RENCANA STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN TAHUN

dokumen-dokumen yang mirip
PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN PROFIL ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SALATIGA TAHUN 2017

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KOTA PONTIANAK

Banyuwangi Tahun telah ditetapkan melalui surat. : 421/ 159/ /2014 tanggal 23 September Berdasarkan

Renstra Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun

DAFTAR ISI. Halaman Judul Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) DINAS PENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO Tahun

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN

PERUBAHAN RENCANA STRATEGIS

KATA PENGANTAR. Martapura, Desember 2014 Kepala Dinas Pendidikan Kab. Banjar. H. Gusti Ruspan Noor, SE Pembina Tingkat I NIP

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENDIDIKAN PERIODE

TAMAN KANAK-KANAK Tabel 5 : Jumlah TK, siswa, lulusan, Kelas (rombongan belajar),ruang kelas, Guru dan Fasilitas 6

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

Bandar Lampung, Desember 2015 KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG,

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

RENCANA STRATEGIS ( RENSTRA )

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

LAPORAN KINERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN GRESIK TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BAPPEDA I - 1

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 (DUA BELAS) TAHUN

Bagian Kedua Kepala Dinas

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 4 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 2 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG WAJIB BELAJAR 12 (DUA BELAS) TAHUN

Mewujudkan Peningkatan Pendidikan yang berkualitas tanpa meninggalkan kearifan lokal.

BUPATI POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

TAHUN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PEMBERDYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN MAROS

BUPATI MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang - undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem. Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang- Undang Nomor

PROFIL DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN DAN PERTANAHAN KABUPATEN LAHAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR YANG MENGACU PADA RPJMD PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Grafik 3.2 Angka Transisi (Angka Melanjutkan)

RENCANA STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA PEKALONGAN TAHUN DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA PEKALONGAN 2016

KATA PENGANTAR. Ratahan, Maret 2018 KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI JAMBI

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur KATA PENGANTAR

1. SKPD : DINAS PENDIDIKAN

B. PRIORITAS URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

BAB I PENDAHULUAN. Disdikbud ProvKaltara 1

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

KATA PENGANTAR. BKDD Kab. Banyumas

Penanggung Jawab Pembuatan atau Penerbitan informasi. Waktu dan tempat pembuatan informasi. Banda Aceh, 2012

RENCANA STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA

BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 19

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA MADIUN

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ringkasan Eksekutif

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

RENCANA STRATEGIS PERUBAHAN

KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN PURWOREJO TAHUN

Restra Bappeda Tahun Page 1

Bab I Pendahuluan Latar Belakang

KATA PENGANTAR. BKDD Kab. Banyumas

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2013 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR Manajemen Pendidikan TK / RA 915,000,000

a. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan; b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kata Pengantar

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR GRATIS

INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2017 (Berdasarkan Format : PERMENPAN Nomor 53 Tahun 2014 dan PERMENPAN & RB Nomor: PER/20/menpan/II/2008)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR GRATIS

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR 83 TAHUN 2013 TENTANG

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

2.1. TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI SKPD

BUPATI JEMBRANA, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB IV.GAMBARAN UMUM PENELITIAN. pendidikan di kota Bandar Lampung sudah dapat terbilang cukup baik dalam

BUPATI BANGLI, PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGLI NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

- 1 - BUPATI KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA PERATURAN BUPATI KEPULAUAN SANGIHE NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 730 TAHUN 2012 TENTANG MEKANISME PENGANGKATAN DAN PENUGASAN PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2011 TANGGAL 6 JUNI LATAR BELAKANG

BUPATI CILACAP TENTANG KABUPATEN CILACAP BUPATI CILACAP,

DAFTAR ISI. 21 Pelayanan SKPD Tantangan Peluang 24

Walikota Tasikmalaya

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 21 TAHUN 2009

BAB III ISU-ISU STRATEGIS Identifikasi Isu-Isu strategis Lingkungan Internal

BUPATI BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG

Rancangan Akhir Renstra Dinas Peternakan BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

LAKIP DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GRESIK TAHUN

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Rencana Kerja Dinas Pendidikan Kota Bandung Tahun 2016 BAB I PENDAHULUAN. Undang Undang No. 25 tahun 2004 tentang Sistem

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan. L K I P B K D K o t a B a n d u n g T a h u n LATAR BELAKANG

BAB III DESKRIPSI INSTANSI. A. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali

Transkripsi:

RENCANA STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN TAHUN 2016 2021 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KENDAL TAHUN 2016

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 KATA PENGANTAR Rencana Strategis Dinas Kabupaten Kendal Tahun 2016 2021 merupakan dokumen perencanaan pembangunan bidang pendidikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yaitu 2016 sampai dengan 2021 yang digunakan sebagai arah dasar pembangunan bidang pendidikan untuk mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Kendal yang unggul dan berakhlak mulia. Penyusunan Rencana Strategis Dinas Kabupaten Kendal Tahun 2016 2021 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kendal Tahun 2016 2021, Rencana Strategis Kementerian dan Kebudayaan, serta Rencana Strategis Dinas Provinsi Jawa Tengah, sehingga perumusan strategi, arah kebijakan, program, dan kegiatan yang akan dilakukan oleh Dinas Kabupaten Kendal pada tahun 2016 2021 sudah memperhatikan harmonisasi dan sinkronisasi dengan kebijakan nasional maupun provinsi. Rencana Strategis Dinas Kabupaten Kendal Tahun 2016 2021 diharapkan dapat menjadi acuan bagi Dinas Kabupaten Kendal, pemerhati dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Kendal sehingga target-target yang telah dirumuskan pada tahun 2016 2021 dapat dicapai yang nantinya bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kendal. Kendal, September 2016 KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KENDAL Drs. MURYONO, SH, M.Pd ii

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 DAFTAR ISI Halaman Judul... Kata Pengantar... Daftar Isi... Daftar Tabel... i ii iii v BAB I PENDAHULUAN... I-1 A. Latar Belakang... I-1 B. Landasan Hukum... I-2 C. Maksud dan Tujuan... I-4 D. Sistematika Penulisan... I-5 BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KENDAL II-1 A. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas... II-1 B. Sumber Daya Dinas... II-6 C. Kinerja Pelayanan Dinas... II-9 D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas II-31 BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI... III-1 A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas... III-1 B. Telaah Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih... III-3 C. Telaah Renstra Kementerian dan Kebudayaan dan Renstra Dinas Provinsi Jawa Tengah... III-9 D. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis... III-51 E. Isu Strategis... III-52 BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN... IV-1 A. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Kabupaten Kendal... IV-1 B. Strategi... IV-4 C. Arah Kebijakan... IV-5 iii

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF... V-1 BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS PENDIDIKAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD... VI-1 BAB VII PENUTUP... VII-1 A. Kaidah Pelaksanaan... VII-1 B. Pedoman Transisi... VII-2 iii

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Jumlah PNS Dinas Kabupaten Kendal Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat... II-7 Tabel 2.2 Jumlah PNS Dinas Kabupaten Kendal Bedasarkan Golongan... II-7 Tabel 2.3 Aset dan Peralatan Dinas Kabupaten Kendal Tahun 2015... II-8 Tabel 2.4 Capaian Kinerja Dasar Tahun 2011-2015... II-22 Tabel 2.5 Capaian Kinerja Menengah Tahun 2011-2015... II-28 Tabel 2.6 Capaian Kinerja Non Formal di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015... II-29 Tabel 2.7 Capaian Kinerja Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan... II-30 Tabel 3.1 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Dinas Kabupaten Kendal Terhadap Pencapaian Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah... III-5 Tabel 3.2 Sasaran Program Indonesia Pintar... III-30 Tabel 3.3 Permasalahan Pelayanan Dinas Kabupaten Kendal Berdasarkan Sasaran Renstra Kementerian dan Kebudayaan Beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya... III-41 Tabel 3.4 Permasalahan Pelayanan Dinas Kabupaten Kendal Berdasarkan Sasaran Renstra Dinas Provinsi Beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya... III-50 Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas... IV-2 Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif Dinas Kabupaten Kendal... V-2 Tabel 6.1 Indikator Kinerja Dinas yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD... VI-1 v

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem perencanaan pembangunan di Indonesia mengalami perubahan sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam rangka menjalankan tugas-tugas pemerintahan, Pemerintah Daerah berkewajiban menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004. Perencanaan pembangunan daerah tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Pada tingkat Perangkat Daerah (PD), dokumen perencanaan pembangunan yang harus disusun terdiri dari 2 jenis, yaitu Rencana Strategis (Renstra) PD sebagai dokumen perencanaan jangka menengah SKPD, dan Rencana Kerja (Renja) PD sebagai dokumen perencanaan tahunan SKPD. Rencana Strategis (Renstra) PD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Pada Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Kepala Perangkat Daerah (PD) diamanatkan untuk menyiapkan Rancangan Renstra SKPD sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, yang penyusunannya berpedoman pada rancangan awal RPJMD. Rencana Strategis PD disusun untuk menjamin keberlangsungan dan konsistensi program/kegiatan sekaligus menjaga fokus sasaran yang akan dicapai dalam periode tersebut. Renstra PD juga menetapkan sasaran sasaran yang akan dicapai dengan indikator keberhasilan yang dapat diukur dan diverifikasi sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengendalian dan evaluasi program/kegiatan. Dinas Kabupaten Kendal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 17 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah di Kabupaten Kendal yang kemudian dijabarkan dengan Peraturan Bupati Kendal Nomor 37 Tahun 2011 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Struktural dan Tata Kerja pada Dinas Kabupaten Kendal. Dalam I-1

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 menjalankan tugas pokok dan fungsinya, maka Dinas Kabupaten Kendal perlu menyusun Renstra PD tahun 2016-2021 dengan mengacu pada RPJMD Kabupaten Kendal Tahun 2016-2021. Penyusunan Renstra Dinas Kabupaten Kendal mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Renstra Dinas Kabupaten Kendal akan memberikan pedoman, arah dan tujuan yang jelas bagi Dinas Kabupaten Kendal dalam masa lima tahun mendatang. Renstra selanjutnya akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas sebagai dokumen perencanaan tahunan PD yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan, baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. B. Landasan Hukum Dasar hukum penyusunan Rencana Strategis Dinas Kabupaten Kendal Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Nasional; 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 6. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; 7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025; I-2

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 8. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional ; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 11. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan ; 12. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019; 13. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 14. Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional; 15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarustamaan Gender di Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarustamaan Gender di Daerah; I-3

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 18. Peraturan Menteri dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian dan Kebudayaan Tahun 2015-2019; 19. Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 17 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah di Kabupaten Kendal; 20. Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan di Kabupaten Kendal; 21. Peraturan Bupati Kendal Nomor 37 Tahun 2011 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Struktural dan Tata Kerja pada Dinas Kabupaten Kendal. C. Maksud dan Tujuan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kabupaten Kendal Tahun 2016-2021 dimaksudkan sebagai acuan dalam merencanakan dan merumuskan program dan kegiatan pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh Dinas Kabupaten Kendal agar pelaksanaan pembangunan pendidikan dapat terlaksana secara sistematis, terarah, terpadu dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Tujuan penyusunan Renstra Dinas Kabupaten Kendal Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut : a. memberikan arah pembangunan pendidikan Kabupaten Kendal untuk kurun waktu 5 (lima) tahun sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Kabupaten Kendal; b. mewujudkan kondisi yang diinginkan yaitu ikut mendorong tercapainya sasaran pembangunan pendidikan yang ditetapkan sekaligus mengantisipasi dinamika dan perkembangan situasi dan kondisi, lingkungan strategis dan kecenderungan global yang berubah dengan cepat; c. memberikan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kabupaten Kendal untuk kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. I-4

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 D. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan Renstra Dinas Kabupaten Kendal tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut Bab I Pendahuluan Memuat tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan. Bab II Gambaran Pelayanan Dinas Kabupaten Kendal Memuat tentang tugas, fungsi, dan struktur organisasi Dinas, sumberdaya Dinas, kinerja pelayanan Dinas, dan tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas. Bab III Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi Memuat tentang identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Dinas, telaahan visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, telaahan Renstra Kementerian dan Kebudayaan, telaahan Renstra Dinas Provinsi Jawa Tengah, telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup strategis, dan penentuan isu-isu strategis. Bab IV Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Arah Kebijakan Memuat tentang tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas serta strategi dan kebijakan Dinas. Bab V Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Memuat tentang rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif. Bab VI Indikator Kinerja Dinas yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Memuat tentang indikator kinerja Dinas yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Kendal Tahun 2016-2021. Bab VII Penutup Memuat tentang kesimpulan atas subtansi Renstra secara menyeluruh, harapan terhadap hasil yang diinginkan, serta kaidah pelaksanaan. I-5

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KENDAL A. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas 1. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kabupaten Kendal mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pendidikan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 17 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah di Kabupaten Kendal yang kemudian dijabarkan dengan Peraturan Bupati Kendal Nomor 37 Tahun 2011 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Struktural dan Tata Kerja pada Dinas Kabupaten Kendal. Tugas pokok dan fungsi Dinas ditinjau dari Kepala Dinas, Sekretaris, para Kepala Bidang, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) adalah sebagai berikut : 1. Kepala Dinas Tugas pokok : melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pendidikan. Fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan; b. pengoordinasian, pengembangan, dan fasilitasi kegiatan di bidang pendidikan; c. pembinaan dan pengendalian kegiatan di bidang pendidikan; d. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan bidang pendidikan; e. pengelolaan kesekretariatan Dinas; dan f. pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Daerah. 2. Sekretaris Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas untuk merumuskan kebijakan, mengoordinasikan, membina, dan mengendalikan kegiatan di bidang perencanaan, monitoring, evaluasi, pelaporan, administrasi umum, kepegawaian, dan keuangan. II-1

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Fungsi: a. perencanaan program kegiatan, penyusunan petunjuk teknis dan naskah dinas di bidang kesekretariatan; b. pengoordinasian, pengembangan, dan fasilitasi kegiatan bidang kesekretariatan; c. pembinaan dan pengendalian kegiatan di bidang kesekretariatan; dan d. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan kesekretariatan. 3. Kepala Bidang Dasar Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam merumuskan kebijakan, mengoordinasikan, membina, dan mengendalikan di bidang kegiatan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sarana dan Prasarana Dasar. Fungsi : a. perencanaan program kegiatan, penyusunan petunjuk teknis dan naskah dinas kegiatan pada Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sarana dan Prasarana Dasar; b. pengoordinasian, pengembangan dan fasilitasi kegiatan pada Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sarana dan Prasarana Dasar; c. pembinaan dan pengendalian kegiatan pada Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sarana dan Prasarana Dasar; dan d. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan pada Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sarana dan Prasarana Dasar. 4. Kepala Bidang Menengah Tugas Pokok : melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam merumuskan kebijakan, mengoordinasikan, membina, dan mengendalikan di bidang kegiatan Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sarana dan Prasarana Menengah. II-2

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Fungsi : a. perencanaan program kegiatan, penyusunan petunjuk teknis dan naskah dinas kegiatan pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sarana dan Prasarana Menengah; b. pengoordinasian, pengembangan dan fasilitasi kegiatan pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sarana dan Prasarana Menengah; c. pembinaan dan pengendalian kegiatan pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sarana dan Prasarana Menengah; dan d. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sarana dan Prasarana Menengah. 5. Kepala Bidang Non Formal dan Informal Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam merumuskan kebijakan, mengoordinasikan, membina, dan mengendalikan kegiatan bidang Non Formal dan Informal. Fungsi : a. perencanaan program kegiatan, penyusunan petunjuk teknis dan naskah dinas kegiatan pada Anak Usia Dini, pendidikan masyarakat, sarana dan prasarana Non Formal dan Informal; b. pengoordinasian, pengembangan dan fasilitasi kegiatan pada Anak Usia Dini, pendidikan masyarakat, sarana dan prasarana Non Formal dan Informal; c. pembinaan dan pengendalian kegiatan pada Anak Usia Dini, pendidikan masyarakat, sarana dan prasarana Non Formal dan Informal; dan d. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan pada Anak Usia Dini, pendidikan masyarakat, sarana dan prasarana Non Formal dan Informal. 6. Kepala Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan II-3

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam merumuskan kebijakan, mengoordinasikan, membina, dan mengendalikan di bidang kegiatan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Fungsi : a. perencanaan program kegiatan, penyusunan petunjuk teknis dan naskah dinas kegiatan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan; b. pengoordinasian, pengembangan dan fasilitasi kegiatan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan; c. pembinaan dan pengendalian kegiatan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan; dan d. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 7. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Kecamatan Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas Dinas di wilayah Kecamatan dan tugas-tugas Lintas Sektoral, Pembinaan dan Pengawasan Pelaksanaan serta melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Program. Fungsi : a. perencanaan program kegiatan, penyusunan naskah dinas di bidang pendidikan; b. pelaksanaan pelayanan dan fasilitasi kegiatan pendidikan; c. pembinaan dan pengendalian kegiatan pendidikan daerah; dan d. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan pendidikan. 8. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang pembuatan Percontohan dan Pengendalian Mutu Pelaksanaan Program Non Formal dan Informal berdasarkan kebijakan teknis Dinas. Fungsi : a. perencanaan program kegiatan sanggar belajar; b. pelaksanaan teknis kegiatan sanggar belajar; c. pengoordinasian kegiatan sanggar belajar; dan II-4

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 d. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan sanggar belajar. Susunan organisasi Dinas terdiri dari : a. Kepala Dinas. b. Sekretariat yang membawahkan: 1. Subbagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan; 2. Subbagian Umum dan Kepegawaian; dan 3. Subbagian Keuangan; c. Bidang Dasar, yang membawahkan: 1. Seksi Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar; 2. Seksi Sekolah Menengah Pertama; dan 3. Seksi Sarana dan Prasarana Dasar. d. Bidang Menengah, yang membawahkan: 1. Seksi Sekolah Menengah Atas; 2. Seksi Sekolah Menengah Kejuruan; dan 3. Seksi Sarana dan Prasarana Menengah. e. Bidang Non Formal dan Informal, yang membawahkan: 1. Seksi Anak Usia Dini; 2. Seksi Masyarakat; dan 3. Seksi Sarana dan Prasarana Non Formal dan Informal. f. Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yang membawahkan: 1. Seksi Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dasar; 2. Seksi Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menengah; dan 3. Seksi Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non Formal dan Informal. g. Unit Pelaksana Teknis Dinas. h. Kelompok Jabatan Fungsional. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah pejabat fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Jumlah jabatan fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kelompok Jabatan Fungsional memiliki tugas pokok, yaitu melakukan kegiatan dalam menunjang tugas pokok Dinas. II-5

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Bagan 2.1 Struktur Organisasi Dinas Kabupaten Kendal B. Sumber Daya Dinas 1. Sumber Daya Manusia Jumlah PNS di lingkungan Dinas Kabupaten Kendal sebanyak 91 orang, terbagi atas 65 laki-laki dan 26 perempuan. II-6

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Selengkapnya jumlah PNS berdasarkan jenis kelamin dan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Tabel 2.1 sebagai berikut. Tabel 2.1. Jumlah PNS Dinas Kabupaten Kendal Berdasarkan Jenis Kelamin dan Tingkat No. Tingkat Jenis Kelamin L P 1. SD 1-2. SMP 3-3. SLTA 17 9 4. D-I - - 5. D-II - - 6. D-III 1-7. D-IV - - 8. S.1 17 13 9. S.2 26 4 10. S.3 - TOTAL 65 26 Jika dilihat berdasarkan golongan, PNS pada Dinas yang memiliki golongan I sebanyak 1 orang, golongan II sebanyak 22 orang, golongan III sebanyak 40 orang dan golongan IV sebanyak 28 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut. Tabel 2.2. Jumlah PNS Dinas Kabupaten Kendal Berdasarkan Golongan Golongan Ruang I/a I/b I/c I/d II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e SD 1 SMP 0 1 1 1 SLTA 7 10 0 1 2 6 D-I D-II D-III 0 1 - D-IV S.I 3 9 6 8 5 S.2-2 4 15 7 1 S.3 TOTAL - - 1-8 10 1 3 5 15 8 12 20 7 1 - - 1 22 40 28 II-7

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Jumlah pegawai Non PNS di Dinas sebanyak 22 orang, terdiri atas pegawai tidak tetap sebanyak 6 orang dan tenaga wiyata bakti sebanyak 16 orang. Jumlah PNS pada UPTD Kecamatan sebanyak 213 orang, dengan rincian sebagai berikut : a. Kepala UPTD sebanyak 20 orang; b. Pengawas TK/SD sebanyak 70 orang; c. Pengawas PAI SD sebanyak 20 orang; d. Penilik sebanyak 28 orang; dan e. Staf UPTD sebanyak 75 orang; Sementara itu, untuk jumlah pegawai Non PNS pada UPTD Kecamatan sebanyak 45 orang, yang terdiri atas 30 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. 2. Sarana dan Prasarana Dinas Kabupaten Kendal berlokasi di Jalan Pramuka No. 5 Kendal, dengan luas tanah sebesar 2.109 m 2. Sarana dan prasarana (aset dan peralatan) yang dimiliki Dinas sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 2.3 berikut. NO. URUT GOL Tabel 2.3. Aset dan Peralatan Dinas Kabupaten Kendal Tahun 2015 KODE BIDANG BARANG NAMA BIDANG BARANG KEADAAN PER 31 DESEMBER 2015 JUMLAH BARANG JUMLAH HARGA 1 2 3 10 11 1 01 01 TANAH 2 471.877.000 2 02 PERALATAN DAN MESIN 835 3.098.501.418 02 a. Alat-alat Besar - - 03 b. Alat-alat Angkutan 52 1.028.058.498 04 c. Alat-alat Bengkel dan Alat Ukur - - 05 d. Alat-alat Pertanian/Peternakan - - 06 e. Alat-alat Kantor dan Rmh Tangga 783 2.070.442.920 07 f. Alat-alat Studio dan Komunikasi - - II-8

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 NO. URUT GOL KODE BIDANG BARANG NAMA BIDANG BARANG KEADAAN PER 31 DESEMBER 2015 JUMLAH BARANG JUMLAH HARGA 1 2 3 10 11 08 g. Alat-alat Kedokteran - - 09 h. Alat-alat Laboratorium - - 10 i. Alat-alat Keamanan - - 3 03 GEDUNG DAN BANGUNAN 9 4.837.888.000 11 a. Bangunan Gedung 9 4.837.888.000 4 04 12 b. Bangunan Monumen - - JALAN,IRIGASI DAN JARINGAN - - 13 a. Jalan dan Jembatan - - 14 b. Bangunan Air dan Irigasi - - 15 c. Instalasi - - 16 d. Jaringan - - 5 05 ASET TETAP LAINNYA - - 17 a. Buku Perpustakaan - - 6 06 18 b. Barang Bercorak - - 19 c. Hewan Ternak dan Tumbuhan - - KONTRUKSI DALAM PENGERJAAN 5 558.733.400 851 8.966.999.818 C. Kinerja Pelayanan Dinas 1. Anak Usia Dini (PAUD) anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki II-9

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. APK PAUD usia 4-6 tahun di Kabupaten Kendal mengalami perkembangan yang fluktuaktif dimana pada tahun 2011 APK PAUD usia 4-6 tahun sebesar 49,24% dan mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2013 mencapai 53,08%. Pada tahun 2014 turun menjadi 52,17% dan meningkat kembali pada tahun 2015 sebesar 52,92%. Namun demikian, APK PAUD usia 4-6 tahun di Kabupaten Kendal menunjukkan tren yang meningkat. Perkembangan selengkapnya dapat dilihat pada Grafik 2.1 sebagai berikut. Grafik 2.1. Perkembangan APK PAUD Usia 4-6 Tahun di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Sementara itu, jika dilihat proporsi APK PAUD usia 4-6 tahun berdasarkan jenis kelamin nampak adanya disparitas antara APK PAUD perempuan dan APK PAUD laki-laki yang mana APK PAUD perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan APK PAUD laki-laki. APK PAUD 4-6 tahun laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki tren yang meningkat sepanjang tahun 2011-2015. Perkembangan APK PAUD usia 4-6 tahun di Kabupaten Kendal berdasarkan jenis kelamin ditunjukkan pada Grafik 2.2 berikut. II-10

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.2. Perkembangan APK PAUD Usia 4-6 Tahun di Kabupaten Kendal Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) APK PAUD usia 0-6 tahun di Kabupaten Kendal menunjukkan perkembangan yang meningkat selama tahun 2012-2014. Pada tahun 2012 APK PAUD usia 0-6 tahun sebesar 31,14%, kemudian meningkat menjadi 38,17% di tahun 2015. Perkembangan APK PAUD usia 0-6 tahun di Kabupaten dapat dilihat pada Grafik 2.3 berikut. II-11

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.3. Perkembangan APK PAUD Usia 0-6 Tahun di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Sementara itu, jika dilihat proporsi APK PAUD usia 0-6 tahun berdasarkan jenis kelamin nampak adanya disparitas antara APK PAUD perempuan dan APK PAUD laki-laki yang mana APK PAUD perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan APK PAUD laki-laki. Perkembangan APK PAUD usia 0-6 tahun di Kabupaten Kendal berdasarkan jenis kelamin ditunjukkan pada Grafik 2.4. Grafik 2.4. Perkembangan APK PAUD Usia 0-6 Tahun di Kabupaten Kendal Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Persentase Lembaga PAUD di Kabupaten Kendal yang terakreditasi selama tahun 2011-2015 mengalami penurunan, dimana pada tahun 2011 lembaga PAUD terakreditasi sebesar 68,15%, menurun menjadi 37,23% di tahun 2015. Perkembangan persentase Lembaga PAUD yang terakreditasi di Kabupaten Kendal pada periode tahun 2011-2015 ditunjukkan pada Grafik 2.5. II-12

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.5. Perkembangan Persentase Lembaga PAUD Terakreditasi di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) 2. Wajib Belajar Dasar Sembilan Tahun Undang-undang Sistem Nasional (UU Nomor 20 Tahun 2003) Pasal 17 mendefinisikan pendidikan dasar sebagai berikut : 1. dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. 2. dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat. Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/SLDB/MI/Paket A di Kabupaten Kendal mengalami perkembangan yang meningkat pada tahun 2011-2014, namun mengalami penurunan pada tahun 2015. Tahun 2011 APK SD/SLDB/MI/Paket A sebesar 102,34%, tahun 2014 meningkat menjadi 106,86%. Pada tahun 2015 APK SD/SLDB/MI/Paket A sedikit mengalami penurunan menjadi 106,29%. Capaian APK SD/SDLB/MI/Paket A di Kabupaten Kendal dalam kurun tahun 2011-2015 ditunjukkan pada Grafik 2.6. II-13

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.6. Perkembangan APK SD/SDLB/MI/Paket A di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Jika dilihat perbandingan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/SLDB/MI/Paket A antara laki-laki dan perempuan nampak bahwa APK lakilaki lebih tinggi dibandingkan perempuan pada jenjang SD/SLDB/MI/Paket A. Baik APK SD/SLDB/MI/Paket A laki-laki maupun APK SD/SLDB/MI/Paket A perempuan memiliki tren yang meningkat sepanjang tahun 2011-2015. Pada tahun 2015, APK SD/SLDB/MI/Paket A laki-laki sebesar 107,13% sedangkan APK SD/SLDB/MI/Paket A perempuan sebesar 105,39%. Secara lengkap perbandingan APK SD/SLDB/MI/Paket A antara laki-laki dan perempuan ditampilkan pada Grafik 2.7. sebagai berikut. Grafik 2.7. Perkembangan APK SD/SDLB/MI/Paket A Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) II-14

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/SMPLB/MTs/Paket B di Kabupaten Kendal mengalami perkembangan yang meningkat pada tahun 2011-2014, namun mengalami penurunan pada tahun 2015. Pada tahun 2011 APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B sebesar 98,12%, meningkat menjadi 101,84 % di tahun 2014. Pada tahun 2015 APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B mengalami penurunan menjadi 98,57%. Capaian APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B di Kabupaten Kendal dalam kurun tahun 2011-2015 ditunjukkan pada Grafik 2.8. sebagai berikut. Grafik 2.8. Perkembangan APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Jika dilihat perbandingan APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B antara lakilaki dan perempuan, nampak bahwa APK perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada jenjang SMP/SMPLB/MTs/Paket B. Sepanjang tahun 2011-2015 APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B laki-laki memiliki tren yang menurun, sebaliknya APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B perempuan memiliki tren yang meningkat. Pada tahun 2015, APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B laki-laki sebesar 98,09% sedangkan APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B perempuan sebesar 99,08%. Secara lengkap perbandingan APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B antara laki-laki dan perempuan ditampilkan pada Grafik 2.9. sebagai berikut. II-15

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.9. Perkembangan APK SMP/SMPLB/MTs/Paket B Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Angka Partisipasi Murni (APM) SD/SDLB/MI/Paket A di Kabupaten Kendal menunjukan perkembangan yang fluktuaktif sepanjang tahun 2011-2015. Pada tahun 2011 APM SD/SDLB/MI/Paket A sebesar 86,27%, meningkat menjadi 90,25% di tahun 2012, menurun menjadi 89,10% di tahun 2013, meningkat kembali menjadi 93,40% di tahun 2014. Pada akhir periode yaitu tahun 2015 capaian APM SD/SDLB/MI/Paket A menurun menjadi 84,73%. Capaian APM SD/SDLB/MI/Paket A di Kabupaten Kendal dalam kurun tahun 2011-2015 ditunjukkan pada Grafik 2.10. sebagai berikut. Grafik 2.10. Perkembangan APM SD/SDLB/MI/Paket A di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) II-16

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Jika dilihat perbandingan APM SD/SDLB/MI/Paket A antara laki-laki dan perempuan, nampak bahwa APM laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan pada jenjang SD/SDLB/MI/Paket A. Sepanjang tahun 2011-2015 APM SD/SDLB/MI/Paket A laki-laki maupun perempuan memiliki tren yang menurun. Pada tahun 2015, APM SD/SDLB/MI/Paket A laki-laki sebesar 85,58% sedangkan APM SD/SDLB/MI/Paket A perempuan sebesar 83,82%. Secara lengkap perbandingan APM SD/SDLB/MI/Paket A antara laki-laki dan perempuan ditampilkan pada Grafik 2.11. sebagai berikut. Grafik 2.11. Perkembangan APM SD/SDLB/MI/Paket A Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Kondisi yang sama juga terjadi pada capaian Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/SMPLB/MTs/Paket B di Kabupaten Kendal dimana perkembangannya cukup fluktuaktif sepanjang tahun 2011-2015. Pada tahun 2011 APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B sebesar 74,06%, meningkat menjadi 82,31% di tahun 2012, menurun menjadi 81,87% di tahun 2013, meningkat kembali menjadi 85,39% di tahun 2014. Pada akhir periode yaitu tahun 2015 capaian APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B menurun menjadi 60,24%. Capaian APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B di Kabupaten Kendal dalam kurun tahun 2011-2015 ditunjukkan pada Grafik 2.12. sebagai berikut. II-17

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.12. Perkembangan APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Jika dilihat perbandingan APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B antara lakilaki dan perempuan, nampak bahwa APM perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada jenjang SMP/SMPLB/MTs/Paket B. Sepanjang tahun 2011-2015 APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B laki-laki maupun perempuan memiliki tren yang menurun. Pada tahun 2015, APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B laki-laki sebesar 61,31% sedangkan APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B perempuan sebesar 59,11%. Secara lengkap perbandingan APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B antara laki-laki dan perempuan ditampilkan pada Grafik 2.13. sebagai berikut. Grafik 2.13. Perkembangan APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) II-18

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Angka Putus Sekolah (APS) SD/SDLB/MI di Kabupaten Kendal mengalami perkembangan yang fluktuaktif pada tahun 2011-2015. Pada tahun 2011 dan 2012 APS SD/SDLB/MI berada pada angka 0,10%, kemudian menurun menjadi 0,08% pada tahun 2013 dan 2014. APS SD/SDLB/MI mengalami lonjakan cukup signifikan di tahun 2015 menjadi 0,16. Perkembangan APS SD/SDLB/MI di Kabupaten Kendal pada tahun 2011-2015 ditunjukkan pada Grafik 2.14. sebagai berikut. Grafik 2.14. Perkembangan APS SD/SDLB/MI di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Jika dibandingkan antara APS SD/SDLB/MI antara laki-laki dan perempuan, dapat dilihat bahwa angka putus sekolah pada peserta didik lakilaki lebih tinggi dibandingkan angka putus sekolah pada peserta didik perempuan. APS SD/SDLB/MI laki-laki dan perempuan di Kabupaten Kendal pada tahun 2011-2015 sama-sama menunjukkan nilai yang fluktuatif sepanjang tahun 2011-2015. Namun, APS SD/SDLB/MI laki-laki menunjukkan tren yang meningkat cukup tajam di tahun 2015, yaitu sebesar 0,22%, jauh di atas APS SD/SDLB/MI perempuan sebesar 0,10%. Tingginya APS SD/SDLB/MI laki-laki ini memberikan kontribusi yang besar terhadap lonjakan APS SD/SDLB/MI di Kabupaten Kendal pada tahun 2015. Perbandingan APS SD/SDLB/MI antara laki-laki dan perempuan secara lengkap disajikan pada Grafik 2.15. sebagai berikut. II-19

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.15. Perkembangan APS SD/SDLB/MI Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Angka Putus Sekolah (APS) SMP/SMPLB/MTs di Kabupaten Kendal mengalami perkembangan yang fluktuaktif pada tahun 2011-2015. Pada tahun 2011 APS SMP/SMPLB/MTs sebesar 0,42%, kemudian meningkat menjadi 0,59% di tahun 2012. APS SMP/SMPLB/MTs menurun secara signifikan di tahun 2013 menjadi sebesar 0,27%. Namun pada tahun 2014 APS SMP/SMPLB/MTs sedikit mengalami kenaikan menjadi 0,28%. APS SD/SDLB/MI mengalami lonjakan cukup signifikan di tahun 2015 menjadi 0,84. Perkembangan APS SMP/SMPLB/MTs di Kabupaten Kendal pada tahun 2011-2015 ditunjukkan pada Grafik 2.16. sebagai berikut. II-20

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.16. Perkembangan APS SMP/SMPLB/MTs di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Jika dibandingkan antara APS SMP/SMPLB/MTs antara laki-laki dan perempuan, dapat dilihat bahwa angka putus sekolah pada peserta didik lakilaki relatif lebih tinggi dibandingkan angka putus sekolah pada peserta didik perempuan. APS SMP/SMPLB/MTs laki-laki dan perempuan di Kabupaten Kendal pada tahun 2011-2015 sama-sama menunjukkan nilai yang fluktuatif sepanjang tahun 2011-2015. Namun, APS SMP/SMPLB/MTs laki-laki menunjukkan tren yang meningkat cukup tajam di tahun 2015, yaitu sebesar 1,16%, jauh di atas APS SMP/SMPLB/MTs perempuan sebesar 0,51%. Tingginya APS SMP/SMPLB/MTs laki-laki ini memberikan kontribusi yang besar terhadap lonjakan APS SMP/SMPLB/MTs di Kabupaten Kendal pada tahun 2015. Perbandingan APS SMP/SMPLB/MTs antara laki-laki dan perempuan secara lengkap disajikan pada Grafik 2.17. sebagai berikut. II-21

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.17. Perkembangan APS SMP/SMPLB/MTs Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Capaian kinerja pada pendidikan dasar di Kabupaten Kendal secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 2.4 sebagai berikut. Tabel 2.4. Capaian Kinerja Dasar Tahun 2011-2015 No Indikator Satuan Kategori 2011 2012 2013 2014 2015 1 Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/SLDB/MI/ Paket A 2 Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/SMPLB/MTs/Pa ket B 3 Angka Partisipasi Murni (APM) SD/SDLB/MI/ Paket A 4 Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/SMPLB/MTs/Pa ket B 5 Angka Putus Sekolah (APS) SD/SDLB/MI 6 Angka Putus Sekolah (APS) SMP/SMPLB/MTs 7 Angka Kelulusan (AL) SD/SDLB/MI % L 107,85 104,82 106,27 108,04 107,13 P 98,06 101,42 100,11 104,81 105,39 Jumlah 102,34 103,27 104,01 106,86 106,29 % L 99,56 98,98 98,15 99,52 98,09 P 96,88 102,42 101,25 101,73 99,08 Jumlah 98,12 100,10 100,37 101,84 98,57 % L 87,96 90,95 90,40 94,61 85,58 P 86,89 88,68 88,03 91,78 83,82 Jumlah 86,27 90,25 89,10 93,40 84,73 % L 72,60 78,59 80,40 83,45 61,31 P 74,80 82,31 83,38 85,30 59,11 Jumlah 74,06 82,31 81,87 85,39 60,24 % L 0,11 0,10 0,09 0,09 0,22 P 0,10 0,10 0,07 0,07 0,10 Jumlah 0,10 0,10 0,08 0,08 0,16 % L 0,48 0,50 0,28 0,28 1,16 P 0,35 0,59 0,28 0,29 0,51 Jumlah 0,42 0,59 0,27 0,28 0,84 % Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00 99,85 II-22

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 12 Nilai Rata-rata Ujian Nasional Siswa SMP/SMPLB/MTs 13 Angka Melanjutkan (AM) dari SD/SDLB/MI ke SMP/SMPLB/MTs 14 Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/SMPLB/MTs ke SMA/SMALB/ SMK/MA 15 Persentase Ruang Kelas SD/SDLB/MI Kondisi Baik 16 Persentase Ruang Kelas SD/SDLB/MI Memiliki Meubelair Baik 17 Persentase Ruang Kelas SMP/SMPLB/MTs Kondisi Baik 18 Persentase Ruang Kelas SMP/SMPLB/MTs Memiliki Meubelair Baik 19 Persentase SD/SDLB/MI Memiliki Ruang Perpustakaan Kondisi Baik 20 Persentase SD/SDLB/MI Memiliki Meubelair Perpustakaan Kondisi Baik 21 Persentase SMP/SMPLB/MTs Memiliki Ruang Perpustakaan Kondisi Baik No Indikator Satuan Kategori 2011 2012 2013 2014 2015 8 Angka Kelulusan (AL) % Jumlah 98,85 98,94 98,94 99,58 98,88 SMP/SMPLB/MTs 9 Angka Mengulang % Jumlah 3,91 1,47 SD/SDLB/MI 10 Angka Mengulang % Jumlah 0,17 0,18 SMP/SMPLB/MTs 11 Nilai Rata-rata Ujian Sekolah Siswa SD/SDLB/MI Ratarata Jumlah 67,54 Ratarata Jumlah 52,88 % Jumlah 99,00 99,00 99,45 99,05 100,00 % Jumlah 78,37 80,21 81,00 88,27 88,35 % Jumlah 89,00 89,00 87,00 83,48 60,61 % Jumlah 54,68 % Jumlah 81,46 78,21 78,64 69,32 % Jumlah 66,15 % Jumlah 31,13 29,17 % Jumlah 24,11 % Jumlah 56,25 59,86 22 Persentase SMP/SMPLB/MTs Memiliki Meubelair Perpustakaan Kondisi % Jumlah 53,74 II-23

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 No Indikator Satuan Kategori 2011 2012 2013 2014 2015 Baik 23 Persentase SD/SDLB/MI Memiliki Sanitasi Layak (Jamban yang Bisa Digunakan, Bersih, Tidak Berbau, dan Tersedia Air Bersih) 24 Persentase SMP/SMPLB/MTs Memiliki Sanitasi Layak (Jamban yang Bisa Digunakan, Bersih, Tidak Berbau, dan Tersedia Air Bersih) 25 Rasio Rombongan Belajar/Ruang Kelas SD/SDLB/MI 26 Rasio Rombongan Belajar/Ruang Kelas SMP/SMPLB/MTs 27 Rasio Guru/Siswa SD/SDLB/MI 28 Rasio Guru/Siswa SMP/SMPLB/MTs % Jumlah 71,88 % Jumlah 76,87 Rasio Jumlah 0,99 1,02 1,00 1,00 Rasio Jumlah 0,98 Rasio Jumlah 0,07 Rasio Jumlah 0,06 3. Menengah Tingkat keterjangkauan pendidikan menengah diukur melalui Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM), dan Angka Putus Sekolah (APS). Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C mengalami peningkatan selama 4 tahun terakhir yaitu dalam kurun tahun 2012-2015. Pada tahun 2012 APK SMA/sederajat sebesar 71,48%, meningkat menjadi 91,45% di tahun 2015. Selengkapnya dapat dilihat pada Grafik 2.18 sebagai berikut. II-24

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.18. Perkembangan APK SMA/SMLB/SMK/MA/Paket C di Kabupaten Kendal Tahun 2012-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, APK SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Pada tahun 2012 APK SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C antara laki-laki dan perempuan masih cukup berimbang, tetapi mulai tahun 2013 hingga tahun 2015 disparitas APK SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C antara laki-laki dan perempuan melebar. Selengkapnya dapat dilihat pada Grafik 2.19 sebagai berikut. Grafik 2.19. Perkembangan APK SMA/SMLB/SMK/MA/Paket C Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2012-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) II-25

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMALB/ SMK/MA/Paket C selama tahun 2012-2015 mengalami perkembangan yang fluktuaktif dimana tahun 2012 sebesar 61,34%, menurun menjadi 60,41% di tahun 2013, meningkat kembali menjadi 65,82% di tahun 2014, kemudian menurun lagi menjadi 57,22% di tahun 2015. Selengkapnya dapat dilihat Grafik 2.20 sebagai berikut. Grafik 2.20. Perkembangan APM SMA/SMLB/SMK/MA/Paket C di Kabupaten Kendal Tahun 2012-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, APM SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada tahun 2012-2014. Kondisi terjadi sebaliknya pada tahun 2015 yang mana APM SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan. Pada tahun 2012 APK SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C laki-laki sebesar 60,54% dan APK SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C perempuan sebesar 61,39%. Pada tahun 2015 APK SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C laki-laki sebesar 57,32% dan APK SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C perempuan sebesar 57,11%. Selengkapnya dapat dilihat pada grafik 2.21 sebagai berikut : II-26

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Grafik 2.21. Perkembangan APM SMA/SMLB/SMK/MA/Paket C Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2012-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C selama tahun 2012-2015 mengalami perkembangan yang fluktuaktif dimana tahun 2012 sebesar 0,91%, kemudian menurun menjadi 0,66% di tahun 2013. Setelah tahun 2013, APS (APS) SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C mengalami kenaikan yaitu menjadi 0,67% di tahun 2014 dan 1,27% di tahun 2015. Pada tahun 2015 APS SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C laki-laki lebih tinggi dibandingkan APS SMA/SMALB/SMK/MA/Paket C perempuan, yaitu 1,65% berbanding 0,89%. Selengkapnya dapat dilihat pada Grafik 2.22 sebagai berikut. Grafik 2.22. Perkembangan APS SMA/SMLB/SMK/MA/Paket C Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kendal Tahun 2012-2015 (Sumber : Dinas Kabupaten Kendal, Tahun 2016) II-27

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Perkembangan kinerja pendidikan menengah di Kabupaten Kendal dapat dilihat pada Tabel 2.5 sebagai berikut. Tabel 2.5. Capaian Kinerja Menengah Tahun 2012-2015 No. Indikator Sat Kategori 2012 2013 2014 2015 1 Angka Partisipasi Kasar % L 72,50 71,48 76,26 89,51 (APK) SMA/SMALB/ P 72,90 78,41 79,57 93,49 SMK/MA/Paket C Jumlah 71,48 73,58 78,1 91,45 2 Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMALB/ SMK/MA/Paket C 3 Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMALB/SMK/MA 4 Angka Kelulusan (AL) SMA/SMALB/SMK/MA 5 Angka Mengulang SMA/SMALB/SMK/MA 6 Nilai Rata-rata Ujian Nasional Siswa SMA/SMALB/MA 7 Nilai Rata-rata Ujian Nasional Siswa SMK 8 Persentase Ruang Kelas SMA/SMALB/SMK/MA Kondisi Baik 9 Persentase Ruang Kelas SMA/SMALB/SMK/MA Memiliki Meubelair Baik 10 Persentase SMA/SMALB/SMK/MA Memiliki Ruang Perpustakaan Kondisi Baik 11 Persentase SMA/SMALB/SMK/MA Memiliki Meubelair Perpustakaan Kondisi Baik 12 Persentase SMA/SMALB/SMK/MA Memiliki Sanitasi Layak (Jamban yang Bisa Digunakan, Bersih, Tidak Berbau, dan Tersedia Air Bersih) % L 60,54 54,02 64,03 57,32 P 61,39 61,10 67,70 57,11 Jumlah 61,34 60,41 65,82 57,22 % L 0,95 0,85 0,65 1,65 P 0,85 0,57 0,68 0,89 Jumlah 0,91 0,66 0,67 1,27 % L 99,23 P 99,69 Jumlah 99,47 % L 0,14 P 0,04 Jumlah 0,09 Ratarata 59,61 Ratarata 64,11 % 83,70 % 84,93 % 50,53 % 50,53 % 88,42 13 Rasio Rombongan Belajar/Ruang Kelas SMA/SMALB/SMK/MA Rasio 1,07 II-28

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 No. Indikator Sat Kategori 2012 2013 2014 2015 14 Rasio Guru/Siswa Rasio 0,07 SMA/SMALB/SMK/MA 4. Non Formal Persentase penduduk usia 15-60 tahun melek huruf pada tahun 2015 sebesar 96,41%. Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, penduduk laki-laki usia 15-60 tahun melek huruf sebanyak 97,55% sedangkan penduduk perempuan usia 15-60 tahun melek huruf sebanyak 95,26%. Pada tahun 2015 angka kelulusan Paket A sebesar 93,14% dengan nilai rata-rata ujian sekolah sebesar 77,85. Angka kelulusan Paket B sebesar 75,33% dengan nilai rata-rata ujian nasional sebesar 65,37. Sementara itu, angka kelulusan Paket C sebesar 90,33% dengan nilai rata-rata ujian nasional sebesar 57,52. Perkembangan kinerja pendidikan non formal secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 2.6 sebagai berikut: Tabel 2.6. Capaian Kinerja Non Formal di Kabupaten Kendal Tahun 2011-2015 No. Indikator Satuan 2011 2012 2013 2014 2015 L P Jumlah 1. Persentase % 97,55 95,26 96,41 Penduduk Usia 15 60 Tahun Melek Huruf 2. Angka Kelulusan % 94,44 92,42 93,14 (AL) Paket A 3. Angka Kelulusan % 79,39 70,50 75,33 (AL) Paket B 4. Angka Kelulusan % 91,54 87,63 90,33 (AL) Paket C 5. Nilai Rata-rata Ujian Sekolah Kesetaraan Siswa Paket A Ratarata 77,85 6. Nilai Rata-rata Ujian Nasional Kesetaraan Siswa Paket B 7. Nilai Rata-rata Ujian Nasional Kesetaraan Siswa Paket C 8. Persentase Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Minimal Berkinerja C Ratarata Ratarata 65,37 57,52 % 20,51 II-29

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 No. Indikator Satuan 2011 2012 2013 2014 2015 L P Jumlah 9. Persentase Lembaga % 15,38 Kursus dan Pelatihan (LKP) Memiliki Akreditasi 10. Persentase PKBM % 25,00 Memiliki Akreditasi 11. Jumlah Desa Vokasi yang Dikembangkan Desa 9 5. Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kualitas tenaga pendidik di Kabupaten Kendal semakin baik selama 5 (lima) tahun terakhir. Ditinjau dari kualifikasi pendidikan, persentase pendidik yang berkualifikasi S1/D4 di Kabupaten Kendal semakin meningkat selama tahun 2011-2015, baik pada jenjang PAUD, SD, SMP, maupun SMA/SMK. Pada tahun 2015 persentase pendidik yang berkualifikasi S1/D4 pada jenjang PAUD sebesar 46,36%, jenjang SD sebesar 84,00%, jenjang SMP sebesar 91,40%, dan jenjang SMA/SMK sebesar 94,46%. Semakin tinggi jenjang, semakin besar persentase pendidik yang telah berkualifikasi S1/D4. Perkembangan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.7 sebagai berikut ini : Tabel 2.7. Capaian Kinerja Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan No. Indikator Sat 2011 2012 2013 2014 2015 L p Jumlah 1. Persentase Pendidik PAUD % 23,00 37,66 40,51 38,85 37,50 46,54 46,36 Berkualifikasi S1/D4 2. Persentase Pendidik SD % 58,00 60,00 65,30 80,87 86,11 84,00 Berkualifikasi S1/D4 3. Persentase Pendidik SMP % 85,70 85,80 87,30 87,55 95,26 91,40 Berkualifikasi S1/D4 4. Persentase Pendidik % 91,74 97,28 94,46 SMA/SMK Berkualifikasi S1/D4 5. Persentase Penilik % 0,00 0,00 0,00 PAUD/Kesetaraan/Kursus Berkualifikasi S2 6. Persentase Pengawas % 50,00 33,33 45,45 TK/SD, SMP, SMA, SMK Berkualifikasi S2 7. Persentase Pengawas % 0,00 0,00 0,00 Mata Pelajaran Agama Islam (PAI) Berkualifikasi S2 8. Persentase Pendidik TK Memiliki Sertifikasi % 42,74 II-30

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 No. Indikator Sat 2011 2012 2013 2014 2015 L p Jumlah 9. Persentase Pendidik SD Memiliki Sertifikasi % 54,89 10. Persentase Pendidik SMP Memiliki Sertifikasi 11. Persentase Pendidik SMA/SMK Memiliki Sertifikasi 12. Persentase Penilik PAUD/Kesetaraan/Kursus Memiliki Sertifikasi 13. Persentase Pengawas TK/SD, SMP, SMA, SMK Memiliki Sertifikasi 14. Persentase Pengawas Mata Pelajaran Agama Islam (PAI) Memiliki Sertifikasi % 56,96 % 40,74 % 0,00 0,00 0,00 % 100,00 100,00 100,00 % 100,00 100,00 100,00 D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas 1. Tantangan Tantangan pembangunan pendidikan di Kabupaten Kendal pada tahun 2016-2021 akan semakin kompleks. Tantangan tersebut berupa tantangan dari dalam wilayah (tantangan internal) maupun tantangan dari luar wilayah (tantangan eksternal). Berikut ini adalah beberapa tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan pendidikan 5 (lima) tahun yang akan datang. a. Perwujudan Ekosistem Berkarakter Visi Kementerian dan Kebudayaan pada tahun 2019 yang perlu didukung oleh Pemerintah Daerah yaitu mewujudkan ekosistem pendidikan yang baik dalam upaya menciptakan insan Indonesia yang cerdas, inovatif, kreatif dan berkarakter bangsa Indonesia dan berakhlak mulia. Terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan yang berkarakter dapat dimaknai sebagai terwujudnya tujuh elemen ekosistem sebagai berikut : 1. Sekolah yang Kondusif; 2. Guru sebagai Penyemangat; 3. Tua yang Terlibat Aktif; 4. Masyarakat yang Sangat Peduli; 5. Industri yang Berperan Penting; 6. Organisasi Profesi yang Berkontribusi Besar; 7. Pemerintah yang Berperan Optimal. II-31

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Keterlibatan tujuh elemen ekosistem pendidikan secara aktif dan terintegrasi antara sekolah, guru, orang tua, masyarakat, industri, organisasi profesi, dan pemerintah perlu dibangun dan ditumbuhkembangkan karena masing-masing elemen tersebut memiliki peran yang sama pentingnya dan memiliki keterkaitan dalam mendukung keberhasilan pembangunan pendidikan menciptakan insan yang berkarakter dan insan yang cerdas (spiritual, emosional dan sosial, intelektual, serta kinestetis). b. Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Dengan adanya pembagian urusan pemerintahan konkuren antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota diberikan kewenangan dalam penyelenggaraan urusan pendidikan berupa pengelolaan pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, dan pendidikan non formal. Sementara itu Pemerintah Provinsi diberikan kewenangan dalam melaksanakan pengelolaan pendidikan menengah dan pendidikan khusus dan Pemerintah Pusat diberikan kewenangan dalam melaksanakan pengelolaan pendidikan tinggi. Pembagian urusan yang jelas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota berimplikasi pada meningkatnya tanggung jawab bagi masing-masing komponen Pemerintah dalam penyelenggaraan urusan sesuai dengan kewenangannya secara baik dan optimal yang berdampak pada terwujudnya kemajuan wilayah dan masyarakatnya. Berkaitan dengan urusan pendidikan, maka Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki tanggung jawab untuk dapat melaksanakan pengelolaan pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, dan pendidikan non formal secara berkualitas yang dapat diakses secara luas dan merata oleh masyarakat. Kementerian dan Kebudayaan telah menetapkan 8 (delapan) tujuan strategis dalam pembangunan pendidikan nasional, yaitu : 1. peningkatan akses dan mutu pendidikan anak usia dini; 2. perluasan akses pendidikan dasar yang bermutu; 3. peningkatan kepastian akses pendidikan menengah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat; 4. peningkatan mutu dan kapasitas pendidikan masyarakat; II-32

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 5. peningkatan mutu pembelajaran pendidikan dasar dan menengah yang berorientasi pada pembentukan karakter; 6. peningkatan profesionalisme, pemerataan distribusi serta kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan; 7. peningkatan jati diri bangsa melalui pelestarian dan diplomasi kebudayaan serta pemakaian bahasa sebagai pengantar pendidikan; 8. peningkatan sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel dengan melibatkan publik. Pemerintah Kabupaten Kendal sebagai salah satu komponen Pemerintah Kabupaten/Kota wajib mendukung tujuan strategis yang telah ditetapkan, selain tujuan strategis ke-3 yang sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. c. Banyaknya Anak Usia Sekolah Tidak/Belum Bersekolah Tantangan berikutnya adalah masih banyaknya anak usia sekolah yang tidak sekolah atau belum sekolah. Pembangunan pendidikan harus mampu menjangkau mereka untuk meningkatkan APK dan APM, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Dinas Kabupaten Kendal harus mampu bersinergi dengan perangkat daerah yang lain untuk mengidentifikasi dan mengajak anak usia sekolah yang tidak sekolah untuk bersekolah. d. Budaya Masyarakat Jika dilihat dari sisi masyarakat, tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pendidikan adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk memotivasi dan menyekolahkan anak setinggi mungkin. Pada sebagian masyarakat masih terdapat budaya yang belum menganggap pentingnya pendidikan sehingga masyarakat hanya memfasilitasi pendidikan anak pada jenjang yang relatif rendah. Umumnya anak didorong untuk segera bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, meskipun hanya bermodalkan keterampilan yang terbatas. e. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Pada tahun 2015 negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam organisasi ASEAN telah memasuki era baru yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang merupakan suatu kawasan yang mengintegrasikan ekonomi negara-negara ASEAN ke dalam sistem perdagangan bebas di wilayah Asia Tenggara. Sebagai suatu kawasan perdagangan bebas, maka setiap negara yang bergabung di dalamnya perlu memiliki tingkat daya saing yang tinggi agar II-33

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 mampu bertahan dalam area yang memiliki tingkat kompetisi yang tinggi dan memperoleh manfaat dari perdagangan bebas tersebut. Untuk dapat mengambil bagian atau porsi yang signifikan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan tidak sekedar menjadi penonton, maka Indonesia perlu mempersiapkan SDM-SDM yang handal, terampil, dan kompetitif agar dapat bersaing dalam ketatnya persaingan. SDM-SDM yang handal tersebut perlu disiapkan, dimulai dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga pendidikan tinggi. Di samping itu, pendidikan non formal juga memberikan peran dalam memberikan kesempatan masyarakat menempuh pendidikan di luar pendidikan formal serta memperoleh kecakapan dan keterampilan yang tidak diperoleh pada jenjang pendidikan formal. Pemerintah Kabupaten Kendal perlu menguatkan kapasitasnya dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan non formal agar dapat menciptakan SDM masyarakatnya yang handal untuk turut berkontribusi aktif dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan menjadi sangat penting karena akan meningkatkan daya saing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maupun globalisasi lainnya. f. Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tantangan yang dihadapi Kabupaten Kendal secara nasional berkaitan dengan pemulihan ekonomi nasional yang lambat dan inflasi yang cukup tinggi, berpengaruh terhadap kemampuan Pemerintah dan sebagian orang tua dalam membiayai pendidikan serta keterbatasan kemampuan keuangan Pemerintah Daerah untuk penyelenggaraan pendidikan yang menjadi kewenangannya. 2. Peluang Di samping tantangan-tantangan yang harus dihadapi dalam lima tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten Kendal memiliki peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan pembangunan pendidikan di Kabupaten Kendal. Berikut ini beberapa peluang yang dapat dioptimalkan dalam pembangunan pendidikan. a. Pemanfaatan Anggaran yang Lebih Spesifik Pembagian kewenangan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal untuk II-34

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 lebih mampu mengkonsentrasikan perhatiannya pada pengembangan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan non formal. Alokasi d0ana yang semula dialokasikan untuk pengembangan pendidikan menengah (SMA/SMK) dapat dialihkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan non formal di Kabupaten Kendal. b. Regulasi Daerah Mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Peluang lain yang bisa dioptimalkan dalam pengembangan pendidikan adalah adanya Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 8 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Kabupaten Kendal yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Kendal Nomor 3 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 8 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Kabupaten Kendal. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) atau yang biasa disebut Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu peran strategis dunia usaha/perusahaan untuk mendukung agenda pembangunan di daerah dengan memberikan manfaat sosial, ekonomi, maupun lingkungan bagi masyarakat sekitar maupun seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan dunia usaha tersebut. Kabupaten Kendal sebagai wilayah yang memiliki kawasan industri memiliki potensi untuk mengoptimalkan peranan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam mendukung pengembangan berbagai aspek dunia pendidikan di Kabupaten Kendal yang masih memerlukan keterlibatan pemangku/pemerhati pendidikan lainnya. Perhatian dunia usaha melalui TSP diharapkan dapat dioptimalkan agar sejalan dengan perwujudan ekosistem pendidikan dengan memberikan peran yang lebih aktif kepada seluruh elemen ekosistem termasuk di antaranya pihak industri atau dunia usaha dalam pembangunan pendidikan. Di negara-negara maju, peran industri ditunjukkan secara nyata berupa kerjasama program dan dukungan finansial untuk penelitian dan beasiswa. Bahkan di beberapa negara, peran industri menjadi sebuah kewajiban sesuai dengan undang-undang yang mengaturnya. II-35

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Permasalahan pada masing-masing program sesuai dengan kewenangan Dinas adalah : 1. Kesekretriatan a. Belum tersedianya staf yang memadai baik dari kompetensi maupun jumlah untuk mendukung kinerja Dinas. b. Belum tercukupinya kebutuhan sarana dan prasarana baik dari aspek kualitas dan kuantitas untuk mendukung kinerja Dinas. c. Belum teselenggaranya manajemen pengelolaan Dinas yang teratur berdasarkan pada tata kelola yang baik. 2. Anak Usia Dini (PAUD) a. Belum optimalnya partisipasi PAUD. Hal ini ditunjukkan dengan masih relatif rendahnya APK PAUD usia 4-6 tahun maupun APK PAUD usia 0-6 tahun. Pada tahun 2015 APK PAUD usia 4-6 tahun sebesar 52,92% dan APK PAUD usia 0-6 tahun sebesar 38,17%. b. Masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD bagi tumbuh kembangnya anak. c. Masih rendahnya lembaga PAUD yang sudah memiliki akreditasi sebagai tolok ukur kualitas penyelenggaraan PAUD. d. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini masih kurang memadai. 3. Dasar a. Belum optimalnya partisipasi sekolah pada jenjang SD dan SMP, hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya capaian Angka Partisipasi Murni (APM) tahun 2015 pada jenjang SD/SDLB/MI/Paket A (84,73%) maupun SMP/SMPLB/MTs/Paket B (60,24%). b. Masih terdapatnya angka putus sekolah pada jenjang SD dan SMP sehingga belum dapat menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas) sembilan tahun. III-1

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 c. Belum maksimalnya angka kelululusan, baik pada jenjang SD maupun SMP karena belum mencapai 100%. d. Masih adanya peserta didik yang mengulang, baik pada jenjang SD maupun SMP. e. Masih relatif rendahnya prestasi akademik peserta didik dalam menempuh Ujian Sekolah dan Ujian Nasional. f. Masih minimnya prasarana SD dan SMP yang memadai, terutama ruang kelas dan perabotnya, perpustakaan dan perabotnya, serta sanitasi. g. Belum terpenuhinya rasio guru dan siswa sesuai standar, baik pada jenjang SD maupun SMP. h. Masih minimnya sarana dan prasarana tempat ibadah di SD guna mendukung pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur. i. Masih rendahnya kualitas satuan pendidikan jenjang SD dan SMP, ditunjukkan dengan masih minimnya satuan pendidikan yang telah memperoleh akreditasi dengan nilai A. 4. Non Formal a. Masih adanya penduduk usia 15-60 tahun yang belum melek huruf. b. Belum optimalnya kelulusan Paket A, Paket B, dan Paket C karena angka kelulusan belum mencapai 100%. c. Belum optimalnya nilai rata-rata Ujian Sekolah Paket A, Ujian Nasional Paket B, dan Ujian Nasional Paket C. d. Masih rendahnya mutu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) karena masih sedikit lembaga yang sudah memiliki akreditasi dan memiliki penilaian kinerja minimal C. e. Masih rendahnya mutu lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan dan keaksaraan dalam hal ini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) karena masih sedikit PKBM yang sudah memiliki akreditasi. f. Masih rendahnya jumlah desa vokasi yang dikembangkan untuk mendorong kecakapan hidup dan jiwa kewirausahaan masyarakat desa. 5. Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Masih banyaknya pendidik PAUD, SD, dan SMP yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S1/D4. III-2

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 b. Masih minimnya pendidik TK, SD, dan SMP yang telah memiliki sertifikat pendidik. c. Masih minimnya kompetensi yang dimiliki pendidik TK, SD, dan SMP, hal ini ditunjukkan dengah hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) pada tahun 2015 dengan nilai rata-rata 62,98. Rerata UKG tahun 2015 jenjang TK sebesar 61,90, jenjang SD sebesar 61,44, dan jenjang SMP sebesar 66,19. d. Masih banyaknya pendidik PAUD, SD, dan SMP yang berstatus wiyata bhakti/guru tidak tetap. e. Masih minimnya kesejahteraan pendidik dan tenaga administrasi sekolah non PNS. f. Belum adanya tenaga administrasi di SD sehingga pekerjaan administrasi sekolah masih dilakukan oleh pendidik. g. Masih banyaknya Kepala Perpustakaan dan Kepala Laboratorium pada jenjang SMP yang belum memenuhi persyaratan sertifikasi. Di samping itu, masih banyak pustakawan yang belum memenuhi standar. h. Masih minimnya kompetensi Pengawas Sekolah. 6. Manajemen Pelayanan a. Belum optimalnya pendataan profil pendidikan pada satuan pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. B. Telaah Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Visi Bupati Kendal Terpilih 2016-2021 adalah : TERWUJUDNYA KEMAJUAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KABUPATEN KENDAL YANG MERATA BERKEADILAN DIDUKUNG OLEH KINERJA APARATUR PEMERINTAH YANG AMANAH DAN PROFESIONAL SERTA BERAKHLAK MULIA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA KEPADA ALLAH SWT Untuk mencapai visi tersebut, ditempuh melalui 9 (sembilan) misi sebagai berikut : 1. Mewujudkan tatakelola pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efektif - efisien, bersih, bebas KKN. 2. Menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, unggul, serta berakhlak mulia. III-3

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 3. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penanganan bencana, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), serta penanggulangan kemiskinan. 4. Meningkatkan partisipasi dan keberdayaan pemuda dalam pembangunan daerah berlandaskan nasionalisme. 5. Mengembangkan potensi ekonomi kerakyatan berbasis sumberdaya lokal. 6. Memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan potensi pertanian, perikanan, dan sumberdaya alam lainnya. 7. Mengembangkan potensi wisata dan melestarikan seni budaya lokal serta meningkatkan toleransi antar umat beragama. 8. Meningkatkan kualitas serta kuantitas infrastruktur dasar dan penunjang baik di perdesaan maupun perkotaan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. 9. Meningkatkan iklim investasi yang kondusif dan menciptakan lapangan kerja. Dari sembilan misi tersebut, Dinas Kabupaten Kendal mengambil peran pada misi ke-2 yaitu : Menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, unggul, serta berakhlak mulia. Tujuan dan sasaran pada hakekatnya merupakan arahan bagi pelaksanaan setiap urusan pemerintahan daerah dalam mendukung pelaksanaan misi, untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Kendal dalam kurun waktu 2016-2021. Tujuan dan sasaran pada misi ke-2 yang diamanatkan pada Dinas adalah : Tujuan : Meningkatkan ketersediaan, kualitas, kesetaraan, keterjangkauan dan kepastian dalam memperoleh pelayanan pendidikan. Sasaran : a. Meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat Kabupaten Kendal. b. Meningkatnya mutu pendidikan dasar. III-4

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Tabel 3.1. Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan Dinas Kabupaten Kendal Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Visi: Terwujudnya Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Kendal Yang Merata Berkeadilan Didukung oleh Kinerja Aparatur Pemerintah yang Amanah dan Profesional Serta Berakhlak Mulia Berlandaskan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT No Misi dan Program KDH dan Wakil KDH terpilih Permasalahan Pelayanan SKPD Penghambat Faktor Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1 Misi 2 Menciptakan sumber daya manusia yang cerdas, unggul, serta berakhlak mulia PAUD a. Belum optimalnya partisipasi PAUD. Hal ini ditunjukkan dengan masih relatif rendahnya APK PAUD usia 4-6 tahun maupun APK PAUD usia 0-6 tahun. Pada tahun 2015 APK PAUD usia 4-6 tahun sebesar 52,92% dan APK PAUD usia 0-6 tahun sebesar 38,17% Masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya PAUD bagi tumbuh kembangnya anak Masih rendahnya lembaga PAUD yang sudah memiliki akreditasi sebagai tolok ukur kualitas penyelenggaraan PAUD Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini masih kurang memadai Pengelola PAUD dan Dinas selalu melakukan sosialisasi tentang pentingnya PAUD bagi tumbuh kembang anak Pendanaan pengembangan PAUD baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten cukup besar Tersedia bantuan unuk peningkatan sarana prasarana PAUD dan pengembangan PAUD Dasar a. Belum optimalnya partisipasi sekolah pada jenjang SD dan SMP, hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya capaian Angka Partisipasi Murni (APM) tahun 2015 Rendahnya kemampuan masyarakat terutama masyarakat miskin untuk menyekolahkan anak pada jenjang SD dan SMP karena Tersedia beasiswa berupa Bantuan Siswa Miskin baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten III-5

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 pada jenjang SD/SDLB/MI/Paket A (84,73%) maupun SMP/SMPLB/MTs/ Paket B (60,24%) b. Belum maksimalnya angka kelulusan, baik pada jenjang SD maupun SMP karena belum mencapai 100% c. Belum terpenuhinya rasio guru dan siswa sesuai standar, baik pada jenjang SD maupun SMP faktor geografis dan biaya pribadi peserta didik di luar biaya operasional sekolah seperti uang saku, uang seragam, tas dll Masih terdapatnya angka putus sekolah pada jenjang SD dan SMP sehingga belum dapat menuntaskan wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas) sembilan tahun Masih minimnya prasarana SD dan SMP yang memadai, terutama ruang kelas dan perabotnya, perpustakaan dan perabotnya, serta sanitasi Masih relatif rendahnya prestasi akademik peserta didik dalam menempuh Ujian Sekolah dan Ujian Nasional Masih adanya peserta didik yang mengulang, baik pada jenjang SD maupun SMP Banyak SD kekurangan siswa dan adanya moratorium rekrutmen guru Program BOS akan ditingkatkan melalui penganggaran Pemerintah Pusat dan Kabupaten dan penerbitan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas dan prasarana penunjang lainnya terus dilakukan Kegiatan peningkatan prestasi siswa terus dilakukan pada semua kelas, tidak hanya siswa berprestasi saja Merger SD dan SMP yang kekurangan siswa, penataan penempetan guru III-6

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Non Formal a. Masih adanya penduduk usia 15-60 tahun yang belum melek huruf b. Masih rendahnya mutu lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan dan keaksaraan dalam hal ini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) karena masih sedikit PKBM yang sudah memiliki akreditasi c. Masih rendahnya mutu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) karena masih sedikit lembaga yang sudah memiliki akreditasi dan memiliki penilaian kinerja minimal C d. Masih rendahnya jumlah desa vokasi yang dikembangkan untuk mendorong kecakapan hidup dan jiwa kewirausahaan masyarakat desa Belum optimalnya partisipasi masyarakat untuk mengikuti pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan Masih lemahnya pengelolaan administrasi dan kelembagaan PKBM Masih lemahnya pengelolaan administrasi dankelembagaan LKP Jumlah desa yang banyak dan belum optimalnya upaya pembentukan desa vokasi keaksaran masih terus dilaksanakan Tersedia SOP akreditasi PKBM dan adanya fasilitasi penyiapan akreditasi dan pengembangan PKBM dari Dinas Tersedia SOP akreditasi LKP dan adanya fasilitasi penyiapan akreditasi dan pengembangan LKP dari Dinas Tersedianya fasilitasi pengembangan desa vokasi dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Masih banyaknya pendidik PAUD, SD, dan SMP yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S1/D4 b. Masih minimnya pendidik TK, SD, dan SMP yang telah memiliki sertifikat pendidik Rendahnya motivasi guru PAUD, SD, dan SMP untuk studi lanjut dan terbatasnya beasiswa studi lanjut Kouta sertifikasi guru dari Pemerintah Pusat terbatas Tersedia bantuan untuk guru yang akan studi lanjut untuk peningkatan kualifikasi pendidikan ke S1/D4 Tersedia fasilitasi dari Dinas bagi guru yang akan sertifikasi III-7

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 c. Masih minimnya kompetensi yang dimiliki pendidik PAUD, SD, dan SMP, hal ini ditunjukkan dengah hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) pada tahun 2015 dengan nilai rata-rata 62,98 d. Masih banyaknya pendidik PAUD, SD, dan SMP yang berstatus wiyata bhakti/guru tidak tetap e. Masih minimnya kesejahteraan pendidik dan tenaga administrasi sekolah non PNS f. Belum adanya tenaga administrasi di SD sehingga pekerjaan administrasi sekolah masih dilakukan oleh pendidik g. Masih banyaknya Kepala Perpustakaan dan Kepala Laboratorium pada jenjang SMP yang belum memenuhi persyaratan sertifikasi. Di samping itu, masih banyak pustakawan yang belum memenuhi standar h. Masih minimnya kompetensi Pengawas Sekolah Manajemen Belum optimalnya pendataan profil pendidikan pada satuan pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal Motivasi guru untuk mningkatkan kompetensi rendah Moratorium dari Pemerintah Pusat sehingga tidak bisa melakukan pengangkatan guru Keterbatasan anggaran untk meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga administrasi sekolah non PNS Keterbatasan PNS yang ada dan adanya moratorium pengangkatan CPNS dari Pemerintah Pusat Motivasi tenaga perpustakaan dan laboratorium rendah untuk mengikuti sertifikasi dan meningkatkan kompetensi Rendahnya motivasi pengawas untuk meningkatkan kompetensi Kurangnya kesadaran sekolah untuk melakukan pemutakhiran dan validasidata Tersedia program dan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru Fasilitasi guru wiyata bakti untuk diangkat PNS apabila moratorium dicabut Tersedia kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan non PNS Tersedian dana BOS untuk merekrut tenaga administrasi SD Tersedia program dan kegiatan untuk peningkatan kompetensi dan pemenuhan sertifikasi tenaga perpustakaan dan laboratorium Tersedia program dan kegiatan untuk peningkatan kompetensi pengawas Tersedia pendataan online melalui aplikasi Dapodik (Data Pokok ) III-8

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 C. Telaah Renstra Kementerian dan Kebudayaan dan Renstra Dinas Provinsi Jawa Tengah 1. Telaah Renstra Kementerian dan Kebudayaan a. Visi, Misi, dan Tujuan Strategis Pembangunan di Bidang Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005-2025 menyatakan bahwa visi 2025 adalah Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan Kamil/Insan Paripurna). Visi ini masih amat relevan untuk dipertahankan, dengan tetap mempertimbangkan integrasi pendidikan dan kebudayaan ke dalam satu kementerian. Makna insan Indonesia cerdas adalah insan yang cerdas secara komprehensif, yaitu cerdas spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan kinestetik. Dengan terintegrasinya pendidikan dan kebudayaan, keseluruhan gagasan, perilaku, dan hasil karya manusia yang dikembangkan melalui proses pembelajaran dalam pendidikan dan yang beradaptasi terhadap lingkungannya dapat berfungsi sebagai pedoman untuk kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keseluruhan proses dan hasil interaksi sistemik dari proses pendidikan, budaya keagamaan, budaya kebangsaan, budaya kesukuan, budaya tempatan, serta budaya global, yang terkait satu sama lain sangat dinamis menuju ke arah kemajuan peradaban bangsa. Selain itu, cita-cita dalam pembangunan pendidikan lebih menekankan pada pendidikan transformatif, yaitu pendidikan sebagai motor penggerak perubahan dari masyarakat berkembang menuju masyarakat maju. Pembentukan masyarakat maju selalu diikuti oleh proses transformasi struktural, yang menandai suatu perubahan masyarakat yang menuju masyarakat maju dan berkembang yang dapat mengaktualisasikan potensi kemanusiannya secara optimal. Dengan mengacu kepada Nawacita dan memperhatikan Visi 2025, serta integrasi pembangunan pendidikan dan kebudayaan, ditetapkan Visi Kementerian dan Kebudayaan 2019 : TERBENTUKNYA INSAN SERTA EKOSISTEM PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN YANG BERKARAKTER DENGAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG III-9

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan yang berkarakter dapat dimaknai sebagai terwujudnya tujuh elemen ekosistem sebagai berikut : 1. Sekolah yang Kondusif; 2. Guru sebagai Penyemangat; 3. tua yang Terlibat Aktif; 4. Masyarakat yang Sangat Peduli; 5. Industri yang Berperan Penting; 6. Organisasi Profesi yang Berkontribusi Besar; 7. Pemerintah yang Berperan Optimal. Terbentuknya insan serta ekosistem kebudayaan yang berkarakter dapat dimaknai sebagai berikut : 1. Terwujudnya pemahaman mengenai pluralitas sosial dan keberagaman budaya dalam masyarakat, yang diindikasikan oleh kesediaan untuk membangun harmoni sosial, menumbuhkan sikap toleransi, dan menjaga kesatuan dalam keanekaragaman; 2. Terbentuknya wawasan kebangsaan di kalangan anak-anak usia sekolah yang diindikasikan oleh menguatnya nilai-nilai nasionalisme dan rasa cinta tanah air; 3. Terwujudnya budaya dan aktivitas riset, budaya inovasi, budaya produksi serta pengembangan ilmu dasar dan ilmu terapan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri untuk mendukung pusat-pusat pertumbuhan ekonomi; 4. Terwujudnya pelestarian warisan budaya baik bersifat benda (tangible) maupun tak benda (intangible); 5. Terbentuknya karakter yang tangguh dengan melestarikan, memperkukuh, dan menerapkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia; 6. Tingginya apresiasi terhadap keragaman seni dan kreativitas karya budaya, yang mendorong lahirnya insan kebudayaan yang profesional yang lebih banyak; 7. Berkembangnya promosi dan diplomasi budaya. Berlandaskan gotong royong dapat dimaknai sebagai berikut. Gotong royong merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia. Gotong royong diakui sebagai kepribadian dan budaya bangsa yang telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Gotong royong dalam pembangunan III-10

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 pendidikan dan kebudayaan berarti banyak hal yang dilakukan secara bersama oleh banyak pihak secara sadar, sukarela, merasa turut berkepentingan, serta dengan keinginan saling menolong. Berlandaskan gotong royong akan memposisikan pembangunan pendidikan dan kebudayaan sebagai sebuah gerakan. Gerakan yang dicirikan, antara lain oleh keterlibatan aktif masyarakat, dukungan langsung dunia usaha, dan kepercayaan yang tinggi terhadap lingkungan lembaga satuan pendidikan seperti sekolah. Untuk mencapai Visi Kementerian dan Kebudayaan 2019, ditetapkan 5 (lima) misi sebagai berikut : 1. Mewujudkan Pelaku dan Kebudayaan yang Kuat; 2. Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata dan Berkeadilan; 3. Mewujudkan Pembelajaran Bermutu; 4. Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa; 5. Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta Peningkatan Efektivitas Birokrasi dan Pelibatan Publik. Kelima Misi Renstra Kemendikbud 2015-2019 dapat dimaknai sebagai berikut : 1. Mewujudkan pelaku pendidikan dan kebudayaan yang kuat adalah menguatkan siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemimpin institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan; memberdayakan pelaku budaya dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan; serta fokus kebijakan diarahkan pada penguatan perilaku yang mandiri dan berkepribadian; 2. Mewujudkan akses yang meluas, merata, dan berkeadilan adalah mengoptimalkan capaian wajib belajar 12 tahun; meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus dan masyarakat terpinggirkan, serta bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T); 3. Mewujudkan pembelajaran yang bermutu adalah meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup standar nasional pendidikan; serta memfokuskan kebijakan berdasarkan percepatan peningkatan mutu untuk menghadapi persaingan global dengan pemahaman akan keberagaman, dan penguatan praktek baik dan inovasi; III-11

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 4. Mewujudkan pelestarian kebudayaan dan pengembangan bahasa adalah: a. menjaga dan memelihara jati diri karakter bangsa melalui pelestarian dan pengembangan kebudayaan dan bahasa; b. membangkitkan kembali karakter bangsa Indonesia, yaitu saling menghargai keragaman, toleransi, etika, moral, dan gotong royong melalui penerapan budaya dan bahasa Indonesia yang baik di masyarakat; c. meningkatkan apresiasi pada seni dan karya budaya Indonesia sebagai bentuk kecintaan pada produk-produk dalam negeri; d. melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan warisan budaya termasuk budaya maritim dan kepulauan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; 5. Mewujudkan penguatan tata kelola serta peningkatan efektivitas birokrasi dan pelibatan publik adalah dengan memaksimalkan pelibatan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan yang berbasis data, riset, dan bukti lapangan; membantu penguatan kapasitas tata kelola pada pendidikan di daerah, mengembangkan koordinasi dan kerjasama lintas sektor di tingkat nasional; mewujudkan birokrasi Kemendikbud yang menjadi teladan dalam tata kelola yang bersih, efektif, dan efisien. Sebagai bagian Revolusi Mental, Misi Renstra Kemendikbud Tahun 2015-2019 dilihat sebagai tujuh jalan revolusi mental yang mengintegrasikan pengelolaan pembangunan pendidikan dan kebudayaan, yaitu : 1. Menerapkan paradigma pendidikan untuk membentuk manusia mandiri dan berkepribadian; 2. Mengembangkan kurikulum berbasis karakter dengan mengadopsi kearifan lokal serta vokasi yang beragam berdasarkan kebutuhan geografis daerah serta bakat dan potensi anak; 3. Menciptakan proses belajar yang nyaman dan menyenangkan untuk menumbuhkan kemauan belajar dari dalam diri anak; 4. Memberi kepercayaan besar kepada kepala sekolah dan guru untuk mengelola suasana dan proses belajar yang kondusif agar anak nyaman belajar; 5. Memberdayakan orang tua untuk terlibat lebih aktif pada proses pembelajaran dan tumbuh kembang anak; III-12

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 6. Membantu kepala sekolah untuk menjadi pemimpin yang melayani warga sekolah; 7. Menyederhanakan birokrasi dan regulasi pendidikan diimbangi pendampingan dan pengawasan yang efektif. b. Tujuan Strategis Kementerian dan Kebudayaan Tujuan strategis Kementrian dan Kebudayaan, menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi strategis Kemendikbud tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut : 1. peningkatan akses dan mutu Anak Usia Dini; 2. perluasan akses pendidikan dasar yang bermutu; 3. peningkatan kepastian akses pendidikan menengah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat; 4. peningkatan mutu dan kapasistas pendidikan masyarakat; 5. peningkatan mutu pembelajaran pendidikan dasar dan menengah yang berorientasi pada pembentukan karakter; 6. peningkatan profesionalisme, pemerataan distribusi serta kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan; 7. peningkatan jati diri bangsa melalui pelestarian dan diplomasi kebudayaan serta pemakaian bahasa sebagai pengantar pendidikan; dan 8. peningkatan sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel dengan melibatkan publik. Tujuan strategis Kementrian dan Kebudayaan akan dicapai dalam periode 2015-2019 secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Tujuan Strategis 1: Peningkatan Akses dan Mutu Anak Usia Dini Anak Usia Dini (PAUD) mempunyai peran penting dalam mendorong tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal dan menyiapkan mereka untuk memasuki jenjang pendidikan dasar dengan fokus utama pada pembentukan karakter dan pengenalan lingkungan sekitarnya. PAUD merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan pada jenjang selanjutnya. Oleh karenanya, peningkatan akses PAUD terutama untuk masyarakat miskin, pemenuhan standar pelayanan PAUD, dan pemberdayaan peran swasta dalam III-13

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 penyelenggaraan PAUD holistikintegratif perlu diagendakan pada periode pembangunan pendidikan kedepan. 2. Tujuan Strategis 2: Perluasan Akses Dasar yang Bermutu dasar merupakan jembatan menuju pendidikan menengah. Peningkatan akses dan mutu pendidikan dasar menjadi penting untuk difokuskan pada penguatan pelaku pendidikan yaitu siswa, guru, kepala sekolah, orangtua, dan pemimpin institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan, serta daerah-daerah yang capaian APK masih di bawah 95%, juga kepada segmen masyarakat yang selama ini belum optimal dijamah pemerintah akibat keterbatasan ekonomi, geografis (daerah 3T), berkebutuhan khusus, serta masyarakat yang mengalami bencana alam dan masalah sosial. Penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang bermutu, harus disertai dengan perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan menengah. Oleh karena itu penerapan Standar Nasional (SNP) di satuan pendidikan menjadi sesuatu yang mutlak, khususnya yang terkait dengan sarana prasarana dalam meningkatkan akses pendidikan dasar bermutu. 3. Tujuan Strategis 3: Peningkatan Kepastian Akses Menengah yang Bermutu dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat Pada jenjang pendidikan menengah, peningkatan akses dan mutu pendidikan difokuskan pada penguatan pelaku pendidikan yaitu siswa, guru, kepala sekolah, orangtua, dan pemimpin institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan. Selain itu, dikaitkan dengan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja bermutu dengan kualifikasi minimal berasal dari pendidikan menengah. Peningkatan jaminan bagi lulusan SMP/MTs untuk dapat melanjutkan ke pendidikan menengah Pemerintah adalah salah satu kunci dalam program wajib belajar 12 tahun. Solusi atas kendala biaya dan jarak atau keterjangkauan antara lain melalui pendirian sekolah menengah baru di setiap kecamatan yang dikombinasikan dengan penyediaan III-14

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 biaya operasional pendidikan serta bantuan khusus bagi siswa miskin dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Inovasi dalam penerapan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi diperhatikan untuk mengakselerasi peningkatan akses pendidikan menengah. Peningkatan akses pendidikan menengah harus dapat menciptakan loncatan dalam mengubah spektrum kualifikasi tenaga kerja Indonesia kedepan. Pada pendidikan kejuruan kesesuaian antara asupan dari SMK dengan kebutuhan dunia kerja menjadi mutlak. Kesesuaian tidak saja dimaknai sebagai kesesuaian jumlah atau kuantitas namun juga terkait dengan kesesuaian mutu lulusan. Penerapan KKNI dan SKKNI harus segera dilakukan. Demikian pula halnya dengan peningkatan peran dari dunia usaha dan industri di dalam menentukan arah pengembangan pendidikan kejuruan sehingga dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai. Akses pendidikan menengah harus dibuka seluas-luasnya, tersedia dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa dibedakan oleh kondisi ekonomi, kondisi geografis, kondisi fisik/mental (berkebutuhan khusus), gender, serta masyarakat yang mengalami bencana alam dan masalah sosial. 4. Tujuan Strategis 4: Peningkatan Mutu dan Kapasitas Masyarakat Peningkatan mutu dan kapasitas pendidikan masyarakat diantaranya meliputi pendidikan keaksaraan yang memberikan layanan peningkatan keaksaraan dan ketrampilan tepat guna kepada penduduk buta aksara usia 15-59 tahun. kesetaraan memberikan pengetahuan dan kompetensi setara dengan pendidikan dasar dan menengah. Kebutuhan akan manusia yang unggul dan berjiwa kompetitif semakin mendesak dengan diterapkannya komunitas ekonomi ASEAN atau ASEAN economic community yang akan membuka pintu masuknya produk negara-negara. ASEAN termasuk tenaga kerja asing ke Indonesia. Indonesia sebagai pasar terbesar di ASEAN harus tetap menjaga daya saingnya dan menjadi tuan rumah di negera sendiri. Peningkatan mutu lembaga III-15

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 penyelenggara pelatihan dan kursus sangat diperlukan untuk menjamin mutu peserta pelatihan dan kursus dapat diterima oleh pasar kerja. Bahkan, dapat memotivasi bangkitnya para pengusaha muda. Pemerintah mendorong proses akreditasi dan penyelarasan penyelenggara/lembaga kursus dan pelatihan agar mengacu pada standar penyelenggaraan serta mengadaptasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Penerapan KKNI dan SKNI pada lebih banyak lembaga kursus dangan diharapkan dapat dilaksanakan dalam 5 tahun kedepan, meskipun sebanyak 36 jenis kursus telah memiliki KKNI, penjaminan kepastian terhadap lembaga-lembaga kursus yang benarbenar telah menerapkan KKNI menjadi tantangan kedepan disamping tantangan lainnya berupa 44 jenis ketrampilan/kursus masih perlu disusun KKNI nya serta kemampuan kemendikbud menerbitkan 3 SKKNI setiap tahunnya. Peningkatan mutu pendidikan orang dewasa juga dilakukan dengan pendidikan keluarga. keluarga berupaya memberikan wawasan, pemahaman dan keterampilan tentang kiat mendidik anak sejak janin sampai dewasa dalam hal memelihara cinta dan kasih sayang, pendidikan karakter, gizi dan kesehatan, menyiapkan pra keaksaraan, memenuhi hak dan perlindungan anak, mencegah perilaku destruktif, dan meningkatkan mutu hasil belajar anak melalui pendampingan yang menyeluruh. 5. Tujuan Strategis 5: Peningkatan Mutu Pembelajaran Dasar dan Menengah yang Berorientasi pada Pembentukan Karakter Peningkatan mutu pembelajaran terutama dicirikan oleh penguatan pelaku pendidikan, seperti: kompetensi siswa, profesionalisme guru, dan kepala sekolah, peningkatan peran orangtua serta komitmen pemimpin institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan. Peningkatan mutu pembelajaran didukung oleh semakin banyak pelibatan siswa di kelas secara interaktif, sehinga mendorong kreativitas siswa, daya kritis dalam berpikir dan kemampuan analisis. Ditargetkan adanya peningkatan hasil yang signifikan dalam hasil tes nasional dan III-16

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 hasil tes internasional. Sebagai contoh, hasil tes PISA siswa Indonesia meningkat dalam periode lima tahun ke depan. Di samping tes yang demikian itu, mengingat Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan, pembentukan karakter bagi siswa menjadi hal yang utama dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peningkatan mutu pada pendidikan berkaitan erat dengan pengembangan dan penerapan kurikulum secara baik. Evaluasi yang terus-menerus atas pelaksanaan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 diharapkan menghasilkan kurikulum yang lebih baik dan diterapkan secara baik. Contoh aspek yang mutlak diperhatikan dalam konteks ini adalah pendidikan karakter dan pendidikan kewargaan. karakter dimaksudkan untuk membina budi pekerti, membangun watak, dan mengembangkan kepribadian peserta didik. Sementara itu, pendidikan kewargaan dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan di kalangan anak usia sekolah, sehingga terbentuk pemahaman mengenai pluralitas sosial dan keberagaman budaya dalam masyarakat, yang berdampak pada kesediaan untuk membangun harmoni sosial, menumbuhkan sikap toleransi, dan menjaga kesatuan dalam keanekaragaman. 6. Tujuan Strategis 6: Peningkatan Profesionalisme, Pemerataan Distribusi, serta Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan Peningkatan mutu, kompetensi, dan profesionalisme guru antara lain dihasilkan oleh penerapan sistem uji kompetensi guru; penilaian kinerja guru yang sahih, andal, transparan dan berkesinambungan; peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi guru dengan mempertimbangkan perbaikan desain program dan keselarasan disiplin ilmu serta Pengembangan Profesional Berkesinambungan (PPB) bagi guru dalam jabatan. Selanjutnya penerapan sistem penjaminan mutu menjadi kunci dalam menjamin kualifikasi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran. Sementara itu, peningkatan mutu layanan pendidikan oleh LPTK bertujuan untuk melakukan reformasi LPTK secara menyeluruh dan meningkatkan mutu III-17

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 penyelenggaraan pendidikan keguruan, melibatkan LPTK dalam proses perencanaan dan pengadaan guru, penjaminan mutu calon mahasiswa yang masuk ke LPTK melalui proses seleksi berdasarkan merit system, memaksimalkan pelaksanaan program induksi dan mentoring guru, mengembangkan kurikulum pelatihan guru yang responsif dengan kebutuhan aktual serta melaksanakan pendidikan profesi guru bagi calon guru baru melalui pola beasiswa dan berasrama. 7. Tujuan Strategis 7: Peningkatan Jati Diri Bangsa melalui Pelestarian dan Diplomasi Kebudayaan serta Pemakaian Bahasa sebagai Pengantar Peningkatan upaya untuk melindungi, mengembangkan dan meningkatkan diplomasi kebudayaan bertujuan untuk meningkatkan apresiasi seni, karya budaya, memenuhi sarana/prasarana budaya, dan meningkatkan kepedulian daerah dalam membangun kecintaan pada budaya. Pemerintah juga harus meningkatkan pelindungan terhadap kekayaan warisan budaya, memperbaiki basis data agar mudah mengelola seluruh warisan budaya, serta meningkatkan diplomasi budaya Indonesia ke dunia internasional agar warisan budaya yang dimiliki tidak hilang. Kebudayaan sebagai salah satu instrumen dalam peningkatan mutu pembelajaran dan jati diri bangsa yang merupakan aspek penting dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Kebudayaan dapat mempererat persatuan bangsa. Pemerintah memiliki kewajiban dalam pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan budaya. Peningkatan upaya pengembangan dan pembinaan bahasa bertujuan untuk memacu gerakan standardisasi mutu bahasa dan pemakaian bahasa guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan dan dibina melalui pendidikan Indonesia serta mendukung gerakan pembentukan mental peserta didik menjadi anak bangsa Indonesia yang berkepribadian, mandiri, dan berdaya saing kuat. Pemerintah juga harus meningkatkan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa perhubungan, terutama dalam penyelenggaraan pendidikan yang makin terbuka, di kawasan ASEAN. Untuk mewujudkan tujuan itu, dituangkan beberapa sasaran strategis, di III-18

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 antaranya adalah penyusunan kebijakan teknis; rencana dan program pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra Indonesia; pelaksanaan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra Indonesia; pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra Indonesia; serta pelaksanaan dan penguatan tata kelola pengembangan dan pembinaan bahasa. 8. Tujuan Strategis 8: Peningkatan Sistem Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel dengan Melibatkan Publik Peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan kinerja kementerian bertujuan untuk menjaga agar, (i) mutu laporan keuangan Kemendikbud tetap memperoleh opini hasil audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, dan (ii) tingkat pencapaian akuntabilitas pengelolaan kinerja kementerian dalam kategori B (baik), yaitu dengan cara peningkatan efisiensi dan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja dan anggaran serta pengembangan koordinasi dan kerjasama lintas sektor di tingkat nasional. Selain itu konsistensi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi akan terus dilakukan dan difokuskan pada kebijakan untuk mewujudkan birokrasi Kemendikbud yang menjadi teladan dalam memberikan layanan prima, mewujudkan tata kelola yang bersih, efektif dan efisien, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan transparansi dengan melibatkan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan berbasis data, riset dan bukti lapangan. Partisipasi pemerintah daerah dalam pendidikan akan dicapai melalui penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM). SPM ditujukan agar penyediaan sumber daya oleh pendidikan menjadi lebih fokus dan bermutu. Diharapkan semakin banyak daerah yang telah memenuhi SPM pendidikan sehingga penyediaan sumber daya oleh daerah semakin berorientasi pada mutu layanan pendidikan. Oleh karena itu Kemendikbud perlu membantu penguatan kapasitas tata kelola pada birokrasi pendidikan di daerah. Penerapan penyediaan anggaran pendidikan melalui APBN yang setiap tahunnya semakin meningkat melalui mekanisme BOS, Kartu Indonesia Pintar (KIP), anggaran III-19

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 pengembangan sarana prasarana melalui DAK akan diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan dan tidak semata-mata pada peningkatan akses pendidikan dasar dan menengah. c. Sasaran Strategis Untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan strategis pembangunan pendidikan dan kebudayaan, diperlukan sejumlah Sasaran Strategis (SS) yang menggambarkan kondisi yang dicapai pada tahun 2019. Selanjutnya, ditetapkan Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) untuk mengukur apakah sasaran strategis untuk mengkonfirmasi tujuan strategis tersebut dicapai pada masa depan (tahun 2019). Sasaran strategis untuk tingkat ketercapaian masing-masing tujuan adalah sebagai berikut: 1. Terwujudnya tujuan strategis 1 (T1): Peningkatan Akses dan Mutu Anak Usia Dini (PAUD) dapat ditandai dengan tercapainya sasaran strategis (SS1) sebagai berikut: Kode SS1.1 SS1.2 Sasaran Strategis Meningkatnya angka partisipasi peserta didik PAUD Meningkatnya mutu layanan PAUD Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) APK PAUD usia 3-6 tahun sekurang-kurangnya 78,7% Jumlah lembaga PAUD terakreditasi sebanyak 42.926 lembaga 2. Terwujudnya tujuan strategis 2 (T2): Perluasan Akses Dasar yang Bermutu, dapat ditandai dengan tercapainya sasaran strategis (SS2) sebagai berikut: Kode SS2.1 Sasaran Strategis Meningkatnya angka partisipasi penduduk usia pendidikan dasar (7-15 tahun), yaitu Angka Partisipasi Murni (APM) SD/SDLB Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) APK SD/SDLB/Paket A sekurang-kurangnya 100,55% APM SD/SDLB sekurangkurangnya 85,2% APK SMP/SMPLB/Paket B sekurang-kurangnya 83,77% APM SMP/SMPLB sekurangkurangnya 73,72% III-20

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Rasio APK SMP/SMPLB antara 20% penduduk termiskin dan 20% penduduk terkaya sebesar 0,9 3. Terwujudnya tujuan strategis 3 (T3): Peningkatan Kepastian Akses Menengah yang Bermutu dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, dapat ditandai dengan tercapainya sasaran strategis (SS3) sebagai berikut: Kode SS3.1 SS3.2 Sasaran Strategis Meningkatnya angka partisipasi dan lama sekolah penduduk usia 16-18 tahun yang berpartisipasi mengikuti pendidikan menengah (SMA/SMK/SMLB/Paket C) Turunnya angka pengangguran usia 15-34 tahun lulusan SMK Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) APK SMA/SMK/SMLB/Paket C sekurang-kurangnya 85,71 % APM SMA/SMK/SMLB sekurang-kurangnya 67,50% Rasio APK SMA/SMK/SMLB antara 20% penduduk termiskin dan 20% penduduk terkaya sebesar 0,6 Rata-rata sekolah penduduk usia di atas 15 tahun sebesar 8,8 tahun Angka pengangguran usia 15-34 tahun lulusan SMK maksimal sebesar 5% 4. Terwujudnya tujuan strategis 4 (T4) Peningkatan Mutu dan Kapasitas Masyarakat, dapat dicirikan dengan tercapainya sasaran strategis (SS4) sebagai berikut: Kode SS4.1 SS4.2 Sasaran Strategis Menurunnya penduduk niraksara usia dewasa di atas 15 tahun Meningkatnya program kursus dan pelatihan yang menerapkan KKNI Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Angka melek aksara penduduk usia dewasa di atas 15 tahun sekurangkurangnya 96,1% Persentase program kursus dan pelatihan yang telah menerapkan KKNI sebanyak 71,38% III-21

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 SS4.3 Meningkatnya jumlah lembaga/satuan pendidikan masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan keluarga Jumlah lembaga/satuan pendidikan masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan orang tua/keluarga sebanyak 87.417 lembaga Jumlah orang dewasa mengikuti pendidikan keluarga sebanyak 4.343.500 orang 5. Terwujudnya tujuan strategis 5 (T5): Peningkatan Mutu Pembelajaran Dasar dan Menengah yang Berorientasi pada Pembentukan Karakter, dapat dicirikan dengan tercapainya sasaran strategis (SS5) sebagai berikut: Kode SS5.1 SS5.2 SS5.3 Sasaran Strategis Meningkatnya mutu lulusan pendidikan dasar dan menengah Meningkatnya karakter/perilaku positif pada siswa pendidikan dasar dan menengah Meningkatnya mutu layanan pendidikan dasar dan menengah Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Rata-rata nilai ujian sekolah SD/SDLB minimal 6,5 Rata-rata nilai ujian nasional SMP/SMPLB minimal 6,5 Rata-rata nilai ujian nasional SMA minimal 7,0 dan UN SMK minimal 7,0 Persentase SM yang memenuhi SPM sebanyak 75% Rata-rata nilai sikap jujur dan bersahaja siswa SD/SMP/SM minimal baik Persentase SD/SDLB berakreditasi minimal B sekurang-kurangnya sebanyak 84,2% Persentase SD/SDLB yang memenuhi SPM sebanyak 61% Persentase SMP/SMPLB berakreditasi minimal B sekurangkurangnya sebanyak 81% Persentase SMP/SMPLB yang memenuhi SPM sebanyak 75% Persentase SMA berakreditasi minimal B sekurang-kurangnya 85% Persentase paket keahlian SMK berakreditasi minimal B sekurangkurangnya 65% III-22

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 SS5.4 Kode Sasaran Strategis Meningkatnya penerapan KKNI dalam bidang kejuruan di SMK Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Jumlah kompetensi keahlian SMK yang menerapkan KKNI minimal sebanyak 70% 6. Terwujudnya tujuan strategis 6 (T6): Peningkatan Profesionalisme, Pemerataan Distribusi, serta Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan dapat dicirikan dengan tercapainya sasaran strategis (SS6) sebagai berikut: Kode SS6.1 SS6.2 SS6.3 SS6.4 SS6.5 Sasaran Strategis Meningkatnya jumlah guru dan tendik PAUD dan Dikmas profesional Meningkatnya jumlah guru profesional pada satuan pendidikan dasar dan menengah Meningkatnya jumlah kepala sekolah profesional pada satuan pendidikan dasar dan menengah Meningkatnya jumlah pengawas profesional pada satuan pendidikan dasar dan menengah Menurunnya jumlah sekolah yang kekurangan guru pada satuan pendidikan dasar dan menengah Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Jumlah PTK PAUD profesional minimal sebanyak 37% Jumlah PTK Dikmas profesional minimal sebanyak 15% Jumlah guru profesional di SD/SDLB minimal sebanyak 95% dan SMP/SMPLB minimal sebanyak 95% Jumlah guru profesional di SMA dan SMK minimal sebanyak 95% Jumlah kepala sekolah profesional di SD minimal sebanyak 95% dan SMP sebanyak 95% Jumlah kepala sekolah profesional di SMA dan SMK minimal sebanyak 95% Jumlah pengawas profesional di SD minimal sebanyak 95%, dan SMP minimal sebanyak 95% Jumlah pengawas profesional di SMA dan SMK minimal sebanyak 95% Jumlah SD memiliki rasio guru terhadap siswa sesuai SPM sebesar 71% Jumlah SMP memiliki jumlah guru sesuai SPM sebanyak 83% III-23

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Kode Sasaran Strategis Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Jumlah SMA memiliki jumlah guru sesuai SNP sebanyak 80% dan jumlah SMK memiliki jumlah guru sesuai SNP sebanyak 75% 7. Terwujudnya tujuan strategis 7 (T7): Peningkatan Jati Diri Bangsa melalui Pelestarian dan Diplomasi Kebudayaan serta Pemakaian Bahasa sebagai Pengantar, dapat ditandai dengan tercapainya sasaran strategis (SS7) sebagai berikut: Kode SS7.1 SS7.2 SS7.3 SS7.4 Sasaran Strategis Meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat akan keragaman budaya (kebinekaan) untuk mendukung terwujudnya karakter dan jati diri bangsa yang memiliki ketahanan budaya Meningkatnya mutu bahasa dan pemakaiannya sebagai penghela Ipteks dan penguat daya saing SDM Indonesia Meningkatnya peran bahasa Indonesia sebagai bahasa perhubungan di kawasan ASEAN Meningkatnya penutur non-indonesia menggunakan bahasa Indonesia untuk belajar budaya Indonesia Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Indeks gotong royong di atas 0,55 Indeks toleransi di atas 0,49 Skor PISA pada tahun 2019 menjadi 414 (dari 396 pada tahun 2012) Jumlah pendidik terbina dalam penggunaan bahasa dan sastra menjadi 254.529 orang (dari 31.529 orang pada tahun 2014) Jumlah pemelajar BIPA di kawasan ASEAN sebanyak 1.000 orang Jumlah penutur non-indonesia di kawasan ASEAN yang menggunakan bahasa Indonesia sebanyak 2.500 orang Jumlah penutur non-indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia untuk belajar budaya Indonesia sebanyak 1.500 orang III-24

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 8. Terwujudnya tujuan strategis 8 (T.8): Peningkatan Sistem Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel, dapat dicirikan dengan tercapainya sasaran strategis (SS8) sebagai berikut: Kode SS8.1 SS8.2 SS8.3 SS8.4 Sasaran Strategis Meningkatnya partisipasi daerah dalam meningkatkan layanan PAUD dan Dikmas Meningkatnya partisipasi daerah dalam meningkatkan layanan pendidikan dasar dan Dipertahankannya opini Laporan Keuangan Kemendikbud Wajar Meningkatkan akuntabilitas kinerja Kemendikbud Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Sejumlah minimal 54,6% kabupaten dan kota memiliki lembaga PAUD terpadu pembina holistik integratif Sejumlah minimal 15,6% kabupaten dan kota memiliki minimal 1 lembaga masyarakat rujukan (PKBM, kursus dan pelatihan, atau UPTD) Sejumlah minimal 68% kabupaten dan kota memiliki indeks pencapaian SPM pendidikan dasar sebesar 1 Sejumlah minimal 90% kab/kota memiliki Indeks pencapaian SPM pendidikan menengah sebesar 1 Laporan Keuangan Kemendikbud mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Skor LAKIP minimal sebesar 80 d. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional Pembangunan dan Kebudayaan Arah pembangunan dalam RPJMN 2015-2019 ialah mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Kebijakan ini selanjutnya dijabarkan dalam kerangka pembangunan yang dapat memastikan Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dan kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Perekonomian Indonesia harus bertransformasi dari ekonomi yang mengandalkan eksploitasi sumber daya alam sebagai barang mentah, tenaga kerja murah dengan tingkat pendidikan yang rendah dan kualitas iptek yang relatif rendah menjadi perekonomian yang memperoleh nilai tambah tinggi dari pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, industri pengolahan dan jasa yang didukung oleh manusia yang berkualitas dan mempunyai daya saing serta didukung kualitas iptek yang terus meningkat. Kualitas iptek dan manusia III-25

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 yang diukur dengan tingkat pendidikan merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam menjabarkan arah kebijakan dan strategi nasional ke depan. Arah kebijakan dan strategi nasional dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan dipengaruhi oleh permasalahan pokok dan tantangan yang dihadapi bangsa dalam lima tahun ke depan dan kondisi lingkungan strategis. Permasalahan pokok bangsa yang mendasar dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan adalah intoleransi dan krisis kepribadian bangsa. Lunturnya budaya menghormati keragaman memupuk munculnya sikap-sikap permusuhan, diskriminasi, dan tindakan kekerasan di masyarakat yang diperburuk dengan tergerusnya karakter bangsa akibat kemajuan teknologi informasi dan transportasi yang begitu cepat telah melahirkan dunia tanpa batas yang merupakan ancaman bagi pembangunan karakter bangsa. Adapun tantangan utama pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam lima tahun ke depan ialah, (i) peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan pengurangan kesenjangan antarwilayah; serta (ii) pembangunan tata kelola untuk menciptakan birokrasi yang efektif. Tantangan dalam peningkatan kualitas insan Indonesia dan pengurangan kesenjangan antarwilayah dalam lima tahun ke depan adalah sebagai berikut. 1. Tantangan dalam pembangunan pendidikan adalah mempercepat peningkatan taraf pendidikan seluruh masyarakat untuk memenuhi hak seluruh penduduk usia sekolah dalam memperoleh layanan pendidikan dasar yang berkualitas, dan meningkatkan akses pendidikan pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi; menurunkan kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok sosial-ekonomi, antarwilayah dan antarjenis kelamin dengan memberikan pemihakan bagi seluruh anak dari keluarga kurang mampu; serta meningkatkan pembelajaran sepanjang hayat. Dalam rangka melakukan revolusi karakter bangsa, tantangan yang dihadapi ialah menjadikan proses pendidikan sebagai sarana pembentukan watak dan kepribadian siswa yang matang dengan internalisasi dan pengintegrasian pendidikan karakter dalam kurikulum, sistem pembelajaran, dan sistem penilaian dalam pendidikan; III-26

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 2. Tantangan dalam memperkukuh karakter dan jati diri bangsa dilakukan dengan cara meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengadopsi budaya global yang positif dan produktif serta meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya bahasa, adat, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal yang bersifat positif sebagai perekat persatuan bangsa; meningkatkan promosi budaya antardaerah dan diplomasi budaya antarnegara; serta meningkatkan kualitas perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya; 3. Tantangan dalam mempercepat peningkatan kesetaraan gender dan peranan perempuan dalam pembangunan dilakukan dengan cara meningkatkan pemahaman, komitmen, dan kemampuan para pengambil kebijakan dan pelaku pembangunan akan pentingnya pengintegrasian perspektif gender di semua bidang dan tahapan pembangunan, penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender termasuk perencanaan dan penganggaran yang responsif gender di pusat dan di daerah; 4. Tantangan dalam pengurangan kesenjangan antarwilayah ialah pembangunan infrastruktur pendidikan dan kebudayaan di daerah tertinggal (122 kabupaten), terdepan/terluar, dan terpencil. Tantangan utama dalam pembangunan tata kelola untuk menciptakan birokrasi yang efektif yaitu meningkatkan integritas, akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi birokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal untuk mendukung keberhasilan pembangunan dan peningkatan daya saing nasional sehingga dapat mendukung proses pembangunan nasional ke depan secara efektif dan efisien. Dari sisi lingkungan strategis, Indonesia mempunyai peluang untuk dapat menikmati bonus demografi, yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi akibat berubahnya struktur umur penduduk yang ditandai dengan menurunnya rasio ketergantungan (dependency ratio) penduduk non-usia kerja kepada penduduk usia kerja. Perubahan struktur ini memungkinkan bonus demografi tercipta karena meningkatnya suplai angkatan kerja (labor supply), tabungan (saving), dan kualitas manusia (human capital). Di Indonesia, rasio ketergantungan telah menurun dan melewati batas di bawah 50% pada tahun 2012 dan mencapai titik terendah sebesar 46,9% antara tahun 2028 dan 2031. Indonesia III-27

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 mempunyai potensi untuk memanfaatkan bonus demografi baik secara nasional maupun regional khususnya kawasan ASEAN. Apabila tidak didukung dengan kebijakan yang tepat, bonus demografi tidak akan dapat diraih. Bahkan, hal itu dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan misalnya konflik sosial, pengangguran dan kriminalitas. Untuk memitigasi hal ini, Pemerintah menentukan kebijakan dalam memanfaatkan bonus demografi untuk lima tahun ke depan sebagai berikut: 1. memperluas pendidikan menengah universal; 2. meningkatkan pelatihan keterampilan angkatan kerja melalui kualifikasi dan kompetensi, memperbanyak lembaga pelatihan, dan relevansi pendidikan dengan pasar kerja; 3. meningkatkan kewirausahaan dan pendidikan karakter pemuda; dan 4. melakukan pendalaman kapital dan pendidikan tenaga kerja. Strategi pembangunan nasional terkait pembangunan pendidikan dan kebudayaan, di antaranya ditujukan untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia unggul dengan meningkatkan kecerdasan otak serta mempunyai mental dan karakter yang tangguh dengan perilaku yang positif dan konstruktif. Pemerataan pembangunan pendidikan dan kebudayaan merupakan suatu keharusan untuk menghilangkan/ memperkecil kesenjangan yang ada, baik kesenjangan antarkelompok pendapatan, maupun kesenjangan antarwilayah, khususnya wilayah desa, pinggiran, luar Jawa, dan kawasan timur. e. Sasaran Pembangunan Sasaran pokok pembangunan pendidikan sebagaimana terdapat dalam RPJMN memfokuskan pada delapan sasaran sebagaimana dapat dilihat pada Tabel berikut : No Sasaran Pokok Sasaran 2019 1 Rata-rata lama sekolah penduduk usia di atas 15 tahun 2 Rata-rata angka melek aksara penduduk usia di atas 15 tahun 3 Persentase SD/MI berakreditasi minimal B 4 Persentase SMP/MTs berakreditasi minimal B 5 Persentase SMA/MA berakreditasi minimal B 8,8 thn 96,1% 84,2% 81,0% 84,6% III-28

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 6 Persentase kompetensi keahlian SMK berakreditasi minimal B 7 Rasio APK SMP/MTs antara 20% penduduk termiskin dan 20% penduduk terkaya 8 Rasio APK SMA/SMK/MA antara 20% penduduk termiskin dan 20% penduduk terkaya 65,0% 0,90 0,60 Agenda prioritas yang terkait langsung dengan pembangunan pendidikan tertuang dalam Nawacita nomor 5, 6, dan 8. Sasaran dan arah kebijakan dari masing-masing agenda prioritas pembangunan adalah sebagai berikut. 1. Agenda Prioritas Pembangunan 5 (Nawacita 5): Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia dan Masyarakat Indonesia. Pembangunan manusia Indonesia merupakan pembangunan pendidikan yang dilakukan pada seluruh siklus hidup manusia sejak janin dalam kandungan sampai lanjut usia yang merupakan pembangunan manusia yang produktif dan berdaya saing. Pembangunan pendidikan merupakan salah satu andalan bagi upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Pembangunan pendidikan periode ini dilakukan, terutama melalui pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP). a. Sasaran Sasaran yang ingin dicapai dalam Program Indonesia Pintar melalui pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun pada RPJMN 2015-2019 yaitu sebagai berikut. 1) meningkatnya angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah, sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut : III-29

Rencana Strategis Dinas Kab. Kendal Tahun 2016-2021 Tabel 3.2. Sasaran Program Indonesia Pintar 2) meningkatnya angka keberlanjutan pendidikan yang ditandai dengan menurunnya angka putus sekolah dan meningkatnya angka melanjutkan; 3) menurunnya kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan, serta antardaerah; 4) meningkatnya kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi; 5) meningkatnya jaminan kualitas pelayanan pendidikan, tersedianya kurikulum yang andal, dan tersedianya sistem penilaian pendidikan yang komprehensif; 6) meningkatnya proporsi siswa SMK yang dapat mengikuti program pemagangan di industri; 7) meningkatnya kualitas pengelolaan guru dengan memperbaiki distribusi dan memenuhi beban mengajar; 8) meningkatnya jaminan hidup dan fasilitas pengembangan ilmu pengetahuan dan karier bagi guru yang ditugaskan di daerah khusus; III-30