Pengantar Teknik Industri

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. Persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau

Minggu 4 RATA-RATA BERGERAK DAN EXPONENTIAL SMOOTHING. Peramalan Data Time Series

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IV METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. Metode Peramalan merupakan bagian dari ilmu Statistika. Salah satu metode

BAB II LANDASAN TEORI. Peramalan (Forecasting) adalah suatu kegiatan yang mengestimasi apa yang akan

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang

BAB 2 URAIAN TEORI. waktu yang akan datang, sedangkan rencana merupakan penentuan apa yang akan

BAB 2 LANDASAN TEORI

USULAN UKURAN PEMESANAN OPTIMAL SUKU CADANGMESIN GRINDING BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN MENGGUNAKAN METODE Q (di Bengkel Pembuatan dan Service Turbin)

BAB 2 LANDASAN TEORI. Produksi padi merupakan suatu hasil bercocok tanam yang dilakukan dengan

BAB III METODE DEKOMPOSISI CENSUS II. Data deret waktu adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu

SISTEM PERSEDIAAN KOMPONEN PADA MESIN CETAK BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN DI PT KARYA KITA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengangguran atau tuna karya merupakan istilah untuk orang yang tidak mau bekerja

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. Disini tujuan akhir yang ingin dicapai penulis adalah pembuatan suatu aplikasi

BAB III METODE PEMULUSAN EKSPONENSIAL TRIPEL DARI WINTER. Metode pemulusan eksponensial telah digunakan selama beberapa tahun

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang

PERENCANAAN PRODUKSI DISAGREGAT: STUDI KASUS PRODUKSI PAKAN TERNAK DI PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA BALARAJA

RANCANG BANGUN OPTIMASI PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DENGAN ALGORITMA SILVER-MEAL

BAB II LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

Perancangan Sistem Peramalan Penjualan Barang Pada UD Achmad Jaya Dengan Metode Triple Exponential Smoothing

SKRIPSI IMELDA YULI YANTI FRANSISKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. tepat rencana pembangunan itu dibuat. Untuk dapat memahami keadaan

Jurnal Edik Informatika. Peramalan Kebutuhan Manajemen Logistik Pada Usaha Depot Air Minum Isi Ulang Al-Fitrah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK MENGETAHUI JUMLAH PEMBELI BARANG PADA PERUSAHAAN MEBEL SINAR JEPARA TANJUNGANOM NGANJUK.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Jurnal EKSPONENSIAL Volume 5, Nomor 2, Nopember 2014 ISSN

BAB II TINJAUAN TEORITIS

APLIKASI PEMULUSAN EKSPONENSIAL DARI BROWN DAN DARI HOLT UNTUK DATA YANG MEMUAT TREND

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang akan datang. Peramalan menjadi sangat penting karena penyusunan suatu

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Jawa Timur dengan Menggunakan Model Dinamis

ANALISIS KEHANDDALAN DAN LAJU KERUSAKAN PADA MESIN CONTINUES FRYING (STUDI KASUS : PT XYZ)

PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS TOKO TIRTA HARUM)

BAB II LANDASAN TEORI

Perbandingan Metode Winter Eksponensial Smoothing dan Metode Event Based untuk Menentukan Penjualan Produk Terbaik di Perusahaan X

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Perencanaan Produksi

PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV HAMILTON*

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pabrik Gula Kwala Madu merupakan Industri manufaktur yang

PENGENDALIAN PERSEDIAAN POZZOLAN DI PT SEMEN PADANG

MONOGRAF EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI MANUFAKTUR DENGAN PENDEKATAN HEURISTIC SILVER MEAL IRIANI UPN VETERAN JAWA TIMUR

BAB 1 PENDAHULUAN. Propinsi Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi yang mempunyai

BAB 2 LANDASAN TEORI

III. KERANGKA PEMIKIRAN

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORY DAN PREDIKSI JUMLAH PENJUALAN BARANG (STUDI KASUS KOPEGTEL MOJOKERTO)

Oleh : Debrina Puspita Andriani Teknik Industri Universitas Brawijaya /

IV. METODE PENELITIAN

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING GUNA MENURUNKAN BIAYA PENGADAAN BAHAN BAKU

BAB II LANDASAN TEORI. bahasa Yunani Sustema yang berarti satu kesatuan yang atas komponen atau

III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Kontrol Optimal pada Model Economic Order Quantity dengan Inisiatif Tim Penjualan

III. METODE PENELITIAN

PEMODELAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP $US MENGGUNAKAN DERET WAKTU HIDDEN MARKOV SATU WAKTU SEBELUMNYA 1. PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. universal, disemua negara tanpa memandang ukuran dan tingkat. kompleks karena pendekatan pembangunan sangat menekankan pada

BAB IV PERHITUNGAN NUMERIK

Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jember ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan yang

Peramalan Kebutuhan Premium dengan Metode ARIMAX untuk Optimasi Persediaan di Wilayah TBBM Madiun

BAB 1 PENDAHULUAN. tahun 1990-an, jumlah produksi pangan terutama beras, cenderung mengalami

III. METODE PENELITIAN. Usahatani belimbing karangsari adalah kegiatan menanam dan mengelola. utama penerimaan usaha yang dilakukan oleh petani.

BAB 1 PENDAHULUAN. Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia merupakan salah satu pelengkap alat

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisis Model dan Contoh Numerik

BAB II LANDASAN TEORI. dan barang jadi yang ada dalam sistem produksi pada suatu waktu tertentu. (Elsayed,

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

IV. METODE PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN TEORI

x 4 x 3 x 2 x 5 O x 1 1 Posisi, perpindahan, jarak x 1 t 5 t 4 t 3 t 2 t 1 FI1101 Fisika Dasar IA Pekan #1: Kinematika Satu Dimensi Dr.

Jurnal Edik Informatika Penelitian Bidang Komputer Sains dan Pendidikan Informatika V1.i1(64-69)

III. METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

Sisem Produksi/Operasi Penganar Teknik Indusri Perencanaan & Peengendalian Produksi/Operasi Sisem produksi/operasi adalah suau akivias unuk mengolah aau mengaur penggunaan sumber daya yang ada dalam proses pencipaan barang aau jasa yang bermanfaa dengan melakukan opimasi ujuan perusahaan. Model Sisem Operasi Perencanaan & Pengendalian Maerial Tenaga Kerja Mesin Fasilias Proses Transformasi Feedback (informasi unuk pengendalian proses) Barang/Jasa Perencanaan (Planning) dan Pengendalian (Conrol) merupakan dua akivias ak erpisahkan. Suau proses idak dapa dikendalikan jika idak direncanakan. Parameer-parameer yang digunakan dalam pengendalian dienukan pada saa perencanaan.

Peramalan Merupakan suau fungsi bisnis yang berusaha memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produkproduk ersebu dapa dibua dalam jumlah yang epa. Mengesimasi perminaan di masa depan. Berdasarkan daa penjualan masa lalu. Fakor yang Mempengaruhi Flukuasi Penjualan Pengaruh Trend Jangka Panjang Menunjukan perkembangan produk Perubahan Musiman Pola yang berulang pada periode erenu Pengaruh Siklus Pengaruh perekonomian jangka panjang Peran Peramalan Penjadwalan sumberdaya yang ada Menyediakan sumber daya ambahan/baru yang dibuuhkan di masa depan Menenukan sumberdaya yang dibuuhkan Meode Peramalan Linear Regression Moving Average Single Eksponenial Smoohing

Linear Regression Merupakan prosedur saisika yang paling banyak digunakan sebagai meode peramalan, karena mudah dipahami dan cukup akura unuk berbagai siuasi. Terdapa variabel (independen) yang mempengaruhi variabel lain (dependen). Persamaan Linear Regression Y = a + bx y b x a = N N xy b = N x x ( x) y Moving Average Meode raa-raa bergerak merupakan meode yang mudah perhiungannya. Tujuan uama dari pengunaan meode ini adalah menghilangkan aau mengurangi randomness yang erdapa dalam ime series. Nilai raa-raa baru diperoleh dengan membuang nilai observasi yang lama digani dengan yang baru. Persamaan Moving Average F i= + = Xi

Single Exponenial Smoohing Single eksponensial smoohing adalah meode peramalan yang menggunakan suau fakor erenu yang disebu smoohing consan yang mempengaruhi peramalan. Smoohing consan bernilai dianara dan, nilai yang kecil cocok unuk penjualan yang sabil dan nilai yang besar unuk penjualan yang lebih berflukuasi. Persamaan Single Exponenial Smoohing F X F + = α( X ) + ( α) F = Nilai akual erbaru = Peramalan erakhir α = smoohing consan Peramalan Dengan Sofware Pada saa ini ersedia banyak sofware yang dapa digunakan unuk menghiung peramalan dengan mudah. Sofware yang biasa digunakan adalah Excel, WinQSB, dan SPSS. Perencanaan Produksi Perencanaan produksi digunakan unuk mengeahui jumlah barang yang harus diproduksi berdasarkan hasil peramalan dan persediaan yang ada. Perencanaan produksi merupakan inpu bagi pembuaan jadwal produksi.

Fungsi Perencanaan Produksi Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisen erhadap sraegi perusahaan. Menjamin kemampuan produksi konsisen erhadap rencana produksi. Sebagai ala monior hasil produksi akual erhadap rencana produksi. Mengaur persediaan produk jadi unuk mencapai arge produksi. Mengarahkan penyusunan pelaksanaan jadwal induk produksi. Sraegi Perencanaan Produksi Pengendalian persediaan. Pengendalian jumlah enaga kerja. Mengadakan subkonrak. Mempengaruhi perminaan. Laihan Dikeahui hasil peramalan agrega unuk PT. Baru Jaya adalah sebagai beriku Jan Feb Mar Apr May Jun Bua Agrega Planning dengan sraegi pekerja eap. Jul Aug Sep Oc Kondisi perusahaan adalah sebagai beriku Pekerja awal orang Upah pekerja $/orang/bulan overime % max % Kapasias pekerja uni/orang/bulan Harga Produk $ Biaya invenori % harga produk Hiring $ dan Layoff $ Nov Dec Pengendalian Invenori Tujuan Invenori Memperlancar produksi Menghindari los-sales Invenori adalah sumberdaya erahan (cos) unuk keperluan produksi aau penjualan Jenis Invenori Maerial di gudang (bahan uama, ambahan, dan pelengkap) Spare Pars unuk keperluan proses produksi Barang dalam proses (seengah jadi) Barang dalam pengiriman (pipe line) Barangjadidigudang

Fungsi Invenori Penyangga Penghubung anar proses produksi Disribusi Sabilisaor Harga Alasan Adanya Invenori Cadangan (Safey Sock) Minimasi dampak keidakpasian pasokan, perminaan, dan lead ime Efisiensi biaya pengadaan Minimasi biaya pemesanan per uni Mendapakan poongan harga parai Minimasi biaya ransporasi per uni Minimasi biaya produksi per uni Anisipasi Keersediaan Flukuasi harga Masalah Invenori Masalah kuaniaif Berapa pemesanannya Kapan pemesanannya Berapa safey sock Meode pengendalian yang digunakan Masalah Kualiaif Jenis barang/maerial yang masih ersedia Di mana diempakannya Berapa banyak pipeline invenory Siapa pemasoknya dll Komponen Biaya Invenori Biaya pembelian Biaya pengadaan Ordering cos Seup cos Biaya penyimpanan (carrying cos) Biaya modal Biayagudang Biaya asuransi dan pajak Biaya keusangan Biaya kekurangan (shorage cos)

EOQ Economic Order Quaniy (EOQ) adalah salah sau meode pengendalian persediaan dengan menenukan berapa jumlah pemesanan yang ekonomis. Dikembangkan oleh F. Harris ahun dan digunakan sampai saa ini. Asumsi dalam EOQ Demand independen, konsan, dan koninyu Lead ime dikeahui dan eap Harga per uni eap, idak dipengaruhi jumlah Pengiriman sekaligus pada waku yang sama Model EOQ Model EOQ EOQ TC Biaya simpan Reorder Poin Lead Time Biaya pesan

A Biaya Pemesanan = P Q Q Biaya Simpan = H Biaya Maerial = MA P = Biaya Pesan A = Perminaan per periode Q = Jumlah pemesanan opimal H = Biaya simpan/uni/periode M = Harga maerial Model EOQ Toal Biaya = Biaya Pemesanan + Biaya Penyimpanan + Biaya Pembelian A Q TC = P + H + MA Q d( TC) A H = P + dq Q A H P + = Q Q = PA H EPQ Economic Producion Quaniy (EPQ) adalah pengembangan model ppersediaan dimana pengadaan maerial/komponen erenu diproduksi secara masal dan dipakai sendiri Komponen diproduksi dengan kecepaan konsan, dan kecepaan produksi lebih inggi dari kecepaan konsumsinya p Produksi erakhir (P-D)p Model EPQ Reorder Poin i L S = Biaya Seup A = Perminaan per periode Q = Jumlah produksi V = Biaya variabel per periode D = Kebuuhan perhari H = Biaya simpan/uni/periode M = Harga maerial Model EPQ Q( P D) Q QD D Q P P = = P A D Q V = S + H Q P dv A H D = S + = dq Q P Q = SA H ( D / P)

Keseimbangan Linasan Masalah lain yang sering muncul dalam pengendalian produksi adalah keseimbangan linasan perakian. Perencanaan yang idak epa mengakibakan seiap sasiun kerja dalam linasan perakian memiliki kecepaan berbeda. Perbedaan kecepaan pada linasan perakian akan menimbulkan penumpukan persediaan aau menganggurnya sasiun kerja. Linasan Perakian Linasan perakian adalah sekelompok orang dan aau mesin yang melakukan ugas-ugas beruruan dalam memerki suau produk. Linasan perakian merupakan lini produksi dimana maerial bergerak secara koninyu dengan raa-raa laju kedaangan maerial berdisribusi uniform melewai sasiun kerja. Linasan Perakian Tujuan Linasan Perakian Menyeimbangkan sasiun kerja Maerial Inpu WS WS MATERIAL HANDLING TOOL WS WS Final Assembling Menjaga koninyuias operasi Upaya Menyeimbangkan linasan (Line Balancing) dengan mendisribusikan waku siklus (Cycle Time)

Terminologi Linasan Elemen Kerja (elemen of work/ i ), adalah pekerjaan yang harus dilakukan dalam suau kegiaan perakian Sasiun Kerja (worksaion/ K ), adalah lokasilokasiempa elemen kerja dikerjakan Waku Siklus (cycle ime/ C ), adalah waku yang diperlukan unuk membua sau uni produk pada sau sasiun kerja Waku Sasiun Kerja (Saion ime/ S K ), adalah waku yang dibuuhkan oleh sasiun kerja unuk menyelesaikan semua elemen yang didisribusikan pada sasiun ersebu Waku Operasi, adalah waku sandar unuk menyelesaikan suau operasi Lanjuan Terminologi Linasan Waku Elemen (Elemenal Time/ E i ) adalah waku penyelesaian elemen kerja Balance Delay, rasio anara delay ime dengan waku ersedia BD = C - S K Precedence Char, adalah diagram yang menggambarkan uruan dan keerkaian elemen kerja sebuah produk Predecessor (P*), adalah elemen kerja yang harus dilakukan Follower (F ), adalah elemen kerja yang mengikui Precedence Char Daa Keseimbangan Linasan i Ei P* F

Menenukan Keseimbangan Jumlah waku elemen = meni Waku siklus yang diinginkan (S) = meni (waku elemen maksimal = C) aau fakor dari (,,,, ) enukan dengan coba-coba, misalnya dieapkan Jumlah sasiun kerja opimal = / =. ~ Balance delay opimal = ( x ) - = = meni Gunakan meode heurisik beriku unuk menenukan sasiun kerja Meode Heurisik Caa baris dengan mariks P berisi semua (idak ada predesesor) dan ambahkan sebanyak-banyaknya elemen, andai elemen yang elah diugaskan. Caa nomor elemen pada mariks F yang berhubungan dengan elemen yang elah diugaskan kemudian gani nilai mariks P nomor ersebu dengan angka Lanjukan perhiungan sampai baasan Maksimum E i <=S i <=C Hasil Penyeimbangan Ringkasan K i E i S i C-S i