6. T H E M E T R I C S Y S T E M

dokumen-dokumen yang mirip
Bil. Asli Bil. Bulat Bil. Cacah

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN ( KTSP ) ANALISIS MATERI KOMPETENSI SISWA SMP ( SILABUS ) KEGIATAN PEMBELAJARAN TEKNIK.

SISTEM SATUAN. Mekanika Kekuatan bahan 2 nd and 3 rd session Page 1

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN

SISTEM SATUAN. Mekanika Kekuatan bahan 2 nd session Page 1. Dalam aplikasi mechanics kita memiliki 3 sistem dimensi dasar, yaitu

Matriks & Operasi Matriks (2) Pertemuan 5 Aljabar Linear & Matriks

Sistem Pengukuran. 1. Benda-benda. di alam. fisika. besaran-besaran. didefinisikan.

Bab 1 Besaran dan Pengukuran

SMP. Satuan SI / MKS. 1 Panjang meter m centimeter cm 2 Massa kilogram kg gram g 3 Waktu detik s detik s 4 Suhu kelvin K Kelvin K 5 Kuat arus listrik

FORMULIR No.Dokumen FM-02-AKD-05 FORMAT SILABUS

PEMROGRAMAN KOMPUTER DASAR

FORMULIR No.Dokumen FM-03-AKD-06 FORMAT SAP

I inci 1/12 kaki K ft 12 inci Y yd 3 kaki M mil 5280 kaki

Komponen Perkuliahan dan Evaluasi: UTS dan UAS Kuis sebelum UTS dan sebelum UAS Tugas & Tes

Selamat Datang Di Perkuliahan. Fisika Umum (MA 301) UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Tujuan: Menjelaskan kerangka umum metode ilmiah dalam perkembangan ilmu

Bandingkan... vs vs vs vs

Pengukuran Besaran Fisis

Gelanggang Evalusi dan Sifat-sifatnya

A. Kajian ulang tentang fungsi Pada gambar di bawah ini diberikan diagram panah suatu relasi dari himpunan

Fisika Umum (MA 301)

BESARAN, SATUAN, DIMENSI DAN ANGKA PENTING 1.1

UM UNPAD 2007 Matematika Dasar

b. Titik potong grafik dengan sumbu y, dengan mengambil x = 0

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-04/MEN/1993 TAHUN 1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA

BAB 3 PENGUKURAN = 5. Jarum halus berfungsi sebagai petunjuk detik. Setiap pergeseran jarum halus sejauh

1). Definisi Relasi Relasi dari dua himpunan A dan B adalah pemasangan anggota-anggota A dengan anggota B.

TRIGONOMETRI. Bab. Di unduh dari : Bukupaket.com. Aturan sinus Aturan kosinus Luas segitiga A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR

PENDEKATAN TEORI ... (2) k x ... (3) 3... (1)

PERSAMAAN FUNGSI KUADRAT-1

MENGUKUR: membandingkan sesuatu dengansesuatu lain yang sejenisyang ditetapkan sebagai satuan

NOMOR 8 TAHUN 1997 TENTANG DOKUMEN PERUSAHAAN

KONSEP RANGKAIAN LISTRIK

7. FLUIDA FLUIDA STATIK FENOMENA FLUIDA DINAMIK

FISIKA. Kelas X PENGUKURAN K-13. A. BESARAN, SATUAN, DAN DIMENSI a. Besaran

MODUL MATA PELAJARAN IPA

BAB II FUNGSI, PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT

FISIKA. 2 SKS By : Sri Rezeki Candra Nursari

BAB I BESARAN SATUAN DAN PENGUKURAN

BAB I KONSEP RANGKAIAN LISTRIK

RANGKAIAN LISTRIK. Kuliah 1 (Umum)

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer

A Y A T M AT E M DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA SMK JENJANG LANJUT TAHUN 2009 BILANGAN REAL

UN SMA IPA 2010 Matematika

COURSE NOTE : Sistem Persamaan Liniear

BAB XIV V E K T O R Pengertian Vektor adalah besaran yang mempunyai arah. Tafsiran geometri sebuah vektor dilukiskan sebagai panah.

#Jokam Community Website

RANGKAIAN LISTRIK. Esti puspitaningrum, S.T., M.Eng.

BAB II DEFINISI DAN SATUAN. Tujuan Pembelajaran : Menyebutkan satuan dan symbol kelistrikan menurut system satuan International

BAB XII GAYA DAN TEKANAN

BESARAN DAN SATUAN Pengertian Besaran Jumlah. Besaran Pokok

Metode Simpleks Diperbaiki (Revised Simplex Method) Materi Bahasan

BAB 1 BESARAN DAN SISTEM SATUAN 1.1

physical quantity (symbol) acceleration ( a ) m s 2 L T 2 action ( S ) J s L 2 M T 1 angular momentum ( L, J ) m 2 kg s 1 L 2 M T 1

PERTEMUAN I BESARAN DAN SATUAN LISTRIK

6. 2 Menerapkan konsep fungsi linier Menggambarkan fungsi kuadrat Menerapkan konsep fungsi kuadrat

SOAL TPHBS MATEMATIKA IPS MKKS DIY

Volume 1, Nomor 2, Desember 2007

DETERMINAN, INVERS, PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL. Model Gravitasi

TRY OUT UJIAN NASIONAL

Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, misalnya panjang, massa, waktu, luas, berat, volume, kecepatan, dll.

TES AKHIR. Kartu-kartu diatas dapat disusun dengan aturan susunan kartu adalah jumlah bilangan kebawah sama dengan jumlah bilangan kesamping

MODUL FISIKA BUMI METODE GAYA BERAT

7.1. Residu dan kutub Pada bagian sebelumnya telah kita pelajari bahwa suatu titik z 0 disebut titik singular dari f (z)

Angka Penting dan Notasi Ilmiah

APERSEPSI. Jenis-jenis zat Massa jenis dan bobot jenis Tekanan

SOAL UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PAKET TIGA

BAB II KAJIAN TEORI. bergerak dalam fluida tersebut. Beberapan ayat dalam Al-Qur an menyebutkan

BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah kependudukan di Indonesia merupakan masalah penting yang perlu

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TUNJANGAN DAERAH BAGI JABATAN FUNGSIONAL PERENCANA DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR.

Kelas 10 Fisika BAB 1 Pengkuran dan Besaran

Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran.

dlp2usaha - - USAHA DAN ENERGI - - Usaha dan Eenergi 8105 Fisika 1 mv

4. Mononom dan Polinom

Pertemuan XI, XII, XIII VI. Konstruksi Rangka Batang

Oleh: Yasinta Friska Ratnaningrum XII.IPA 1 / 36

7.1. Residu dan kutub Pada bagian sebelumnya telah kita pelajari bahwa suatu titik z 0 disebut titik singular dari f (z)

BAB 1 BESARAN DAN SISTEM SATUAN 1.1

Message Authentication Code (MAC) Pembangkit Bilangan Acak Semu

Dasar Logika Matematika

TEOREMA GREEN UNTUK MENYELESAIKAN PERHITUNGAN INTEGRAL GARIS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Fisika Dasar I (FI-321)

BAB 2. RANDOMISASI DALAM PENELITIAN

Standar Kompetensi 1. Menerapkan Konsep besaran fisika dan pengukurannya

PREDIKSI SOAL UAN MATEMATIKA 2009 KELOMPOK TEKNIK

BAB I OBJEK ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN PENGAMATANNYA

matematika K-13 PEMBAGIAN HORNER DAN TEOREMA SISA K e l a s

METODE SIMPLEKS PRIMAL MENGGUNAKAN WORKING BASIS

UN SMA 2015 Matematika IPA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Definisi C. Tujuan 1. Tujuan Umum 2. Tujuan Khusus

Pengukuran Listrik 1. Pendahuluan

Dasar Logika Matematika

TEKNIK ELEKTRO. SISTEM TENAGA (Arus Kuat) ELEKTRONIKA (Arus Lemah) TELEKOMUNIKSI SISTEM KONTROL TEKNIK KOMPUTER

METODE SIMPLEKS PRIMAL MENGGUNAKAN WORKING BASIS

PERKALIAN DUA VEKTOR & PROYEKSI VEKTOR

Konstruksi Rangka Batang

1/28/2011. Besaran dan Satuan. Besaran : Mengukur : 7 Besaran Pokok dalam Sistem internasional (SI)

OVERVIEW Persamaan keadaan adalah persamaan yang menyatakan hubungan antara state variable

Transkripsi:

8 6. T H E M E T R I C S Y S T E M Dalam pidatonya di Congress tahun 181, John Quincy Adams, presiden ke-6 Ameri ka Serikat, mengatakan: masalah ukuran sudah menjadi keutuhan penting agi tiap orang. Ukuran turut mementu k perekono m i an dan menjadi perhatian tiap keluarga. Ukuran penting agi tiap jenis pekerjaan, untuk keamanan kepemili kan dan setiap transaksi perdaga n g a n. Pada awal jaman Baylonian (Iran dan Irak kuno) dan Egyptian (Mesir), dan tertulis di Kita Suci, telah ada pengukuran menggunakan hasta (forearm), jari (finger) dan perputaran matahari untuk waktu. Untuk mengukur daya tampung suatu wadah, mereka mengisikan ijiijian dan menem u kan volu me. Lama- kelamaan oot dan ukuran menjadi makin komplek. Sistem ukuran yang erlaku di US A erasal dari Inggris. Ukuran- ukuran ini erasal dari udaya yang sangat eragam, misalnya erupa satuan inch, foot, dan yard. Tahun 1790, the French Academ y of Sciences, atas permintaan pemerintah Perancis, menciptakan sistem erat dan ukuran yang sederhana namun scientific (ilmiah). Satuan volu me dan massa diturunkan dari satuan panjang. Kem udian diciptakan satuan esar dan kecil dengan menggunakan pangkat sepuluh. Penul isan satuan ukuran: Prefix (awalan dalam ahasa Greek (Yunani): Bilangan keli patan Prefix (awalan) Simol Misal Khusus untuk memori komputer 10 1 tera T 1 Tm 10 1 meter 1 T (10) yte 10 9 giga G Gg x 10 9 gram 1 G (10) 3 yte 10 6 mega M 5 M m 5 x 10 6 meter 1 M 10 x 10 yte 10 3 kilo k 7 kg 7 x 10 3 gram 1 k 10 yte 10 hecto h 8 hl 8 x 10 liter 10 1 deka dk atau da 6 dam 6 x 10 1 meter 10-1 deci d 10 db 10 deci Bell 10 x 10-1 Bell 10 - centi c 150 cm 150 x 10 - meter 10-3 milli m 17 ml 17 x 10-3 liter 10-6 micro µ 1. µg 1. x 10-6 gram (Yunani: miu ) 10-9 nano n 15 nm 15 x 10-9 meter 10-1 pico p 3 pm 3 x 10-1 meter 10-15 femto f.5 fm.5 x 10-15 meter 10-18 atto a 1 am 1 x 10-18 meter Konversi satuan ukuran: Konversi ke satuan lain Kealikann ya Panjang 1 in (inch).5 cm (centimeter) 1 cm 0.39 in 1 yd (yard) 0.91 m (meter) 1 m 1.09 yd 1 mi (mile) 1.61 km (kilo m e ter) 1 km 0.61 mi 1 ft (feet) 0.30878 m (meter) 1 m 3.8 ft Volume 1 qt (quart) 0.96 L (liter) 1 L 1.05708 qt 1 pt (pint) 0.5 qt (quart) 1 qt pt 1 gal (galon) 3.7851 L (liter) 1 L 0.617 gal Massa 1 oz (ounce) 8 g (gram) 1 g 0.03571 oz 1 l (lea) 0.5 kg (kilogram) 1 kg. l Temperatur 1 0 F (Fahrenheit) (1 C) + 3 1 0 C (Celcius) (1 F 3) 5 9 1 K (Kelvin) 1 0 C + 73. 15 1 0 C (Celcius) 1K 73. 15

9 7. A L J A B A R I Archimedes, Newton, dan Gauss, ketiganya satu kelas dalam kemampuan matematika. KARL FRIEDRICH GAUSS, yang diseut Pangeran Matematika, lahir di Brunswick, Jerman, tahun 1777. Ayahnya seorang uruh miskin tetapi jujur dan mau melakukan apa saja agar anaknya menjauh dari matematika. Hanya erkat kecelakaan saja Gauss menjadi ahli matematika. Kapasitas pikirannya yang luar iasa nampaknya diturunkan oleh keluarga iunya. Sepanjang hidupnya Gauss dikenal erkat kemampuannya yang luar iasa dalam matematika. Tak ada satu orangpun dalam sejarah matematika yang isa diandingkan dengannya. Pada usia elum 3 tahun, Gauss mampu melihat kesalahan ayahnya dalam menghitung pemayaran gaji mingguan, dan menjelaskan hasil yang enar dari penghitungan yang panjang dan rumit. Setelah dicek ternyata Gauss Pada usia 10 tahun, kejeniusan Gauss menarik perhatian ahli matematika yang masih muda ernama Bartels, yang kemudian mengajarkan pada Gauss dasar- dasar matematika sampai menarik perhatian Duke of Brunswick. Duke of Brunswick sangat tertarik dan menjadikannya murid yang dilindungi. Pada usia 15 tahun Gauss memasuki kuliah di Caroline College in Brunswick, lalu dalam waktu singkat melakukan penelitian tentang aritmatika tingkat tinggi yang menjadikannya seagai salah satu dari tiga esar ahli matematika dunia, setara dengan Archimedes dan Newton. Ketika lulus kuliah pada tahun 1795 pada usia 18 tahun, dia telah menemukan metode kuadrat terkecil. Dia kemudian memasuki University of Gottingen, dimana selama tiga tahun sangat produktiv dia menyelesaikan Penelitian Pertidaksamaan Aritmatika. Tahun 1798 dia masuk University of Helmstedt, dimana dia meraih Ph. D. dalam satu tahun. Thesis doktornya menjadi ukti pertama teori- teori dasar aljaar. Pada usia 1 / dia menyelesaikan prolem yang sangat terkenal. Tulisannya tentang Pertidak- samaan yang diteritkan tahun 1801, menjadi dasar agi teori ilangan, tapi ini hanya salah satu saja dari sumangan pemikirannya yang sangat anyak. Sepanjang hidupnya ( dia wafat pada 1855 di usia 78), dia memerikan sumangan pemikiran esar untuk idang astronomi, geodesi ( pengukuran umi), geometri, teori fisika ( khususnya elektromagnetisme), ilangan kompleks dan fungsi kompleks. Selain dikenal seagai peneliti teoritis, Gauss juga dikenal aik seagai penemu telegraph elektrik pada tahun 1833. CONTOH 1. 60. 1 Misalkan x adalah ilangan- ilangan yang diwakili oleh {,, 6 }. Periksalah untuk x erapa pernyataan x 1 3 menghasilkan kesimpulan Untuk x, didapatkan 1 1, padahal seharusnya 3. Karena 1 3 maka pernyataan tidak Untuk x, didapatkan 1 3, memang seharusnya 3. Karena 3 3 maka pernyataan Untuk x 6, didapatkan 6 1 5, padahal seharusnya 3. Karena 5 3 maka pernyataan tidak Jadi pernyataan x 1 3 enar hanya untuk x. CONTOH 1. 60. Misalkan x adalah ilangan- ilangan yang diwakili oleh {,, 6 }. Periksalah untuk x erapa saja pernyataan x menghasilkan kesimpulan Untuk x, didapatkan 0, 0 memang, jadi pernyataan Untuk x, didapatkan, memang, jadi pernyataan itu juga Untuk x 6, didapatkan 6, adalah pernyataan tidak Jadi pernyataan x enar hanya untuk x dan untuk x.

30 CONTOH 1. 60. 3 Misalkan x adalah ilangan- ilangan yang diwakili oleh {,, 6 }. Periksalah untuk x erapa saja pernyataan x 1 3 menghasilkan kesimpulan Untuk x, didapatkan 1 1, 1 ukan 3, maka pernyataan itu tidak Untuk x, didapatkan 1 3, 3 memang 3, maka pernyataan itu Untuk x 6, didapatkan 6 1 5, 5 memang 3, maka pernyataan itu juga Jadi pernyataan x 1 3 enar hanya untuk x dan untuk x 6. CONTOH 1. 60. Misalkan x adalah ilangan- ilangan yang diwakili oleh {,, 6 }. Periksalah untuk x erapa saja pernyataan x + 7 < 9 menghasilkan kesimpulan Untuk x, didapatkan + 7 9, karena 9 ukan < 9, maka pernyataan di atas tidak Untuk x, didapatkan + 7 11, karena 11 ukan < 9, maka pernyataan di atas tidak Untuk x 6, didapatkan 6 + 7 13, karena 13 ukan < 9, maka pernyataan di atas tidak juga Jadi tak ada satupun dari x dalam {,, 6} yang isa mewakili sehingga pernyataan x + 7 < 9 Himpunan ilangan- ilangan yang memuat pernyataan teruka menjadi enar diseut himpunan jawaan. Dengan demikian himpunan jawaan untuk No. 1. 60. 1 sampai No. 60. adalah { }, {, }, {, 6} dan { } atau Ø. CONTOH 1. 61 Hasil penelitian menunjukkan ahwa huungan antara panjang tulang paha ( os femur, simol f ) dengan tinggi ( height, simol H ) adan wanita dalam satuan cm mengikuti rumus erikut H 1. 95f + 7. 85 Seorang polisi menemukan tulang paha wanita sepanjang 0 cm. Jika wanita yang dilaporkan hilang tingginya 10 cm, dapatkah disimpulkan ahwa tulang tadi milik wanita yang dilaporkan hilang? Untuk f 0, didapatkan H 1. 95( 0) + 7. 85 150. 85 Karena 10 150. 85 maka sulit untuk disimpulkan ahwa tulang tadi milik wanita yang hilang. CONTOH 3. 61 Temukan himpunan jawaan agi pernyataan x + 7 < 9 jika x adalah ilangan ulat ( integer). Dalam kasus ini ilangan yang disepakati oleh mewakili x dalam x + 7 < 9 adalah ilangan ulat, yaitu {..., - 3, -, - 1, 0, 1,, 3,...}. Karena 1 + 7 8 dan 8 < 9, maka nilai x teresar yang oleh mewakili x dalam x + 7 < 9 adalah 1. Oleh sea itu himpunan jawaannya adalah {..., - 3, -, - 1, 0, 1}, yaitu seluruh ilangan ulat yang kurang atau sama dengan 1.

31 SOAL 7. 1. 61. Carilah himpunan ilangan ulat ( integer) yang isa mewakili x dalam persamaan / pertidak- samaan erikut: 1. x +. x + 3. x + 7. x 1 < 5 5. x - 7 < 1 6. 3 + x 7. x 5 ½ 8. + x x + Untuk no. 9-1 Jika ilangan yang oleh mewakili x dalam persamaan/ pertidak- samaan erikut adalah ilangan Riil, carilah himpunan jawaannya: 9. x- 1> 0 10. x + 1 < 3 11. x + ½ 0 1. x ½ 0 CONTOH 5. 8 Carilah himpunan jawaan dari persamaan 3x + 50. 3x 8 x 16 x atau - Himpunan jawaannya {, - } Pola dasar persamaan kuadratik : ax + x + c 0 a 0 ± ac Rumus persamaan kuadratik s : x a CONTOH 6. 8. Carilah himpunan jawaan untuk persamaan x x 1 0 Untuk mencari nilai- nilai a,, dan c, kita tulis lagi persamaan dalam entuk s: 1 x + (- ) x + ( 1) 0 lalu diandingkan dengan a x + x + c 0 sehingga ditemukan ahwa a 1, -, dan c -1 ( ) ± ( ) (1)( 1) ± 16 + 8 ± 6 ± 8 1 x atau (1) 6 atau -. Jadi himpunan jawaan agi persamaan terseut adalah { 6, - }.

3 CONTOH 7. 83. ditemukan ahwa : Carilah himpunan jawaan untuk persamaan 3x + x 5 0 Jika diandingkan dengan pola dasar ax + x + c 0 a 3, 1, c - 5 lalu dimasukkan ke dalam rumus x x 1 ± 1 (3)( 5) (3) 1 ± 1 + 60 6 1 ± 6 61 ± a ac menjadi: 1 + 61 1 61 maka himpunan jawaan {, } 6 6 Dalam MS- Excell, akar dinyatakan dengan SQRT( ilangannya), sementara memulatkan ke dua digit dinyatakan dengan ROUND( ilangannya, ) ROUND( SQRT( 61), ) menghasilkan ahwa 61 ( aca: mendekati sama dengan ) 7. 81 sedangkan ROUND((- 1+ 7. 81)/ 6, ) menghasilkan 1. 1 sementara ROUND((-1-7. 81)/ 6, ) menghasilkan - 1. 7 maka jika dipaksakan penyederhanaan himpunan jawaan menjadi: { 1. 1, 1. 7} dengan catatan ahwa seenarnya { 1. 1, - 1. 7 } pada pemulatan dua digit. CONTOH 8. 83. Carilah himpunan jawaan untuk persamaan x x -1 Persamaan dimodifikasi dulu ke entuk standar x x + 1 0 lalu diandingkan dengan pola dasar ax + x + c 0 sehingga ditemukan ahwa : a, -, c 1 lalu dimasukkan ke dalam rumus x x ( ) ± ( ) () ± a ()(1) ac menjadi: ± 8 ± ± ( )( 1) Karena 1adalah ilangan complex, maka dimisalkan seagai i. 1 ± (1)( i) 1 ± i 1 + i Dengan demikian hasilnya jadi himpunan jawaannya { ± ()( 1) 1 i, }