BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN

dokumen-dokumen yang mirip
REKAYASA TRANSPORTASI LANJUT UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB IV TRIP GENERATION

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori Galton berkembang menjadi analisis regresi yang dapat digunakan sebagai alat

BAB 2 LANDASAN TEORI. estimasi, uji keberartian regresi, analisa korelasi dan uji koefisien regresi.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISIS BENTUK HUBUNGAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variabel-variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan dan kestabilan ekonomi, adalah dua syarat penting bagi kemakmuran

ANALISIS REGRESI. Catatan Freddy

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menjawab permasalahan yaitu tentang peranan pelatihan yang dapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan dalam sektor energi wajib dilaksanakan secara sebaik-baiknya. Jika

BAB 2 LANDASAN TEORI. diteliti. Banyaknya pengamatan atau anggota suatu populasi disebut ukuran populasi,

REGRESI DAN KORELASI LINEAR SEDERHANA. Regresi Linear

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis memilih lokasi di SMA Negeri 1 Boliyohuto khususnya

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB 2 LANDASAN TEORI

IV. UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI & VARIASI

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen sebagai variabel

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah pertama yang harus dilakukan oleh

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

ANALISIS DATA KATEGORIK (STK351)

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan metode statistika yang digunakan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri I Tibawa pada semester genap

KORELASI DAN REGRESI LINIER. Debrina Puspita Andriani /

Didownload dari ririez.blog.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Di dalam matematika mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan meliputi: (1) PDRB Kota Dumai (tahun ) dan PDRB

BAB III HIPOTESIS DAN METODOLOGI PENELITIAN

PROPOSAL SKRIPSI JUDUL:

MODEL ESTIMASI BANGKITAN PERJALANAN DARI KAWASAN PERUMAHAN PANDAU PERMAI PEKANBARU DENGAN VARIABEL JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DAN PENDAPATAN KELUARGA

BAB 1 PENDAHULUAN. dependen (y) untuk n pengamatan berpasangan i i i. x : variabel prediktor; f x ) ). Bentuk kurva regresi f( x i

ε adalah error random yang diasumsikan independen, m X ) adalah fungsi

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian, langkah yang dilakukan oleh penulis

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 2 Bandar Lampung dengan populasi siswa

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN. sebuah fenomena atau suatu kejadian yang diteliti. Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad W (1998:140) adalah

PowerPoint Slides by Yana Rohmana Education University of Indonesian

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB.3 METODOLOGI PENELITIN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) N. 1 Gorontalo pada kelas

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian. variable independen dengan variabel dependen.

ANALISIS REGRESI REGRESI NONLINEAR REGRESI LINEAR REGRESI KUADRATIK REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR BERGANDA REGRESI KUBIK

REGRESI LINIER SEDERHANA (MASALAH ESTIMASI)

Dr. NINDYO CAHYO KRESNANTO. Blog.: nindyocahyokresnanto.wordpress.com .: -

BAB III METODE PENELITIAN. berjumlah empat kelas terdiri dari 131 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas yang diambil dengan

I. PENGANTAR STATISTIKA

Apabila dua variabel X dan Y mempunyai hubungan, maka nilai variabel X yang sudah diketahui dapat dipergunakan untuk mempekirakan / menaksir Y.

BAB III PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI MODEL LOG - LOG DAN MODEL LOG - LIN. Pada prinsipnya model ini merupakan hasil transformasi dari suatu model

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara atau langkah-langkah yang harus

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN METODE GALLERY WALK

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

Model Potensial Gravitasi Hansen untuk Menentukan Pertumbuhan Populasi Daerah

Pendahuluan. 0 Dengan kata lain jika fungsi tersebut diplotkan, grafik yang dihasilkan akan mendekati pasanganpasangan

BAB 3 PEMBAHASAN. 3.1 Prosedur Penyelesaian Masalah Program Linier Parametrik Prosedur Penyelesaian untuk perubahan kontinu parameter c

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II TEORI ALIRAN DAYA

PENGGUNAAN DINDING GESER SEBAGAI ELEMEN PENAHAN GEMPA PADA BANGUNAN BERTINGKAT 10 LANTAI

STATISTICAL STUDENT OF IST AKPRIND

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODELOGI PENELITIAN. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

Bab 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi eksperimen yang telah dilaksanakan di SMA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

Bab III Analisis Rantai Markov

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan strategi pembelajaran mind mapping dalam pendekatan

V ANALISIS VARIABEL MODERASI DAN MEDIASI

BAB III METODE PENELITIAN. Metode dalam penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh peneliti

Bab 3 Analisis Ralat. x2 x2 x. y=x 1 + x 2 (3.1) 3.1. Menaksir Ralat

METODE PENELITIAN. pelajaran 2011/ Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang

BAB III METODE PENELITIAN. SMK Negeri I Gorontalo. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada

METODE PENELITIAN. digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel X (celebrity

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Regresi Linear Sederhana dan Korelasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. penerapan Customer Relationship Management pada tanggal 30 Juni 2011.

SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA 2010 ANALISIS DISKRIMINAN DISKRIT UNTUK MENGELOMPOKKAN KOMPONEN

Kecocokan Distribusi Normal Menggunakan Plot Persentil-Persentil yang Distandarisasi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Populasi dalam

DISTRIBUSI HASIL PENGUKURAN DAN NILAI RATA-RATA

UKURAN LOKASI, VARIASI & BENTUK KURVA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi diperkenalkan oleh seorang yang bernama Francis Gulton dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang

III. METODELOGI PENELITIAN. Suatu penelitian dapat berhasil dengan baik dan sesuai dengan prosedur ilmiah,

Transkripsi:

BAB TIJAUA KEPUSTAKAA.1. Gambaran Umum Obyek Peneltan Gambar.1 Lokas Daerah Stud Gambar. Detal Lokas Daerah Stud (Sumber : Peta Dgtal Jabotabek ver.0) 7

8 Kawasan perumahan yang dplh sebaga daerah stud adalah kawasan Perumahan Cputat Baru dan Graha Perma yang berada d Kelurahan Sawah Lama, Cputat, Tangerang, Banten. Sebagan besar lahan yang ada dpergunakan untuk pembangunan rumah, sedangkan ssanya dpaka untuk jarngan jalan dan juga fasltas umum sepert taman berman dan tempat perbadatan. Saat n kawasan Perumahan Cputat Baru dan Graha Perma telah dhun oleh sektar 663 kepala keluarga... Pemodelan Peramalan Kebutuhan Perjalanan Pada dasarnya peramalan kebutuhan perjalanan bertujuan untuk memperkrakan jumlah dan lokas kebutuhan transportas (untuk angkutan umum dan kendaraan prbad) untuk predks masa yang akan datang. Untuk daerah perkotaan, telah dketahu bahwa sebagan besar perjalanan yang terjad adalah berbasskan rumah (home based trps). Perjalanan yang berbasskan rumah adalah perjalanan yang dmula atau dakhr d rumah. Oleh karena tu, dengan membuat suatu pemodelan bangktan pergerakan dar zona perumahan akan dapat dperkrakan jumlah pergerakan keluarga per har dar lokas tersebut. (Gunawan, 1999) Perencanaan transportas dbutuhkan sebaga konsekuens dar pertumbuhan lalu lntas dan perluasan wlayah. Pertumbuhan wlayah kota perlu drencanakan jka dketahu bahwa penduduk d suatu tempat akan bertambah dan berkembang pesat sehngga memungknkan terjadnya penngkatan jumlah kendaraan. Konds lalu lntas pun harus dtnjau kembal apabla kepadatan dan kemacetan d jalan menngkat, sehngga menyebabkan sstem pergerakan dalam

9 suatu wlayah sudah tdak efsen lag. Pada waktunya, perluasan kota perlu dkendalkan, apabla dperkrakan sstem transportas sudah tdak mampu lag mendukung perluasan kota tersebut. Secara umum proses perhtungan kebutuhan perjalanan dlakukan secara bertahap dmana terdapat berbaga teknk yang berbeda untuk setap tahapnya. Metode yang palng luas dgunakan adalah metode 4 (empat) tahap atau Four Stage Method. Bangktan Perjalanan (Trp Generaton) merupakan salah satu dar tahapan perhtungan yang ada selan Dstrbus Perjalanan (Trp Dstrbuton), Pemlhan Moda (Modal Splt), dan Model Pelmpahan Rute Model merupakan alat bantu atau meda yang dapat dgunakan untuk mencermnkan dan menyederhanakan suatu realta untuk mendapatkan tujuan tertentu, yatu penjelasan dan pengertan yang lebh mendalam serta untuk kepentngan peramalan. (Tamn, 000) Dalam pemodelan transportas terdapat beberapa defns yang serng dgunakan yatu : a. Fungs. Konsep matemats yang dgunakan untuk menyatakan bagamana satu nla peubah (tdak bebas) dtentukan oleh satu atau beberapa peubah lannnya (bebas). b. Argumen. la tertentu suatu fungs dapat dhtung dengan memasukkan nlal pada peubah (bebas) yang ada dalam fungs tersebut; peubah bebas tu dsebut argumen. c. Peubah. Kuanttas yang dapat dgunakan untuk mengasumskan nla numerk yang berbeda-beda. Jka suatu huruf dgunakan untuk

10 menyatakan nla suatu fungs, huruf tu dsebut peubah tdak bebas; jka dgunakan sebaga argumen suatu fungs maka dsebut peubah bebas. d. Parameter. Kuanttas yang mempunya suatu nla konstan yang berlaku pada kasus tertentu, yang mungkn mempunya nla konstan yang berbeda-beda pada kasus yang lan. e. Koefsen. Dalam aplkas matematka, koefsen mempunya defns yang sama dengan parameter. f. Kalbras. Proses yang dlakukan untuk menaksr nla parameter atau koefsen sehngga hasl yang ddapat mempunya galat yang sekecl mungkn debandngkan dengan hasl yang sebenarnya. g. Algortma. Suatu prosedur yang menunjukkan urutan operas matematka yang rumt. Basanya algortma serng dgunakan dalam pembuatan program komputer. (Prmeswar, 007).3. Model Bangktan Perjalanan Tujuan dasar tahap bangktan perjalanan adalah menghaslkan model hubungan yang mengatkan parameter tata guna lahan dengan jumlah pergerakan yang menuju suatu zona atau pergerakan yang mennggalkan suatu zona. Zona asal dan tujuan pergerakan basanya juga menggunakan stlah trp end. (Tamn,000) Tahapan n basanya menggunakan data berbasskan zona untuk memodelkan besarnya pergerakan yang terjad (bak bangktan maupun tarkan), msalnya tata guna lahan, pemlkan kendaraan, populas, jumlah pekerja,

11 kepadatan penduduk, pendapatan, juga moda transportas yang dgunakan. (Tamn, 000) Bangktan perjalanan dapat dbedakan menjad (dua) yatu : a. Bangktan pergerakan (trp producton) merupakan suatu pergerakan berbass rumah yang mempunya tempat asal dan/atau tujuan rumah atau pergerakan yang dbangktkan oleh pergerakan berbass bukan rumah. b. Tarkan pergerakan (trp attracton) merupakan suatu pergerakan berbass rumah yang mempunya tempat asal dan/atau tujuan bukan rumah atau pergerakan yang dbangktkan oleh pergerakan berbass bukan rumah. (Tamn, 000) Penggambaran dar dnamka bangktan dan tarkan perjalanan dapat dlhat pada gambar berkut n : Rumah Bangktan Bangktan Tarkan Tarkan Tempat Kerja Tempat Kerja Bangktan Tarkan Tarkan Bangktan Tempat Belanja Gambar.3 Bangktan dan Tarkan Perjalanan (Tamn, 000) Tahapan bangktan pergerakan (trp generaton) serng dgunakan untuk menetapkan besarnya bangktan pergerakan yang dhaslkan oleh rumah tangga (bak untuk pergerakan berbass rumah ataupun berbass bukan rumah) pada selang waktu tertentu (per jam atau per har) (Tamn, 000). Berkut adalah beberapa faktor yang berpengaruh terhadap besarnya tahapan bangktan pergerakan :

1 a. Bangktan perjalanan untuk manusa Perlaku ndvdu dpengaruh oleh atrbut soso ekonom, dmana atrbut yang dmaksud adalah : - Tngkat Pendapatan - Tngkat pemlkan kendaraan - Ukuran dan struktur rumah tangga - la lahan - Kepadatan area pemukman - Aksesbltas Tga faktor pertama (pendapatan, penlkan kendaraan, struktur dan ukuran rumah tangga) telah dgunakan pada beberapa kajan bangktan pergerakan, sedangkan nla lahan dan kepadatan daerah pemukman hanya serng dpaka untuk kajan mengena zona. b. Tarkan pergerakan untuk manusa Faktor yang palng serng dgunakan adalah luas lanta untuk kegatan ndustr, komersal, perkantoran, pertokoan, dan pelayanan lannya. Faktor lan yang dapat dgunakan adalah lapangan kerja, dan stud tertentu telah memasukkan pengukuran aksesbltas. c. Bangktan dan tarkan pergerakan untuk barang Pergerakan n hanya merupakan bagan kecl dar seluruh pergerakan (0%) yang basanya terjad d negara ndustr. Peubah pentng yang mempengaruh adalah jumlah lapangan kerja, jumlah tempat pemasaran, luas atap ndustr tersebut, dan total daerah yang ada.

13 Untuk melakukan analsa bangktan perjalanan, terdapat berbaga metode yang dapat dgunakan, dantaranya adalah : a. Metode Faktor Pertumbuhan Metode pertumbuhan hanya dapat dgunakan untuk meramalkan besar pergerakan eksternal yang masuk ke suatu daerah d masa mendatang. Hal n sebabkan karena jumlahnya yang tdak terlalu besar pada saat awal sehngga galat yang dhaslkannya pun kecl. Selan tu juga tdak ada cara lan yang sederhana untuk meramalkannya. b. Metode Analsa Regres Analss regres lnear adalah metode statstk yang dapat dgunakan untuk memperajar hubungan antar sfat permasalahan yang sedang dseldk. Model analss regres lnear dapat memodelkan hubungan antara dua peubah atau lebh. c. Metode Klasfkas Slang Metode klasfkas slang atau analss kategor n ddasarkan pada adanya keterkatan antara terjadnya pergerakan dengan atrbut rumah tangga. Akan tetap analss kategor mempunya lebh sedkt batasan dbandngkan dengan analss regres lnear, sehngga menmbulkan sedkt kerugan antara lan data yang dperlukan sangat banyak pada setap kategor, dan juga tdak terdapatnya uj statstk untuk menguj keabsahan model yang terbentuk.

14.4. Analsa Regres Model analss regres lnear dapat memodelkan hubungan antara (dua) peubah atau lebh. Pada model n terdapat peubah tdak bebas (Y) yang mempunya hubungan fungsonal dengan satu atau lebh peubah bebas (X). (Tamn, 000).4.1. Regres Lnear Sederhana Persamaan umumnya adalah sebaga berkut (Tamn, 000): Y = peubah tdak bebas X = peubah bebas Y = A + BX (pers.1) A = ntersep atau konstanta regres B = koefsen regres Jka (pers.1) akan dgunakan untuk memperkrakan bangktan pergerakan berbass zona, semua peubah ddentfkaskan dengan, dan jka (pers.1) akan dgunakan untuk memperkrakan tarkan pergerakan berbass zona ddentfkaskan dengan d. (Tamn, 000) Parameter A dan B dapat dperkrakan dengan menggunakan metode kuadrat terkecl yang memnmumkan total kuadrats resdual antara hasl model dengan hasl pengamatan. la parameter A dan B bsa ddapatkan dar persamaan berkut. (Tamn, 000) (X Y ) (X ) (Y ) = 1 = 1 = 1 B = (pers.) (X ) (X ) = 1 = 1

15 A = Y BX (pers.3) dmana Y dan X adalah nla rata-rata dar Y dan X.4.. Regres Lnear Berganda Kadangkala pada beberapa kasus terdapat lebh banyak peubah bebas dan parameter B. Msalnya, beberapa varabel tata guna lahan secara smultan ternyata mempengaruh bangktan pergerakan. Analss regres lnear berganda yang mempunya persamaan umum sepert dbawah n cocok untuk mengetahu hubungan antara sebuah varabel tdak bebas dengan dua atau lebh varabel bebas. Bentuk persamaan umum metode analss regres lnear berganda adalah sebaga berkut (Tamn, 000): Y = A + B X + (pers.4) 1 1 + BX + B3X 3 +... BzX z Y X 1... X Z A B 1... B Z = peubah tdak bebas = peubah bebas = konstanta regres = koefsen regres Analss regres adalah suatu metode statstk. Untuk menggunakannya, terdapat beberapa asums yang perlu dperhatkan : 1. la peubah, khususnya peubah bebas, mempunya nla tertentu atau merupakan nla yang ddapat dar hasl suve tanpa kesalahan berart.. Peubah tdak bebas (Y) harus mempunya hubungan korelas lnear dengan peubah bebas (X). Jka hubungan tersebut tdak

16 lnear, transformas lnear harus dlakukan, meskpun batasan n akan mempunya mplkas lan dalam analss resdual. 3. Efek peubah bebas pada peubah tdak bebas merupakan penjumlahan, dan harus tdak ada korelas yang kuat antara sesama peubah bebas. 4. Varans peubah tdak bebas terhadap gars regres harus sama untuk semua nla peubah bebas. 5. la peubah tdak bebas harus tersebar normal atau mnmal mendekat normal. 6. la peubah bebas sebaknya merupakan besaran yang relatf mudah dproyekskan. (Tamn, 000). Dalam melakukan analss dengan menggunakan model analss regres, terdapat 4 (empat) tahap uj statstk yang mutlak harus dlakukan agar model yang dhaslkan dnyatakan absah. Keempat uj statstk tersebut antara lan adalah (Tamn, 000) : 1. Uj kecukupan data Uj statstk n harus dlakukan untuk menentukan jumlah data mnmum yang harus terseda, bak untuk peubah bebas maupun peubah tdak bebas. Semakn tngg tngkat akuras yang dngnkan, semakn banyak data yang dbutuhkan. Jumlah data mnmum dapat dtentukan dengan menggunakan persamaan berkut : α CV Z = (pers.5) E

17 dengan : CV E Z α = koefsen varas = tngkat akuras = varans untuk tngkat kepercayaan α yang dngnkan. Uj Korelas Uj statstk n dlakukan untuk memenuh persyaratan model matemats, yatu sesama peubah bebas tdak boleh salng berkorelas, sedangkan antara peubah tdak bebas dengan peubah bebas harus ada korelas yang kuat (bak postf maupun negatf). Koefsen korelas dapat dhtung dengan berbaga cara yang salah satunya adalah sebaga berkut : r = (X Y ) (X ) (Y ) (X ) = 1 = 1 = 1 = 1 = 1 (X ) (Y ) = 1 = 1 (pers.6) (Y ) Persamaan uj korelas d atas memlk nla r (-1 r +1). la r yang mendekat -1 berart bahwa kedua peubah tersebut salng berkorelas negatf (penngkatan nla salah satu peubah akan menyebabkan penurunan nla peubah lannya). la r yang mendekat +1 bebart bahwa kedua peubah tersebut salng berkorelas postf negatf (penngkatan nla salah satu peubah akan menyebabkan penngkatan nla peubah lannya). la r yang mendekat 0 berart bahwa tdak terdapat korelas antara kedua peubah tersebut.

18 3. Uj Lneartas Uj statstk n perlu dlakukan untuk memastkan apakah model bangktan pergerakan dapat ddekat dengan model analss regres lnear atau model analss tdak lnear. 4. Uj Kesesuaan Uj statstk n dlakukan untuk menetukan model bangktan pergerakan yang terbak. Pada umumnya, uj n ddasarkan atas kedekatan atau kesesuaan hasl model dengan hasl observas. Dua uj kesesuaan yang palng serng dgunakan adalah model analss regres dan model kemrpan maksmum. Model analss regres mengasumskan bahwa model terbak adalah model yang mempunya total kuadrats resdual antara hasl model dengan hasl pengamatan (observas) yang palng mnmum. Memnmumkan = 1 Y ) S = (Y (pers.7) Model kemrpan maksmum mengasumskan bahwa model terbak adalah model yang mempunya total perkalan peluang antara hasl model dengan hasl pengamatan (observas) palng maksmum (mendekat 1). Memaksmumkan Y L = = (pers.8) 1 Y

19 Selan tu perlu dlakukan pengujan koefsen detemnas (R ) sebaga berkut : Gambar.4 memperlhatkan gars regres dan beberapa data yang dgunakan untuk mendapatkannya. Jka tdak terdapat nla x, ramalan terbaky adalah Y. Akan tetap, gambar memperlhatkan bahwa untuk x, galat model tersebut akan tngg : ( Y Y ). Jka dketahu, ternyata ramalan terbak Y menjad Y dan hal n memperkecl galat menjad ( Y Y ). Dar gambar., ddapatkan : Gambar.4 Beberapa Jens Smpangan ( Y Y ) = ( Y Y ) + ( Y Y ) (pers.9) smpangan total smpangan terdefns smpangan tak terdefns

0 Jka kta kuadratkan total smpangan dan menjumlahkan semua nla d dapat : ( Y Y) = Y Y + Y Y (pers.10) smpangan total smpangan terdefns smpangan tak terdefns Karena ( Y Y ) = b x mudah dlhat bahwa varas terdefns merupakan fungs koefsen regres b. Proses penggabungan total varas dsebut analss varans. Koefsen determnas ddefnskan sebaga nsbah antara varas terdefns dengan varas total : (Y Y ) R = (pers.11) (Y Y ) Koefsen n mempunya batas lmt sama dengan satu (perfect explanaton) dan nol (non explanaton); nla antara batas lmt n dtafsrkan sebaga persentase total varas yang djelaskan oleh analss regres lnear.