BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGEMBANGAN PRODUK KONSUMEN DENGAN FOKUS KEBUTUHAN PELANGGAN (Studi Kasus pada Produk Minuman Teh PT XYZ)

Kata-kata kunci: Kepentingan dan kepuasan konsumen, Quality Function Deployment, house of Quality

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Universitas Kristen Maranatha

3. METODE PENELITIAN. Lukman Arhami. Perencanaan strategi..., FT UI., Universitas Indonesia

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian

DAFTAR ISI. repository.unisba.ac.id. BAB I Pendahuluan Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penelitian...

SIDANG TESIS MANAJEMEN INDUSTRI MAGISTER MANAJEMEN TEKNOLOGI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

2.6.2 Nonprobability Sampling Menentukan Ukuran Sampel Skala Pengukuran Validitas dan Reliabilitas Instrumen...

PENGEMBANGAN PROGRAM PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA USAHA JASA MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

BAB 2 LANDASAN TEORI...

PENINGKATAN KUALITAS TRAINING UNTUK PELANGGAN PT INKA DENGAN PENDEKATAN METODE AHP DAN QFD

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Kata Kunci : Penilaian Konsumen, Kualitas Produk, Metode QFD (Quality Function Deployment)

ANALISA KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN BENGKEL DENGAN METODE SERVQUAL DAN QFD SKRIPSI

TUGAS AKHIR INTEGRASI METODE KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DALAM ANALISIS KEPUASAN TERHADAP

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN FARMASI RSK. ST VINCENTIUS A PAULO SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN QFD

DAFTAR ISI. I ii Iii iv V vi vii viii x xi xvi xvii

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK. Universitas Kristen Marantha

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DIKTAT KULIAH PENGENDALIAN & PENJAMINAN KUALITAS (IE-501)

lingkup perkantoran pemerintah Kota Depok. Adapun kegiatan tersebut dilakukan 1 hari dalam seminggu yaitu pada hari Selasa. Seluruh pegawai negeri sip

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

III. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Harapan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Terhadap Program Studi (Room 1)

BAB III METODE PENELITIAN. Sampel merupakan sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan

Product Design & Development Hubungan Kebutuhan Pekerja Terhadap Karakteristik Teknik Pada Perancangan Alat Pengepres Melinjo Dengan Metode QFD

BAB III METODE PENELITIAN

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

Analisa Kompetensi Sumber Daya Manusia Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) (Studi Kasus di Biro Personalia PT. XYZ)

BAB III METODE PENELITIAN

Seminar Tesis. Sri Hariani Eko Wulandari Dosen Pembimbing: Prof. Dr. M.Eng.Sc. Ir., Udisubakti

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... ii. HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN... iv. HALAMAN MOTTO...

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah Hotel Bintang Griyawisata Jakarta.

BAB III METODE PENELITIAN. informasi mengenai kebutuhan data penelitian. Adapun obyek yang. dijadikan penelitian adalah Kopma UNY core.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menentukan bertemu tidaknya hasil penelitian.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGEMBANGAN BATIK GEDOK TUBAN BERDASARKAN ATRIBUT KONSUMEN DENGAN MENGUNAKAN METODE QFD (Quality Function Deployment)

ANALISIS PERBANDINGAN KUALITAS LAYANAN ANTARA PROVIDER SELULER KARTU GSM IM3 DAN XL

CYBER-TECHN. VOL 6 NO 2 (2012)

Gambar 3.1 Diagram Alir Tahapan Proses Penelitian.

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XX Program Studi MMT-ITS, Surabaya 1 Februari 2014

Bab 3 Metodologi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian adalah produk shoulder bags untuk wanita usia 17 sampai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan keputusan pembelian. Peneliti mendeskripsikan skor brand image dan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PERANCANGAN ALAT CETAK ISI RESOLES DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

INTEGRASI METODE SERVQUAL DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) GUNA MENINGKATAN PELAYANAN JASA DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SURABAYA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian. metodologi dari konsep serta menyusun hipotesis; c) membuat alat ukur

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Survey

BAB IV HASIL PENELITIAN. untuk menguraikan kecenderungan jawaban responden dari tiap-tiap variabel,

ABSTRAK KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI

III. METODOLOGI PENELITIAN

LAMPIRAN 1 KUESIONER KEPUASAN PELANGGAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Dari sejumlah kuesioner yang telah disebarkan sebanyak 63, diambil dan diolah,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA DATA. ini data dari kuesioner) sudah valid dan reliabel. Validitas adalah ketepatan atau

Karakteristik Teknis Prioritas Proses Produksi Karung Goni Plastik dengan QFD

REDESAIN FILTER AIR RUMAH TANGGA DENGAN PENDEKATAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

BAB III METODE PENELITIAN

Melani Anggraini Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri Universitas Malahayati Bandar Lampung

BAB III METODE PENELITIAN. Desain eksperimen dalam penelitian ini menggunakan desain one group pretest

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

GITA ASTETI GINTING DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGEMBANGAN PROGRAM PERBAIKAN KUALITAS PADA USAHA JASA MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Pada Restaurant Bumbu Desa Cabang Laswi Bandung, penulis melakukan

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB IV PEMBAHASAN. suatu sebaran dikatakan tidak normal apabila p<0,05.

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN UNIT INSTALASI RAWAT JALAN (IRJ) RUMKITAL

III. METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI...iii DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii

BAB IV HASIL PENELITIAN

Peningkatan Kualitas Layanan General Affair Menggunakan Metode ServQual dan QFD pada PT. Meratus Line

III. METODE PENELITIAN

TUGAS SARJANA. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh LUSI ASTRI TANJUNG

ABSTRAK. iii. Universitas Kristen Maranatha

BAB V ANALISA. Pada penelitian yang dilakukan di restoran Nasi Uduk Kebon Kacang Hj.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Dalam penelitian ini seluruh

Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakkan seluruh subjek dalam kelompok belajar untuk diberi perlakuan

Transkripsi:

82 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasar hasil analisis terhadap raw weight pada HoQ maka diputuskan bahwa atribut yang akan dikembangkan adalah kemanisan produk, aroma produk, keamanan bahan, informasi komposisi bahan pada kemasan dan tingkat harga. Selanjutnya dibuat alternatif pengembangan produk dan dilakukan pemilihan alternatif yang terbaik. Pengembangan produk dilakukan dengan menambah HFS 55, sebagai bahan pemanis, sebanyak 2%, menambah kadar flavor 0.025% dari formula awal, menambah informasi komposisi bahan pada label kemasan. Pengembangan produk dilakukan dengan batasan kenaikan biaya untuk pengembangan produk tidak boleh menyebabkan kenaikan harga jual produk. Hasil pengujian produk hasil pengembangan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap atribut kemanisan dan aroma produk mengalami peningkatan. 5.1 Survei Pendahuluan

83 Hasil dari survei pendahuluan adalah persentase merk minuman teh yang sering diminum oleh responden. Rekapitulasi hasil ditunjukkan pada Tabel 4.8 Diagram Pareto digunakan untuk menganalisis data survei pendahuluan. Dengan diagram Pareto ditentukan produk yang akan dijadikan kompetitor, diambil persentase kumulatif yang > 80% (terdekat dengan angka 80%). Berdasar hasil analisa yang dapat dilihat pada Tabel 4.8 dan dengan grafik pada Gambar 4.10 tersebut maka Teh Botol Sosro, Fruit Tea dan Fresh Tea merupakan merk yang paling banyak dikonsumsi oleh responden oleh karena itu maka Teh Botol Sosro, Fruit Tea dan Fresh Tea yang akan dijadikan sebagai produk kompetitor. 5.2 Survei Pelanggan 5.2.1 Pengujian Validitas Kuesioner Pengukuran validitas masing-masing kuesioner menggunakan persamaan Product Moment Pearson. Persamaan tersebut digunakan karena data dari masing-masing kuesioner mempunyai skala interval dan merupakan variabel kontinu. Koefisien validitas yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan nilai r pada Tabel r product moment pada Lampiran 3. Dari tabel r product moment diperoleh bahwa untuk jumlah sampel = 70, taraf kesalahan 1% maka r Tabel = 0,306 dan taraf kesalahan 5% maka r Tabel = 0,235. Hasil lengkap perhitungan koefisien validitas kuesioner dapat dilihat pada Tabel 4.9 Berdasar pada hasil perhitungan koefisien validitas kuesioner yang ditampilkan pada Tabel 4.9, dapat dilihat bahwa nilai r-hitung untuk tiap atribut dalam tiap kuesionernya tiap masing-masing lebih besar dari nilai r-kritis sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kuesioner tersebut valid.

84 Kuesioner yang valid menunjukkan bahwa data yang dihasilkan dari kuesioner dapat menggambarkan tujuan yang ingin dicapai dan dapat digunakan untuk pengolahan selanjutnya. 5.2.2 Pengujian Reliabilitas Kuesioner Reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini dinyatakan dalam koefisien alpha. Data dari masing-masing kuesioner dihitung menggunakan Persamaan (2.3). Perhitungan koefisien alpha dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS for Windows Release 16.0. Nilai dari koefisien alpha untuk setiap atribut dari masing-masing kuesioner dan nilai alpha keseluruhan ditampilkan pada Tabel 4.10 Dari Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa nilai alpha setiap atribut selalu lebih kecil dari nilai alpha keseluruhan sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner reliabel. Kuesioner yang reliabel artinya bahwa kuesioner tersebut dapat digunakan lagi untuk mendapatkan informasi yang sama dan hasilnya akan sama. Hasil pengujian validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa data yang terkumpul dari kuesioner merupakan data yang valid dan reliabel sehinggan data dapat dipercaya kebenarannya dan dapat digunakan untuk pengolahan data selanjutnya. 5.2.3 Pengolahan Data Hasil Kuisoner Pengolahan data hasil kuesioner dengan menghitung nilai rata-rata dengan menggunakan persamaan (2.5). Dalam proses pengolahan data ini digunakan bantuan software Microsoft excel 2000. Tabel 4.11 menampilkan hasil perhitungan mean tiaptiap atribut dari tiap kuesioner. Berdasar hasil dari Tabel 4.11 tersebut dapat dilihat bahwa nilai kepentingan menunjukkan kontribusi peran dari masing-masing atribut terhadap kepuasan pelanggan.

85 Dari data hasil survei, diperoleh bahwa tingkat kepentingan tertinggi adalah rasa yang ditinggalkan dan terendah adalah rasa asam dari minuman tersebut. Hasil perhitungan mean pada kuesioner 1 menunjukkan bahwa dari dua puluh atribut ada sebelas atribut yang penting (nilai mean lebih besar atau sama dengan 3). Atribut yang penting adalah aroma, rasa yang ditinggalkan, rasa manis, dimensi, keamanan bahan, terbuat dari bahan alami, dimensi kemasan, terdapat informasi bahan, terdapat ijin DEPKES, terdapat label HALAL dan harga jual produk tersebut. Nilai kepuasan pelanggan terhadap produk saat ini ditetapkan sebagai performansi awal. Sedangkan hasil dari kuesioner ketiga menunjukkan nilai kepuasan yang diharapkan yang akan menjadi nilai goal masing-masing atribut. Dari Tabel tersebut juga dapat dilihat bahwa masih terdapat gap antara tingkat kepuasan Produk Teh PT. XYZ dengan produk kompetitor. Dibanding dengan produk Teh Botol Sosro, Produk Teh PT.XYZ unggul hanya pada rasa yang ditinggalkan dan dimensi saja. Dibandingkan dengan produk Fuit Tea, Produk Teh PT. XYZ unggul di sepuluh atribut yaitu efek kesegaran, rasa yang ditinggalkan, dimensi, warna, dimensi kemasan, desain kemasan, terdapat informasi bahan, terdapat ijin DEPKES, terdapat label HALAL dan harga jual produk. Sedangkan jika dibandingkan dengan tingkat kepuasan produk Fresh Tea, Produk Teh PT. XYZ hanya unggul pada atribut dimensi, dan adanya label halal. Apabila dibandingkan dengan tingkat kepuasan yang diharapkan (target) maka hanya atribut dimensi saja yang nilainya lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa masih harus dilakukan pengembangan produk.

86 5.3 Pembuatan House of Quality (HoQ) Pembuatan HoQ mengikuti langkah-langkah pada sub bab 2.11. 5.3.1 Memasukkan Data Kebutuhan Pelanggan Atribut kebutuhan pelanggan dimasukkan pada bagian kolom customer requirements. Berdasar hasil langkah penelitian sebelumnya ditetapkan ada delapan belas atribut produk yang berpengaruh pada kepuasan pelanggan. 5.3.2 Memasukkan Nilai Hasil Survei Nilai kepentingan produk minuman teh dan nilai kepuasan produk teh PT. XYZ dan kompetitor serta tingkat kepuasan yang diharapkan dari hasil survei pelanggan dimasukkan pada kolom planning matrix. 5.3.3 Penentuan Technical Relations Penentuan technical relations dilakukan dengan wawancara dengan bagian produksi perusahaan dan studi literatur. Tabel 5.1 menampilkan hasil penentuan technical relations. Tabel 5.1 Daftar Technical Relations No Atribut Produk Technical Relations 1 Efek Kesegaran Kandungan ekstrak guarana 2 Aroma Kandungan Flavor 3 Rasa manis Kandungan fruktosa

87 4 Rasa yang ditinggalkan Kandungan ekstrak the Kandungan flavor Kandungan ekstrak guarana 5 Dimensi Bahan kemasan Bentuk kemasan 6 Keamanan bahan Kandungan flavor Kandungan fruktosa Kandungan ekstrak the Kandungan pewarna caramel Kandungan ekstrak guarana Kandungan Asam sitrat Aturan POM untuk label 7 Terbuat dari bahan alami Kandungan ekstrak guarana Kandungan ekstrak the 8 Rasa Asam Kandungan asam sitrat 9 Warna Kandungan ekstrak the Kandungan pewarna caramel 10 Kekentalan Kandungan fruktosa Kandungan ekstrak guarana Kandungan ekstrak the 11 Bentuk Kemasan Bahan kemasan Bentuk cetakan 12 Dimensi Kemasan Bahan kemasan Bentuk cetakan 13 Desain Kemasan Bahan kemasan Bentuk cetakan 14 Terdapat logo merk Aturan POM untuk label 15 Terdapat tanggal produksi Aturan POM untuk label 16 Terdapat informasi bahan Aturan POM untuk label

88 17 Terdapat ijin DEPKES Aturan Pom untuk label 18 Terdapat label HALAL Peraturan dari MUI 19 Terdapat masa kadaluarsa Aturan POM untuk label 20 Harga jual Kandungan flavor Kandungan fruktosa Kandungan ekstrak the Kandungan ekstrak guarana Kandungan perwarna caramel Kandungan asam sitrat Kandungan air Bahan kemasan Biaya tenaga kerja Biaya manufacturing overhead 5.3.4 Penentuan Direction Of Goodness Penentuan direction of goodness ditentukan sekaligus pada saat wawancara dan diskusi mengenai technical relations. Tabel 5.2 menampilkan direction of goodness masing-masing atribut. Tabel 5.2 Direction Of Goodness Technical requirements Direction of goodness Symbol Kandungan flavor Target is the best Kandungan fruktosa Target is the best Kandungan ekstrak the Target is the best Kandungan ekstrak guarana More is better Kandungan perwarna caramel Target is the best Kandungan asam sitrat Target is the best Kandungan air Target is the best Bentuk cetakan More is better

89 Bahan kemasan Standar POM untuk label Peraturan MUI Biaya tenaga kerja Biaya manufacturing overhead More is better More is better More is better Less is better Less is better 5.3.5 Mengisi Kolom Interrelationship Matrix Dan Correlation Matrix Kolom interrelationship matrix menunjukkan hubungan antara customer requirements dan technical requirements. Nilai hubungan mengikuti aturan impact symbol di Tabel 2.2. Hubungan ini ditentukan dengan wawancara dengan bagian produksi. Kolom correlation matrix menunjukkan hubungan antar technical requirements, apakah saling mendukung atau ada konflik. Penentuan hubungan ini ditentukan juga dengan wawancara dengan bagian produksi.lamp.7 5.3.6 Penghitungan Improvement Ratio Penghitungan improvement ratio menggunakan persamaan (2.7). Nilai improvement ratio menunjukkan perbandingan antara tingkat kepuasan yang diharapkan pelanggan dengan tingkat kepuasan yang dimiliki produk sekarang. Besarnya nilai improvement ratio menunjukkan besarnya tingkat perubahan yang harus dilakukan. Berdasar skala (Shilito,1994), dipaparkan di sub bab 2.11, maka untuk menentukan interval kelas dapat dicari mediannya: a. Untuk 1,00 dan 1,20 mediannya 1,10

90 b. Untuk 1,20 dan 1,50 mediannya 1,35 Sehingga interval kelas ditentukan sebagai berikut: a. 1,00-1,10 untuk perbaikan mudah b. 1,11 1,35 untuk perbaikan sedang c. lebih dari 1,36 untuk perbaikan sulit Daftar atribut dengan nilai improvement ratio dari tinggi ke rendah ditampilkan pada Tabel 5.3 Tabel 5.3 Urutan nilai improvement ratio Peringkat Atribut Improvement ratio Tingkat Perubahan 1 Efek kesegaran 1.43 Sulit 2 Aroma 1.40 Sulit 3 Harga Jual 1.27 Sedang 4 Rasa yang ditinggalkan 1.23 Sedang 5 Dimensi 1.21 Sedang 6 Keamanan bahan 1.21 Sedang 7 Terbuat dari bahan alami 1.18 Sedang 8 Rasa Manis 1.16 Sedang 9 Warna 1.14 Sedang 10 Rasa Asam 1.13 Sedang 11 Bentuk kemasan 1.10 Mudah 12 Dimensi kemasan 1.09 Mudah 13 Desain kemasan 1.07 Mudah 14 Terdapat logo merk 1.05 Mudah 15 Terdapat tanggal produksi 1.04 Mudah 16 Terdapat informasi bahan 1.03 Mudah

91 17 Terdapat ijin Depkes 1.00 Mudah 18 Terdapat label HALAL 0.99 Mudah 19 Terdapat masa kadaluarsa 0.98 Mudah 20 Kekentalan 0.97 Tidak perlu Berdasar data pada Tabel 5.3 dapat dilihat bahwa ada dua atribut yang tingkat perubahannya sulit, delapan atribut dengan tingkat perubahan sedang, sembilan atribut dengan tingkat perubahan mudah dan satu atribut tidak perlu ada perubahan 5.3.7 Penentuan Sales Point Penentuan sales point ditentukan dengan dasar nilai tingkat kepentingan. Nilai tingkat kepentingan dibagi menjadi tiga kelas interval, Lamp. 4. Urutan Sales point untuk masing-masing atribut ditampilkan pada Tabel 5.4 Tabel 5.4 Urutan Sales point Atribut Produk Tingkat Kepentingan Sales Point Efek kesegaran 3,9 1,5 Keamanan bahan 3,77 1,5 Rasa Manis 3,76 1,5 Harga Jual 3,57 1,5 Rasa yang ditinggalkan 3,57 1,5 Terbuat dari bahan alami 3,53 1,5 Terdapat tanggal produksi 3,34 1,2 Terdapat informasi bahan 3,29 1,2 Terdapat ijin Depkes 3,20 1,2 Terdapat label HALAL 3,01 1,2

92 Aroma 2,90 1,2 Warna 2,87 1,2 Rasa Asam 2,73 1 Terdapat masa kadaluarsa 2,6 1 Dimensi 2,54 1 Bentuk kemasan 2,49 1 Dimensi kemasan 2,43 1 Desain kemasan 2,23 1 Terdapat logo merk 2.08 1 5.3.8. Penghitungan Raw Weight Penghitungan raw weight dengan menggunakan persamaan (2.8). Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan normalized raw weight dengan persamaan (2.9). Nilai raw weight diperoleh dari perkalian tiga komponen yaitu tingkat kepentingan, improvement ratio dan sales point. Nilai raw weight dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan atribut produk yang harus dikembangkan karena komponen yang ada di dalamnya cukup menyeluruh. Semakin tinggi nilai maka atribut tersebut mendapatkan prioritas yang lebih utama. Urutan atribut dengan nilai raw weight tinggi ke rendah ditampilkan pada Tabel 5.5 Tabel 5.5 Urutan raw weight Peringkat Atribut Raw

93 Weight 1 Rasa Manis 6,80 2 Keamanan bahan 6,67 3 Efek kesegaran 6,67 4 Terdapat informasi bahan 6,41 5 Terdapat ijin Depkes 5,87 6 Rasa yang ditinggalkan 5,65 7 Terbuat dari bahan alami 5,19 8 Aroma 4,72 9 Warna 4,03 10 Harga Jual 3,89 11 Terdapat masa kadaluarsa 3,86 12 Dimensi 3,83 13 Bentuk kemasan 3,49 14 Rasa Asam 3,00 15 Terdapat label HALAL 2,90 16 Dimensi kemasan 2,83 17 Terdapat tanggal produksi 2,81 18 Desain kemasan 2,68 19 Terdapat logo merk 2,55 20 Kekentalan 2,43 5.3.9 Penghitungan Absolute Importance dan Relative Importance Absolute importance dihitung dengan persamaan (2.10). Selanjutnya dihitung relative importance dengan membuat persentase masing-masing absolute importance. Nilai absolute importance yang tinggi menunjukkan bahwa technical requirement tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap atribut-atribut produk. 4.3.10 Menentukan Nilai Target Tiap Technical Requirements

94 Nilai target ditentukan dengan studi literature. Nilai target untuk ph dan kandungan bahan ditentukan dari SNI 01-3143-1992 tentang Minuman Teh Dalam Kemasan Nilai target keseluruhannya ditampilkan pada Tabel 5.6 Tabel 5.6 Technical Relations Target Technical Relations Kandungan flavor Kandungan fruktosa Kandungan ekstrak teh Kandungan ekstrak guarana Kandungan perwarna caramel Kandungan asam sitrat Kandungan air Bentuk cetakan Bahan kemasan Target 0.1 % Maks. 13.0% derajat Brix 2% Maks 1.5% maks 0,1% maks 0.2% maks Tidak terbatas Ergonomis Aman, sesuai standard untuk minuman Standar POM untuk label 100% Peraturan MUI 100% Biaya tenaga kerja Biaya manufacturing overhead Minimum Minimum Dari matrik HoQ maka akan dilihat kebutuhan teknis yang berkaitan dengan masing-masing atribut produk yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. matrik HoQ juga menunjukkan posisi produk terhadap produk kompetitor. Selain itu, HoQ juga bisa menunjukkan prioritas atribut dari raw weight.

95 5.4 Pembuatan Alternatif Konsep Pengembangan Produk 5.4.1 Perumusan Atribut Yang Harus Dikembangkan Sebelum pembuatan alternatif konsep, perlu dirumuskan konsep pengembangan yang akan dilakukan. Konsep pengembangan berisi hasil analisis terhadap atribut yang harus dikembangkan. Dasar yang digunakan adalah urutan raw weight. Namun urutan raw weight tidak berlaku mutlak, karena adanya keterbatasan waktu dan biaya. Oleh karena itu, atribut yang dikembangkan diprioritaskan yang penting, mean pada kuesioner pertama lebih besar atau sama dengan 3, dan pada atribut produk yang belum puas saat ini, mean pada kuesioner 2 bagian produk PT XYZ kurang dari 3. Pada Tabel 5.7 menampilkan atribut produk yang memenuhi kriteria tersebut sekaligus menampilkan persentase dan persentase kumulatif. Tabel 5.7 Daftar prioritas atribut yang dikembangkan Peringkat Atribut Raw Weight Persentase Persentase Kumulatif 1 Efek memberikan kesegaran 6,80 17.83% 17.83% 2 Keamanan komposisi bahan 6,67 17.49% 35.32% 3 Terdapat informasi komposisi bahan 6,41 16.81% 52.12% 4 Aroma 5,65 14.81% 66.94% 5 Tingkat harga 4,72 12.38% 79.31% 6 Rasa manis 4.03 10.57% 89.88% 7 Terdapat logo merk 3,86 10.12% 100.00% Tujuh atribut dalam Tabel 5.7 dirasa masih terlalu banyak dalam proses pengembangan produk tahap awal ini. Oleh karena itu dilakukan analisis lebih lanjut untuk mendapatkan rencana pengembangan yang lebih mendesak. Analisis dilakukan

96 dengan menggunakan Diagram Pareto. Atribut yang mendekati persentase kumulatif 80% yang akan dikembangkan. Tabel 5.8 Daftar atribut yang dikembangkan Peringkat Atribut Klasifikasi Atribut Primer 1 Efek memberikan kesegaran Produk 2 Keamanan komposisi bahan Produk 3 Terdapat informasi komposisi bahan Kemasan 4 Aroma Produk 5 Tingkat harga Harga 5.4.2 Pembuatan Konsep Pengembangan Produk Atribut produk yang mendapatkan prioritas pengembangan awal ditampilkan pada Tabel 5.8 Konsep pengembangan tiap-tiap atribut akan dilakukan dengan meninjau kembali keluhan pelanggan yang ditampilkan pada Tabel 4.6. Selanjutnya data keluhan pelanggan dihubungkan dengan technical relations pada Tabel 5.6 dan dengan direction of goodness pada Tabel 5.2. Hasilnya diperoleh arahan solusi pengembangan seperti ditampilkan pada Tabel 5.9. Tabel 5.9 Arahan Solusi Pengembangan Atribut primer Keluhan Arahan Solusi Efek Kesegaran Kurang berasa terhadap tubuh Kandungan ekstrak Guarana dinaikkan Keamanan komposisi bahan Tidak ada label komposisi bahan Kandungan ekstrak teh dinaikkan Kandungan fruktosa dinaikkan Aturan POM dan Depkes tentang kandungan bahan dipenuhi Aturan POM untuk label dipenuhi

97 Terdapat informasi komposisi bahan Aroma Tidak ada informasi pada kemasan Jenis aroma tidak sesuai Intensitas aroma kurang Aroma mudah hilang Aturan POM untuk label dipenuhi Jenis flavor diubah Kandungan flavor dinaikkan Kandungan flavor dinaikkan Tingkat harga Harga jual tinggi Efisiensi terhadap faktor-faktor pembiayaan (biaya material, biaya tenga kerja, biaya kemasan, biaya overhead, biaya pemasaran) Atribut efek kesegaran dapat dikembangkan dengan tiga arahan solusi yang ditampilkan di Tabel 5.9. Atribut keamanan komposisi bahan dapat dipenuhi jika kandungan bahan sesuai dengan aturan POM. Kandungan bahan pada formula saat ini sudah memenuhi batasan tersebut sehingga sudah aman. Solusi dari terdapat informasi komposisi bahan sama dengan solusi dari atribut keamanan komposisi bahan. Sehingga, penambahan label komposisi bahan menjadi solusi dari dua permasalahan. Pada penelitian ini tidak akan dibahas efisiensi faktor-faktor biaya secara detail. Masalah harga dibatasi dengan pembatasan penambahan biaya maksimal yang tidak mengakibatkan kenaikan harga jual produk ke pasaran dalam melakukan pengembangan produk. Biaya akan dijadikan batasan pada pemilihan alternatif konsep pengembangan yang akan dilakukan. 5.4.2.1 Pembuatan konsep pengembangan atribut efek kesegaran

98 Cara yang dilakukan adalah dengan menambahkan kandungan ekstrak guarana yang memang berkhasiat untuk meningkatkan stamina dari orang yang mengkonsumsi minuman ekstrak guarana ini, penambahn ekstrak guarana dilakukan maksimal pada level 1.5 %. (sebelumnya 1.0%) 4.4.2.2 Pembuatan konsep pengembangan atribut aroma Jenis fragrance yang digunakan saat ini adalah aroma melati dengan kandungan 0.02%. Berdasar arahan solusi pada Tabel 5.9 maka ada dua hal yang dapat dilakukan yaitu mengetahui jenis flavor yang paling disukai dan meningkatkan kadar flavor. Arahan solusi itu kemudian didiskusikan lagi dengan pihak perusahaan. Pihak perusahaan menyetujui untuk melakukan strategi ke dua dan mengabaikan arahan pertama, yaitu mengubah jenis flavor, karena aroma ini sudah menjadi ciri khas dari produk sehingga sulit untuk diubah. Penambahan kadar flavor ditetapkan sebanyak 0.03% sehingga totalnya menjadi 0.05% kadar flavor. Konsep ini ditetapkan oleh perusahaan dengan pertimbangan dari bagian produksi dan bagian keuangan. Konsep ini dinilai dapat memberikan hasil yang signifikan tetapi kenaikan biayanya masih bisa ditolerir sehingga tidak perlu menambah harga jual produk. 5.5 Pemilihan Konsep Pengembangan Produk Konsep pengembangan atribut kelembutan produk yang telah disusun ada empat alternatif. Proses pemlihan akan menggunakan concept selection matrix dengan lima

99 kriteria concept selection yaitu penambahan biaya, kemudahan mendapatkan, keamanan, pengaruh terhadap kelembutan, pengaruh negatif terhadap atribut lain. Lima kriteria tersebut diberi bobot. Nilai bobot ditentukan dengan diskusi dengan perusahaan. Adapun nilai pada masing-masing atribut menggunakan skala pengukuran 3. Daftar skala untuk masing-masing concept selection ditampilkan pada Tabel 5.10. Sedangkan concept selection matrix ditampilkan pada Tabel 5.11 Tabel 5.10 Arti Skala pada concept selection matrix Kriteria Pemilihan Arti Skala 1 2 3 Penambahan biaya Menambah biaya Perubahan biaya tidak signifikan Mengurangi biaya Kemudahan mendapatkan Sulit mudah Sangat mudah Keamanan Tidak aman aman Sangat aman Pengaruh terhadap kelembutan Negatif positif Sangat positif Pengaruh negatif terhadap atribut Banyak sedikit Tidak ada lain Tabel 5.11 Concept selection matrix Kriteria Pemilihan Bobot Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3 Alternatif 4 Penambahan biaya 5 2 1 1 2 Kemudahan 1 2 1 1 2 mendapatkan Keamanan 2 2 2 2 2 Pengaruh terhadap 4 2 2 2 2

100 kelembutan Pengaruh negatif 3 1 1 1 3 terhadap atribut lain TOTAL 27 21 21 33 PERINGKAT II III IV I Berdasar concept selection matrix maka total nilai yang terbesar adalah alternatif empat sehingga alternatif empat yang akan dipilih untuk melakukan pengembangan atribut kelembutan produk Dari hasil pemilihan konsep pengembangan produk maka pengembangan produk untuk atribut kelembutan produk dan aroma akan dilakukan dengan menambah kadar flavor 0.03% dari semula sehingga kadar flavornya menjadi 0.05%. 5.6 Pembuatan Gabungan Part Deployment Dan Process Planning Matrix Proses pembuatan gabungan part deployment dan process planning matrix mengikuti langkah yang telah dijelaskan pada sub bab 2.13. Hubungan antara whats dan hows ditetapkan dengan diskusi dengan bagian produksi perusahaan. 5.7 Pembuatan Production Planning Matrix Pembuatan production planning matrix mengikuti langkah-langkah seperti yang telah dijelaskan pada sub bab 2.14. Hasil pembuatan production planning matrix ditampilkan pada Gambar 5.1

101 Hows Importance Planning Needs Tooling Manufacturing Quality assurance FPA Required Mistake Proofing Maintenance instruction Gauge Design Work Analysis Operator Instruction Operator Training Machine Qualification Supplier Conference Supplier Agreement Gauge Requirement Procedure Whats Penimbangan bahan baku Alat penimbang 2,28 Jumlah bahan 20,52 Jenis bahan 2,28 Pencampuran bahan baku Penambahan pewarna baku Cara pencampuran Banyaknya pewarna 20,52 5,28 Jenis pewarna 5,28 Penambahan Banyaknya 8,80 asam sitrat bahan antiseptic Jenis antiseptic 8,80 Penambahan flavor Banyaknya fragrance 8,31

102 Jenis fragrance 8,31 Pengadukan Cara Mengaduk 10,94 Pemanasan Cara pemanasan 2,32 Jangka waktu 2,32 Pendinginan Cara pendinginan 3,65 Jangka waktu 3,65 Pengemasan Cara pengemasan 1,91 Penyegelan Cara menyegel 1,91 Jenis perekat 1,91 Gambar 5.1 Production Planning Matrix Pada Gambar 5.1 dapat dilihat bahwa Hows pada matrix sebelumnya menjadi Whats pada matrix ini. Simbol pada gambar tersebut menunjukkan hubungan antara proses produksi dengan metode produksi. Hasil dari production planning matrix adalah metode produksi yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk minuman teh yang memenuhi keinginan konsumen. 5.8 Production Trial Setelah ditetapkan strategi untuk pengembangan produk maka langkah selanjutnya adalah melakukan production trial produk hasil proses analisis pengembangan produk. Hasil produksi awal pengembangan produk kemudian di uji cobakan.

103 5.9 Pengujian Produk Pengembangan Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk hasil pengembangan. Produk hasil pengembangan dikatakan sukses jika dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. 5.9.1 Pembuatan Kuesioner Kuesioner pengujian yang dibagikan kepada responden ditampilkan pada Lampiran 6. Kuesioner ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan atribut produk yang dikembangkan yaitu kelembutan dan aroma. 5.9.2 Penyebaran Kuesioner Kuesioner yang telah disusun kemudian disebarkan ke responden dengan teknik purposive non probablity sampling. Karakteristik responden yang dipilih sama dengan karakteristik responden pada survei pelanggan. Sebelum mengisi kuesioner responden diminta menggunakan produk hasil pengembangan. 5.9.3 Rekapitulasi Hasil Survei Pelanggan Data yang diperoleh dari pengujian produk adalah tingkat kepuasan pada atribut kelembutan produk dan aroma pada produk hasil pengembangan. Hasil survei menunjukkan bahwa rentang jawaban berada pada rentang sangat tidak puas sampai dengan sangat puas. Pengujian distribusi data dilakukan dengan Kolmogorov-Smirnov. Proses pengerjaan dibantu dengan software SPPS for windows release 16.0. Hasil pengujian dapat dilihat pada Lampiran 14, dan dapat dilihat bahwa data terdistribusi normal.

104 5.9.4 Pengujian Validitas Kuesioner Pengukuran validitas masing-masing kuesioner juga menggunakan persamaan (2.2). Perhitungan koefisien validitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program Microsoft Excell 2003. Koefisien validitas yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan nilai r pada Tabel r product moment. Nilai r untuk atribut kelembutan produk 0,906 dan 0,895 untuk atribut aroma. Nilai r di atas nilai kritsis 5%,0,306, sehingga data dinyatakan valid. 5.9.5 Pengujian Reliabilitas Kuesioner Reliabilitas kuesioner dalam pengujian ini juga dinyatakan dalam koefisien alpha. Data dari kuesioner dihitung menggunakan Persamaan (2.3). Perhitungan koefisien alpha dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS for Windows Release 16.0. Hasil penghitungan koefisien alpha ditampilkan pada Lampiran 8. Nilai dari koefisien alpha keseluruhan yaitu 0,7656. 5.9.6 Pengolahan Data Pengolahan data untuk menguji hasil pengembangan produk dibanding produk sebelumnya dilakukan dengan wilcoxon match pair test. Data tingkat kepuasan atribut aroma dan kelembutan dijumlahkan dan dijadikan data mentah dalam pengujian. Perhitungan manual dengan persamaan (2.5). Dalam penelitian ini digunakan software SPSS for Windows Release 10.0. Hasil output dari SPSS ditampilkan dalam Tabel 5.12 Tabel 5.12 Output wilcoxon match pair test

105 Ranks BARU - LAMA Negative Ranks Positive Ranks Ties Total a. BARU < LAMA b. BARU > LAMA c. LAMA = BARU N Mean Rank Sum of Ranks 14 a 21.79 305.00 37 b 27.59 1021.00 19 c 70 Test Statistics b BARU - LAMA Z -3.424 a Asymp. Sig. (2-tailed).001 a. Based on negative ranks. b. Wilcoxon Signed Ranks Test Dari Tabel 5.12 terlihat bahwa statistik hitung dari 70 data, 14 data mempunyai selisih negatif, 37 data bertanda positif dan 19 data mempunyai nilai yang sama (ties). Dari Tabel 4.18 juga terlihat bahwa pada kolom asymp. Sig. (2-tailed)/asymptotic significance untuk uji dua sisi adalah 0,001. Dalam penelitian ini adalah uji satu sisi karena yang dicari adalah apakah kepuasan konsumen meningkat atau tidak, maka probabilitas menjadi 0,001/2 = 0,0005. Disini didapat probabilitas di bawah 0,05 (0,0005<0,05). Jadi, H 0 ditolak atau perbaikan produk mempunyai efek yang berarti pada peningkatan kepuasan konsumen. Data yang diperoleh dari kuesioner pengujian produk hasil pengembangan produk minuman teh PT. XYZ. Berdasarkan analisa data, diperoleh bahwa hasil pengembangan produk memiliki dampak positif terhadap kepuasan pelanggan. Pelanggan menganggap

106 produk hasil pengembangan memberikan efek kesegaran dan aroma yang lebih baik dibanding sekarang. Oleh karena itu, fomula baru ini pantas diterapkan oleh perusahaan.