VEKTOR. Oleh : Musayyanah, S.ST, MT

dokumen-dokumen yang mirip
Rudi Susanto, M.Si VEKTOR

VEKTOR. Oleh : Musayyanah, S.ST, MT

9/17/2012 B E S A R A N. Besaran Fisika. massa, waktu, suhu, kecepatan, percepatan, panjang, luas, gaya, momentum, medan

BESARAN SKALAR DAN VEKTOR. Besaran Skalar. Besaran Vektor. Sifat besaran fisis : Skalar Vektor

Vektor Ruang 2D dan 3D

BAB II V E K T O R. Untuk menyatakan arah vektor diperlukan sistem koordinat.

Vektor. Vektor memiliki besaran dan arah. Beberapa besaran fisika yang dinyatakan dengan vektor seperti : perpindahan, kecepatan dan percepatan.

BAB II BESARAN VEKTOR

Arahnya diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh A dengan ketigas umbu koordinat,

BESARAN VEKTOR. Gb. 1.1 Vektor dan vektor

BESARAN, SATUAN & DIMENSI

BAB 1 BESARAN VEKTOR. A. Representasi Besaran Vektor

DIKTAT MATEMATIKA II

VEKTOR. 45 O x PENDAHULUAN PETA KONSEP. Vektor di R 2. Vektor di R 3. Perkalian Skalar Dua Vektor. Proyeksi Ortogonal suatu Vektor pada Vektor Lain

A x pada sumbu x dan. Pembina Olimpiade Fisika davitsipayung.com. 2. Vektor. 2.1 Representasi grafis sebuah vektor

VEKTOR. Gambar 1.1 Gambar 1.2 Gambar 1.3. Liduina Asih Primandari, S.Si., M.Si.

ujung vektor A bertemu dengan pangkal vektor B

Outline Vektor dan Garis Koordinat Norma Vektor Hasil Kali Titik dan Proyeksi Hasil Kali Silang. Geometri Vektor. Kusbudiono. Jurusan Matematika

Vektor di Bidang dan di Ruang

Matematika II : Vektor. Dadang Amir Hamzah

MODUL PERTEMUAN KE 2. MATA KULIAH : FISIKA TERAPAN (2 sks) Definisi Vektor, Komponen Vektor, Penjumlahan Vektor, Perkalian Vektor.

Selain besaran pokok dan turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran skalar dan besaran vektor

BAB II LANDASAN TEORI. A. Tinjauan Pustaka. 1. Vektor

BAB 1 Vektor. Fisika. Tim Dosen Fisika 1, Ganjil 2016/2017 Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Fakultas Teknik Elektro - Universitas Telkom

fi5080-by-khbasar BAB 1 Analisa Vektor 1.1 Notasi dan Deskripsi

Analisis Vektor. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY

a menunjukkan jumlah satuan skala relatif terhadap nol pada sumbu X Gambar 1

KATA SAMBUTAN. Jakarta, 17 Agustus 2008 Direktur Pembinaan SMK. iii

VEKTOR. Notasi Vektor. Panjang Vektor. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor (,, ) (,, ) di atas dapat dinyatakan dengan: Matriks = Maka = =

VEKTOR A. Vektor Vektor B. Penjumlahan Vektor R = A + B

Ruang Vektor Euclid R 2 dan R 3

BESARAN VEKTOR B A B B A B

MUH1G3/ MATRIKS DAN RUANG VEKTOR

BAB 2 ANALISIS VEKTOR

Bab 1 : Skalar dan Vektor

VEKTOR GAYA. Gambar 1. Perkalian dan pembagian vektor

VEKTOR. Besaran skalar (scalar quantities) : besaran yang hanya mempunyai nilai saja. Contoh: jarak, luas, isi dan waktu.

dengan vektor tersebut, namun nilai skalarnya satu. Artinya

Vektor di ruang dimensi 2 dan ruang dimensi 3

Aljabar Linear Elementer Part IV. Oleh : Yeni Susanti

B a b 2. Vektor. Sumber:

PanGKas HaBis FISIKA. Vektor

19. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah θ. = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a. a =

VEKTOR YUSRON SUGIARTO

FISIKA UNTUK UNIVERSITAS OLEH

Soal No. 1 Perhatikan gambar berikut, PQ adalah sebuah vektor dengan titik pangkal P dan titik ujung Q

Hasil Kali Titik, Hasil Kali Silang, dan Hasil Kali Tripel

Pengantar Teknologi dan Aplikasi Elektromagnetik. Dr. Ramadoni Syahputra Jurusan Teknik Elektro FT UMY

PERKALIAN DUA VEKTOR & PROYEKSI VEKTOR

Jika titik O bertindak sebagai titik pangkal, maka ruas-ruas garis searah mewakili

2. Tentukan persamaan garis yang melalui titik P (x 1,y 1,z 1 ) dan R (x 2,y 2,z 2 ) seperti yang ditunjukkan pada gambar. Z P Q R

VEKTOR YUSRON SUGIARTO

ALJABAR LINEAR DAN MATRIKS

MAKALAH VEKTOR. Di Susun Oleh : Kelas : X MIPA III Kelompok : V Adisti Amelia J.M.L

BESARAN, SATUAN DAN VEKTOR

VEKTOR. Makalah ini ditujukkan untuk Memenuhi Tugas. Disusun Oleh : PRODI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

VEKTOR II. Tujuan Pembelajaran

Diferensial Vektor. (Pertemuan II) Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

BAB I BESARAN DAN SATUAN

L mba b ng n g d a d n n n o n t o asi Ve V ktor

BAB III RUANG VEKTOR R 2 DAN R 3. Bab ini membahas pengertian dan operasi vektor-vektor. Selain

9.1. Skalar dan Vektor

Aljabar Linier Elementer. Kuliah ke-9

18. VEKTOR. 2. Sudut antara dua vektor adalah. a = a 1 i + a 2 j + a 3 k; a = 2. Penjumlahan, pengurangan, dan perkalian vektor dengan bilangan real:

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR

a11 a12 x1 b1 Definisi Vektor di R 2 dan R 3

Geometri pada Bidang, Vektor

MATRIKS & TRANSFORMASI LINIER

Pengantar KULIAH MEDAN ELEKTROMAGNETIK MATERI I ANALISIS VEKTOR DAN SISTEM KOORDINAT

MATEMATIKA. Sesi VEKTOR 2 CONTOH SOAL A. DEFINISI PERKALIAN TITIK

Definisi Jumlah Vektor Jumlah dua buah vektor u dan v diperoleh dari aturan jajaran genjang atau aturan segitiga;

Open Source. Not For Commercial Use. Vektor

VEKTOR 2 SMA SANTA ANGELA. A. Pengertian Vektor Vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Dilambangkan dengan :

BAB II V E K T O R. Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd. FISIKA KELAS X Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd. Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd. 52

KINEMATIKA GERAK 1 PERSAMAAN GERAK

L mba b ng n g d a d n n n o n t o asi Ve V ktor

Perkalian Titik dan Silang

ALJABAR LINEAR DAN MATRIKS VEKTOR

Bab 1 Vektor. A. Pendahuluan

Konsep Dasar. Modul 1 PENDAHULUAN

BESARAN, SATUAN DAN VEKTOR TEKNIK ELEKTRO S1 UNJANI MATERI KULIAH

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB I ANALISIS VEKTOR

Ringkasan Kalkulus 2, Untuk dipakai di ITB 36

Aljabar Linier & Matriks

Vektor-Vektor. Ruang Berdimensi-2. Ruang Berdimensi-3

Pengantar Vektor. Besaran. Vektor (Mempunyai Arah) Skalar (Tidak mempunyai arah)

DIKTAT MATEMATIKA II

Pentalogy BIOLOGI SMA

BESARAN DAN SATUAN DISUSUN OLEH : STEVANUS ARIANTO PENDAHULUAN PENGUKURAN JANGKA SORONG MIKROMETER SEKRUP BESARAN DASAR FAKTOR SI SATUAN DIMENSI

Geometri pada Bidang, Vektor

B.1. Menjumlah Beberapa Gaya Sebidang Dengan Cara Grafis

GESERAN atau TRANSLASI

Diferensial Vektor. (Pertemuan III) Dr. AZ Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Matematika Lanjut 1. Sistem Persamaan Linier Transformasi Linier. Matriks Invers. Ruang Vektor Matriks. Determinan. Vektor

ANALISIS VEKTOR. Aljabar Vektor. Operasi vektor

----- Garis dan Bidang di R 2 dan R

erkalian Silang, Garis & Bidang dalam Dimensi 3

Mekanika Rekayasa/Teknik I

Transkripsi:

VEKTOR Oleh : Musayyanah, S.ST, MT 1

2.1 ESRN SKLR DN VEKTOR Sifat besaran fisis : esaran Skalar Skalar Vektor esaran yang cukup dinyatakan oleh besarnya saja (besar dinyatakan oleh bilangan dan satuan). Contoh : waktu, suhu, volume, laju, energi Catatan : skalar tidak tergantung sistem koordinat esaran Vektor esaran yang dicirikan oleh besar dan arah. z Contoh : kecepatan, percepatan, gaya Catatan : vektor tergantung sistem koordinat y x 2

2.2 PENGGMRN DN PENULISN (NOTSI) VEKTOR Gambar : Titik P Titik Q Tanda panah P Q : Titik pangkal vektor : Ujung vektor : rah vektor Panjang PQ = PQ : esarnya (panjang) vektor Notasi Vektor Huruf tebal Pakai tanda panah di atas Huruf miring esar vektor = = (pakai tanda mutlak) Catatan : Untuk selanjutnya notasi vektor yang digunakan huruf tebal 3

Catatan : a. Dua vektor sama jika arah dan besarnya sama = b. Dua vektor dikatakan tidak sama jika : 1. esar sama, arah berbeda 2. esar tidak sama, arah sama 3. esar dan arahnya berbeda 4

2.3 OPERSI MTEMTIK VEKTOR 1. Operasi jumlah dan selisih vektor 2. Operasi kali 2.3.1 JUMLH DN SELISIH VEKTOR Metode: 1. Jajaran Genjang 2. Segitiga 3. Poligon 4. Uraian 1. Jajaran Genjang + = R = + esarnya vektor R = R = 2 2 2 cos esarnya vektor + = R = R = esarnya vektor - = S = S = 2+ 2 + 2 cosθ + 2-2 cosθ 2 5

Jika vektor dan searah θ = 0 o : R = + Jika vektor dan berlawanan arah θ = 180 o : R = - Jika vektor dan Saling tegak lurus θ = 90 o : R = 0 Catatan : Untuk Selisih (-) arah Vektor di balik 2. Segitiga + = 3. Poligon (Segi anyak) + + + = D ++C+D D C 6

Sifat-Sifat Vector sosiatif (+) + C = + (+C) Distributif (a+b). = a. + b. Penjumlahan dengan Nol + 0 = 0+ = Komutatif + = + Penjumlahn dengan inversnya + (-) = 0 = (-) + 7

Norma Vector Jika diketahui : u = (u 1, u 2 ) dan v = (v 1, v 2, v 3 ) Dimensi dua : u = u 1 2 + u 2 2 Dimensi tiga : v = v 1 2 + v 2 2 + v 3 2 8

Contoh Soal = (2,4, -5), = (1,2,6), dan C = (3,5)? C? - C?,, dan C 9

4. Uraian Vektor diuraikan atas komponen-komponennya (sumbu x dan sumbu y) Y y y = x.i + y.j ; = x.i + y.j x = cos θ ; x = cos θ y = sin θ ; y = sin θ x x X esar vektor + = + = R R x = x + x R y = y + y R = + = R 2 2 x R y rah Vektor R (terhadap sb.x positif) = tg θ = θ = R R y x arc tg R R y x 10

2.3.2 PERKLIN VEKTOR 1. Perkalian Skalar dengan Vektor 2. Perkalian vektor dengan Vektor a. Perkalian Titik (Dot Product) b. Perkalian Silang (Cross Product) 1. Perkalian Skalar dengan Vektor Hasilnya vektor C = k k : Skalar : Vektor Vektor C merupakan hasil perkalian antara skalar k dengan vektor Catatan : Jika k positif arah C searah dengan Jika k negatif arah C berlawanan dengan k = 3, C = 3 11

2. Perkalian Vektor dengan Vektor a. Perkalian Titik (Dot Product) Hasilnya skalar = C C = skalar esarnya : C = Cos θ = = besar vektor = = besar vektor θ= sudut antara vektor dan θ cos θ θ [0, 180 ] > 0, jika 0 θ 90 = 0, jika θ = 90 < 0, jika 90 θ 180 12

Sifat-sifat Perkalian Titik (Dot Product) 1. Komutatif : = 2. Distributif : (+C) = ( ) + ( C) Catatan : 1. Jika dan saling tegak lurus = 0 2. Jika dan searah = 3. Jika dan berlawanan arah = - 13

Contoh Soal Jika diketahui vector-vector sebagai berikut, maka tentukan (4, -4, -2), (8,-8,4) dan θ = 60 (3, 2, 1) dan (2,3,4) (4, -4, -2), (8,-8,4) dan θ = 90 14

b. Perkalian Silang (Cross Product) C = x θ Hasilnya vektor θ C = x Catatan : rah vektor C sesuai aturan tangan kanan esarnya vektor C = x = sin θ Sifat-sifat : 1. Tidak komunikatif x = x 2. Jika dan saling tegak lurus x = x 3. Jika dan searah atau berlawan arah x = 0 15

2.4 VEKTOR STUN Vektor yang besarnya satu satuan ˆ Notasi 1 ˆ ˆ esar Vektor Dalam koordinat Cartesian (koordinat tegak) Z i X k j Y rah sumbu x : rah sumbu y : rah sumbu z : î ĵ kˆ iˆ x y ˆj kˆ z 16

Sifat-sifat Perkalian Titik (Dot Product) Vektor Satuan i i = j j = k k = 1 i j = j k = k i = 0 Sifat-sifat Perkalian silang (Cross Product) Vektor Satuan i x i = j x j = k x k = 0 i x j = k k j x k = i i k x i = j j 17

Contoh Soal 1. Lima buah vektor digambarkan sebagai berikut : X C D Y E esar dan arah vektor pada gambar di samping : Vektor esar (m) rah ( o ) 19 0 15 45 C 16 135 D 11 207 E 22 270 Hitung : esar dan arah vektor resultan. Jawab : Vektor esar (m) rah( 0 ) Komponen X(m) Komponen Y (m) C D E 19 15 16 11 22 0 45 135 207 270 19 10.6-11.3-9.8 0 0 10.6 11.3-5 -22 R X = 8.5 R Y = -5.1 R esar vektor R : R 2 + = R 2 = = 8. 52 X y + ( - 5.1) 2 94.. 01 = 9.67 m rah vektor R terhadap sumbu x positif : - 5.1 tg = = - 0,6 8.5 = 329.03 0 (terhadap x berlawanan arah jarum jam ) 18

2. Diketahui koordinat titik adalah (2, -3, 4). Tuliskan dalam bentuk vektor dan berapa besar vektornya? Jawab : Vektor = 2i 3j + 4k = = 2 2 + (-3) 2 + 4 2 = 29 satuan 3. Tentukanlah hasil perkalian titik dan perkalian silang dari dua buah vektor berikut ini : = 2i 2j + 4k = i 3j + 2k Jawab : Perkalian titik :. = 2.1 + (-2)(-3) + 4.2 = 16 Perkalian silang : x = i 2 1 - - j 2 3 k 4 2 = { (-2).2 4.(-3)} i {2.2 4.1} j + {2.(-3) (-2).1} k = (-4+12) i (4-4) j + (-6+4) k = 8i 0j 2j = 8i 2k 19

Proyeksi Orthogonal v 2 u v 1 a proj a u = u. a a 2 a Komp a u = u proj a u = u u. a a 2 a 20

Contoh Soal Diketahui u = (4,-2,3) dan a = (4,-2,2). Tentukan. projeksi orthogonal dari u pada a. komponen vector u yang orthogonal terhadap a 21

Penyelesaian u.a = 26 a 2 = 24 Projeksi orthogonal dari u pada a proj a u = u. a a 2 a proj a u = 26 4, 2,2 = 26, 26, 26 24 6 12 12 Komponen vector u yang orthogonal terhadap a Komp a u = u proj a u = u u.a 26 2 a = (4, 2,3 ) ( 1 3, 1 6, 5 6 a, 26, 26 6 12 12 ) = 22