Kenapa Data Harus Diringkas?

dokumen-dokumen yang mirip
Statistika Materi 3 UKURAN PEMUSATAN. Nilai Tunggal yang mewakili Karakteristik Sekumpulan data. Hugo Aprilianto, M.Kom

UKURAN-UKURAN NILAI PUSAT

9. STATISTIKA. f u. X s = Rataan sementara, pilih x i dari data dengan f i terbesar. Ukuran Pemusatan Data A. Rata-rata. 1.

UKURAN PEMUSATAN DATA STATISTIK

UKURAN TENGAH DAN UKURAN DISPERSI

PENGUKURAN DESKRIPTIF

dapat digunakan formulasi sebagai berikut : Letak Letak Letak

STATISTIKA LINGKUNGAN

STATISTIKA LINGKUNGAN. DISTRIBUSI FREKUENSI DAN NILAI SENTRAL Minggu ke-2

C. Ukuran Letak dan Ukuran Penyebaran Data

STATISTIKA: UKURAN LOKASI DATA. Tujuan Pembelajaran

Minggu-4-a UKURAN PEMUSATAN

Gejala Pusat - Statistika

UKURAN PEMUSATAN DATA

MINGGU KE- III: UKURAN NILAI SENTRAL

STATISTIKA 2 UKURAN PEMUSATAN

BESARAN STATISTIK (UKURAN TENGAH DAN UKURAN

Ukuran Letak (Kuartil, Desil dan Persentil)

DISPERSI DATA. - Jangkauan (Range) - Simpangan/deviasi Rata-rata (Mean Deviation) - Variansi (Variance) - Standar Deviasi (Standart Deviation)

Materi II STATISTIK DESKRIPTIF STMIK KAPUTAMA BINJAI

Pengukuran Deskriptif

BAB V UKURAN LETAK. Statistika-Handout 5 26

UKURAN LOKASI DAN VARIANSI MEAN:

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS HORTIKULTURA

Probabilitas dan Statistika Analisis Data dan Ukuran Pemusatan. Adam Hendra Brata

Median Median dari data yang belum dikelompokkan

UKURAN NILAI SENTRAL&UKURAN PENYEBARAN. Tita Talitha, MT

Pengukuran Deskriptif. Debrina Puspita Andriani /

Ukuran Nilai Sentral

UKURAN PEMUSATAN DATA

UKURAN PEMUSATAN MK. STATISTIK (MAM 4137) 3 SKS (3-0) Ledhyane Ika Harlyan

PENS. Probability and Random Process. Topik 2. Statistik Deskriptif. Prima Kristalina Maret 2016

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Nama Penulis Abstrak/Ringkasan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

STATISTIKA 2 11/20/2015. B. Menghitung Ukuran Data dari Data Berkelompok. Peta Konsep. B. Menghitung Ukuran Data dari Data Berkelompok

Ukuran gejala pusat. Nugraeni

MATERI STATISTIK. Genrawan Hoendarto

BAB 3: NILAI RINGKASAN DATA

STATISTIKA 1. A. Ukuran Pemusatan Data 11/16/2015. Peta Konsep. A. Ukuran Pemusatan Data

BAGIAN UKURAN PEMUSATAN DAN UKURAN LETAK. Memahami konsep dan menerapkan prosedur statistik dalam menghitung ukuran pemusatan dan ukuran letak.

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Median (Mdn) Data Tunggal

DIAGRAM SERABI S-2 dan S-3 SMU S-1

Ukuran Pusat Data Rata-rata Hitung Median Mode. Ukuran Lokasi Data Kuartil Desil Persentil. Rata-rata terimbang Rata-rata geometrik

STATISTIKA. SAMPOERNO, M.Pd. SMA mantan RSBI

LEMBAR AKTIVITAS SISWA STATISTIKA 2 B. PENYAJIAN DATA

Materi W11a S T A T I S T I K A. Kelas X, Semester 2. A. Ukuran Pemusatan Data.

STATISTIKA INDUSTRI I. Agustina Eunike, ST., MT., MBA.

UKURAN NILAI PUSAT. Oleh : Riandy Syarif

STAND N AR R K OMP M E P T E EN E S N I:

Distribusi Frekuensi dan Statistik Deskriptif Lainnya

Penyimpulan data numerik & kategorik. Elsa Roselina Dewi Gayatri

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

MUHAMMAD HAJARUL ASWAD A MT.KULIAH: STATISTIKA DESKRIPTIF UNANDA, 2016

Statistika Pendidikan

Antiremed Kelas 11 Matematika

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

STATISTIKA KELAS : XI BAHASA SEMESTER : I (SATU) Disusun Oleh : Drs. Pundjul Prijono Nip

RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL (RAT)

Pengumpulan & Penyajian Data

MATERI W11A S T A T I S T I K A. KELAS X, SEMESTER 2. A. UKURAN PEMUSATAN DATA

Laporan Tugas dan Quiz Statistik Deskriptif. 1. Berikan penjelasan secara singkat apa yang dimaksud dengan:

OUTLINE BAGIAN I Statistik Deskriptif

. Rumus untuk rata-rata gabungan adalah

King s Learning Be Smart Without Limits NAMA : KELAS :

PENYAJIAN DATA. Cara Penyajian Data meliputi :

SATUAN ACARA TUTORIAL (SAT) Mata Kuliah : Statistika Dasar/PAMA 3226 SKS : 3 SKS Tutorial : ke-1 Nama Tutor : Adi Nur Cahyono, S.Pd., M.Pd.

BahanBelajar Mandiri (BBM) 3

Ukuran tendensi sentral seperti mean, median, dan modus seringkali tidak mempunyai cukup informasi untuk menyimpulkan data yg ada.

Statistika I. Pertemuan 2 & 3 Statistika Dasar (Basic( Ari Wibowo, MPd Prodi PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Surakarta. Konsep Peubah

STATISTIK DAN STATISTIKA

Rata-rata hitung sekumpulan data hasil observasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

5. STATISTIKA PENYELESAIAN. a b c d e Jawab : b

Statistika Psikologi 1

Oleh Azimmatul Ihwah

UKURAN STASISTIK (Bagian II) menjadi 2 bagian yang sama besar. A.1. MEDIAN untuk Ungrouped Data (data yg belum dikelompokkan)

Ukuran Letak (Fraktil) Oleh : Riandy Syarif

DESKRIPSI DATA. sekumpulan data yang sudah dikumpulkan. Ukuran pemusatan dibagi menjadi dua yaitu:

SATUAN ACARA TUTORIAL (SAT) Tutorial ke : 1 Kode/ Nama Mata Kuliah : PAMA 3225 / Statistika Dasar

Statistika Materi 5. Ukuran Penyebaran. (Lanjutan) Hugo Aprilianto, M.Kom

(TENDENCY CENTRAL) Oleh: Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM, MPH.

STATISTIK. dwipurnama2.blogspot.com

Nugroho Soedyarto Maryanto. Matematika. Untuk SMA dan MA Kelas XI Program IPA. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

A. PENYAJIAN DATA. Nama Dwi Willi Nita Wulan Dani. Tabel 3.1

PERTEMUAN 2 STATISTIKA DASAR MAT 130

BAB 2 PENYAJIAN DATA

Menemukan Pola Data yang Bermakna

Soal, Kartu Soal, Kisi-kisi Soal

SOAL STATISTIKA KELAS XI Oleh: Erni Kundiarsih

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

STATISTIKA DESKRIPTIF. Tendensi Sentral & Ukuran Dispersi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P

Tabel 7-1 Rata-rata hitung hasil test mata kuliah statistik deskriptif kelompok A dan B. A B

Ukuran Pemusatan. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta 1 4/9/16

Statistik Dasar. 1. Pendahuluan Persamaan Statistika Dalam Penelitian. 2. Penyusunan Data Dan Penyajian Data

Oleh Azimmatul Ihwah

III. BESARAN, LOKASI, DAN VARIASI

Statistik Deskriptif. Statistik Farmasi 2015

REVIEW BIOSTATISTIK DESKRIPTIF

Transkripsi:

1

Kenapa Data Harus Diringkas? Agar data berguna, pengamatan yang diperoleh harus disusun dalam bentuk yang lebih terorganisir. Peringkasan data akan memudahkan pengambilan kesimpulan Peringkasan data dapat menggunakan ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran data 2

Ukuran Pemusatan Ukuran pemusatan merupakan nilai tengah dari sebuah distribusi data Ukuran pemusatan sering juga disebut sebagai ukuran lokasi pusat 3

Perbandingan Ukuran Pemusatan Kurva A Kurva B Kurva C 4

Rata-rata Aritmetika Perhitungan rata-rata yang paling umum digunakan adalah rata-rata aritmetika Rata-rata aritmetika merupakan penjumlahan semua nilai pengamatan dibagi secara langsung dengan jumlah pengamatannya Umumnya perhitungan dilakukan dari sampel, dan bukan dari populasi. Sehingga hasil perhitungan merupakan statistik. Bila rata-rata aritmetika dihitung dari sampel, disimbolkan sebagai x-bar Bila dihitung dari populasi, disimbolkan sebagai μ (dibaca: myu) 5

Formula Perhitungan Rata-rata Aritmatika Dari data yang tidak dikelompokkan : X-bar = xi / n Dari data yang dikelompokkan : Formula Di mana : x bar = rata-rata sampel = jumlah dari ( f. x) x n f = frekuensi dari tiap kelas interval x = nilai tengah tiap kelas interval n = jumlah observasi dalam sampel 6

Contoh Perhitungan Rata-rata Aritmetika dari Data Tidak Terkelompok Dari 10 buah generator, diamati jumlah hari di mana generator tersebut harus diperbaiki. Data terdapat dalam tabel di bawah. Hitunglah rata-rata aritmetikanya. Generator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah hari perbaikan 7 23 4 8 2 12 6 13 9 4 x-bar = (7+23+4+8+2+12+6+13+9+4)/10 = 8,8 7

Perhitungan Rata-rata Aritmatika dari Data Terkelompok Rata-rata aritmatika dari data yang dikelompokkan : Kelas Frekuensi Nilai Tengah (f) (X) f. X 1,5-1,9 2 1,7 3,4 2,0-2,4 1 2,2 2,2 2,5-2,9 4 2,7 10,8 3,0-3,4 15 3,2 48 3,5-3,9 10 3,7 37 4,0-4,4 5 4,2 21 4,5-4,9 3 4,7 14,1 40 136,5 x-bar = 136,5/40 = 3,4125 8

Kelebihan dan Kelemahan Ratarata Aritmatika Kelebihan : Perhitungannya familiar dan jelas Setiap set data hanya memiliki satu buah nilai rata-rata Dapat digunakan untuk membandingkan beberapa buah set data Kelemahan : Dipengaruhi oleh nilai ekstrim Tidak dapat dioperasikan, bila terdapat open-ended class group 9

Modus Modus adalah nilai observasi yang memiliki frekuensi terbesar atau nilai observasi yang paling sering muncul dalam sebuah data set Terdapat resiko menggunakan ukuran modus dari data tidak terkelompok, terutama bila dalam distribusi data diketahui bahwa rata-rata hitungnya bernilai jauh di bawah modusnya Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah benar nilai modus mencerminkan ukuran pemusatan distribusi data tersebut? 10

Modus dari Data Tidak Terkelompok a.buat data array b.tentukan Mo dari frekuensi data terbanyak Observasi 0 2 5 7 15 0 2 5 7 15 Modus 1 4 6 8 15 1 4 6 12 19 11

Modus dari Data Terkelompok a. Tentukan Kelas Modus b. Hitung Mo = L mo + [ d1 / (d1 + d2) ] w L mo w d1 d2 = Batas bawah kelas yg mengandung modus = interval kelas = selisih frek kelas modus dgn frek kelas sebelumnya = selisih frek kelas modus dgn kelas sesudahnya 12

Perhitungan Modus dari Data Terkelompok (1) Kelas Interval Frekuensi Frekuensi Kumulatif 0.00-49.99 78 78 50.00-99.99 123 201 100.00-149.99 187 388 150.00-199.99 82 470 200.00-249.99 51 521 250.00-299.99 47 568 300.00-349.99 13 581 350.00-399.99 9 590 400.00-449.99 6 596 450.00-499.99 4 600 Jumlah Observasi 600 13

Perhitungan Modus dari Data Terkelompok (2) Diketahui : L MO =99,95 d 1 = 187 123 = 64 d 2 = 187 82 = 105 w = 50 Perhitungan Modus: Mo L MO d 1 d1 d 2 w 64 Mo 99,95 50 64 105 Mo 99,95 (0.38)(50) Mo 99,95 19 Mo 118,95 14

Multimodal Distributions Sebuah distribusi data dimungkinkan memiliki lebih dari satu modus, yaitu bila terdapat lebih dari satu buah pengamatan yang muncul dalam frekuensi yang sama Bimodal adalah distribusi data yang memiliki dua buah nilai modus Frekuensi modus dalam bimodal dapat sama atau tidak sama 15

Kelebihan dan Kelemahan Modus Kelebihan : Dapat digunakan untuk data kualitatif Tidak dipengaruhi oleh nilai ekstrim Dapat diaplikasikan untuk data yang memiliki open ended class group Kelemahan : Bila terdapat lebih dari 1 modus Bila tidak terdapat pengamatan yang muncul lebih dari 1 kali 16

Median Median merupakan sebuah nilai tunggal dari sebuah data set yang mengukur titik tengah data setelah data dibuat dalam bentuk array Separuh pengamatan terletak sebelum titik tengah, dan separuh sisanya terletak sesudah titik tengah 17

Median Data Tidak Terkelompok Tentukan posisi median terlebih dahulu Posisi median terletak pada : (n+1)/2 dari seluruh urutan data Nilai median adalah nilai pengamatan pada posisi median Bila jumlah pengamatan genap, maka nilai median merupakan pembagian dari dua pengamatan di titik tengah tersebut dibagi dua. 18

Median dari Data Tidak Terkelompok Item data dalam data array Nilai observasi 1 2 3 4 5 6 7 4.2 4.3 4.7 4.8 5.0 5.1 9.0 Item data dalam data array Nilai observasi 1 2 3 4 5 6 7 8 86 52 49 43 35 31 30 11 Median = (43+35)/2 = 39 19

Median Data Terkelompok Langkah perhitungan median untuk data terkelompok : Tentukan posisi median Buat frekuensi kumulatifnya untuk menentukan kelas di mana median terdapat Tentukan besarnya interval kelas Hitung median formula median dengan menggunakan 20

Formulasi Median Data Terkelompok m~ n / 2 f m F w L m m n F f m w L m = median sampel = total observasi (jumlah item) = jumlah frekuensi tiap kelas sampai dengan kelas sebelum median (kelas median tidak termasuk) = Frekuensi kelas median = lebar interval kelas = Batas bawah dari kelas yang mengandung median 21

Perhitungan Median Data Terkelompok (1) Kelas Interval Frekuensi Frekuensi Kumulatif 0.00-49.99 78 78 50.00-99.99 123 201 100.00-149.99 187 388 150.00-199.99 82 470 200.00-249.99 51 521 250.00-299.99 47 568 300.00-349.99 13 581 350.00-399.99 9 590 400.00-449.99 6 596 450.00-499.99 4 600 Jumlah Observasi 600 22

Perhitungan Median Data Terkelompok (2) m~ 600 / 2 187 201 50 99,95 m~ m~ m~ 99 50 187 (0,529)(50) 126.42 99,95 99,95 23

Kelebihan dan Kelemahan Median Kelebihan : Nilai ekstrim tidak berpengaruh terhadap perhitungan Mudah dimengerti dan mudah pula untuk dihitung Dapat diaplikasikan meskipun terdapat open-ended class group (kecuali bila median terdapat dalam kelas tersebut) Dapat diterapkan pada data kualitatif Kelemahan : Karena median merupakan titik tengah data array, maka distribusi data harus diurutkan terlebih dahulu. Akan menyulitkan bila melakukan hal ini untuk data yang besar, tanpa bantuan komputer Untuk mengestimasi pemusatan data, penggunaan rata-rata hitung akan lebih mudah diaplikasikan dibandingkan dengan median 24

Pilihan Penggunaan Ukuran Pemusatan Bila distribusi data simetris gunakan rata-rata hitung Bila data menggunakan timbangan tertentu gunakan rata-rata tertimbang Bila distribusi data memiliki skewness positif atau negatif gunakan median Bila terdapat banyak modus jangan gunakan ukuran ini 25

Kuartil Membagi sederatan data 9yang sudah dikelompokkan) terurut menjadi empat bagian yang sama. Kelas kuartil Q 1 = n/4 Q 2 = 2n/4 = n/2 = Me Q 3 = 3n/4 Nilai kuartil kuartil pertama kuartil kedua kuartil ketiga B q = tepi batas kelas bawah pada kelas kuartil P = interval kelas f kq = frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil f q = frekuensi pada kelas kuartil n = ukuran/jumlah sampel

Contoh Soal Hasil Produksi f i 30 34 2 35-39 8 40-44 20 45-49 10 50-54 4 Jumlah 44 Penentuan kelas Q 1 = n/4 = 44/4 = 11 Q 2 = n/2 = 44/2 = 22 Q 3 = 3n/4 = 3(44)/4 = 33 Nilai Kuartil Q 2 = Me = 42,5

Desil Membagi deretan data menjadi 10 bagian yang sama. Rumus desil Desil ke 1 = n/10 Desil ke 2 = 2n/10 Desil ke 3 = 3n/10 Desil ke 4 = 4n/10 Desil ke 5 = 5n/10 Median Desil ke 6 = 6n/10 Desil ke 7 = 7n/10 Desil ke 8 = 8n/10 Desil ke 9 = 9n/10 Dimana: D i = D 1, D 2,., D 9 B d = Tepi batas kelas bawah kelas desil P = Interval kelas f kd = Frekuensi kumulatif sebelum kelas desil f d = frekuensi kelas desil n = jumlah sampel

Contoh Soal Hasil Produksi f i 30 34 2 35-39 8 40-44 20 45-49 10 50-54 4 Jumlah 44 Titik desil ke 7 = 7n/10 = 7(44)/10 = 30,8 Nilai desil ke 7 adalah

Persentil Membagi deretan data menjadi 100 bagian yang sama. Rumus persentil Persentil ke 1 = n/100 Persentil ke 2 = 2n/100 Persentil ke 3 = 3n/100 Persentil ke 99 = 99n/100 Dimana: P i = P 1, P 2,., P 99 B p = Tepi batas kelas bawah kelas persentil P = Interval kelas f kp = Frekuensi kumulatif sebelum kelas persentil f p = frekuensi kelas persentil n = jumlah sampel

Contoh Soal Hasil Produksi f i 30 34 2 35-39 8 40-44 20 45-49 10 50-54 4 Jumlah 44 Nilai persentil ke 1 & 99 adalah Titik persentil ke 1 = n/100 = 44/100 = 0,44 Titik persentil ke 99 = 99n/100 =99(44)/100 = 43,56

Kasus Di bawah ini terdapat kelompok data umur penduduk sebuah kota dan frekuensinya untuk tiap kelas. Berdasarkan data tersebut, hitunglah : Modus Median Rata-rata Hitung 33

Kasus - Lanjutan Kelompok Umur Frekuensi 47.0 51.9 4 52.0 56.9 9 57.0 61.9 13 62.0 66.9 42 67.0 71.9 39 72.0 76.9 20 77.0 81.9 9 34