MODUL PRAKTIKUM Perkuliahan Astrofisika (FI567)

dokumen-dokumen yang mirip
TATA KOORDINAT BENDA LANGIT. Kelompok 6 : 1. Siti Nur Khotimah ( ) 2. Winda Yulia Sari ( ) 3. Yoga Pratama ( )

Wilfried Suhr Gambar 1. Waktu-waktu kontak dalam peristiwa transit Venus.

MENGENAL GERAK LANGIT DAN TATA KOORDINAT BENDA LANGIT BY AMBOINA ASTRONOMY CLUB

JAWABAN DAN PEMBAHASAN

SAINS BUMI DAN ANTARIKSA

Cladius Ptolemaus (abad 2) Geosentris

Astronomi Sabar Nurohman, M.Pd

Sabar Nurohman Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNY

Oleh : Kunjaya TPOA, Kunjaya 2014

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH UMUM

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 3. Mengenal Planet Bumilatihan soal 3.2

Meridian Greenwich. Bujur

KUMPULAN SOAL & PEMBAHASAN OSK OSP OSN DLL KOORDINAT BENDA LANGIT (By. Mariano N.)

5. BOLA LANGIT 5.1. KONSEP DASAR SEGITIGA BOLA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

ROTASI BENDA LANGIT. Chatief Kunjaya. KK Atronomi, ITB. Oleh : TPOA, Kunjaya 2014

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BAB I PENDAHULUAN. beraktifitas pada malam hari. Terdapat perbedaan yang menonjol antara siang

PROGRAM PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS BIDANG ASTRONOMI 2014 SMA 2 CIBINONG TES 20 MEI 2014

AS Astronomi Bola. Suhardja D. Wiramihardja Endang Soegiartini Yayan Sugianto Program Studi Astronomi FMIPA Institut Teknologi Bandung

Macam-macam Waktu. Universal Time dan Dynamical Time

SOAL PILIHAN GANDA ASTRONOMI 2008/2009 Bobot nilai masing-masing soal : 1

1. Fenomena Alam Akibat Perubahan Kedudukan Bumi, Bulan, terhadap Matahari. Gerhana Matahari

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BAB IV ANALISIS PERHITUNGAN ARAH KIBLAT DENGAN MENGGUNAKAN AZIMUT PLANET. A. Algoritma Penentuan Arah Kiblat dengan Metode Azimut Planet

GERAK BUMI DAN BULAN

BAB IV UJI AKURASI AWAL WAKTU SHALAT SHUBUH DENGAN SKY QUALITY METER. 4.1 Hisab Awal Waktu Shalat Shubuh dengan Sky Quality Meter : Analisis

Sabar Nurohman, M.Pd

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA. Soal Tes Olimpiade Sains Nasional 2011

PETA KONSEP. Revolu si. Rotasi. Mataha ri TATA SURYA. satelit buata n. satelit. alami. satelit. Bulan. palapa. Kalender Masehi. Revolu si.

MODEL MATERI PENGETAHUAN SUDUT DALAM PERKULIAHAN IPBA BAGI MAHASISWA FISIKA DAN APLIKASINYA DALAM MEMAHAMI JARAK ANTARBENDA-LANGIT (CELESTIAL BODIES)

indahbersamakimia.blogspot.com

Kumpulan Soal Astronomi dan Jawabannya

- - TATA SURYA - - sbl5surya

PEKERJAAN RUMAH SAS PERTEMUAN-1 DAN PERTEMUAN-2 A.Pilihan Ganda

Daftar Isi. Tata Surya. Matahari. Gerak edar bumi dan bulan. Lithosfer. Atmosfer.

Bab 3. Teleskop Bamberg

BAB III METODE PENELITIAN

INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 8 DAN 9 SEPTEMBER 2010 PENENTU AWAL BULAN SYAWWAL 1431 H

Abdul Rachman dan Thomas Djamaluddin Peneliti Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

(Fenomena Matahari di Atas Ka bah) Pandapotan Harahap NIM: Abstrak

Antiremed Kelas 9 Fisika

GERAK EDAR BUMI & BULAN

Ronde Analisis Data. P (φ) = P 0 + P t cos φ dengan P t = 2πP 0r cp B

Soal Ujian Olimpiade Astronomi Kabupaten-Kota Tingkat SMA, 2008

SELEKSI TINGKAT PROVINSI CALON PESERTA INTERNATIONAL ASTRONOMY OLYMPIAD (IAO) TAHUN 2009

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 2 JUNI 2011 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1432 H

Makalah Rotasi dan Revolusi bumi

Bintang Ganda DND-2006

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS

: Jarak titik pusat benda langit, sampai dengan Equator langit, di ukur sepanjang lingkaran waktu, dinamakan Deklinasi. Jika benda langit itu

4. Orbit dalam Medan Gaya Pusat. AS 2201 Mekanika Benda Langit

BAB I SISTEM KOORDINAT

Matematika Astronomi: Bagaimana Matematika Mempelajari Alam 1

PRISMA FISIKA, Vol. I, No. 1 (2013), Hal. 1-7 ISSN : Visualisasi Efek Relativistik Pada Gerak Planet

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.2. Pernyataan tersebut yang termasuk ciri ciri dari bumi di tunjukkan pada nomor...

A. Peta 1. Pengertian Peta 2. Syarat Peta

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

BAB IV ANALISIS SISTEM HISAB AWAL BULAN KAMARIAH ALMANAK NAUTIKA DAN ASTRONOMICAL ALGORITHMS JEAN MEEUS

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

BAB III METODE PENELITIAN

FI322 Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

Bumi berotasi. Getak Harian - dari timur ke barat. - periodanya 24 jam. - sejajar ekuator langit.

BAB IV ANALISIS METODE HISAB AWAL BULAN KAMARIAH QOTRUN NADA DALAM KITAB METHODA AL-QOTRU

MENYENANGI MATEMATIKA DAN SAINS MELALUI ASTRONOMI* 1

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 23 JANUARI 2012 M PENENTU AWAL BULAN RABI UL AWAL 1433 H

BAB IV ANALISIS KOMPARASI ALGORITMA EQUATION OF TIME JEAN MEEUS DAN SISTEM NEWCOMB

PROGRAM APLIKASI FALAKIYAH DENGAN fx-7400g PLUS

SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 TINGKAT PROVINSI

2. Untuk interval 0 < x < 360, nilai x yang nantinya akan memenuhi persamaan trigonometri cos x 2 sin x = 2 3 cos adalah

DINAMIKA BENDA LANGIT

UNIT 13: GERAK BENDA LANGIT

Satuan Besaran dalam Astronomi. Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB

IPA TERPADU KLAS VIII BAB 14 BUMI, BULAN, DAN MATAHARI

SOAL UJIAN PRAKTEK ASTRONOMI OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 CALON PESERTA INTERNATIONAL EARTH SCIENCE OLYMPIAD (IESO) 2015

BAB IV ANALISIS PEDOMAN WAKTU SHALAT SEPANJANG MASA KARYA SAĀDOE DDIN DJAMBEK. A. Analisis Metode Hisab Awal Waktu Salat Saādoe ddin Djambek dalam

3. ORBIT KEPLERIAN. AS 2201 Mekanika Benda Langit. Monday, February 17,

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Pengenalan Geogebra. Oleh: Hazrul Iswadi. Disampaikan pada seminar internal Departemen MIPA. Tanggal 10 September 2011

Klik. Korona pada Matahari

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN : HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI

HUKUM NEWTON TENTANG GRAVITASI DAN GERAK PLANET

3. MEKANIKA BENDA LANGIT

Draft Marking Scheme. (Berdasarkan Solusi OSP Astronomi 2013)

Horizon Lokal Dan Jam Matahari

"Setiap planet bergerak dengan lintasan elips, Matahari berada di salah satu fokusnya."

GAYA GESEK. Gaya Gesek Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetik

ZAARI BIN MOHAMAD HBSC4203_V2 - EARTH AND SPACE / BUMI DAN ANGKASA BUMI DAN ANGKASA A. PENDAHULUAN

SOAL SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu

GRAFIK (CHART) Aplikasi Manajemen Perkantoran B 1

APLIKASI DERET FOURIER UNTUK MENGETAHUI WAKTU TERBIT, KULMINASI, DAN TERBENAM MATAHARI SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

ILMU PENGETAHUAN BUMI DAN ANTARIKSA

KELOMPOK 1 Anggi Juliansa ( ) Reza AlFajri ( )

MEKANIKA BENDA LANGIT MARIANO N., S.SI.

Transkripsi:

MODUL PRAKTIKUM Perkuliahan Astrofisika (FI567) Disusun oleh: Judhistira Aria Utama, M.Si. Laboratorium Bumi dan Antariksa Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia 2012

MODUL 1 Orbit Planet Tujuan Dalam aktivitas laboratorium ini mahasiswa berlatih membangun dan menginterpretasi grafik berdasarkan data posisi planet untuk memperoleh bentuk dan nilai sejumlah parameter orbit Perlengkapan Komputer yang dilengkapi perangkat lunak pengolah data Microsoft Excel dan perangkat lunak planetarium CyberSky A. Deskripsi Bagaimanakah Johannes Kepler (1571 1630) memperoleh hukum-hukum tentang bentuk orbit dan gerak planet-planet di Tata Surya? Pekerjaan Kepler yang fenomenal adalah ketika berhasil memperoleh bentuk orbit planet Mars, tidak saja karena memakan waktu yang lama (8 tahun lamanya dari persangkaan awal yang hanya 8 minggu!) namun juga menunjukkan kelengkapan data observasi yang telah diperoleh sebelumnya oleh astronom Denmark Tycho Brahe (1546 1601) di mana Kepler bekerja sebagai asistennya. Dalam aktivitas laboratorium ini, menggunakan gagasan yang sama dengan apa yang telah dilakukan Kepler, Anda diminta merekonstruksi bentuk orbit planet Merkurius berdasarkan data posisi planet ini saat memiliki jarak sudut (elongasi) terjauh dari Matahari menurut pengamat di permukaan Bumi. Memanfaatkan perangkat lunak planetarium CyberSky yang disediakan, Anda akan mengumpulkan data observasi berupa nilai jarak sudut Merkurius dari Matahari selama kurun waktu lima tahun (2011 2015). Selanjutnya, Anda diminta untuk melakukan curve fitting (pencocokan kurva) dengan bantuan perangkat lunak pengolah data Microsoft Excel, di mana Anda memodelkan suatu persamaan matematis yang cocok dengan profil orbit Merkurius yang telah Anda peroleh. Setelah Anda berhasil mendapatkan nilai-nilai terbaik untuk persamaan yang cocok dengan profil orbit Merkurius, Anda diminta untuk memperoleh beberapa parameter orbit, seperti setengah sumbu panjang (a), eksentrisitas (e), dan periode orbit (baik periode sideris maupun periode sinodis). B. Prosedur Menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel, lakukan langkah-langkah berikut ini: 1. Isikan secara berturut-turut, dimulai dari sel A1 hingga sel K1, header berikut: Hari, Bulan, Tahun, Nomor Urut Hari, Tahun Kabisat, Julian 1

Day, Elongasi, Jarak dari Matahari (AU), Bujur Ekliptika ( 0 ), x (AU), dan y (AU). 2. Di dalam sel I34 berikan header Matahari. 3. Isikan tanggal ke dalam sel A2 hingga A33, bulan ke dalam sel B2 hingga B33 (Januari = 1, Februari = 2, dst), dan tahun (dua digit terakhir) ke dalam sel C2 hingga C33. 4. Tuliskan ke dalam sel D2: =INT(275*(B2/9)) 2*INT((B2+9)/12) + A2 30 Lanjutkan mengisi hingga baris D33. 5. Tuliskan ke dalam sel E2: =INT((C2 1)/4) Lanjutkan mengisi hingga baris E33. 6. Tuliskan ke dalam sel F2: =2415020 + 365*(C2) + D2 + E2 0.5 Lanjutkan mengisi hingga baris F33. 7. Tuliskan ke dalam sel G2 hingga G33 nilai elongasi yang diperoleh dari perangkat lunak CyberSky. Bila posisi Merkurius berada lebih timur daripada Matahari, nilai elongasi bertanda negatif (-) dan sebaliknya, nilai elongasi bertanda positif (+) saat posisi Merkurius berada lebih barat daripada Matahari. 8. Tuliskan ke dalam sel H2: =SIN(ABS(G2*PI()/180)) Lanjutkan mengisi hingga baris H33. 9. Tuliskan ke dalam sel I2 hingga I33 nilai bujur ekliptika Merkurius (dalam satuan derajat) yang disajikan dalam tabel. 10. Tuliskan ke dalam sel J2: =H2*COS(I2*PI()/180) Lanjutkan mengisi hingga baris J33. 11. Tuliskan ke dalam sel K2: =H2*SIN(I2*PI()/180) Lanjutkan mengisi hingga baris K33. 12. Tuliskan ke dalam sel J34: 0 dan sel K34: 0. 13. Rajahlah (plot) orbit Merkurius dan posisi Matahari menggunakan Chart Wizard Tool menggunakan tipe Scatter (tanpa garis penghubung). Setelah berhasil memperoleh profil orbit Merkurius, di lembar kerja berbeda lakukan langkah-langkah berikut ini: 1. Isikan secara berturut-turut, dimulai dari sel A1 hingga sel D1, header berikut: Bujur Model q ( 0 ), Jarak Model r (AU), x (AU), y (AU), untuk sel E1 dan F1 (merge cells): (x - h) 2 + (y - k) 2 = a 2, dan sel G1: Satuan. 2. Tuliskan ke dalam sel A2: 0 dan sel A3: =A2+10. Lanjutkan mengisi hingga baris A38. 3. Tuliskan ke dalam sel B2: =($F$2*COS(A2*PI()/180) + $F$3*SIN(A2*PI()/180)) + SQRT(($F$2*COS(A2*PI()/180) + $F$3*SIN(A2*PI()/180))^2 $F$2^2- $F$3^2+$F$4^2) Lanjutkan mengisi hingga baris B38. 4. Tuliskan ke dalam sel C2: =B2*COS(A2*PI()/180) Lanjutkan mengisi hingga baris C38. 5. Tuliskan ke dalam sel D2: =B2*SIN(A2*PI()/180) Lanjutkan mengisi hingga baris D38. 6. Tuliskan ke dalam sel E2: h=, sel E3: k=, sel E4: a=, sel E5: Posisi, dan sel E6: Pusat. 7. Tuliskan ke dalam sel F2, F3, dan F4 masing-masing 0, sel F5: x, dan sel F6: 0. 2

8. Tuliskan ke dalam sel G2, G3, dan G4 masing-masing AU, sel G5: y, dan sel G6: 0. 9. Lakukan pencocokan kurva dengan cara mensuperposisikan grafik orbit Merkurius yang telah diperoleh sebelumnya menggunakan model yang dibangun ini, yaitu dengan cara mengganti-ganti nilai-nilai h, k, dan a hingga diperoleh kurva model yang cocok dengan grafik orbit Merkurius. Sebagai panduan bagi Anda: -1,0 < h < 0,0 ; 0,0 < k < 1,0 dan 0,0 < a < 1,0. C. Data Anda diberikan data berupa waktu dan koordinat planet Merkurius pada saat planet ini memiliki jarak sudut (elongasi) terjauh dari Matahari sebagaimana teramati dari Bumi. Data tersebut ditabelkan di bawah ini. NO. TANGGAL PUKUL (WIB) BUJUR EKLIPTIKA 1 9 Januari 2011 21:35 191 0 37 24 2 23 Maret 08:19 118 0 47 44 3 8 Mei 02:15 281 0 5 11 4 20 Juli 12:11 239 0 28 18 5 3 September 13:05 46 0 13 28 6 14 November 15:49 328 0 53 57 7 23 Desember 10:18 174 0 40 1 8 5 Maret 2012 16:44 97 0 26 40 9 19 April 00:32 267 0 8 50 10 1 Juli 09:06 226 0 19 16 11 16 Agustus 19:13 25 0 23 31 12 27 Oktober 05:21 313 0 16 24 13 5 Desember 05:58 156 0 37 43 14 17 Februari 2013 04:39 76 0 10 27 15 1 April 04:59 254 0 15 4 16 12 Juni 23:54 210 0 10 46 17 30 Juli 15:57 4 0 32 25 18 9 Oktober 17:21 298 0 55 39 19 18 November 09:31 137 0 49 38 20 31 Januari 2014 17:07 55 0 12 12 21 14 Maret 13:39 241 0 47 39 22 25 Mei 14:19 192 0 8 25 23 13 Juli 01:31 344 0 4 16 24 22 September 05:19 285 0 40 6 25 1 November 19:48 118 0 29 36 26 15 Januari 2015 04:40 34 0 59 50 27 24 Februari 23:32 229 0 6 41 28 7 Mei 11:59 172 0 37 10 29 25 Juni 00:17 324 0 28 45 30 4 September 17:29 273 0 9 24 31 16 Oktober 10:26 98 0 44 4 32 29 Desember 10:21 15 0 3 28 3

D. Pertanyaan Setelah menyelesaikan seluruh prosedur di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. 1. Apakah bentuk orbit planet Merkurius yang Anda dapatkan? 2. Berdasarkan grafik orbit planet yang telah Anda peroleh, berapakah setengah sumbu panjang (a) orbit Merkurius? 3. Berdasarkan grafik orbit planet yang telah Anda peroleh, berapakah periode sideris (Psid) dan periode sinodis (Psin) orbit Merkurius? 4. Apakah nilai setengah sumbu panjang (a) dan periode sideris (Psid) Merkurius yang telah Anda peroleh memenuhi Hukum III Kepler? 5. Berapakah nilai eksentrisitas (e) orbit Merkurius? 6. Dapatkah Anda menggunakan prosedur yang sama untuk menentukan bentuk orbit planet dengan ukuran orbit yang lebih besar daripada orbit Bumi? Paparkan argumen Anda. 7. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari aktivitas ini? 4

MODUL 2 Periode Rotasi Matahari Tujuan Dalam aktivitas laboratorium astronomi ini, mahasiswa menentukan periode rotasi Matahari berdasarkan perubahan posisi harian bintik hitam (sunspot) yang terekam dalam sejumlah citra Matahari Perlengkapan Komputer yang dilengkapi perangkat lunak pengolah data Microsoft Excel, perangkat lunak pengolah citra AstroArt dan sejumlah citra digital Matahari A. Deskripsi Pengamatan Matahari telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun lalu. Gerak bolak-balik Matahari di bola langit yang pada saat tertentu membuatnya terlihat berada di belahan utara langit, saat lainnya di khatulistiwa langit, dan ada kalanya di belahan selatan langit dan akhirnya kembali berada di belahan utara langit, telah mengilhami manusia untuk memanfaatkan keteraturan yang teramati ini dalam menyusun sistem penanggalan atau kalender. Matahari merupakan bintang yang dinamis. Salah satu aktivitas Matahari ditandai dengan kemunculan sunspot atau bintik hitam yang merupakan daerah dengan medan magnet kuat meskipun memiliki temperatur yang lebih rendah daripada daerah di sekitarnya. Itulah yang membuat sunspot terlihat lebih gelap. Pencatatan pengamatan sunspot telah dilakukan oleh para pengamat langit bangsa Cina lebih dari 2000 tahun silam. Dalam sejarah dunia barat, pengamatan sunspot untuk pertama kalinya dilakukan oleh Christoph Scheiner walaupun publik lebih mengenal Galileo Galileilah orangnya ketika astronom Italia ini mengarahkan teleskop buatannya ke langit. Perubahan posisi harian sunspot di permukaan Matahari dapat memberikan informasi tentang gerak rotasi bintang induk di Tata Surya ini. Periode gerak rotasi tersebut dapat ditentukan dengan menganalisis besarnya pergeseran yang dialami sunspot tersebut. Dalam aktivitas laboratorium astronomi ini, Anda diberi sejumlah citra digital Matahari. Menggunakan bantuan perangkat lunak pengolah citra AstroArt Anda akan mencatat posisi dalam arah x dan y masing-masing sunspot di lintang yang berbeda. Setelah melakukan transformasi koordinat bidang datar (x, y) ke dalam koordinat di permukaan lengkung (φ, θ) dan mengetahui banyaknya piksel (pixel: picture element) yang dirangkum dalam garis tengah Matahari, dengan melakukan perhitungan sederhana Anda dapat memperoleh nilai periode rotasi Matahari dari perpindahan sunspot di berbagai lintang. 5

B. Prosedur Lakukan langkah-langkah berikut ini: 1. Menggunakan perangkat lunak pengolah data Microsoft Excel siapkan tabel seperti di bawah ini: NAMA CITRA SUNSPOT KE TANGGAL WAKTU (UT) KOORDINAT X KOORDINAT Y 2. Informasi Nama citra, Tanggal observasi, dan Waktu observasi dapat Anda peroleh dari image header dengan cara membuka masing-masing file citra Matahari dengan perangkat lunak AstroArt. 3. Pilihlah 3 buah sunspot yang terletak di lintang berbeda (satu buah di dekat khatulistiwa Matahari, satu buah agak jauh dari khatulistiwa (baik di utara maupun selatan khatulistiwa), dan satu buah lagi paling jauh dari khatulistiwa (baik di utara maupun selatan khatulistiwa). Usahakan ketiga buah sunspot yang telah dipilih tersebut semuanya berada di sisi kiri piringan Matahari. Menggunakan pointer dalam perangkat lunak AstroArt tentukan koordinat pusat masing-masing sunspot yang telah dipilih di atas. Informasi (x, y) terlihat di jendela bawah perangkat lunak tersebut. 4. Lakukan pencatatan koordinat pusat (x,y) ketiga buah sunspot yang telah dipilih dalam citra digital Matahari lainnya. Yang harus Anda ingat adalah, bahwa Anda hanya mencatat koordinat pusat sunspot yang sama. Tentunya posisi ketiga buah sunspot yang sama tersebut relatif berubah antara citra digital yang satu dibandingkan dengan citra digital lainnya. 5. Setelah melengkapi tabel untuk seluruh citra digital Matahari, lakukan transformasi koordinat untuk memperoleh posisi pusat masing-masing sunspot di permukaan Matahari yang sebenarnya melengkung: 1 x φ = tan 2 2 2 R x y 1 y θ = cos r r = R y 2 2 Dalam persamaan di atas, r merupakan proyeksi jari-jari Matahari R di bidang X Z. Nilai jari-jari Matahari R yang dinyatakan dalam satuan piksel dapat diperoleh 6

menggunakan bantuan perangkat lunak AstroArt. Sementara itu sudut φ merupakan pergeseran sunspot dalam arah mendatar (timur ke barat) dan sudut θ pergeseran dalam arah vertikal (utara ke selatan). 6. Perolehlah rata-rata nilai perubahan sudut φ dari hari ke hari, kemudian tentukan besarnya periode rotasi Matahari melalui persamaan: 0 360 P = rotasi φ C. Data Anda diberikan data berupa citra digital Matahari yang dipotret pada waktu berbeda. Untuk memperoleh data ini dan perangkat lunak AstroArt, Anda dapat menghubungi dosen pengampu mata kuliah. D. Pertanyaan Setelah menyelesaikan seluruh prosedur di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. 1. Berapakah periode rotasi Matahari yang Anda peroleh dari sejumlah sunspot yang terletak di lintang berbeda? 2. Sunspot yang terletak di manakah yang memberikan nilai periode rotasi terbesar? Periode rotasi terkecil? 3. Apa yang dapat Anda simpulkan dari aktivitas yang telah dilakukan? 7

MODUL 3 Efek Revolusi Bumi Tujuan Dalam aktivitas laboratorium astronomi ini, mahasiswa menentukan pengaruh yang ditimbulkan oleh gerak edar Bumi mengitari Matahari Perlengkapan Komputer yang dilengkapi perangkat lunak planetarium SkyGazer dan perangkat lunak pengolah data Microsoft Excel A. Deskripsi Selain gerak semu harian akibat rotasi Bumi, Matahari pun memiliki gerak semu tahunan sebagai efek dari revolusi Bumi; kadang Matahari terlihat berada di belahan utara, lain waktu di belahan selatan, dan bahkan ada kalanya berada tepat di khatulistiwa. Beruntunglah kita yang secara geografis tinggal di dekat khatulistiwa (kepulauan Indonesia membentang dari 6 derajat LS 11 derajat LU), sebab bukan hal yang sulit untuk dapat mengesani gerak bolak-balik Matahari di belahan utara dan selatan sampai di kedua garis baliknya (utara dan selatan). Kesempatan untuk bisa menikmati fenomena ini akan semakin kecil dengan bertambah jauhnya posisi kita (makin ke utara ataupun selatan) dari khatulistiwa. Oleh karena bidang khatulistiwa langit (perluasan khatulistiwa Bumi) dan ekliptika (bidang orbit Bumi mengitari Matahari) masing-masing berputar dengan arah yang berlawanan, kedua titik potong (titik-titik equinox) dari kedua bidang di atas tidak selalu berada di tempat yang sama di bidang ekliptika setiap tahunnya. Pergeseran equinox ke arah barat sepanjang ekliptika ini disebut presesi, dan akan kembali ke posisi semula setelah menyelesaikan satu putaran dalam kurun waktu 25.868 tahun! Pengaruh dari presesi ini harus diperhitungkan untuk dapat menyajikan koordinat benda langit yang sesungguhnya untuk waktu tertentu yang dikehendaki. Karena pengaruh presesi inilah, titik vernal equinox yang ribuan tahun lalu berada di zodiak Aries sekarang telah bergeser ke arah zodiak Pisces. Dari pengamatan atas gerak Matahari di bola langit ini, yang merupakan refleksi dari gerak edar Bumi mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang miring, manusia telah dapat merumuskan dan memodelkannya dalam bentuk sistem penanggalan untuk kebutuhan praktis sehari-hari, seperti untuk keperluan transaksi, penentuan musim tanam atau panen dan ritual keagamaan, yang kita kenal sebagai kalender Matahari (solar calendar, kalender syamsiyah). 8

B. Prosedur Lakukan langkah-langkah berikut ini: 1. Jalankan perangkat lunak SkyGazer dengan cara mengeklik ganda (double click) ikon yang ada di desktop. 2. Pilih Cancel untuk permintaan registrasi. 3. Klik panah atas-bawah di jendela panel Location yang menampilkan nama kota, dan pilih Set Location. 4. Pilihlah East Asia di jendela nama negara kemudian pilihlah kota Bandung dari daftar nama kota yang muncul di bawahnya. Klik OK untuk menyatakan persetujuan. 5. Tutuplah panel Display, Time, dan Location dengan cara mengeklik tanda silang (x). 6. Klik menu Chart dan pilihlah submenu Set Date and Time. 7. Isikan tanggal, bulan, dan tahun pengamatan Matahari akan dilakukan (misalnya: 1 Januari 2011) serta waktunya (misalnya: 11.30.00 WIB). Jangan lupa untuk meniadakan tanda centang ( ) dari Automatic Daylight Savings Time. Klik OK untuk memulai pengamatan Matahari. 8. Sekarang di jendela utama akan muncul pemandangan sebuah taman yang merepresentasikan kota Bandung pada tanggal dan waktu yang telah diisikan sebelumnya. 9. Tekan anak panah ke atas hingga menemukan Matahari. Klik kanan di titik yang menyimbolkan Matahari dan pilih menu Show Info for Sun. 10. Dari panel Info yang ada, catatlah di dalam sebuah tabel: tanggal pengamatan, koordinat Matahari (R.A. dalam jam:menit:detik dan DEC. dalam derajat:menit busur:detik busur), waktu transit (dalam jam:menit:detik), serta ketinggian Matahari saat transit tersebut (dalam derajat). Petunjuk: 1 derajat = 60 menit busur & 1 menit busur = 60 detik busur 11. Lakukan langkah di nomor 10 untuk hari-hari lainnya dalam satu tahun. Cukup gunakan 3 hari dalam setiap bulannya (misalnya awal bulan, tengah bulan, dan akhir bulan), sehingga selama pengamatan satu tahun diperoleh data koordinat, waktu transit, dan ketinggian Matahari, masing-masing sebanyak (3 hari/bulan x 12 bulan) 36 buah data. 12. Lengkapilah tugas dan pertanyaan di bawah ini berdasarkan data yang telah diperoleh. 9

C. Tugas dan Pertanyaan Tugas 1 Buatlah grafik menggunakan Microsoft Excel atau Microcal Origin antara DEC. (dalam derajat) sebagai sumbu Y dan waktu transit (dalam jam:menit:detik) sebagai sumbu X! Problem 1 (i) Bentuk/profil apakah yang Anda peroleh dari grafik DEC. vs Waktu Transit? Bentuk tersebut disebut analemma, yang mendeskripsikan gerak semu tahunan Matahari di bola langit. Sebenarnya, Bumilah yang bergerak mengelilingi Matahari (revolusi) dan menyelesaikan satu putaran dalam waktu satu tahun. (ii) Pukul berapakah Matahari paling cepat mencapai titik tertinggi (kulminasi atas) dalam gerak semu hariannya? Pukul berapakah Matahari paling lambat mencapai titik tersebut? (iii)dapatkah Anda mengaitkan fenomena yang Anda peroleh dalam (ii) dengan jadwal waktu ibadah umat Islam, yaitu waktu salat dzuhur? Tugas 2 Buatlah grafik antara DEC. (dalam derajat) sebagai sumbu Y dan tanggal (dalam tanggal:bulan:tahun) sebagai sumbu X! Problem 2 (i) Berdasarkan grafik dalam Tugas 2, perkirakan pada tanggal berapa Matahari mencapai posisi paling utara di bola langit (DEC. bernilai paling positif)! Pada tanggal berapa Matahari mencapai posisi paling selatan di bola langit (DEC. bernilai paling negatif)? (ii) Berdasarkan hasil yang Anda peroleh dalam Problem 1 (ii), perkirakan pada tanggal berapakah Matahari paling cepat mencapai titik tertinggi? Pada tanggal berapakah Matahari paling lambat mencapai titik tertinggi? 10

Tugas 3 Buatlah grafik antara ketinggian Matahari saat kulminasi atas (dalam derajat) sebagai sumbu Y dan DEC. (dalam derajat) sebagai sumbu X! Problem 3 (i) Berdasarkan grafik dalam Tugas 3, berapakah ketinggian maksimum yang dapat dicapai Matahari dari horison? (ii) Perkirakan deklinasi Matahari saat mencapai ketinggian maksimum tersebut! (iii)klik menu Chart dan pilih submenu Set Location. Dapatkan informasi lintang geografis (latitude) kota Bandung, kemudian bandingkan nilai ini dengan nilai deklinasi Matahari saat mencapai ketinggian maksimum tersebut. Apakah yang dapat Anda simpulkan? 11