2 Pythagoras Membuka Jalan 7

dokumen-dokumen yang mirip
2 Pythagoras Membuka Jalan 7

15 Polihedron Reguler dan Rumus Euler

BERGELUT DENGAN HANTU LINGKARAN

4 Jasa Besar Euclid. 4 Jasa Besar Euclid 19

14 Menghitung Volume Bangun Ruang

6 Menguak Misteri Bilangan π

5 Archimedes Bergelut dengan Lingkaran

3 Antiphon dan Eudoxus Turun Tangan 13

22/7: Aproksimasi Nilai Π. Freedom Institute, 22 Juli 2013

Gara-Gara Hantu Lingkaran. Hendra Gunawan

Gara-Gara Hantu Lingkaran. Hendra Gunawan

MA5031 Analisis Real Lanjut Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

Archimedes dan Taksiran Bilangan π

42. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunanetra (SMPLB A)

PENJABARAN KISI-KISI UJIAN NASIONAL BERDASARKAN PERMENDIKNAS NOMOR 75 TAHUN SKL Kemampuan yang diuji Alternatif Indikator SKL

43. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB B)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Bangun yang memiliki sifat-sifat tersebut disebut...

KTSP Perangkat Pembelajaran SMP/MTs, KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) Mapel Matematika kls VII s/d IX. 1-2

BAGIAN PERTAMA. Bilangan Real, Barisan, Deret

dibangun rumah, 3. Urutan naik dari pecahan 15%, 0,3, dan 4 a. 0,3 ; 15% ; 4

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

13. Menyelesaikan masalah-masalah dalam matematika atau bidang lain yang penyelesaiannya menggunakan konsep aritmetika sosial dan perbandingan.

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2006/2007

KISI KISI UJIAN SEKOLAH TULIS


41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

PROGRAM TAHUNAN. Sekolah : MTs... Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas / Semester : VII / 1 dan 2 Tahun pelajaran : Target Nilai Portah : 55

09. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang B. Tujuan

Materi Olimpiade Matematika Vektor Nasional 2016 Jenjang SD:

PROGRAM TAHUNAN MATA PELAJARAN : MATEMATIKA

LINGKARAN; Menguak Misteri Bilangan π, Bangun Datar dan Bangun Ruang Terkait dengan Lingkaran, oleh Hendra Gunawan Hak Cipta 2015 pada penulis


MATEMATIKA. Hendra Gunawan

PROGRAM TAHUNAN. A. PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU I. Banyaknya pekan yang tersedia II. Banyaknya Pekan Yang Tidak Efektif

MakALAH TEOREMA PYTHAGORAS

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

41. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

PEMBAHASAN SOAL OSN MATEMATIKA SMP TINGKAT PROPINSI 2012 OLEH :SAIFUL ARIF, S.Pd (SMP NEGERI 2 MALANG)

15. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA SMP/MTs

PREDIKSI SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs DAN PEMBAHASAN

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

(a) 32 (b) 36 (c) 40 (d) 44

17

LAMPIRAN. Berikut ini adalah pertanyaan wawancara yang dilakukan dengan Bapak Gabriel

MA3231. Pengantar Analisis Real. Hendra Gunawan, Ph.D. Semester II, Tahun

7 Sisi dan Titik Sudut Bangun Datar

MA5032 ANALISIS REAL

D. GEOMETRI 2. URAIAN MATERI

Copyright Hak Cipta dilindungi undang-undang

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

MA5032 ANALISIS REAL

Soal-soal UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2011/2012

MATEMATIKA BUKAN SEKADAR BERHITUNG

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : E52 NO SOAL PEMBAHASAN 1

9 Menghitung Besar Sudut di Titik Sudut

KISI-KISI SOAL OLIMPIADE MATEMATIA VEKTOR NASIONAL (OMVN) 2015 HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

PREDIKSI UN 2012 MATEMATIKA SMP

TEOREMA PYTHAGORAS ( sumber: )

a. 10 c. 20 b. -10 d Indikator : Menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan operasi Bilangan Bulat a c b d.

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : E52 NO SOAL PEMBAHASAN 1

BIMBINGAN TEKNIS UJIAN NASIONAL TAHUN 2010 PENGEMBANGAN SOAL-SOAL TERSTANDAR. Oleh: R. Rosnawati

Tabel 1. Rata-rata Nilai Ujian Nasional Secara Nasional

MA2111 PENGANTAR MATEMATIKA Semester I, Tahun 2015/2016. Hendra Gunawan

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : D45 NO SOAL PEMBAHASAN. Ingat! a = a a a a a A. 10. Ingat!

UN SMP 2012 MATEMATIKA

KUNCI JAWABAN UJI LATIH MANDIRI MATEMATIKA

KI dan KD Matematika SMP/MTs

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : B25 NO SOAL PEMBAHASAN 1

1 m, maka jumlah anak yatim yang menerima. menerima Bilangan 3 jika dinyatakan dalam bentuk akar menjadi... A. 9 3 C. 5 2 B. 6 3 D.

UJI COBA UJIAN NASIONAL BERDASARKAN KISI-KISI TAHUN PELAJARAN 2011/ : Hasil dari - 4 A. 6 B. 3

PAKET 3 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

Pembahasan OSN Tingkat Provinsi Tahun 2012 Jenjang SMP Bidang Matematika

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : C37 NO SOAL PEMBAHASAN 1

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH

37. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

PAKET 2 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN MATEMATIKA SMP/MTs

NO SOAL PEMBAHASAN 1

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : A13 NO SOAL PEMBAHASAN 1

NO SOAL PEMBAHASAN 1

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : B29 NO SOAL PEMBAHASAN 362 = 362 = 36 = 6 3 = 216. Ingat!

Perkalian & Pembagian Pecahan

UJI COBA KOMPETENSI PESERTA DIDIK. Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama (SMP) : Matematika. : 120 menit

08. Mata Pelajaran Matematika A. Latar Belakang B. Tujuan

Soal-soal dan Pembahasan UN Matematika SMP/MTs Tahun Pelajaran 2011/2012

2. Pembahasan: Aturan penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan terlebih dahulu menyamakan penyebutnya.

PREDIKSI UN MATEMATIKA SMP

INFORMASI PENTING. No 1 Bilangan Bulat. 2 Pecahan Bentuk pecahan campuran p dapat diubah menjadi pecahan biasa Invers perkalian pecahan adalah

KOMPETISI MATEMATIKA 2017 Tingkat SMA SE-SULAWESI UTARA dan Tingkat SMP Se-kota Manado

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM ) MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII ( 1 ) SEMESTER I

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : A13 NO SOAL PEMBAHASAN 1

Hindayani.com Mengerjakan Soal Ujian Nasional Matematika SMP/MTs TP 2014/2015. Bank Soal Ujian Nasional Matematika SMP/MTs 2014/2015

BAHAN AJAR ANALISIS REAL 1 Matematika STKIP Tuanku Tambusai Bangkinang

SOAL DAN PEMBAHASAN UJIAN NASIONAL MATEMATIKA SMP/MTs TAHUN 2006/2007

SOAL DAN PEMBAHASAN OSN MATEMATIKA SMP 2012 TINGKAT PROVINSI (BAGIAN A : ISIAN SINGKAT)

PEMBAHASAN SOAL-SOAL UN TAHUN 2012 KODE : C32 NO SOAL PEMBAHASAN. Ingat!

PROGRAM PEMBELAJARAN KELAS VII SEMESTER I. Mata Pelajaran : Matematika

14. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA SD/MI

Transkripsi:

2 Pythagoras Membuka Jalan Siapa yang tidak pernah mendengar nama Pythagoras? Di sekolah dasar, nama Pythagoras biasanya disebut dalam pelajaran matematika di tahun kelima atau keenam, ketika guru membahas segitiga siku-siku. Anda mungkin masih ingat, bila kita mempunyai segitiga siku-siku dengan alas a, tinggi b, dan sisi miring c, maka ada Dalil Pythagoras yang berbunyi: a 2 + b 2 = c 2. Dengan dalil ini, kita dapat menghitung panjang suatu sisi pada segitiga siku-siku bila diketahui panjang dua sisi lainnya. b c Pythagoras adalah matematikawan Yunani Kuno yang hidup pada periode 570 500 SM. Ia dilahirkan di Samos, sebuah pulau kecil dekat Turki. Dibesarkan di era kejayaan Babilonia, Pythagoras belajar dari orang Babilonia tentang tripel bilangan bulat a, b, dan c yang memenuhi persamaan a 2 + b 2 = c 2, yang kemudian disebut sebagai Tripel Pythagoras. Contoh Tripel Pythagoras adalah 3, 4, dan 5. Contoh lainnya adalah 5, 12, dan 13. a 2 Pythagoras Membuka Jalan 7

Tripel Pythagoras sesungguhnya telah diketahui jauh sebelumnya oleh orang Babilonia. Fakta ini terungkap dalam tablet tanah liat Plimpton 322. Barangkali perlu dicatat bahwa istri Pythagoras, yang bernama Theano, adalah juga seorang matematikawan. Kalau anda ditanya siapa matematikawan wanita pertama, maka jawabannya adalah Theano. Namun, jangan salah, Pythagoras sendiri bukanlah matematikawan pertama. Sebelumnya, ada Thales (~600 SM) yang menekuni Astronomi, membuat kalendar, dan mengembangkan Matematika Deduktif. Salah satu dalil Thales menyatakan bahwa sudut pada setengah lingkaran merupakan sudut siku-siku. Melanjutkan apa yang telah dirintis oleh Thales, Pythagoras bersama para murid dan penerusnya mengembangkan lebih lanjut pengetahuan matematika Babilonia menjadi ilmu pengetahuan, dengan sejumlah teori, dalil-dalil, dan sistematika pembuktian-nya. Selain terkenal karena dalilnya mengenai segitiga siku-siku, Pythagoras dan para penerusnya juga mempelajari banyak hal, antara lain: hubungan antara nilai rata-rata aritmetik, nilai rata-rata geometrik, dan nilai rata-rata harmonik, sifat-sifat bilangan sempurna, polihedron beraturan, dan irasionalitas bilangan 2. Polihedron beraturan memang menarik. Polihedron adalah bangun ruang yang permukaannya terdiri dari sejumlah segi banyak. Sebagai contoh, balok merupakan polihedron dengan setiap muka pada permukaannya berbentuk persegi panjang. Namun, kerucut, silinder (tabung lingkaran), dan bola bukan polihedron, karena permukaannya bukan segi banyak. Polihedron beraturan adalah polihedron yang 8 Hendra Gunawan Gara-Gara Hantu Lingkaran

semua mukanya merupakan segi banyak beraturan yang kongruen (sama dan sebangun), dan terkait dengan itu semua sudut polihedralnya juga sama besar. Sebagai contoh, kubus merupakan polihedron beraturan: semua mukanya berbentuk persegi dan semua sudut polihedral-nya sama dengan 90 o. Di antara semua polihedron, ternyata hanya ada lima polihedron beraturan, yaitu: tetrahedron, heksahedron (kubus), oktahedron, ikosahedron, dan dodekahedron. Pada awalnya, Pythagoras telah mengetahui empat jenis polihedron pertama. Belakangan, salah seorang penerusnya yang bernama Hippasus (470 SM) menemukan dodekahedron beraturan. Para murid lainnya marah karena Hippasus tidak mendaftarkan penemuan tersebut atas nama Pythagoras. Pasalnya, setiap murid dan penerus Pythagoras telah bersumpah untuk menaati semua peraturan yang ditetapkan Pythagoras, termasuk mencatatkan setiap penemuan atas nama Pythagoras. Karena pelanggaran yang dilakukannya, Hippasus pun diusir dari padepokan Pythagoras. Kisah seputar kenakalan Hipassus tidak hanya terkait dengan penemuannya mengenai dodekahedron, tetapi juga dengan bocornya penemuan bahwa 2 merupakan bilangan irasional. Penemuan 2 Pythagoras Membuka Jalan 9

tersebut semula dirahasiakan, karena Pythagoras telah berfalsafah bahwa Semua adalah Bilangan. Yang dimaksud dengan bilangan oleh Pythagoras tentu saja adalah bilangan rasional atau pecahan, karena pada saat itu konsep bilangan irasional belum dikenal. Namun, dalam perjalanannya, para murid Pythagoras ternyata menemukan bahwa tidak ada bilangan rasional R yang memenuhi R 2 = 2. Andaikan ada bilangan rasional R = P/Q, dengan P dan Q tidak mempunyai faktor sekutu selain 1, yang memenuhi R 2 = 2. Maka P 2 = 2Q 2, sehingga P 2 genap dan karenanya P juga genap. Tulis P = 2n. Maka 4n 2 = 2Q 2, sehingga Q 2 = 2n 2 genap dan akibatnya Q juga genap. Ini bertentangan dengan asumsi awal bahwa P dan Q tidak mempunyai faktor sekutu selain 1. Padahal, jika R menyatakan sisi miring segitiga siku-siku dengan alas dan tinggi sama dengan 1, maka menurut Dalil Pythagoras R haruslah memenuhi persamaan R 2 = 1 2 + 1 2 = 2. (Dalam notasi sekarang, bilangan positif R tersebut dituliskan sebagai 2.) Karena tidak sesuai dengan falsafah Pythagoras, para muridnya sepakat untuk merahasiakan penemuan tersebut. Namun, ternyata Hippasus membocorkannya. Para murid setia Pythagoras pun berang dan konon Hippasus harus mati karena telah membocorkan rahasia penting itu. Penasaran dengan nilai 2, seorang penerus Pythagoras yang bernama Archytas (428-347 SM) mengembangkan suatu metode untuk menaksir bilangan c sembarang secara iteratif. Metode ini memuat 10 Hendra Gunawan Gara-Gara Hantu Lingkaran

rangkaian langkah yang kemudian dikenal sebagai Algoritma Euclid. (Siapa itu Euclid akan dikupas pada Bab 4.) Persisnya, misalkan X 1 adalah suatu bilangan (secara umum X 1 bisa rasional maupun irasional). Bentuk barisan bilangan X 2, X 3, X 4, sebagai berikut: X 2 = 1/(X 1 [X 1 ]), X 3 = 1/(X 2 [X 2 ]), dan seterusnya, dengan [x] menyatakan bilangan bulat terbesar yang lebih kecil daripada atau sama dengan x. Kemudian, bentuk pula barisan bilangan P 1, P 2, P 3, dan Q 1, Q 2, Q 3, dengan P 1 = [X 1 ], P 2 = [X 2 ] P 1 + 1, P 3 = [X 3 ] P 2 + P 1, dan seterusnya, dan dan seterusnya. Q 1 = 1, Q 2 = [X 2 ], Q 3 = [X 3 ] Q 2 + Q 1, Jika X 1 bilangan rasional, katakanlah X 1 = P/Q, maka untuk suatu bilangan asli n nilai X n akan sama dengan suatu bilangan bulat, sehingga X n [X n ] = 0. Dalam hal ini, barisan akan terhenti pada langkah ke-n, dan P n /Q n merupakan bentuk pecahan sederhana dari P/Q. Sebagai contoh, jika X 1 = 10/6, maka [X 1 ] = 1, sehingga X 2 = 1/(10/6 1) = 6/4 dan [X 2 ] = 1. Selanjutnya, X 3 = 1/(6/4 1) = 2 dan [X 3 ] = 2. Jadi barisan terhenti pada langkah ke-3. Sekarang kita hitung P 1 = [X 1 ] = 1, P 2 = [X 2 ] P 1 + 1 = 1 1 + 1 = 2, 2 Pythagoras Membuka Jalan 11

P 3 = [X 3 ] P 2 + P 1 = 2 2 + 1 = 5, dan Q 1 = 1, Q 2 = [X 2 ] = 1, Q 3 = [X 3 ] Q 2 + Q 1 = 2 1 + 1 = 3. Dalam hal ini kita peroleh P 3 /Q 3 = 5/3, yang merupakan bentuk pecahan sederhana dari pecahan semula, yaitu 10/6. Jika X 1 bilangan irasional, maka proses iterasi akan berlanjut terus. Bila kita hentikan iterasi pada langkah ke-n, maka P n /Q n merupakan suatu taksiran atau hampiran untuk X 1. Sebagai contoh, misal X 1 = 3. Maka, [X 1 ] = 1 dan dapat dihitung (dengan sabar) bahwa X 2i = (1 + 3)/2 dan X 2i+1 = 1 + 3, untuk i = 1, 2, 3,, sehingga [X 2i ] = 1 dan [X 2i+1 ] = 2 untuk i = 1, 2, 3,. Selanjutnya, kita dapat menghitung P 1, P 2,, P n, dan Q 1, Q 2,, Q n, untuk mendapatkan nilai hampiran P n /Q n untuk 3. Pythagoras dan para muridnya telah membuka jalan yang memungkinkan generasi berikutnya menguak misteri lingkaran, sedikit demi sedikit. Dengan Algoritma Euclid, Archimedes (tokoh yang akan kita soroti nanti) melakukan perhitungan hingga iterasi ke-9 dan memperoleh nilai hampiran 3 265/153. Ia kemudian memakai nilai hampiran ini untuk menaksir nilai π 22/7, sebagaimana akan kita kupas pada Bab 5. 12 Hendra Gunawan Gara-Gara Hantu Lingkaran