.470 107,350.00 5,953,504.00 4 6520 42.380 2.380 173,850.00 6,020,004.00 5 6270 40.755 0.755 55,100.00 5,901,254.00 Total 29,729,520.00 b. Perhitungan The Halsey Plan untuk Stasiun Kerja Open Untuk minggu ke-1, -Waktu yang diperoleh = 1245 unit x 0.0728 jam = 90.636 jam -Waktu yang dihemat = 90.636 jam 40 jam = 50.636 jam

101 -Premi yang diterima = ( unit/week-standard output) x price rate x 50% = (1245-550) x Rp.1200 x 50% = Rp. 417,000.00 -Upah yang diterima = Upah Dasar + Premi = Rp. 659,340.64+ Rp. 417,000.00 = Rp. 1,076,340.64 Tabel 4.21 Perhitungan The Halsey Plan untuk Stasiun Kerja Open Minggu Premi Untuk Jumlah Per Waktu yang Waktu yang Pengeluaran Waktu yang Minggu(Pasang) Diperoleh(Jam) Dihemat(Jam) Dihemat(Rp) Mingguan(Rp) 1 1245 90.636 50.636 417,000.00 1,076,340.64 2 1205 87.724 47.724 393,000.00 1,052,340.64 3 1235 89.908 49.908 411,000.00 1,070,340.64 4 1180 85.904 45.904 378,000.00 1,0373,40.64 5 1275 92.820 52.820 435,000.00 1,094,340.64 Total 5,330,703.20 Untuk perhitungan menggunakan metode The Halsey Plan didapatkan pengeluaran selama 1 bulan yaitu Rp. 29,729,520.00 untuk stasiun kerja stik dan Rp. 5,330,703.20 untuk stasiun kerja open.

102 4.3 Analisa Hasil Tabel 4.22 Perbandingan Total Biaya yang dikeluarkan Perusahaan saat ini dengan 4 Metode Insentif Metode Pekerjaan Sistem Upah Piece Work The Rowan The Gantt Task The Halsey Sekarang Incentive Plan and Bonus System Plan Stik Rp.30,229,000 Rp.30,334,000 Rp.30,188,234.62 Rp.36,274,800.95 Rp.29,729,520 Open Rp.7,368,000 Rp.7,707,000 Rp.5,117,288.95 Rp.8,817,462.17 Rp.5,330,703.20 Dari hasil perhitungan dengan menggunakan empat metode yaitu metode Piece Work Incentive, metode The Rowan Plan, metode The Gantt task and Bonus System dan metode The Halsey Plan didapat hasil perhitungan yang dapat dilihat pada tabel perbandingan di atas. Dengan sistem upah yang dipakai oleh perusahaan saat ini, baik untuk pekerjaan stik maupun open, pengeluaran per bulan yang dikeluarkan oleh perusahaan jauh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan beberapa metode lain. Dengan membandingkan dari ke empat metode dan perhitungan upah saat ini, dapat diketahui metode mana yang paling baik dalam menentukan besarnya premi atau bonus yang akan diberikan perusahaan apabila pekerja menghasilkan output yang melebihi standar produksi. Untuk pekerjaan stik, metode yang terbaik yaitu dengan perhitungan menggunakan metode The Halsey Plan, karena jika dibandingkan dengan sistem upah saat ini dan ketiga metode lainnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan lebih kecil yaitu sebesar Rp.

103 29,729,520. Sedangkan untuk pekerjaan open, metode yang terbaik yaitu dengan perhitungan dengan metode The Rowan Plan. Dengan metode The Rowan Plan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memberikan bonus kepada pekerja lebih kecil dibandingkan dengan sistem upah sekarang dan ketiga metode lainnya yaitu sebesar Rp.5,117,288.95. Dari hasil analisis perbandingan diatas, PT. Parida Shoes dapat menerapkan metode insentif The Rowan Plan untuk pekerjaan open dan metode The Halsey Plan untuk pekerjaan stik, karena di dalam PT.Parida Shoes sendiri belum ada metode yang diterapkan untuk sistem pemberian insentif kepada para pekerjanya. Dengan menerapkan kedua metode tersebut, perusahaan dapat meminimasi biaya yang dikeluarkan per bulannya dan juga dapat memotivasi para pekerjanya untuk terus meningkatkan produktivitas dalam melakukan proses produksi dalam rangka memenuhi permintaan pasar.