METODE PENGURANGAN Metode Berhitung Cepat Tanpa Kalkulator

dokumen-dokumen yang mirip
METODE PENGAKARAN Metode Berhitung Cepat Tanpa Kalkulator

METODE PERKALIAN Metode Berhitung Cepat Tanpa Kalkulator

METODE PENGUADRATAN Metode Berhitung Cepat Tanpa Kalkulator

METODE PENGECEKAN Metode Berhitung Cepat Tanpa Kalkulator

Saat menemui penjumlahan langsung pikirkan hasilnya dengan cepat lalu lakukan penjumlahan untuk setiap jawaban yang diperoleh.

PENERAPAN AKSIOMA KETERBAGIAN DALAM PEMBELAJARAN KONSEP AKAR PANGKAT DUA DI KELAS VII SMP Oleh : Andi Syamsuddin*

DEKAK-DEKAK. Fungsi alat peraga : - Menjelaskan nilai tempat - Memperagakan operasi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan asli

Beberapa Uji Keterbagian Bilangan Bulat

BAB I PENDAHULUAN. dan tidak disukai oleh siswa. Hal ini sesuai dengan hasil observasi siswa. sesuai dengan yang diharapkan.

Bahan Ajar untuk Guru Kelas Kelas 5 Perkalian dan Pembagian pada Bilangan Bulat

PENGURUTAN BILANGAN METODE BUBBLE SORT

PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 2

penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500

2 PECAHAN. Kata-Kata Kunci: jenis pecahan pengurangan pecahan bentuk pecahan perkalian pecahan penjumlahan pecahan pembagian pecahan

Sumber: Kamus Visual, 2004

PENGURUTAN BILANGAN METODE STRAIGHT SELECTION

SISTEM DIGITAL Dalam Kehidupan Sehari-hari PADA KALKULATOR

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LABSHEET ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

MATEMATIKA KONSEP DAN APLIKASINYA Untuk SMP/MTs Kelas VII

Pertemuan Ke 2 SISTEM PERSAMAAN LINEAR (SPL) By SUTOYO,ST.,MT

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

MATA PELAJARAN WAKTU PELAKSANAAN PETUNJUK UMUM

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR D3MI 2016

Kasus A : Tabel untuk AM

BAB IV PENGARUH METODE EKLEKTIK TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS X IPS I DI MAN PEMALANG

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) I ( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) a. Apakah gambar di atas membentuk suatu pola?

Kasus A : Enkripsi Kalimat

Pertemuan 2. sistem bilangan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 5 MEMAHAMI METHOD GET DAN POST PADA PHP

SD kelas 4 - MATEMATIKA PECAHAN (K13 REVISI 2016)UJI KOMPETENSI PECAHAN (K13 REVISI 2016)

Perhatikan skema sistem bilangan berikut. Bilangan. Bilangan Rasional. Bilangan pecahan adalah bilangan yang berbentuk a b

Bagian 1 Sistem Bilangan

METODE NUMERIK. MODUL 1 Galat dalam Komputasi Numerik 1. Zuhair Jurusan Teknik Informatika Universitas Mercu Buana Jakarta 2008 年 09 月 21 日 ( 日 )

Algoritma Sorting (Selection Insertion)

ALAT PERAGA GARIS BILANGAN PADA MATERI BILANGAN BULAT

BAB 1. PENDAHULUAN KALKULUS

STRATEGI MENYEDERHANAAN MASALAH YANG SERUPA (Simpler Analogous Problem)

Aritmatika Jam. Oleh Sufyani P

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA

SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2016 TINGKAT PROVINSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR KELAS III SEMESTER 1

STOK/INVENTORI SEKOLAH

03/08/2015. Sistem Bilangan Riil. Simbol-Simbol dalam Matematikaa

KONSEP DASAR BARISAN DAN DERET SERTA PENERAPAN

Selamat Datang di FPDF!

BAB I PENDAHULUAN. edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa,

PENERAPAN ALJABAR DALAM TEKNIK MENGHITUNG PERKALIAN DUA BILANGAN Oleh : Musthofa Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY

A. Menentukan Bilangan Hasil Pangkat Tiga

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Pengulangan. Budhi Irawan, S.Si, M.T

DINAS PENDIDIKAN KOTA BOGOR KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH (SMA/MA SE KOTA BOGOR) TES UJI COBA UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 LEMBAR SOAL

Kata Pengantar Faktor dan Kelipatan

I. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA SDLB AUTIS

1.Tentukan solusi dari : Rubrik Penskoran :

LAMPIRAN. 1. Data Kontrol Nama : Usia : Status : Pekerjaan : Suku : Agama :

Contoh Masalah Matematika dan Solusinya dengan Menggunakan Strategi Penemuan Pola

Disusun Oleh : ARISMAN WIJAYA. Aris

Assessment KE-4 DCH1B3 (Konfigurasi Perangkat Keras Komputer) Semester Gasal 2016/2017. Desember 2016 Durasi : 100 menit

134 Ayo Belajar Matematika Kelas IV

CARA MENENTUKAN HASIL AKAR PANGKAT TIGA

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan. 1. Karakteristik Petugas. Berdasarkan teori yang ada pekerja dengan usia tahun

- Burhan Mustaqim - Ary Astuty

BAB I PENDAHULUAN. begitu terkenal di masyarakat Indonesia. hal ini terjadi karena masyarakat

PEKELILING JABATAN PENDAFTAR

Sistem Bilangan dan Kode

BAB V PEMBAHASAN A. Kemampuan Number Sense Siswa Laki-Laki Berkemampuan Matematika Tingkat Tinggi dalam Menyelesaikan Soal Barisan dan Deret

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

PANDUAN PENGGUNA SISTEM MAKLUMAT PENGURUSAN SUMBER MANUSIA (HUMAN RESOURCE MANGEMENT INFORMATION SYSTEM) MODUL PENGURUSAN REKOD PERIBADI

Xpedia Matematika. DP Probabilitas

Lecture Notes Algoritma dan Pemrograman

Penerapan Aljabar Dalam Teknik Menghitung Perkalian Dua Bilangan

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti selama dua kali pertemuan melalui

Bermain Sambil Belajar Trigonometri

Operasi Hitung Bilangan 1

BILANGAN-BILANGAN YANG MENAKUTKAN

Operasi Hitung Perkalian dan Pembagian

C n r. h t t p : / / m a t e m a t r i c k. b l o g s p o t. c o m. P n. P ( n, n ) = n P n = P n n!

LATIHAN SOAL (FUNGSI & PROSEDUR)

Nomer : Fakultas : Semester : PETUNJUK PENGISIAN

PROSES BERNALAR SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL-SOAL OPERASI BILANGAN DENGAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK

MODUL TEKNIK DIGITAL MODUL II ARITMATIKA BINER

ADAKAH ALAT PERAGA UNTUK MEMPERMUDAH PEMAHAMAN SISWA DALAM MEMPELAJARI OPERASI HITUNG PERKALIAN BILANGAN BULAT? Oleh: Pujiati*)

PENDAHULUAN INDUKSI MATEMATIKA Di dalam Matematika, sebuah pernyataan atau argumen dan bahkan sebuah rumus sekalipun tidak hanya sekedar dibaca.

MODUL 2 DATA BESARAN LISTRIK & KETIDAKPASTIAN

Definisi Bilangan Biner, Desimal, Oktal, Heksadesimal

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET BAHASA PEMROGRAMAN

Sasaran Pertemuan 2 PERTEMUAN 2 SISTEM BILANGAN

BAB I PENDAHULUAN. seluruh cabang matematika seperti Aljabar, Aritmatika, Analisis dan

Transkripsi:

KABAKUTA METODE PENGURANGAN Metode Berhitung Cepat Tanpa Kalkulator oscar ridhwan www.oscarridhwan.com KABAKUTA

BAB 2 PENGURANGAN Pada bab sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana cara menjumlah cepat bilangan bersusun dengan menggunakan metode 11 dan metode 9. Selanjutnya dalam bab 2 ini kita akan mempelajari proses kebalikannya yaitu bagaimana mengurangkan bilanganbilangan besar. METODE BERTANDA Metode pertama yang akan dibahas adalah metode baru yang merupakan penyederhanaan dari proses berfikir dalam proses pengurangan suatu bilangan dengan bilangan lainnya. Dalam proses pengurangan biasanya kita akan merasa kesulitan apabila angka dalam bilangan yang akan kita kurangi lebih kecil daripada angka bilangan pengurangnya. Dengan metode ini kita bisa mengurangkan suatu bilangan dengan mudah, agar penjelasan metode ini mudah dipahami, berikut contoh-contoh penyelesaian menggunakan metode ini Contoh 1 48761 bil I 28321- bil II 20440 Dalam contoh 1 semua angka penyusun pada bilangan 1 lebih besar atau sama dengan angka penyusun bilangan II. Jadi menggunakan metode pengurangan biasapun sudah memadai. www.oscarridhwan.com 2

Contoh 2 63474 bil I 58293- bil II Pada contoh yang kedua ini ada beberapa angka pada bilangan II lebih besar dibandingkan dengan angka pada bilangan I yakni 8 > 3 dan 9 > 7 Untuk mengatasi pengurangan semacam ini, kita bisa menggunakan metode bertanda Caranya sebagai berikut : Langkah 1 Kurangkanlah angka-angka pada bilangan I dengan angka-angka pada bilangan II, apabila angka pada bilangan I lebih besar daripada angka pada bilangan II, maka tukarlah angkaangka tersebut. 6 3 4 7 4 bil I 5 8 2 9 3- bil II 1 5 2 2 1 4 3 = 1 7 9 = ; 7 < 9, maka harus ditukar, 9 7 = 2; tulis 2. Tanda coret di atas angka 2 berarti ada proses penukaran angka dalam perhitungannya 4 2 = 2 3 8 = ; 3 < 8, maka harus ditukar, 8 3 = 5; tulis 5. 6 5 = 1 Hasilnya 1 5 2 2 1 Langkah 2 Ubahlah hasil yang diperoleh pada langkah 1 ke dalam nilai yang sebenarnya www.oscarridhwan.com 3

Hasil yang kita peroleh ini masih belum menyatakan hasil yang sebenarnya, karena masih mengandung tanda coret atas, untuk itu harus diubah dengan cara sebagai berikut : 1 5 2 2 1 Tanda coret atas pada angka 5 dan 2 berarti bahwa (10-5) dan (10-2), jadi kita harus mengurangi 10 dengan angka yang dicoret (5 dan 2) dan 10 tersebut kita ambil 1 satuan dari angka di depannya, yakni : 1 5 2 2 1 1 1 5 2 1 2 1 = 5 1 8 1 Indeks bawah angka 1 berarti bahwa angka yang berindeks tersebut diambil 1 dan bernilai 10 untuk angka dibelakangnya (angka bercoret atas) 1 1 5 2 1 2 10 5 = 5 20 2 = 18 Maka hasil akhirnya 5181 Mudah bukan????? Untuk selanjutnya tanda coret atas kita sebut bar, jadi 2 dibaca 2 bar Contoh 3 Langkah 1 Kurangkanlah angka-angka pada bilangan I dengan angka-angka pada bilangan II, apabila angka pada bilangan I lebih besar daripada angka pada bilangan II, maka tukarlah angkaangka tersebut. www.oscarridhwan.com 4

7 4 2 6 5 2 5 3 5 6-5 1 1 1 1 5 6 = ; 5 < 6, maka harus ditukar 6 5 = 1, tulis 1 6 5 = 1 2 3 = ; 2 < 3, maka harus ditukar 3 2 = 1, tulis 1 4 5 = ; 4 < 5. maka harus ditukar 5 4 = 1, tulis 1 7 2 = 5 Hasil sementara 51111 Langkah 2 Ubahlah hasil yang diperoleh pada langkah 1 ke dalam nilai yang sebenarnya 51111 5 1 1 1 11 1 1 = 48909 Tulislah indek 1 di depan angka yang mempunyai bar, hal ini untuk mengingatkan kita bahwa kita akan meminjam satu dari angka tersebut Jadi, hasil akhirnya 48909 Masih terasa sulit?, Cobalah perhatikan contoh yang ketiga ini. Contoh berikut ini akan menunjukkan langkah-langkahnya secara jelas sehingga anda bisa memahaminya. www.oscarridhwan.com 5

Contoh 4 Langkah 1 Kurangkanlah angka-angka pada bilangan I dengan angka-angka pada bilangan II, apabila angka pada bilangan I lebih besar daripada angka pada bilangan II, maka tukarlah angkaangka tersebut. 5 6 7 2 8 4 7 8 3 7 1 1 1 1 1 8 7 = 1 2 3 = ; 2 < 3, maka harus ditukar 3 2 = 1, tulis 1 7 8 =...; 7 < 8, maka harus dtukar 8 7 = 1, tulis 1 6 7 = ; 6 < 7, maka harus ditukar 7 6 = 1, tulis 1 5 4 =1 Hasil sementara 11111 Langkah 2 Ubahlah hasil yang diperoleh pada langkah 1 ke dalam nilai yang sebenarnya Pecahlah hasil sementara dari langkah 1 sebagai berikut : 10-1 111 11111 9111 9111 90-1 11 8911 8911 890-1 1 8891 Jadi, hasil akhirnya adalah 8891 Nah, mudah bukan? www.oscarridhwan.com 6

Cobalah untuk berlatih mengurangi bilangan dengan metode ini, karena dengan cara seperti itulah anda bisa memahaminya, jangan hanya belajar terbatas pada contoh yang diberikan disini. Selamat Mencoba... www.oscarridhwan.com 7