Regresi Linier Berganda

dokumen-dokumen yang mirip
REGRESI LINIER BERGANDA. Debrina Puspita Andriani /

Kuliah Statistika Industri II Regresi & Korelasi Berganda

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis korelasi adalah metode statistika yang digunakan untuk menentukan

Pertemuan 10 STATISTIKA INDUSTRI 2. Multiple Linear Regression. Multiple Linear Regression. Multiple Linear Regression 19/04/2016

Korelasi Linier Berganda

BAB II LANDASAN TEORI. : Ukuran sampel telah memenuhi syarat. : Ukuran sampel belum memenuhi syarat

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. Data merupakan bentuk jamak dari datum. Data merupakan sekumpulan

BAB II LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regressison analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun persamaan

BAB ΙΙ LANDASAN TEORI

MA5283 STATISTIKA Bab 7 Analisis Regresi

Regresi Linier Sederhana dan Korelasi. Pertemuan ke 4

Hipotesis adalah suatu pernyataan tentang parameter suatu populasi.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regression analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

Statistik merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling banyak

Contoh Kasus Regresi sederhana

BAB IV ANALISIS DATA A. PENGUJIAN HIPOTESIS

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regression analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

4/19/2016. Regresi Linier Berganda. Regresi Berganda. Model Regresi Berganda. Model Regresi Berganda. Asumsi Regresi Berganda. Model Regresi Berganda

II. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab 2 LANDASAN TEORI. : Ukuran sampel telah memenuhi syarat. : Ukuran sampel belum memenuhi syarat

KORELASI LINIER BERGANDA

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH MODAL USAHA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA USAHA PADA PERUSAHAAN PENGGILINGAN PADI UD. SARI TANI TENGGEREJO KEDUNGPRING LAMONGAN

PENGUJIAN HIPOTESIS BEDA TIGA RATA-RATA ATAU LEBIH. Statistik Industri II Teknik Industri Universitas Brawijaya

Dimana : a = konstanta b = koefisien regresi Y = Variabel dependen ( variabel tak bebas ) X = Variabel independen ( variabel bebas ) Untuk mencari rum

Pertemuan 4-5 ANALISIS REGRESI SEDERHANA

BAB III LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Strategi Promosi Penjualan dengan Sistem Cara Bayar yang dilakukan

BAB 2 LANDASAN TEORI. regresi adalah sebuah teknik statistik untuk membuat model dan menyelediki

Bab 2 LANDASAN TEORI

Analysis of Variance (ANOVA) Debrina Puspita Andriani /

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor

KORELASI LINIER BERGANDA. Debrina Puspita Andriani /

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis Korelasi adalah metode statstika yang digunakan untuk menentukan tingkat

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

SESI 13 STATISTIK BISNIS

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Tingkat Harga Terhadap Peningkatan Penjualan Mie Ayam Keriting Permana di Perumahan Harapan Baru 1

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB VI ANALISIS REGRESI LINEAR GANDA

ANALISIS KORELASI & REGRESI. Kompilasi Kelompok 6 dan 8

A. SOAL 1: UJI NORMALITAS DATA DG CHIR KUADRAT. Pengukuran terhadap tinggi mahasiswa tingkat pertama dilakukan dan

BAB III METODE PENELITIAN. Statistik). Data yang diambil pada periode , yang dimana di dalamnya

REGRESI LINEAR SEDERHANA

BAB IV HASIL PENELITIAN. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

Zakiah Jamal /4EA03 Manajemen

ANALISIS REGRESI. Dimana : ý = subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan a = harga Y bila X = 0 (harga konstan)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN. digambarkan lewat angka simbol, kode dan lain-lain. Data itu perlu dikelompokkelompokkan

BAB 2 LANDASAN TEORI. bebas X yang dihubungkan dengan satu peubah tak bebas Y.

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA STUDIO MUSIK LJ S GALAXY

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan sebuah alat statistik yang memberi penjelasan

BAB I Pendahuluan. 1. Mengetahui pengertian penelitian metode regresi. 2. Mengetahui contoh pengolahan data menggunakan metode regresi.

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (b) Variabel independen yang biasanya dinyatakan dengan simbol

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... x

Oleh : I Md Artawan, SE, MM NIK Dosen Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa Denpasar REGRESI SEDERHANA

Pertemuan Ke-10. Teknik Analisis Regresi_M. Jainuri, M.Pd

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. teknik yang umum digunakan untuk menganalisis. hubungan antara dua atau lebih variabel adalah analisis regresi.

BAB III METODE PENELITIAN. di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA DATA. Mayang Adelia Puspita

Analisis Korelasi & Regresi

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Regresi pertama kali digunakan sebagi konsep statistika pada tahun 1877 oleh sir Francis Galton.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. 1. Analisis regresi linier sederhana 2. Analisis regresi linier berganda. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini merupakan tipe peneliti eksplanatori dengan

TINJAUAN PUSTAKA. Analisis regresi adalah suatu metode analisis data yang menggambarkan

BAB 2 LANDASAN TEORI

METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian

BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam bab ini adalah dengan menggunakan

BAB IV PEMBAHASAN. variabel independen dengan dependen, apakah masing-masing variabel

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 LANDASAN TEORI. berarti ramalan atau taksiran pertama kali diperkenalkan Sir Francis Galton pada

Mata Kuliah: Statistik Inferensial

BAB III METODE PENELITIAN. Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat tahun 2007 sampai dengan 2012.

ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI PADI DI DELI SERDANG. Riang Enjelita Ndruru,Marihat Situmorang,Gim Tarigan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Perubahan nilai suatu variabel dapat disebabkan karena adanya perubahan pada

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar kimia SMA Negeri 1 Jogonalan Kabupaten Klaten.

REGRESI LINIER GANDA. Fitriani Agustina, Math, UPI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali digunakan oleh Francis Galton. Dalam papernya yang

BAB III METODE PENELITIAN. Galesong Pratama Gorontalo sebagai objek penelitian. Hal ini di dasarkan

BAB 3 DESAIN PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. karakteristik tertentu (Indriantoro dan Supomo, 2003). Populasi dalam penelitian

METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian

REGRESI LINIER GANDA

BAB 4 HASIL PENELITIAN Deskripsi Data Terdistribusi Kualitas Sistem Informasi Business

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

Transkripsi:

Regresi Linier Berganda

Regresi Berganda Contoh Menguji hubungan linier antara variabel dependen (y) dan atau lebih variabel independen (x n ) Hubungan antara suhu warehouse dan viskositas cat dengan jumlah cacat foam mark pada produk Var. independen : suhu warehouse & viskositas cat Var. dependen : jumlah cacat foam mark Hubungan antara kecepatan pelayanan dan kualitas produk dengan kepuasan pelanggan Var. independen : kecepatan pelayanan & kualitas produk Var. dependen : kepuasan pelanggan

Model regresi linier berganda melibatkan lebih dari satu variabel bebas bisa, 3 dan seterusnya namun masih menunjukkan diagram hubungan yg linier Variabel bebas :, 3 dan seterusnya sampai sejumlah n Contoh Hubungan antara bibit, pupuk, luas sawah, curah hujan dengan hasil produksi padi Yˆ a b x b x... b n x n Regresi & korelasi linier berganda A. Terdapat variabel bebas Contoh Hubungan antara kecepatan pelayanan dan kualitas produk dengan kepuasan pelanggan. a Y b Y Y n b n n

Model Regresi Berganda Menguji hubungan linier antara variabel dependen (y) dan atau lebih variabel independen (x n ) Model pd populasi: Y-intercept Population slopes Random Error y = α + β x + β x + + β x + n n ε Estimasi model regresi berganda: Estimasi (atau prediksi) Nilai y Estimasi intercept Estimasi koofisien slope ŷ = a + + + + b x b x b x n n 4

Model Regresi Berganda Model dgn variabel independen y ŷ = a + b + x b x x x 5

Model Regresi Berganda Model dgn variabel independen y i y Sample observation ŷ = a + b + x b x < y i e = (y y) < x i x x x persamaan regresi y yang i terbaik diperoleh dengan meminimumkan sum of squared error (jmh kuadrat error) e 6 <

Asumsi Regresi Berganda Error (residual) dari model regresi: e = (y y) < Error berdistribusi normal Mean dari error adalah nol Error memiliki variansi yang konstan Error bersifat independen 7

Regresi Berganda Tentukan tujuan apa yang diinginkan dan pilih variabel dependennya Tentukan sejumlah variabel independen Pengumpulan data sampel (observasi) untuk semua variabel 8

Mencari Persamaan Regresi Berganda Dapat ditentukan dengan beberapa cara sbb:. Metode Kuadrat Terkecil. Persamaan Normal 3. Sistem Matriks 9

METODE KUADRAT TERKECIL 0

Metode Kuadrat Terkecil (dgn var independen) b b Y a x b x b a ŷ + + = n Y Y = n = n =

. Metode Kuadrat Terkecil ( )( ) ( )( ) ( )( ) ( ) x x x x y x x x y x x b - - = ( )( ) ( )( ) ( )( ) ( ) x x x x y x x x y x x b - - = b dan b Koefisien regresi parsial dicari dgn persamaan

y. Metode Kuadrat Terkecil = Y - ny x = - n x = - n x y = Y - n Y x y = Y - n Y x x - n 3 =

Contoh Soal Internal Revenue Service mencoba mengestimasi pajak aktual yang tak terbayar tiap bulan di divisi Auditing. Dua faktor yang mempengaruhinya adalah jumlah jam kerja pegawai dan jumlah jam kerja mesin (komputer). Untuk menganalisis seberapa besar kedua faktor itu mempengaruhi besarnya pajak aktual tak terbayar tiap bulan, dilakukan pencatatan selama 0 bulan dengan data ditunjukkan pada tabel berikut. Cari persamaan regresi linier bergandanya! 4

Contoh Soal Y (Rp 000) Bulan Jam kerja Pajak aktual yang Jam kerja pegawai mesin/komputer tidak dibayar Januari 45 6 9 Pebruari 4 4 4 Maret 44 5 7 April 45 3 5 Mei 43 3 6 Juni 46 4 8 Juli 44 6 30 Agustus 45 6 8 September 44 5 8 Oktober 43 5 7 5

Jawab n ke Y Y Y Y 45 6 9.305 464 70.05 56 84 4 4 4.008 336 588.764 96 576 3 44 5 7.88 405 660.936 5 79 4 45 3 5.5 35 585.05 69 65 5 43 3 6.8 338 559.849 69 676 6 46 4 8.88 39 644.6 96 784 7 44 6 30.30 480 704.936 56 900 8 45 6 8.60 448 70.05 56 784 9 44 5 8.3 40 660.936 5 784 0 43 5 7.6 405 645.849 5 79 Rata 44, 4,7 7, Total 44 47 7.005 4.03 6.485 9.46.73 7.48 6

Jawab - lanjutan y = Y - ny = 7.48 -(0 )( 7, ) = 9,6 x = - n = 9.46-(0 )( 44,) = x = - n =.73 -(0 )(4 7, ) =,9, x y = Y - ny =.005 -(0 )( 44,)( 7, ) = 9,8 x y = Y - n Y = 4.03-(0 )(4 7, )( 7, ) = 4,6 x x = - n = 6.485 -(0 )( 44,)(4 7, ) =,3 7

Jawab:

Jawab: Atau langsung dimasukkan ke rumus: a Y b b b b Diperoleh persamaan: Y = -3,88 + 0,564 +,099

Jawab - lanjutan ( x )( ) ( )( ) x y - x x x y ( )( ) ( ) (,)( 9,8 )-(,3 )(4,6 ) b = = = x x - xx (,9 )(,) -(,3 ) ( x )( ) ( )( ) x y - x x x y ( )( ) ( ) (,9 )(4,6 )-(,3 )( 9,8 ) b = = = x x - xx (,9 )(,) -(,3 ) 0,564,099 a = Y -b -b = 7, -(0,564 )( 44,) -(,099 )(4 7, ) = -3,88 Sehingga diperoleh persamaan regresi linier berganda yaitu: Y = -3,88 + 0,564 +,099 0

Interpretasi persamaan regresi berganda Persamaan regresi linier berganda Y = -3,88 + 0,564 +,099 Nilai a = -3,88 Jika jam kerja pegawai () dan jam kerja mesin () keduanya bernilai nol, maka estimasi besarnya pajak tertunda (Y) sebesar -3,88 Nilai b = + 0,564 Hubungan antara jam kerja pegawai () dengan pajak tertunda (Y) Jika jam kerja mesin () adalah konstan, maka setiap kenaikan nilai jam kerja pegawai () sebesar satu satuan akan meningkatkan pajak tertunda (Y) sebesar 0,564 satuan, Nilai b = +,099 Hubungan antara jam kerja mesin () dengan pajak tertunda (Y) Jika jam kerja pegawai () adalah konstan, maka setiap kenaikan nilai jam kerja mesin () sebesar satu satuan akan meningkatkan pajak tertunda (Y) sebesar,099 satuan

. Persamaan Normal Y = na + b + b Y = a + b + b Y = a + b + b

Contoh (dari soal sebelumnya) n ke Y Y Y Y 45 6 9.305 464 70.05 56 84 4 4 4.008 336 588.764 96 576 3 44 5 7.88 405 660.936 5 79 4 45 3 5.5 35 585.05 69 65 5 43 3 6.8 338 559.849 69 676 6 46 4 8.88 39 644.6 96 784 7 44 6 30.30 480 704.936 56 900 8 45 6 8.60 448 70.05 56 784 9 44 5 8.3 40 660.936 5 784 0 43 5 7.6 405 645.849 5 79 Rata 44, 4,7 7, Total 44 47 7.005 4.03 6.485 9.46.73 7.48 3

Jawab 4

Jawab - lanjutan Diperoleh persamaan: Y = -3,88 + 0,564 +,099 5

3. Sistem Matriks 6 A A a det det A A b det det A A b det det 3 n A Y Y Y A Y Y Y n A Y Y Y n A 3 Dari persamaan normal disusun dalam bentuk matriks

Mencari Determinan Matriks Untuk mencari determinan matriks berordo 3 x 3 dapat dengan beberapa metode, salah satunya dengan metode Sarrus. Misal ada sebuah matriks B. Maka 7

Persamaan regresi berganda dengan 3 variabel bebas 8

Persamaan regresi berganda dengan 3variabel bebas 9

Persamaan regresi berganda dengan 3 variabel bebas 30

Kesalahan Baku & Koefisien Regresi Berganda Kesalahan baku : nilai yang menyatakan seberapa jauh menyimpangnya nilai regresi terhadap nilai yang sebenarnya S e Sb y b x y b x y = n ( )( ) S e - n - r Y. m Sb n r S e m = k+ k = jmh var bebas Y. r Y. n n n Koefisien Korelasi antara dan n = jumlah observasi m = jumlah konstanta dalam 3 persamaan regresi berganda

Regresi & korelasi linier berganda Pendugaan dan Pengujian Koefisien Berganda S e Kesalahan Baku Regresi & Koefisien Regresi Berganda y b x y b x y S e Se =,39 Sb =0,677 Sb =0,699 (0)(6485) (44)(47) (0)(946) (44 ). (0)(73 n m (47 9,6 (0,564)(9,8),099(4,6) 0 3 3 )) 4,93 r Y. Sb Sb 0,84,39 946 (0)(44, ) 0,84,39 3,53,39 (73) (0)(4,7 ) 0,84,39 3,4 0,677 0,699 x n. 946 (0)(44,),9 x n. 73 (0)(4,7), y Y n. Y 748 (0)(7,) 9,6 x y Y n. Y 005 (0)(44,)(7,) 9,8 x y Y n. Y 403 (0)(4,7)(7,) 4,6 xx n. 6485 (0)(44,)(4,7),3 3

Interval Keyakinan Bagi penduga B dan B Pengujian menggunakan distribusi t dengan derajat bebas (db) = n m. Misal untuk α = 5% b i -t (α/, n-m) Sb i B i b i +t (α/, n-m) Sb i Interval keyakinan bagi penduga B adalah Regresi b -t (α/, n-m) & Sb korelasi B b +t (α/, n-m) linier Sb berganda 0,564-(,365)(0,677) B 0,564+(,365)(0,677) -,037 B,65 Interval keyakinan bagi penduga B adalah b -t (α/, n-m) Sb B b +t (α/, n-m) Sb,099-(,365)(0,699) B,099+(,365)(0,699) -0,554 B,75 33

Pengujian / Pendugaan Parameter Koefisien Regresi Berganda Bertujuan untuk menentukan apakah ada sebuah hubungan linear antar variabel tidak bebas Y dengan variabel bebas,,, k. Ada bentuk pengujian hipotesis bagi koefisien regresi berganda:. Pengujian hipotesis serentak. Pengujian hipotesis individual Pengujian Hipotesis Serentak Merupakan pengujian hipotesis koefisien regresi berganda dengan B dan B serentak atau secara bersama-sama mempengaruhi Y. Pengujian Hipotesis individual Merupakan pengujian hipotesis koefisien regresi berganda dengan hanya satu B (B atau B ) yang 34 mempengaruhi Y.

Pengujian Hipotesis Serentak Langkah-langkah pengujian:. Menentukan formulasi hipotesis» H 0 : B = B = 0 ( dan tidak mempengaruhi Y)» H : B B 0 ( dan mempengaruhi Y atau paling tidak ada yang mempengaruhi Y. Menentukan taraf nyata () dan nilai F tabel» Taraf () dan nilai F tabel ditentukan dengan derajat bebas = k dan = n - k - F( )( ) =. 35

Langkah-langkah pengujian: Pengujian Hipotesis Serentak - lanjutan 3. Menentukan kriteria pengujian H 0 diterima jika F 0 F( )( ) H 0 ditolak jika F 0 > F( )( ) n = jumlah observasi k = jumlah variabel bebas 4. Menentukan nilai uji statistik dengan tabel ANOVA Sumber Variasi Regresi (, ) Error Jumlah Kuadrat JKR JKE Derajat Bebas k n k - Total JKT n - Rata-rata Kuadrat 36 JKR k JKE n - k - F 0 RKR RKE

JKT = y Pengujian Hipotesis Serentak = Y - ny JKR b x y b x y ( ) ( ) JKR = b Y - n Y + b Y - n Y JKE = JKT - JKR Selain menggunakan tabel ANOVA di atas, nilai Fo dapat pula ditentukan dengan menggunakan rumus: 0 KPB KPB ( n 3) Dimana: KPB = (R ) = koefisien penentu atau koefisien determinasi berganda n = jumlah sampel F 37

Pengujian Hipotesis Serentak - lanjutan KPB = (R ) = koefisien penentu atau koefisien determinasi berganda R = b x y + b x y y 5. Membuat kesimpulan Menyimpulkan apakah H 0 diterima atau ditolak 38

Pengujian Hipotesis Individual Langkah-langkah pengujian:. Menentukan formulasi hipotesis H 0 : B i = 0 (tidak ada pengaruh i terhadap Y) H : B i > 0 (ada pengaruh positif i terhadap Y) B i < 0 (ada pengaruh negatif i terhadap Y) B i 0 (ada pengaruh i terhadap Y). Menentukan taraf nyata () dan nilai t tabel db = n - k 39

Pengujian Hipotesis Individual - lanjutan Langkah-langkah pengujian: 3. Menentukan kriteria pengujian H 0 diterima jika t 0 t (n-m) H 0 ditolak jika t 0 < t (n-m) 4. Menentukan nilai uji statistik 5. Membuat kesimpulan 40

Pengujian / Pendugaan Parameter Koefisien Regresi Berganda Langkah-langkah pengujian ) Menentukan formulasi hipotesis Pengujian Hipotesis Serentak Regresi & korelasi linier berganda H0 : B = B = 0 ( dan tidak mempengaruhi Y) H : B B 0 ( dan mempengaruhi Y atau paling tidak ada yang mempengaruhi Y ) Menentukan taraf nyata () dan nilai F tabel Taraf (=0,05) dan nilai F tabel ditentukan dengan derajat bebas = k = dan = n k- = 0-- = 7 F ( ) = F0,05 () (7) = 9,647 4

3. Kriteria pengujiannya H 0 diterima bila Fo 9,647 H 0 ditolak bila Fo > 9,647 4. Menentukan nilai uji statistik dengan tabel ANOVA Sumber Variasi Jumlah Kuadrat Derajat Bebas Rata-rata Kuadrat & korelasi linier berganda Regresi,57 0,78 (, ) Error 8,03 Total 9,6 9 7,47 F 0 9,398 JKT JKR b y Y n. Y 9,6 x y b x y JKE = JKT - JKR,57 Kesimpulan : Karena Fo = 9,398 9,647 maka Ho diterima. Jadi tidak ada pengaruh dari dan terhadap Y 4

Pengujian / Pendugaan Parameter Koefisien Regresi Berganda Pengujian Hipotesis Individual 3) Menentukan kriteria pengujian Regresi & korelasi linier berganda H0 diterima jika t 0 t (n-m) H0 ditolak jika t 0 < t (n-m) 4) Menentukan nilai uji statistik 5) Membuat kesimpulan 43

Pengujian / Regresi Pendugaan & Parameter korelasi Koefisien linier Regresi berganda Berganda Penyelesaian: Karena thitung 0,6746 dan,735 <,365, Maka kita harus menerima hipotesis H0 : B = 0 maupun Ho = B = 0 Berarti tidak ada hubungan linier berganda antara variabel 44 dan

Latihan Soal Keputusan konsumen untuk membeli suatu produk dipengaruhi oleh promosi dan harga. Dari data observasi diperoleh data sebagai berikut. No Promosi Harga Keputusan Konsumen Responden () () (Y) 0 7 3 3 7 3 4 5 4 6 4 7 5 8 6 3 6 7 5 7 4 3 0 8 6 3 4 9 7 4 0 0 6 3 9 Jumlah 60 40 70 45

Pertanyaan: Latihan Soal - lanjutan Buatlah persamaan regresi bergandanya! Jika penjual makanan tersebut ingin mengetahui apakah variabel promosi dan harga mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk, buatlah uji hipotesisnya dgn tingkat signifikansi 5%. 46

Pengujian / Pendugaan Parameter Koefisien Regresi Berganda Penyelesaian: Karena t hitung 0,6746 dan,735 <,365, Maka kita harus menerima hipotesis H0 : B = 0 maupun Ho = B = 0 Berarti tidak ada hubungan linier berganda antara variabel dan

Manajer Pemasaran deterjen merek A ingin mengetahui apakah Promosi dan Harga berpengaruh terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk tersebut. Berikut ini adalah hasil survei yang didapatkan untuk 0 responden cari persamaan linier berganda dengan menggunakan metode kuadrat terkecil! Hitunglah koefisien korelasi berganda dan parsial jika jumlah harganya dianggap konstan! 48