TANGGAL TERBIT. 01 januari 2013

dokumen-dokumen yang mirip
PEDOMAN PELAYANAN GIZI

PENERIMAAAN BAHAN MAKANAN KERING

ALUR KERJA INSTALASI GIZI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PANDUAN PENYELENGGARAAN MAKANAN

Lampiran 1. Siklus Menu 10 Hari Instalasi Gizi RSUD Kabanjahe

PROGRAM KERJA INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT AR BUNDA PRABUMULIH TAHUN 2016

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penyelenggaraan berasal dari kata dasar selengara yang artinya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada Bab IV penulis akan menguraikan hasil penelitian berupa pengolahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HANDOUT Uraian Materi perkuliahan

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENJAMAH MAKANAN DI RUMAH MAKAN

PENYELENGGARAAN MAKANAN DARURAT MILITER

HANDOUT. PERTEMUAN KE : 7, 8 dan 9 MATA KULIAH : MANAJEMEN USAHA BOGA POKOK MATERI : Proses produksi dalam Suatu Usaha Boga

LAPORAN MODIFIKASI RESEP DI INSTALASI GIZI RSU SUNAN KALIJAGA DEMAK SUP AYAM FANTASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MAKALAH MANAGEMEN GIZI INSTITUSI SIKLUS MENU SEHAT 10 HARI CITA RASA ANAK REMAJA

Asuhan gizi rawat inap. No. Dokumen No. Revisi Halaman PROSEDUR TETAP INSTALASI GIZI. Direktur,

tips: Menyimpan Tahu Segar

tips: Menyimpan Tahu Segar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan yang meliputi upaya peningkatan

INOVASI PEMBUATAN SUSU KEDELE TANPA RASA LANGU

Tabel Chek List Lembar Observasi Pelaksanaan Sistem Penyelenggaraan Makanan PT Inalum Kuala Tanjung tahun 2011

PEDOMAN PELAYANAN GIZI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Memperkenalkan Makanan pada Bayi.

PENGENALAN MAKANAN BAYI DAN BALITA. Oleh: CICA YULIA S.Pd, M.Si

BAB 1 : PENDAHULUAN. dijadikan sebagai contoh bagi masyarakat dalam kehidupan sehari hari. Makanan

PANDUAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT AULIA TAHUN 2015

PENGAMBILAN BLANKO MAKANAN (DIIT PASIEN) No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 2. Ditetapkan, Direktur RSIA ZAINAB STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

LEMBAR OBSERVASI HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN BUBUR AYAM DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan berfungsi kuratif dan rehabilitatif yang menyelaraskan tindakan

KARAKTERISTIK PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN TENTANG HIGIENE DAN SANITASI DAN DAYA TERIMA MAKAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN

ANEKA RUJAK DAN ASINAN NAN SEGAR

MENCUCI INSTRUMEN BEDAH No.Dokumen No.Revisi Halaman. Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh : Direktur RS

BAB I PENDAHULUAN. berupaya untuk mencapai pemulihan penderita dalam waktu singkat. Upayaupaya

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT

BAB III METODE PENELITIAN

PELAYANAN GIZI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN BAGIAN GIZI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH

BAB I PENDAHULUAN. kuratif, rehabilitatif dan promotif. Ada 4 kegiatan pokok PGRS yaitu :

JUDUL UNIT : Melaksanakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Dapur

PENYUSUNAN MENU MAKAN ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN. perencanaan anggaran belanja, pengadaan bahan makanan, penerimaan. pencatatan, pelaporan serta evaluasi (PGRS, 2013).

CARA PRODUKSI PANGAN Jejaring Promosi Keamanan Pangan dalam Sistem Keamanan Pangan Terpadu Nasional SIAP SAJI YANG BAIK

PENGARUH BIMBINGAN PENYUSUNAN MENU

Resep Makanan Bayi. (6-8 Bulan) Copyright TipsBayi.com & KartuBayi.com

CATATAN PERKEMBANGAN. Dx Hari/Tanggal Pukul Tindakan Keperawatan Nutrisi Kamis, Menggali pengetahuan orang tua kurang dari

LAMPIRAN 1 FORMULIR FOOD RECALL 24 JAM

TIM MI AYAM TIM MAKARONI. Bahan: Bahan:

URAIAN TUGAS KEPALA INSTALASI GIZI

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

pengaliran khusus untuk pembuangan limbah di instalasi gizi. Peralatan yang di gunakan untuk kegiatan penyelenggaraan makanan dibersihkan terlebih

PENGOLAHAN BUAH-BUAHAN

SD kelas 6 - BAHASA INDONESIA BAB 8. MENULIS TERBATASLatihan Soal 8.4

GAMBARAN SISA MAKANAN BIASA YANG DISAJIKAN DI RUANG MAWAR RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI

Indikator pelayanan makanan : Waktu Daya terima /kepuasan. BAB II Penampilan makan. Keramahan pramusaji Kebersihan alat

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN JASA USAHA MAKANAN

BAB I PENDAHULUAN. pengembangan, administrasi umum dan keuangan. (2) sakit dalam melayani pasien. Makanan yang disediakan oleh Instalasi

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan gizi ruang rawat inap adalah rangkaian kegiatan mulai dari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. atau dikenal dengan kampus induk/pusat, kampus 2 terletak di Jalan Raden Saleh,

Bahan Baku daging ikan 500 g. tepung tapioka 50 g. merica halus 1/2 sendok teh. bawang merah 7,5 g. bawang putih 1,5 g. jahe 0,5 g.

Kecap Asin/Manis CARA MEMBUAT:

BAB V PEMBAHASAN. Instalasi Gizi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung mempunyai siklus menu 10 hari

BAB II KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS. sakit adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien guna mempercepat

ANGKET / KUESIONER PENELITIAN

Lampiran 1. Formulir Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian FORMULIR PERSETUJUAN PARTISIPASI DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) NASKAH PENJELASAN

Bab 1.Pengenalan MP ASI

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memulai bisnis nasi kuning.

LAMPIRAN 1. Universitas Sumatera Utara

: saya ingin mendapatkan data antropometri BB dan TB ibu.

CONTOH TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN PADA KELOMPOK BAHAN PANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. aroma spesifik dan mempunyai nilai gizi cukup tinggi. Bagian kepala beratnya

JAGUNG. Bahan Pangan Alternatif SERI BACAAN ORANG TUA

MODUL 5 PIZZA IKAN. Indikator Keberhasilan: Mutu pizza ikan yang dihasilkan memiliki tekstur yang lembut, rasa dan aroma khas ikan.

Gambar 36. Selai sebagai bahan olesan roti

HANDOUT Uraian Materi perkuliahan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata pelajaran

KATA PENGANTAR. Lampiran 1. Angket Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LEMBAR KUESIONER UNTUK PENJAMAH MAKANAN LAPAS KELAS IIA BINJAI. Jenis Kelamin : 1.Laki-laki 2. Perempuan

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan

MENU MAKAN PAGI. Talas dan ubi yang sudah digiling halus. Di aduk kemudian ditambahkan santan dan garam

PENYUSUNAN DAN PERENCANAAN MENU BERDASARKAN GIZI SEIMBANG

Penyusunan dan Perencanaan Menu Berdasarkan Gizi Seimbang

TUMIS DAGING sayuran. Kembang Tahu CAH SAYURAN

EMPAT PILAR GIZI SEIMBANG

Bagaimana Memberikan Makan Bayi Setelah Usia 6 Bulan

KECAP KEDELAI 1. PENDAHULUAN

Resep nasi goreng - 5 cara membuat nasi goreng paling enak

BAB 1 PENDAHULUAN. antara lain melalui kegiatan pengamanan makanan dan minuman, kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit dalam menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat

CONTOH SSOP PADA PROSES PENGOLAHAN SOSIS AYAM. Potensi Hazard Tujuan Petunjuk SSOP-nya

Penderita Diabetes Pantang Makan Di Luar? Tenang, Ada Obat Herbal Diabetes Paling Ampuh

ANALISIS SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN DAYATERIMA MENU (PERSEPSI) YANG DISAJIKAN DI LAPAS KELAS II B TASIKMALAYA.

: Ceramah, presentasi dan Tanya jawab

DBMP DBMP Yetti Wira_Gizi_2014_Poltekkes Palangka Raya. Yetti Wira_Gizi_2014_Poltekkes Palangka Raya

Transkripsi:

DAFTAR ISI Halaman Judul... i Kata pengantar... ii Daftar Isi... iii 1. Perencanaan anggaran belanja... 1 2. Perencanaan menu... 2 3. Persiapan pelaksanaan produksi distribusi sebelum masuk ruang kerja... 4 4. Perencanaan dan pemesanan bahan makanan harian... 6 5. Penerimaan bahan makanan... 8 6. Penyimpanan bahan makanan... 10 7. Persiapan bahan makanan... 12 8. Pengolahan bahan makanan... 14 9. Pendistribusian bahan makanan... 16 10. Penarikan alat makan pasien... 18 11. Pencucian alat makan... 19 12. Penentuan diit pasien... 20 13. Pembersihan ruang dapur... 21 14. Asuhan gizi klinik pasien rawat inap... 22 15. Asuhan gizi klinik pasien rawat jalan... 24

PERENCANAAN ANGGARAN BELANJA TETAP Rangkaian kegiatan perhitungan anggaran berdasarkan laporan penggunaan anggaran bahan makanan tahun sebelumnya dengan mempertimbangkan fluktuasi harga, fluktuasi konsumen dan trend penyakit Untuk mengetahui perkiraan kebutuhan anggaran dana yang dibutuhkan dalam setahun untuk penyelenggaraan makan rumah sakit Diketahuinya biaya kebutuhan bahan makanan untuk satu tahun kedepan 1. Mencari atau mengumpulkan informasi mengenai ketersediaan anggaran (sumber dana, besaran, dsb) 2. Mengelompokkan bahan makanan sesuai menu dan pedoman menu (misalnya kelompok sayuran, buah, daging, ayam, ikan, telur, susu, roti, bumbu, makanan jadi, bahan makanan kering, dsb) 3. Menetapkan spesifikasi harga bahan makanan yang dibutuhkan berdasarkan nilai gizi, standar porsi, kualitas, keberadaan dipasaran, dan kelayakan harga. 4. Mengumpulkan informasi mengenai jenis dan konsumen yang akan dilayani (pasien, dokter, pegawai, dsb) 5. Menghitung volume kebutuhan bahan makanan. Pembulatan volume didasarkan atas perkiraan rata rata kenaikan konsumen dan berat bahan makanan dalam tiap kemasan. 6. Melakukan survey harga pasar (dinas pasar, pasar tradisional, supermarket, distributor, dsb) 7. Menyusun harga satuan berdasarkan hasil survey harga pasar. 8. Mengalikan jumlah kebutuhan bahan makanan periode yang telah ditetapkan dengan harga satuan Instalasi gizi dan bagian perencanaan keuangan

PERENCANAAN MENU TETAP Perencanaan mengenai serangkaian hidangan untuk setiap kali makan, yang terdiri dari makanan biasa, makanan luank/diet dan makanan saring serta menu makanan dan snack untuk dokter dan karyawan dalam institusi rumah sakit. Dengan menu yang terencana dengan baik, akan membuat petugas dapat menyajikan variasi hidangan yang menarik dan dapat membantu dalam proses pemulihan pasien 1. Menyajikan makanan yang bergizi 2. Makanan yang menarik untuk memenuhi kebutuhan klien. 3. Dengan syarat sesuai dengan alokasi dana 4. Menggunakan siklus menu 10 hari, dengan periode waktu 6 bulan 1. Menetapkan pola makan sehari 2. Menetapkan pola menu 3. Menetapkan siklus menu 4. Menetapkan daftar bahan makanan yang akan dimasukan dalam menu & frekuensi pemakaian dalam satu siklus 5. Membuat master menu & menetapkan jenis hidangan dengan bantuan katalog hidangan Ahli Gizi

PERSIAPAN PELAKSANAAN PRODUKSI DISTRIBUSI SEBELUM MASUK RUANG KERJA TETAP Persiapan yang dilakukan oleh tenaga produksi distribusi sebelum melakukan kegiatan produksi dan distribusi Dengan persiapan yang dilakukan, diharapkan higiene dan sanitasi makanan tetap terjaga Dilaksanakan oleh tenaga produksi dan distribusi makanan 1. Tenaga produksi dan distribusi datang 10 menit sebelum jadwal yang telah ditetapkan 2. Tenaga produksi dan distribusi datang dalam keadaan rapi dan bersih, meliputi : a. Pastikan personal hygiene ( kuku, tangan, rambut, pakaian dan lain lain ) dalam keadaan rapi b. Gunakan alat kelengkapan masak : - Tutup kepala - Celemek - Masker - Alas kaki 3. Siap bekerja 4. Setelah selesai lepaskan semua atribut/kelengkapan masak 5. Cuci celemek, masker, tutup kepala dsb 6. Keringkan 7. Siap digunakan untuk besok Ahli gizi, petugas produksi dan distribusi

PERENCANAAN DAN PEMESANAN BAHAN MAKANAN HARIAN TETAP Penyusunan permintaan bahan makanan berdasarkan menu atau pedoman menu dan rata-rata jumlah konsumen atau pasien yang dilayani dengan memperhitungkan stok bahan makanan yang ada Tersedianya daftar pesanan bahan makanan sesuai dengan standar atau spesifikasi yang ditetapkan Pemesanan dapat dilakukan sesuai dengan kurun waktu tertentu ( harian, mingguan, bulanan ) 1. Memeriksa ketersediaan stok bahan makanan basah dan kering di tempat penyimpanan bahan makanan 2. Melihat menu yang akan dimasak di buku siklus menu untuk pasien, karyawan dan dokter 3. Mencatat bahan makanan yang dibutuhkan dalam menu yang akan dimasak dengan memperhitungkan stok bahan makanan yang tersedia 4. Pemesanan bahan makanan kering seperti beras, tepung, gula dll dilakukan setiap tiga hari atau satu minggu sekali 5. Pemesanan bahan makanan harian dipesan satu hari sebelumnya. 6. Pemesanan bahan makanan dicatat dalam daftar pesanan bahan makanan Ahli Gizi

PENERIMAAN BAHAN MAKANAN 1 2 TETAP Suatu proses kegiatan memeriksa, meneliti, mencatat, memutuskan dan melaporkan waktu penerimaan bahan makanan, macam dan jumlah serta spesifikasi bahan makanan menurut pesanan Diterimanya pesanan bahan makanan dalam macam, jumlah serta spesifikasi yang disepakati, sesuai dengan waktu permintaan pesanan 1. Jumlah yang diterima harus sesuai dengan yang dipesan 2. Mutu yang diterima harus sesuai dengan spesifikasi yang disepakati 3. Harga bahan makanan yang tercantum dalam faktur pembelian harus sama dengan harga bahan makanan yang tercantum dalam perjanjian jual beli 1. Memeriksa kualitas bahan sesuai spesifikasi bahan makanan yang disepakati 2. Mengecek macam, jumlah, dan spesifikasi bahan makanan yang diterima sesuai dengan Daftar Pesanan Bahan Makanan 3. Jika bahan makanan yang dikirim oleh rekanan tidak sesuai spesifikasi maka bahan makanan tersebut akan dikembalikan atau ditukar 4. Bahan makanan selanjutnya disalurkan kepada bagian persiapan bahan makanan kemudian dibagi sesuai keperluan pengolahan untuk makan siang, sore dan pagi hari berikutnya 5. Penerimaan bahan makanan berdasarkan pada : a. Daftar pesanan bahan makanan b. Spesifikasi bahan makanan c. Macam dan jumlah bahan makanan yang diterima d. Jadwal dan waktu pengiriman 6. Pencatatan dan pelaporan Ahli gizi, petugas produksi

PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN (BASAH DAN KERING) 1 2 TETAP Proses kegiatan yang menyangkut penyimpanan bahan makanan serta penyaluran bahan makanan, penyimpanan bahan makanan dilakukan untuk menyelenggarakan pengurusan bahan makanan agar setiap waktu diperlukan dapat dilayani dengan tepat, cepat dan efisien 1. Mempertahankan kondisi bahan makanan yang disimpan 2. Mencegah kerusakan/gangguan di lingkungannya 3. Melayani kebutuhan macam dan jumlah bahan makanan dengan kualitas dan waktu yang sesuai untuk unit yang memerlukan 4. Persediaan bahan makanan dalam jumlah dan kualitas yang cukup 1. Menyelenggarakan pengurusan bahan makanan agar setiap waktu diperlukan dapat dilayani dengan tepat, cepat dan efisien 2. Tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dan tepat nilai gizi 1. Penyimpanan bahan makanan dipisahkan antara bahan makanan basah dan bahan makanan kering 2. Bahan makanan basah yang tidak digunakan, langsung disimpan dalam tempat penyimpanan bahan makanan basah : a. Merupakan bahan makanan yang masih segar seperti daging, unggas, sayuran dan buah b. Untuk susu cair, telur dan makanan matang disimpan dalam kulkas dengan suhu berkisar antara 1-4 C, Untuk sayuran segar berkisar antara 10 15 C, (penyimpanan segar /fresh cooling) c. Untuk daging, ikan atau unggas disimpan dengan suhu antara ( - 5 ) - 0 C, Suhu ini dibutuhkan untuk menyimpan daging ikan atau unggas tidak lebih dari tiga hari, (penyimpanan dingin /Chilly).

PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN (BASAH DAN KERING) 2 2 d. Untuk penyimpanan daging dalam waktu yang lama disimpan dalam suhu sekitar (-10) C, (penyimpanan suhu beku /Freezer) 3. Bahan makanan kering yang tidak digunakan, langsung disimpan dalam tempat penyimpanan bahan makanan kering : a. Merupakan bahan makanan yang sifatnya kering seperti beras, gula, tepung-tepungan, kacang hijau, minyak, kecap, makanan dalam kaleng dan lain-lain b. Bahan makanan harus disusun beraturan, diberi tanggal penerimaan dan setiap jenis bahan makanan diberi pembatas c. Bahan makanan yang berbau tajam seperti terasi, harus dipisahkan dan tidak berdekatan dengan bahan makanan yang menyerap bau seperti tepung-tepungan d. Suhu ruangan yang dianjurkan adalah 19-20 C, yang harus sering dikontrol untuk menjaga kestabilan Ahli gizi, petugas produksi

PERSIAPAN BAHAN MAKANAN 1 2 TETAP Serangkaian kegiatan dalam penanganan bahan makanan, yaitu meliputi berbagai proses antara lain : membersihkan, memotong, mengupas, mengocok, merendam, dan sebagainya 1. Tersedianya racikan yang tepat dari berbagai macam bahan makanan untuk berbagai hidangan dalam jumlah yang sesuai dengan menu yang berlaku, standar porsi, dan jumlah konsumen 2. Tersedianya racikan bumbu sesuai dengan standar bumbu atau resep yang berlaku, menu, dan jumlah konsumen 1. Tersedianya bahan makanan yang akan dipersiapkan 2. Tersedianya peralatan persiapan 3. Tersedianya standar potongan dan bentuk 4. Tersedianya standar porsi dan standar resep 1. Persiapan makanan pokok Makanan pokok berupa nasi, nasi tim, bubur nasi dan bubur saring. Persiapannya dilakukan dengan cara mencuci beras dengan air bersih dan air mengalir untuk kemudian diolah 2. Persiapan lauk - Lauk hewani seperti daging, sosis, ikan dan ayam dipotongpotong sesuai dengan standar porsi, pemotongan dilakukan secara manual menggunakan pisau - Untuk pengolahan lauk hewani ayam, dari mulai pemesanan sudah dalam keadaan bentuk potongan sesuai dengan standar porsi - Untuk telur tergantung dari pengolahannya, direbus, di kocok lepas atau diceplok - Untuk lauk nabati seperti tempe dan tahu dipotong-potong sesuai standar porsi dan standar resep

PERSIAPAN BAHAN MAKANAN 2 2 3. Persiapan sayur - Sayuran di sortasi terlebih dahulu - Dikupas kemudian kemudian dipotong-potong sesuai menu yang akan dimasak - Kemudian sayuran dicuci dengan air mengalir 4. Persiapan buah - Persiapan buah misalnya buah melon, pepaya dan semangka, buah dikupas, dipotong sesuai standar porsi, lalu dibuang isinya kemudian dimasukkan kedalam plastik - Untuk buah pisang dipotong ujung-ujungnya, lalu dibungkus tissu 5. Persiapan bumbu - Bumbu dibuat sesuai standar bumbu yang telah ditetapkan - Pembuatan bumbu dilakukan dengan cara mengiris-iris bumbu menggunakan pisau atau menggunakan mesin penghalus bumbu - Pembuatan bumbu dilakukan sebelum pengolahan bahan makanan - Penyimpanan bumbu yang akan digunakan untuk hari berikutnya disimpan dalam wadah tertutup dan kemudian disimpan di lemari es Petugas Produksi

PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN 1 2 TETAP Kegiatan mengubah atau memasak bahan makanan mentah menjadi makanan yang siap dimakan, berkualitas dan aman untuk dikonsumsi 1. Mengurangi resiko kehilangan zat gizi bahan makanan 2. Meningkatkan nilai cerna 3. Meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, tekstur, dan penampilan makanan (kualitas makanan). 4. Bebas dari bahan potensial dan zat yang berbahaya bagi tubuh. Dihasilkan makanan dengan kualitas yang baik seperti penampilan dan rasa masakan, serta bentuk bahan makanan tetap terjaga sesuai dengan resep dan tingkat kematangan 1. Pengolahan makanan pokok - Pada pengolahan nasi, beras yang sudah dicuci kemudian dimasukkan dalam rice cooker - Pada pengolahan nasi tim, nasi yang telah matang dimasukkan ke dalam wadah kecil yang merupakan mangkuk khusus nasi tim kemudian dimasukkan ke dalam panci kukus - Pada pengolahan bubur, beras dimasukkan dalam panci besar kemudian dimasak hingga matang - Bubur saring dibuat dari tepung beras. Proses pengolahan bubur saring yaitu terdiri dari tepung beras yang diencerkan, kemudian untuk santannya dimasak hingga mendidih setelah itu ditambahkan tepung beras yang sebelumnya sudah diencerkan dan ditambahkan garam, kemudian diaduk-aduk hingga matang 2. Pengolahan lauk hewani - Pengolahan lauk hewani disesuaikan dengan menu pada hari tersebut dan standar resep yang ada

PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN 2 2 - Pemasakan lauk hewani dipisahkan antara lauk untuk pasien tanpa diet dengan pasien dengan diet khusus seperti RG (rendah garam) 3. Pengolahan lauk nabati - Pengolahan lauk nabati disesuaikan dengan menu pada hari tersebut dan standar resep yang ada - Pemasakan lauk nabati dipisahkan antara lauk untuk pasien tanpa diet dengan pasien dengan diet khusus seperti RG (rendah garam). 4. Pengolahan sayur - Pengolahan sayuran disesuaikan dengan menu - Pengolahan sayuran dilakukan dengan cara menumis dengan minyak atau merebus dengan banyak air Petugas Produksi

PENDISTRIBUSIAN MAKANAN PASIEN TETAP Rangkaian kegiatan penyaluran makanann sesuai dengan jumlah porsi dan jenis makanan konsumen yang dilayani (makanan biasa atau makanan khusus). Agar pasien dan karyawan mendapat makanan sesuai dengan kebutuhan gizi. Diperolehnya makanan yang bermanfaat dan tidak berbahaya bagi yang mengkonsumsinya. 1. Distribusi makanan pasien a. Makanan yang telah diolah oleh juru masak kemudian diporsikan sesuai dengan jenis diet dan kelas perawatan b. Pelabelan dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam pemberian jenis diet dan kegiatan distribusi kepada pasien dengan melihat buku diit pasien c. Pengecekan kembali oleh petugas distribusi agar tidak terjadi kesalahan pemberian makan d. Waktu distribusi makanan : - Makan pagi : 07.00 - Makan siang : 12.00 - Makan sore : 17.00 2. Makanan diporsikan dalam wadah makanan khusus karyawan 3. Makanan didistribusikan ke bagian FO, IGD, Ranip, kasir, dan semua unit yang ada di Rumah Sakit AN NI MAH Petugas distribusi

PENARIKAN ALAT MAKAN PASIEN TETAP Suatu kegiatan pengambilan alat makan pasien oleh tenaga pramusaji setelah 1 jam makanan diberikan kepada pasien. 1. Pasien langsung dapat mengkonsumsi makanan dalam keadaan hangat. 2. Menghindari kehilangan alat makan. Alat makan kembali sesuai dengan jumlah yang didistribusikan 1. Setelah pramusaji mendistribusika makanan ke pasien, pramusaji menunggu sekitar ½ - 1 jam dari pendistribusian makanan. 2. Pramusaji kembali kekamar pasien sambil melihat apakah makanan yang diberikan telah dikonsumsi atau belum. 3. Apabila makanan telah habis dikonsumsi, alat makan pasien di ambil dan di bawa ke dapur. 4. Apabila makanan pasien belum habis, pramusaji meminta ijin kepada pasien untuk memindahkan sisa makanan yang masih ingin dikonsumsi ke wadah makan yang lain. Petugas Distribusi

PENCUCIAN ALAT MAKAN PASIEN TETAP Kegiatan membersihkan atau mencuci alat makan pasien dari sisa makan pasien. Alat makan yang digunakan pasien bersih dari sisa makanan dan terbebas dari penyakit infeksi. Alat makan pasien bersih dan steril. 1. Peralatan makan pasien yang sudah dipisahkan dari sisa makanan direndam terlebih dahulu. 2. Peralatan makan yang menular dipisahkan tersendiri dan menggunakan obat disinfektan selama 30 menit. 3. Peralatan makan pasien yang sudah direndam, dicuci dengan menggunakan sabun cuci piring. 4. Peralatan makan pasien dibilas dengan air bersih dan mengalir. 5. Peralatan makan pasien yang sudah dibilas direndam lagi menggunakan air panas. 6. Peralatan makan pasien yang direndam dengan air panas kemudian dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan. Petugas Pramusaji

PENENTUAN DIIT PASIEN 1 2 TETAP Suatu kegiatan untuk menentukan jenis diet pasien selama dirawat di rumah sakit. Memberikan makanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan gizi pasien. Pasien mendapatkan makanan sesuai dengan jenis diet yang dianjurkan. 1. Ahli gizi menerima laporan dari perawat bahwa ada pasien rawat inap baru. 2. Ahli gizi mencari keterangan yang terkait melalui perawat dan dokter. 3. Melakukan skrining gizi awal dengan membaca status pasien yang meliputi hasil laboratorium, pemeriksaan fisik klinis dan diagnosa penyakit pasien. 4. Mengkonsulkan dengan dokter dan perawat tentang bentuk makanan dan jenis diit pasien. 5. Mencatat di buku diit pasien mengenai bentuk makan dan jenis diit pasien. Ahli Gizi, Dokter Dan Perawat

PEMBERSIHAN RUANG DAPUR TETAP Kegiatan membersihkan dapur yang dilakukan satu bulan sekali pada minggu pertama. Menjaga kebersihan dan kerapian dapur. Dapur selalu dalam keadaan rapi dan bersih. 1. Membersihkan semua alat alat masak yang lama tidak terpakai maupun yang sering dipakai 2. Membersihkan kompor, tempat pencucian piring dan tempat pencucian bahan makanan 3. Membersihkan bagian plafon (sawang) 4. Membersihkan kulkas dan tempat penyimpanan bahan makanan kering, bahan makanan yang sudah tidak layak digunakan dikeluarkan dari tempat penyimpanan 5. Membersihkan meja persiapan, meja penyajian dan lantai Ahli Gizi, Petugas Produksi Dan Distribusi

ASUHAN GIZI KLINIK PASIEN RAWAT INAP TETAP Suatu kegiatan pelayanan gizi RS untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien rawat inap, untuk keperluan metabolisme tubuh, peningkatan kesehatan, maupun mengoreksi kelainan metabolisme, dalam rangka upaya preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif 1. Meningkatklan kesehatan pasien rawat inap 2. Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk penyakit yang diderita Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai pengaturan makan untuk berbagai macam penyakit 1. Ahli gizi menerima laporan dari perawat akan adanya psien baru atau pasien lama yang perlu penanganan diit atau secara aktif ahli gizi datang ke ruangan dan menskrining pasien yang perlu diit 2. Mempersiapkan alat tulis dan lembar asuhan gizi 3. Membaca rekam medik pasien 4. Mencari keterangan yang terkait melalui perawat 5. Mendatangi pasien untuk melihat kondisinya dan melakukan pengukuran anthropometri yang meliputi berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar lengan (LLA), panjang ulna (PU) 6. Melakuka anamnesa gizi pada pasien, bila pasien tidak bisa berkomunikasi maka informasi yang dibutuhkan bisa digali dari keluarga pasien 7. Menentukan status gizi berdasarkan data anthropometri dan data biokimia 8. Memberikan konsultasi gizi kepada pasien mengenai pengaturan makan bagi pasien dengan penyakit tertentu Ahli gizi

ASUHAN GIZI KLINIK PASIEN RAWAT JALAN TETAP Suatu kegiatan pelayanan gizi RS untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien rawat inap, untuk keperluan metabolisme tubuh, peningkatan kesehatan, maupun mengoreksi kelainan metabolisme, dalam rangka upaya preventif, kuratif, rehabilitatif dan promotif 1. Meningkatklan kesehatan pasien rawat kalan 2. Pasien rawat jalan mendapatkan konsultasi mengenai makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk penyakit yang diderita Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai pengaturan makan untuk berbagai macam penyakit 1. Ahli gizi menerima laporan dari bagian pendaftaran, bahwa ada pasien yang ingin berkonsultasi gizi 2. Mempersiapkan alat tulis dan lembar asuhan gizi 3. Menyapa dan mempersilahkan pasien duduk 4. Membaca rekam medik pasien 5. Melakukan prosedur asuhan gizi kepada pasien meliputi: - Assesment, yaitu menanyakan biodata pasien, melakukan pengukuran anthropometri, mempelajari data penunjang meliputi hasil tes laboratorium keadaan fisik dan klinis - Memberika diagnosa gizi kepada pasien - Memberika intervensi gizi kepada pasien dengan memberikan konsultasi dengan media leafleat dan bahan makanan penukar - Monitoring dan evaluasi kepada pasien dengan cara menyakan kembali apa yang telah di jelaskan kepada pasien Ahli Gizi