Sisem Produksi/Operasi Penganar Teknik Indusri Perencanaan & Peengendalian Produksi/Operasi Sisem produksi/operasi adalah suau akivias unuk mengolah aau mengaur penggunaan sumber daya yang ada dalam proses pencipaan barang aau jasa yang bermanfaa dengan melakukan opimasi ujuan perusahaan. Model Sisem Operasi Perencanaan & Pengendalian Maerial Tenaga Kerja Mesin Fasilias Proses Transformasi Feedback (informasi unuk pengendalian proses) Barang/Jasa Perencanaan (Planning) dan Pengendalian (Conrol) merupakan dua akivias ak erpisahkan. Suau proses idak dapa dikendalikan jika idak direncanakan. Parameer-parameer yang digunakan dalam pengendalian dienukan pada saa perencanaan.
Peramalan Merupakan suau fungsi bisnis yang berusaha memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produkproduk ersebu dapa dibua dalam jumlah yang epa. Mengesimasi perminaan di masa depan. Berdasarkan daa penjualan masa lalu. Fakor yang Mempengaruhi Flukuasi Penjualan Pengaruh Trend Jangka Panjang Menunjukan perkembangan produk Perubahan Musiman Pola yang berulang pada periode erenu Pengaruh Siklus Pengaruh perekonomian jangka panjang Peran Peramalan Penjadwalan sumberdaya yang ada Menyediakan sumber daya ambahan/baru yang dibuuhkan di masa depan Menenukan sumberdaya yang dibuuhkan Meode Peramalan Linear Regression Moving Average Single Eksponenial Smoohing
Linear Regression Merupakan prosedur saisika yang paling banyak digunakan sebagai meode peramalan, karena mudah dipahami dan cukup akura unuk berbagai siuasi. Terdapa variabel (independen) yang mempengaruhi variabel lain (dependen). Persamaan Linear Regression Y = a + bx y b x a = N N xy b = N x x ( x) y Moving Average Meode raa-raa bergerak merupakan meode yang mudah perhiungannya. Tujuan uama dari pengunaan meode ini adalah menghilangkan aau mengurangi randomness yang erdapa dalam ime series. Nilai raa-raa baru diperoleh dengan membuang nilai observasi yang lama digani dengan yang baru. Persamaan Moving Average F i= + = Xi
Single Exponenial Smoohing Single eksponensial smoohing adalah meode peramalan yang menggunakan suau fakor erenu yang disebu smoohing consan yang mempengaruhi peramalan. Smoohing consan bernilai dianara dan, nilai yang kecil cocok unuk penjualan yang sabil dan nilai yang besar unuk penjualan yang lebih berflukuasi. Persamaan Single Exponenial Smoohing F X F + = α( X ) + ( α) F = Nilai akual erbaru = Peramalan erakhir α = smoohing consan Peramalan Dengan Sofware Pada saa ini ersedia banyak sofware yang dapa digunakan unuk menghiung peramalan dengan mudah. Sofware yang biasa digunakan adalah Excel, WinQSB, dan SPSS. Perencanaan Produksi Perencanaan produksi digunakan unuk mengeahui jumlah barang yang harus diproduksi berdasarkan hasil peramalan dan persediaan yang ada. Perencanaan produksi merupakan inpu bagi pembuaan jadwal produksi.
Fungsi Perencanaan Produksi Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisen erhadap sraegi perusahaan. Menjamin kemampuan produksi konsisen erhadap rencana produksi. Sebagai ala monior hasil produksi akual erhadap rencana produksi. Mengaur persediaan produk jadi unuk mencapai arge produksi. Mengarahkan penyusunan pelaksanaan jadwal induk produksi. Sraegi Perencanaan Produksi Pengendalian persediaan. Pengendalian jumlah enaga kerja. Mengadakan subkonrak. Mempengaruhi perminaan. Laihan Dikeahui hasil peramalan agrega unuk PT. Baru Jaya adalah sebagai beriku Jan Feb Mar Apr May Jun Bua Agrega Planning dengan sraegi pekerja eap. Jul Aug Sep Oc Kondisi perusahaan adalah sebagai beriku Pekerja awal orang Upah pekerja $/orang/bulan overime % max % Kapasias pekerja uni/orang/bulan Harga Produk $ Biaya invenori % harga produk Hiring $ dan Layoff $ Nov Dec Pengendalian Invenori Tujuan Invenori Memperlancar produksi Menghindari los-sales Invenori adalah sumberdaya erahan (cos) unuk keperluan produksi aau penjualan Jenis Invenori Maerial di gudang (bahan uama, ambahan, dan pelengkap) Spare Pars unuk keperluan proses produksi Barang dalam proses (seengah jadi) Barang dalam pengiriman (pipe line) Barangjadidigudang
Fungsi Invenori Penyangga Penghubung anar proses produksi Disribusi Sabilisaor Harga Alasan Adanya Invenori Cadangan (Safey Sock) Minimasi dampak keidakpasian pasokan, perminaan, dan lead ime Efisiensi biaya pengadaan Minimasi biaya pemesanan per uni Mendapakan poongan harga parai Minimasi biaya ransporasi per uni Minimasi biaya produksi per uni Anisipasi Keersediaan Flukuasi harga Masalah Invenori Masalah kuaniaif Berapa pemesanannya Kapan pemesanannya Berapa safey sock Meode pengendalian yang digunakan Masalah Kualiaif Jenis barang/maerial yang masih ersedia Di mana diempakannya Berapa banyak pipeline invenory Siapa pemasoknya dll Komponen Biaya Invenori Biaya pembelian Biaya pengadaan Ordering cos Seup cos Biaya penyimpanan (carrying cos) Biaya modal Biayagudang Biaya asuransi dan pajak Biaya keusangan Biaya kekurangan (shorage cos)
EOQ Economic Order Quaniy (EOQ) adalah salah sau meode pengendalian persediaan dengan menenukan berapa jumlah pemesanan yang ekonomis. Dikembangkan oleh F. Harris ahun dan digunakan sampai saa ini. Asumsi dalam EOQ Demand independen, konsan, dan koninyu Lead ime dikeahui dan eap Harga per uni eap, idak dipengaruhi jumlah Pengiriman sekaligus pada waku yang sama Model EOQ Model EOQ EOQ TC Biaya simpan Reorder Poin Lead Time Biaya pesan
A Biaya Pemesanan = P Q Q Biaya Simpan = H Biaya Maerial = MA P = Biaya Pesan A = Perminaan per periode Q = Jumlah pemesanan opimal H = Biaya simpan/uni/periode M = Harga maerial Model EOQ Toal Biaya = Biaya Pemesanan + Biaya Penyimpanan + Biaya Pembelian A Q TC = P + H + MA Q d( TC) A H = P + dq Q A H P + = Q Q = PA H EPQ Economic Producion Quaniy (EPQ) adalah pengembangan model ppersediaan dimana pengadaan maerial/komponen erenu diproduksi secara masal dan dipakai sendiri Komponen diproduksi dengan kecepaan konsan, dan kecepaan produksi lebih inggi dari kecepaan konsumsinya p Produksi erakhir (P-D)p Model EPQ Reorder Poin i L S = Biaya Seup A = Perminaan per periode Q = Jumlah produksi V = Biaya variabel per periode D = Kebuuhan perhari H = Biaya simpan/uni/periode M = Harga maerial Model EPQ Q( P D) Q QD D Q P P = = P A D Q V = S + H Q P dv A H D = S + = dq Q P Q = SA H ( D / P)
Keseimbangan Linasan Masalah lain yang sering muncul dalam pengendalian produksi adalah keseimbangan linasan perakian. Perencanaan yang idak epa mengakibakan seiap sasiun kerja dalam linasan perakian memiliki kecepaan berbeda. Perbedaan kecepaan pada linasan perakian akan menimbulkan penumpukan persediaan aau menganggurnya sasiun kerja. Linasan Perakian Linasan perakian adalah sekelompok orang dan aau mesin yang melakukan ugas-ugas beruruan dalam memerki suau produk. Linasan perakian merupakan lini produksi dimana maerial bergerak secara koninyu dengan raa-raa laju kedaangan maerial berdisribusi uniform melewai sasiun kerja. Linasan Perakian Tujuan Linasan Perakian Menyeimbangkan sasiun kerja Maerial Inpu WS WS MATERIAL HANDLING TOOL WS WS Final Assembling Menjaga koninyuias operasi Upaya Menyeimbangkan linasan (Line Balancing) dengan mendisribusikan waku siklus (Cycle Time)
Terminologi Linasan Elemen Kerja (elemen of work/ i ), adalah pekerjaan yang harus dilakukan dalam suau kegiaan perakian Sasiun Kerja (worksaion/ K ), adalah lokasilokasiempa elemen kerja dikerjakan Waku Siklus (cycle ime/ C ), adalah waku yang diperlukan unuk membua sau uni produk pada sau sasiun kerja Waku Sasiun Kerja (Saion ime/ S K ), adalah waku yang dibuuhkan oleh sasiun kerja unuk menyelesaikan semua elemen yang didisribusikan pada sasiun ersebu Waku Operasi, adalah waku sandar unuk menyelesaikan suau operasi Lanjuan Terminologi Linasan Waku Elemen (Elemenal Time/ E i ) adalah waku penyelesaian elemen kerja Balance Delay, rasio anara delay ime dengan waku ersedia BD = C - S K Precedence Char, adalah diagram yang menggambarkan uruan dan keerkaian elemen kerja sebuah produk Predecessor (P*), adalah elemen kerja yang harus dilakukan Follower (F ), adalah elemen kerja yang mengikui Precedence Char Daa Keseimbangan Linasan i Ei P* F
Menenukan Keseimbangan Jumlah waku elemen = meni Waku siklus yang diinginkan (S) = meni (waku elemen maksimal = C) aau fakor dari (,,,, ) enukan dengan coba-coba, misalnya dieapkan Jumlah sasiun kerja opimal = / =. ~ Balance delay opimal = ( x ) - = = meni Gunakan meode heurisik beriku unuk menenukan sasiun kerja Meode Heurisik Caa baris dengan mariks P berisi semua (idak ada predesesor) dan ambahkan sebanyak-banyaknya elemen, andai elemen yang elah diugaskan. Caa nomor elemen pada mariks F yang berhubungan dengan elemen yang elah diugaskan kemudian gani nilai mariks P nomor ersebu dengan angka Lanjukan perhiungan sampai baasan Maksimum E i <=S i <=C Hasil Penyeimbangan Ringkasan K i E i S i C-S i