BAB 4 SUSUNAN, OPERATOR DAN ARITMATIKAA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 SENARAI, OPERATOR DAN ARITMETIK. Pengenalan. Objektif. 4.1 Perwakilan Senarai. TS Sistem Cerdas

BAB 2 SINTAKs DAN LOGIKA PROLOG

BAB 2 SINTAK DAN SEMANTIK PROLOG

Algoritma Pemrograman

G a a = e = a a. b. Berdasarkan Contoh 1.2 bagian b diperoleh himpunan semua bilangan bulat Z. merupakan grup terhadap penjumlahan bilangan.

Modul 03 HIMPUNAN. Himpunan adalah kumpulan objek-objek yang keanggotaannya didefinisikan dengan jelas.

Algoritma Euclidean dan Struktur Data Pohon dalam Bahasa Pemrograman LISP

BAB 1 PENGENALAN BAHASA PROLOG

Algoritma Pemrograman

Pertemuan 10. Tumpukan (Stack) Dipersiapkan oleh : Boldson Herdianto. S., S.Kom., MMSI.

STACK (Tumpukan) Tumpukan Koin. Tumpukan Kotak

BAB 1 PENGENALAN KEPADA PROLOG

Algoritma Pemrograman

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan konsep dasar (pengertian) tentang bilangan sempurna,

MATEMATIKA BISNIS. Himpunan. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen.

Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto. liyantanto.wordpress.com. S1 Teknik Informatika-Unijoyo

BAB 1. PENDAHULUAN KALKULUS

STRUKTUR ALJABAR. Sistem aljabar (S, ) merupakan semigrup, jika 1. Himpunan S tertutup terhadap operasi. 2. Operasi bersifat asosiatif.

Contoh-contoh soal induksi matematika

INF-104 Matematika Diskrit

STACK (TUMPUKAN) Tumpukan uang koin Tumpukan kotak Tumpukan Buku. Gambar 1. Macam-macam tumpukan

1. GRUP. Definisi 1.1 (Operasi Biner) Diketahui G himpunan dan ab, G. Operasi biner pada G merupakan pengaitan

MODUL 3 ALGORITMA PEMROGRAMAN

MATEMATIKA. Sesi MATRIKS A. DEFINISI MATRIKS B. UKURAN ATAU ORDO SUATU MATRIKS

BAB I HIMPUNAN. Contoh: Himpunan A memiliki 5 anggota, yaitu 2,4,6,8 dan 10. Maka, himpunan A dapat dituliskan: A = {2,4,6,8,10}

Himpunan dan Fungsi. Modul 1 PENDAHULUAN

MODUL 1 SISTEM BILANGAN

Bahasa Pemrograman :: Pemrograman List

PENGANTAR GRUP. Yus Mochamad Cholily Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek

2 BILANGAN PRIMA. 2.1 Teorema Fundamental Aritmatika

Teori himpunan. 2. Simbol baku: dengan menggunakan simbol tertentu yang telah disepakati. Contoh:

Struktur Data. PDE - Struktur Data 1

LANDASAN TEORI. bilangan coprima, bilangan kuadrat sempurna (perfect square), kuadrat bebas

Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT

II. SISTEM BILANGAN RIIL. Handout Analisis Riil I (PAM 351)

BAB 3 MENGGUNAKAN PROGRAM PROLOG

II. TINJAUAN PUSTAKA. bilangan yang mendukung proses penelitian. Dalam penyelesaian bilangan

Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA

Struktur Aljabar I. Pada bab ini disajikan tentang pengertian. grup, sifat-sifat dasar grup, ordo grup dan elemennya, dan konsep

Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A

Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-4 Konsep Tipe Data, Operator Dan Identifier

II. LANDASAN TEORI. Pada bagian ini akan dikaji konsep operasi biner dan ring yang akan digunakan

MATEMATIKA BISNIS DERET. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen

Variabel, Operator Dan Ekspresi. Agus Priyanto, M.Kom

II. M A T R I K S ... A... Contoh II.1 : Macam-macam ukuran matriks 2 A. 1 3 Matrik A berukuran 3 x 1. Matriks B berukuran 1 x 3

STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH (PROBLEM SOLVING STRATEGIES) EDDY HERMANTO

KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS ARGUMEN. Abstrak

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Tinjau algoritma dibawah ini

MATRIKS. 3. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai baris dan kolom yang sama.

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

FUNGSI. setiap elemen di dalam himpunan A mempunyai pasangan tepat satu elemen di himpunan B.

MATRIKS. Definisi: Matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang berbentuk segiempat siku-siku yang terdiri dari baris dan kolom.

Bahan kuliah Matematika Diskrit. Himpunan. Oleh: Didin Astriani P, M.Stat. Fakultas Ilkmu Komputer Universitas Indo Global Mandiri

TEKNIK MEMBILANG. b T U V W

PERTEMUAN 5. Teori Himpunan

PENGERTIAN RING. A. Pendahuluan

TINJAUAN PUSTAKA. Pada bab ini akan diberikan beberapa definisi teori pendukung dalam proses

Saifoe El Unas 2. Free Format

B I L A N G A N 1.1 SKEMA DARI HIMPUNAN BILANGAN. Bilangan Kompleks. Bilangan Nyata (Riil) Bilangan Khayal (Imajiner)

I. Aljabar Himpunan Handout Analisis Riil I (PAM 351)

PENYEDERHANAAN DENGAN KARNAUGH MAP

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 8

Logika Matematika Himpunan

BAB II LANDASAN TEORI

Himpunan. Himpunan (set)

VARIABEL, OPERATOR DAN EKSPRESI

Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

Bab 2 Editor vi 9. BAB 2 EDITOR vi TUJUAN PRAKTIKUM

SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT PROVINSI 2009 TIM OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA 2010

a. TRUE b. FALSE c. Jawaban A dan B keduanya dimungkinkan benar d. Tidak dapat ditentukan e. Tidak ada jawaban di antara A, B, C, D yang benar

Tabel 1. Jenis data integer Ukuran memori (dalam byte)

LEMBAR AKTIVITAS SISWA MATRIKS

TEORI HIMPUNAN. Yusman, SE., MM.

FUNGSI. {deretan instruksi algoritmik : pemberian harga, input, output, analisa kasus, pengulangan)

MODUL IV Analisis Kasus/Pemilihan

Problem A Divisible compfest1.c / compfest1.cpp / compfest1.pas Runtime-limit: 0.5 detik Memory-limit: 64 MB

OPERATOR & UNGKAPAN. Contoh operator : a + b Simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua operandnya ( yaitu a dan b ).

1. Laporan Akhir 1. Menentukan Nilai Besar atau Nilai Kecil. Program yang di masukkan adalah :

BAB 1 OPERASI PADA HIMPUNAN BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Setelah mengikuti materi Bab ini mahasiswa diharapkan mampu: 2. Mendefinisikan factor persekutuan, kelipatan persekutuan, FPB, dan KPK.

Pelabelan matriks menggunakan huruf kapital. kolom ke-n. kolom ke-3

Pembahasan Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kabupaten Tahun 2012

SINTAKS. Sintaks dari bahasa pemrograman di defenisikan dengan 2 kumpulan aturan, yaitu:

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman

EKSPLORASI BILANGAN. 1.1 BARISAN BILANGAN

PENCARIAN SOLUSI TTS ANGKA DENGAN ALGORITMA RUNUT BALIK BESERTA PENGEMBANGANNYA

1 SISTEM BILANGAN REAL

Dalam konvensi tersebut dijumpai bahwa suatu bilangan yang tidak disertai indeks berarti bilangan tersebut dinyatakan dalam desimal atau basis-10.

INF-104 Matematika Diskrit

Pembahasan Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kabupaten Tahun Oleh Tutur Widodo. (n 1)(n 3)(n 5)(n 2013) = n(n + 2)(n + 4)(n )

BAB V BILANGAN BULAT

JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA

KONSEP PEMROGRAMAN BASIC. Pertemuan VII

Pertemuan Ke-3 (Tipe Data dan Nama) Rahmady Liyantanto. S1 Teknik Informatika-Unijoyo

Transkripsi:

BAB 4 SUSUNAN, OPERATOR DAN ARITMATIKAA 4.1 Pengenalan Bab ini membicarakan notasi khusus untuk susunan yang merupakan satu bentuk struktur yang paling mudah dan berguna. Operasi-operasi dasar susunan turut dibicarakan dalam bab ini. Perhitungan aritmatika mudah dan notasi operator akan digunakan dalam penulisan program untuk menambahkan kemampuan dalam program Prolog. 4.2 Tujuan Di akhir bab ini diharapkan anda dapat: 1. Mengetahui bagaimana data diwakilkan dalam bentuk susunan. 2. Mempelajari operasi-operasi dasar susunan. 3. Mempelajarii operasi aritmatika dalam bahasa pemprograman Prolog. 4.3 Perwakilan Susunan Susunan merupakan struktur data mudah yang digunakan secara meluas dalam pemprograman bukan numerik. Susunan adalah urutan bilangan item seperti sepakbola, badminton, kriket, hoki atau ahmad, ali, siti, fatima. Susunan dalam Prolog ditulis sebagai: [sepakbola,badminton,kriket,hoki] [ahmad,ali,siti,fatima] Namun begitu, kesemua objek berstruktur dalam Prolog diwakilkan dalam bentuk pohon dan susunan juga tidak terkecuali dalam perwakilan ini. Perwakilan pohon untuk susunan di atas ditunjukkan dalam Gambar 4.1. sepakbola badminton kriket [ ] hoki Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 33

Susunan dalam sistem Prolog bisa terdiri daripada susunan kosong atau susunan bukan kosong. Bagi kasus yang pertama, susunan bisa ditulis sebagai atom, []. Bagi kasus yang kedua, susunan bisa digambarkan dengan dua perkara yaitu : (1) item pertama yang dikenali sebagai kepala susunan (2) item selebihnya yang dikenali sebagai ekor susunan Bagi contoh susunan di bawah: [sepakbola,badminton,kriket,hoki] kepala ialah sepakbola dan bagian ekor susunan ialah: [badminton,kriket,hoki] Susunan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : susunan bisa mengandungi sebarang bilangan elemen apakah konstan, variabel, nomor atau pun susunan yang lain. Satu susunan bisa kosong yang diwakilkan sebagai []. Elemen pertama dalam susunan dipanggil kepala susunan dan yang selebihnya dipanggil ekor susunan. Ekor bagi susunan juga dipanggil susunan. Contohnya : Susunan=[aa,bb,cc] Kepala=aa Ekor=[bb,cc] Satu susunan bisa dipisahkan kepada kepala dan ekor dengan menggunakan simbol. Contoh : Susunan=[Kepala Ekor]?-[K E]=[a,b,c] K=a E=[b,c] Terdapat berbagai cara untuk menulis susunan yang sama. Contohnya : [a,b,c] = [a [b,c]] = [a,b [c]] = [a,b,c []] Elemen susunan bisa diulang dalam satu susunan. 4.2 Operasi Susunan Operasi susunan adalah sama dengan operasi dalam set. Tetapi, terdapat 2 perbedaan yaitu : 1. Urutan atau susunan elemen dalam satu set tidak penting, tetapi susunan elemen dalam susunan adalah penting. 2. Elemen yang sama dalam susunan bisa diulang tetapi ulangan elemen yang sama dalam set tidak dibenarkan. Antara operasi susunan yang bisa dilakukan ialah: menyimak apakah ada suatu objek itu merupakan anggota kepada susunan yaitu sama dengan menyimak keanggotaan set. menggabungkan dua susunan dan menghasilkan susunan ketiga dan ini menyamai kesatuan bagi set. menambah objek baru kepada susunan atau menghapus objek dari susunan. Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 34

4.2.1 Keanggotaan Andaikan kita mentakrif hubungan keanggotaan sebagai keanggotaan(x,s) dengan X ialah objek dan S ialah susunan. Gol keanggotaan(x,s) adalah benar jika X wujud dalam S yaitu objek X adalah anggota kepada satu susunan S. Sebagai contoh: keanggotaan (b,[a,b,c]) adalah benar keanggotaan (d,[a,b,c]) adalah palsu keanggotaan ([b,c],[a,[b,c]]) adalah benar keanggotaan (b,[a,[b,c]]) adalah palsu Program hubungan keanggotaan bisa didasarkan kepada pemerhatian berikut: X adalah anggota kepada S jika (1) X adalah kepala bagi S, atau (2) X adalah anggota kepada ekor bagi S Hubungan keanggotaan bisa ditulis dalam program Prolog dengan menggunakan 2 klausa. Klausa pertama itu fakta dan klausa kedua merupakan peraturan yaitu: keanggotaan(x,[x Ekor]). keanggotaan(x,[kepala Ekor]) :- keanggotaan(x,ekor). 4.2.2 Penggabungan Bagi penggabungan susunan, kita akan takrifkan hubungan: gabung(s1,s2,s3) Hubungan gabung bisa menggabungkan 2 susunan S1 dan S2 untuk menghasilkan S3 yang terdiri daripada kandungan S1 dan S2. Sebagai contoh: gabung([a,b],[c,d],[a,b,c,d]) adalah benar, tetapi gabung([a,b],[c,d],[a,b,a,c,d]) adalah palsu. Dalam pentakrifan hubungan gabung, kita perlu mempertimbangkan dua kasus, tergantung kepada argumen pertama yaitu S1. (1) Jika argumen pertama adalah susunan kosong, maka argumen kedua dan ketiga adalah sama (dikenali sebagai S). Ini bisa ditunjukkan oleh fakta Prolog berikut: gabung([],s,s). (2) Jika argumen pertama bukan susunan kosong, maka ini bermakna ia mempunyai kepala dan ekor yang bisa digambarkkan sebagai: [X S1] Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 35

Gambar 4.2 menunjukkan penggabungan bagi [X S1] dengan satu susunan S2. Hasil dari penggabungan ini ialah satu susunan [X S3] dengan S3 adalah penggabungan di antara S1 dengan S2. Dalam Prolog, penggabungan susunan bagi kasus kedua ini bisa ditulis sebagai: gabung([x S1],S2,[X S3]) :- gabung(s1,s2,s3). Bagi kedua-dua kasus di atas, operasi penggabungan susunan bisa ditulis dalam program Prolog melalui dua klausa yaitu: gabung([],s,s). gabung ([K S1],S2,[K S3]):- gabung (S1,S2,S3). [X S1] X S1 S2 S3 X S1 [X S3] Gambar 4.2: Penggabungan susunan Program ini seterusnya bisa digunakan untuk menggabungkan sebarang susunan yang diberi. Sebagai contoh:?-gabung([a,b],[c,d],s). S = [a,b,c,d]?-gabung([a,[b,c]],[p,[],q,r],s). S = [a,[b,c],p,[],q,r] Hubungan gabung adalah satu hubungan fleksibel dan bisa digunakan dalam berbagai cara seperti: (1) Untuk memecahkan satu susunan Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 36

?- gabung(s1,s2,[a,b,c]). S1=[],S2=[a,b,c]; S1=[a],S2=[b,c]; S1=[a,b],S2=[c]; S1=[a,b,c],S2=[]; (2) Untuk melihat corak?-gabung(sebelum,[d Setelah],[a,b,c,d,e,f,g,h,i]). Sebelum=[a,b,c,d] Setelah=[f,g,h,i] S1 X S2 S3 X S3 [X S1] [X S3]. 4.2.3 Penambahan Elemen Untuk menambah elemen kepada susunan adalah mudah dengan memasukkan elemen baru itu di depan susunan supaya ia menjadi kepala baru susunan. Jika X ialah item baru dan S ialah susunan untuk dimasukkan item X, maka hasil yang diperolehi dari operasi penambahan ini ialah: [X S] Secara ringkas satu elemen baru bisa ditambah di depan susunan dan bisa dicapai melalui klausa: tambah(x,s[x S]). Contohnya:?- tambah(d,[a,b,c],s). S=[d,a,b,c] Untuk menambah elemen pada susunan belakang, kita bisa guna hubungan append yang telah ditakrifkan dalam sebagian implementasi sistem Prolog. Contohnya:?-append([1,2,3],[4,5,6],X) X=[1,2,3,4,5,6] 4.2.4 Penghapusan Elemen Penghapusan elemen X dari susunan S bisa diprogramkan sebagai hubungan: Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 37

hapus(x,s,s1) dengan S1 adalah sama dengan susunan S yang telah dihapuskan elemen X yaitu S1 tidak mengandungi elemen X. Hubungan hapus bisa ditakrifkan seperti hubungan keanggotaan. Terdapat dua kasus yang perlu dipertimbangkan, yaitu: (1) Jika X ialah kepala susunan, maka hasil penghapusan elemen ialah ekor susunan. (2) Jika X berada di bagian ekor susunan, maka ia akan dihapuskan di bagian tersebut. Satu elemen bisa dihapuskan dari satu susunan dengan menggunakan 2 klausa yaitu : hapus(x,[x Ekor], Ekor). hapus(x,[y Ekor],[Y Ekor1]):- delete(x,ekor,ekor1). Contoh operasi hapus elemen ialah:?- hapus (a,[a,b,],s). S= [b,c]?- hapus(a[b,a,c,a],s). S=[b,a,c,a]; S=[a,b,c,a]; S=[a,b,a,c]; No Hubungan hapus adalah tidak deterministik. Jika X ada beberapa kali dalam susunan, maka hubungan hapus akan menghapuskan sebarang elemen (yang sama) di antaranya secara penjelajahan belakang. Proses penjelajahan belakang tidak dibicarakan dalam penyediaan mudul ini. 4.3 Operasi Aritmatika Prolog menyediakan beberapa operator tertakrif untuk operasi dasar aritmatika seperti: + tambah - kurang * kali / bagi mod modulas Contoh penggunaan operasi aritmatika dalam Prolog ialah:?-x=1+2. (Satu percobaan yang salah dalam operasi aritmatika) X=1+2 (X disamakan kepada 1+2) Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 38

?-100 *2 > 100 yes?-x is 3/2, Y is 3 div 2 Jawaban yang diberi oleh sistem Prolog ialah: X = 1.5 Y = 1 Operator / menandakan pembagian interer atau nomor nyata bergantung kepada implementasi. Dalam modul ini kita mengandaikan operator / bererti pembahaian nomor nyata dan operator div bererti pembagian nomor. integer. Penggunaan is dan operator > akan mendesak sistem Prolog untuk membuat penilaian. Operasi-operasi +, -, *, / dan div akan dilaksanakan dari kiri ke kanan. Sebagai contoh: X is 5 2 1 akan diterjemahkan sebagai: X is (5-2) 1 4.4 Kesimpulan Bab ini memperkenalkan beberapa konsep seperti susunan, kepala susunan, ekor susunan, notasi susunan dan prosedur dalaman aritmatika. Bab ini juga telah membicarakan beberapa operasi dasar yang bisa dilaksanakan pada susunan. Kefahaman kita dalam bab ini sangat penting karena susunan banyak diguna dalam aplikasi sistem cerdas. 4.5 Latihan 1. Takrifkan predikat atau hubungan jumsusunan(susunan,jumlah) supaya Jumlah ialah jumlah bagi keseluruhan susunan nomor dalam Susunan. 2. Takrifkan hubungan maksimum(x,y,mak) supaya Mak merupakan nilai yang lebih besar di antara dua nomor X dan Y. 3. Takrifkan hubungan songsangan(susunan,susunansongsang) yang akan membuat songsangan terhadap susunan yang diinput. Contohnya songsangan([a,b,c,d],[d,c,b,a]). Munir: Susunan, operator dan Aritmatika 39