BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas 8 36 % 2 Belum Tuntas % Jumlah %

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitan Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sidorejo Lor 01

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran matematika di kelas IIIa MI Daarul Aitam Palembang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Oktober 2016 dan Selasa, 18 Oktober Tahap pra siklus ini bertujuan untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dengan menerapkan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBELAJARAN Pelaksanaan Tindakan Kondisi Awal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Belajar IPA Kelas I Pra Siklus BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Tindakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tabel 4.1 Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 4 SD Negeri Tunggulsari Semester I/ Pra Siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penigkatan pemahaman materi mempertahankan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Proses perbaikan pembelajaran yang peneliti lakukan dapat diuraikan secara singkat tentang hasil-hasil yang diperoleh setiap siklus dari setiap tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan dan observasi, analisis data dan refleksi. 4.1.1. Deskripsi Pelaksanaan Siklus 1 Penggunaan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards dalam Siklus 1 ini terdapat 2 kali pertemuan yang dilaksanakan tanggal 08 dan 09 April 2014. 1. Tahap Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan RPP yang telah disusun bersama guru kelas II dengan materi perkalian. Peneliti juga mempersiapkan lembar observasi aktivitas guru dan siswa, lembar kerja kelompok, media pembelajaran flash cards dan alat evaluasi berupa soal tes. Kegiatan observasi dibantu oleh guru kelas IV untuk mengamati proses pembelajaran yang berlangsung dan peneliti sebagai dokumentasi pembelajaran. 2. Tahap Pelaksanaan dan Observasi Pertemuan I Langkah-langkah pembelajaran pada pertemuan pertama terlaksana dengan cukup baik, pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan doa, presensi dan mengucapkan salam kepada siswa. Kemudian guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu satu dikali satu serta menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi perkalian dengan menggunakan berbagai macam barang konkrit seperti bola maupun permen yang sudah disiapkan. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa maju kedepan untuk menjumlahkan permen sesuai yang ditentukan guru. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa 47

48 tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan mendapat flash cards soal dan kelompok kedua akan mendapat flash cards jawaban. Siswa menerima flash cards sesuai kelompok, siswa diberi waktu untuk menghitung soal yang ada dalam flash cards. Setelah kedua kelompok siap, guru memberi aba-aba agar kedua kelompok untuk mencari pasangan. Siswa yang sudah menemukan pasangan yang cocok akan duduk bersebelahan dan mendapatkan lembar kerja kelompok yang harus didiskusikan bersama-sama. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru meminta perwakilan dari salah satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, serta dilakukan tabel jawab untuk meluruskan kesalahan pemahaman. Pada kegiatan akhir guru dan siswa meyimpulkan bersama-sama materi yang sudah dipelajari dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Pertemuan II Pada pertemuan kedua terlaksana dengan cukup baik, pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan doa, presensi dan mengucapkan salam kepada siswa. Kemudian guru bercerita tentang masalah yang berhubungan dengan perkalian serta tidak lupa menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan kata kunci dalam soal cerita perkalian kepada siswa. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa maju kedepan untuk mengerjakan soal cerita dari guru. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan mendapat flash cards soal dan kelompok kedua akan mendapat flash cards jawaban. Siswa menerima flash cards sesuai kelompok, siswa diberi waktu untuk menghitung soal yang ada dalam flash cards. Setelah kedua kelompok siap, guru

49 memberi aba-aba agar kedua kelompok untuk mencari pasangan. Siswa yang sudah menemukan pasangan yang cocok akan duduk bersebelahan dan mendapatkan lembar kerja kelompok yang harus didiskusikan bersama-sama. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru meminta perwakilan dari salah satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, serta dilakukan tabel jawab untuk meluruskan kesalahan pemahaman Pada kegiatan akhir, guru dan siswa meyimpulkan bersama-sama materi yang sudah dipelajari. Siswa mengerjakan soal evaluasi dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya serta mengucapkan salam. 3. Hasil Tindakan a. Hasil Observasi Observasi terhadap tindakan siklus 1 dilakukan selam proses pembelajaran berlangsung yang dilaksanakan oleh observer. Berikut ini disajikan tabel 4.1 tentang hasil observasi aktivitas guru pada siklus 1. Tabel 4.1 Distribusi Hasil Observasi Guru Siklus 1 No. Kegiatan Hasil (%) Keterangan Kriteria 1 Kegiatan Awal 62,5% Cukup Kurang Baik = 25% - 44% 2 Kegiatan inti 78% Baik Cukup Baik = 45% - 63% 3 Kegiatan Penutup 83% Sangat baik Baik = 64% - 82% Sangat Baik 83% Rata-rata 74,5% Baik Berdasarkan pada tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards ratarata keseluruhan kegiatan adalah 74,5%. Sesuai kriteria yang ditentukan, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sudah baik. Namun secara terpisah dalam kegiatan awal masih berada dalam kategori cukup, sehungga baik kegiatan awal, inti, dan akhir perlu ditingkatkan karena masih ada kekurangan dan beberapa kegiatan penting yang dilewatkan.

50 Di bawah ini merupakan rekapan dari hasil observasi motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar berlangsung. Lembar observasi siswa dapat dilihat dalam lampiran. Tabel 4.2 Distribusi Hasil Observasi Siswa Siklus 1 No. Aspek Hasil (%) Keterangan Kriteria 1. Kehadiran 100% Tinggi Rendah 33% 2. Bertanya tentang materi yang belum jelas 22% Rendah 3. Berusaha menjawab pertanyaan 33% Rendah 4. Berani mengemukakan pendapat 17% Rendah 5. Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 50% Sedang 6. Kerjasama dengan kelompok 78% Tinggi Rata-rata 50% Sedang Sedang 34 66 Tinggi 67% Berdasarkan pada tabel 4.2 dapat diketahui pada kehadiran 100%, bertanya tentang materi yang belum jelas 22%, berusaha menjawab pertanyaan 33%, berani mengemukakan pendapat 17%, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 50%, kerjasama dengan kelompok 78%. Dari data maka guru melakukan peningkatan motivasi siswa ketika pembelajaran berlangsung seperti mendorong siswa agar berani mengemukakan pendapat dan berani bertanya tentang materi yang belum jelas. b. Hasil Tindakan Hasil Belajar Matematika Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards pada siklus 1 dengan 2 kali pertemuan, pada pertemuan 2 dilaksanakan tes formatif. Adapun hasil belajar matematika pada materi perkalian, tersaji dalam tabel 4.3 beriku ini. Tabel 4.3 Analisis Nilai Tes Formatif Matematika Siklus 1 Ketuntasan Frekuensi Presentase (%) Tuntas 10 55,56% Tidak tuntas 8 44,44% Jumlah 18 100% Nilai tertinggi 90 Nilai terendah 50 Rata-rata 68,05

51 Dari analisa nilai pada tabel 4.3 dapat diketahui setelah dilaksanakan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dari 18 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran terdapat 10 siswa (55,56%) mampu mencapai KKM (70) dan 8 siswa (44,44%) masih berada dibawah KKM. Nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 90 dan nilai terendah 50 dengan nilai rata-rata 68,05. Tingkat ketuntasan siswa disajikan pada gambar 4.1 dibawah ini: Tuntas 56% Belum Tuntas 44% Belum Tuntas Tuntas Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1 Berdasarkan diagram 4.1 di atas, diketahui bahwa penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dari 18 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran terdapat 10 siswa (56%) yang tuntas belajar ( 70) dan 8 siswa (44%) belum tuntas belajar. Motivasi Siswa Pembelajaran make a match berbantuan media flash cards pada siklus 1 dengan 2 kali pertemuan, pada pertemuan 2 dibagikan lembar angket pada siklus 1, hasil angket motivasi siswa disajikan tabel 4.4. Tabel 4.4 Distribusi Tingkat Motivasi Siswa Siklus 1 No. Skor Jumlah siswa Presentase (%) Keterangan 1. 16 24 - - Sangat rendah 2. 25 33 - - Rendah 3. 34 42 3 17% Sedang 4. 43 51 5 28% Tinggi 5. 52 10 55% Sangat tinggi Jumlah 18 100%

52 Berdasarkan tabel 4.4 terdapat 3 siswa (17%) yang motivasinya sedang, 5 siswa (28%) yang motivasinya tinggi, dan 10 siswa (55%) yang motivasinya sangat tinggi. Berdasarkan tabel diatas dapat digambarkan dalam diagram lingkaran pada gambar 4.2. 55% 17% 28% Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi 4. Tahap Refleksi Gambar 4.2 Diagram Lingkaran Tingkat Motivasi Belajar Siklus 1 Setelah proses pembelajaran selesai peneliti dan observer melakukan refleksi. Peneliti dan observer mendiskusikan hasil pembelajaran siklus 1 dan mendiskusikan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan pada siklus selanjutnya. Membandingkan motivasi dan hasil belajar pra siklus dan siklus 1 serta kelebihan dan kekurangan yang ditentukan dalam pembelajaran siklus 1. Setelah pembelajaran siklus 1, terjadi peningkatan hasil belajar dibandingkan hasil pra siklus. Siklus yang tuntas pada pra siklus ada 2 siswa (11,11%) pada siklus 1 menjadi 10 siswa (55,55%). Sedangkan siswa yang belum tuntas pada pra siklus adalah 16 siswa (88,89%), pada siklus 1 menjadi 8 siswa (44,44%). Nilai tertinggi siswa meningkat dari 85 menjadi 90, nilai terendah dari 40 pada pra siklus menjadi 50 pada siklus 1. Nilai rata-rata juga terjadi peningkatan pada siklus 1, dari 59 menjadi 68. Peningkatan ketuntasan belajar dari pra siklus ke siklus 1 adalah dari 11% menjadi 56% atau sebesar 45%. Nilai rata-rata kelas 68 yaitu belum memenuhi indikator kinerja yaitu 70, namun demikian pencapaian ketuntasan belajar belum memenuhi indikator keberhasilan yang diharapkan. Ketuntasan belajar masih dibawah indikator kinerja ( 80%) karena baru mencapai 56%. Motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan pra siklus, siswa yang memiliki motivasi sangat rendah pada pra sikus terdapat 6 siswa

53 (33,5%) pada siklus 1 tidak ada, siswa yang memiliki motivasi rendah pada pra siklus terdapat 6 siswa (33,5%) pada siklus 1 tidak ada, siswa yang mempunyai motivasi sedang pada pra siklus terdapat 4 siswa (22%) pada siklus 1 terdapat 3 siswa (17%), siswa yang mempunyai motivasi tinggi pada pra siklus ada 2 siswa (11%) pada siklus1 ada 5 siswa (28%), sedangkan siswa yang mempunyai motivasi sangat tinggi pada pra siklus tidak ada (0%) pada siklus 1 ada 10 siswa (55%). Karena kriteria ketuntasan belum terpenuhi yaitu 80% siswa memiliki motivasi sangat tinggi, maka perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya. Disamping itu, berdasarkan data yang diperoleh dari lembar observasi masih terdapat kekurangan selama pembelajaran siklus 1 antara lain sebagai berikut : Guru : 1) Proses penyampaian materi berjalan lancar, tetapi guru masih mendominasi pembelajaran 2) Guru sudah memotivasi siswa dalam pembelajaran, tetapi masih masih belum merata disemua siswa. 3) Guru sudah menerapkan pembelajaran make a match dan media flash cards tetapi masih kurang maksimal Siswa : 1) Banyak siswa yang masih malu bertanya dengan guru tentang materi yang belum jelas. 2) Siswa yang berusaha menjawab pertanyaan dari guru masih sedikit. 3) Siswa belum bekerjasama dengan kelompok. 4.1.2. Deskripsi Pelaksanaan Siklus 2 Penggunaan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dalam Siklus 2 ini terdapat 2 kali pertemuan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 April 2014. Berdasarkan catatan kekurangan yang tercantum dalam refleksi siklus 1, maka gambaran siklus 2 dengan rincian sebagai berikut.

54 1. Tahap Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan RPP yang telah disusun bersama guru kelas II dengan materi pembagian. Mempersiapkan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yeng telah disusun. Merpersiapkan lembar kerja kelompok, media pembelajaran flash cards dan alat evaluasi berupa soal tes yang telah dibuat oleh peneliti. Kegiatan dibantu oleh guru kelas IV untuk mengamati proses pembelajaran yang berlangsung dan peneliti sebagai dokumentasi pembelajaran. 2. Tahap Pelaksanaan dan Observasi Pertemuan 1 Pelaksanaan pembelajaran pada siklus 2 ini telah sesuai dengan yang direncanakan. Langkah-langkah pembelajaran terlaksana dengan baik, pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan doa, presensi dan mengucapkan salam kepada siswa, serta tidak lupa menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi pembagian dengan mengganakan berbagai macam barang konkrit seperti kelereng maupun permen yang sudah disiapkan. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa maju kedepan untuk menbagikan permen sesuai yang ditentukan guru. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan mendapat flash cards soal dan kelompok kedua akan mendapat flash cards jawaban. Siswa menerima flash cards sesuai kelompok, siswa diberi waktu untuk menghitung soal yang ada dalam flash cards. Setelah kedua kelompok siap, guru memberi aba-aba agar kedua kelompok untuk mencari pasangan. Siswa yang sudah menemukan pasangan yang cocok akan duduk bersebelahan dan mendapatkan lembar kerja kelompok yang harus didiskusikan bersama-sama. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru meminta perwakilan dari salah satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja

55 kelompoknya, serta dilakukan tabel jawab untuk meluruskan kesalahan pemahaman. Pada kegiatan akhir guru dan siswa meyimpulkan bersama-sama materi yang sudah dipelajari dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Pertemuan II Pada pertemuan kedua terlaksana dengan baik, pada kegiatan awal guru membuka pelajaran dengan doa, presensi dan mengucapkan salam kepada siswa. Kemudian guru bercerita tentang masalah yang berhubungan dengan perkalian serta tidak lupa menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan kata kunci dalam soal cerita perkalian kepada siswa. Kemudian guru menunjuk salah satu siswa maju kedepan untuk mengerjakan soal cerita dari guru. Selanjutnya guru menjelaskan kepada siswa tentang langkah-langkah pembelajaran yang akan digunakan yaitu pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Guru membagi kelas menjadi 2 kelompok, kelompok pertama akan mendapat flash cards soal dan kelompok kedua akan mendapat flash cards jawaban. Siswa menerima flash cards sesuai kelompok, siswa diberi waktu untuk menghitung soal yang ada dalam flash cards. Setelah kedua kelompok siap, guru memberi aba-aba agar kedua kelompok untuk mencari pasangan. Siswa yang sudah menemukan pasangan yang cocok akan duduk bersebelahan dan mendapatkan lembar kerja kelompok yang harus didiskusikan bersama-sama. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan lembar kerja siswa, guru meminta perwakilan dari salah satu kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, serta dilakukan tabel jawab untuk meluruskan kesalahan pemahaman. Pada kegiatan akhir, guru dan siswa meyimpulkan bersama-sama materi yang sudah dipelajari. Siswa mengerjakan soal evaluasi dan menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya serta mengucapkan salam.

56 3. Hasil Tindakan a. Hasil Observasi Observasi terhadap tindakan siklus 2 dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung yang dilaksanakan oleh observer. Berikut disajikan tabel 4.5 tentang hasil observasi guru pada siklus 2. Tabel 4.5 Distribusi Hasil Observasi Guru Siklus 2 No. Kegiatan Hasil (%) Keterangan Kriteria 1 Kegiatan Awal 94% Sangat baik Kurang Baik = 25% - 44% 2 Kegiatan inti 95% Sangat baik Cukup Baik = 45% - 63% 3 Kegiatan Penutup 100% Sangat baik Baik = 64% - 82% Sangat Baik 83% Rata-rata 96% Sangat Baik Berdasarkan pada tabel 4.5 dapat dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dengan penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards pada siklus 2 rata-rata keseluruhan kegiatan telah mencapai indikator keberhasilan adalah 96%. Sesuai kriteria yang ditentukan, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sangat baik, sehingga pembelajaran make a match berbantuan media flash cards ini mampu meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran Di bawah ini merupakan rekapan dari hasil observasi motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar berlangsung. Lembar observasi siswa dapat dilihat dalam lampiran. Tabel 4.6 Distribusi Hasil Observasi Siswa Siklus 2 No. Aspek Hasil (%) Katerangan Kriteria 1. Kehadiran 100% Tinggi Rendah 33% 2. Bertanya tentang materi yang belum jelas 56% Sedang 3. Berusaha menjawab pertanyaan 88% Sedang 4. Berani mengemukakan pendapat 78% Sedang 5. Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 89% Sedang 6. Kerjasama dengan kelompok 100% Tinggi Rata-rata 85% Tinggi Sedang 34 66 Tinggi 67% Berdasarkan pada tabel 4.6 dapat diketahui pada kehadiran 100%, bertanya tentang materi yang belum jelas 56%, berusaha menjawab pertanyaan 88%, berani

57 mengemukakan pendapat 78%, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh 89%, kerjasama dengan kelompok 100%. Dari data maka guru melakukan peningkatan motivasi siswa dengan sangat baik, terlihat rata-rata motivasi siswa tinggi dengan presentase 80%. b. Hasil Tindakan Hasil Belajar Matematika Untuk mengetahui hasil belajar matematika pada siklus 2, dilakukan tes formatif pada pertemuan II siklus 2. Berikut ini disajikan tabel 4.6 destribusi hasil belajar matematika pada siklus 2. Tabel 4.7 Analisis Nilai Tes Formatif Matematika Siklus 2 Ketuntasan Frekuensi Presentase (%) Tuntas 17 94,44% Tidak tuntas 1 5,56% Jumlah 18 100% Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 65 Nilai Rata-Rata 82,22 Dari analisa nilai pada tabel 4.7 dapat diketahui setelah dilaksanakan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dari 18 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran terdapat 17siswa (94,44%) mampu mencapai KKM (70) dan 1 siswa (5,56%) masih berada dibawah KKM. Nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 100 dan nilai terendah 65 dengan nilai rata-rata 82,22. Tingkat ketuntasan siswa disajikan pada gambar 4.4 dibawah ini: 6% Tuntas 94% Gambar 4.4 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 2

58 Berdasarkan diagram 4.1 Di atas, diketahui bahwa penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards, dari 18 siswa yang mengikuti evaluasi pembelajaran terdapat 17 siswa (94%) yang tuntas belajar (70) dan 1 siswa (6%) belum tuntas belajar. Motivasi Siswa Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards pada siklus 2 dengan 2 kali pertemuan, pada pertemuan 2 dibagikan lembar angket pada siklus 2, hasil angket motivasi siswa disajikan tabel 4.8. Tabel 4.8 Tingkat Motivasi Siswa Siklus 2 No. Skor Jumlah siswa Presentase (%) Keterangan 1. 16 24 - - Sangat rendah 2. 25 33 - - Rendah 3. 34 42 1 6% Sedang 4. 43 51 1 6% Tinggi 5. 52 16 88% Sangat tinggi Jumlah 18 100% Berdasarkan tabel 4.8 terdapat 1 siswa (6%) yang motivasinya sedang, 1 siswa (6%) yang motivasinya tinggi, dan 16 siswa (88%) yang motivasinya sangat tinggi. Berdasarkan tabel diatas dapat digambarkan dalam diagram lingkaran pada gambar 4.5. 88% 6% 6% Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Gambar 4.5 Diagram Lingkaran Tingkat Motivasi Belajar Siklus 2

59 4. Tahap Refleksi Setelah proses pembelajaran selesai peneliti dan observer melakukan refleksi. Peneliti dan observer mendiskusikan hasil pembelajaran siklus 2 dengan membandingkan hasil belajar siklus 1 dan siklus 2 serta kelebihan dan kekurangan yang ditemukan dalam pembelajaran siklus 2. Hasil belajar siklus 2 dapat diketahui nilai rata-rata kelas meningkat dari 68 menjadi 82. Sedangkan tingkat ketuntasan belajar meningkat dari 10 siswa (56%) menjadi 17 siswa (94%) yang tuntas. Sedangkan siswa yang belum tuntas mengalami penurunan dari 8 siswa (44%) menjadi 1 siswa (4%). Sedangkan siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi meningkat dari 10 siswa (55%) pada siklus 1 menjadi 16 siswa (88%). Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa pembelajaran make a match berbantuan media flash cards dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Pada siklus 2 indikator kinerja, siswa yang dikategorikan sangat tinggi ada 16 siswa (88%) sehingga sudah memenuhi kriteria keberhasilan yang ditentukan (80%). Sedangkan hasil belajar siswa baik nilai ratarata kelas maupun ketuntasan belajar terpenuhi, yaitu nilai rata-rata kelas adalah 82 dan ketuntasan belajar 94%, karena kriteria yang ditentukan yaitu rata-rata kelas dan ketuntasan belajar harus mencapai 80% dari jumlah siswa sehingga penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas II SD Negeri Sraten 01. 4.2. Analisis Data 4.2.1. Rekapitulasi Hasil Belajar Berdasarkan hasil tindakan dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas II SD Negeri Sraten 01 Kexamatan Tuntang Kabupaten Semarang Semester II tahun ajaran 2013/2014. Perbandingan hasil belajar siswa disajikan pada tabel 4.9 Dibawah ini:

60 Tabel 4.9 Perbandingan Hasil Belajar Matematika Pra Siklus, Siklus 1 dan Siklus 2 Pra siklus Siklus 1 Siklus 2 Ketuntasan F % F % F % Tuntas 2 11 % 10 56% 17 94% Tidak tuntas 16 89% 8 44% 1 6% Jumlah 18 100% 18 100% 18 100% Nilai Tertinggi 85 90 100 Nilai Terendah 40 50 65 Nilai Rata-Rata 59,16 68,05 82,22 Dari tabel 4.9 di atas dapat dijelaskan bahwa tingkat ketuntasan belajar siswa dari pra siklus sampai dengan siklus 2 mengalami peningkatan. Pada pra siklus siswa yang tuntas belajar adalah 2 siswa (11%), pada siklus 1 menjadi 10 siswa (56%) dan pada siklus 2 menjadi 17 siswa (94%). Sedangkan siswa yang belum tuntas jumlahnya menurun. Pada saat prasiklus terdapat 16 siswa (89%) belum tuntas, pada siklus 1 masih 8 siswa (56%) yang belum tuntas dan pada siklus 2 masih 1 siswa (4%). Nilai rata-rata siswa dari pra siklus ke siklus 2 juga mengalami peningkatan dari prasiklus 59,16 menjadi 68,05 pada siklus 1 atau naik sebesar 8,89 dan pada siklus 2 menjadi 82,22 atau naik sebesar 14,17. Selanjutnya untuk memperjelas perbandingan hasil belajar dan ketuntasan belajar siswa dari prasiklus sampai dengan siklus 1 disajikan gambar 4.6 di bawah ini : 20 10 0 PRA SIKLUS SIKLUS 1 SIKLUS 1 Tuntas Tidak tuntas Gambar 4.6 Diagram Batang Perbandingan Tingkat Ketuntasan Belajar Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2 Dari diagram 4.6 di atas dapat dijelaskan bahwa banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar pra siklus sampai dengan siklus 2 mengalami peningkatan. Pada saat Prasiklus ke siklus 1 besarnya peningkatan adalah dari 2

61 siswa menjadi 10 siswa atau sebanyak 8 siswa (45%) meningkat, dari siklus 1 ke siklus 2 adalah dari 10 siswa menjadi 17 siswa atau terjadi peningkatan sebanyak 7 siswa (38%). 4.2.2. Rekapitulasi Tingkat Motivasi Siswa Tabel 4.10 Perbandingan Tingkat Motivasi Belajar Pra Siklus, Siklus1 dan Siklus2 Skor Pra siklus Siklus 1 Siklus 2 Katgori 16 24 6 33,5% - - - - Sangat rendah 25 33 6 33.5% - - - - Rendah 34 42 4 22% 3 17% 1 6% Sedang 43 51 2 11% 5 28% 1 6% Tinggi 52 - - 10 55% 16 88% Sangat tinggi Jumlah 18 100% 18 100% 18 100% Nilai tertinggi 50 55 59 Nilai terendah 17 34 38 Dari tabel 4.10 dapat dilihat adanya peningkatan jumlah siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi dalam mata pelajaran matematika, pada pra siklus tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi (0%), pada siklus 1 ada 10 siswa (55%), dan pada siklus 2 ada 16 siswa (88%). Ini membutikan bahwa pembelajaran make a match dan media flash cards dapat meningkatkan motivasi belajar, dapat dilihat pada gambar 4.7. 15 10 5 0 PRA SIKLUS SIKLUS 1 SIKLUS 2 Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Gambar 4.7 Diagram Batang Perbandingan Tingkat Motivasi Belajar Pra Siklus, Siklus 1, dan Siklus 2

62 4.3. Pembahasan Hasil observasi pra siklus yang dilakukan di kelas II SD Negeri Sraten 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang ditemukan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa masih rendah, hal ini disebabkan karena metode yang digunakan guru kurang menarik. Proses pembelajaran pra siklus menunjukkan bahwa siswa masih pasif, siswa cenderung mendengarkan ceramah guru sehingga siswa terkesan bosan pada proses pembelajaran. Siswa kurang aktif dalam bersosialisasi dengan kelompok. Siswa terlihat jenuh karena pembelajaran selalu monoton sehingga nilai rata-rata pelajaran Matematika rendah. Nilai rata-rata yang didapatkan siswa pada pra siklus 59,16. Siswa yang mencapai KKM ( 70) hanya 2 siswa (11%) sedangkan siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 16 siswa (89%). Nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 40. Berdasarkan observasi dan angket motivasi menunjukkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran matematika rendah, dapat diketahui dari tingkat motivasi pra siklus ada 6 siswa (33,5%) memiliki motivasi sangat rendah, 6 siswa (33,5%) memiliki motivasi rendah, 4 siswa (22%) memiliki motivasi sedang, 2 siswa (11%) memiliki motivasi tinggi dan tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi. Adanya perbandingan yang signifikan antara jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas karena siswa yang sudah mencapai ketuntasan sudah dapat memahami materi yang disajikan oleh guru walaupun hanya dengan ceramah saja, karena ke-2 siswa ini memang mempunyai kemampuan belajar yang lebih baik dibandingkan teman-temannya walaupun hanya dengan mendengarkan saja, sedangkan 16 siswa yang lain belum bisa memahami materi yang disajikan oleh guru hanya dengan ceramah saja karena kemampuan dalam belajar mereka rendah jika hanya mendengarkan saja, sehingga diperlukan tindakan sesuai yaitu bagaimana menekankan peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa di kelas agar lebih baik dalam memahami materi pelajaran. Peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa didapatkan dari hasil perolehan nilai siklus 1 dan siklus 2 adalah sebagai berikut:

63 a. Siklus 1 Pada siklus 1 dengan penerapan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards berdasarkan hasil angket motivasi didapat sudah tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat rendah dan rendah, 3 siswa (17%) memiliki motivasi sedang, 5 siswa (28%) memiliki motivasi tinggi dan 10 siswa (55%) yang memiliki motivasi sangat tinggi. Siswa yang mencapai KKM ( 70) sebanyak 10 siswa (56%) dan terdapat 8 siswa (44%) yang mendapat nilai di bawah KKM. Nilai rata-ratanya adalah 68,05 sedangkan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 50. b. Siklus 2 Pada siklus 2 dengan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards berdasarkan hasil angket motivasi didapat sudah tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat rendah dan rendah 1 siswa (6%) memiliki motivasi sedang, 1 siswa (6%) memiliki motivasi tinggi dan 16 siswa (88%) yang memiliki motivasi sangat tinggi. Siswa yang mencapai KKM ( 70) sebanyak 17 siswa (94%) dan hanya 1 siswa (6%) yang mendapat nilai di bawah KKM. Nilai rata-ratanya adalah 82,22 sedangkan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 65. Dari uraian diatas dapat dilihat pada pra siklus tidak ada siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi dan terdapat 2 siswa tuntas dari 18 siswa. Pada siklus 1 terdapat 10 siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi dan 10 siswa tuntas dari 18 siswa. Pada siklus 2, semua siswa memiliki motivasi sangat tinggi dan 17 siswa tuntas dari 18 siswa. Dapat dilihat dari hasil tersebut bahwa pembelajaran make a match berbantuan media flash cards baik digunakan untuk siswa yang belum tuntas maupun yang sudah tuntas. Dengan pembelajaran yang dilakukan menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wahab (2007) bahwa penerapan pembelajaran make a match dapat menanamkan kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinteraksi, dan kemampuan berpikir cepat melalui permainan. Selain itu hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Susanto, Heri (2012). Penerapan Model Pembelajaran Make a Match (mencari pasangan) Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Semester 2 SD Negeri 05

64 Mulyoharjo Jepara Tahun Pelajaran 2011/2012. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa media math flash card sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika. Proses pembelajaran dalam pelaksanaan praktik di lapangan yang dilakukan oleh peneliti terdapat beberapa hal yang menyebabkan adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran make a match berbantuan media flash cards. Dalam proses pembelajaran make a match dimana setiap siswa harus mencari pasangan untuk menyelesaikan tugas kelompok. Hal ini menjadikan siswa terlihat aktif dalam pembelajaran. Dengan dibantu flash cards dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pelajaran ini. Siswa lebih termotivasi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang menarik secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar. Saat pembelajaran siswa yang tertarik untuk mengikuti pembelajaran akan berperan aktif sehingga meningkatkan motivasi sehingga siswa lebih paham akan materi yang disampaikan, dan dengan demikian hasil belajar juga akan meningkat. Pelaksanaan pembelajaran make a match berbantuan media flash cards membutuhkan keaktifan siswa. Pembelajaran make a match dapat meningkatkan bekerja sama, interaksi dan berpikir cepat melalui permainan dan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai tujuan utama dalam pembelajaran make a match yaitu penggunaan kelompok kecil untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan belajar (Sugiyanto, 2010:37). Berdasarkan perolehan skor angket motivasi yang didukung dengan observasi dan hasil belajar yang didapatkan pada siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan bahwa pembelajaran make a match berbantuan media flash cards lebih menekankan pada aspek penanaman kemampuan sosial siswa dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri Sraten 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.