Perluasan Segitiga Pascal

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBAR AKTIVITAS SISWA INDUKSI MATEMATIKA

MATEMATIKA BISNIS DERET. Muhammad Kahfi, MSM. Modul ke: Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen

I. PENDAHULUAN. diujikan. Bahkan, seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pun,

Bab 4. Koefisien Binomial

BEBERAPA APLIKASI SEGITIGA PASCAL

Penulis : Rahmad AzHaris. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Oktober Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.com

Memahami definisi barisan tak hingga dan deret tak hingga, dan juga dapat menentukan

BY : DRS. ABD. SALAM, MM

PENGEMBANGAN SEGITIGA PASCAL UNTUK MEMUDAHKAN PENYELESAIAN PERSOALAN MATEMATIKA YANG BERKAITAN DENGAN PEMANGKATAN SUKU DUA

ISSN: X 19 MODIFIKASI PERKALIAN BERSUSUN UNTUK MENENTUKAN KOEFISIEN TRINOMIAL SERTA KONSTRUKSINYA PADA KERUCUT

TEKNIK MEMBILANG. b T U V W

MATRIKS PASCAL DAN SIFAT-SIFATNYA YOGIE BUDHI RANTUNG

Sri Purwaningsih. Modul ke: Fakultas EKONOMI BISNIS. Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

BARISAN DAN DERET. Drs. CARNOTO, M.Pd. NIP Pola Barisan Bilangan

BAB II TEORI KODING DAN TEORI INVARIAN

BILANGAN BERPANGKAT. Jika a bilangan real dan n bilangan bulat positif, maka a n adalah

8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014

DERET TAK HINGGA. Contoh deret tak hingga :,,, atau. Barisan jumlah parsial, dengan. Definisi Deret tak hingga,

BAB III KOMBINATORIK

KISI KISI LOMBA KOMPETENSI SISWA SMK TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR 2014

BARISAN DAN DERET. A. Pola Bilangan

ARTIKEL. Bagaimana menentukan rumus pasangan Triple Phytagoras. Markaban Januari 2015 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BAB 4 KEKONSISTENAN PENDUGA DARI FUNGSI SEBARAN DAN FUNGSI KEPEKATAN WAKTU TUNGGU DARI PROSES POISSON PERIODIK DENGAN TREN FUNGSI PANGKAT

22. MATEMATIKA SMA/MA (PROGRAM IPA)

Perluasan permutasi dan kombinasi

Ayundyah Kesumawati. April 29, Prodi Statistika FMIPA-UII. Deret Tak Terhingga. Ayundyah. Barisan Tak Hingga. Deret Tak Terhingga

SEJARAH BEBERAPA TOPIK ALJABAR

1 SISTEM BILANGAN REAL

BAB V BARISAN DAN DERET BILANGAN

Materi Olimpiade Matematika Vektor Nasional 2016 Jenjang SD:

TINJAUAN MATA KULIAH... MODUL 1: LOGIKA MATEMATIKA 1.1 Kegiatan Belajar 1: Latihan Rangkuman Tes Formatif

a 2 e. 7 p 7 q 7 r 7 3. a. 8p 3 c. (2 14 m 3 n 2 ) e. a 10 b c a. Uji Kompetensi a. a c. x 3. a. 29 c. 2

3 4y = a. 3x + 5y 1 5 x + 5y 5. c. 5x 6y 30 x + 2y 2. e. 4x + 3y 16 2x 3y 10 y = x x + 9y x + y 100

Sistem Bilangan Riil

SILABUS PENGALAMAN BELAJAR ALOKASI WAKTU

BAB II LANDASAN TEORI. selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung tujuan penulisan. Materi-materi

Arief Ikhwan Wicaksono, S.Kom, M.Cs

II. TINJAUAN PUSTAKA. Turunan fungsi f adalah fungsi lain f (dibaca f aksen ) yang nilainya pada ( ) ( ) ( )

Dari contoh di atas fungsi yang tak diketahui dinyatakan dengan y dan dianggap

Pada barisan bilangan 2, 7, 12, 17,., b = 7 2 = 12 7 = = 5. Pada barisan bilangan 3, 7, 11, 15,., b = 7 3 = 11 7 = = 4

BAB 3 REVIEW SIFAT-SIFAT STATISTIK PENDUGA KOMPONEN PERIODIK

Pertemuan ke-10: UJI PERBANDINGAN, DERET BERGANTI TANDA, KEKONVERGENAN MUTLAK, UJI RASIO, DAN UJI AKAR

MENENTUKAN NILAI EKSTREM SUKU BANYAK TERTENTU DENGAN PERTIDAKSAMAAN RATA-RATA

Drs. Slamin, M.Comp.Sc., Ph.D. Program Studi Sistem Informasi Universitas Jember

MATEMATIKA SEKOLAH 2. MENENTUKAN POLA BARISAN BILANGAN & SUKU KE-n. Oleh : Novi Diah Wayuni ( ) Riswoto ( )

Strategi Penemuan Pola pada Pemecahan Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KOMPETISI MATEMATIKA 2017 Tingkat SMA SE-SULAWESI UTARA dan Tingkat SMP Se-kota Manado

SILABUS. Menyimak pemahaman tentang bentuk pangkat, akar dan logaritma beserta keterkaitannya

II. TINJAUAN PUSTAKA. negatifnya. Yang termasuk dalam bilangan cacah yaitu 0,1,2,3,4, sehingga

FUNGSI PEMBANGKIT. Ismail Sunni

44. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA)

1 SISTEM BILANGAN REAL

PROGRAM TAHUNAN MATA PELAJARAN : MATEMATIKA Kelas : VIII ( Delapan ) Tahun Pelajaran : 2013 / 2014

BAB II LANDASAN TEORI. Pada Bab Landasan Teori ini akan dibahas mengenai definisi-definisi, dan

KOMBINATORIKA. Erwin Harahap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jelas. Ada tiga cara untuk menyatakan himpunan, yaitu: a. dengan mendaftar anggota-anggotanya;

SILABUS. 5. Memahami sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar serta penggunaannya dalam pemecahan masalah sederhana

SISTEM BILANGAN REAL

KISI-KISI SOAL OLIMPIADE MATEMATIA VEKTOR NASIONAL (OMVN) 2015 HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

BAB II LANDASAN TEORI

MATERI POLA BILANGAN Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kajian Matematika SMP 1 Dosen Pengampu : Koryna Aviory, S.Si., M.Pd

BAHAN AJAR ANALISIS REAL 1 Matematika STKIP Tuanku Tambusai Bangkinang

ENUMERASI GRAF SEDERHANA DENGAN ENAM SIMPUL MENGGUNAKAN TEOREMA POLYA

Definisi 1 Deret Tak Hingga adalah suatu ekspresi yang dapat dinyatakan dalam bentuk:

Sistem Bilangan Riil. Pendahuluan

BAB 1. PENDAHULUAN KALKULUS

KISI-KISI PENULISAN SOAL TRY OUT UJIAN NASIONAL MATEMATIKA IPA SANGGAR 07 TAHUN 2014/2015

Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengenal dan mengaplikasikan sifat-sifat Ring Polinom

GLOSSARIUM. A Akar kuadrat

09. Mata Pelajaran Matematika

MA3231. Pengantar Analisis Real. Hendra Gunawan, Ph.D. Semester II, Tahun

1 SISTEM BILANGAN REAL

matematika WAJIB Kelas X PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL K-13 A. PENDAHULUAN

MATEMATIKA 2. DERET Series ASEP MUHAMAD SAMSUDIN, S.T.,M.T. DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

SILABUS ALOKASI WAKTU T M P S P I SUMBER BELAJAR MATERI PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR. Kuis Tes lisan Tes tertulis Pengamatan Penugasan

SILABUS. Nama Sekolah : SMA Negeri 78 Jakarta Mata Pelajaan : Matematika 1 Beban Belajar : 4 SKS. Materi Pembelajaran.

BAB 3 FUNGSI. f : x y

BAB II KAJIAN PUSTAKA. operasi matriks, determinan dan invers matriks), aljabar max-plus, matriks atas

VARIABEL KOMPLEKS SUMANANG MUHTAR GOZALI KBK ALJABAR & ANALISIS

KHAIRUL MUKMIN LUBIS

BAB II LANDASAN TEORI. eigen dan vektor eigen, persamaan diferensial, sistem persamaan diferensial, titik

Dwi Lestari, M.Sc: Konvergensi Deret 1. KONVERGENSI DERET

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH TAHUN 2016

BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar

09. Mata Pelajaran Matematika

BILANGAN. Kita bisa menggunakan garis bilangan di bawah ini untuk memaknai penjumlahan 3 ditambah 4.

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH

6.3 PERMUTATIONS AND COMBINATIONS

18. SOAL-SOAL NOTASI SIGMA, BARISAN, DERET DAN INDUKSI MATEMATIKA

KALKULUS 1 HADI SUTRISNO. Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan. Hadi Sutrisno/P.Matematika/STKIP PGRI Bangkalan

Penulis Penelaah Materi Penyunting Bahasa Layout

KOMBINATORIAL STRUKTUR DISKRIT K-1. Program Studi Teknik Komputer Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Matematika Logika Aljabar Boolean

BAB 2 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR

NAMA : KELAS : LEMBAR AKTIVITAS SISWA BARISAN DAN DERET 1. Beda Barisan Aritmatika. b =.. RUMUS SUKU KE N: King s Learning Be Smart Without Limits

1) Perhatikan bentuk di bawah: U 1 U 2 U 3 U 4 U n 2, 5, 8, 11, dengan: U 3 = suku

Sistem Bilangan Real. Pendahuluan

BARISAN DAN DERET. Romli Shodikin, M.Pd. Prepared By : LANJUT

TEOREMA GOURSAT Konstruksi subgrup dari grup darab langsung. M.V.Any Herawati,S.Si.,M.Si. Program Studi Matematika Universitas Sanata Dharma.

Transkripsi:

Perluasan Segitiga Pascal Untung Trisna S. ontongts@yahoo.com PPPPTK Matematika Yogyakarta 2011 The moving power of mathematical invention is not reasoning but imagination. Augustus De Morgan (27 Jun 1806 18 Mar 1871) Segitiga Pascal merupakan koefisien-koefisien binomial yang tersusun dalam bentuk segitiga. Bentuk susunan segitiga ini muncul dalam tulisan Blaise Pascal yang berjudul Traité du triangle arithmétique (1653). Meski dikenal dengan nama Pascal, ternyata segitiga Pascal telah dipelajari beberapa abad sebelumnya seperti oleh Al-Karaji (953 1029), Omar Khayyam (1048 1131), Jia Xian (1010 1070) dan Yang Hui (1238 1290). Gb. 1. Segitiga Pascal Versi Blaise Pascal Gb. 2. Segitiga Pascal Versi Yang Hui Sumber gambar: http://en.wikipedia.org/wiki/pascal's_triangle Koefisien binomial dapat diinterpretasikan dalam beberapa cara. Dalam kombinatorik, koefisien binomial yang dilambangkan dengan merupakan banyak cara membuat himpunan bagian dengan elemen dari suatu himpunan dengan elemen. Sedangkan secara aljabar, koefisien binomial merupakan koefisien suku pada ekspansi untuk bilangan cacah. Sebagai contoh

Secara umum, dituliskan dalam notasi sigma sebagai Jika di sekolah menengah umumnya siswa mengenal untuk dan cacah, maka berikut ini akan dicoba ekspansi koefisien binomial untuk bulat negatif dan diselidiki apakah sifat-sifat pada koefisien binomial dengan cacah berlaku juga untuk bulat negatif. Kesepakatan Notasi Binomial Mengacu pada Hilton & Pedersen (1999), untuk menonjolkan sifat simetri elemen-elemen segitiga pascal yang biasanya dituliskan sebagai koefisien binomial pembahasan di sini notasi binomial dituliskan sebagai, dengan, dalam Definisi dan sifat-sifat Koefisien Binomial Definisi Untuk, bilangan bulat dan, dan koefisien binomial didefinisikan sebagai: untuk yang lain Susunan segitiga Pascal dalam notasi yang lengkap ditunjukkan oleh gambar berikut.

Gb. 3. Susunan Segitiga Pascal Koefisien Binomial Perhatikan bahwa dalam segitiga tersebut terdapat dua arah sepanjang dan dimana dalam setiap arah, salah satu dari atau bernilai konstan. Teorema 1 (Identitas Pascal) Untuk, bilangan bulat,, dan, berlaku Bukti:. Teorema 2 (Identitas Simetri) Untuk, bilangan bulat dan, berlaku. Bukti:

Berdasarkan teorema 1, cukup dengan menghitung nilai segitiga Pascal dapat disusun dengan mudah yaitu dengan menjumlahkan dua suku terdekat pada baris di atasnya. Gb. 4. Identitas Pascal dan Identitas Simetri Sementara itu, konsekuensi dari teorema 2 adalah elemen-elemen segitiga Pascal memiliki simetri terhadap garis vertikal melalui puncak segitiga. Koefisien Binomial untuk bulat negatif Untuk mendefinisikan dengan negatif perhatikan uraian berikut. Pandang deret geometri konvergen dengan suku pertama, rasio dan. Jumlah tak hingga suku-suku deret tersebut dapat dinyatakan dengan (1) Perhatikan bahwa (, akibatnya ) Jika kedua ruas pada persamaan (2) didiferensialkan, diperoleh (2) Jika kedua ruas pada persamaan (3) didiferensialkan kembali, diperoleh (3)

Dengan mendiferesialkan berulang-ulang dari hasil yang diperoleh sebelumnya, didapatkan Dari generalisasi bentuk yang diperoleh pada proses di atas, untuk bulat negatif didapatkan dan Dalam notasi sigma dapat ditulis sebagai (4) Berdasarkan hasil (4), pandang bentuk dengan. Untuk kasus akibatnya, sehingga berlaku Misalkan, maka (5) Sementara itu, untuk kasus akibatnya, sehingga berlaku (6) Misalkan, karena dan maka dan bentuk (6) dapat diubah menjadi (7) Pada bentuk (5), pangkat dari merupakan bilangan cacah. Sedangkan pada bentuk (6) karena dan maka pangkat dari adalah negatif. Berdasarkan (5) dan (7) dapat didefinisikan untuk bulat negatif sebagai berikut:

Definisi Untuk bilangan bulat, dan, 1. untuk dan 2. untuk dan 3. untuk dan Setelah berhasil didefinisikan koefisien binomial untuk Pascal yang semula hanya untuk negatif, maka bentuk segitiga dapat diperluas menjadi segienam Pascal. Gb. 5. Segienam Pascal Perhatikan pada segienam Pascal di atas, untuk bagian termuat segitiga Pascal. Sebagaimana telah ditunjukkan di muka, segitiga Pascal memiliki sifat simetri dan identitas Pascal dimana elemen-elemen untuk dapat diperoleh dengan menjumlahkan dua suku terdekat di atasnya. Selanjutnya bagaimana dengan bagian segienam Pascal untuk? Jika dilihat pola yang terjadi, ternyata sifat simetri dan identitas Pascal tetap berlaku. Sebagai contoh perhatikan untuk,, dan yang hasilnya adalah. Ternyata jumlah dua suku terdekat di atasnya ( dan ) menghasilkan juga. Apakah sifat ini berlaku secara umum? Berikut ini diberikan buktibuktinya.

Teorema 3 (Identitas Pascal pada Segienam Pascal) Untuk,, bilangan bulat, dan, Bukti: Tanpa mengurangi keumuman, untuk kasus, Dengan jalan yang sama dapat ditunjukkan untuk. Teorema 4 (Identitas Simetri pada Segienam Pascal) Untuk,, bilangan bulat, dan, berlaku: Bukti: Tanpa mengurangi keumuman, akan ditunjukkan untuk. Dengan cara yang sama, dapat ditunjukkan bahwa diperoleh

Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan, dengan menggunakan materi matematika SMA tentang deret geometri tak hingga, turunan (diferensial), kombinasi, ditambah dengan sedikit imajinasi, koefisien binomial yang semula hanya berlaku untuk dapat diperluas untuk negatif. Akibat dari perluasan tersebut adalah segitiga Pascal dapat dikembangkan menjadi segienam Pascal. Tidak hanya berhasil diperluas, ternyata dapat dibuktikan juga bahwas ifat-sifat yang terdapat dalam segitiga Pascal, yaitu identitas Pascal dan identitas simetri berlaku juga dalam segienam Pascal. Bahan Bacaan: http://en.wikipedia.org/wiki/pascal's_triangle#cite_note-karaji-4 P. Hilton & J. Pedersen, (1999), Relating Geometri and Algebra in the Pascal Triangle, Hexagon, Tetrahedron, and Cuboctahedron. Part I: Binomial Coefficients, Extended Binomial Coefficients and Preparation for Further Work, The College Mathematics Journal, 3, 170-186.