9.1 RELATIONS AND THEIR PROPERTIES

dokumen-dokumen yang mirip
MATEMATIKA SISTEM INFORMASI 1

MATEMATIKA DASAR PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 2

Relasi dan Fungsi. Ira Prasetyaningrum

KALKULUS (Relasi) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

Matriks. Contoh matriks simetri. Matriks zero-one (0/1) adalah matriks yang setiap elemennya hanya bernilai 0 atau 1. Contoh matriks 0/1:

Matriks. Contoh matriks simetri. Matriks zero-one (0/1) adalah matriks yang setiap elemennya hanya bernilai 0 atau 1. Contoh matriks 0/1:

DEFINISI. Relasi biner R antara himpunan A dan B adalah himpunan bagian dari A B. Notasi: R (A B).

PERKALIAN CARTESIAN DAN RELASI

KALKULUS (Relasi Ekivalen) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

MATEMATIKA DISKRIT RELASI

Matematika Diskret. Mahmud Imrona Rian Febrian Umbara RELASI. Pemodelan dan Simulasi

R = {(Amir, IF251), (Amir, IF323), (Budi, IF221), (Budi, IF251), (Cecep, IF323) }

2. Himpunan E yang merupakan himpunan pasangan berurut V V yang tak harus berbeda dari semua titik, elemen dari E disebut arc dari digraf D.

BAB I PEMBAHASAN 1. PENGERTIAN RELASI

KALKULUS (Relasi Ekivalen) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

BAB 2 DIGRAF DWIWARNA PRIMITIF

BAB 2 DIGRAPH DWIWARNA PRIMITIF

Kode MK/ Nama MK. Cakupan 8/29/2014. Himpunan, Relasi dan fungsi Kombinatorial. Teori graf. Pohon (Tree) dan pewarnaan graf. Matematika Diskrit

22 Matematika Diskrit

PERTEMUAN Relasi dan Fungsi

Relasi. Relasi biner R antara himpunan A dan B adalah himpunan bagian dari A B. Notasi: R (A B).

Relasi. Oleh Cipta Wahyudi

Hasil kali kartesian antara himpunan A dan himpunan B, ditulis AxB adalah semua pasangan terurut (a, b) untuk a A dan b B.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Matematika Komputasi RELASI. Gembong Edhi Setyawan

BAB II RELASI DAN FUNGSI

Part II SPL Homogen Matriks

Materi 3: Relasi dan Fungsi

Relasi dan Fungsi Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

Aljabar Linier Elementer. Kuliah 1 dan 2

RELASI DAN FUNGSI. Nur Hasanah, M.Cs

BAB I MATRIKS DEFINISI : NOTASI MATRIKS :

(Departemen Matematika FMIPA-IPB) Matriks Bogor, / 66

BAB II MODEL KOMPUTASI FINITE STATE MACHINE. Pada Bab II akan dibahas teori dasar matematika yang digunakan

RELASI. Cece Kustiawan, FPMIPA, UPI

MATRIKS. Notasi yang digunakan NOTASI MATRIKS

RELASI SMTS 1101 / 3SKS

Diketahui : A = {1,2,3,4,5,6,7} B = {1,2,3,5,6,12} C = {2,4,8,12,20} (A B) C = {1,3,5,6} {x x ϵ A dan x ϵ B} (B C) = {2,12}

Definisi 1. Relasi biner R antara A dan B adalah himpunan bagian dari A x B. A x B = {(a, b) a A dan b B}.

Definisi 1. Relasi biner R antara A dan B adalah himpunan bagian dari A x B. A x B = {(a, b) a A dan b B}.

Aljabar Linier Lanjut. Kuliah 1

RELASI DAN FUNGSI. /Nurain Suryadinata, M.Pd

BAB 2 GRAF PRIMITIF. 2.1 Definisi Graf

MATEMATIKA DISKRIT BAB 2 RELASI

Himpunan. Modul 1 PENDAHULUAN

Relasi & Fungsi. Kuliah Matematika Diskrit 20 April Pusat Pengembangan Pendidikan - Universitas Gadjah Mada

Relasi dan Fungsi. Program Studi Teknik Informatika FTI-ITP

PENGANTAR TOPOLOGI. Dosen Pengampu: Siti Julaeha, M.Si EDISI PERTAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2015

MATRIKS. a A mxn = 21 a 22 a 2n a m1 a m2 a mn a ij disebut elemen dari A yang terletak pada baris i dan kolom j.

Pertemuan 2 Matriks, part 2

SEKILAS TENTANG KONSEP. dengan grup faktor, dan masih banyak lagi. Oleh karenanya sebelum

Relasi Adalah hubungan antara elemen himpunan dengan elemen himpunan yang lain. Cara paling mudah untuk menyatakan hubungan antara elemen 2 himpunan

2. Matrix, Relation and Function. Discrete Mathematics 1

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Matriks, Relasi, dan Fungsi

BAB 1 OPERASI PADA HIMPUNAN BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

BAB 1. PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas sekilas mengenai konsep-konsep yang berkaitan dengan himpunan dan fungsi.

Himpunan dan Fungsi. Modul 1 PENDAHULUAN

Diktat Kuliah. Oleh:

Oleh : Winda Aprianti

Matriks - 1: Beberapa Definisi Dasar Latihan Aljabar Matriks

MATRIKS DAN OPERASINYA. Nurdinintya Athari (NDT)

BAB II LANDASAN TEORI

Part III DETERMINAN. Oleh: Yeni Susanti

BAB 2 GRAF PRIMITIF. 2.1 Definisi Graf

1. Ubahlah pernyataan ke dalam berikut ke dalam bentuk Jika p maka q.

VERTEX EXPONENT OF A TWO-COLOURED DIGRAPH WITH 2 LOOPS ABSTRACT

BAB 2 RELASI. 1. Produk Cartesian

DAFTAR ISI PERSETUJUAN PERNYATAAN PENGHARGAAN ABSTRAK ABSTRACT DAFTAR GAMBAR BAB 1. PENDAHULUAN 1

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 GRAF PRIMITIF. Gambar 2.1. Contoh Graf

5. Representasi Matrix

BAB II RELASI & FUNGSI

Diberikan sebarang relasi R dari himpunan A ke B. Invers dari R yang dinotasikan dengan R adalah relasi dari B ke A sedemikian sehingga

Relasi. Learning is not child's play, we cannot learn without pain. - Aristotle. Matema(ka Komputasi - Relasi dan Fungsi. Agi Putra Kharisma, ST., MT.

BAB 2 DIGRAPH. Representasi dari sebuah digraph D dapat dilihat pada contoh berikut. Contoh 2.1. Representasi dari digraph dengan 5 buah verteks.

Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa memahami pengertian relasi, relasi ekuivalen, hasil ganda suatu

Representasi Graph dan Beberapa Graph Khusus

Pengantar Matematika Diskrit

SISTEM PERSAMAAN LINEAR

Matematika Diskret (Relasi dan Fungsi) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.

MODUL ALJABAR LINEAR 1 Disusun oleh, ASTRI FITRIA NUR ANI

Pengolahan Dasar Matriks Bagus Sartono

RELASI FUNGSI. (Kajian tentang karakteristik, operasi, representasi fungsi)

DIKTAT MATEMATIKA II

BAB 2 KONSEP DASAR 2.1 HIMPUNAN DAN FUNGSI

Matematika Teknik I: Matriks, Inverse, dan Determinan. Oleh: Dadang Amir Hamzah STT DR. KHEZ MUTTAQIEN 2015

METODE MATRIKS (MATRIKS) Mekanika Rekayasa IV. Norma Puspita, ST. MT. a 11 a 12 a 13 a 1n a 21 a 22 a 23 a 2n

Matriks adalah susunan segi empat siku-siku dari objek yang diatur berdasarkan baris (row) dan kolom (column). Objek-objek dalam susunan tersebut

PEWARNAAN GRAF: POLINOMIAL KROMATIK DAN TEOREMA INVERSI MOBIUS

KETERCAPAIAN DARI RUANG EIGEN MATRIKS ATAS ALJABAR MAKS-PLUS. 1. Pendahuluan

BAB 3 ALJABAR MAX-PLUS. beberapa sifat khusus yang selanjutnya akan dibuktikan bahwa sifat-sifat tersebut

MATRIKS A = ; B = ; C = ; D = ( 5 )

BAB II DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

Makalah Himpunan dan Logika Matematika Poset dan Lattice

II. TINJAUAN PUSTAKA. negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga

PELABELAN TOTAL SISI AJAIB PADA GRAF BINTANG

Adri Priadana ilkomadri.com. Relasi

Transkripsi:

CHAPTER 9 RELATION

9. RELATIONS AND THEIR PROPERTIES 2

Relasi Hubungan antar anggota himpunan direpresentasikan dengan menggunakan struktur yang disebut relasi. Untuk mendeskripsikan relasi antar anggota dua himpunan A dan B, dapat digunakan pasangan terurut dengan anggota pertamanya diambil dari A dan anggota keduanya diambil dari B. Karena ini merupakan relasi antara dua himpunan, maka disebut relasi biner. Definisi Misalkan A dan B himpunan. Suatu relasi biner dari A ke B adalah subhimpunan dari AB. Untuk relasi biner R berlaku R AB. Digunakan notasi arb untuk menyatakan (a,b)r dan arb untuk menyatakan (a,b)r. Jika (a, b) merupakan anggota R, a dikatakan berelasi dengan b oleh R. 3

Contoh Misalkan O himpunan orang, A himpunan angkutan kota, dan N relasi yang mendeskripsikan siapa yang menaiki angkot tertentu. O = {Aang, Bida, Charlie, Dina}, A = {Cicaheum-Ledeng (CL), Kelapa-Dago (KD), Stasiun- Sadang Serang (SS)} N = {(Aang, CL), (Bida, CL), (Bida, KD), (Charlie, SS)} Artinya Aang naik Cicaheum-Ledeng, Bida naik Cicaheum-Ledeng dan Kelapa-Dago, Charlie naik Stasiun-Sadang Serang, dan Dina tidak menaiki salah satu dari angkot tersebut. 4

Fungsi sebagai Relasi Fungsi f dari A ke B memasangkan tepat satu anggota B pada setiap anggota A. Grafik dari f adalah himpunan pasangan terurut (a,b) sehingga b = f(a). Karena grafik dari f merupakan subhimpunan dari AB, maka grafik merupakan relasi dari A ke B. Untuk setiap aa, terdapat tepat satu pasangan terurut di dalam grafik dengan a sebagai anggota pertama. Sebaliknya, jika R suatu relasi dari A ke B sehingga setiap anggota A merupakan anggota pertama dari tepat satu pasangan terurut di R, maka dapat didefinisikan suatu fungsi dengan R sebagai grafiknya. Ini dilakukan dengan memasangkan pada setiap anggota aa tepat satu bb sehingga (a, b)r. Relasi adalah perumuman dari fungsi. 5

Relasi pada Himpunan Definisi Suatu relasi pada himpunan A adalah relasi dari A ke A. Relasi pada himpunan A adalah subhimpunan dari AA. Contoh 2 Misalkan A = {, 2, 3, 4}. Himpunan terurut manakah yang terdapat dalam relasi R = {(a, b) a < b}? Solusi. R = { (, 2), (, 3), (, 4), (2, 3), (2, 4), (3, 4)} 6

Contoh 2 (2) R 2 3 4 2 2 2 X X X X X 3 3 3 X 4 4 4 7

Banyaknya Relasi pada Himpunan Ada berapa relasi berbeda yang dapat didefinisikan pada himpunan A dengan n anggota? Suatu relasi pada A adalah subhimpunan dari AA. Ada berapa anggota AA? Terdapat n 2 anggota AA Ada berapa subhimpunan dari AA? Banyaknya subhimpunan yang dapat dibentuk dari suatu himpunan dengan m anggota adalah 2 m. Jadi, ada 2 n2 subhimpunan dapat dibentuk dari AA. Sehingga, dapat didefinisikan 2 n2 relasi berbeda pada A. 8

Definisi. Sifat Relasi Relasi R pada himpunan A disebut refleksif jika (a,a)r untuk setiap anggota aa. Apakah relasi berikut pada {, 2, 3, 4} refleksif? R = {(, ), (, 2), (2, 3), (3, 3), (4, 4)} R = {(, ), (2, 2), (2, 3), (3, 3), (4, 4)} R = {(, ), (2, 2), (3, 3)} Definisi. Tidak. Ya. Tidak. Relasi R pada himpunan A disebut simetris jika (b,a)r setiap kali (a,b)r untuk setiap a,ba. Relasi R pada himpunan A disebut antisimetris jika a = b 9 setiap kali (a,b)r dan (b,a)r.

Contoh 3 Apakah relasi berikut pada {, 2, 3, 4} simetris atau antisimetris? R = {(, ), (, 2), (2, ), (3, 3), (4, 4)} R = {(, )} R = {(, 3), (3, 2), (2, )} simetris simetris & antisimetris antisimetris R = {(4, 4), (3, 3), (, 4)} antisimetris

Sifat Relasi (2) Definisi. Relasi R pada himpunan A disebut transitif jika setiap kali (a,b)r dan (b,c)r, maka (a,c)r untuk a,b,ca. Apakah relasi berikut pada {, 2, 3, 4} transitif? R = {(, ), (, 2), (2, 2), (2, ), (3, 3)} R = {(, 3), (3, 2), (2, )} R = {(2, 4), (4, 3), (2, 3), (4, )} Ya. Tidak. Tidak.

Menghitung Relasi Ada berapa banyak relasi refleksif yang berbeda yang dapat didefinisikan pada himpunan A yang memuat n anggota? Solusi. Relasi pada A adalah subhimpunan dari AA, yang memuat n 2 anggota. Jadi, relasi yang berbeda pada A dapat dibangun dengan memilih subhimpunan yang berbeda dari n 2 anggota, sehingga terdapat 2 n2 relasi. Namun, suatu relasi refleksif harus memuat n anggota (a,a) untuk setiap aa. Konsekuensinya, kita hanya dapat memilih di antara n 2 n = n(n ) anggota untuk membangun relasi refleksif, sehingga terdapat 2 n(n ) relasi. 2

Kombinasi Relasi Relasi adalah himpunan, sehingga operasi himpunan dapat diaplikasikan. Jika ada dua relasi R dan R 2, dan keduanya dari himpunan A ke himpunan B, maka terdapat kombinasi R R 2, R R 2, atau R R 2 yang merupakan suatu relasi dari A ke B. Definisi. Misalkan R relasi dari A ke B dan S relasi dari B ke C. Komposisi dari R dan S adalah relasi yang memuat himpunan terurut (a,c), dengan aa, cc, di mana terdapat anggota bb sehingga (a,b)r dan (b,c)s. Komposisi dari R dan S dinotasikan oleh SR. Jika relasi R memuat pasangan (a, b) dan relasi S memuat pasangan (b,c), maka SR memuat pasangan (a,c). 3

Contoh 4 Contoh. Misalkan D dan S relasi pada A = {, 2, 3, 4}. D = {(a, b) b = 5 - a} b sama dengan (5 a) S = {(a, b) a < b} a lebih kecil dari b D = {(, 4), (2, 3), (3, 2), (4, )} S = {(, 2), (, 3), (, 4), (2, 3), (2, 4), (3, 4)} SD = { (2, 4), (3, 3), (3, 4), (4, 2), (4, 3), (4, 4)} D memetakan suatu anggota a ke anggota (5 a), dan setelah itu S memetakan (5 a) pada semua anggota yang lebih besar dari (5 a), yang menghasilkan SD = {(a,b) b > 5 a} atau SD = {(a,b) a + b > 5}. 4

Kuasa dari Relasi Definisi. Misalkan R relasi pada himpunan A. Kuasa R n, n =, 2, 3,, didefinisikan secara induktif R = R R n+ = R n R Dengan kata lain: R n = RR R (sebanyak n kali) Teorema. Relasi R pada A transitif jika dan hanya jika R n R untuk setiap bilangan bulat positif n. 5

9.3 REPRESENTING RELATIONS 6

Representasi Relasi Tiga cara untuk merepresentasikan relasi: pasangan terurut, matriks nol-satu, dan graf berarah (digraf). Jika R relasi dari A = {a, a 2,, a m } ke B = {b, b 2,, b n }, maka R dapat direpresentasikan oleh matriks nol-satu M R = [m ij ] dengan m ij =, jika (a i,b j )R, dan m ij =, jika (a i,b j )R. M R merupakan matriks mxn. 7

Representasi Relasi dengan Matriks Contoh. Bagaimana merepresentasikan relasi R = {(2, ), (3, ), (3, 2)} sebagai matriks nol-satu? Solusi. Matriks M R diberikan oleh M R 8

Sifat Matriks Representasi Relasi Matriks yang merepresentasikan relasi refleksif? Setiap elemen diagonal dari matriks M ref haruslah. 9... M ref Matriks yang merepresentasikan relasi simetris? Matriksnya juga simetri, yaitu M R = (M R ) t. M R matriks simetri, relasi simetris. M R matriks tak-simetri, relasi tak-simetris.

Operasi pada Matriks Representasi Misalkan relasi R dan S direpresentasikan oleh matriks 2 S R S R M M M M S Apakah matriks yang merepresentasikan RS and RS? Solusi. Matriks-matriks tersebut adalah S R S R M M M M R

Hasil kali Boolean Misalkan A = [a ij ] matriks nol-satu mk and B = [b ij ] matriks nol-satu kn. Maka hasil kali Boolean dari A dan B, dinotasikan oleh AB, adalah matriks mn dengan entri ke-(i, j) [c ij ], dengan c ij = (a i b j ) (a i2 b 2i ) (a ik b kj ). c ij = jika dan hanya jika paling sedikit satu dari (a in b nj ) = untuk suatu n; selain itu c ij =. 2

Matriks komposisi Misalkan diasumsikan bahwa matriks nol-satu M A = [a ij ], M B = [b ij ] dan M C = [c ij ] merepresentasikan relasi A, B, dan C. Untuk M C = M A M B : c ij = jika dan hanya jika paling sedikit satu dari bentuk (a in b nj ) = untuk suatu n; selain itu c ij =. Dalam bahasa relasi, ini berarti C memuat (x i, z j ) jika dan hanya jika terdapat elemen y n sehingga (x i, y n ) anggota relasi A dan (y n, z j ) anggota relasi B. Jadi, C = B A (komposisi dari A dan B). 22

Komposisi dan Komposit Ini memberikan aturan berikut: M B A = M A M B Jadi, matriks yang merepresentasikan komposisi dari relasi A dan B adalah hasil kali Boolean dari matriks yang merepresentasikan A dan B. Secara analog, kita dapat menemukan matriks yang merepresentasikan kuasa dari relasi: M R n = M [n] R (kuasa Boolean ke-n). 23

Contoh Cari matriks yang merepresentasikan R 2, dengan matriks yang merepresentasikan R sbb 24 M R Solusi. Matriks untuk R 2 diberikan oleh [2] 2 R M R M

Digraf Definisi. Graf berarah (atau digraf) memuat himpunan titik (atau vertex) V dan himpunan E yang terdiri dari pasangan terurut dari anggotaanggota V yang disebut sisi (atau arc). Vertex a disebut vertex awal dari sisi (a,b), dan vertex b disebut vertex akhir dari sisi ini. Kita dapat menggunakan panah untuk mengilustrasikan digraf. 25

Representasi Relasi dengan Digraf Contoh. Ilustrasikan digraph dengan V = {a, b, c, d}, E = {(a, b), (a, d), (b, b), (b, d), (c, a), (c, b), (d, b)}. a b d c Sisi dalam bentuk (b,b) disebut loop. 26

Korespondensi satu-satu antara Relasi dan Digraf Jelas kita dapat merepresentasikan setiap relasi R pada himpunan A dengan menggunakan digraf di mana anggota A adalah vertex dan pasangan (a, b)r sisi. Sebaliknya, setiap digraf dengan vertex V dan sisi E dapat direpresentasikan oleh relasi pada V yang memuat setiap pasangan di E. Korespondesi satu-satu antara relasi dan digraf berarti bahwa setiap pernyataan yang berlaku untuk relasi juga berlaku untuk digraf, dan sebaliknya. 27

9.4 CLOSURES OF RELATIONS 28

Apakah closure dari suatu relasi? Definisi. Misalkan R relasi pada himpunan A. R dapat atau tidak dapat memiliki suatu sifat P, seperti refleksifitas, kesimetrian, atau transitifitas. Jika terdapat relasi S dengan sifat P yang memuat R sehingga S adalah subhimpunan dari setiap relasi dengan sifat P yang memuat R, maka S disebut sebagai closure dari R terhadap P. Closure dari relasi terhadap suatu sifat mungkin tidak ada. 29

Contoh Cari closure refleksif dari relasi R = {(, ), (, 2), (2, ), (3, 2)} pada himpunan A = {, 2, 3}. Solusi. Setiap relasi refleksif pada A harus memuat elemen (, ), (2, 2), dan (3, 3). Dengan menambahkan (2, 2) dan (3, 3) pada R, kita memperoleh relasi refleksif S, yang diberikan oleh S = {(, ), (, 2), (2, ), (2, 2), (3, 2), (3, 3)}. S refleksif, memuat R, dan termuat dalam setiap relasi refleksif yang mengandung R. Jadi, S adalah closure refleksif dari R. 3

Closure Refleksif dari Relasi Closure refleksif dari relasi R pada A adalah R, dengan = {(a,a) a A} Soal. Cari closure refleksif dari relasi R = {(a, b) a > b} pada himpunan bilangan bulat positif. 3

Closure Simetris dari Relasi Closure simetris dari relasi R pada A adalah R R -, dengan R - = {(b,a) (a,b) R} Contoh 2. Cari closure simetris dari relasi R = {(a, b) a > b} pada himpunan bilangan bulat positif. Solusi. Closure simetris dari R diberikan oleh R R - = {(a, b) a > b} {(b, a) a > b} = {(a, b) a b} 32

Contoh 3 Cari closure transitif dari relasi R = {(, 3), (, 4), (2, ), (3, 2)} pada himpunan A = {, 2, 3, 4}. Solusi. R akan menjadi transitif, jika untuk setiap pasangan (a, b) dan (b, c) di R juga terdapat pasangan (a, c) di R. Jika kita tambahkan pasangan yang hilang: (, 2), (2, 3), (2, 4), dan (3, ), apakah R akan menjadi transitif? Tidak, karena relasi R yang diperluas memuat (3, ) dan (, 4), tetapi tidak memuat (3, 4). Dengan menambahkan elemen baru pada R, juga ditambahkan syarat baru untuk transitifitas. Untuk menyelesaikan masalah ini, perlu dilihat lintasan dalam digraf. 33

Ilustrasi Bayangkan R adalah relasi yang merepresentasikan koneksi kereta di Pulau Jawa. Sebagai contoh, jika (Jakarta,Bandung) anggota R, maka terdapat suatu koneksi langsung dari Jakarta ke Bandung. Jika R memuat (Jakarta,Bandung) dan (Bandung,Yogyakarta), berarti terdapat koneksi tak langsung dari Jakarta ke Yogyakarta. Karena terdapat koneksi tak langsung, tidak mungkin dengan hanya melihat R kita dapat menentukan kota-kota mana saja yang dihubungkan pleh kereta. Closure transitif dari R memuat tepat pasangan kota yang terkoneksi, baik langsung maupun tidak langsung. 34

Lintasan dalam Digraf Definisi. Suatu lintasan dari a ke b dalam digraf G adalah barisan dari satu atau lebih sisi (x,x ), (x,x 2 ), (x 2,x 3 ),, (x n-,x n ) di G, dengan x = a dan x n = b. Dengan kata lain, lintasan adalah suatu barisan sisi dengan verteks akhir dari suatu sisi sama dengan verteks awal dari sisi berikutnya. Lintasan ini dinotasikan oleh x,x,x 2,,x n dan dikatakan memiliki panjang n. Suatu lintasan yang dimulai dan diakhiri pada verteks yang sama disebut cycle. 35

Contoh Lintasan dalam Digraf Pandang digraf berikut a b d Apakah c,a,b,d,b lintasan? Apakah d,b,b,b,d,b,d cycle? Apakah ada cycle yang memuat c? c Ya. Ya. Tidak. 36

Arti Lintasan dalam Relasi Karena terdapat korespondensi satu-satu antara digraf dan relasi, definisi lintasan dalam di graf dapat ditransfer ke relasi: Definisi. Terdapat lintasan dari a ke b dalam suatu relasi R, jika terdapat suatu barisan dari elemen a,x,x 2,,x n-,b dengan (a,x )R, (x,x 2 )R,, dan (x n-,b)r. Teorema. Misalkan R suatu relasi pada himpunan A. Terdapat lintasan dari a ke b dengan panjang n jika dan hanya jika (a,b)r n. Bukti. Dengan induksi Matematika 37

Relasi Konektifitas Dengan menggunakan contoh jaringan kereta api, closure transitif dari suatu relasi memuat pasangan verteks dalam digraf yang terkoneksi oleh suatu lintasan. Definisi. Misalkan R relasi pada himpunan A. Relasi konektifitas R* memuat pasangan (a,b) sehingga terdapat lintasan antara a dan b di R. Sedangkan R n memuat pasangan (a,b) sehingga a dan b terkoneksi oleh suatu lintasan dengan panjang n. Jadi, R* adalah gabungan dari R n untuk semua bilangan asli n: R * n R n R R 2 R 3... 38

Teorema. Closure transitif dari relasi R sama dengan relasi konektifitas R*. Bukti. Closure Transitif dari Relasi Jelas, R R*. Untuk membuktikan R* adalah closure transitif dari R, harus ditunjukkan a. R* transitif dan b. R* S, untuk semua S yang memuat R. 39

Bagaimana cara menghitung R*? Lema. Misalkan A himpunan dengan A = n dan R relasi pada A. Jika terdapat lintasan di R dari a ke b, maka terdapat lintasan dengan panjang tidak melebihi n. Lebih jauh lagi, jika a b dan terdapat lintasan di R dari a ke b, maka terdapat lintasan dengan panjang tidak lebih dari (n ). Amati bahwa jika lintasan dari a ke b melalui setiap verteks lebih dari satu maka haruslah graf memuat cycle. Cycle-cycle ini dapat dihapus dari lintasan dan lintasan yang tereduksi akan tetap menghubungkan a dan b. 4

Teorema 2 Misalkan R relasi pada himpunan A dengan n anggota, Maka closure transitif R* diberikan oleh: R* = RR 2 R 3 R n Untuk matriks representasi relasi R, M R, berlaku: M R* = M R M R [2] M R [3] M R [n] 4

42 Closure transitif dari relasi R = {(, 3), (, 4), (2, ), (3, 2)} pada himpunan A = {, 2, 3, 4}. R dapat direpresentasikan oleh matriks M R : M R Contoh 3 (2) M R [2] M R [3] M R [4] M R [4] [3] [2] * R R R R R M M M M M

Solusi. Closure transitif dari relasi Contoh 3 (3) R = {(, 3), (, 4), (2, ), (3, 2)} pada himpunan A = {, 2, 3, 4} diberikan oleh relasi {(, ), (, 2), (, 3), (, 4), (2, ), (2, 2), (2, 3), (2, 4), (3, ), (3, 2), (3, 3), (3, 4)} 43